logo-website
Rabu, 17 Jun 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Serapan APBD Mimika Disebut Masih Rendah, Pengusaha OAP Dorong Audiensi dengan Pemda & DPRK Papuanewsonline.com, Timika – Kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Mimika menjadi sorotan kalangan pengusaha Orang Papua Asli (OPA). Meski memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp5,6 triliun hingga Rp5,7 triliun, realisasi penyerapannya hingga pertengahan Mei 2026 disebut baru mencapai 11,38 persen.Dalam pernyataan yang beredar di kalangan pengusaha OPA, rendahnya serapan anggaran tersebut dinilai telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian daerah. Hingga pertengahan Juni 2026, serapan anggaran bahkan disebut masih berada di bawah 50 persen.Pemerintah Daerah sebelumnya beralasan bahwa keterlambatan penyerapan anggaran dipengaruhi oleh kenaikan harga barang secara nasional yang berdampak pada perubahan harga satuan material, sehingga memerlukan proses peninjauan ulang atau review harga.Namun, kalangan pengusaha mempertanyakan lambatnya proses administrasi tersebut yang dinilai justru menghambat pelaksanaan pembangunan. Mereka menilai penyesuaian anggaran seharusnya dapat dilakukan melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), tanpa harus menunda dimulainya proyek-proyek fisik yang dibutuhkan masyarakat.Selain itu, pengusaha juga menyinggung mekanisme Contract Change Order (CCO) yang sebelumnya diakui oleh pemerintah daerah. Menurut mereka, mekanisme tersebut belum berjalan maksimal untuk menyelamatkan berbagai paket pekerjaan yang hingga kini belum dapat dilaksanakan.Data yang disampaikan dalam pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa dari 9.205 kegiatan yang direncanakan pada tahun anggaran 2026, baru 11 paket pekerjaan yang siap dilelang di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ). Sementara lebih dari 200 paket lainnya masih tertahan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat. Perputaran uang di daerah menjadi tersendat, pelaku UMKM dan mama-mama Papua mengalami penurunan daya beli, serta kontraktor lokal kehilangan kesempatan memperoleh pekerjaan dari proyek-proyek pemerintah.Para pengusaha juga mengingatkan bahwa keterlambatan pelaksanaan proyek berpotensi menyebabkan penumpukan pekerjaan di akhir tahun anggaran yang dapat berpengaruh terhadap kualitas pembangunan karena dikerjakan secara terburu-buru.Atas kondisi tersebut, kalangan pengusaha OPA mengajak seluruh pelaku usaha untuk melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dan DPRK Mimika. Mereka meminta adanya keterbukaan mengenai hambatan yang terjadi di setiap OPD, percepatan proses tender, serta kepastian hukum dan ekonomi bagi pengusaha dan tenaga kerja lokal."Mimika butuh aksi nyata, bukan sekadar janji dan retorika birokrasi yang terlena. Apakah kita sepakat untuk bergerak?" (GF) 16 Jun 2026, 17:39 WIT
TPNPB Klaim Pelajar SMA di Dekai Ditembak Saat Operasi Militer, Desak Pemerintah Beri Penjelasan Papuanewsonline.com, Yahukimo – Manajemen Markas Pusat Komite Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) mengklaim seorang pelajar SMA Negeri 1 Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menjadi korban penembakan saat berlangsungnya operasi militer di Kota Dekai, Senin (15/6/2026) sore.Dalam siaran pers yang diterima pada Senin, TPNPB menyebut korban bernama Yustinus Yalak (18), seorang pelajar SMA Negeri 1 Dekai. Peristiwa itu disebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIT ketika korban sedang dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di wilayah Kali Biru, Kota Dekai.Menurut laporan yang diklaim diterima TPNPB dari PIS TPNPB di Kota Dekai, aparat militer Indonesia sedang melaksanakan operasi di wilayah tersebut dan terjadi penembakan yang menyebabkan Yustinus Yalak mengalami luka tembak di bagian paha hingga dalam kondisi kritis.TPNPB menyatakan, warga yang mendengar suara tembakan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban dalam keadaan tidak dapat berjalan. Warga selanjutnya mengevakuasi Yustinus ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.Selain peristiwa itu, TPNPB juga mengklaim bahwa sejak Minggu (14/6/2026) malam aparat militer Indonesia telah melakukan operasi dari arah Kodim menuju wilayah Kali Biru tanpa menggunakan kendaraan militer. Dalam operasi tersebut, TPNPB menyebut tiga warga sipil menjadi korban penembakan, dua di antaranya ditangkap dan satu orang lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.PIS TPNPB juga melaporkan bahwa warga menemukan sebanyak 53 selongsong munisi di wilayah Kali Biru pada Senin (15/6/2026), dengan dua di antaranya disebut masih dalam kondisi aktif. Selain itu, TPNPB mengklaim dua warga sipil lanjut usia yang ditangkap dalam operasi tersebut hingga kini belum diketahui keberadaannya.Menanggapi peristiwa itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto untuk menghentikan tindakan yang disebut sebagai penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo.Dalam pernyataannya, TPNPB menegaskan bahwa penembakan terhadap Yustinus Yalak merupakan tindakan yang dinilai melanggar hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia. TPNPB juga meminta pemerintah Indonesia memberikan penjelasan resmi terkait status operasi militer di Tanah Papua guna menjamin perlindungan terhadap masyarakat sipil."Kami juga dengan tegas mengimbau kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa konflik bersenjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan aparat militer Indonesia selama 64 tahun ini tidak akan pernah berhenti jika pemerintah Indonesia tidak bersedia duduk dengan kami dalam negosiasi perdamaian terkait konflik bersenjata akibat persoalan politik yang belum tuntas sejak tahun 1960an hingga sekarang."Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari TNI maupun aparat keamanan terkait klaim yang disampaikan TPNPB. Informasi dalam pemberitaan ini masih berdasarkan pernyataan dan klaim sepihak dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB. (GF)  16 Jun 2026, 17:29 WIT
PHBI Mimika Gelar Pawai Ta’aruf Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah Papuanewsonline.com, Mimika – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika menggelar Pawai Ta’aruf yang berlangsung meriah pada Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai organisasi Islam, masyarakat, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Mimika.Ketua PHBI Kabupaten Mimika, Ustadz H. Joko Prianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pergantian Tahun Baru Islam menjadi momentum bagi setiap umat untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kehidupan ke arah yang lebih baik.“Semoga dengan datangnya tahun baru ini secercah cahaya hadir dalam lubuk hati kita, menerangi alam pikiran kita sehingga langkah-langkah kita ke depan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Perbuatan buruk yang pernah dilakukan hendaknya kita tinggalkan dan digantikan dengan perbuatan yang baik,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa Pawai Ta’aruf tidak hanya sebagai kegiatan perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk saling mengenal, mempererat interaksi antara pemimpin dan masyarakat, serta memperkuat kebersamaan antara umat Muslim dan non-Muslim di Kabupaten Mimika.Menurutnya, semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah perlu terus dijaga agar seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dan memberikan kontribusi terbaik melalui ide, gagasan, pemikiran, maupun amal untuk kemajuan Kabupaten Mimika yang lebih sejahtera.Ustadz Joko juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, para sponsor, aparat keamanan, organisasi masyarakat, serta seluruh panitia dan relawan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.Pada kesempatan itu, PHBI juga menyediakan berbagai hadiah undian atau doorprize bagi para peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor, serta hadiah lainnya seperti kulkas, mesin cuci, sepeda, dan spring bed. Ia menegaskan bahwa proses pengundian dilakukan secara terbuka dan tanpa adanya rekayasa sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh hadiah.Sementara itu, Bupati Mimika melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Kobeyau, menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Mimika.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mewakili Bapak Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga momentum pergantian tahun Hijriah ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, serta mempererat semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.Ia menyampaikan bahwa Pawai Ta’aruf bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari syiar Islam yang memiliki makna penting dalam memperkuat nilai keagamaan, mempererat silaturahmi, serta menunjukkan semangat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat hijrah sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam sikap, pola pikir, maupun perilaku yang penuh kepedulian terhadap sesama.Selain itu, masyarakat diajak untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah persaudaraan.Kegiatan Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam 1448 Hijriah berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa nilai toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarumat beragama tetap terjaga dengan baik di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 16 Jun 2026, 17:19 WIT
Euforia Piala Dunia 2026 dan Cermin Pembangunan Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya dirasakan masyarakat di kota-kota besar dunia, tetapi juga hingga ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pertandingan sepak bola terbesar di dunia itu menjadi topik perbincangan di berbagai tempat, mulai dari warung kopi, media sosial, hingga layar-layar televisi yang dipenuhi dukungan kepada tim favorit masing-masing.Namun di balik gegap gempita tersebut, Aliansi Peduli Pengusaha Papua mengajak masyarakat untuk melihat persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni kondisi ekonomi rakyat Mimika yang dinilai sedang mengalami perlambatan di tengah besarnya kekuatan fiskal daerah.Dalam pernyataan sikapnya, aliansi tersebut menyoroti besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang mencapai sekitar Rp5,7 triliun pada tahun 2026. Menurut mereka, besarnya anggaran itu seharusnya mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat."Namun pertanyaannya sederhana: mengapa rakyat tidak merasakan denyut perputaran uang yang seharusnya lahir dari anggaran sebesar itu?" tulis Aliansi Peduli Pengusaha Papua dalam pernyataannya.Aliansi itu juga mengutip pemikiran tokoh revolusioner Frantz Fanon yang menyebut bahwa penjajahan tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi dapat muncul melalui ketimpangan, ketidakadilan, dan keterasingan masyarakat dari sumber daya yang sesungguhnya menjadi milik mereka sendiri.Menurut mereka, kondisi yang dirasakan masyarakat Mimika saat ini lebih mengarah pada apa yang disebut Fanon sebagai "kekerasan struktural". Situasi tersebut digambarkan melalui program yang direncanakan tetapi belum berjalan optimal, pelayanan yang lambat, hingga anggaran yang dinilai belum sepenuhnya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.Aliansi juga menyoroti adanya kesenjangan antara laporan pembangunan di atas kertas dan kondisi di lapangan. Mereka menyebut banyak kontraktor lokal mengeluhkan pekerjaan yang belum berjalan maksimal, pengusaha kecil kesulitan mempertahankan usahanya, dan mama-mama pasar menghadapi daya beli masyarakat yang terus menurun."Rakyat tidak hidup dari laporan. Rakyat hidup dari aktivitas ekonomi yang nyata," tegas mereka.Lebih lanjut, Aliansi Peduli Pengusaha Papua mengingatkan bahaya lahirnya kelompok elite baru yang menikmati fasilitas negara, tetapi gagal menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Mereka menilai kondisi tersebut menjadi refleksi penting bagi Kabupaten Mimika."Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka yang berubah hanya nama pengelolanya, sementara penderitaan rakyat tetap sama," tulis mereka.Aliansi menegaskan bahwa APBD bukan sekadar angka dalam dokumen keuangan, melainkan instrumen untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menggerakkan perekonomian hingga ke kampung-kampung.Di tengah hiruk pikuk Piala Dunia 2026, mereka mengingatkan agar perhatian terhadap persoalan mendasar masyarakat tidak teralihkan. Sebab, menurut mereka, kesejahteraan rakyat tidak dibangun melalui euforia pertandingan sepak bola, melainkan melalui pekerjaan, pelayanan publik yang baik, dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat."Karena itu, sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan di Mimika memastikan bahwa setiap rupiah APBD kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat nyata."Aliansi menutup refleksinya dengan mengingatkan pesan Frantz Fanon bahwa bentuk penjajahan yang paling berbahaya sering kali bukan datang dari luar, melainkan dari mereka yang berada di dalam sistem namun melupakan rakyat yang mereka wakili. (GF) 16 Jun 2026, 17:05 WIT
Dana Hibah Haji Mimika Kembali Disorot, Bendahara Akui Tak Pegang Uang dan Panitia Belum Dibayar Papuanewsonline.com, Mimika - Dugaan kejanggalan pengelolaan dana hibah kegiatan haji Kabupaten Mimika kembali mencuat. Kontradiksi mencolok terlihat: di satu sisi ada pertemuan untuk "mengkondisikan LPJ", di sisi lain bendahara mengaku buta aliran dana dan panitia belum menerima haknya.Fakta baru ini terungkap setelah redaksi papaunewsonline.com menerima pesan suara dari narasumber yang menolak disebut identitasnya, Minggu 12/6.Bendahara: "Saya Tidak Pegang Uangnya"  Pernyataan paling mengejutkan datang dari B, bendahara kegiatan. Menurut narasumber, B mengeluh tidak mengetahui realisasi anggaran karena tidak memegang uang."B sudah mengeluh karena dia bendahara, dia tidak tahu tentang realisasi anggaran itu karena dia tidak pegang uangnya. Cuma dimainkan sama satu orang saja, itu informasi yang beredar," ungkap narasumber.Kondisi ini memunculkan pertanyaan: jika bendahara tak pegang uang, lalu siapa yang mengendalikan dan mempertanggungjawabkan dana hibah tersebut?Pertemuan Inisiasi H.H: Agenda "Kondisikan LPJ"  Narasumber membongkar adanya pertemuan yang diinisiasi H.H. Pertemuan itu disebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag segmen haji, bendahara B, dan pihak terkait termasuk A."Panggil ketua kepala kantor kementerian haji. Dan haji bendahara semua, mereka pertemuan untuk mau bantu A dalam rangka untuk merealisasikan LPJ mungkin ya. Nah, ini kan sudah mulai mau bantu untuk mengkondisikan," beber narasumber.Kata "mengkondisikan LPJ" memicu tafsir publik. Apakah LPJ disusun sesuai fakta, atau disesuaikan agar "lolos" administrasi?Sebelumnya, narasumber menyebut pihak Kemenag segmen haji sudah menegaskan PPIH Daerah dan Kemenag tidak terlibat dalam pengelolaan anggaran tersebut karena itu anggaran negara.Panitia: "Kami Belum Terima Fee"  Kejanggalan ketiga ada di level paling bawah: panitia pelaksana. Narasumber menegaskan berkali-kali bahwa hak panitia belum dipenuhi."Perlu diangkat kembali bahwa teman-teman panitia juga merasa tidak menerima dan belum menerima fee mereka dalam pelaksanaan kegiatan," tegas narasumber.Jika fee panitia saja belum dibayar, publik berhak bertanya ke mana alokasi dana hibah itu mengalir.Belum Ada Klarifikasi Resmi  Hingga berita ini ditayangkan, pihak A, H.H, B, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika belum memberikan keterangan resmi.Redaksi papaunewsonline.com terus berupaya menghubungi dan meminta hak jawab. Konfirmasi dan dokumen LPJ dari pihak terkait akan dimuat sebagai bagian keberimbangan berita. Penulis: Hendrik Editor: GF 16 Jun 2026, 17:02 WIT
Dinkes Mimika Gencarkan Edukasi HIV-AIDS, Lebih dari Separuh Kasus Baru Menimpa Usia Muda Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dengan menyasar kelompok remaja dan pemuda. Langkah ini diambil menyusul data yang menunjukkan tingginya kasus baru pada usia produktif. Berdasarkan catatan hingga 13 Juni 2026, sepanjang tahun 2025 ditemukan 489 kasus baru, terdiri dari 227 kasus HIV dan 262 kasus AIDS. Sebanyak 268 kasus atau 54,81 persen di antaranya terjadi pada rentang usia 15 hingga 29 tahun. Secara akumulatif sejak 1996, total kasus yang tercatat mencapai 8.410 orang.Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, dalam Workshop Penanggulangan HIV pada Remaja dan Pemuda yang berlangsung Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari unsur organisasi keagamaan, kepemudaan, dan kampus, serta berpedoman pada peraturan perundangan kesehatan yang berlaku. Workshop bertujuan meningkatkan pemahaman, mengurangi stigma, serta membentuk kader pendidik sebaya untuk menyebarkan informasi yang benar.Linus menjelaskan tingginya angka pada kelompok muda disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan masih banyaknya perilaku berisiko. “Remaja adalah aset masa depan daerah. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menurunkan produktivitas dan menghambat kemajuan Mimika,” ujarnya. Oleh sebab itu, intervensi diperluas tidak hanya pada kelompok tertentu, tetapi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Mimika Godfield Maturbongs menegaskan penanganan HIV-AIDS tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu sektor.Ia mengajak semua elemen untuk terlibat aktif, mulai dari memberikan edukasi, membangun jejaring kerja sama, hingga menghapus pandangan negatif terhadap Orang Dengan HIV. Stigma yang ada justru sering menghalangi akses pemeriksaan dan pengobatan yang seharusnya terbuka bagi siapa saja.  Penulis: Jid Editor: GF 16 Jun 2026, 16:56 WIT
Pilihan Redaksi
Serapan APBD Mimika Disebut Masih Rendah, Pengusaha OAP Dorong Audiensi dengan Pemda & DPRK Papuanewsonline.com, Timika – Kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Mimika menjadi sorotan kalangan pengusaha Orang Papua Asli (OPA). Meski memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp5,6 triliun hingga Rp5,7 triliun, realisasi penyerapannya hingga pertengahan Mei 2026 disebut baru mencapai 11,38 persen.Dalam pernyataan yang beredar di kalangan pengusaha OPA, rendahnya serapan anggaran tersebut dinilai telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian daerah. Hingga pertengahan Juni 2026, serapan anggaran bahkan disebut masih berada di bawah 50 persen.Pemerintah Daerah sebelumnya beralasan bahwa keterlambatan penyerapan anggaran dipengaruhi oleh kenaikan harga barang secara nasional yang berdampak pada perubahan harga satuan material, sehingga memerlukan proses peninjauan ulang atau review harga.Namun, kalangan pengusaha mempertanyakan lambatnya proses administrasi tersebut yang dinilai justru menghambat pelaksanaan pembangunan. Mereka menilai penyesuaian anggaran seharusnya dapat dilakukan melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), tanpa harus menunda dimulainya proyek-proyek fisik yang dibutuhkan masyarakat.Selain itu, pengusaha juga menyinggung mekanisme Contract Change Order (CCO) yang sebelumnya diakui oleh pemerintah daerah. Menurut mereka, mekanisme tersebut belum berjalan maksimal untuk menyelamatkan berbagai paket pekerjaan yang hingga kini belum dapat dilaksanakan.Data yang disampaikan dalam pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa dari 9.205 kegiatan yang direncanakan pada tahun anggaran 2026, baru 11 paket pekerjaan yang siap dilelang di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ). Sementara lebih dari 200 paket lainnya masih tertahan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat. Perputaran uang di daerah menjadi tersendat, pelaku UMKM dan mama-mama Papua mengalami penurunan daya beli, serta kontraktor lokal kehilangan kesempatan memperoleh pekerjaan dari proyek-proyek pemerintah.Para pengusaha juga mengingatkan bahwa keterlambatan pelaksanaan proyek berpotensi menyebabkan penumpukan pekerjaan di akhir tahun anggaran yang dapat berpengaruh terhadap kualitas pembangunan karena dikerjakan secara terburu-buru.Atas kondisi tersebut, kalangan pengusaha OPA mengajak seluruh pelaku usaha untuk melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dan DPRK Mimika. Mereka meminta adanya keterbukaan mengenai hambatan yang terjadi di setiap OPD, percepatan proses tender, serta kepastian hukum dan ekonomi bagi pengusaha dan tenaga kerja lokal."Mimika butuh aksi nyata, bukan sekadar janji dan retorika birokrasi yang terlena. Apakah kita sepakat untuk bergerak?" (GF) 16 Jun 2026, 17:39 WIT
TPNPB Klaim Pelajar SMA di Dekai Ditembak Saat Operasi Militer, Desak Pemerintah Beri Penjelasan Papuanewsonline.com, Yahukimo – Manajemen Markas Pusat Komite Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) mengklaim seorang pelajar SMA Negeri 1 Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menjadi korban penembakan saat berlangsungnya operasi militer di Kota Dekai, Senin (15/6/2026) sore.Dalam siaran pers yang diterima pada Senin, TPNPB menyebut korban bernama Yustinus Yalak (18), seorang pelajar SMA Negeri 1 Dekai. Peristiwa itu disebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIT ketika korban sedang dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di wilayah Kali Biru, Kota Dekai.Menurut laporan yang diklaim diterima TPNPB dari PIS TPNPB di Kota Dekai, aparat militer Indonesia sedang melaksanakan operasi di wilayah tersebut dan terjadi penembakan yang menyebabkan Yustinus Yalak mengalami luka tembak di bagian paha hingga dalam kondisi kritis.TPNPB menyatakan, warga yang mendengar suara tembakan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban dalam keadaan tidak dapat berjalan. Warga selanjutnya mengevakuasi Yustinus ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.Selain peristiwa itu, TPNPB juga mengklaim bahwa sejak Minggu (14/6/2026) malam aparat militer Indonesia telah melakukan operasi dari arah Kodim menuju wilayah Kali Biru tanpa menggunakan kendaraan militer. Dalam operasi tersebut, TPNPB menyebut tiga warga sipil menjadi korban penembakan, dua di antaranya ditangkap dan satu orang lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.PIS TPNPB juga melaporkan bahwa warga menemukan sebanyak 53 selongsong munisi di wilayah Kali Biru pada Senin (15/6/2026), dengan dua di antaranya disebut masih dalam kondisi aktif. Selain itu, TPNPB mengklaim dua warga sipil lanjut usia yang ditangkap dalam operasi tersebut hingga kini belum diketahui keberadaannya.Menanggapi peristiwa itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto untuk menghentikan tindakan yang disebut sebagai penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo.Dalam pernyataannya, TPNPB menegaskan bahwa penembakan terhadap Yustinus Yalak merupakan tindakan yang dinilai melanggar hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia. TPNPB juga meminta pemerintah Indonesia memberikan penjelasan resmi terkait status operasi militer di Tanah Papua guna menjamin perlindungan terhadap masyarakat sipil."Kami juga dengan tegas mengimbau kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa konflik bersenjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan aparat militer Indonesia selama 64 tahun ini tidak akan pernah berhenti jika pemerintah Indonesia tidak bersedia duduk dengan kami dalam negosiasi perdamaian terkait konflik bersenjata akibat persoalan politik yang belum tuntas sejak tahun 1960an hingga sekarang."Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari TNI maupun aparat keamanan terkait klaim yang disampaikan TPNPB. Informasi dalam pemberitaan ini masih berdasarkan pernyataan dan klaim sepihak dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB. (GF)  16 Jun 2026, 17:29 WIT
PHBI Mimika Gelar Pawai Ta’aruf Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah Papuanewsonline.com, Mimika – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika menggelar Pawai Ta’aruf yang berlangsung meriah pada Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai organisasi Islam, masyarakat, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Mimika.Ketua PHBI Kabupaten Mimika, Ustadz H. Joko Prianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pergantian Tahun Baru Islam menjadi momentum bagi setiap umat untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kehidupan ke arah yang lebih baik.“Semoga dengan datangnya tahun baru ini secercah cahaya hadir dalam lubuk hati kita, menerangi alam pikiran kita sehingga langkah-langkah kita ke depan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Perbuatan buruk yang pernah dilakukan hendaknya kita tinggalkan dan digantikan dengan perbuatan yang baik,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa Pawai Ta’aruf tidak hanya sebagai kegiatan perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk saling mengenal, mempererat interaksi antara pemimpin dan masyarakat, serta memperkuat kebersamaan antara umat Muslim dan non-Muslim di Kabupaten Mimika.Menurutnya, semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah perlu terus dijaga agar seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dan memberikan kontribusi terbaik melalui ide, gagasan, pemikiran, maupun amal untuk kemajuan Kabupaten Mimika yang lebih sejahtera.Ustadz Joko juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, para sponsor, aparat keamanan, organisasi masyarakat, serta seluruh panitia dan relawan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.Pada kesempatan itu, PHBI juga menyediakan berbagai hadiah undian atau doorprize bagi para peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor, serta hadiah lainnya seperti kulkas, mesin cuci, sepeda, dan spring bed. Ia menegaskan bahwa proses pengundian dilakukan secara terbuka dan tanpa adanya rekayasa sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh hadiah.Sementara itu, Bupati Mimika melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Kobeyau, menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Mimika.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mewakili Bapak Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga momentum pergantian tahun Hijriah ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, serta mempererat semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.Ia menyampaikan bahwa Pawai Ta’aruf bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari syiar Islam yang memiliki makna penting dalam memperkuat nilai keagamaan, mempererat silaturahmi, serta menunjukkan semangat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat hijrah sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam sikap, pola pikir, maupun perilaku yang penuh kepedulian terhadap sesama.Selain itu, masyarakat diajak untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah persaudaraan.Kegiatan Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam 1448 Hijriah berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa nilai toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarumat beragama tetap terjaga dengan baik di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 16 Jun 2026, 17:19 WIT
Euforia Piala Dunia 2026 dan Cermin Pembangunan Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya dirasakan masyarakat di kota-kota besar dunia, tetapi juga hingga ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pertandingan sepak bola terbesar di dunia itu menjadi topik perbincangan di berbagai tempat, mulai dari warung kopi, media sosial, hingga layar-layar televisi yang dipenuhi dukungan kepada tim favorit masing-masing.Namun di balik gegap gempita tersebut, Aliansi Peduli Pengusaha Papua mengajak masyarakat untuk melihat persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni kondisi ekonomi rakyat Mimika yang dinilai sedang mengalami perlambatan di tengah besarnya kekuatan fiskal daerah.Dalam pernyataan sikapnya, aliansi tersebut menyoroti besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang mencapai sekitar Rp5,7 triliun pada tahun 2026. Menurut mereka, besarnya anggaran itu seharusnya mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat."Namun pertanyaannya sederhana: mengapa rakyat tidak merasakan denyut perputaran uang yang seharusnya lahir dari anggaran sebesar itu?" tulis Aliansi Peduli Pengusaha Papua dalam pernyataannya.Aliansi itu juga mengutip pemikiran tokoh revolusioner Frantz Fanon yang menyebut bahwa penjajahan tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi dapat muncul melalui ketimpangan, ketidakadilan, dan keterasingan masyarakat dari sumber daya yang sesungguhnya menjadi milik mereka sendiri.Menurut mereka, kondisi yang dirasakan masyarakat Mimika saat ini lebih mengarah pada apa yang disebut Fanon sebagai "kekerasan struktural". Situasi tersebut digambarkan melalui program yang direncanakan tetapi belum berjalan optimal, pelayanan yang lambat, hingga anggaran yang dinilai belum sepenuhnya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.Aliansi juga menyoroti adanya kesenjangan antara laporan pembangunan di atas kertas dan kondisi di lapangan. Mereka menyebut banyak kontraktor lokal mengeluhkan pekerjaan yang belum berjalan maksimal, pengusaha kecil kesulitan mempertahankan usahanya, dan mama-mama pasar menghadapi daya beli masyarakat yang terus menurun."Rakyat tidak hidup dari laporan. Rakyat hidup dari aktivitas ekonomi yang nyata," tegas mereka.Lebih lanjut, Aliansi Peduli Pengusaha Papua mengingatkan bahaya lahirnya kelompok elite baru yang menikmati fasilitas negara, tetapi gagal menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Mereka menilai kondisi tersebut menjadi refleksi penting bagi Kabupaten Mimika."Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka yang berubah hanya nama pengelolanya, sementara penderitaan rakyat tetap sama," tulis mereka.Aliansi menegaskan bahwa APBD bukan sekadar angka dalam dokumen keuangan, melainkan instrumen untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menggerakkan perekonomian hingga ke kampung-kampung.Di tengah hiruk pikuk Piala Dunia 2026, mereka mengingatkan agar perhatian terhadap persoalan mendasar masyarakat tidak teralihkan. Sebab, menurut mereka, kesejahteraan rakyat tidak dibangun melalui euforia pertandingan sepak bola, melainkan melalui pekerjaan, pelayanan publik yang baik, dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat."Karena itu, sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan di Mimika memastikan bahwa setiap rupiah APBD kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat nyata."Aliansi menutup refleksinya dengan mengingatkan pesan Frantz Fanon bahwa bentuk penjajahan yang paling berbahaya sering kali bukan datang dari luar, melainkan dari mereka yang berada di dalam sistem namun melupakan rakyat yang mereka wakili. (GF) 16 Jun 2026, 17:05 WIT
Dana Hibah Haji Mimika Kembali Disorot, Bendahara Akui Tak Pegang Uang dan Panitia Belum Dibayar Papuanewsonline.com, Mimika - Dugaan kejanggalan pengelolaan dana hibah kegiatan haji Kabupaten Mimika kembali mencuat. Kontradiksi mencolok terlihat: di satu sisi ada pertemuan untuk "mengkondisikan LPJ", di sisi lain bendahara mengaku buta aliran dana dan panitia belum menerima haknya.Fakta baru ini terungkap setelah redaksi papaunewsonline.com menerima pesan suara dari narasumber yang menolak disebut identitasnya, Minggu 12/6.Bendahara: "Saya Tidak Pegang Uangnya"  Pernyataan paling mengejutkan datang dari B, bendahara kegiatan. Menurut narasumber, B mengeluh tidak mengetahui realisasi anggaran karena tidak memegang uang."B sudah mengeluh karena dia bendahara, dia tidak tahu tentang realisasi anggaran itu karena dia tidak pegang uangnya. Cuma dimainkan sama satu orang saja, itu informasi yang beredar," ungkap narasumber.Kondisi ini memunculkan pertanyaan: jika bendahara tak pegang uang, lalu siapa yang mengendalikan dan mempertanggungjawabkan dana hibah tersebut?Pertemuan Inisiasi H.H: Agenda "Kondisikan LPJ"  Narasumber membongkar adanya pertemuan yang diinisiasi H.H. Pertemuan itu disebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag segmen haji, bendahara B, dan pihak terkait termasuk A."Panggil ketua kepala kantor kementerian haji. Dan haji bendahara semua, mereka pertemuan untuk mau bantu A dalam rangka untuk merealisasikan LPJ mungkin ya. Nah, ini kan sudah mulai mau bantu untuk mengkondisikan," beber narasumber.Kata "mengkondisikan LPJ" memicu tafsir publik. Apakah LPJ disusun sesuai fakta, atau disesuaikan agar "lolos" administrasi?Sebelumnya, narasumber menyebut pihak Kemenag segmen haji sudah menegaskan PPIH Daerah dan Kemenag tidak terlibat dalam pengelolaan anggaran tersebut karena itu anggaran negara.Panitia: "Kami Belum Terima Fee"  Kejanggalan ketiga ada di level paling bawah: panitia pelaksana. Narasumber menegaskan berkali-kali bahwa hak panitia belum dipenuhi."Perlu diangkat kembali bahwa teman-teman panitia juga merasa tidak menerima dan belum menerima fee mereka dalam pelaksanaan kegiatan," tegas narasumber.Jika fee panitia saja belum dibayar, publik berhak bertanya ke mana alokasi dana hibah itu mengalir.Belum Ada Klarifikasi Resmi  Hingga berita ini ditayangkan, pihak A, H.H, B, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika belum memberikan keterangan resmi.Redaksi papaunewsonline.com terus berupaya menghubungi dan meminta hak jawab. Konfirmasi dan dokumen LPJ dari pihak terkait akan dimuat sebagai bagian keberimbangan berita. Penulis: Hendrik Editor: GF 16 Jun 2026, 17:02 WIT
Dinkes Mimika Gencarkan Edukasi HIV-AIDS, Lebih dari Separuh Kasus Baru Menimpa Usia Muda Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dengan menyasar kelompok remaja dan pemuda. Langkah ini diambil menyusul data yang menunjukkan tingginya kasus baru pada usia produktif. Berdasarkan catatan hingga 13 Juni 2026, sepanjang tahun 2025 ditemukan 489 kasus baru, terdiri dari 227 kasus HIV dan 262 kasus AIDS. Sebanyak 268 kasus atau 54,81 persen di antaranya terjadi pada rentang usia 15 hingga 29 tahun. Secara akumulatif sejak 1996, total kasus yang tercatat mencapai 8.410 orang.Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, dalam Workshop Penanggulangan HIV pada Remaja dan Pemuda yang berlangsung Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari unsur organisasi keagamaan, kepemudaan, dan kampus, serta berpedoman pada peraturan perundangan kesehatan yang berlaku. Workshop bertujuan meningkatkan pemahaman, mengurangi stigma, serta membentuk kader pendidik sebaya untuk menyebarkan informasi yang benar.Linus menjelaskan tingginya angka pada kelompok muda disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan masih banyaknya perilaku berisiko. “Remaja adalah aset masa depan daerah. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menurunkan produktivitas dan menghambat kemajuan Mimika,” ujarnya. Oleh sebab itu, intervensi diperluas tidak hanya pada kelompok tertentu, tetapi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Mimika Godfield Maturbongs menegaskan penanganan HIV-AIDS tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu sektor.Ia mengajak semua elemen untuk terlibat aktif, mulai dari memberikan edukasi, membangun jejaring kerja sama, hingga menghapus pandangan negatif terhadap Orang Dengan HIV. Stigma yang ada justru sering menghalangi akses pemeriksaan dan pengobatan yang seharusnya terbuka bagi siapa saja.  Penulis: Jid Editor: GF 16 Jun 2026, 16:56 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Dinkes Mimika Gencarkan Edukasi HIV-AIDS, Lebih dari Separuh Kasus Baru Menimpa Usia Muda Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dengan menyasar kelompok remaja dan pemuda. Langkah ini diambil menyusul data yang menunjukkan tingginya kasus baru pada usia produktif. Berdasarkan catatan hingga 13 Juni 2026, sepanjang tahun 2025 ditemukan 489 kasus baru, terdiri dari 227 kasus HIV dan 262 kasus AIDS. Sebanyak 268 kasus atau 54,81 persen di antaranya terjadi pada rentang usia 15 hingga 29 tahun. Secara akumulatif sejak 1996, total kasus yang tercatat mencapai 8.410 orang.Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, dalam Workshop Penanggulangan HIV pada Remaja dan Pemuda yang berlangsung Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari unsur organisasi keagamaan, kepemudaan, dan kampus, serta berpedoman pada peraturan perundangan kesehatan yang berlaku. Workshop bertujuan meningkatkan pemahaman, mengurangi stigma, serta membentuk kader pendidik sebaya untuk menyebarkan informasi yang benar.Linus menjelaskan tingginya angka pada kelompok muda disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan masih banyaknya perilaku berisiko. “Remaja adalah aset masa depan daerah. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menurunkan produktivitas dan menghambat kemajuan Mimika,” ujarnya. Oleh sebab itu, intervensi diperluas tidak hanya pada kelompok tertentu, tetapi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Mimika Godfield Maturbongs menegaskan penanganan HIV-AIDS tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu sektor.Ia mengajak semua elemen untuk terlibat aktif, mulai dari memberikan edukasi, membangun jejaring kerja sama, hingga menghapus pandangan negatif terhadap Orang Dengan HIV. Stigma yang ada justru sering menghalangi akses pemeriksaan dan pengobatan yang seharusnya terbuka bagi siapa saja.  Penulis: Jid Editor: GF 16 Jun 2026, 16:56 WIT
Dinkes Mimika Kejar 2 Juta Tes Malaria Tahun Ini, Perlu Sinergi Semua Pihak Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menetapkan target sebanyak 2 juta kali pemeriksaan kasus malaria sepanjang tahun 2026. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, Dinkes berhasil melampaui target dengan melakukan 1.299.815 kali tes, di mana ditemukan 190.597 kasus dan tingkat kepositifan mencapai 14,07 persen. Hingga Mei 2026, telah tercatat 450.193 kali pemeriksaan dengan 61.735 kasus terdeteksi atau tingkat kepositifan 13,7 persen.Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, menjelaskan upaya percepatan dilakukan melalui peningkatan layanan di 10 puskesmas wilayah perkotaan. (12/6/26) Sebagai contoh, Puskesmas Timika menurunkan 50 tim setiap harinya dengan target 100 tes per tim, sehingga mampu memeriksa sekitar 5.000 orang per hari. Pemeriksaan berlangsung selama 7 hingga maksimal 14 hari dalam sebulan, dengan sasaran minimal 35 ribu tes setiap bulannya.Berbagai tantangan masih dihadapi, antara lain kondisi alam Mimika yang bercurah hujan tinggi dan dataran rendah, sehingga banyak terbentuk genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Faktor perilaku masyarakat juga menjadi kendala, seperti sering beraktivitas malam hari dengan pakaian terbuka, kurang disiplin menghabiskan obat, dan belum membiasakan penggunaan kelambu saat tidur.Kamaludin menegaskan penanganan malaria membutuhkan kerja sama lintas sektor dan kesadaran bersama. “Upaya medis saja belum cukup jika lingkungan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk." Ujarnya. Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 14:06 WIT
KKSS Mimika Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih, Seru Tegakkan Perda Pengelolaan Sampah Papuanewsonline.com, Timika – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika melaksanakan aksi kerja bakti dalam rangka program Jumat Bersih di sepanjang Jalan Kartini, Kelurahan Otomona. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri, yang mengacu pada surat himbauan Bupati Mimika serta arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri dan Presiden Republik Indonesia.Ketua KKSS Mimika, H. Iwan Anwar, SH, MH, menyampaikan bahwa sekitar 30 anggota turut berpartisipasi membersihkan ruas jalan mulai dari persimpangan Jalan Budi Utomo hingga Jalan Yos Sudarso. (12/6/26) Ia menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga kota.Selama pelaksanaan, peserta menemukan cukup banyak sampah rumah tangga yang dibuang secara sembarangan di pinggir jalan.Kondisi ini dinilai mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Iwan menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap individu yang tinggal di wilayah tersebut.Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera menegakkan Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah secara tegas dan konsisten. Menurutnya, penerapan aturan yang memberikan efek jera bagi pelanggar menjadi langkah strategis agar kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dapat dihentikan dan tercipta ketertiban yang berkelanjutan.Melalui kegiatan ini, KKSS Mimika berharap dapat menjadi teladan bagi organisasi kemasyarakatan lain dan warga sekitar. Diharapkan semangat kebersamaan ini dapat menular, sehingga seluruh elemen masyarakat bergotong royong mewujudkan Kota Timika yang bersih, asri, sehat, dan layak huni bagi generasi sekarang maupun mendatang.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:58 WIT
ALUMNI SD NASKAT MATHIAS II LANGGUR A SAMBUT SUKACITA TAHBISAN DIAKON FR. GABRIEL JUNIOR ELL Papuanewsonline,com. LANGGUR-,  Keluarga besar Alumni SD Naskat Mathias II Langgur A Angkatan 2010 menyampaikan ucapan proficiat atas tahbisan diakon salah satu alumninya, Fr. Gabriel Junior Ell  di Ambon pada Selasa, (9/5).Ucapan syukur dan doa itu disampaikan melalui pduk digital yang beredar di kalangan alumni. Spanduk bertuliskan _“Proficiat Atas Tahbisan Diakon Fr. Gabriel Junior Ell”_ dengan mengutip ayat Kitab Suci Matius 20:28a, _“Sama Seperti Anak Manusia Datang Bukan Untuk Dilayani, Melainkan Untuk Melayani”_.Dalam pduk tersebut, para alumni angkatan 2010 menuliskan, _“Selamat & Sukses Dalam Pelayanan Baru sebagai Diakon. Salam Kasih dan Doa dari Alumni SD Naskat Mathias II Langgur A, Angkatan 2010.”_Fr. Gabriel Junior Ell, yang akrab disapa Biel, tampak mengenakan stola diakon berwarna merah-putih dengan tangan terkatup berdoa. Ia diapit dua rekannya yang juga mengenakan jubah imam.*Panggilan Pelayanan*  Tahbisan diakon merupakan tahap awal dalam tahbisan suci Gereja Katolik sebelum menerima tahbisan imam. Seorang diakon bertugas mewartakan Injil, melayani perayaan Ekaristi, memberkati perkawinan, dan menjalankan karya amal kasih.Moto tahbisan yang dipilih Diakon Biel, Mat. 20:28a, menegaskan semangat dasar pelayanannya: hadir untuk melayani, bukan dilayani.Para alumni berharap Diakon Biel tetap setia dalam panggilan dan menjadi pelayan yang rendah hati bagi umat. Dukungan doa dari almamater SD Naskat Mathias II menjadi kekuatan bagi Diakon Biel dalam mengawali medan pastoral yang baru.Pewarta: HendrikEditor.    : GF 09 Jun 2026, 22:23 WIT
BNPB: Gempa M 7,7 Di Laut Sulawesi, Lima Wilayah Berstatus Siaga Dan Waspada Tsunami Papuanewsonline.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, gempa bumi tektonik Magnitudo 7,7 terjadi di Laut Sulawesi pada Senin, (8/6/2026), pukul 06.37 WIB. Gempa berpusat di kedalaman 47 kilometer, barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.BNPB mengimbau masyarakat di lima wilayah pesisir itu untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta melakukan langkah antisipasi dengan menjauhi area pantai menuju titik kumpul aman sesuai tingkat ancaman di wilayahnya.Instruksi Status Siaga: Evakuasi ke Tempat Tinggi  Mengacu pemodelan dampak tsunami BMKG, pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota berstatus “Siaga” diinstruksikan mengarahkan warga melakukan evakuasi tertib ke tempat lebih tinggi.Wilayah berstatus Siaga terdiri atas:  1. Sulawesi Utara: Kepulauan Sangihe estimasi gelombang tiba pukul 06.51 WIB, Kota Manado 07.12 WIB, Minahasa Utara Bagian Utara 07.12 WIB, Minahasa Bagian Utara 07.14 WIB, Kepulauan Minahasa 07.16 WIB, Minahasa Selatan Bagian Utara 07.17 WIB, Bolaang Mongondow Bagian Utara 07.22 WIB, Minahasa Utara Bagian Selatan 07.33 WIB, dan Minahasa Bagian Selatan 07.34 WIB.  2. Gorontalo: Gorontalo Bagian Utara 07.26 WIB.  3. Sulawesi Tengah: Buol 07.27 WIB dan Toli-Toli 07.29 WIB.Instruksi Status Waspada: Jauhi Pantai dan Hentikan Aktivitas di Perairan  Untuk daerah berstatus “Waspada”, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat menjaga kesiapsiagaan dengan mengarahkan warga menjauhi pantai dan tepian sungai, serta menghentikan sementara aktivitas di perairan.Wilayah kategori Waspada meliputi:  1. Sulawesi Utara: Kepulauan Talaud 06.58 WIB, Kota Bitung 07.19 WIB, Minahasa Selatan Bagian Selatan 07.42 WIB.  2. Maluku Utara: Halmahera 07.29 WIB, Kota Ternate 07.43 WIB, Kota Tidore 07.46 WIB.  3. Sulawesi Tengah: Donggala Bagian Utara 07.42 WIB.  4. Kalimantan Timur: Kutai Timur 07.44 WIB, Bulungan 08.05 WIB, Nunukan 08.14 WIB.BNPB: Kondisi Lapangan Terkendali, Guncangan Lemah 2-3 Detik  BNPB mengonfirmasi situasi dan kondisi lapangan saat ini aman, tenang, dan terkendali. Laporan cepat Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud serta BPBD Kota Manado menyebutkan guncangan gempa di kedua wilayah hanya dirasakan lemah selama kurang lebih 2 hingga 3 detik.Tim gabungan BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring ketat secara berkala di lapangan untuk memantau dampak pasca-gempa dan memastikan kondisi pesisir tetap aman.Koordinasi Satu Komando dan Imbauan Resmi  BNPB menyatakan terus memperkuat koordinasi sinergis dalam satu komando bersama tim gabungan lintas instansi di daerah, yaitu BPBD, TNI, Polri, Basarnas, lembaga kemanusiaan, dan relawan penanggulangan bencana. Tim tersebut bersiaga penuh untuk memandu dan mengamankan jalur pergerakan warga.Masyarakat diimbau tidak panik dan memprioritaskan keselamatan kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Warga diminta mematuhi instruksi resmi petugas lintas instansi di lapangan, tidak menyebarkan isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya, serta merujuk pada pemutakhiran data berkala dari instansi terkait dan petugas di lapangan. Penulis: Hendrik Editor: GF 09 Jun 2026, 00:49 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim, seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,” pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka, ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:46 WIT
Mimika Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Siap Mewakili Papua Tengah Di Manokwari Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi melepas kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) untuk mengikuti ajang Pesparawi Tingkat Nasional XIV. Kegiatan akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 18 hingga 28 Juni 2026. Dalam ajang ini, Mimika bersama Nabire dan Puncak ditunjuk sebagai perwakilan resmi Provinsi Papua Tengah, dengan mengikuti dua kategori lomba yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran dan Solo Anak.Ketua Harian Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Mimika, Johan Ade Matulessy, memohon dukungan dan doa dari seluruh warga agar tim dapat tampil sebaik mungkin. Ia menyatakan keyakinannya bahwa persiapan yang telah dilakukan akan membuahkan hasil terbaik bagi daerah dan provinsi. Sementara itu, pelatih sekaligus konduktor Hugo Iwangin menjelaskan tim akan membawakan lagu wajib, pilihan terikat, dan pilihan bebas, dengan semangat utama melayani dan memuliakan nama Tuhan.Melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, Bupati Mimika menyampaikan pesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga nama baik daerah. Keikutsertaan ini bukan hanya soal meraih juara, melainkan menjadi duta yang mencerminkan kekompakan, kedisiplinan, serta kerendahan hati selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.Pemerintah daerah menilai Pesparawi sebagai wadah untuk membina iman, mengembangkan bakat, serta mempererat persaudaraan antarumat se-Indonesia.Dukungan penuh terus diberikan agar kegiatan keagamaan seperti ini dapat membentuk karakter positif dan memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman masyarakat.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:33 WIT
MTQ Ke-XIII Kabupaten Mimika Resmi Dibuka, Libatkan Seluruh Distrik Dan Hadirkan Piala Bergilir Papuanewsonline.com, Timika – Suasana penuh semangat menyelimuti Masjid Baiturrahman SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran Tingkat Kabupaten Mimika ke-XIII. Kegiatan bertema “Cahaya Alquran Pemersatu Jiwa, Meneguhkan Harmoni Menuju Mimika Emas” ini dihadiri ribuan jemaah dan peserta, serta dipimpin langsung oleh Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, didampingi jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi terkait. (12/6/26)Ketua Panitia, Ustadz Firdaus Amir, melaporkan bahwa tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seleksi dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat distrik. Sebanyak 268 peserta terdaftar dari lima wilayah, yaitu Kuala Kencana, Mimika Baru, Mimika Timur, Iwaka, dan Wania. “Ini langkah baru agar MTQ semakin merata menjangkau seluruh warga. Kami berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah daerah,” ujarnya.Ketua LPTQ Mimika, Muh Darwis, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menghadirkan Piala Bergilir Bupati dan Wakil Bupati bagi distrik juara umum. Ia juga mengusulkan agar setiap distrik mendapatkan dana khusus untuk menggelar lomba serupa mulai tahun depan. “Kami juga mendatangkan 17 pembina dari berbagai daerah untuk mencetak qari-qariah andalan, agar dua tahun ke depan peserta lokal bisa bersaing di tingkat provinsi,” tegasnya.Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. “Di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama, tema ini sangat tepat. Alquran menjadi pemersatu dan benteng generasi agar tetap berkarakter baik,” ujarnya. Ia juga meminta dewan hakim bersikap adil dan peserta menjadikan lomba ini sebagai ajang peningkatan kualitas diri.Dengan tabuhan beduk dan lantunan ayat suci, MTQ ke-XIII resmi dibuka. Kegiatan yang berlangsung beberapa hari ini diharapkan melahirkan bibit unggul yang mampu mengharumkan nama daerah, sekaligus memperkuat kerukunan dan persatuan menuju Mimika Emas yang lebih maju dan harmonis. Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 03:14 WIT
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Mimika Gelar Doa Lintas Agama dan Pawai Ta’aruf Papuanewsonline.com, Timika – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika akan menggelar serangkaian kegiatan istimewa dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, yang berlangsung pada 15 hingga 16 Juni 2026 di Timika. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana syiar agama, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat setempat.Ketua PHBI Mimika, Ustadz H. Joko Priyanto, menyampaikan bahwa rangkaian acara diawali dengan Doa Lintas Agama. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin malam, 15 Juni 2026 pukul 19.30 WIT di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika, dan akan dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah, serta undangan lainnya.Keesokan harinya, Selasa 16 Juni 2026, akan dilaksanakan Pawai Ta’aruf yang terbuka untuk diikuti seluruh warga. Pawai dimulai pukul 06.30 WIT dari Lapangan Eks Pasar Lama, melintasi sejumlah ruas jalan utama kota seperti Jalan Pendidikan, Budi Utomo, Diana, Katedral Tiga Raja, hingga Jalan Yos Sudarso, sebelum kembali ke titik awal sebagai lokasi penutupan.Untuk menambah semarak acara, panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Tersedia pula hadiah lain seperti kulkas, mesin cuci, peralatan elektronik, dan berbagai doorprize hiburan lainnya.Kegiatan ini mengusung semangat “Hijrah menuju pribadi yang lebih baik, masyarakat yang lebih rukun, dan Mimika yang lebih maju”.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Jun 2026, 05:45 WIT
Penamatan Santri Angkatan II Ponpes Ahsanul Ulum, Kemenag & Pemkab Apresiasi Peran Pesantren Papuanewsonline.com, Mimika — Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum menggelar acara penamatan santri dan santriwati Angkatan II Tahun 2026 di Mimika, Senin (02/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren untuk melanjutkan perjalanan akademik ke jenjang yang lebih tinggi.Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelepasan santri bukan sekadar acara perpisahan, melainkan langkah awal menuju masa depan yang lebih luas.Menurutnya, para santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pondok pesantren."Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesederhanaan, solidaritas, kemandirian, serta pengendalian diri menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di pesantren," ujarnya.Ia menambahkan, penguatan iman menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren, Yayasan Papua Cerdas Insani, para ustaz, dan ustazah yang telah dengan tulus dan penuh dedikasi mendidik generasi muda.Ia menilai keberhasilan menamatkan para santri merupakan bukti nyata kontribusi pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki fondasi keimanan yang kuat."Kepada para santri, penamatan ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. Ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di pesantren hendaknya menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan dan mengamalkan kebaikan di tengah masyarakat," katanya.Pemerintah Kabupaten Mimika berharap para lulusan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, santun, menghargai perbedaan, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Mimika, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang toleran, cinta damai, dan mampu menjadi perekat persaudaraan.Pemerintah Kabupaten Mimika turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah memilih pendidikan berbasis karakter dan agama bagi anak-anak mereka. Pendidikan tersebut dinilai sebagai investasi terbaik untuk membangun masa depan yang cerah dan penuh keberkahan.Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan, Pemkab Mimika berkomitmen terus mendukung penguatan pendidikan agama dan pembinaan karakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan Mimika yang aman, cerdas, dan sejahtera.Acara penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi momen berharga bagi para santri, orang tua, serta seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum. Penulis: Bim Editor: GF 03 Jun 2026, 08:35 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT