logo-website
Senin, 04 Mei 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
May Day 2026 Disorot, Aktivis Nilai Nasib Buruh Kian Terpuruk di Tengah Pemborosan Negara Papuanewsonline.com, Jakarta — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 kembali menjadi momentum kritik terhadap kondisi kesejahteraan pekerja di Indonesia. Dalam sebuah dialog interaktif yang digelar komunitas Aktivis 98 Garis Lucu di Jakarta, sejumlah aktivis menilai kondisi buruh saat ini semakin tertekan di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.Forum bertajuk “Mayday: Rakyat Disuruh Tahan Banting, Negara Tahan Kritik” tersebut menghadirkan berbagai pandangan kritis mengenai kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak kepada kaum pekerja dan kelompok rentan lainnya.Ketua panitia kegiatan, Ignatius Indro, menilai peringatan Hari Buruh yang diselenggarakan pemerintah di kawasan Monumen Nasional lebih bersifat seremonial dan belum menyentuh persoalan utama yang dihadapi buruh.“Tidak ada perubahan signifikan terhadap nasib buruh maupun kondisi perekonomian. Pembagian paket sembako dalam jumlah besar bukan solusi. Yang dibutuhkan buruh adalah perbaikan sistemik,” ujar Indro.Menurutnya, sejumlah kebijakan ketenagakerjaan saat ini justru memperlemah posisi pekerja. Ia menyoroti keberadaan Undang-Undang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 yang dinilai membuka ruang ketidakadilan dalam hubungan kerja, khususnya terkait sistem alih daya atau outsourcing.Indro juga mengangkat persoalan pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek daring yang disebut menghadapi ketimpangan pembagian komisi dengan perusahaan aplikasi. Ia mempertanyakan efektivitas sejumlah program pemerintah yang selama ini diklaim mampu menciptakan lapangan kerja.“Bukan hanya buruh pabrik, sektor lain juga membutuhkan perhatian serius. Ketimpangan komisi ojek online, janji 19 juta lapangan kerja yang belum jelas, hingga program yang berpotensi menjadi beban anggaran—ini semua harus dievaluasi,” tegasnya.Dalam forum yang sama, aktivis 98 lainnya, Bona Sigalingging, menyoroti langkah pemerintah yang meratifikasi Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 terkait Konvensi ILO 188 mengenai perlindungan dan kesejahteraan nelayan.“Ratifikasi ini patut diapresiasi, namun implementasinya harus dikawal secara ketat agar benar-benar memberi manfaat bagi para nelayan,” ujarnya.Sementara itu, Joshua Napitupulu menilai gerakan buruh hingga kini masih menghadapi berbagai bentuk tekanan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurutnya, makna May Day tidak boleh direduksi hanya menjadi agenda formal pemerintah.“Mayday adalah simbol perlawanan dan perjuangan buruh. Ketika maknanya dibelokkan menjadi acara seremonial, itu menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjawab persoalan mendasar,” kata Joshua.Ia juga menyoroti sejumlah persoalan klasik yang dinilai belum terselesaikan hingga saat ini, seperti upah pekerja di bawah standar UMK, minimnya perlindungan jaminan sosial, hingga persoalan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto diketahui menghadiri peringatan Hari Buruh yang digelar pemerintah di kawasan Monumen Nasional bersama ribuan buruh dari berbagai organisasi. Kegiatan tersebut mendapat perhatian publik luas, namun juga menuai kritik karena dianggap bertolak belakang dengan semangat efisiensi anggaran yang selama ini digaungkan pemerintah.Sementara itu, ribuan buruh lainnya memilih turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah dan wakil rakyat.Meski berlangsung dengan pendekatan berbeda, baik kegiatan pemerintah maupun aksi demonstrasi buruh dilaporkan berjalan aman dan tertib hingga seluruh rangkaian peringatan May Day 2026 berakhir. (GF) 04 Mei 2026, 17:52 WIT
Pemkab Mimika Jalani Audit BPK, Bupati Tekankan Laporan Harus Transparan dan Akurat Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan keuangan secara menyeluruh yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini disampaikan Bupati Johannes Rettob dalam apel pagi yang digelar di lingkungan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, sekaligus menekankan pentingnya keterbukaan dan ketelitian dalam setiap tahapan pemeriksaan tersebut. (04/05/26)Bupati meminta kepada seluruh pimpinan dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah untuk menyusun dan menyajikan laporan kinerja serta keuangan secara tepat, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Ia juga mengingatkan agar pihak instansi bersikap terbuka serta menjalin komunikasi yang baik dengan tim pemeriksa. Apabila ditemukan kekeliruan administrasi, kelebihan, maupun kekurangan dalam pembayaran, hal tersebut harus segera ditindaklanjuti sebagai bentuk tanggung jawab bersama.Selain membahas proses audit, Bupati juga menyampaikan rencana untuk melakukan penempatan kembali pegawai ke sejumlah dinas yang baru dibentuk. Bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, ia menyatakan bahwa proses pergeseran jabatan ini masih memerlukan proses dan persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara, sehingga pelaksanaannya tidak dapat dilakukan secara sembarangan.Ia berharap seluruh jajaran tetap bekerja dengan baik, menjaga kekompakan, dan memahami setiap tahapan prosedur yang berlaku. Kerja sama dan koordinasi yang baik antar pihak dinilai sangat penting, baik untuk kelancaran proses pemeriksaan yang sedang berlangsung maupun untuk persiapan penempatan tugas ke depannya.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:41 WIT
Pelantikan Eselon Dipastikan Sah, Bupati Boven Digoel Minta Polemik Diakhiri Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP., menegaskan bahwa proses pelantikan pejabat eselon III dan IV yang dilaksanakan pada 17 Maret 2026 berjalan sah dan sesuai dengan seluruh peraturan serta prosedur yang berlaku. Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin apel bersama seluruh Aparatur Sipil Negara dan tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Daerah, Senin (4/5/26).Ia menekankan bahwa penjelasan yang telah disampaikan oleh pimpinan daerah, Inspektorat, dan bagian hukum sudah cukup jelas untuk dipahami semua pihak. Bahkan, koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara serta keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan telah memastikan bahwa proses tersebut tidak memiliki masalah apapun. Oleh karena itu, Bupati meminta agar tidak ada lagi pihak yang mempermasalahkan hal ini hingga ke tingkat legislatif maupun pemerintah pusat.Bupati juga memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk menyiapkan peraturan dan memberikan sanksi tegas bagi pihak yang masih berupaya mempersoalkan keputusan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa penempatan dan pergeseran jabatan merupakan hak prerogatif kepala daerah yang hanya dapat dinilai oleh lembaga berwenang di tingkat nasional.Di samping itu, ia meminta seluruh pimpinan perangkat daerah untuk segera mempercepat pelaksanaan program kerja dan penyerapan anggaran yang masih berjalan lambat. “Semoga dengan kepastian ini, seluruh aparat dapat bekerja dengan tenang dan fokus, sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lancar dan tepat waktu,” harapnya.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:39 WIT
55 Lulusan SMKS Yapis TIK Mimika Dilepas, Siap Berperan Menuju Indonesia Emas 2045 Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 55 siswa-siswi kelas XII SMKS YAPIS Teknologi Informasi dan Komunikasi Mimika resmi mengikuti acara penamatan dan pelepasan Angkatan XIV Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Senin (04/05/26). Berlangsung khidmat di Hotel Horison Diana, kegiatan ini mengusung tema “Generasi Muda yang Bertaqwa, Adaptif, Unggul, dan Berbudaya Saing Menuju Indonesia Emas 2045”, serta dihadiri oleh orang tua siswa, dewan pengajar, pengurus yayasan, perwakilan pemerintah daerah, instansi terkait, dan mitra kerja sekolah yaitu Telkomsel (04/05/26)Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan sekaligus awal perjalanan baru yang penuh harapan dan tantangan bagi para lulusan.Ketua Yayasan Islam Mimika, Muhammad Saad Lausiri, dalam sambutannya mengingatkan para siswa untuk senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjadikan belajar sebagai kebiasaan seumur hidup. Sementara itu, mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting menuju kehidupan yang lebih luas. Ia memberikan apresiasi kepada sekolah yang telah berperan mencetak generasi berkarakter dan kompeten, serta mengucapkan terima kasih kepada para pendidik atas dedikasi dan orang tua atas dukungan yang diberikan.Kepada para lulusan, disampaikan bahwa kelulusan bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Sebagai lulusan SMK yang memiliki keahlian khusus, mereka memiliki keunggulan untuk langsung berkarya di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka diharapkan terus mengasah kemampuan, bersikap jujur dan disiplin, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan ditemui di masa depan.Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan dan teknologi. Para lulusan diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak kemajuan daerah.Harapannya, ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk meraih cita-cita sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Mimika, bangsa, dan negara ke depannya.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 04 Mei 2026, 17:33 WIT
Bupati Mimika Larang Pembentukan Kelompok Di Lingkungan Kerja, Ajak Bersatu Bangun Daerah Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob, dengan tegas memerintahkan seluruh pimpinan dan pegawai Organisasi Perangkat Daerah untuk menghentikan praktik pembentukan kelompok-kelompok atau blok-blok di lingkungan kerja. Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin apel pagi di lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (4/5/2026).Ia menyoroti bahwa fenomena tersebut kerap muncul akibat sentimen ketika terjadi pergantian pimpinan di suatu instansi. Masih ditemukan sikap sebagian pegawai yang hanya berpihak pada pemimpin lama dan enggan bekerja sama dengan pemimpin yang baru menjabat. “Kita semua sama, tidak ada perbedaan. Kalau kita kompak, tugas pelayanan kepada masyarakat pasti akan berjalan lebih baik,” tegasnya.Selain mengutamakan kebersamaan, Bupati juga mengingatkan agar seluruh Aparatur Sipil Negara melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok, fungsi, serta peraturan yang berlaku. Ia mendorong setiap pegawai untuk melakukan evaluasi diri demi meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik yang diberikan kepada warga.Lebih lanjut, ia berharap seluruh aparatur memiliki integritas, dedikasi, disiplin, dan kemampuan berpikir yang inovatif. Dengan sikap dan kemampuan tersebut, diharapkan setiap pegawai dapat memberikan kontribusi nyata dan berperan aktif dalam mewujudkan kemajuan pembangunan di Kabupaten Mimika.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:29 WIT
Bupati Mimika Ingatkan Asn Untuk Bekerja Dengan Berani Dan Profesional Papuanewsonline.com, Timika – Memasuki triwulan kedua tahun 2026, Bupati Mimika Johannes Rettob mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan kedisiplinan dan mengevaluasi kinerja secara menyeluruh. Hal ini disampaikannya usai memimpin apel pegawai di Pusat Pemerintahan SP 3, Senin (4/5/2026). Ia menekankan bahwa pelaksanaan program kerja harus segera dipercepat agar target pembangunan dapat tercapai secara maksimal.Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kerja sama yang baik antarinstansi. Ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah untuk memperkuat koordinasi dan menyusun laporan realisasi kegiatan serta keuangan secara transparan dan berkala. “Setiap proses kerja harus memiliki pertanggungjawaban yang jelas. Segera identifikasi kendala yang ada dan selesaikan dengan langkah yang tepat dan cepat,” tegasnya.Selain persoalan teknis, Bupati juga menyoroti sikap kerja sejumlah pegawai. Ia menyebut masih banyak laporan yang masuk menyatakan bahwa ada ASN yang enggan bergerak karena diliputi rasa khawatir yang tidak beralasan. “Bapak dan ibu tidak perlu ragu atau takut. Fokuslah melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai aturan yang berlaku,” pesannya.“Dengan bekerja secara profesional dan berani mengambil langkah yang benar, maka pelayanan kepada masyarakat akan berjalan lancar tanpa hambatan yang tidak perlu. Semoga semangat kerja ini terus terjaga demi kemajuan Kabupaten Mimika yang kita cintai bersama,” harap Bupati menutup arahannya.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:15 WIT
Pilihan Redaksi
May Day 2026 Disorot, Aktivis Nilai Nasib Buruh Kian Terpuruk di Tengah Pemborosan Negara Papuanewsonline.com, Jakarta — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 kembali menjadi momentum kritik terhadap kondisi kesejahteraan pekerja di Indonesia. Dalam sebuah dialog interaktif yang digelar komunitas Aktivis 98 Garis Lucu di Jakarta, sejumlah aktivis menilai kondisi buruh saat ini semakin tertekan di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.Forum bertajuk “Mayday: Rakyat Disuruh Tahan Banting, Negara Tahan Kritik” tersebut menghadirkan berbagai pandangan kritis mengenai kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak kepada kaum pekerja dan kelompok rentan lainnya.Ketua panitia kegiatan, Ignatius Indro, menilai peringatan Hari Buruh yang diselenggarakan pemerintah di kawasan Monumen Nasional lebih bersifat seremonial dan belum menyentuh persoalan utama yang dihadapi buruh.“Tidak ada perubahan signifikan terhadap nasib buruh maupun kondisi perekonomian. Pembagian paket sembako dalam jumlah besar bukan solusi. Yang dibutuhkan buruh adalah perbaikan sistemik,” ujar Indro.Menurutnya, sejumlah kebijakan ketenagakerjaan saat ini justru memperlemah posisi pekerja. Ia menyoroti keberadaan Undang-Undang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 yang dinilai membuka ruang ketidakadilan dalam hubungan kerja, khususnya terkait sistem alih daya atau outsourcing.Indro juga mengangkat persoalan pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek daring yang disebut menghadapi ketimpangan pembagian komisi dengan perusahaan aplikasi. Ia mempertanyakan efektivitas sejumlah program pemerintah yang selama ini diklaim mampu menciptakan lapangan kerja.“Bukan hanya buruh pabrik, sektor lain juga membutuhkan perhatian serius. Ketimpangan komisi ojek online, janji 19 juta lapangan kerja yang belum jelas, hingga program yang berpotensi menjadi beban anggaran—ini semua harus dievaluasi,” tegasnya.Dalam forum yang sama, aktivis 98 lainnya, Bona Sigalingging, menyoroti langkah pemerintah yang meratifikasi Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 terkait Konvensi ILO 188 mengenai perlindungan dan kesejahteraan nelayan.“Ratifikasi ini patut diapresiasi, namun implementasinya harus dikawal secara ketat agar benar-benar memberi manfaat bagi para nelayan,” ujarnya.Sementara itu, Joshua Napitupulu menilai gerakan buruh hingga kini masih menghadapi berbagai bentuk tekanan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurutnya, makna May Day tidak boleh direduksi hanya menjadi agenda formal pemerintah.“Mayday adalah simbol perlawanan dan perjuangan buruh. Ketika maknanya dibelokkan menjadi acara seremonial, itu menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjawab persoalan mendasar,” kata Joshua.Ia juga menyoroti sejumlah persoalan klasik yang dinilai belum terselesaikan hingga saat ini, seperti upah pekerja di bawah standar UMK, minimnya perlindungan jaminan sosial, hingga persoalan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto diketahui menghadiri peringatan Hari Buruh yang digelar pemerintah di kawasan Monumen Nasional bersama ribuan buruh dari berbagai organisasi. Kegiatan tersebut mendapat perhatian publik luas, namun juga menuai kritik karena dianggap bertolak belakang dengan semangat efisiensi anggaran yang selama ini digaungkan pemerintah.Sementara itu, ribuan buruh lainnya memilih turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah dan wakil rakyat.Meski berlangsung dengan pendekatan berbeda, baik kegiatan pemerintah maupun aksi demonstrasi buruh dilaporkan berjalan aman dan tertib hingga seluruh rangkaian peringatan May Day 2026 berakhir. (GF) 04 Mei 2026, 17:52 WIT
Pemkab Mimika Jalani Audit BPK, Bupati Tekankan Laporan Harus Transparan dan Akurat Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan keuangan secara menyeluruh yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini disampaikan Bupati Johannes Rettob dalam apel pagi yang digelar di lingkungan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, sekaligus menekankan pentingnya keterbukaan dan ketelitian dalam setiap tahapan pemeriksaan tersebut. (04/05/26)Bupati meminta kepada seluruh pimpinan dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah untuk menyusun dan menyajikan laporan kinerja serta keuangan secara tepat, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Ia juga mengingatkan agar pihak instansi bersikap terbuka serta menjalin komunikasi yang baik dengan tim pemeriksa. Apabila ditemukan kekeliruan administrasi, kelebihan, maupun kekurangan dalam pembayaran, hal tersebut harus segera ditindaklanjuti sebagai bentuk tanggung jawab bersama.Selain membahas proses audit, Bupati juga menyampaikan rencana untuk melakukan penempatan kembali pegawai ke sejumlah dinas yang baru dibentuk. Bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, ia menyatakan bahwa proses pergeseran jabatan ini masih memerlukan proses dan persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara, sehingga pelaksanaannya tidak dapat dilakukan secara sembarangan.Ia berharap seluruh jajaran tetap bekerja dengan baik, menjaga kekompakan, dan memahami setiap tahapan prosedur yang berlaku. Kerja sama dan koordinasi yang baik antar pihak dinilai sangat penting, baik untuk kelancaran proses pemeriksaan yang sedang berlangsung maupun untuk persiapan penempatan tugas ke depannya.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:41 WIT
Pelantikan Eselon Dipastikan Sah, Bupati Boven Digoel Minta Polemik Diakhiri Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP., menegaskan bahwa proses pelantikan pejabat eselon III dan IV yang dilaksanakan pada 17 Maret 2026 berjalan sah dan sesuai dengan seluruh peraturan serta prosedur yang berlaku. Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin apel bersama seluruh Aparatur Sipil Negara dan tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Daerah, Senin (4/5/26).Ia menekankan bahwa penjelasan yang telah disampaikan oleh pimpinan daerah, Inspektorat, dan bagian hukum sudah cukup jelas untuk dipahami semua pihak. Bahkan, koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara serta keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan telah memastikan bahwa proses tersebut tidak memiliki masalah apapun. Oleh karena itu, Bupati meminta agar tidak ada lagi pihak yang mempermasalahkan hal ini hingga ke tingkat legislatif maupun pemerintah pusat.Bupati juga memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk menyiapkan peraturan dan memberikan sanksi tegas bagi pihak yang masih berupaya mempersoalkan keputusan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa penempatan dan pergeseran jabatan merupakan hak prerogatif kepala daerah yang hanya dapat dinilai oleh lembaga berwenang di tingkat nasional.Di samping itu, ia meminta seluruh pimpinan perangkat daerah untuk segera mempercepat pelaksanaan program kerja dan penyerapan anggaran yang masih berjalan lambat. “Semoga dengan kepastian ini, seluruh aparat dapat bekerja dengan tenang dan fokus, sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lancar dan tepat waktu,” harapnya.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:39 WIT
55 Lulusan SMKS Yapis TIK Mimika Dilepas, Siap Berperan Menuju Indonesia Emas 2045 Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 55 siswa-siswi kelas XII SMKS YAPIS Teknologi Informasi dan Komunikasi Mimika resmi mengikuti acara penamatan dan pelepasan Angkatan XIV Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Senin (04/05/26). Berlangsung khidmat di Hotel Horison Diana, kegiatan ini mengusung tema “Generasi Muda yang Bertaqwa, Adaptif, Unggul, dan Berbudaya Saing Menuju Indonesia Emas 2045”, serta dihadiri oleh orang tua siswa, dewan pengajar, pengurus yayasan, perwakilan pemerintah daerah, instansi terkait, dan mitra kerja sekolah yaitu Telkomsel (04/05/26)Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan sekaligus awal perjalanan baru yang penuh harapan dan tantangan bagi para lulusan.Ketua Yayasan Islam Mimika, Muhammad Saad Lausiri, dalam sambutannya mengingatkan para siswa untuk senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjadikan belajar sebagai kebiasaan seumur hidup. Sementara itu, mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting menuju kehidupan yang lebih luas. Ia memberikan apresiasi kepada sekolah yang telah berperan mencetak generasi berkarakter dan kompeten, serta mengucapkan terima kasih kepada para pendidik atas dedikasi dan orang tua atas dukungan yang diberikan.Kepada para lulusan, disampaikan bahwa kelulusan bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Sebagai lulusan SMK yang memiliki keahlian khusus, mereka memiliki keunggulan untuk langsung berkarya di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka diharapkan terus mengasah kemampuan, bersikap jujur dan disiplin, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan ditemui di masa depan.Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan dan teknologi. Para lulusan diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak kemajuan daerah.Harapannya, ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk meraih cita-cita sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Mimika, bangsa, dan negara ke depannya.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 04 Mei 2026, 17:33 WIT
Bupati Mimika Larang Pembentukan Kelompok Di Lingkungan Kerja, Ajak Bersatu Bangun Daerah Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob, dengan tegas memerintahkan seluruh pimpinan dan pegawai Organisasi Perangkat Daerah untuk menghentikan praktik pembentukan kelompok-kelompok atau blok-blok di lingkungan kerja. Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin apel pagi di lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (4/5/2026).Ia menyoroti bahwa fenomena tersebut kerap muncul akibat sentimen ketika terjadi pergantian pimpinan di suatu instansi. Masih ditemukan sikap sebagian pegawai yang hanya berpihak pada pemimpin lama dan enggan bekerja sama dengan pemimpin yang baru menjabat. “Kita semua sama, tidak ada perbedaan. Kalau kita kompak, tugas pelayanan kepada masyarakat pasti akan berjalan lebih baik,” tegasnya.Selain mengutamakan kebersamaan, Bupati juga mengingatkan agar seluruh Aparatur Sipil Negara melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok, fungsi, serta peraturan yang berlaku. Ia mendorong setiap pegawai untuk melakukan evaluasi diri demi meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik yang diberikan kepada warga.Lebih lanjut, ia berharap seluruh aparatur memiliki integritas, dedikasi, disiplin, dan kemampuan berpikir yang inovatif. Dengan sikap dan kemampuan tersebut, diharapkan setiap pegawai dapat memberikan kontribusi nyata dan berperan aktif dalam mewujudkan kemajuan pembangunan di Kabupaten Mimika.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:29 WIT
Bupati Mimika Ingatkan Asn Untuk Bekerja Dengan Berani Dan Profesional Papuanewsonline.com, Timika – Memasuki triwulan kedua tahun 2026, Bupati Mimika Johannes Rettob mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan kedisiplinan dan mengevaluasi kinerja secara menyeluruh. Hal ini disampaikannya usai memimpin apel pegawai di Pusat Pemerintahan SP 3, Senin (4/5/2026). Ia menekankan bahwa pelaksanaan program kerja harus segera dipercepat agar target pembangunan dapat tercapai secara maksimal.Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kerja sama yang baik antarinstansi. Ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah untuk memperkuat koordinasi dan menyusun laporan realisasi kegiatan serta keuangan secara transparan dan berkala. “Setiap proses kerja harus memiliki pertanggungjawaban yang jelas. Segera identifikasi kendala yang ada dan selesaikan dengan langkah yang tepat dan cepat,” tegasnya.Selain persoalan teknis, Bupati juga menyoroti sikap kerja sejumlah pegawai. Ia menyebut masih banyak laporan yang masuk menyatakan bahwa ada ASN yang enggan bergerak karena diliputi rasa khawatir yang tidak beralasan. “Bapak dan ibu tidak perlu ragu atau takut. Fokuslah melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai aturan yang berlaku,” pesannya.“Dengan bekerja secara profesional dan berani mengambil langkah yang benar, maka pelayanan kepada masyarakat akan berjalan lancar tanpa hambatan yang tidak perlu. Semoga semangat kerja ini terus terjaga demi kemajuan Kabupaten Mimika yang kita cintai bersama,” harap Bupati menutup arahannya.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:15 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
55 Lulusan SMKS Yapis TIK Mimika Dilepas, Siap Berperan Menuju Indonesia Emas 2045 Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 55 siswa-siswi kelas XII SMKS YAPIS Teknologi Informasi dan Komunikasi Mimika resmi mengikuti acara penamatan dan pelepasan Angkatan XIV Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Senin (04/05/26). Berlangsung khidmat di Hotel Horison Diana, kegiatan ini mengusung tema “Generasi Muda yang Bertaqwa, Adaptif, Unggul, dan Berbudaya Saing Menuju Indonesia Emas 2045”, serta dihadiri oleh orang tua siswa, dewan pengajar, pengurus yayasan, perwakilan pemerintah daerah, instansi terkait, dan mitra kerja sekolah yaitu Telkomsel (04/05/26)Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan sekaligus awal perjalanan baru yang penuh harapan dan tantangan bagi para lulusan.Ketua Yayasan Islam Mimika, Muhammad Saad Lausiri, dalam sambutannya mengingatkan para siswa untuk senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjadikan belajar sebagai kebiasaan seumur hidup. Sementara itu, mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting menuju kehidupan yang lebih luas. Ia memberikan apresiasi kepada sekolah yang telah berperan mencetak generasi berkarakter dan kompeten, serta mengucapkan terima kasih kepada para pendidik atas dedikasi dan orang tua atas dukungan yang diberikan.Kepada para lulusan, disampaikan bahwa kelulusan bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Sebagai lulusan SMK yang memiliki keahlian khusus, mereka memiliki keunggulan untuk langsung berkarya di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka diharapkan terus mengasah kemampuan, bersikap jujur dan disiplin, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan ditemui di masa depan.Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan dan teknologi. Para lulusan diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak kemajuan daerah.Harapannya, ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk meraih cita-cita sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Mimika, bangsa, dan negara ke depannya.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 04 Mei 2026, 17:33 WIT
Ikan Sapu-Sapu Tembus Di Danau Sentani, Berada Sejak Dua Dekade Lalu Papuanewsonline.com, Jayapura – Penemuan ikan sapu-sapu atau pleco yang viral di media sosial membuka fakta bahwa spesies asal Sungai Amazon ini ternyata sudah hidup di Danau Sentani sejak lama, bukan baru saja muncul. Temuan ikan berukuran besar yang diperkirakan berusia 3–5 tahun ini bahkan diduga sedang dalam masa berkembang biak, mengingat bentuk perutnya yang tampak membesar. (03/05/26)Ikan ini mampu menghasilkan ribuan telur dengan siklus perkembangbiakan yang cepat, yaitu hanya membutuhkan waktu 1–2 tahun untuk dapat bereproduksi kembali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan BRIN pada tahun 2020, sekitar 70 persen nelayan di wilayah Asei-Ifale menyebut ikan ini sudah mulai banyak terlihat sejak awal tahun 2000-an. Diduga ikan ini masuk ke perairan tersebut karena dilepaskan secara sengaja oleh pemilik akuarium, mengingat fungsinya yang umumnya hanya sebagai pembersih kaca akuarium. Keberadaannya juga menyoroti lemahnya pengawasan lalu lintas ikan, padahal peraturan yang ada melarang peredaran bebasnya dan mengancam pelaku dengan hukuman penjara hingga tiga tahun serta denda maksimal Rp3 miliar.Sebagai spesies invasif, ikan ini memiliki daya adaptasi yang tinggi dan berpotensi merusak keseimbangan alam. Ia dapat merusak dasar perairan serta bersaing memperebutkan sumber makanan dengan ikan asli daerah. Selain itu, ikan ini tidak aman untuk dikonsumsi karena berisiko mengandung logam berat berbahaya bagi tubuh manusia.Masyarakat diimbau untuk tidak melepaskan ikan peliharaan ke perairan umum dan segera menangkapnya jika ditemukan. Pemerintah daerah diharapkan mengambil langkah nyata seperti penangkapan massal, penyuluhan kepada warga, serta mengembangkan budidaya ikan lokal. Ikan yang berhasil ditangkap pun dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembuatan pupuk cair atau campuran pakan ternak agar tetap memberikan manfaat.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 19:59 WIT
Piknik Buku di Mimika, Kolaborasi Singgah Baca dan Mimika Book Party Dorong Semangat Literasi Papuanewsonline.com, Mimika — Komunitas Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party menggelar kegiatan Piknik Buku pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di area Perpustakaan Kuala Kencana ini diikuti sekitar 18 peserta, terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan rangkaian aktivitas literasi yang santai namun bermakna.Pendiri Singgah Baca, Dina Resky, menjelaskan bahwa kegiatan ini diawali dengan sesi berbagi buku. Para peserta duduk santai di atas rumput sambil menikmati jajanan, sembari menceritakan buku yang mereka bawa maupun buku favorit masing-masing.“Jadi, kegiatan hari ini adalah Piknik Buku. Kali ini Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party. Peserta yang ikut sekitar 18 orang. Kami berbagi cerita tentang buku dalam suasana santai di ruang terbuka,” ujarnya.Setelah sesi berbagi, kegiatan dilanjutkan di dalam Perpustakaan Kuala Kencana dengan sesi journaling yang dipandu oleh Zara Meutia, seorang pegiat journaling. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menuliskan hal-hal yang disyukuri serta melakukan refleksi diri melalui jurnal yang telah disediakan.Dina berharap kegiatan Piknik Buku dapat menjadi agenda rutin, misalnya sebulan sekali, serta terus melibatkan kolaborasi dengan berbagai pegiat literasi lainnya.“Ke depan, kami ingin kegiatan ini bisa dilakukan di berbagai tempat. Namun, keterbatasan ruang terbuka hijau di Timika menjadi tantangan tersendiri,” tambahnya.Selain Piknik Buku, Singgah Baca juga berencana mengembangkan program lain seperti diskusi buku dan kegiatan literasi untuk anak-anak. Komunitas ini juga memiliki taman baca yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang belajar dan berbagi.Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat kembali membiasakan diri membaca buku serta menularkan semangat literasi kepada lingkungan sekitar.“Semoga ke depan semakin banyak taman baca independen yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 03 Mei 2026, 19:53 WIT
Kemarau Lumpuhkan Akses Air Bersih di Ayuka, Warga Mengaku “Setengah Mati” Bertahan Hidup Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali mengeluhkan krisis air bersih saat musim kemarau. Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, menyebut kondisi itu membuat warga “setengah mati” mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.“Di sini kalau pas musim kemarau, woi, paling setengah mati sekali. Susah air betul,” kata Robertus saat berbincang santai dengan media Papuanewsonline.com_, Jumat 30 April 2026.Menurutnya, warga hanya bisa mengandalkan depot air isi ulang atau tadah hujan. Namun kedua opsi itu tidak selalu tersedia. “Tunggu depot juga kadang masuk, kadang tidak. Kalau ditunggu hujan baru depot bisa masuk. Kalau tidak hujan, dia mau ambil dari mana?” ujarnya.Konsumsi Air Tak Layak  Robertus mengaku warga terpaksa menggunakan alternatif yang berisiko bagi kesehatan. “Kadang cuma pakai kapur untuk kasih segar rasanya. Kalau memang tidak ada sama sekali, pakai air pompa saja. Itu direbus untuk masak, tapi kita tidak tahu dampaknya ke tubuh seperti apa,” kata dia.Harap Perhatian Pemerintah  Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius kepada warga pesisir. “Jadi kami minta ke pemerintah, tolong kami di pesisir ini diperhatikan betul. Kami sangat membutuhkan air. Air itu untuk kehidupan, untuk kita manusia,” tegas Robertus.Hingga berita ini terbit, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi dari Dinas PUPR Mimika dan Distrik Mimika Tengah terkait solusi jangka pendek dan jangka panjang krisis air bersih di Kampung Ayuka. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Mei 2026, 14:33 WIT
Hardiknas 2026 di Banyuwangi, Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan Harus Cerdaskan Bangsa Papuanewsonline.com, Banyuwangi — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam menegaskan arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2026).Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah. Mendikdasmen Abdul Mu’ti tampil mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi sebagai simbol penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah suasana Indonesia yang aman dan damai.“Pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga berperan membentuk watak dan peradaban yang bermartabat,” ujarnya di hadapan peserta upacara.Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, sehat, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.Kemendikdasmen, lanjut Abdul Mu’ti, saat ini terus mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai salah satu prioritas nasional. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada murid.Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki. Karena itu, upaya perbaikan pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas sebagai tempat utama proses pembelajaran berlangsung.Selain penguatan metode belajar, pemerintah juga terus mempercepat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Hingga 2025, revitalisasi disebut telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.Sementara itu, program digitalisasi pembelajaran melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel telah diterapkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar secara lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Guru dinilai tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu membangun karakter peserta didik secara menyeluruh.Selain itu, penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman terus didorong melalui konsep ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Lingkungan belajar yang baik diyakini akan mendukung tumbuhnya semangat belajar dan kreativitas siswa.Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi turut dimeriahkan dengan pagelaran budaya “Kuntulan Ewon” yang melibatkan sekitar 1.100 pelajar. Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi, keberagaman, dan semangat persatuan dalam dunia pendidikan Indonesia.Melalui momentum Hardiknas tahun ini, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan arah besar pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat melalui pembelajaran yang bermakna bagi seluruh anak bangsa. (GF)  03 Mei 2026, 14:24 WIT
AI Ignition Road to Timika, Dorong Kompetensi Generasi Muda Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah daerah Kabupaten Mimika mendukung kegiatan Artificial Intelligence Training: AI Ignition Road to Timika yang diselenggarakan pada Kamis, 30 April 2026. Pemerintah daerah mendukung kegiatan ini dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi era digital dengan tuntutan ketepatan dan kompetensi tinggi.Sambutan Bupati Mimika yang diwakili Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Pemerintah daerah menginginkan adanya hasil nyata dari setiap peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.“Pelatihan ini harus menghasilkan output yang jelas. Setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan peningkatan kompetensi, baik melalui karya, gagasan, maupun pemahaman yang dapat langsung diterapkan dalam tugas dan fungsi masing-masing,” ujarnya.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa implementasi pasca pelatihan menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini. Ilmu yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti inovasi pelayanan publik, peningkatan kinerja organisasi, serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam mendukung pembangunan daerah.Selain itu, penggunaan teknologi juga harus dibarengi dengan etika dan tanggung jawab. Kemajuan teknologi, menurutnya, harus sejalan dengan integritas agar tidak disalahgunakan.“Gunakan AI untuk hal-hal yang produktif, bermanfaat, serta tidak melanggar norma dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.Pemerintah daerah juga menaruh harapan besar kepada para peserta sebagai generasi yang akan menentukan arah kemajuan Mimika ke depan. Para peserta diminta memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal dan membuktikan bahwa pelatihan tersebut mampu memberikan dampak nyata.Dalam kesempatan itu, pemerintah turut menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting, terlebih karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di Papua.Kegiatan ini juga diharapkan menjadi peluang berharga, khususnya bagi generasi muda dan pelajar, untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi.Di akhir sambutannya, pemerintah berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik, memahami setiap materi yang diberikan, serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja. Penulis: Bim Editor: GF 30 Apr 2026, 19:39 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Persoalan Di Pastoran Katederal Timika Selesai Secara Damai, Gereja Terima Permintaan Maaf TNI Papuanewsonline.com, Timika – Persoalan yang sempat muncul terkait kehadiran sejumlah prajurit TNI Angkatan Darat di lingkungan Pastoran Paroki Katedral Tiga Raja Timika akhirnya diselesaikan dengan jalan damai. Hal ini disampaikan langsung oleh Pastor Paroki, RD Amandus Rahadat Pr, yang menyatakan bahwa pihak gereja telah menerima permintaan maaf secara resmi dari pihak TNI. (03/05/26)Menurut penjelasannya, kejadian itu berawal dari upaya pemeriksaan keamanan yang dilakukan menjelang kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke wilayah Papua Tengah, termasuk Mimika. Tindakan tersebut sempat menimbulkan reaksi yang beragam tidak hanya dari umat setempat, tetapi juga dari berbagai kalangan umat Katolik di seluruh Indonesia, sehingga menimbulkan suasana yang tidak nyaman.Penyelesaian dilakukan melalui pertemuan bersama yang digelar di lokasi netral, yaitu lingkungan keuskupan. Dalam kesempatan itu, pihak yang terlibat telah mengakui kesalahan yang terjadi dan menyampaikan permintaan maafnya dengan tulus. Atas hal itu, pihak gereja pun telah memberikan maaf sepenuhnya.Dalam khotbah Misa Minggu, Pastor Amandus menyampaikan harapan agar setelah pengumuman ini, seluruh pihak memahami bahwa persoalan telah selesai sepenuhnya. "Kami sudah memaafkan. Semoga Tuhan memberkati kita semua, lingkungan ini, dan semoga kedamaian senantiasa terjaga di tengah kita," ujarnya.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 20:02 WIT
Fatayat NU Papua Tengah Rayakan Harlah ke-76 Dengan Penuh Makna Papuanewsonline.com, Timika – Peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) wilayah Papua Tengah berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Acara yang digelar di Aula Cenderawasih, Hotel Serayu, Minggu (26/4/26), ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga momentum memperkuat peran sosial perempuan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.Ketua PW Fatayat NU Papua Tengah menegaskan, di usia yang ke-76, organisasi ini semakin menunjukkan eksistensinya sebagai wadah perempuan yang matang. "Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus bertumbuh, baik dalam pola pikir, manajemen organisasi, maupun dalam membina keluarga," ujarnya. Ia juga menekankan komitmen untuk terus berkontribusi nyata dan mendukung program-program positif di daerah.Selain kegiatan keagamaan berupa pengajian akbar yang menghadirkan penceramah Imam Mawardi Ma’sum, panitia juga memfasilitasi layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Berkat kerja sama dengan tim medis yang dipimpin dr. Diki Adrian, puluhan peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan, konsultasi, hingga pembagian obat-obatan secara cuma-cuma.Dalam tausiyahnya, Imam Mawardi mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa menjaga silaturahmi dan ukhuwah antar sesama, lintas suku dan agama. "Tanpa persaudaraan, sulit membangun daerah yang damai dan toleran," tegasnya. Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan dan mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan sosial dan keagamaan di Bumi Amungme dan Kamoro.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 27 Apr 2026, 09:06 WIT
Lomba Nyanyi “Mimika Rumah Kita” Semarakkan Peringatan Hari Pattimura ke-209 Papuanewsonline.com, Mimika — Lomba nyanyi tunggal bertajuk “Mimika Rumah Kita” digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Pattimura ke-209, dengan melibatkan peserta dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Mimika.Bupati Mimika yang diwakili Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menyampaikan apresiasi kepada panitia serta Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Kabupaten Mimika atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada IKEMAL Kabupaten Mimika bersama seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Pattimura tidak hanya sebatas mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan yang relevan hingga saat ini.“Peringatan ini bukan hanya mengenang sosok pahlawan, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, keberanian, persatuan, dan semangat pantang menyerah,” katanya.Lebih lanjut, ia menilai tema “Mimika Rumah Kita” mencerminkan realitas masyarakat Mimika yang majemuk, sehingga kebersamaan menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah.“Mimika adalah rumah bersama bagi kita semua, tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun latar belakang budaya. Kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga,” jelasnya.Ia pun berharap kegiatan lomba ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat di bidang seni, khususnya tarik suara.“Kami berharap dari kegiatan ini lahir talenta-talenta baru yang mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga hingga ke level yang lebih tinggi,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 26 Apr 2026, 00:15 WIT
HUT ke-6 KKS Mimika: Diana Domakubun Dilantik, Tegaskan Visi Hidup Mengandalkan Tuhan Papuanewsonline.com, Timika - Kerukunan Keluarga Sather (KKS) Kabupaten Mimika menggelar ibadah syukur peringatan HUT ke-6 sekaligus pelantikan Ketua KKS periode 2025-2030, Ibu Diana Domakubun, S.Pd., M.Pd. di Jalan Gaharu, Kamis 17 April 2026.Ibadah syukuran dipimpin langsung oleh Pendeta S. Marani dengan tema “Bersyukur kepada Tuhan, Sebab Ia Baik” [Mazmur 107:1]. Sub temanya: “Melalui HUT KKS ke-6 Tahun Kita Saling Bergandengan Tangan Mewujudkan Kebersamaan yang Solid, Harmonis dan Tetap Bersyukur dalam Menghadapi Tantangan.”Visi-Misi: Hidup Mengandalkan Tuhan & Berkarakter BaikDalam wawancara, Ketua KKS terpilih Diana Domakubun menyampaikan visi yang ia usung sejak sebelum pemilihan 12 Mei 2025 lalu.“Visi saya adalah hidup kita itu hidup yang mengandalkan Tuhan. Spiritual kita dibangun melalui ibadah-ibadah yang sudah dijadwalkan bidang keagamaan,” kata Diana.Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun karakter. “Karakter kita harus baik, baik di lingkungan masyarakat maupun keluarga. Dimanapun kita berada, kita tunjukkan bahwa kita anak-anak yang punya karakter baik. Tidak perlu membuat hura-hara atau konflik, tapi terus membangun persatuan dan kesatuan,” ujarnya tegas.Diana terpilih sebagai Ketua KKS periode ke-6 setelah mengungguli empat kandidat lainnya dalam pemilihan 12 Mei 2025. Ia akan memimpin KKS Mimika untuk periode 2025-2030.Harapan: KKS Jadi Berkat di Tengah Masyarakat MajemukMantan Ketua KKS ke-2, Pendeta S. Marani, berharap kepemimpinan Diana dapat menyatukan seluruh anggota KKS di Mimika.“Harapan saya ke depan supaya persekutuan ini harus bersatu sesuai firman Tuhan, supaya ke depan persekutuan ini bisa jadi berkat,” katanya.Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dan kerja sama seluruh keluarga besar Sather. “Mesti ada topangan, ada kerja sama yang baik dari KKS yang ada di Kabupaten. Dukungan keluarga besar Sather supaya mereka saling menghargai.”Pendeta Marani mengakui ada tantangan di kepemimpinan sebelumnya. “Waktu ketua keluar ada banyak kritik, mereka tidak mau ikut ibadah. Padahal persekutuan ini penting. Kita hidup ini tidak seperti batu, nanti sebentar kita mati. Tujuan persekutuan dibuat untuk merangkul kita menjadi satu, satu pikiran, satu pendapat untuk menjalankan keperluan bersama,” ungkapnya.Pesan Penutup: Bersatu dan Melayani TuhanDiana menutup pesannya dengan ajakan persatuan. “Pesan saya, Kerukunan Keluarga Sather Kabupaten Mimika bersatu, bergandengan tangan, melayani Tuhan. Baik tutur kata, sikap, dan penampilan harus bersama.”KKS Mimika merupakan salah satu kerukunan keluarga besar yang ada di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Penulis: Hendrik Editor: GF 18 Apr 2026, 08:14 WIT
Halalbihalal dan Hari Kartini, DWP Perkuat Silaturahmi serta Teguhkan Peran Perempuan Indonesia Papuanewsonline.com, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa, Selasa (15/4/2026).Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan ini menghadirkan Ustad Maulana sebagai penceramah utama. Tausiah yang disampaikan menjadi penguat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat perempuan Indonesia untuk terus berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.Sebelum tausiah dimulai, acara diawali dengan sambutan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Ida Rachmawati Budi Sadikin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa semangat Halalbihalal dan Hari Kartini menjadi pengingat penting bagi seluruh anggota untuk menjaga persatuan dan memperluas kontribusi perempuan.“Momentum ini menjadi saat yang tepat untuk mempererat kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan meneladani semangat Kartini yang terus relevan hingga saat ini,” ujarnya.Senada dengan itu, Ketua DWP Kemenko Kumham Imipas, Nova R Andika Dwi Prasetya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus berkarya serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.“Semangat Kartini harus terus hidup melalui karya nyata, kepedulian sosial, dan kontribusi perempuan dalam mendukung pembangunan bangsa,” kata Nova.Usai tausiah yang disampaikan Ustad Maulana, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pengurus DWP kementerian yang telah melaksanakan program DWP Mengajar. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam bidang pendidikan serta pemberdayaan masyarakat.Suasana semakin semarak saat rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh anggota Dharma Wanita Persatuan. Penampilan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menunjukkan kreativitas dan ekspresi seni perempuan Indonesia dalam memaknai perjuangan Kartini di era modern.Dari Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, turut hadir Ketua DWP Kemenko Kumham Imipas Nova R Andika Dwi Prasetya, Sekretaris DWP Kemenko Kumham Imipas Nur Azizah, serta anggota DWP Kemenko Kumham Imipas Dhita Bramastyo. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan terhadap penguatan sinergi dan solidaritas antaranggota Dharma Wanita Persatuan.Melalui kegiatan ini, DWP berharap semangat silaturahmi, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan terus tumbuh sebagai fondasi penting dalam mendukung pembangunan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan. (GF) 16 Apr 2026, 16:57 WIT
Cagar Budaya di Tengah Ancaman Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Perlindungan Warisan Bangsa Papuanewsonline.com, Jakarta – Ancaman bencana alam di Indonesia tidak hanya berdampak pada keselamatan manusia, tetapi juga terus mengintai keberadaan warisan sejarah bangsa. Persoalan ini menjadi sorotan utama dalam seminar nasional bertajuk “Cagar Budaya yang Tangguh Bencana Berkelanjutan” yang digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (14/4/2026), dengan menghadirkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai narasumber utama.Dalam kegiatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa dampak bencana harus dilihat secara lebih luas, termasuk terhadap sistem kehidupan dan nilai-nilai sejarah yang melekat pada situs budaya. “Cagar budaya merupakan bagian dari sistem kehidupan yang juga rentan terdampak bencana,” ujarnya saat membuka seminar.Indonesia, lanjutnya, menghadapi tantangan besar karena berada di wilayah rawan bencana, namun di sisi lain memiliki kekayaan warisan budaya yang sangat besar. Kondisi ini menjadikan perlindungan situs budaya sebagai agenda penting yang tidak dapat dipisahkan dari upaya mitigasi bencana nasional.Data BNPB mencatat hingga 13 April 2026 telah terjadi sebanyak 748 kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia, yang mayoritas didominasi banjir dan cuaca ekstrem. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa ancaman tersebut dapat menyebabkan kerusakan serius bahkan menghilangkan jejak sejarah bangsa. “Cagar budaya berisiko rusak atau hilang akibat bencana atau perang,” tegasnya.Ia menjelaskan, sejumlah kejadian di masa lalu menjadi bukti nyata besarnya risiko tersebut. Tsunami Aceh tahun 2004 misalnya, menghancurkan lebih dari 50 situs budaya. Sementara gempa Yogyakarta tahun 2006 menyebabkan kerusakan pada struktur Candi Borobudur dan Prambanan. Tidak hanya itu, banjir dan longsor pada November 2025 juga tercatat merusak puluhan situs bersejarah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Menurut Abdul Muhari, perlindungan cagar budaya tidak cukup hanya dilakukan secara fisik. Situs sejarah, manuskrip kuno, dan artefak juga perlu dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran untuk memahami pola kebencanaan di masa lalu. Pengetahuan yang tersimpan dalam warisan budaya dinilai dapat menjadi referensi penting dalam membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.BNPB juga menilai Indonesia perlu belajar dari pengalaman negara lain, salah satunya Jepang. Pasca tsunami Tohoku 2011, Jepang dinilai berhasil melakukan pemulihan situs budaya secara cepat dan sistematis melalui kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, serta dukungan anggaran yang memadai. Konsep build back better menjadi salah satu pendekatan yang dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia.Sebagai langkah ke depan, BNPB mendorong transformasi pengelolaan cagar budaya yang lebih adaptif dan berbasis mitigasi risiko. Pemanfaatan teknologi seperti InaRISK disebut menjadi kunci integrasi data bahaya, kerentanan, dan kapasitas dalam satu platform yang terukur. Dengan demikian, perlindungan warisan budaya tidak lagi bersifat reaktif, melainkan menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan nasional.“Pada akhirnya, cagar budaya bukan sekedar peninggalan masa lalu. Ia adalah identitas bangsa dan memori kolektif yang harus dijaga. Melindunginya dari ancaman bencana bukan hanya soal kebijakan, melainkan tanggung jawab bersama,” tutup Abdul Muhari. (GF)  16 Apr 2026, 00:32 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT