Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
Bapenda Mimika Hadir Di Car Free Day, Layani Pajak Dan Bagikan Souvenir
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah
(Bapenda) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Bapenda Goes to Car Free Day yang
berlangsung Sabtu pagi di Jalan Cendrawasih, tepatnya di depan KPP Pratama
Timika. Kegiatan berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIT, menjadi momen yang
dinanti warga yang sedang berolahraga dan beraktivitas di kawasan bebas
kendaraan. (06/06/26)Dengan semangat “Pajak Kuat Mimika Hebat”, Bapenda
menghadirkan layanan lengkap dan mudah diakses oleh masyarakat. Warga dapat melakukan pembayaran pajak daerah, mengecek
tunggakan, mendaftar serta memperbarui data, hingga berkonsultasi langsung
seputar aturan perpajakan. Kehadiran dukungan perbankan membuat proses transaksi
berjalan lancar dan nyaman bagi semua pihak.Selain kemudahan pelayanan, panitia juga menyiapkan souvenir
menarik sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang berpartisipasi dan
memanfaatkan layanan yang tersedia. Hal ini menjadikan suasana semakin meriah, di mana warga
tidak hanya berolahraga, tetapi juga sekaligus menyelesaikan urusan
administrasi dengan cepat dan tanpa hambatan.Pemerintah daerah berharap kegiatan ini semakin mendekatkan
pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya
membayar pajak. Partisipasi aktif warga dalam memenuhi kewajiban perpajakan
menjadi kunci utama dalam mendukung pembangunan dan mewujudkan kemajuan
Kabupaten Mimika yang lebih sejahtera. Penulis: Jid
Editor: GF
06 Jun 2026, 14:38 WIT
Belanda vs Jepang Makin Dekat, Fans Oranje di Mimika Yakin Belanda Siap Tempur di Piala Dunia 2026
Papuanewsonline.com, Mimika - Hitung mundur menuju
pertandingan perdana Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Jepang terus
berjalan. Antusiasme para pendukung Oranje pun mulai terasa hingga ke Papua
Tengah, termasuk di Kabupaten Mimika yang memiliki komunitas pecinta sepak bola
internasional.Salah satu pendukung Timnas Belanda di Mimika, HR,
menyatakan keyakinannya bahwa skuad Oranje telah mencapai tingkat kesiapan yang
sangat baik menjelang pertandingan yang akan berlangsung pada Minggu, 14 Juni
2026 di Dallas Stadium, Arlington.Menurut HR, tim asuhan Ronald Koeman saat ini berada dalam
kondisi fisik yang prima setelah menjalani rangkaian persiapan dan latihan
intensif di Amerika Serikat. Ia menilai para pemain inti sudah mulai menemukan
chemistry yang dibutuhkan untuk menghadapi ketatnya persaingan di fase grup.“Latihan terakhir di Dallas intensitasnya tinggi. Frenkie de
Jong, Koopmeiners, Reijnders udah nyetel. Fisik pemain aman, nggak ada yang
cedera serius,” kata HR memantau kabar dari media Belanda, Jumat (5/6/2026).Meski optimistis, HR mengingatkan bahwa Jepang bukan lawan
yang bisa dianggap remeh. Ia menilai tim Samurai Biru memiliki kecepatan,
disiplin, dan kemampuan melakukan transisi serangan yang sangat berbahaya jika
tidak diantisipasi dengan baik.“Mereka cepat, pressing ketat, transisi 3-4 detik bisa bikin
gol. Makanya Van Dijk dan Ake harus disiplin jaga line. Dumfries sama Timber
juga nggak boleh telat turun,” ujarnya.Ia meyakini lini belakang Belanda telah dipersiapkan secara
khusus untuk mengantisipasi ancaman dari pemain-pemain cepat Jepang seperti
Kaoru Mitoma dan Takefusa Kubo yang selama ini menjadi motor serangan tim Asia
tersebut.Selain pertahanan, HR menilai duel di lini tengah akan
menjadi faktor penentu hasil pertandingan. Baginya, kemampuan Belanda dalam
menguasai bola dan memenangkan duel di sektor tengah dapat meredam agresivitas
permainan Jepang.“Kalau Frenkie megang bola, Jepang bingung. Dia, Reijnders,
Gravenberch harus menang duel. Jepang suka bikin chaos di tengah, tapi kita
punya teknik di atas mereka,” tegasnya.Pendukung Oranje itu juga menyoroti keunggulan Belanda dalam
situasi bola mati. Postur dan kemampuan duel udara para pemain bertahan maupun
penyerang dinilai bisa menjadi senjata penting untuk membongkar pertahanan
Jepang.“Van Dijk, Ake, Weghorst itu monster duel udara. Jepang
posturnya lebih pendek. Corner dan free-kick harus jadi gol,” katanya.Menurut HR, kehadiran Wout Weghorst juga memberikan opsi
tambahan bagi Ronald Koeman apabila tim membutuhkan gol cepat. Penyerang
bertubuh jangkung tersebut dinilai mampu menjadi solusi melalui skema umpan
silang maupun duel udara di kotak penalti.Di sektor depan, HR melihat kondisi Memphis Depay dan Cody
Gakpo tengah berada dalam performa terbaik. Keduanya disebut memiliki
kepercayaan diri tinggi setelah tampil produktif bersama klub maupun tim
nasional.“Depay di kualifikasi cetak gol terus. Gakpo di Liverpool
juga gacor. Mereka berdua kalau konek, bek Jepang nggak bakal tidur nyenyak,”
katanya.Dengan berbagai modal yang dimiliki Belanda, HR pun berani
memprediksi kemenangan bagi tim kesayangannya pada laga pembuka Grup F
tersebut.“Belanda 2-0. Satu dari open play Gakpo, satu dari set-piece
Van Dijk. Yang penting clean sheet dulu biar pede lawan Swedia,” ucapnya.Menutup pernyataannya, HR menyampaikan dukungan dari Mimika
untuk skuad Oranje yang akan berlaga di Amerika Serikat. Ia berharap Timnas
Belanda mampu mengawali turnamen dengan hasil maksimal demi membuka jalan
menuju fase berikutnya.“Main jam 9 pagi WIT kami di Mimika udah rame di depan
layar. Anak-anak Papua Tengah titip salam: kasih yang terbaik di Dallas. Dari
Timika untuk Belanda, 3 poin harga mati!” tutupnya. (GF)
06 Jun 2026, 07:34 WIT
Pesawat APBD Mimika Membusuk, Ketua Pemuda Kei Teriak: KPK, Seret Bupati dan Bos Maskapai
Papuanewsonline.com, Timika – Bau busuk dugaan korupsi
menguat dari hanggar Pemda Mimika. Armada udara yang dibeli pakai uang pajak
rakyat kini jadi bangkai besi tak terurus. Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika,
Edoardus Rahawadan, tak tahan lagi. Ia resmi berteriak ke KPK: panggil dan
periksa Bupati Mimika serta petinggi Asia One Air.Bom Utang Puluhan Miliar
Ledakan pertama datang dari rilis Edoardus ke
Papuanewsonline.com, Jumat (5/6/2026). Ia menuding ada utang-piutang gelap
antara Pemda Mimika dengan operator penerbangan Asia One Air. Nilainya tak
main-main: ditaksir puluhan miliar rupiah. “Kalau tidak diaudit sekarang, APBD
Mimika bocor. Rakyat yang nombok,” tegas Edoardus.Pesawat Rakyat Jadi Monumen Di lapangan, pemandangan lebih ngeri. Pesawat dan helikopter
milik Pemda Mimika yang seharusnya jadi ambulans udara dan angkutan logistik
warga pedalaman kini sekarat. Rusak, tak terawat, hanya terparkir jadi sarang
debu. Padahal, kata Edoardus, satu-satunya jalan ke distrik pegunungan dan
pesisir Mimika adalah lewat udara.Warga Terisolasi, Pajak MubazirDampaknya berdarah-darah. Warga distrik Tembagapura, Jila,
Agimuga, hingga pesisir Mimika Timur kini terisolasi. Guru tak bisa mengajar,
pasien gawat tak bisa dirujuk, sembako tak masuk. “Pesawat dibeli dari keringat
rakyat, tapi rakyatnya sendiri nggak bisa terbang. Ini pengkhianatan,” kata
Edoardus dengan nada tinggi.Desakan Keras ke Gedung Merah Putih Karena itu, Pemuda Kei melayangkan tantangan terbuka ke KPK.
Isinya singkat: seret Bupati Mimika dan direksi Asia One Air ke meja hijau.
Periksa semua kontrak, lacak aliran duit, audit total aset. “Jangan tunggu
pesawat itu jadi besi tua semua. Jangan tunggu rakyat mati di gunung,” desak
Edoardus.Jejak APBD yang Misterius
Edoardus mencium aroma tak sedap dari pengelolaan aset udara
Pemda. Menurut dia, publik berhak tahu: berapa harga beli pesawat, berapa biaya
sewa ke maskapai, berapa utang yang belum dibayar, dan kenapa bisa mangkrak.
Tanpa transparansi, kata dia, APBD Mimika cuma jadi ATM pribadi.Luka Lama Transportasi Papua Kasus ini menambah luka panjang transportasi di Papua. Sudah
puluhan tahun warga pedalaman menggantungkan nyawa ke pesawat perintis. Ketika
armada milik pemda sendiri lumpuh karena dugaan utang, kepercayaan publik
rontok. “Ini bukan lagi maladministrasi. Ini pembunuhan pelan-pelan terhadap
akses rakyat,” ucap Edoardus.Bola Panas di Tangan KPK
Kini bola panas ada di KPK. Akankah lembaga antirasuah itu
turun ke Timika membongkar dugaan utang puluhan miliar ini? Hingga berita ini
diturunkan Jumat (5/6/2026), Pemda Mimika dan manajemen Asia One Air belum
memberi klarifikasi. Papuanewsonline.com masih berupaya mengonfirmasi nilai
kontrak, status utang, dan kondisi aset ke BPKAD Mimika serta BPK RI Perwakilan
Papua. Asas praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi. Penulis: Hend
Editor: GF
06 Jun 2026, 07:25 WIT
Lantik Pejabat Baru, Kepala BNN Perintahkan Kerahkan Intelijen Siber dan Kunci Barang Bukti Narkoba
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepala BNN RI Suyudi Ario
Seto melantik jajaran Pejabat Administrator dan Penyidik Madya di Gedung Tan
Satrisna, Cawang, Rabu (3/6/2026). Dalam pelantikan itu, Suyudi memberi
“perintah perang” ke 3 lini: kepala BNN daerah, pengawas barang bukti, dan
penyidik.Suyudi menegaskan mutasi ini bukan rotasi biasa, tapi
langkah akselerasi kinerja. “Ini dinamika organisasi untuk mempertajam strategi
BNN,” ujarnya saat memimpin upacara pengambilan sumpah, Rabu (3/6/2026).3 Instruksi Khusus Kepala BNNSuyudi minta Kepala BNNK/BNN Kota membangun komunikasi kuat
dengan Pemda, tokoh agama, dan masyarakat. Targetnya jelas: akselerasi program
Desa Bersinar. Artinya, perang narkoba harus dimulai dari desa.Jabatan ini disebut Suyudi sebagai “jangkar akuntabilitas”.
Ia memerintahkan sistem pengawasan barang bukti wajib ketat, transparan, dan
terukur. Barang bukti narkoba jadi sorotan karena rawan penyelewengan.Penyidik Madya disebut inti kekuatan penegakan hukum BNN.
Perintahnya: optimalkan hard power approach pakai intelijen taktis, siber, dan
penyidikan berbasis teknologi terkini. Sinyal perang ke bandar yang main di
dunia digital.Pesan Penutup: SIS
Menutup amanat, Kepala BNN menekankan 3 nilai: Soliditas,
Integritas, Sinergitas. “Solid jadi kokoh, integritas jadi benteng, sinergi
jadi kunci kerja sama,” tegasnya.Pelantikan ini jadi bagian dari konsolidasi BNN untuk
menghadapi peredaran narkoba yang makin canggih. Penulis: Hend
Editor: GF
06 Jun 2026, 07:11 WIT
Beri Pembekalan di Lemhannas, Wapres Gibran: Pemimpin Harus Peka Kondisi Masyarakat
Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Presiden Gibran
Rakabuming meminta calon pemimpin nasional untuk lebih peka terhadap kondisi
riil masyarakat. Pesan itu disampaikan saat memberi pembekalan kepada peserta
Lemhannas RI di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (3/6/2026).Pembekalan diberikan kepada peserta Pendidikan Pemantapan
Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan
Nasional (P4N) LXIX Tahun 2026. Kegiatan digelar di Gedung Utama II, Istana
Wakil Presiden.Peserta P3N dan P4N Lemhannas berasal dari unsur
pemerintahan, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta peserta
mancanegara.Tekankan Kebijakan Berbasis Lapangan Dalam arahannya, Wapres Gibran menekankan bahwa kebijakan
yang baik tidak hanya lahir dari perencanaan matang, tapi juga dari pemahaman
kuat terhadap kebutuhan dan persoalan di lapangan.“Para calon pemimpin harus memiliki kepekaan terhadap
kondisi nyata yang dihadapi masyarakat,” kata Wapres seperti dikutip BPMI
Setwapres, Rabu 3/6/2026.Contohi Soal Pupuk
Wapres mencontohkan persoalan distribusi pupuk yang
sebelumnya terhambat aturan tumpang tindih. Kondisi itu dinilai menyulitkan
petani dan menunjukkan pentingnya kehadiran pemimpin yang paham kondisi riil.Menurut Wapres, persoalan seperti itu hanya bisa dijawab
jika pembuat kebijakan turun langsung dan membangun komunikasi intensif dengan
masyarakat di daerah.Karena itu, ia mendorong peserta Lemhannas untuk lebih
sering ke lapangan guna memperoleh gambaran nyata berbagai tantangan di daerah. Penulis: Hend
Editor: GF
06 Jun 2026, 07:04 WIT
DAD Mimika Ingatkan OAP Tak Terprovokasi Isu Freeport, Soroti Bahaya “Penumpang Gelap”
Papuanewsonline.com, Timika – Dewan Adat Daerah (DAD)
Kabupaten Mimika menyikapi aksi blokade yang sempat terjadi di Check Point
Kuala Kencana dan menghambat aktivitas masuk kerja karyawan PT Freeport
Indonesia pada Kamis (4/6/2026). Berdasarkan informasi yang beredar, aksi
tersebut berkaitan dengan persoalan pengelolaan besi tua (scrap) di lingkungan
operasional perusahaan.Aksi tersebut menyebabkan akses utama menuju kawasan Kuala
Kencana sempat tertutup sebelum akhirnya kembali dibuka setelah dilakukan
mediasi oleh pihak kepolisian bersama manajemen PT Freeport Indonesia.
Menanggapi peristiwa itu, DAD Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk tetap
menjaga situasi yang aman dan kondusif.Ketua DAD Mimika, Vinsent Oniyoma, mengatakan bahwa
penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh
undang-undang. Namun menurutnya, penyampaian pendapat harus dilakukan secara
bermartabat tanpa mengganggu kepentingan publik maupun objek vital nasional."Kami menghormati setiap aspirasi masyarakat adat yang
ingin memperjuangkan hak-haknya. Namun kami juga mengimbau agar masyarakat
Orang Asli Papua tidak mudah terpengaruh, tidak terprovokasi, dan tidak
dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu atau penumpang gelap yang memiliki
kepentingan lain di balik isu yang sedang berkembang," tegas Vinsent
Oniyoma.DAD Mimika menilai PT Freeport Indonesia merupakan salah
satu aset strategis yang selama ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat
Papua, khususnya masyarakat adat Amungme, Kamoro, dan berbagai suku Papua
lainnya yang hidup serta bekerja di Kabupaten Mimika. Karena itu, keamanan dan
stabilitas operasional perusahaan dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan
lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.Selain itu, DAD juga menegaskan komitmennya untuk terus
mendorong peningkatan keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam dunia kerja,
baik sebagai tenaga kerja maupun pada posisi-posisi strategis. Menurut DAD,
ketimpangan kesempatan kerja yang masih dirasakan sebagian masyarakat harus
menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan perusahaan.Dalam pernyataannya, DAD Mimika juga menyoroti pentingnya
pelibatan masyarakat adat dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan
kepentingan masyarakat lokal, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan,
pemberdayaan ekonomi, dan pengelolaan sumber daya yang berada di wilayah adat."Kami sebagai masyarakat adat Papua memiliki tanggung
jawab moral untuk menjaga, merawat, dan melindungi PT Freeport Indonesia dari
berbagai ancaman dan kepentingan yang dapat merugikan masyarakat Papua
sendiri," ujar Vinsent Oniyoma.Terkait polemik pengelolaan besi tua (scrap), DAD Mimika
meminta seluruh pihak terkait, termasuk Lemasa, Lemasko, dan para mitra kerja
lainnya, untuk mengevaluasi pola kerja sama yang sedang berjalan. DAD
mengusulkan agar dilakukan revisi atau adendum kerja sama dengan melibatkan
lebih banyak unsur masyarakat adat, khususnya masyarakat Amungme dan Kamoro
yang memiliki kapasitas untuk mengelola peluang usaha tersebut.Menurut DAD, langkah tersebut penting untuk mencegah
kecemburuan sosial, mengurangi potensi konflik kepentingan, serta memastikan
manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat adat. DAD juga
menegaskan bahwa persoalan-persoalan yang berkaitan dengan hak adat harus
diselesaikan melalui mekanisme musyawarah adat pada rumah adat masing-masing
suku.Di akhir pernyataannya, Vinsent Oniyoma mengingatkan agar
tidak ada pihak yang memanfaatkan isu Freeport untuk kepentingan tertentu
dengan menggiring opini yang dapat memecah belah masyarakat. Ia menegaskan
bahwa perusahaan harus tetap dijaga sebagai bagian dari aset strategis yang
memberikan manfaat bagi Papua.
"Kami perlu mengingatkan bahwa saat ini pimpinan
tertinggi PT Freeport Indonesia adalah seorang Orang Asli Papua yang memiliki
kapasitas profesional, dedikasi, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tanggung
jawabnya. Oleh karena itu, kami mengutuk pihak-pihak yang sengaja menggiring
opini provokatif dengan membawa-bawa nama pimpinan PT Freeport Indonesia untuk
kepentingan tertentu. Freeport bukan partai politik dan tidak boleh dijadikan
alat kepentingan kelompok tertentu," tegasnya. (GF)
06 Jun 2026, 07:00 WIT
Pilihan Redaksi
Bapenda Mimika Hadir Di Car Free Day, Layani Pajak Dan Bagikan Souvenir
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah
(Bapenda) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Bapenda Goes to Car Free Day yang
berlangsung Sabtu pagi di Jalan Cendrawasih, tepatnya di depan KPP Pratama
Timika. Kegiatan berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIT, menjadi momen yang
dinanti warga yang sedang berolahraga dan beraktivitas di kawasan bebas
kendaraan. (06/06/26)Dengan semangat “Pajak Kuat Mimika Hebat”, Bapenda
menghadirkan layanan lengkap dan mudah diakses oleh masyarakat. Warga dapat melakukan pembayaran pajak daerah, mengecek
tunggakan, mendaftar serta memperbarui data, hingga berkonsultasi langsung
seputar aturan perpajakan. Kehadiran dukungan perbankan membuat proses transaksi
berjalan lancar dan nyaman bagi semua pihak.Selain kemudahan pelayanan, panitia juga menyiapkan souvenir
menarik sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang berpartisipasi dan
memanfaatkan layanan yang tersedia. Hal ini menjadikan suasana semakin meriah, di mana warga
tidak hanya berolahraga, tetapi juga sekaligus menyelesaikan urusan
administrasi dengan cepat dan tanpa hambatan.Pemerintah daerah berharap kegiatan ini semakin mendekatkan
pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya
membayar pajak. Partisipasi aktif warga dalam memenuhi kewajiban perpajakan
menjadi kunci utama dalam mendukung pembangunan dan mewujudkan kemajuan
Kabupaten Mimika yang lebih sejahtera. Penulis: Jid
Editor: GF
06 Jun 2026, 14:38 WIT
Belanda vs Jepang Makin Dekat, Fans Oranje di Mimika Yakin Belanda Siap Tempur di Piala Dunia 2026
Papuanewsonline.com, Mimika - Hitung mundur menuju
pertandingan perdana Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Jepang terus
berjalan. Antusiasme para pendukung Oranje pun mulai terasa hingga ke Papua
Tengah, termasuk di Kabupaten Mimika yang memiliki komunitas pecinta sepak bola
internasional.Salah satu pendukung Timnas Belanda di Mimika, HR,
menyatakan keyakinannya bahwa skuad Oranje telah mencapai tingkat kesiapan yang
sangat baik menjelang pertandingan yang akan berlangsung pada Minggu, 14 Juni
2026 di Dallas Stadium, Arlington.Menurut HR, tim asuhan Ronald Koeman saat ini berada dalam
kondisi fisik yang prima setelah menjalani rangkaian persiapan dan latihan
intensif di Amerika Serikat. Ia menilai para pemain inti sudah mulai menemukan
chemistry yang dibutuhkan untuk menghadapi ketatnya persaingan di fase grup.“Latihan terakhir di Dallas intensitasnya tinggi. Frenkie de
Jong, Koopmeiners, Reijnders udah nyetel. Fisik pemain aman, nggak ada yang
cedera serius,” kata HR memantau kabar dari media Belanda, Jumat (5/6/2026).Meski optimistis, HR mengingatkan bahwa Jepang bukan lawan
yang bisa dianggap remeh. Ia menilai tim Samurai Biru memiliki kecepatan,
disiplin, dan kemampuan melakukan transisi serangan yang sangat berbahaya jika
tidak diantisipasi dengan baik.“Mereka cepat, pressing ketat, transisi 3-4 detik bisa bikin
gol. Makanya Van Dijk dan Ake harus disiplin jaga line. Dumfries sama Timber
juga nggak boleh telat turun,” ujarnya.Ia meyakini lini belakang Belanda telah dipersiapkan secara
khusus untuk mengantisipasi ancaman dari pemain-pemain cepat Jepang seperti
Kaoru Mitoma dan Takefusa Kubo yang selama ini menjadi motor serangan tim Asia
tersebut.Selain pertahanan, HR menilai duel di lini tengah akan
menjadi faktor penentu hasil pertandingan. Baginya, kemampuan Belanda dalam
menguasai bola dan memenangkan duel di sektor tengah dapat meredam agresivitas
permainan Jepang.“Kalau Frenkie megang bola, Jepang bingung. Dia, Reijnders,
Gravenberch harus menang duel. Jepang suka bikin chaos di tengah, tapi kita
punya teknik di atas mereka,” tegasnya.Pendukung Oranje itu juga menyoroti keunggulan Belanda dalam
situasi bola mati. Postur dan kemampuan duel udara para pemain bertahan maupun
penyerang dinilai bisa menjadi senjata penting untuk membongkar pertahanan
Jepang.“Van Dijk, Ake, Weghorst itu monster duel udara. Jepang
posturnya lebih pendek. Corner dan free-kick harus jadi gol,” katanya.Menurut HR, kehadiran Wout Weghorst juga memberikan opsi
tambahan bagi Ronald Koeman apabila tim membutuhkan gol cepat. Penyerang
bertubuh jangkung tersebut dinilai mampu menjadi solusi melalui skema umpan
silang maupun duel udara di kotak penalti.Di sektor depan, HR melihat kondisi Memphis Depay dan Cody
Gakpo tengah berada dalam performa terbaik. Keduanya disebut memiliki
kepercayaan diri tinggi setelah tampil produktif bersama klub maupun tim
nasional.“Depay di kualifikasi cetak gol terus. Gakpo di Liverpool
juga gacor. Mereka berdua kalau konek, bek Jepang nggak bakal tidur nyenyak,”
katanya.Dengan berbagai modal yang dimiliki Belanda, HR pun berani
memprediksi kemenangan bagi tim kesayangannya pada laga pembuka Grup F
tersebut.“Belanda 2-0. Satu dari open play Gakpo, satu dari set-piece
Van Dijk. Yang penting clean sheet dulu biar pede lawan Swedia,” ucapnya.Menutup pernyataannya, HR menyampaikan dukungan dari Mimika
untuk skuad Oranje yang akan berlaga di Amerika Serikat. Ia berharap Timnas
Belanda mampu mengawali turnamen dengan hasil maksimal demi membuka jalan
menuju fase berikutnya.“Main jam 9 pagi WIT kami di Mimika udah rame di depan
layar. Anak-anak Papua Tengah titip salam: kasih yang terbaik di Dallas. Dari
Timika untuk Belanda, 3 poin harga mati!” tutupnya. (GF)
06 Jun 2026, 07:34 WIT
Pesawat APBD Mimika Membusuk, Ketua Pemuda Kei Teriak: KPK, Seret Bupati dan Bos Maskapai
Papuanewsonline.com, Timika – Bau busuk dugaan korupsi
menguat dari hanggar Pemda Mimika. Armada udara yang dibeli pakai uang pajak
rakyat kini jadi bangkai besi tak terurus. Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika,
Edoardus Rahawadan, tak tahan lagi. Ia resmi berteriak ke KPK: panggil dan
periksa Bupati Mimika serta petinggi Asia One Air.Bom Utang Puluhan Miliar
Ledakan pertama datang dari rilis Edoardus ke
Papuanewsonline.com, Jumat (5/6/2026). Ia menuding ada utang-piutang gelap
antara Pemda Mimika dengan operator penerbangan Asia One Air. Nilainya tak
main-main: ditaksir puluhan miliar rupiah. “Kalau tidak diaudit sekarang, APBD
Mimika bocor. Rakyat yang nombok,” tegas Edoardus.Pesawat Rakyat Jadi Monumen Di lapangan, pemandangan lebih ngeri. Pesawat dan helikopter
milik Pemda Mimika yang seharusnya jadi ambulans udara dan angkutan logistik
warga pedalaman kini sekarat. Rusak, tak terawat, hanya terparkir jadi sarang
debu. Padahal, kata Edoardus, satu-satunya jalan ke distrik pegunungan dan
pesisir Mimika adalah lewat udara.Warga Terisolasi, Pajak MubazirDampaknya berdarah-darah. Warga distrik Tembagapura, Jila,
Agimuga, hingga pesisir Mimika Timur kini terisolasi. Guru tak bisa mengajar,
pasien gawat tak bisa dirujuk, sembako tak masuk. “Pesawat dibeli dari keringat
rakyat, tapi rakyatnya sendiri nggak bisa terbang. Ini pengkhianatan,” kata
Edoardus dengan nada tinggi.Desakan Keras ke Gedung Merah Putih Karena itu, Pemuda Kei melayangkan tantangan terbuka ke KPK.
Isinya singkat: seret Bupati Mimika dan direksi Asia One Air ke meja hijau.
Periksa semua kontrak, lacak aliran duit, audit total aset. “Jangan tunggu
pesawat itu jadi besi tua semua. Jangan tunggu rakyat mati di gunung,” desak
Edoardus.Jejak APBD yang Misterius
Edoardus mencium aroma tak sedap dari pengelolaan aset udara
Pemda. Menurut dia, publik berhak tahu: berapa harga beli pesawat, berapa biaya
sewa ke maskapai, berapa utang yang belum dibayar, dan kenapa bisa mangkrak.
Tanpa transparansi, kata dia, APBD Mimika cuma jadi ATM pribadi.Luka Lama Transportasi Papua Kasus ini menambah luka panjang transportasi di Papua. Sudah
puluhan tahun warga pedalaman menggantungkan nyawa ke pesawat perintis. Ketika
armada milik pemda sendiri lumpuh karena dugaan utang, kepercayaan publik
rontok. “Ini bukan lagi maladministrasi. Ini pembunuhan pelan-pelan terhadap
akses rakyat,” ucap Edoardus.Bola Panas di Tangan KPK
Kini bola panas ada di KPK. Akankah lembaga antirasuah itu
turun ke Timika membongkar dugaan utang puluhan miliar ini? Hingga berita ini
diturunkan Jumat (5/6/2026), Pemda Mimika dan manajemen Asia One Air belum
memberi klarifikasi. Papuanewsonline.com masih berupaya mengonfirmasi nilai
kontrak, status utang, dan kondisi aset ke BPKAD Mimika serta BPK RI Perwakilan
Papua. Asas praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi. Penulis: Hend
Editor: GF
06 Jun 2026, 07:25 WIT
Lantik Pejabat Baru, Kepala BNN Perintahkan Kerahkan Intelijen Siber dan Kunci Barang Bukti Narkoba
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepala BNN RI Suyudi Ario
Seto melantik jajaran Pejabat Administrator dan Penyidik Madya di Gedung Tan
Satrisna, Cawang, Rabu (3/6/2026). Dalam pelantikan itu, Suyudi memberi
“perintah perang” ke 3 lini: kepala BNN daerah, pengawas barang bukti, dan
penyidik.Suyudi menegaskan mutasi ini bukan rotasi biasa, tapi
langkah akselerasi kinerja. “Ini dinamika organisasi untuk mempertajam strategi
BNN,” ujarnya saat memimpin upacara pengambilan sumpah, Rabu (3/6/2026).3 Instruksi Khusus Kepala BNNSuyudi minta Kepala BNNK/BNN Kota membangun komunikasi kuat
dengan Pemda, tokoh agama, dan masyarakat. Targetnya jelas: akselerasi program
Desa Bersinar. Artinya, perang narkoba harus dimulai dari desa.Jabatan ini disebut Suyudi sebagai “jangkar akuntabilitas”.
Ia memerintahkan sistem pengawasan barang bukti wajib ketat, transparan, dan
terukur. Barang bukti narkoba jadi sorotan karena rawan penyelewengan.Penyidik Madya disebut inti kekuatan penegakan hukum BNN.
Perintahnya: optimalkan hard power approach pakai intelijen taktis, siber, dan
penyidikan berbasis teknologi terkini. Sinyal perang ke bandar yang main di
dunia digital.Pesan Penutup: SIS
Menutup amanat, Kepala BNN menekankan 3 nilai: Soliditas,
Integritas, Sinergitas. “Solid jadi kokoh, integritas jadi benteng, sinergi
jadi kunci kerja sama,” tegasnya.Pelantikan ini jadi bagian dari konsolidasi BNN untuk
menghadapi peredaran narkoba yang makin canggih. Penulis: Hend
Editor: GF
06 Jun 2026, 07:11 WIT
Beri Pembekalan di Lemhannas, Wapres Gibran: Pemimpin Harus Peka Kondisi Masyarakat
Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Presiden Gibran
Rakabuming meminta calon pemimpin nasional untuk lebih peka terhadap kondisi
riil masyarakat. Pesan itu disampaikan saat memberi pembekalan kepada peserta
Lemhannas RI di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (3/6/2026).Pembekalan diberikan kepada peserta Pendidikan Pemantapan
Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan
Nasional (P4N) LXIX Tahun 2026. Kegiatan digelar di Gedung Utama II, Istana
Wakil Presiden.Peserta P3N dan P4N Lemhannas berasal dari unsur
pemerintahan, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta peserta
mancanegara.Tekankan Kebijakan Berbasis Lapangan Dalam arahannya, Wapres Gibran menekankan bahwa kebijakan
yang baik tidak hanya lahir dari perencanaan matang, tapi juga dari pemahaman
kuat terhadap kebutuhan dan persoalan di lapangan.“Para calon pemimpin harus memiliki kepekaan terhadap
kondisi nyata yang dihadapi masyarakat,” kata Wapres seperti dikutip BPMI
Setwapres, Rabu 3/6/2026.Contohi Soal Pupuk
Wapres mencontohkan persoalan distribusi pupuk yang
sebelumnya terhambat aturan tumpang tindih. Kondisi itu dinilai menyulitkan
petani dan menunjukkan pentingnya kehadiran pemimpin yang paham kondisi riil.Menurut Wapres, persoalan seperti itu hanya bisa dijawab
jika pembuat kebijakan turun langsung dan membangun komunikasi intensif dengan
masyarakat di daerah.Karena itu, ia mendorong peserta Lemhannas untuk lebih
sering ke lapangan guna memperoleh gambaran nyata berbagai tantangan di daerah. Penulis: Hend
Editor: GF
06 Jun 2026, 07:04 WIT
DAD Mimika Ingatkan OAP Tak Terprovokasi Isu Freeport, Soroti Bahaya “Penumpang Gelap”
Papuanewsonline.com, Timika – Dewan Adat Daerah (DAD)
Kabupaten Mimika menyikapi aksi blokade yang sempat terjadi di Check Point
Kuala Kencana dan menghambat aktivitas masuk kerja karyawan PT Freeport
Indonesia pada Kamis (4/6/2026). Berdasarkan informasi yang beredar, aksi
tersebut berkaitan dengan persoalan pengelolaan besi tua (scrap) di lingkungan
operasional perusahaan.Aksi tersebut menyebabkan akses utama menuju kawasan Kuala
Kencana sempat tertutup sebelum akhirnya kembali dibuka setelah dilakukan
mediasi oleh pihak kepolisian bersama manajemen PT Freeport Indonesia.
Menanggapi peristiwa itu, DAD Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk tetap
menjaga situasi yang aman dan kondusif.Ketua DAD Mimika, Vinsent Oniyoma, mengatakan bahwa
penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh
undang-undang. Namun menurutnya, penyampaian pendapat harus dilakukan secara
bermartabat tanpa mengganggu kepentingan publik maupun objek vital nasional."Kami menghormati setiap aspirasi masyarakat adat yang
ingin memperjuangkan hak-haknya. Namun kami juga mengimbau agar masyarakat
Orang Asli Papua tidak mudah terpengaruh, tidak terprovokasi, dan tidak
dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu atau penumpang gelap yang memiliki
kepentingan lain di balik isu yang sedang berkembang," tegas Vinsent
Oniyoma.DAD Mimika menilai PT Freeport Indonesia merupakan salah
satu aset strategis yang selama ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat
Papua, khususnya masyarakat adat Amungme, Kamoro, dan berbagai suku Papua
lainnya yang hidup serta bekerja di Kabupaten Mimika. Karena itu, keamanan dan
stabilitas operasional perusahaan dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan
lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.Selain itu, DAD juga menegaskan komitmennya untuk terus
mendorong peningkatan keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam dunia kerja,
baik sebagai tenaga kerja maupun pada posisi-posisi strategis. Menurut DAD,
ketimpangan kesempatan kerja yang masih dirasakan sebagian masyarakat harus
menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan perusahaan.Dalam pernyataannya, DAD Mimika juga menyoroti pentingnya
pelibatan masyarakat adat dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan
kepentingan masyarakat lokal, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan,
pemberdayaan ekonomi, dan pengelolaan sumber daya yang berada di wilayah adat."Kami sebagai masyarakat adat Papua memiliki tanggung
jawab moral untuk menjaga, merawat, dan melindungi PT Freeport Indonesia dari
berbagai ancaman dan kepentingan yang dapat merugikan masyarakat Papua
sendiri," ujar Vinsent Oniyoma.Terkait polemik pengelolaan besi tua (scrap), DAD Mimika
meminta seluruh pihak terkait, termasuk Lemasa, Lemasko, dan para mitra kerja
lainnya, untuk mengevaluasi pola kerja sama yang sedang berjalan. DAD
mengusulkan agar dilakukan revisi atau adendum kerja sama dengan melibatkan
lebih banyak unsur masyarakat adat, khususnya masyarakat Amungme dan Kamoro
yang memiliki kapasitas untuk mengelola peluang usaha tersebut.Menurut DAD, langkah tersebut penting untuk mencegah
kecemburuan sosial, mengurangi potensi konflik kepentingan, serta memastikan
manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat adat. DAD juga
menegaskan bahwa persoalan-persoalan yang berkaitan dengan hak adat harus
diselesaikan melalui mekanisme musyawarah adat pada rumah adat masing-masing
suku.Di akhir pernyataannya, Vinsent Oniyoma mengingatkan agar
tidak ada pihak yang memanfaatkan isu Freeport untuk kepentingan tertentu
dengan menggiring opini yang dapat memecah belah masyarakat. Ia menegaskan
bahwa perusahaan harus tetap dijaga sebagai bagian dari aset strategis yang
memberikan manfaat bagi Papua.
"Kami perlu mengingatkan bahwa saat ini pimpinan
tertinggi PT Freeport Indonesia adalah seorang Orang Asli Papua yang memiliki
kapasitas profesional, dedikasi, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tanggung
jawabnya. Oleh karena itu, kami mengutuk pihak-pihak yang sengaja menggiring
opini provokatif dengan membawa-bawa nama pimpinan PT Freeport Indonesia untuk
kepentingan tertentu. Freeport bukan partai politik dan tidak boleh dijadikan
alat kepentingan kelompok tertentu," tegasnya. (GF)
06 Jun 2026, 07:00 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Polwan Polres Biak Numfor Lakukan Trauma Healing bagi Korban Ledakan Bom
Papuanewsonline.com, Biak – Menunjukkan kepedulian terhadap
warga yang terdampak ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks
Perikanan Biak, jajaran Polwan Polres Biak Numfor menggelar kegiatan trauma
healing pada Kamis (4/6/2026). Dipimpin langsung Wakapolres Kompol Jebelina
Walli bersama tim, kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi pengungsian, yakni
Hotel Mapia dan Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak, setelah sebelumnya
berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak kelurahan untuk mendata warga yang
membutuhkan perhatian khusus.Di Hotel Mapia, para Polwan menyambangi setiap kamar untuk
bertemu langsung dengan ibu-ibu dan anak-anak yang kehilangan anggota keluarga.
Dengan sikap hangat dan penuh empati, mereka memberikan
dukungan moril serta motivasi agar warga tetap tabah dan saling menguatkan. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yatim, di mana
tim mendengarkan cerita mereka dan memastikan kebutuhan dasar mereka tetap
terpenuhi selama berada di pengungsian.Suasana yang lebih ceria tercipta saat tim melanjutkan
kegiatan di posko pengungsian. Di sana, anak-anak diajak bernyanyi, bermain,
dan berinteraksi bersama guna mengurangi rasa takut yang masih membekas.
Keceriaan perlahan tampak di wajah mereka yang sebelumnya tampak cemas. Sebagai bentuk kepedulian, tim juga membagikan makanan
ringan dan berbaur dengan warga untuk memberikan semangat menghadapi masa sulit
ini.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito,
menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bukti Polri tidak hanya berfokus pada
penyelidikan kasus, tetapi juga hadir secara kemanusiaan. “Pendampingan psikologis ini penting agar korban, terutama
anak-anak, dapat kembali merasa aman dan nyaman. Kami terus berupaya memberikan
pendekatan yang humanis demi pemulihan kondisi mereka,” tegasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:26 WIT
Tim Gabungan Intensifkan Pencarian dan Penyelidikan Pascaledakan Bom di Biak
Papuanewsonline.com, Biak – Pascainsiden ledakan yang
terjadi pada 31 Mei 2026 di Kompleks Perikanan Biak, tim gabungan yang terdiri
dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana, Puslabfor, Tim DVI, dan instansi
terkait terus mempercepat upaya pencarian korban, sterilisasi lokasi, dan
pengungkapan penyebab peristiwa.Dalam konferensi pers Kamis malam (4/6/26), Kapolres Biak
Numfor AKBP Ari Trestiawan menyampaikan perkembangan terbaru, di mana jumlah
korban meninggal tercatat enam orang, sementara tiga lainnya masih dalam proses
pencarian dan identifikasi. Sementara itu, korban yang sempat dirawat kini menjalani
pemulihan di posko pengungsian.Hingga hari ini, tim kembali menemukan 32 potongan tubuh; 30
di antaranya ditemukan saat sterilisasi dan 2 lainnya di area pencarian.
Seluruh temuan telah diserahkan kepada tim identifikasi. Selain itu, sejumlah barang milik korban juga berhasil
diamankan. Proses sterilisasi lokasi telah mencapai 75 persen, dengan temuan 42
serpihan proyektil yang menjadi bahan penyelidikan. Tim Puslabfor juga telah
melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk diteliti lebih
lanjut.Sementara itu, Tim DVI telah membuka posko antemortem dan
mulai mengumpulkan data serta sampel DNA dari keluarga korban guna proses
pencocokan. Besok, tim akan mengambil sampel dari potongan tubuh yang
tersimpan di kamar jenazah. Pencarian tetap dilakukan secara bertahap, dengan
area inti ditangani setelah dinyatakan aman dan area seluas radius empat
kilometer terus ditelusuri. Kendala utama yang dihadapi adalah cuaca hujan yang
membatasi waktu kerja tim penjinak bom.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mendekati
lokasi kejadian demi keselamatan, mengingat masih ada potensi bahan berbahaya. Masyarakat diminta tidak menyentuh atau memindahkan benda
asing yang diduga peninggalan perang, melainkan segera melaporkannya ke aparat
agar ditangani oleh tenaga ahli. Posko pelaporan dibuka baik di lokasi maupun
di kantor polisi terdekat. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:23 WIT
Ditemukan Dua Bom Mortir Peninggalan Perang Dunia II di Jayapura, Aparat Amankan Lokasi
Papuanewsonline.com, Jayapura – Suasana di wilayah Doyo Baru
Hinekombe, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura mendadak tegang setelah ditemukan
dua benda yang diduga merupakan bom mortir aktif peninggalan Perang Dunia II.
Temuan ini terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 18.50 WIT, saat seorang
warga sedang menggarap lahan pertanian di area Dister Parako 3 Pasgat, tepatnya
di sebelah Lapangan Tembak Lanud Silas Papare.Segera setelah mengetahui hal tersebut, aparat keamanan
bergerak cepat menutup dan mensterilkan lokasi untuk mencegah hal-hal yang
tidak diinginkan.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito,
membenarkan adanya laporan penemuan benda berbahaya tersebut. Ia menyatakan bahwa personel di lapangan telah melakukan
pengamanan ketat di sekitar lokasi guna memastikan keselamatan warga sekitar. “Kami telah menerima laporan awal dan lokasi sudah dalam
pengawasan. Langkah selanjutnya adalah proses identifikasi dan pengangkatan
yang akan dilakukan secara khusus oleh tim ahli,” jelasnya.Saat ini, penanganan teknis sepenuhnya diserahkan kepada Tim
Penjinak Bom atau Jibom dari Satuan Brimob Polda Papua. Mereka akan melakukan evakuasi hingga proses penjinakan
sesuai dengan prosedur keamanan yang baku, mengingat risiko ledakan yang cukup
tinggi jika ditangani sembarangan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan hanya boleh
dilakukan oleh tenaga yang memiliki keahlian khusus di bidang tersebut.Polda Papua juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap
tenang dan tidak panik. Warga diminta untuk tidak mendekati, menyentuh,
memindahkan, maupun mengotak-atik benda asing yang diduga berbahaya. Jika menemukan hal serupa di tempat lain, masyarakat
diharapkan segera melaporkannya kepada aparat keamanan terdekat agar ditangani
dengan tepat dan aman. Penulis: JId
Editor: GF
05 Jun 2026, 09:45 WIT
Standar Jakarta Patah di Merauke: Guru Terpaksa Langgar Aturan Demi Anak Marind Sekolah
Papuanewsonline.com, Merauke – Indikator pendidikan nasional
yang seragam terbukti gagal membaca realitas anak Marind di pedalaman Merauke.
Sekolah bertahan bukan karena aturan Jakarta, tapi karena diskresi guru, peran
Gereja Katolik, dan prajurit TNI yang turun mengajar.Hal itu diungkap Aulia Rahmi, Mahasiswa Doktoral Ilmu
Pendidikan UNY, dalam rilis tertulisnya Selasa (3/6/2026) pada media
Papuanewsonline,com. Menurutnya, pemerintah pusat kerap memukul rata pendidikan
dengan ukuran kota besar: jumlah guru, kehadiran siswa, capaian kurikulum."Ukuran itu patah di kampung-kampung Marind,"
tulis Aulia.Masalah pendidikan di Merauke bukan sekadar gedung rusak
atau guru kurang. Sekolah harus bernegosiasi dengan rawa, jarak tempuh
berjam-jam, budaya berburu-meramu, hingga tradisi Sasi yang mengikat hidup
anak. "Keberhasilan pendidikan tidak bisa diukur dari
kepatuhan administratif yang dibuat dari Jakarta," tegasnya.Diskresi Guru Jadi Nyawa Sekolah Di lapangan, justru para street-level bureaucrat seperti
guru yang menentukan hidup-matinya sekolah. Teori Michael Lipsky ini nyata di
Merauke. Saat UU Sisdiknas menjamin pendidikan layak, fakta berkata
lain: anak harus jalan jauh, musim hujan melumpuhkan belajar, kurikulum tak
nyambung dengan kebutuhan hidup. "Bagi keluarga Marind, keterampilan berburu, mengolah
sagu, dan memahami wilayah adat lebih penting untuk bertahan hidup," tulis
Aulia. Jika dinilai pakai standar Jakarta, anak Marind langsung
dicap tidak peduli pendidikan. Padahal sistemnya yang tak cocok dengan denyut
nadi kampung.Karena itu guru melakukan diskresi adaptif: longgarkan absen
saat anak ikut upacara adat, ajarkan matematika lewat alat berburu, kaitkan
pelajaran lingkungan dengan tradisi Sasi, pakai bahasa Malind Anim sebagai
jembatan literasi. "Pendekatan ini tidak ada di juknis nasional, tapi
justru yang bikin sekolah relevan," katanya.Gereja dan TNI Isi Kekosongan Negara Guru tak sendiri. Gereja Katolik lewat YPPK sudah puluhan
tahun merawat sekolah sekaligus identitas budaya Marind. YPPK aktif
melestarikan bahasa daerah, nilai budaya lokal, dan pendidikan karakter. Di garis lain, prajurit TNI perbatasan ikut mengajar saat
guru kosong dan merenovasi sekolah rusak. "Pendidikan di Papua tidak bisa dipahami dengan
pendekatan sektoral yang kaku. Ini kerja bersama," tulis Aulia.3 Tuntutan untuk Jakarta
Aulia mendesak pemerintah berhenti ukur Merauke pakai
meteran Jakarta. "Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana sistem
pendidikan mampu menjangkau anak adat tanpa memaksa mereka meninggalkan
identitas budayanya."Ada 3 tuntutan konkret:
Lindungi diskresi guru – beri payung hukum untuk
penyesuaian pembelajaran lokal Legitimasi kurikulum Marind – Sasi, bahasa Malind
Anim, nilai ekologis harus jadi sumber belajar sah Perkuat kolaborasi – Pihak sekolah, Pemda, gereja,
TNI, komunitas adat harus satu meja "Keadilan pendidikan tidak lahir dari keseragaman
aturan. Keadilan lahir dari kemampuan memahami perbedaan," tutup Aulia. "Sebab yang terlihat sebagai penyimpangan dari standar
Jakarta, bisa jadi bentuk keberpihakan paling nyata terhadap anak-anak di batas
negeri." Penulis: Hendrik
Editor: GF
03 Jun 2026, 13:24 WIT
BMKG Prakiran Cuaca Sepekan di Mimika: Potensi Hujan Petir dan Angin Kencang
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin
memprakirakan kondisi cuaca di Kabupaten Mimika dan wilayah Papua Tengah untuk
periode 2 hingga 10 Juni 2026 umumnya cerah hingga berawan, diselingi hujan ringan
hingga sedang pada waktu tertentu. Suhu udara berkisar 23–31 derajat Celsius
dengan kelembapan cukup tinggi mencapai 98 persen, serta kecepatan angin antara
0,8 hingga 9,4 km/jam yang dapat meningkat hingga 24 km/jam saat terjadi hujan.Khusus pada 1 dan 3 Juni, BMKG mengeluarkan peringatan dini
potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan
angin kencang. Kondisi ini diprediksi terjadi mulai siang hingga malam
hari, bahkan hingga dini hari di berbagai distrik seperti Kuala Kencana, Mimika
Tengah, Iwaka, Mimika Timur, Mimika Baru, Wania, dan Kwamki Narama. Wilayah Pegunungan Timika juga berpotensi mengalami hujan
dengan intensitas lebih tinggi pada malam hari.Secara rinci, cuaca pada 2 Juni cenderung cerah sejak dini
hingga siang hari, kemudian berubah menjadi cerah berawan saat sore dan malam. Sementara mulai 3 hingga 8 Juni, hujan ringan hingga sedang
diprakirakan turun pada siang dan sore hari. Jarak pandang umumnya baik di atas
10 kilometer, namun dapat menurun akibat kabut tipis pada dini hari karena
tingkat kelembapan yang tinggi.Selain cuaca darat, BMKG juga merilis informasi kondisi
maritim untuk Perairan Timika dan Kokonao sebagai panduan bagi nelayan serta
pengguna transportasi laut agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca di
tengah laut. Masyarakat diimbau memantau perkembangan informasi terbaru
melalui akun resmi @infobmkgtimika sebelum beraktivitas, baik di darat, laut,
maupun udara. Penulis: Jid
Editor: GF
02 Jun 2026, 12:34 WIT
Tim SAR Gabungan Temukan 13 Potongan Tubuh, Tiga Korban Masih Dicari
Papuanewsonline.com, Biak – Proses pencarian tiga orang
korban yang hilang akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks
Perumahan Nelayan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, terus diintensifkan
sejak Senin (1/6/26).Puluhan personel SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI,
Polri, Basarnas, serta dibantu warga setempat, memusatkan penelusuran di
wilayah perairan dan pinggiran pantai yang menjadi titik penyebaran sisa
ledakan.Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyampaikan
bahwa pada hari pertama operasi, tim berhasil menemukan sebanyak 13 potongan
tubuh yang diduga milik para korban.“Seluruh temuan tersebut telah segera dievakuasi ke RSUD
Biak untuk penanganan lebih lanjut. Rencananya besok tim DVI dari Polda Papua
akan tiba guna melakukan identifikasi secara pasti terhadap potongan tubuh yang
ditemukan,” jelasnya.Sementara itu, lima korban jiwa yang telah berhasil
diidentifikasi terlebih dahulu, telah dimakamkan secara layak di Tempat
Pemakaman Umum Sorido, Distrik Biak Kota, pada Senin siang hari. Proses pemakaman berjalan khidmat dengan didampingi keluarga
dan pihak berwenang, mengingat peristiwa ini merupakan musibah besar yang
mengguncang masyarakat Biak.Pencarian terhadap tiga orang yang masih dinyatakan hilang
akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi. Tim SAR akan tetap berfokus menelusuri wilayah laut dan
pesisir, sementara tim khusus Jibom Gegana dari Polda Papua akan melakukan
penyisiran serta sterilisasi menyeluruh di sekitar lokasi ledakan untuk
memastikan tidak ada lagi bahaya bahan peledak yang tertinggal.Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar menjauhi
lokasi kejadian demi keselamatan, mengingat masih adanya potensi bahaya. Penulis: Jid
Editor: GF
02 Jun 2026, 12:29 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Penamatan Santri Angkatan II Ponpes Ahsanul Ulum, Kemenag & Pemkab Apresiasi Peran Pesantren
Papuanewsonline.com, Mimika — Pondok Pesantren Tahfidzul
Qur'an Ahsanul Ulum menggelar acara penamatan santri dan santriwati Angkatan II
Tahun 2026 di Mimika, Senin (02/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum
penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren untuk
melanjutkan perjalanan akademik ke jenjang yang lebih tinggi.Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel
Rettobyaan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelepasan santri bukan sekadar
acara perpisahan, melainkan langkah awal menuju masa depan yang lebih luas.Menurutnya, para santri diharapkan mampu menjadi generasi
penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta mampu menjadi
teladan di tengah masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang
tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pondok pesantren."Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk sumber
daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Nilai-nilai seperti
kejujuran, kesederhanaan, solidaritas, kemandirian, serta pengendalian diri
menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di pesantren," ujarnya.Ia menambahkan, penguatan iman menjadi fondasi utama dalam
membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan
kehidupan di masa mendatang.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang
Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan
apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren, Yayasan Papua Cerdas Insani, para
ustaz, dan ustazah yang telah dengan tulus dan penuh dedikasi mendidik generasi
muda.Ia menilai keberhasilan menamatkan para santri merupakan
bukti nyata kontribusi pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya
manusia yang cerdas, berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki fondasi
keimanan yang kuat."Kepada para santri, penamatan ini bukanlah akhir dari
proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. Ilmu
dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di pesantren hendaknya menjadi
bekal untuk melanjutkan pendidikan dan mengamalkan kebaikan di tengah
masyarakat," katanya.Pemerintah Kabupaten Mimika berharap para lulusan Pondok
Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum dapat tumbuh menjadi generasi muda yang
cerdas, santun, menghargai perbedaan, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan
daerah dan bangsa.Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa di tengah
keberagaman suku, budaya, dan agama di Mimika, pesantren memiliki peran
strategis dalam membentuk generasi yang toleran, cinta damai, dan mampu menjadi
perekat persaudaraan.Pemerintah Kabupaten Mimika turut menyampaikan penghargaan
kepada para orang tua yang telah memilih pendidikan berbasis karakter dan agama
bagi anak-anak mereka. Pendidikan tersebut dinilai sebagai investasi terbaik
untuk membangun masa depan yang cerah dan penuh keberkahan.Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan,
Pemkab Mimika berkomitmen terus mendukung penguatan pendidikan agama dan
pembinaan karakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan Mimika yang aman,
cerdas, dan sejahtera.Acara penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi
momen berharga bagi para santri, orang tua, serta seluruh keluarga besar Pondok
Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum. Penulis: Bim
Editor: GF
03 Jun 2026, 08:35 WIT
Pemuda Lintas Agama Mimika Galang Dana Bangun Kembali Gereja yang Terbakar
Papuanewsonline.com, Timika – Semangat persaudaraan dan
toleransi tampak nyata di persimpangan Jalan Budi Utomo – Jalan Hasanuddin,
Mimika, pada Senin (1/6/2026). Puluhan pemuda dari berbagai latar belakang
agama berkumpul dalam aksi penggalangan dana jalanan untuk membantu pembangunan
kembali Gereja Katolik Stasi Santa Fransiskus Xaverius Poumako yang ludes
terbakar pekan lalu.Kegiatan yang digagas oleh Front Aksi Kemanusiaan ini
direncanakan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu, 3 Juni mendatang.Sebanyak 12 organisasi pemuda dan komunitas turut
berpartisipasi penuh, antara lain PMII, PMKRI, GMNI, GMKI, IMM, Pemuda Muslim
Mimika, Pemuda Katolik, Barisan Merah Putih, Forum Papua Tengah Terang, Pemuda
Sorong Raya, APKM, hingga komunitas penggemar sepak bola Portugal Timika. Berbekal kotak sumbangan dan pduk sederhana, mereka
dengan ramah menyapa para pengendara dan pengguna jalan untuk mengajak berbagi
kebaikan demi sesama yang tertimpa musibah.Koordinator aksi sekaligus Ketua Pemuda Muslim Mimika,
Arifin Letsoin, menyatakan bahwa musibah yang menimpa rumah ibadah tersebut
merupakan duka bersama bagi seluruh warga Mimika tanpa memandang perbedaan
keyakinan.“Mari kita bergerak bersama membangun kembali tempat ibadah
saudara kita. Ini adalah tanggung jawab dan kepedulian kita semua sebagai
sesama anak bangsa,” ujarnyaSeluruh dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan
sepenuhnya untuk proses pembangunan kembali gedung gereja yang berada di
wilayah Distrik Mimika Timur. Gerakan sosial dari kalangan akar rumput ini menjadi bukti
nyata bahwa perbedaan tidak memisahkan persaudaraan, melainkan semakin
mempererat rasa kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi kesulitan. Penulis: Jid
Editor: GF
01 Jun 2026, 22:20 WIT
Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemuda Papua Tengah: Kami Anak Papua, Kami Anak Pancasila
Papuanewsonline.com, Timika – Semangat kebangsaan dan
persatuan berkumandang kencang dari kalangan generasi muda Papua Tengah dalam
peringatan Hari Lahir Pancasila 2026. Mengangkat tema “Anak Papua, Anak
Pancasila”, kegiatan yang digelar di kawasan Pelabuhan Poumako, Mimika, pada Minggu
(31/5/26) ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan nyata bagi pemuda untuk
menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai luhur dasar negara dalam kehidupan
sehari-hari.Acara ini diselenggarakan oleh Banteng Mienting bersama
Yayasan Althea Mee Papua dan Rembuk Pemuda Papua Tengah, diisi dengan diskusi
kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan tokoh sipil.Koordinator Rembuk Pemuda Papua Tengah, Brigita Pekey,
menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung makna mendalam: pemuda Papua adalah
bagian utuh dari bangsa Indonesia yang memiliki hak dan tanggung jawab yang
sama. “Menjadi Anak Papua sekaligus Anak Pancasila berarti tetap
bangga dengan budaya dan identitas asal, namun tetap menjunjung tinggi
persatuan, gotong royong, serta semangat kebangsaan sebagai warga negara
Indonesia,” tegasnya. Ia menekankan nilai-nilai ini harus dibuktikan dengan
tindakan nyata, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga toleransi, hingga
berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.Brigita mengakui generasi muda kini menghadapi berbagai
tantangan, mulai dari pengaruh buruk media sosial hingga lemahnya pemahaman
kebangsaan. Oleh karena itu, wadah seperti ini penting untuk membangun
ruang edukasi dan dialog yang sehat, agar pemuda tumbuh menjadi agen perubahan
yang cinta tanah air sekaligus memiliki nasionalisme yang kokoh. Berbagai program kolaboratif seperti kegiatan sosial,
diskusi kepemudaan, dan aksi berbagi telah disiapkan, khususnya menyambut HUT
Kemerdekaan RI mendatang. Lokasi di Pelabuhan Poumako sengaja dipilih karena
melambangkan keterbukaan dan konektivitas menuju masa depan yang lebih maju.Harapannya, semangat yang tumbuh dalam peringatan ini tidak
hanya berhenti sebagai seremoni, melainkan terus hidup dan diamalkan. Penulis: Andi Ilham
Editor: GF
01 Jun 2026, 22:07 WIT
Tokoh Pemuda Papua Soroti Ancaman Provokasi Asing dan Kerentanan Sosial di Papua
Papuanewsonline.com, Mimika - Tokoh Pemuda Wilayah Adat
Tabi, Paulinus Ohee, menilai berbagai dinamika sosial yang berkembang di Papua
belakangan ini tidak dapat dilepaskan dari adanya pengaruh kepentingan luar
yang berupaya memanfaatkan kondisi sosial masyarakat, terutama generasi muda.Menurutnya, kemunculan film “Pesta Babi” dan berbagai narasi
provokatif di ruang publik patut dicermati secara kritis agar tidak menjadi
alat yang memecah persatuan bangsa maupun memicu konflik sosial di Tanah Papua."Indonesia saat ini sedang bergerak menuju kemajuan
besar sebagai kekuatan ekonomi kawasan. Karena itu, menurut dia, terdapat
pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Indonesia tumbuh menjadi negara
kuat dan berpengaruh di Asia", katanya dalam keterangan kepada wartawan. Ia bahkan menilai pola-pola propaganda dan pembentukan opini
publik yang berkembang saat ini memiliki kemiripan dengan situasi menjelang
krisis politik tahun 1998.“Generasi muda, khususnya Gen Z, harus diberikan pemahaman
yang baik agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sengaja dibangun untuk
menciptakan perpecahan. Anak-anak muda Papua harus menjadi generasi yang
kritis, cerdas, dan tidak mudah dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu,” ujar
Paulinus.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan
Papua tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan, tetapi juga dipengaruhi
faktor ideologi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga masuknya budaya asing
yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai lokal masyarakat Papua. "Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pihak
tertentu untuk memperkeruh situasi dan menghambat pembangunan di Papua",
tandasnya. Paulinus menilai persoalan ekonomi menjadi salah satu titik
paling rentan yang sering dimanfaatkan untuk mempengaruhi masyarakat Papua.
Ketika kesejahteraan belum merata, lapangan pekerjaan terbatas, dan akses
pendidikan maupun kesehatan masih belum optimal, masyarakat menjadi lebih mudah
diprovokasi dan diarahkan pada konflik yang merugikan masyarakat Papua sendiri.“Di Papua ini banyak masyarakat yang sebenarnya hanya ingin
hidup tenang dan sejahtera. Tetapi ketika ada persoalan ekonomi, pendidikan,
dan lapangan kerja yang belum tuntas, itu sering dimanfaatkan oleh pihak lain
untuk menciptakan konflik dan mempengaruhi masyarakat,” katanya.Ia juga mengingatkan bahwa pendekatan pembangunan di Papua
tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik semata, tetapi harus dibarengi
pendekatan kemanusiaan yang mampu menghadirkan rasa keadilan bagi Orang Asli
Papua. Karena itu, ia berharap pelaksanaan Otonomi Khusus Papua benar-benar
mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di akar rumput."Negara harus hadir secara utuh melalui pemerataan
pembangunan, penegakan hukum yang adil, peningkatan kualitas pendidikan dan
kesehatan, serta pembukaan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat
Papua", tegasnya. Lebih lanjut, ia berharap Orang Asli Papua dapat merasakan
dirinya sebagai tuan di negerinya sendiri dalam bingkai Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).“Harapan kami, Otonomi Khusus benar-benar dirasakan
manfaatnya oleh Orang Asli Papua. Negara harus hadir dengan pendekatan
kemanusiaan, keadilan harus merata, dan hukum ditegakkan dengan adil agar
masyarakat Papua merasa memiliki masa depan yang baik dalam bingkai NKRI,”
tutupnya. Penulis: Jid
Editor: GF
29 Mei 2026, 18:25 WIT
Jamaah Mimika Tetap Khusyuk Salat Iduladha 1447 H di Tengah Guyuran Hujan
Papuanewsonline.com, Timika – Meski diguyur hujan ringan,
suasana kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang
digelar di halaman Gedung Graha Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Rabu
(27/5/2026). Ratusan jamaah tetap hadir dan melaksanakan ibadah dengan penuh
semangat serta kebersamaan, menjadikan momen suci ini semakin bermakna meskipun
cuaca kurang bersahabat.Ibadah pagi tersebut dipimpin langsung oleh Imam Ustadz
Kamsir, mengajak seluruh umat untuk merenungi makna pengorbanan dan ketaatan
sejati.Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mimika, Ustadz Joko
Prianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah tahun ini tersebar luas di
seluruh penjuru wilayah.“Kami menetapkan sebanyak 94 titik pelaksanaan Salat
Iduladha di Mimika, hasil koordinasi bersama Dewan Kemakmuran Masjid, MUI, para
mubaligh, dan berbagai organisasi Islam. Tujuannya agar umat di setiap distrik
maupun kampung dapat merayakan hari raya ini dengan mudah dan nyaman di tempat
terdekat,” jelasnya, menandakan semangat kebersamaan yang tumbuh luas di tengah
masyarakat.Dalam khotbah yang disampaikan KH Abdul Karim Lukman, umat
diajak meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim AS dalam menjaga keimanan dan
selalu mencari kebenaran di tengah kehidupan yang semakin kompleks. “Umat harus bijak menggunakan akal dan hati nurani untuk
memilah mana yang hak dan mana yang batil,” pesannya.Ia juga menekankan pentingnya memelihara hubungan harmonis
antara orang tua dan anak, serta mengingatkan bahwa makna kurban bukan sekadar
menyembelih hewan, melainkan wujud ketulusan hati dan pengorbanan harta demi
meraih ridho Allah SWT.Perayaan Iduladha kali ini menjadi bukti kekuatan
persaudaraan dan iman umat Islam di Mimika. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Mei 2026, 18:26 WIT
Sambut Iduladha, Pemuda Muslim Mimika Perkuat Kolaborasi Lewat Lomba Kebersihan Masjid
Papuanewsonline.com, Mimika — Puncak acara Lomba Kebersihan
Lingkungan Masjid se-Distrik Mimika Baru dalam rangka menyambut Hari Raya
Iduladha berlangsung meriah pada Senin, 26 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung
tema “Masjid Bersih, Ibadah Nyaman, Qurban Berkah” ini menjadi momentum
kolaborasi antara pemuda muslim, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan pemerintah
dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan masjid dan
masyarakat.Dalam perlombaan tersebut, Masjid Nurul Hidayah berhasil
meraih Juara 1, disusul Masjid Asy-Syuhada sebagai Juara 2, Masjid Ittihadul
Ummah sebagai Juara 3, dan Masjid An-Nur sebagai Juara Harapan 1.Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, dalam
sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut murni lahir dari semangat
kolaborasi dan dorongan bersama dalam menyambut momentum Iduladha.“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi bersama pemuda
muslim dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan kegiatan yang positif
dan bermanfaat. Kami sangat mengapresiasi langkah teman-teman yang telah ikut
berpartisipasi dalam menjawab berbagai tantangan dan polemik sosial di
lingkungan masyarakat, khususnya terkait kebersihan dan keamanan lingkungan,”
ujarnya.Arifin juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan hari ini
merupakan bentuk kepedulian nyata yang patut diapresiasi bersama. Ia berharap
pemuda muslim dapat terus aktif dan memiliki inisiatif dalam mendampingi
pemerintah daerah membangun Kabupaten Mimika.Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun,
memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan para pemuda muslim dan DKM
se-Distrik Mimika Baru. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus
dilanjutkan karena menjadi contoh positif bagi generasi muda.“Inilah pemuda yang kami harapkan, pemuda yang juga
diharapkan oleh pemerintah. Banyak dinamika sosial yang harus kita selesaikan
bersama-sama dengan bergandengan tangan,” kata Merlyn.Ia menambahkan bahwa pemerintah akan melihat dan mendukung
kegiatan nyata yang telah dilakukan di lapangan. Menurutnya, program yang sudah
berjalan dan dipublikasikan akan menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk
memberikan dukungan.Merlyn juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh DKM yang
telah menjadikan masjid sebagai tempat edukasi yang baik bagi masyarakat. Ia
mengajak seluruh pihak untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang
melibatkan pemuda.“Pemuda jangan hanya berada di dalam grup-grup WhatsApp.
Silakan kritisi pemerintah, tetapi kami juga membutuhkan pemuda yang mau turun
langsung bekerja bersama-sama di lapangan,” tegasnya.Ia menekankan bahwa program yang bertujuan untuk kebaikan
masyarakat harus dijalankan secara bersama-sama tanpa memandang perbedaan
pribadi.“Kami siap menjembatani, kami siap berbagi, dan kami siap
berkolaborasi,” tutupnya. Penulis: BimEditor: GF
26 Mei 2026, 19:55 WIT