logo-website
Kamis, 25 Jun 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Ketua Pemuda Kei Mimika Nilai Bupati Sebar Informasi Tak Benar: Air Bersih Kaokonao-Jita Masih Sulit Papuanewsonline.com, Mimika – Ketua Pemuda Kei Mimika Edoardus Rahawadan menyampaikan penilaian kritis terhadap informasi yang disampaikan Bupati Mimika terkait pembangunan infrastruktur dasar. Ia menilai ada ketidaksesuaian antara narasi pemerintah dan kondisi lapangan yang dialami warga Distrik Kaokonao, Jita, dan sekitarnya.Sorot Infrastruktur Air Bersih: Warga Masih Kesulitan  Edoardus menyorot klaim pemerintah terkait akses air bersih. "Faktanya hingga saat ini warga Distrik Kaokonao dan Distrik Jita serta sekitarnya masih kesulitan mendapatkan akses air bersih. Ini yang kami lihat langsung di lapangan," katanya dalam rilis tertulis ke redaksi, Rabu 24/6/2026.Kritik Klaim Penghargaan Pengurangan Pengangguran  Ia juga mengkritik klaim pemerintah daerah sebagai terbaik pertama dalam pengurangan angka pengangguran. "Klaim penghargaan sebagai terbaik pertama dalam pengurangan angka pengangguran kami nyatakan tidak sesuai dengan kondisi nyata yang kami temui," tegas Edoardus.Singgung Kasus 178 Pencari Kerja Disebut Tertipu  Edoardus menyebut bukti lapangan yang berbeda. "Bukti nyata menunjukkan sedikitnya 178 pencari kerja justru tertipu dalam proses penyaluran tenaga kerja. Ini data yang kami himpun dari laporan warga," ujarnya.Kutip Pernyataan Kapolres Mimika Soal Kriminalitas  Dalam rilisnya, Edoardus mengaitkan kondisi ekonomi dengan keamanan. "Bahkan Kapolres Mimika sendiri menyatakan bahwa tingginya angka kriminalitas di wilayah Mimika ini salah satunya disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat yang belum membaik," katanya, merujuk pernyataan Kapolres.Tuntut Pemda: Stop Narasi, Benahi Lapangan  Ia menuntut perubahan pendekatan pemerintah daerah. "Kami menuntut Pemerintah Daerah berhenti membuat narasi yang tidak sesuai lapangan dan segera memperbaiki kenyataan di lapangan, bukan hanya mengejar citra semata," desaknya.Garis Bawah: Ini Penilaian Publik, Data Resmi di Tangan Pemda  Edoardus menegaskan, seluruh penilaian yang disampaikan merupakan aspirasi dan data yang dihimpun dari masyarakat. Data resmi, realisasi program, dan capaian indikator kinerja pemerintah sepenuhnya kewenangan dan dokumentasi Pemerintah Kabupaten Mimika. "Kami siap berdialog jika ada data berbeda," katanya.Dampak ke Publik: Kesenjangan Narasi dan Realita  Kesenjangan antara narasi pemerintah dan realita lapangan memicu kekecewaan warga. Publik menuntut transparansi data pembangunan dan realisasi program agar kepercayaan masyarakat tidak terkikis.Pemkab Mimika Belum Beri Keterangan Resmi  Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum menerima keterangan resmi dari Bupati Mimika, Sekda, atau OPD terkait penilaian Ketua Pemuda Kei Mimika tersebut. Redaksi akan memuat hak jawab dan klarifikasi Pemkab Mimika jika sudah dapat dikonfirmasi. Penulis: Hend Editor: GF 25 Jun 2026, 00:41 WIT
Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Mimika Tiba dengan Selamat Papuanewsonline.com, Mimika – Sebanyak 11 orang jamaah haji asal Kabupaten Mimika yang tergabung dalam Kloter 29 UPG-TIM tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (24/6/2026) pagi. Rombongan ini merupakan kelompok pertama yang kembali setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, terbang dari Makassar menggunakan pesawat Sriwijaya Air dan mendarat tepat pukul 07.05 WIT.Sebelumnya, proses penyambutan tahap awal telah digelar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar pada Selasa (23/6), menyambut total 392 jamaah dalam kloter yang sama. Setibanya di Timika, kedatangan mereka disambut secara resmi oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Mimika, dihadiri juga oleh keluarga, kerabat, serta tokoh agama seperti Habib Helmi Khalid Al Kaff dan Ustadz H. Abdul Karim.Mewakili panitia, dr. M. Bustaman menyampaikan bahwa proses penyambutan berjalan lancar dan tertib sesuai arahan Kantor Kementerian Agama Bidang Haji dan Umrah Mimika. Ia menjelaskan adanya kebijakan baru tahun ini, di mana peran panitia lebih difokuskan pada penerimaan di daerah asal, sementara jumlah petugas yang diberangkatkan ke tempat pemberangkatan dibatasi mengingat sistem transit yang diterapkan.Panitia juga mengapresiasi kesadaran keluarga penjemput yang tetap menjaga ketertiban dan mengikuti petunjuk di lingkungan bandara. Kepulangan rombongan ini menandai dimulainya tahap pemulangan seluruh jamaah haji asal Mimika tahun 2026. Penulis: Jid Editor: GF 24 Jun 2026, 18:17 WIT
Rp40 Miliar Dana Hibah Pilkada Mimika Masih Gelap, Ketua Pemuda Kei Desak Buka Progres Pemeriksaan Papuanewsonline.com, Timika – Kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait dana hibah Pilkada 2024 Kabupaten Mimika senilai Rp40 miliar kembali menjadi sorotan publik. Hingga pertengahan tahun 2026, perkembangan penanganan kasus tersebut belum diketahui secara jelas oleh masyarakat, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai proses yang sedang berjalan di Polda Papua Tengah.Sorotan itu disampaikan Ketua Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, yang mendesak aparat penegak hukum untuk membuka informasi terkait tahapan pemeriksaan kasus tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana tindak lanjut atas temuan yang sebelumnya telah dipublikasikan oleh BPK RI.Berdasarkan data yang beredar, BPK RI mencatat adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan dana hibah Pilkada 2024 di KPU Kabupaten Mimika dengan nilai mencapai Rp40 miliar. Namun hingga kini belum ada informasi resmi yang menjelaskan apakah kasus tersebut telah masuk tahap penyelidikan, penyidikan, atau masih berada dalam proses pengumpulan bahan keterangan.Edoardus menilai minimnya informasi justru berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Ia meminta Polda Papua Tengah memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut."Kami desak Polda Papua Tengah buka ke publik: kasus Rp40 miliar ini sekarang di meja mana? Sudah gelar perkara belum? Sudah panggil siapa saja? Sudah berapa lama? Publik berhak tahu progresnya, bukan cuma diam," tegasnya dalam rilis tertulis yang diterima media, Rabu (24/6/2026).Menurutnya, ketertutupan informasi membuat masyarakat kehilangan gambaran mengenai proses hukum yang sedang berlangsung. Ia menilai kondisi tersebut dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum apabila tidak segera disertai penjelasan yang memadai."Kasus ini tidak ada kejelasan di publik hingga saat ini. Rakyat Mimika tidak tahu kasusnya jalan atau berhenti. Kalau begini terus, kepercayaan ke hukum mati pelan-pelan," ujarnya.Edoardus juga mendorong agar aparat kepolisian menerapkan pola keterbukaan informasi secara berkala sebagaimana mekanisme Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui perkembangan penanganan perkara tanpa harus menunggu hingga proses hukum selesai."Kasih tahu publik tiap 30 hari sekali: sudah periksa siapa, dokumen apa yang disita, kendalanya apa. Transparansi itu obat curiga. Kalau tertutup, rumor yang jalan," desaknya.Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dana hibah yang menjadi objek temuan merupakan uang negara yang bersumber dari kepentingan masyarakat. Karena itu, menurutnya, proses hukum harus berjalan secara transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan kesan adanya pembiaran terhadap dugaan penyimpangan anggaran."Rp40 miliar itu uang rakyat. Kalau kasusnya gelap, rakyat dirugikan dua kali: uang hilang, hukum juga hilang," katanya.Meski demikian, Edoardus menegaskan bahwa desakan tersebut bukan bentuk intervensi terhadap proses hukum. Ia menyebut seluruh kewenangan penyelidikan, penyidikan, hingga penetapan tersangka sepenuhnya berada di tangan aparat penegak hukum."Kami hanya minta kejelasan tahap, bukan intervensi," tegasnya.Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi terbaru dari Polda Papua Tengah mengenai perkembangan penanganan kasus temuan BPK RI senilai Rp40 miliar tersebut. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak kepolisian dan akan memuat tanggapan resmi apabila telah diterima.  Penulis: Hendrik Editor: GF 24 Jun 2026, 17:28 WIT
TNI AD Kirim Logistik Manunggal Air dan Papua Terang ke Jayawijaya Papuanrwsonline.com, Jakarta – TNI Angkatan Darat menunjukkan komitmen mendukung pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua dengan mengirimkan peralatan Program Manunggal Air dan Papua Terang menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Pengiriman dilakukan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (23/6/2026) menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara. “Kami ingin memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke daerah terpencil. Program ini bukan hanya soal sarana fisik, tetapi juga menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Papua,” ujarnya.Untuk Program Manunggal Air, dikirimkan peralatan lengkap meliputi mesin bor hidrolik, pompa air, stang bor, selang, serta perlengkapan teknis lainnya guna membangun akses air bersih. Sementara itu, Program Papua Terang diperkuat dengan pengiriman dinamo dan generator untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan umum.Selain peralatan utama, disiapkan pula dukungan tambahan berupa televisi, parabola, radio, dan perangkat suara yang akan diberangkatkan pada penerbangan berikutnya. Peralatan ini bertujuan mendukung kegiatan belajar mengajar, informasi, serta kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat setempat. Penulis: Jid Editor: GF 24 Jun 2026, 17:26 WIT
Guru SMAN 7 Mimika Sampaikan Keluhan, Minta Bupati Luruskan Penempatan Tendik sesuai Aturan Papuanewsonline.com, Timika – Sejumlah tenaga pendidik (tendik) honorer di lingkungan Kabupaten Mimika menyampaikan keberatan secara terbuka terkait draf Surat Keputusan penempatan tenaga kontrak yang disusun Dinas Pendidikan. Keluhan ini ditujukan langsung kepada Bupati Johannes Rettob agar dilakukan peninjauan ulang menyeluruh, mengingat proses yang dinilai menyimpang dari jalur birokrasi yang selama ini dijunjung tinggi oleh kepala daerah.Salah satu Guru, Norbertus Riki Lengitubun yang mengabdi di SMA Negeri 7 Mimika, mencontohkan adanya kejanggalan pada nomor urut 14 dalam daftar penempatan. (24/6/26) Menurutnya, nama yang tercantum bukanlah tenaga pengajar yang selama ini bertugas dan mengampu mata pelajaran di sekolah tersebut. Jika ditetapkan, penempatan ini dianggap sebagai cara yang tidak wajar untuk menggantikan posisi guru yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.Ia bersama rekannya, Murlani Silaban, merasa menjadi korban dari praktik yang tidak sesuai aturan. Keluhan serupa juga dilaporkan terjadi di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 6. Yang menjadi perhatian utama, guru yang terancam tersisihkan justru merupakan satu-satunya pengampu mata pelajaran tertentu di sekolahnya, sehingga perubahan ini dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran proses belajar mengajar."Tolong berikan hak guru sesuai dengan pengabdiannya. Guru guru yang digantikan adalah guru mapel satu satunya di sekolah tersebut. Pak Bupati tolong tinjau berdasarkan kebutuhan sekolah bukan kepentingan dan titipan pejabat. Sedih saja semua sektor harus politik dan kepentingan. " Ujarnya. Penulis: Jid Editor: GF 24 Jun 2026, 17:21 WIT
Pilihan Redaksi
Ketua Pemuda Kei Mimika Nilai Bupati Sebar Informasi Tak Benar: Air Bersih Kaokonao-Jita Masih Sulit Papuanewsonline.com, Mimika – Ketua Pemuda Kei Mimika Edoardus Rahawadan menyampaikan penilaian kritis terhadap informasi yang disampaikan Bupati Mimika terkait pembangunan infrastruktur dasar. Ia menilai ada ketidaksesuaian antara narasi pemerintah dan kondisi lapangan yang dialami warga Distrik Kaokonao, Jita, dan sekitarnya.Sorot Infrastruktur Air Bersih: Warga Masih Kesulitan  Edoardus menyorot klaim pemerintah terkait akses air bersih. "Faktanya hingga saat ini warga Distrik Kaokonao dan Distrik Jita serta sekitarnya masih kesulitan mendapatkan akses air bersih. Ini yang kami lihat langsung di lapangan," katanya dalam rilis tertulis ke redaksi, Rabu 24/6/2026.Kritik Klaim Penghargaan Pengurangan Pengangguran  Ia juga mengkritik klaim pemerintah daerah sebagai terbaik pertama dalam pengurangan angka pengangguran. "Klaim penghargaan sebagai terbaik pertama dalam pengurangan angka pengangguran kami nyatakan tidak sesuai dengan kondisi nyata yang kami temui," tegas Edoardus.Singgung Kasus 178 Pencari Kerja Disebut Tertipu  Edoardus menyebut bukti lapangan yang berbeda. "Bukti nyata menunjukkan sedikitnya 178 pencari kerja justru tertipu dalam proses penyaluran tenaga kerja. Ini data yang kami himpun dari laporan warga," ujarnya.Kutip Pernyataan Kapolres Mimika Soal Kriminalitas  Dalam rilisnya, Edoardus mengaitkan kondisi ekonomi dengan keamanan. "Bahkan Kapolres Mimika sendiri menyatakan bahwa tingginya angka kriminalitas di wilayah Mimika ini salah satunya disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat yang belum membaik," katanya, merujuk pernyataan Kapolres.Tuntut Pemda: Stop Narasi, Benahi Lapangan  Ia menuntut perubahan pendekatan pemerintah daerah. "Kami menuntut Pemerintah Daerah berhenti membuat narasi yang tidak sesuai lapangan dan segera memperbaiki kenyataan di lapangan, bukan hanya mengejar citra semata," desaknya.Garis Bawah: Ini Penilaian Publik, Data Resmi di Tangan Pemda  Edoardus menegaskan, seluruh penilaian yang disampaikan merupakan aspirasi dan data yang dihimpun dari masyarakat. Data resmi, realisasi program, dan capaian indikator kinerja pemerintah sepenuhnya kewenangan dan dokumentasi Pemerintah Kabupaten Mimika. "Kami siap berdialog jika ada data berbeda," katanya.Dampak ke Publik: Kesenjangan Narasi dan Realita  Kesenjangan antara narasi pemerintah dan realita lapangan memicu kekecewaan warga. Publik menuntut transparansi data pembangunan dan realisasi program agar kepercayaan masyarakat tidak terkikis.Pemkab Mimika Belum Beri Keterangan Resmi  Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum menerima keterangan resmi dari Bupati Mimika, Sekda, atau OPD terkait penilaian Ketua Pemuda Kei Mimika tersebut. Redaksi akan memuat hak jawab dan klarifikasi Pemkab Mimika jika sudah dapat dikonfirmasi. Penulis: Hend Editor: GF 25 Jun 2026, 00:41 WIT
Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Mimika Tiba dengan Selamat Papuanewsonline.com, Mimika – Sebanyak 11 orang jamaah haji asal Kabupaten Mimika yang tergabung dalam Kloter 29 UPG-TIM tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (24/6/2026) pagi. Rombongan ini merupakan kelompok pertama yang kembali setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, terbang dari Makassar menggunakan pesawat Sriwijaya Air dan mendarat tepat pukul 07.05 WIT.Sebelumnya, proses penyambutan tahap awal telah digelar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar pada Selasa (23/6), menyambut total 392 jamaah dalam kloter yang sama. Setibanya di Timika, kedatangan mereka disambut secara resmi oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Mimika, dihadiri juga oleh keluarga, kerabat, serta tokoh agama seperti Habib Helmi Khalid Al Kaff dan Ustadz H. Abdul Karim.Mewakili panitia, dr. M. Bustaman menyampaikan bahwa proses penyambutan berjalan lancar dan tertib sesuai arahan Kantor Kementerian Agama Bidang Haji dan Umrah Mimika. Ia menjelaskan adanya kebijakan baru tahun ini, di mana peran panitia lebih difokuskan pada penerimaan di daerah asal, sementara jumlah petugas yang diberangkatkan ke tempat pemberangkatan dibatasi mengingat sistem transit yang diterapkan.Panitia juga mengapresiasi kesadaran keluarga penjemput yang tetap menjaga ketertiban dan mengikuti petunjuk di lingkungan bandara. Kepulangan rombongan ini menandai dimulainya tahap pemulangan seluruh jamaah haji asal Mimika tahun 2026. Penulis: Jid Editor: GF 24 Jun 2026, 18:17 WIT
Rp40 Miliar Dana Hibah Pilkada Mimika Masih Gelap, Ketua Pemuda Kei Desak Buka Progres Pemeriksaan Papuanewsonline.com, Timika – Kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait dana hibah Pilkada 2024 Kabupaten Mimika senilai Rp40 miliar kembali menjadi sorotan publik. Hingga pertengahan tahun 2026, perkembangan penanganan kasus tersebut belum diketahui secara jelas oleh masyarakat, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai proses yang sedang berjalan di Polda Papua Tengah.Sorotan itu disampaikan Ketua Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, yang mendesak aparat penegak hukum untuk membuka informasi terkait tahapan pemeriksaan kasus tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana tindak lanjut atas temuan yang sebelumnya telah dipublikasikan oleh BPK RI.Berdasarkan data yang beredar, BPK RI mencatat adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan dana hibah Pilkada 2024 di KPU Kabupaten Mimika dengan nilai mencapai Rp40 miliar. Namun hingga kini belum ada informasi resmi yang menjelaskan apakah kasus tersebut telah masuk tahap penyelidikan, penyidikan, atau masih berada dalam proses pengumpulan bahan keterangan.Edoardus menilai minimnya informasi justru berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Ia meminta Polda Papua Tengah memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut."Kami desak Polda Papua Tengah buka ke publik: kasus Rp40 miliar ini sekarang di meja mana? Sudah gelar perkara belum? Sudah panggil siapa saja? Sudah berapa lama? Publik berhak tahu progresnya, bukan cuma diam," tegasnya dalam rilis tertulis yang diterima media, Rabu (24/6/2026).Menurutnya, ketertutupan informasi membuat masyarakat kehilangan gambaran mengenai proses hukum yang sedang berlangsung. Ia menilai kondisi tersebut dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum apabila tidak segera disertai penjelasan yang memadai."Kasus ini tidak ada kejelasan di publik hingga saat ini. Rakyat Mimika tidak tahu kasusnya jalan atau berhenti. Kalau begini terus, kepercayaan ke hukum mati pelan-pelan," ujarnya.Edoardus juga mendorong agar aparat kepolisian menerapkan pola keterbukaan informasi secara berkala sebagaimana mekanisme Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui perkembangan penanganan perkara tanpa harus menunggu hingga proses hukum selesai."Kasih tahu publik tiap 30 hari sekali: sudah periksa siapa, dokumen apa yang disita, kendalanya apa. Transparansi itu obat curiga. Kalau tertutup, rumor yang jalan," desaknya.Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dana hibah yang menjadi objek temuan merupakan uang negara yang bersumber dari kepentingan masyarakat. Karena itu, menurutnya, proses hukum harus berjalan secara transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan kesan adanya pembiaran terhadap dugaan penyimpangan anggaran."Rp40 miliar itu uang rakyat. Kalau kasusnya gelap, rakyat dirugikan dua kali: uang hilang, hukum juga hilang," katanya.Meski demikian, Edoardus menegaskan bahwa desakan tersebut bukan bentuk intervensi terhadap proses hukum. Ia menyebut seluruh kewenangan penyelidikan, penyidikan, hingga penetapan tersangka sepenuhnya berada di tangan aparat penegak hukum."Kami hanya minta kejelasan tahap, bukan intervensi," tegasnya.Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi terbaru dari Polda Papua Tengah mengenai perkembangan penanganan kasus temuan BPK RI senilai Rp40 miliar tersebut. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak kepolisian dan akan memuat tanggapan resmi apabila telah diterima.  Penulis: Hendrik Editor: GF 24 Jun 2026, 17:28 WIT
TNI AD Kirim Logistik Manunggal Air dan Papua Terang ke Jayawijaya Papuanrwsonline.com, Jakarta – TNI Angkatan Darat menunjukkan komitmen mendukung pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua dengan mengirimkan peralatan Program Manunggal Air dan Papua Terang menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Pengiriman dilakukan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (23/6/2026) menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara. “Kami ingin memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke daerah terpencil. Program ini bukan hanya soal sarana fisik, tetapi juga menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Papua,” ujarnya.Untuk Program Manunggal Air, dikirimkan peralatan lengkap meliputi mesin bor hidrolik, pompa air, stang bor, selang, serta perlengkapan teknis lainnya guna membangun akses air bersih. Sementara itu, Program Papua Terang diperkuat dengan pengiriman dinamo dan generator untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan umum.Selain peralatan utama, disiapkan pula dukungan tambahan berupa televisi, parabola, radio, dan perangkat suara yang akan diberangkatkan pada penerbangan berikutnya. Peralatan ini bertujuan mendukung kegiatan belajar mengajar, informasi, serta kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat setempat. Penulis: Jid Editor: GF 24 Jun 2026, 17:26 WIT
Guru SMAN 7 Mimika Sampaikan Keluhan, Minta Bupati Luruskan Penempatan Tendik sesuai Aturan Papuanewsonline.com, Timika – Sejumlah tenaga pendidik (tendik) honorer di lingkungan Kabupaten Mimika menyampaikan keberatan secara terbuka terkait draf Surat Keputusan penempatan tenaga kontrak yang disusun Dinas Pendidikan. Keluhan ini ditujukan langsung kepada Bupati Johannes Rettob agar dilakukan peninjauan ulang menyeluruh, mengingat proses yang dinilai menyimpang dari jalur birokrasi yang selama ini dijunjung tinggi oleh kepala daerah.Salah satu Guru, Norbertus Riki Lengitubun yang mengabdi di SMA Negeri 7 Mimika, mencontohkan adanya kejanggalan pada nomor urut 14 dalam daftar penempatan. (24/6/26) Menurutnya, nama yang tercantum bukanlah tenaga pengajar yang selama ini bertugas dan mengampu mata pelajaran di sekolah tersebut. Jika ditetapkan, penempatan ini dianggap sebagai cara yang tidak wajar untuk menggantikan posisi guru yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.Ia bersama rekannya, Murlani Silaban, merasa menjadi korban dari praktik yang tidak sesuai aturan. Keluhan serupa juga dilaporkan terjadi di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 6. Yang menjadi perhatian utama, guru yang terancam tersisihkan justru merupakan satu-satunya pengampu mata pelajaran tertentu di sekolahnya, sehingga perubahan ini dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran proses belajar mengajar."Tolong berikan hak guru sesuai dengan pengabdiannya. Guru guru yang digantikan adalah guru mapel satu satunya di sekolah tersebut. Pak Bupati tolong tinjau berdasarkan kebutuhan sekolah bukan kepentingan dan titipan pejabat. Sedih saja semua sektor harus politik dan kepentingan. " Ujarnya. Penulis: Jid Editor: GF 24 Jun 2026, 17:21 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Guru SMAN 7 Mimika Sampaikan Keluhan, Minta Bupati Luruskan Penempatan Tendik sesuai Aturan Papuanewsonline.com, Timika – Sejumlah tenaga pendidik (tendik) honorer di lingkungan Kabupaten Mimika menyampaikan keberatan secara terbuka terkait draf Surat Keputusan penempatan tenaga kontrak yang disusun Dinas Pendidikan. Keluhan ini ditujukan langsung kepada Bupati Johannes Rettob agar dilakukan peninjauan ulang menyeluruh, mengingat proses yang dinilai menyimpang dari jalur birokrasi yang selama ini dijunjung tinggi oleh kepala daerah.Salah satu Guru, Norbertus Riki Lengitubun yang mengabdi di SMA Negeri 7 Mimika, mencontohkan adanya kejanggalan pada nomor urut 14 dalam daftar penempatan. (24/6/26) Menurutnya, nama yang tercantum bukanlah tenaga pengajar yang selama ini bertugas dan mengampu mata pelajaran di sekolah tersebut. Jika ditetapkan, penempatan ini dianggap sebagai cara yang tidak wajar untuk menggantikan posisi guru yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.Ia bersama rekannya, Murlani Silaban, merasa menjadi korban dari praktik yang tidak sesuai aturan. Keluhan serupa juga dilaporkan terjadi di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 6. Yang menjadi perhatian utama, guru yang terancam tersisihkan justru merupakan satu-satunya pengampu mata pelajaran tertentu di sekolahnya, sehingga perubahan ini dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran proses belajar mengajar."Tolong berikan hak guru sesuai dengan pengabdiannya. Guru guru yang digantikan adalah guru mapel satu satunya di sekolah tersebut. Pak Bupati tolong tinjau berdasarkan kebutuhan sekolah bukan kepentingan dan titipan pejabat. Sedih saja semua sektor harus politik dan kepentingan. " Ujarnya. Penulis: Jid Editor: GF 24 Jun 2026, 17:21 WIT
Bidang P2 Dinkes Mimika Gelar Screening Terpadu, Deteksi Dini Berbagai Jenis Penyakit Papuanewsonline.com, Timika – Dinas kesehatan kabupaten Mimika terus berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga, Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit bersama tim BLUD Puskesmas Mapurujaya melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan terpadu di wilayah Distrik Mimika Timur. Kegiatan yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 22 Juni 2026 ini menyasar warga di Pelabuhan Pomako, Kampung Kaugapu, Kampung Hiripau, hingga lingkungan Kompi A.Kepala Bidang P2 Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendeteksi secara dini berbagai penyakit menular maupun tidak menular, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. (22/6/26) Pemeriksaan meliputi HIV, sifilis, TBC, malaria, frambusia, kusta, hepatitis, serta pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular.Pada hari terakhir pelaksanaan, sebanyak 286 warga diperiksa untuk kasus malaria, ditemukan 13 kasus tropika, 4 kasus campuran, dan 3 kasus tersiana. Dari 226 orang yang diperiksa HIV dan sifilis, tercatat tiga kasus sifilis positif tanpa ditemukan kasus HIV. Selain itu, dua orang menunjukkan gejala TBC dan akan diperiksa lebih lanjut guna memastikan diagnosis.Pemeriksaan penyakit tidak menular juga dilakukan kepada 61 orang untuk deteksi risiko awal, serta 60 orang lainnya diperiksa kadar asam urat dan kolesterol. Kegiatan ini menjadi bagian strategi dinas kesehatan untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Penulis: Jid Editor: GF 23 Jun 2026, 04:28 WIT
Gus Ipul Pastikan Penutupan Munas-Konbes NU Siap, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Bangkalan Papuanewsonline.com, Bangkalan – Persiapan penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 terus dimatangkan. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Munas-Konbes NU 2026, KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, turun langsung meninjau lokasi acara di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026).Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan nonteknis telah dipersiapkan secara optimal menjelang puncak kegiatan yang direncanakan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk area utama kegiatan dan sarana pendukung lainnya, menjadi fokus pengecekan panitia.Dalam peninjauan itu, Gus Ipul berkeliling memeriksa berbagai titik strategis di lokasi acara. Ia mengecek kesiapan tenda yang telah dipasang untuk menampung tamu undangan serta memastikan alur kedatangan peserta dan tamu kehormatan dapat berjalan dengan baik.Selain melakukan pengecekan lapangan, Gus Ipul juga berdiskusi dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., Pengasuh Pesantren Syaichona Moh. Cholil RKH Muhammad Nasih Aschal, serta perwakilan PCNU se-Madura.Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari penataan kawasan, kesiapan fasilitas pendukung, hingga langkah-langkah pengamanan yang akan diterapkan saat acara berlangsung. Koordinasi lintas lembaga dinilai penting mengingat penutupan Munas-Konbes NU menjadi agenda nasional yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta.Menurut Gus Ipul, setiap detail persiapan harus diperhatikan secara serius agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib.“Kita ingin memastikan seluruh titik siap. Mulai dari lokasi acara, alur kedatangan Presiden, alur para tamu undangan, pengamanan, hingga pelayanan peserta. Semuanya harus tertata dengan baik,” ujar Gus Ipul.Usai meninjau lokasi, Gus Ipul melanjutkan agenda dengan memimpin rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Bangkalan. Rapat tersebut dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Dja’far, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, Dandim Bangkalan, sejumlah pejabat terkait, serta jajaran pengurus NU se-Madura.Dalam rapat koordinasi tersebut, panitia bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan membahas secara rinci berbagai skenario pelaksanaan acara. Fokus utama pembahasan meliputi jalur kedatangan Presiden, pengaturan tamu VVIP dan VIP, pengelolaan peserta, pengamanan kawasan, kesiapan infrastruktur, hingga dukungan fasilitas penunjang di sekitar lokasi.Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan penutupan Munas-Konbes NU tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh sinergi seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, koordinasi yang intensif terus dilakukan agar setiap potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini.“Ini bukan hanya soal teknis acara, tetapi juga soal penghormatan kepada para kiai, para peserta, para tamu, dan tentu kepada Presiden yang kita undang hadir dalam penutupan. Karena itu semua harus disiapkan sebaik-baiknya,” kata Gus Ipul.Di akhir kegiatan, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan, aparat keamanan, Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Madura yang turut berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional tersebut. “Bangkalan adalah tempat yang sangat penting bagi NU. Karena itu kita ingin penutupan Munas-Konbes di sini menjadi momentum yang baik, tertib, dan membawa keberkahan,” ujar Gus Ipul. (GF) 21 Jun 2026, 18:34 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Mimika Tiba dengan Selamat Papuanewsonline.com, Mimika – Sebanyak 11 orang jamaah haji asal Kabupaten Mimika yang tergabung dalam Kloter 29 UPG-TIM tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (24/6/2026) pagi. Rombongan ini merupakan kelompok pertama yang kembali setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, terbang dari Makassar menggunakan pesawat Sriwijaya Air dan mendarat tepat pukul 07.05 WIT.Sebelumnya, proses penyambutan tahap awal telah digelar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar pada Selasa (23/6), menyambut total 392 jamaah dalam kloter yang sama. Setibanya di Timika, kedatangan mereka disambut secara resmi oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Mimika, dihadiri juga oleh keluarga, kerabat, serta tokoh agama seperti Habib Helmi Khalid Al Kaff dan Ustadz H. Abdul Karim.Mewakili panitia, dr. M. Bustaman menyampaikan bahwa proses penyambutan berjalan lancar dan tertib sesuai arahan Kantor Kementerian Agama Bidang Haji dan Umrah Mimika. Ia menjelaskan adanya kebijakan baru tahun ini, di mana peran panitia lebih difokuskan pada penerimaan di daerah asal, sementara jumlah petugas yang diberangkatkan ke tempat pemberangkatan dibatasi mengingat sistem transit yang diterapkan.Panitia juga mengapresiasi kesadaran keluarga penjemput yang tetap menjaga ketertiban dan mengikuti petunjuk di lingkungan bandara. Kepulangan rombongan ini menandai dimulainya tahap pemulangan seluruh jamaah haji asal Mimika tahun 2026. Penulis: Jid Editor: GF 24 Jun 2026, 18:17 WIT
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim, seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,” pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka, ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:46 WIT
Mimika Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Siap Mewakili Papua Tengah Di Manokwari Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi melepas kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) untuk mengikuti ajang Pesparawi Tingkat Nasional XIV. Kegiatan akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 18 hingga 28 Juni 2026. Dalam ajang ini, Mimika bersama Nabire dan Puncak ditunjuk sebagai perwakilan resmi Provinsi Papua Tengah, dengan mengikuti dua kategori lomba yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran dan Solo Anak.Ketua Harian Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Mimika, Johan Ade Matulessy, memohon dukungan dan doa dari seluruh warga agar tim dapat tampil sebaik mungkin. Ia menyatakan keyakinannya bahwa persiapan yang telah dilakukan akan membuahkan hasil terbaik bagi daerah dan provinsi. Sementara itu, pelatih sekaligus konduktor Hugo Iwangin menjelaskan tim akan membawakan lagu wajib, pilihan terikat, dan pilihan bebas, dengan semangat utama melayani dan memuliakan nama Tuhan.Melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, Bupati Mimika menyampaikan pesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga nama baik daerah. Keikutsertaan ini bukan hanya soal meraih juara, melainkan menjadi duta yang mencerminkan kekompakan, kedisiplinan, serta kerendahan hati selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.Pemerintah daerah menilai Pesparawi sebagai wadah untuk membina iman, mengembangkan bakat, serta mempererat persaudaraan antarumat se-Indonesia.Dukungan penuh terus diberikan agar kegiatan keagamaan seperti ini dapat membentuk karakter positif dan memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman masyarakat.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:33 WIT
MTQ Ke-XIII Kabupaten Mimika Resmi Dibuka, Libatkan Seluruh Distrik Dan Hadirkan Piala Bergilir Papuanewsonline.com, Timika – Suasana penuh semangat menyelimuti Masjid Baiturrahman SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran Tingkat Kabupaten Mimika ke-XIII. Kegiatan bertema “Cahaya Alquran Pemersatu Jiwa, Meneguhkan Harmoni Menuju Mimika Emas” ini dihadiri ribuan jemaah dan peserta, serta dipimpin langsung oleh Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, didampingi jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi terkait. (12/6/26)Ketua Panitia, Ustadz Firdaus Amir, melaporkan bahwa tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seleksi dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat distrik. Sebanyak 268 peserta terdaftar dari lima wilayah, yaitu Kuala Kencana, Mimika Baru, Mimika Timur, Iwaka, dan Wania. “Ini langkah baru agar MTQ semakin merata menjangkau seluruh warga. Kami berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah daerah,” ujarnya.Ketua LPTQ Mimika, Muh Darwis, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menghadirkan Piala Bergilir Bupati dan Wakil Bupati bagi distrik juara umum. Ia juga mengusulkan agar setiap distrik mendapatkan dana khusus untuk menggelar lomba serupa mulai tahun depan. “Kami juga mendatangkan 17 pembina dari berbagai daerah untuk mencetak qari-qariah andalan, agar dua tahun ke depan peserta lokal bisa bersaing di tingkat provinsi,” tegasnya.Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. “Di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama, tema ini sangat tepat. Alquran menjadi pemersatu dan benteng generasi agar tetap berkarakter baik,” ujarnya. Ia juga meminta dewan hakim bersikap adil dan peserta menjadikan lomba ini sebagai ajang peningkatan kualitas diri.Dengan tabuhan beduk dan lantunan ayat suci, MTQ ke-XIII resmi dibuka. Kegiatan yang berlangsung beberapa hari ini diharapkan melahirkan bibit unggul yang mampu mengharumkan nama daerah, sekaligus memperkuat kerukunan dan persatuan menuju Mimika Emas yang lebih maju dan harmonis. Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 03:14 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT