Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
SKAKMAT DI PN JAKSEL! Kejagung Patahkan Dalil 'Duplikasi Tersangka' Febrie Adriansyah
Papuanewsonline.com, Jakarta, - Upaya mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah untuk menggugurkan status tersangkanya mendapat hadangan keras. Dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026), Tim Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) mematahkan total dalil duplikasi yang dibangun kubu Febrie.Sidang yang menyedot perhatian publik ini berlangsung panas. Maklum, pemohonnya adalah mantan ujung tombak pemberantasan korupsi di Korps Adhyaksa itu sendiri.Kubu Febrie Adriansyah melalui tim kuasa hukumnya yang terdiri dari Firman Wijaya dan Febri Diansyah, sebelumnya mendalilkan adanya duplikasi penetapan tersangka. Mereka menilai penetapan tersangka TPPU terhadap Febrie memiliki objek yang sama dengan perkara sebelumnya, sehingga harus dibatalkan.Dalil tersebut langsung diskakmat oleh Kejagung. Duplikasi Tidak Dikenal Hukum, yang Ada Ne Bis In IdemPerwakilan Tim Hukum Kejagung menegaskan, istilah duplikasi penetapan tersangka tidak pernah dikenal dalam hukum pidana Indonesia."Bahwa terlebih dahulu perlu ditegaskan bahwa istilah duplikasi bukan merupakan suatu asas atau larangan dalam hukum pidana yang secara otomatis mengakibatkan suatu penetapan tersangka menjadi tidak sah. Hukum pidana mengenal asas nebis in idem, bukan larangan terhadap apa yang secara sepihak oleh Pemohon disebut sebagai duplikasi penetapan tersangka," tegas perwakilan Kejagung di persidangan.Kejagung menjelaskan, asas yang diakui KUHAP dan KUHP adalah ne bis in idem sebagaimana Pasal 76 KUHP, yakni seseorang tidak boleh dituntut dan diadili dua kali atas perbuatan yang sama yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).Faktanya, perkara TPPU yang menjerat Febrie Adriansyah berdasarkan Sprindik Nomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 tanggal 20 Juli 2026, belum pernah diputus pengadilan. Sehingga dalil ne bis in idem tidak terpenuhi. Kubu Febrie sendiri diketahui menyiapkan dua gugatan praperadilan sekaligus. Praperadilan pertama menggugat Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri, sementara gugatan kedua menyasar Jaksa Agung cq Jampidsus Kejagung. Kuasa hukum menilai ada dua kali penetapan tersangka terhadap dugaan tindak pidana yang sama. Kejagung: Prosedur Sah, Alat Bukti CukupSelain mematahkan dalil duplikasi, Kejagung memastikan seluruh prosedur penetapan tersangka telah sesuai KUHAP. Penetapan didukung alat bukti yang cukup, mulai dari keterangan saksi, keterangan ahli, surat, hingga barang bukti.Kejagung melalui Kapuspenkum Anang Supriatna sebelumnya juga menegaskan sikapnya siap menghadapi gugatan tersebut dan menyebut praperadilan adalah hak tersangka yang diatur KUHAP. Di akhir persidangan, Kejagung meminta majelis hakim praperadilan PN Jakarta Selatan untuk menolak seluruh permohonan Febrie Adriansyah dan menyatakan penetapan tersangka tetap sah menurut hukum.Sidang akan berlanjut dengan agenda pembuktian dan tanggapan lanjutan dari kedua belah pihak.Penulis: HendrikEditor. : Of
21 Agu 2026, 03:09 WIT
Usai Basri Ditangkap di Malaysia, Bos Planet Batam Yuwangky Masuk DPO Bareskrim
Papuanewsonline.com, Batam, - Kasus narkoba di Planet 3.0 Batam masuk babak baru. Usai buronan Basri Lewaimang berhasil ditangkap Interpol di Malaysia, giliran bos Tempat Hiburan Malam (THM) Planet Batam, Yuwangky, resmi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Bareskrim Polri.Nama Yuwangky turut menjadi perhatian setelah Bareskrim Polri menerbitkan DPO terhadap pria yang disebut-sebut sebagai bos THM Planet tersebut.Berdasarkan informasi yang dihimpun, DPO Yuwangky tercantum dalam DPO Nomor: DPO/142/VIII/2026/Dittipidnarkoba.Dalam dokumen DPO yang beredar, aparat meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Yuwangky untuk memberikan informasi kepada penyidik/penyidik pembantu pada kantor kepolisian dengan nomor kontak yang tertera.Dari data dokumen DPO yang diterima Media Papuanewsonline.com, Kamis 20 Agustus diketahui, identitas buronan tercatat Atas Nama: YUWANKYTempat, Tanggal Lahir: SELAT PANJANG, 06/05/1959.Jenis Kelamin: Laki-Laki Kewarganegaraan: Indonesia Pekerjaan: WIRASWASTA Penerbitan DPO ini menandai eskalasi serius penanganan kasus narkoba di Planet 3.0 Pub and KTV atau P3 di Komplek Nagoya City Centre Blok A 1-2, Lubuk Baja, Batam.Seperti diketahui, sebelumnya Bareskrim menggerebek lokasi tersebut pada Senin (10/8/2026) dini hari dan mengamankan 6 tersangka serta 762 butir inex.Dalam pengembangan, Basri Lewaimang yang diduga sebagai pengendali peredaran narkoba di lokasi tersebut lebih dulu ditangkap di Malaysia melalui kerja sama Interpol. Kini, penyidikan mengarah ke pemilik atau bos THM tersebut.Hingga Kamis (20/8/2026), Malam. Bareskrim Polri belum merilis keterangan resmi terkait peran spesifik Yuwangky dalam jaringan narkoba di Planet Batam.Penulis: SuryadiEditor. : Of
21 Agu 2026, 02:33 WIT
Basri Lewaimang Buronan Narkoba Batam Diciduk Interpol di Malaysia
Papuanewsonline.com, Batam,- Pelarian Basri Lewaimang (50), buronan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, berakhir. Ia ditangkap Interpol di Malaysia.Pria kelahiran Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan residivis kasus narkotika ini selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Bareskrim. Ia diduga kuat sebagai pengendali peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kota Batam.Nama Basri mencuat setelah Bareskrim menggerebek HH Club Planet 3.0 Pub and KTV atau P3 di Komplek Nagoya City Centre Blok A 1-2, Lubuk Baja, Batam, Senin (10/8/2026) dini hari.Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 6 tersangka dan 762 butir inex atau ekstasi. Dari hasil pengembangan, Basri diduga sebagai aktor utama di balik peredaran narkoba di THM tersebut, namun banyak pihak menyebutkan sosok Basri hanya perantara sedangkan bandar sebenarya masi melenggang bebas.Basri Ditangkap di Pemukiman Malaysia Setelah buron, Ia dilacak hingga ke Malaysia.Humas KBRI Malaysia membenarkan penangkapan Basri di sebuah kawasan pemukiman melalui operasi gabungan Interpol dan Bareskrim Polri."Benar, yang bersangkutan telah diamankan di wilayah Malaysia melalui kerja sama dengan Interpol," ujar perwakilan KBRI Malaysia, Kamis (20/8/2026).Bareskrim belum merinci kronologi penangkapan dan jadwal pemulangan Basri ke Indonesia.Sementara itu informasi Penangkapan Basri sempat simpang siur. Keluarga mengklaim Basri tidak ditangkap, melainkan menyerahkan diri ke KBRI Malaysia."Yang benar Basri menyerahkan diri ke KBRI Malaysia untuk mempertanggungjawabkan dugaan yang dialamatkan kepadanya," kata pihak keluarga.Hingga kini Polri belum memberikan keterangan resmi terkait klaim tersebut.Penulis: SuryadiEditor. : Of
21 Agu 2026, 02:23 WIT
Kapolda Kepri : Penggerebekan THM di Batam oleh Bareskrim Semua Terkoordinasi
Papuanewsonline.com, Batam,– Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., akhirnya angkat bicara terkait penindakan sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kota Batam oleh Tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.Irjen Asep Safrudin menegaskan tidak ada kegiatan Polri yang tidak terkoordinasi, termasuk operasi penggerebekan di HH Club Planet 3.0 dan beberapa THM lainnya beberapa hari terakhir.Asep Safrudin mengatakan, institusi kepolisian memiliki tingkatan kemampuan dan kekuatan, mulai dari tingkat Polsek, Polres, Polda hingga Mabes Polri. Sehingga, setiap penindakan yang dilakukan Mabes Polri di daerah sudah pasti terintegrasi dengan Polda."Tidak ada kegiatan yang tidak terkoordinasi. Apalagi tidak terintegrasi. Semua itu terkoordinir. Saya pernah di Bareskrim, dulu Kasubdit. Kalau kerja ya seluruh Indonesia," ujar Irjen Asep Safrudin, Kamis (20/8/2026).Kapolda Kepri menjelaskan, langkah hukum yang dilakukan Bareskrim di Kota Batam beberapa hari terakhir selalu berkoordinasi dengan Polda Kepri.Ia pun membantah anggapan bahwa Polda Kepri kecolongan dengan adanya operasi senyap dari Mabes Polri di wilayahnya."Gak ada istilah kecolongan. Tapi kan gak mungkin dijelaskan bagaimana koordinasinya, termasuk hal teknisnya," tegasnya.Irjen Asep Safrudin meminta warga Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam yang tidak melanggar hukum untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi isu-isu miring terkait penggerebekan THM.Menurutnya, rasa cemas dan takut justru muncul dari warga yang terlibat atau melanggar hukum."Takut bagi yang melanggar hukum. Jadi jangan disalahartikan segala macam. Teman-teman Bareskrim polisi juga. Jangan malah dipisahkan, mereka polisi, kami polisi," sebutnya.Sementara itu, terkait bos casino di Batam yang dikenal dengan nama Acao, Bareskrim Polri tidak hanya melakukan penangkapan.Sejumlah harta benda yang diduga berasal dari hasil tindak pidana perjudian juga disita oleh penyidik Bareskrim Polri.Salah satunya adalah mobil mewah milik Akao yang turut diamankan sebagai barang bukti dalam pengembangan kasus perjudian dan peredaran narkoba di tempat hiburan malam di Batam.Publik berharap Acao juga dikenakan TPPU kalau terbukti.Hingga kini, Bareskrim Polri masih melakukan pendalaman terkait aset-aset lain milik Acao dan jaringannya.Penulis: SuryadiEditor. : Of
21 Agu 2026, 02:03 WIT
Rencana Pemkab Mimika Bangun Kota Baru Tuai Kritikan Pedas: Kota yang Ada Saja Tidak Terurus
Papuanewsonline.com, Timika, – Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk membangun kota baru di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menuai sorotan dan kritikan tajam dari warga.Pemerhati Pembangunan Mimika, Piet Rafra, menilai rencana tersebut tidak realistis dan terkesan mengada-ada di tengah banyaknya persoalan pembangunan kota Timika yang ada saat ini yang belum terselesaikan."Ini pesan menohok dari warga. Kota yang ada saja tidak bisa diurus, malah sudah mimpi kota baru. Yang ini pasti hanya mimpi," ujar Piet Rafra menirukan suara warga Timika, Kamis (20/8/2026).Janji Tak Dieksekusi, Visi Misi Nol BesarMenurut Piet Rafra, kritik warga tersebut sangat beralasan. Pasalnya, selama ini banyak program dan janji pembangunan yang pernah dijanjikan pemerintah daerah tidak ada satupun yang dieksekusi secara nyata di lapangan.Sebagai contoh, ia menyinggung visi misi Pemkab Mimika "Membangun dari Kampung ke Kota" yang sudah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) daerah, namun implementasinya dinilai nol besar."Semua yang pernah dijanjikan tidak ada satupun yang dieksekusi. Contoh visi misi bangun dari Kampung ke Kota, nol besar padahal sudah masuk dalam Renstra. Jalan kampung masih rusak, air bersih tidak jalan, sampah di kota tidak terurus, banjir di mana-mana," tegas Piet.Piet menilai, daripada membangun wacana baru yang membutuhkan anggaran triliunan rupiah, Pemkab Mimika seharusnya fokus membenahi persoalan dasar di Kota Timika yang sudah ada.Mulai dari penataan kota, penanganan sampah, drainase, penyediaan air bersih, penerangan jalan, hingga penataan pemukiman kumuh.Piet Rafra mendesak Pemkab Mimika untuk lebih realistis dan tidak menjual mimpi kepada masyarakat."Jangan lagi masyarakat diberi mimpi-mimpi baru. Urus dulu yang ada ini. Benahi Timika yang sudah ada ini supaya layak disebut kota. Kalau kota yang ada saja amburadul, bagaimana mau bangun kota baru? Itu hanya akan jadi proyek mercusuar yang menghabiskan APBD," katanya.Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Mimika belum memberikan keterangan resmi terkait detail rencana pembangunan kota baru tersebut, termasuk lokasi, konsep, sumber anggaran, dan timeline pelaksanaannya.Redaksi masih berupaya mengkonfirmasi kepada Bupati Mimika dan Kepala Bappeda Mimika terkait wacana tersebut.Penulis: HendrikEditor. : Of
20 Agu 2026, 22:44 WIT
TPNPB Klaim Tembak Aparat di Tolikara dan Ancam Warga Imigran Kosongkan Wilayah Operasi
Papuanewsonline.com, Tolikara - Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (KOMNAS TPNPB-OPM) merilis Siaran Pers Ke-II pada Kamis, 20 Agustus 2026 terkait kontak senjata di Kabupaten Tolikara.Dalam siaran pers yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom, TPNPB mengklaim telah melakukan penyerangan terhadap aparat dan agen intelijen Indonesia.Klaim Penembakan di Kali UmageTPNPB menyebut laporan tersebut diterima dari Mayor Botak Wanimbo dari Kodap XXVII Yambi.Menurut klaim TPNPB, penyerangan dan penembakan terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026 di Kali Umage, Distrik Kuari Umageyime, Kabupaten Tolikara, Papua.Dalam klaimnya, TPNPB menyatakan aksi tersebut mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka di pihak aparat serta sejumlah unit truk mengalami kerusakan.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI, Polri, maupun Pemerintah Kabupaten Tolikara terkait kebenaran insiden kontak senjata di lokasi tersebut. Jumlah korban dan kronologi versi aparat belum dapat diverifikasi secara independen.Ultimatum Kosongkan Wilayah OperasiDalam siaran pers yang sama, Mayor Botak Wanimbo mengeluarkan ultimatum kepada warga imigran Indonesia, ASN, anggota DPR, guru, dan tenaga kesehatan untuk menghentikan aktivitas dari wilayah Kububelela hingga Yigonikme.TPNPB juga meminta penghentian aktivitas kendaraan darat dan penerbangan di wilayah yang mereka klaim sebagai wilayah operasi TPNPB di Tolikara.TPNPB menyatakan ultimatum tersebut sesuai dengan Perintah Operasi (PO) yang dikeluarkan oleh Panglima Tinggi TPNPB Jenderal Goliath Naaman Tabuni dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.Dalam pernyataannya, TPNPB menyebut jika di kemudian hari terjadi penembakan terhadap pihak yang mereka sebut sebagai agen intelijen yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, guru, tukang ojek dan sopir, maka pihaknya akan bertanggung jawab.TPNPB juga mengimbau warga imigran dan orang Papua yang terlibat dalam proyek pembangunan pemerintah seperti jalan, jembatan, dan perumahan untuk meninggalkan wilayah operasi TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua.Siaran pers tersebut ditutup dengan pernyataan penanggung jawab Markas Pusat TPNPB-OPM, yakni Panglima Tinggi Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.Hingga berita ini dipublikasikan Redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi resmi dari aparat keamanan dan pemerintah daerah terkait situasi keamanan di Distrik Kuari Umageyime, Tolikara.Penulis: HendrikEditor: OF
20 Agu 2026, 19:34 WIT
Pilihan Redaksi
SKAKMAT DI PN JAKSEL! Kejagung Patahkan Dalil 'Duplikasi Tersangka' Febrie Adriansyah
Papuanewsonline.com, Jakarta, - Upaya mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah untuk menggugurkan status tersangkanya mendapat hadangan keras. Dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026), Tim Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) mematahkan total dalil duplikasi yang dibangun kubu Febrie.Sidang yang menyedot perhatian publik ini berlangsung panas. Maklum, pemohonnya adalah mantan ujung tombak pemberantasan korupsi di Korps Adhyaksa itu sendiri.Kubu Febrie Adriansyah melalui tim kuasa hukumnya yang terdiri dari Firman Wijaya dan Febri Diansyah, sebelumnya mendalilkan adanya duplikasi penetapan tersangka. Mereka menilai penetapan tersangka TPPU terhadap Febrie memiliki objek yang sama dengan perkara sebelumnya, sehingga harus dibatalkan.Dalil tersebut langsung diskakmat oleh Kejagung. Duplikasi Tidak Dikenal Hukum, yang Ada Ne Bis In IdemPerwakilan Tim Hukum Kejagung menegaskan, istilah duplikasi penetapan tersangka tidak pernah dikenal dalam hukum pidana Indonesia."Bahwa terlebih dahulu perlu ditegaskan bahwa istilah duplikasi bukan merupakan suatu asas atau larangan dalam hukum pidana yang secara otomatis mengakibatkan suatu penetapan tersangka menjadi tidak sah. Hukum pidana mengenal asas nebis in idem, bukan larangan terhadap apa yang secara sepihak oleh Pemohon disebut sebagai duplikasi penetapan tersangka," tegas perwakilan Kejagung di persidangan.Kejagung menjelaskan, asas yang diakui KUHAP dan KUHP adalah ne bis in idem sebagaimana Pasal 76 KUHP, yakni seseorang tidak boleh dituntut dan diadili dua kali atas perbuatan yang sama yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).Faktanya, perkara TPPU yang menjerat Febrie Adriansyah berdasarkan Sprindik Nomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 tanggal 20 Juli 2026, belum pernah diputus pengadilan. Sehingga dalil ne bis in idem tidak terpenuhi. Kubu Febrie sendiri diketahui menyiapkan dua gugatan praperadilan sekaligus. Praperadilan pertama menggugat Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri, sementara gugatan kedua menyasar Jaksa Agung cq Jampidsus Kejagung. Kuasa hukum menilai ada dua kali penetapan tersangka terhadap dugaan tindak pidana yang sama. Kejagung: Prosedur Sah, Alat Bukti CukupSelain mematahkan dalil duplikasi, Kejagung memastikan seluruh prosedur penetapan tersangka telah sesuai KUHAP. Penetapan didukung alat bukti yang cukup, mulai dari keterangan saksi, keterangan ahli, surat, hingga barang bukti.Kejagung melalui Kapuspenkum Anang Supriatna sebelumnya juga menegaskan sikapnya siap menghadapi gugatan tersebut dan menyebut praperadilan adalah hak tersangka yang diatur KUHAP. Di akhir persidangan, Kejagung meminta majelis hakim praperadilan PN Jakarta Selatan untuk menolak seluruh permohonan Febrie Adriansyah dan menyatakan penetapan tersangka tetap sah menurut hukum.Sidang akan berlanjut dengan agenda pembuktian dan tanggapan lanjutan dari kedua belah pihak.Penulis: HendrikEditor. : Of
21 Agu 2026, 03:09 WIT
Usai Basri Ditangkap di Malaysia, Bos Planet Batam Yuwangky Masuk DPO Bareskrim
Papuanewsonline.com, Batam, - Kasus narkoba di Planet 3.0 Batam masuk babak baru. Usai buronan Basri Lewaimang berhasil ditangkap Interpol di Malaysia, giliran bos Tempat Hiburan Malam (THM) Planet Batam, Yuwangky, resmi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Bareskrim Polri.Nama Yuwangky turut menjadi perhatian setelah Bareskrim Polri menerbitkan DPO terhadap pria yang disebut-sebut sebagai bos THM Planet tersebut.Berdasarkan informasi yang dihimpun, DPO Yuwangky tercantum dalam DPO Nomor: DPO/142/VIII/2026/Dittipidnarkoba.Dalam dokumen DPO yang beredar, aparat meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Yuwangky untuk memberikan informasi kepada penyidik/penyidik pembantu pada kantor kepolisian dengan nomor kontak yang tertera.Dari data dokumen DPO yang diterima Media Papuanewsonline.com, Kamis 20 Agustus diketahui, identitas buronan tercatat Atas Nama: YUWANKYTempat, Tanggal Lahir: SELAT PANJANG, 06/05/1959.Jenis Kelamin: Laki-Laki Kewarganegaraan: Indonesia Pekerjaan: WIRASWASTA Penerbitan DPO ini menandai eskalasi serius penanganan kasus narkoba di Planet 3.0 Pub and KTV atau P3 di Komplek Nagoya City Centre Blok A 1-2, Lubuk Baja, Batam.Seperti diketahui, sebelumnya Bareskrim menggerebek lokasi tersebut pada Senin (10/8/2026) dini hari dan mengamankan 6 tersangka serta 762 butir inex.Dalam pengembangan, Basri Lewaimang yang diduga sebagai pengendali peredaran narkoba di lokasi tersebut lebih dulu ditangkap di Malaysia melalui kerja sama Interpol. Kini, penyidikan mengarah ke pemilik atau bos THM tersebut.Hingga Kamis (20/8/2026), Malam. Bareskrim Polri belum merilis keterangan resmi terkait peran spesifik Yuwangky dalam jaringan narkoba di Planet Batam.Penulis: SuryadiEditor. : Of
21 Agu 2026, 02:33 WIT
Basri Lewaimang Buronan Narkoba Batam Diciduk Interpol di Malaysia
Papuanewsonline.com, Batam,- Pelarian Basri Lewaimang (50), buronan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, berakhir. Ia ditangkap Interpol di Malaysia.Pria kelahiran Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan residivis kasus narkotika ini selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Bareskrim. Ia diduga kuat sebagai pengendali peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kota Batam.Nama Basri mencuat setelah Bareskrim menggerebek HH Club Planet 3.0 Pub and KTV atau P3 di Komplek Nagoya City Centre Blok A 1-2, Lubuk Baja, Batam, Senin (10/8/2026) dini hari.Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 6 tersangka dan 762 butir inex atau ekstasi. Dari hasil pengembangan, Basri diduga sebagai aktor utama di balik peredaran narkoba di THM tersebut, namun banyak pihak menyebutkan sosok Basri hanya perantara sedangkan bandar sebenarya masi melenggang bebas.Basri Ditangkap di Pemukiman Malaysia Setelah buron, Ia dilacak hingga ke Malaysia.Humas KBRI Malaysia membenarkan penangkapan Basri di sebuah kawasan pemukiman melalui operasi gabungan Interpol dan Bareskrim Polri."Benar, yang bersangkutan telah diamankan di wilayah Malaysia melalui kerja sama dengan Interpol," ujar perwakilan KBRI Malaysia, Kamis (20/8/2026).Bareskrim belum merinci kronologi penangkapan dan jadwal pemulangan Basri ke Indonesia.Sementara itu informasi Penangkapan Basri sempat simpang siur. Keluarga mengklaim Basri tidak ditangkap, melainkan menyerahkan diri ke KBRI Malaysia."Yang benar Basri menyerahkan diri ke KBRI Malaysia untuk mempertanggungjawabkan dugaan yang dialamatkan kepadanya," kata pihak keluarga.Hingga kini Polri belum memberikan keterangan resmi terkait klaim tersebut.Penulis: SuryadiEditor. : Of
21 Agu 2026, 02:23 WIT
Kapolda Kepri : Penggerebekan THM di Batam oleh Bareskrim Semua Terkoordinasi
Papuanewsonline.com, Batam,– Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., akhirnya angkat bicara terkait penindakan sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kota Batam oleh Tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.Irjen Asep Safrudin menegaskan tidak ada kegiatan Polri yang tidak terkoordinasi, termasuk operasi penggerebekan di HH Club Planet 3.0 dan beberapa THM lainnya beberapa hari terakhir.Asep Safrudin mengatakan, institusi kepolisian memiliki tingkatan kemampuan dan kekuatan, mulai dari tingkat Polsek, Polres, Polda hingga Mabes Polri. Sehingga, setiap penindakan yang dilakukan Mabes Polri di daerah sudah pasti terintegrasi dengan Polda."Tidak ada kegiatan yang tidak terkoordinasi. Apalagi tidak terintegrasi. Semua itu terkoordinir. Saya pernah di Bareskrim, dulu Kasubdit. Kalau kerja ya seluruh Indonesia," ujar Irjen Asep Safrudin, Kamis (20/8/2026).Kapolda Kepri menjelaskan, langkah hukum yang dilakukan Bareskrim di Kota Batam beberapa hari terakhir selalu berkoordinasi dengan Polda Kepri.Ia pun membantah anggapan bahwa Polda Kepri kecolongan dengan adanya operasi senyap dari Mabes Polri di wilayahnya."Gak ada istilah kecolongan. Tapi kan gak mungkin dijelaskan bagaimana koordinasinya, termasuk hal teknisnya," tegasnya.Irjen Asep Safrudin meminta warga Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam yang tidak melanggar hukum untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi isu-isu miring terkait penggerebekan THM.Menurutnya, rasa cemas dan takut justru muncul dari warga yang terlibat atau melanggar hukum."Takut bagi yang melanggar hukum. Jadi jangan disalahartikan segala macam. Teman-teman Bareskrim polisi juga. Jangan malah dipisahkan, mereka polisi, kami polisi," sebutnya.Sementara itu, terkait bos casino di Batam yang dikenal dengan nama Acao, Bareskrim Polri tidak hanya melakukan penangkapan.Sejumlah harta benda yang diduga berasal dari hasil tindak pidana perjudian juga disita oleh penyidik Bareskrim Polri.Salah satunya adalah mobil mewah milik Akao yang turut diamankan sebagai barang bukti dalam pengembangan kasus perjudian dan peredaran narkoba di tempat hiburan malam di Batam.Publik berharap Acao juga dikenakan TPPU kalau terbukti.Hingga kini, Bareskrim Polri masih melakukan pendalaman terkait aset-aset lain milik Acao dan jaringannya.Penulis: SuryadiEditor. : Of
21 Agu 2026, 02:03 WIT
Rencana Pemkab Mimika Bangun Kota Baru Tuai Kritikan Pedas: Kota yang Ada Saja Tidak Terurus
Papuanewsonline.com, Timika, – Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk membangun kota baru di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menuai sorotan dan kritikan tajam dari warga.Pemerhati Pembangunan Mimika, Piet Rafra, menilai rencana tersebut tidak realistis dan terkesan mengada-ada di tengah banyaknya persoalan pembangunan kota Timika yang ada saat ini yang belum terselesaikan."Ini pesan menohok dari warga. Kota yang ada saja tidak bisa diurus, malah sudah mimpi kota baru. Yang ini pasti hanya mimpi," ujar Piet Rafra menirukan suara warga Timika, Kamis (20/8/2026).Janji Tak Dieksekusi, Visi Misi Nol BesarMenurut Piet Rafra, kritik warga tersebut sangat beralasan. Pasalnya, selama ini banyak program dan janji pembangunan yang pernah dijanjikan pemerintah daerah tidak ada satupun yang dieksekusi secara nyata di lapangan.Sebagai contoh, ia menyinggung visi misi Pemkab Mimika "Membangun dari Kampung ke Kota" yang sudah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) daerah, namun implementasinya dinilai nol besar."Semua yang pernah dijanjikan tidak ada satupun yang dieksekusi. Contoh visi misi bangun dari Kampung ke Kota, nol besar padahal sudah masuk dalam Renstra. Jalan kampung masih rusak, air bersih tidak jalan, sampah di kota tidak terurus, banjir di mana-mana," tegas Piet.Piet menilai, daripada membangun wacana baru yang membutuhkan anggaran triliunan rupiah, Pemkab Mimika seharusnya fokus membenahi persoalan dasar di Kota Timika yang sudah ada.Mulai dari penataan kota, penanganan sampah, drainase, penyediaan air bersih, penerangan jalan, hingga penataan pemukiman kumuh.Piet Rafra mendesak Pemkab Mimika untuk lebih realistis dan tidak menjual mimpi kepada masyarakat."Jangan lagi masyarakat diberi mimpi-mimpi baru. Urus dulu yang ada ini. Benahi Timika yang sudah ada ini supaya layak disebut kota. Kalau kota yang ada saja amburadul, bagaimana mau bangun kota baru? Itu hanya akan jadi proyek mercusuar yang menghabiskan APBD," katanya.Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Mimika belum memberikan keterangan resmi terkait detail rencana pembangunan kota baru tersebut, termasuk lokasi, konsep, sumber anggaran, dan timeline pelaksanaannya.Redaksi masih berupaya mengkonfirmasi kepada Bupati Mimika dan Kepala Bappeda Mimika terkait wacana tersebut.Penulis: HendrikEditor. : Of
20 Agu 2026, 22:44 WIT
TPNPB Klaim Tembak Aparat di Tolikara dan Ancam Warga Imigran Kosongkan Wilayah Operasi
Papuanewsonline.com, Tolikara - Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (KOMNAS TPNPB-OPM) merilis Siaran Pers Ke-II pada Kamis, 20 Agustus 2026 terkait kontak senjata di Kabupaten Tolikara.Dalam siaran pers yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom, TPNPB mengklaim telah melakukan penyerangan terhadap aparat dan agen intelijen Indonesia.Klaim Penembakan di Kali UmageTPNPB menyebut laporan tersebut diterima dari Mayor Botak Wanimbo dari Kodap XXVII Yambi.Menurut klaim TPNPB, penyerangan dan penembakan terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026 di Kali Umage, Distrik Kuari Umageyime, Kabupaten Tolikara, Papua.Dalam klaimnya, TPNPB menyatakan aksi tersebut mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka di pihak aparat serta sejumlah unit truk mengalami kerusakan.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI, Polri, maupun Pemerintah Kabupaten Tolikara terkait kebenaran insiden kontak senjata di lokasi tersebut. Jumlah korban dan kronologi versi aparat belum dapat diverifikasi secara independen.Ultimatum Kosongkan Wilayah OperasiDalam siaran pers yang sama, Mayor Botak Wanimbo mengeluarkan ultimatum kepada warga imigran Indonesia, ASN, anggota DPR, guru, dan tenaga kesehatan untuk menghentikan aktivitas dari wilayah Kububelela hingga Yigonikme.TPNPB juga meminta penghentian aktivitas kendaraan darat dan penerbangan di wilayah yang mereka klaim sebagai wilayah operasi TPNPB di Tolikara.TPNPB menyatakan ultimatum tersebut sesuai dengan Perintah Operasi (PO) yang dikeluarkan oleh Panglima Tinggi TPNPB Jenderal Goliath Naaman Tabuni dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.Dalam pernyataannya, TPNPB menyebut jika di kemudian hari terjadi penembakan terhadap pihak yang mereka sebut sebagai agen intelijen yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, guru, tukang ojek dan sopir, maka pihaknya akan bertanggung jawab.TPNPB juga mengimbau warga imigran dan orang Papua yang terlibat dalam proyek pembangunan pemerintah seperti jalan, jembatan, dan perumahan untuk meninggalkan wilayah operasi TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua.Siaran pers tersebut ditutup dengan pernyataan penanggung jawab Markas Pusat TPNPB-OPM, yakni Panglima Tinggi Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.Hingga berita ini dipublikasikan Redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi resmi dari aparat keamanan dan pemerintah daerah terkait situasi keamanan di Distrik Kuari Umageyime, Tolikara.Penulis: HendrikEditor: OF
20 Agu 2026, 19:34 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Hujan Es Melanda Lanny Jaya, Ribuan Tanaman Rusak dan Petani Terancam Gagal Panen
Papuanewsonline.com, Wamena — Fenomena alam berupa hujan es melanda tiga distrik di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, pada Minggu (16/8/2026) dini hari sekitar pukul 01.16 WIT. Hujan es yang turun begitu lebat hingga membuat lingkungan warga tampak seolah tertutup salju. Wilayah yang terdampak meliputi Distrik Kuyawage, Goa Balim, dan Wano Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wamena menjelaskan peristiwa ini dipicu pertumbuhan awan konvektif yang kuat akibat kondisi atmosfer serta pengaruh topografi pegunungan setempat.Hujan es kali ini dinilai jauh lebih dahsyat dibanding kejadian sebelumnya. Bukan sekadar embun beku, butiran es yang jatuh menghantam tanaman pertanian hingga hancur dan tidak layak dipanen lagi. Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, menyampaikan bahwa kerusakan tanaman yang luas tersebut mengakibatkan para petani terancam gagal panen sepenuhnya.Dampak bencana ini diperkirakan akan terasa hingga satu tahun ke depan dan mengancam ketahanan pangan masyarakat di wilayah tersebut.Merespons cepat musibah ini, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya segera membentuk Tim Tanggap Darurat yang dipimpin langsung oleh Asisten II Sekretaris Daerah. Tim telah berangkat menuju lokasi terdampak untuk mengumpulkan data lengkap, menilai kerugian, serta memberikan bantuan darurat.Pemerintah daerah juga memohon dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan maupun pemerintah pusat guna membantu meringankan beban warga yang terdampak.Aletinus menegaskan bahwa pemerintah akan bergerak secepat mungkin hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka dan tertimpa kesulitan. Data yang dikumpulkan akan disusun secara berjenjang agar kebijakan dan bantuan yang diberikan tepat sasaran, cepat, dan bermanfaat nyata bagi warga. Pemerintah berkomitmen memastikan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi meskipun hasil panen habis rusak diterjang hujan es.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 10:21 WIT
Kehangatan di Garis Terdepan: Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Bawa Harapan ke Distrik Senggi
Papuanewsonline.com, Keerom — Semangat kemerdekaan dan kebersamaan terasa begitu hangat di garis perbatasan Indonesia–Papua Nugini. Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) hadir di tengah masyarakat Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, untuk ikut menyukseskan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026). Kehadiran para mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan upacara, tetapi juga melebur dalam kehidupan warga melalui Festival Rakyat dan Pentas Seni yang penuh kegembiraan.Berbagai perlombaan sederhana namun menyenangkan seperti balap karung, makan kerupuk, voli air, dan permainan tradisional lainnya diikuti antusias oleh anak-anak hingga orang dewasa. Suara tawa dan keceriaan menyatukan insan akademisi, warga lokal, jajaran aparat TNI–Polri, serta pegawai negeri setempat. Kebersamaan yang terjalin terasa begitu tulus dan menyentuh hati warga yang telah lama menantikan kehadiran pihak luar yang benar-benar hadir dan peduli.Kepala Distrik Senggi, Daud Yunam, menyampaikan rasa harunya atas kehadiran tim UNDIP yang telah mendampingi warga sejak awal kedatangan hingga puncak perayaan kemerdekaan. “Ini menjadi kenangan luar biasa setelah puluhan tahun berlalu. Semangat kebersamaan yang mereka bawa sungguh menyentuh hati kami, dan semoga kehangatan ini terus terjaga di masa mendatang,” ujarnya penuh haru.Komandan Koramil Senggi, Kapten Inf. Ajang Ahdiat, serta Kapolsek Senggi, Iptu Yanto Rumbruren, turut menyambut hangat kehadiran tim. Mereka berharap kepedulian dan ilmu yang dibawa para mahasiswa dapat terus disalurkan untuk membantu mengatasi tantangan yang ada, serta membangun ikatan persaudaraan yang erat demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan ini.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 10:16 WIT
BPJS Ketenagakerjaan Mimika Salurkan Klaim Rp145,92 Miliar, Lindungi Lebih dari 113 Ribu Pekerja
Papuanewsonline.com, Mimika — Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Mimika mencatat pembayaran klaim jaminan sosial yang telah disalurkan kepada peserta mencapai Rp145,92 miliar untuk periode Januari hingga Juli 2026. Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Mimika, Andhika Catur Putra, menyampaikan bahwa bantuan tersebut telah diterima oleh 5.156 orang peserta, yang mencakup lima program perlindungan: Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Pensiun, serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang mulai berjalan.Rincian penyaluran menunjukkan bahwa Jaminan Hari Tua menjadi yang paling banyak diterima, yaitu oleh 4.835 peserta. Selanjutnya Jaminan Kecelakaan Kerja diterima 58 orang, Jaminan Kematian 88 orang, Jaminan Pensiun 151 orang, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan sebanyak 24 orang. Pengajuan klaim kini juga dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi maupun aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), sehingga peserta tidak perlu datang langsung ke kantor, bahkan bagi yang berada di luar wilayah Mimika.Andhika menjelaskan bahwa layanan digital JMO memudahkan peserta mengecek saldo, melaporkan, hingga mengajukan klaim Jaminan Hari Tua senilai hingga Rp15 juta secara langsung melalui gawai. Kemudahan ini diberikan agar setiap peserta atau ahli waris dapat menerima manfaat dengan cepat dan tepat, guna mencegah terjadinya kesulitan ekonomi atau kemiskinan baru akibat berkurangnya atau hilangnya penghasilan akibat risiko yang dialami.Selain pembayaran klaim, BPJS Ketenagakerjaan Mimika juga mencatat jumlah tenaga kerja yang telah dilindungi mencapai 113.358 orang. Terdiri dari peserta Penerima Upah 39.887 orang, Bukan Penerima Upah 42.910 orang, serta peserta Jasa Konstruksi sebanyak 30.561 orang. Andhika menegaskan pentingnya seluruh pekerja didaftarkan agar saat terjadi hal yang tidak diinginkan, beban penggantian telah dialihkan kepada BPJS Ketenagakerjaan dan tidak menjadi beban bagi perusahaan maupun keluarga.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 09:52 WIT
Honai Belajar Gratis: Polsek Tembagapura dan Satgas Damai Cartenz Dekatkan Anak dengan Pendidikan
Papuanewsonline.com, Tembagapura — Ruang belajar sederhana di lingkungan Polsek Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tampak hidup pada Selasa (18/8/2026) pagi. Sejak pukul 08.45 WIT, puluhan anak-anak berkumpul untuk mengikuti kegiatan Honai Belajar Gratis, sebuah inisiatif kepedulian terhadap pendidikan anak-anak wilayah tersebut. Mereka diajak belajar membaca, menulis, dan berhitung dengan pendekatan yang menyenangkan, didampingi langsung oleh personel Polsek Tembagapura dan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026.Suasana berlangsung penuh keakraban. Anak-anak tak segan bertanya, menjawab pertanyaan, maupun berinteraksi dengan para pendamping. Bagi mereka, kehadiran personel kepolisian bukan sekadar sosok pengayom keamanan, melainkan juga sahabat yang mendampingi belajar dengan sabar dan penuh perhatian. Kegiatan ini pun disambung dengan momen makan siang bersama, mempererat ikatan persaudaraan dalam kebersamaan yang hangat dan sederhana.Salah seorang orang tua siswa, Desi, menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian, khususnya Polsek Tembagapura dan Satgas Damai Cartenz. Kegiatan ini sangat berarti karena pendidikan adalah bekal masa depan anak-anak. Kami berharap kegiatan bermanfaat seperti ini dapat terus berjalan,” ujarnya tulus. Dukungan yang diberikan turut meringankan beban sekaligus memberi harapan baru bagi keluarga di wilayah tersebut.Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyambut baik inisiatif tersebut. “Kehadiran kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan melalui hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan adalah kunci masa depan generasi muda Papua,” tegasnya. Pendekatan humanis ini diharapkan menumbuhkan kepercayaan sekaligus memberikan motivasi agar anak-anak terus bersemangat belajar dan meraih cita-cita.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 09:48 WIT
Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa MI Ibrohimiyyah Praktik Cuci Tangan
Papuanewsonline.com, Demak — Mahasiswa KKN bidang kesehatan melaksanakan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan fokus pada praktik mencuci tangan yang benar di MI Ibrohimiyyah, Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Selasa, 11 Agustus 2026.Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya mencuci tangan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Siswa diajak mengenali waktu-waktu penting mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, dan setelah memegang benda kotor.Materi disampaikan secara interaktif dengan bahasa yang mudah dipahami siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKN menggunakan media pembelajaran dan ice breaking agar suasana lebih menyenangkan. Para siswa terlihat antusias mengikuti penjelasan.Selain teori, mahasiswa mengajak siswa mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Praktik dilakukan langsung agar siswa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Para siswa bersemangat mengikuti setiap tahapan praktik. Mereka diarahkan membasahi tangan, menggunakan sabun, menggosok telapak dan punggung tangan, membersihkan sela-sela jari, menggosok kuku, membilas dengan air bersih, lalu mengeringkannya.Wali kelas 1A MI Ibrohimiyyah, Puji Pusvitasari, memberikan tanggapan positif. Menurutnya, sosialisasi ini sangat bermanfaat karena membantu siswa memahami cara menjaga kebersihan diri dengan tepat.“Alhamdulillah, kegiatannya sangat bermanfaat. Anak-anak menjadi lebih tahu cara mencuci tangan yang benar dan kapan perlu mencuci tangan,” ujarnya.Ia menambahkan, kebiasaan mencuci tangan perlu terus diingatkan agar menjadi rutinitas siswa di sekolah maupun di rumah.Pendapat serupa disampaikan wali kelas 1B, Lailatun Nadzifah, S.Pd.I. Ia menilai kegiatan menarik dan sesuai dengan usia siswa. “Kegiatannya menyenangkan. Anak-anak antusias mengikuti penjelasan dan praktik,” katanya.Para siswa mengaku senang mengikuti sosialisasi. Mereka merasa praktik mencuci tangan lebih mudah dipahami karena dilakukan langsung dan diselingi permainan.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa MI Ibrohimiyyah membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mendukung pola hidup bersih dan sehat di sekolah maupun rumah.Editor: OF
19 Agu 2026, 22:20 WIT
PGGM Mimika Gelar Pembentukan Karakter: Pemimpin Gereja Diajak Menjadi Teladan Hidup
Papuanewsonline.com, Mimika — Persekutuan Gereja-Gereja Mimika (PGGM) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan pembentukan karakter bertajuk Character Building with G.O.S.P.E.L Principles di Swiss-Belhotel Mimika, Papua Tengah, pada Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para pemimpin dan pelayan gereja se-Kabupaten Mimika, dengan tujuan mendorong pertumbuhan karakter, kapasitas, serta integritas dalam setiap pelayanan yang dilakukan.Ketua Umum PGGM Mimika, Pdt. Pascal Viktor Warint, S.Th., menyampaikan pesan rohani yang mengacu pada surat Rasul Paulus kepada Timotius. Ia menegaskan bahwa kemampuan semata belumlah cukup; seorang pelayan Tuhan harus menyertakannya dengan kehidupan yang sejalan dengan kebenaran firman Tuhan. “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaran,” menjadi pesan pokok yang mengingatkan agar setiap pemimpin senantiasa memeriksa dan memperbaiki diri secara terus-menerus.Pdt. Pascal mengingatkan pula bahwa penghormatan dalam pelayanan tidak lahir dari jabatan, melainkan dari keteladanan hidup. Pemimpin dipanggil menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Kemajuan rohani pun harus tampak nyata dan dapat dirasakan oleh keluarga, rekan pelayanan, maupun jemaat yang dilayani, sehingga pertumbuhan karakter bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan hidup yang meyakinkan.Selain pembentukan karakter, peningkatan kapasitas pelayanan juga menjadi penekanan. Pemimpin diharapkan tak pernah berhenti belajar, memperdalam firman, serta mengasah kemampuan memimpin dan menyelesaikan persoalan. Karakter tanpa kapasitas membuat pelayanan kurang efektif, sebaliknya kemampuan tinggi tanpa karakter yang baik dapat melahirkan persoalan integritas yang merugikan banyak pihak.Penulis: JidEditor: OF
19 Agu 2026, 19:34 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Patung Yesus Memberkati Setinggi 25 M di Papua Menuju Penyelesaian, Akan Diresmikan November 2026
Papuanewsonline.com, Keerom - Pembangunan Patung Yesus Memberkati yang menjulang setinggi 25 meter di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Papua, kini memasuki tahap penyelesaian. Foto udara yang diambil pada Selasa (18/8/2026) memperlihatkan bentuk keseluruhan patung yang megah itu tampak hampir rampung.Situs rohani yang mulai dibangun sejak peletakan batu pertama pada Desember 2022 ini dijadwalkan akan resmi diresmikan pada November 2026 mendatang.Terletak tak jauh dari garis perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini, kehadiran patung ini direncanakan menjadi ikon wisata religi yang baru sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Keerom. Keindahan dan keunikan situs ini diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru, sehingga turut membangkitkan perekonomian masyarakat setempat melalui sektor pariwisata.Selain berfungsi sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan, kawasan Patung Yesus Memberkati juga dirancang terbuka sebagai ruang publik yang asri dan nyaman bagi masyarakat untuk berkunjung dan berinteraksi. Pengembangan kawasan tidak hanya menyasar pembangunan patung semata, tetapi juga melengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti penginapan sederhana atau homestay serta peningkatan infrastruktur jalan dan lingkungan sekitar.Dengan ketersediaan fasilitas yang memadai, kawasan ini diharapkan dapat tumbuh menjadi destinasi wisata religi yang nyaman, aman, dan mudah dijangkau oleh para pengunjung. Pembangunan ini menjadi bukti kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Keerom dalam membangun tempat yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyejahterakan warga di sekitarnya.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 09:37 WIT
"Tong Masih di Sini": Kreativitas Anak Muda Papua Berkumpul di Papua Kreatif
Papuanewsonline.com, Jayapura – Komunitas kreatif Imaji Papua menggelar “Papua Kreatif: Film, Budaya & Kreativitas” di halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih, Jayapura, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional itu menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda Papua untuk menampilkan karya, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi di bidang ekonomi kreatif.Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kreativitas anak muda Papua terus berkembang dan mampu mengolah kekayaan budaya lokal menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi. Sineas, fotografer, desainer, ilustrator, musisi hingga pelaku UMKM melebur dalam satu ruang untuk memperkuat ekosistem kreatif berbasis komunitas.Kolaborasi Kunci Kembangkan Ekonomi KreatifKetua Imaji Papua Yulika Anastasia mengatakan kolaborasi menjadi kunci agar potensi ekonomi kreatif Papua dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.“Kalau berkolaborasi, akan jauh lebih meyakinkan semua pihak, bisa bergandengan tangan, dan tumbuh bersama. Hari ini tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” ujar Yulika Anastasia.Film “Tong Masih di Sini” Rekam Kehidupan Pelaku Ekonomi LokalSalah satu karya yang menjadi perhatian adalah film dokumenter berdurasi 33 menit berjudul “Tong Masih di Sini”. Film garapan Yulika Anastasia tersebut merekam kehidupan pelaku ekonomi lokal, mulai dari anak muda yang menjadi petani kopi, petani sagu, pedagang pinang hingga petani sayur-mayur. Cerita tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat biasa turut berperan menggerakkan ekonomi daerah.Fashion Show Noken Tampilkan Karya Lima Desainer MudaSemangat serupa terlihat dalam Fashion Show Noken yang menghadirkan lima desainer muda Papua, yakni Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya, Lusi Umbora dan Alfianty Mandosir. Mereka memadukan kearifan lokal dengan sentuhan desain kontemporer.Desainer Agusta Bunai menilai panggung tersebut memberikan ruang penting bagi talenta lokal untuk meningkatkan nilai karya sekaligus memperkenalkan produk Papua kepada khalayak yang lebih luas.“Panggung Papua Kreatif menjadi kesempatan besar untuk memamerkan karya, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, sekaligus menambah jam terbang,” ujar Agusta Bunai.240 Karya Foto Pamerkan Keindahan dan Aktivitas Masyarakat PapuaDari bidang fotografi, sebanyak 240 karya hasil kurasi 34 fotografer muda dipamerkan. Karya tersebut merekam keindahan alam, budaya, aktivitas ekonomi masyarakat hingga perkembangan pembangunan Papua dari perspektif kreator lokal. Koordinator Pameran Yosin Kogoya mengatakan karya fotografi tersebut dihadirkan untuk mengajak publik melihat Papua melalui pengalaman dan cerita masyarakatnya sendiri.Pemerintah Kota Jayapura Dukung Kreativitas Generasi MudaDukungan terhadap kreativitas generasi muda juga disampaikan Pemerintah Kota Jayapura. Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Pemkot Jayapura Sem Meraudje menilai kemampuan anak muda Papua memanfaatkan film, media digital dan seni audio-visual semakin kuat.“Anak-anak muda Papua semakin cerdas dan adaptif memanfaatkan platform digital, film, media sosial, hingga seni audio-visual untuk menceritakan realitas dan keindahan tanah Papua secara utuh kepada dunia,” tegas Sem Meraudje.Menurut Sem Meraudje, karya kreatif tersebut tidak hanya menjadi sarana menjaga identitas budaya, tetapi juga berpotensi membawa nama Papua ke tingkat nasional hingga internasional.“Tong masih ada di sini, tra habis. Daya cinta itu masih ada, masih bisa bangkit dan terus berkarya. Keberadaan ini membawa nilai-nilai positif bagi tanah ini,” pungkas Sem Meraudje.Papua Kreatif pun menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkenalkan wajah Papua yang kaya budaya, produktif, adaptif dan penuh peluang. Penulis: HendrikEditor: OF
16 Agu 2026, 23:07 WIT
"Di Bawah Langit Timur": Kisah Cinta Tanah Air dari Tanah Papua
Papuanewsonline.com, Papua — Sebuah karya sinematik penuh makna hadir menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Film pendek musikal berjudul "Di Bawah Langit Timur" yang disutradarai oleh Abet Fahmi mengambil latar di Distrik Wamena, Papua Selatan, mengisahkan perjalanan seorang anak bernama Libo dari pedalaman menuju upacara pengibaran bendera. Perjalanan itu menjadi jendela untuk menyampaikan pesan tentang perjuangan, harapan, persatuan, dan kecintaan kepada Indonesia dari perspektif bagian timur negeri ini.Sutradara memilih Papua bukan sekadar sebagai latar yang indah, melainkan untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki luas yang tercermin dari kekayaan kisah di setiap penjuru tanah air. "Kemerdekaan itu harus dirasakan sebagai milik semua orang, dari Sabang sampai Merauke," ujar Abet. Demi menjaga kejujuran cerita, pemeran utama pun dipilih anak Papua asli yang tinggal di sana, bukan berdasarkan popularitas, melainkan kesesuaian karakter agar terasa natural dan dekat dengan kehidupan masyarakat sesungguhnya.Film ini tidak mengajak kita menyamakan segala sesuatu agar bersatu, melainkan mengajak melihat Indonesia sebagai rumah bersama yang dibangun dari beragam budaya, bahasa, dan tradisi. Melengkapi pesan tersebut, lagu "Fajar Indonesia" yang mengiringi karya ini merangkai kearifan lokal dari berbagai suku bangsa, mulai dari Bugis, Mandar, Dayak, Jawa, Sunda, Minangkabau, hingga Batak menjadi satu melodi persaudaraan yang menyentuh hati.Musik dan liriknya lahir dari semangat cinta tanah air yang tulus, bahwa mengabdi pada negeri adalah panggilan sejati setiap anak bangsa. Nasionalisme, menurut pesan yang disampaikan, bukan sekadar tuntutan kepada orang lain, melainkan kesadaran dari dalam diri sendiri untuk mencintai dan mengabdi kepada Indonesia sepanjang hayat. Pesan yang sederhana namun mendalam itu menyatu dengan alur cerita yang hangat dan menyentuh jiwa.Penulis: JidEditor: OF
16 Agu 2026, 14:59 WIT
Jelang Muktamar ke-35 NU, Forbes NU 26 Dorong Evaluasi Menyeluruh Terkait Konsesi Tambang
Papuanewsonline.com, Bogor — Dua belas hari menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Forum Bersama (Forbes) NU 26 menggelar Rembug Warga NU Jabodetabek di Institut Pertanian Bogor, Sabtu (15/8/2026). Diskusi bertajuk “Tambang Ormas NU: Menimbang Fikih, Kemandirian Ekonomi, dan Keberlanjutan Lingkungan” digelar sebulan setelah Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan yang mengoreksi dasar hukum pemberian izin pertambangan kepada organisasi kemasyarakatan.Forum menegaskan bahwa persoalan konsesi tambang tidak cukup dinilai dari pertanyaan fikih semata soal “boleh atau tidak boleh”. Lebih dari itu, keputusan tersebut menyangkut kehormatan organisasi, kemandirian ekonomi, keadilan sosial dan gender, keselamatan warga, serta kelestarian lingkungan hidup. Semua aspek itu harus dipertimbangkan secara utuh dan seimbang sebelum mengambil keputusan yang berjangka panjang.Putusan MK Nomor 160/PUU-XXIII/2025 menegaskan bahwa frasa “pemberian prioritas” dalam UU Minerba tidak boleh dimaknai sebagai penunjukan langsung. Jika pun diberikan prioritas, harus didasarkan pada parameter yang jelas, penilaian objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketidakjelasan prosedur dinilai berpotensi membuka ruang yang merugikan lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang.Dr. Ivanovich Agusta mengingatkan bahwa persoalan tambang harus dilihat sekaligus dengan persoalan kemandirian desa. “Jangan sampai desa kehilangan uang untuk membiayai koperasi, lalu kehilangan tanah untuk membiayai tambang. Kalau nilai tambahnya dibawa keluar, sementara desa hanya menanggung dampaknya, itu bukan kemandirian desa,” tegasnya. Pembangunan pun sebaiknya memperkuat kemampuan warga mengelola kekayaan sendiri, bukan justru menciptakan ketergantungan baru.Penulis: JidEditor: OF
16 Agu 2026, 14:53 WIT
Jelang HUT ke-81 RI, Tokoh Adat Puncak Jaya Salurkan Bantuan dan Ajak Jaga Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Mulia - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tokoh adat di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kota Mulia, Sabtu (15/8/2026).Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Suku Distrik Pegelimi, Waitelenggen. Sebanyak 150 paket sembako, tiga net bola voli, dan enam bola voli diberikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian menjelang peringatan 17 Agustus.Penyaluran bantuan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara tokoh adat dan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan sosial serta mendorong kebersamaan di tengah masyarakat Puncak Jaya.Warga yang menerima bantuan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, atas perhatian yang dirasakan masyarakat.Waitelenggen mengatakan bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kebersamaan dan stabilitas keamanan di wilayah Puncak Jaya.“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya menjelang peringatan 17 Agustus 2026,” ujar Waitelenggen.Selain bantuan kebutuhan pokok, perlengkapan olahraga yang diserahkan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif. Aktivitas olahraga dinilai dapat menjadi sarana mempererat hubungan dan kebersamaan antarwarga.Waitelenggen juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Puncak Jaya untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, kondisi yang aman dan kondusif diperlukan agar seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI dapat berlangsung dengan lancar.Ajakan tersebut disampaikan menjelang perayaan kemerdekaan yang akan dipusatkan pada 17 Agustus 2026. Masyarakat diharapkan dapat menjaga lingkungan masing-masing serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat mengganggu situasi keamanan.Di tengah adanya informasi mengenai larangan dari kelompok KSTP terkait kegiatan peringatan HUT RI, kondisi keamanan di Kabupaten Puncak Jaya hingga kini dilaporkan masih kondusif.Bendera Merah Putih dan berbagai umbul-umbul dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI juga masih terlihat terpasang di sejumlah kantor pemerintahan, objek vital, serta fasilitas umum di wilayah tersebut.Selama kegiatan penyaluran bantuan berlangsung hingga selesai, tidak ditemukan adanya aksi sabotase berupa pengrusakan ataupun pencabutan bendera dan umbul-umbul yang telah dipasang.Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi sosial antara tokoh adat dan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan seluruh elemen dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten Puncak Jaya menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Editor: OF
15 Agu 2026, 21:14 WIT
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami
Papuanewsonline.com, NTT - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/08) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 05:58 WITA.Pusat gempa berada di kedalaman dangkal 15 kilometer, dengan episenter 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Gempa ini tergolong dangkal akibat aktivitas subduksi dengan mekanisme sesar naik (thrust fault), yang berpotensi memicu tsunami.BMKG langsung menerbitkan peringatan dini tsunami atas peristiwa tersebut. Peringatan tersebut dinyatakan telah berakhir setelah dilakukan pemantauan.Hingga pukul 07:07 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan aktivitas susulan masih terus terjadi. Tercatat sebanyak 37 gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,7 hingga 6,2.Di sejumlah wilayah pesisir, tsunami dengan ketinggian kecil terpantau oleh tide gauge yakni-Bakalang, Alor, NTT: tsunami setinggi 0,14 meter terdeteksi pada pukul 05:41 WIB-Dompu, NTB: tsunami setinggi 0,17 meter -Flores Timur, Labuan Bajo, dan Sikka ketinggian muka air antara 0,19 hingga 0,36 meter .BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Nagekeo, Flores, Alor, Sikka, Labuan Bajo, Dompu dan sekitarnya untuk tetap tenang namun waspada, menjauhi pantai dan bangunan yang retak akibat gempa, serta hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG.Belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan dan korban jiwa hingga berita ini diturunkan.Editor: OF
15 Agu 2026, 21:06 WIT