logo-website
Senin, 20 Apr 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
2 Terduga Pelaku Penikaman Ketua DPC Golkar Berhasil Diamankan Polres Malra Papuanewsonline.com, Malra - Kepolisian Daerah Maluku bergerak cepat menangani kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian, dua terduga pelaku berhasil diamankan aparat Polres Maluku Tenggara.Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, penyerangan terjadi secara tiba-tiba saat korban berjalan menuju pintu keluar bandara.“Pelaku mendekati korban dan langsung melakukan penikaman menggunakan sebilah pisau. Setelah itu pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian,” ujar Rositah.Korban yang mengalami luka serius sempat dilarikan oleh pihak keluarga ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat kepolisian langsung dipimpin Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi. melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan saksi, serta pengejaran terhadap terduga pelaku. Hasilnya, dalam waktu kurang lebih dua jam, dua terduga pelaku berhasil diamankan.Keduanya diketahui berinisial HR (28) dan FU (36), Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Sat Reskrim Polres Maluku Tenggara guna mengungkap peran masing-masing serta motif di balik aksi tersebut.“Penanganan kasus ini dilakukan secara cepat dan terukur. Kami masih mendalami motif, tambah Rositah.Kapolda Maluku telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan tuntas. Selain itu, langkah-langkah preventif juga dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Tenggara.Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga dan simpatisan korban, agar tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan balasan. Serahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada Polri,” tegasnya. PNO-12 20 Apr 2026, 07:45 WIT
HARGA BBM NON-SUBSIDI NAIK DRASTIS, PERTAMAX TURBO TEMBUS RP 19.850 Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah resmi memberlakukan penyesuaian harga baru untuk jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai tanggal 18 April 2026. Kebijakan ini berlaku seragam di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di enam provinsi di tanah Papua. Kenaikan signifikan ini hanya menyasar jenis bahan bakar tertentu, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara harga jenis lainnya seperti Pertalite, Bio Solar, dan Pertamax tetap tidak berubah.Berdasarkan pengumuman resmi, harga Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.850 per liter dari sebelumnya Rp13.350. Sementara itu, Dexlite kini dijual seharga Rp24.150 dan Pertamina Dex Rp24.450 per liter. Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa perbedaan tarif di setiap daerah disesuaikan dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB yang berlaku.“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menghadapi perubahan harga ini. Meskipun terjadi penyesuaian, kami pastikan stok bahan bakar di seluruh wilayah Papua dalam kondisi aman dan tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Ispiani.Pihak Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi ke berbagai daerah agar tidak terjadi kelangkaan. Di tengah kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat beradaptasi dan lebih efisien dalam penggunaan energi, serta membeli bahan bakar sesuai dengan kebutuhan kendaraan masing-masing demi kenyamanan bersama. Penulis: JidEditor: GF 19 Apr 2026, 23:40 WIT
BESOK MIMIKA AKAN KEDATANGAN WAPRES GIBRAN RAKABUMING RAKA Papuanewsonline.com, Mimika – Kabupaten Mimika akan segera dikunjungi tokoh penting negara. Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dipastikan akan melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah ini pada hari Senin, 20 April 2026. Kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut tentu menjadi perhatian besar bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah yang kini tengah bersiap menyambut kedatangannya dengan penuh persiapan matang.Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang digelar di Kantor BPKAD Mimika pada Sabtu (19/4/26), jajaran Forkopimda telah membahas secara detail teknis penyambutan hingga pengawalan keamanan selama Wapres dan rombongan berada di Timika. Dalam kunjungan pertamanya ini, salah satu agenda yang akan dilakukan adalah berkunjung ke Toko Buku Meriah yang berlokasi di depan Hotel Horison Diana pada sore hari, usai beliau menyelesaikan jadwal di Nabire. Kegiatan kunjungan kerja ini akan dilanjutkan pada keesokan harinya, Selasa, 21 April 2026. Pada hari tersebut, Wapres Gibran dijadwalkan akan hadir di Sentra Pendidikan untuk bertemu langsung dan berinteraksi dengan para siswa-siswi asli Papua. Selain itu, agenda juga mencakup kunjungan resmi ke Kantor Pusat Pemerintahan SP3 untuk melihat langsung kondisi dan potensi yang ada di daerah tersebut.Pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menyambut kedatangan tamu istimewa ini dengan antusias namun tetap tertib dan kondusif. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Mimika untuk menunjukkan kemajuan serta keramahan warga lokal kepada pemimpin negara. Penulis: JidEditor: GF 19 Apr 2026, 23:20 WIT
91,7 Liter Sopi Ilegal Digagalkan Masuk Mimika, Barang Tak Bertuan Diamankan Papuanewsonline.com, Mimika – Aparat gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras (miras) jenis sopi dalam jumlah besar. Di Pelabuhan Poumako, pada Sabtu (18/4/2026). Tim gabungan yang terdiri dari TNI AL, Satpol PP, KPLP, dan Polri berhasil mengamankan total 91,7 liter miras yang disembunyikan di sudut-sudut kapal KM Tatamailau.Barang haram ini ditemukan dalam berbagai kemasan, mulai dari plastik 600 ml, jeriken 5 liter, hingga botol-botol berbagai ukuran.Operasi penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Poumako, Iptu Fits Gerald Marselino Nanlohy, ini menyasar rute rawan seperti Bitung dan Tual yang diduga menjadi titik keberangkatan. Uniknya, seperti pola sebelumnya, puluhan liter miras tersebut ditemukan tanpa pemilik. Para penyelundup memilih menghilang di tengah kerumunan 826 penumpang yang turun, membiarkan barang bukti itu diamankan petugas.“Kami menyesalkan masih ada pihak yang nekat memasukkan miras ilegal ke wilayah kami. Peredaran sopi ini sering menjadi pemicu berbagai tindak kriminal dan kerawanan sosial. Oleh karena itu, pengawasan ketat di pintu masuk pelabuhan menjadi prioritas utama demi menjaga ketertiban masyarakat,” ujar Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona.Pihak kepolisian menegaskan bahwa kegiatan razia ini merupakan langkah rutin untuk memutus mata rantai peredaran barang terlarang. Masyarakat pun diimbau untuk turut serta menjaga keamanan bersama dengan tidak membawa atau mengedarkan miras ilegal. Meski pengamanan diperketat, aktivitas pelayaran dan arus penumpang di pelabuhan dilaporkan tetap berjalan normal dan kondusif.  Penulis: Jid Editor: GF 19 Apr 2026, 19:17 WIT
Gletser Di Puncak Jaya Terancam Hilang, Suhu Global Menggerus Es Carstensz Papuanewsonline.com, Jayawijaya – Keberadaan gletser di Puncak Jaya, Papua, kini berada di ambang kepunahan akibat dampak nyata dari pemanasan global. Data terbaru BMKG mencatat, pada akhir tahun 2024 lalu, luas wilayah es abadi ini hanya tersisa sekitar 0,11 hingga 0,16 kilometer persegi.Angka ini menunjukkan penurunan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2022 yang masih mencapai 0,23 kilometer persegi. Para ahli memprediksi, jika laju pencairan terus berlanjut, keunikan alam tropis ini bisa lenyap dalam waktu dekat.Menurut peneliti Emilya Nurjani, salah satu faktor utama yang memperparah kondisi ini adalah penutupan lahan yang masif. Hal ini menyebabkan nilai albedo atau kemampuan memantulkan sinar matahari menurun, sehingga energi panas lebih banyak terserap oleh permukaan bumi.“Ini memicu kenaikan suhu yang lebih cepat di area puncak dan mempercepat proses pencairan es,” jelasnya. Dampaknya tidak hanya terjadi di pegunungan, tetapi juga dirasakan hingga ke pesisir, salah satunya memicu kenaikan muka air laut dan abrasi yang mulai terlihat di wilayah utara Jawa seperti Semarang.“Kita semua harus prihatin dan menyadari bahwa ini adalah peringatan keras bagi kelestarian alam. Hilangnya gletser Papua bukan hanya kerugian bangsa Indonesia, tapi juga tanda bahaya bagi keseimbangan iklim dunia. Mari kita bertindak sebelum terlambat,” ujarnya menekankan urgensi situasi tersebut.Untuk menahan laju kerusakan ini, langkah mitigasi mendesak sangat diperlukan, mulai dari upaya dekarbonisasi, pengetatan regulasi tata guna lahan, hingga kesadaran masyarakat. Masyarakat diimbau untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, menghemat energi, dan aktif melakukan penghijauan demi menyelamatkan warisan alam yang sangat berharga ini.  Penulis: Jid Editor: GF 19 Apr 2026, 19:10 WIT
Pilihan Redaksi
2 Terduga Pelaku Penikaman Ketua DPC Golkar Berhasil Diamankan Polres Malra Papuanewsonline.com, Malra - Kepolisian Daerah Maluku bergerak cepat menangani kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian, dua terduga pelaku berhasil diamankan aparat Polres Maluku Tenggara.Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, penyerangan terjadi secara tiba-tiba saat korban berjalan menuju pintu keluar bandara.“Pelaku mendekati korban dan langsung melakukan penikaman menggunakan sebilah pisau. Setelah itu pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian,” ujar Rositah.Korban yang mengalami luka serius sempat dilarikan oleh pihak keluarga ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat kepolisian langsung dipimpin Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi. melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan saksi, serta pengejaran terhadap terduga pelaku. Hasilnya, dalam waktu kurang lebih dua jam, dua terduga pelaku berhasil diamankan.Keduanya diketahui berinisial HR (28) dan FU (36), Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Sat Reskrim Polres Maluku Tenggara guna mengungkap peran masing-masing serta motif di balik aksi tersebut.“Penanganan kasus ini dilakukan secara cepat dan terukur. Kami masih mendalami motif, tambah Rositah.Kapolda Maluku telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan tuntas. Selain itu, langkah-langkah preventif juga dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Tenggara.Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga dan simpatisan korban, agar tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan balasan. Serahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada Polri,” tegasnya. PNO-12 20 Apr 2026, 07:45 WIT
HARGA BBM NON-SUBSIDI NAIK DRASTIS, PERTAMAX TURBO TEMBUS RP 19.850 Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah resmi memberlakukan penyesuaian harga baru untuk jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai tanggal 18 April 2026. Kebijakan ini berlaku seragam di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di enam provinsi di tanah Papua. Kenaikan signifikan ini hanya menyasar jenis bahan bakar tertentu, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara harga jenis lainnya seperti Pertalite, Bio Solar, dan Pertamax tetap tidak berubah.Berdasarkan pengumuman resmi, harga Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.850 per liter dari sebelumnya Rp13.350. Sementara itu, Dexlite kini dijual seharga Rp24.150 dan Pertamina Dex Rp24.450 per liter. Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa perbedaan tarif di setiap daerah disesuaikan dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB yang berlaku.“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menghadapi perubahan harga ini. Meskipun terjadi penyesuaian, kami pastikan stok bahan bakar di seluruh wilayah Papua dalam kondisi aman dan tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Ispiani.Pihak Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi ke berbagai daerah agar tidak terjadi kelangkaan. Di tengah kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat beradaptasi dan lebih efisien dalam penggunaan energi, serta membeli bahan bakar sesuai dengan kebutuhan kendaraan masing-masing demi kenyamanan bersama. Penulis: JidEditor: GF 19 Apr 2026, 23:40 WIT
BESOK MIMIKA AKAN KEDATANGAN WAPRES GIBRAN RAKABUMING RAKA Papuanewsonline.com, Mimika – Kabupaten Mimika akan segera dikunjungi tokoh penting negara. Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dipastikan akan melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah ini pada hari Senin, 20 April 2026. Kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut tentu menjadi perhatian besar bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah yang kini tengah bersiap menyambut kedatangannya dengan penuh persiapan matang.Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang digelar di Kantor BPKAD Mimika pada Sabtu (19/4/26), jajaran Forkopimda telah membahas secara detail teknis penyambutan hingga pengawalan keamanan selama Wapres dan rombongan berada di Timika. Dalam kunjungan pertamanya ini, salah satu agenda yang akan dilakukan adalah berkunjung ke Toko Buku Meriah yang berlokasi di depan Hotel Horison Diana pada sore hari, usai beliau menyelesaikan jadwal di Nabire. Kegiatan kunjungan kerja ini akan dilanjutkan pada keesokan harinya, Selasa, 21 April 2026. Pada hari tersebut, Wapres Gibran dijadwalkan akan hadir di Sentra Pendidikan untuk bertemu langsung dan berinteraksi dengan para siswa-siswi asli Papua. Selain itu, agenda juga mencakup kunjungan resmi ke Kantor Pusat Pemerintahan SP3 untuk melihat langsung kondisi dan potensi yang ada di daerah tersebut.Pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menyambut kedatangan tamu istimewa ini dengan antusias namun tetap tertib dan kondusif. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Mimika untuk menunjukkan kemajuan serta keramahan warga lokal kepada pemimpin negara. Penulis: JidEditor: GF 19 Apr 2026, 23:20 WIT
91,7 Liter Sopi Ilegal Digagalkan Masuk Mimika, Barang Tak Bertuan Diamankan Papuanewsonline.com, Mimika – Aparat gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras (miras) jenis sopi dalam jumlah besar. Di Pelabuhan Poumako, pada Sabtu (18/4/2026). Tim gabungan yang terdiri dari TNI AL, Satpol PP, KPLP, dan Polri berhasil mengamankan total 91,7 liter miras yang disembunyikan di sudut-sudut kapal KM Tatamailau.Barang haram ini ditemukan dalam berbagai kemasan, mulai dari plastik 600 ml, jeriken 5 liter, hingga botol-botol berbagai ukuran.Operasi penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Poumako, Iptu Fits Gerald Marselino Nanlohy, ini menyasar rute rawan seperti Bitung dan Tual yang diduga menjadi titik keberangkatan. Uniknya, seperti pola sebelumnya, puluhan liter miras tersebut ditemukan tanpa pemilik. Para penyelundup memilih menghilang di tengah kerumunan 826 penumpang yang turun, membiarkan barang bukti itu diamankan petugas.“Kami menyesalkan masih ada pihak yang nekat memasukkan miras ilegal ke wilayah kami. Peredaran sopi ini sering menjadi pemicu berbagai tindak kriminal dan kerawanan sosial. Oleh karena itu, pengawasan ketat di pintu masuk pelabuhan menjadi prioritas utama demi menjaga ketertiban masyarakat,” ujar Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona.Pihak kepolisian menegaskan bahwa kegiatan razia ini merupakan langkah rutin untuk memutus mata rantai peredaran barang terlarang. Masyarakat pun diimbau untuk turut serta menjaga keamanan bersama dengan tidak membawa atau mengedarkan miras ilegal. Meski pengamanan diperketat, aktivitas pelayaran dan arus penumpang di pelabuhan dilaporkan tetap berjalan normal dan kondusif.  Penulis: Jid Editor: GF 19 Apr 2026, 19:17 WIT
Gletser Di Puncak Jaya Terancam Hilang, Suhu Global Menggerus Es Carstensz Papuanewsonline.com, Jayawijaya – Keberadaan gletser di Puncak Jaya, Papua, kini berada di ambang kepunahan akibat dampak nyata dari pemanasan global. Data terbaru BMKG mencatat, pada akhir tahun 2024 lalu, luas wilayah es abadi ini hanya tersisa sekitar 0,11 hingga 0,16 kilometer persegi.Angka ini menunjukkan penurunan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2022 yang masih mencapai 0,23 kilometer persegi. Para ahli memprediksi, jika laju pencairan terus berlanjut, keunikan alam tropis ini bisa lenyap dalam waktu dekat.Menurut peneliti Emilya Nurjani, salah satu faktor utama yang memperparah kondisi ini adalah penutupan lahan yang masif. Hal ini menyebabkan nilai albedo atau kemampuan memantulkan sinar matahari menurun, sehingga energi panas lebih banyak terserap oleh permukaan bumi.“Ini memicu kenaikan suhu yang lebih cepat di area puncak dan mempercepat proses pencairan es,” jelasnya. Dampaknya tidak hanya terjadi di pegunungan, tetapi juga dirasakan hingga ke pesisir, salah satunya memicu kenaikan muka air laut dan abrasi yang mulai terlihat di wilayah utara Jawa seperti Semarang.“Kita semua harus prihatin dan menyadari bahwa ini adalah peringatan keras bagi kelestarian alam. Hilangnya gletser Papua bukan hanya kerugian bangsa Indonesia, tapi juga tanda bahaya bagi keseimbangan iklim dunia. Mari kita bertindak sebelum terlambat,” ujarnya menekankan urgensi situasi tersebut.Untuk menahan laju kerusakan ini, langkah mitigasi mendesak sangat diperlukan, mulai dari upaya dekarbonisasi, pengetatan regulasi tata guna lahan, hingga kesadaran masyarakat. Masyarakat diimbau untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, menghemat energi, dan aktif melakukan penghijauan demi menyelamatkan warisan alam yang sangat berharga ini.  Penulis: Jid Editor: GF 19 Apr 2026, 19:10 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Gletser Di Puncak Jaya Terancam Hilang, Suhu Global Menggerus Es Carstensz Papuanewsonline.com, Jayawijaya – Keberadaan gletser di Puncak Jaya, Papua, kini berada di ambang kepunahan akibat dampak nyata dari pemanasan global. Data terbaru BMKG mencatat, pada akhir tahun 2024 lalu, luas wilayah es abadi ini hanya tersisa sekitar 0,11 hingga 0,16 kilometer persegi.Angka ini menunjukkan penurunan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2022 yang masih mencapai 0,23 kilometer persegi. Para ahli memprediksi, jika laju pencairan terus berlanjut, keunikan alam tropis ini bisa lenyap dalam waktu dekat.Menurut peneliti Emilya Nurjani, salah satu faktor utama yang memperparah kondisi ini adalah penutupan lahan yang masif. Hal ini menyebabkan nilai albedo atau kemampuan memantulkan sinar matahari menurun, sehingga energi panas lebih banyak terserap oleh permukaan bumi.“Ini memicu kenaikan suhu yang lebih cepat di area puncak dan mempercepat proses pencairan es,” jelasnya. Dampaknya tidak hanya terjadi di pegunungan, tetapi juga dirasakan hingga ke pesisir, salah satunya memicu kenaikan muka air laut dan abrasi yang mulai terlihat di wilayah utara Jawa seperti Semarang.“Kita semua harus prihatin dan menyadari bahwa ini adalah peringatan keras bagi kelestarian alam. Hilangnya gletser Papua bukan hanya kerugian bangsa Indonesia, tapi juga tanda bahaya bagi keseimbangan iklim dunia. Mari kita bertindak sebelum terlambat,” ujarnya menekankan urgensi situasi tersebut.Untuk menahan laju kerusakan ini, langkah mitigasi mendesak sangat diperlukan, mulai dari upaya dekarbonisasi, pengetatan regulasi tata guna lahan, hingga kesadaran masyarakat. Masyarakat diimbau untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, menghemat energi, dan aktif melakukan penghijauan demi menyelamatkan warisan alam yang sangat berharga ini.  Penulis: Jid Editor: GF 19 Apr 2026, 19:10 WIT
TPNPB Desak TNI Hentikan Peran Medis di Papua, Minta Penanganan Diserahkan ke Palang Merah Papuanewsonline.com, Jayapura – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak pemerintah Indonesia menghentikan keterlibatan aparat militer dan tenaga kesehatan non-medis di wilayah konflik bersenjata di Tanah Papua. TPNPB meminta agar penanganan korban sipil diserahkan sepenuhnya kepada Palang Merah Indonesia dan Internasional.Desakan itu disampaikan dalam siaran pers yang dirilis Jumat 17 April 2026 oleh Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom atas nama Panglima Tinggi Jenderal Goliath Tabuni.Dalam pernyataan itu, TPNPB mengimbau Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar tidak mengambil alih fungsi tenaga kesehatan di daerah konflik.“Fungsi dan tugas Tentara Indonesia adalah perang dan operasi militer. Kami menilai tugas dan fungsi aparat militer Indonesia sebagai tenaga medis telah melanggar UU No.36 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa setiap orang yang bukan tenaga medis atau tenaga kesehatan dilarang melakukan praktik tenaga kesehatan,” tulis Sebby Sambom dalam siaran pers.TPNPB juga meminta seluruh tenaga kesehatan yang disebutnya menjadi agen intelijen militer pemerintah Indonesia segera keluar dari wilayah konflik demi keamanan. Mereka mendesak Palang Merah Indonesia dan Internasional bertindak sebagai pihak netral untuk membantu korban sipil.Selain itu, TPNPB mendesak PBB, Palang Merah Internasional, dan lembaga HAM internasional membantu para pengungsi di Tanah Papua. Mengutip laporan Human Rights Monitor per April 2026, TPNPB menyebut lebih dari 107.039 warga sipil masih mengungsi di berbagai kabupaten di Tanah Papua. Angka itu meningkat dari laporan Agustus 2025 yang mencatat 100.313 pengungsi.“Pemerintah Indonesia segera membuka akses yang seluas-luasnya kepada lembaga-lembaga HAM internasional yang netral untuk dapat menangani para pengungsi di Tanah Papua,” bunyi siaran pers tersebut.Empat poin pernyataan sikap TPNPB:1. Pemerintah Indonesia membuka akses bagi media nasional dan internasional untuk meliput wilayah konflik secara netral dan transparan.2. Presiden Prabowo selaku Presiden Dewan HAM PBB diminta membuka akses ICRC atau Palang Merah Internasional dan memberikan bantuan bagi warga sipil korban konflik.3. TPNPB menyatakan siap melakukan perundingan dengan pemerintah Indonesia yang dimediasi PBB atau lembaga internasional di bawah PBB.4. TPNPB menegaskan akan tetap melakukan “perang revolusi total” demi kemerdekaan Papua jika akar persoalan konflik tidak diselesaikan. TPNPB menyebut hal itu dapat mengakibatkan korban jiwa terus berjatuhan.Hingga berita ini diturunkan Jumat 17 April 2026 pukul 23.45 WIT, belum ada keterangan resmi dari TNI, Polri, Kemenkes, maupun Kementerian Luar Negeri terkait isi siaran pers TPNPB. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak tersebut untuk mendapat hak jawab. Penulis: Hendrik Editor: GF 18 Apr 2026, 22:03 WIT
BGN Kucurkan Hampir 1 Triliun Per Hari Untuk MBG Dari Aceh Hingga Papua Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah menggelontorkan anggaran fantastis mencapai hampir Rp1 triliun setiap harinya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, memastikan total dana sebesar Rp986 miliar per hari tersebut disalurkan merata ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari Aceh hingga ke wilayah Papua.Menurut Sony, aliran dana besar ini tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. "Sekitar 70 persen atau lebih dari Rp600 miliar per hari digunakan khusus untuk membeli bahan pokok seperti beras, sayur, ikan, dan daging langsung dari petani lokal," ujarnya. Selain itu, sekitar Rp117 miliar per hari disiapkan untuk insentif 1,2 juta relawan yang rata-rata menerima Rp100 ribu per hari.Ia menegaskan mekanisme penyaluran dilakukan secara langsung dan transparan melalui sistem virtual account. "Uang mengalir ke setiap SPPG tanpa mampir ke pemerintah daerah atau kota/kabupaten. Pencairannya pun ketat, memerlukan dua tahap otorisasi, yaitu pengajuan dan persetujuan kepala SPPG," jelasnya.Dengan sistem ini, diharapkan tidak ada kebocoran anggaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat di desa maupun kota, termasuk di wilayah terjauh. Program ini dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi sekaligus memastikan kualitas gizi masyarakat terpenuhi sesuai target nasional. Penulis: Jid Editor: GF 18 Apr 2026, 18:58 WIT
Rikkes Bintara Polri Polda Maluku Masuki Hari Ketiga Papuanewsonline.com, Ambon - Polda Maluku melanjutkan tahapan pemeriksaan kesehatan (rikkes) bagi calon Bintara Polri Tahun Anggaran 2026. Memasuki hari ketiga, seleksi difokuskan untuk memastikan seluruh peserta memenuhi standar kesehatan fisik sebagai syarat utama menjadi anggota Polri.Kegiatan pemeriksaan berlangsung di Gedung Faisal Heluth, SPN Polda Maluku, Rabu (15/4/2026), dengan melibatkan tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes).Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan gigi, telinga, hidung, tenggorokan (THT), mata, serta kondisi fisik secara menyeluruh.Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku AKBP Tommy Bambang Souissa menegaskan, seluruh tahapan seleksi dilakukan dengan mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).“Setiap peserta dinilai secara objektif sesuai kondisi kesehatannya. Tidak ada ruang bagi praktik titipan atau kecurangan dalam proses seleksi ini,” ujarnya.Untuk menjaga integritas, proses seleksi diawasi oleh pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, mulai dari pelaksanaan pemeriksaan hingga pengolahan hasil.Seleksi Bintara Polri dengan kompetensi khusus di bidang pelayanan kepolisian (SPKT) ini diharapkan mampu menghasilkan personel yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga siap memberikan pelayanan cepat dan profesional kepada masyarakat.Tahapan pemeriksaan kesehatan akan terus berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia daerah. PNO-12 16 Apr 2026, 21:17 WIT
Seleksi Tamtama Polri 2026 di Maluku: 70 Peserta Lanjut ke Tahap Rikkes Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 70 peserta seleksi calon Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Maluku dinyatakan lolos tahap pemeriksaan administrasi awal dan berhak melanjutkan ke tes kesehatan.Pengumuman hasil seleksi tersebut disampaikan dalam sidang terbuka di Tribun Lapangan Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Rabu (15/4/2026), yang digelar oleh Biro SDM Polda Maluku dengan pengawasan internal untuk menjamin transparansi.Kepala Biro SDM Polda Maluku yang diwakili Kabag Dalpers, AKBP Tommy Bambang Souissa, mengatakan proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).“Dari total 74 pendaftar, sebanyak 70 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan berhak mengikuti tahap berikutnya, yaitu pemeriksaan kesehatan,” ujar Tommy.Adapun rinciannya, seleksi Tamtama Brimob diikuti 71 peserta, dengan 67 orang dinyatakan memenuhi syarat dan 4 orang tidak memenuhi syarat. Sementara itu, seluruh peserta Tamtama Polair yang berjumlah 3 orang dinyatakan lolos tahap administrasi.Tommy mengingatkan para peserta yang lolos agar tidak cepat berpuas diri dan mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi tahapan selanjutnya.“Ini baru langkah awal. Jaga kesehatan dan integritas. Jangan percaya kepada pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan,” tegasnnya.Ia juga memberi motivasi kepada peserta yang belum lolos agar menjadikan hasil ini sebagai evaluasi untuk kesempatan berikutnya.Seluruh tahapan seleksi penerimaan Polri di Polda Maluku, lanjutnya, diawasi oleh unsur pengawas internal seperti Itwasda dan Bid Propam guna memastikan proses berjalan objektif dan bebas dari praktik kecurangan. PNO-12 16 Apr 2026, 20:22 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
HUT ke-6 KKS Mimika: Diana Domakubun Dilantik, Tegaskan Visi Hidup Mengandalkan Tuhan Papuanewsonline.com, Timika - Kerukunan Keluarga Sather (KKS) Kabupaten Mimika menggelar ibadah syukur peringatan HUT ke-6 sekaligus pelantikan Ketua KKS periode 2025-2030, Ibu Diana Domakubun, S.Pd., M.Pd. di Jalan Gaharu, Kamis 17 April 2026.Ibadah syukuran dipimpin langsung oleh Pendeta S. Marani dengan tema “Bersyukur kepada Tuhan, Sebab Ia Baik” [Mazmur 107:1]. Sub temanya: “Melalui HUT KKS ke-6 Tahun Kita Saling Bergandengan Tangan Mewujudkan Kebersamaan yang Solid, Harmonis dan Tetap Bersyukur dalam Menghadapi Tantangan.”Visi-Misi: Hidup Mengandalkan Tuhan & Berkarakter BaikDalam wawancara, Ketua KKS terpilih Diana Domakubun menyampaikan visi yang ia usung sejak sebelum pemilihan 12 Mei 2025 lalu.“Visi saya adalah hidup kita itu hidup yang mengandalkan Tuhan. Spiritual kita dibangun melalui ibadah-ibadah yang sudah dijadwalkan bidang keagamaan,” kata Diana.Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun karakter. “Karakter kita harus baik, baik di lingkungan masyarakat maupun keluarga. Dimanapun kita berada, kita tunjukkan bahwa kita anak-anak yang punya karakter baik. Tidak perlu membuat hura-hara atau konflik, tapi terus membangun persatuan dan kesatuan,” ujarnya tegas.Diana terpilih sebagai Ketua KKS periode ke-6 setelah mengungguli empat kandidat lainnya dalam pemilihan 12 Mei 2025. Ia akan memimpin KKS Mimika untuk periode 2025-2030.Harapan: KKS Jadi Berkat di Tengah Masyarakat MajemukMantan Ketua KKS ke-2, Pendeta S. Marani, berharap kepemimpinan Diana dapat menyatukan seluruh anggota KKS di Mimika.“Harapan saya ke depan supaya persekutuan ini harus bersatu sesuai firman Tuhan, supaya ke depan persekutuan ini bisa jadi berkat,” katanya.Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dan kerja sama seluruh keluarga besar Sather. “Mesti ada topangan, ada kerja sama yang baik dari KKS yang ada di Kabupaten. Dukungan keluarga besar Sather supaya mereka saling menghargai.”Pendeta Marani mengakui ada tantangan di kepemimpinan sebelumnya. “Waktu ketua keluar ada banyak kritik, mereka tidak mau ikut ibadah. Padahal persekutuan ini penting. Kita hidup ini tidak seperti batu, nanti sebentar kita mati. Tujuan persekutuan dibuat untuk merangkul kita menjadi satu, satu pikiran, satu pendapat untuk menjalankan keperluan bersama,” ungkapnya.Pesan Penutup: Bersatu dan Melayani TuhanDiana menutup pesannya dengan ajakan persatuan. “Pesan saya, Kerukunan Keluarga Sather Kabupaten Mimika bersatu, bergandengan tangan, melayani Tuhan. Baik tutur kata, sikap, dan penampilan harus bersama.”KKS Mimika merupakan salah satu kerukunan keluarga besar yang ada di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Penulis: Hendrik Editor: GF 18 Apr 2026, 08:14 WIT
Halalbihalal dan Hari Kartini, DWP Perkuat Silaturahmi serta Teguhkan Peran Perempuan Indonesia Papuanewsonline.com, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa, Selasa (15/4/2026).Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan ini menghadirkan Ustad Maulana sebagai penceramah utama. Tausiah yang disampaikan menjadi penguat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat perempuan Indonesia untuk terus berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.Sebelum tausiah dimulai, acara diawali dengan sambutan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Ida Rachmawati Budi Sadikin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa semangat Halalbihalal dan Hari Kartini menjadi pengingat penting bagi seluruh anggota untuk menjaga persatuan dan memperluas kontribusi perempuan.“Momentum ini menjadi saat yang tepat untuk mempererat kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan meneladani semangat Kartini yang terus relevan hingga saat ini,” ujarnya.Senada dengan itu, Ketua DWP Kemenko Kumham Imipas, Nova R Andika Dwi Prasetya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus berkarya serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.“Semangat Kartini harus terus hidup melalui karya nyata, kepedulian sosial, dan kontribusi perempuan dalam mendukung pembangunan bangsa,” kata Nova.Usai tausiah yang disampaikan Ustad Maulana, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pengurus DWP kementerian yang telah melaksanakan program DWP Mengajar. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam bidang pendidikan serta pemberdayaan masyarakat.Suasana semakin semarak saat rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh anggota Dharma Wanita Persatuan. Penampilan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menunjukkan kreativitas dan ekspresi seni perempuan Indonesia dalam memaknai perjuangan Kartini di era modern.Dari Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, turut hadir Ketua DWP Kemenko Kumham Imipas Nova R Andika Dwi Prasetya, Sekretaris DWP Kemenko Kumham Imipas Nur Azizah, serta anggota DWP Kemenko Kumham Imipas Dhita Bramastyo. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan terhadap penguatan sinergi dan solidaritas antaranggota Dharma Wanita Persatuan.Melalui kegiatan ini, DWP berharap semangat silaturahmi, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan terus tumbuh sebagai fondasi penting dalam mendukung pembangunan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan. (GF) 16 Apr 2026, 16:57 WIT
Cagar Budaya di Tengah Ancaman Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Perlindungan Warisan Bangsa Papuanewsonline.com, Jakarta – Ancaman bencana alam di Indonesia tidak hanya berdampak pada keselamatan manusia, tetapi juga terus mengintai keberadaan warisan sejarah bangsa. Persoalan ini menjadi sorotan utama dalam seminar nasional bertajuk “Cagar Budaya yang Tangguh Bencana Berkelanjutan” yang digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (14/4/2026), dengan menghadirkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai narasumber utama.Dalam kegiatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa dampak bencana harus dilihat secara lebih luas, termasuk terhadap sistem kehidupan dan nilai-nilai sejarah yang melekat pada situs budaya. “Cagar budaya merupakan bagian dari sistem kehidupan yang juga rentan terdampak bencana,” ujarnya saat membuka seminar.Indonesia, lanjutnya, menghadapi tantangan besar karena berada di wilayah rawan bencana, namun di sisi lain memiliki kekayaan warisan budaya yang sangat besar. Kondisi ini menjadikan perlindungan situs budaya sebagai agenda penting yang tidak dapat dipisahkan dari upaya mitigasi bencana nasional.Data BNPB mencatat hingga 13 April 2026 telah terjadi sebanyak 748 kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia, yang mayoritas didominasi banjir dan cuaca ekstrem. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa ancaman tersebut dapat menyebabkan kerusakan serius bahkan menghilangkan jejak sejarah bangsa. “Cagar budaya berisiko rusak atau hilang akibat bencana atau perang,” tegasnya.Ia menjelaskan, sejumlah kejadian di masa lalu menjadi bukti nyata besarnya risiko tersebut. Tsunami Aceh tahun 2004 misalnya, menghancurkan lebih dari 50 situs budaya. Sementara gempa Yogyakarta tahun 2006 menyebabkan kerusakan pada struktur Candi Borobudur dan Prambanan. Tidak hanya itu, banjir dan longsor pada November 2025 juga tercatat merusak puluhan situs bersejarah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Menurut Abdul Muhari, perlindungan cagar budaya tidak cukup hanya dilakukan secara fisik. Situs sejarah, manuskrip kuno, dan artefak juga perlu dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran untuk memahami pola kebencanaan di masa lalu. Pengetahuan yang tersimpan dalam warisan budaya dinilai dapat menjadi referensi penting dalam membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.BNPB juga menilai Indonesia perlu belajar dari pengalaman negara lain, salah satunya Jepang. Pasca tsunami Tohoku 2011, Jepang dinilai berhasil melakukan pemulihan situs budaya secara cepat dan sistematis melalui kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, serta dukungan anggaran yang memadai. Konsep build back better menjadi salah satu pendekatan yang dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia.Sebagai langkah ke depan, BNPB mendorong transformasi pengelolaan cagar budaya yang lebih adaptif dan berbasis mitigasi risiko. Pemanfaatan teknologi seperti InaRISK disebut menjadi kunci integrasi data bahaya, kerentanan, dan kapasitas dalam satu platform yang terukur. Dengan demikian, perlindungan warisan budaya tidak lagi bersifat reaktif, melainkan menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan nasional.“Pada akhirnya, cagar budaya bukan sekedar peninggalan masa lalu. Ia adalah identitas bangsa dan memori kolektif yang harus dijaga. Melindunginya dari ancaman bencana bukan hanya soal kebijakan, melainkan tanggung jawab bersama,” tutup Abdul Muhari. (GF)  16 Apr 2026, 00:32 WIT
Dewan Adat Mimika Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi Wilayah Meepago Pada Mei 2026 Papuanewsonline.com, Mimika – Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Vinsent Oniyoma, Dewan Adat Daerah Mimika Papua Tengah kini tengah gencar melakukan persiapan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Dewan Adat Papua wilayah Meepago. Acara akbar yang sangat dinantikan ini dijadwalkan akan digelar di Timika pada bulan Mei 2026 mendatang.Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen para pemimpin adat dalam menjaga dan memajukan kearifan lokal di tengah dinamika pembangunan zaman sekarang. Pertemuan strategis ini mengusung agenda utama yang sangat krusial, yaitu melakukan revitalisasi serta pembenahan menyeluruh terhadap struktur masyarakat adat yang selama ini dianggap belum berjalan maksimal atau vakum. "Inti dari kegiatan ini adalah memperbaiki dan menghidupkan kembali struktur adat," tegas Vinsent Oniyoma. Ia menjelaskan bahwa upaya pembenahan akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, mulai dari tingkat kampung, suku, hingga level daerah, agar peran dan fungsi lembaga adat dapat kembali berjalan optimal dan efektif.Selain melakukan perbaikan internal, konferensi ini juga menjadi momentum penting untuk mempertegas kembali berbagai pernyataan dan komitmen yang sebelumnya telah disampaikan oleh Ketua DAP wilayah Meepago pada pertemuan di Jayapura tanggal 7-8 April lalu. Hal ini dilakukan demi memperkuat pondasi serta mempertegas posisi masyarakat adat dalam pembangunan daerah. Diharapkan, dari forum ini akan lahir berbagai keputusan strategis yang menjadi landasan kuat bagi pembangunan berkelanjutan serta perlindungan hak-hak ulayat dan masyarakat adat di seluruh wilayah Meepago.Guna menyukseskan agenda besar ini, seluruh elemen masyarakat adat kini mulai melakukan konsolidasi di berbagai tingkatan.Mulai dari lingkup suku, organisasi, hingga institusi terkait, semuanya bersatu padu memberikan pemahaman dan edukasi yang baik kepada seluruh warga. Sinergi dan kesatuan visi ini diharapkan mampu membawa hasil terbaik demi masa depan yang lebih terhormat dan sejahtera bagi generasi adat di Papua Tengah.  Penulis: Jid Editor: GF 16 Apr 2026, 00:22 WIT
Layar Tancap “Pesta Babi” Gugah Kesadaran Publik soal Tanah Adat dan Ekologi Papua Papuanewsonline.com, Timika – Puluhan warga, pegiat komunitas, dan aktivis lingkungan berkumpul di Easy Coffee & Eatery, dalam acara bertajuk "Layar Tancap". Kegiatan yang digagas oleh Singgah Baca, Eastworks Creative, Lepemawi Timika, dan Greenpeace Indonesia ini menghadirkan pemutaran film dokumenter serta diskusi terbuka mengenai isu ekologi dan hak masyarakat adat di Tanah Papua. 10/4/26)Acara menghadirkan dua narasumber perempuan, Adolfina Kum dari Lepemawi dan Rossy You dari Greenpeace. Adolfina menekankan bahwa pembangunan harus berpijak pada kepentingan masyarakat adat, terutama kelompok rentan yang sering terpinggirkan. Sementara itu, Rossy mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam, di mana hutan bukan hanya sumber ekonomi, tapi juga identitas dan kehidupan.Puncak acara ditandai dengan pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Film ini menyajikan kisah perjuangan suku-suku di Papua Selatan seperti Awyu, Muyu, Yei, dan Marind dalam mempertahankan ruang hidup di tengah ekpsi industri. Visual yang kuat berhasil menyentuh hati penonton dan membuka wawasan mengenai realitas di lapangan.Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat. Para peserta aktif menyampaikan pandangan dan harapan demi masa depan Papua. Melalui pendekatan kreatif ini, diharapkan kesadaran publik semakin tumbuh, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi juga terlibat aktif menjaga alam dan memperjuangkan hak-hak asli.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:37 WIT
DAP Meepago Sikapi Freeport, Eltinus Omaleng: Enam Gubernur dan Tujuh Wilayah Adat Papuanewsonline.com, Jayapura – Forum Pleno I Dewan Adat Wilayah Meepago yang dipimpin oleh Ketua Dewan Adat Papua Representasi wilayah Adat Meepago, Eltinus Omaleng, Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago, Wolter Belau, Ketua I Dewan Adat Papua, Yakonias Wabrar dan Wakil Sekjen Dewan Adat Papua.Eltinus Omaleng mengeluarkan pernyataan sikap tegas. Mereka menolak dan mendesak penghentian sementara seluruh operasi PT Freeport Indonesia hingga perusahaan mampu memberikan manfaat yang adil dan berkelanjutan. Selain itu, mereka juga menuntut evaluasi total Kontrak Karya serta menolak keras rencana eksploitasi di Blok Wabu, Intan Jaya, yang dinilai memicu konflik dan kekerasan.Pernyataan sikap ini merupakan hasil pembahasan dalam Forum Pleno I Dewan Adat Wilayah Meepago, yang diselenggerakan di Abepura, Kota Jayapura, Papua pada 7-8 April 2026. Eltinus menyoroti kurangnya transparansi pemerintah terkait pengelolaan sumber daya alam, termasuk skema perdagangan karbon. "Eksploitasi tanpa persetujuan adat adalah pelanggaran konstitusi. Negara hadir bukan sebagai alat kekuasaan semata, tapi pelindung hak rakyat," tegas Eltinus. Ia juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menarik seluruh pasukan non-organik dari wilayah adat guna memulihkan rasa aman dan menghentikan pelanggaran HAM.Terkait Freeport yang sudah beroperasi 59 tahun, Eltinus menuntut ruang kepemimpinan strategis bagi putra daerah, termasuk posisi Direktur Utama. Ia juga mempertanyakan nasib 37 persen saham yang masih dikuasai asing, dan meminta agar bagian tersebut dapat dimiliki masyarakat adat. "Jika keadilan ini tidak terjawab, kami akan memperjuangkannya hingga tingkat internasional," ujarnya. Pertemuan besar rencananya digelar 10 Mei 2026 di Mimika dengan melibatkan enam gubernur dan tujuh wilayah adat.Dukungan penuh datang dari seluruh elemen. Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago, Wolter Belau, menegaskan pemilik ulayat siap mengambil langkah radikal jika dialog gagal.Sementara perwakilan DAP, Yakobias Wabrar, memastikan tujuh wilayah adat bersatu dan menunjuk Eltinus sebagai koordinator perjuangan. Mereka berharap para kepala daerah juga menunjukkan komitmen kuat demi masa depan anak cucu Papua. Penulis: Jid Editor: GF 09 Apr 2026, 15:45 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT