logo-website
Senin, 24 Agu 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Aliansi Pengusaha OAP Mimika Apresiasi Pemda, Tetap Kawal Implementasi Perpres 108 Tahun 2025 Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Mimika menyampaikan apresiasi kepada Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong atas keterbukaan pemerintah daerah dalam menerima aspirasi pengusaha OAP terkait keterlibatan mereka dalam pembangunan daerah.Ketua Aliansi Peduli Pengusaha OAP Mimika, Emus Kogoya, didampingi Sekretaris Andarias Lemauk dan anggota Faya Naa, menilai komunikasi yang dibangun pemerintah daerah bersama pelaku usaha OAP merupakan langkah positif menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.Emus mengatakan, perhatian pemerintah daerah terhadap aspirasi pengusaha OAP menunjukkan adanya komitmen untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi Orang Asli Papua dalam proses pembangunan di Kabupaten Mimika.“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang telah mendengar aspirasi kami. Ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah terhadap keberadaan pengusaha Orang Asli Papua di Kabupaten Mimika,” ujar Emus.Aliansi juga menyambut baik pernyataan Bupati Mimika yang mendorong pengusaha OAP menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton. Menurut mereka, hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha Papua untuk meningkatkan kapasitas dan kontribusinya.Meski demikian, Aliansi menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tersebut tidak berhenti pada komunikasi dengan pemerintah. Mereka menyatakan akan terus mengawal agar tuntutan dan harapan pengusaha OAP diwujudkan dalam kebijakan serta implementasi yang nyata.Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah penerapan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dalam rangka Percepatan Pembangunan di Papua.Menurut Aliansi, regulasi tersebut menjadi landasan penting dalam memberikan ruang dan afirmasi kepada pengusaha OAP untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan di Tanah Papua.“Aliansi tetap akan mengawal aspirasi pengusaha OAP. Apa yang menjadi tuntutan kami bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, tetapi bagaimana kebijakan afirmasi bagi Orang Asli Papua benar-benar berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Andarias Lemauk.Aliansi menilai pengusaha OAP memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan apabila diberikan kesempatan yang adil serta didukung dengan kebijakan yang sesuai dengan semangat afirmasi pemerintah.Faya Naa mengatakan pihaknya ingin membangun hubungan kemitraan dengan pemerintah daerah sekaligus memastikan hak dan ruang bagi pengusaha OAP tetap mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan pembangunan.“Kami ingin menjadi mitra pemerintah dalam membangun Mimika. Kami mendukung program pemerintah daerah, tetapi kami juga memastikan bahwa hak dan ruang bagi pengusaha OAP tetap diperhatikan,” kata Faya.Aliansi Peduli Pengusaha OAP Mimika berharap implementasi Perpres Nomor 108 Tahun 2025 dapat dilakukan secara transparan, konsisten, dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha asli Papua di Kabupaten Mimika.Mereka meyakini sinergi antara pemerintah daerah dan pengusaha OAP dapat memperkuat pembangunan Mimika dengan menempatkan masyarakat asli Papua sebagai bagian penting dalam proses pembangunan daerah.“Perjuangan kami adalah perjuangan bersama untuk masa depan pengusaha OAP di Mimika. Kami tetap menghargai pemerintah daerah, menjaga komunikasi, dan akan terus mengawal setiap aspirasi sampai ada perubahan nyata,” tutup Emus Kogoya.Editor: OF 23 Agu 2026, 19:53 WIT
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Bertanggung Jawab Atas Pembakaran Dapur MBG Di Wamena Papuanewsonline.com, Wamena – Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Komando Daerah Operasi XVI Yahukimo atau TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengaku bertanggung jawab atas peristiwa pembakaran di Kota Wamena.Pengakuan itu disampaikan melalui Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterima redaksi, Minggu 23 Agustus 2026. Rilis tersebut ditandatangani Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom dan Komandan Operasi Umum Mayjen Lekagak Telenggen.Dalam siaran pers disebutkan, peristiwa terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 03.50 WIT di Jalan Bhayangkara Atas, Kota Wamena. Lokasi yang disebut dalam rilis adalah dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan sejumlah fasilitas."Pembakaran tersebut dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo atas perintah Mackar Sobolim dan Lampion Heluka. Oleh sebab itu, disampaikan kepada aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan penangkapan dan penembakan sewenang-wenangnya terhadap warga sipil. Aksi ini kami yang lakukan dan siap bertanggung jawab," tulis rilis tersebut.Dalam rilis yang sama, TPNPB juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya anak sekolah, balita, dan ibu hamil untuk tidak mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis. TPNPB dalam pernyataannya menuduh adanya keterlibatan aparat dalam program MBG dan menyampaikan kekhawatiran terkait keamanan pangan. "Program MBG ada keterlibatan langsung oleh aparat militer Indonesia dalam menyediakan makanan bagi orang Papua," demikian dikutip dari rilis.Lebih lanjut dalam rilis, TPNPB juga menyampaikan pernyataan terkait potensi bahaya dan mengajak masyarakat untuk kembali berkebun serta "bersatu merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961".Program Makanan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah pusat yang juga dilaksanakan di Kabupaten Jayawijaya. Hingga berita ini ditayangkan, pihak Polres Jayawijaya, Kodim 1702/Jayawijaya, dan pihak pengelola MBG wilayah Wamena belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa yang diklaim TPNPB tersebut.Catatan Redaksi: Berita ini berdasarkan Siaran Pers TPNPB tertanggal 23 Agustus 2026. Klaim dan tuduhan yang disampaikan dalam rilis belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak terkait.Penulis: HendrikEditor: OF 23 Agu 2026, 16:21 WIT
Dr. Socratez Yoman Tegaskan Posisi: Dukung Pemulihan Kemerdekaan Papua Barat 1 Desember 1961 Papuanewsonline.com, Jayapura — Tokoh Gereja dan tokoh masyarakat Papua Barat, Dr. A.G. Socratez Yoman, menyampaikan pernyataan sikapnya secara terbuka sebagai gembala dan guru bangsa. Dalam pandangannya, Organisasi Papua Merdeka (OPM) melahirkan ULMWP, dan ULMWP selanjutnya melahirkan gagasan Negara Hijau atau Green State serta Pemerintahan Sementara Papua Barat. Langkah yang dipimpin oleh Benny Wenda dengan mendeklarasikan Pemerintahan Sementara pada 1 Desember 2020 di Oxford, Inggris, dinilai sebagai kemajuan yang membuka mata dunia internasional terhadap hak kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Papua Barat sejak 1 Desember 1961.Pernyataan ini didasari sejumlah landasan sejarah dan keputusan rakyat yang telah berulang kali disampaikan dalam berbagai musyawarah besar. (22/8/26) Termasuk di antaranya pengakuan keberadaan alat kelengkapan negara Papua Barat pada 1961, kehendak pemulihan status semula dari perwakilan rakyat pada tahun 1999, hingga keputusan-keputusan Musyawarah Besar dan Kongres Rakyat Papua Barat yang menegaskan kemerdekaan Papua Barat sejak 1 Desember 1961. Berbagai keputusan itu menurut beliau menjadi dasar yang kuat dan tak dapat dipisahkan dari perjuangan rakyat Papua Barat.Dr. Yoman menegaskan dukungannya kepada Pemerintahan Sementara ULMWP, visi Negara Hijau, serta upaya diplomasi yang sedang diperjuangkan. Ia juga menyatakan dukungannya kepada berbagai kelompok perjuangan di dalam maupun luar negeri, dan berharap seluruh elemen bersatu dalam rumah bersama ULMWP. Setiap pihak diharapkan saling melengkapi peran dan tugas untuk meraih kembali hak kemerdekaan yang dianeksasi secara paksa pada 19 Desember 1961 melalui Maklumat Trikora.Ia mengingatkan pula bahwa semangat kemerdekaan itu sendiri sejatinya sejalan dengan prinsip universal yang menyatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa.Oleh karena itu, menjaga, merawat, dan memperjuangkan pemulihan Hari Kemerdekaan Nasional 1 Desember 1961 menjadi amanat yang harus terus diperjuangkan dengan penuh kesabaran, keteguhan hati, dan kebijaksanaan di tengah dinamika yang terus berkembang.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 10:13 WIT
Panglima TNI Dampingi Presiden Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat Papuanewsonline.com, Kubu Raya — Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal TNI Agus Subiyanto, mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat pada Sabtu (22/8/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terpadu, dan efektif di lapangan, serta melihat langsung kondisi yang dihadapi masyarakat dan petugas yang bertugas.Presiden Prabowo menerima pemaparan terkini situasi kebakaran sekaligus meninjau pelaksanaan operasi pemadaman di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Berdasarkan laporan yang disampaikan, setidaknya tiga wilayah menjadi fokus utama penanganan saat ini, yaitu Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara. Langkah peninjauan ini menjadi bukti perhatian serius pimpinan tertinggi negara terhadap dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan karhutla.Panglima TNI memastikan kesiapan segenap unsur TNI dalam mendukung penuh penanganan bencana. Personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman, deteksi dini titik panas, pemantauan perkembangan situasi, hingga operasi terpadu bersama instansi terkait. Kehadiran Panglima TNI mendampingi Presiden sekaligus menegaskan komitmen TNI agar setiap arahan pemerintah dapat dilaksanakan secara optimal dan menyeluruh di lapangan.TNI juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh komponen masyarakat guna mempercepat penanganan, mencegah api meluas, melindungi warga, dan menjaga kelestarian lingkungan. Setiap langkah diambil dengan mengutamakan kesiapsiagaan dan kecepatan respons, sehingga setiap perkembangan situasi dapat segera diantisipasi dan ditangani secara tepat sasaran.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 10:10 WIT
Prajurit Yonif 18 Marinir Turun Langsung Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Papuanewsonline.com, Tarakan — Prajurit Batalyon Infanteri 18 Marinir bergerak cepat membantu upaya pemadaman kebakaran hutan yang melanda wilayah RT. 08 Kelurahan Pantai Amal Baru, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Sabtu (22/8/2026). Langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian tulus dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan dari kerusakan yang lebih luas. Kehadiran para prajurit di tengah warga menjadi bukti nyata bahwa TNI senantiasa hadir di saat-saat masyarakat membutuhkan.Bersama unsur terkait lainnya, para prajurit segera menuju lokasi kebakaran untuk ikut serta memadamkan dan mengendalikan kobaran api. Dengan tetap mengutamakan keselamatan diri serta menjaga koordinasi yang baik di lapangan, mereka berjuang mencegah agar api tidak terus meluas dan merambah ke area pemukiman maupun hutan di sekitarnya. Setiap langkah diambil dengan hati-hati menyesuaikan kondisi medan yang sulit sekaligus memanfaatkan segenap peralatan yang tersedia secara maksimal.Setelah api berhasil dikuasai, para prajurit pun melakukan pendinginan di sejumlah titik yang masih berpotensi menyala kembali. Langkah ini sangat penting guna memastikan tidak ada sisa bara api yang kelak berkobar lagi dan menimbulkan bencana susulan. Ketelitian dan kesabaran dalam tahap ini menjadi kunci agar kebakaran benar-benar padam sepenuhnya dan warga dapat kembali merasa tenang.Komandan Batalyon Infanteri 18 Marinir, Letkol Marinir Irman Ali R. Polanunu., M.Tr.Opsla., CBEI., menyampaikan bahwa keterlibatan prajurit dalam penanganan kebakaran merupakan wujud nyata komitmen satuan. Seluruh personel senantiasa siap hadir dan membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Pengabdian kepada negara dan rakyat, tegasnya, tidak hanya di medan tugas, tetapi juga dalam setiap peristiwa yang menyangkut keselamatan warga dan lingkungan tempat tinggal kita bersama.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 10:07 WIT
Kogabwilhan III Terbangkan Dua Helikopter, Salurkan Bantuan Pangan bagi Ratusan Pengungsi Jila Papuanewsonline.com, Mimika — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan bagi sekitar 500 warga dari sembilan kampung di Distrik Jila, Papua Tengah. Bantuan ini dikirim menyusul kondisi sulit yang melanda masyarakat pasca serangan dan penculikan warga sipil yang dilakukan kelompok bersenjata beberapa hari sebelumnya. Dua helikopter TNI Angkatan Udara diterbangkan menuju Distrik Jila dan Kampung Bunaraugin, Kabupaten Mimika, yang menjadi titik utama pengungsian warga.Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, secara langsung memeriksa kesiapan bahan makanan sebelum dikirimkan. Ia menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar urusan pangan, melainkan wujud nyata kehadiran negara agar masyarakat tidak merasa sendirian di tengah kesulitan. “Bahan makanan ini terlihat sederhana, namun bagi mereka yang sedang kekurangan, inilah yang paling dibutuhkan. Kepedulian kita, sekecil apa pun, akan memberi harapan dan semangat bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Letjen Lucky.Sesampainya di lokasi, bantuan langsung disambut warga yang telah menunggu sejak pagi. Sebagian bahan makanan disimpan sebagai cadangan di posko pengungsian yang berada dalam pengamanan personel Satgas TNI. Letjen Lucky juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia atas misi kemanusiaan sekaligus upaya terus-menerus mencari dan membebaskan warga yang masih diculik. Ia menegaskan tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan penculikan anak-anak maupun warga sipil tak berdosa.Tokoh adat dan tokoh agama bersama TNI pun terus menyerukan kepada kelompok bersenjata agar segera melepaskan seluruh warga yang masih ditahan. Semua pihak sepakat bahwa keselamatan warga sipil harus diutamakan di atas segalanya, dan jalan damai adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di tanah Jila.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 10:04 WIT
Pilihan Redaksi
Aliansi Pengusaha OAP Mimika Apresiasi Pemda, Tetap Kawal Implementasi Perpres 108 Tahun 2025 Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Mimika menyampaikan apresiasi kepada Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong atas keterbukaan pemerintah daerah dalam menerima aspirasi pengusaha OAP terkait keterlibatan mereka dalam pembangunan daerah.Ketua Aliansi Peduli Pengusaha OAP Mimika, Emus Kogoya, didampingi Sekretaris Andarias Lemauk dan anggota Faya Naa, menilai komunikasi yang dibangun pemerintah daerah bersama pelaku usaha OAP merupakan langkah positif menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.Emus mengatakan, perhatian pemerintah daerah terhadap aspirasi pengusaha OAP menunjukkan adanya komitmen untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi Orang Asli Papua dalam proses pembangunan di Kabupaten Mimika.“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang telah mendengar aspirasi kami. Ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah terhadap keberadaan pengusaha Orang Asli Papua di Kabupaten Mimika,” ujar Emus.Aliansi juga menyambut baik pernyataan Bupati Mimika yang mendorong pengusaha OAP menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton. Menurut mereka, hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha Papua untuk meningkatkan kapasitas dan kontribusinya.Meski demikian, Aliansi menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tersebut tidak berhenti pada komunikasi dengan pemerintah. Mereka menyatakan akan terus mengawal agar tuntutan dan harapan pengusaha OAP diwujudkan dalam kebijakan serta implementasi yang nyata.Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah penerapan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dalam rangka Percepatan Pembangunan di Papua.Menurut Aliansi, regulasi tersebut menjadi landasan penting dalam memberikan ruang dan afirmasi kepada pengusaha OAP untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan di Tanah Papua.“Aliansi tetap akan mengawal aspirasi pengusaha OAP. Apa yang menjadi tuntutan kami bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, tetapi bagaimana kebijakan afirmasi bagi Orang Asli Papua benar-benar berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Andarias Lemauk.Aliansi menilai pengusaha OAP memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan apabila diberikan kesempatan yang adil serta didukung dengan kebijakan yang sesuai dengan semangat afirmasi pemerintah.Faya Naa mengatakan pihaknya ingin membangun hubungan kemitraan dengan pemerintah daerah sekaligus memastikan hak dan ruang bagi pengusaha OAP tetap mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan pembangunan.“Kami ingin menjadi mitra pemerintah dalam membangun Mimika. Kami mendukung program pemerintah daerah, tetapi kami juga memastikan bahwa hak dan ruang bagi pengusaha OAP tetap diperhatikan,” kata Faya.Aliansi Peduli Pengusaha OAP Mimika berharap implementasi Perpres Nomor 108 Tahun 2025 dapat dilakukan secara transparan, konsisten, dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha asli Papua di Kabupaten Mimika.Mereka meyakini sinergi antara pemerintah daerah dan pengusaha OAP dapat memperkuat pembangunan Mimika dengan menempatkan masyarakat asli Papua sebagai bagian penting dalam proses pembangunan daerah.“Perjuangan kami adalah perjuangan bersama untuk masa depan pengusaha OAP di Mimika. Kami tetap menghargai pemerintah daerah, menjaga komunikasi, dan akan terus mengawal setiap aspirasi sampai ada perubahan nyata,” tutup Emus Kogoya.Editor: OF 23 Agu 2026, 19:53 WIT
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Bertanggung Jawab Atas Pembakaran Dapur MBG Di Wamena Papuanewsonline.com, Wamena – Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Komando Daerah Operasi XVI Yahukimo atau TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengaku bertanggung jawab atas peristiwa pembakaran di Kota Wamena.Pengakuan itu disampaikan melalui Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterima redaksi, Minggu 23 Agustus 2026. Rilis tersebut ditandatangani Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom dan Komandan Operasi Umum Mayjen Lekagak Telenggen.Dalam siaran pers disebutkan, peristiwa terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 03.50 WIT di Jalan Bhayangkara Atas, Kota Wamena. Lokasi yang disebut dalam rilis adalah dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan sejumlah fasilitas."Pembakaran tersebut dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo atas perintah Mackar Sobolim dan Lampion Heluka. Oleh sebab itu, disampaikan kepada aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan penangkapan dan penembakan sewenang-wenangnya terhadap warga sipil. Aksi ini kami yang lakukan dan siap bertanggung jawab," tulis rilis tersebut.Dalam rilis yang sama, TPNPB juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya anak sekolah, balita, dan ibu hamil untuk tidak mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis. TPNPB dalam pernyataannya menuduh adanya keterlibatan aparat dalam program MBG dan menyampaikan kekhawatiran terkait keamanan pangan. "Program MBG ada keterlibatan langsung oleh aparat militer Indonesia dalam menyediakan makanan bagi orang Papua," demikian dikutip dari rilis.Lebih lanjut dalam rilis, TPNPB juga menyampaikan pernyataan terkait potensi bahaya dan mengajak masyarakat untuk kembali berkebun serta "bersatu merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961".Program Makanan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah pusat yang juga dilaksanakan di Kabupaten Jayawijaya. Hingga berita ini ditayangkan, pihak Polres Jayawijaya, Kodim 1702/Jayawijaya, dan pihak pengelola MBG wilayah Wamena belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa yang diklaim TPNPB tersebut.Catatan Redaksi: Berita ini berdasarkan Siaran Pers TPNPB tertanggal 23 Agustus 2026. Klaim dan tuduhan yang disampaikan dalam rilis belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak terkait.Penulis: HendrikEditor: OF 23 Agu 2026, 16:21 WIT
Dr. Socratez Yoman Tegaskan Posisi: Dukung Pemulihan Kemerdekaan Papua Barat 1 Desember 1961 Papuanewsonline.com, Jayapura — Tokoh Gereja dan tokoh masyarakat Papua Barat, Dr. A.G. Socratez Yoman, menyampaikan pernyataan sikapnya secara terbuka sebagai gembala dan guru bangsa. Dalam pandangannya, Organisasi Papua Merdeka (OPM) melahirkan ULMWP, dan ULMWP selanjutnya melahirkan gagasan Negara Hijau atau Green State serta Pemerintahan Sementara Papua Barat. Langkah yang dipimpin oleh Benny Wenda dengan mendeklarasikan Pemerintahan Sementara pada 1 Desember 2020 di Oxford, Inggris, dinilai sebagai kemajuan yang membuka mata dunia internasional terhadap hak kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Papua Barat sejak 1 Desember 1961.Pernyataan ini didasari sejumlah landasan sejarah dan keputusan rakyat yang telah berulang kali disampaikan dalam berbagai musyawarah besar. (22/8/26) Termasuk di antaranya pengakuan keberadaan alat kelengkapan negara Papua Barat pada 1961, kehendak pemulihan status semula dari perwakilan rakyat pada tahun 1999, hingga keputusan-keputusan Musyawarah Besar dan Kongres Rakyat Papua Barat yang menegaskan kemerdekaan Papua Barat sejak 1 Desember 1961. Berbagai keputusan itu menurut beliau menjadi dasar yang kuat dan tak dapat dipisahkan dari perjuangan rakyat Papua Barat.Dr. Yoman menegaskan dukungannya kepada Pemerintahan Sementara ULMWP, visi Negara Hijau, serta upaya diplomasi yang sedang diperjuangkan. Ia juga menyatakan dukungannya kepada berbagai kelompok perjuangan di dalam maupun luar negeri, dan berharap seluruh elemen bersatu dalam rumah bersama ULMWP. Setiap pihak diharapkan saling melengkapi peran dan tugas untuk meraih kembali hak kemerdekaan yang dianeksasi secara paksa pada 19 Desember 1961 melalui Maklumat Trikora.Ia mengingatkan pula bahwa semangat kemerdekaan itu sendiri sejatinya sejalan dengan prinsip universal yang menyatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa.Oleh karena itu, menjaga, merawat, dan memperjuangkan pemulihan Hari Kemerdekaan Nasional 1 Desember 1961 menjadi amanat yang harus terus diperjuangkan dengan penuh kesabaran, keteguhan hati, dan kebijaksanaan di tengah dinamika yang terus berkembang.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 10:13 WIT
Panglima TNI Dampingi Presiden Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat Papuanewsonline.com, Kubu Raya — Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal TNI Agus Subiyanto, mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat pada Sabtu (22/8/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terpadu, dan efektif di lapangan, serta melihat langsung kondisi yang dihadapi masyarakat dan petugas yang bertugas.Presiden Prabowo menerima pemaparan terkini situasi kebakaran sekaligus meninjau pelaksanaan operasi pemadaman di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Berdasarkan laporan yang disampaikan, setidaknya tiga wilayah menjadi fokus utama penanganan saat ini, yaitu Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara. Langkah peninjauan ini menjadi bukti perhatian serius pimpinan tertinggi negara terhadap dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan karhutla.Panglima TNI memastikan kesiapan segenap unsur TNI dalam mendukung penuh penanganan bencana. Personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman, deteksi dini titik panas, pemantauan perkembangan situasi, hingga operasi terpadu bersama instansi terkait. Kehadiran Panglima TNI mendampingi Presiden sekaligus menegaskan komitmen TNI agar setiap arahan pemerintah dapat dilaksanakan secara optimal dan menyeluruh di lapangan.TNI juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh komponen masyarakat guna mempercepat penanganan, mencegah api meluas, melindungi warga, dan menjaga kelestarian lingkungan. Setiap langkah diambil dengan mengutamakan kesiapsiagaan dan kecepatan respons, sehingga setiap perkembangan situasi dapat segera diantisipasi dan ditangani secara tepat sasaran.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 10:10 WIT
Prajurit Yonif 18 Marinir Turun Langsung Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Papuanewsonline.com, Tarakan — Prajurit Batalyon Infanteri 18 Marinir bergerak cepat membantu upaya pemadaman kebakaran hutan yang melanda wilayah RT. 08 Kelurahan Pantai Amal Baru, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Sabtu (22/8/2026). Langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian tulus dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan dari kerusakan yang lebih luas. Kehadiran para prajurit di tengah warga menjadi bukti nyata bahwa TNI senantiasa hadir di saat-saat masyarakat membutuhkan.Bersama unsur terkait lainnya, para prajurit segera menuju lokasi kebakaran untuk ikut serta memadamkan dan mengendalikan kobaran api. Dengan tetap mengutamakan keselamatan diri serta menjaga koordinasi yang baik di lapangan, mereka berjuang mencegah agar api tidak terus meluas dan merambah ke area pemukiman maupun hutan di sekitarnya. Setiap langkah diambil dengan hati-hati menyesuaikan kondisi medan yang sulit sekaligus memanfaatkan segenap peralatan yang tersedia secara maksimal.Setelah api berhasil dikuasai, para prajurit pun melakukan pendinginan di sejumlah titik yang masih berpotensi menyala kembali. Langkah ini sangat penting guna memastikan tidak ada sisa bara api yang kelak berkobar lagi dan menimbulkan bencana susulan. Ketelitian dan kesabaran dalam tahap ini menjadi kunci agar kebakaran benar-benar padam sepenuhnya dan warga dapat kembali merasa tenang.Komandan Batalyon Infanteri 18 Marinir, Letkol Marinir Irman Ali R. Polanunu., M.Tr.Opsla., CBEI., menyampaikan bahwa keterlibatan prajurit dalam penanganan kebakaran merupakan wujud nyata komitmen satuan. Seluruh personel senantiasa siap hadir dan membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Pengabdian kepada negara dan rakyat, tegasnya, tidak hanya di medan tugas, tetapi juga dalam setiap peristiwa yang menyangkut keselamatan warga dan lingkungan tempat tinggal kita bersama.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 10:07 WIT
Kogabwilhan III Terbangkan Dua Helikopter, Salurkan Bantuan Pangan bagi Ratusan Pengungsi Jila Papuanewsonline.com, Mimika — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan bagi sekitar 500 warga dari sembilan kampung di Distrik Jila, Papua Tengah. Bantuan ini dikirim menyusul kondisi sulit yang melanda masyarakat pasca serangan dan penculikan warga sipil yang dilakukan kelompok bersenjata beberapa hari sebelumnya. Dua helikopter TNI Angkatan Udara diterbangkan menuju Distrik Jila dan Kampung Bunaraugin, Kabupaten Mimika, yang menjadi titik utama pengungsian warga.Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, secara langsung memeriksa kesiapan bahan makanan sebelum dikirimkan. Ia menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar urusan pangan, melainkan wujud nyata kehadiran negara agar masyarakat tidak merasa sendirian di tengah kesulitan. “Bahan makanan ini terlihat sederhana, namun bagi mereka yang sedang kekurangan, inilah yang paling dibutuhkan. Kepedulian kita, sekecil apa pun, akan memberi harapan dan semangat bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Letjen Lucky.Sesampainya di lokasi, bantuan langsung disambut warga yang telah menunggu sejak pagi. Sebagian bahan makanan disimpan sebagai cadangan di posko pengungsian yang berada dalam pengamanan personel Satgas TNI. Letjen Lucky juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia atas misi kemanusiaan sekaligus upaya terus-menerus mencari dan membebaskan warga yang masih diculik. Ia menegaskan tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan penculikan anak-anak maupun warga sipil tak berdosa.Tokoh adat dan tokoh agama bersama TNI pun terus menyerukan kepada kelompok bersenjata agar segera melepaskan seluruh warga yang masih ditahan. Semua pihak sepakat bahwa keselamatan warga sipil harus diutamakan di atas segalanya, dan jalan damai adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di tanah Jila.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 10:04 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Kebakaran Lahan Melanda Ilaga, Api Sempat Mengancam RSUD, Pasien Dievakuasi Papuanewsonline.com, Jayapura — Kebakaran lahan melanda wilayah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIT. Api yang berkobar dengan cepat sempat merambat mendekati lingkungan RSUD Ilaga dan mengancam keselamatan gedung serta seluruh yang berada di dalamnya. Angin kencang yang bertiup menjadi penyebab utama meluasnya kobaran api hingga ke area pinggiran rumah sakit.Dokter RSUD Ilaga, Ertinus Weya, menyampaikan bahwa berkat kesiapsiagaan dan kerja sama yang erat antara tenaga kesehatan, warga masyarakat, serta aparat keamanan, api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum sempat menghanguskan bangunan rumah sakit. Namun peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pasien dan petugas medis. Sebagai langkah antisipasi demi menjamin keselamatan, sejumlah pasien pun dievakuasi sementara ke Puskesmas Ilaga guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan aman.Kebakaran ini juga menimbulkan kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Ilaga hingga Gome. Tak sedikit warga yang dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap tebal hasil pembakaran lahan. Kondisi cuaca yang kering dan panas akibat fenomena El Niño membuat vegetasi di sekitar permukiman menjadi sangat mudah terbakar, sehingga api merambat dengan sangat cepat dan berisiko meluas ke pemukiman warga maupun fasilitas umum.Ketua Komisi I DPRK Puncak, Denilson Wonda, yang turun langsung meninjau lokasi kejadian, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar rumput atau lahan, mengingat kondisi tanah yang sangat kering dapat memicu kebakaran besar dalam sekejap. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum merilis data resmi terkait luas lahan yang terbakar maupun kerugian materiil yang dialami.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 09:03 WIT
DPT Muktamar ke-35 NU Tetapkan 556 Cabang, Verifikasi Papua Masih Berjalan Papuanewsonline.com, Jombang — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan Daftar Peserta Tetap Muktamar ke-35 NU berjumlah 556 cabang dan wilayah yang berhak hadir. Penetapan ini dilakukan setelah melalui proses verifikasi dan pembahasan ketat oleh panitia. Ketua Panitia Muktamar yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan hal tersebut pada Sabtu (22/8/2026). Muktamar pun dipastikan akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mulai Kamis, 27 Agustus 2026.Meski angka 556 telah ditetapkan, Gus Ipul membuka kemungkinan adanya penambahan peserta. Hal itu menyusul proses verifikasi kepengurusan NU di wilayah Papua yang belum sepenuhnya selesai. “Jadi jumlah akhirnya sangat mungkin tidak jauh dari angka yang sudah ditetapkan hari ini,” ujarnya. Penetapan DPT ini menjadi tahapan penting guna memastikan setiap peserta yang hadir telah memenuhi ketentuan organisasi sekaligus menjadi acuan penyelesaian segala kebutuhan teknis muktamar.Panitia menyebut persiapan teknis telah mencapai lebih dari 85 persen. Akomodasi telah disiapkan untuk lebih dari 3.000 peserta resmi, lengkap dengan dapur umum, lokasi sidang, hingga pelayanan pendukung lainnya. Muktamar kali ini juga memiliki makna istimewa sebagai muktamar pertama NU pada abad kedua, sekaligus kembali ke tanah kelahiran para pendiri NU di Tambakberas yang penuh nilai sejarah.Di tengah kesiapan yang semakin matang, Gus Ipul mengingatkan seluruh warga NU agar senantiasa menjaga suasana tetap teduh dan sejuk. Ia mengimbau agar tidak mudah terpancing isu maupun kabar yang belum jelas sumbernya. “Mari kita hadirkan Muktamar Gembira: datang dengan gembira, bermusyawarah dengan gembira, dan pulang membawa semangat untuk bersama-sama membesarkan NU,” pesannya.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 08:59 WIT
Prajurit Marinir Bergerak Cepat, Bersihkan Puing dan Layani Kesehatan Warga Terdampak Gempa NTT Papuanewsonline.com, Manggarai Timur — Pasca gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, Prajurit Petarung Korps Marinir TNI Angkatan Laut segera bergerak turun membantu masyarakat yang terdampak bencana. Selain menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan, para prajurit bahu-membahu bersama warga melakukan pembersihan dan pembenahan rumah tinggal serta fasilitas umum di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur, Sabtu (22/8/2026). Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa negara hadir di tengah kesulitan rakyat.Pembersihan dilakukan menyasar rumah warga, tempat ibadah, puskesmas, sekolah, hingga sarana publik lainnya yang tertimbun puing-puing. Prajurit bergotong royong bersama warga mengangkat material sisa bencana agar bangunan-bangunan tersebut dapat segera dibersihkan dan kembali digunakan untuk beraktivitas. Semangat kerja sama yang terjalin memperlihatkan bahwa di tengah musibah, persaudaraan dan kepedulian tetap menjadi kekuatan yang tak terpisahkan.Di bidang kesehatan, Satgas mendirikan Posko Kesehatan di Kecamatan Reo serta Rumah Sakit Lapangan di Posko Waso. Pelayanan medis dipimpin oleh Wadansatgas Letkol Laut (K) drg. Puthut Kuncara Adhi, Sp. Perio., M.Tr.Opsla., dan berkolaborasi erat dengan pihak Puskesmas Dampek.Dukungan penuh juga diberikan oleh KRI dr. Soeharso yang turut menangani pasien dalam kondisi gawat darurat agar setiap warga yang membutuhkan perawatan segera tertangani dengan baik.Tak hanya itu, Satgas juga menyalurkan 275 paket bantuan sembako bagi warga di Kampung Mahima, Kampung Rabo, dan Kampung Wai Manis. Bantuan tersebut diserahkan guna membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana berlangsung. Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Gempa NTT, Letkol Marinir Achmad Muntohar, S.Hub.Int., CACA., NCRMP., menegaskan bahwa seluruh unsur Satgas akan terus hadir dan memberikan bantuan hingga masyarakat benar-benar pulih kembali.Panglima Korps Marinir, Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., memberikan arahan agar seluruh prajurit melaksanakan tugas kemanusiaan dengan penuh keikhlasan dan kepedulian tulus. “Bantu masyarakat semaksimal mungkin agar mereka dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitasnya,” tegasnya.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 08:33 WIT
Bupati Roni Omba Buka Pemilihan Duta Baca Boven Digoel 2026 Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Bupati Boven Digoel, Roni Omba, secara resmi membuka Lomba Pemilihan Duta Baca Kabupaten Boven Digoel Tahun 2026, Rabu (19/8/2026).Kegiatan yang digelar di Tanah Merah tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dalam mendorong budaya membaca dan meningkatkan indeks literasi di kalangan generasi muda.Pelaksanaan pemilihan Duta Baca tahun ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur".Dalam sambutannya, Bupati Roni Omba menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)."Literasi adalah fondasi penting untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki wawasan luas. Kemajuan daerah ini sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya," ujar Bupati Roni Omba.  Bupati yang dilantik pada 16 Oktober 2025 bersama Wakil Bupati Marlinus untuk periode 2025-2030 itu berharap, ajang Duta Baca tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi menjadi ruang aktualisasi bagi pemuda Boven Digoel untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan kecintaan terhadap dunia literasi.Melalui pemilihan ini, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menargetkan lahirnya figur Duta Baca yang tidak hanya unggul dalam kemampuan literasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dan penggerak budaya membaca di tengah masyarakat, hingga ke kampung-kampung.Pemkab menilai momentum HUT ke-81 RI harus menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun manusia Boven Digoel yang berkualitas melalui pendidikan dan literasi.Dengan semangat "Mewujudkan Generasi Cerdas Berkarakter Melalui Literasi", kegiatan Pemilihan Duta Baca Kabupaten Boven Digoel 2026 diharapkan mampu melahirkan duta-duta literasi yang akan menjadi mitra pemerintah dalam program peningkatan minat baca daerah.Penulis: MuhtarEditor: OF 23 Agu 2026, 08:14 WIT
Membangun Mutu Pendidikan Kedokteran di Tanah Papua: FK UNIPA Belajar dari FK UB Papuanewsonline.com, Malang — Fakultas Kedokteran Universitas Papua (FK UNIPA) melaksanakan studi banding ke Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) dalam rangka mempersiapkan peningkatan akreditasi yang dijadwalkan pada tahun 2028. Kegiatan berlangsung pada Kamis (20/8/2026) di Ruang Senat Gedung Pendidikan Bersama FK UB, sekaligus menjadi ruang pertukaran pengalaman dan pembelajaran yang saling memperkaya kedua belah pihak.Pertemuan dibuka secara resmi oleh sambutan Dekan FK UB, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med, Sp.A(K), dan Dekan FK UNIPA, dr. Herlina Yulidia, Sp.JP. Melalui diskusi kelompok terpimpin, delegasi FK UNIPA mendalami berbagai aspek pengelolaan institusi, meliputi tata kelola akademik, sistem penjaminan mutu, urusan kemahasiswaan, administrasi dan keuangan, hingga pengembangan kelembagaan. Praktik-praktik baik yang telah diterapkan FK UB diharapkan menjadi referensi berharga bagi FK UNIPA dalam menyusun langkah strategis menuju akreditasi yang lebih baik.Wakil Dekan Bidang Akademik FK UB, Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi wahana pembelajaran bersama yang saling menguatkan. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wahana pembelajaran bersama, sehingga masing-masing delegasi memperoleh informasi, pengalaman, dan praktik baik yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan institusi,” ujarnya. FK UB juga menegaskan bahwa pertukaran pengalaman antarinstitusi merupakan bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan kedokteran.Turut hadir memperkuat diskusi Wakil Dekan Bidang Keuangan Dr. Husnul Khotimah, S.Si, M.Kes, serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. dr. Shahdevi Nandar Kurniawan, Sp.S(K). Penyerahan cenderamata menjadi tanda kebersamaan dan harapan agar kerja sama kelembagaan senantiasa terjalin erat. Melalui kunjungan ini, FK UB dan FK UNIPA membuka peluang kolaborasi yang lebih luas guna memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.Penulis: JidEditor: OF 22 Agu 2026, 15:01 WIT
Karhutla dan Cuaca Kering, Dinkes Papua Tengah Siagakan Puluhan Ribu Masker Cegah Lonjakan ISPA Papuanewsonline.com, Nabire — Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mengambil langkah cepat mengantisipasi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat asap kebakaran hutan dan lahan serta cuaca yang kering belakangan ini. Puluhan ribu lembar masker telah disiapkan dan pemantauan kesehatan diperketat guna menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi lingkungan yang kurang bersahabat.Langkah pencegahan ini diambil sejak dini agar tidak menimbulkan dampak kesehatan yang meluas.Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus, menjelaskan bahwa data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons mulai menunjukkan adanya tren kenaikan kasus ISPA. Meski angka tersebut belum melonjak secara drastis, pihaknya menegaskan tidak boleh lengah dan harus segera mengambil langkah penanganan.“Data SKDR menunjukkan mulai ada kenaikan kasus ISPA walau belum signifikan, namun kami tidak boleh lengah,” ujar dr. Agus di Nabire, Sabtu (22/8/2026).Sebagai langkah nyata, Dinkes telah menyiapkan obat batuk, vitamin, serta mengamankan stok masker tiga lapis sebanyak 23 karton atau sekitar 60 ribu lembar. Petugas juga dikerahkan membagikan sedikitnya 1.000 masker setiap hari di tempat-tempat umum. Armada ambulans pun disiapkan guna merespons kondisi darurat warga yang mengalami gangguan pernapasan berat. Kegiatan Car Free Day di Nabire masih diizinkan demi menjaga perekonomian warga, namun kebijakan tersebut akan terus dievaluasi sesuai perkembangan kualitas udara.Pemerintah daerah menghimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan yang dapat memperburuk kualitas udara. Warga dianjurkan disiplin menggunakan masker saat keluar rumah, menjaga sirkulasi udara di dalam rumah, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi guna menjaga daya tahan tubuh. Jika mengalami gejala batuk pilek lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas sesak, atau muncul warna kebiruan pada bibir dan kulit, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.Penulis: JidEditor: OF 22 Agu 2026, 14:41 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Oyandi Papua Bawa Pesan Budaya Tanah Papua ke Panggung Internasional di Belanda Papuanewsonline.com, Amsterdam — Grup seni dan musik asal Papua, Oyandi Papua, tampil memukau dalam ajang Pacific Roots Fest 2026 yang berlangsung di IJland, Amsterdam, Belanda, pada 15–16 Agustus 2026. Kehadiran mereka menjadi momen bersejarah sekaligus jendela luas bagi dunia untuk mengenal kekayaan seni, musik, tari, dan identitas budaya yang tumbuh subur di tanah Papua. Ajang ini sendiri merupakan pertemuan besar berbagai komunitas budaya dari kawasan Pasifik yang merayakan warisan leluhur melalui karya seni, musik, hingga kekayaan kuliner khas kepulauan PasifikBagi Oyandi Papua, undangan tampil di Amsterdam bukan sekadar penampilan biasa. Lebih dari itu, kehadiran mereka membawa pesan luhur untuk memperkenalkan wajah Papua yang sesungguhnya kepada dunia sekaligus menjaga agar identitas budaya tetap terjaga di tengah arus perubahan zaman. Melalui setiap nada musik, irama lagu, dan gerak tari yang dibawakan, mereka berupaya menghadirkan warna dan jiwa Papua di hadapan masyarakat internasional yang hadir memadati lokasi festival.“Kami datang bukan hanya untuk tampil, tetapi membawa cerita tentang Papua. Setiap lagu, gerakan, dan musik yang kami tampilkan adalah bagian dari identitas dan kekayaan budaya Papua yang ingin kami perkenalkan kepada dunia,” ujar perwakilan Oyandi Papua. Semangat ini adalah bagian dari perjalanan panjang kelompok tersebut dalam menjaga bahasa, musik, nilai-nilai luhur, serta ekspresi seni yang menjadi jati diri masyarakat Papua sejak turun-temurun.Festival ini menjadi ruang pertemuan yang hangat sekaligus wadah memperkuat hubungan persaudaraan antarmasyarakat seantero Pasifik. Suara dan keberagaman budaya yang ditampilkan menjadi bukti bahwa kekayaan warisan leluhur adalah anugerah yang patut dijaga dan dibanggakan.Bagi Oyandi Papua, panggung ini adalah langkah awal yang membanggakan untuk membawa nama Papua semakin dikenal dan dihargai di mata dunia.Ke depan, Oyandi Papua berharap dapat terus membangun jejaring persahabatan lintas negara, membuka ruang kolaborasi seni, serta menghadirkan karya-karya Papua yang memukau di berbagai panggung dunia.Penulis: JidEditor: OF 22 Agu 2026, 14:57 WIT
Upacara Di Grasberg Disorot, Warga: SOP Keselamatan Dilanggar, Martabat Adat Terancam Papuanewsonline.com, Mimika - Pelaksanaan kegiatan peringatan kemerdekaan di kawasan dataran tinggi Grasberg menuai sorotan. Warga mendesak evaluasi terhadap prosedur keselamatan kerja dan perlindungan hak masyarakat adat.Sorotan itu disampaikan dalam rilis tertulis yang diterima papuanewsonline.com, Jumat (21/8/2026) oleh Dianu Omaleng.Dalam rilis tersebut disebutkan kegiatan yang melibatkan aparat keamanan dan warga dengan mengenakan pakaian adat tradisional perlu dievaluasi mendalam. "Kawasan Grasberg yang berada di ketinggian ekstrem memiliki kondisi cuaca bersuhu sangat rendah dan risiko tinggi. Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) industri, setiap aktivitas di zona tersebut wajib mengedepankan perlindungan fisik dan keselamatan peserta," tulis rilis.Rilis itu menyoroti pelibatan masyarakat adat dengan pakaian tradisional tanpa perlengkapan proteksi cuaca dingin. Hal itu dinilai tidak memperhatikan aspek keselamatan fisik warga di medan ekstrem dan berpotensi melanggar standar keselamatan kerja yang berlaku di wilayah operasional industri.3 Desakan Warga Kepada Pengelola GrasbergMelalui rilisnya, warga menyampaikan 3 tuntutan:1.  Evaluasi Prosedur OperasionalMemastikan seluruh kegiatan seremonial di area operasional mematuhi SOP keselamatan kerja dan standar K3 secara ketat.2.  Hormati Martabat Budaya LokalMelindungi keselamatan fisik warga adat dalam setiap kegiatan resmi tanpa memaksakan situasi yang bertentangan dengan standar keselamatan medan ekstrem.3.  Buka Ruang DialogMembuka ruang penyampaian aspirasi publik secara transparan demi menjaga keharmonisan antara masyarakat, pengelola kawasan, dan aparat keamanan."Masyarakat berharap pihak penyelenggara dan pengelola kawasan memberikan klarifikasi terbuka serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh aturan demi keselamatan bersama," demikian penutup rilis.Kawasan Grasberg berada di ketinggian lebih dari 4.000 mdpl dengan suhu ekstrem. Area tersebut merupakan wilayah operasional pertambangan di Mimika, Papua Tengah.Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Freeport Indonesia dan aparat keamanan di kawasan Grasberg belum memberikan tanggapan resmi. papuanewsonline.com masih berupaya menghubungi pihak terkait.Penulis: HendrikEditor: OF 21 Agu 2026, 22:30 WIT
Patung Yesus Memberkati Setinggi 25 M di Papua Menuju Penyelesaian, Akan Diresmikan November 2026 Papuanewsonline.com, Keerom - Pembangunan Patung Yesus Memberkati yang menjulang setinggi 25 meter di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Papua, kini memasuki tahap penyelesaian. Foto udara yang diambil pada Selasa (18/8/2026) memperlihatkan bentuk keseluruhan patung yang megah itu tampak hampir rampung.Situs rohani yang mulai dibangun sejak peletakan batu pertama pada Desember 2022 ini dijadwalkan akan resmi diresmikan pada November 2026 mendatang.Terletak tak jauh dari garis perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini, kehadiran patung ini direncanakan menjadi ikon wisata religi yang baru sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Keerom. Keindahan dan keunikan situs ini diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru, sehingga turut membangkitkan perekonomian masyarakat setempat melalui sektor pariwisata.Selain berfungsi sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan, kawasan Patung Yesus Memberkati juga dirancang terbuka sebagai ruang publik yang asri dan nyaman bagi masyarakat untuk berkunjung dan berinteraksi. Pengembangan kawasan tidak hanya menyasar pembangunan patung semata, tetapi juga melengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti penginapan sederhana atau homestay serta peningkatan infrastruktur jalan dan lingkungan sekitar.Dengan ketersediaan fasilitas yang memadai, kawasan ini diharapkan dapat tumbuh menjadi destinasi wisata religi yang nyaman, aman, dan mudah dijangkau oleh para pengunjung. Pembangunan ini menjadi bukti kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Keerom dalam membangun tempat yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyejahterakan warga di sekitarnya.Penulis: JidEditor: OF 20 Agu 2026, 09:37 WIT
"Tong Masih di Sini": Kreativitas Anak Muda Papua Berkumpul di Papua Kreatif Papuanewsonline.com, Jayapura – Komunitas kreatif Imaji Papua menggelar “Papua Kreatif: Film, Budaya & Kreativitas” di halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih, Jayapura, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional itu menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda Papua untuk menampilkan karya, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi di bidang ekonomi kreatif.Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kreativitas anak muda Papua terus berkembang dan mampu mengolah kekayaan budaya lokal menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi. Sineas, fotografer, desainer, ilustrator, musisi hingga pelaku UMKM melebur dalam satu ruang untuk memperkuat ekosistem kreatif berbasis komunitas.Kolaborasi Kunci Kembangkan Ekonomi KreatifKetua Imaji Papua Yulika Anastasia mengatakan kolaborasi menjadi kunci agar potensi ekonomi kreatif Papua dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.“Kalau berkolaborasi, akan jauh lebih meyakinkan semua pihak, bisa bergandengan tangan, dan tumbuh bersama. Hari ini tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” ujar Yulika Anastasia.Film “Tong Masih di Sini” Rekam Kehidupan Pelaku Ekonomi LokalSalah satu karya yang menjadi perhatian adalah film dokumenter berdurasi 33 menit berjudul “Tong Masih di Sini”. Film garapan Yulika Anastasia tersebut merekam kehidupan pelaku ekonomi lokal, mulai dari anak muda yang menjadi petani kopi, petani sagu, pedagang pinang hingga petani sayur-mayur. Cerita tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat biasa turut berperan menggerakkan ekonomi daerah.Fashion Show Noken Tampilkan Karya Lima Desainer MudaSemangat serupa terlihat dalam Fashion Show Noken yang menghadirkan lima desainer muda Papua, yakni Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya, Lusi Umbora dan Alfianty Mandosir. Mereka memadukan kearifan lokal dengan sentuhan desain kontemporer.Desainer Agusta Bunai menilai panggung tersebut memberikan ruang penting bagi talenta lokal untuk meningkatkan nilai karya sekaligus memperkenalkan produk Papua kepada khalayak yang lebih luas.“Panggung Papua Kreatif menjadi kesempatan besar untuk memamerkan karya, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, sekaligus menambah jam terbang,” ujar Agusta Bunai.240 Karya Foto Pamerkan Keindahan dan Aktivitas Masyarakat PapuaDari bidang fotografi, sebanyak 240 karya hasil kurasi 34 fotografer muda dipamerkan. Karya tersebut merekam keindahan alam, budaya, aktivitas ekonomi masyarakat hingga perkembangan pembangunan Papua dari perspektif kreator lokal. Koordinator Pameran Yosin Kogoya mengatakan karya fotografi tersebut dihadirkan untuk mengajak publik melihat Papua melalui pengalaman dan cerita masyarakatnya sendiri.Pemerintah Kota Jayapura Dukung Kreativitas Generasi MudaDukungan terhadap kreativitas generasi muda juga disampaikan Pemerintah Kota Jayapura. Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Pemkot Jayapura Sem Meraudje menilai kemampuan anak muda Papua memanfaatkan film, media digital dan seni audio-visual semakin kuat.“Anak-anak muda Papua semakin cerdas dan adaptif memanfaatkan platform digital, film, media sosial, hingga seni audio-visual untuk menceritakan realitas dan keindahan tanah Papua secara utuh kepada dunia,” tegas Sem Meraudje.Menurut Sem Meraudje, karya kreatif tersebut tidak hanya menjadi sarana menjaga identitas budaya, tetapi juga berpotensi membawa nama Papua ke tingkat nasional hingga internasional.“Tong masih ada di sini, tra habis. Daya cinta itu masih ada, masih bisa bangkit dan terus berkarya. Keberadaan ini membawa nilai-nilai positif bagi tanah ini,” pungkas Sem Meraudje.Papua Kreatif pun menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkenalkan wajah Papua yang kaya budaya, produktif, adaptif dan penuh peluang. Penulis: HendrikEditor: OF 16 Agu 2026, 23:07 WIT
"Di Bawah Langit Timur": Kisah Cinta Tanah Air dari Tanah Papua Papuanewsonline.com, Papua — Sebuah karya sinematik penuh makna hadir menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Film pendek musikal berjudul "Di Bawah Langit Timur" yang disutradarai oleh Abet Fahmi mengambil latar di Distrik Wamena, Papua Selatan, mengisahkan perjalanan seorang anak bernama Libo dari pedalaman menuju upacara pengibaran bendera. Perjalanan itu menjadi jendela untuk menyampaikan pesan tentang perjuangan, harapan, persatuan, dan kecintaan kepada Indonesia dari perspektif bagian timur negeri ini.Sutradara memilih Papua bukan sekadar sebagai latar yang indah, melainkan untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki luas yang tercermin dari kekayaan kisah di setiap penjuru tanah air. "Kemerdekaan itu harus dirasakan sebagai milik semua orang, dari Sabang sampai Merauke," ujar Abet. Demi menjaga kejujuran cerita, pemeran utama pun dipilih anak Papua asli yang tinggal di sana, bukan berdasarkan popularitas, melainkan kesesuaian karakter agar terasa natural dan dekat dengan kehidupan masyarakat sesungguhnya.Film ini tidak mengajak kita menyamakan segala sesuatu agar bersatu, melainkan mengajak melihat Indonesia sebagai rumah bersama yang dibangun dari beragam budaya, bahasa, dan tradisi. Melengkapi pesan tersebut, lagu "Fajar Indonesia" yang mengiringi karya ini merangkai kearifan lokal dari berbagai suku bangsa, mulai dari Bugis, Mandar, Dayak, Jawa, Sunda, Minangkabau, hingga Batak menjadi satu melodi persaudaraan yang menyentuh hati.Musik dan liriknya lahir dari semangat cinta tanah air yang tulus, bahwa mengabdi pada negeri adalah panggilan sejati setiap anak bangsa. Nasionalisme, menurut pesan yang disampaikan, bukan sekadar tuntutan kepada orang lain, melainkan kesadaran dari dalam diri sendiri untuk mencintai dan mengabdi kepada Indonesia sepanjang hayat. Pesan yang sederhana namun mendalam itu menyatu dengan alur cerita yang hangat dan menyentuh jiwa.Penulis: JidEditor: OF 16 Agu 2026, 14:59 WIT
Jelang Muktamar ke-35 NU, Forbes NU 26 Dorong Evaluasi Menyeluruh Terkait Konsesi Tambang Papuanewsonline.com, Bogor — Dua belas hari menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Forum Bersama (Forbes) NU 26 menggelar Rembug Warga NU Jabodetabek di Institut Pertanian Bogor, Sabtu (15/8/2026). Diskusi bertajuk “Tambang Ormas NU: Menimbang Fikih, Kemandirian Ekonomi, dan Keberlanjutan Lingkungan” digelar sebulan setelah Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan yang mengoreksi dasar hukum pemberian izin pertambangan kepada organisasi kemasyarakatan.Forum menegaskan bahwa persoalan konsesi tambang tidak cukup dinilai dari pertanyaan fikih semata soal “boleh atau tidak boleh”. Lebih dari itu, keputusan tersebut menyangkut kehormatan organisasi, kemandirian ekonomi, keadilan sosial dan gender, keselamatan warga, serta kelestarian lingkungan hidup. Semua aspek itu harus dipertimbangkan secara utuh dan seimbang sebelum mengambil keputusan yang berjangka panjang.Putusan MK Nomor 160/PUU-XXIII/2025 menegaskan bahwa frasa “pemberian prioritas” dalam UU Minerba tidak boleh dimaknai sebagai penunjukan langsung. Jika pun diberikan prioritas, harus didasarkan pada parameter yang jelas, penilaian objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketidakjelasan prosedur dinilai berpotensi membuka ruang yang merugikan lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang.Dr. Ivanovich Agusta mengingatkan bahwa persoalan tambang harus dilihat sekaligus dengan persoalan kemandirian desa. “Jangan sampai desa kehilangan uang untuk membiayai koperasi, lalu kehilangan tanah untuk membiayai tambang. Kalau nilai tambahnya dibawa keluar, sementara desa hanya menanggung dampaknya, itu bukan kemandirian desa,” tegasnya. Pembangunan pun sebaiknya memperkuat kemampuan warga mengelola kekayaan sendiri, bukan justru menciptakan ketergantungan baru.Penulis: JidEditor: OF 16 Agu 2026, 14:53 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT