logo-website
Jumat, 01 Mei 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Berkas P-21, Polres Kepulauan Tanimbar Limpahkan Tersangka Pembunuhan ke JPU Papuanewsonline.com, Tanimbar – Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Penyidik Satuan Reserse Kriminal secara resmi melaksanakan tahap II, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti terkait tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian dan/ atau pembunuhan pada, Rabu (29/04/26) siang.Tersangka berinisial BERA bersama barang bukti diserahkan langsung kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Gedung Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar, setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak Kejaksaan. Hal ini berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan Nomor: B-836/Q.1.13/Eoh.1/04/2026 tertanggal 28 April 2026.Dalam proses penyerahan, penyidik menyertakan sejumlah barang bukti penting berupa 2 (dua) buah mata panah, 1 (satu) unit flasdisk dan 1 (satu) potong baju milik korban. Tersangka BERA diserahkan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, yang dikuatkan dengan penerbitan Surat Perintah Pengeluaran Penahanan serta Surat Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti.Sementara itu secara terpisah, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu RIVALDY SAID, S.H., M.H., dalam keterangannya mengungkapkan bahwa, penyerahan ini adalah merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam menegakkan hukum secara transparan dan akuntabel.“Hari ini Kami telah menyerahkan tersangka beserta barang bukti kepada pihak Kejaksaan setelah berkas perkara dinyatakan P-21. Kami pastikan seluruh proses penyidikan telah dilakukan secara transparan dan akuntabel guna memberikan kepastian hukum bagi semua pihak” jelas Kasat.Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis terkait penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang dan atau pembunuhan, sebagaimana dimaksud dalam rumusan, Primer Pasal 459 KUHP Jo Pasal 20 Huruf C KUHP, Subsider Pasal 458 ayat (1) KUHP Jo Pasal 20 Huruf C KUHP, atau kedua Primer Pasal 467 Ayat (3) KUHP Jo Pasal 20 Huruf C KUHP, Subsider Pasal 466 ayat (3) KUHP.Lebih lanjut Iptu RIVALDY menjelaskan bahwa, dengan dilakukannya penyerahan ini maka wewenang penahanan dan proses hukum selanjutnya beralih ke tangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk selanjutnya dapat segera disidangkan. Kasat Reskrim pun menyatakan komitmen Pihaknya untuk mengawal terus proses ini hingga putusan pengadilan inkrah.“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan serahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada pihak berwenang. Mari kita hormati proses peradilan yang akan segera berlangsung di pengadilan Negeri, tanpa mengambil tindakan yang dapat merugikan diri sendiri" tutup Kasat Reskrim. PNO-12 01 Mei 2026, 19:02 WIT
Gerak Cepat Polsek Tanimbar Utara Ringkus DPO Kasus Pencurian di Desa Ridool Papuanewsonline.com, Tanimbar – Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Jajaran Polsek Tanimbar Utara berhasil mengamankan Seorang Pria yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus pencurian. Penangkapan itu dilakukan di kediaman tersangka berinisial DS yang berlokasi di Jalan Poros Desa Ridool, Kecamatan Tanimbar Utara.Operasi penangkapan yang berlangsung pada, Senin (27/04/26) malam itu berawal dari informasi akurat yang dihimpun oleh Unit Intel Polsek Tanimbar Utara. Tim intelijen sebelumnya telah memantau dan menginformasikan keberadaan tersangka yang tengah berada di lokasi tersebut kepada Unit Operasional.Menindaklanjuti informasi tersebut, Personel Polsek Tanimbar Utara yang tergabung dalam Unit Operasional melakukan penyelidikan mendalam. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Tanimbar Utara, Iptu EVERARDUS FASSE didampingi Wakapolsek Tanimbar Utara, Ipda RAHMIN B.B., S.H., M.Si.Setibanya di lokasi, Petugas Kepolisian dengan segera melakukan pengepungan di sekitar lokasi kediaman tempat tinggal tersangka untuk menutup ruang gerak pelaku. Dalam aksi tersebut, tersangka akhirnya berhasil diringkus tanpa perlawanan pada kediamannya yang berlokasi di Jalan Poros Desa Ridool.Dalam keterangannya, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tanimbar Utara Iptu EVERARDUS FASSE menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah merupakan buah dari sinergi internal yang solid antara Unit Intelijen dan Unit Operasional yang secara jeli mendeteksi keberadaan tersangka. Hal ini juga berkat kerja sama yang baik dengan Masyarakat.“Keberhasilan penangkapan ini adalah merupakan bukti nyata kesiapsiagaan Personel Kami dalam menindaklanjuti setiap laporan dan informasi dari lapangan” pungkasnya.Lebih lanjut, Iptu EVER menjelaskan bahwa tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan, setelah Tim melakukan pengepungan di kediamannya berdasarkan informasi yang akurat dari Unit Intelijen. Tersangka diketahui terlibat dalam tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam laporan polisi nomor LP/B/16/IX/2025."Saat ini, tersangka DPO telah Kami amankan dan selanjutnya akan di limpahkan Rutan Polres Kepulauan Tanimbar untuk menjalani penahanan, serta dilakukan proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku” lanjut Kapolsek.Beliau pun mengimbau kepada seluruh elemen Masyarakat agar selalu waspada, serta jangan ragu untuk memberikan informasi sekecil apapun jika melihat aktivitas mencurigakan atau keberadaan pelaku kejahatan di lingkungannya. Menurutnya, kerja sama antara Polri dengan Masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.“Kami tidak akan segan-segan untuk melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang melanggar hukum” tegas Kapolsek. PNO-12 01 Mei 2026, 18:55 WIT
Aksi Damai Peringati May Day di Timika Jadi Momentum Teguhkan Papua dalam Bingkai NKRI Papuanewsonline.com, Timika – Barisan Merah Putih menggelar aksi damai di Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, pada Jumat (1/5/26). Kegiatan ini digelar khusus untuk memperingati momen bersejarah kembalinya Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ratusan peserta tampak bersemangat membawa bendera Merah Putih dan membentangkan pduk bertuliskan “1 Mei: Refleksikan Sejarah Papua Dalam Bingkai Indonesia” sebagai wujud kesetiaan dan kecintaan terhadap tanah air.Koordinator lapangan, Simon Haluk, menegaskan komitmen kuat masyarakat untuk senantiasa menjaga keutuhan bangsa. “Selama bendera Merah Putih berkibar di tanah ini, Papua tidak akan terpecah. NKRI adalah harga mati yang harus kita jaga bersama,” tegasnya. Ia juga mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan asal daerah seperti Silas Papare dan Marthen Indey, menegaskan bahwa penyatuan ini merupakan hasil pengorbanan, bukan semata-mata pemberian belas kasihan.Simon juga menyampaikan bahwa berbagai ketimpangan yang masih ada saat ini seharusnya menjadi alasan untuk bersatu membangun, bukan memisahkan diri. “Papua adalah Indonesia, dan Indonesia adalah Papua. Hal ini bukan sekadar ucapan, melainkan harus tertanam di hati dan diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari,” ujarnya.Kegiatan dilanjutkan dengan long march mengelilingi kawasan pusat kota sebelum kembali ke titik awal. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan kondusif, dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.Semoga semangat persatuan ini terus terjaga dan menjadi landasan kuat bagi kemajuan serta kesejahteraan seluruh rakyat Papua.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Mei 2026, 14:46 WIT
Yunus Wonda Diduga Jadi ATM Berjalan, Mahasiswa Jayabaya Siap Gelar Aksi Jilid Dua di Kejagung Papuanewsonline.com, Jayapura - Ratusan Mahsiswa dari Universitas Jayabaya akan kembali menggeruduk Gedung Kejaksaan Agung, pada Senin (4/5/2026) Mendatang. Aksi mahasiswa ini  untuk mendorong Institusi Kejaksaan dalam penanganan perkara mega korupsi dana PON Papua yang menyeret Yunus Wonda (Bupati Jayapura). Marero selaku Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa Jayabaya (LEMJ) menegaskan bahwa Kejaksaan Tinggi Papua sebagai pihak yang melaksanakan proses hukum perkara skandal korupsi tersebut, terkesan melindungi Yunus Wonda dan diduga menjadikanya sebagai ATM berjalan. "Dalam perkara ini terlihat sekali ada tebang pilih, bahkan ada yang dibinah dan ada yang dibinasakan, contoh sudah jelas keterlibatan Yunus Wonda yang saat ini sebagai Bupati Jayapura, tapi tak kunjung diadikan tersangka, padahal fakta persidangan dan sudah ada bukti pengembalian 15 Miliar oleh yang bersangkutan," ucap Marero melalui keterangan tertulis, yang diterima Jumat (1/5/2026). Marero menegaskan Lembaga Eksekutif Mahasiswa Jayabaya akan kembali menggelar aksi di Kejaksaan Agung untuk meminta Jaksa Agung ST. Burhanuddin mengundurkan diri, bila kasus ini tetap berjalan di tempat dan tidak ada kepastian hukum bagi publik. "Publik berhak untuk memperoleh informasi terkait penanganan perkara ini, dan ada alasan apa sehingga Kejaksaan Tinggi Papua belum menetapkan Yunus Wonda sebagai tersangka," Ujarnya. Kata Marero publik menduga Yunus Wonda sengaja dijadikan ATM berjalan oleh Kejaksaan Tinggi Papua, karena lambanya proses penegakan hukum kasus tersebut merupakan unsur yang disengaja. "Dalam satu perkara, harus menganut asas keadilan dan kepastian hukum, sehingga bila Yunus Wonda belum dijadikan tersangka, maka tidak ada keadilan dan tidak ada kepastian hukum dalam kasus ini," Tegasnya. Lanjut Marero dalam mega korupsi ini, beberapa pihak sudah jadi tersangka, terdakwa dan terpidana, namun Yunus Wonda masi bebas tak tersentu hukum. "Apakah ini yang disebut keadilan dan kepastian hukum yang sering didengung-dengungkan oleh ST Burhanudin sebagai Jaksa Agung," ucap Marero. Marero mengatakan untuk mendorong percepatan kasus tersebut maka pihaknya akan kembali menggelar aksi di Kejaksaan Agung. "Kami masi tetap dengan tuntutan Jaksa Agung ST Burhanudin segerah memeintahkan Kejati Papua menetapkan Yunus Wonda jadi tersangka," Tegasnya. Marero mengatakan keterlambatan pengumuman tersangka dalam babak kedua perkara korupsi dana PON Papua, menjadi tamparan keras bagi lembaga Kejaksaan Republik Indonesia dalam semangat pemberantasan korupsi. Marero mengakui bahwa secara konstruksi perkara korupsi dana PON Papua, sudah terungkap ke publik, dimana dalam fakta persidangan para terdakwa secara jelas dan terang benderang mengungkap peran keterlibatan Yunus Wonda dan Kenius Kogoya dalam penyalaguaan anggaran dana PON Papua. Sementara itu diketahui, pada tahun kemarin Penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua kembali membuka babak kedua dalam proses penegakan hukum perkara skandal Korupsi Dana PON XX Papua dengan memeriksa 12 orang sebagai saksi. Dari 12 orang saksi yang sudah diperiksa diantaranya, Yunus Wonda sebagai Pengguna Anggaran dan Kenius Kogoya sebagai Ketua KONI Papua. Skandal korupsi ini mengakibatkan kerugian negara 205 Miliar Rupiah. Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Papua Valery Dedy Sawaki, mengatakan terkait dengan penanganan perkara korupsi PON XX Papua yang disidik untuk part I atau babak pertama sudah disidangkan 4 orang terdakwa dan sudah vonis di Pengadilan Tipikor Jayapura. Dedi Sawaki menyatakan saat ini Kejati Papua masuk babak kedua dan sudah memeriksa 12 orang saksi termasuk Yunus Wonda dan Kenius Kogoya. Dedi menyebutkan untuk Yunus Wonda dan Kenius Kogoya baru satu kali dipanggil dan diperiksa sebagai saksi. Kata Dia, Dalam babak kedua proses penyidikan kasus ini, jumlah tersangka masih menunggu hasil pemeriksaan saksi.   Penulis: Hendrik Editor  : GF 01 Mei 2026, 13:52 WIT
Biaya Logistik Nasional Masih Tinggi, Kemenhub Pacu Integrasi Multimoda dan Digitalisasi Papuanewsonline.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) terus mendorong percepatan integrasi transportasi multimoda dan digitalisasi logistik nasional sebagai langkah strategis menekan biaya logistik Indonesia yang masih mencapai 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, Risal Wasal, saat menghadiri kegiatan Launching Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 di Westin Jakarta, Kamis (30/4/2026). Menurutnya, tingginya biaya logistik masih menjadi tantangan besar dalam meningkatkan daya saing nasional di tingkat global.“Biaya logistik kita masih relatif tinggi, dan ini menjadi tantangan utama bagi daya saing nasional. Karena itu, integrasi transportasi multimoda harus menjadi strategi utama dalam sistem distribusi barang,” ujar Risal.Ia menjelaskan, sektor transportasi dan pergudangan saat ini memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data terbaru, sektor tersebut berkontribusi sekitar 6,16 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan mencapai 8,98 persen pada triwulan IV tahun 2025, tertinggi dibandingkan sektor lainnya.Meski menunjukkan pertumbuhan positif, Risal mengakui masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu dibenahi. Mulai dari rendahnya integrasi antarwilayah, tingginya ketergantungan pada moda transportasi darat, hingga ketimpangan distribusi barang dan kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan.Menurutnya, penguatan sistem angkutan multimoda menjadi salah satu solusi utama untuk menjawab berbagai persoalan tersebut. Sistem ini dinilai mampu menghubungkan berbagai moda transportasi dalam satu layanan terpadu yang lebih efisien dan fleksibel.“Angkutan multimoda mampu mengintegrasikan berbagai moda transportasi dalam satu sistem layanan. Ini bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam pengiriman barang,” jelasnya.Risal menegaskan, penerapan sistem multimoda dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya dan waktu distribusi barang. Bahkan, pendekatan tersebut diproyeksikan mampu memangkas biaya logistik hingga 25 persen dan meningkatkan efisiensi waktu pengiriman sampai 30 persen.“Dengan pendekatan multimoda, kita bisa menurunkan biaya logistik hingga sekitar 25% dan meningkatkan efisiensi waktu pengiriman hingga 30%. Ini angka yang sangat signifikan untuk mendorong daya saing,” tegas Risal.Selain integrasi moda transportasi, pemerintah juga terus mempercepat transformasi digital di sektor logistik melalui implementasi National Logistic Ecosystem (NLE). Program ini disebut mampu meningkatkan efisiensi proses logistik antara 24,6 hingga 49,5 persen melalui penyederhanaan layanan dan integrasi data nasional.Di sisi lain, pemerintah turut memperkuat konektivitas logistik nasional melalui berbagai program strategis seperti Tol Laut dengan 41 trayek aktif, pengembangan angkutan kargo udara perintis, hingga integrasi jaringan logistik berbasis kereta api dan pelabuhan.Dalam kesempatan tersebut, Risal juga menyoroti pengembangan konsep layanan on call logistics yang dinilai relevan untuk menjawab tantangan distribusi di wilayah terpencil, kepulauan, dan kawasan 3TP seperti Papua dan Maluku.“Kita mulai mengarah pada sistem logistik yang lebih fleksibel melalui konsep on call, di mana layanan transportasi disediakan sesuai kebutuhan lokasi dan waktu. Ini penting untuk menjawab tantangan distribusi di wilayah seperti Maluku, Papua, dan daerah 3TP,” ujarnya.Ia menilai, transformasi logistik nasional tidak dapat dilakukan melalui langkah-langkah kecil semata, melainkan membutuhkan perubahan besar yang terintegrasi dari sisi transportasi, digitalisasi, hingga tata kelola data nasional.“Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan perbaikan incremental. Kita membutuhkan lompatan strategis melalui integrasi multimoda, digitalisasi menyeluruh, dan tata kelola data nasional untuk menurunkan biaya logistik menuju kisaran yang lebih kompetitif,” tegasnya.Risal juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem logistik nasional yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan transformasi logistik tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga keterlibatan dunia usaha dan asosiasi.“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kolaborasi dan inovasi agar sistem logistik nasional menjadi lebih efisien, andal, dan berdaya saing global,” tutup Risal. Kegiatan Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat integrasi transportasi multimoda sekaligus mempercepat transformasi logistik nasional di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi barang dan dinamika perdagangan global yang semakin kompetitif. (GF) 01 Mei 2026, 13:38 WIT
Pilihan Redaksi
Berkas P-21, Polres Kepulauan Tanimbar Limpahkan Tersangka Pembunuhan ke JPU Papuanewsonline.com, Tanimbar – Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Penyidik Satuan Reserse Kriminal secara resmi melaksanakan tahap II, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti terkait tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian dan/ atau pembunuhan pada, Rabu (29/04/26) siang.Tersangka berinisial BERA bersama barang bukti diserahkan langsung kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Gedung Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar, setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak Kejaksaan. Hal ini berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan Nomor: B-836/Q.1.13/Eoh.1/04/2026 tertanggal 28 April 2026.Dalam proses penyerahan, penyidik menyertakan sejumlah barang bukti penting berupa 2 (dua) buah mata panah, 1 (satu) unit flasdisk dan 1 (satu) potong baju milik korban. Tersangka BERA diserahkan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, yang dikuatkan dengan penerbitan Surat Perintah Pengeluaran Penahanan serta Surat Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti.Sementara itu secara terpisah, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu RIVALDY SAID, S.H., M.H., dalam keterangannya mengungkapkan bahwa, penyerahan ini adalah merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam menegakkan hukum secara transparan dan akuntabel.“Hari ini Kami telah menyerahkan tersangka beserta barang bukti kepada pihak Kejaksaan setelah berkas perkara dinyatakan P-21. Kami pastikan seluruh proses penyidikan telah dilakukan secara transparan dan akuntabel guna memberikan kepastian hukum bagi semua pihak” jelas Kasat.Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis terkait penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang dan atau pembunuhan, sebagaimana dimaksud dalam rumusan, Primer Pasal 459 KUHP Jo Pasal 20 Huruf C KUHP, Subsider Pasal 458 ayat (1) KUHP Jo Pasal 20 Huruf C KUHP, atau kedua Primer Pasal 467 Ayat (3) KUHP Jo Pasal 20 Huruf C KUHP, Subsider Pasal 466 ayat (3) KUHP.Lebih lanjut Iptu RIVALDY menjelaskan bahwa, dengan dilakukannya penyerahan ini maka wewenang penahanan dan proses hukum selanjutnya beralih ke tangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk selanjutnya dapat segera disidangkan. Kasat Reskrim pun menyatakan komitmen Pihaknya untuk mengawal terus proses ini hingga putusan pengadilan inkrah.“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan serahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada pihak berwenang. Mari kita hormati proses peradilan yang akan segera berlangsung di pengadilan Negeri, tanpa mengambil tindakan yang dapat merugikan diri sendiri" tutup Kasat Reskrim. PNO-12 01 Mei 2026, 19:02 WIT
Gerak Cepat Polsek Tanimbar Utara Ringkus DPO Kasus Pencurian di Desa Ridool Papuanewsonline.com, Tanimbar – Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Jajaran Polsek Tanimbar Utara berhasil mengamankan Seorang Pria yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus pencurian. Penangkapan itu dilakukan di kediaman tersangka berinisial DS yang berlokasi di Jalan Poros Desa Ridool, Kecamatan Tanimbar Utara.Operasi penangkapan yang berlangsung pada, Senin (27/04/26) malam itu berawal dari informasi akurat yang dihimpun oleh Unit Intel Polsek Tanimbar Utara. Tim intelijen sebelumnya telah memantau dan menginformasikan keberadaan tersangka yang tengah berada di lokasi tersebut kepada Unit Operasional.Menindaklanjuti informasi tersebut, Personel Polsek Tanimbar Utara yang tergabung dalam Unit Operasional melakukan penyelidikan mendalam. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Tanimbar Utara, Iptu EVERARDUS FASSE didampingi Wakapolsek Tanimbar Utara, Ipda RAHMIN B.B., S.H., M.Si.Setibanya di lokasi, Petugas Kepolisian dengan segera melakukan pengepungan di sekitar lokasi kediaman tempat tinggal tersangka untuk menutup ruang gerak pelaku. Dalam aksi tersebut, tersangka akhirnya berhasil diringkus tanpa perlawanan pada kediamannya yang berlokasi di Jalan Poros Desa Ridool.Dalam keterangannya, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tanimbar Utara Iptu EVERARDUS FASSE menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah merupakan buah dari sinergi internal yang solid antara Unit Intelijen dan Unit Operasional yang secara jeli mendeteksi keberadaan tersangka. Hal ini juga berkat kerja sama yang baik dengan Masyarakat.“Keberhasilan penangkapan ini adalah merupakan bukti nyata kesiapsiagaan Personel Kami dalam menindaklanjuti setiap laporan dan informasi dari lapangan” pungkasnya.Lebih lanjut, Iptu EVER menjelaskan bahwa tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan, setelah Tim melakukan pengepungan di kediamannya berdasarkan informasi yang akurat dari Unit Intelijen. Tersangka diketahui terlibat dalam tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam laporan polisi nomor LP/B/16/IX/2025."Saat ini, tersangka DPO telah Kami amankan dan selanjutnya akan di limpahkan Rutan Polres Kepulauan Tanimbar untuk menjalani penahanan, serta dilakukan proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku” lanjut Kapolsek.Beliau pun mengimbau kepada seluruh elemen Masyarakat agar selalu waspada, serta jangan ragu untuk memberikan informasi sekecil apapun jika melihat aktivitas mencurigakan atau keberadaan pelaku kejahatan di lingkungannya. Menurutnya, kerja sama antara Polri dengan Masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.“Kami tidak akan segan-segan untuk melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang melanggar hukum” tegas Kapolsek. PNO-12 01 Mei 2026, 18:55 WIT
Aksi Damai Peringati May Day di Timika Jadi Momentum Teguhkan Papua dalam Bingkai NKRI Papuanewsonline.com, Timika – Barisan Merah Putih menggelar aksi damai di Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, pada Jumat (1/5/26). Kegiatan ini digelar khusus untuk memperingati momen bersejarah kembalinya Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ratusan peserta tampak bersemangat membawa bendera Merah Putih dan membentangkan pduk bertuliskan “1 Mei: Refleksikan Sejarah Papua Dalam Bingkai Indonesia” sebagai wujud kesetiaan dan kecintaan terhadap tanah air.Koordinator lapangan, Simon Haluk, menegaskan komitmen kuat masyarakat untuk senantiasa menjaga keutuhan bangsa. “Selama bendera Merah Putih berkibar di tanah ini, Papua tidak akan terpecah. NKRI adalah harga mati yang harus kita jaga bersama,” tegasnya. Ia juga mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan asal daerah seperti Silas Papare dan Marthen Indey, menegaskan bahwa penyatuan ini merupakan hasil pengorbanan, bukan semata-mata pemberian belas kasihan.Simon juga menyampaikan bahwa berbagai ketimpangan yang masih ada saat ini seharusnya menjadi alasan untuk bersatu membangun, bukan memisahkan diri. “Papua adalah Indonesia, dan Indonesia adalah Papua. Hal ini bukan sekadar ucapan, melainkan harus tertanam di hati dan diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari,” ujarnya.Kegiatan dilanjutkan dengan long march mengelilingi kawasan pusat kota sebelum kembali ke titik awal. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan kondusif, dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.Semoga semangat persatuan ini terus terjaga dan menjadi landasan kuat bagi kemajuan serta kesejahteraan seluruh rakyat Papua.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Mei 2026, 14:46 WIT
Yunus Wonda Diduga Jadi ATM Berjalan, Mahasiswa Jayabaya Siap Gelar Aksi Jilid Dua di Kejagung Papuanewsonline.com, Jayapura - Ratusan Mahsiswa dari Universitas Jayabaya akan kembali menggeruduk Gedung Kejaksaan Agung, pada Senin (4/5/2026) Mendatang. Aksi mahasiswa ini  untuk mendorong Institusi Kejaksaan dalam penanganan perkara mega korupsi dana PON Papua yang menyeret Yunus Wonda (Bupati Jayapura). Marero selaku Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa Jayabaya (LEMJ) menegaskan bahwa Kejaksaan Tinggi Papua sebagai pihak yang melaksanakan proses hukum perkara skandal korupsi tersebut, terkesan melindungi Yunus Wonda dan diduga menjadikanya sebagai ATM berjalan. "Dalam perkara ini terlihat sekali ada tebang pilih, bahkan ada yang dibinah dan ada yang dibinasakan, contoh sudah jelas keterlibatan Yunus Wonda yang saat ini sebagai Bupati Jayapura, tapi tak kunjung diadikan tersangka, padahal fakta persidangan dan sudah ada bukti pengembalian 15 Miliar oleh yang bersangkutan," ucap Marero melalui keterangan tertulis, yang diterima Jumat (1/5/2026). Marero menegaskan Lembaga Eksekutif Mahasiswa Jayabaya akan kembali menggelar aksi di Kejaksaan Agung untuk meminta Jaksa Agung ST. Burhanuddin mengundurkan diri, bila kasus ini tetap berjalan di tempat dan tidak ada kepastian hukum bagi publik. "Publik berhak untuk memperoleh informasi terkait penanganan perkara ini, dan ada alasan apa sehingga Kejaksaan Tinggi Papua belum menetapkan Yunus Wonda sebagai tersangka," Ujarnya. Kata Marero publik menduga Yunus Wonda sengaja dijadikan ATM berjalan oleh Kejaksaan Tinggi Papua, karena lambanya proses penegakan hukum kasus tersebut merupakan unsur yang disengaja. "Dalam satu perkara, harus menganut asas keadilan dan kepastian hukum, sehingga bila Yunus Wonda belum dijadikan tersangka, maka tidak ada keadilan dan tidak ada kepastian hukum dalam kasus ini," Tegasnya. Lanjut Marero dalam mega korupsi ini, beberapa pihak sudah jadi tersangka, terdakwa dan terpidana, namun Yunus Wonda masi bebas tak tersentu hukum. "Apakah ini yang disebut keadilan dan kepastian hukum yang sering didengung-dengungkan oleh ST Burhanudin sebagai Jaksa Agung," ucap Marero. Marero mengatakan untuk mendorong percepatan kasus tersebut maka pihaknya akan kembali menggelar aksi di Kejaksaan Agung. "Kami masi tetap dengan tuntutan Jaksa Agung ST Burhanudin segerah memeintahkan Kejati Papua menetapkan Yunus Wonda jadi tersangka," Tegasnya. Marero mengatakan keterlambatan pengumuman tersangka dalam babak kedua perkara korupsi dana PON Papua, menjadi tamparan keras bagi lembaga Kejaksaan Republik Indonesia dalam semangat pemberantasan korupsi. Marero mengakui bahwa secara konstruksi perkara korupsi dana PON Papua, sudah terungkap ke publik, dimana dalam fakta persidangan para terdakwa secara jelas dan terang benderang mengungkap peran keterlibatan Yunus Wonda dan Kenius Kogoya dalam penyalaguaan anggaran dana PON Papua. Sementara itu diketahui, pada tahun kemarin Penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua kembali membuka babak kedua dalam proses penegakan hukum perkara skandal Korupsi Dana PON XX Papua dengan memeriksa 12 orang sebagai saksi. Dari 12 orang saksi yang sudah diperiksa diantaranya, Yunus Wonda sebagai Pengguna Anggaran dan Kenius Kogoya sebagai Ketua KONI Papua. Skandal korupsi ini mengakibatkan kerugian negara 205 Miliar Rupiah. Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Papua Valery Dedy Sawaki, mengatakan terkait dengan penanganan perkara korupsi PON XX Papua yang disidik untuk part I atau babak pertama sudah disidangkan 4 orang terdakwa dan sudah vonis di Pengadilan Tipikor Jayapura. Dedi Sawaki menyatakan saat ini Kejati Papua masuk babak kedua dan sudah memeriksa 12 orang saksi termasuk Yunus Wonda dan Kenius Kogoya. Dedi menyebutkan untuk Yunus Wonda dan Kenius Kogoya baru satu kali dipanggil dan diperiksa sebagai saksi. Kata Dia, Dalam babak kedua proses penyidikan kasus ini, jumlah tersangka masih menunggu hasil pemeriksaan saksi.   Penulis: Hendrik Editor  : GF 01 Mei 2026, 13:52 WIT
Biaya Logistik Nasional Masih Tinggi, Kemenhub Pacu Integrasi Multimoda dan Digitalisasi Papuanewsonline.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) terus mendorong percepatan integrasi transportasi multimoda dan digitalisasi logistik nasional sebagai langkah strategis menekan biaya logistik Indonesia yang masih mencapai 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, Risal Wasal, saat menghadiri kegiatan Launching Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 di Westin Jakarta, Kamis (30/4/2026). Menurutnya, tingginya biaya logistik masih menjadi tantangan besar dalam meningkatkan daya saing nasional di tingkat global.“Biaya logistik kita masih relatif tinggi, dan ini menjadi tantangan utama bagi daya saing nasional. Karena itu, integrasi transportasi multimoda harus menjadi strategi utama dalam sistem distribusi barang,” ujar Risal.Ia menjelaskan, sektor transportasi dan pergudangan saat ini memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data terbaru, sektor tersebut berkontribusi sekitar 6,16 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan mencapai 8,98 persen pada triwulan IV tahun 2025, tertinggi dibandingkan sektor lainnya.Meski menunjukkan pertumbuhan positif, Risal mengakui masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu dibenahi. Mulai dari rendahnya integrasi antarwilayah, tingginya ketergantungan pada moda transportasi darat, hingga ketimpangan distribusi barang dan kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan.Menurutnya, penguatan sistem angkutan multimoda menjadi salah satu solusi utama untuk menjawab berbagai persoalan tersebut. Sistem ini dinilai mampu menghubungkan berbagai moda transportasi dalam satu layanan terpadu yang lebih efisien dan fleksibel.“Angkutan multimoda mampu mengintegrasikan berbagai moda transportasi dalam satu sistem layanan. Ini bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam pengiriman barang,” jelasnya.Risal menegaskan, penerapan sistem multimoda dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya dan waktu distribusi barang. Bahkan, pendekatan tersebut diproyeksikan mampu memangkas biaya logistik hingga 25 persen dan meningkatkan efisiensi waktu pengiriman sampai 30 persen.“Dengan pendekatan multimoda, kita bisa menurunkan biaya logistik hingga sekitar 25% dan meningkatkan efisiensi waktu pengiriman hingga 30%. Ini angka yang sangat signifikan untuk mendorong daya saing,” tegas Risal.Selain integrasi moda transportasi, pemerintah juga terus mempercepat transformasi digital di sektor logistik melalui implementasi National Logistic Ecosystem (NLE). Program ini disebut mampu meningkatkan efisiensi proses logistik antara 24,6 hingga 49,5 persen melalui penyederhanaan layanan dan integrasi data nasional.Di sisi lain, pemerintah turut memperkuat konektivitas logistik nasional melalui berbagai program strategis seperti Tol Laut dengan 41 trayek aktif, pengembangan angkutan kargo udara perintis, hingga integrasi jaringan logistik berbasis kereta api dan pelabuhan.Dalam kesempatan tersebut, Risal juga menyoroti pengembangan konsep layanan on call logistics yang dinilai relevan untuk menjawab tantangan distribusi di wilayah terpencil, kepulauan, dan kawasan 3TP seperti Papua dan Maluku.“Kita mulai mengarah pada sistem logistik yang lebih fleksibel melalui konsep on call, di mana layanan transportasi disediakan sesuai kebutuhan lokasi dan waktu. Ini penting untuk menjawab tantangan distribusi di wilayah seperti Maluku, Papua, dan daerah 3TP,” ujarnya.Ia menilai, transformasi logistik nasional tidak dapat dilakukan melalui langkah-langkah kecil semata, melainkan membutuhkan perubahan besar yang terintegrasi dari sisi transportasi, digitalisasi, hingga tata kelola data nasional.“Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan perbaikan incremental. Kita membutuhkan lompatan strategis melalui integrasi multimoda, digitalisasi menyeluruh, dan tata kelola data nasional untuk menurunkan biaya logistik menuju kisaran yang lebih kompetitif,” tegasnya.Risal juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem logistik nasional yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan transformasi logistik tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga keterlibatan dunia usaha dan asosiasi.“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kolaborasi dan inovasi agar sistem logistik nasional menjadi lebih efisien, andal, dan berdaya saing global,” tutup Risal. Kegiatan Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat integrasi transportasi multimoda sekaligus mempercepat transformasi logistik nasional di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi barang dan dinamika perdagangan global yang semakin kompetitif. (GF) 01 Mei 2026, 13:38 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
AI Ignition Road to Timika, Dorong Kompetensi Generasi Muda Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah daerah Kabupaten Mimika mendukung kegiatan Artificial Intelligence Training: AI Ignition Road to Timika yang diselenggarakan pada Kamis, 30 April 2026. Pemerintah daerah mendukung kegiatan ini dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi era digital dengan tuntutan ketepatan dan kompetensi tinggi.Sambutan Bupati Mimika yang diwakili Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Pemerintah daerah menginginkan adanya hasil nyata dari setiap peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.“Pelatihan ini harus menghasilkan output yang jelas. Setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan peningkatan kompetensi, baik melalui karya, gagasan, maupun pemahaman yang dapat langsung diterapkan dalam tugas dan fungsi masing-masing,” ujarnya.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa implementasi pasca pelatihan menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini. Ilmu yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti inovasi pelayanan publik, peningkatan kinerja organisasi, serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam mendukung pembangunan daerah.Selain itu, penggunaan teknologi juga harus dibarengi dengan etika dan tanggung jawab. Kemajuan teknologi, menurutnya, harus sejalan dengan integritas agar tidak disalahgunakan.“Gunakan AI untuk hal-hal yang produktif, bermanfaat, serta tidak melanggar norma dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.Pemerintah daerah juga menaruh harapan besar kepada para peserta sebagai generasi yang akan menentukan arah kemajuan Mimika ke depan. Para peserta diminta memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal dan membuktikan bahwa pelatihan tersebut mampu memberikan dampak nyata.Dalam kesempatan itu, pemerintah turut menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting, terlebih karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di Papua.Kegiatan ini juga diharapkan menjadi peluang berharga, khususnya bagi generasi muda dan pelajar, untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi.Di akhir sambutannya, pemerintah berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik, memahami setiap materi yang diberikan, serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja. Penulis: Bim Editor: GF 30 Apr 2026, 19:39 WIT
Pelatihan AI di Mimika Jadi Langkah Awal Transformasi Digital Papua Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika menyatakan komitmennya dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis teknologi digital melalui dukungan terhadap penyelenggaraan pelatihan Artificial Intelligence (AI) Ignition Road to Timika. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers usai pembukaan kegiatan pada Kamis (30/4/2026).Perwakilan Pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten I Setda Ananias Faot, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang menyasar generasi muda dan pelaku usaha di daerah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkenalkan teknologi AI kepada masyarakat.“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Pelatihan ini sangat bermanfaat sebagai pintu masuk bagi masyarakat untuk memahami teknologi digital. Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan serupa ke depan,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi multipihak, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT Freeport Indonesia, serta mitra internasional.Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong transformasi pembangunan di Papua, mengingat keterbatasan yang dimiliki pemerintah.“Kegiatan ini bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan Papua yang cerdas, sehat, dan produktif. Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional, tetapi harus menggunakan pendekatan dan metode baru,” jelasnya.Velix juga menjelaskan bahwa keberadaan Komite Eksekutif Papua merupakan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Nomor 2 Tahun 2021, yang berfungsi mengoordinasikan dan menyinergikan program pembangunan di Papua, sekaligus menghindari ego sektoral antar lembaga.“Kami menggerakkan dua sayap, yakni percepatan pembangunan nasional dan penguatan otonomi khusus di Papua, agar program dan pendanaan dapat berjalan selaras,” tambahnya.Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat internasional dari Google sebagai nilai tambah dalam meningkatkan kompetensi mereka di bidang teknologi.Perwakilan PT Freeport Indonesia, Yoshua Gombo, Ph.D, turut menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM di Papua melalui berbagai program, termasuk pelatihan AI ini.“Kami percaya pembangunan Papua harus dilakukan secara kolaboratif. Pengembangan SDM menjadi sangat penting, terutama mengingat industri pertambangan memiliki masa operasi yang terbatas,” ujarnya.Ia menambahkan, pelatihan seperti ini diharapkan dapat mempersiapkan masyarakat agar memiliki kemampuan alternatif dalam mengembangkan potensi daerah di masa depan.“Ketika aktivitas tambang berakhir, masyarakat harus sudah siap dengan keterampilan lain. Karena itu, pelatihan AI menjadi sangat relevan untuk masa depan,” tutupnya.Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempercepat transformasi digital di Papua, sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi global. Penulis: Bim Editor: GF 30 Apr 2026, 19:34 WIT
Sd Negeri Inauga Sempan Barat Menyongsong Hardiknas 2026 Dengan Lomba Ekskul Papuanewsonline.com, Timika — Menyongsong Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, SD Negeri Inauga Sempan Barat menggelar berbagai perlombaan ekstrakurikuler yang melibatkan dewan guru, orang tua murid, dan siswa.Kepala sekolah SD Negeri Inauga Sempan Barat, Ibu Diana Domakubun, S.Pd., M.Pd., mengatakan lomba-lomba tersebut merupakan kegiatan ekskul yang selama ini dilaksanakan di sekolah. “Tiap tahun memang sekolah kami mengadakan perlombaan. Dan yang perlu dilombakan itu adalah kegiatan ekskul yang selama ini mereka ikuti,” ujar Ibu Diana Domakubun, pada media Papuanewsonline,com saat di di wawancarai Dalam menyongsong Hardiknas tahun ini, sekolah mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semua, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Menurut ibu Diana Domakubun, lomba ekskul digelar untuk membangkitkan semangat, minat, dan bakat siswa sesuai tema tersebut.“Supaya betul-betul membangkitkan semangat, minat, dan bakatnya sesuai dengan tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2026,” katanya.Ia menyebut partisipasi siswa dalam menyongsong Hardiknas kali ini cukup tinggi. “Jadi partisipasinya itu mereka semangat, aktif, ikut serta dalam kegiatan perlombaan ini untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat yang selama ini ada dalam diri siswa itu sendiri,” jelas Domakubun.Kegiatan menyongsong Hardiknas 2026 di SD Negeri Inauga Sempan Barat tidak hanya diikuti siswa, tetapi juga dimeriahkan oleh dewan guru dan orang tua murid. Penulis: Hendrik Editor: GF 30 Apr 2026, 15:19 WIT
Pemerintah Pastikan Negara Hadir untuk Korban Insiden KA Bekasi Timur Papuanewsonline.com, Bekasi — Pemerintah memastikan komitmennya untuk memberikan penanganan maksimal terhadap korban insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Dukungan tidak hanya difokuskan pada proses evakuasi dan perawatan korban, tetapi juga pendampingan bagi keluarga yang terdampak.Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat melakukan peninjauan kesiapan operasional Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan itu, Menhub menegaskan bahwa keselamatan dan penanganan korban menjadi prioritas utama pemerintah bersama seluruh pihak terkait.“Kami turut berduka cita kepada seluruh keluarga korban. Pemerintah memastikan tidak akan lepas tangan dalam penanganan ini, baik dari sisi perawatan di rumah sakit maupun dukungan melalui mekanisme asuransi,” ujar Menhub Dudy.Menurutnya, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan cepat dan tepat. Pendataan korban hingga penyaluran bantuan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.Menhub menjelaskan, PT Jasa Raharja sejak hari pertama telah dilibatkan dalam proses identifikasi dan pendataan korban kecelakaan. Seluruh mekanisme santunan akan diproses sesuai aturan yang berlaku agar keluarga korban dapat segera menerima haknya.“Sejak hari pertama, Jasa Raharja telah terlibat dalam proses identifikasi dan pendataan korban. Untuk mekanisme santunan, akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.Usai melakukan peninjauan di Bekasi Timur, Menhub Dudy turut melakukan uji coba jalur menggunakan kereta rel listrik (KRL) menuju Stasiun Cikarang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengecekan kesiapan operasional jalur yang sebelumnya terdampak insiden kecelakaan.Setibanya di Cikarang, Menhub melanjutkan agenda dengan mendatangi rumah salah satu korban meninggal dunia bernama Nurlaela. Dalam suasana penuh duka, Menhub menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga dan memastikan pemerintah hadir dalam proses pemulihan keluarga korban.Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut juga menyampaikan rasa duka cita mendalam. PT KAI, kata Bobby, memberikan santunan serta dukungan pendidikan bagi anak korban sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap keluarga yang ditinggalkan.“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Sebagai bentuk kepedulian, kami juga memberikan santunan serta beasiswa kepada putra dari salah satu korban,” ujar Bobby. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono bersama jajaran terkait lainnya. Pemerintah berharap seluruh proses penanganan korban dan pemulihan operasional transportasi dapat berjalan lancar sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali normal. (GF) 30 Apr 2026, 15:13 WIT
Longsor Lumpuhkan Waa-Banti, Warga Desak Solusi Nyata dan Kehidupan Layak Papuanewsonline.com, Mimika — Bencana longsor yang melanda Kampung Waa-Banti, Kabupaten Mimika, mengakibatkan lumpuhnya seluruh aktivitas masyarakat setempat. Akses jalan utama yang selama ini menjadi jalur vital kini terputus total, sehingga warga kesulitan memperoleh kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman.Menanggapi kondisi tersebut, Natalis Bugaleng menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus apresiasi terhadap langkah cepat yang telah dilakukan sejumlah pihak. “Kami sangat mengapresiasi tim kerja dari PTFI dan Pemerintah Daerah yang sudah langsung turun lapangan menyikapi situasi longsor yang terjadi di lembah Waa-Banti,” ujarnya.Meski demikian, ia menilai penanganan yang dilakukan harus lebih komprehensif dan berkelanjutan. “Kami berharap agar PTFI dan Pemerintah Daerah lebih serius melihat persoalan ini, untuk membenahi jalan, jembatan dan akses lainnya yang rusak,” tegasnya.Menurutnya, persoalan utama tidak hanya terletak pada longsor yang terjadi saat ini, tetapi juga pada kondisi geografis jalur utama yang dinilai tidak lagi layak. “Adapun jalan utama yang menjadi akses bagi masyarakat setempat adalah tempat yang sudah tidak layak untuk dibangun jalan utama, mengingat di tempat-tempat tersebut lereng jurang dan bekas aliran kali, sudah sering terjadi longsor dan jalan putus,” jelasnya.Ia pun mendorong adanya kajian teknis yang lebih mendalam sebelum pembangunan kembali dilakukan. “Di sarankan kepada tim kerja dan tim ahli PTFI agar mengkaji tempat-tempat tersebut layak untuk bangun jalan dan jembatan atau tidak,” tambahnya.Di luar persoalan infrastruktur, Natalis juga menyoroti kondisi lingkungan yang dinilai menjadi beban berat bagi masyarakat. “Terlepas dari situasi tersebut, persoalan besar yang sedang dialami oleh masyarakat setempat adalah mereka hidup dalam lingkungan yang penuh dengan limbah PTFI seperti rumah dibangun di pinggir kali limbah perusahaan, tempat berkebun, tempat dusun semuanya sudah kena limbah habis,” ungkapnya.Kondisi tersebut, lanjutnya, berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat yang semakin memprihatinkan. “Sehingga kehidupan masyarakat setempat sangat di prihatinkan, itu persoalan besar bagi PTFI dan pemerintah untuk memberikan kehidupan yang layak bagi warga masyarakat di kampung Waa-Banti,” katanya.Ia juga mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap masyarakat lokal yang terdampak langsung aktivitas industri. “Pertanyaan besar bagi PTFI saat ini adalah, sudahkah PTFI memberikan yang terbaik untuk masyarakat Waa-Banti yang sudah menjadi korban permanen atas keberadaan PTFI di kampung Waa-Banti?” tegasnya.Sebagai bentuk harapan, Natalis menekankan pentingnya kesetaraan dalam pembangunan dan kesejahteraan. “Saran saya untuk PTFI bahwa kehidupan masyarakat Waa-Banti sudah seharusnya layak seperti keluarga besar karyawan PTFI dalam lingkungan area perusahaan,” ujarnya.Ia menutup dengan kritik tajam terhadap ketimpangan yang dirasakan masyarakat. “Masyarakatnya di abaikan dan alamnya di keruk habis-habisan itu sama dengan mengabaikan MoU awal (kehidupan yang setara),” pungkasnya.Situasi di Waa-Banti saat ini menjadi pengingat penting bahwa pembangunan tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan keadilan sosial bagi masyarakat lokal yang terdampak langsung. Emas mereka, luka kami (GF) 29 Apr 2026, 19:04 WIT
Kampung Iwaka Terisolasi: Talut PUPR Sudah Jadi, Tapi Banjir Masih Mengancam Warga Papuanewsonline.com, Mimika — Jembatan di Kampung Iwaka yang dibangun Dinas PUPR Kabupaten Mimika tahun lalu kini sudah selesai. Namun warga masih terjebak dua persoalan besar: akses air bersih yang belum berfungsi dan banjir tahunan setiap Juni-Juli yang membuat kampung terisolasi.Jembatan PUPR Sudah Jadi, Warga Harap Akses Lancar  Jembatan dan Talut yang dibangun Dinas PUPR sejak tahun lalu kini telah berdiri di Kampung Iwaka. “Tahun kemarin dong buat,” kata warga saat diwawancarai (28/04/2026). Meski jembatan sudah jadi, warga berharap aksesnya bisa segera dimanfaatkan sepenuhnya untuk menghubungkan kampung dengan wilayah lain, terutama saat musim banjir.Air Bersih Mangkrak, Warga Masih Andalkan Air Hujan  Di sisi lain, proyek air bersih di samping sekolah yang dikerjakan pihak pusat belum bisa digunakan. Warga terpaksa tetap mengandalkan air hujan untuk kebutuhan minum sehari-hari, terutama saat musim kemarau. “Tapi air bersih belum jalan. Tidak berfungsi,” ujar warga.Banjir Juni-Juli Bikin Warga Tidur di Jalan  Keluhan paling berat datang dari banjir tahunan yang rutin terjadi setiap Juni-Juli. Air kali meluap hingga masuk ke rumah dan merendam hutan, membuat warga tidak bisa mencari sagu. Banjir berlangsung sekitar satu sampai dua minggu dan memaksa warga membuat tenda di jalan.  “Pada saat banjir kami mengungsi di jalan, bikin tenda di jalan, tidur juga di jalan,” kata warga kepada media papuanewsonline.com.Usulan Musrembang Belum Ditindaklanjuti  Warga mengaku sudah menyampaikan keluhan lewat Musrembang dari tingkat kampung ke distrik hingga kabupaten. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata dari pemerintah. “Barang yang pernah kita kasih masuk itu tidak pernah terjawab,” keluh warga. Kepala kampung juga sudah menyampaikan laporan, tetapi belum ada peninjauan langsung dari Pemkab Mimika. Dinas Sosial hanya pernah memberikan bantuan plastik saat banjir. Anggota DPRD juga disebut belum pernah turun ke Iwaka. “Anggota DPRD tidak pernah datang muncul di Iwaka ini,” kata warga.Tanggul Banjir Tidak Efektif  Tanggul yang dibangun di pinggir labuan untuk menahan banjir dinilai belum efektif. Warga masih menunggu apakah banjir Juni 2026 akan masuk ke pemukiman atau tidak. “Ini kita sekarang masih nunggu Juni-Juli ini, bulan besok ini. Kalau Juni-Juli entah dia tidak masuk atau masuk, nanti baru kita lihat,” ujarnya.Harapan Warga  Dengan jembatan PUPR yang sudah jadi, warga berharap Pemkab Mimika bisa segera menuntaskan masalah air bersih dan menyiapkan langkah penanggulangan banjir sebelum puncak Juni tiba. Mereka juga meminta Dinas terkait dan DPRD turun langsung ke Iwaka untuk melihat kondisi di lapangan.Hingga berita inirilis, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Mimika, Dinas PUPR, Dinas Sosial, maupun Inspektorat Kabupaten Mimika terkait kondisi di Kampung Iwaka. Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Apr 2026, 19:53 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Fatayat NU Papua Tengah Rayakan Harlah ke-76 Dengan Penuh Makna Papuanewsonline.com, Timika – Peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) wilayah Papua Tengah berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Acara yang digelar di Aula Cenderawasih, Hotel Serayu, Minggu (26/4/26), ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga momentum memperkuat peran sosial perempuan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.Ketua PW Fatayat NU Papua Tengah menegaskan, di usia yang ke-76, organisasi ini semakin menunjukkan eksistensinya sebagai wadah perempuan yang matang. "Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus bertumbuh, baik dalam pola pikir, manajemen organisasi, maupun dalam membina keluarga," ujarnya. Ia juga menekankan komitmen untuk terus berkontribusi nyata dan mendukung program-program positif di daerah.Selain kegiatan keagamaan berupa pengajian akbar yang menghadirkan penceramah Imam Mawardi Ma’sum, panitia juga memfasilitasi layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Berkat kerja sama dengan tim medis yang dipimpin dr. Diki Adrian, puluhan peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan, konsultasi, hingga pembagian obat-obatan secara cuma-cuma.Dalam tausiyahnya, Imam Mawardi mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa menjaga silaturahmi dan ukhuwah antar sesama, lintas suku dan agama. "Tanpa persaudaraan, sulit membangun daerah yang damai dan toleran," tegasnya. Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan dan mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan sosial dan keagamaan di Bumi Amungme dan Kamoro.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 27 Apr 2026, 09:06 WIT
Lomba Nyanyi “Mimika Rumah Kita” Semarakkan Peringatan Hari Pattimura ke-209 Papuanewsonline.com, Mimika — Lomba nyanyi tunggal bertajuk “Mimika Rumah Kita” digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Pattimura ke-209, dengan melibatkan peserta dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Mimika.Bupati Mimika yang diwakili Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menyampaikan apresiasi kepada panitia serta Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Kabupaten Mimika atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada IKEMAL Kabupaten Mimika bersama seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Pattimura tidak hanya sebatas mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan yang relevan hingga saat ini.“Peringatan ini bukan hanya mengenang sosok pahlawan, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, keberanian, persatuan, dan semangat pantang menyerah,” katanya.Lebih lanjut, ia menilai tema “Mimika Rumah Kita” mencerminkan realitas masyarakat Mimika yang majemuk, sehingga kebersamaan menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah.“Mimika adalah rumah bersama bagi kita semua, tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun latar belakang budaya. Kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga,” jelasnya.Ia pun berharap kegiatan lomba ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat di bidang seni, khususnya tarik suara.“Kami berharap dari kegiatan ini lahir talenta-talenta baru yang mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga hingga ke level yang lebih tinggi,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 26 Apr 2026, 00:15 WIT
HUT ke-6 KKS Mimika: Diana Domakubun Dilantik, Tegaskan Visi Hidup Mengandalkan Tuhan Papuanewsonline.com, Timika - Kerukunan Keluarga Sather (KKS) Kabupaten Mimika menggelar ibadah syukur peringatan HUT ke-6 sekaligus pelantikan Ketua KKS periode 2025-2030, Ibu Diana Domakubun, S.Pd., M.Pd. di Jalan Gaharu, Kamis 17 April 2026.Ibadah syukuran dipimpin langsung oleh Pendeta S. Marani dengan tema “Bersyukur kepada Tuhan, Sebab Ia Baik” [Mazmur 107:1]. Sub temanya: “Melalui HUT KKS ke-6 Tahun Kita Saling Bergandengan Tangan Mewujudkan Kebersamaan yang Solid, Harmonis dan Tetap Bersyukur dalam Menghadapi Tantangan.”Visi-Misi: Hidup Mengandalkan Tuhan & Berkarakter BaikDalam wawancara, Ketua KKS terpilih Diana Domakubun menyampaikan visi yang ia usung sejak sebelum pemilihan 12 Mei 2025 lalu.“Visi saya adalah hidup kita itu hidup yang mengandalkan Tuhan. Spiritual kita dibangun melalui ibadah-ibadah yang sudah dijadwalkan bidang keagamaan,” kata Diana.Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun karakter. “Karakter kita harus baik, baik di lingkungan masyarakat maupun keluarga. Dimanapun kita berada, kita tunjukkan bahwa kita anak-anak yang punya karakter baik. Tidak perlu membuat hura-hara atau konflik, tapi terus membangun persatuan dan kesatuan,” ujarnya tegas.Diana terpilih sebagai Ketua KKS periode ke-6 setelah mengungguli empat kandidat lainnya dalam pemilihan 12 Mei 2025. Ia akan memimpin KKS Mimika untuk periode 2025-2030.Harapan: KKS Jadi Berkat di Tengah Masyarakat MajemukMantan Ketua KKS ke-2, Pendeta S. Marani, berharap kepemimpinan Diana dapat menyatukan seluruh anggota KKS di Mimika.“Harapan saya ke depan supaya persekutuan ini harus bersatu sesuai firman Tuhan, supaya ke depan persekutuan ini bisa jadi berkat,” katanya.Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dan kerja sama seluruh keluarga besar Sather. “Mesti ada topangan, ada kerja sama yang baik dari KKS yang ada di Kabupaten. Dukungan keluarga besar Sather supaya mereka saling menghargai.”Pendeta Marani mengakui ada tantangan di kepemimpinan sebelumnya. “Waktu ketua keluar ada banyak kritik, mereka tidak mau ikut ibadah. Padahal persekutuan ini penting. Kita hidup ini tidak seperti batu, nanti sebentar kita mati. Tujuan persekutuan dibuat untuk merangkul kita menjadi satu, satu pikiran, satu pendapat untuk menjalankan keperluan bersama,” ungkapnya.Pesan Penutup: Bersatu dan Melayani TuhanDiana menutup pesannya dengan ajakan persatuan. “Pesan saya, Kerukunan Keluarga Sather Kabupaten Mimika bersatu, bergandengan tangan, melayani Tuhan. Baik tutur kata, sikap, dan penampilan harus bersama.”KKS Mimika merupakan salah satu kerukunan keluarga besar yang ada di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Penulis: Hendrik Editor: GF 18 Apr 2026, 08:14 WIT
Halalbihalal dan Hari Kartini, DWP Perkuat Silaturahmi serta Teguhkan Peran Perempuan Indonesia Papuanewsonline.com, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa, Selasa (15/4/2026).Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan ini menghadirkan Ustad Maulana sebagai penceramah utama. Tausiah yang disampaikan menjadi penguat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat perempuan Indonesia untuk terus berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.Sebelum tausiah dimulai, acara diawali dengan sambutan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Ida Rachmawati Budi Sadikin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa semangat Halalbihalal dan Hari Kartini menjadi pengingat penting bagi seluruh anggota untuk menjaga persatuan dan memperluas kontribusi perempuan.“Momentum ini menjadi saat yang tepat untuk mempererat kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan meneladani semangat Kartini yang terus relevan hingga saat ini,” ujarnya.Senada dengan itu, Ketua DWP Kemenko Kumham Imipas, Nova R Andika Dwi Prasetya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus berkarya serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.“Semangat Kartini harus terus hidup melalui karya nyata, kepedulian sosial, dan kontribusi perempuan dalam mendukung pembangunan bangsa,” kata Nova.Usai tausiah yang disampaikan Ustad Maulana, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pengurus DWP kementerian yang telah melaksanakan program DWP Mengajar. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam bidang pendidikan serta pemberdayaan masyarakat.Suasana semakin semarak saat rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh anggota Dharma Wanita Persatuan. Penampilan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menunjukkan kreativitas dan ekspresi seni perempuan Indonesia dalam memaknai perjuangan Kartini di era modern.Dari Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, turut hadir Ketua DWP Kemenko Kumham Imipas Nova R Andika Dwi Prasetya, Sekretaris DWP Kemenko Kumham Imipas Nur Azizah, serta anggota DWP Kemenko Kumham Imipas Dhita Bramastyo. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan terhadap penguatan sinergi dan solidaritas antaranggota Dharma Wanita Persatuan.Melalui kegiatan ini, DWP berharap semangat silaturahmi, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan terus tumbuh sebagai fondasi penting dalam mendukung pembangunan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan. (GF) 16 Apr 2026, 16:57 WIT
Cagar Budaya di Tengah Ancaman Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Perlindungan Warisan Bangsa Papuanewsonline.com, Jakarta – Ancaman bencana alam di Indonesia tidak hanya berdampak pada keselamatan manusia, tetapi juga terus mengintai keberadaan warisan sejarah bangsa. Persoalan ini menjadi sorotan utama dalam seminar nasional bertajuk “Cagar Budaya yang Tangguh Bencana Berkelanjutan” yang digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (14/4/2026), dengan menghadirkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai narasumber utama.Dalam kegiatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa dampak bencana harus dilihat secara lebih luas, termasuk terhadap sistem kehidupan dan nilai-nilai sejarah yang melekat pada situs budaya. “Cagar budaya merupakan bagian dari sistem kehidupan yang juga rentan terdampak bencana,” ujarnya saat membuka seminar.Indonesia, lanjutnya, menghadapi tantangan besar karena berada di wilayah rawan bencana, namun di sisi lain memiliki kekayaan warisan budaya yang sangat besar. Kondisi ini menjadikan perlindungan situs budaya sebagai agenda penting yang tidak dapat dipisahkan dari upaya mitigasi bencana nasional.Data BNPB mencatat hingga 13 April 2026 telah terjadi sebanyak 748 kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia, yang mayoritas didominasi banjir dan cuaca ekstrem. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa ancaman tersebut dapat menyebabkan kerusakan serius bahkan menghilangkan jejak sejarah bangsa. “Cagar budaya berisiko rusak atau hilang akibat bencana atau perang,” tegasnya.Ia menjelaskan, sejumlah kejadian di masa lalu menjadi bukti nyata besarnya risiko tersebut. Tsunami Aceh tahun 2004 misalnya, menghancurkan lebih dari 50 situs budaya. Sementara gempa Yogyakarta tahun 2006 menyebabkan kerusakan pada struktur Candi Borobudur dan Prambanan. Tidak hanya itu, banjir dan longsor pada November 2025 juga tercatat merusak puluhan situs bersejarah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Menurut Abdul Muhari, perlindungan cagar budaya tidak cukup hanya dilakukan secara fisik. Situs sejarah, manuskrip kuno, dan artefak juga perlu dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran untuk memahami pola kebencanaan di masa lalu. Pengetahuan yang tersimpan dalam warisan budaya dinilai dapat menjadi referensi penting dalam membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.BNPB juga menilai Indonesia perlu belajar dari pengalaman negara lain, salah satunya Jepang. Pasca tsunami Tohoku 2011, Jepang dinilai berhasil melakukan pemulihan situs budaya secara cepat dan sistematis melalui kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, serta dukungan anggaran yang memadai. Konsep build back better menjadi salah satu pendekatan yang dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia.Sebagai langkah ke depan, BNPB mendorong transformasi pengelolaan cagar budaya yang lebih adaptif dan berbasis mitigasi risiko. Pemanfaatan teknologi seperti InaRISK disebut menjadi kunci integrasi data bahaya, kerentanan, dan kapasitas dalam satu platform yang terukur. Dengan demikian, perlindungan warisan budaya tidak lagi bersifat reaktif, melainkan menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan nasional.“Pada akhirnya, cagar budaya bukan sekedar peninggalan masa lalu. Ia adalah identitas bangsa dan memori kolektif yang harus dijaga. Melindunginya dari ancaman bencana bukan hanya soal kebijakan, melainkan tanggung jawab bersama,” tutup Abdul Muhari. (GF)  16 Apr 2026, 00:32 WIT
Dewan Adat Mimika Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi Wilayah Meepago Pada Mei 2026 Papuanewsonline.com, Mimika – Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Vinsent Oniyoma, Dewan Adat Daerah Mimika Papua Tengah kini tengah gencar melakukan persiapan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Dewan Adat Papua wilayah Meepago. Acara akbar yang sangat dinantikan ini dijadwalkan akan digelar di Timika pada bulan Mei 2026 mendatang.Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen para pemimpin adat dalam menjaga dan memajukan kearifan lokal di tengah dinamika pembangunan zaman sekarang. Pertemuan strategis ini mengusung agenda utama yang sangat krusial, yaitu melakukan revitalisasi serta pembenahan menyeluruh terhadap struktur masyarakat adat yang selama ini dianggap belum berjalan maksimal atau vakum. "Inti dari kegiatan ini adalah memperbaiki dan menghidupkan kembali struktur adat," tegas Vinsent Oniyoma. Ia menjelaskan bahwa upaya pembenahan akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, mulai dari tingkat kampung, suku, hingga level daerah, agar peran dan fungsi lembaga adat dapat kembali berjalan optimal dan efektif.Selain melakukan perbaikan internal, konferensi ini juga menjadi momentum penting untuk mempertegas kembali berbagai pernyataan dan komitmen yang sebelumnya telah disampaikan oleh Ketua DAP wilayah Meepago pada pertemuan di Jayapura tanggal 7-8 April lalu. Hal ini dilakukan demi memperkuat pondasi serta mempertegas posisi masyarakat adat dalam pembangunan daerah. Diharapkan, dari forum ini akan lahir berbagai keputusan strategis yang menjadi landasan kuat bagi pembangunan berkelanjutan serta perlindungan hak-hak ulayat dan masyarakat adat di seluruh wilayah Meepago.Guna menyukseskan agenda besar ini, seluruh elemen masyarakat adat kini mulai melakukan konsolidasi di berbagai tingkatan.Mulai dari lingkup suku, organisasi, hingga institusi terkait, semuanya bersatu padu memberikan pemahaman dan edukasi yang baik kepada seluruh warga. Sinergi dan kesatuan visi ini diharapkan mampu membawa hasil terbaik demi masa depan yang lebih terhormat dan sejahtera bagi generasi adat di Papua Tengah.  Penulis: Jid Editor: GF 16 Apr 2026, 00:22 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT