logo-website
Rabu, 01 Jul 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
TPNPB Klaim Warga Sipil Tewas Ditembak Aparat Militer di Tolikara Papuanewsonline.com, Tolikara — Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim seorang warga sipil bernama Alias Papuagen alias Korona Penggu (19), warga Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara, meninggal dunia setelah diduga ditembak aparat militer Indonesia.Dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (30/6/2026), Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (27/6/2026) di kawasan Puncak Mega Kubu Belela, Kabupaten Tolikara.Menurut Sebby, laporan yang diterima dari PIS TPNPB menyebut korban diduga ditembak oleh aparat militer Indonesia."Aparat militer Indonesia telah menembak mati seorang pria atas nama Alias Papuagen atau biasa disebut Korona Penggu, pria berusia 19 tahun, selaku warga sipil yang berasal dari Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara," tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya.TPNPB juga mengklaim jasad korban sempat dibuang ke dalam hutan. Setelah mendengar suara tembakan, warga disebut mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban telah meninggal dunia dengan luka tembak. Selanjutnya, warga mengevakuasi jenazah untuk menjalani prosesi kremasi di kampung halamannya.Menanggapi peristiwa tersebut, Sebby Sambom meminta pemerintah menghentikan tindakan penembakan terhadap warga sipil di Papua."Kami menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subiyanto agar menghentikan penembakan terhadap warga sipil di seluruh Tanah Papua selama operasi militer yang berlangsung di kampung-kampung," ujarnya.Selain itu, TPNPB juga meminta Palang Merah Internasional dan lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM dan dampak konflik bersenjata di Tanah Papua.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun instansi berwenang terkait klaim yang disampaikan TPNPB dalam siaran pers tersebut.Penulis: BimEditor: GF 01 Jul 2026, 00:30 WIT
Gembala GKI Tewas Ditembak Saat Mengungsi, Intan Jaya Kembali Mencekam Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis laporan mengenai insiden berdarah yang diklaim terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam siaran pers tertanggal 30 Juni 2026, peristiwa tersebut disebut berlangsung pada 29 Juni 2026 dan mengakibatkan seorang gembala jemaat meninggal dunia, sementara dua warga lainnya mengalami luka tembak.Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut korban meninggal bernama Elianus Agimbau, 20 tahun. Menurut TPNPB, Elianus merupakan gembala Jemaat GKI sekaligus aparat kampung di Kampung Kupia, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya.Berdasarkan laporan PIS TPNPB yang dikutip dalam siaran pers tersebut, Elianus Agimbau bersama Sandi Agimbau berangkat dari Kampung Kupia menuju Kota Sugapa untuk mengungsi. Setibanya di Pangkalan Ojek Mbamogo, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, keduanya disebut ditembak aparat militer Indonesia yang siaga di kawasan hutan. Lokasi kejadian disebut berada di wilayah perbatasan antara Distrik Sugapa dan Distrik Agisiga.TPNPB juga menyatakan jenazah Elianus Agimbau diduga dibuang ke semak-semak dan ditutup dengan rumput di sekitar pangkalan ojek tersebut. Warga sipil dari Kota Sugapa disebut baru berhasil mengevakuasi jenazah pada 30 Juni 2026 setelah memperoleh informasi dari pihak keluarga. Sementara itu, Sandi Agimbau disebut berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke kawasan hutan di sekitar Mbamogo.Selain itu, dalam siaran pers yang sama, TPNPB menyebut dua warga lainnya, yakni Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau, ditembak pada 29 Juni 2026 di Kampung Titigi, Distrik Sugapa. Menurut keterangan tersebut, keduanya sedang membangun Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius bersama umat lainnya ketika insiden terjadi.TPNPB menyatakan Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau saat ini masih menjalani perawatan di Gereja Katolik Titigi. Keduanya disebut belum dapat dirujuk ke RSUD karena dituduh aparat sebagai anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Klaim mengenai larangan memperoleh layanan kesehatan tersebut hingga kini belum dapat dikonfirmasi kepada pihak rumah sakit.Dalam laporannya, TPNPB juga menyebut operasi militer berlangsung pada 26 hingga 29 Juni 2026 di Distrik Agisiga dan Distrik Sugapa. Operasi tersebut diklaim melibatkan serangan menggunakan helikopter, drone roket, serta operasi darat yang disebut mengakibatkan rumah warga, gereja, dan sejumlah fasilitas sipil terbakar. TPNPB juga menyatakan kondisi para warga yang mengungsi ke kawasan hutan hingga kini belum diketahui.Atas peristiwa tersebut, TPNPB meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil langkah terhadap Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. TPNPB menyebut insiden ini kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum humaniter internasional, serta mendesak investigasi Dewan Keamanan dan Dewan HAM PBB.Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, maupun Gereja Katolik setempat terkait berbagai klaim dalam siaran pers tersebut. Berita ini memuat seluruh isi Siaran Pers TPNPB tertanggal 30 Juni 2026. Redaksi membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi seluruh pihak yang berkepentingan.Penulis: HendrikEditor: GF 01 Jul 2026, 00:17 WIT
Satgas Pamtas RI‑PNG Wujudkan Peran Sosial, Dampingi Anak Belajar Menggambar di Perbatasan Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia‑Papua Nugini tahun 2026 tidak hanya menjalankan tugas utama menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Di daerah penugasan, para personel juga aktif melaksanakan peran sosial guna mendukung kemajuan generasi muda di wilayah perbatasan. Salah satunya dilakukan oleh prajurit Batalyon Parako 462 Pasgat Pos Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Selasa (30/6/2026).Kegiatan yang diadakan adalah pendampingan belajar menggambar dan mewarnai bagi anak‑anak yang tinggal di sekitar pos pengamanan. Para prajurit dengan sabar mengajari cara memegang alat gambar yang benar, mengembangkan daya imajinasi, serta teknik mewarnai yang rapi dan indah. Meskipun fasilitas yang tersedia terbatas, semangat anak‑anak dan kesungguhan para pendamping menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh makna. Komandan Pos Tanah Merah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan wilayah serta pendekatan persaudaraan antara TNI dan masyarakat. “Selain menjaga keamanan, kami ingin hadir sebagai sahabat dan pendamping warga. Melalui kegiatan sederhana ini, kami berharap dapat menumbuhkan minat belajar, kreativitas, serta semangat meraih cita‑cita pada anak‑anak di perbatasan,” ujarnya. Langkah ini juga bertujuan mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga, sehingga kehadiran TNI benar‑benar dirasakan manfaatnya tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi penerus. Anak‑anak pun terlihat antusias mengikuti setiap arahan, menunjukkan kegembiraan dapat belajar hal baru bersama para prajurit.Penulis: JidEditor: GF 30 Jun 2026, 23:33 WIT
59 Personel Polda Papua Tengah Terima Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2026 Papuanewsonline.com, Nabire – Sebanyak 59 personel yang terdiri dari anggota Polri dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam upacara Korps Raport yang digelar di Lapangan Polda Papua Tengah, Jalan Pwpera, Distrik Nabire, pada Selasa (30/6/2026) pagi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, dan turut dihadiri oleh pengurus Bhayangkari serta keluarga para penerima kenaikan pangkat. Dari jumlah tersebut, rinciannya meliputi 3 Perwira Menengah, 2 Perwira Pertama, 52 Bintara, 1 Tamtama, dan 1 orang PNS. Kenaikan pangkat ini berlaku efektif mulai 1 Juli 2026 dan dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan penanda semangat baru untuk mempererat hubungan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kapolda menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan wujud apresiasi negara dan institusi atas dedikasi, kesetiaan, serta kinerja yang telah ditunjukkan selama bertugas. Namun, ia mengingatkan agar pencapaian ini tidak menimbulkan rasa sombong, melainkan menjadi amanah yang membutuhkan profesionalisme, integritas, dan keteladanan yang lebih tinggi. Menghadapi dinamika tantangan keamanan di wilayah Papua Tengah, Brigjen Jermias berpesan agar seluruh personel senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga komitmen keamanan, serta mengutamakan pendekatan yang manusiawi, cepat tanggap, dan berkeadilan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga dan Bhayangkari atas dukungan dan doa yang menjadi kekuatan utama para anggota dalam menjalankan tugas.   Penulis: Jid Editor: GF 30 Jun 2026, 21:52 WIT
Pilihan Redaksi
TPNPB Klaim Warga Sipil Tewas Ditembak Aparat Militer di Tolikara Papuanewsonline.com, Tolikara — Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim seorang warga sipil bernama Alias Papuagen alias Korona Penggu (19), warga Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara, meninggal dunia setelah diduga ditembak aparat militer Indonesia.Dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (30/6/2026), Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (27/6/2026) di kawasan Puncak Mega Kubu Belela, Kabupaten Tolikara.Menurut Sebby, laporan yang diterima dari PIS TPNPB menyebut korban diduga ditembak oleh aparat militer Indonesia."Aparat militer Indonesia telah menembak mati seorang pria atas nama Alias Papuagen atau biasa disebut Korona Penggu, pria berusia 19 tahun, selaku warga sipil yang berasal dari Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara," tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya.TPNPB juga mengklaim jasad korban sempat dibuang ke dalam hutan. Setelah mendengar suara tembakan, warga disebut mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban telah meninggal dunia dengan luka tembak. Selanjutnya, warga mengevakuasi jenazah untuk menjalani prosesi kremasi di kampung halamannya.Menanggapi peristiwa tersebut, Sebby Sambom meminta pemerintah menghentikan tindakan penembakan terhadap warga sipil di Papua."Kami menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subiyanto agar menghentikan penembakan terhadap warga sipil di seluruh Tanah Papua selama operasi militer yang berlangsung di kampung-kampung," ujarnya.Selain itu, TPNPB juga meminta Palang Merah Internasional dan lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM dan dampak konflik bersenjata di Tanah Papua.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun instansi berwenang terkait klaim yang disampaikan TPNPB dalam siaran pers tersebut.Penulis: BimEditor: GF 01 Jul 2026, 00:30 WIT
Gembala GKI Tewas Ditembak Saat Mengungsi, Intan Jaya Kembali Mencekam Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis laporan mengenai insiden berdarah yang diklaim terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam siaran pers tertanggal 30 Juni 2026, peristiwa tersebut disebut berlangsung pada 29 Juni 2026 dan mengakibatkan seorang gembala jemaat meninggal dunia, sementara dua warga lainnya mengalami luka tembak.Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut korban meninggal bernama Elianus Agimbau, 20 tahun. Menurut TPNPB, Elianus merupakan gembala Jemaat GKI sekaligus aparat kampung di Kampung Kupia, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya.Berdasarkan laporan PIS TPNPB yang dikutip dalam siaran pers tersebut, Elianus Agimbau bersama Sandi Agimbau berangkat dari Kampung Kupia menuju Kota Sugapa untuk mengungsi. Setibanya di Pangkalan Ojek Mbamogo, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, keduanya disebut ditembak aparat militer Indonesia yang siaga di kawasan hutan. Lokasi kejadian disebut berada di wilayah perbatasan antara Distrik Sugapa dan Distrik Agisiga.TPNPB juga menyatakan jenazah Elianus Agimbau diduga dibuang ke semak-semak dan ditutup dengan rumput di sekitar pangkalan ojek tersebut. Warga sipil dari Kota Sugapa disebut baru berhasil mengevakuasi jenazah pada 30 Juni 2026 setelah memperoleh informasi dari pihak keluarga. Sementara itu, Sandi Agimbau disebut berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke kawasan hutan di sekitar Mbamogo.Selain itu, dalam siaran pers yang sama, TPNPB menyebut dua warga lainnya, yakni Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau, ditembak pada 29 Juni 2026 di Kampung Titigi, Distrik Sugapa. Menurut keterangan tersebut, keduanya sedang membangun Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius bersama umat lainnya ketika insiden terjadi.TPNPB menyatakan Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau saat ini masih menjalani perawatan di Gereja Katolik Titigi. Keduanya disebut belum dapat dirujuk ke RSUD karena dituduh aparat sebagai anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Klaim mengenai larangan memperoleh layanan kesehatan tersebut hingga kini belum dapat dikonfirmasi kepada pihak rumah sakit.Dalam laporannya, TPNPB juga menyebut operasi militer berlangsung pada 26 hingga 29 Juni 2026 di Distrik Agisiga dan Distrik Sugapa. Operasi tersebut diklaim melibatkan serangan menggunakan helikopter, drone roket, serta operasi darat yang disebut mengakibatkan rumah warga, gereja, dan sejumlah fasilitas sipil terbakar. TPNPB juga menyatakan kondisi para warga yang mengungsi ke kawasan hutan hingga kini belum diketahui.Atas peristiwa tersebut, TPNPB meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil langkah terhadap Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. TPNPB menyebut insiden ini kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum humaniter internasional, serta mendesak investigasi Dewan Keamanan dan Dewan HAM PBB.Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, maupun Gereja Katolik setempat terkait berbagai klaim dalam siaran pers tersebut. Berita ini memuat seluruh isi Siaran Pers TPNPB tertanggal 30 Juni 2026. Redaksi membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi seluruh pihak yang berkepentingan.Penulis: HendrikEditor: GF 01 Jul 2026, 00:17 WIT
Satgas Pamtas RI‑PNG Wujudkan Peran Sosial, Dampingi Anak Belajar Menggambar di Perbatasan Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia‑Papua Nugini tahun 2026 tidak hanya menjalankan tugas utama menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Di daerah penugasan, para personel juga aktif melaksanakan peran sosial guna mendukung kemajuan generasi muda di wilayah perbatasan. Salah satunya dilakukan oleh prajurit Batalyon Parako 462 Pasgat Pos Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Selasa (30/6/2026).Kegiatan yang diadakan adalah pendampingan belajar menggambar dan mewarnai bagi anak‑anak yang tinggal di sekitar pos pengamanan. Para prajurit dengan sabar mengajari cara memegang alat gambar yang benar, mengembangkan daya imajinasi, serta teknik mewarnai yang rapi dan indah. Meskipun fasilitas yang tersedia terbatas, semangat anak‑anak dan kesungguhan para pendamping menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh makna. Komandan Pos Tanah Merah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan wilayah serta pendekatan persaudaraan antara TNI dan masyarakat. “Selain menjaga keamanan, kami ingin hadir sebagai sahabat dan pendamping warga. Melalui kegiatan sederhana ini, kami berharap dapat menumbuhkan minat belajar, kreativitas, serta semangat meraih cita‑cita pada anak‑anak di perbatasan,” ujarnya. Langkah ini juga bertujuan mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga, sehingga kehadiran TNI benar‑benar dirasakan manfaatnya tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi penerus. Anak‑anak pun terlihat antusias mengikuti setiap arahan, menunjukkan kegembiraan dapat belajar hal baru bersama para prajurit.Penulis: JidEditor: GF 30 Jun 2026, 23:33 WIT
59 Personel Polda Papua Tengah Terima Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2026 Papuanewsonline.com, Nabire – Sebanyak 59 personel yang terdiri dari anggota Polri dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam upacara Korps Raport yang digelar di Lapangan Polda Papua Tengah, Jalan Pwpera, Distrik Nabire, pada Selasa (30/6/2026) pagi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, dan turut dihadiri oleh pengurus Bhayangkari serta keluarga para penerima kenaikan pangkat. Dari jumlah tersebut, rinciannya meliputi 3 Perwira Menengah, 2 Perwira Pertama, 52 Bintara, 1 Tamtama, dan 1 orang PNS. Kenaikan pangkat ini berlaku efektif mulai 1 Juli 2026 dan dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan penanda semangat baru untuk mempererat hubungan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kapolda menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan wujud apresiasi negara dan institusi atas dedikasi, kesetiaan, serta kinerja yang telah ditunjukkan selama bertugas. Namun, ia mengingatkan agar pencapaian ini tidak menimbulkan rasa sombong, melainkan menjadi amanah yang membutuhkan profesionalisme, integritas, dan keteladanan yang lebih tinggi. Menghadapi dinamika tantangan keamanan di wilayah Papua Tengah, Brigjen Jermias berpesan agar seluruh personel senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga komitmen keamanan, serta mengutamakan pendekatan yang manusiawi, cepat tanggap, dan berkeadilan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga dan Bhayangkari atas dukungan dan doa yang menjadi kekuatan utama para anggota dalam menjalankan tugas.   Penulis: Jid Editor: GF 30 Jun 2026, 21:52 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Perluas Akses Kesehatan Di Papua, Pemerintah Gelar Layanan Gratis dan Pengobatan Massal Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat Papua melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan gratis, pengobatan massal, dan kegiatan donor darah di Jayapura. Langkah ini merupakan bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan layanan kesehatan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan warga. Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan menjadi prioritas utama sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan kondisi kesehatan yang baik adalah fondasi utama agar masyarakat dapat tumbuh menjadi pribadi yang produktif dan berdaya saing tinggi. “Kegiatan seperti pengobatan massal tidak hanya memudahkan warga mendapatkan pengobatan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana deteksi dini penyakit. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah risiko yang lebih parah,” jelasnya. Program ini juga bertujuan memperkecil kesenjangan akses kesehatan serta meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kondisi tubuh. Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Papua Suzana Wanggai mengapresiasi antusiasme warga yang ikut serta dalam donor darah. Ia mengingatkan bahwa setiap tetes darah yang disumbangkan memiliki nilai besar untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Keberhasilan layanan ini, katanya, sangat bergantung pada kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan dukungan aktif masyarakat.   Penulis: Jid Editor: GF 30 Jun 2026, 21:32 WIT
BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan, BMKG Sebut Risiko Cuaca Ekstrem di Mimika Masih Rendah Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menaikkan status kesiapsiagaan di 26 provinsi, termasuk Papua Tengah, mengantisipasi potensi hujan lebat dan angin kencang. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Timika memastikan risiko cuaca ekstrem di Kabupaten Mimika masih tergolong kecil. Forecaster BMKG, William Titahena, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan Dasarian I, sebagian besar wilayah Mimika hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Peluang terjadinya curah hujan di atas 100 milimeter hanya berkisar 10 hingga 20 persen, terutama di daerah pesisir dan dataran rendah. Wilayah dari Mimika Barat Jauh hingga Timur Jauh serta Distrik Jita juga memiliki kemungkinan yang sama, belum masuk kategori ekstrem. Ia menambahkan bahwa potensi hujan lebih tinggi justru terdeteksi di kawasan pegunungan Papua, seperti wilayah Kabupaten Puncak. Kondisi geografis dan kelembapan udara yang tinggi membuat daerah dataran tinggi lebih rentan mengalami curah hujan lebih deras dibandingkan wilayah perkotaan. Suhu di Mimika tetap stabil antara 23 hingga 30 derajat Celsius, hanya terasa lebih dingin pada malam dan dini hari. Meskipun risikonya kecil, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang beraktivitas di daerah pegunungan dan lokasi rawan perubahan cuaca. Warga di wilayah perkotaan tidak perlu panik, namun disarankan untuk terus memantau informasi resmi agar segera mengambil langkah antisipasi jika terjadi perubahan kondisi.     Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:33 WIT
Lewat Reses, Ardi S.T. Bawa Bantuan Pendidikan dan Pesan Pentingnya Keluarga Harmonis Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.IST., melaksanakan kegiatan Reses II Tahun 2026 yang digabungkan dengan penyerahan bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap I Tahun 2026, serta menggelar sesi diskusi dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional. Kegiatan yang mengusung tema “Keharmonisan Keluarga Turut Membentuk Karakter Anak Penerus Bangsa” ini berlangsung di Hotel Serayu Timika pada Sabtu (27/6/2026), dan dihadiri oleh jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Mimika, warga konstituen, orang tua siswa, serta para pelajar penerima manfaat. Dalam kesempatan itu, Ardi menyalurkan beasiswa PIP kepada sekitar 60 siswa dari total kuota 63 orang yang direkomendasikan Fraksi PKS bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Ia menjelaskan seluruh proses administrasi dan aktivasi rekening di Bank BRI telah selesai dilakukan.  “Penerima cukup membawa sertifikat beasiswa dan Kartu Keluarga ke bank untuk mencairkan dana,” ujarnya. Bantuan ini diharapkan meringankan biaya sekolah, seperti pembelian seragam, perlengkapan belajar, dan kebutuhan pendidikan lainnya, mengingat tahun ajaran baru segera dimulai. Penyaluran serupa juga diagendakan kembali pada Desember mendatang. Selain pendidikan, Ardi menyampaikan komitmen mendukung akses kesehatan. Ia mengungkapkan tahun sebelumnya telah membantu warga kurang mampu mengaktifkan dan membayar iuran BPJS Kesehatan. Untuk tahun ini, pihaknya masih menunggu kebijakan pusat, namun tetap berupaya agar warga berhak mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma. Ia juga mengimbau masyarakat rutin memeriksa status kepesertaan agar tidak terhambat saat membutuhkan pelayanan medis. Talk show Harganas menekankan peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak. Ardi menegaskan keberhasilan generasi muda tidak hanya bergantung pada sekolah, melainkan juga pada pola asuh, keteladanan, dan keharmonisan di rumah.  “Anak belajar dari apa yang dilihat dan dirasakan setiap hari, sehingga lingkungan keluarga yang baik menjadi kunci menciptakan pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:07 WIT
Konfercab KE-III DPC GMNI Timika, Tegaskan Pentingnya Persatuan dalam Regenerasi Kepemimpinan Papuanewsonline.com, Mimika — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Timika menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) III dengan mengusung tema "Melanjutkan Tongkat Estafet Kepemimpinan yang Progresif dan Revolusioner, Merawat Solidaritas, Membumikan Pancasila, dan Memenangkan Marhaen" di Mimika, Sabtu (27/6/2026).Ketua DPC GMNI Timika, Kristoforus Toffy, dalam sambutannya menegaskan bahwa sejak awal berdiri, GMNI merupakan organisasi kaderisasi yang berkomitmen mencetak kader-kader berkualitas."Sejak awal berdiri, GMNI adalah organisasi kaderisasi. Karena itu, di tengah berbagai tantangan zaman, kami tetap berkomitmen menjalankan proses pengkaderan agar lahir kader-kader yang memiliki semangat nasionalisme, intelektualitas, dan keberpihakan kepada rakyat," ujarnya.Ia mengatakan, Konferensi Cabang III merupakan momentum penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Menurutnya, berbagai dinamika yang muncul dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua cabang yang baru harus disikapi secara dewasa."Kita melaksanakan Musyawarah Cabang III. Apa pun dinamika yang akan terjadi dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua yang baru, saya berharap kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Berbeda pendapat adalah hal yang wajar dalam organisasi. Kita boleh beradu gagasan dan argumentasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu memecah persaudaraan kita sebagai keluarga besar GMNI," katanya.Kristoforus menegaskan bahwa persatuan menjadi modal utama bagi organisasi untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat."Kita harus ingat bahwa ketika kita terpecah, kita akan menjadi lemah. Sebaliknya, ketika kita bersatu, kita akan semakin kuat dalam memperjuangkan cita-cita organisasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan Kabupaten Mimika," Tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 28 Jun 2026, 09:25 WIT
Tukang Pangkas Rambut Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Diduga Karena Sakit Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria paruh baya bernama Bambang (55) ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kosnya di kawasan Pasar Minggu, SP 1, pada Kamis sore (25/6/2026). Kejadian ini dibenarkan oleh Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattinetta, saat dikonfirmasi pada malam harinya.Menurut keterangan yang diperoleh, peristiwa bermula ketika saksi bernama HFE mendatangi kamar korban sekitar pukul 17.30 WIT untuk mengajaknya menghadiri pengajian yasinan. Karena tidak ada jawaban, saksi pun meminta bantuan dua tetangga. Setelah mengintip lewat lubang ventilasi, mereka melihat korban terbaring tanpa sadar, lalu segera mendobrak pintu dan mendapati korban sudah meninggal.Bambang dikenal sebagai tukang pangkas rambut yang bekerja di wilayah SP 1. Ia tinggal sendiri di Timika, sementara istri dan anaknya menetap di Kabupaten Tumanggung. Terakhir kali ia terlihat bekerja adalah pada Rabu (24/6) sekitar pukul 12.00 WIT. Saksi lain menyebutkan bahwa pada sore harinya, korban sempat terlihat berbaring di Mushollah Al-Amin sambil mengeluhkan demam dan menggigil.Ia bahkan disarankan untuk segera berobat, namun belum sempat melakukannya sebelum ditemukan meninggal keesokan harinya. Berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian oleh tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, Bambang meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya. Penulis: Jid Editor: GF 27 Jun 2026, 03:39 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Rekomendasi Destinasi Wisata di Timika, Cocok untuk Liburan Panjang Papuanewsonline.com, Mimika – Menjelang masa liburan panjang, warga Timika dan sekitarnya kini memiliki beragam pilihan tempat rekreasi yang keindahannya tak kalah menarik dibandingkan daerah lain. Sebagai ibu kota Kabupaten Mimika, Timika memang dikenal sebagai kawasan industri dan jasa dengan kehadiran PT Freeport Indonesia, namun di balik itu tersimpan sejumlah daya tarik wisata alam, sejarah, budaya, hingga edukasi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi pencinta sejarah, Pantai Keakwa menjadi destinasi wajib. Situs ini menyimpan jejak Perang Dunia II dengan peninggalan seperti tank, pesawat tempur, meriam, dan mortar bekas tentara Amerika dan Jepang yang masih terawat baik. Selain nilai sejarahnya, pantai ini juga dikenal memiliki hasil laut yang melimpah. Sementara itu, Pantai Ipaya yang merupakan gabungan kawasan Ipiri, Paripi, dan Yaraya menawarkan hamparan pasir putih luas, serta kesempatan berkeliling laut atau memancing menggunakan perahu sewaan. Untuk rekreasi keluarga, tersedia sejumlah tempat seperti Waterboom SP 3 Park, Hokky Swimming Pool, dan Pemandian Pelangi Kilo 8 yang dilengkapi wahana air, fasilitas istirahat, serta tempat makan. Pilihan lain adalah Kali Kyura, yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari kota, cocok untuk bersantai di tengah suasana alami. Tak kalah istimewa, Taman Nasional Lorentz yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan flora, fauna, dan budaya yang masih alami. Bagi yang ingin menikmati pemandangan, Pantai Kampus Biru menawarkan air laut berwarna kebiruan dan ombak tenang, sangat pas untuk menyaksikan matahari terbenam. Sementara itu, kawasan Tambang Grasberg dan Kuala Kencana juga menjadi daya tarik tersendiri. Perlu diketahui, kedua lokasi ini dikelola secara ketat oleh PT Freeport Indonesia, sehingga kunjungan hanya dapat dilakukan dengan izin resmi dan pemeriksaan keamanan yang berlaku. Dengan beragam pilihan ini, liburan panjang di Timika tidak perlu pergi jauh. Setiap tempat memiliki keunikan tersendiri, mulai dari pesona alam, nilai sejarah, hingga pemandangan yang menenangkan. Pastikan untuk mematuhi aturan dan persyaratan kunjungan di setiap lokasi agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 16:27 WIT
Kepala Suku Dani Tingginambut Sosialisasikan PSN & Salurkan Sembako Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Kepala Suku Dani Distrik Tingginambut, Derinus Tabuni, menggelar sosialisasi penguatan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirangkai bakti sosial pembagian paket sembako kepada warga. Kegiatan berlangsung di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (25/6/2026).Kegiatan dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, aparatur distrik, serta ratusan warga dari berbagai kampung di Distrik Tingginambut. Derinus Tabuni bertindak sebagai pemateri sekaligus menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.Pesan Utama: PSN Dorong Pemerataan & Kesejahteraan Papua  Dalam sambutannya, Derinus Tabuni menyampaikan PSN adalah instrumen pemerintah untuk pemerataan pembangunan. "Proyek Strategis Nasional mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta membuka akses ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Papua," ujarnya.Ia menekankan keberhasilan PSN tidak hanya di tangan pemerintah. "Keberhasilan pelaksanaan PSN tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat," kata Derinus.Ajak Warga Paham Manfaat & Jaga Keamanan  Menurut Derinus, pemahaman manfaat pembangunan penting agar warga berperan aktif. "Diperlukan pemahaman yang baik mengenai manfaat pembangunan agar masyarakat dapat berperan dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung berbagai program pembangunan di Papua Tengah," tegasnya.Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan dirangkai pembagian paket sembako. "Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara tokoh adat dan masyarakat di Distrik Tingginambut," katanya.Respon Warga: Sambut Baik & Harap Dampak Nyata  Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Warga berharap program pembangunan pemerintah berdampak nyata pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya.Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Tidak ada insiden selama acara berlangsung. Aparat distrik turut hadir memantau jalannya kegiatan.Momentum Sinergi: Pemerintah-Tokoh Adat-Masyarakat  Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi. "Ini momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Papua Tengah," tutup Derinus Tabuni. Penulis: Hendrik Editor: GF 25 Jun 2026, 19:16 WIT
Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Mimika Tiba dengan Selamat Papuanewsonline.com, Mimika – Sebanyak 11 orang jamaah haji asal Kabupaten Mimika yang tergabung dalam Kloter 29 UPG-TIM tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (24/6/2026) pagi. Rombongan ini merupakan kelompok pertama yang kembali setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, terbang dari Makassar menggunakan pesawat Sriwijaya Air dan mendarat tepat pukul 07.05 WIT.Sebelumnya, proses penyambutan tahap awal telah digelar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar pada Selasa (23/6), menyambut total 392 jamaah dalam kloter yang sama. Setibanya di Timika, kedatangan mereka disambut secara resmi oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Mimika, dihadiri juga oleh keluarga, kerabat, serta tokoh agama seperti Habib Helmi Khalid Al Kaff dan Ustadz H. Abdul Karim.Mewakili panitia, dr. M. Bustaman menyampaikan bahwa proses penyambutan berjalan lancar dan tertib sesuai arahan Kantor Kementerian Agama Bidang Haji dan Umrah Mimika. Ia menjelaskan adanya kebijakan baru tahun ini, di mana peran panitia lebih difokuskan pada penerimaan di daerah asal, sementara jumlah petugas yang diberangkatkan ke tempat pemberangkatan dibatasi mengingat sistem transit yang diterapkan.Panitia juga mengapresiasi kesadaran keluarga penjemput yang tetap menjaga ketertiban dan mengikuti petunjuk di lingkungan bandara. Kepulangan rombongan ini menandai dimulainya tahap pemulangan seluruh jamaah haji asal Mimika tahun 2026. Penulis: Jid Editor: GF 24 Jun 2026, 18:17 WIT
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim, seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,” pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka, ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:46 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT