Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
Pleno IV Muscab IKAMI Sul-Sel Cabang Mimika Memanas: Putaran Kedua Tertahan Skorsing Akibat Forum Ta
Pleno IV Muscab IKAMI Sul-Sel Cabang Mimika Memanas: Putaran Kedua Tertahan Skorsing Akibat Forum Tak Kondusif*Papuanewsonline.com*, TIMIKA — Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI Sul-Sel) Cabang Mimika yang berlangsung sejak Sabtu, 22 Agustus 2026, mencapai puncak ketegangan. Memasuki hari keempat pada Sidang Pleno IV, proses pemilihan ketua umum baru periode mendatang harus tertahan akibat dinamika forum yang kian memanas dan tidak kondusif.Sistem pemilihan Muscab kali ini melibatkan 24 suara delegasi per Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, yang terdiri dari: Kota Makassar, Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Bantaeng, Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Pinrang, Sidenreng Rappang (Sidrap), Sinjai, Soppeng, Takalar, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Kabupaten Wajo.Sengitnya Rekapitulasi Putaran PertamaPada babak awal pemungutan suara, persaingan ketat terjadi di antara tiga kandidat perwakilan daerah: Rochmatullah (Nomor Urut 1) — Perwakilan Kabupaten Pangkep: 8 suara Amelia Putri (Nomor Urut 3) — Perwakilan Kabupaten Bulukumba: 7 suara Melvin Tananti (Nomor Urut 2) — Perwakilan Kota Palopo: 2 suaraDari total 24 delegasi yang hadir,tercatat 17 suara sah, 2 suara rusak, dan 5 suara abstain. Hasil yang sangat tipis antara Rochmatullah dan Amelia Putri memicu peningkatan tensi antar-pendukung di dalam arena persidangan.Dinamika Memanas hingga Skorsing SidangTensi Pemilihan yang kian meninggi membuat suasana forum Pleno IV menjelang pemilihan putaran kedua tidak lagi kondusif. Hujan interupsi, perdebatan sengit terkait tata tertib, hingga adu argumentasi antar-delegasi daerah tak terelakkan.Demi menjaga ketertiban, keamanan, serta memulihkan suasana kekeluargaan dalam musyawarah, pimpinan sidang akhirnya mengambil keputusan tegas untuk mengkorsing (menunda sementara) perjalanan Sidang Pleno IV sebelum pemungutan suara putaran kedua resmi dimulai.Langkah skorsing ini dimanfaatkan oleh para pimpinan sidang, panitia, serta tokoh senior organisasi untuk melakukan lobi-lobi guna pendinginan suasana (cooling down). Diharapkan, setelah masa skorsing dicabut, seluruh delegasi 24 Kabupaten/Kota dapat kembali bersatu dalam semangat persaudaraan Bugis-Makassar, Mandar, dan Toraja demi melahirkan kepengurusan IKAMI Sul-Sel Cabang Mimika yang inklusif, inovatif, dan mandiri.Bim
26 Agu 2026, 12:12 WIT
Hadapi Cuaca Ekstrem, Kabupaten Puncak Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari
Papuanewsonline.com, Ilaga — Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari terhitung sejak Senin, 24 Agustus 2026. Penetapan ini diambil untuk menangani dampak cuaca ekstrem berupa kemarau berkepanjangan, hujan es, serta kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah tersebut. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, S.Sos., menyampaikan hal itu seusai rapat bersama jajaran Forkopimda, TNI, dan Polri di Gome.Dampak cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño kini dirasakan di hampir seluruh 25 distrik di Kabupaten Puncak. Hujan es telah merusak tanaman warga, sementara kekeringan memicu kebakaran hutan dan lahan yang asapnya kini melanda ibu kota kabupaten. Api bahkan sempat merambat hingga ke permukiman dan mengancam rumah warga. Selain itu, ketersediaan air bersih mulai terancam karena wilayah ini sangat bergantung pada aliran air pegunungan yang debitnya terus menurun.Pemerintah daerah segera membentuk tim terpadu yang melibatkan BPBD, dinas terkait, TNI, dan Polri. Tim akan mendata kerusakan sekaligus menyalurkan bantuan beras dan kebutuhan pokok secara langsung kepada warga yang terdampak, bukan sekadar penyerahan simbolis. Dinas Kesehatan juga telah diminta menyiapkan obat-obatan guna mengantisipasi lonjakan gangguan pernapasan akibat asap kebakaran. Status tanggap darurat pun terbuka kemungkinan diperpanjang apabila kondisi belum membaik.Pemerintah daerah pun mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan secara sembarangan. Tanaman yang telah rusak akibat hujan es lalu mengering karena panas membuat setiap titik api dapat meluas dengan sangat cepat. “Rumput yang terkena es lalu terpapar panas, jika dibakar bagai disiram bensin. Api dapat menyambar ke mana-mana,” tegasnya.Penulis: JidEditor: OF
25 Agu 2026, 12:12 WIT
Sambut HUT Polwan ke-78, Polwan Polda Maluku Gelar Bakti Kesehatan dan Anjangsana Ke Purnawirawan
Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026, Polwan Polda Maluku memaknai momentum bersejarah tersebut tidak hanya melalui kegiatan seremonial. Semangat penghormatan terhadap sejarah dan pengabdian para pendahulu diwujudkan melalui Anjangsana dan Bakti Kesehatan kepada para purnawirawan Polwan Polda Maluku, Jumat (21/8/2026).Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIT itu menjadi wujud kepedulian sekaligus penguatan ikatan lintas generasi antara Polwan yang masih aktif mengabdi dengan para senior yang telah lebih dahulu memberikan dedikasi dan meletakkan jejak pengabdian bagi institusi Polri, khususnya di Provinsi Maluku.Dengan mengusung semangat “One Policewoman, Extraordinary Impact”, jajaran Polwan Polda Maluku menyambangi kediaman tiga purnawirawan Polwan, yakni AKBP (Purn) Nurhayati Tutupoho, AKBP (Purn) Ansye Leweharilla, dan AKBP (Purn) Erna Gabby Rumlus.Kegiatan tersebut dihadiri Pakor Polwan Polda Maluku Kompol Helda Misse Siwabessy, S.H., M.H., Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Polwan ke-78 AKP Olivia V. Lodar, S.H., bersama jajaran personel Polwan Polda Maluku yang terlibat dalam kegiatan anjangsana dan pelayanan bakti kesehatan.Tidak sekadar bersilaturahmi, para Polwan juga memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada para purnawirawan. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana berupa gula darah dan asam urat, pemeriksaan dan konsultasi dokter, pemberian terapi, serta edukasi kesehatan sesuai keluhan yang dialami.Kegiatan juga diisi dengan penyampaian arahan dan wejangan dari para purnawirawan kepada generasi Polwan Polda Maluku, pemberian bingkisan, ramah tamah, hingga foto bersama.Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Polwan ke-78 Polda Maluku, AKP Olivia V. Lodar, S.H., mengatakan kegiatan anjangsana dan bakti kesehatan merupakan bagian dari upaya memaknai Hari Jadi Polwan bukan sekadar sebagai peringatan tahunan, tetapi juga momentum untuk mengenang, menghormati, dan melanjutkan nilai pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu.Menurutnya, generasi Polwan saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk meneruskan nilai keteladanan, integritas, profesionalisme dan pengabdian yang telah dibangun oleh generasi-generasi sebelumnya.“Menjelang Hari Jadi Polwan ke-78, kami ingin hadir dan menyapa para senior kami, para purnawirawan yang telah memberikan bagian terbaik dari hidup dan pengabdiannya untuk Polri. Anjangsana ini merupakan bentuk penghormatan, rasa terima kasih, sekaligus upaya mempererat ikatan kekeluargaan antara generasi Polwan yang telah purna tugas dan Polwan yang saat ini masih menjalankan tugas pengabdian,” kata AKP Olivia.Ia menegaskan, berbagai arahan, pesan dan pengalaman yang disampaikan para purnawirawan menjadi warisan berharga bagi seluruh Polwan, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga kehormatan, citra dan marwah Polwan dalam setiap pelaksanaan tugas.“Pesan dan wejangan yang kami terima dari para senior sangat berharga, terutama tentang pentingnya menjaga marwah dan citra Polwan. Pengalaman mereka adalah warisan nilai yang harus terus diteruskan. Karena itu, Hari Jadi Polwan ke-78 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bahwa setiap Polwan harus mampu memberikan dampak positif melalui pengabdian yang profesional, humanis dan berintegritas,” ujarnya.AKP Olivia menambahkan, bakti kesehatan yang dilaksanakan dalam rangkaian anjangsana tersebut juga menjadi bentuk perhatian nyata kepada para purnawirawan. Keluhan kesehatan yang ditemukan selama kegiatan dapat langsung diperiksa dan ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan Polwan sesuai kebutuhan.“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polwan dalam momentum Hari Jadi ke-78 ini benar-benar memberikan manfaat. Bukan hanya datang bersilaturahmi, tetapi juga memberikan perhatian dan pelayanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian kepada para senior yang telah lebih dahulu mengabdikan diri untuk institusi,” ungkapnya.Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan, kegiatan tersebut memperlihatkan sisi humanis Polwan sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan nilai pengabdian dari generasi terdahulu kepada generasi yang saat ini dan di masa depan akan melanjutkan tugas.Menurutnya, para purnawirawan Polwan merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan Polwan Indonesia. Pengalaman, perjuangan dan keteladanan yang telah mereka berikan menjadi fondasi berharga bagi generasi Polwan saat ini dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.“Para purnawirawan Polwan adalah bagian penting dari sejarah dan perjalanan institusi. Apa yang telah mereka lakukan, perjuangkan dan wariskan menjadi fondasi bagi generasi Polwan saat ini. Karena itu, sudah menjadi bagian dari nilai kekeluargaan kita untuk terus menjaga silaturahmi, memberikan perhatian dan menghormati para pendahulu,” kata Kombes Rositah.Ia menilai kegiatan anjangsana yang dipadukan dengan pelayanan bakti kesehatan membawa pesan kuat bahwa pengabdian kepolisian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian, penghormatan serta kebersamaan di lingkungan keluarga besar Polri.“Polwan Polda Maluku ingin menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan tugas di lapangan. Kepedulian terhadap para senior dan keluarga besar Polri juga merupakan bagian dari nilai kebersamaan yang harus terus dipelihara. Melalui Hari Jadi Polwan ke-78 ini, kami berharap semangat tersebut semakin menguat dan menjadi energi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.Lebih lanjut, Kabidhumas mengajak seluruh Polwan untuk menjadikan pesan dan pengalaman para senior sebagai sumber inspirasi dalam menjaga kualitas pengabdian serta menjawab berbagai dinamika dan tantangan tugas kepolisian.“Tantangan Polwan ke depan tentu semakin besar. Karena itu, profesionalisme harus terus diperkuat, integritas harus selalu dijaga dan sisi humanis harus tetap menjadi karakter dalam setiap pengabdian. Dengan semangat One Policewoman, Extraordinary Impact, setiap Polwan diharapkan mampu memberikan kontribusi dan dampak positif, baik bagi institusi maupun masyarakat,” pungkasnya.Melalui kegiatan ini, para purnawirawan juga memberikan arahan dan wejangan kepada generasi Polwan Polda Maluku untuk terus menjaga marwah dan citra Polwan. Pertemuan tersebut sekaligus mempererat tali silaturahmi serta memperkuat ikatan kekeluargaan lintas generasi.Kegiatan Anjangsana dan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026 berlangsung aman, lancar dan penuh keakraban.Menjelang peringatan Hari Jadi Polwan ke-78, kegiatan tersebut menegaskan satu pesan penting: pengabdian boleh diteruskan oleh generasi yang berbeda, tetapi nilai, kehormatan, kepedulian dan semangat melayani tidak boleh pernah terputus. PNO-12
24 Agu 2026, 18:11 WIT
Sambut HUT Polwan ke-78, Polwan Polda Maluku Gelar Bakti Kesehatan dan Anjangsana Ke Purnawirawan
Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026, Polwan Polda Maluku memaknai momentum bersejarah tersebut tidak hanya melalui kegiatan seremonial. Semangat penghormatan terhadap sejarah dan pengabdian para pendahulu diwujudkan melalui Anjangsana dan Bakti Kesehatan kepada para purnawirawan Polwan Polda Maluku, Jumat (21/8/2026).Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIT itu menjadi wujud kepedulian sekaligus penguatan ikatan lintas generasi antara Polwan yang masih aktif mengabdi dengan para senior yang telah lebih dahulu memberikan dedikasi dan meletakkan jejak pengabdian bagi institusi Polri, khususnya di Provinsi Maluku.Dengan mengusung semangat “One Policewoman, Extraordinary Impact”, jajaran Polwan Polda Maluku menyambangi kediaman tiga purnawirawan Polwan, yakni AKBP (Purn) Nurhayati Tutupoho, AKBP (Purn) Ansye Leweharilla, dan AKBP (Purn) Erna Gabby Rumlus.Kegiatan tersebut dihadiri Pakor Polwan Polda Maluku Kompol Helda Misse Siwabessy, S.H., M.H., Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Polwan ke-78 AKP Olivia V. Lodar, S.H., bersama jajaran personel Polwan Polda Maluku yang terlibat dalam kegiatan anjangsana dan pelayanan bakti kesehatan.Tidak sekadar bersilaturahmi, para Polwan juga memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada para purnawirawan. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana berupa gula darah dan asam urat, pemeriksaan dan konsultasi dokter, pemberian terapi, serta edukasi kesehatan sesuai keluhan yang dialami.Kegiatan juga diisi dengan penyampaian arahan dan wejangan dari para purnawirawan kepada generasi Polwan Polda Maluku, pemberian bingkisan, ramah tamah, hingga foto bersama.Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Polwan ke-78 Polda Maluku, AKP Olivia V. Lodar, S.H., mengatakan kegiatan anjangsana dan bakti kesehatan merupakan bagian dari upaya memaknai Hari Jadi Polwan bukan sekadar sebagai peringatan tahunan, tetapi juga momentum untuk mengenang, menghormati, dan melanjutkan nilai pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu.Menurutnya, generasi Polwan saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk meneruskan nilai keteladanan, integritas, profesionalisme dan pengabdian yang telah dibangun oleh generasi-generasi sebelumnya.“Menjelang Hari Jadi Polwan ke-78, kami ingin hadir dan menyapa para senior kami, para purnawirawan yang telah memberikan bagian terbaik dari hidup dan pengabdiannya untuk Polri. Anjangsana ini merupakan bentuk penghormatan, rasa terima kasih, sekaligus upaya mempererat ikatan kekeluargaan antara generasi Polwan yang telah purna tugas dan Polwan yang saat ini masih menjalankan tugas pengabdian,” kata AKP Olivia.Ia menegaskan, berbagai arahan, pesan dan pengalaman yang disampaikan para purnawirawan menjadi warisan berharga bagi seluruh Polwan, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga kehormatan, citra dan marwah Polwan dalam setiap pelaksanaan tugas.“Pesan dan wejangan yang kami terima dari para senior sangat berharga, terutama tentang pentingnya menjaga marwah dan citra Polwan. Pengalaman mereka adalah warisan nilai yang harus terus diteruskan. Karena itu, Hari Jadi Polwan ke-78 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bahwa setiap Polwan harus mampu memberikan dampak positif melalui pengabdian yang profesional, humanis dan berintegritas,” ujarnya.AKP Olivia menambahkan, bakti kesehatan yang dilaksanakan dalam rangkaian anjangsana tersebut juga menjadi bentuk perhatian nyata kepada para purnawirawan. Keluhan kesehatan yang ditemukan selama kegiatan dapat langsung diperiksa dan ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan Polwan sesuai kebutuhan.“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polwan dalam momentum Hari Jadi ke-78 ini benar-benar memberikan manfaat. Bukan hanya datang bersilaturahmi, tetapi juga memberikan perhatian dan pelayanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian kepada para senior yang telah lebih dahulu mengabdikan diri untuk institusi,” ungkapnya.Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan, kegiatan tersebut memperlihatkan sisi humanis Polwan sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan nilai pengabdian dari generasi terdahulu kepada generasi yang saat ini dan di masa depan akan melanjutkan tugas.Menurutnya, para purnawirawan Polwan merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan Polwan Indonesia. Pengalaman, perjuangan dan keteladanan yang telah mereka berikan menjadi fondasi berharga bagi generasi Polwan saat ini dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.“Para purnawirawan Polwan adalah bagian penting dari sejarah dan perjalanan institusi. Apa yang telah mereka lakukan, perjuangkan dan wariskan menjadi fondasi bagi generasi Polwan saat ini. Karena itu, sudah menjadi bagian dari nilai kekeluargaan kita untuk terus menjaga silaturahmi, memberikan perhatian dan menghormati para pendahulu,” kata Kombes Rositah.Ia menilai kegiatan anjangsana yang dipadukan dengan pelayanan bakti kesehatan membawa pesan kuat bahwa pengabdian kepolisian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian, penghormatan serta kebersamaan di lingkungan keluarga besar Polri.“Polwan Polda Maluku ingin menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan tugas di lapangan. Kepedulian terhadap para senior dan keluarga besar Polri juga merupakan bagian dari nilai kebersamaan yang harus terus dipelihara. Melalui Hari Jadi Polwan ke-78 ini, kami berharap semangat tersebut semakin menguat dan menjadi energi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.Lebih lanjut, Kabidhumas mengajak seluruh Polwan untuk menjadikan pesan dan pengalaman para senior sebagai sumber inspirasi dalam menjaga kualitas pengabdian serta menjawab berbagai dinamika dan tantangan tugas kepolisian.“Tantangan Polwan ke depan tentu semakin besar. Karena itu, profesionalisme harus terus diperkuat, integritas harus selalu dijaga dan sisi humanis harus tetap menjadi karakter dalam setiap pengabdian. Dengan semangat One Policewoman, Extraordinary Impact, setiap Polwan diharapkan mampu memberikan kontribusi dan dampak positif, baik bagi institusi maupun masyarakat,” pungkasnya.Melalui kegiatan ini, para purnawirawan juga memberikan arahan dan wejangan kepada generasi Polwan Polda Maluku untuk terus menjaga marwah dan citra Polwan. Pertemuan tersebut sekaligus mempererat tali silaturahmi serta memperkuat ikatan kekeluargaan lintas generasi.Kegiatan Anjangsana dan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026 berlangsung aman, lancar dan penuh keakraban.Menjelang peringatan Hari Jadi Polwan ke-78, kegiatan tersebut menegaskan satu pesan penting: pengabdian boleh diteruskan oleh generasi yang berbeda, tetapi nilai, kehormatan, kepedulian dan semangat melayani tidak boleh pernah terputus. PNO-12
24 Agu 2026, 18:11 WIT
TPNPB Kodap III Kali Kopi Keluarkan Surat Pernyataan Sikap Terkait 9 Perempuan yang Diculik di Distr
Papuanewsonline.com, Timika, - Markas Besar Komando Daerah Militer III Kali Kopi Timika dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengeluarkan Surat Pernyataan Sikap tertanggal 20 Agustus 2026, terkait kasus penculikan sembilan warga sipil perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.Surat yang diterima Media ini Senin 24 Agustus itu ditandatangani oleh Panglima Daerah Kodap III, Tuan Anis Beanal, dikeluarkan dari Markodam III Kali Kopi, Timika, Papua. Dalam surat tersebut, Kodap III menegaskan bahwa wilayah manajemen operasi mereka meliputi Mimika, Paniai, Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, Dogiyai dan Deiyai-Jayapura.
24 Agu 2026, 18:05 WIT
TPNPB Kodap III Kali Kopi Keluarkan Surat Pernyataan Sikap Terkait 9 Perempuan yang Diculik di Distr
Papuanewsonline.com, Mimika - Markas Besar Komando Daerah Militer III Kali Kopi Timika dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengeluarkan Surat Pernyataan Sikap tertanggal 20 Agustus 2026, terkait kasus penculikan sembilan warga sipil perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.Surat yang diterima Media ini Senin 24 Agustus itu ditandatangani oleh Panglima Daerah Kodap III, Tuan Anis Beanal, dikeluarkan dari Markodam III Kali Kopi, Timika, Papua. Dalam surat tersebut, Kodap III menegaskan bahwa wilayah manajemen operasi mereka meliputi Mimika, Paniai, Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, Dogiyai dan Deiyai-Jayapura.Dalam surat itu, pihak Kodap III menyatakan kaget dengan insiden yang terjadi pada 17 Agustus 2026 di Kampung Nerewigame/Maca, Distrik Jila. Dokumen tersebut menyebutkan telah terjadi kontak tembak dan adanya 9 perempuan yang disandera, dengan rincian 3 perempuan sudah berkeluarga dan 6 gadis/perawan.Kodap III Kali Kopi Mengaku sebagai tuan rumah di wilayah operasi tersebut dan menyatakan belum pernah mengeluarkan surat perintah atau komitmen untuk melakukan penculikan masyarakat sipil.Kodap III juga Menyatakan terkejut atas terjadinya kontak tembak yang menewaskan warga sipil dan penyanderaan 9 perempuan tersebut. Kodap III Kali Kopi juga Menyebut perbuatan tersebut bersifat kriminal dan menyatakan pihaknya sedang mencari tahu pelaku dan keberadaannya.TPNPB Kodap III juga Meminta kepada TNI/POLRI untuk menghentikan pengejaran masyarakat di Distrik Jila."Kami Kodap III Menegaskan bahwa perjuangan TPNPB Kodap III adalah murni menuntut pengembalian kedaulatan West Papua," tegas Anis Beanal Komandan Kodap III.Surat tersebut ditutup dengan pernyataan bahwa pihak TPNPB sedang mencari fakta atas insiden tersebut.Dilaporkan Media Papuanewsonline.com sebelumnya, Peristiwa penculikan terjadi setelah kontak senjata antara kelompok bersenjata dengan aparat TNI pada Senin, 17 Agustus 2026 di Distrik Jila. Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf. Jozanda menyebut sembilan perempuan diduga dibawa paksa setelah kelompok tersebut mundur dari kontak tembak. Menurut laporan yang diterima, korban terdiri dari anak SD kelas 3, 4, dan 6, tiga perempuan usia 18 tahun dan satu perempuan 17 tahun yang sedang hamil. Polres Mimika pada 19 Agustus 2026 merilis identitas 9 korban berdasarkan laporan keluarga diantaranya:1. Nemerina Wamang (17), hamil muda.2. Alin Mesawarol, siswi kelas 6 SD.3. Nopi Aim, siswi kelas 4 SD4. Opinte Mesawaro, siswi kelas 3 SD.5. Yotina Senawatme (18).6. Meria Nibilingame (15).7. Wena Katagame (18).8. Ilimin Onawame (18).9. Miante Nibilingame (13).Selain 9 sandera, dua ibu menjadi korban kekerasan. Salah satu ditembak dan satu lainnya dilempar ke jurang hingga patah kaki saat berusaha mempertahankan anaknya. Komnas HAM Papua melalui Ketua Frits Ramandey pada 21 Agustus 2026 mendesak pelepasan tanpa syarat terhadap sembilan perempuan tersebut. Komnas HAM menyebut kelompok TPNPB Kodap III sedang "mengamankan" sembilan perempuan, diduga terkait perayaan HUT RI ke-81, dan menegaskan bahwa apapun istilahnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran HAM berat terhadap kelompok rentan. Aparat gabungan TNI-Polri menyatakan masih melakukan pengejaran dan penyisiran di wilayah pedalaman Jila untuk menemukan keberadaan para korban.Editor: OF
24 Agu 2026, 17:50 WIT
Pilihan Redaksi
Pleno IV Muscab IKAMI Sul-Sel Cabang Mimika Memanas: Putaran Kedua Tertahan Skorsing Akibat Forum Ta
Pleno IV Muscab IKAMI Sul-Sel Cabang Mimika Memanas: Putaran Kedua Tertahan Skorsing Akibat Forum Tak Kondusif*Papuanewsonline.com*, TIMIKA — Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI Sul-Sel) Cabang Mimika yang berlangsung sejak Sabtu, 22 Agustus 2026, mencapai puncak ketegangan. Memasuki hari keempat pada Sidang Pleno IV, proses pemilihan ketua umum baru periode mendatang harus tertahan akibat dinamika forum yang kian memanas dan tidak kondusif.Sistem pemilihan Muscab kali ini melibatkan 24 suara delegasi per Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, yang terdiri dari: Kota Makassar, Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Bantaeng, Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Pinrang, Sidenreng Rappang (Sidrap), Sinjai, Soppeng, Takalar, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Kabupaten Wajo.Sengitnya Rekapitulasi Putaran PertamaPada babak awal pemungutan suara, persaingan ketat terjadi di antara tiga kandidat perwakilan daerah: Rochmatullah (Nomor Urut 1) — Perwakilan Kabupaten Pangkep: 8 suara Amelia Putri (Nomor Urut 3) — Perwakilan Kabupaten Bulukumba: 7 suara Melvin Tananti (Nomor Urut 2) — Perwakilan Kota Palopo: 2 suaraDari total 24 delegasi yang hadir,tercatat 17 suara sah, 2 suara rusak, dan 5 suara abstain. Hasil yang sangat tipis antara Rochmatullah dan Amelia Putri memicu peningkatan tensi antar-pendukung di dalam arena persidangan.Dinamika Memanas hingga Skorsing SidangTensi Pemilihan yang kian meninggi membuat suasana forum Pleno IV menjelang pemilihan putaran kedua tidak lagi kondusif. Hujan interupsi, perdebatan sengit terkait tata tertib, hingga adu argumentasi antar-delegasi daerah tak terelakkan.Demi menjaga ketertiban, keamanan, serta memulihkan suasana kekeluargaan dalam musyawarah, pimpinan sidang akhirnya mengambil keputusan tegas untuk mengkorsing (menunda sementara) perjalanan Sidang Pleno IV sebelum pemungutan suara putaran kedua resmi dimulai.Langkah skorsing ini dimanfaatkan oleh para pimpinan sidang, panitia, serta tokoh senior organisasi untuk melakukan lobi-lobi guna pendinginan suasana (cooling down). Diharapkan, setelah masa skorsing dicabut, seluruh delegasi 24 Kabupaten/Kota dapat kembali bersatu dalam semangat persaudaraan Bugis-Makassar, Mandar, dan Toraja demi melahirkan kepengurusan IKAMI Sul-Sel Cabang Mimika yang inklusif, inovatif, dan mandiri.Bim
26 Agu 2026, 12:12 WIT
Hadapi Cuaca Ekstrem, Kabupaten Puncak Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari
Papuanewsonline.com, Ilaga — Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari terhitung sejak Senin, 24 Agustus 2026. Penetapan ini diambil untuk menangani dampak cuaca ekstrem berupa kemarau berkepanjangan, hujan es, serta kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah tersebut. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, S.Sos., menyampaikan hal itu seusai rapat bersama jajaran Forkopimda, TNI, dan Polri di Gome.Dampak cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño kini dirasakan di hampir seluruh 25 distrik di Kabupaten Puncak. Hujan es telah merusak tanaman warga, sementara kekeringan memicu kebakaran hutan dan lahan yang asapnya kini melanda ibu kota kabupaten. Api bahkan sempat merambat hingga ke permukiman dan mengancam rumah warga. Selain itu, ketersediaan air bersih mulai terancam karena wilayah ini sangat bergantung pada aliran air pegunungan yang debitnya terus menurun.Pemerintah daerah segera membentuk tim terpadu yang melibatkan BPBD, dinas terkait, TNI, dan Polri. Tim akan mendata kerusakan sekaligus menyalurkan bantuan beras dan kebutuhan pokok secara langsung kepada warga yang terdampak, bukan sekadar penyerahan simbolis. Dinas Kesehatan juga telah diminta menyiapkan obat-obatan guna mengantisipasi lonjakan gangguan pernapasan akibat asap kebakaran. Status tanggap darurat pun terbuka kemungkinan diperpanjang apabila kondisi belum membaik.Pemerintah daerah pun mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan secara sembarangan. Tanaman yang telah rusak akibat hujan es lalu mengering karena panas membuat setiap titik api dapat meluas dengan sangat cepat. “Rumput yang terkena es lalu terpapar panas, jika dibakar bagai disiram bensin. Api dapat menyambar ke mana-mana,” tegasnya.Penulis: JidEditor: OF
25 Agu 2026, 12:12 WIT
Sambut HUT Polwan ke-78, Polwan Polda Maluku Gelar Bakti Kesehatan dan Anjangsana Ke Purnawirawan
Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026, Polwan Polda Maluku memaknai momentum bersejarah tersebut tidak hanya melalui kegiatan seremonial. Semangat penghormatan terhadap sejarah dan pengabdian para pendahulu diwujudkan melalui Anjangsana dan Bakti Kesehatan kepada para purnawirawan Polwan Polda Maluku, Jumat (21/8/2026).Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIT itu menjadi wujud kepedulian sekaligus penguatan ikatan lintas generasi antara Polwan yang masih aktif mengabdi dengan para senior yang telah lebih dahulu memberikan dedikasi dan meletakkan jejak pengabdian bagi institusi Polri, khususnya di Provinsi Maluku.Dengan mengusung semangat “One Policewoman, Extraordinary Impact”, jajaran Polwan Polda Maluku menyambangi kediaman tiga purnawirawan Polwan, yakni AKBP (Purn) Nurhayati Tutupoho, AKBP (Purn) Ansye Leweharilla, dan AKBP (Purn) Erna Gabby Rumlus.Kegiatan tersebut dihadiri Pakor Polwan Polda Maluku Kompol Helda Misse Siwabessy, S.H., M.H., Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Polwan ke-78 AKP Olivia V. Lodar, S.H., bersama jajaran personel Polwan Polda Maluku yang terlibat dalam kegiatan anjangsana dan pelayanan bakti kesehatan.Tidak sekadar bersilaturahmi, para Polwan juga memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada para purnawirawan. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana berupa gula darah dan asam urat, pemeriksaan dan konsultasi dokter, pemberian terapi, serta edukasi kesehatan sesuai keluhan yang dialami.Kegiatan juga diisi dengan penyampaian arahan dan wejangan dari para purnawirawan kepada generasi Polwan Polda Maluku, pemberian bingkisan, ramah tamah, hingga foto bersama.Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Polwan ke-78 Polda Maluku, AKP Olivia V. Lodar, S.H., mengatakan kegiatan anjangsana dan bakti kesehatan merupakan bagian dari upaya memaknai Hari Jadi Polwan bukan sekadar sebagai peringatan tahunan, tetapi juga momentum untuk mengenang, menghormati, dan melanjutkan nilai pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu.Menurutnya, generasi Polwan saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk meneruskan nilai keteladanan, integritas, profesionalisme dan pengabdian yang telah dibangun oleh generasi-generasi sebelumnya.“Menjelang Hari Jadi Polwan ke-78, kami ingin hadir dan menyapa para senior kami, para purnawirawan yang telah memberikan bagian terbaik dari hidup dan pengabdiannya untuk Polri. Anjangsana ini merupakan bentuk penghormatan, rasa terima kasih, sekaligus upaya mempererat ikatan kekeluargaan antara generasi Polwan yang telah purna tugas dan Polwan yang saat ini masih menjalankan tugas pengabdian,” kata AKP Olivia.Ia menegaskan, berbagai arahan, pesan dan pengalaman yang disampaikan para purnawirawan menjadi warisan berharga bagi seluruh Polwan, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga kehormatan, citra dan marwah Polwan dalam setiap pelaksanaan tugas.“Pesan dan wejangan yang kami terima dari para senior sangat berharga, terutama tentang pentingnya menjaga marwah dan citra Polwan. Pengalaman mereka adalah warisan nilai yang harus terus diteruskan. Karena itu, Hari Jadi Polwan ke-78 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bahwa setiap Polwan harus mampu memberikan dampak positif melalui pengabdian yang profesional, humanis dan berintegritas,” ujarnya.AKP Olivia menambahkan, bakti kesehatan yang dilaksanakan dalam rangkaian anjangsana tersebut juga menjadi bentuk perhatian nyata kepada para purnawirawan. Keluhan kesehatan yang ditemukan selama kegiatan dapat langsung diperiksa dan ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan Polwan sesuai kebutuhan.“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polwan dalam momentum Hari Jadi ke-78 ini benar-benar memberikan manfaat. Bukan hanya datang bersilaturahmi, tetapi juga memberikan perhatian dan pelayanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian kepada para senior yang telah lebih dahulu mengabdikan diri untuk institusi,” ungkapnya.Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan, kegiatan tersebut memperlihatkan sisi humanis Polwan sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan nilai pengabdian dari generasi terdahulu kepada generasi yang saat ini dan di masa depan akan melanjutkan tugas.Menurutnya, para purnawirawan Polwan merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan Polwan Indonesia. Pengalaman, perjuangan dan keteladanan yang telah mereka berikan menjadi fondasi berharga bagi generasi Polwan saat ini dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.“Para purnawirawan Polwan adalah bagian penting dari sejarah dan perjalanan institusi. Apa yang telah mereka lakukan, perjuangkan dan wariskan menjadi fondasi bagi generasi Polwan saat ini. Karena itu, sudah menjadi bagian dari nilai kekeluargaan kita untuk terus menjaga silaturahmi, memberikan perhatian dan menghormati para pendahulu,” kata Kombes Rositah.Ia menilai kegiatan anjangsana yang dipadukan dengan pelayanan bakti kesehatan membawa pesan kuat bahwa pengabdian kepolisian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian, penghormatan serta kebersamaan di lingkungan keluarga besar Polri.“Polwan Polda Maluku ingin menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan tugas di lapangan. Kepedulian terhadap para senior dan keluarga besar Polri juga merupakan bagian dari nilai kebersamaan yang harus terus dipelihara. Melalui Hari Jadi Polwan ke-78 ini, kami berharap semangat tersebut semakin menguat dan menjadi energi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.Lebih lanjut, Kabidhumas mengajak seluruh Polwan untuk menjadikan pesan dan pengalaman para senior sebagai sumber inspirasi dalam menjaga kualitas pengabdian serta menjawab berbagai dinamika dan tantangan tugas kepolisian.“Tantangan Polwan ke depan tentu semakin besar. Karena itu, profesionalisme harus terus diperkuat, integritas harus selalu dijaga dan sisi humanis harus tetap menjadi karakter dalam setiap pengabdian. Dengan semangat One Policewoman, Extraordinary Impact, setiap Polwan diharapkan mampu memberikan kontribusi dan dampak positif, baik bagi institusi maupun masyarakat,” pungkasnya.Melalui kegiatan ini, para purnawirawan juga memberikan arahan dan wejangan kepada generasi Polwan Polda Maluku untuk terus menjaga marwah dan citra Polwan. Pertemuan tersebut sekaligus mempererat tali silaturahmi serta memperkuat ikatan kekeluargaan lintas generasi.Kegiatan Anjangsana dan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026 berlangsung aman, lancar dan penuh keakraban.Menjelang peringatan Hari Jadi Polwan ke-78, kegiatan tersebut menegaskan satu pesan penting: pengabdian boleh diteruskan oleh generasi yang berbeda, tetapi nilai, kehormatan, kepedulian dan semangat melayani tidak boleh pernah terputus. PNO-12
24 Agu 2026, 18:11 WIT
Sambut HUT Polwan ke-78, Polwan Polda Maluku Gelar Bakti Kesehatan dan Anjangsana Ke Purnawirawan
Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026, Polwan Polda Maluku memaknai momentum bersejarah tersebut tidak hanya melalui kegiatan seremonial. Semangat penghormatan terhadap sejarah dan pengabdian para pendahulu diwujudkan melalui Anjangsana dan Bakti Kesehatan kepada para purnawirawan Polwan Polda Maluku, Jumat (21/8/2026).Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIT itu menjadi wujud kepedulian sekaligus penguatan ikatan lintas generasi antara Polwan yang masih aktif mengabdi dengan para senior yang telah lebih dahulu memberikan dedikasi dan meletakkan jejak pengabdian bagi institusi Polri, khususnya di Provinsi Maluku.Dengan mengusung semangat “One Policewoman, Extraordinary Impact”, jajaran Polwan Polda Maluku menyambangi kediaman tiga purnawirawan Polwan, yakni AKBP (Purn) Nurhayati Tutupoho, AKBP (Purn) Ansye Leweharilla, dan AKBP (Purn) Erna Gabby Rumlus.Kegiatan tersebut dihadiri Pakor Polwan Polda Maluku Kompol Helda Misse Siwabessy, S.H., M.H., Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Polwan ke-78 AKP Olivia V. Lodar, S.H., bersama jajaran personel Polwan Polda Maluku yang terlibat dalam kegiatan anjangsana dan pelayanan bakti kesehatan.Tidak sekadar bersilaturahmi, para Polwan juga memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada para purnawirawan. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana berupa gula darah dan asam urat, pemeriksaan dan konsultasi dokter, pemberian terapi, serta edukasi kesehatan sesuai keluhan yang dialami.Kegiatan juga diisi dengan penyampaian arahan dan wejangan dari para purnawirawan kepada generasi Polwan Polda Maluku, pemberian bingkisan, ramah tamah, hingga foto bersama.Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Polwan ke-78 Polda Maluku, AKP Olivia V. Lodar, S.H., mengatakan kegiatan anjangsana dan bakti kesehatan merupakan bagian dari upaya memaknai Hari Jadi Polwan bukan sekadar sebagai peringatan tahunan, tetapi juga momentum untuk mengenang, menghormati, dan melanjutkan nilai pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu.Menurutnya, generasi Polwan saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk meneruskan nilai keteladanan, integritas, profesionalisme dan pengabdian yang telah dibangun oleh generasi-generasi sebelumnya.“Menjelang Hari Jadi Polwan ke-78, kami ingin hadir dan menyapa para senior kami, para purnawirawan yang telah memberikan bagian terbaik dari hidup dan pengabdiannya untuk Polri. Anjangsana ini merupakan bentuk penghormatan, rasa terima kasih, sekaligus upaya mempererat ikatan kekeluargaan antara generasi Polwan yang telah purna tugas dan Polwan yang saat ini masih menjalankan tugas pengabdian,” kata AKP Olivia.Ia menegaskan, berbagai arahan, pesan dan pengalaman yang disampaikan para purnawirawan menjadi warisan berharga bagi seluruh Polwan, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga kehormatan, citra dan marwah Polwan dalam setiap pelaksanaan tugas.“Pesan dan wejangan yang kami terima dari para senior sangat berharga, terutama tentang pentingnya menjaga marwah dan citra Polwan. Pengalaman mereka adalah warisan nilai yang harus terus diteruskan. Karena itu, Hari Jadi Polwan ke-78 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bahwa setiap Polwan harus mampu memberikan dampak positif melalui pengabdian yang profesional, humanis dan berintegritas,” ujarnya.AKP Olivia menambahkan, bakti kesehatan yang dilaksanakan dalam rangkaian anjangsana tersebut juga menjadi bentuk perhatian nyata kepada para purnawirawan. Keluhan kesehatan yang ditemukan selama kegiatan dapat langsung diperiksa dan ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan Polwan sesuai kebutuhan.“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polwan dalam momentum Hari Jadi ke-78 ini benar-benar memberikan manfaat. Bukan hanya datang bersilaturahmi, tetapi juga memberikan perhatian dan pelayanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian kepada para senior yang telah lebih dahulu mengabdikan diri untuk institusi,” ungkapnya.Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan, kegiatan tersebut memperlihatkan sisi humanis Polwan sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan nilai pengabdian dari generasi terdahulu kepada generasi yang saat ini dan di masa depan akan melanjutkan tugas.Menurutnya, para purnawirawan Polwan merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan Polwan Indonesia. Pengalaman, perjuangan dan keteladanan yang telah mereka berikan menjadi fondasi berharga bagi generasi Polwan saat ini dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.“Para purnawirawan Polwan adalah bagian penting dari sejarah dan perjalanan institusi. Apa yang telah mereka lakukan, perjuangkan dan wariskan menjadi fondasi bagi generasi Polwan saat ini. Karena itu, sudah menjadi bagian dari nilai kekeluargaan kita untuk terus menjaga silaturahmi, memberikan perhatian dan menghormati para pendahulu,” kata Kombes Rositah.Ia menilai kegiatan anjangsana yang dipadukan dengan pelayanan bakti kesehatan membawa pesan kuat bahwa pengabdian kepolisian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian, penghormatan serta kebersamaan di lingkungan keluarga besar Polri.“Polwan Polda Maluku ingin menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan tugas di lapangan. Kepedulian terhadap para senior dan keluarga besar Polri juga merupakan bagian dari nilai kebersamaan yang harus terus dipelihara. Melalui Hari Jadi Polwan ke-78 ini, kami berharap semangat tersebut semakin menguat dan menjadi energi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.Lebih lanjut, Kabidhumas mengajak seluruh Polwan untuk menjadikan pesan dan pengalaman para senior sebagai sumber inspirasi dalam menjaga kualitas pengabdian serta menjawab berbagai dinamika dan tantangan tugas kepolisian.“Tantangan Polwan ke depan tentu semakin besar. Karena itu, profesionalisme harus terus diperkuat, integritas harus selalu dijaga dan sisi humanis harus tetap menjadi karakter dalam setiap pengabdian. Dengan semangat One Policewoman, Extraordinary Impact, setiap Polwan diharapkan mampu memberikan kontribusi dan dampak positif, baik bagi institusi maupun masyarakat,” pungkasnya.Melalui kegiatan ini, para purnawirawan juga memberikan arahan dan wejangan kepada generasi Polwan Polda Maluku untuk terus menjaga marwah dan citra Polwan. Pertemuan tersebut sekaligus mempererat tali silaturahmi serta memperkuat ikatan kekeluargaan lintas generasi.Kegiatan Anjangsana dan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026 berlangsung aman, lancar dan penuh keakraban.Menjelang peringatan Hari Jadi Polwan ke-78, kegiatan tersebut menegaskan satu pesan penting: pengabdian boleh diteruskan oleh generasi yang berbeda, tetapi nilai, kehormatan, kepedulian dan semangat melayani tidak boleh pernah terputus. PNO-12
24 Agu 2026, 18:11 WIT
TPNPB Kodap III Kali Kopi Keluarkan Surat Pernyataan Sikap Terkait 9 Perempuan yang Diculik di Distr
Papuanewsonline.com, Timika, - Markas Besar Komando Daerah Militer III Kali Kopi Timika dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengeluarkan Surat Pernyataan Sikap tertanggal 20 Agustus 2026, terkait kasus penculikan sembilan warga sipil perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.Surat yang diterima Media ini Senin 24 Agustus itu ditandatangani oleh Panglima Daerah Kodap III, Tuan Anis Beanal, dikeluarkan dari Markodam III Kali Kopi, Timika, Papua. Dalam surat tersebut, Kodap III menegaskan bahwa wilayah manajemen operasi mereka meliputi Mimika, Paniai, Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, Dogiyai dan Deiyai-Jayapura.
24 Agu 2026, 18:05 WIT
TPNPB Kodap III Kali Kopi Keluarkan Surat Pernyataan Sikap Terkait 9 Perempuan yang Diculik di Distr
Papuanewsonline.com, Mimika - Markas Besar Komando Daerah Militer III Kali Kopi Timika dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengeluarkan Surat Pernyataan Sikap tertanggal 20 Agustus 2026, terkait kasus penculikan sembilan warga sipil perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.Surat yang diterima Media ini Senin 24 Agustus itu ditandatangani oleh Panglima Daerah Kodap III, Tuan Anis Beanal, dikeluarkan dari Markodam III Kali Kopi, Timika, Papua. Dalam surat tersebut, Kodap III menegaskan bahwa wilayah manajemen operasi mereka meliputi Mimika, Paniai, Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, Dogiyai dan Deiyai-Jayapura.Dalam surat itu, pihak Kodap III menyatakan kaget dengan insiden yang terjadi pada 17 Agustus 2026 di Kampung Nerewigame/Maca, Distrik Jila. Dokumen tersebut menyebutkan telah terjadi kontak tembak dan adanya 9 perempuan yang disandera, dengan rincian 3 perempuan sudah berkeluarga dan 6 gadis/perawan.Kodap III Kali Kopi Mengaku sebagai tuan rumah di wilayah operasi tersebut dan menyatakan belum pernah mengeluarkan surat perintah atau komitmen untuk melakukan penculikan masyarakat sipil.Kodap III juga Menyatakan terkejut atas terjadinya kontak tembak yang menewaskan warga sipil dan penyanderaan 9 perempuan tersebut. Kodap III Kali Kopi juga Menyebut perbuatan tersebut bersifat kriminal dan menyatakan pihaknya sedang mencari tahu pelaku dan keberadaannya.TPNPB Kodap III juga Meminta kepada TNI/POLRI untuk menghentikan pengejaran masyarakat di Distrik Jila."Kami Kodap III Menegaskan bahwa perjuangan TPNPB Kodap III adalah murni menuntut pengembalian kedaulatan West Papua," tegas Anis Beanal Komandan Kodap III.Surat tersebut ditutup dengan pernyataan bahwa pihak TPNPB sedang mencari fakta atas insiden tersebut.Dilaporkan Media Papuanewsonline.com sebelumnya, Peristiwa penculikan terjadi setelah kontak senjata antara kelompok bersenjata dengan aparat TNI pada Senin, 17 Agustus 2026 di Distrik Jila. Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf. Jozanda menyebut sembilan perempuan diduga dibawa paksa setelah kelompok tersebut mundur dari kontak tembak. Menurut laporan yang diterima, korban terdiri dari anak SD kelas 3, 4, dan 6, tiga perempuan usia 18 tahun dan satu perempuan 17 tahun yang sedang hamil. Polres Mimika pada 19 Agustus 2026 merilis identitas 9 korban berdasarkan laporan keluarga diantaranya:1. Nemerina Wamang (17), hamil muda.2. Alin Mesawarol, siswi kelas 6 SD.3. Nopi Aim, siswi kelas 4 SD4. Opinte Mesawaro, siswi kelas 3 SD.5. Yotina Senawatme (18).6. Meria Nibilingame (15).7. Wena Katagame (18).8. Ilimin Onawame (18).9. Miante Nibilingame (13).Selain 9 sandera, dua ibu menjadi korban kekerasan. Salah satu ditembak dan satu lainnya dilempar ke jurang hingga patah kaki saat berusaha mempertahankan anaknya. Komnas HAM Papua melalui Ketua Frits Ramandey pada 21 Agustus 2026 mendesak pelepasan tanpa syarat terhadap sembilan perempuan tersebut. Komnas HAM menyebut kelompok TPNPB Kodap III sedang "mengamankan" sembilan perempuan, diduga terkait perayaan HUT RI ke-81, dan menegaskan bahwa apapun istilahnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran HAM berat terhadap kelompok rentan. Aparat gabungan TNI-Polri menyatakan masih melakukan pengejaran dan penyisiran di wilayah pedalaman Jila untuk menemukan keberadaan para korban.Editor: OF
24 Agu 2026, 17:50 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Kebakaran Lahan Melanda Ilaga, Api Sempat Mengancam RSUD, Pasien Dievakuasi
Papuanewsonline.com, Jayapura — Kebakaran lahan melanda wilayah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIT. Api yang berkobar dengan cepat sempat merambat mendekati lingkungan RSUD Ilaga dan mengancam keselamatan gedung serta seluruh yang berada di dalamnya. Angin kencang yang bertiup menjadi penyebab utama meluasnya kobaran api hingga ke area pinggiran rumah sakit.Dokter RSUD Ilaga, Ertinus Weya, menyampaikan bahwa berkat kesiapsiagaan dan kerja sama yang erat antara tenaga kesehatan, warga masyarakat, serta aparat keamanan, api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum sempat menghanguskan bangunan rumah sakit. Namun peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pasien dan petugas medis. Sebagai langkah antisipasi demi menjamin keselamatan, sejumlah pasien pun dievakuasi sementara ke Puskesmas Ilaga guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan aman.Kebakaran ini juga menimbulkan kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Ilaga hingga Gome. Tak sedikit warga yang dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap tebal hasil pembakaran lahan. Kondisi cuaca yang kering dan panas akibat fenomena El Niño membuat vegetasi di sekitar permukiman menjadi sangat mudah terbakar, sehingga api merambat dengan sangat cepat dan berisiko meluas ke pemukiman warga maupun fasilitas umum.Ketua Komisi I DPRK Puncak, Denilson Wonda, yang turun langsung meninjau lokasi kejadian, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar rumput atau lahan, mengingat kondisi tanah yang sangat kering dapat memicu kebakaran besar dalam sekejap. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum merilis data resmi terkait luas lahan yang terbakar maupun kerugian materiil yang dialami.Penulis: JidEditor: OF
23 Agu 2026, 09:03 WIT
DPT Muktamar ke-35 NU Tetapkan 556 Cabang, Verifikasi Papua Masih Berjalan
Papuanewsonline.com, Jombang — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan Daftar Peserta Tetap Muktamar ke-35 NU berjumlah 556 cabang dan wilayah yang berhak hadir. Penetapan ini dilakukan setelah melalui proses verifikasi dan pembahasan ketat oleh panitia. Ketua Panitia Muktamar yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan hal tersebut pada Sabtu (22/8/2026). Muktamar pun dipastikan akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mulai Kamis, 27 Agustus 2026.Meski angka 556 telah ditetapkan, Gus Ipul membuka kemungkinan adanya penambahan peserta. Hal itu menyusul proses verifikasi kepengurusan NU di wilayah Papua yang belum sepenuhnya selesai. “Jadi jumlah akhirnya sangat mungkin tidak jauh dari angka yang sudah ditetapkan hari ini,” ujarnya. Penetapan DPT ini menjadi tahapan penting guna memastikan setiap peserta yang hadir telah memenuhi ketentuan organisasi sekaligus menjadi acuan penyelesaian segala kebutuhan teknis muktamar.Panitia menyebut persiapan teknis telah mencapai lebih dari 85 persen. Akomodasi telah disiapkan untuk lebih dari 3.000 peserta resmi, lengkap dengan dapur umum, lokasi sidang, hingga pelayanan pendukung lainnya. Muktamar kali ini juga memiliki makna istimewa sebagai muktamar pertama NU pada abad kedua, sekaligus kembali ke tanah kelahiran para pendiri NU di Tambakberas yang penuh nilai sejarah.Di tengah kesiapan yang semakin matang, Gus Ipul mengingatkan seluruh warga NU agar senantiasa menjaga suasana tetap teduh dan sejuk. Ia mengimbau agar tidak mudah terpancing isu maupun kabar yang belum jelas sumbernya. “Mari kita hadirkan Muktamar Gembira: datang dengan gembira, bermusyawarah dengan gembira, dan pulang membawa semangat untuk bersama-sama membesarkan NU,” pesannya.Penulis: JidEditor: OF
23 Agu 2026, 08:59 WIT
Prajurit Marinir Bergerak Cepat, Bersihkan Puing dan Layani Kesehatan Warga Terdampak Gempa NTT
Papuanewsonline.com, Manggarai Timur — Pasca gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, Prajurit Petarung Korps Marinir TNI Angkatan Laut segera bergerak turun membantu masyarakat yang terdampak bencana. Selain menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan, para prajurit bahu-membahu bersama warga melakukan pembersihan dan pembenahan rumah tinggal serta fasilitas umum di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur, Sabtu (22/8/2026). Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa negara hadir di tengah kesulitan rakyat.Pembersihan dilakukan menyasar rumah warga, tempat ibadah, puskesmas, sekolah, hingga sarana publik lainnya yang tertimbun puing-puing. Prajurit bergotong royong bersama warga mengangkat material sisa bencana agar bangunan-bangunan tersebut dapat segera dibersihkan dan kembali digunakan untuk beraktivitas. Semangat kerja sama yang terjalin memperlihatkan bahwa di tengah musibah, persaudaraan dan kepedulian tetap menjadi kekuatan yang tak terpisahkan.Di bidang kesehatan, Satgas mendirikan Posko Kesehatan di Kecamatan Reo serta Rumah Sakit Lapangan di Posko Waso. Pelayanan medis dipimpin oleh Wadansatgas Letkol Laut (K) drg. Puthut Kuncara Adhi, Sp. Perio., M.Tr.Opsla., dan berkolaborasi erat dengan pihak Puskesmas Dampek.Dukungan penuh juga diberikan oleh KRI dr. Soeharso yang turut menangani pasien dalam kondisi gawat darurat agar setiap warga yang membutuhkan perawatan segera tertangani dengan baik.Tak hanya itu, Satgas juga menyalurkan 275 paket bantuan sembako bagi warga di Kampung Mahima, Kampung Rabo, dan Kampung Wai Manis. Bantuan tersebut diserahkan guna membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana berlangsung. Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Gempa NTT, Letkol Marinir Achmad Muntohar, S.Hub.Int., CACA., NCRMP., menegaskan bahwa seluruh unsur Satgas akan terus hadir dan memberikan bantuan hingga masyarakat benar-benar pulih kembali.Panglima Korps Marinir, Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., memberikan arahan agar seluruh prajurit melaksanakan tugas kemanusiaan dengan penuh keikhlasan dan kepedulian tulus. “Bantu masyarakat semaksimal mungkin agar mereka dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitasnya,” tegasnya.Penulis: JidEditor: OF
23 Agu 2026, 08:33 WIT
Bupati Roni Omba Buka Pemilihan Duta Baca Boven Digoel 2026
Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Bupati Boven Digoel, Roni Omba, secara resmi membuka Lomba Pemilihan Duta Baca Kabupaten Boven Digoel Tahun 2026, Rabu (19/8/2026).Kegiatan yang digelar di Tanah Merah tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dalam mendorong budaya membaca dan meningkatkan indeks literasi di kalangan generasi muda.Pelaksanaan pemilihan Duta Baca tahun ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur".Dalam sambutannya, Bupati Roni Omba menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)."Literasi adalah fondasi penting untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki wawasan luas. Kemajuan daerah ini sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya," ujar Bupati Roni Omba. Bupati yang dilantik pada 16 Oktober 2025 bersama Wakil Bupati Marlinus untuk periode 2025-2030 itu berharap, ajang Duta Baca tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi menjadi ruang aktualisasi bagi pemuda Boven Digoel untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan kecintaan terhadap dunia literasi.Melalui pemilihan ini, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menargetkan lahirnya figur Duta Baca yang tidak hanya unggul dalam kemampuan literasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dan penggerak budaya membaca di tengah masyarakat, hingga ke kampung-kampung.Pemkab menilai momentum HUT ke-81 RI harus menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun manusia Boven Digoel yang berkualitas melalui pendidikan dan literasi.Dengan semangat "Mewujudkan Generasi Cerdas Berkarakter Melalui Literasi", kegiatan Pemilihan Duta Baca Kabupaten Boven Digoel 2026 diharapkan mampu melahirkan duta-duta literasi yang akan menjadi mitra pemerintah dalam program peningkatan minat baca daerah.Penulis: MuhtarEditor: OF
23 Agu 2026, 08:14 WIT
Membangun Mutu Pendidikan Kedokteran di Tanah Papua: FK UNIPA Belajar dari FK UB
Papuanewsonline.com, Malang — Fakultas Kedokteran Universitas Papua (FK UNIPA) melaksanakan studi banding ke Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) dalam rangka mempersiapkan peningkatan akreditasi yang dijadwalkan pada tahun 2028. Kegiatan berlangsung pada Kamis (20/8/2026) di Ruang Senat Gedung Pendidikan Bersama FK UB, sekaligus menjadi ruang pertukaran pengalaman dan pembelajaran yang saling memperkaya kedua belah pihak.Pertemuan dibuka secara resmi oleh sambutan Dekan FK UB, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med, Sp.A(K), dan Dekan FK UNIPA, dr. Herlina Yulidia, Sp.JP. Melalui diskusi kelompok terpimpin, delegasi FK UNIPA mendalami berbagai aspek pengelolaan institusi, meliputi tata kelola akademik, sistem penjaminan mutu, urusan kemahasiswaan, administrasi dan keuangan, hingga pengembangan kelembagaan. Praktik-praktik baik yang telah diterapkan FK UB diharapkan menjadi referensi berharga bagi FK UNIPA dalam menyusun langkah strategis menuju akreditasi yang lebih baik.Wakil Dekan Bidang Akademik FK UB, Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi wahana pembelajaran bersama yang saling menguatkan. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wahana pembelajaran bersama, sehingga masing-masing delegasi memperoleh informasi, pengalaman, dan praktik baik yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan institusi,” ujarnya. FK UB juga menegaskan bahwa pertukaran pengalaman antarinstitusi merupakan bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan kedokteran.Turut hadir memperkuat diskusi Wakil Dekan Bidang Keuangan Dr. Husnul Khotimah, S.Si, M.Kes, serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. dr. Shahdevi Nandar Kurniawan, Sp.S(K). Penyerahan cenderamata menjadi tanda kebersamaan dan harapan agar kerja sama kelembagaan senantiasa terjalin erat. Melalui kunjungan ini, FK UB dan FK UNIPA membuka peluang kolaborasi yang lebih luas guna memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.Penulis: JidEditor: OF
22 Agu 2026, 15:01 WIT
Karhutla dan Cuaca Kering, Dinkes Papua Tengah Siagakan Puluhan Ribu Masker Cegah Lonjakan ISPA
Papuanewsonline.com, Nabire — Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mengambil langkah cepat mengantisipasi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat asap kebakaran hutan dan lahan serta cuaca yang kering belakangan ini. Puluhan ribu lembar masker telah disiapkan dan pemantauan kesehatan diperketat guna menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi lingkungan yang kurang bersahabat.Langkah pencegahan ini diambil sejak dini agar tidak menimbulkan dampak kesehatan yang meluas.Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus, menjelaskan bahwa data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons mulai menunjukkan adanya tren kenaikan kasus ISPA. Meski angka tersebut belum melonjak secara drastis, pihaknya menegaskan tidak boleh lengah dan harus segera mengambil langkah penanganan.“Data SKDR menunjukkan mulai ada kenaikan kasus ISPA walau belum signifikan, namun kami tidak boleh lengah,” ujar dr. Agus di Nabire, Sabtu (22/8/2026).Sebagai langkah nyata, Dinkes telah menyiapkan obat batuk, vitamin, serta mengamankan stok masker tiga lapis sebanyak 23 karton atau sekitar 60 ribu lembar. Petugas juga dikerahkan membagikan sedikitnya 1.000 masker setiap hari di tempat-tempat umum. Armada ambulans pun disiapkan guna merespons kondisi darurat warga yang mengalami gangguan pernapasan berat. Kegiatan Car Free Day di Nabire masih diizinkan demi menjaga perekonomian warga, namun kebijakan tersebut akan terus dievaluasi sesuai perkembangan kualitas udara.Pemerintah daerah menghimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan yang dapat memperburuk kualitas udara. Warga dianjurkan disiplin menggunakan masker saat keluar rumah, menjaga sirkulasi udara di dalam rumah, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi guna menjaga daya tahan tubuh. Jika mengalami gejala batuk pilek lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas sesak, atau muncul warna kebiruan pada bibir dan kulit, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.Penulis: JidEditor: OF
22 Agu 2026, 14:41 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Oyandi Papua Bawa Pesan Budaya Tanah Papua ke Panggung Internasional di Belanda
Papuanewsonline.com, Amsterdam — Grup seni dan musik asal Papua, Oyandi Papua, tampil memukau dalam ajang Pacific Roots Fest 2026 yang berlangsung di IJland, Amsterdam, Belanda, pada 15–16 Agustus 2026. Kehadiran mereka menjadi momen bersejarah sekaligus jendela luas bagi dunia untuk mengenal kekayaan seni, musik, tari, dan identitas budaya yang tumbuh subur di tanah Papua. Ajang ini sendiri merupakan pertemuan besar berbagai komunitas budaya dari kawasan Pasifik yang merayakan warisan leluhur melalui karya seni, musik, hingga kekayaan kuliner khas kepulauan PasifikBagi Oyandi Papua, undangan tampil di Amsterdam bukan sekadar penampilan biasa. Lebih dari itu, kehadiran mereka membawa pesan luhur untuk memperkenalkan wajah Papua yang sesungguhnya kepada dunia sekaligus menjaga agar identitas budaya tetap terjaga di tengah arus perubahan zaman. Melalui setiap nada musik, irama lagu, dan gerak tari yang dibawakan, mereka berupaya menghadirkan warna dan jiwa Papua di hadapan masyarakat internasional yang hadir memadati lokasi festival.“Kami datang bukan hanya untuk tampil, tetapi membawa cerita tentang Papua. Setiap lagu, gerakan, dan musik yang kami tampilkan adalah bagian dari identitas dan kekayaan budaya Papua yang ingin kami perkenalkan kepada dunia,” ujar perwakilan Oyandi Papua. Semangat ini adalah bagian dari perjalanan panjang kelompok tersebut dalam menjaga bahasa, musik, nilai-nilai luhur, serta ekspresi seni yang menjadi jati diri masyarakat Papua sejak turun-temurun.Festival ini menjadi ruang pertemuan yang hangat sekaligus wadah memperkuat hubungan persaudaraan antarmasyarakat seantero Pasifik. Suara dan keberagaman budaya yang ditampilkan menjadi bukti bahwa kekayaan warisan leluhur adalah anugerah yang patut dijaga dan dibanggakan.Bagi Oyandi Papua, panggung ini adalah langkah awal yang membanggakan untuk membawa nama Papua semakin dikenal dan dihargai di mata dunia.Ke depan, Oyandi Papua berharap dapat terus membangun jejaring persahabatan lintas negara, membuka ruang kolaborasi seni, serta menghadirkan karya-karya Papua yang memukau di berbagai panggung dunia.Penulis: JidEditor: OF
22 Agu 2026, 14:57 WIT
Upacara Di Grasberg Disorot, Warga: SOP Keselamatan Dilanggar, Martabat Adat Terancam
Papuanewsonline.com, Mimika - Pelaksanaan kegiatan peringatan kemerdekaan di kawasan dataran tinggi Grasberg menuai sorotan. Warga mendesak evaluasi terhadap prosedur keselamatan kerja dan perlindungan hak masyarakat adat.Sorotan itu disampaikan dalam rilis tertulis yang diterima papuanewsonline.com, Jumat (21/8/2026) oleh Dianu Omaleng.Dalam rilis tersebut disebutkan kegiatan yang melibatkan aparat keamanan dan warga dengan mengenakan pakaian adat tradisional perlu dievaluasi mendalam. "Kawasan Grasberg yang berada di ketinggian ekstrem memiliki kondisi cuaca bersuhu sangat rendah dan risiko tinggi. Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) industri, setiap aktivitas di zona tersebut wajib mengedepankan perlindungan fisik dan keselamatan peserta," tulis rilis.Rilis itu menyoroti pelibatan masyarakat adat dengan pakaian tradisional tanpa perlengkapan proteksi cuaca dingin. Hal itu dinilai tidak memperhatikan aspek keselamatan fisik warga di medan ekstrem dan berpotensi melanggar standar keselamatan kerja yang berlaku di wilayah operasional industri.3 Desakan Warga Kepada Pengelola GrasbergMelalui rilisnya, warga menyampaikan 3 tuntutan:1. Evaluasi Prosedur OperasionalMemastikan seluruh kegiatan seremonial di area operasional mematuhi SOP keselamatan kerja dan standar K3 secara ketat.2. Hormati Martabat Budaya LokalMelindungi keselamatan fisik warga adat dalam setiap kegiatan resmi tanpa memaksakan situasi yang bertentangan dengan standar keselamatan medan ekstrem.3. Buka Ruang DialogMembuka ruang penyampaian aspirasi publik secara transparan demi menjaga keharmonisan antara masyarakat, pengelola kawasan, dan aparat keamanan."Masyarakat berharap pihak penyelenggara dan pengelola kawasan memberikan klarifikasi terbuka serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh aturan demi keselamatan bersama," demikian penutup rilis.Kawasan Grasberg berada di ketinggian lebih dari 4.000 mdpl dengan suhu ekstrem. Area tersebut merupakan wilayah operasional pertambangan di Mimika, Papua Tengah.Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Freeport Indonesia dan aparat keamanan di kawasan Grasberg belum memberikan tanggapan resmi. papuanewsonline.com masih berupaya menghubungi pihak terkait.Penulis: HendrikEditor: OF
21 Agu 2026, 22:30 WIT
Patung Yesus Memberkati Setinggi 25 M di Papua Menuju Penyelesaian, Akan Diresmikan November 2026
Papuanewsonline.com, Keerom - Pembangunan Patung Yesus Memberkati yang menjulang setinggi 25 meter di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Papua, kini memasuki tahap penyelesaian. Foto udara yang diambil pada Selasa (18/8/2026) memperlihatkan bentuk keseluruhan patung yang megah itu tampak hampir rampung.Situs rohani yang mulai dibangun sejak peletakan batu pertama pada Desember 2022 ini dijadwalkan akan resmi diresmikan pada November 2026 mendatang.Terletak tak jauh dari garis perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini, kehadiran patung ini direncanakan menjadi ikon wisata religi yang baru sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Keerom. Keindahan dan keunikan situs ini diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru, sehingga turut membangkitkan perekonomian masyarakat setempat melalui sektor pariwisata.Selain berfungsi sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan, kawasan Patung Yesus Memberkati juga dirancang terbuka sebagai ruang publik yang asri dan nyaman bagi masyarakat untuk berkunjung dan berinteraksi. Pengembangan kawasan tidak hanya menyasar pembangunan patung semata, tetapi juga melengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti penginapan sederhana atau homestay serta peningkatan infrastruktur jalan dan lingkungan sekitar.Dengan ketersediaan fasilitas yang memadai, kawasan ini diharapkan dapat tumbuh menjadi destinasi wisata religi yang nyaman, aman, dan mudah dijangkau oleh para pengunjung. Pembangunan ini menjadi bukti kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Keerom dalam membangun tempat yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyejahterakan warga di sekitarnya.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 09:37 WIT
"Tong Masih di Sini": Kreativitas Anak Muda Papua Berkumpul di Papua Kreatif
Papuanewsonline.com, Jayapura – Komunitas kreatif Imaji Papua menggelar “Papua Kreatif: Film, Budaya & Kreativitas” di halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih, Jayapura, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional itu menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda Papua untuk menampilkan karya, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi di bidang ekonomi kreatif.Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kreativitas anak muda Papua terus berkembang dan mampu mengolah kekayaan budaya lokal menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi. Sineas, fotografer, desainer, ilustrator, musisi hingga pelaku UMKM melebur dalam satu ruang untuk memperkuat ekosistem kreatif berbasis komunitas.Kolaborasi Kunci Kembangkan Ekonomi KreatifKetua Imaji Papua Yulika Anastasia mengatakan kolaborasi menjadi kunci agar potensi ekonomi kreatif Papua dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.“Kalau berkolaborasi, akan jauh lebih meyakinkan semua pihak, bisa bergandengan tangan, dan tumbuh bersama. Hari ini tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” ujar Yulika Anastasia.Film “Tong Masih di Sini” Rekam Kehidupan Pelaku Ekonomi LokalSalah satu karya yang menjadi perhatian adalah film dokumenter berdurasi 33 menit berjudul “Tong Masih di Sini”. Film garapan Yulika Anastasia tersebut merekam kehidupan pelaku ekonomi lokal, mulai dari anak muda yang menjadi petani kopi, petani sagu, pedagang pinang hingga petani sayur-mayur. Cerita tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat biasa turut berperan menggerakkan ekonomi daerah.Fashion Show Noken Tampilkan Karya Lima Desainer MudaSemangat serupa terlihat dalam Fashion Show Noken yang menghadirkan lima desainer muda Papua, yakni Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya, Lusi Umbora dan Alfianty Mandosir. Mereka memadukan kearifan lokal dengan sentuhan desain kontemporer.Desainer Agusta Bunai menilai panggung tersebut memberikan ruang penting bagi talenta lokal untuk meningkatkan nilai karya sekaligus memperkenalkan produk Papua kepada khalayak yang lebih luas.“Panggung Papua Kreatif menjadi kesempatan besar untuk memamerkan karya, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, sekaligus menambah jam terbang,” ujar Agusta Bunai.240 Karya Foto Pamerkan Keindahan dan Aktivitas Masyarakat PapuaDari bidang fotografi, sebanyak 240 karya hasil kurasi 34 fotografer muda dipamerkan. Karya tersebut merekam keindahan alam, budaya, aktivitas ekonomi masyarakat hingga perkembangan pembangunan Papua dari perspektif kreator lokal. Koordinator Pameran Yosin Kogoya mengatakan karya fotografi tersebut dihadirkan untuk mengajak publik melihat Papua melalui pengalaman dan cerita masyarakatnya sendiri.Pemerintah Kota Jayapura Dukung Kreativitas Generasi MudaDukungan terhadap kreativitas generasi muda juga disampaikan Pemerintah Kota Jayapura. Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Pemkot Jayapura Sem Meraudje menilai kemampuan anak muda Papua memanfaatkan film, media digital dan seni audio-visual semakin kuat.“Anak-anak muda Papua semakin cerdas dan adaptif memanfaatkan platform digital, film, media sosial, hingga seni audio-visual untuk menceritakan realitas dan keindahan tanah Papua secara utuh kepada dunia,” tegas Sem Meraudje.Menurut Sem Meraudje, karya kreatif tersebut tidak hanya menjadi sarana menjaga identitas budaya, tetapi juga berpotensi membawa nama Papua ke tingkat nasional hingga internasional.“Tong masih ada di sini, tra habis. Daya cinta itu masih ada, masih bisa bangkit dan terus berkarya. Keberadaan ini membawa nilai-nilai positif bagi tanah ini,” pungkas Sem Meraudje.Papua Kreatif pun menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkenalkan wajah Papua yang kaya budaya, produktif, adaptif dan penuh peluang. Penulis: HendrikEditor: OF
16 Agu 2026, 23:07 WIT
"Di Bawah Langit Timur": Kisah Cinta Tanah Air dari Tanah Papua
Papuanewsonline.com, Papua — Sebuah karya sinematik penuh makna hadir menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Film pendek musikal berjudul "Di Bawah Langit Timur" yang disutradarai oleh Abet Fahmi mengambil latar di Distrik Wamena, Papua Selatan, mengisahkan perjalanan seorang anak bernama Libo dari pedalaman menuju upacara pengibaran bendera. Perjalanan itu menjadi jendela untuk menyampaikan pesan tentang perjuangan, harapan, persatuan, dan kecintaan kepada Indonesia dari perspektif bagian timur negeri ini.Sutradara memilih Papua bukan sekadar sebagai latar yang indah, melainkan untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki luas yang tercermin dari kekayaan kisah di setiap penjuru tanah air. "Kemerdekaan itu harus dirasakan sebagai milik semua orang, dari Sabang sampai Merauke," ujar Abet. Demi menjaga kejujuran cerita, pemeran utama pun dipilih anak Papua asli yang tinggal di sana, bukan berdasarkan popularitas, melainkan kesesuaian karakter agar terasa natural dan dekat dengan kehidupan masyarakat sesungguhnya.Film ini tidak mengajak kita menyamakan segala sesuatu agar bersatu, melainkan mengajak melihat Indonesia sebagai rumah bersama yang dibangun dari beragam budaya, bahasa, dan tradisi. Melengkapi pesan tersebut, lagu "Fajar Indonesia" yang mengiringi karya ini merangkai kearifan lokal dari berbagai suku bangsa, mulai dari Bugis, Mandar, Dayak, Jawa, Sunda, Minangkabau, hingga Batak menjadi satu melodi persaudaraan yang menyentuh hati.Musik dan liriknya lahir dari semangat cinta tanah air yang tulus, bahwa mengabdi pada negeri adalah panggilan sejati setiap anak bangsa. Nasionalisme, menurut pesan yang disampaikan, bukan sekadar tuntutan kepada orang lain, melainkan kesadaran dari dalam diri sendiri untuk mencintai dan mengabdi kepada Indonesia sepanjang hayat. Pesan yang sederhana namun mendalam itu menyatu dengan alur cerita yang hangat dan menyentuh jiwa.Penulis: JidEditor: OF
16 Agu 2026, 14:59 WIT
Jelang Muktamar ke-35 NU, Forbes NU 26 Dorong Evaluasi Menyeluruh Terkait Konsesi Tambang
Papuanewsonline.com, Bogor — Dua belas hari menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Forum Bersama (Forbes) NU 26 menggelar Rembug Warga NU Jabodetabek di Institut Pertanian Bogor, Sabtu (15/8/2026). Diskusi bertajuk “Tambang Ormas NU: Menimbang Fikih, Kemandirian Ekonomi, dan Keberlanjutan Lingkungan” digelar sebulan setelah Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan yang mengoreksi dasar hukum pemberian izin pertambangan kepada organisasi kemasyarakatan.Forum menegaskan bahwa persoalan konsesi tambang tidak cukup dinilai dari pertanyaan fikih semata soal “boleh atau tidak boleh”. Lebih dari itu, keputusan tersebut menyangkut kehormatan organisasi, kemandirian ekonomi, keadilan sosial dan gender, keselamatan warga, serta kelestarian lingkungan hidup. Semua aspek itu harus dipertimbangkan secara utuh dan seimbang sebelum mengambil keputusan yang berjangka panjang.Putusan MK Nomor 160/PUU-XXIII/2025 menegaskan bahwa frasa “pemberian prioritas” dalam UU Minerba tidak boleh dimaknai sebagai penunjukan langsung. Jika pun diberikan prioritas, harus didasarkan pada parameter yang jelas, penilaian objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketidakjelasan prosedur dinilai berpotensi membuka ruang yang merugikan lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang.Dr. Ivanovich Agusta mengingatkan bahwa persoalan tambang harus dilihat sekaligus dengan persoalan kemandirian desa. “Jangan sampai desa kehilangan uang untuk membiayai koperasi, lalu kehilangan tanah untuk membiayai tambang. Kalau nilai tambahnya dibawa keluar, sementara desa hanya menanggung dampaknya, itu bukan kemandirian desa,” tegasnya. Pembangunan pun sebaiknya memperkuat kemampuan warga mengelola kekayaan sendiri, bukan justru menciptakan ketergantungan baru.Penulis: JidEditor: OF
16 Agu 2026, 14:53 WIT