logo-website
Sabtu, 13 Jun 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Dinkes Mimika Kejar 2 Juta Tes Malaria Tahun Ini, Perlu Sinergi Semua Pihak Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menetapkan target sebanyak 2 juta kali pemeriksaan kasus malaria sepanjang tahun 2026. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, Dinkes berhasil melampaui target dengan melakukan 1.299.815 kali tes, di mana ditemukan 190.597 kasus dan tingkat kepositifan mencapai 14,07 persen. Hingga Mei 2026, telah tercatat 450.193 kali pemeriksaan dengan 61.735 kasus terdeteksi atau tingkat kepositifan 13,7 persen.Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, menjelaskan upaya percepatan dilakukan melalui peningkatan layanan di 10 puskesmas wilayah perkotaan. (12/6/26) Sebagai contoh, Puskesmas Timika menurunkan 50 tim setiap harinya dengan target 100 tes per tim, sehingga mampu memeriksa sekitar 5.000 orang per hari. Pemeriksaan berlangsung selama 7 hingga maksimal 14 hari dalam sebulan, dengan sasaran minimal 35 ribu tes setiap bulannya.Berbagai tantangan masih dihadapi, antara lain kondisi alam Mimika yang bercurah hujan tinggi dan dataran rendah, sehingga banyak terbentuk genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Faktor perilaku masyarakat juga menjadi kendala, seperti sering beraktivitas malam hari dengan pakaian terbuka, kurang disiplin menghabiskan obat, dan belum membiasakan penggunaan kelambu saat tidur.Kamaludin menegaskan penanganan malaria membutuhkan kerja sama lintas sektor dan kesadaran bersama. “Upaya medis saja belum cukup jika lingkungan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk." Ujarnya. Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 14:06 WIT
Dana Hibah Haji Rp1 Miliar Disorot, Pemuda Muslim Mimika Desak Transparansi Anggaran PPIHD Papuanewsonline.com, Timika – Penggunaan dana hibah operasional penyelenggaraan ibadah haji menjadi sorotan publik. Pemuda Muslim Mimika mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) segera memanggil Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana senilai Rp1 miliar yang telah diterima.Dana tersebut merupakan separuh dari total alokasi APBD sebesar Rp2 miliar yang dianggarkan untuk keperluan penyelenggaraan ibadah tahun ini. (12/6/26) Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin menegaskan bahwa dana yang bersumber dari kas daerah adalah milik rakyat, sehingga pengelolaannya wajib transparan, akuntabel, dan sesuai aturan hukum yang berlaku. Hingga saat ini, rincian penggunaan anggaran tersebut belum disampaikan secara terbuka, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan di masyarakat. “Publik berhak mengetahui untuk apa saja dana itu digunakan dan bagaimana mekanisme pengelolaannya,” tegasnya.Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain dugaan tidak dilibatkannya bendahara dalam pengelolaan keuangan serta minimnya koordinasi dengan Kementerian Haji. Kondisi ini dinilai tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga perlu ada penjelasan yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.Selain meminta klarifikasi dari PPIHD, pihaknya juga mendorong DPRK Mimika menjalankan fungsi pengawasan dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat.Jika diperlukan, rapat tersebut dapat dilaksanakan secara terbuka agar seluruh alur penggunaan dana dapat diketahui secara rinci dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 12 Jun 2026, 14:04 WIT
KKSS Mimika Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih, Seru Tegakkan Perda Pengelolaan Sampah Papuanewsonline.com, Timika – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika melaksanakan aksi kerja bakti dalam rangka program Jumat Bersih di sepanjang Jalan Kartini, Kelurahan Otomona. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri, yang mengacu pada surat himbauan Bupati Mimika serta arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri dan Presiden Republik Indonesia.Ketua KKSS Mimika, H. Iwan Anwar, SH, MH, menyampaikan bahwa sekitar 30 anggota turut berpartisipasi membersihkan ruas jalan mulai dari persimpangan Jalan Budi Utomo hingga Jalan Yos Sudarso. (12/6/26) Ia menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga kota.Selama pelaksanaan, peserta menemukan cukup banyak sampah rumah tangga yang dibuang secara sembarangan di pinggir jalan.Kondisi ini dinilai mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Iwan menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap individu yang tinggal di wilayah tersebut.Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera menegakkan Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah secara tegas dan konsisten. Menurutnya, penerapan aturan yang memberikan efek jera bagi pelanggar menjadi langkah strategis agar kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dapat dihentikan dan tercipta ketertiban yang berkelanjutan.Melalui kegiatan ini, KKSS Mimika berharap dapat menjadi teladan bagi organisasi kemasyarakatan lain dan warga sekitar. Diharapkan semangat kebersamaan ini dapat menular, sehingga seluruh elemen masyarakat bergotong royong mewujudkan Kota Timika yang bersih, asri, sehat, dan layak huni bagi generasi sekarang maupun mendatang.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:58 WIT
Komisi I DPRK Mimika Serap Aspirasi Warga Mimika Timur Jauh Papuanewsonline.com, Timika – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan kunjungan kerja ke Distrik Mimika Timur Jauh pada Kamis (11/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyambangi Kampung Ohotya dan Kampung Amamapare untuk mendengar langsung kebutuhan dan harapan masyarakat terkait pembangunan serta pelayanan publik di wilayah pesisir tersebut.Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alfian Akbar Balyanan, menyampaikan bahwa warga Kampung Ohotya mengemukakan sejumlah kebutuhan mendesak. Di antaranya perbaikan gedung gereja, pembangunan rumah layak huni mengingat kondisi tempat tinggal yang padat, perbaikan saluran drainase untuk mengatasi banjir saat air pasang, serta penguatan struktur dermaga. Selain itu, masyarakat juga meminta dukungan bagi kelompok ekonomi seperti nelayan dan pelaku usaha lokal agar perekonomian kampung semakin berkembang.Sementara itu, warga Kampung Amamapare menyampaikan usulan pembangunan gedung gereja dan kantor kampung guna menunjang pelayanan administrasi. Mereka juga menginginkan tersedianya rumah layak huni dan fasilitas sanitasi yang memadai. Salah satu masalah utama yang disampaikan adalah terhentinya layanan transportasi umum sejak pandemi, yang menghambat akses warga ke kota, terutama bagi anak sekolah dan untuk memasarkan hasil bumi.Alfian menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan dicatat dan ditindaklanjuti sesuai lingkup tugas Komisi I. Jika diperlukan, pihaknya akan berkoordinasi dengan komisi lain serta memanggil Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk membahas langkah nyata. Ia berjanji tidak akan membiarkan usulan masyarakat hanya berhenti sebagai catatan dalam musyawarah perencanaan pembangunan. Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:56 WIT
Bentrok Pecah di Luar Stadion Azteca Saat Pembukaan Piala Dunia 2026 Papuanewsonline.com, Mexico City – Ketegangan memuncak di luar Stadion Azteca, Mexico City, Kamis (11/6/2026) waktu setempat, ketika bentrokan terjadi antara demonstran dan pasukan kepolisian. Kericuhan meletus bersamaan dengan berlangsungnya upacara pembukaan dan pertandingan perdana Piala Dunia 2026, setelah sejumlah massa berusaha mendekati pintu masuk stadion.Saat laga pembuka Grup A antara Meksiko dan Afrika Selatan baru dimulai, sejumlah demonstran melemparkan batu dan bom molotov ke arah petugas. Pasukan anti huru-hara pun bertindak mendesak mundur kerumunan menggunakan perisai, sementara pagar dan tempat sampah terlihat berantakan di sekitar lokasi. Polisi melaporkan puluhan orang ditangkap dari ribuan massa yang terlibat aksi di berbagai titik sekitar stadion.Aksi unjuk rasa ini digelar oleh lima kelompok berbeda, termasuk keluarga korban dari sekitar 130.000 orang yang dinyatakan hilang serta para guru yang mengeluhkan kondisi kerja. Mereka menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya kekerasan geng, tingginya angka kemiskinan, dan mempertanyakan penggunaan miliaran dolar untuk penyelenggaraan turnamen yang dinilai seharusnya dialokasikan bagi kesejahteraan rakyat.Meskipun sebelumnya pihak berwenang telah menutup akses jalan dan mengerahkan 10.000 personel demi menjaga keamanan, insiden tetap tak terelakkan. Namun, menjelang berakhirnya pertandingan yang dimenangkan Meksiko 2-0, otoritas keamanan menyatakan situasi di sekitar stadion telah berhasil dikendalikan dan mulai mereda.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:54 WIT
Pembukaan Spektakuler Piala Dunia 2026 di Meksiko, Perpaduan Budaya dan Bintang Dunia Papuanewsonline.com, Meksiko – Perhatian dunia tertuju pada Meksiko, Kamis (11/6/2026), saat Piala Dunia FIFA 2026 resmi dimulai. Sebagai tuan rumah pertama dari tiga negara penyelenggara, upacara pembukaan yang digelar di Stadion Azteca menghadirkan pertunjukan megah yang memadukan seni, tradisi, dan musik modern dengan konsep utama interpretasi trofi melalui kearifan lokal.Diproduksi secara kreatif, acara ini menonjolkan elemen khas budaya Meksiko, yakni seni papel picado yang melambangkan kreativitas, warisan leluhur, dan semangat kebersamaan. Penampilan memukau dipadukan dengan pertunjukan tari tradisional dan folklor modern, yang menjadi simbol persatuan antarnegara melalui seni dan olahraga.Rangkaian hiburan semakin meriah dengan penampilan sejumlah musisi papan atas dunia, antara lain Shakira, Burna Boy, J Balvin, dan Alejandro Fernández. Mereka membawakan lagu-lagu yang tergabung dalam album resmi turnamen. Sebagai kejutan istimewa, karakter populer LABUBU juga tampil menghibur ribuan penonton di stadion dan jutaan pemirsa yang menyaksikan secara daring.Selain hiburan, acara juga dimeriahkan dengan parade bendera 48 negara peserta, menandai dimulainya turnamen terbesar sepanjang sejarah. Puncaknya, pertunjukan kembang api yang gemilang menghiasi langit Mexico City, menandai secara resmi dibukanya ajang akbar empat tahunan tersebut.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:52 WIT
Pilihan Redaksi
Dinkes Mimika Kejar 2 Juta Tes Malaria Tahun Ini, Perlu Sinergi Semua Pihak Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menetapkan target sebanyak 2 juta kali pemeriksaan kasus malaria sepanjang tahun 2026. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, Dinkes berhasil melampaui target dengan melakukan 1.299.815 kali tes, di mana ditemukan 190.597 kasus dan tingkat kepositifan mencapai 14,07 persen. Hingga Mei 2026, telah tercatat 450.193 kali pemeriksaan dengan 61.735 kasus terdeteksi atau tingkat kepositifan 13,7 persen.Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, menjelaskan upaya percepatan dilakukan melalui peningkatan layanan di 10 puskesmas wilayah perkotaan. (12/6/26) Sebagai contoh, Puskesmas Timika menurunkan 50 tim setiap harinya dengan target 100 tes per tim, sehingga mampu memeriksa sekitar 5.000 orang per hari. Pemeriksaan berlangsung selama 7 hingga maksimal 14 hari dalam sebulan, dengan sasaran minimal 35 ribu tes setiap bulannya.Berbagai tantangan masih dihadapi, antara lain kondisi alam Mimika yang bercurah hujan tinggi dan dataran rendah, sehingga banyak terbentuk genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Faktor perilaku masyarakat juga menjadi kendala, seperti sering beraktivitas malam hari dengan pakaian terbuka, kurang disiplin menghabiskan obat, dan belum membiasakan penggunaan kelambu saat tidur.Kamaludin menegaskan penanganan malaria membutuhkan kerja sama lintas sektor dan kesadaran bersama. “Upaya medis saja belum cukup jika lingkungan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk." Ujarnya. Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 14:06 WIT
Dana Hibah Haji Rp1 Miliar Disorot, Pemuda Muslim Mimika Desak Transparansi Anggaran PPIHD Papuanewsonline.com, Timika – Penggunaan dana hibah operasional penyelenggaraan ibadah haji menjadi sorotan publik. Pemuda Muslim Mimika mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) segera memanggil Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana senilai Rp1 miliar yang telah diterima.Dana tersebut merupakan separuh dari total alokasi APBD sebesar Rp2 miliar yang dianggarkan untuk keperluan penyelenggaraan ibadah tahun ini. (12/6/26) Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin menegaskan bahwa dana yang bersumber dari kas daerah adalah milik rakyat, sehingga pengelolaannya wajib transparan, akuntabel, dan sesuai aturan hukum yang berlaku. Hingga saat ini, rincian penggunaan anggaran tersebut belum disampaikan secara terbuka, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan di masyarakat. “Publik berhak mengetahui untuk apa saja dana itu digunakan dan bagaimana mekanisme pengelolaannya,” tegasnya.Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain dugaan tidak dilibatkannya bendahara dalam pengelolaan keuangan serta minimnya koordinasi dengan Kementerian Haji. Kondisi ini dinilai tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga perlu ada penjelasan yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.Selain meminta klarifikasi dari PPIHD, pihaknya juga mendorong DPRK Mimika menjalankan fungsi pengawasan dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat.Jika diperlukan, rapat tersebut dapat dilaksanakan secara terbuka agar seluruh alur penggunaan dana dapat diketahui secara rinci dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 12 Jun 2026, 14:04 WIT
KKSS Mimika Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih, Seru Tegakkan Perda Pengelolaan Sampah Papuanewsonline.com, Timika – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika melaksanakan aksi kerja bakti dalam rangka program Jumat Bersih di sepanjang Jalan Kartini, Kelurahan Otomona. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri, yang mengacu pada surat himbauan Bupati Mimika serta arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri dan Presiden Republik Indonesia.Ketua KKSS Mimika, H. Iwan Anwar, SH, MH, menyampaikan bahwa sekitar 30 anggota turut berpartisipasi membersihkan ruas jalan mulai dari persimpangan Jalan Budi Utomo hingga Jalan Yos Sudarso. (12/6/26) Ia menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga kota.Selama pelaksanaan, peserta menemukan cukup banyak sampah rumah tangga yang dibuang secara sembarangan di pinggir jalan.Kondisi ini dinilai mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Iwan menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap individu yang tinggal di wilayah tersebut.Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera menegakkan Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah secara tegas dan konsisten. Menurutnya, penerapan aturan yang memberikan efek jera bagi pelanggar menjadi langkah strategis agar kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dapat dihentikan dan tercipta ketertiban yang berkelanjutan.Melalui kegiatan ini, KKSS Mimika berharap dapat menjadi teladan bagi organisasi kemasyarakatan lain dan warga sekitar. Diharapkan semangat kebersamaan ini dapat menular, sehingga seluruh elemen masyarakat bergotong royong mewujudkan Kota Timika yang bersih, asri, sehat, dan layak huni bagi generasi sekarang maupun mendatang.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:58 WIT
Komisi I DPRK Mimika Serap Aspirasi Warga Mimika Timur Jauh Papuanewsonline.com, Timika – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan kunjungan kerja ke Distrik Mimika Timur Jauh pada Kamis (11/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyambangi Kampung Ohotya dan Kampung Amamapare untuk mendengar langsung kebutuhan dan harapan masyarakat terkait pembangunan serta pelayanan publik di wilayah pesisir tersebut.Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alfian Akbar Balyanan, menyampaikan bahwa warga Kampung Ohotya mengemukakan sejumlah kebutuhan mendesak. Di antaranya perbaikan gedung gereja, pembangunan rumah layak huni mengingat kondisi tempat tinggal yang padat, perbaikan saluran drainase untuk mengatasi banjir saat air pasang, serta penguatan struktur dermaga. Selain itu, masyarakat juga meminta dukungan bagi kelompok ekonomi seperti nelayan dan pelaku usaha lokal agar perekonomian kampung semakin berkembang.Sementara itu, warga Kampung Amamapare menyampaikan usulan pembangunan gedung gereja dan kantor kampung guna menunjang pelayanan administrasi. Mereka juga menginginkan tersedianya rumah layak huni dan fasilitas sanitasi yang memadai. Salah satu masalah utama yang disampaikan adalah terhentinya layanan transportasi umum sejak pandemi, yang menghambat akses warga ke kota, terutama bagi anak sekolah dan untuk memasarkan hasil bumi.Alfian menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan dicatat dan ditindaklanjuti sesuai lingkup tugas Komisi I. Jika diperlukan, pihaknya akan berkoordinasi dengan komisi lain serta memanggil Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk membahas langkah nyata. Ia berjanji tidak akan membiarkan usulan masyarakat hanya berhenti sebagai catatan dalam musyawarah perencanaan pembangunan. Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:56 WIT
Bentrok Pecah di Luar Stadion Azteca Saat Pembukaan Piala Dunia 2026 Papuanewsonline.com, Mexico City – Ketegangan memuncak di luar Stadion Azteca, Mexico City, Kamis (11/6/2026) waktu setempat, ketika bentrokan terjadi antara demonstran dan pasukan kepolisian. Kericuhan meletus bersamaan dengan berlangsungnya upacara pembukaan dan pertandingan perdana Piala Dunia 2026, setelah sejumlah massa berusaha mendekati pintu masuk stadion.Saat laga pembuka Grup A antara Meksiko dan Afrika Selatan baru dimulai, sejumlah demonstran melemparkan batu dan bom molotov ke arah petugas. Pasukan anti huru-hara pun bertindak mendesak mundur kerumunan menggunakan perisai, sementara pagar dan tempat sampah terlihat berantakan di sekitar lokasi. Polisi melaporkan puluhan orang ditangkap dari ribuan massa yang terlibat aksi di berbagai titik sekitar stadion.Aksi unjuk rasa ini digelar oleh lima kelompok berbeda, termasuk keluarga korban dari sekitar 130.000 orang yang dinyatakan hilang serta para guru yang mengeluhkan kondisi kerja. Mereka menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya kekerasan geng, tingginya angka kemiskinan, dan mempertanyakan penggunaan miliaran dolar untuk penyelenggaraan turnamen yang dinilai seharusnya dialokasikan bagi kesejahteraan rakyat.Meskipun sebelumnya pihak berwenang telah menutup akses jalan dan mengerahkan 10.000 personel demi menjaga keamanan, insiden tetap tak terelakkan. Namun, menjelang berakhirnya pertandingan yang dimenangkan Meksiko 2-0, otoritas keamanan menyatakan situasi di sekitar stadion telah berhasil dikendalikan dan mulai mereda.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:54 WIT
Pembukaan Spektakuler Piala Dunia 2026 di Meksiko, Perpaduan Budaya dan Bintang Dunia Papuanewsonline.com, Meksiko – Perhatian dunia tertuju pada Meksiko, Kamis (11/6/2026), saat Piala Dunia FIFA 2026 resmi dimulai. Sebagai tuan rumah pertama dari tiga negara penyelenggara, upacara pembukaan yang digelar di Stadion Azteca menghadirkan pertunjukan megah yang memadukan seni, tradisi, dan musik modern dengan konsep utama interpretasi trofi melalui kearifan lokal.Diproduksi secara kreatif, acara ini menonjolkan elemen khas budaya Meksiko, yakni seni papel picado yang melambangkan kreativitas, warisan leluhur, dan semangat kebersamaan. Penampilan memukau dipadukan dengan pertunjukan tari tradisional dan folklor modern, yang menjadi simbol persatuan antarnegara melalui seni dan olahraga.Rangkaian hiburan semakin meriah dengan penampilan sejumlah musisi papan atas dunia, antara lain Shakira, Burna Boy, J Balvin, dan Alejandro Fernández. Mereka membawakan lagu-lagu yang tergabung dalam album resmi turnamen. Sebagai kejutan istimewa, karakter populer LABUBU juga tampil menghibur ribuan penonton di stadion dan jutaan pemirsa yang menyaksikan secara daring.Selain hiburan, acara juga dimeriahkan dengan parade bendera 48 negara peserta, menandai dimulainya turnamen terbesar sepanjang sejarah. Puncaknya, pertunjukan kembang api yang gemilang menghiasi langit Mexico City, menandai secara resmi dibukanya ajang akbar empat tahunan tersebut.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:52 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Dinkes Mimika Kejar 2 Juta Tes Malaria Tahun Ini, Perlu Sinergi Semua Pihak Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menetapkan target sebanyak 2 juta kali pemeriksaan kasus malaria sepanjang tahun 2026. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, Dinkes berhasil melampaui target dengan melakukan 1.299.815 kali tes, di mana ditemukan 190.597 kasus dan tingkat kepositifan mencapai 14,07 persen. Hingga Mei 2026, telah tercatat 450.193 kali pemeriksaan dengan 61.735 kasus terdeteksi atau tingkat kepositifan 13,7 persen.Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, menjelaskan upaya percepatan dilakukan melalui peningkatan layanan di 10 puskesmas wilayah perkotaan. (12/6/26) Sebagai contoh, Puskesmas Timika menurunkan 50 tim setiap harinya dengan target 100 tes per tim, sehingga mampu memeriksa sekitar 5.000 orang per hari. Pemeriksaan berlangsung selama 7 hingga maksimal 14 hari dalam sebulan, dengan sasaran minimal 35 ribu tes setiap bulannya.Berbagai tantangan masih dihadapi, antara lain kondisi alam Mimika yang bercurah hujan tinggi dan dataran rendah, sehingga banyak terbentuk genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Faktor perilaku masyarakat juga menjadi kendala, seperti sering beraktivitas malam hari dengan pakaian terbuka, kurang disiplin menghabiskan obat, dan belum membiasakan penggunaan kelambu saat tidur.Kamaludin menegaskan penanganan malaria membutuhkan kerja sama lintas sektor dan kesadaran bersama. “Upaya medis saja belum cukup jika lingkungan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk." Ujarnya. Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 14:06 WIT
KKSS Mimika Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih, Seru Tegakkan Perda Pengelolaan Sampah Papuanewsonline.com, Timika – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika melaksanakan aksi kerja bakti dalam rangka program Jumat Bersih di sepanjang Jalan Kartini, Kelurahan Otomona. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri, yang mengacu pada surat himbauan Bupati Mimika serta arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri dan Presiden Republik Indonesia.Ketua KKSS Mimika, H. Iwan Anwar, SH, MH, menyampaikan bahwa sekitar 30 anggota turut berpartisipasi membersihkan ruas jalan mulai dari persimpangan Jalan Budi Utomo hingga Jalan Yos Sudarso. (12/6/26) Ia menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga kota.Selama pelaksanaan, peserta menemukan cukup banyak sampah rumah tangga yang dibuang secara sembarangan di pinggir jalan.Kondisi ini dinilai mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Iwan menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap individu yang tinggal di wilayah tersebut.Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera menegakkan Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah secara tegas dan konsisten. Menurutnya, penerapan aturan yang memberikan efek jera bagi pelanggar menjadi langkah strategis agar kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dapat dihentikan dan tercipta ketertiban yang berkelanjutan.Melalui kegiatan ini, KKSS Mimika berharap dapat menjadi teladan bagi organisasi kemasyarakatan lain dan warga sekitar. Diharapkan semangat kebersamaan ini dapat menular, sehingga seluruh elemen masyarakat bergotong royong mewujudkan Kota Timika yang bersih, asri, sehat, dan layak huni bagi generasi sekarang maupun mendatang.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:58 WIT
ALUMNI SD NASKAT MATHIAS II LANGGUR A SAMBUT SUKACITA TAHBISAN DIAKON FR. GABRIEL JUNIOR ELL Papuanewsonline,com. LANGGUR-,  Keluarga besar Alumni SD Naskat Mathias II Langgur A Angkatan 2010 menyampaikan ucapan proficiat atas tahbisan diakon salah satu alumninya, Fr. Gabriel Junior Ell  di Ambon pada Selasa, (9/5).Ucapan syukur dan doa itu disampaikan melalui pduk digital yang beredar di kalangan alumni. Spanduk bertuliskan _“Proficiat Atas Tahbisan Diakon Fr. Gabriel Junior Ell”_ dengan mengutip ayat Kitab Suci Matius 20:28a, _“Sama Seperti Anak Manusia Datang Bukan Untuk Dilayani, Melainkan Untuk Melayani”_.Dalam pduk tersebut, para alumni angkatan 2010 menuliskan, _“Selamat & Sukses Dalam Pelayanan Baru sebagai Diakon. Salam Kasih dan Doa dari Alumni SD Naskat Mathias II Langgur A, Angkatan 2010.”_Fr. Gabriel Junior Ell, yang akrab disapa Biel, tampak mengenakan stola diakon berwarna merah-putih dengan tangan terkatup berdoa. Ia diapit dua rekannya yang juga mengenakan jubah imam.*Panggilan Pelayanan*  Tahbisan diakon merupakan tahap awal dalam tahbisan suci Gereja Katolik sebelum menerima tahbisan imam. Seorang diakon bertugas mewartakan Injil, melayani perayaan Ekaristi, memberkati perkawinan, dan menjalankan karya amal kasih.Moto tahbisan yang dipilih Diakon Biel, Mat. 20:28a, menegaskan semangat dasar pelayanannya: hadir untuk melayani, bukan dilayani.Para alumni berharap Diakon Biel tetap setia dalam panggilan dan menjadi pelayan yang rendah hati bagi umat. Dukungan doa dari almamater SD Naskat Mathias II menjadi kekuatan bagi Diakon Biel dalam mengawali medan pastoral yang baru.Pewarta: HendrikEditor.    : GF 09 Jun 2026, 22:23 WIT
BNPB: Gempa M 7,7 Di Laut Sulawesi, Lima Wilayah Berstatus Siaga Dan Waspada Tsunami Papuanewsonline.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, gempa bumi tektonik Magnitudo 7,7 terjadi di Laut Sulawesi pada Senin, (8/6/2026), pukul 06.37 WIB. Gempa berpusat di kedalaman 47 kilometer, barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.BNPB mengimbau masyarakat di lima wilayah pesisir itu untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta melakukan langkah antisipasi dengan menjauhi area pantai menuju titik kumpul aman sesuai tingkat ancaman di wilayahnya.Instruksi Status Siaga: Evakuasi ke Tempat Tinggi  Mengacu pemodelan dampak tsunami BMKG, pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota berstatus “Siaga” diinstruksikan mengarahkan warga melakukan evakuasi tertib ke tempat lebih tinggi.Wilayah berstatus Siaga terdiri atas:  1. Sulawesi Utara: Kepulauan Sangihe estimasi gelombang tiba pukul 06.51 WIB, Kota Manado 07.12 WIB, Minahasa Utara Bagian Utara 07.12 WIB, Minahasa Bagian Utara 07.14 WIB, Kepulauan Minahasa 07.16 WIB, Minahasa Selatan Bagian Utara 07.17 WIB, Bolaang Mongondow Bagian Utara 07.22 WIB, Minahasa Utara Bagian Selatan 07.33 WIB, dan Minahasa Bagian Selatan 07.34 WIB.  2. Gorontalo: Gorontalo Bagian Utara 07.26 WIB.  3. Sulawesi Tengah: Buol 07.27 WIB dan Toli-Toli 07.29 WIB.Instruksi Status Waspada: Jauhi Pantai dan Hentikan Aktivitas di Perairan  Untuk daerah berstatus “Waspada”, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat menjaga kesiapsiagaan dengan mengarahkan warga menjauhi pantai dan tepian sungai, serta menghentikan sementara aktivitas di perairan.Wilayah kategori Waspada meliputi:  1. Sulawesi Utara: Kepulauan Talaud 06.58 WIB, Kota Bitung 07.19 WIB, Minahasa Selatan Bagian Selatan 07.42 WIB.  2. Maluku Utara: Halmahera 07.29 WIB, Kota Ternate 07.43 WIB, Kota Tidore 07.46 WIB.  3. Sulawesi Tengah: Donggala Bagian Utara 07.42 WIB.  4. Kalimantan Timur: Kutai Timur 07.44 WIB, Bulungan 08.05 WIB, Nunukan 08.14 WIB.BNPB: Kondisi Lapangan Terkendali, Guncangan Lemah 2-3 Detik  BNPB mengonfirmasi situasi dan kondisi lapangan saat ini aman, tenang, dan terkendali. Laporan cepat Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud serta BPBD Kota Manado menyebutkan guncangan gempa di kedua wilayah hanya dirasakan lemah selama kurang lebih 2 hingga 3 detik.Tim gabungan BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring ketat secara berkala di lapangan untuk memantau dampak pasca-gempa dan memastikan kondisi pesisir tetap aman.Koordinasi Satu Komando dan Imbauan Resmi  BNPB menyatakan terus memperkuat koordinasi sinergis dalam satu komando bersama tim gabungan lintas instansi di daerah, yaitu BPBD, TNI, Polri, Basarnas, lembaga kemanusiaan, dan relawan penanggulangan bencana. Tim tersebut bersiaga penuh untuk memandu dan mengamankan jalur pergerakan warga.Masyarakat diimbau tidak panik dan memprioritaskan keselamatan kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Warga diminta mematuhi instruksi resmi petugas lintas instansi di lapangan, tidak menyebarkan isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya, serta merujuk pada pemutakhiran data berkala dari instansi terkait dan petugas di lapangan. Penulis: Hendrik Editor: GF 09 Jun 2026, 00:49 WIT
Hmi Komisariat Lafran Pane Mimika Gelar Bakti Sosial, Wujudkan Kepedulian Bagi Anak Yatim Papuanewsonline.com, Timika – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Lafran Pane Cabang Mimika, menggelar kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Baitur Rosul. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta bentuk kasih sayang kepada anak-anak yatim dan dhuafa, sekaligus menjadi ajang menanamkan nilai-nilai berbagi dan kebersamaan antar sesama.Berbagai bantuan yang terkumpul dari hasil donasi masyarakat dan anggota diserahkan langsung untuk memenuhi kebutuhan serta menambah kebahagiaan adik-adik di panti asuhan tersebut.Ketua Umum HMI Komisariat Lafran Pane, Septian Syarif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial yang ingin ditularkan kepada seluruh kalangan. Ia mengutip sabda Baginda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa barang siapa yang menyantuni dan menjaga anak yatim, maka ia akan mendapatkan kedekatan serta kemuliaan yang istimewa di sisi Allah SWT. Hal ini menjadi landasan semangat bagi seluruh pengurus dan anggota untuk terus bergerak berbuat kebaikan.Sementara itu, Ketua Bidang (PTKP), Niska Putri, selaku penanggung jawab program, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Ia mengapresiasi partisipasi aktif dari seluruh kader HMI, para senior di KAHMI, serta berbagai kalangan masyarakat yang telah ikut menyumbangkan sebagian rezekinya. Dukungan yang diberikan, baik berupa uang santunan, sembako, maupun pakaian layak pakai, sangat berarti dan membawa keceriaan bagi adik-adik yang berada di bawah asuhan panti.Kegiatan berbagi ini berlangsung hangat dan penuh keakraban, di mana seluruh bantuan diserahkan dengan penuh keikhlasan. Selain memberikan bantuan materiil, kehadiran para pengurus dan donatur turut memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak agar tetap bersemangat belajar, berbakti, dan optimis menyongsong masa depan. Kegiatan ini diharapkan dapat menyentuh hati serta menggerakkan lebih banyak pihak untuk peduli terhadap nasib anak-anak yang kurang beruntung.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 09 Jun 2026, 00:38 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Mimika Gelar Doa Lintas Agama dan Pawai Ta’aruf Papuanewsonline.com, Timika – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika akan menggelar serangkaian kegiatan istimewa dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, yang berlangsung pada 15 hingga 16 Juni 2026 di Timika. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana syiar agama, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat setempat.Ketua PHBI Mimika, Ustadz H. Joko Priyanto, menyampaikan bahwa rangkaian acara diawali dengan Doa Lintas Agama. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin malam, 15 Juni 2026 pukul 19.30 WIT di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika, dan akan dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah, serta undangan lainnya.Keesokan harinya, Selasa 16 Juni 2026, akan dilaksanakan Pawai Ta’aruf yang terbuka untuk diikuti seluruh warga. Pawai dimulai pukul 06.30 WIT dari Lapangan Eks Pasar Lama, melintasi sejumlah ruas jalan utama kota seperti Jalan Pendidikan, Budi Utomo, Diana, Katedral Tiga Raja, hingga Jalan Yos Sudarso, sebelum kembali ke titik awal sebagai lokasi penutupan.Untuk menambah semarak acara, panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Tersedia pula hadiah lain seperti kulkas, mesin cuci, peralatan elektronik, dan berbagai doorprize hiburan lainnya.Kegiatan ini mengusung semangat “Hijrah menuju pribadi yang lebih baik, masyarakat yang lebih rukun, dan Mimika yang lebih maju”.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Jun 2026, 05:45 WIT
Penamatan Santri Angkatan II Ponpes Ahsanul Ulum, Kemenag & Pemkab Apresiasi Peran Pesantren Papuanewsonline.com, Mimika — Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum menggelar acara penamatan santri dan santriwati Angkatan II Tahun 2026 di Mimika, Senin (02/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren untuk melanjutkan perjalanan akademik ke jenjang yang lebih tinggi.Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelepasan santri bukan sekadar acara perpisahan, melainkan langkah awal menuju masa depan yang lebih luas.Menurutnya, para santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pondok pesantren."Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesederhanaan, solidaritas, kemandirian, serta pengendalian diri menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di pesantren," ujarnya.Ia menambahkan, penguatan iman menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren, Yayasan Papua Cerdas Insani, para ustaz, dan ustazah yang telah dengan tulus dan penuh dedikasi mendidik generasi muda.Ia menilai keberhasilan menamatkan para santri merupakan bukti nyata kontribusi pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki fondasi keimanan yang kuat."Kepada para santri, penamatan ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. Ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di pesantren hendaknya menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan dan mengamalkan kebaikan di tengah masyarakat," katanya.Pemerintah Kabupaten Mimika berharap para lulusan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, santun, menghargai perbedaan, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Mimika, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang toleran, cinta damai, dan mampu menjadi perekat persaudaraan.Pemerintah Kabupaten Mimika turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah memilih pendidikan berbasis karakter dan agama bagi anak-anak mereka. Pendidikan tersebut dinilai sebagai investasi terbaik untuk membangun masa depan yang cerah dan penuh keberkahan.Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan, Pemkab Mimika berkomitmen terus mendukung penguatan pendidikan agama dan pembinaan karakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan Mimika yang aman, cerdas, dan sejahtera.Acara penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi momen berharga bagi para santri, orang tua, serta seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum. Penulis: Bim Editor: GF 03 Jun 2026, 08:35 WIT
Pemuda Lintas Agama Mimika Galang Dana Bangun Kembali Gereja yang Terbakar Papuanewsonline.com, Timika – Semangat persaudaraan dan toleransi tampak nyata di persimpangan Jalan Budi Utomo – Jalan Hasanuddin, Mimika, pada Senin (1/6/2026). Puluhan pemuda dari berbagai latar belakang agama berkumpul dalam aksi penggalangan dana jalanan untuk membantu pembangunan kembali Gereja Katolik Stasi Santa Fransiskus Xaverius Poumako yang ludes terbakar pekan lalu.Kegiatan yang digagas oleh Front Aksi Kemanusiaan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu, 3 Juni mendatang.Sebanyak 12 organisasi pemuda dan komunitas turut berpartisipasi penuh, antara lain PMII, PMKRI, GMNI, GMKI, IMM, Pemuda Muslim Mimika, Pemuda Katolik, Barisan Merah Putih, Forum Papua Tengah Terang, Pemuda Sorong Raya, APKM, hingga komunitas penggemar sepak bola Portugal Timika. Berbekal kotak sumbangan dan pduk sederhana, mereka dengan ramah menyapa para pengendara dan pengguna jalan untuk mengajak berbagi kebaikan demi sesama yang tertimpa musibah.Koordinator aksi sekaligus Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, menyatakan bahwa musibah yang menimpa rumah ibadah tersebut merupakan duka bersama bagi seluruh warga Mimika tanpa memandang perbedaan keyakinan.“Mari kita bergerak bersama membangun kembali tempat ibadah saudara kita. Ini adalah tanggung jawab dan kepedulian kita semua sebagai sesama anak bangsa,” ujarnyaSeluruh dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan sepenuhnya untuk proses pembangunan kembali gedung gereja yang berada di wilayah Distrik Mimika Timur. Gerakan sosial dari kalangan akar rumput ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan tidak memisahkan persaudaraan, melainkan semakin mempererat rasa kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi kesulitan.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Jun 2026, 22:20 WIT
Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemuda Papua Tengah: Kami Anak Papua, Kami Anak Pancasila Papuanewsonline.com, Timika – Semangat kebangsaan dan persatuan berkumandang kencang dari kalangan generasi muda Papua Tengah dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026. Mengangkat tema “Anak Papua, Anak Pancasila”, kegiatan yang digelar di kawasan Pelabuhan Poumako, Mimika, pada Minggu (31/5/26) ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan nyata bagi pemuda untuk menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai luhur dasar negara dalam kehidupan sehari-hari.Acara ini diselenggarakan oleh Banteng Mienting bersama Yayasan Althea Mee Papua dan Rembuk Pemuda Papua Tengah, diisi dengan diskusi kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan tokoh sipil.Koordinator Rembuk Pemuda Papua Tengah, Brigita Pekey, menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung makna mendalam: pemuda Papua adalah bagian utuh dari bangsa Indonesia yang memiliki hak dan tanggung jawab yang sama. “Menjadi Anak Papua sekaligus Anak Pancasila berarti tetap bangga dengan budaya dan identitas asal, namun tetap menjunjung tinggi persatuan, gotong royong, serta semangat kebangsaan sebagai warga negara Indonesia,” tegasnya. Ia menekankan nilai-nilai ini harus dibuktikan dengan tindakan nyata, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga toleransi, hingga berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.Brigita mengakui generasi muda kini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengaruh buruk media sosial hingga lemahnya pemahaman kebangsaan. Oleh karena itu, wadah seperti ini penting untuk membangun ruang edukasi dan dialog yang sehat, agar pemuda tumbuh menjadi agen perubahan yang cinta tanah air sekaligus memiliki nasionalisme yang kokoh. Berbagai program kolaboratif seperti kegiatan sosial, diskusi kepemudaan, dan aksi berbagi telah disiapkan, khususnya menyambut HUT Kemerdekaan RI mendatang. Lokasi di Pelabuhan Poumako sengaja dipilih karena melambangkan keterbukaan dan konektivitas menuju masa depan yang lebih maju.Harapannya, semangat yang tumbuh dalam peringatan ini tidak hanya berhenti sebagai seremoni, melainkan terus hidup dan diamalkan.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 01 Jun 2026, 22:07 WIT
Tokoh Pemuda Papua Soroti Ancaman Provokasi Asing dan Kerentanan Sosial di Papua Papuanewsonline.com, Mimika - Tokoh Pemuda Wilayah Adat Tabi, Paulinus Ohee, menilai berbagai dinamika sosial yang berkembang di Papua belakangan ini tidak dapat dilepaskan dari adanya pengaruh kepentingan luar yang berupaya memanfaatkan kondisi sosial masyarakat, terutama generasi muda.Menurutnya, kemunculan film “Pesta Babi” dan berbagai narasi provokatif di ruang publik patut dicermati secara kritis agar tidak menjadi alat yang memecah persatuan bangsa maupun memicu konflik sosial di Tanah Papua."Indonesia saat ini sedang bergerak menuju kemajuan besar sebagai kekuatan ekonomi kawasan. Karena itu, menurut dia, terdapat pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Indonesia tumbuh menjadi negara kuat dan berpengaruh di Asia", katanya dalam keterangan kepada wartawan. Ia bahkan menilai pola-pola propaganda dan pembentukan opini publik yang berkembang saat ini memiliki kemiripan dengan situasi menjelang krisis politik tahun 1998.“Generasi muda, khususnya Gen Z, harus diberikan pemahaman yang baik agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sengaja dibangun untuk menciptakan perpecahan. Anak-anak muda Papua harus menjadi generasi yang kritis, cerdas, dan tidak mudah dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu,” ujar Paulinus.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan Papua tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan, tetapi juga dipengaruhi faktor ideologi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga masuknya budaya asing yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai lokal masyarakat Papua. "Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memperkeruh situasi dan menghambat pembangunan di Papua", tandasnya. Paulinus menilai persoalan ekonomi menjadi salah satu titik paling rentan yang sering dimanfaatkan untuk mempengaruhi masyarakat Papua. Ketika kesejahteraan belum merata, lapangan pekerjaan terbatas, dan akses pendidikan maupun kesehatan masih belum optimal, masyarakat menjadi lebih mudah diprovokasi dan diarahkan pada konflik yang merugikan masyarakat Papua sendiri.“Di Papua ini banyak masyarakat yang sebenarnya hanya ingin hidup tenang dan sejahtera. Tetapi ketika ada persoalan ekonomi, pendidikan, dan lapangan kerja yang belum tuntas, itu sering dimanfaatkan oleh pihak lain untuk menciptakan konflik dan mempengaruhi masyarakat,” katanya.Ia juga mengingatkan bahwa pendekatan pembangunan di Papua tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik semata, tetapi harus dibarengi pendekatan kemanusiaan yang mampu menghadirkan rasa keadilan bagi Orang Asli Papua. Karena itu, ia berharap pelaksanaan Otonomi Khusus Papua benar-benar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di akar rumput."Negara harus hadir secara utuh melalui pemerataan pembangunan, penegakan hukum yang adil, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pembukaan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat Papua", tegasnya. Lebih lanjut, ia berharap Orang Asli Papua dapat merasakan dirinya sebagai tuan di negerinya sendiri dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).“Harapan kami, Otonomi Khusus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Orang Asli Papua. Negara harus hadir dengan pendekatan kemanusiaan, keadilan harus merata, dan hukum ditegakkan dengan adil agar masyarakat Papua merasa memiliki masa depan yang baik dalam bingkai NKRI,” tutupnya.  Penulis: Jid Editor: GF 29 Mei 2026, 18:25 WIT
Jamaah Mimika Tetap Khusyuk Salat Iduladha 1447 H di Tengah Guyuran Hujan Papuanewsonline.com, Timika – Meski diguyur hujan ringan, suasana kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar di halaman Gedung Graha Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Rabu (27/5/2026). Ratusan jamaah tetap hadir dan melaksanakan ibadah dengan penuh semangat serta kebersamaan, menjadikan momen suci ini semakin bermakna meskipun cuaca kurang bersahabat.Ibadah pagi tersebut dipimpin langsung oleh Imam Ustadz Kamsir, mengajak seluruh umat untuk merenungi makna pengorbanan dan ketaatan sejati.Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mimika, Ustadz Joko Prianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah tahun ini tersebar luas di seluruh penjuru wilayah.“Kami menetapkan sebanyak 94 titik pelaksanaan Salat Iduladha di Mimika, hasil koordinasi bersama Dewan Kemakmuran Masjid, MUI, para mubaligh, dan berbagai organisasi Islam. Tujuannya agar umat di setiap distrik maupun kampung dapat merayakan hari raya ini dengan mudah dan nyaman di tempat terdekat,” jelasnya, menandakan semangat kebersamaan yang tumbuh luas di tengah masyarakat.Dalam khotbah yang disampaikan KH Abdul Karim Lukman, umat diajak meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim AS dalam menjaga keimanan dan selalu mencari kebenaran di tengah kehidupan yang semakin kompleks. “Umat harus bijak menggunakan akal dan hati nurani untuk memilah mana yang hak dan mana yang batil,” pesannya.Ia juga menekankan pentingnya memelihara hubungan harmonis antara orang tua dan anak, serta mengingatkan bahwa makna kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan wujud ketulusan hati dan pengorbanan harta demi meraih ridho Allah SWT.Perayaan Iduladha kali ini menjadi bukti kekuatan persaudaraan dan iman umat Islam di Mimika. Penulis: Jid Editor: GF 27 Mei 2026, 18:26 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT