Papuanewsonline.com
Peringkat ke-4 Dunia dengan Cadangan Emas 3.600 Ton, MIND ID: Kekayaan Mineral RI Belum Sepenuhnya D
Di Perbatasan Papua, Satgas Pasgat Bagikan Bendera Merah Putih, Kobarkan Semangat Nasionalisme
KNPB Se-Meepago Beritahu Aksi Damai 15 Agustus, Soroti Perjanjian 1962 dan Nasib Orang Asli Papua
Amnesty International Indonesia: Hukuman Mati Bukan Solusi, Dorong Percepatan RUU Perampasan Aset
Wamendagri Ribka Haluk Sambut 65 Pelajar Papua: Pendidikan Jembatan Masa Depan yang Lebih Cerah
Pengurus Cabang Perempuan Bangsa Mimika Mulai Dibentuk, Yustina Kwalik Terpilih Aklamasi
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Kesempatan Bagi Lulusan Perguruan Tinggi
Rp355,36 Miliar APBN Bangun Pusat Pemerintahan Papua Tengah di Nabire, Progres Capai 36,90 Persen
Pertalite Dibatasi Bertahap untuk Golongan Atas, Pemerintah Tetap Komitmen Tidak Naikkan Harga BBM
Mentan Amran: Peternak Rakyat Harus Dilindungi, Harga Pakan Dijaga, Pasar Telur Diperluas
Berita Terbaru
Lihat semua
Peringkat ke-4 Dunia dengan Cadangan Emas 3.600 Ton, MIND ID: Kekayaan Mineral RI Belum Sepenuhnya D
Papuanewsonline.com, Jakarta – Direktur Utama Holding Industri Pertambangan MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya mineral di Indonesia yang sangat besar belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara langsung oleh Badan Usaha Milik Negara. Hal ini ia sampaikan dalam acara Mindialogue 2026 bertema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).“Saat pertama kali menerima mandat memimpin MIND ID, saya melihat banyaknya kekayaan alam kita yang belum bisa dikelola langsung oleh BUMN sendiri. Justru yang lebih banyak memanfaatkannya adalah pihak lain, termasuk badan usaha milik negara lain yang memiliki teknologi lebih maju,” ungkap Maroef. Kondisi ini menjadi refleksi bahwa penguasaan teknologi pengolahan di dalam negeri masih perlu diperkuat agar nilai tambah kekayaan mineral benar-benar kembali ke negara.Berdasarkan data U.S. Geological Survey (USGS), cadangan emas Indonesia pada tahun 2025 mencapai 3.600 ton, menempatkan Indonesia di peringkat keempat dunia. Di atas kita adalah Australia dengan 13.000 ton, Rusia 12.000 ton, dan Afrika Selatan 5.000 ton. Total cadangan emas dunia diperkirakan sekitar 66.000 ton. Potensi yang luar biasa ini seharusnya mampu menjadi pilar penting bagi cadangan devisa dan kedaulatan ekonomi negara.Namun kekayaan yang tersebar dari Aceh hingga Papua ini belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal karena keterbatasan kemampuan pengolahan di dalam negeri. Maroef menegaskan perlunya langkah menyeluruh lintas institusi, mulai dari tata kelola di hulu hingga pemanfaatan di hilir, agar kekayaan alam dapat dijaga dan dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa serta diwariskan kepada generasi mendatang.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 21:16 WIT
Di Perbatasan Papua, Satgas Pasgat Bagikan Bendera Merah Putih, Kobarkan Semangat Nasionalisme
Papuanewsonline.com, Mamberamo Raya – Menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat kebangsaan bergema hingga ke wilayah perbatasan Papua. Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG 2026 Pos Dabra, Batalyon Parako 462 Komando Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), membagikan Bendera Merah Putih kepada masyarakat Kampung Dabra 1 dan Dabra 2, Distrik Mamberamo Hulu, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua, pada Rabu (12/8/2026).Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Pos Dabra, Letda Pas Tri Rahmad Susilo. Pembagian bendera menjadi wujud nyata kehadiran TNI Angkatan Udara dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air, sekaligus mempererat ikatan persaudaraan antara prajurit dan masyarakat di wilayah perbatasan. Antusiasme warga sangat terasa, salah satunya ditunjukkan oleh Papa Saena, warga Kampung Dabra 1, yang menerima bendera kebanggaan bangsa ini sebagai penghormatan terhadap momen bersejarah negara.“Pembagian Bendera Merah Putih ini kami laksanakan guna menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Tri Rahmad. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tumbuh dan berkobar rasa nasionalisme serta kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lebih dari sekadar pengamanan wilayah, Satgas Pasgat juga memperkuat pendekatan sosial dan kemanusiaan agar kehadiran negara benar-benar dirasakan di tengah masyarakat.Bendera Merah Putih bukan sekadar lambang negara, melainkan perekat persatuan bagi seluruh elemen masyarakat. Semangat kebangsaan yang dibawa para prajurit diharapkan dapat semakin memperkokoh persatuan, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia hingga ke pelosok negeri yang paling terpencil dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 21:12 WIT
KNPB Se-Meepago Beritahu Aksi Damai 15 Agustus, Soroti Perjanjian 1962 dan Nasib Orang Asli Papua
Papuanewsonline.com, Nabire – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Se-Meepago, yang mencakup Intan Jaya, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Mappi, dan Teluk Cenderawasih, secara resmi menyerahkan surat pemberitahuan kepada pihak berwenang di Provinsi Papua Tengah, Rabu (12/8/2026). Surat disampaikan kepada Kantor MRP Papua Tengah, Polres Nabire, serta Kantor DPRP Papua Tengah, agar bersama-sama mengawal dan mengayomi pelaksanaan aksi damai yang direncanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026.Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan peristiwa 15 Agustus 1962, saat ditandatanganinya Perjanjian New York yang dinilai dilakukan tanpa melibatkan orang asli Papua. KNPB menyampaikan bahwa sejak saat itu hingga kini, masyarakat Papua dirasakan masih terus mengalami berbagai bentuk penindasan yang terjadi secara meluas dan terstruktur di atas tanah sendiri. Oleh karena itu, aksi ini menjadi wadah untuk menyuarakan keprihatinan yang mendalam terhadap situasi yang terjadi.KNPB Se-Meepago mengajak seluruh lapisan masyarakat, orang asli Papua maupun non-Papua, organisasi kemahasiswaan, pemuda, pelajar, perempuan, buruh, petani, nelayan, serta semua pihak yang merasakan ketidakadilan, untuk hadir dan menyampaikan isi hati secara damai. Aksi ini ditekankan bersifat bermartabat, tanpa kekerasan, dan menjadi bagian dari serentakannya suara di seluruh wilayah PapuaKegiatan ini diketuai secara operasional oleh Mikael Pekei dan Ferry Dogomo, dengan penanggung jawab nasional Ketua Umum KNPB Agus Kossay, serta penanggung jawab BPW-KNPB Se-Meepago Ando Douw dan Krish Mote. Surat pemberitahuan telah diterima secara resmi oleh instansi terkait, yang diharapkan dapat menjamin keamanan, ketertiban, dan kebebasan menyampaikan aspirasi selama kegiatan berlangsung.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 21:08 WIT
Amnesty International Indonesia: Hukuman Mati Bukan Solusi, Dorong Percepatan RUU Perampasan Aset
Papuanewsonline.com, Jakarta – Menanggapi pernyataan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas yang menegaskan hukuman mati masih tetap berlaku bagi terpidana korupsi, Amnesty International Indonesia menyampaikan pandangan bahwa sanksi tersebut bukan jawaban atas masalah kejahatan maupun korupsi. Manajer Media Amnesty International Indonesia, Haeril Halim, menyatakan hal tersebut bertentangan dengan arah kebijakan yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto, yang pada 6 April 2025 menyatakan ketidaksetujuannya terhadap hukuman mati karena sifatnya yang final dan menutup ruang perbaikan.Haeril menjelaskan bahwa banyak negara di dunia telah menghapus hukuman mati melalui keputusan politik pimpinan tertinggi, meskipun pandangan masyarakat masih beragam. Mongolia dan Meksiko menjadi contoh, di mana kehendak politik kepala negara membawa negara tersebut mengikuti kecenderungan global yang mayoritas negara telah meninggalkan sanksi ini. Menteri Hukum justru diminta merevisi setidaknya 13 peraturan yang masih mengatur hukuman mati, karena hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak dasar untuk hidup yang tidak boleh direnggut dengan alasan apa pun.Pernyataan bahwa hukuman mati menimbulkan efek jera dianggap sekadar mitos. Data dari Transparency International menunjukkan bahwa negara yang tetap memberlakukannya, seperti China, Vietnam, dan Iran, tidak mengalami penurunan tingkat korupsi yang berarti. Sebaliknya, langkah yang jauh lebih efektif adalah mendorong DPR segera membahas dan mengesahkan RUU Perampasan Aset dengan melibatkan partisipasi masyarakat, agar harta hasil korupsi dapat dikembalikan secara utuh kepada negara.Secara sejarah, praktik hukuman mati di Indonesia merupakan warisan kolonial yang diskriminatif. Belanda sendiri telah menghapusnya bagi warganya sejak tahun 1870 karena dianggap kejam dan tidak manusiawi, namun justru memberlakukannya bagi penduduk jajahan di Indonesia tiga tahun kemudian. “Apakah setelah 81 tahun merdeka, kita masih mau mempertahankan warisan yang tidak adil ini?” tanya Haeril.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 21:03 WIT
Wamendagri Ribka Haluk Sambut 65 Pelajar Papua: Pendidikan Jembatan Masa Depan yang Lebih Cerah
Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyambut hangat kedatangan 65 pelajar asal berbagai wilayah pedalaman dan pegunungan Papua yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Mereka menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura sebelum melanjutkan pendidikan di Tangerang, Banten. Mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Ribka menyampaikan selamat datang sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membuka jalan bagi kesempatan berharga ini.Para pelajar berasal dari sejumlah daerah, antara lain Nalca, Korupun, Danowage, Daboto, Mokndoma, Waisai, Sentani, dan Tarup, terdiri dari siswa kelas 7 hingga kelas 10. Dalam perjalanan tersebut, mereka didampingi oleh 32 orang, meliputi rohaniawan, guru, dokter, perawat, serta tenaga medis. Langkah ini merupakan bagian dari program Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) yang didampingi sejak jenjang SMP, termasuk penyediaan asrama, hingga dukungan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.“Saya sudah mengikuti perkembangan program ini sejak 2023. Begitu direkrut dari SMP, difasilitasi asrama, semuanya, hingga dibantu sampai ke perguruan tinggi. Ini pekerjaan yang luar biasa,” ujar Ribka. Ia menegaskan bahwa membawa anak-anak dari wilayah yang sulit dijangkau bukanlah hal mudah, melainkan sebuah perjuangan menembus batas. “Atas nama seluruh masyarakat di Papua, saya ucapkan terima kasih. Ini tidak gampang,” tambahnya tulus.Kepada para pelajar, Ribka berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan belajar dengan sungguh-sungguh. Mereka juga diminta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru di Tangerang. “Ibu harap kalian belajar baik-baik di sini. Kebiasaan yang kurang baik di sana, tinggalkan. Bawa semangat baru, ilmu yang bermanfaat, dan harapan yang tinggi,” ungkapnya. Para siswa nantinya akan menempuh pendidikan di SLH Gunung Moria, Tangerang.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 21:00 WIT
Pengurus Cabang Perempuan Bangsa Mimika Mulai Dibentuk, Yustina Kwalik Terpilih Aklamasi
Papuanewsonline.com, Mimika — Pengurus Cabang Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika periode 2026–2031 mulai dibentuk melalui rapat konsolidasi dan silaturahmi yang berlangsung di Sekretariat DPC PKB Kabupaten Mimika, Jalan Poros Charitas SP 2, Timika, Selasa (11/8/2026).Kegiatan tersebut difasilitasi DPC PKB Kabupaten Mimika dan dihadiri jajaran Pengurus Wilayah Perempuan Bangsa Provinsi Papua Tengah, di antaranya Ketua Umum Yuliana Amisim, SE., Sekretaris Umum Windy Kalbi, SE., serta Bendahara Umum Hj. Munira.Dari DPC PKB Kabupaten Mimika hadir Ketua Dewan Tanfidz Hj. Peggi Patrisia Pattipi dan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Mimika Syarif Lacoro, S.Kom.Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut yakni pembentukan Pengurus Cabang Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika. Dalam forum itu, Yustina Kwalik terpilih secara aklamasi sebagai Ketua sekaligus Pimpinan Formatur untuk menyusun komposisi kepengurusan periode 2026–2031.Terpilihnya Yustina diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun organisasi perempuan yang kuat, terbuka, inklusif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.Sebagai Ketua sekaligus Pimpinan Formatur, Yustina berkomitmen menyusun kepengurusan yang dapat merepresentasikan semangat perjuangan perempuan di Kabupaten Mimika.Perempuan Harus Menjadi Penggerak PembangunanKetua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Mimika, Hj. Peggi Patrisia Pattipi, mengatakan pembentukan Perempuan Bangsa memiliki arti strategis dalam memperkuat keterlibatan perempuan dalam pembangunan.Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai pelaku sekaligus penggerak perubahan.“Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran strategis perempuan sebagai pilar utama penggerak kemajuan,” ujarnya.Peggi mengatakan ruang perjuangan perempuan harus hadir dalam berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat hingga politik.Perhatian juga perlu diberikan kepada mama-mama Papua agar semakin maju, kreatif, mandiri dan memiliki daya saing dalam mengembangkan potensi ekonomi keluarga maupun usaha masyarakat.Ia berharap Perempuan Bangsa dapat menjadi ruang bersama bagi perempuan untuk berkarya, menyampaikan gagasan dan mengambil peran dalam pembangunan Kabupaten Mimika dan Papua Tengah.Delapan Kabupaten Ditargetkan Segera TerbentukSementara itu, Ketua Umum Pengurus Wilayah Perempuan Bangsa Provinsi Papua Tengah, Yuliana Amisim, SE., mengapresiasi proses awal pembentukan kepengurusan di Kabupaten Mimika.Yuliana berharap kepengurusan Perempuan Bangsa di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah dapat segera terbentuk sehingga pelantikan dapat dilakukan secara bersama-sama sesuai agenda yang akan direncanakan.“Kita bersama-sama mengemban amanah ini dengan penuh dedikasi dan menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi perempuan-perempuan Papua masa kini serta masyarakat secara luas,” katanya.Ia menegaskan Perempuan Bangsa harus menjadi ruang perjuangan bersama untuk mendorong perempuan Papua dan perempuan Indonesia agar semakin mandiri, bermartabat dan memiliki daya saing di era digital.Dorong Perempuan Papua Berani BerkaryaPembentukan Pengurus Cabang Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika juga diharapkan membuka ruang lebih luas bagi perempuan Papua untuk terlibat dalam organisasi dan pembangunan.Perempuan Bangsa Mimika nantinya diharapkan menjadi wadah bagi perempuan dari berbagai latar belakang untuk belajar, berdiskusi, berkarya, membangun jejaring dan saling menguatkan.Program organisasi juga diarahkan menyentuh kebutuhan nyata perempuan dan masyarakat, khususnya pemberdayaan ekonomi, pendidikan, sosial, peningkatan kapasitas perempuan, pengembangan UMKM, digitalisasi usaha, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam pembangunan dan politik.Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, Perempuan Bangsa Mimika diharapkan tidak sekadar menjadi struktur organisasi, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menghadirkan perubahan.Semangat yang dibangun yakni “Perempuan Bangsa, Bergerak Bersama, Berdaya Bersama.”Penulis: BimEditor: OF
12 Agu 2026, 20:50 WIT
Pilihan Redaksi
Peringkat ke-4 Dunia dengan Cadangan Emas 3.600 Ton, MIND ID: Kekayaan Mineral RI Belum Sepenuhnya D
Papuanewsonline.com, Jakarta – Direktur Utama Holding Industri Pertambangan MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya mineral di Indonesia yang sangat besar belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara langsung oleh Badan Usaha Milik Negara. Hal ini ia sampaikan dalam acara Mindialogue 2026 bertema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).“Saat pertama kali menerima mandat memimpin MIND ID, saya melihat banyaknya kekayaan alam kita yang belum bisa dikelola langsung oleh BUMN sendiri. Justru yang lebih banyak memanfaatkannya adalah pihak lain, termasuk badan usaha milik negara lain yang memiliki teknologi lebih maju,” ungkap Maroef. Kondisi ini menjadi refleksi bahwa penguasaan teknologi pengolahan di dalam negeri masih perlu diperkuat agar nilai tambah kekayaan mineral benar-benar kembali ke negara.Berdasarkan data U.S. Geological Survey (USGS), cadangan emas Indonesia pada tahun 2025 mencapai 3.600 ton, menempatkan Indonesia di peringkat keempat dunia. Di atas kita adalah Australia dengan 13.000 ton, Rusia 12.000 ton, dan Afrika Selatan 5.000 ton. Total cadangan emas dunia diperkirakan sekitar 66.000 ton. Potensi yang luar biasa ini seharusnya mampu menjadi pilar penting bagi cadangan devisa dan kedaulatan ekonomi negara.Namun kekayaan yang tersebar dari Aceh hingga Papua ini belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal karena keterbatasan kemampuan pengolahan di dalam negeri. Maroef menegaskan perlunya langkah menyeluruh lintas institusi, mulai dari tata kelola di hulu hingga pemanfaatan di hilir, agar kekayaan alam dapat dijaga dan dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa serta diwariskan kepada generasi mendatang.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 21:16 WIT
Di Perbatasan Papua, Satgas Pasgat Bagikan Bendera Merah Putih, Kobarkan Semangat Nasionalisme
Papuanewsonline.com, Mamberamo Raya – Menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat kebangsaan bergema hingga ke wilayah perbatasan Papua. Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG 2026 Pos Dabra, Batalyon Parako 462 Komando Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), membagikan Bendera Merah Putih kepada masyarakat Kampung Dabra 1 dan Dabra 2, Distrik Mamberamo Hulu, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua, pada Rabu (12/8/2026).Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Pos Dabra, Letda Pas Tri Rahmad Susilo. Pembagian bendera menjadi wujud nyata kehadiran TNI Angkatan Udara dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air, sekaligus mempererat ikatan persaudaraan antara prajurit dan masyarakat di wilayah perbatasan. Antusiasme warga sangat terasa, salah satunya ditunjukkan oleh Papa Saena, warga Kampung Dabra 1, yang menerima bendera kebanggaan bangsa ini sebagai penghormatan terhadap momen bersejarah negara.“Pembagian Bendera Merah Putih ini kami laksanakan guna menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Tri Rahmad. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tumbuh dan berkobar rasa nasionalisme serta kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lebih dari sekadar pengamanan wilayah, Satgas Pasgat juga memperkuat pendekatan sosial dan kemanusiaan agar kehadiran negara benar-benar dirasakan di tengah masyarakat.Bendera Merah Putih bukan sekadar lambang negara, melainkan perekat persatuan bagi seluruh elemen masyarakat. Semangat kebangsaan yang dibawa para prajurit diharapkan dapat semakin memperkokoh persatuan, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia hingga ke pelosok negeri yang paling terpencil dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 21:12 WIT
KNPB Se-Meepago Beritahu Aksi Damai 15 Agustus, Soroti Perjanjian 1962 dan Nasib Orang Asli Papua
Papuanewsonline.com, Nabire – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Se-Meepago, yang mencakup Intan Jaya, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Mappi, dan Teluk Cenderawasih, secara resmi menyerahkan surat pemberitahuan kepada pihak berwenang di Provinsi Papua Tengah, Rabu (12/8/2026). Surat disampaikan kepada Kantor MRP Papua Tengah, Polres Nabire, serta Kantor DPRP Papua Tengah, agar bersama-sama mengawal dan mengayomi pelaksanaan aksi damai yang direncanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026.Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan peristiwa 15 Agustus 1962, saat ditandatanganinya Perjanjian New York yang dinilai dilakukan tanpa melibatkan orang asli Papua. KNPB menyampaikan bahwa sejak saat itu hingga kini, masyarakat Papua dirasakan masih terus mengalami berbagai bentuk penindasan yang terjadi secara meluas dan terstruktur di atas tanah sendiri. Oleh karena itu, aksi ini menjadi wadah untuk menyuarakan keprihatinan yang mendalam terhadap situasi yang terjadi.KNPB Se-Meepago mengajak seluruh lapisan masyarakat, orang asli Papua maupun non-Papua, organisasi kemahasiswaan, pemuda, pelajar, perempuan, buruh, petani, nelayan, serta semua pihak yang merasakan ketidakadilan, untuk hadir dan menyampaikan isi hati secara damai. Aksi ini ditekankan bersifat bermartabat, tanpa kekerasan, dan menjadi bagian dari serentakannya suara di seluruh wilayah PapuaKegiatan ini diketuai secara operasional oleh Mikael Pekei dan Ferry Dogomo, dengan penanggung jawab nasional Ketua Umum KNPB Agus Kossay, serta penanggung jawab BPW-KNPB Se-Meepago Ando Douw dan Krish Mote. Surat pemberitahuan telah diterima secara resmi oleh instansi terkait, yang diharapkan dapat menjamin keamanan, ketertiban, dan kebebasan menyampaikan aspirasi selama kegiatan berlangsung.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 21:08 WIT
Amnesty International Indonesia: Hukuman Mati Bukan Solusi, Dorong Percepatan RUU Perampasan Aset
Papuanewsonline.com, Jakarta – Menanggapi pernyataan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas yang menegaskan hukuman mati masih tetap berlaku bagi terpidana korupsi, Amnesty International Indonesia menyampaikan pandangan bahwa sanksi tersebut bukan jawaban atas masalah kejahatan maupun korupsi. Manajer Media Amnesty International Indonesia, Haeril Halim, menyatakan hal tersebut bertentangan dengan arah kebijakan yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto, yang pada 6 April 2025 menyatakan ketidaksetujuannya terhadap hukuman mati karena sifatnya yang final dan menutup ruang perbaikan.Haeril menjelaskan bahwa banyak negara di dunia telah menghapus hukuman mati melalui keputusan politik pimpinan tertinggi, meskipun pandangan masyarakat masih beragam. Mongolia dan Meksiko menjadi contoh, di mana kehendak politik kepala negara membawa negara tersebut mengikuti kecenderungan global yang mayoritas negara telah meninggalkan sanksi ini. Menteri Hukum justru diminta merevisi setidaknya 13 peraturan yang masih mengatur hukuman mati, karena hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak dasar untuk hidup yang tidak boleh direnggut dengan alasan apa pun.Pernyataan bahwa hukuman mati menimbulkan efek jera dianggap sekadar mitos. Data dari Transparency International menunjukkan bahwa negara yang tetap memberlakukannya, seperti China, Vietnam, dan Iran, tidak mengalami penurunan tingkat korupsi yang berarti. Sebaliknya, langkah yang jauh lebih efektif adalah mendorong DPR segera membahas dan mengesahkan RUU Perampasan Aset dengan melibatkan partisipasi masyarakat, agar harta hasil korupsi dapat dikembalikan secara utuh kepada negara.Secara sejarah, praktik hukuman mati di Indonesia merupakan warisan kolonial yang diskriminatif. Belanda sendiri telah menghapusnya bagi warganya sejak tahun 1870 karena dianggap kejam dan tidak manusiawi, namun justru memberlakukannya bagi penduduk jajahan di Indonesia tiga tahun kemudian. “Apakah setelah 81 tahun merdeka, kita masih mau mempertahankan warisan yang tidak adil ini?” tanya Haeril.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 21:03 WIT
Wamendagri Ribka Haluk Sambut 65 Pelajar Papua: Pendidikan Jembatan Masa Depan yang Lebih Cerah
Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyambut hangat kedatangan 65 pelajar asal berbagai wilayah pedalaman dan pegunungan Papua yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Mereka menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura sebelum melanjutkan pendidikan di Tangerang, Banten. Mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Ribka menyampaikan selamat datang sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membuka jalan bagi kesempatan berharga ini.Para pelajar berasal dari sejumlah daerah, antara lain Nalca, Korupun, Danowage, Daboto, Mokndoma, Waisai, Sentani, dan Tarup, terdiri dari siswa kelas 7 hingga kelas 10. Dalam perjalanan tersebut, mereka didampingi oleh 32 orang, meliputi rohaniawan, guru, dokter, perawat, serta tenaga medis. Langkah ini merupakan bagian dari program Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) yang didampingi sejak jenjang SMP, termasuk penyediaan asrama, hingga dukungan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.“Saya sudah mengikuti perkembangan program ini sejak 2023. Begitu direkrut dari SMP, difasilitasi asrama, semuanya, hingga dibantu sampai ke perguruan tinggi. Ini pekerjaan yang luar biasa,” ujar Ribka. Ia menegaskan bahwa membawa anak-anak dari wilayah yang sulit dijangkau bukanlah hal mudah, melainkan sebuah perjuangan menembus batas. “Atas nama seluruh masyarakat di Papua, saya ucapkan terima kasih. Ini tidak gampang,” tambahnya tulus.Kepada para pelajar, Ribka berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan belajar dengan sungguh-sungguh. Mereka juga diminta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru di Tangerang. “Ibu harap kalian belajar baik-baik di sini. Kebiasaan yang kurang baik di sana, tinggalkan. Bawa semangat baru, ilmu yang bermanfaat, dan harapan yang tinggi,” ungkapnya. Para siswa nantinya akan menempuh pendidikan di SLH Gunung Moria, Tangerang.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 21:00 WIT
Pengurus Cabang Perempuan Bangsa Mimika Mulai Dibentuk, Yustina Kwalik Terpilih Aklamasi
Papuanewsonline.com, Mimika — Pengurus Cabang Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika periode 2026–2031 mulai dibentuk melalui rapat konsolidasi dan silaturahmi yang berlangsung di Sekretariat DPC PKB Kabupaten Mimika, Jalan Poros Charitas SP 2, Timika, Selasa (11/8/2026).Kegiatan tersebut difasilitasi DPC PKB Kabupaten Mimika dan dihadiri jajaran Pengurus Wilayah Perempuan Bangsa Provinsi Papua Tengah, di antaranya Ketua Umum Yuliana Amisim, SE., Sekretaris Umum Windy Kalbi, SE., serta Bendahara Umum Hj. Munira.Dari DPC PKB Kabupaten Mimika hadir Ketua Dewan Tanfidz Hj. Peggi Patrisia Pattipi dan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Mimika Syarif Lacoro, S.Kom.Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut yakni pembentukan Pengurus Cabang Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika. Dalam forum itu, Yustina Kwalik terpilih secara aklamasi sebagai Ketua sekaligus Pimpinan Formatur untuk menyusun komposisi kepengurusan periode 2026–2031.Terpilihnya Yustina diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun organisasi perempuan yang kuat, terbuka, inklusif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.Sebagai Ketua sekaligus Pimpinan Formatur, Yustina berkomitmen menyusun kepengurusan yang dapat merepresentasikan semangat perjuangan perempuan di Kabupaten Mimika.Perempuan Harus Menjadi Penggerak PembangunanKetua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Mimika, Hj. Peggi Patrisia Pattipi, mengatakan pembentukan Perempuan Bangsa memiliki arti strategis dalam memperkuat keterlibatan perempuan dalam pembangunan.Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai pelaku sekaligus penggerak perubahan.“Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran strategis perempuan sebagai pilar utama penggerak kemajuan,” ujarnya.Peggi mengatakan ruang perjuangan perempuan harus hadir dalam berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat hingga politik.Perhatian juga perlu diberikan kepada mama-mama Papua agar semakin maju, kreatif, mandiri dan memiliki daya saing dalam mengembangkan potensi ekonomi keluarga maupun usaha masyarakat.Ia berharap Perempuan Bangsa dapat menjadi ruang bersama bagi perempuan untuk berkarya, menyampaikan gagasan dan mengambil peran dalam pembangunan Kabupaten Mimika dan Papua Tengah.Delapan Kabupaten Ditargetkan Segera TerbentukSementara itu, Ketua Umum Pengurus Wilayah Perempuan Bangsa Provinsi Papua Tengah, Yuliana Amisim, SE., mengapresiasi proses awal pembentukan kepengurusan di Kabupaten Mimika.Yuliana berharap kepengurusan Perempuan Bangsa di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah dapat segera terbentuk sehingga pelantikan dapat dilakukan secara bersama-sama sesuai agenda yang akan direncanakan.“Kita bersama-sama mengemban amanah ini dengan penuh dedikasi dan menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi perempuan-perempuan Papua masa kini serta masyarakat secara luas,” katanya.Ia menegaskan Perempuan Bangsa harus menjadi ruang perjuangan bersama untuk mendorong perempuan Papua dan perempuan Indonesia agar semakin mandiri, bermartabat dan memiliki daya saing di era digital.Dorong Perempuan Papua Berani BerkaryaPembentukan Pengurus Cabang Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika juga diharapkan membuka ruang lebih luas bagi perempuan Papua untuk terlibat dalam organisasi dan pembangunan.Perempuan Bangsa Mimika nantinya diharapkan menjadi wadah bagi perempuan dari berbagai latar belakang untuk belajar, berdiskusi, berkarya, membangun jejaring dan saling menguatkan.Program organisasi juga diarahkan menyentuh kebutuhan nyata perempuan dan masyarakat, khususnya pemberdayaan ekonomi, pendidikan, sosial, peningkatan kapasitas perempuan, pengembangan UMKM, digitalisasi usaha, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam pembangunan dan politik.Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, Perempuan Bangsa Mimika diharapkan tidak sekadar menjadi struktur organisasi, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menghadirkan perubahan.Semangat yang dibangun yakni “Perempuan Bangsa, Bergerak Bersama, Berdaya Bersama.”Penulis: BimEditor: OF
12 Agu 2026, 20:50 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Wamendagri Ribka Haluk Sambut 65 Pelajar Papua: Pendidikan Jembatan Masa Depan yang Lebih Cerah
Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyambut hangat kedatangan 65 pelajar asal berbagai wilayah pedalaman dan pegunungan Papua yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Mereka menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura sebelum melanjutkan pendidikan di Tangerang, Banten. Mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Ribka menyampaikan selamat datang sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membuka jalan bagi kesempatan berharga ini.Para pelajar berasal dari sejumlah daerah, antara lain Nalca, Korupun, Danowage, Daboto, Mokndoma, Waisai, Sentani, dan Tarup, terdiri dari siswa kelas 7 hingga kelas 10. Dalam perjalanan tersebut, mereka didampingi oleh 32 orang, meliputi rohaniawan, guru, dokter, perawat, serta tenaga medis. Langkah ini merupakan bagian dari program Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) yang didampingi sejak jenjang SMP, termasuk penyediaan asrama, hingga dukungan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.“Saya sudah mengikuti perkembangan program ini sejak 2023. Begitu direkrut dari SMP, difasilitasi asrama, semuanya, hingga dibantu sampai ke perguruan tinggi. Ini pekerjaan yang luar biasa,” ujar Ribka. Ia menegaskan bahwa membawa anak-anak dari wilayah yang sulit dijangkau bukanlah hal mudah, melainkan sebuah perjuangan menembus batas. “Atas nama seluruh masyarakat di Papua, saya ucapkan terima kasih. Ini tidak gampang,” tambahnya tulus.Kepada para pelajar, Ribka berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan belajar dengan sungguh-sungguh. Mereka juga diminta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru di Tangerang. “Ibu harap kalian belajar baik-baik di sini. Kebiasaan yang kurang baik di sana, tinggalkan. Bawa semangat baru, ilmu yang bermanfaat, dan harapan yang tinggi,” ungkapnya. Para siswa nantinya akan menempuh pendidikan di SLH Gunung Moria, Tangerang.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 21:00 WIT
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Kesempatan Bagi Lulusan Perguruan Tinggi
Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional tahun 2026, yang menyediakan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperkuat keterampilan sekaligus memperluas peluang kerja. Pembukaan dilakukan di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (11/8/2026), oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meningkat dari 100 ribu peserta pada tahun 2025 menjadi 150 ribu peserta tahun ini.Penyaluran peserta dilakukan secara bertahap: 50 ribu orang pada tahap pertama yang mulai dibuka hari ini, disusul 50 ribu pada bulan berikutnya, dan 50 ribu lagi pada bulan selanjutnya. Para peserta akan menjalani magang selama enam bulan dan menerima uang saku yang disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota di tempat penempatan. Dari capaian tahun lalu, sekitar 30 hingga 40 persen peserta langsung diangkat menjadi karyawan setelah menyelesaikan program.“Faktanya, hampir 40 persen peserta tahun lalu langsung bekerja. Itu menunjukkan kualitas rekrutmen dan pembinaan berjalan baik,” ujar Seskab Teddy. Salah satu peserta yang ditempatkan di Jakarta memperoleh uang saku sekitar Rp5,5 hingga Rp5,7 juta per bulan. Program ini juga terbuka bagi penyandang disabilitas, sebagai wujud pemerataan kesempatan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat.Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menambahkan bahwa program ini bukan sekadar bekal kerja, melainkan juga bagian dari stimulus ekonomi. Uang saku yang diterima peserta turut meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus membantu industri memperoleh tenaga kerja yang terlatih. Pemerintah juga terus membuka ruang evaluasi dan menerima masukan dari peserta agar pelaksanaan ke depan semakin baik.Ferdian, salah satu peserta dari Universitas Brawijaya yang ditempatkan di PT Telkom Indonesia, menyambut gembira kesempatan ini dan berharap dapat berkarier secara tetap di perusahaan tersebut.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 20:46 WIT
KKN UPGRIS Ajak Siswa MTs Ibrohimiyyah Seimbangkan Dunia Digital dan Dunia Nyata
Papuanewsonline.com,
Demak – Mahasiswa
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 41 Desa Brumbung Universitas PGRI Semarang
(UPGRIS) menggelar kegiatan sosialisasi mengenai cara bijak dalam menggunakan
gawai bagi 30 siswa kelas 7B di MTs Ibrohimiyyah, Desa Brumbung, Kecamatan
Mranggen, Kabupaten Demak, pada Senin, 10/08/2026. Kegiatan
bidang pendidikan ini sengaja dipilih karena maraknya penggunaan gawai di
kalangan remaja yang sering kali berlebihan sehingga mengganggu kesehatan,
menurunkan konsentrasi belajar, hingga membuat anak malas bergerak. Guna
mengantisipasi dampak negatif tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS memaparkan materi
interaktif mulai dari pengenalan fungsi gawai, ciri-ciri ketergantungan gawai,
hingga perbandingan penting antara keseruan dunia layar dan keindahan interaksi
di dunia nyata. Proses
pembelajarannya sendiri dibagi ke dalam tiga tahap. Pertama, mahasiswa
memberikan penjelasan dasar mengenai batasan waktu hiburan maksimal 1 hingga 2
jam sehari. Kedua, mereka mengenalkan aturan praktis "20-20-20",
yaitu mengistirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki
setelah 20 menit menatap layar HP. Terakhir, para siswa diajak berkomitmen
untuk selalu mendahulukan tugas sekolah serta meminta izin orang tua sebelum
membuka gawai mereka. Inovasi
metode pembelajaran ini langsung mendapatkan sambutan hangat dan nilai positif
dari pihak madrasah karena dinilai memberikan panduan penggunaan teknologi yang
sangat dibutuhkan siswa di era modern. "Tanggapan
kami mengenai materi sosialisasi penggunaan gawai secara bijak yang dibawakan
oleh adik-adik KKN hari ini sangat bagus dan sangat relevan dengan tantangan
anak zaman sekarang. Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, para siswa
bisa lebih disiplin membagi waktu antara belajar, beribadah, dan tidak melulu
ketergantungan pada layar HP," kata Bapak Muhamad Zubaidi selaku Kepala
Sekolah MTs Ibrohimiyyah. Keceriaan
yang sama juga diungkapkan langsung oleh salah satu siswi yang merasa senang
bisa mendapatkan tips menjaga kesehatan mata dari para mahasiswa secara santai. "Seneng
banget hari ini. Yang paling aku ingat dari materinya itu kita jangan
keseringan main HP, soalnya nanti bisa bikin mata capek. Makasih buat
kakak-kakak KKN yang udah nemenin kita di kelas 7B hari ini," cerita Winda
Ayu Maulidya, siswi kelas 7B MTs Ibrohimiyyah.
Melalui
sosialisasi ini, dampak positifnya langsung terlihat dari suasana kelas yang
menjadi lebih hidup dan interaktif saat para siswa diajak bercerita tentang
kebiasaan mereka sehari-hari. Manfaat nyata dari kegiatan ini adalah memberikan
panduan praktis yang mudah dipahami, seperti tips menjaga kesehatan mata,
sehingga para siswa punya bekal untuk mulai membatasi waktu layar secara
mandiri demi mendukung kelancaran aktivitas belajar mereka. (Red)
12 Agu 2026, 19:49 WIT
Wamenko Otto Hasibuan Terima Audiensi BEM FH Undip, Bahas Reformasi Polri dan Perubahan Kultur
Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas) Otto Hasibuan menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (BEM FH Undip), Senin (10/8/2026), di Ruang Rapat Wamenko Kumham Imipas, Gedung Trinity, Kuningan, Jakarta. Pertemuan ini membahas kajian mahasiswa terkait reformasi Kepolisian Republik Indonesia, termasuk pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Kepolisian, dengan didampingi Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Isu Strategis, Karjono.Ketua BEM FH Undip, Ilman Nurfathan, beserta jajarannya menyampaikan sejumlah pandangan mengenai arah reformasi kepolisian. Salah satu sorotan utama adalah adanya kecenderungan pergeseran pendekatan Polri dari paradigma preventif menuju pendekatan yang dinilai semakin represif. Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya menjaga supremasi sipil serta memastikan proses regenerasi di tubuh kepolisian berjalan sesuai prinsip demokrasi dan negara hukum.Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Otto Hasibuan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian mahasiswa terhadap isu hukum dan reformasi institusi kepolisian. Ia menegaskan bahwa masukan dari kalangan akademisi dan mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan kebijakan publik. “Saya menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan BEM FH Undip yang sudah memberikan perhatian. Bernegara ternyata tidak mudah,” ujar Otto, yang juga mengingatkan tim reformasi Polri untuk senantiasa terbuka terhadap pandangan kritis.Lebih jauh, Otto menjelaskan bahwa reformasi kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penyempurnaan peraturan maupun struktur organisasi, melainkan juga menyangkut perubahan budaya dan cara pandang di dalamnya. Perubahan kultur ini dinilai jauh lebih kompleks dan membutuhkan waktu serta konsistensi. “Bagaimana nilai-nilai perubahan ini bisa ditegakkan dan dilaksanakan secara konsisten, terus-menerus? Itulah tantangan terbesarnya,” tegasnya.Pemerintah menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan dan akan mengkoordinasikannya dengan kementerian serta lembaga terkait untuk menjadi bahan pertimbangan kebijakan.Penulis: JidEditor: OF
12 Agu 2026, 19:11 WIT
Pemkab Boven Digoel Ingatkan Bahaya KBGO, Dorong Remaja Bijak di Ruang Digital
Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Pemerintah Kabupaten Boven Digoel mendorong anak dan remaja untuk cerdas dan beretika dalam bermedia digital di tengah maraknya ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online KBGO.Peringatan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel, Fabiasnus Sabi, S.Sos., MM saat membuka kegiatan Literasi Digital bertema "Kekerasan Berbasis Gender Online" dalam rangka Hari Remaja Internasional, di Boven Digoel, Rabu, 12 Agustus 2026.Fabiasnus yang mewakili Bupati Boven Digoel mengapresiasi Lembaga Advokasi Peduli Perempuan Kabupaten Merauke, We Speak Up, dan Tim Literasi Digital Fokus Anak Boven Digoel sebagai penyelenggara kegiatan.Manfaat Besar, Risiko NyataMenurut Fabiasnus, digitalisasi memberi manfaat signifikan bagi pelajar: mendukung proses belajar, memperluas komunikasi, hingga membuka akses informasi dan ruang kreativitas.Namun, di balik itu, risiko kekerasan digital mengintai anak dan remaja."Kekerasan berbasis gender online dapat menimpa anak dan remaja dalam berbagai bentuk, seperti pelecehan melalui media sosial, penghinaan, ancaman, penyebaran foto atau video pribadi tanpa persetujuan, pemerasan seksual, perundungan siber hingga berbagai bentuk eksploitasi di ruang digital," ujar Fabiasnus.Ia menegaskan, dampak KBGO kerap tidak kasat mata, tetapi merusak rasa aman, kepercayaan diri, pendidikan, relasi sosial, hingga masa depan korban.Ruang Digital Bukan Ruang Tanpa Tanggung JawabFabiasnus menekankan, aktivitas di dunia maya adalah bagian dari kehidupan nyata yang memiliki konsekuensi hukum dan sosial.Kepada peserta, ia berpesan agar tidak sekadar mahir mengoperasikan gawai, tetapi menjadi pengguna yang bijak, aman, kritis, dan beretika."Jangan takut untuk mengatakan tidak terhadap segala bentuk kekerasan dan pelecehan di ruang digital. Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal melalui internet. Jagalah data pribadi dan informasi yang bersifat sensitif serta pikirkan baik-baik sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu," tegasnya.Ia meminta korban atau saksi KBGO untuk tidak diam dan segera melapor kepada orang dewasa yang dipercaya, guru, orang tua, pendamping, atau aparat berwenang."Meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan. Meminta bantuan adalah bentuk keberanian untuk melindungi diri," katanya.Seruan untuk Orang Tua dan Pemangku KepentinganFabiasnus juga meminta orang tua tidak hanya melarang penggunaan gawai, melainkan aktif mendampingi dan membangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman untuk bercerita.Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas diminta bersinergi membangun ekosistem digital yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak."Anak dan remaja bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi generasi penerus sekaligus bagian penting dari pembangunan daerah dan bangsa," ujarnya.Peringatan Hari Remaja Internasional, kata dia, harus menjadi momentum memastikan anak dan remaja Boven Digoel tumbuh aman di dunia nyata maupun digital, mendapat pendidikan berkualitas, serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi."Jadikan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berkarya, berprestasi dan membangun masa depan yang lebih baik," pungkas Fabiasnus.Penulis: MuhtarEditor: OF
12 Agu 2026, 19:06 WIT
Polri dan Kemenkeu Kolaborasi Persiapkan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan ke-280
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia unggul. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan ke-280 di Sekolah Bahasa Lemdiklat Polri, Jakarta, Tanggal 10 hingga 15 Agustus 2026.Kegiatan pembekalan ini diikuti 230 peserta yang terdiri dari 119 peserta laki-laki dan 111 peserta perempuan. Para peserta merupakan calon mahasiswa jenjang magister dan doktor yang telah berhasil melewati tahapan seleksi dan bersiap melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terkemuka, baik nasional maupun internasional.Kerja sama lintas kementerian/lembaga antara Polri dan Kemenkeu tersebut diwujudkan melalui penguatan wawasan kebangsaan serta pembekalan karakter kepemimpinan dan kedisiplinan. Rangkaian program dirancang untuk memastikan para awardee memiliki ketahanan mental, wawasan kebangsaan, dan nasionalisme yang kokoh.Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. R.Z Panca Putra S. M.Si. mengatakan keterlibatan Polri dalam program LPDP merupakan bentuk komitmen penuh Polri dalam mengawal program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas.“Melalui lingkungan kedisiplinan di Lembaga Pendidikan Polri, termasuk di Sekolah Bahasa Polri, para peserta dibentuk agar tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga mampu bertindak sebagai duta bangsa yang membawa nilai-nilai integritas, berkarakter kebangsaan, cinta tanah air, dan mampu menjadi agen perubahan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sesuai Astacita,” ujar Panca dalam Keterangannya, Selasa, (11/08).Dengan penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan ini, para peserta diharapkan siap menempuh studi dengan semangat nasionalisme dan cinta tanah air serta kembali membawa kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara di masa mendatang. PNO-12
12 Agu 2026, 14:20 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Hijrah, Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat
Papuanewsonline.com, Ambon - Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan penegakan hukum, tetapi juga dengan memperkuat komunikasi, silaturahmi dan kepercayaan publik.Pesan tersebut tercermin dalam langkah Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., yang melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah Keliling sekaligus silaturahmi bersama masyarakat di Masjid Al-Hijrah, Kapaha, Kota Ambon, Rabu (12/8/2026).Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.45 WIT tersebut diikuti Dirlantas Polda Maluku, Ps. Kanit Standar Tindak dan Cegah Subdit Kamsel Ditlantas Polda Maluku, sejumlah personel Ditlantas Polda Maluku, Imam Masjid Al-Hijrah serta para jamaah.Sholat Subuh berjamaah berlangsung khidmat. Setelah ibadah, Kapolda Maluku tidak langsung meninggalkan masjid, tetapi melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi dan berdialog bersama Imam Masjid serta para jamaah.Interaksi langsung tersebut menjadi ruang bagi Kapolda untuk mendengar sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat. Pendekatan seperti ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan emosional dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi harus terus dibangun secara langsung dan berkelanjutan.“Keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun hanya oleh Polri. Kita membutuhkan kebersamaan, komunikasi dan kepercayaan dari seluruh masyarakat. Karena itu, silaturahmi seperti ini penting untuk mendengar langsung apa yang menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga kamtibmas,” ujar Kapolda Maluku.Menurut Dadang, masjid dan tempat-tempat ibadah memiliki peran penting dalam membangun nilai kebersamaan, kepedulian sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat.Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian dan kebersamaan. Polri harus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang humanis dan menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri,katanya.Kapolda menegaskan, pendekatan kepada masyarakat harus terus dikembangkan agar tercipta hubungan yang semakin terbuka antara kepolisian dengan warga.“Kami ingin terus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Kalau komunikasi berjalan baik, persoalan-persoalan di tengah masyarakat dapat kita deteksi dan selesaikan bersama lebih awal. Ini adalah bagian dari upaya menjaga Maluku tetap aman, damai dan kondusif,” tegasnya.Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polda Maluku memperkuat kemitraan dengan tokoh agama dan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, kegiatan Kapolda Maluku bersama masyarakat melalui sholat berjamaah dan silaturahmi menunjukkan bahwa pendekatan humanis merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.“Kehadiran Kapolda di tengah masyarakat melalui kegiatan sholat Subuh berjamaah dan silaturahmi merupakan bentuk nyata pendekatan Polri yang humanis. Polri tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir untuk membangun komunikasi, mendengar masyarakat dan memperkuat kebersamaan,” ujar Rositah.Menurutnya, hubungan yang kuat antara Polri dengan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.“Keamanan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga harus terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas,” jelasnya.Rositah menambahkan, Polda Maluku akan terus mendorong jajaran kepolisian untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai pendekatan yang humanis, komunikatif dan berorientasi pada pelayanan.“Semangatnya adalah membangun polisi yang semakin dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat merasa didengar, dihargai dan dilibatkan, maka kepercayaan publik akan semakin kuat. Dari kepercayaan itulah kemitraan dalam menjaga keamanan dapat tumbuh,” katanya.Bagi Polda Maluku, silaturahmi bersama masyarakat menjadi bagian dari strategi membangun keamanan yang tidak hanya bertumpu pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada pencegahan, komunikasi publik, penguatan nilai kebersamaan dan partisipasi masyarakat.Pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah karakteristik Maluku sebagai daerah kepulauan yang memiliki keragaman masyarakat, budaya dan komunitas sosial. Dalam konteks tersebut, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kohesi sosial dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.Melalui kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Keliling, Polda Maluku ingin memastikan bahwa kehadiran Polri tidak berjarak dengan masyarakat.Polri hadir untuk mendengar, melayani dan membangun kepercayaan karena keamanan yang kuat tidak hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari hubungan yang erat antara polisi dan masyarakat.Kegiatan berakhir sekitar pukul 05.35 WIT dan berlangsung aman, tertib serta kondusif. PNO-12
12 Agu 2026, 14:31 WIT
Sang Merah Putih Terbesar Berkibar Di Gunung Cycloop, Ribuan Warga Papua Serukan Persatuan
Papuanewsonline.com, Jayapura — Semangat nasionalisme menyelimuti kawasan Gunung Cycloop, Kabupaten Jayapura, Papua, saat sekitar 1.200 prajurit TNI, Polri, pelajar, pemerintah daerah, dan masyarakat mengikuti Kirab serta Pembentangan Bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).Kegiatan yang berlangsung di Kampung Ifar Gunung, Distrik Sentani, tersebut dipimpin langsung Panglima Komando Operasi TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di Tanah Papua.Pangkoops TNI Habema hadir bersama Dansatgas Teritorial Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan dan Dansatgas Banmin Brigjen TNI Zamril Philiang. Kegiatan juga melibatkan unsur TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Jayapura, pelajar, serta masyarakat setempat.Kehadiran para peserta disambut Tari Yop yang dibawakan Sanggar Tari SMKS YPKP Sentani binaan Satgas Teritorial. Tarian khas Papua tersebut menjadi bagian dari penyambutan sekaligus menggambarkan keterlibatan generasi muda dan masyarakat dalam kegiatan kebangsaan.Setelah itu, Pangkoops TNI Habema secara resmi melepas Kirab Merah Putih yang diiringi penampilan Grup Drumband SMKS YPKP Sentani. Para peserta kemudian berjalan menyusuri jalur kirab sepanjang sekitar satu kilometer menuju kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih.Ribuan peserta dari berbagai unsur berjalan dalam satu barisan membawa semangat persatuan. Keterlibatan prajurit, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat menjadi gambaran kolaborasi berbagai elemen dalam menyambut momentum kemerdekaan Indonesia.Sesampainya di kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih, peserta menyaksikan pembentangan Sang Merah Putih berukuran sekitar 120 meter x 80 meter di kawasan Gunung Cycloop. Bendera berukuran besar tersebut dibentangkan di tengah panorama pegunungan Papua.Penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih kemudian dilakukan dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebanggaan dan menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan serta pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan, Kirab dan Pembentangan Bendera Merah Putih merupakan wujud penguatan nasionalisme sekaligus sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat.Menurutnya, berkibarnya Merah Putih di kawasan Gunung Cycloop membawa pesan bahwa semangat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terus dijaga dari Tanah Papua.Keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut juga dinilai memiliki arti penting karena generasi muda merupakan bagian dari penerus perjuangan bangsa. Mereka diharapkan terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air.Rangkaian kegiatan mulai dari Tari Yop, penampilan drumband, kirab, hingga pembentangan bendera menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat Papua dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakatDari Gunung Cycloop, berkibarnya Sang Merah Putih menjadi simbol pesan persatuan dari Tanah Cenderawasih untuk Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan dan mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persaudaraan serta keutuhan NKRI.Editor: OF
10 Agu 2026, 22:05 WIT
Karnaval Budaya Meriahkan HUT RI ke-81 di Boven Digoel, Wakil Bupati Tekankan Semangat Persatuan
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menggelar Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).Meski cuaca kurang mendukung, kegiatan tetap berlangsung meriah. Pemerintah daerah bersama berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), kelompok etnis, komunitas, serta masyarakat dari berbagai kalangan terlihat antusias mengambil bagian dalam karnaval tersebut.Wakil Bupati Boven Digoel, Drs. Marlinus, mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap mengikuti rangkaian kegiatan meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat.“Walaupun cuaca kurang mendukung, tetapi semangat yang luar biasa dari pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat tidak luntur untuk melaksanakan karnaval ini,” ujar Marlinus saat ditemui di sela-sela kegiatan.Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari kebersamaan seluruh masyarakat Boven Digoel.Marlinus menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, kelompok etnis, komunitas dan masyarakat yang telah mengambil bagian dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.“Saya sangat mengapresiasi para OPD, etnis, komunitas serta seluruh lapisan masyarakat yang terlibat dan mengambil bagian dalam perayaan ini,” katanya.Ia juga mengajak seluruh suku, etnis, ras dan agama yang berada di Kabupaten Boven Digoel untuk terus membangun kebersamaan serta meningkatkan semangat dalam setiap momentum perayaan kemerdekaan.Marlinus berharap semangat kebangsaan dan persatuan yang telah terbangun di tengah masyarakat dapat terus dipelihara dan menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan di Boven Digoel.“Kita berharap ke depan semua suku, etnis, ras dan agama yang ada di Boven Digoel sama-sama memiliki antusias dan semangat untuk bersama-sama dengan pemerintah serta seluruh unsur masyarakat dalam memeriahkan HUT RI,” tuturnya.Ia menegaskan, kebersamaan dan persatuan merupakan modal penting bagi masyarakat untuk menjaga kedamaian serta mendukung pembangunan daerah.“Semangat kebangsaan dan semangat persatuan yang ada ini akan terus kita bina. Ke depan, kita berharap semuanya dapat berlangsung dengan baik, sehingga kita boleh hidup rukun dan damai di atas tanah ini, dan umumnya di Indonesia,” pungkasnya.Karnaval Budaya tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Boven Digoel untuk menunjukkan keberagaman budaya sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat.Penulis : MuhtarEditor: OF
10 Agu 2026, 17:33 WIT
Merah Putih Berkibar di Puncak Bukit Walesi, Simbol Persatuan di Tanah Papua
Papuanewsonline.com, Walesi – Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, prajurit Pos Kotis Walesi Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha bersama pelajar, guru, dan warga Distrik Walesi mendaki bukit untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Bukit Walesi, Sabtu (8/8/2026). Perjalanan yang menyeberangi sungai dan menanjak bersama menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan tidak terhalang oleh medan maupun jarak.Kegiatan diawali dengan pemberian pemahaman kebangsaan dan pembagian atribut Merah Putih kepada para siswa. Selanjutnya, seluruh peserta berjalan kaki bersama membawa tiang bendera menuju puncak. Sesampainya di sana, semuanya bergotong royong mendirikan tiang dan mengibarkan bendera, dilanjutkan dengan penghormatan terpimpin sebagai tanda cinta dan hormat kepada simbol negara. Suasana kehangatan terasa saat semua menikmati hidangan sederhana bersama setelah upacara. Dansatgas Yonif 645/Gardatama Yudha Letkol Inf Yan Rangga Rahabistara menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Kami ingin memastikan semangat kemerdekaan RI sampai ke pelosok Papua. Kebersamaan hari ini menunjukkan betapa eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya. Kegiatan ini juga bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda sejak dini.Pengibaran bendera di ketinggian ini membawa pesan bahwa kemerdekaan milik seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali mereka yang tinggal di kampung, pegunungan, hingga perbatasan. Bagi anak-anak Walesi, mendaki bersama, mendirikan tiang, dan memberi hormat menjadi pengalaman nyata bahwa mereka adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa ini.Penulis: JidEditor: OF
10 Agu 2026, 11:53 WIT
TNI-Polri Usut Kelompok Bersenjata yang Menembak Dua Warga di Festival Lembah Baliem
Papuanewsonline.com, Jayapura – Aparat gabungan TNI dan Polri tengah menelusuri identitas kelompok bersenjata yang diduga menembaki warga sipil di kawasan penutupan Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (8/8/2026). Serangan mendadak itu menimpa warga yang hendak menyaksikan kegiatan budaya tahunan tersebut dan menyebabkan dua orang terluka.Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Robbi Suryadi membenarkan kedua korban telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis di RSUD Wamena. Korban pertama, Laode Muhammad (43), menderita luka tembak di lutut, sedangkan korban kedua, Salbia (50), mengalami luka tembak di paha kanan. “Kondisi keduanya saat ini dalam keadaan stabil,” ujarnya dari Jayapura.Pasca-kejadian, prioritas utama aparat keamanan adalah mengamankan dan mengevakuasi warga yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Hal itu membuat penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi kelompok yang bertanggung jawab masih terus berjalan. “Kami belum dapat memastikan asal kelompok pelaku, namun pengejaran dan penyelidikan terus dilakukan secara intensif,” tegas Robbi.Kegiatan festival yang berlangsung 7–8 Agustus sempat terganggu, namun petugas keamanan gabungan segera mengendalikan situasi dan membersihkan lokasi. Acara yang seharusnya menjadi ajang merawat warisan budaya dan mempererat persaudaraan justru diwarnai tindakan kekerasan yang menakutkan dan merugikan warga sipil.Penulis: JidEditor: OF
10 Agu 2026, 11:50 WIT