Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan Dalam Sidang Tahunan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/08/2026).Presiden tiba di Gedung Nusantara pada pagi hari untuk menyampaikan pidato kenegaraan keduanya sebagai kepala negara. Agenda tahunan ini dimajukan dari jadwal lazim 16 Agustus, karena pada tahun ini 16 Agustus 2026 bertepatan dengan hari Minggu. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengingat kembali momen bersejarah ketika dirinya mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 di hadapan Majelis, seluruh rakyat Indonesia, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.Di hadapan pimpinan dan anggota lembaga negara, Presiden menegaskan kembali komitmen sumpah tersebut untuk menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur serta mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.Presiden kemudian memaparkan capaian pemerintah selama hampir dua tahun masa pemerintahannya dalam beragam program prioritas nasional. Beberapa capaian yang disampaikan meliputi:1. Kemandirian Pangan: Penguatan ketahanan pangan nasional melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penataan tata niaga pangan. Presiden menegaskan tidak ada tempat bagi praktik "serakahnomics" di sektor pangan.2. Kemandirian Energi: Percepatan transisi energi dan penguatan ketahanan energi nasional.3. Restrukturisasi BUMN dan Investasi: Penataan ulang BUMN agar lebih efisien dan berdaya saing, serta peningkatan iklim investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.4. Infrastruktur dan Kesehatan: Pembangunan infrastruktur yang merata serta peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.Sidang Tahunan ini dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, para mantan presiden dan wakil presiden, pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, ketua parlemen negara sahabat ASEAN, serta duta besar negara sahabat. Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI merupakan forum konstitusional tahunan bagi Presiden untuk menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan arah kebijakan strategis pemerintahan menuju visi Indonesia Emas 2045.Editor: OF
14 Agu 2026, 22:48 WIT
TPNPB Klaim Tiga Warga Sipil Kritis Ditembak Aparat dan Tiga Anjing Tewas
Papuanewsonline.com, Maybrat - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM merilis Siaran Pers Ke II pada Jumat, 14 Agustus 2026, yang mengklaim aparat militer Indonesia melakukan penembakan terhadap tiga warga sipil di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.Dalam siaran pers yang ditandatangani Jubir TPNPB Sebby Sambom, disebutkan insiden itu terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026 sekitar pukul 18.30 WIT.Operasi disebut terjadi di Kampung Aifam, Ainot dan wilayah Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat. TPNPB mengklaim aparat yang terlibat berasal dari satuan TNI Angkatan Laut yang menempati Pos Sory di Kampung Aifam.Tiga korban yang disebutkan dalam kondisi kritis atas nama, Silvester Asem mengalami luka tembak di bagian paha hingga tembus, berikut Anike Fatie sosok ibu rumah tangga ini ditembak di bagian bahu hingga tembus telinga, korban berikutnya Selviana Sory merupakan ibu rumah tangga mengalami luka tembak di bagian betis kaki hingga tembus. Selain itu, tiga ekor anjing milik para korban diklaim ditembak mati di hari yang sama.TPNPB mengakui Ketiga warga selaku korban awalanya berangkat dari rumah di Kampung Aifam menuju kebun milik mama Anike Fatie di Muara Aifat. Sesampainya di kebun, Anike Fatie membakar keladi dan hendak pergi mandi di sekitar muara, sementara Silvester Asem dan Selviana Sory berada di pondok.Tiba-tiba terdengar bunyi tembakan. Anike Fatie yang saat itu berjalan kaki bersama tiga ekor anjing mengira bunyi tersebut adalah petasan. Saat ia mendekat, ia menemukan tiga anjingnya telah tertembak mati. Ketika ia berlari memeluk anjing tersebut, ia diklaim ditembak dari arah belakang.Sementara itu, Silvester Asem yang ketakutan mendengar tembakan berulang kali lari keluar dari pondok dan langsung ditembak jatuh. Selviana Sory yang berada di dalam pondok didatangi aparat dan ikut ditembak.Atas peristiwa ini, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk menjunjung tinggi hukum humaniter internasional.Mereka meminta agar diberikan panduan hukum humaniter kepada aparat yang bertugas di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua agar fasilitas dan warga sipil tidak menjadi sasaran.Pihak TPNPB menyebut penembakan ini sebagai pelanggaran HAM karena wilayah tersebut masih pemukiman sipil dan tidak ada aktivitas pasukan TPNPB di sana pada saat kejadian. Mereka menyebut penembakan dilakukan sepihak tanpa adanya gangguan atau penyerangan dari pihak TPNPB.Komnas TPNPB juga mendesak PBB melalui Dewan Keamanan dan Dewan HAM PBB untuk membentuk tim investigasi dugaan kejahatan perang di Tanah Papua dan membantu penanganan 125.931 warga sipil yang disebut masih mengungsi akibat konflik bersenjata.Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB per 14 Agustus 2026. Hingga berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi atau konfirmasi dari pihak TNI, Polri, pemerintah daerah Maybrat, maupun lembaga HAM terkait insiden yang diklaim terjadi di Distrik Aifat Timur Tengah tersebut.Penulis: HendrikEditor: OF
14 Agu 2026, 19:19 WIT
Pimpin Pemusnahan 1,3 Ton Ketamin, Menko Polkam Tegaskan Indonesia Bukan Tempat Transit
Papuanewsonline.com, Batam – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago memimpin pemusnahan barang bukti narkoba jenis ketamin seberat 1,3 ton di Markas Komando Daerah Angkatan Laut IV (Kodaeral IV) Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).Pemusnahan tersebut dilakukan setelah aparat gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ketamin melalui kapal MV King Sun di perairan Kepulauan Riau. Pengungkapan ini dinilai menjadi bukti kuatnya kerja sama antarlembaga dalam menghadapi kejahatan lintas negara, khususnya peredaran narkoba melalui jalur laut.Menko Polkam mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengungkapan tersebut, mulai dari TNI Angkatan Laut, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, Polri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, hingga masyarakat maritim serta pelaku usaha pelayaran dan kepelabuhanan.“Pemerintah mengapresiasi keberhasilan ini. Pemerintah dapat hadiah HUT RI ke-81,” ujar Djamari dalam konferensi pers di Batam.Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak dapat dipandang sebagai hasil kerja satu institusi. Penanganan kejahatan lintas negara membutuhkan koordinasi, pertukaran informasi, kemampuan deteksi, serta tindakan penegakan hukum yang dilakukan secara terpadu.“Hanya dengan cara bekerja bersama-sama kita bisa berhasil. Perkokoh persatuan kita bersama,” tegasnya.Djamari juga menilai keberhasilan utama dalam kasus tersebut bukan hanya terletak pada jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, tetapi juga kemampuan aparat mendeteksi dan menghentikan jalur yang diduga digunakan jaringan penyelundupan narkoba internasional. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh dimanfaatkan sebagai tempat transit, penyimpanan maupun distribusi narkoba dan barang ilegal lainnya.“Beri pesan yang jelas, Indonesia tidak boleh menjadi tempat transit, penyimpanan, dan penyaluran narkoba dan barang ilegal lainnya,” katanya.Pengungkapan kasus bermula ketika MV King Sun bersandar pada 6 Agustus 2026. Pemeriksaan awal menggunakan anjing pelacak dan alat deteksi belum menemukan adanya barang mencurigakan. Namun, petugas menemukan indikasi upaya pengelabuan berupa ceceran kristal yang sengaja disebarkan di sekitar kapal.Tim gabungan kemudian memperketat pemeriksaan pada 7 Agustus 2026 dengan menggunakan sejumlah metode, di antaranya forensik digital, pemindaian sinar-X, penyelaman, pemeriksaan denah kapal, tes urine terhadap seluruh anak buah kapal (ABK), serta interogasi. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 65 karung berisi 1.300 bungkus di bagian anjungan kapal.Hasil pemeriksaan laboratorium memastikan barang tersebut merupakan ketamin dengan berat sekitar 1,3 ton. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil koordinasi TNI AL, BNN, Bareskrim Polri, BIN, BAIS TNI, Bea dan Cukai, serta Pusat Intelijen TNI AL.“Melalui pemeriksaan dan investigasi yang diperkuat dengan digital forensik serta peralatan khusus milik Bea Cukai dan BNN, 65 karung tersebut dipastikan berisi ketamin seberat 1,3 ton,” ujar Muhammad Ali.Barang bukti tersebut diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp2,6 triliun. Aparat juga memperkirakan pengungkapan itu mampu menyelamatkan sekitar 13 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Sementara itu, seluruh ABK yang diduga terlibat masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan penyidikan dan mengungkap jaringan yang lebih luas.Sebagai tindak lanjut proses hukum, seluruh ketamin yang telah diamankan kemudian dimusnahkan menggunakan tiga unit insinerator milik BNN RI dan BNN Provinsi Kepulauan Riau. Pemerintah menilai pengungkapan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan Indonesia serta mencegah negara dimanfaatkan sebagai bagian dari jalur distribusi narkoba lintas negara.Dalam kegiatan tersebut turut hadir Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahar Diantono, serta sejumlah pejabat lintas instansi lainnya.Penulis: JidEditor: OF
14 Agu 2026, 19:12 WIT
TNI Dukung Penguatan Kesiapsiagaan Dan Respons Bencana Melalui EDRR Indonesia 2026
Papuanewsonline.com, Jakarta — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana melalui keikutsertaan tiga matra dalam Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Indonesia 2026.Kegiatan tersebut berlangsung pada 12 hingga 14 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Dalam pembukaan kegiatan, TNI diwakili Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI Mayjen TNI Suhardi yang hadir mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.Pembukaan EDRR Indonesia 2026 dilaksanakan di Conference Area A Hall D2 JIExpo Kemayoran, Rabu (12/8/2026). Kegiatan diawali dengan keynote speech Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan official opening ceremony dan ribbon cutting. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi serta kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang lebih terpadu.EDRR Indonesia 2026 turut menghadirkan berbagai inovasi dan teknologi di bidang keselamatan serta penanggulangan bencana. Selain pameran, kegiatan tersebut juga diisi konferensi dan workshop sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta strategi dalam menghadapi risiko bencana.Keikutsertaan TNI menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas nasional dalam menghadapi kondisi darurat. Tiga matra TNI mengambil bagian dalam kegiatan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang kebencanaan tersebut.Melalui kegiatan ini, TNI turut memperkuat kemampuan kesiapsiagaan, pencarian dan pertolongan, serta respons ketika terjadi keadaan darurat. Kemampuan tersebut dinilai penting mengingat penanganan bencana membutuhkan koordinasi dan kesiapan berbagai unsur secara terpadu.Partisipasi TNI juga menjadi bagian dari diplomasi pertahanan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan inovasi diharapkan dapat mendukung peningkatan kemampuan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.Kehadiran berbagai teknologi keselamatan dalam EDRR Indonesia 2026 memberikan kesempatan bagi para peserta untuk melihat perkembangan terbaru dalam bidang pencarian, pertolongan, mitigasi, hingga penanganan kondisi darurat.Forum konferensi dan workshop yang digelar dalam rangkaian kegiatan juga menjadi wadah untuk membahas berbagai pendekatan dalam memperkuat manajemen risiko bencana. Kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.Bagi TNI, penguatan kesiapsiagaan dan kemampuan respons bencana merupakan bagian dari kontribusi dalam membantu masyarakat ketika menghadapi situasi darurat. Sinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperlukan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.Melalui keikutsertaan dalam EDRR Indonesia 2026, TNI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan kapasitas nasional di bidang kebencanaan. Kerja sama dan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di Indonesia.Penulis: JidEditor: OF
14 Agu 2026, 19:08 WIT
TNI Hadir dengan Kepedulian, Koops TNI Habema Luruskan Informasi Terkait Ucapan Terima Kasih
Papuanewsonline.com, Papua Tengah — Koops TNI Habema memberikan klarifikasi mengenai informasi yang beredar terkait dugaan intimidasi terhadap umat Stasi Santa Sisilia Wuloni, Paroki Santo Petrus Ilaga, Dekanat Moni-Puncak Jaya, Keuskupan Timika.Klarifikasi tersebut disampaikan setelah muncul informasi yang mengaitkan personel TNI Pos Wuloni dengan dugaan tekanan terhadap pihak gereja dan umat dalam menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI serta Pemerintah Republik Indonesia, Rabu (12/8/2026).Koops TNI Habema menegaskan bahwa berdasarkan penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan adanya arahan maupun tindakan personel Pos Wuloni yang bertujuan memberikan tekanan kepada pihak gereja ataupun masyarakat dalam menyampaikan ucapan tersebut.Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan TNI menghormati gereja sebagai ruang kehidupan rohani masyarakat sekaligus bagian penting dalam kehidupan masyarakat Papua.“Kami menghormati gereja, para pemimpin agama, dan seluruh umat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat harus memberikan rasa aman, bukan rasa takut,” ujar Wirya.Ia mengatakan setiap prajurit juga terus ditekankan untuk membangun komunikasi secara humanis dengan masyarakat serta menghargai adat dan kehidupan keagamaan yang berkembang di Papua.Ucapan terima kasih dari masyarakat tersebut berkaitan dengan dukungan terhadap renovasi Gereja Stasi Santa Sisilia Wuloni serta perbaikan fasilitas sekolah dasar di wilayah tersebut.Menurut Koops TNI Habema, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Bantuan tersebut tidak dimaksudkan untuk memberikan kewajiban kepada masyarakat agar menyampaikan dukungan atau pernyataan tertentu.“Bagi kami, membantu gereja dan sekolah adalah bagian dari pengabdian. Tidak ada kewajiban bagi masyarakat untuk membalasnya dengan pernyataan apa pun,” kata Wirya.Ia menambahkan, hal yang menjadi perhatian utama adalah agar rumah ibadah dapat digunakan dengan baik, anak-anak memperoleh fasilitas pendidikan yang layak, serta hubungan antara TNI dan masyarakat dapat terus dibangun berdasarkan rasa saling percaya dan menghormati.Koops TNI Habema juga menyatakan memahami bahwa masyarakat Papua memiliki pengalaman, pandangan, serta harapan yang beragam. Karena itu, setiap masukan dari masyarakat akan tetap dihormati dan menjadi bahan evaluasi bagi personel di lapangan.Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kehadiran prajurit agar semakin profesional dan humanis serta mampu memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat di wilayah penugasan.Koops TNI Habema menilai keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dapat dibangun melalui pengamanan wilayah. Rasa aman juga perlu tumbuh ketika masyarakat dapat menjalankan kehidupan sehari-hari, gereja melaksanakan pelayanan secara bebas, dan anak-anak memperoleh pendidikan.Komunikasi antara masyarakat, pemerintah, serta aparat juga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan menciptakan kondisi yang aman serta damai.“TNI hadir untuk menjaga, membantu, dan mengabdi. Kepercayaan masyarakat tidak dapat diminta atau dipaksakan, tetapi harus tumbuh dari sikap, ketulusan, dan pengabdian yang dirasakan masyarakat sendiri,” pungkas Wirya.Penulis: JidEditor: OF
14 Agu 2026, 19:04 WIT
Di Distrik KI, Wabup Marlinus Tekankan Pendidikan Kunci Masa Depan Boven Digoel
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Wakil Bupati Boven Digoel, Drs. Marlinus, mengingatkan masyarakat Distrik KI akan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan masa depan generasi muda.Pesan tersebut disampaikan Marlinus saat melakukan kunjungan kerja (kunker) Pemerintah Kabupaten Boven Digoel ke Distrik KI, Jumat, 14 Agustus 2026.Dalam pertemuan dengan masyarakat, Wakil Bupati menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada pada pemerintah."Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif dari seluruh masyarakat, terutama para orang tua," kata Marlinus.Ia menekankan peran keluarga sebagai lingkungan pertama pendidikan. Orang tua diminta memastikan anak-anak tetap mendapatkan kesempatan bersekolah dan memperoleh pendidikan yang layak.Marlinus mengajak warga Distrik KI untuk tidak mengabaikan pendidikan anak meski dihadapkan pada keterbatasan. Menurutnya, pendidikan adalah jalan untuk membuka peluang peningkatan taraf hidup dan modal bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.“Pendidikan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita. Karena itu, mari kita bersama-sama memberikan perhatian dan dorongan agar anak-anak tetap bersekolah dan memiliki cita-cita,” ujarnya.Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat mampu mengambil peran dalam proses pembangunan.Kunjungan kerja tersebut juga menjadi agenda penyerapan aspirasi masyarakat distrik dan peninjauan langsung kondisi serta kebutuhan warga di lapangan.Marlinus berharap sinergi empat pilar — pemerintah daerah, masyarakat, tenaga pendidik, dan orang tua — terus diperkuat agar persoalan pendidikan di Distrik KI dapat ditangani bersama.“Pemerintah daerah tentu akan terus berupaya memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Tetapi dukungan masyarakat juga sangat diperlukan, terutama dalam membangun generasi yang berpendidikan dan memiliki masa depan,” pungkasnya.Penulis: MuhtarEditor: OF
14 Agu 2026, 19:01 WIT
Pilihan Redaksi
Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan Dalam Sidang Tahunan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/08/2026).Presiden tiba di Gedung Nusantara pada pagi hari untuk menyampaikan pidato kenegaraan keduanya sebagai kepala negara. Agenda tahunan ini dimajukan dari jadwal lazim 16 Agustus, karena pada tahun ini 16 Agustus 2026 bertepatan dengan hari Minggu. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengingat kembali momen bersejarah ketika dirinya mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 di hadapan Majelis, seluruh rakyat Indonesia, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.Di hadapan pimpinan dan anggota lembaga negara, Presiden menegaskan kembali komitmen sumpah tersebut untuk menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur serta mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.Presiden kemudian memaparkan capaian pemerintah selama hampir dua tahun masa pemerintahannya dalam beragam program prioritas nasional. Beberapa capaian yang disampaikan meliputi:1. Kemandirian Pangan: Penguatan ketahanan pangan nasional melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penataan tata niaga pangan. Presiden menegaskan tidak ada tempat bagi praktik "serakahnomics" di sektor pangan.2. Kemandirian Energi: Percepatan transisi energi dan penguatan ketahanan energi nasional.3. Restrukturisasi BUMN dan Investasi: Penataan ulang BUMN agar lebih efisien dan berdaya saing, serta peningkatan iklim investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.4. Infrastruktur dan Kesehatan: Pembangunan infrastruktur yang merata serta peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.Sidang Tahunan ini dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, para mantan presiden dan wakil presiden, pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, ketua parlemen negara sahabat ASEAN, serta duta besar negara sahabat. Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI merupakan forum konstitusional tahunan bagi Presiden untuk menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan arah kebijakan strategis pemerintahan menuju visi Indonesia Emas 2045.Editor: OF
14 Agu 2026, 22:48 WIT
TPNPB Klaim Tiga Warga Sipil Kritis Ditembak Aparat dan Tiga Anjing Tewas
Papuanewsonline.com, Maybrat - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM merilis Siaran Pers Ke II pada Jumat, 14 Agustus 2026, yang mengklaim aparat militer Indonesia melakukan penembakan terhadap tiga warga sipil di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.Dalam siaran pers yang ditandatangani Jubir TPNPB Sebby Sambom, disebutkan insiden itu terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026 sekitar pukul 18.30 WIT.Operasi disebut terjadi di Kampung Aifam, Ainot dan wilayah Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat. TPNPB mengklaim aparat yang terlibat berasal dari satuan TNI Angkatan Laut yang menempati Pos Sory di Kampung Aifam.Tiga korban yang disebutkan dalam kondisi kritis atas nama, Silvester Asem mengalami luka tembak di bagian paha hingga tembus, berikut Anike Fatie sosok ibu rumah tangga ini ditembak di bagian bahu hingga tembus telinga, korban berikutnya Selviana Sory merupakan ibu rumah tangga mengalami luka tembak di bagian betis kaki hingga tembus. Selain itu, tiga ekor anjing milik para korban diklaim ditembak mati di hari yang sama.TPNPB mengakui Ketiga warga selaku korban awalanya berangkat dari rumah di Kampung Aifam menuju kebun milik mama Anike Fatie di Muara Aifat. Sesampainya di kebun, Anike Fatie membakar keladi dan hendak pergi mandi di sekitar muara, sementara Silvester Asem dan Selviana Sory berada di pondok.Tiba-tiba terdengar bunyi tembakan. Anike Fatie yang saat itu berjalan kaki bersama tiga ekor anjing mengira bunyi tersebut adalah petasan. Saat ia mendekat, ia menemukan tiga anjingnya telah tertembak mati. Ketika ia berlari memeluk anjing tersebut, ia diklaim ditembak dari arah belakang.Sementara itu, Silvester Asem yang ketakutan mendengar tembakan berulang kali lari keluar dari pondok dan langsung ditembak jatuh. Selviana Sory yang berada di dalam pondok didatangi aparat dan ikut ditembak.Atas peristiwa ini, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk menjunjung tinggi hukum humaniter internasional.Mereka meminta agar diberikan panduan hukum humaniter kepada aparat yang bertugas di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua agar fasilitas dan warga sipil tidak menjadi sasaran.Pihak TPNPB menyebut penembakan ini sebagai pelanggaran HAM karena wilayah tersebut masih pemukiman sipil dan tidak ada aktivitas pasukan TPNPB di sana pada saat kejadian. Mereka menyebut penembakan dilakukan sepihak tanpa adanya gangguan atau penyerangan dari pihak TPNPB.Komnas TPNPB juga mendesak PBB melalui Dewan Keamanan dan Dewan HAM PBB untuk membentuk tim investigasi dugaan kejahatan perang di Tanah Papua dan membantu penanganan 125.931 warga sipil yang disebut masih mengungsi akibat konflik bersenjata.Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB per 14 Agustus 2026. Hingga berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi atau konfirmasi dari pihak TNI, Polri, pemerintah daerah Maybrat, maupun lembaga HAM terkait insiden yang diklaim terjadi di Distrik Aifat Timur Tengah tersebut.Penulis: HendrikEditor: OF
14 Agu 2026, 19:19 WIT
Pimpin Pemusnahan 1,3 Ton Ketamin, Menko Polkam Tegaskan Indonesia Bukan Tempat Transit
Papuanewsonline.com, Batam – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago memimpin pemusnahan barang bukti narkoba jenis ketamin seberat 1,3 ton di Markas Komando Daerah Angkatan Laut IV (Kodaeral IV) Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).Pemusnahan tersebut dilakukan setelah aparat gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ketamin melalui kapal MV King Sun di perairan Kepulauan Riau. Pengungkapan ini dinilai menjadi bukti kuatnya kerja sama antarlembaga dalam menghadapi kejahatan lintas negara, khususnya peredaran narkoba melalui jalur laut.Menko Polkam mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengungkapan tersebut, mulai dari TNI Angkatan Laut, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, Polri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, hingga masyarakat maritim serta pelaku usaha pelayaran dan kepelabuhanan.“Pemerintah mengapresiasi keberhasilan ini. Pemerintah dapat hadiah HUT RI ke-81,” ujar Djamari dalam konferensi pers di Batam.Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak dapat dipandang sebagai hasil kerja satu institusi. Penanganan kejahatan lintas negara membutuhkan koordinasi, pertukaran informasi, kemampuan deteksi, serta tindakan penegakan hukum yang dilakukan secara terpadu.“Hanya dengan cara bekerja bersama-sama kita bisa berhasil. Perkokoh persatuan kita bersama,” tegasnya.Djamari juga menilai keberhasilan utama dalam kasus tersebut bukan hanya terletak pada jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, tetapi juga kemampuan aparat mendeteksi dan menghentikan jalur yang diduga digunakan jaringan penyelundupan narkoba internasional. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh dimanfaatkan sebagai tempat transit, penyimpanan maupun distribusi narkoba dan barang ilegal lainnya.“Beri pesan yang jelas, Indonesia tidak boleh menjadi tempat transit, penyimpanan, dan penyaluran narkoba dan barang ilegal lainnya,” katanya.Pengungkapan kasus bermula ketika MV King Sun bersandar pada 6 Agustus 2026. Pemeriksaan awal menggunakan anjing pelacak dan alat deteksi belum menemukan adanya barang mencurigakan. Namun, petugas menemukan indikasi upaya pengelabuan berupa ceceran kristal yang sengaja disebarkan di sekitar kapal.Tim gabungan kemudian memperketat pemeriksaan pada 7 Agustus 2026 dengan menggunakan sejumlah metode, di antaranya forensik digital, pemindaian sinar-X, penyelaman, pemeriksaan denah kapal, tes urine terhadap seluruh anak buah kapal (ABK), serta interogasi. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 65 karung berisi 1.300 bungkus di bagian anjungan kapal.Hasil pemeriksaan laboratorium memastikan barang tersebut merupakan ketamin dengan berat sekitar 1,3 ton. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil koordinasi TNI AL, BNN, Bareskrim Polri, BIN, BAIS TNI, Bea dan Cukai, serta Pusat Intelijen TNI AL.“Melalui pemeriksaan dan investigasi yang diperkuat dengan digital forensik serta peralatan khusus milik Bea Cukai dan BNN, 65 karung tersebut dipastikan berisi ketamin seberat 1,3 ton,” ujar Muhammad Ali.Barang bukti tersebut diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp2,6 triliun. Aparat juga memperkirakan pengungkapan itu mampu menyelamatkan sekitar 13 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Sementara itu, seluruh ABK yang diduga terlibat masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan penyidikan dan mengungkap jaringan yang lebih luas.Sebagai tindak lanjut proses hukum, seluruh ketamin yang telah diamankan kemudian dimusnahkan menggunakan tiga unit insinerator milik BNN RI dan BNN Provinsi Kepulauan Riau. Pemerintah menilai pengungkapan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan Indonesia serta mencegah negara dimanfaatkan sebagai bagian dari jalur distribusi narkoba lintas negara.Dalam kegiatan tersebut turut hadir Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahar Diantono, serta sejumlah pejabat lintas instansi lainnya.Penulis: JidEditor: OF
14 Agu 2026, 19:12 WIT
TNI Dukung Penguatan Kesiapsiagaan Dan Respons Bencana Melalui EDRR Indonesia 2026
Papuanewsonline.com, Jakarta — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana melalui keikutsertaan tiga matra dalam Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Indonesia 2026.Kegiatan tersebut berlangsung pada 12 hingga 14 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Dalam pembukaan kegiatan, TNI diwakili Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI Mayjen TNI Suhardi yang hadir mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.Pembukaan EDRR Indonesia 2026 dilaksanakan di Conference Area A Hall D2 JIExpo Kemayoran, Rabu (12/8/2026). Kegiatan diawali dengan keynote speech Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan official opening ceremony dan ribbon cutting. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi serta kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang lebih terpadu.EDRR Indonesia 2026 turut menghadirkan berbagai inovasi dan teknologi di bidang keselamatan serta penanggulangan bencana. Selain pameran, kegiatan tersebut juga diisi konferensi dan workshop sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta strategi dalam menghadapi risiko bencana.Keikutsertaan TNI menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas nasional dalam menghadapi kondisi darurat. Tiga matra TNI mengambil bagian dalam kegiatan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang kebencanaan tersebut.Melalui kegiatan ini, TNI turut memperkuat kemampuan kesiapsiagaan, pencarian dan pertolongan, serta respons ketika terjadi keadaan darurat. Kemampuan tersebut dinilai penting mengingat penanganan bencana membutuhkan koordinasi dan kesiapan berbagai unsur secara terpadu.Partisipasi TNI juga menjadi bagian dari diplomasi pertahanan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan inovasi diharapkan dapat mendukung peningkatan kemampuan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.Kehadiran berbagai teknologi keselamatan dalam EDRR Indonesia 2026 memberikan kesempatan bagi para peserta untuk melihat perkembangan terbaru dalam bidang pencarian, pertolongan, mitigasi, hingga penanganan kondisi darurat.Forum konferensi dan workshop yang digelar dalam rangkaian kegiatan juga menjadi wadah untuk membahas berbagai pendekatan dalam memperkuat manajemen risiko bencana. Kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.Bagi TNI, penguatan kesiapsiagaan dan kemampuan respons bencana merupakan bagian dari kontribusi dalam membantu masyarakat ketika menghadapi situasi darurat. Sinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperlukan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.Melalui keikutsertaan dalam EDRR Indonesia 2026, TNI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan kapasitas nasional di bidang kebencanaan. Kerja sama dan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di Indonesia.Penulis: JidEditor: OF
14 Agu 2026, 19:08 WIT
TNI Hadir dengan Kepedulian, Koops TNI Habema Luruskan Informasi Terkait Ucapan Terima Kasih
Papuanewsonline.com, Papua Tengah — Koops TNI Habema memberikan klarifikasi mengenai informasi yang beredar terkait dugaan intimidasi terhadap umat Stasi Santa Sisilia Wuloni, Paroki Santo Petrus Ilaga, Dekanat Moni-Puncak Jaya, Keuskupan Timika.Klarifikasi tersebut disampaikan setelah muncul informasi yang mengaitkan personel TNI Pos Wuloni dengan dugaan tekanan terhadap pihak gereja dan umat dalam menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI serta Pemerintah Republik Indonesia, Rabu (12/8/2026).Koops TNI Habema menegaskan bahwa berdasarkan penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan adanya arahan maupun tindakan personel Pos Wuloni yang bertujuan memberikan tekanan kepada pihak gereja ataupun masyarakat dalam menyampaikan ucapan tersebut.Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan TNI menghormati gereja sebagai ruang kehidupan rohani masyarakat sekaligus bagian penting dalam kehidupan masyarakat Papua.“Kami menghormati gereja, para pemimpin agama, dan seluruh umat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat harus memberikan rasa aman, bukan rasa takut,” ujar Wirya.Ia mengatakan setiap prajurit juga terus ditekankan untuk membangun komunikasi secara humanis dengan masyarakat serta menghargai adat dan kehidupan keagamaan yang berkembang di Papua.Ucapan terima kasih dari masyarakat tersebut berkaitan dengan dukungan terhadap renovasi Gereja Stasi Santa Sisilia Wuloni serta perbaikan fasilitas sekolah dasar di wilayah tersebut.Menurut Koops TNI Habema, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Bantuan tersebut tidak dimaksudkan untuk memberikan kewajiban kepada masyarakat agar menyampaikan dukungan atau pernyataan tertentu.“Bagi kami, membantu gereja dan sekolah adalah bagian dari pengabdian. Tidak ada kewajiban bagi masyarakat untuk membalasnya dengan pernyataan apa pun,” kata Wirya.Ia menambahkan, hal yang menjadi perhatian utama adalah agar rumah ibadah dapat digunakan dengan baik, anak-anak memperoleh fasilitas pendidikan yang layak, serta hubungan antara TNI dan masyarakat dapat terus dibangun berdasarkan rasa saling percaya dan menghormati.Koops TNI Habema juga menyatakan memahami bahwa masyarakat Papua memiliki pengalaman, pandangan, serta harapan yang beragam. Karena itu, setiap masukan dari masyarakat akan tetap dihormati dan menjadi bahan evaluasi bagi personel di lapangan.Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kehadiran prajurit agar semakin profesional dan humanis serta mampu memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat di wilayah penugasan.Koops TNI Habema menilai keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dapat dibangun melalui pengamanan wilayah. Rasa aman juga perlu tumbuh ketika masyarakat dapat menjalankan kehidupan sehari-hari, gereja melaksanakan pelayanan secara bebas, dan anak-anak memperoleh pendidikan.Komunikasi antara masyarakat, pemerintah, serta aparat juga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan menciptakan kondisi yang aman serta damai.“TNI hadir untuk menjaga, membantu, dan mengabdi. Kepercayaan masyarakat tidak dapat diminta atau dipaksakan, tetapi harus tumbuh dari sikap, ketulusan, dan pengabdian yang dirasakan masyarakat sendiri,” pungkas Wirya.Penulis: JidEditor: OF
14 Agu 2026, 19:04 WIT
Di Distrik KI, Wabup Marlinus Tekankan Pendidikan Kunci Masa Depan Boven Digoel
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Wakil Bupati Boven Digoel, Drs. Marlinus, mengingatkan masyarakat Distrik KI akan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan masa depan generasi muda.Pesan tersebut disampaikan Marlinus saat melakukan kunjungan kerja (kunker) Pemerintah Kabupaten Boven Digoel ke Distrik KI, Jumat, 14 Agustus 2026.Dalam pertemuan dengan masyarakat, Wakil Bupati menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada pada pemerintah."Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif dari seluruh masyarakat, terutama para orang tua," kata Marlinus.Ia menekankan peran keluarga sebagai lingkungan pertama pendidikan. Orang tua diminta memastikan anak-anak tetap mendapatkan kesempatan bersekolah dan memperoleh pendidikan yang layak.Marlinus mengajak warga Distrik KI untuk tidak mengabaikan pendidikan anak meski dihadapkan pada keterbatasan. Menurutnya, pendidikan adalah jalan untuk membuka peluang peningkatan taraf hidup dan modal bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.“Pendidikan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita. Karena itu, mari kita bersama-sama memberikan perhatian dan dorongan agar anak-anak tetap bersekolah dan memiliki cita-cita,” ujarnya.Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat mampu mengambil peran dalam proses pembangunan.Kunjungan kerja tersebut juga menjadi agenda penyerapan aspirasi masyarakat distrik dan peninjauan langsung kondisi serta kebutuhan warga di lapangan.Marlinus berharap sinergi empat pilar — pemerintah daerah, masyarakat, tenaga pendidik, dan orang tua — terus diperkuat agar persoalan pendidikan di Distrik KI dapat ditangani bersama.“Pemerintah daerah tentu akan terus berupaya memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Tetapi dukungan masyarakat juga sangat diperlukan, terutama dalam membangun generasi yang berpendidikan dan memiliki masa depan,” pungkasnya.Penulis: MuhtarEditor: OF
14 Agu 2026, 19:01 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Boven Digoel Siaga! Bupati Roni Omba: Lawan TBC Sampai Stroke Butuh Gerakan Bersama
Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Bupati Boven Digoel Roni Omba gebrak barisan kesehatan. Ia menegaskan, perang melawan penyakit menular dan tidak menular di Boven Digoel tidak bisa dititipkan ke Dinas Kesehatan saja.Pernyataan itu disampaikan saat membuka Sosialisasi Program Penyakit Menular dan Tidak Menular 2026, di Boven Digoel, Kamis (13/8/2026).Acara dihadiri Forkopimda, Dinkes Provinsi Papua Selatan, Plt. Kadinkes Boven Digoel, pimpinan OPD, kepala distrik, kepala kampung, kapus, nakes, dan kader kesehatan.Bupati menyebut kesehatan adalah modal produktivitas. Fakta di lapangan, Boven Digoel masih dihantam dua beban sekaligus yaitu penyakit Menular sperti TBC, HIV/AIDS, Malaria, dan DBD.Sedangkan penyakit tidak Menular juga terus naik seperti Hipertensi, diabetes, jantung, stroke, kanker, gagal ginjal. Pemicunya gaya hidup tidak sehat, makan sembarangan, mager, dan rokok."Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat," tegas Roni Omba.Jangan Cuma Seremonial!Bupati minta sosialisasi ini tidak berhenti di ruangan dan hanya sekedar acara seremonial, tapi para peserta wajib teruskan ilmu deteksi dini dan pencegagan ke keluarga di kampung-kampung." Pemerintah juga akan perkuat pelayanan di Puskesmas dengan meningkatkan fasilitas mendorong kapasitas Nakes lebih profesional dan memberikan edukasi kepada masyarakat," tandas Bupati.Bupati juga menekankan pentingnya Disiplin PHBS, karena harus Rutin cek kesehatan, imunisasi, jaga kebersihan lingkungan, makan bergizi, rajin olahraga, dn stop perilaku berisiko.Ia juga memberi apresiasi untuk nakes dan kader yang jadi ujung tombak di distrik terpencil."Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat, kita optimistis dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif dan sejahtera," pungkasnya.Penulis: MuhtarEditor: OF
14 Agu 2026, 11:03 WIT
Wamendagri Ribka Haluk Sambut 65 Pelajar Papua: Pendidikan Jembatan Masa Depan yang Lebih Cerah
Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyambut hangat kedatangan 65 pelajar asal berbagai wilayah pedalaman dan pegunungan Papua yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Mereka menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura sebelum melanjutkan pendidikan di Tangerang, Banten. Mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Ribka menyampaikan selamat datang sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membuka jalan bagi kesempatan berharga ini.Para pelajar berasal dari sejumlah daerah, antara lain Nalca, Korupun, Danowage, Daboto, Mokndoma, Waisai, Sentani, dan Tarup, terdiri dari siswa kelas 7 hingga kelas 10. Dalam perjalanan tersebut, mereka didampingi oleh 32 orang, meliputi rohaniawan, guru, dokter, perawat, serta tenaga medis. Langkah ini merupakan bagian dari program Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) yang didampingi sejak jenjang SMP, termasuk penyediaan asrama, hingga dukungan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.“Saya sudah mengikuti perkembangan program ini sejak 2023. Begitu direkrut dari SMP, difasilitasi asrama, semuanya, hingga dibantu sampai ke perguruan tinggi. Ini pekerjaan yang luar biasa,” ujar Ribka. Ia menegaskan bahwa membawa anak-anak dari wilayah yang sulit dijangkau bukanlah hal mudah, melainkan sebuah perjuangan menembus batas. “Atas nama seluruh masyarakat di Papua, saya ucapkan terima kasih. Ini tidak gampang,” tambahnya tulus.Kepada para pelajar, Ribka berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan belajar dengan sungguh-sungguh. Mereka juga diminta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru di Tangerang. “Ibu harap kalian belajar baik-baik di sini. Kebiasaan yang kurang baik di sana, tinggalkan. Bawa semangat baru, ilmu yang bermanfaat, dan harapan yang tinggi,” ungkapnya. Para siswa nantinya akan menempuh pendidikan di SLH Gunung Moria, Tangerang.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 21:00 WIT
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Kesempatan Bagi Lulusan Perguruan Tinggi
Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional tahun 2026, yang menyediakan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperkuat keterampilan sekaligus memperluas peluang kerja. Pembukaan dilakukan di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (11/8/2026), oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meningkat dari 100 ribu peserta pada tahun 2025 menjadi 150 ribu peserta tahun ini.Penyaluran peserta dilakukan secara bertahap: 50 ribu orang pada tahap pertama yang mulai dibuka hari ini, disusul 50 ribu pada bulan berikutnya, dan 50 ribu lagi pada bulan selanjutnya. Para peserta akan menjalani magang selama enam bulan dan menerima uang saku yang disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota di tempat penempatan. Dari capaian tahun lalu, sekitar 30 hingga 40 persen peserta langsung diangkat menjadi karyawan setelah menyelesaikan program.“Faktanya, hampir 40 persen peserta tahun lalu langsung bekerja. Itu menunjukkan kualitas rekrutmen dan pembinaan berjalan baik,” ujar Seskab Teddy. Salah satu peserta yang ditempatkan di Jakarta memperoleh uang saku sekitar Rp5,5 hingga Rp5,7 juta per bulan. Program ini juga terbuka bagi penyandang disabilitas, sebagai wujud pemerataan kesempatan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat.Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menambahkan bahwa program ini bukan sekadar bekal kerja, melainkan juga bagian dari stimulus ekonomi. Uang saku yang diterima peserta turut meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus membantu industri memperoleh tenaga kerja yang terlatih. Pemerintah juga terus membuka ruang evaluasi dan menerima masukan dari peserta agar pelaksanaan ke depan semakin baik.Ferdian, salah satu peserta dari Universitas Brawijaya yang ditempatkan di PT Telkom Indonesia, menyambut gembira kesempatan ini dan berharap dapat berkarier secara tetap di perusahaan tersebut.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 20:46 WIT
KKN UPGRIS Ajak Siswa MTs Ibrohimiyyah Seimbangkan Dunia Digital dan Dunia Nyata
Papuanewsonline.com,
Demak – Mahasiswa
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 41 Desa Brumbung Universitas PGRI Semarang
(UPGRIS) menggelar kegiatan sosialisasi mengenai cara bijak dalam menggunakan
gawai bagi 30 siswa kelas 7B di MTs Ibrohimiyyah, Desa Brumbung, Kecamatan
Mranggen, Kabupaten Demak, pada Senin, 10/08/2026. Kegiatan
bidang pendidikan ini sengaja dipilih karena maraknya penggunaan gawai di
kalangan remaja yang sering kali berlebihan sehingga mengganggu kesehatan,
menurunkan konsentrasi belajar, hingga membuat anak malas bergerak. Guna
mengantisipasi dampak negatif tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS memaparkan materi
interaktif mulai dari pengenalan fungsi gawai, ciri-ciri ketergantungan gawai,
hingga perbandingan penting antara keseruan dunia layar dan keindahan interaksi
di dunia nyata. Proses
pembelajarannya sendiri dibagi ke dalam tiga tahap. Pertama, mahasiswa
memberikan penjelasan dasar mengenai batasan waktu hiburan maksimal 1 hingga 2
jam sehari. Kedua, mereka mengenalkan aturan praktis "20-20-20",
yaitu mengistirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki
setelah 20 menit menatap layar HP. Terakhir, para siswa diajak berkomitmen
untuk selalu mendahulukan tugas sekolah serta meminta izin orang tua sebelum
membuka gawai mereka. Inovasi
metode pembelajaran ini langsung mendapatkan sambutan hangat dan nilai positif
dari pihak madrasah karena dinilai memberikan panduan penggunaan teknologi yang
sangat dibutuhkan siswa di era modern. "Tanggapan
kami mengenai materi sosialisasi penggunaan gawai secara bijak yang dibawakan
oleh adik-adik KKN hari ini sangat bagus dan sangat relevan dengan tantangan
anak zaman sekarang. Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, para siswa
bisa lebih disiplin membagi waktu antara belajar, beribadah, dan tidak melulu
ketergantungan pada layar HP," kata Bapak Muhamad Zubaidi selaku Kepala
Sekolah MTs Ibrohimiyyah. Keceriaan
yang sama juga diungkapkan langsung oleh salah satu siswi yang merasa senang
bisa mendapatkan tips menjaga kesehatan mata dari para mahasiswa secara santai. "Seneng
banget hari ini. Yang paling aku ingat dari materinya itu kita jangan
keseringan main HP, soalnya nanti bisa bikin mata capek. Makasih buat
kakak-kakak KKN yang udah nemenin kita di kelas 7B hari ini," cerita Winda
Ayu Maulidya, siswi kelas 7B MTs Ibrohimiyyah.
Melalui
sosialisasi ini, dampak positifnya langsung terlihat dari suasana kelas yang
menjadi lebih hidup dan interaktif saat para siswa diajak bercerita tentang
kebiasaan mereka sehari-hari. Manfaat nyata dari kegiatan ini adalah memberikan
panduan praktis yang mudah dipahami, seperti tips menjaga kesehatan mata,
sehingga para siswa punya bekal untuk mulai membatasi waktu layar secara
mandiri demi mendukung kelancaran aktivitas belajar mereka. (Red)
12 Agu 2026, 19:49 WIT
Wamenko Otto Hasibuan Terima Audiensi BEM FH Undip, Bahas Reformasi Polri dan Perubahan Kultur
Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas) Otto Hasibuan menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (BEM FH Undip), Senin (10/8/2026), di Ruang Rapat Wamenko Kumham Imipas, Gedung Trinity, Kuningan, Jakarta. Pertemuan ini membahas kajian mahasiswa terkait reformasi Kepolisian Republik Indonesia, termasuk pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Kepolisian, dengan didampingi Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Isu Strategis, Karjono.Ketua BEM FH Undip, Ilman Nurfathan, beserta jajarannya menyampaikan sejumlah pandangan mengenai arah reformasi kepolisian. Salah satu sorotan utama adalah adanya kecenderungan pergeseran pendekatan Polri dari paradigma preventif menuju pendekatan yang dinilai semakin represif. Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya menjaga supremasi sipil serta memastikan proses regenerasi di tubuh kepolisian berjalan sesuai prinsip demokrasi dan negara hukum.Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Otto Hasibuan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian mahasiswa terhadap isu hukum dan reformasi institusi kepolisian. Ia menegaskan bahwa masukan dari kalangan akademisi dan mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan kebijakan publik. “Saya menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan BEM FH Undip yang sudah memberikan perhatian. Bernegara ternyata tidak mudah,” ujar Otto, yang juga mengingatkan tim reformasi Polri untuk senantiasa terbuka terhadap pandangan kritis.Lebih jauh, Otto menjelaskan bahwa reformasi kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penyempurnaan peraturan maupun struktur organisasi, melainkan juga menyangkut perubahan budaya dan cara pandang di dalamnya. Perubahan kultur ini dinilai jauh lebih kompleks dan membutuhkan waktu serta konsistensi. “Bagaimana nilai-nilai perubahan ini bisa ditegakkan dan dilaksanakan secara konsisten, terus-menerus? Itulah tantangan terbesarnya,” tegasnya.Pemerintah menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan dan akan mengkoordinasikannya dengan kementerian serta lembaga terkait untuk menjadi bahan pertimbangan kebijakan.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 19:11 WIT
Pemkab Boven Digoel Ingatkan Bahaya KBGO, Dorong Remaja Bijak di Ruang Digital
Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Pemerintah Kabupaten Boven Digoel mendorong anak dan remaja untuk cerdas dan beretika dalam bermedia digital di tengah maraknya ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online KBGO.Peringatan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel, Fabiasnus Sabi, S.Sos., MM saat membuka kegiatan Literasi Digital bertema "Kekerasan Berbasis Gender Online" dalam rangka Hari Remaja Internasional, di Boven Digoel, Rabu, 12 Agustus 2026.Fabiasnus yang mewakili Bupati Boven Digoel mengapresiasi Lembaga Advokasi Peduli Perempuan Kabupaten Merauke, We Speak Up, dan Tim Literasi Digital Fokus Anak Boven Digoel sebagai penyelenggara kegiatan.Manfaat Besar, Risiko NyataMenurut Fabiasnus, digitalisasi memberi manfaat signifikan bagi pelajar: mendukung proses belajar, memperluas komunikasi, hingga membuka akses informasi dan ruang kreativitas.Namun, di balik itu, risiko kekerasan digital mengintai anak dan remaja."Kekerasan berbasis gender online dapat menimpa anak dan remaja dalam berbagai bentuk, seperti pelecehan melalui media sosial, penghinaan, ancaman, penyebaran foto atau video pribadi tanpa persetujuan, pemerasan seksual, perundungan siber hingga berbagai bentuk eksploitasi di ruang digital," ujar Fabiasnus.Ia menegaskan, dampak KBGO kerap tidak kasat mata, tetapi merusak rasa aman, kepercayaan diri, pendidikan, relasi sosial, hingga masa depan korban.Ruang Digital Bukan Ruang Tanpa Tanggung JawabFabiasnus menekankan, aktivitas di dunia maya adalah bagian dari kehidupan nyata yang memiliki konsekuensi hukum dan sosial.Kepada peserta, ia berpesan agar tidak sekadar mahir mengoperasikan gawai, tetapi menjadi pengguna yang bijak, aman, kritis, dan beretika."Jangan takut untuk mengatakan tidak terhadap segala bentuk kekerasan dan pelecehan di ruang digital. Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal melalui internet. Jagalah data pribadi dan informasi yang bersifat sensitif serta pikirkan baik-baik sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu," tegasnya.Ia meminta korban atau saksi KBGO untuk tidak diam dan segera melapor kepada orang dewasa yang dipercaya, guru, orang tua, pendamping, atau aparat berwenang."Meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan. Meminta bantuan adalah bentuk keberanian untuk melindungi diri," katanya.Seruan untuk Orang Tua dan Pemangku KepentinganFabiasnus juga meminta orang tua tidak hanya melarang penggunaan gawai, melainkan aktif mendampingi dan membangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman untuk bercerita.Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas diminta bersinergi membangun ekosistem digital yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak."Anak dan remaja bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi generasi penerus sekaligus bagian penting dari pembangunan daerah dan bangsa," ujarnya.Peringatan Hari Remaja Internasional, kata dia, harus menjadi momentum memastikan anak dan remaja Boven Digoel tumbuh aman di dunia nyata maupun digital, mendapat pendidikan berkualitas, serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi."Jadikan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berkarya, berprestasi dan membangun masa depan yang lebih baik," pungkas Fabiasnus.Penulis: MuhtarEditor: OF
12 Agu 2026, 19:06 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Hijrah, Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat
Papuanewsonline.com, Ambon - Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan penegakan hukum, tetapi juga dengan memperkuat komunikasi, silaturahmi dan kepercayaan publik.Pesan tersebut tercermin dalam langkah Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., yang melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah Keliling sekaligus silaturahmi bersama masyarakat di Masjid Al-Hijrah, Kapaha, Kota Ambon, Rabu (12/8/2026).Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.45 WIT tersebut diikuti Dirlantas Polda Maluku, Ps. Kanit Standar Tindak dan Cegah Subdit Kamsel Ditlantas Polda Maluku, sejumlah personel Ditlantas Polda Maluku, Imam Masjid Al-Hijrah serta para jamaah.Sholat Subuh berjamaah berlangsung khidmat. Setelah ibadah, Kapolda Maluku tidak langsung meninggalkan masjid, tetapi melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi dan berdialog bersama Imam Masjid serta para jamaah.Interaksi langsung tersebut menjadi ruang bagi Kapolda untuk mendengar sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat. Pendekatan seperti ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan emosional dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi harus terus dibangun secara langsung dan berkelanjutan.“Keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun hanya oleh Polri. Kita membutuhkan kebersamaan, komunikasi dan kepercayaan dari seluruh masyarakat. Karena itu, silaturahmi seperti ini penting untuk mendengar langsung apa yang menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga kamtibmas,” ujar Kapolda Maluku.Menurut Dadang, masjid dan tempat-tempat ibadah memiliki peran penting dalam membangun nilai kebersamaan, kepedulian sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat.Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian dan kebersamaan. Polri harus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang humanis dan menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri,katanya.Kapolda menegaskan, pendekatan kepada masyarakat harus terus dikembangkan agar tercipta hubungan yang semakin terbuka antara kepolisian dengan warga.“Kami ingin terus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Kalau komunikasi berjalan baik, persoalan-persoalan di tengah masyarakat dapat kita deteksi dan selesaikan bersama lebih awal. Ini adalah bagian dari upaya menjaga Maluku tetap aman, damai dan kondusif,” tegasnya.Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polda Maluku memperkuat kemitraan dengan tokoh agama dan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, kegiatan Kapolda Maluku bersama masyarakat melalui sholat berjamaah dan silaturahmi menunjukkan bahwa pendekatan humanis merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.“Kehadiran Kapolda di tengah masyarakat melalui kegiatan sholat Subuh berjamaah dan silaturahmi merupakan bentuk nyata pendekatan Polri yang humanis. Polri tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir untuk membangun komunikasi, mendengar masyarakat dan memperkuat kebersamaan,” ujar Rositah.Menurutnya, hubungan yang kuat antara Polri dengan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.“Keamanan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga harus terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas,” jelasnya.Rositah menambahkan, Polda Maluku akan terus mendorong jajaran kepolisian untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai pendekatan yang humanis, komunikatif dan berorientasi pada pelayanan.“Semangatnya adalah membangun polisi yang semakin dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat merasa didengar, dihargai dan dilibatkan, maka kepercayaan publik akan semakin kuat. Dari kepercayaan itulah kemitraan dalam menjaga keamanan dapat tumbuh,” katanya.Bagi Polda Maluku, silaturahmi bersama masyarakat menjadi bagian dari strategi membangun keamanan yang tidak hanya bertumpu pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada pencegahan, komunikasi publik, penguatan nilai kebersamaan dan partisipasi masyarakat.Pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah karakteristik Maluku sebagai daerah kepulauan yang memiliki keragaman masyarakat, budaya dan komunitas sosial. Dalam konteks tersebut, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kohesi sosial dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.Melalui kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Keliling, Polda Maluku ingin memastikan bahwa kehadiran Polri tidak berjarak dengan masyarakat.Polri hadir untuk mendengar, melayani dan membangun kepercayaan karena keamanan yang kuat tidak hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari hubungan yang erat antara polisi dan masyarakat.Kegiatan berakhir sekitar pukul 05.35 WIT dan berlangsung aman, tertib serta kondusif. PNO-12
12 Agu 2026, 14:31 WIT
Sang Merah Putih Terbesar Berkibar Di Gunung Cycloop, Ribuan Warga Papua Serukan Persatuan
Papuanewsonline.com, Jayapura — Semangat nasionalisme menyelimuti kawasan Gunung Cycloop, Kabupaten Jayapura, Papua, saat sekitar 1.200 prajurit TNI, Polri, pelajar, pemerintah daerah, dan masyarakat mengikuti Kirab serta Pembentangan Bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).Kegiatan yang berlangsung di Kampung Ifar Gunung, Distrik Sentani, tersebut dipimpin langsung Panglima Komando Operasi TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di Tanah Papua.Pangkoops TNI Habema hadir bersama Dansatgas Teritorial Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan dan Dansatgas Banmin Brigjen TNI Zamril Philiang. Kegiatan juga melibatkan unsur TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Jayapura, pelajar, serta masyarakat setempat.Kehadiran para peserta disambut Tari Yop yang dibawakan Sanggar Tari SMKS YPKP Sentani binaan Satgas Teritorial. Tarian khas Papua tersebut menjadi bagian dari penyambutan sekaligus menggambarkan keterlibatan generasi muda dan masyarakat dalam kegiatan kebangsaan.Setelah itu, Pangkoops TNI Habema secara resmi melepas Kirab Merah Putih yang diiringi penampilan Grup Drumband SMKS YPKP Sentani. Para peserta kemudian berjalan menyusuri jalur kirab sepanjang sekitar satu kilometer menuju kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih.Ribuan peserta dari berbagai unsur berjalan dalam satu barisan membawa semangat persatuan. Keterlibatan prajurit, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat menjadi gambaran kolaborasi berbagai elemen dalam menyambut momentum kemerdekaan Indonesia.Sesampainya di kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih, peserta menyaksikan pembentangan Sang Merah Putih berukuran sekitar 120 meter x 80 meter di kawasan Gunung Cycloop. Bendera berukuran besar tersebut dibentangkan di tengah panorama pegunungan Papua.Penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih kemudian dilakukan dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebanggaan dan menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan serta pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan, Kirab dan Pembentangan Bendera Merah Putih merupakan wujud penguatan nasionalisme sekaligus sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat.Menurutnya, berkibarnya Merah Putih di kawasan Gunung Cycloop membawa pesan bahwa semangat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terus dijaga dari Tanah Papua.Keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut juga dinilai memiliki arti penting karena generasi muda merupakan bagian dari penerus perjuangan bangsa. Mereka diharapkan terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air.Rangkaian kegiatan mulai dari Tari Yop, penampilan drumband, kirab, hingga pembentangan bendera menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat Papua dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakatDari Gunung Cycloop, berkibarnya Sang Merah Putih menjadi simbol pesan persatuan dari Tanah Cenderawasih untuk Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan dan mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persaudaraan serta keutuhan NKRI.Editor: OF
10 Agu 2026, 22:05 WIT
Karnaval Budaya Meriahkan HUT RI ke-81 di Boven Digoel, Wakil Bupati Tekankan Semangat Persatuan
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menggelar Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).Meski cuaca kurang mendukung, kegiatan tetap berlangsung meriah. Pemerintah daerah bersama berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), kelompok etnis, komunitas, serta masyarakat dari berbagai kalangan terlihat antusias mengambil bagian dalam karnaval tersebut.Wakil Bupati Boven Digoel, Drs. Marlinus, mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap mengikuti rangkaian kegiatan meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat.“Walaupun cuaca kurang mendukung, tetapi semangat yang luar biasa dari pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat tidak luntur untuk melaksanakan karnaval ini,” ujar Marlinus saat ditemui di sela-sela kegiatan.Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari kebersamaan seluruh masyarakat Boven Digoel.Marlinus menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, kelompok etnis, komunitas dan masyarakat yang telah mengambil bagian dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.“Saya sangat mengapresiasi para OPD, etnis, komunitas serta seluruh lapisan masyarakat yang terlibat dan mengambil bagian dalam perayaan ini,” katanya.Ia juga mengajak seluruh suku, etnis, ras dan agama yang berada di Kabupaten Boven Digoel untuk terus membangun kebersamaan serta meningkatkan semangat dalam setiap momentum perayaan kemerdekaan.Marlinus berharap semangat kebangsaan dan persatuan yang telah terbangun di tengah masyarakat dapat terus dipelihara dan menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan di Boven Digoel.“Kita berharap ke depan semua suku, etnis, ras dan agama yang ada di Boven Digoel sama-sama memiliki antusias dan semangat untuk bersama-sama dengan pemerintah serta seluruh unsur masyarakat dalam memeriahkan HUT RI,” tuturnya.Ia menegaskan, kebersamaan dan persatuan merupakan modal penting bagi masyarakat untuk menjaga kedamaian serta mendukung pembangunan daerah.“Semangat kebangsaan dan semangat persatuan yang ada ini akan terus kita bina. Ke depan, kita berharap semuanya dapat berlangsung dengan baik, sehingga kita boleh hidup rukun dan damai di atas tanah ini, dan umumnya di Indonesia,” pungkasnya.Karnaval Budaya tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Boven Digoel untuk menunjukkan keberagaman budaya sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat.Penulis : MuhtarEditor: OF
10 Agu 2026, 17:33 WIT
Merah Putih Berkibar di Puncak Bukit Walesi, Simbol Persatuan di Tanah Papua
Papuanewsonline.com, Walesi – Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, prajurit Pos Kotis Walesi Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha bersama pelajar, guru, dan warga Distrik Walesi mendaki bukit untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Bukit Walesi, Sabtu (8/8/2026). Perjalanan yang menyeberangi sungai dan menanjak bersama menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan tidak terhalang oleh medan maupun jarak.Kegiatan diawali dengan pemberian pemahaman kebangsaan dan pembagian atribut Merah Putih kepada para siswa. Selanjutnya, seluruh peserta berjalan kaki bersama membawa tiang bendera menuju puncak. Sesampainya di sana, semuanya bergotong royong mendirikan tiang dan mengibarkan bendera, dilanjutkan dengan penghormatan terpimpin sebagai tanda cinta dan hormat kepada simbol negara. Suasana kehangatan terasa saat semua menikmati hidangan sederhana bersama setelah upacara. Dansatgas Yonif 645/Gardatama Yudha Letkol Inf Yan Rangga Rahabistara menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Kami ingin memastikan semangat kemerdekaan RI sampai ke pelosok Papua. Kebersamaan hari ini menunjukkan betapa eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya. Kegiatan ini juga bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda sejak dini.Pengibaran bendera di ketinggian ini membawa pesan bahwa kemerdekaan milik seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali mereka yang tinggal di kampung, pegunungan, hingga perbatasan. Bagi anak-anak Walesi, mendaki bersama, mendirikan tiang, dan memberi hormat menjadi pengalaman nyata bahwa mereka adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa ini.Penulis: JidEditor: OF
10 Agu 2026, 11:53 WIT
TNI-Polri Usut Kelompok Bersenjata yang Menembak Dua Warga di Festival Lembah Baliem
Papuanewsonline.com, Jayapura – Aparat gabungan TNI dan Polri tengah menelusuri identitas kelompok bersenjata yang diduga menembaki warga sipil di kawasan penutupan Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (8/8/2026). Serangan mendadak itu menimpa warga yang hendak menyaksikan kegiatan budaya tahunan tersebut dan menyebabkan dua orang terluka.Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Robbi Suryadi membenarkan kedua korban telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis di RSUD Wamena. Korban pertama, Laode Muhammad (43), menderita luka tembak di lutut, sedangkan korban kedua, Salbia (50), mengalami luka tembak di paha kanan. “Kondisi keduanya saat ini dalam keadaan stabil,” ujarnya dari Jayapura.Pasca-kejadian, prioritas utama aparat keamanan adalah mengamankan dan mengevakuasi warga yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Hal itu membuat penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi kelompok yang bertanggung jawab masih terus berjalan. “Kami belum dapat memastikan asal kelompok pelaku, namun pengejaran dan penyelidikan terus dilakukan secara intensif,” tegas Robbi.Kegiatan festival yang berlangsung 7–8 Agustus sempat terganggu, namun petugas keamanan gabungan segera mengendalikan situasi dan membersihkan lokasi. Acara yang seharusnya menjadi ajang merawat warisan budaya dan mempererat persaudaraan justru diwarnai tindakan kekerasan yang menakutkan dan merugikan warga sipil.Penulis: JidEditor: OF
10 Agu 2026, 11:50 WIT