logo-website
Selasa, 16 Jun 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim, seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,” pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka, ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:46 WIT
Nakes Jalan Kaki 12 Jam, Pesawat dan Helikopter Pemda Mimika Kapan Terbang Papuanewsonline.com, Mimika,- Pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika kembali menjadi sorotan tajam setelah terungkap fakta memilukan dimana untuk menyelamatkan pasien yang sakit malaria, tenaga kesehatan di Kampung Arwanop Distrik Tembagapura terpaksa menempuh perjalanan darat berjalan kaki selama 12 jam melewati hutan belantara dan banjir, karena tidak ada persediaan obat dan transportasi.Lucuh dan Ajaibnya, Nakes sudah berupaya sekuat tenaga dalam memberikan  pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, namun bukan mendapat apresiasi dari Bupati Mimika Johanes Rettob.Karena Bupati JR balik mengancam Nakes dengan luapan emosi hingga mengancam akan memecat para Nakes tersebut.Bupati mengakui informasi tersebut tidak benar, Ia bahkan  mengancam  akan mengefaluasi dan memecat para Nakes yang terlibat dalam aksi penyelamat pasien Malaria itu.Mental Emosi tak terkendali dari Bupati Johanes Rettob ini  mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika Eduardus Rahawadan.Bung Edward menilai kecaman Bupati terhadap Nakes,  menunjukan  ketidak kemampuan Bupati sebagai  pemimpin." Bupati ini seakan-akan lupa daratan kalau Visi dan Misi-nya membangun dari Kampung ke Kota, namun peristiwa ini terjadi di kampung, malah tidak diketahui ole Bupati, sudah begitu para Nakes yang sudah berkorban balik diancam ini Bupati model apa? Kalau tidak mampu ya mengundurkan diri," tegas Bung Edward melalui keterangan tertulis yang diterima Media ini, Senin (15/5).Terkait dengan pernyataan Bupati secara emosional bahwa  “Ada pesawat, kami bekerja sama dengan Freeport” nan." Pernyataan ini  justru menuai kekecewaan mendalam sekaligus pertanyaan serius dari elemen masyarakat karena mempermalukan diri sendiri," Terangnya. Lanjut Bung Edward, Seharusnya  Bupati dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah Mimika malu, Jika melayani rakyat saja  harus menggantungkan harapan sepenuhnya pada fasilitas milik perusahaan swasta. " Ini ibarat menjatuhkan harga diri dan meruntuhkan wibawa pemerintahan daerah sendiri,” tegasnya.Bung Edward menyinggung Pesawat dan Helikopter Pemda Mimika yang kini membusuk di hanggar bandara Mosez Kilangin Mimika, padahal uang rakyat APBD Mimika telah dikuras untuk membeli barang mewah tersebut namun tidak ada asas manfaat bagi Masyarakat." Barang Mewah ini menguras APBD Mimika, namun tidak ada asas manfaat yang dinikmati Masyarakat di Timika, sudah begitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga sudah berafiliasi dengan Pemerintah Daerah Mimika untuk Pesawat dan Helikopter ini dijadikan barang rongsokan," ucap bung Edward. Kata dia Pemda berharap PT Freeport untuk memberikan maskapai penerbangan dalam melayani masyarakat sedangkan Pesawat dan Helikopter Pemda tinggal jadi barang rongsokan di Hanggar, hal ini justru mempermalukan Pemerintah Daerah sendiri. “Di mana wibawa pemerintah? Memang wajar meminta bantuan saat benar-benar tidak memiliki kemampuan, namun menjadi keliru fatal jika bergantung secara  terus-menerus,  seolah-olah Pemda tidak punya rencana dan anggaran sendiri," Sorotnya. Bung Edoard menegaskan prinsip kenegaraan memiliki kedudukan dan tanggung jawab dalam hal imi pemerintah daerah bertanggung jawab mutlak untuk melindungi rakyatnya sehingga Pema berharap fasilitas perusahan merupakan perbuatan yang memalukan. “ Bupati harus Tunjukkan kepada masyarakat Mimika! Di mana pesawat dan helikopter yang pernah diklaim akan dibeli atau dimiliki Pemda? Di mana aset daerah yang seharusnya siap siaga melayani nyawa rakyat itu?," Tegasnya. Bung Edward mengingatkan janji lama Bupati Johanes Rettob yang sering diucapkan: “Dulu alasannya jelas: ‘Daripada terus menyewa pesawat dan mengucurkan uang subsidi ke swasta hingga daerah justru merugi, lebih baik kita miliki armada sendiri.’ Janji itu sudah lama terdengar, tapi sampai hari ini faktanya tetap sama."  Di mana buktinya? Pernyataan di depan kamera terasa hampa, sementara tenaga kesehatan dan rakyat harus bertaruh nyawa berjalan kaki berjam-jam menelusuri hutan belantara dan hujan deras apa masi ada nurani untuk membangun Mimika dan Masyarakatnya," Tanya bung Edward. Lanjut dijelaskan bung Edward Kasus ini menampakkan kontradiksi yang menyakitkan: di satu sisi diklaim ada kerja sama dan akses, namun di sisi lain pelayanan nyata gagal terpenuhi. " Jika kerja sama itu nyata dan bisa diandalkan, mengapa tidak dimanfaatkan saat rakyat paling membutuhkan pertolongan darurat? Jika memang belum memiliki sarana sendiri, di mana arah perencanaan dan pengelolaan anggaran daerah selama ini?," Imbuhnya. Ia menegaskan Bupati Menggantungkan tugas pelayanan dasar yang menjadi kewajiban konstitusional pemerintah pada kebaikan hati perusahaan adalah bukti kegagalan Bupati dalam menata pemerintahan." Bukan berarti kerja sama dilarang, tapi menjadi aib jika itu dijadikan solusi tetap, dan alasan untuk menutupi peswat dan helikopter pemkab Mimika yang saat ini masi di hanggar," Ucapnya.Sosok Pemuda Kei yang kritis  Ini menyebutkan polemik Nakes di Arwahnop, menunjukkan lemahnya prioritas, buruknya akuntabilitas anggaran, serta janji-janji yang ternyata hanya retorika kosong untuk pencitraan semata Bupati dan Wakil Bupati. " Masyarakat Mimika berhak mendapat jawaban yang jelas dan terukur: Ke mana alokasi dana untuk sarana transportasi udara dalam pelayanan publik? Apakah janji memiliki pesawat dan helikopter hanya omong kosong belaka? Atau   pemerintah daerah akan terus nyaman dan lebih bangga menyebut nama perusahaan ketimbang bangga memiliki kemampuan sendiri melayani rakyatnya," Pungkasnya.Pewarta: HendrikEditor     : Gf    15 Jun 2026, 15:34 WIT
Mimika Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Siap Mewakili Papua Tengah Di Manokwari Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi melepas kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) untuk mengikuti ajang Pesparawi Tingkat Nasional XIV. Kegiatan akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 18 hingga 28 Juni 2026. Dalam ajang ini, Mimika bersama Nabire dan Puncak ditunjuk sebagai perwakilan resmi Provinsi Papua Tengah, dengan mengikuti dua kategori lomba yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran dan Solo Anak.Ketua Harian Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Mimika, Johan Ade Matulessy, memohon dukungan dan doa dari seluruh warga agar tim dapat tampil sebaik mungkin. Ia menyatakan keyakinannya bahwa persiapan yang telah dilakukan akan membuahkan hasil terbaik bagi daerah dan provinsi. Sementara itu, pelatih sekaligus konduktor Hugo Iwangin menjelaskan tim akan membawakan lagu wajib, pilihan terikat, dan pilihan bebas, dengan semangat utama melayani dan memuliakan nama Tuhan.Melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, Bupati Mimika menyampaikan pesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga nama baik daerah. Keikutsertaan ini bukan hanya soal meraih juara, melainkan menjadi duta yang mencerminkan kekompakan, kedisiplinan, serta kerendahan hati selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.Pemerintah daerah menilai Pesparawi sebagai wadah untuk membina iman, mengembangkan bakat, serta mempererat persaudaraan antarumat se-Indonesia.Dukungan penuh terus diberikan agar kegiatan keagamaan seperti ini dapat membentuk karakter positif dan memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman masyarakat.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:33 WIT
Satgas Damai Cartenz 2026 Gelar Patroli Humanis, Pererat Kedekatan Dengan Warga Ilaga Papuanewsonline.com, Puncak – Di tengah aktivitas masyarakat yang berlangsung normal, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan patroli humanis di wilayah Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini bukan sekadar mengawasi keamanan, melainkan menjadi sarana interaksi langsung untuk membangun kedekatan dan rasa kebersamaan antara aparat keamanan dengan warga setempat.Berjalan menyusuri lingkungan permukiman, petugas menyapa warga, mengobrol santai dengan orang tua, dan bertegur sapa dengan anak-anak yang antusias menyambut kedatangan mereka. Kehadiran yang ramah ini memberikan ketenangan tersendiri bagi masyarakat. Dalam percakapan tersebut, personel juga mendengarkan aspirasi dan memastikan seluruh kegiatan warga berjalan aman, tertib, dan tanpa gangguan.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa pendekatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah.“Keamanan tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh kepercayaan yang tumbuh. Kami hadir untuk mendengar dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, agar rasa aman terbentuk secara alami,” ujarnya.Wakapolres Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa patroli ini mencerminkan pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan. Hubungan yang hangat dan saling memahami antara aparat dan warga dinilai menjadi fondasi kuat dalam menciptakan situasi yang harmonis. Tanggapan positif dari masyarakat selama kegiatan juga menunjukkan pendekatan ini mendapat sambutan baik.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:26 WIT
Mini Soccer Kapolda Cup III Digelar, Asah Bakat Dan Karakter Generasi Muda Papua Papuanewsonline.com, Timika – Komitmen mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga kembali diwujudkan Polda Papua Tengah. Setelah sukses menggelar kompetisi untuk pelajar SMP dan SMA/SMK, kini ajang bergengsi Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup III kategori usia 10 hingga 12 tahun resmi dimulai pada Minggu (14/6/2026) di Goldstone Arena, Timika. Kegiatan ini menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk bakat, kedisiplinan, dan karakter anak-anak sejak dini.Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Setelah melalui proses penyaringan ketat selama tiga hari yang meliputi pengecekan administrasi dan usia, panitia menetapkan 17 tim yang berhak bertanding. Peserta tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan, melainkan juga dua tim dari daerah pesisir, yaitu Pulau Karaka dan Kokonao. Hal ini membuktikan bahwa pembinaan olahraga menjangkau seluruh wilayah tanpa batasan jarak.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, menegaskan bahwa atlet berkualitas tidak lahir secara instan, melainkan harus dibina sejak usia muda. “Kami memberikan ruang agar anak-anak membangun kepercayaan diri lewat persaingan yang sehat. Melalui olahraga, mereka belajar kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas, bukan hanya mengejar kemenangan semata,” ujarnya.Ketua Panitia, Irfan Irianto, memastikan seluruh persiapan berjalan lancar dan adil. Penyaringan dilakukan secara cermat, dengan ketentuan peserta adalah kelahiran tahun 2014–2016 dan setiap tim beranggotakan maksimal 15 orang. Sebelum pertandingan dimulai, panitia juga mengadakan pertemuan teknis untuk menyamakan pemahaman peraturan dan sistem pertandingan bagi seluruh peserta. Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:22 WIT
Kemenhut Melalui Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 100 Satwa Liar Dilindungi Asal Papua Papuanewsonline.com, Jakarta – Tim operasi gabungan yang terdiri dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Korwas PPNS Bareskrim Polri, dan Pusat Polisi Militer berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 100 ekor satwa liar dilindungi yang berasal dari wilayah Papua. Penindakan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada rentang waktu 6 hingga 7 Juni 2026, setelah tim menerima informasi dan melakukan pemantauan mendalam terkait jalur peredaran satwa ilegal melalui transportasi laut.Seluruh satwa yang disita terdiri dari berbagai jenis burung endemik dan dilindungi, antara lain Nuri Bayan, Kakatua Koki, Kasturi Kepala Hitam, Mambruk Victoria, serta Perkici Pelangi. Semua hewan tersebut kini telah diamankan dan dititiprawatkan di Pusat Penyelamatan Satwa BKSDA Tegal Alur guna menjalani pemeriksaan kesehatan dan perawatan lebih lanjut. Dalam operasi ini, tim juga menahan dua orang berinisial BI dan ZF yang diduga terlibat, serta menemukan bahwa sebagian besar satwa diangkut tanpa dilengkapi dokumen sah.Direktur Penindakan Pidana Kehutanan, Rudianto Saragih Napitu, menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara hati-hati mengingat satwa ini merupakan barang bukti hidup.“Kami memastikan dua hal berjalan beriringan: satwa tertangani dengan baik dan proses hukum tetap tertib. Penyelidikan tidak berhenti pada pengangkut, tetapi terus ditelusuri hingga ke pihak yang mengatur jaringan dan mendapatkan keuntungan dari peredaran ini,” ujarnya.Tindakan ini merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 yang telah diperbarui melalui UU Nomor 32 Tahun 2024, dengan ancaman pidana penjara antara 3 hingga 15 tahun serta denda dalam jumlah besar. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyatakan bahwa perdagangan ini telah menjadi jaringan terstruktur lintas wilayah, sehingga membutuhkan kerja sama lintas instansi termasuk dengan PPATK dan lembaga internasional jika diperlukan.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 07:07 WIT
Pilihan Redaksi
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim, seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,” pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka, ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:46 WIT
Nakes Jalan Kaki 12 Jam, Pesawat dan Helikopter Pemda Mimika Kapan Terbang Papuanewsonline.com, Mimika,- Pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika kembali menjadi sorotan tajam setelah terungkap fakta memilukan dimana untuk menyelamatkan pasien yang sakit malaria, tenaga kesehatan di Kampung Arwanop Distrik Tembagapura terpaksa menempuh perjalanan darat berjalan kaki selama 12 jam melewati hutan belantara dan banjir, karena tidak ada persediaan obat dan transportasi.Lucuh dan Ajaibnya, Nakes sudah berupaya sekuat tenaga dalam memberikan  pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, namun bukan mendapat apresiasi dari Bupati Mimika Johanes Rettob.Karena Bupati JR balik mengancam Nakes dengan luapan emosi hingga mengancam akan memecat para Nakes tersebut.Bupati mengakui informasi tersebut tidak benar, Ia bahkan  mengancam  akan mengefaluasi dan memecat para Nakes yang terlibat dalam aksi penyelamat pasien Malaria itu.Mental Emosi tak terkendali dari Bupati Johanes Rettob ini  mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika Eduardus Rahawadan.Bung Edward menilai kecaman Bupati terhadap Nakes,  menunjukan  ketidak kemampuan Bupati sebagai  pemimpin." Bupati ini seakan-akan lupa daratan kalau Visi dan Misi-nya membangun dari Kampung ke Kota, namun peristiwa ini terjadi di kampung, malah tidak diketahui ole Bupati, sudah begitu para Nakes yang sudah berkorban balik diancam ini Bupati model apa? Kalau tidak mampu ya mengundurkan diri," tegas Bung Edward melalui keterangan tertulis yang diterima Media ini, Senin (15/5).Terkait dengan pernyataan Bupati secara emosional bahwa  “Ada pesawat, kami bekerja sama dengan Freeport” nan." Pernyataan ini  justru menuai kekecewaan mendalam sekaligus pertanyaan serius dari elemen masyarakat karena mempermalukan diri sendiri," Terangnya. Lanjut Bung Edward, Seharusnya  Bupati dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah Mimika malu, Jika melayani rakyat saja  harus menggantungkan harapan sepenuhnya pada fasilitas milik perusahaan swasta. " Ini ibarat menjatuhkan harga diri dan meruntuhkan wibawa pemerintahan daerah sendiri,” tegasnya.Bung Edward menyinggung Pesawat dan Helikopter Pemda Mimika yang kini membusuk di hanggar bandara Mosez Kilangin Mimika, padahal uang rakyat APBD Mimika telah dikuras untuk membeli barang mewah tersebut namun tidak ada asas manfaat bagi Masyarakat." Barang Mewah ini menguras APBD Mimika, namun tidak ada asas manfaat yang dinikmati Masyarakat di Timika, sudah begitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga sudah berafiliasi dengan Pemerintah Daerah Mimika untuk Pesawat dan Helikopter ini dijadikan barang rongsokan," ucap bung Edward. Kata dia Pemda berharap PT Freeport untuk memberikan maskapai penerbangan dalam melayani masyarakat sedangkan Pesawat dan Helikopter Pemda tinggal jadi barang rongsokan di Hanggar, hal ini justru mempermalukan Pemerintah Daerah sendiri. “Di mana wibawa pemerintah? Memang wajar meminta bantuan saat benar-benar tidak memiliki kemampuan, namun menjadi keliru fatal jika bergantung secara  terus-menerus,  seolah-olah Pemda tidak punya rencana dan anggaran sendiri," Sorotnya. Bung Edoard menegaskan prinsip kenegaraan memiliki kedudukan dan tanggung jawab dalam hal imi pemerintah daerah bertanggung jawab mutlak untuk melindungi rakyatnya sehingga Pema berharap fasilitas perusahan merupakan perbuatan yang memalukan. “ Bupati harus Tunjukkan kepada masyarakat Mimika! Di mana pesawat dan helikopter yang pernah diklaim akan dibeli atau dimiliki Pemda? Di mana aset daerah yang seharusnya siap siaga melayani nyawa rakyat itu?," Tegasnya. Bung Edward mengingatkan janji lama Bupati Johanes Rettob yang sering diucapkan: “Dulu alasannya jelas: ‘Daripada terus menyewa pesawat dan mengucurkan uang subsidi ke swasta hingga daerah justru merugi, lebih baik kita miliki armada sendiri.’ Janji itu sudah lama terdengar, tapi sampai hari ini faktanya tetap sama."  Di mana buktinya? Pernyataan di depan kamera terasa hampa, sementara tenaga kesehatan dan rakyat harus bertaruh nyawa berjalan kaki berjam-jam menelusuri hutan belantara dan hujan deras apa masi ada nurani untuk membangun Mimika dan Masyarakatnya," Tanya bung Edward. Lanjut dijelaskan bung Edward Kasus ini menampakkan kontradiksi yang menyakitkan: di satu sisi diklaim ada kerja sama dan akses, namun di sisi lain pelayanan nyata gagal terpenuhi. " Jika kerja sama itu nyata dan bisa diandalkan, mengapa tidak dimanfaatkan saat rakyat paling membutuhkan pertolongan darurat? Jika memang belum memiliki sarana sendiri, di mana arah perencanaan dan pengelolaan anggaran daerah selama ini?," Imbuhnya. Ia menegaskan Bupati Menggantungkan tugas pelayanan dasar yang menjadi kewajiban konstitusional pemerintah pada kebaikan hati perusahaan adalah bukti kegagalan Bupati dalam menata pemerintahan." Bukan berarti kerja sama dilarang, tapi menjadi aib jika itu dijadikan solusi tetap, dan alasan untuk menutupi peswat dan helikopter pemkab Mimika yang saat ini masi di hanggar," Ucapnya.Sosok Pemuda Kei yang kritis  Ini menyebutkan polemik Nakes di Arwahnop, menunjukkan lemahnya prioritas, buruknya akuntabilitas anggaran, serta janji-janji yang ternyata hanya retorika kosong untuk pencitraan semata Bupati dan Wakil Bupati. " Masyarakat Mimika berhak mendapat jawaban yang jelas dan terukur: Ke mana alokasi dana untuk sarana transportasi udara dalam pelayanan publik? Apakah janji memiliki pesawat dan helikopter hanya omong kosong belaka? Atau   pemerintah daerah akan terus nyaman dan lebih bangga menyebut nama perusahaan ketimbang bangga memiliki kemampuan sendiri melayani rakyatnya," Pungkasnya.Pewarta: HendrikEditor     : Gf    15 Jun 2026, 15:34 WIT
Mimika Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Siap Mewakili Papua Tengah Di Manokwari Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi melepas kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) untuk mengikuti ajang Pesparawi Tingkat Nasional XIV. Kegiatan akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 18 hingga 28 Juni 2026. Dalam ajang ini, Mimika bersama Nabire dan Puncak ditunjuk sebagai perwakilan resmi Provinsi Papua Tengah, dengan mengikuti dua kategori lomba yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran dan Solo Anak.Ketua Harian Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Mimika, Johan Ade Matulessy, memohon dukungan dan doa dari seluruh warga agar tim dapat tampil sebaik mungkin. Ia menyatakan keyakinannya bahwa persiapan yang telah dilakukan akan membuahkan hasil terbaik bagi daerah dan provinsi. Sementara itu, pelatih sekaligus konduktor Hugo Iwangin menjelaskan tim akan membawakan lagu wajib, pilihan terikat, dan pilihan bebas, dengan semangat utama melayani dan memuliakan nama Tuhan.Melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, Bupati Mimika menyampaikan pesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga nama baik daerah. Keikutsertaan ini bukan hanya soal meraih juara, melainkan menjadi duta yang mencerminkan kekompakan, kedisiplinan, serta kerendahan hati selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.Pemerintah daerah menilai Pesparawi sebagai wadah untuk membina iman, mengembangkan bakat, serta mempererat persaudaraan antarumat se-Indonesia.Dukungan penuh terus diberikan agar kegiatan keagamaan seperti ini dapat membentuk karakter positif dan memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman masyarakat.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:33 WIT
Satgas Damai Cartenz 2026 Gelar Patroli Humanis, Pererat Kedekatan Dengan Warga Ilaga Papuanewsonline.com, Puncak – Di tengah aktivitas masyarakat yang berlangsung normal, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan patroli humanis di wilayah Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini bukan sekadar mengawasi keamanan, melainkan menjadi sarana interaksi langsung untuk membangun kedekatan dan rasa kebersamaan antara aparat keamanan dengan warga setempat.Berjalan menyusuri lingkungan permukiman, petugas menyapa warga, mengobrol santai dengan orang tua, dan bertegur sapa dengan anak-anak yang antusias menyambut kedatangan mereka. Kehadiran yang ramah ini memberikan ketenangan tersendiri bagi masyarakat. Dalam percakapan tersebut, personel juga mendengarkan aspirasi dan memastikan seluruh kegiatan warga berjalan aman, tertib, dan tanpa gangguan.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa pendekatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah.“Keamanan tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh kepercayaan yang tumbuh. Kami hadir untuk mendengar dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, agar rasa aman terbentuk secara alami,” ujarnya.Wakapolres Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa patroli ini mencerminkan pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan. Hubungan yang hangat dan saling memahami antara aparat dan warga dinilai menjadi fondasi kuat dalam menciptakan situasi yang harmonis. Tanggapan positif dari masyarakat selama kegiatan juga menunjukkan pendekatan ini mendapat sambutan baik.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:26 WIT
Mini Soccer Kapolda Cup III Digelar, Asah Bakat Dan Karakter Generasi Muda Papua Papuanewsonline.com, Timika – Komitmen mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga kembali diwujudkan Polda Papua Tengah. Setelah sukses menggelar kompetisi untuk pelajar SMP dan SMA/SMK, kini ajang bergengsi Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup III kategori usia 10 hingga 12 tahun resmi dimulai pada Minggu (14/6/2026) di Goldstone Arena, Timika. Kegiatan ini menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk bakat, kedisiplinan, dan karakter anak-anak sejak dini.Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Setelah melalui proses penyaringan ketat selama tiga hari yang meliputi pengecekan administrasi dan usia, panitia menetapkan 17 tim yang berhak bertanding. Peserta tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan, melainkan juga dua tim dari daerah pesisir, yaitu Pulau Karaka dan Kokonao. Hal ini membuktikan bahwa pembinaan olahraga menjangkau seluruh wilayah tanpa batasan jarak.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, menegaskan bahwa atlet berkualitas tidak lahir secara instan, melainkan harus dibina sejak usia muda. “Kami memberikan ruang agar anak-anak membangun kepercayaan diri lewat persaingan yang sehat. Melalui olahraga, mereka belajar kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas, bukan hanya mengejar kemenangan semata,” ujarnya.Ketua Panitia, Irfan Irianto, memastikan seluruh persiapan berjalan lancar dan adil. Penyaringan dilakukan secara cermat, dengan ketentuan peserta adalah kelahiran tahun 2014–2016 dan setiap tim beranggotakan maksimal 15 orang. Sebelum pertandingan dimulai, panitia juga mengadakan pertemuan teknis untuk menyamakan pemahaman peraturan dan sistem pertandingan bagi seluruh peserta. Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:22 WIT
Kemenhut Melalui Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 100 Satwa Liar Dilindungi Asal Papua Papuanewsonline.com, Jakarta – Tim operasi gabungan yang terdiri dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Korwas PPNS Bareskrim Polri, dan Pusat Polisi Militer berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 100 ekor satwa liar dilindungi yang berasal dari wilayah Papua. Penindakan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada rentang waktu 6 hingga 7 Juni 2026, setelah tim menerima informasi dan melakukan pemantauan mendalam terkait jalur peredaran satwa ilegal melalui transportasi laut.Seluruh satwa yang disita terdiri dari berbagai jenis burung endemik dan dilindungi, antara lain Nuri Bayan, Kakatua Koki, Kasturi Kepala Hitam, Mambruk Victoria, serta Perkici Pelangi. Semua hewan tersebut kini telah diamankan dan dititiprawatkan di Pusat Penyelamatan Satwa BKSDA Tegal Alur guna menjalani pemeriksaan kesehatan dan perawatan lebih lanjut. Dalam operasi ini, tim juga menahan dua orang berinisial BI dan ZF yang diduga terlibat, serta menemukan bahwa sebagian besar satwa diangkut tanpa dilengkapi dokumen sah.Direktur Penindakan Pidana Kehutanan, Rudianto Saragih Napitu, menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara hati-hati mengingat satwa ini merupakan barang bukti hidup.“Kami memastikan dua hal berjalan beriringan: satwa tertangani dengan baik dan proses hukum tetap tertib. Penyelidikan tidak berhenti pada pengangkut, tetapi terus ditelusuri hingga ke pihak yang mengatur jaringan dan mendapatkan keuntungan dari peredaran ini,” ujarnya.Tindakan ini merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 yang telah diperbarui melalui UU Nomor 32 Tahun 2024, dengan ancaman pidana penjara antara 3 hingga 15 tahun serta denda dalam jumlah besar. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyatakan bahwa perdagangan ini telah menjadi jaringan terstruktur lintas wilayah, sehingga membutuhkan kerja sama lintas instansi termasuk dengan PPATK dan lembaga internasional jika diperlukan.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 07:07 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Dinkes Mimika Kejar 2 Juta Tes Malaria Tahun Ini, Perlu Sinergi Semua Pihak Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menetapkan target sebanyak 2 juta kali pemeriksaan kasus malaria sepanjang tahun 2026. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, Dinkes berhasil melampaui target dengan melakukan 1.299.815 kali tes, di mana ditemukan 190.597 kasus dan tingkat kepositifan mencapai 14,07 persen. Hingga Mei 2026, telah tercatat 450.193 kali pemeriksaan dengan 61.735 kasus terdeteksi atau tingkat kepositifan 13,7 persen.Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, menjelaskan upaya percepatan dilakukan melalui peningkatan layanan di 10 puskesmas wilayah perkotaan. (12/6/26) Sebagai contoh, Puskesmas Timika menurunkan 50 tim setiap harinya dengan target 100 tes per tim, sehingga mampu memeriksa sekitar 5.000 orang per hari. Pemeriksaan berlangsung selama 7 hingga maksimal 14 hari dalam sebulan, dengan sasaran minimal 35 ribu tes setiap bulannya.Berbagai tantangan masih dihadapi, antara lain kondisi alam Mimika yang bercurah hujan tinggi dan dataran rendah, sehingga banyak terbentuk genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Faktor perilaku masyarakat juga menjadi kendala, seperti sering beraktivitas malam hari dengan pakaian terbuka, kurang disiplin menghabiskan obat, dan belum membiasakan penggunaan kelambu saat tidur.Kamaludin menegaskan penanganan malaria membutuhkan kerja sama lintas sektor dan kesadaran bersama. “Upaya medis saja belum cukup jika lingkungan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk." Ujarnya. Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 14:06 WIT
KKSS Mimika Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih, Seru Tegakkan Perda Pengelolaan Sampah Papuanewsonline.com, Timika – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika melaksanakan aksi kerja bakti dalam rangka program Jumat Bersih di sepanjang Jalan Kartini, Kelurahan Otomona. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri, yang mengacu pada surat himbauan Bupati Mimika serta arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri dan Presiden Republik Indonesia.Ketua KKSS Mimika, H. Iwan Anwar, SH, MH, menyampaikan bahwa sekitar 30 anggota turut berpartisipasi membersihkan ruas jalan mulai dari persimpangan Jalan Budi Utomo hingga Jalan Yos Sudarso. (12/6/26) Ia menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga kota.Selama pelaksanaan, peserta menemukan cukup banyak sampah rumah tangga yang dibuang secara sembarangan di pinggir jalan.Kondisi ini dinilai mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Iwan menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap individu yang tinggal di wilayah tersebut.Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera menegakkan Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah secara tegas dan konsisten. Menurutnya, penerapan aturan yang memberikan efek jera bagi pelanggar menjadi langkah strategis agar kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dapat dihentikan dan tercipta ketertiban yang berkelanjutan.Melalui kegiatan ini, KKSS Mimika berharap dapat menjadi teladan bagi organisasi kemasyarakatan lain dan warga sekitar. Diharapkan semangat kebersamaan ini dapat menular, sehingga seluruh elemen masyarakat bergotong royong mewujudkan Kota Timika yang bersih, asri, sehat, dan layak huni bagi generasi sekarang maupun mendatang.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:58 WIT
ALUMNI SD NASKAT MATHIAS II LANGGUR A SAMBUT SUKACITA TAHBISAN DIAKON FR. GABRIEL JUNIOR ELL Papuanewsonline,com. LANGGUR-,  Keluarga besar Alumni SD Naskat Mathias II Langgur A Angkatan 2010 menyampaikan ucapan proficiat atas tahbisan diakon salah satu alumninya, Fr. Gabriel Junior Ell  di Ambon pada Selasa, (9/5).Ucapan syukur dan doa itu disampaikan melalui pduk digital yang beredar di kalangan alumni. Spanduk bertuliskan _“Proficiat Atas Tahbisan Diakon Fr. Gabriel Junior Ell”_ dengan mengutip ayat Kitab Suci Matius 20:28a, _“Sama Seperti Anak Manusia Datang Bukan Untuk Dilayani, Melainkan Untuk Melayani”_.Dalam pduk tersebut, para alumni angkatan 2010 menuliskan, _“Selamat & Sukses Dalam Pelayanan Baru sebagai Diakon. Salam Kasih dan Doa dari Alumni SD Naskat Mathias II Langgur A, Angkatan 2010.”_Fr. Gabriel Junior Ell, yang akrab disapa Biel, tampak mengenakan stola diakon berwarna merah-putih dengan tangan terkatup berdoa. Ia diapit dua rekannya yang juga mengenakan jubah imam.*Panggilan Pelayanan*  Tahbisan diakon merupakan tahap awal dalam tahbisan suci Gereja Katolik sebelum menerima tahbisan imam. Seorang diakon bertugas mewartakan Injil, melayani perayaan Ekaristi, memberkati perkawinan, dan menjalankan karya amal kasih.Moto tahbisan yang dipilih Diakon Biel, Mat. 20:28a, menegaskan semangat dasar pelayanannya: hadir untuk melayani, bukan dilayani.Para alumni berharap Diakon Biel tetap setia dalam panggilan dan menjadi pelayan yang rendah hati bagi umat. Dukungan doa dari almamater SD Naskat Mathias II menjadi kekuatan bagi Diakon Biel dalam mengawali medan pastoral yang baru.Pewarta: HendrikEditor.    : GF 09 Jun 2026, 22:23 WIT
BNPB: Gempa M 7,7 Di Laut Sulawesi, Lima Wilayah Berstatus Siaga Dan Waspada Tsunami Papuanewsonline.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, gempa bumi tektonik Magnitudo 7,7 terjadi di Laut Sulawesi pada Senin, (8/6/2026), pukul 06.37 WIB. Gempa berpusat di kedalaman 47 kilometer, barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.BNPB mengimbau masyarakat di lima wilayah pesisir itu untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta melakukan langkah antisipasi dengan menjauhi area pantai menuju titik kumpul aman sesuai tingkat ancaman di wilayahnya.Instruksi Status Siaga: Evakuasi ke Tempat Tinggi  Mengacu pemodelan dampak tsunami BMKG, pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota berstatus “Siaga” diinstruksikan mengarahkan warga melakukan evakuasi tertib ke tempat lebih tinggi.Wilayah berstatus Siaga terdiri atas:  1. Sulawesi Utara: Kepulauan Sangihe estimasi gelombang tiba pukul 06.51 WIB, Kota Manado 07.12 WIB, Minahasa Utara Bagian Utara 07.12 WIB, Minahasa Bagian Utara 07.14 WIB, Kepulauan Minahasa 07.16 WIB, Minahasa Selatan Bagian Utara 07.17 WIB, Bolaang Mongondow Bagian Utara 07.22 WIB, Minahasa Utara Bagian Selatan 07.33 WIB, dan Minahasa Bagian Selatan 07.34 WIB.  2. Gorontalo: Gorontalo Bagian Utara 07.26 WIB.  3. Sulawesi Tengah: Buol 07.27 WIB dan Toli-Toli 07.29 WIB.Instruksi Status Waspada: Jauhi Pantai dan Hentikan Aktivitas di Perairan  Untuk daerah berstatus “Waspada”, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat menjaga kesiapsiagaan dengan mengarahkan warga menjauhi pantai dan tepian sungai, serta menghentikan sementara aktivitas di perairan.Wilayah kategori Waspada meliputi:  1. Sulawesi Utara: Kepulauan Talaud 06.58 WIB, Kota Bitung 07.19 WIB, Minahasa Selatan Bagian Selatan 07.42 WIB.  2. Maluku Utara: Halmahera 07.29 WIB, Kota Ternate 07.43 WIB, Kota Tidore 07.46 WIB.  3. Sulawesi Tengah: Donggala Bagian Utara 07.42 WIB.  4. Kalimantan Timur: Kutai Timur 07.44 WIB, Bulungan 08.05 WIB, Nunukan 08.14 WIB.BNPB: Kondisi Lapangan Terkendali, Guncangan Lemah 2-3 Detik  BNPB mengonfirmasi situasi dan kondisi lapangan saat ini aman, tenang, dan terkendali. Laporan cepat Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud serta BPBD Kota Manado menyebutkan guncangan gempa di kedua wilayah hanya dirasakan lemah selama kurang lebih 2 hingga 3 detik.Tim gabungan BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring ketat secara berkala di lapangan untuk memantau dampak pasca-gempa dan memastikan kondisi pesisir tetap aman.Koordinasi Satu Komando dan Imbauan Resmi  BNPB menyatakan terus memperkuat koordinasi sinergis dalam satu komando bersama tim gabungan lintas instansi di daerah, yaitu BPBD, TNI, Polri, Basarnas, lembaga kemanusiaan, dan relawan penanggulangan bencana. Tim tersebut bersiaga penuh untuk memandu dan mengamankan jalur pergerakan warga.Masyarakat diimbau tidak panik dan memprioritaskan keselamatan kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Warga diminta mematuhi instruksi resmi petugas lintas instansi di lapangan, tidak menyebarkan isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya, serta merujuk pada pemutakhiran data berkala dari instansi terkait dan petugas di lapangan. Penulis: Hendrik Editor: GF 09 Jun 2026, 00:49 WIT
Hmi Komisariat Lafran Pane Mimika Gelar Bakti Sosial, Wujudkan Kepedulian Bagi Anak Yatim Papuanewsonline.com, Timika – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Lafran Pane Cabang Mimika, menggelar kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Baitur Rosul. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta bentuk kasih sayang kepada anak-anak yatim dan dhuafa, sekaligus menjadi ajang menanamkan nilai-nilai berbagi dan kebersamaan antar sesama.Berbagai bantuan yang terkumpul dari hasil donasi masyarakat dan anggota diserahkan langsung untuk memenuhi kebutuhan serta menambah kebahagiaan adik-adik di panti asuhan tersebut.Ketua Umum HMI Komisariat Lafran Pane, Septian Syarif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial yang ingin ditularkan kepada seluruh kalangan. Ia mengutip sabda Baginda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa barang siapa yang menyantuni dan menjaga anak yatim, maka ia akan mendapatkan kedekatan serta kemuliaan yang istimewa di sisi Allah SWT. Hal ini menjadi landasan semangat bagi seluruh pengurus dan anggota untuk terus bergerak berbuat kebaikan.Sementara itu, Ketua Bidang (PTKP), Niska Putri, selaku penanggung jawab program, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Ia mengapresiasi partisipasi aktif dari seluruh kader HMI, para senior di KAHMI, serta berbagai kalangan masyarakat yang telah ikut menyumbangkan sebagian rezekinya. Dukungan yang diberikan, baik berupa uang santunan, sembako, maupun pakaian layak pakai, sangat berarti dan membawa keceriaan bagi adik-adik yang berada di bawah asuhan panti.Kegiatan berbagi ini berlangsung hangat dan penuh keakraban, di mana seluruh bantuan diserahkan dengan penuh keikhlasan. Selain memberikan bantuan materiil, kehadiran para pengurus dan donatur turut memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak agar tetap bersemangat belajar, berbakti, dan optimis menyongsong masa depan. Kegiatan ini diharapkan dapat menyentuh hati serta menggerakkan lebih banyak pihak untuk peduli terhadap nasib anak-anak yang kurang beruntung.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 09 Jun 2026, 00:38 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim, seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,” pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka, ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:46 WIT
Mimika Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Siap Mewakili Papua Tengah Di Manokwari Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi melepas kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) untuk mengikuti ajang Pesparawi Tingkat Nasional XIV. Kegiatan akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 18 hingga 28 Juni 2026. Dalam ajang ini, Mimika bersama Nabire dan Puncak ditunjuk sebagai perwakilan resmi Provinsi Papua Tengah, dengan mengikuti dua kategori lomba yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran dan Solo Anak.Ketua Harian Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Mimika, Johan Ade Matulessy, memohon dukungan dan doa dari seluruh warga agar tim dapat tampil sebaik mungkin. Ia menyatakan keyakinannya bahwa persiapan yang telah dilakukan akan membuahkan hasil terbaik bagi daerah dan provinsi. Sementara itu, pelatih sekaligus konduktor Hugo Iwangin menjelaskan tim akan membawakan lagu wajib, pilihan terikat, dan pilihan bebas, dengan semangat utama melayani dan memuliakan nama Tuhan.Melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, Bupati Mimika menyampaikan pesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga nama baik daerah. Keikutsertaan ini bukan hanya soal meraih juara, melainkan menjadi duta yang mencerminkan kekompakan, kedisiplinan, serta kerendahan hati selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.Pemerintah daerah menilai Pesparawi sebagai wadah untuk membina iman, mengembangkan bakat, serta mempererat persaudaraan antarumat se-Indonesia.Dukungan penuh terus diberikan agar kegiatan keagamaan seperti ini dapat membentuk karakter positif dan memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman masyarakat.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:33 WIT
MTQ Ke-XIII Kabupaten Mimika Resmi Dibuka, Libatkan Seluruh Distrik Dan Hadirkan Piala Bergilir Papuanewsonline.com, Timika – Suasana penuh semangat menyelimuti Masjid Baiturrahman SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran Tingkat Kabupaten Mimika ke-XIII. Kegiatan bertema “Cahaya Alquran Pemersatu Jiwa, Meneguhkan Harmoni Menuju Mimika Emas” ini dihadiri ribuan jemaah dan peserta, serta dipimpin langsung oleh Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, didampingi jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi terkait. (12/6/26)Ketua Panitia, Ustadz Firdaus Amir, melaporkan bahwa tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seleksi dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat distrik. Sebanyak 268 peserta terdaftar dari lima wilayah, yaitu Kuala Kencana, Mimika Baru, Mimika Timur, Iwaka, dan Wania. “Ini langkah baru agar MTQ semakin merata menjangkau seluruh warga. Kami berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah daerah,” ujarnya.Ketua LPTQ Mimika, Muh Darwis, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menghadirkan Piala Bergilir Bupati dan Wakil Bupati bagi distrik juara umum. Ia juga mengusulkan agar setiap distrik mendapatkan dana khusus untuk menggelar lomba serupa mulai tahun depan. “Kami juga mendatangkan 17 pembina dari berbagai daerah untuk mencetak qari-qariah andalan, agar dua tahun ke depan peserta lokal bisa bersaing di tingkat provinsi,” tegasnya.Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. “Di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama, tema ini sangat tepat. Alquran menjadi pemersatu dan benteng generasi agar tetap berkarakter baik,” ujarnya. Ia juga meminta dewan hakim bersikap adil dan peserta menjadikan lomba ini sebagai ajang peningkatan kualitas diri.Dengan tabuhan beduk dan lantunan ayat suci, MTQ ke-XIII resmi dibuka. Kegiatan yang berlangsung beberapa hari ini diharapkan melahirkan bibit unggul yang mampu mengharumkan nama daerah, sekaligus memperkuat kerukunan dan persatuan menuju Mimika Emas yang lebih maju dan harmonis. Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 03:14 WIT
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Mimika Gelar Doa Lintas Agama dan Pawai Ta’aruf Papuanewsonline.com, Timika – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika akan menggelar serangkaian kegiatan istimewa dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, yang berlangsung pada 15 hingga 16 Juni 2026 di Timika. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana syiar agama, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat setempat.Ketua PHBI Mimika, Ustadz H. Joko Priyanto, menyampaikan bahwa rangkaian acara diawali dengan Doa Lintas Agama. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin malam, 15 Juni 2026 pukul 19.30 WIT di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika, dan akan dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah, serta undangan lainnya.Keesokan harinya, Selasa 16 Juni 2026, akan dilaksanakan Pawai Ta’aruf yang terbuka untuk diikuti seluruh warga. Pawai dimulai pukul 06.30 WIT dari Lapangan Eks Pasar Lama, melintasi sejumlah ruas jalan utama kota seperti Jalan Pendidikan, Budi Utomo, Diana, Katedral Tiga Raja, hingga Jalan Yos Sudarso, sebelum kembali ke titik awal sebagai lokasi penutupan.Untuk menambah semarak acara, panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Tersedia pula hadiah lain seperti kulkas, mesin cuci, peralatan elektronik, dan berbagai doorprize hiburan lainnya.Kegiatan ini mengusung semangat “Hijrah menuju pribadi yang lebih baik, masyarakat yang lebih rukun, dan Mimika yang lebih maju”.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Jun 2026, 05:45 WIT
Penamatan Santri Angkatan II Ponpes Ahsanul Ulum, Kemenag & Pemkab Apresiasi Peran Pesantren Papuanewsonline.com, Mimika — Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum menggelar acara penamatan santri dan santriwati Angkatan II Tahun 2026 di Mimika, Senin (02/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren untuk melanjutkan perjalanan akademik ke jenjang yang lebih tinggi.Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelepasan santri bukan sekadar acara perpisahan, melainkan langkah awal menuju masa depan yang lebih luas.Menurutnya, para santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pondok pesantren."Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesederhanaan, solidaritas, kemandirian, serta pengendalian diri menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di pesantren," ujarnya.Ia menambahkan, penguatan iman menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren, Yayasan Papua Cerdas Insani, para ustaz, dan ustazah yang telah dengan tulus dan penuh dedikasi mendidik generasi muda.Ia menilai keberhasilan menamatkan para santri merupakan bukti nyata kontribusi pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki fondasi keimanan yang kuat."Kepada para santri, penamatan ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. Ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di pesantren hendaknya menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan dan mengamalkan kebaikan di tengah masyarakat," katanya.Pemerintah Kabupaten Mimika berharap para lulusan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, santun, menghargai perbedaan, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Mimika, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang toleran, cinta damai, dan mampu menjadi perekat persaudaraan.Pemerintah Kabupaten Mimika turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah memilih pendidikan berbasis karakter dan agama bagi anak-anak mereka. Pendidikan tersebut dinilai sebagai investasi terbaik untuk membangun masa depan yang cerah dan penuh keberkahan.Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan, Pemkab Mimika berkomitmen terus mendukung penguatan pendidikan agama dan pembinaan karakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan Mimika yang aman, cerdas, dan sejahtera.Acara penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi momen berharga bagi para santri, orang tua, serta seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum. Penulis: Bim Editor: GF 03 Jun 2026, 08:35 WIT
Pemuda Lintas Agama Mimika Galang Dana Bangun Kembali Gereja yang Terbakar Papuanewsonline.com, Timika – Semangat persaudaraan dan toleransi tampak nyata di persimpangan Jalan Budi Utomo – Jalan Hasanuddin, Mimika, pada Senin (1/6/2026). Puluhan pemuda dari berbagai latar belakang agama berkumpul dalam aksi penggalangan dana jalanan untuk membantu pembangunan kembali Gereja Katolik Stasi Santa Fransiskus Xaverius Poumako yang ludes terbakar pekan lalu.Kegiatan yang digagas oleh Front Aksi Kemanusiaan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu, 3 Juni mendatang.Sebanyak 12 organisasi pemuda dan komunitas turut berpartisipasi penuh, antara lain PMII, PMKRI, GMNI, GMKI, IMM, Pemuda Muslim Mimika, Pemuda Katolik, Barisan Merah Putih, Forum Papua Tengah Terang, Pemuda Sorong Raya, APKM, hingga komunitas penggemar sepak bola Portugal Timika. Berbekal kotak sumbangan dan pduk sederhana, mereka dengan ramah menyapa para pengendara dan pengguna jalan untuk mengajak berbagi kebaikan demi sesama yang tertimpa musibah.Koordinator aksi sekaligus Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, menyatakan bahwa musibah yang menimpa rumah ibadah tersebut merupakan duka bersama bagi seluruh warga Mimika tanpa memandang perbedaan keyakinan.“Mari kita bergerak bersama membangun kembali tempat ibadah saudara kita. Ini adalah tanggung jawab dan kepedulian kita semua sebagai sesama anak bangsa,” ujarnyaSeluruh dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan sepenuhnya untuk proses pembangunan kembali gedung gereja yang berada di wilayah Distrik Mimika Timur. Gerakan sosial dari kalangan akar rumput ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan tidak memisahkan persaudaraan, melainkan semakin mempererat rasa kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi kesulitan.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Jun 2026, 22:20 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT