logo-website
Minggu, 03 Mei 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Pria Ditemukan Tewas Di Belakang Grapari Timika, Tiga Terduga Pelaku Diburu Polisi Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria ditemukan meninggal dunia dengan luka serius di kawasan Jalan Hasanuddin, tepatnya di belakang kantor Grapari Timika, Papua Tengah, pada dini hari Minggu. Kejadian itu pertama kali diketahui sekitar pukul 01.00 WIT, saat warga sekitar mendengar suara keributan dan kemudian menemukan korban terbaring tak berdaya di lokasi tersebut. (03/05/26)Menurut keterangan saksi mata, sebelum kejadian berakhir tragis, terlihat tiga orang pria yang diduga sebagai pelaku berusaha mengajak dan menarik korban keluar dari halaman rumah. Salah satu di antara mereka sempat membujuk dengan ucapan, “Kau keluar kau aman”. Tak lama setelah itu, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri, sedangkan ketiga orang tersebut segera pergi meninggalkan tempat kejadian.Warga yang menyaksikan peristiwa itu langsung melaporkannya ke pihak berwajib. Kurang lebih 15 menit kemudian, petugas kepolisian tiba dan segera mengamankan lokasi kejadian untuk keperluan penyelidikan. Petugas juga telah memeriksa para saksi dan masih berusaha mengetahui jati diri korban yang hingga kini belum teridentifikasi secara jelas.Jenazah korban kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Mimika untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan bahwa penanganan kasus masih berlangsung aktif, dengan upaya pengejaran terhadap ketiga tersangka serta penelusuran rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi guna melengkapi bukti penyelidikan.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 19:56 WIT
Piknik Buku di Mimika, Kolaborasi Singgah Baca dan Mimika Book Party Dorong Semangat Literasi Papuanewsonline.com, Mimika — Komunitas Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party menggelar kegiatan Piknik Buku pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di area Perpustakaan Kuala Kencana ini diikuti sekitar 18 peserta, terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan rangkaian aktivitas literasi yang santai namun bermakna.Pendiri Singgah Baca, Dina Resky, menjelaskan bahwa kegiatan ini diawali dengan sesi berbagi buku. Para peserta duduk santai di atas rumput sambil menikmati jajanan, sembari menceritakan buku yang mereka bawa maupun buku favorit masing-masing.“Jadi, kegiatan hari ini adalah Piknik Buku. Kali ini Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party. Peserta yang ikut sekitar 18 orang. Kami berbagi cerita tentang buku dalam suasana santai di ruang terbuka,” ujarnya.Setelah sesi berbagi, kegiatan dilanjutkan di dalam Perpustakaan Kuala Kencana dengan sesi journaling yang dipandu oleh Zara Meutia, seorang pegiat journaling. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menuliskan hal-hal yang disyukuri serta melakukan refleksi diri melalui jurnal yang telah disediakan.Dina berharap kegiatan Piknik Buku dapat menjadi agenda rutin, misalnya sebulan sekali, serta terus melibatkan kolaborasi dengan berbagai pegiat literasi lainnya.“Ke depan, kami ingin kegiatan ini bisa dilakukan di berbagai tempat. Namun, keterbatasan ruang terbuka hijau di Timika menjadi tantangan tersendiri,” tambahnya.Selain Piknik Buku, Singgah Baca juga berencana mengembangkan program lain seperti diskusi buku dan kegiatan literasi untuk anak-anak. Komunitas ini juga memiliki taman baca yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang belajar dan berbagi.Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat kembali membiasakan diri membaca buku serta menularkan semangat literasi kepada lingkungan sekitar.“Semoga ke depan semakin banyak taman baca independen yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 03 Mei 2026, 19:53 WIT
SK Kepala Kampung Ayuka Berakhir 2025 dan Belum Diperpanjang, Kegiatan Pembangunan Terhambat Papuanewsonline.com, Mimika — Surat Keputusan (SK) masa jabatan Kepala Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, berakhir pada tahun 2025 dan hingga kini belum diperpanjang. Akibatnya, tidak ada realisasi kegiatan pembangunan dari dana pemerintah di kampung tersebut sepanjang tahun ini.Hal itu disampaikan Kepala Kampung Ayuka, Fransiskus Mitapo, saat diwawancarai Media papuanewsonline,com, Jumat 30 April 2026.SK Berakhir 2025, Belum Ada SK Baru  Fransiskus menjelaskan, SK masa jabatannya berakhir pada tahun 2025. Namun hingga akhir April 2026, ia belum menerima SK perpanjangan dari Bupati Mimika. “Ini SK belum dapat. Mulai dari yang melanjutkan dua tahun itu yang belum,” ujarnya.Dengan demikian, sejak SK lama berakhir di 2025, ia tetap menjalankan tugas pemerintahan kampung tanpa dasar hukum yang baru.Saat ditanya apakah sudah ada instruksi dari Bupati terkait perpanjangan SK, Fransiskus menjawab, “Tidak, sampai hari ini belum ada. Tidak ada instruksi apapun.”Menurutnya, mekanisme perpanjangan SK dimulai dari usulan kampung ke distrik, diteruskan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), lalu ke Bupati untuk ditandatangani.Pembangunan Minim Sejak 2024  Ditanya soal pembangunan dari pemerintah dalam dua tahun terakhir, Fransiskus menyebut hanya ada dua item. “Lampu. Lampu jalan. Lalu sama jembatan. Jembatan terapung. Lampu jembatan terapung,” katanya.Untuk kebutuhan air bersih, warga Ayuka hanya mengandalkan dana kampung. “Air bersih cuma dari dana kampung,” ujar Fransiskus.Dampak: Nol Realisasi Kegiatan 2025  Tanpa SK perpanjangan, Fransiskus menegaskan tidak ada realisasi kegiatan di Kampung Ayuka sepanjang 2025. “Karena begini, 2025 ini saja belum ada realisasi kegiatan apapun,” tegasnya.Akses Informasi Warga Terbatas  Media papuanewsonline,com bersama  ketua komunitas pemuda kei Edoardus Rahawadan. Dan tim lainnya dari beberapa media yang turun ke lapangan menilai masyarakat kesulitan mengakses informasi valid soal pembangunan. “Masyarakat sendiri karena susah akses ke media.Pemkab Mimika Belum Beri Keterangan  Hingga berita ini diturunkan, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada DPMK Mimika dan Bagian Pemerintahan Setda Mimika terkait:  1. Alasan belum diterbitkannya SK perpanjangan Kepala Kampung Ayuka pasca SK lama berakhir 2025,  2. Dampak hukum terhadap pelayanan dan pencairan dana desa di Kampung Ayuka.Papuanewsonline.com akan memperbarui berita ini setelah mendapat keterangan resmi dari para pihak. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Mei 2026, 14:51 WIT
Kemarau Lumpuhkan Akses Air Bersih di Ayuka, Warga Mengaku “Setengah Mati” Bertahan Hidup Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali mengeluhkan krisis air bersih saat musim kemarau. Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, menyebut kondisi itu membuat warga “setengah mati” mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.“Di sini kalau pas musim kemarau, woi, paling setengah mati sekali. Susah air betul,” kata Robertus saat berbincang santai dengan media Papuanewsonline.com_, Jumat 30 April 2026.Menurutnya, warga hanya bisa mengandalkan depot air isi ulang atau tadah hujan. Namun kedua opsi itu tidak selalu tersedia. “Tunggu depot juga kadang masuk, kadang tidak. Kalau ditunggu hujan baru depot bisa masuk. Kalau tidak hujan, dia mau ambil dari mana?” ujarnya.Konsumsi Air Tak Layak  Robertus mengaku warga terpaksa menggunakan alternatif yang berisiko bagi kesehatan. “Kadang cuma pakai kapur untuk kasih segar rasanya. Kalau memang tidak ada sama sekali, pakai air pompa saja. Itu direbus untuk masak, tapi kita tidak tahu dampaknya ke tubuh seperti apa,” kata dia.Harap Perhatian Pemerintah  Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius kepada warga pesisir. “Jadi kami minta ke pemerintah, tolong kami di pesisir ini diperhatikan betul. Kami sangat membutuhkan air. Air itu untuk kehidupan, untuk kita manusia,” tegas Robertus.Hingga berita ini terbit, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi dari Dinas PUPR Mimika dan Distrik Mimika Tengah terkait solusi jangka pendek dan jangka panjang krisis air bersih di Kampung Ayuka. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Mei 2026, 14:33 WIT
Hardiknas 2026 di Banyuwangi, Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan Harus Cerdaskan Bangsa Papuanewsonline.com, Banyuwangi — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam menegaskan arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2026).Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah. Mendikdasmen Abdul Mu’ti tampil mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi sebagai simbol penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah suasana Indonesia yang aman dan damai.“Pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga berperan membentuk watak dan peradaban yang bermartabat,” ujarnya di hadapan peserta upacara.Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, sehat, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.Kemendikdasmen, lanjut Abdul Mu’ti, saat ini terus mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai salah satu prioritas nasional. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada murid.Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki. Karena itu, upaya perbaikan pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas sebagai tempat utama proses pembelajaran berlangsung.Selain penguatan metode belajar, pemerintah juga terus mempercepat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Hingga 2025, revitalisasi disebut telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.Sementara itu, program digitalisasi pembelajaran melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel telah diterapkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar secara lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Guru dinilai tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu membangun karakter peserta didik secara menyeluruh.Selain itu, penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman terus didorong melalui konsep ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Lingkungan belajar yang baik diyakini akan mendukung tumbuhnya semangat belajar dan kreativitas siswa.Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi turut dimeriahkan dengan pagelaran budaya “Kuntulan Ewon” yang melibatkan sekitar 1.100 pelajar. Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi, keberagaman, dan semangat persatuan dalam dunia pendidikan Indonesia.Melalui momentum Hardiknas tahun ini, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan arah besar pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat melalui pembelajaran yang bermakna bagi seluruh anak bangsa. (GF)  03 Mei 2026, 14:24 WIT
Perusahaan Korea Selatan Lirik UMKM Indonesia untuk Proyek Energi Berbasis Tanaman Papuanewsonline.com, Jakarta — Peluang kerja sama internasional kembali terbuka bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Kali ini, perusahaan asal Korea Selatan, Pisphere Company, menunjukkan ketertarikannya untuk menjalin kolaborasi bersama Sinergi UMKM Indonesia dalam pengembangan proyek energi berbasis tanaman di sejumlah daerah di Indonesia.Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Canton 108, kawasan Astha District 8 SCBD, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas rencana kerja sama di sektor agro energi yang berfokus pada pemanfaatan tanaman sebagai sumber energi terbarukan sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.Kerja sama ini dirancang tidak hanya untuk mendukung pengembangan energi ramah lingkungan, tetapi juga membuka ruang keterlibatan langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM di sektor pertanian serta perkebunan. Wilayah Indonesia Timur seperti NTT, Ambon, dan Papua disebut menjadi salah satu fokus utama implementasi proyek tersebut.CEO Pisphere Company, Kang Byeong Ju, menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi kolaborasi bersama Sinergi UMKM Indonesia. Pihaknya menilai pengalaman organisasi tersebut dalam mendampingi masyarakat akar rumput menjadi nilai penting untuk memastikan proyek berjalan efektif di lapangan.Menurut Pisphere, pendekatan berbasis komunitas menjadi faktor utama keberhasilan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Dengan keterlibatan langsung masyarakat, proyek dinilai tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam pengelolaan sumber daya berkelanjutan.Direktur Pengembangan Bisnis Sinergi UMKM Indonesia, M. Robi Bratawijaya, menyebut kerja sama tersebut sebagai peluang strategis bagi pengembangan UMKM nasional. “Ini adalah kesempatan strategis untuk mendorong pemberdayaan UMKM melalui keterlibatan langsung dalam proyek energi berbasis tanaman yang berkelanjutan,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam proyek ini diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi baru, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pengembangan industri energi modern.Selain membahas rencana teknis proyek, pertemuan itu juga menjadi momentum penguatan hubungan antar kedua pihak untuk membangun kerja sama jangka panjang di bidang pengembangan ekonomi hijau berbasis komunitas.Dalam agenda tersebut turut hadir CEO Sinergi UMKM Indonesia Widhiyani Mokhamad, Direktur Program Haryono, SE., serta Direktur Kerjasama dan Komunikasi Andi Wardana. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menunjukkan keseriusan Sinergi UMKM Indonesia dalam mempersiapkan program kolaborasi internasional tersebut.Rencananya, proyek energi berbasis tanaman ini akan mulai berjalan pada Juli 2026 mendatang. Sebelum implementasi dilakukan, Sinergi UMKM Indonesia akan melakukan pendataan masyarakat, pemetaan potensi wilayah, serta persiapan infrastruktur pendukung di lokasi sasaran.Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat di Indonesia. Selain mendukung transisi energi ramah lingkungan, proyek tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal melalui keterlibatan aktif UMKM dalam rantai produksi energi masa depan. (GF) 03 Mei 2026, 14:22 WIT
Pilihan Redaksi
Pria Ditemukan Tewas Di Belakang Grapari Timika, Tiga Terduga Pelaku Diburu Polisi Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria ditemukan meninggal dunia dengan luka serius di kawasan Jalan Hasanuddin, tepatnya di belakang kantor Grapari Timika, Papua Tengah, pada dini hari Minggu. Kejadian itu pertama kali diketahui sekitar pukul 01.00 WIT, saat warga sekitar mendengar suara keributan dan kemudian menemukan korban terbaring tak berdaya di lokasi tersebut. (03/05/26)Menurut keterangan saksi mata, sebelum kejadian berakhir tragis, terlihat tiga orang pria yang diduga sebagai pelaku berusaha mengajak dan menarik korban keluar dari halaman rumah. Salah satu di antara mereka sempat membujuk dengan ucapan, “Kau keluar kau aman”. Tak lama setelah itu, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri, sedangkan ketiga orang tersebut segera pergi meninggalkan tempat kejadian.Warga yang menyaksikan peristiwa itu langsung melaporkannya ke pihak berwajib. Kurang lebih 15 menit kemudian, petugas kepolisian tiba dan segera mengamankan lokasi kejadian untuk keperluan penyelidikan. Petugas juga telah memeriksa para saksi dan masih berusaha mengetahui jati diri korban yang hingga kini belum teridentifikasi secara jelas.Jenazah korban kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Mimika untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan bahwa penanganan kasus masih berlangsung aktif, dengan upaya pengejaran terhadap ketiga tersangka serta penelusuran rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi guna melengkapi bukti penyelidikan.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 19:56 WIT
Piknik Buku di Mimika, Kolaborasi Singgah Baca dan Mimika Book Party Dorong Semangat Literasi Papuanewsonline.com, Mimika — Komunitas Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party menggelar kegiatan Piknik Buku pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di area Perpustakaan Kuala Kencana ini diikuti sekitar 18 peserta, terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan rangkaian aktivitas literasi yang santai namun bermakna.Pendiri Singgah Baca, Dina Resky, menjelaskan bahwa kegiatan ini diawali dengan sesi berbagi buku. Para peserta duduk santai di atas rumput sambil menikmati jajanan, sembari menceritakan buku yang mereka bawa maupun buku favorit masing-masing.“Jadi, kegiatan hari ini adalah Piknik Buku. Kali ini Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party. Peserta yang ikut sekitar 18 orang. Kami berbagi cerita tentang buku dalam suasana santai di ruang terbuka,” ujarnya.Setelah sesi berbagi, kegiatan dilanjutkan di dalam Perpustakaan Kuala Kencana dengan sesi journaling yang dipandu oleh Zara Meutia, seorang pegiat journaling. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menuliskan hal-hal yang disyukuri serta melakukan refleksi diri melalui jurnal yang telah disediakan.Dina berharap kegiatan Piknik Buku dapat menjadi agenda rutin, misalnya sebulan sekali, serta terus melibatkan kolaborasi dengan berbagai pegiat literasi lainnya.“Ke depan, kami ingin kegiatan ini bisa dilakukan di berbagai tempat. Namun, keterbatasan ruang terbuka hijau di Timika menjadi tantangan tersendiri,” tambahnya.Selain Piknik Buku, Singgah Baca juga berencana mengembangkan program lain seperti diskusi buku dan kegiatan literasi untuk anak-anak. Komunitas ini juga memiliki taman baca yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang belajar dan berbagi.Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat kembali membiasakan diri membaca buku serta menularkan semangat literasi kepada lingkungan sekitar.“Semoga ke depan semakin banyak taman baca independen yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 03 Mei 2026, 19:53 WIT
SK Kepala Kampung Ayuka Berakhir 2025 dan Belum Diperpanjang, Kegiatan Pembangunan Terhambat Papuanewsonline.com, Mimika — Surat Keputusan (SK) masa jabatan Kepala Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, berakhir pada tahun 2025 dan hingga kini belum diperpanjang. Akibatnya, tidak ada realisasi kegiatan pembangunan dari dana pemerintah di kampung tersebut sepanjang tahun ini.Hal itu disampaikan Kepala Kampung Ayuka, Fransiskus Mitapo, saat diwawancarai Media papuanewsonline,com, Jumat 30 April 2026.SK Berakhir 2025, Belum Ada SK Baru  Fransiskus menjelaskan, SK masa jabatannya berakhir pada tahun 2025. Namun hingga akhir April 2026, ia belum menerima SK perpanjangan dari Bupati Mimika. “Ini SK belum dapat. Mulai dari yang melanjutkan dua tahun itu yang belum,” ujarnya.Dengan demikian, sejak SK lama berakhir di 2025, ia tetap menjalankan tugas pemerintahan kampung tanpa dasar hukum yang baru.Saat ditanya apakah sudah ada instruksi dari Bupati terkait perpanjangan SK, Fransiskus menjawab, “Tidak, sampai hari ini belum ada. Tidak ada instruksi apapun.”Menurutnya, mekanisme perpanjangan SK dimulai dari usulan kampung ke distrik, diteruskan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), lalu ke Bupati untuk ditandatangani.Pembangunan Minim Sejak 2024  Ditanya soal pembangunan dari pemerintah dalam dua tahun terakhir, Fransiskus menyebut hanya ada dua item. “Lampu. Lampu jalan. Lalu sama jembatan. Jembatan terapung. Lampu jembatan terapung,” katanya.Untuk kebutuhan air bersih, warga Ayuka hanya mengandalkan dana kampung. “Air bersih cuma dari dana kampung,” ujar Fransiskus.Dampak: Nol Realisasi Kegiatan 2025  Tanpa SK perpanjangan, Fransiskus menegaskan tidak ada realisasi kegiatan di Kampung Ayuka sepanjang 2025. “Karena begini, 2025 ini saja belum ada realisasi kegiatan apapun,” tegasnya.Akses Informasi Warga Terbatas  Media papuanewsonline,com bersama  ketua komunitas pemuda kei Edoardus Rahawadan. Dan tim lainnya dari beberapa media yang turun ke lapangan menilai masyarakat kesulitan mengakses informasi valid soal pembangunan. “Masyarakat sendiri karena susah akses ke media.Pemkab Mimika Belum Beri Keterangan  Hingga berita ini diturunkan, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada DPMK Mimika dan Bagian Pemerintahan Setda Mimika terkait:  1. Alasan belum diterbitkannya SK perpanjangan Kepala Kampung Ayuka pasca SK lama berakhir 2025,  2. Dampak hukum terhadap pelayanan dan pencairan dana desa di Kampung Ayuka.Papuanewsonline.com akan memperbarui berita ini setelah mendapat keterangan resmi dari para pihak. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Mei 2026, 14:51 WIT
Kemarau Lumpuhkan Akses Air Bersih di Ayuka, Warga Mengaku “Setengah Mati” Bertahan Hidup Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali mengeluhkan krisis air bersih saat musim kemarau. Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, menyebut kondisi itu membuat warga “setengah mati” mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.“Di sini kalau pas musim kemarau, woi, paling setengah mati sekali. Susah air betul,” kata Robertus saat berbincang santai dengan media Papuanewsonline.com_, Jumat 30 April 2026.Menurutnya, warga hanya bisa mengandalkan depot air isi ulang atau tadah hujan. Namun kedua opsi itu tidak selalu tersedia. “Tunggu depot juga kadang masuk, kadang tidak. Kalau ditunggu hujan baru depot bisa masuk. Kalau tidak hujan, dia mau ambil dari mana?” ujarnya.Konsumsi Air Tak Layak  Robertus mengaku warga terpaksa menggunakan alternatif yang berisiko bagi kesehatan. “Kadang cuma pakai kapur untuk kasih segar rasanya. Kalau memang tidak ada sama sekali, pakai air pompa saja. Itu direbus untuk masak, tapi kita tidak tahu dampaknya ke tubuh seperti apa,” kata dia.Harap Perhatian Pemerintah  Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius kepada warga pesisir. “Jadi kami minta ke pemerintah, tolong kami di pesisir ini diperhatikan betul. Kami sangat membutuhkan air. Air itu untuk kehidupan, untuk kita manusia,” tegas Robertus.Hingga berita ini terbit, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi dari Dinas PUPR Mimika dan Distrik Mimika Tengah terkait solusi jangka pendek dan jangka panjang krisis air bersih di Kampung Ayuka. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Mei 2026, 14:33 WIT
Hardiknas 2026 di Banyuwangi, Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan Harus Cerdaskan Bangsa Papuanewsonline.com, Banyuwangi — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam menegaskan arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2026).Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah. Mendikdasmen Abdul Mu’ti tampil mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi sebagai simbol penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah suasana Indonesia yang aman dan damai.“Pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga berperan membentuk watak dan peradaban yang bermartabat,” ujarnya di hadapan peserta upacara.Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, sehat, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.Kemendikdasmen, lanjut Abdul Mu’ti, saat ini terus mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai salah satu prioritas nasional. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada murid.Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki. Karena itu, upaya perbaikan pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas sebagai tempat utama proses pembelajaran berlangsung.Selain penguatan metode belajar, pemerintah juga terus mempercepat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Hingga 2025, revitalisasi disebut telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.Sementara itu, program digitalisasi pembelajaran melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel telah diterapkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar secara lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Guru dinilai tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu membangun karakter peserta didik secara menyeluruh.Selain itu, penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman terus didorong melalui konsep ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Lingkungan belajar yang baik diyakini akan mendukung tumbuhnya semangat belajar dan kreativitas siswa.Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi turut dimeriahkan dengan pagelaran budaya “Kuntulan Ewon” yang melibatkan sekitar 1.100 pelajar. Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi, keberagaman, dan semangat persatuan dalam dunia pendidikan Indonesia.Melalui momentum Hardiknas tahun ini, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan arah besar pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat melalui pembelajaran yang bermakna bagi seluruh anak bangsa. (GF)  03 Mei 2026, 14:24 WIT
Perusahaan Korea Selatan Lirik UMKM Indonesia untuk Proyek Energi Berbasis Tanaman Papuanewsonline.com, Jakarta — Peluang kerja sama internasional kembali terbuka bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Kali ini, perusahaan asal Korea Selatan, Pisphere Company, menunjukkan ketertarikannya untuk menjalin kolaborasi bersama Sinergi UMKM Indonesia dalam pengembangan proyek energi berbasis tanaman di sejumlah daerah di Indonesia.Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Canton 108, kawasan Astha District 8 SCBD, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas rencana kerja sama di sektor agro energi yang berfokus pada pemanfaatan tanaman sebagai sumber energi terbarukan sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.Kerja sama ini dirancang tidak hanya untuk mendukung pengembangan energi ramah lingkungan, tetapi juga membuka ruang keterlibatan langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM di sektor pertanian serta perkebunan. Wilayah Indonesia Timur seperti NTT, Ambon, dan Papua disebut menjadi salah satu fokus utama implementasi proyek tersebut.CEO Pisphere Company, Kang Byeong Ju, menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi kolaborasi bersama Sinergi UMKM Indonesia. Pihaknya menilai pengalaman organisasi tersebut dalam mendampingi masyarakat akar rumput menjadi nilai penting untuk memastikan proyek berjalan efektif di lapangan.Menurut Pisphere, pendekatan berbasis komunitas menjadi faktor utama keberhasilan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Dengan keterlibatan langsung masyarakat, proyek dinilai tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam pengelolaan sumber daya berkelanjutan.Direktur Pengembangan Bisnis Sinergi UMKM Indonesia, M. Robi Bratawijaya, menyebut kerja sama tersebut sebagai peluang strategis bagi pengembangan UMKM nasional. “Ini adalah kesempatan strategis untuk mendorong pemberdayaan UMKM melalui keterlibatan langsung dalam proyek energi berbasis tanaman yang berkelanjutan,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam proyek ini diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi baru, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pengembangan industri energi modern.Selain membahas rencana teknis proyek, pertemuan itu juga menjadi momentum penguatan hubungan antar kedua pihak untuk membangun kerja sama jangka panjang di bidang pengembangan ekonomi hijau berbasis komunitas.Dalam agenda tersebut turut hadir CEO Sinergi UMKM Indonesia Widhiyani Mokhamad, Direktur Program Haryono, SE., serta Direktur Kerjasama dan Komunikasi Andi Wardana. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menunjukkan keseriusan Sinergi UMKM Indonesia dalam mempersiapkan program kolaborasi internasional tersebut.Rencananya, proyek energi berbasis tanaman ini akan mulai berjalan pada Juli 2026 mendatang. Sebelum implementasi dilakukan, Sinergi UMKM Indonesia akan melakukan pendataan masyarakat, pemetaan potensi wilayah, serta persiapan infrastruktur pendukung di lokasi sasaran.Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat di Indonesia. Selain mendukung transisi energi ramah lingkungan, proyek tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal melalui keterlibatan aktif UMKM dalam rantai produksi energi masa depan. (GF) 03 Mei 2026, 14:22 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Piknik Buku di Mimika, Kolaborasi Singgah Baca dan Mimika Book Party Dorong Semangat Literasi Papuanewsonline.com, Mimika — Komunitas Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party menggelar kegiatan Piknik Buku pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di area Perpustakaan Kuala Kencana ini diikuti sekitar 18 peserta, terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan rangkaian aktivitas literasi yang santai namun bermakna.Pendiri Singgah Baca, Dina Resky, menjelaskan bahwa kegiatan ini diawali dengan sesi berbagi buku. Para peserta duduk santai di atas rumput sambil menikmati jajanan, sembari menceritakan buku yang mereka bawa maupun buku favorit masing-masing.“Jadi, kegiatan hari ini adalah Piknik Buku. Kali ini Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party. Peserta yang ikut sekitar 18 orang. Kami berbagi cerita tentang buku dalam suasana santai di ruang terbuka,” ujarnya.Setelah sesi berbagi, kegiatan dilanjutkan di dalam Perpustakaan Kuala Kencana dengan sesi journaling yang dipandu oleh Zara Meutia, seorang pegiat journaling. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menuliskan hal-hal yang disyukuri serta melakukan refleksi diri melalui jurnal yang telah disediakan.Dina berharap kegiatan Piknik Buku dapat menjadi agenda rutin, misalnya sebulan sekali, serta terus melibatkan kolaborasi dengan berbagai pegiat literasi lainnya.“Ke depan, kami ingin kegiatan ini bisa dilakukan di berbagai tempat. Namun, keterbatasan ruang terbuka hijau di Timika menjadi tantangan tersendiri,” tambahnya.Selain Piknik Buku, Singgah Baca juga berencana mengembangkan program lain seperti diskusi buku dan kegiatan literasi untuk anak-anak. Komunitas ini juga memiliki taman baca yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang belajar dan berbagi.Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat kembali membiasakan diri membaca buku serta menularkan semangat literasi kepada lingkungan sekitar.“Semoga ke depan semakin banyak taman baca independen yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 03 Mei 2026, 19:53 WIT
Kemarau Lumpuhkan Akses Air Bersih di Ayuka, Warga Mengaku “Setengah Mati” Bertahan Hidup Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali mengeluhkan krisis air bersih saat musim kemarau. Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, menyebut kondisi itu membuat warga “setengah mati” mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.“Di sini kalau pas musim kemarau, woi, paling setengah mati sekali. Susah air betul,” kata Robertus saat berbincang santai dengan media Papuanewsonline.com_, Jumat 30 April 2026.Menurutnya, warga hanya bisa mengandalkan depot air isi ulang atau tadah hujan. Namun kedua opsi itu tidak selalu tersedia. “Tunggu depot juga kadang masuk, kadang tidak. Kalau ditunggu hujan baru depot bisa masuk. Kalau tidak hujan, dia mau ambil dari mana?” ujarnya.Konsumsi Air Tak Layak  Robertus mengaku warga terpaksa menggunakan alternatif yang berisiko bagi kesehatan. “Kadang cuma pakai kapur untuk kasih segar rasanya. Kalau memang tidak ada sama sekali, pakai air pompa saja. Itu direbus untuk masak, tapi kita tidak tahu dampaknya ke tubuh seperti apa,” kata dia.Harap Perhatian Pemerintah  Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius kepada warga pesisir. “Jadi kami minta ke pemerintah, tolong kami di pesisir ini diperhatikan betul. Kami sangat membutuhkan air. Air itu untuk kehidupan, untuk kita manusia,” tegas Robertus.Hingga berita ini terbit, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi dari Dinas PUPR Mimika dan Distrik Mimika Tengah terkait solusi jangka pendek dan jangka panjang krisis air bersih di Kampung Ayuka. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Mei 2026, 14:33 WIT
Hardiknas 2026 di Banyuwangi, Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan Harus Cerdaskan Bangsa Papuanewsonline.com, Banyuwangi — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam menegaskan arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2026).Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah. Mendikdasmen Abdul Mu’ti tampil mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi sebagai simbol penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah suasana Indonesia yang aman dan damai.“Pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga berperan membentuk watak dan peradaban yang bermartabat,” ujarnya di hadapan peserta upacara.Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, sehat, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.Kemendikdasmen, lanjut Abdul Mu’ti, saat ini terus mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai salah satu prioritas nasional. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada murid.Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki. Karena itu, upaya perbaikan pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas sebagai tempat utama proses pembelajaran berlangsung.Selain penguatan metode belajar, pemerintah juga terus mempercepat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Hingga 2025, revitalisasi disebut telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.Sementara itu, program digitalisasi pembelajaran melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel telah diterapkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar secara lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Guru dinilai tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu membangun karakter peserta didik secara menyeluruh.Selain itu, penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman terus didorong melalui konsep ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Lingkungan belajar yang baik diyakini akan mendukung tumbuhnya semangat belajar dan kreativitas siswa.Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi turut dimeriahkan dengan pagelaran budaya “Kuntulan Ewon” yang melibatkan sekitar 1.100 pelajar. Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi, keberagaman, dan semangat persatuan dalam dunia pendidikan Indonesia.Melalui momentum Hardiknas tahun ini, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan arah besar pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat melalui pembelajaran yang bermakna bagi seluruh anak bangsa. (GF)  03 Mei 2026, 14:24 WIT
AI Ignition Road to Timika, Dorong Kompetensi Generasi Muda Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah daerah Kabupaten Mimika mendukung kegiatan Artificial Intelligence Training: AI Ignition Road to Timika yang diselenggarakan pada Kamis, 30 April 2026. Pemerintah daerah mendukung kegiatan ini dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi era digital dengan tuntutan ketepatan dan kompetensi tinggi.Sambutan Bupati Mimika yang diwakili Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Pemerintah daerah menginginkan adanya hasil nyata dari setiap peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.“Pelatihan ini harus menghasilkan output yang jelas. Setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan peningkatan kompetensi, baik melalui karya, gagasan, maupun pemahaman yang dapat langsung diterapkan dalam tugas dan fungsi masing-masing,” ujarnya.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa implementasi pasca pelatihan menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini. Ilmu yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti inovasi pelayanan publik, peningkatan kinerja organisasi, serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam mendukung pembangunan daerah.Selain itu, penggunaan teknologi juga harus dibarengi dengan etika dan tanggung jawab. Kemajuan teknologi, menurutnya, harus sejalan dengan integritas agar tidak disalahgunakan.“Gunakan AI untuk hal-hal yang produktif, bermanfaat, serta tidak melanggar norma dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.Pemerintah daerah juga menaruh harapan besar kepada para peserta sebagai generasi yang akan menentukan arah kemajuan Mimika ke depan. Para peserta diminta memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal dan membuktikan bahwa pelatihan tersebut mampu memberikan dampak nyata.Dalam kesempatan itu, pemerintah turut menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting, terlebih karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di Papua.Kegiatan ini juga diharapkan menjadi peluang berharga, khususnya bagi generasi muda dan pelajar, untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi.Di akhir sambutannya, pemerintah berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik, memahami setiap materi yang diberikan, serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja. Penulis: Bim Editor: GF 30 Apr 2026, 19:39 WIT
Pelatihan AI di Mimika Jadi Langkah Awal Transformasi Digital Papua Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika menyatakan komitmennya dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis teknologi digital melalui dukungan terhadap penyelenggaraan pelatihan Artificial Intelligence (AI) Ignition Road to Timika. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers usai pembukaan kegiatan pada Kamis (30/4/2026).Perwakilan Pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten I Setda Ananias Faot, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang menyasar generasi muda dan pelaku usaha di daerah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkenalkan teknologi AI kepada masyarakat.“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Pelatihan ini sangat bermanfaat sebagai pintu masuk bagi masyarakat untuk memahami teknologi digital. Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan serupa ke depan,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi multipihak, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT Freeport Indonesia, serta mitra internasional.Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong transformasi pembangunan di Papua, mengingat keterbatasan yang dimiliki pemerintah.“Kegiatan ini bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan Papua yang cerdas, sehat, dan produktif. Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional, tetapi harus menggunakan pendekatan dan metode baru,” jelasnya.Velix juga menjelaskan bahwa keberadaan Komite Eksekutif Papua merupakan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Nomor 2 Tahun 2021, yang berfungsi mengoordinasikan dan menyinergikan program pembangunan di Papua, sekaligus menghindari ego sektoral antar lembaga.“Kami menggerakkan dua sayap, yakni percepatan pembangunan nasional dan penguatan otonomi khusus di Papua, agar program dan pendanaan dapat berjalan selaras,” tambahnya.Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat internasional dari Google sebagai nilai tambah dalam meningkatkan kompetensi mereka di bidang teknologi.Perwakilan PT Freeport Indonesia, Yoshua Gombo, Ph.D, turut menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM di Papua melalui berbagai program, termasuk pelatihan AI ini.“Kami percaya pembangunan Papua harus dilakukan secara kolaboratif. Pengembangan SDM menjadi sangat penting, terutama mengingat industri pertambangan memiliki masa operasi yang terbatas,” ujarnya.Ia menambahkan, pelatihan seperti ini diharapkan dapat mempersiapkan masyarakat agar memiliki kemampuan alternatif dalam mengembangkan potensi daerah di masa depan.“Ketika aktivitas tambang berakhir, masyarakat harus sudah siap dengan keterampilan lain. Karena itu, pelatihan AI menjadi sangat relevan untuk masa depan,” tutupnya.Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempercepat transformasi digital di Papua, sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi global. Penulis: Bim Editor: GF 30 Apr 2026, 19:34 WIT
Sd Negeri Inauga Sempan Barat Menyongsong Hardiknas 2026 Dengan Lomba Ekskul Papuanewsonline.com, Timika — Menyongsong Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, SD Negeri Inauga Sempan Barat menggelar berbagai perlombaan ekstrakurikuler yang melibatkan dewan guru, orang tua murid, dan siswa.Kepala sekolah SD Negeri Inauga Sempan Barat, Ibu Diana Domakubun, S.Pd., M.Pd., mengatakan lomba-lomba tersebut merupakan kegiatan ekskul yang selama ini dilaksanakan di sekolah. “Tiap tahun memang sekolah kami mengadakan perlombaan. Dan yang perlu dilombakan itu adalah kegiatan ekskul yang selama ini mereka ikuti,” ujar Ibu Diana Domakubun, pada media Papuanewsonline,com saat di di wawancarai Dalam menyongsong Hardiknas tahun ini, sekolah mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semua, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Menurut ibu Diana Domakubun, lomba ekskul digelar untuk membangkitkan semangat, minat, dan bakat siswa sesuai tema tersebut.“Supaya betul-betul membangkitkan semangat, minat, dan bakatnya sesuai dengan tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2026,” katanya.Ia menyebut partisipasi siswa dalam menyongsong Hardiknas kali ini cukup tinggi. “Jadi partisipasinya itu mereka semangat, aktif, ikut serta dalam kegiatan perlombaan ini untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat yang selama ini ada dalam diri siswa itu sendiri,” jelas Domakubun.Kegiatan menyongsong Hardiknas 2026 di SD Negeri Inauga Sempan Barat tidak hanya diikuti siswa, tetapi juga dimeriahkan oleh dewan guru dan orang tua murid. Penulis: Hendrik Editor: GF 30 Apr 2026, 15:19 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Fatayat NU Papua Tengah Rayakan Harlah ke-76 Dengan Penuh Makna Papuanewsonline.com, Timika – Peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) wilayah Papua Tengah berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Acara yang digelar di Aula Cenderawasih, Hotel Serayu, Minggu (26/4/26), ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga momentum memperkuat peran sosial perempuan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.Ketua PW Fatayat NU Papua Tengah menegaskan, di usia yang ke-76, organisasi ini semakin menunjukkan eksistensinya sebagai wadah perempuan yang matang. "Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus bertumbuh, baik dalam pola pikir, manajemen organisasi, maupun dalam membina keluarga," ujarnya. Ia juga menekankan komitmen untuk terus berkontribusi nyata dan mendukung program-program positif di daerah.Selain kegiatan keagamaan berupa pengajian akbar yang menghadirkan penceramah Imam Mawardi Ma’sum, panitia juga memfasilitasi layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Berkat kerja sama dengan tim medis yang dipimpin dr. Diki Adrian, puluhan peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan, konsultasi, hingga pembagian obat-obatan secara cuma-cuma.Dalam tausiyahnya, Imam Mawardi mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa menjaga silaturahmi dan ukhuwah antar sesama, lintas suku dan agama. "Tanpa persaudaraan, sulit membangun daerah yang damai dan toleran," tegasnya. Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan dan mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan sosial dan keagamaan di Bumi Amungme dan Kamoro.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 27 Apr 2026, 09:06 WIT
Lomba Nyanyi “Mimika Rumah Kita” Semarakkan Peringatan Hari Pattimura ke-209 Papuanewsonline.com, Mimika — Lomba nyanyi tunggal bertajuk “Mimika Rumah Kita” digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Pattimura ke-209, dengan melibatkan peserta dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Mimika.Bupati Mimika yang diwakili Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menyampaikan apresiasi kepada panitia serta Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Kabupaten Mimika atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada IKEMAL Kabupaten Mimika bersama seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Pattimura tidak hanya sebatas mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan yang relevan hingga saat ini.“Peringatan ini bukan hanya mengenang sosok pahlawan, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, keberanian, persatuan, dan semangat pantang menyerah,” katanya.Lebih lanjut, ia menilai tema “Mimika Rumah Kita” mencerminkan realitas masyarakat Mimika yang majemuk, sehingga kebersamaan menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah.“Mimika adalah rumah bersama bagi kita semua, tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun latar belakang budaya. Kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga,” jelasnya.Ia pun berharap kegiatan lomba ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat di bidang seni, khususnya tarik suara.“Kami berharap dari kegiatan ini lahir talenta-talenta baru yang mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga hingga ke level yang lebih tinggi,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 26 Apr 2026, 00:15 WIT
HUT ke-6 KKS Mimika: Diana Domakubun Dilantik, Tegaskan Visi Hidup Mengandalkan Tuhan Papuanewsonline.com, Timika - Kerukunan Keluarga Sather (KKS) Kabupaten Mimika menggelar ibadah syukur peringatan HUT ke-6 sekaligus pelantikan Ketua KKS periode 2025-2030, Ibu Diana Domakubun, S.Pd., M.Pd. di Jalan Gaharu, Kamis 17 April 2026.Ibadah syukuran dipimpin langsung oleh Pendeta S. Marani dengan tema “Bersyukur kepada Tuhan, Sebab Ia Baik” [Mazmur 107:1]. Sub temanya: “Melalui HUT KKS ke-6 Tahun Kita Saling Bergandengan Tangan Mewujudkan Kebersamaan yang Solid, Harmonis dan Tetap Bersyukur dalam Menghadapi Tantangan.”Visi-Misi: Hidup Mengandalkan Tuhan & Berkarakter BaikDalam wawancara, Ketua KKS terpilih Diana Domakubun menyampaikan visi yang ia usung sejak sebelum pemilihan 12 Mei 2025 lalu.“Visi saya adalah hidup kita itu hidup yang mengandalkan Tuhan. Spiritual kita dibangun melalui ibadah-ibadah yang sudah dijadwalkan bidang keagamaan,” kata Diana.Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun karakter. “Karakter kita harus baik, baik di lingkungan masyarakat maupun keluarga. Dimanapun kita berada, kita tunjukkan bahwa kita anak-anak yang punya karakter baik. Tidak perlu membuat hura-hara atau konflik, tapi terus membangun persatuan dan kesatuan,” ujarnya tegas.Diana terpilih sebagai Ketua KKS periode ke-6 setelah mengungguli empat kandidat lainnya dalam pemilihan 12 Mei 2025. Ia akan memimpin KKS Mimika untuk periode 2025-2030.Harapan: KKS Jadi Berkat di Tengah Masyarakat MajemukMantan Ketua KKS ke-2, Pendeta S. Marani, berharap kepemimpinan Diana dapat menyatukan seluruh anggota KKS di Mimika.“Harapan saya ke depan supaya persekutuan ini harus bersatu sesuai firman Tuhan, supaya ke depan persekutuan ini bisa jadi berkat,” katanya.Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dan kerja sama seluruh keluarga besar Sather. “Mesti ada topangan, ada kerja sama yang baik dari KKS yang ada di Kabupaten. Dukungan keluarga besar Sather supaya mereka saling menghargai.”Pendeta Marani mengakui ada tantangan di kepemimpinan sebelumnya. “Waktu ketua keluar ada banyak kritik, mereka tidak mau ikut ibadah. Padahal persekutuan ini penting. Kita hidup ini tidak seperti batu, nanti sebentar kita mati. Tujuan persekutuan dibuat untuk merangkul kita menjadi satu, satu pikiran, satu pendapat untuk menjalankan keperluan bersama,” ungkapnya.Pesan Penutup: Bersatu dan Melayani TuhanDiana menutup pesannya dengan ajakan persatuan. “Pesan saya, Kerukunan Keluarga Sather Kabupaten Mimika bersatu, bergandengan tangan, melayani Tuhan. Baik tutur kata, sikap, dan penampilan harus bersama.”KKS Mimika merupakan salah satu kerukunan keluarga besar yang ada di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Penulis: Hendrik Editor: GF 18 Apr 2026, 08:14 WIT
Halalbihalal dan Hari Kartini, DWP Perkuat Silaturahmi serta Teguhkan Peran Perempuan Indonesia Papuanewsonline.com, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa, Selasa (15/4/2026).Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan ini menghadirkan Ustad Maulana sebagai penceramah utama. Tausiah yang disampaikan menjadi penguat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat perempuan Indonesia untuk terus berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.Sebelum tausiah dimulai, acara diawali dengan sambutan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Ida Rachmawati Budi Sadikin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa semangat Halalbihalal dan Hari Kartini menjadi pengingat penting bagi seluruh anggota untuk menjaga persatuan dan memperluas kontribusi perempuan.“Momentum ini menjadi saat yang tepat untuk mempererat kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan meneladani semangat Kartini yang terus relevan hingga saat ini,” ujarnya.Senada dengan itu, Ketua DWP Kemenko Kumham Imipas, Nova R Andika Dwi Prasetya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus berkarya serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.“Semangat Kartini harus terus hidup melalui karya nyata, kepedulian sosial, dan kontribusi perempuan dalam mendukung pembangunan bangsa,” kata Nova.Usai tausiah yang disampaikan Ustad Maulana, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pengurus DWP kementerian yang telah melaksanakan program DWP Mengajar. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam bidang pendidikan serta pemberdayaan masyarakat.Suasana semakin semarak saat rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh anggota Dharma Wanita Persatuan. Penampilan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menunjukkan kreativitas dan ekspresi seni perempuan Indonesia dalam memaknai perjuangan Kartini di era modern.Dari Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, turut hadir Ketua DWP Kemenko Kumham Imipas Nova R Andika Dwi Prasetya, Sekretaris DWP Kemenko Kumham Imipas Nur Azizah, serta anggota DWP Kemenko Kumham Imipas Dhita Bramastyo. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan terhadap penguatan sinergi dan solidaritas antaranggota Dharma Wanita Persatuan.Melalui kegiatan ini, DWP berharap semangat silaturahmi, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan terus tumbuh sebagai fondasi penting dalam mendukung pembangunan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan. (GF) 16 Apr 2026, 16:57 WIT
Cagar Budaya di Tengah Ancaman Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Perlindungan Warisan Bangsa Papuanewsonline.com, Jakarta – Ancaman bencana alam di Indonesia tidak hanya berdampak pada keselamatan manusia, tetapi juga terus mengintai keberadaan warisan sejarah bangsa. Persoalan ini menjadi sorotan utama dalam seminar nasional bertajuk “Cagar Budaya yang Tangguh Bencana Berkelanjutan” yang digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (14/4/2026), dengan menghadirkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai narasumber utama.Dalam kegiatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa dampak bencana harus dilihat secara lebih luas, termasuk terhadap sistem kehidupan dan nilai-nilai sejarah yang melekat pada situs budaya. “Cagar budaya merupakan bagian dari sistem kehidupan yang juga rentan terdampak bencana,” ujarnya saat membuka seminar.Indonesia, lanjutnya, menghadapi tantangan besar karena berada di wilayah rawan bencana, namun di sisi lain memiliki kekayaan warisan budaya yang sangat besar. Kondisi ini menjadikan perlindungan situs budaya sebagai agenda penting yang tidak dapat dipisahkan dari upaya mitigasi bencana nasional.Data BNPB mencatat hingga 13 April 2026 telah terjadi sebanyak 748 kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia, yang mayoritas didominasi banjir dan cuaca ekstrem. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa ancaman tersebut dapat menyebabkan kerusakan serius bahkan menghilangkan jejak sejarah bangsa. “Cagar budaya berisiko rusak atau hilang akibat bencana atau perang,” tegasnya.Ia menjelaskan, sejumlah kejadian di masa lalu menjadi bukti nyata besarnya risiko tersebut. Tsunami Aceh tahun 2004 misalnya, menghancurkan lebih dari 50 situs budaya. Sementara gempa Yogyakarta tahun 2006 menyebabkan kerusakan pada struktur Candi Borobudur dan Prambanan. Tidak hanya itu, banjir dan longsor pada November 2025 juga tercatat merusak puluhan situs bersejarah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Menurut Abdul Muhari, perlindungan cagar budaya tidak cukup hanya dilakukan secara fisik. Situs sejarah, manuskrip kuno, dan artefak juga perlu dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran untuk memahami pola kebencanaan di masa lalu. Pengetahuan yang tersimpan dalam warisan budaya dinilai dapat menjadi referensi penting dalam membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.BNPB juga menilai Indonesia perlu belajar dari pengalaman negara lain, salah satunya Jepang. Pasca tsunami Tohoku 2011, Jepang dinilai berhasil melakukan pemulihan situs budaya secara cepat dan sistematis melalui kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, serta dukungan anggaran yang memadai. Konsep build back better menjadi salah satu pendekatan yang dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia.Sebagai langkah ke depan, BNPB mendorong transformasi pengelolaan cagar budaya yang lebih adaptif dan berbasis mitigasi risiko. Pemanfaatan teknologi seperti InaRISK disebut menjadi kunci integrasi data bahaya, kerentanan, dan kapasitas dalam satu platform yang terukur. Dengan demikian, perlindungan warisan budaya tidak lagi bersifat reaktif, melainkan menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan nasional.“Pada akhirnya, cagar budaya bukan sekedar peninggalan masa lalu. Ia adalah identitas bangsa dan memori kolektif yang harus dijaga. Melindunginya dari ancaman bencana bukan hanya soal kebijakan, melainkan tanggung jawab bersama,” tutup Abdul Muhari. (GF)  16 Apr 2026, 00:32 WIT
Dewan Adat Mimika Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi Wilayah Meepago Pada Mei 2026 Papuanewsonline.com, Mimika – Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Vinsent Oniyoma, Dewan Adat Daerah Mimika Papua Tengah kini tengah gencar melakukan persiapan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Dewan Adat Papua wilayah Meepago. Acara akbar yang sangat dinantikan ini dijadwalkan akan digelar di Timika pada bulan Mei 2026 mendatang.Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen para pemimpin adat dalam menjaga dan memajukan kearifan lokal di tengah dinamika pembangunan zaman sekarang. Pertemuan strategis ini mengusung agenda utama yang sangat krusial, yaitu melakukan revitalisasi serta pembenahan menyeluruh terhadap struktur masyarakat adat yang selama ini dianggap belum berjalan maksimal atau vakum. "Inti dari kegiatan ini adalah memperbaiki dan menghidupkan kembali struktur adat," tegas Vinsent Oniyoma. Ia menjelaskan bahwa upaya pembenahan akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, mulai dari tingkat kampung, suku, hingga level daerah, agar peran dan fungsi lembaga adat dapat kembali berjalan optimal dan efektif.Selain melakukan perbaikan internal, konferensi ini juga menjadi momentum penting untuk mempertegas kembali berbagai pernyataan dan komitmen yang sebelumnya telah disampaikan oleh Ketua DAP wilayah Meepago pada pertemuan di Jayapura tanggal 7-8 April lalu. Hal ini dilakukan demi memperkuat pondasi serta mempertegas posisi masyarakat adat dalam pembangunan daerah. Diharapkan, dari forum ini akan lahir berbagai keputusan strategis yang menjadi landasan kuat bagi pembangunan berkelanjutan serta perlindungan hak-hak ulayat dan masyarakat adat di seluruh wilayah Meepago.Guna menyukseskan agenda besar ini, seluruh elemen masyarakat adat kini mulai melakukan konsolidasi di berbagai tingkatan.Mulai dari lingkup suku, organisasi, hingga institusi terkait, semuanya bersatu padu memberikan pemahaman dan edukasi yang baik kepada seluruh warga. Sinergi dan kesatuan visi ini diharapkan mampu membawa hasil terbaik demi masa depan yang lebih terhormat dan sejahtera bagi generasi adat di Papua Tengah.  Penulis: Jid Editor: GF 16 Apr 2026, 00:22 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT