Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
Anggota Polri Patar Sihombing Diduga Jadi Rentenir Jerat Para Kepala Kampung di Keerom
Papuanewsonline.com, Keerom – Skandal memalukan mencoreng institusi Polri di Kabupaten Keerom, Papua. Seorang oknum anggota Polri bernama Ipda Patar Sihombing diduga menjalankan bisnis gelap rentenir dengan menjadikan para Kepala Kampung sebagai korbannya.Fakta mengejutkan ini dibongkar langsung oleh Kepala Kampung Onam Engelbertus Nabar. Ia menyebut para kepala kampung di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua harus terlilit utang dengan bunga mencekik leher yang dipatok oleh oknum polisi tersebut.Enggelbertus Nabar menjelaskan saat pencairan dana desa. Oknum Polri itu langsung ikut di BANK Papua dan mengambil uang dari para kepala kampung dan bendahara yang mengambil pinjaman dari yang bersangkutan.BUNGA 100%, TANPA BADAN HUKUM, AKSI PREMANISME BERKEDOK APARATMenurut pengakuan Engelbertus Nabar, Ipda Patar Sihombing memberikan pinjaman uang kepada para kepala kampung dengan bunga fantastis mencapai 100%.Diketahui Patar Sihombing Lebih beringas lagi karena dalam menjalankan bisnis haram ini diduga dijalankan secara ilegal tanpa mengantongi badan hukum resmi sebagai lembaga keuangan atau koperasi simpan pinjam.Murni praktik rentenir"Rentenir Ipda Patar Sihombing dia kasi pinjam uang ke para kepala kampung dengan bunga 100%. Beringasnya anggota Polri Patar Sihombing ini karena melakukan bisnis gelap ini tanpa badan hukum," tegas salah satu warga yang di Keerom.Sementara itu Praktik lintah darat yang diduga dilakukan oknum erseragam ini jelas-jelas melanggar etika dan aturan sebagai anggota Polri. Alih-alih menjadi pengayom, justru menjadi lintah yang menghisap dana kampung yang seharusnya untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.Para kepala kampung yang notabene adalah ujung tombak pembangunan di kampung kini tercekik dan tidak berdaya di bawah tekanan utang berbunga monster.DESAKAN KERAS KEPADA PROPAM POLDA PAPUA HARUS BERTINDAKPublik Keerom kini mendesak keras agar Bidang Propam Polda Papua dan Kapolres Keerom segera turun tangan dan memeriksa Ipda Patar Sihombing.Tindakan rentenir dengan bunga 100% tanpa badan hukum adalah kejahatan. Jika dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum, ini adalah kejahatan ganda dan penghinaan terhadap institusi Polri.Jika terbukti, bukan hanya sanksi etik, tapi harus dipidana. Tidak ada tempat bagi rentenir berseragam di tanah Papua.Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Ipda Patar Sihombing dan pihak Polres Keerom.Penulis: HendrikEditor. : Of
01 Agu 2026, 23:54 WIT
20 Tokoh Guncang Tanah Air Karena Terlibat Skandal Korupsi Triliunan Rupiah
Papuanewsonline.com, Jakarta - Daftar 20 tokoh dalam kasus korupsi terbesar di Indonesia beredar luas dan menghebohkan publik. Data tersebut diterima redaksi Media Papuanewsonline.com pada Sabtu (1/8/2026) dalam bentuk grafis yang memuat nama tokoh, instansi, kerugian negara, hingga status hukumnya.Data yang bersumber dari Kejaksaan Agung RI, KPK RI, Mahkamah Agung RI, BPK/BPKP, Putusan Pengadilan Tipikor, dan pemberitaan media nasional hingga Juli 2026 ini mengungkap betapa fantastisnya kerugian keuangan negara akibat praktik korupsi.Di peringkat pertama, ada kasus yang menyeret Riva Siahaan, dkk dari PT Pertamina Patra Niaga dengan kerugian negara mencapai Rp968,5 Triliun. Riva divonis 7 tahun penjara dalam putusan banding.Menyusul di peringkat kedua, kasus tambang timah yang menyeret nama Harvey Moeis, dkk dari PT Timah Tbk & Swasta dengan kerugian Rp300 Triliun. Harvey divonis 20 tahun penjara dalam putusan banding.Sementara di posisi ketiga, ada kasus BLBI yang menyeret Sjamsul Nursalim, dkk selaku pemilik bank dengan kerugian Rp138,4 Triliun. Kasusnya dihentikan KPK (SP3) namun asetnya disita Satgas BLBI.KORUPSI SAWIT, ASABRI DAN JIWASRAYA MASUK DAFTARNama Surya Darmadi dari PT Duta Palma Group berada di urutan ke-4 dengan kerugian Rp78 - 104 Triliun dan divonis 16 tahun penjara. Kasus korupsi di PT TPPI & BP Migas yang menyeret Honggo Wendratno dengan kerugian Rp37,8 Triliun juga masuk 5 besar. Honggo divonis 16 tahun in absentia dan masih buron.Dua petinggi kasus ASABRI, Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat masing-masing merugikan negara Rp22,7 Triliun. Benny divonis seumur hidup, sementara Heru mendapat pidana nihil karena sudah divonis seumur hidup dalam kasus Jiwasraya.Kasus Jiwasraya sendiri menyeret Hendrisman Rahim dengan kerugian Rp16,8 Triliun dan vonis 20 tahun penjara.DARI KEMENTERIAN HINGGA KEPALA DAERAHDaftar ini juga mengungkap korupsi di kementerian. Kasus minyak goreng di Kementerian Perdagangan yang menyeret Lin Che Wei, dkk dengan kerugian Rp12 Triliun divonis 7 tahun. Kasus LPEI yang menyeret Eks Direksi LPEI dengan kerugian Rp11,7 Triliun divonis 5 hingga 12 tahun.Kasus Garuda Indonesia yang menyeret Emirsyah Satar dengan kerugian Rp8,8 - 9 Triliun mendapat akumulasi 13 tahun penjara dari dua perkara.Dua tokoh dari kasus BAKTI Kominfo, Johnny G. Plate (Menteri Kominfo) dan Anang Achmad Latif masing-masing dengan kerugian Rp8,32 Triliun divonis 15 dan 18 tahun penjara.Kasus Bank Century yang menyeret Budi Mulya (BI) dan Robert Tantular dengan kerugian masing-masing Rp7 Triliun juga masuk daftar. Robert Tantular mendapat total akumulasi 21 tahun penjara.KEPALA DAERAH DAN KASUS E-KTPDua eks bupati juga masuk daftar korupsi terbesar. Supian Hadi, Eks Bupati Kotawaringin Timur dengan kerugian Rp5,8 Triliun kasusnya dihentikan KPK (SP3). Sementara Abdul Gafur Mas'ud, Eks Bupati Penajam Paser Utara dengan kerugian Rp5,7 Triliun divonis 6 tahun.Di urutan bawah ada kasus dana syariah fiktif yang menyeret Taufik Hidayat, dkk (Rp2,4 T), kasus e-KTP yang menyeret Setya Novanto (Rp2,3 T) dengan vonis 15 tahun, dan kasus Pelindo II yang menyeret RJ Lino (Rp1,4 T) dengan vonis 4 tahun.Hingga berita ini diturunkan, daftar 20 tokoh kasus korupsi terbesar ini menjadi sorotan tajam publik tentang betapa masifnya korupsi yang terjadi di berbagai sektor strategis di Indonesia.Penulis: HendrikEditor: OF
01 Agu 2026, 22:29 WIT
KNPB Umumkan Aksi Nasional Serentak 3 Agustus: Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan
Papuanewsonline.com, Jayapura - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) secara resmi mengeluarkan himbauan terkait rencana Aksi Nasional yang akan digelar serentak di seluruh wilayah Papua Barat dan 2 Konsulat Indonesia di luar negeri serta Timor Leste pada tanggal 3 Agustus 2026 mendatang.Aksi tersebut merupakan aksi tahap ke-I sesuai keputusan Rapat Nasional KNPB. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Nasional KNPB, Ogram Wanimbo dalam rilis resminya yang diterima media ini.Menurut KNPB, aksi ini mengangkat isu kemanusiaan sesuai status yang dikeluarkan KNPB bahwa PAPUA ZONA DARURAT MILITER DAN KEMANUSIAAN. Aksi akan terus berlanjut ke tahap-tahap berikutnya sebagai bagian dari mobilisasi massa."KNPB sebagai media Rakyat Papua akan terus mengkampanyekan isu kemanusiaan di Papua dan mendorong penyelesaian konflik politik di Tanah Papua yang masih berlangsung hingga saat ini," ujar Ogram Wanimbo, melalui keterangan tertulis kepada Media Papuanewsonline.com, Sabtu (1/8/2026).Tuntut Penyelesaian Konflik TPNPB vs TNIKNPB bersama rakyat, kata Ogram, akan terus turun ke jalan untuk menuntut penyelesaian konflik dan mendorong solusi atas konflik yang terjadi antara kedua kombatan, yaitu TPNPB dan TNI yang terus memakan korban jiwa rakyat sipil Orang Asli Papua dan Non Papua.KNPB menyoroti jumlah pendropan militer di Papua yang disebut melebihi jumlah penduduk Orang Asli Papua, baik organik dan non-organik, serta jumlah transmigran non-Papua yang melebihi jumlah penduduk asli."Jakarta harus membuka diri untuk menerima perundingan serta mendudukan kedua kombatan yang berperang yaitu TPNPB dan TNI-Polri guna mencari solusi penyelesaian konflik sesuai mekanisme internasional yang ada," tegasnya.KNPB juga mendesak pemerintah Indonesia membuka akses bagi Palang Merah Internasional dan Investigasi HAM ke Tanah Papua.Minta Ruang Demokrasi DibukaKNPB meminta kepada aparat penegak hukum, DPR, DPRD, DPRP yang menjamin demokrasi sesuai UU untuk membuka ruang sebesar-besarnya bagi rakyat Papua menyampaikan aspirasi secara terbuka di muka umum."Apabila terjadi tindak pembungkaman, penghadangan, pemukulan, penangkapan dan kriminalisasi maka jelas bahwa Pemerintah Negara Indonesia sedang menutupi kejahatan kemanusiaan dan kejahatan HAM yang sedang terjadi di atas Tanah Papua," kata Ogram.Ia juga menyoroti operasi militer di wilayah Puncak, Intan Jaya, dan Korowai-Yahukimo serta berbagai daerah lainnya dalam kurun waktu 7 bulan terakhir tahun 2026 yang disebutnya membantai warga sipil dan menjadi catatan penting status Darurat Kemanusiaan dan Darurat Militer."Jika ruang demokrasi tidak dibuka maka KNPB secara tegas memvonis Pemerintah Negara Indonesia telah gagal menjalankan Hukum Demokrasi dan HAM," ujarnya.Jamin Aksi Damai dan BermartabatUntuk Aksi Nasional pada 3 Agustus mendatang, KNPB menjamin seluruh aksi di Tanah Papua akan berjalan dengan aman dan damai tanpa gesekan.KNPB menghimbau seluruh rakyat Papua dan Indonesia agar jangan terprovokasi dan jangan terpengaruh dengan informasi hoax yang beredar melalui media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Instagram dan platform digital lainnya yang menyebarkan hasutan terkait Aksi Nasional."Aksi Nasional KNPB adalah aksi damai dan bermartabat. Rakyat Papua jika tidak bersuara maka kita akan habis, musnah di atas tanah ini," tutup Ogram Wanimbo.Ia menegaskan jika ada gesekan dan kekacauan dalam aksi damai tersebut, maka hal itu sudah disiapkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menghancurkan situasi penyampaian aspirasi yang demokratis.Penulis: HendrikEditor: OF
01 Agu 2026, 22:07 WIT
Warga Tewas di Kwamki Narama Insial YWM , Potensi Konflik Lanjutan Diwaspadai
Papuanewsonline.com, Mimika - Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kekerasan yang terjadi di lokasi perang Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 16.30 WIT.Korban diketahui berinisial YW alias M, yang diidentifikasi berasal dari kelompok Noap Dang.Berdasarkan laporan awal yang dihimpun, insiden bermula ketika korban dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol memasuki halaman kelompok Lukiyus Newenggalen dengan membawa senjata tajam jenis parang. Disebutkan, sebelum kejadian telah ada peringatan agar kelompok Noap tidak memasuki wilayah kelompok Lukiyus Newenggalen.Hingga berita ini diturunkan, kronologi lengkap dan motif pasti kejadian masih dalam pendalaman aparat. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum kasus ini.Catatan Situasi KeamananInsiden ini menambah daftar panjang konflik komunal di Kwamki Narama. Dari data sementara yang tercatat:- Jumlah korban meninggal dari pihak Noap Dang tercatat 11 orang, sementara dari kelompok Lukiyus sebanyak 7 orang.- Potensi saling serang lanjutan masih terbuka. Dendam antarkelompok disebut masih terpelihara karena penanganan pascakonflik yang belum carut marut. - Prosesi perdamaian terakhir berupa ritual makan bersama dan cuci tangan hingga kini belum dilaksanakan oleh kedua belah pihak, sehingga kesepakatan damai dinilai belum mengikat secara adat sepenuhnya. Pengamat keamanan lokal menilai perlu dilakukan langkah penggalangan intensif terhadap kedua kubu agar tetap menghormati kesepakatan damai yang ada.Kasus tewasnya warga terakhir juga perlu diproses secara hukum agar tidak berkembang menjadi pemicu baru konflik yang lebih luas dan dikategorikan sebagai tindak pidana murni, terlepas dari konflik komunal.Aparat keamanan diharapkan meningkatkan patroli dan mediasi untuk mencegah eskalasi lanjutan pasca-perdamaian.Penulis: HendrikEditor: OF
01 Agu 2026, 21:58 WIT
Warga Tewas Tertancap Puluhan Anak Panah di Kwamki Narama Kabupaten Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika - Peristiwa pembunuhan dengan cara sadis menggegerkan warga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Sabtu (1/8/2026)Seorang warga dilaporkan tewas mengenaskan di sebuah area hutan di wilayah Kwamki Narama. Informasi yang diterima media ini menyebutkan kejadian naas tersebut terjadi di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.Dalam foto yang beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp, korban terlihat tergeletak di tanah pada malam hari dengan kondisi tubuh tertancap puluhan anak panah dan tombak tradisional dari berbagai arah.Lokasi kejadian tampak sepi, gelap, dan berada di area perkebunan atau hutan, hanya diterangi cahaya senter. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).Warga setempat yang pertama kali menemukan korban langsung heboh. Foto korban yang mengenaskan itu kemudian viral dan menyebar cepat di Media sosial.Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti identitas korban, kronologi lengkap kejadian, maupun motif di balik pembunuhan sadis tersebut. Dugaan sementara korban menjadi sasaran pengeroyokan sekelompok orang dengan menggunakan senjata tradisional.Atas peristiwa ini aparat keamanan dari Polres Mimika dilaporkan bergerak cepat turun ke TKP di Kwamki Narama untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, evakuasi jenazah korban, dan melakukan penyelidikan guna mengungkap para pelaku.Hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa berdarah tersebut.Penulis: HendrikEditor: OF
01 Agu 2026, 21:44 WIT
Dobrakan Ekonomi Pesisir! Kopdes Merah Putih Nawaripi Resmi Beroperasi di Pomako
Papuanewsonline.com, Mimika – Semangat kemandirian ekonomi pesisir Mimika meledak dari Kampung Nawaripi. Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Kampung Nawaripi resmi beroperasi.Langkah awal yang paling nyata dengan berdirinya satu unit tempat usaha strategis di kawasan Pelabuhan Perikanan Pomako kini resmi dikelola Kopdes Merah Putih.Lokasi ini disewa langsung dari Dinas Perikanan Kabupaten Mimika untuk menjadi pusat pengembangan usaha perikanan dan ekonomi pesisir.Peninjauan lokasi usaha bahkan dikawal langsung jajaran Koramil 07 Mapurjaya. Bukti solidnya sinergi pemerintah kampung, pemerintah daerah, dan TNI untuk membangkitkan ekonomi desa.DIFASILITASI ARMADA DAN MODAL RATUSAN JUTATidak main-main, Kopdes Merah Putih Nawaripi langsung tancap gas. Operasionalnya sudah difasilitasi dua unit mobil box dan satu unit truk.Lebih gila lagi, koperasi ini telah dipercaya investor dengan penanaman modal senilai Rp500 Juta. Sebuah bukti kepercayaan besar terhadap potensi ekonomi masyarakat Nawaripi.BUKA LAPANGAN KERJA UNTUK WARGA ASLI NAWARIPIKe depan, Kopdes akan melengkapi legalitas kelembagaan dan merekrut tenaga ahli profesional di setiap bidang usaha.Yang paling ditunggu warga: Kopdes Merah Putih akan membuka lowongan kerja khusus bagi warga ber-KTP Kampung Nawaripi. Kerja di kampung sendiri, untuk kampung sendiri.Posko di Pomako ini juga disiapkan sebagai pusat silaturahmi dan persinggahan resmi bagi rekan-rekan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) wilayah pesisir Mimika."Posko Kopdes Merah Putih pada Pelabuhan Perikanan ini juga menjadi tempat silaturahmi dan tempat persinggahan teman-teman APDESI di wilayah pesisir Kabupaten Mimika," tegas Norman Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi di Timika, Sabtu (1/8/2026).Norman juga menyampaikan terima kasih kepada Pemda Mimika melalui Dinas Perikanan yang telah memberikan kepercayaan tempat usaha tersebut."Terima kasih kepada Pemda Kabupaten Mimika melalui Dinas Perikanan Kabupaten Mimika yang telah menyediakan tempat dan menyewakan tempat untuk Koperasi Merah Putih Kampung Nawaripi," ucapnya.Beroperasinya Kopdes Merah Putih Nawaripi menjadi motor baru kebangkitan ekonomi pesisir Mimika. Bukti bahwa kolaborasi pemerintah, aparat, investor dan masyarakat bisa melahirkan kesejahteraan nyata.(OF)
01 Agu 2026, 21:29 WIT
Pilihan Redaksi
Anggota Polri Patar Sihombing Diduga Jadi Rentenir Jerat Para Kepala Kampung di Keerom
Papuanewsonline.com, Keerom – Skandal memalukan mencoreng institusi Polri di Kabupaten Keerom, Papua. Seorang oknum anggota Polri bernama Ipda Patar Sihombing diduga menjalankan bisnis gelap rentenir dengan menjadikan para Kepala Kampung sebagai korbannya.Fakta mengejutkan ini dibongkar langsung oleh Kepala Kampung Onam Engelbertus Nabar. Ia menyebut para kepala kampung di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua harus terlilit utang dengan bunga mencekik leher yang dipatok oleh oknum polisi tersebut.Enggelbertus Nabar menjelaskan saat pencairan dana desa. Oknum Polri itu langsung ikut di BANK Papua dan mengambil uang dari para kepala kampung dan bendahara yang mengambil pinjaman dari yang bersangkutan.BUNGA 100%, TANPA BADAN HUKUM, AKSI PREMANISME BERKEDOK APARATMenurut pengakuan Engelbertus Nabar, Ipda Patar Sihombing memberikan pinjaman uang kepada para kepala kampung dengan bunga fantastis mencapai 100%.Diketahui Patar Sihombing Lebih beringas lagi karena dalam menjalankan bisnis haram ini diduga dijalankan secara ilegal tanpa mengantongi badan hukum resmi sebagai lembaga keuangan atau koperasi simpan pinjam.Murni praktik rentenir"Rentenir Ipda Patar Sihombing dia kasi pinjam uang ke para kepala kampung dengan bunga 100%. Beringasnya anggota Polri Patar Sihombing ini karena melakukan bisnis gelap ini tanpa badan hukum," tegas salah satu warga yang di Keerom.Sementara itu Praktik lintah darat yang diduga dilakukan oknum erseragam ini jelas-jelas melanggar etika dan aturan sebagai anggota Polri. Alih-alih menjadi pengayom, justru menjadi lintah yang menghisap dana kampung yang seharusnya untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.Para kepala kampung yang notabene adalah ujung tombak pembangunan di kampung kini tercekik dan tidak berdaya di bawah tekanan utang berbunga monster.DESAKAN KERAS KEPADA PROPAM POLDA PAPUA HARUS BERTINDAKPublik Keerom kini mendesak keras agar Bidang Propam Polda Papua dan Kapolres Keerom segera turun tangan dan memeriksa Ipda Patar Sihombing.Tindakan rentenir dengan bunga 100% tanpa badan hukum adalah kejahatan. Jika dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum, ini adalah kejahatan ganda dan penghinaan terhadap institusi Polri.Jika terbukti, bukan hanya sanksi etik, tapi harus dipidana. Tidak ada tempat bagi rentenir berseragam di tanah Papua.Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Ipda Patar Sihombing dan pihak Polres Keerom.Penulis: HendrikEditor. : Of
01 Agu 2026, 23:54 WIT
20 Tokoh Guncang Tanah Air Karena Terlibat Skandal Korupsi Triliunan Rupiah
Papuanewsonline.com, Jakarta - Daftar 20 tokoh dalam kasus korupsi terbesar di Indonesia beredar luas dan menghebohkan publik. Data tersebut diterima redaksi Media Papuanewsonline.com pada Sabtu (1/8/2026) dalam bentuk grafis yang memuat nama tokoh, instansi, kerugian negara, hingga status hukumnya.Data yang bersumber dari Kejaksaan Agung RI, KPK RI, Mahkamah Agung RI, BPK/BPKP, Putusan Pengadilan Tipikor, dan pemberitaan media nasional hingga Juli 2026 ini mengungkap betapa fantastisnya kerugian keuangan negara akibat praktik korupsi.Di peringkat pertama, ada kasus yang menyeret Riva Siahaan, dkk dari PT Pertamina Patra Niaga dengan kerugian negara mencapai Rp968,5 Triliun. Riva divonis 7 tahun penjara dalam putusan banding.Menyusul di peringkat kedua, kasus tambang timah yang menyeret nama Harvey Moeis, dkk dari PT Timah Tbk & Swasta dengan kerugian Rp300 Triliun. Harvey divonis 20 tahun penjara dalam putusan banding.Sementara di posisi ketiga, ada kasus BLBI yang menyeret Sjamsul Nursalim, dkk selaku pemilik bank dengan kerugian Rp138,4 Triliun. Kasusnya dihentikan KPK (SP3) namun asetnya disita Satgas BLBI.KORUPSI SAWIT, ASABRI DAN JIWASRAYA MASUK DAFTARNama Surya Darmadi dari PT Duta Palma Group berada di urutan ke-4 dengan kerugian Rp78 - 104 Triliun dan divonis 16 tahun penjara. Kasus korupsi di PT TPPI & BP Migas yang menyeret Honggo Wendratno dengan kerugian Rp37,8 Triliun juga masuk 5 besar. Honggo divonis 16 tahun in absentia dan masih buron.Dua petinggi kasus ASABRI, Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat masing-masing merugikan negara Rp22,7 Triliun. Benny divonis seumur hidup, sementara Heru mendapat pidana nihil karena sudah divonis seumur hidup dalam kasus Jiwasraya.Kasus Jiwasraya sendiri menyeret Hendrisman Rahim dengan kerugian Rp16,8 Triliun dan vonis 20 tahun penjara.DARI KEMENTERIAN HINGGA KEPALA DAERAHDaftar ini juga mengungkap korupsi di kementerian. Kasus minyak goreng di Kementerian Perdagangan yang menyeret Lin Che Wei, dkk dengan kerugian Rp12 Triliun divonis 7 tahun. Kasus LPEI yang menyeret Eks Direksi LPEI dengan kerugian Rp11,7 Triliun divonis 5 hingga 12 tahun.Kasus Garuda Indonesia yang menyeret Emirsyah Satar dengan kerugian Rp8,8 - 9 Triliun mendapat akumulasi 13 tahun penjara dari dua perkara.Dua tokoh dari kasus BAKTI Kominfo, Johnny G. Plate (Menteri Kominfo) dan Anang Achmad Latif masing-masing dengan kerugian Rp8,32 Triliun divonis 15 dan 18 tahun penjara.Kasus Bank Century yang menyeret Budi Mulya (BI) dan Robert Tantular dengan kerugian masing-masing Rp7 Triliun juga masuk daftar. Robert Tantular mendapat total akumulasi 21 tahun penjara.KEPALA DAERAH DAN KASUS E-KTPDua eks bupati juga masuk daftar korupsi terbesar. Supian Hadi, Eks Bupati Kotawaringin Timur dengan kerugian Rp5,8 Triliun kasusnya dihentikan KPK (SP3). Sementara Abdul Gafur Mas'ud, Eks Bupati Penajam Paser Utara dengan kerugian Rp5,7 Triliun divonis 6 tahun.Di urutan bawah ada kasus dana syariah fiktif yang menyeret Taufik Hidayat, dkk (Rp2,4 T), kasus e-KTP yang menyeret Setya Novanto (Rp2,3 T) dengan vonis 15 tahun, dan kasus Pelindo II yang menyeret RJ Lino (Rp1,4 T) dengan vonis 4 tahun.Hingga berita ini diturunkan, daftar 20 tokoh kasus korupsi terbesar ini menjadi sorotan tajam publik tentang betapa masifnya korupsi yang terjadi di berbagai sektor strategis di Indonesia.Penulis: HendrikEditor: OF
01 Agu 2026, 22:29 WIT
KNPB Umumkan Aksi Nasional Serentak 3 Agustus: Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan
Papuanewsonline.com, Jayapura - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) secara resmi mengeluarkan himbauan terkait rencana Aksi Nasional yang akan digelar serentak di seluruh wilayah Papua Barat dan 2 Konsulat Indonesia di luar negeri serta Timor Leste pada tanggal 3 Agustus 2026 mendatang.Aksi tersebut merupakan aksi tahap ke-I sesuai keputusan Rapat Nasional KNPB. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Nasional KNPB, Ogram Wanimbo dalam rilis resminya yang diterima media ini.Menurut KNPB, aksi ini mengangkat isu kemanusiaan sesuai status yang dikeluarkan KNPB bahwa PAPUA ZONA DARURAT MILITER DAN KEMANUSIAAN. Aksi akan terus berlanjut ke tahap-tahap berikutnya sebagai bagian dari mobilisasi massa."KNPB sebagai media Rakyat Papua akan terus mengkampanyekan isu kemanusiaan di Papua dan mendorong penyelesaian konflik politik di Tanah Papua yang masih berlangsung hingga saat ini," ujar Ogram Wanimbo, melalui keterangan tertulis kepada Media Papuanewsonline.com, Sabtu (1/8/2026).Tuntut Penyelesaian Konflik TPNPB vs TNIKNPB bersama rakyat, kata Ogram, akan terus turun ke jalan untuk menuntut penyelesaian konflik dan mendorong solusi atas konflik yang terjadi antara kedua kombatan, yaitu TPNPB dan TNI yang terus memakan korban jiwa rakyat sipil Orang Asli Papua dan Non Papua.KNPB menyoroti jumlah pendropan militer di Papua yang disebut melebihi jumlah penduduk Orang Asli Papua, baik organik dan non-organik, serta jumlah transmigran non-Papua yang melebihi jumlah penduduk asli."Jakarta harus membuka diri untuk menerima perundingan serta mendudukan kedua kombatan yang berperang yaitu TPNPB dan TNI-Polri guna mencari solusi penyelesaian konflik sesuai mekanisme internasional yang ada," tegasnya.KNPB juga mendesak pemerintah Indonesia membuka akses bagi Palang Merah Internasional dan Investigasi HAM ke Tanah Papua.Minta Ruang Demokrasi DibukaKNPB meminta kepada aparat penegak hukum, DPR, DPRD, DPRP yang menjamin demokrasi sesuai UU untuk membuka ruang sebesar-besarnya bagi rakyat Papua menyampaikan aspirasi secara terbuka di muka umum."Apabila terjadi tindak pembungkaman, penghadangan, pemukulan, penangkapan dan kriminalisasi maka jelas bahwa Pemerintah Negara Indonesia sedang menutupi kejahatan kemanusiaan dan kejahatan HAM yang sedang terjadi di atas Tanah Papua," kata Ogram.Ia juga menyoroti operasi militer di wilayah Puncak, Intan Jaya, dan Korowai-Yahukimo serta berbagai daerah lainnya dalam kurun waktu 7 bulan terakhir tahun 2026 yang disebutnya membantai warga sipil dan menjadi catatan penting status Darurat Kemanusiaan dan Darurat Militer."Jika ruang demokrasi tidak dibuka maka KNPB secara tegas memvonis Pemerintah Negara Indonesia telah gagal menjalankan Hukum Demokrasi dan HAM," ujarnya.Jamin Aksi Damai dan BermartabatUntuk Aksi Nasional pada 3 Agustus mendatang, KNPB menjamin seluruh aksi di Tanah Papua akan berjalan dengan aman dan damai tanpa gesekan.KNPB menghimbau seluruh rakyat Papua dan Indonesia agar jangan terprovokasi dan jangan terpengaruh dengan informasi hoax yang beredar melalui media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Instagram dan platform digital lainnya yang menyebarkan hasutan terkait Aksi Nasional."Aksi Nasional KNPB adalah aksi damai dan bermartabat. Rakyat Papua jika tidak bersuara maka kita akan habis, musnah di atas tanah ini," tutup Ogram Wanimbo.Ia menegaskan jika ada gesekan dan kekacauan dalam aksi damai tersebut, maka hal itu sudah disiapkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menghancurkan situasi penyampaian aspirasi yang demokratis.Penulis: HendrikEditor: OF
01 Agu 2026, 22:07 WIT
Warga Tewas di Kwamki Narama Insial YWM , Potensi Konflik Lanjutan Diwaspadai
Papuanewsonline.com, Mimika - Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kekerasan yang terjadi di lokasi perang Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 16.30 WIT.Korban diketahui berinisial YW alias M, yang diidentifikasi berasal dari kelompok Noap Dang.Berdasarkan laporan awal yang dihimpun, insiden bermula ketika korban dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol memasuki halaman kelompok Lukiyus Newenggalen dengan membawa senjata tajam jenis parang. Disebutkan, sebelum kejadian telah ada peringatan agar kelompok Noap tidak memasuki wilayah kelompok Lukiyus Newenggalen.Hingga berita ini diturunkan, kronologi lengkap dan motif pasti kejadian masih dalam pendalaman aparat. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum kasus ini.Catatan Situasi KeamananInsiden ini menambah daftar panjang konflik komunal di Kwamki Narama. Dari data sementara yang tercatat:- Jumlah korban meninggal dari pihak Noap Dang tercatat 11 orang, sementara dari kelompok Lukiyus sebanyak 7 orang.- Potensi saling serang lanjutan masih terbuka. Dendam antarkelompok disebut masih terpelihara karena penanganan pascakonflik yang belum carut marut. - Prosesi perdamaian terakhir berupa ritual makan bersama dan cuci tangan hingga kini belum dilaksanakan oleh kedua belah pihak, sehingga kesepakatan damai dinilai belum mengikat secara adat sepenuhnya. Pengamat keamanan lokal menilai perlu dilakukan langkah penggalangan intensif terhadap kedua kubu agar tetap menghormati kesepakatan damai yang ada.Kasus tewasnya warga terakhir juga perlu diproses secara hukum agar tidak berkembang menjadi pemicu baru konflik yang lebih luas dan dikategorikan sebagai tindak pidana murni, terlepas dari konflik komunal.Aparat keamanan diharapkan meningkatkan patroli dan mediasi untuk mencegah eskalasi lanjutan pasca-perdamaian.Penulis: HendrikEditor: OF
01 Agu 2026, 21:58 WIT
Warga Tewas Tertancap Puluhan Anak Panah di Kwamki Narama Kabupaten Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika - Peristiwa pembunuhan dengan cara sadis menggegerkan warga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Sabtu (1/8/2026)Seorang warga dilaporkan tewas mengenaskan di sebuah area hutan di wilayah Kwamki Narama. Informasi yang diterima media ini menyebutkan kejadian naas tersebut terjadi di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.Dalam foto yang beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp, korban terlihat tergeletak di tanah pada malam hari dengan kondisi tubuh tertancap puluhan anak panah dan tombak tradisional dari berbagai arah.Lokasi kejadian tampak sepi, gelap, dan berada di area perkebunan atau hutan, hanya diterangi cahaya senter. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).Warga setempat yang pertama kali menemukan korban langsung heboh. Foto korban yang mengenaskan itu kemudian viral dan menyebar cepat di Media sosial.Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti identitas korban, kronologi lengkap kejadian, maupun motif di balik pembunuhan sadis tersebut. Dugaan sementara korban menjadi sasaran pengeroyokan sekelompok orang dengan menggunakan senjata tradisional.Atas peristiwa ini aparat keamanan dari Polres Mimika dilaporkan bergerak cepat turun ke TKP di Kwamki Narama untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, evakuasi jenazah korban, dan melakukan penyelidikan guna mengungkap para pelaku.Hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa berdarah tersebut.Penulis: HendrikEditor: OF
01 Agu 2026, 21:44 WIT
Dobrakan Ekonomi Pesisir! Kopdes Merah Putih Nawaripi Resmi Beroperasi di Pomako
Papuanewsonline.com, Mimika – Semangat kemandirian ekonomi pesisir Mimika meledak dari Kampung Nawaripi. Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Kampung Nawaripi resmi beroperasi.Langkah awal yang paling nyata dengan berdirinya satu unit tempat usaha strategis di kawasan Pelabuhan Perikanan Pomako kini resmi dikelola Kopdes Merah Putih.Lokasi ini disewa langsung dari Dinas Perikanan Kabupaten Mimika untuk menjadi pusat pengembangan usaha perikanan dan ekonomi pesisir.Peninjauan lokasi usaha bahkan dikawal langsung jajaran Koramil 07 Mapurjaya. Bukti solidnya sinergi pemerintah kampung, pemerintah daerah, dan TNI untuk membangkitkan ekonomi desa.DIFASILITASI ARMADA DAN MODAL RATUSAN JUTATidak main-main, Kopdes Merah Putih Nawaripi langsung tancap gas. Operasionalnya sudah difasilitasi dua unit mobil box dan satu unit truk.Lebih gila lagi, koperasi ini telah dipercaya investor dengan penanaman modal senilai Rp500 Juta. Sebuah bukti kepercayaan besar terhadap potensi ekonomi masyarakat Nawaripi.BUKA LAPANGAN KERJA UNTUK WARGA ASLI NAWARIPIKe depan, Kopdes akan melengkapi legalitas kelembagaan dan merekrut tenaga ahli profesional di setiap bidang usaha.Yang paling ditunggu warga: Kopdes Merah Putih akan membuka lowongan kerja khusus bagi warga ber-KTP Kampung Nawaripi. Kerja di kampung sendiri, untuk kampung sendiri.Posko di Pomako ini juga disiapkan sebagai pusat silaturahmi dan persinggahan resmi bagi rekan-rekan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) wilayah pesisir Mimika."Posko Kopdes Merah Putih pada Pelabuhan Perikanan ini juga menjadi tempat silaturahmi dan tempat persinggahan teman-teman APDESI di wilayah pesisir Kabupaten Mimika," tegas Norman Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi di Timika, Sabtu (1/8/2026).Norman juga menyampaikan terima kasih kepada Pemda Mimika melalui Dinas Perikanan yang telah memberikan kepercayaan tempat usaha tersebut."Terima kasih kepada Pemda Kabupaten Mimika melalui Dinas Perikanan Kabupaten Mimika yang telah menyediakan tempat dan menyewakan tempat untuk Koperasi Merah Putih Kampung Nawaripi," ucapnya.Beroperasinya Kopdes Merah Putih Nawaripi menjadi motor baru kebangkitan ekonomi pesisir Mimika. Bukti bahwa kolaborasi pemerintah, aparat, investor dan masyarakat bisa melahirkan kesejahteraan nyata.(OF)
01 Agu 2026, 21:29 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Tidak Ada Guru! Siswa SD-SMP Negeri Demba di Kabupaten Waropen Terlantar
Papuanewsonline.com, Waropen-, Negara absen total di Demba Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, dimana di SD dan SMP tidak ada Pendidikan karena guru menghilang, sehingga ada pembiaran anak-anak suku darat dibiarkan bodoh. Puncaknya, Keluarga Besar Suku Kofei Noshao mengambil langkah ekstrem dengan memalang Gedung SMP Negeri Demba dan SD Negeri Demba, Distrik Demba, Kabupaten Waropen.Pemalangan ini bukan aksi liar. Ini adalah jeritan terakhir orang tua yang melihat anaknya ditelantarkan oleh negara.Hal itu ditegaskan langsung dalam pernyataan terbuka warga masyarakat yang diterima media ini, Sabtu (1/8/2026)."Kami Keluarga Besar Suku Kofei Noshao, mengambil tindakan pemalangan tersebut dikarenakan proses belajar mengajar hampir sama sekali tidak berlangsung," tegas perwakilan keluarga.Di tengah maraknya isu palang-memalang bermotif uang di Papua, Suku Kofei Noshao menegaskan bahwa aksi tersebut murni untuk pendidikan demi generasi penerus mereka. "Tidak ada permintaan uang sepeser pun. Tidak ada kepentingan proyek, kami minta guru-guru segerah kembali mengajar anak-anak kami," ucap Warga.Kata Warga Satu-satunya tuntutan mereka hanya satu, hadirkan Guru di kelas.Mereka menuntut Bupati Waropen dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waropen berhenti tutup mata, dan Segera perintahkan semua guru yang sudah menerima SK dan yang sudah menerima gaji di SMP Negeri Demba dan SD Negeri Demba untuk kembali ke tempat tugas. Bukan makan gaji buta di kota."Kami punya anak-anak suku darat butuh pendidikan. Kami cuma mau, anak-anak generasi Suku Noshao Nohia Dama, bisa mendapatkan pendidikan yang layak seperti di daerah lain," ujar warga dengan nada kecewa.Bagi mereka, memalang sekolah adalah pilihan paling pahit. Lebih baik sekolah dipalang daripada gedung ada, papan nama ada, tapi anak-anak tidak pernah belajar.SEKOLAH NEGERI BARU 2 TAHUN, SUDAH MATI SURIIronisnya, berdasarkan data resmi Kemendikdasmen, SMP Negeri Demba dan SD Negeri Demba yang terletak di Desa Fafai / Jl. Trans Waropen, Kecamatan Demba itu baru berdiri sejak 09 Maret 2023.Sekolah baru berumur 2 tahun, namun sudah mati suri. Dibiarkan tanpa guru, tanpa proses belajar.Ini adalah potret telanjang penelantaran pendidikan di wilayah pedalaman Waropen. Anak-anak generasi Noshao Nohia Dama terancam menjadi generasi hilang karena hak dasarnya dirampas.Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waropen bungkam . Belum ada satu pun keterangan resmi, klarifikasi, maupun janji untuk mengirim guru kembali ke Demba.Namun pertanyaan sederhana Negara mau sampai kapan membiarkan anak-anak di Demba terus dipalang masa depannya?Penulis: HendrikEditor. : Of
01 Agu 2026, 10:22 WIT
Pemuda Watlar Mimika Gelar Bakti Sosial Bersih Sampah di Jalan Poros Bandara Lama Timika
Papuanewsonline.com, Timika-, Puluhan pemuda-pemudi yang tergabung dalam Pemuda Watlar Kabupaten Mimika melaksanakan aksi bakti sosial pembersihan lingkungan pada Sabtu (1/8/2026) pagi.Aksi tersebut berlangsung di Jalan Poros tepatnya di kawasan Bandara Lama Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.Pantauan media ini, dalam kegiatan bersih-bersih sampah di bahu jalan tersebut, para pemuda dan pemudi Watlar tampak mengenakan kaos hitam seragam dengan logo di bagian belakang bertuliskan "PEMUDA WATLAR".Sebelum bergerak, mereka membagikan perlengkapan kebersihan berupa masker medis berwarna biru, sarung tangan hitam, dan kantong sampah plastik hitam berukuran besar. Cuaca di lokasi terpantau mendung.Koordinator Pemuda-Pemudi Watlar, Edowardus Rahawadan, tampak mengarahkan rekan-rekannya di lapangan."Pagi ini kami pemuda-pemudi Watlar Kabupaten Mimika melaksanakan bakti sosial di Jalan Poros Wangki Lama Timika, atau tepatnya di Bandara Lama. Kami melaksanakan bakti sosial pungut sampah dan pembersihan lingkungan. Ini merupakan bagian dari kontribusi Pemuda Watlar di Kabupaten Mimika untuk pembangunan Kabupaten Mimika. Demikian, Amolongo Nimawitimi Saipa," ujarnya.Aksi pungut sampah ini disebut sebagai bentuk kontribusi nyata Pemuda Watlar untuk mendukung kebersihan dan pembangunan di Kabupaten Mimika.Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan bakti sosial tersebut masih berlangsung dan para peserta bersiap menyisir bahu jalan serta area rumput di sekitar pagar kuning kawasan Bandara Lama.Penulis: HendrikEditor. : Of
01 Agu 2026, 09:49 WIT
Wakasad Pimpin Penerimaan 429 Paja Dikmapa PK, Tekankan Penguatan SDM TNI AD
Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memimpin Tradisi Penerimaan 429 Perwira Remaja (Paja) Abituren Pendidikan Pembentukan Perwira Prajurit Karier (Dikmapa PK) Tahun Anggaran 2026 di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Senin (27/7/2026). Tradisi tersebut menandai bergabungnya para perwira muda ke dalam keluarga besar TNI Angkatan Darat sekaligus menjadi awal pengabdian mereka sebagai pemimpin di satuan.Sebanyak 429 Perwira Remaja yang diterima terdiri atas 373 perwira pria dan 56 perwira Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Sebelumnya, di hari yang sama, mereka telah dilantik melalui Upacara Prasetya Perwira (Praspa) yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap.Dalam amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang dibacakan Wakasad, ditegaskan bahwa perubahan lingkungan strategis, perkembangan teknologi, serta pergeseran karakter ancaman menuntut TNI AD terus membangun kekuatan yang progresif, adaptif, dan berkelanjutan.“Perang siber, perang informasi, penggunaan kecerdasan artifisial, sistem tanpa awak, mahadata, serta perkembangan teknologi militer telah menciptakan ruang pertempuran baru yang menuntut kecerdasan intelektual, kecermatan strategi, kecepatan respons, dan penguasaan teknologi modern,” kutip Wakasad.Kasad juga menegaskan bahwa kondisi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga unggul secara intelektual, adaptif dalam berpikir, serta mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab.“Dalam konteks inilah, kehadiran para perwira remaja dari berbagai latar belakang pendidikan tinggi, seperti kesehatan, siber, intelijen, penerbangan, biologi, kimia, fisika, matematika, teknik, dan disiplin ilmu lainnya, bukan sekadar pelengkap organisasi namun merupakan bagian penting dalam penguatan struktur TNI AD agar semakin mampu menjawab tantangan zaman melalui pendekatan ilmiah, berbasis data dan teknologi, serta berorientasi pada solusi dan modernisasi pertahanan nasional,” imbuhnya.Para Perwira Remaja tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu dan telah dipersiapkan untuk mengemban tugas sesuai kompetensi masing-masing guna mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD. Tradisi penerimaan ini juga menjadi bagian dari pembinaan personel untuk menanamkan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas.Bergabungnya 429 Perwira Remaja Abituren Dikmapa PK TA 2026 semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia TNI Angkatan Darat yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi guna menjawab tantangan pertahanan negara yang semakin kompleks. PNO-12
30 Jul 2026, 13:05 WIT
Tito Karnavian: Lulusan IPDN Angkatan XXXIII Akan Ditempatkan ke Seluruh Penjuru Tanah Air
Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan 1.204 Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto merupakan aset berharga bangsa yang akan disebar ke seluruh wilayah Indonesia. Penempatan ini mencakup daerah terdepan, terluar, dan tertinggal guna memperkokoh wawasan kebangsaan sekaligus menguatkan kapasitas kepemimpinan daerah.Dalam keterangannya usai upacara pelantikan di Kampus IPDN Jatinangor, Rabu (29/7/2026), Tito menyampaikan rasa syukur karena proses rekrutmen dan pembinaan berjalan baik. Hal ini terlihat dari peraih prestasi terbaik yang justru berasal dari latar belakang keluarga sederhana, menjadi bukti bahwa pendidikan di lembaga ini bersih dari praktik yang tidak seharusnya.“Kami berupaya agar mereka tidak langsung kembali ke daerah asalnya, melainkan merasakan dan mengenal keberagaman Indonesia secara langsung. Pengalaman ini akan membentuk karakter pemimpin yang luas pandangannya,” ujarnya. Langkah ini sekaligus menyiapkan generasi yang kelak akan mengawal cita-cita Indonesia Emas tahun 2045.Para lulusan yang sebelumnya telah diwisuda sebagai Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan kini resmi berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil. Mereka diharapkan membawa semangat baru, menjadi agen perubahan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tempat mereka bertugas nanti.Penulis: JidEditor: OF
30 Jul 2026, 09:55 WIT
Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN, Siap Mengabdi ke Seluruh Daerah
Papuanewsonline.com, Jatinangor – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 1.204 Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri dalam upacara khidmat di Lapangan Parade Kampus IPDN, Rabu (29/7/2026). Mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian beserta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.Upacara berlangsung khidmat dengan penyematan pangkat kepada perwakilan lulusan serta pengambilan sumpah jabatan secara bersama-sama. Kini mereka resmi berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, setelah sebelumnya diwisuda sebagai Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan pada Minggu lalu.Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengapresiasi jalan mulia yang dipilih para lulusan untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa, dan negara. Ia mengingatkan agar senantiasa hadir di tengah masyarakat saat menghadapi kesulitan, menjadi pelita harapan, serta siap membantu seperti yang telah ditunjukkan saat menangani bencana sebelumnya.Suasana haru menyelimuti lokasi upacara saat para orang tua berjumpa langsung dengan putra-putri mereka. Para pejabat tinggi negara yang hadir turut menyaksikan momen bersejarah ini sebagai tanda dukungan penuh terhadap regenerasi aparatur pemerintahan di tanah air.Penulis: JidEditor: OF
30 Jul 2026, 09:52 WIT
PUTRA MALUKU KE PANGGUNG NASIONAL, Kombes Alfaris Pattiwael Raih Doktor Cumlaude di Undip
Papuanewsonline.com, Semarang, - Dari ujung timur Indonesia ke panggung nasional. Kombes Pol. Dr. Alfaris Pattiwael, S.I.K., M.H., resmi mengukuhkan diri sebagai Doktor Ilmu Hukum dengan predikat Cumlaude dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.Gelar doktor itu dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Undip, Rabu (29/7/2026).Ini bukan sekadar tambahan gelar. Di tengah tuntutan transformasi Polri Presisi, Alfaris menunjukkan standar baru perwira, operasional jalan, akademik tancap gas.Bukan Nama Baru di MalukuNama Alfaris punya jejak kuat di Maluku. Saat menjabat Kapolres Maluku Tenggara 2020-2021, ia tidak memilih jalan keras. Ia justru merangkul.Pendekatannya humanis. Ia membangun jembatan dengan tokoh agama, tokoh adat, dan pemerintah daerah di Tual dan Maluku Tenggara. Doktrinnya jelas keamanan bukan soal berapa banyak yang ditindak, tapi seberapa besar kepercayaan publik yang dimenangkan.Sekolah Kepemimpinan NasionalGelar doktor ini ia tempuh bukan untuk gaya-gayaan. Ia menyebutnya sebagai investasi kepemimpinan.Buktinya, saat ini Alfaris juga sedang digembleng di kawah candradimuka pemimpin nasional, sebagai peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026 di Lemhannas RI. P4N adalah sekolah para calon pemimpin strategis bangsa.Kelas DuniaProfilnya tidak kaleng-kaleng. Spesialisasinya ditempa di pusat-pusat pelatihan kepolisian modern di dunia, yakni:Jepang: Ia menempu pendidikan di Community Policing Course di Hokkaido dan Country Focused Training Course di Tokyo.Thailand: Menempu pendidikan di Public Integrity Investigation Course dan Human Trafficking and Child Exploitation Course di ILEA Bangkok.Filipina: Menempu pendidikan di Border Crossing Cooperation di Manila.Dari sana, ia mengunci keahlian pada isu-isu paling krusial, mulai dari pemberantasan perdagangan orang (TPPO), perlindungan perempuan dan anak, penguatan integritas, hingga kejahatan transnasional.Dengan kombinasi pengalaman lapangan di Maluku, kapasitas akademik cumlaude, dan wawasan global, Kombes Dr. Alfaris Pattiwael kini bukan lagi sekadar perwira Maluku. Ia adalah representasi Polri masa depan - perwira dengan kualifikasi pemimpin nasional yang siap naik kelas ke jenjang pengabdian yang lebih tinggi.(Redaksi)
29 Jul 2026, 20:45 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
BUMDes Nawaripi Jaya Bangun Goa Maria Permanen, Perkuat Wisata Rohani Paieve Mil 21
Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kampung Nawaripi Jaya membangun Goa Maria permanen berbahan batu di kawasan Kampung Wisata Paieve Merah Putih, Mil 21, Distrik Wania, Kabupaten Mimika.Pembangunan fasilitas wisata rohani ini menjadi terobosan BUMDes dalam memperkuat sektor wisata rohani sekaligus mendorong kemandirian ekonomi kampung.Direktur BUMDes Kampung Nawaripi Jaya, Rafael Tarekeyau, menyebut pembangunan sepenuhnya dibiayai dari hasil pengelolaan unit usaha milik BUMDes, tanpa bergantung pada Dana Desa.Sumber pendapatan berasal dari tiga unit usaha produktif, yakni pengelolaan kolam ikan, penjualan air galon, dan retribusi wisata rohani Goa Maria Mil 21. Keuntungan dari ketiga unit usaha tersebut diinvestasikan kembali untuk pembangunan infrastruktur wisata yang lebih permanen dan representatif.Progres pembangunan saat ini terus dipantau. Pada Jumat (1/8), Pendamping Dana Desa Kabupaten Mimika dan Distrik Wania, Yosep Yeuyanan dan Siti Yaurwarin, bersama Direktur BUMDes Rafael Tarekeyau turun langsung meninjau lokasi pembangunan.Sesuai perencanaan, pembangunan Goa Maria permanen tersebut ditargetkan rampung dan siap beroperasi pada Mei 2027. Fasilitas ini diharapkan menjadi destinasi wisata rohani unggulan baru bagi umat dan peziarah, baik dari Mimika maupun dari luar daerah.Terpisah, Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja BUMDes.“Desa kita telah mampu mengembangkan usaha milik desa dan kini mampu melakukan terobosan untuk membangun Kampung Wisata Paieve Merah Putih,” ujar Norman.Ia menilai, kemampuan BUMDes membiayai pembangunan dari hasil usaha sendiri merupakan bukti nyata desa dapat berdikari secara ekonomi apabila dikelola dengan manajemen yang baik dan berkelanjutan.Norman berharap, kehadiran Goa Maria permanen tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata Paieve.Keberhasilan BUMDes Nawaripi Jaya ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Mimika dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui pengelolaan badan usaha milik kampung yang inovatif dan berorientasi jangka panjang. (OF)
01 Agu 2026, 12:26 WIT
Festival Tari Kreasi Tanimbar Lampyore 2026 Berjalan Sukses
Papuanewsonline.com, Tanimbar – Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Ketua Panitia Festival Tari Kreasi Tanimbar Lampyore 2026, MATEUS LONDAR, S.ST.Par., yang akrab dipanggil MALO menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih yang mendalam kepada Kapolres Kepulauan Tanimbar beserta seluruh jajarannya.Dukungan pengamanan dari pihak Kepolisian berpadu sinergis dengan dukungan fasilitas dari Pemerintah Pusat, sehingga festival seni tahunan yang digelar pada, Sabtu (25/07/26) malam ini dapat berjalan dengan sukses, aman, dan kondusif.Kegiatan festival yang menjadi wadah kreativitas ini tentunya berhasil terselenggara berkat dukungan yang penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).Sinergi lintas sektor yang terhubung ini tentunya membuktikan komitmen yang kuat dalam mendorong pemajuan kebudayaan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) salah satunya seperti di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Selain menjadi panggung pelestarian budaya, festival ini juga diselenggarakan secara khusus untuk membantu menggeliatkan sektor perekonomian para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di wilayah Kota Saumlaki dan sekitarnya."Saya atas nama Panitia MATEUS LONDAR (MALO) dan seluruh Masyarakat penikmat seni mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan dukungan Bapak Kapolres AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., dalam kegiatan Festival Tari Kreasi Tanimbar Lampyore 2026," ujar MALO dalam keterangan resminya pada, Minggu (26/07/27).Menurut MALO, kehadiran Personel Polres Kepulauan Tanimbar di lokasi acara berhasil menciptakan atmosfer yang sangat kondusif. Rasa aman dan nyaman yang dihadirkan Aparat keamanan membuat para seniman muda Daerah dapat mengeksplorasi karya Mereka secara maksimal di atas panggung."Terima kasih telah menghadirkan rasa aman dan nyaman selama kegiatan berlangsung. Panggung ini membuat para seniman muda Tanimbar dapat berkarya dan menampilkannya dengan penuh semangat. Dukungan Bapak Kapolres sangat berarti bagi tumbuh kembangnya kreativitas generasi muda di Daerah ini" lanjutnya.Di akhir penyataannya, MALO berharap agar kolaborasi yang positif antara Kementerian, Lembaga pendanaan, pelaku seni, Masyarakat, beserta institusi Polri dapat terus terjaga demi kelestarian warisan leluhur, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar."Semoga Polri semakin dicintai Masyarakat dan terus menjadi pelindung serta mitra terbaik dalam menjaga kelestarian tradisi dan budaya lokal, salam hormat Bapak Kapolres” pungkas MALO. PNO-12
27 Jul 2026, 09:16 WIT
FBI Kembalikan Artefak Budaya Asli Papua, Bukti Kedaulatan Budaya Semakin Kokoh
Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation Amerika Serikat, Kash Patel, di Kediaman Kertanegara, Jakarta, Rabu (22/7). Dalam pertemuan tersebut, Direktur FBI secara langsung menyerahkan sejumlah artefak budaya Indonesia yang berhasil dipulihkan melalui kerja sama repatriasi antara kedua negara.Fadli Zon menjelaskan benda-benda tersebut merupakan warisan budaya asli dari tanah Papua, tepatnya milik Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di kawasan Danau Sentani. Awalnya artefak ini diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat, namun setelah melalui penelusuran asal-usul yang teliti, kini dapat dikembalikan ke tanah air. “Ini adalah benda yang sangat berharga, dan proses ini merupakan langkah nyata memulihkan kedaulatan budaya kita,” ujarnya.Ia menambahkan kerja sama semacam ini sebenarnya sudah terjalin sebelumnya, di mana FBI telah berkali-kali membantu mengembalikan berbagai peninggalan bersejarah seperti arca perunggu dan artefak dari situs-situs budaya lainnya. Dukungan Sekretariat Negara serta Kementerian Luar Negeri dinilai sangat penting agar hubungan baik ini terus diperkuat di masa mendatang.Ke depannya, seluruh artefak yang telah pulih akan dipamerkan secara resmi di Museum Nasional. Langkah ini diambil agar masyarakat luas dapat menikmati, mempelajari, dan lebih mengenal kekayaan sejarah serta identitas budaya bangsa yang sejati. Pengembalian ini menjadi bukti keseriusan pemerintah menjaga dan mengembalikan hak milik budaya Indonesia.Penulis: JidEditor: OF
24 Jul 2026, 08:40 WIT
Meriahkan Hari Anak Nasional ke-42, Ribuan Anak PAUD-TK Mimika Tampil Pesona Budaya Nusantara
Papuanewsonline.com, Mimika – Halaman Gedung Eme Neme Yauware dipenuhi keceriaan ribuan anak usia dini dalam peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026, Kamis (23/7). Sebanyak 2.000 peserta dari 78 satuan PAUD dan TK tampil memukau dalam pawai budaya mengenakan beragam busana adat, mulai dari kekhasan Papua hingga berbagai daerah di Nusantara. Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Pendidikan Mimika bersama IGTKI dengan mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Antonius Welerubun, menjelaskan tema tersebut mengandung pesan mendalam bagi seluruh elemen masyarakat.“Sayang Anak mengajak kita memberikan perhatian dan pengasuhan yang positif tanpa diskriminasi; Lindungi bermakna menjauhkan mereka dari kekerasan, perundungan, dan bahaya; serta Bangun Masa Depan menekankan pentingnya akses pendidikan dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal,” ujarnya.Ketua IGTKI Mimika, Antoneta Manuhutu, menambahkan pawai ini bukan sekadar kemeriahan, melainkan sarana menanamkan cinta budaya dan karakter sejak dini. Lewat penampilan ini, anak-anak belajar menghargai keberagaman, mencintai tanah air, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan siap berkontribusi. Dukungan penuh dari guru, orang tua, dan masyarakat semakin memperkokoh semangat kegiatan ini.Antusiasme yang tinggi menunjukkan kesadaran bersama bahwa anak adalah amanah sekaligus harapan masa depan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk menjadikan lembaga pendidikan sebagai tempat yang penuh kasih, aman, dan membuka peluang terbaik bagi anak-anak Mimika.Penulis: JidEditor: OF
23 Jul 2026, 17:24 WIT
Rapsodia Nusantara 10 Angkat Pianis Remaja Simalungun Berjaya Di Kansas City
Papuanewsonline.com, Kansas City, Amerika Serikat – Seorang pianis berdarah Simalungun berusia 16 tahun, Yonggi Fayden Cordias Purba, berhasil meraih Juara II pada kompetisi International Piano Professional Association (IPPA) Conero yang digelar di Swarthout Recital Hall, Kansas University, Missouri, Kamis (16/7/2026). Yonggi yang beberapa bulan lalu baru kehilangan ayahnya berangkat ke Amerika Serikat dari Jakarta didampingi sang ibu, Eylianti Sumbayak.Usai pengumuman pemenang, Yonggi membagikan ungkapan syukur melalui akun Facebook miliknya. "Puji Tuhan, setelah menunggu pengumuman yang sangat dinantikan, saya dinyatakan meraih Juara 2 pada IPPA Conero International Piano Competition di Kansas, USA, kategori Young Artist. Kalau pada Babak Semifinal di Indonesia saya membawakan karya Ananda Sukarlan, yaitu Rapsodia Nusantara No. 26, maka pada babak Final ini saya membawakan karya beliau yaitu Rapsodia Nusantara No. 10 (yang mengambil motif lagu Janger, Lagu Daerah asal Bali) dengan durasi 6 menit. Karena di Final ini harus membawakan minimal 2 lagu dengan durasi 12 menit, maka saya memilih satu karya lagi yakni karya Nikolai Kapustin, Etude Op. 40 No. 6 "Pastoral". Kedua lagu ini memiliki tingkat kesulitan yang sangat sangat tinggi karena harus memainkannya dengan variasi tempo dan range nada yang sangat luas dan sulit."Rapsodia Nusantara No. 10 merupakan salah satu dari 44 karya Rapsodia Nusantara ciptaan maestro Indonesia Ananda Sukarlan yang dikenal memiliki tingkat virtuositas tinggi. Karya tersebut sebelumnya juga mengantarkan sejumlah pianis Indonesia meraih prestasi di panggung internasional, di antaranya Anthony Hartono pada Maj Lind Competition di Finlandia serta Dr. Edith Widayani yang menjadikannya sebagai bahan disertasi doktoral di Eastman School of Music.Yonggi merupakan siswa bimbingan Devina Novia Ferty di KITA Anak Negeri, Depok. Pada babak final IPPA Conero, ia mewakili kawasan Asia Tenggara setelah berhasil melewati babak preliminary dan semifinal sepanjang tahun 2025. Pada dua tahap tersebut, ia membawakan karya "Rapsodia Nusantara No. 26" ciptaan Ananda Sukarlan yang menggunakan motif lagu daerah Nias, "Tano Niha".Prestasi Yonggi menambah daftar musisi muda asal Sumatera Utara yang berkiprah di dunia musik klasik internasional. Sebelumnya, Calvin Abdiel Tambunan sukses menjadi pemenang utama Ananda Sukarlan Award 2020 serta meraih Juara III Sydney International Piano Competition 2021. Permainan Calvin membawakan berbagai nomor Rapsodia Nusantara, termasuk No. 10, juga menjadi referensi bagi banyak pianis karena nilai artistik dan tingkat virtuositasnya.Pada Agustus 2026 mendatang, Kota Medan dijadwalkan menjadi salah satu dari 11 kota penyelenggara Kompetisi Piano Nusantara Plus, yang dikenal sebagai salah satu kompetisi musik klasik terbesar di Indonesia. Para pemenang kompetisi tersebut nantinya akan memperoleh Golden Ticket menuju babak final Ananda Sukarlan Award 2027.Di usianya yang masih remaja, Yonggi dinilai berhasil memadukan kemampuan teknis yang tinggi dengan musikalitas yang matang melalui interpretasinya terhadap berbagai nomor Rapsodia Nusantara. Penampilannya tidak hanya menunjukkan penguasaan teknik bermain piano, tetapi juga menghadirkan emosi yang mendalam sehingga mampu memberikan pengalaman musikal yang berkesan bagi penonton maupun dewan juri.Pada kategori Young Artist, dewan juri terdiri atas Lorenzo Di Bella, Yong Hi Moon, Wei-Han Su, Scott McBride Smith, Nancy Weems, Jack Winerock, serta dipimpin President of Jury Dr. Hye-Jung Hong. Adapun hasil akhir kompetisi menempatkan Emilie Zhai (Kanada) sebagai Juara I, Yonggi Fayden Cordias Purba (Indonesia) sebagai Juara II, dan Yoav Ovrutsky (Amerika Serikat) sebagai Juara III.Penulis: JidEditor: OF
18 Jul 2026, 11:31 WIT
Aliansi Pemuda Amungsa Apresiasi Pelatihan Musik Tradisional Untuk Generasi Muda Amungme Dan Kamoro
Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Pemuda Amungsa (APA) Kabupaten Mimika menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Mimika di bawah kepemimpinan Bupati Yoel, melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika, atas terobosan yang telah dilakukan dalam menyelenggarakan pelatihan musik tradisional bagi generasi muda Suku Amungme dan Kamoro (AMOR).Dalam pernyataan sikapnya, APA menilai program tersebut merupakan langkah yang sangat positif dalam menjaga, melestarikan, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda di Kabupaten Mimika.Menurut APA, di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama agar generasi muda Mimika tidak melupakan jati diri, adat istiadat, serta warisan budaya leluhur.Aliansi Pemuda Amungsa berharap kegiatan pelatihan musik tradisional dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak generasi muda, khususnya dari Suku Amungme dan Kamoro.Melalui program tersebut, APA juga berharap budaya Amungme dan Kamoro tetap hidup, terus berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Mimika di tengah dinamika perkembangan zaman."Budaya adalah jati diri bangsa, dan generasi muda adalah pewarisnya."Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya daerah sekaligus mendorong pemerintah agar terus menghadirkan program-program yang memperkuat identitas budaya masyarakat asli Mimika.Penulis: JidEditor: OF
18 Jul 2026, 08:56 WIT