logo-website
Rabu, 01 Apr 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Pondok Pesantren Ummahatul Mukminin Al-Akbar Timika, Cetak Generasi Penghafal Al-Qur’an Papuanewsonline.com, Timika – Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam memerlukan upaya untuk menjaga kemurnian, memahami kandungannya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang efektif untuk menjaga kemurniannya adalah dengan menghafalkan ayat-ayat sucinya.Namun, di wilayah Timika, Papua, keberadaan lembaga pendidikan yang berfokus pada pembinaan hafalan Al-Qur'an (tahfidzul Qur'an) masih tergolong minim. Hal ini menjadi keprihatinan bagi pewakaf tanah dan pendiri pondok, yang kemudian menginisiasi pendirian sebuah lembaga pendidikan khusus untuk tahfidz Al-Qur'an. (31/3/2026) Berdasarkan kepedulian tersebut, pada tahun 2020 lahirlah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ummahatul Mukminin Al-Akbar sebagai wadah untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.Pondok pesantren ini didirikan atas dasar visi dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan berbasis Al-Qur'an di Timika. Dengan visi untuk mewujudkan generasi yang mencintai dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an, pondok ini menetapkan tiga misi utama: mencetak generasi Islam yang mencintai Al-Qur'an, menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, serta membentuk santri yang berakhlak mulia. Keunggulan pondok terletak pada pembinaan hafalan Al-Qur'an yang kuat, pembentukan akhlak yang baik berlandaskan nilai-nilai Islam, dan integrasi antara hafalan dengan pengamalan dalam keseharian santri.Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode Mutqin, yang menekankan pada kekuatan hafalan dan konsistensi dalam menjaga hafalan yang telah dipelajari. Metode ini mencakup tiga komponen utama: murajaah dan tikrar (pengulangan hafalan secara terus-menerus), talaqqi/tasmi’ (setoran hafalan kepada guru untuk disimak langsung), serta ziyadah (penambahan hafalan baru secara bertahap). Ada aturan khusus di pondok ini: setiap santri yang telah menghafal 3 juz wajib menyetorkan seluruh hafalan dalam satu kali duduk tanpa melihat mushaf. Setelah lulus, mereka dapat melanjutkan hafalan berikutnya. Ketika telah menambah 3 juz lagi, santri akan melakukan tasmi’ 3 juz baru tersebut, kemudian dilanjutkan dengan tasmi’ gabungan sebanyak 6 juz (3 juz sebelumnya dan 3 juz baru). Proses ini diulang secara berkelanjutan hingga santri berhasil menghafal seluruh 30 juz Al-Qur'an.Pondok pesantren secara rutin mengikuti perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dan Musabaqah Higdzil Qur'an (MHQ) setiap tahunnya. Alhamdulillah, para santri telah membawa pulang berbagai prestasi gemilang baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Selain itu, dengan metode Mutqin yang diterapkan secara selektif, proses pembinaan menghasilkan santri yang benar-benar kuat dalam hafalan. Pendiri pondok, KH. Andi Ahmad Jaya, mengungkapkan bahwa pada tahun ini terdapat beberapa santri yang akan menyelesaikan hafalan 30 juz (khatam kubro), dengan beberapa santri lainnya diproyeksikan menyusul pada tahun berikutnya.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 23:08 WIT
Lemasa Suku Amungme Desak Dana Otsus Libatkan Lembaga Adat demi Pemberdayaan OAP di Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Ketua Lemasa Suku Amungme, Menuel John Magal, menegaskan pentingnya kerja sama erat antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat asli Papua di Kabupaten Mimika.Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah kegiatan di Hotel Horison Ultima Timika pada Selasa (31/3/2026), di mana ia menekankan bahwa setiap kebijakan pembangunan harus berorientasi pada pemberdayaan masyarakat lokal agar mampu berkembang dan sejajar dengan kelompok lain.Menuel mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat asli Papua yang tertinggal dalam bidang pendidikan dan kemampuan kerja. Oleh karena itu, kebijakan afirmatif atau diskriminasi positif dinilai sangat penting untuk mendorong kesetaraan. "Diskriminasi positif diperlukan agar masyarakat yang tertinggal bisa mencapai kesetaraan. Mereka harus dibekali pendidikan dan keterampilan yang memadai agar siap memasuki dunia kerja," ujarnya. Ia juga menyoroti perlunya pemanfaatan dana Otsus secara tepat sasaran melalui kerja sama strategis antara Pemkab Mimika dan Lemasa, mengingat lembaga adat memiliki peran krusial dalam menyampaikan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.Menurut Menuel, masih terdapat kesenjangan emosional antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat adat, yang menyebabkan sejumlah program belum menyentuh kebutuhan mendasar. "Pemerintah tidak akan mengetahui kebutuhan masyarakat secara mendalam jika tidak dekat secara emosional. Lemasa dapat menjembatani dengan data dan kondisi nyata yang terjadi di lapangan," jelasnya. Ia berharap ke depan alokasi dana Otsus lebih melibatkan lembaga adat secara langsung sesuai peraturan yang berlaku, mengingat pada periode 2024 hingga 2025 belum ada alokasi signifikan bagi lembaga adat.Menuel juga menekankan pentingnya pembinaan pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek formal, tetapi juga mencakup moral, mental, dan spiritual, khususnya bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.Ia mendorong penerapan sistem asrama sebagai solusi pembinaan menyeluruh, mengingat Lemasa telah menjalankan model serupa dengan menampung ratusan anak dan menghasilkan peningkatan signifikan dari sisi akademik maupun karakter."Dana Otsus harus berdampak langsung pada masyarakat. Contohnya sudah ada, tinggal diperluas dan didukung oleh pemerintah," tegasnya.Ia berharap sinergi antara pemerintah dan lembaga adat terus diperkuat agar tujuan Otsus dapat terwujud secara optimal. Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 23:02 WIT
Polsek Kawasan Bandara Mimika Gelar Razia Sajam, Amankan 1 Busur Dan 28 Anak Panah Papuanewsonline.com, Timika – Polsek Kawasan Bandara melaksanakan razia khusus terhadap senjata tajam (sajam) berupa busur dan panah dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca konflik sosial di Distrik Kwamki Narama.Kegiatan yang dipimpin oleh Ipda Yusran Jaya Milu (Kapolsek Kawasan Bandara Mimika) bekerja sama dengan tim pengamanan Bandara Mozes Kilangin Timika digelar pada Selasa (31/3/26) di area Bandara Mozes Kilangin dan Terminal Perintis Avco.Kasihumas Polres Mimika Iptu Hempy Ona, SE menjelaskan bahwa razia dilakukan secara menyeluruh di Terminal Perintis Bandara Avco maupun area kedatangan dan keberangkatan Bandara UPBU Mozes Kilangin Timika. Personel melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang bawaan calon penumpang serta penumpang yang baru tiba, guna mendeteksi adanya benda berbahaya yang dapat mengganggu ketertiban."Kegiatan ini bertujuan mencegah masuknya atau penyebaran senjata alami yang berpotensi memicu konflik kembali," ujarnya.Dalam pelaksanaan razia, personel berhasil mengamankan 1 buah busur dan 28 anak panah yang dibawa oleh salah seorang penumpang pesawat Reven Global Transport yang berasal dari Lapter Noema Distrik Jila. Pemilik barang berinisial T.D (37 tahun) beralamat di Jalan Baru, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika. Setelah ditemukan, barang bukti tersebut langsung diamankan di Polsek Kawasan Bandara untuk proses lebih lanjut.Hempy menambahkan bahwa setelah menyelesaikan proses pemeriksaan awal, barang bukti akan disimpan sementara di Polsek Kawasan Bandara sebelum dilakukan pemusnahan sesuai prosedur hukum. "Kegiatan razia sajam pasca konflik sosial di Kwamki Narama merupakan tindakan preventif untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Mimika," jelasnya. Razia ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan bandara yang aman bagi seluruh penumpang dan masyarakat sekitar.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 22:59 WIT
Musrenbang Otsus & DTI 2027 Ditutup, 3 Bidang Utama Jadi Fokus Pembangunan Mimika 2027 Papuanewsonline.com, Timika – Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2027 resmi ditutup oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika Santy Sondang.Dalam sambutan penutupnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga selesai. (31/3/2026) "Diskusi, saran, dan berbagai masukan yang disampaikan dalam forum ini merupakan bukti nyata bahwa kita semua memiliki komitmen dan kepedulian yang besar terhadap pembangunan Kabupaten Mimika yang kita cintai," ujarnya.Santy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan dalam mengawal aspirasi masyarakat dari tingkat bawah hingga forum kabupaten ini. Melalui Musrenbang, seluruh pihak telah menyepakati arah kebijakan pembangunan daerah untuk tahun 2027 beserta berbagai program prioritas yang disetujui bersama. Ia menegaskan bahwa dana Otsus bukan sekadar angka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat Mimika.Sebagai hasil dari musyawarah tersebut, telah ditetapkan tiga prioritas utama pembangunan yang akan menjadi fokus dalam APBD Tahun 2027. Pertama, bidang Pendidikan dengan fokus pada pemberian beasiswa tepat sasaran dan peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah pesisir serta pedalaman. Kedua, bidang Kesehatan yang akan difokuskan pada penurunan angka stunting dan penguatan layanan kesehatan dasar hingga ke kampung-kampung terpencil. Ketiga, bidang Ekonomi Kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal agar masyarakat dapat menjadi penggerak ekonomi di daerah sendiri.Sebelum menutup kegiatan, Santy menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pertama, menjaga akurasi data dengan memastikan penerima manfaat tepat sasaran berbasis data by name by address untuk menghindari tumpang tindih atau penerima ganda. Kedua, menjaga transparansi dengan mengelola dana Otsus secara bertanggung jawab dan menghindari program berulang dengan sasaran yang sama. Ketiga, melakukan sinkronisasi agar seluruh hasil Musrenbang selaras dengan rencana pembangunan provinsi dan pusat, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.  Penulis: Abim Editor: GF 31 Mar 2026, 22:55 WIT
Kepala Bappeda Mimika: Musrenbang Otsus & DTI 2027 Libatkan Seluruh Pemangku Kepentingan Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Bappeda Mimika Septinus Timang dalam wawancara eksklusif setelah penyelesaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2027, menegaskan bahwa undangan acara tidak hanya ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), melainkan juga seluruh elemen pemangku kepentingan di daerah.Termasuk di dalamnya adalah lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh intelektual, kelompok perempuan, serta mitra kerja pemerintah daerah."Undangan kami tidak hanya untuk DPRK saja, tetapi juga untuk seluruh stakeholder yang berkepentingan dalam pembangunan daerah. Mulai dari lembaga adat hingga berbagai kelompok masyarakat, kami libatkan secara menyeluruh karena pembangunan ke depan bukan lagi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat," ujarnya. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam Musrenbang memiliki peran krusial untuk memastikan bahwa arah pembangunan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil daerah.Terkait adanya informasi bahwa sebagian pihak merasa tidak mendapatkan undangan, Septinus menduga hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh kendala teknis yang terjadi selama proses distribusi. "Kemungkinan terdapat kasus undangan yang tidak sampai ke alamat tujuan atau terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi. Namun secara administrasi, kami telah melakukan distribusi undangan kepada semua pihak yang telah ditentukan. Kedepan kami akan melakukan pengecekan kembali melalui catatan ekspedisi untuk memastikan kelengkapan dan akurasi pengiriman," jelasnya.Ia menegaskan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan dalam Musrenbang sangat penting, karena forum ini menjadi wadah bersama untuk merumuskan dan menyelaraskan arah pembangunan daerah. "Kehadiran mereka sangat krusial. Ini bukan hanya forum untuk pemerintah, melainkan ruang bersama bagi semua elemen untuk turut menyusun kebijakan pembangunan yang inklusif," tambahnya. Sebagian besar undangan telah hadir dengan baik, termasuk tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya. Septinus memastikan bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan pendekatan aktif agar seluruh stakeholder dapat terlibat secara maksimal dalam proses perencanaan pembangunan.  Penulis: Abim Editor: GF 31 Mar 2026, 22:52 WIT
Bupati Mimika: Isu Pemberhentian Massal PPPK Belum Ada Keputusan, Kabupaten Masih Mampu Membiayai Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob memberikan tanggapan terkait isu yang mencuat tentang pemberhentian massal Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tengah diperbincangkan. Dalam wawancara pada Senin (30/3/2026), ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan apapun terkait kebijakan tersebut di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Bahkan, Pemkab baru saja menyelesaikan proses pengangkatan PPPK beberapa waktu lalu."PPPK di Mimika dibiayai oleh anggaran kabupaten. Selama daerah mampu memenuhi kewajiban tersebut, tidak akan ada persoalan. Saat ini kondisi keuangan kita masih aman dan tidak akan mengganggu kelangsungan PPPK," ujarnya. Bupati menekankan bahwa isu pemberhentian PPPK tidak mengikuti kebijakan massal seperti yang terjadi di beberapa daerah lain, melainkan tergantung sepenuhnya pada kesanggupan keuangan masing-masing daerah. Berbeda dengan daerah yang mengalami keterbatasan anggaran, Pemkab Mimika saat ini masih mampu memenuhi beban biaya PPPK.Meskipun demikian, evaluasi kinerja terhadap seluruh PPPK tetap dilakukan secara berkala. Bupati menjelaskan bahwa PPPK yang menunjukkan kinerja buruk, melanggar aturan disiplin, atau tidak menjaga integritas dalam bekerja tetap berpotensi diberhentikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Adapun masa kontrak PPPK di Mimika ditetapkan selama lima tahun sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan, berbeda dengan beberapa daerah lain yang hanya menetapkan masa kontrak selama satu tahun.Isu pemberhentian PPPK ini muncul terkait dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kebijakan tersebut menuntut efisiensi belanja pegawai maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) rendah diprediksi akan terdampak signifikan. "Kalau ada pemberhentian di Mimika, itu bukan karena kebijakan massal, tetapi lebih kepada masalah disiplin dan kinerja masing-masing individu. Selama mereka bekerja dengan baik, saya kira tidak akan ada masalah," pungkasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 22:47 WIT
Pilihan Redaksi
Pondok Pesantren Ummahatul Mukminin Al-Akbar Timika, Cetak Generasi Penghafal Al-Qur’an Papuanewsonline.com, Timika – Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam memerlukan upaya untuk menjaga kemurnian, memahami kandungannya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang efektif untuk menjaga kemurniannya adalah dengan menghafalkan ayat-ayat sucinya.Namun, di wilayah Timika, Papua, keberadaan lembaga pendidikan yang berfokus pada pembinaan hafalan Al-Qur'an (tahfidzul Qur'an) masih tergolong minim. Hal ini menjadi keprihatinan bagi pewakaf tanah dan pendiri pondok, yang kemudian menginisiasi pendirian sebuah lembaga pendidikan khusus untuk tahfidz Al-Qur'an. (31/3/2026) Berdasarkan kepedulian tersebut, pada tahun 2020 lahirlah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ummahatul Mukminin Al-Akbar sebagai wadah untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.Pondok pesantren ini didirikan atas dasar visi dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan berbasis Al-Qur'an di Timika. Dengan visi untuk mewujudkan generasi yang mencintai dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an, pondok ini menetapkan tiga misi utama: mencetak generasi Islam yang mencintai Al-Qur'an, menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, serta membentuk santri yang berakhlak mulia. Keunggulan pondok terletak pada pembinaan hafalan Al-Qur'an yang kuat, pembentukan akhlak yang baik berlandaskan nilai-nilai Islam, dan integrasi antara hafalan dengan pengamalan dalam keseharian santri.Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode Mutqin, yang menekankan pada kekuatan hafalan dan konsistensi dalam menjaga hafalan yang telah dipelajari. Metode ini mencakup tiga komponen utama: murajaah dan tikrar (pengulangan hafalan secara terus-menerus), talaqqi/tasmi’ (setoran hafalan kepada guru untuk disimak langsung), serta ziyadah (penambahan hafalan baru secara bertahap). Ada aturan khusus di pondok ini: setiap santri yang telah menghafal 3 juz wajib menyetorkan seluruh hafalan dalam satu kali duduk tanpa melihat mushaf. Setelah lulus, mereka dapat melanjutkan hafalan berikutnya. Ketika telah menambah 3 juz lagi, santri akan melakukan tasmi’ 3 juz baru tersebut, kemudian dilanjutkan dengan tasmi’ gabungan sebanyak 6 juz (3 juz sebelumnya dan 3 juz baru). Proses ini diulang secara berkelanjutan hingga santri berhasil menghafal seluruh 30 juz Al-Qur'an.Pondok pesantren secara rutin mengikuti perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dan Musabaqah Higdzil Qur'an (MHQ) setiap tahunnya. Alhamdulillah, para santri telah membawa pulang berbagai prestasi gemilang baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Selain itu, dengan metode Mutqin yang diterapkan secara selektif, proses pembinaan menghasilkan santri yang benar-benar kuat dalam hafalan. Pendiri pondok, KH. Andi Ahmad Jaya, mengungkapkan bahwa pada tahun ini terdapat beberapa santri yang akan menyelesaikan hafalan 30 juz (khatam kubro), dengan beberapa santri lainnya diproyeksikan menyusul pada tahun berikutnya.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 23:08 WIT
Lemasa Suku Amungme Desak Dana Otsus Libatkan Lembaga Adat demi Pemberdayaan OAP di Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Ketua Lemasa Suku Amungme, Menuel John Magal, menegaskan pentingnya kerja sama erat antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat asli Papua di Kabupaten Mimika.Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah kegiatan di Hotel Horison Ultima Timika pada Selasa (31/3/2026), di mana ia menekankan bahwa setiap kebijakan pembangunan harus berorientasi pada pemberdayaan masyarakat lokal agar mampu berkembang dan sejajar dengan kelompok lain.Menuel mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat asli Papua yang tertinggal dalam bidang pendidikan dan kemampuan kerja. Oleh karena itu, kebijakan afirmatif atau diskriminasi positif dinilai sangat penting untuk mendorong kesetaraan. "Diskriminasi positif diperlukan agar masyarakat yang tertinggal bisa mencapai kesetaraan. Mereka harus dibekali pendidikan dan keterampilan yang memadai agar siap memasuki dunia kerja," ujarnya. Ia juga menyoroti perlunya pemanfaatan dana Otsus secara tepat sasaran melalui kerja sama strategis antara Pemkab Mimika dan Lemasa, mengingat lembaga adat memiliki peran krusial dalam menyampaikan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.Menurut Menuel, masih terdapat kesenjangan emosional antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat adat, yang menyebabkan sejumlah program belum menyentuh kebutuhan mendasar. "Pemerintah tidak akan mengetahui kebutuhan masyarakat secara mendalam jika tidak dekat secara emosional. Lemasa dapat menjembatani dengan data dan kondisi nyata yang terjadi di lapangan," jelasnya. Ia berharap ke depan alokasi dana Otsus lebih melibatkan lembaga adat secara langsung sesuai peraturan yang berlaku, mengingat pada periode 2024 hingga 2025 belum ada alokasi signifikan bagi lembaga adat.Menuel juga menekankan pentingnya pembinaan pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek formal, tetapi juga mencakup moral, mental, dan spiritual, khususnya bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.Ia mendorong penerapan sistem asrama sebagai solusi pembinaan menyeluruh, mengingat Lemasa telah menjalankan model serupa dengan menampung ratusan anak dan menghasilkan peningkatan signifikan dari sisi akademik maupun karakter."Dana Otsus harus berdampak langsung pada masyarakat. Contohnya sudah ada, tinggal diperluas dan didukung oleh pemerintah," tegasnya.Ia berharap sinergi antara pemerintah dan lembaga adat terus diperkuat agar tujuan Otsus dapat terwujud secara optimal. Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 23:02 WIT
Polsek Kawasan Bandara Mimika Gelar Razia Sajam, Amankan 1 Busur Dan 28 Anak Panah Papuanewsonline.com, Timika – Polsek Kawasan Bandara melaksanakan razia khusus terhadap senjata tajam (sajam) berupa busur dan panah dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca konflik sosial di Distrik Kwamki Narama.Kegiatan yang dipimpin oleh Ipda Yusran Jaya Milu (Kapolsek Kawasan Bandara Mimika) bekerja sama dengan tim pengamanan Bandara Mozes Kilangin Timika digelar pada Selasa (31/3/26) di area Bandara Mozes Kilangin dan Terminal Perintis Avco.Kasihumas Polres Mimika Iptu Hempy Ona, SE menjelaskan bahwa razia dilakukan secara menyeluruh di Terminal Perintis Bandara Avco maupun area kedatangan dan keberangkatan Bandara UPBU Mozes Kilangin Timika. Personel melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang bawaan calon penumpang serta penumpang yang baru tiba, guna mendeteksi adanya benda berbahaya yang dapat mengganggu ketertiban."Kegiatan ini bertujuan mencegah masuknya atau penyebaran senjata alami yang berpotensi memicu konflik kembali," ujarnya.Dalam pelaksanaan razia, personel berhasil mengamankan 1 buah busur dan 28 anak panah yang dibawa oleh salah seorang penumpang pesawat Reven Global Transport yang berasal dari Lapter Noema Distrik Jila. Pemilik barang berinisial T.D (37 tahun) beralamat di Jalan Baru, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika. Setelah ditemukan, barang bukti tersebut langsung diamankan di Polsek Kawasan Bandara untuk proses lebih lanjut.Hempy menambahkan bahwa setelah menyelesaikan proses pemeriksaan awal, barang bukti akan disimpan sementara di Polsek Kawasan Bandara sebelum dilakukan pemusnahan sesuai prosedur hukum. "Kegiatan razia sajam pasca konflik sosial di Kwamki Narama merupakan tindakan preventif untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Mimika," jelasnya. Razia ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan bandara yang aman bagi seluruh penumpang dan masyarakat sekitar.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 22:59 WIT
Musrenbang Otsus & DTI 2027 Ditutup, 3 Bidang Utama Jadi Fokus Pembangunan Mimika 2027 Papuanewsonline.com, Timika – Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2027 resmi ditutup oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika Santy Sondang.Dalam sambutan penutupnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga selesai. (31/3/2026) "Diskusi, saran, dan berbagai masukan yang disampaikan dalam forum ini merupakan bukti nyata bahwa kita semua memiliki komitmen dan kepedulian yang besar terhadap pembangunan Kabupaten Mimika yang kita cintai," ujarnya.Santy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan dalam mengawal aspirasi masyarakat dari tingkat bawah hingga forum kabupaten ini. Melalui Musrenbang, seluruh pihak telah menyepakati arah kebijakan pembangunan daerah untuk tahun 2027 beserta berbagai program prioritas yang disetujui bersama. Ia menegaskan bahwa dana Otsus bukan sekadar angka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat Mimika.Sebagai hasil dari musyawarah tersebut, telah ditetapkan tiga prioritas utama pembangunan yang akan menjadi fokus dalam APBD Tahun 2027. Pertama, bidang Pendidikan dengan fokus pada pemberian beasiswa tepat sasaran dan peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah pesisir serta pedalaman. Kedua, bidang Kesehatan yang akan difokuskan pada penurunan angka stunting dan penguatan layanan kesehatan dasar hingga ke kampung-kampung terpencil. Ketiga, bidang Ekonomi Kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal agar masyarakat dapat menjadi penggerak ekonomi di daerah sendiri.Sebelum menutup kegiatan, Santy menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pertama, menjaga akurasi data dengan memastikan penerima manfaat tepat sasaran berbasis data by name by address untuk menghindari tumpang tindih atau penerima ganda. Kedua, menjaga transparansi dengan mengelola dana Otsus secara bertanggung jawab dan menghindari program berulang dengan sasaran yang sama. Ketiga, melakukan sinkronisasi agar seluruh hasil Musrenbang selaras dengan rencana pembangunan provinsi dan pusat, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.  Penulis: Abim Editor: GF 31 Mar 2026, 22:55 WIT
Kepala Bappeda Mimika: Musrenbang Otsus & DTI 2027 Libatkan Seluruh Pemangku Kepentingan Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Bappeda Mimika Septinus Timang dalam wawancara eksklusif setelah penyelesaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2027, menegaskan bahwa undangan acara tidak hanya ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), melainkan juga seluruh elemen pemangku kepentingan di daerah.Termasuk di dalamnya adalah lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh intelektual, kelompok perempuan, serta mitra kerja pemerintah daerah."Undangan kami tidak hanya untuk DPRK saja, tetapi juga untuk seluruh stakeholder yang berkepentingan dalam pembangunan daerah. Mulai dari lembaga adat hingga berbagai kelompok masyarakat, kami libatkan secara menyeluruh karena pembangunan ke depan bukan lagi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat," ujarnya. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam Musrenbang memiliki peran krusial untuk memastikan bahwa arah pembangunan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil daerah.Terkait adanya informasi bahwa sebagian pihak merasa tidak mendapatkan undangan, Septinus menduga hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh kendala teknis yang terjadi selama proses distribusi. "Kemungkinan terdapat kasus undangan yang tidak sampai ke alamat tujuan atau terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi. Namun secara administrasi, kami telah melakukan distribusi undangan kepada semua pihak yang telah ditentukan. Kedepan kami akan melakukan pengecekan kembali melalui catatan ekspedisi untuk memastikan kelengkapan dan akurasi pengiriman," jelasnya.Ia menegaskan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan dalam Musrenbang sangat penting, karena forum ini menjadi wadah bersama untuk merumuskan dan menyelaraskan arah pembangunan daerah. "Kehadiran mereka sangat krusial. Ini bukan hanya forum untuk pemerintah, melainkan ruang bersama bagi semua elemen untuk turut menyusun kebijakan pembangunan yang inklusif," tambahnya. Sebagian besar undangan telah hadir dengan baik, termasuk tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya. Septinus memastikan bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan pendekatan aktif agar seluruh stakeholder dapat terlibat secara maksimal dalam proses perencanaan pembangunan.  Penulis: Abim Editor: GF 31 Mar 2026, 22:52 WIT
Bupati Mimika: Isu Pemberhentian Massal PPPK Belum Ada Keputusan, Kabupaten Masih Mampu Membiayai Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob memberikan tanggapan terkait isu yang mencuat tentang pemberhentian massal Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tengah diperbincangkan. Dalam wawancara pada Senin (30/3/2026), ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan apapun terkait kebijakan tersebut di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Bahkan, Pemkab baru saja menyelesaikan proses pengangkatan PPPK beberapa waktu lalu."PPPK di Mimika dibiayai oleh anggaran kabupaten. Selama daerah mampu memenuhi kewajiban tersebut, tidak akan ada persoalan. Saat ini kondisi keuangan kita masih aman dan tidak akan mengganggu kelangsungan PPPK," ujarnya. Bupati menekankan bahwa isu pemberhentian PPPK tidak mengikuti kebijakan massal seperti yang terjadi di beberapa daerah lain, melainkan tergantung sepenuhnya pada kesanggupan keuangan masing-masing daerah. Berbeda dengan daerah yang mengalami keterbatasan anggaran, Pemkab Mimika saat ini masih mampu memenuhi beban biaya PPPK.Meskipun demikian, evaluasi kinerja terhadap seluruh PPPK tetap dilakukan secara berkala. Bupati menjelaskan bahwa PPPK yang menunjukkan kinerja buruk, melanggar aturan disiplin, atau tidak menjaga integritas dalam bekerja tetap berpotensi diberhentikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Adapun masa kontrak PPPK di Mimika ditetapkan selama lima tahun sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan, berbeda dengan beberapa daerah lain yang hanya menetapkan masa kontrak selama satu tahun.Isu pemberhentian PPPK ini muncul terkait dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kebijakan tersebut menuntut efisiensi belanja pegawai maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) rendah diprediksi akan terdampak signifikan. "Kalau ada pemberhentian di Mimika, itu bukan karena kebijakan massal, tetapi lebih kepada masalah disiplin dan kinerja masing-masing individu. Selama mereka bekerja dengan baik, saya kira tidak akan ada masalah," pungkasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 22:47 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Ditemukan Jenazah Pria Di Jalan Trans Timika-Nabire, Diduga Korban Kecelakaan Lalu Lintas Papuanewsonline.com, Timika – Polsek Kuala Kencana, Polres Mimika, menerima laporan tentang penemuan jenazah seorang pria di wilayah PT KBV/PAL, sepanjang Jalan Trans Timika–Nabire, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (31/3/26) sekitar pukul 11.50 WIT. Informasi awal diterima dari anggota Brimob yang bertugas di Pos PT KBV/PAL, setelah mendapatkan pemberitahuan dari karyawan setempat mengenai penemuan mayat tersebut.Menurut keterangan saksi, sepeda motor milik korban ditemukan terjatuh di pinggir kali tanpa ada orang yang mengendarainya. Tim penyelidik kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi dan menemukan korban terbaring tidak bernyawa di pinggir talut. Setelah itu, peristiwa segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Menindaklanjuti hal tersebut, Polsek Kuala Kencana berkoordinasi dengan Polres Mimika dan tim medis untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Unit Laka Lantas, mengamankan barang bukti, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Mimika.Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona menyampaikan bahwa korban adalah seorang pria berinisial FBR berusia 31 tahun, warga Distrik Wania, Kabupaten Mimika. "Jenazah tiba di RSUD Mimika sekitar pukul 15.38 WIT dan saat ini berada di kamar jenazah untuk proses identifikasi lebih lanjut," ujarnya. Barang bukti yang diamankan dari lokasi antara lain satu unit sepeda motor tanpa plat nomor, satu dompet hitam, satu kartu identitas (noken), dan satu telepon genggam.Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, korban diduga mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Sebelum kejadian, korban diketahui telah mengkonsumsi minuman keras. Korban mengalami luka serius di bagian kepala yang diduga akibat benturan saat kecelakaan. "Kami sedang berupaya menghubungi keluarga korban melalui jaringan masyarakat setempat. Penanganan lebih lanjut dilakukan oleh Sat Lantas Polres Mimika untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan," jelasnya. Polres Mimika mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat berkendara, tidak mengemudi di bawah pengaruh alkohol, serta mematuhi aturan lalu lintas untuk mencegah kecelakaan serupa.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 22:42 WIT
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Duka Mendalam Selimuti Misi Perdamaian UNIFIL Papuanewsonline.com, Lebanon – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya satu prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian dunia di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden tragis tersebut terjadi di wilayah penugasan Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi situasi keamanan.Berdasarkan laporan dari daerah operasi, insiden menimpa personel TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Peristiwa ini terjadi saat kondisi keamanan di wilayah tersebut memanas akibat saling serang artileri.Dalam kejadian tersebut, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur saat menjalankan tugas. Sementara itu, tiga prajurit lainnya turut menjadi korban, yakni Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.Puspen TNI menjelaskan, seluruh personel yang terluka telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur. Dua prajurit dengan luka ringan saat ini menjalani perawatan di Hospital Level I UNIFIL yang berada di sektor penugasan.Sementara itu, Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan secara intensif.Adapun jenazah Praka Farizal Rhomadhon saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL. Proses administrasi pemulangan ke Indonesia juga tengah diselesaikan dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut.Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon, TNI menegaskan telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku dalam misi UNIFIL.Hingga kini, penyebab langsung insiden masih belum dapat dipastikan. Situasi saat kejadian berlangsung di tengah baku tembak artileri, sehingga proses investigasi lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak UNIFIL untuk memastikan kronologi dan sumber serangan.TNI menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa secara profesional dan penuh tanggung jawab.Selain itu, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasi. TNI juga terus memantau perkembangan situasi keamanan di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah kontinjensi sesuai dinamika di daerah penugasan Lebanon.Peristiwa ini menjadi duka mendalam tidak hanya bagi keluarga besar TNI, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang selama ini dikenal aktif berkontribusi dalam misi perdamaian dunia.Pengabdian para prajurit TNI di medan tugas internasional kembali menjadi bukti komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global, meskipun harus dibayar dengan pengorbanan besar.Kepergian Praka Farizal Rhomadhon menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi prajurit penjaga perdamaian di wilayah konflik.TNI pun menyampaikan penghormatan tertinggi kepada almarhum atas dedikasi dan pengabdian terbaiknya untuk bangsa dan dunia.Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan para prajurit yang terluka segera pulih untuk kembali berkumpul bersama keluarga serta rekan satuan. (GF) 31 Mar 2026, 13:35 WIT
400 Siswa Terbaik Nasional Ikuti Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Akpol Semarang Papuanewsonline.com, Semarang - Sebanyak 400 siswa terbaik nasional hasil seleksi Nusantara Standard Test (NST) Tahap II dalam rangka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai berdatangan dari seluruh Indonesia ke Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang untuk mengikuti Seleksi Terpusat yang akan dilaksanakan mulai 31 Maret 2026.SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) sebelumnya telah mengumumkan hasil NST Tahap II, yang menetapkan 400 peserta terbaik nasional untuk melanjutkan ke tahap akhir seleksi. Kehadiran para peserta di Akpol Semarang menjadi penanda dimulainya fase krusial dalam proses penjaringan calon siswa unggulan.Dari total 3.000 peserta yang lolos NST Tahap I, sebanyak 2.644 siswa mengikuti NST Tahap II dengan tingkat partisipasi mencapai 88,13% dari seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme serta komitmen generasi muda dalam mengikuti seleksi berbasis meritokrasi.NST Tahap II menguji kompetensi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan soal berbahasa Inggris, serta kemampuan Bahasa Inggris. Penilaian menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) yang mengukur kemampuan peserta secara objektif, adaptif, dan presisi berdasarkan tingkat kesulitan soal.Penetapan kelulusan dilakukan melalui merit ranking nasional, dengan tingkat persaingan yang sangat ketat. Skor peserta Top 400 berada pada rentang 630 hingga 770, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 580. Hanya sekitar 15,1% peserta yang masuk kategori 5–7 (Baik hingga Luar Biasa) berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate (IB).Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa kehadiran peserta dari seluruh Indonesia di Akpol Semarang mencerminkan semangat kompetisi sehat dan seleksi yang inklusif.“SPMB SMA KTB bukan sekadar seleksi akademik. Sistem ini dirancang transparan, berbasis data, dan mengedepankan meritokrasi. Empat ratus peserta yang lolos adalah representasi potensi terbaik bangsa yang telah melewati standar akademik tinggi dan evaluasi yang objektif,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.Ia menambahkan, proses seleksi yang dilaksanakan secara terpusat di Akpol Semarang memastikan standar penilaian yang sama bagi seluruh peserta. Hal ini menjadi wujud komitmen Polri dalam menghadirkan proses yang adil dan akuntabel.Secara tidak langsung, Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa proses seleksi ini merupakan bagian dari Transformasi Polri Presisi, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing global.Sebanyak 400 peserta terbaik berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan.Dari sisi komposisi, peserta terdiri dari 251 laki-laki (62,75%) dan 149 perempuan (37,25%). Berdasarkan asal sekolah, peserta berasal dari SMP negeri (44%), swasta kurikulum nasional (42,5%), dan swasta kurikulum internasional (13,5%). Data ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang sekolah, melainkan oleh kesiapan akademik dan daya saing individu.Pada tahap seleksi terpusat di Akpol Semarang, peserta akan menjalani rangkaian seleksi akhir yang meliputi tes akademik lanjutan, IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan (rikkes), tes psikologi dan penelusuran mental kepribadian (PMK), uji kesamaptaan jasmani, Leaderless Group Discussion (LGD), serta wawancara orang tua dan siswa.Dari seluruh rangkaian seleksi tersebut, nantinya akan dijaring sekitar 180 peserta didik terbaik untuk menjadi siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan kedua.SPMB SMA KTB 2026 menjadi momentum strategis dalam menjaring calon peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan jiwa kepemimpinan. Melalui sistem pendidikan berasrama, SMA KTB diharapkan mampu mencetak generasi muda yang siap berkiprah di tingkat nasional maupun global.Polri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan proses seleksi yang kredibel, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan informasi ini dapat segera diketahui masyarakat. PNO-12 30 Mar 2026, 14:21 WIT
4 Personel Polda Maluku Lolos Seleksi S2-PTIK 2026 Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku kembali menorehkan capaian dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Polri. Sebanyak empat personel dinyatakan lulus seleksi S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Tahun Anggaran 2026, setelah melalui proses seleksi berjenjang yang ketat, transparan, dan akuntabel dari tingkat daerah hingga pusat.Pengumuman hasil seleksi tersebut disampaikan melalui video conference (vicon) yang dipimpin langsung oleh Karo Dalpers SSDM Polri, Brigjen Pol Erthel Stephan, SH, S.I.K., M.Si., Kamis (26/3/2026), dan diikuti Wakapolda Maluku Brigjen Pol Iman Thobroni dari ruang vicon Mapolda Maluku.Wakapolda didampingi Irwasda Polda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, Kabag Dalpers Biro SDM, panitia seleksi, pengawas internal, serta para peserta seleksi S2-PTIK Panda Polda Maluku.Dari total 10 peserta yang mengikuti seleksi di tingkat daerah (Panda Polda Maluku), sebanyak 5 orang dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan ke seleksi tingkat pusat di Mabes Polri. Selanjutnya, melalui tahapan seleksi pusat yang lebih kompetitif, meliputi uji akademik, penelusuran mental kepribadian, rekam jejak, hingga penilaian komprehensif lainnya, sebanyak 4 peserta akhirnya dinyatakan lulus terpilih, sementara 1 peserta Lulus tidak terpilih.Proses seleksi tersebut dilaksanakan secara terbuka dengan melibatkan pengawasan internal dan eksternal, serta mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH) sebagai komitmen Polri dalam rekrutmen dan pendidikan.Wakapolda Maluku Brigjen Pol Iman Thobroni menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan meningkatnya daya saing SDM Polri di wilayah Maluku di tingkat nasional.“Keberhasilan empat personel ini menunjukkan bahwa SDM Polda Maluku mampu bersaing secara nasional melalui proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel. Ini bukan hanya capaian individu, tetapi juga hasil pembinaan yang berkelanjutan di lingkungan Polda Maluku,” ujar Wakapolda.Ia menambahkan, pendidikan S2-PTIK merupakan jalur strategis dalam mencetak perwira Polri yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan tugas ke depan.“Kami berkomitmen mendorong peningkatan kualitas SDM Polri. Para peserta yang lulus diharapkan dapat mengikuti pendidikan dengan baik dan kembali membawa kontribusi nyata bagi institusi maupun masyarakat,” tambahnya.Pelaksanaan vicon pengumuman hasil seleksi berlangsung lancar dan menjadi bagian dari upaya Polri menjaga transparansi serta akuntabilitas dalam setiap tahapan seleksi pendidikan. PNO-12 27 Mar 2026, 15:05 WIT
Pemerintah Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan pascabencana di sejumlah wilayah di Sumatera melalui penguatan koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers bersama yang digelar di Situation Room Bina Graha, Jakarta, Rabu (25/3/2026).Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menjelaskan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini mencakup percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, perbaikan infrastruktur dasar, serta pemulihan layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.Selain itu, Suharyanto menegaskan bahwa distribusi bantuan logistik dan dukungan operasional di lapangan terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk penyaluran dana tunggu hunian serta pendampingan teknis kepada pemerintah daerah guna memastikan proses pemulihan berjalan efektif.“Pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi BNPB bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) akan membangun sebanyak 36.000 hunian tetap bagi korban terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dalam prosesnya masyarakat terdampak bencana akan diberikan berbagai pilihan, apabila masyarakat ingin mendapatkan rumah yang lebih baik dan terpusat maka silahkan masyarakat bisa mendaftar ke pemerintah kabupaten/kota dan nanti pemerintah kabupaten/kota akan menyalurkannya, sementara jika masyarakat ingin tetap berada di kampungnya dan memiliki tanah milik sendiri yang aman dari bencana maka akan dibangun oleh BNPB dan apabila ingin membangun rumahnya sendiri juga boleh, kami akan terus mendampingi dan memberikan petunjuk teknis agar masyarakat juga aman’’ ujar SuharyantoPada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam memastikan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang telah disepakati bersama pemerintah pusat.Ia menilai, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan di lapangan sekaligus mengatasi berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan program.Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh terhadap percepatan penanganan pascabencana di wilayah Sumatera.Pemerintah, lanjutnya, memastikan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.Secara keseluruhan, pemerintah berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat hingga seluruh proses pemulihan pascabencana selesai, sekaligus memastikan pembangunan kembali dilakukan dengan lebih baik, aman, dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (GF) 26 Mar 2026, 15:34 WIT
Bupati Boven Digoel Meresmikan Puskesmas dan Rumah Petugas Kesehatan Kawagit Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman dengan meresmikan Puskesmas dan Rumah Petugas Kesehatan di Distrik Kawagit pada 16 Maret 2026.Peresmian tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Boven Digoel, Roni Omba, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.Dalam sambutannya, Roni Omba menegaskan bahwa kehadiran fasilitas kesehatan yang memadai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut."Puskesmas dan Rumah Petugas Kesehatan ini diharapkan dapat menjadi pusat layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Kawagit dan sekitarnya," ujarnya.Acara peresmian ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Boven Digoel, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan sektor kesehatan.Keberadaan Puskesmas Kawagit diharapkan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan dasar masyarakat, terutama bagi warga yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan medis.Selain itu, rumah petugas kesehatan yang dibangun di lokasi tersebut menjadi fasilitas penunjang penting agar tenaga medis dapat tinggal dan bertugas secara optimal di wilayah Kawagit.Roni Omba juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan fasilitas kesehatan tersebut, mulai dari tahap perencanaan hingga penyelesaian."Kami akan terus mendukung program-program kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Boven Digoel," tambahnya.Puskesmas Kawagit dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti ruang rawat inap, ruang persalinan, hingga laboratorium sederhana yang dapat digunakan untuk pemeriksaan dasar.Dengan fasilitas yang tersedia, masyarakat di Distrik Kawagit kini diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau.Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal guna meningkatkan derajat kesehatan serta kesejahteraan di wilayah Boven Digoel. Penulis: Hendrik Editor: GF 26 Mar 2026, 15:15 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Pondok Pesantren Ummahatul Mukminin Al-Akbar Timika, Cetak Generasi Penghafal Al-Qur’an Papuanewsonline.com, Timika – Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam memerlukan upaya untuk menjaga kemurnian, memahami kandungannya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang efektif untuk menjaga kemurniannya adalah dengan menghafalkan ayat-ayat sucinya.Namun, di wilayah Timika, Papua, keberadaan lembaga pendidikan yang berfokus pada pembinaan hafalan Al-Qur'an (tahfidzul Qur'an) masih tergolong minim. Hal ini menjadi keprihatinan bagi pewakaf tanah dan pendiri pondok, yang kemudian menginisiasi pendirian sebuah lembaga pendidikan khusus untuk tahfidz Al-Qur'an. (31/3/2026) Berdasarkan kepedulian tersebut, pada tahun 2020 lahirlah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ummahatul Mukminin Al-Akbar sebagai wadah untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.Pondok pesantren ini didirikan atas dasar visi dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan berbasis Al-Qur'an di Timika. Dengan visi untuk mewujudkan generasi yang mencintai dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an, pondok ini menetapkan tiga misi utama: mencetak generasi Islam yang mencintai Al-Qur'an, menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, serta membentuk santri yang berakhlak mulia. Keunggulan pondok terletak pada pembinaan hafalan Al-Qur'an yang kuat, pembentukan akhlak yang baik berlandaskan nilai-nilai Islam, dan integrasi antara hafalan dengan pengamalan dalam keseharian santri.Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode Mutqin, yang menekankan pada kekuatan hafalan dan konsistensi dalam menjaga hafalan yang telah dipelajari. Metode ini mencakup tiga komponen utama: murajaah dan tikrar (pengulangan hafalan secara terus-menerus), talaqqi/tasmi’ (setoran hafalan kepada guru untuk disimak langsung), serta ziyadah (penambahan hafalan baru secara bertahap). Ada aturan khusus di pondok ini: setiap santri yang telah menghafal 3 juz wajib menyetorkan seluruh hafalan dalam satu kali duduk tanpa melihat mushaf. Setelah lulus, mereka dapat melanjutkan hafalan berikutnya. Ketika telah menambah 3 juz lagi, santri akan melakukan tasmi’ 3 juz baru tersebut, kemudian dilanjutkan dengan tasmi’ gabungan sebanyak 6 juz (3 juz sebelumnya dan 3 juz baru). Proses ini diulang secara berkelanjutan hingga santri berhasil menghafal seluruh 30 juz Al-Qur'an.Pondok pesantren secara rutin mengikuti perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dan Musabaqah Higdzil Qur'an (MHQ) setiap tahunnya. Alhamdulillah, para santri telah membawa pulang berbagai prestasi gemilang baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Selain itu, dengan metode Mutqin yang diterapkan secara selektif, proses pembinaan menghasilkan santri yang benar-benar kuat dalam hafalan. Pendiri pondok, KH. Andi Ahmad Jaya, mengungkapkan bahwa pada tahun ini terdapat beberapa santri yang akan menyelesaikan hafalan 30 juz (khatam kubro), dengan beberapa santri lainnya diproyeksikan menyusul pada tahun berikutnya.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 23:08 WIT
Wakapolda Maluku Hadiri Tradisi Pukul Sapu Lidi Papuanewsonline.com, Leihitu – Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku menghadiri tradisi adat Pukul Sapu Lidi yang digelar dalam rangka 7 Syawal 1447 Hijriah di Negeri Morela dan Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (28/3/2026).Tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-17 ini merupakan refleksi perjuangan Kapitan Tulukabessy dalam melawan penjajah Belanda di Benteng Kapahaha. Hingga kini, tradisi tersebut terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Maluku.Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 7 Syawal ini berlangsung meriah dan sarat makna, serta dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, dan masyarakat, bahkan turut disaksikan wisatawan mancanegara.Rangkaian acara diawali dengan penyambutan tamu kehormatan melalui Tari Manuhua di Lapangan Tulukabessy, dilanjutkan dengan prosesi sakral pembakaran obor Kapitan Tulukabessy sebagai simbol semangat perjuangan leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.Berbagai pertunjukan seni tradisional turut memeriahkan suasana, di antaranya Tari Rete, Tari Salewangi, Tari Lissa Kapahaha, hingga Tari Cakalele yang mencerminkan nilai kepahlawanan masyarakat Maluku.Raja Negeri Morela, Fadil Sialana, menyampaikan bahwa tradisi Pukul Sapu Lidi bukan sekadar ritual budaya, tetapi memiliki nilai filosofis yang mendalam.“Tradisi ini bukan ajang balas dendam, melainkan wujud syukur, sarana mempererat silaturahmi, serta memupuk keberanian dan semangat persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, juga mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga warisan budaya tersebut.“Pukul Sapu Lidi adalah warisan luhur yang membentuk karakter, memperkuat persatuan, dan menanamkan nilai sportivitas dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Gubernur.Sementara itu, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus upaya menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.“Tradisi Pukul Sapu Lidi mengandung nilai-nilai positif seperti keberanian, persaudaraan, dan persatuan. Ini menjadi kekuatan sosial yang harus terus dijaga bersama sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Maluku,” ungkap Wakapolda.Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk melalui pelestarian tradisi budaya.Kehadiran Forkopimda dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama dalam merawat warisan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di Bumi Raja-Raja. PNO-12 30 Mar 2026, 14:13 WIT
Halal Bihalal dan Temu Kangen Rumah Yatim Dhuafa Baiturrosul, Perkuat Silaturahmi di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal dan temu kangen yang diselenggarakan oleh Rumah Yatim dan Dhuafa Baiturrosul pada Minggu, 29 Maret 2026.Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Yayasan Baiturrosul, Muhammad Rafly, menyampaikan kisah berdirinya panti asuhan yang sarat nilai keikhlasan dan pengorbanan. Ia menjelaskan bahwa Panti Asuhan Baitur Rasul didirikan pada tahun 2018, berawal dari kebiasaan almarhum ayahnya yang gemar membantu sesama tanpa pamrih.“Awalnya tidak ada niat mendirikan panti. Hanya dari kebiasaan memberi makan dan membantu, hingga akhirnya ada sekitar 10 anak yang tinggal bersama kami, meskipun kondisi ekonomi saat itu sangat sederhana,” ungkap Rafly.Ia juga mengenang pesan sederhana namun mendalam dari almarhum ayahnya yang menjadi pegangan hingga saat ini, “Ini untuk bekal saya nanti di akhirat.” Dengan keikhlasan, meskipun hanya dengan hidangan sederhana seperti telur dan kecap, semangat berbagi terus dijaga hingga akhirnya panti berkembang dan resmi berbadan hukum sebagai yayasan pada tahun 2025.Rafly menambahkan, saat ini anak-anak panti menjalani pendidikan formal di luar, seperti di YPMNU, serta mendapatkan pembinaan keagamaan setiap sore, termasuk mengaji, membaca Yasin, dan mengamalkan Ratib Al-Haddad.“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat silaturahmi. Harapan kami, kebersamaan ini bisa terus berlanjut, tidak hanya hari ini, tetapi di waktu-waktu yang Allah izinkan,” tambahnya.Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Ustadz Amin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga memohon maaf karena belum sempat berkunjung selama bulan Ramadan akibat kesibukan.“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Ini menunjukkan kepedulian dan kebersamaan yang luar biasa dari semua pihak, baik donatur, simpatisan, maupun masyarakat,” ujarnya.Dalam tausiyahnya, Ustadz Amin menyampaikan tiga pesan penting pasca Idul Fitri. Pertama, pentingnya melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal yang memiliki keutamaan seperti berpuasa selama satu tahun. Kedua, menjaga dan mempererat silaturahmi sebagai esensi dari tradisi halal bihalal. Ketiga, meluruskan anggapan keliru bahwa bulan Syawal adalah bulan sial, yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya legalitas formal panti asuhan agar segera didaftarkan ke Dinas Sosial guna memperkuat pengakuan secara hukum.Ustadz Amin turut memberikan pesan kepada para pengasuh agar menjaga lingkungan panti tetap aman dan nyaman bagi anak-anak. Ia menekankan tiga hal yang harus dihindari, yakni pelecehan seksual, perundungan (bullying), serta sikap intoleransi.“Kita harus memastikan anak-anak ini mendapatkan perlindungan, kasih sayang, dan lingkungan yang sehat untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya.Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pengasuh, anak-anak panti, serta masyarakat. Diharapkan, semangat kebersamaan dan kepedulian yang terjalin dapat terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi semua pihak. Penulis: Bim Editor: GF 29 Mar 2026, 21:03 WIT
Bahasa Indonesia Resmi Masuk Vatican News, Tonggak Baru Komunikasi Gereja Papuanewsonline.com, Vatikan - Bahasa Indonesia kini menorehkan sejarah baru di tingkat global setelah resmi digunakan dalam layanan Vatican News, media resmi Takhta Suci di Vatikan.Dengan penambahan ini, bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-57 yang tersedia di kanal tersebut, membuka akses yang lebih luas bagi umat Katolik, khususnya di Indonesia, untuk mengikuti informasi Gereja dalam bahasa mereka sendiri.Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara perwakilan Indonesia dan Dikasteri Komunikasi Vatikan yang berlangsung pada Rabu (25/3/2026) di Kantor Pusat Vatican News dan Radio Vatikan.Langkah ini tidak hanya sekadar penambahan bahasa baru, melainkan menjadi simbol kedekatan antara Gereja universal dengan umat Katolik di Indonesia.Dalam kesempatan tersebut, Vatican News menegaskan bahwa kerja sama ini memungkinkan semakin banyak umat untuk menerima pesan Bapa Suci dalam bahasa ibu mereka.Penandatanganan MoU turut dihadiri oleh delegasi Dikasteri Komunikasi, Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono.Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, menyebut momen ini memiliki makna yang jauh melampaui aspek administratif.“Ini adalah perayaan persahabatan yang abadi, pengakuan identitas nasional kita, dan penguatan jembatan iman antara Indonesia dan jantung Gereja universal,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa kehadiran bahasa Indonesia di Vatican News menjadi kabar baik yang nyata bagi umat Katolik di Indonesia dan kawasan sekitarnya.“Ini membuka jalur langsung menuju informasi Gereja universal. Umat kini dapat mendengar suara Bapa Suci dalam bahasa ibu mereka sendiri,” kata Mgr Agustinus.Sementara itu, Prefek Dikasteri Komunikasi, Paolo Ruffini, menegaskan pentingnya bahasa sebagai sarana pelayanan yang efektif dalam menjangkau umat secara lebih mendalam.Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, menyebut penandatanganan ini sebagai tonggak bersejarah bagi Indonesia.“Ini adalah historic moment for Indonesia, khususnya bagi umat Katolik,” ujarnya.Ia menilai, kehadiran bahasa Indonesia dalam Vatican News tidak hanya memperluas akses informasi, tetapi juga memperkuat keterhubungan umat Indonesia dengan Gereja universal.Di tengah arus globalisasi, bahasa menjadi jembatan penting dalam menyatukan umat lintas negara. Kini, bahasa Indonesia resmi menjadi bagian dari jembatan tersebut, menghubungkan jutaan umat dengan pesan iman, harapan, dan persaudaraan dari pusat Gereja Katolik dunia. (GF) 27 Mar 2026, 14:51 WIT
Semarak Paskah di Timika, Bundaran Kota Dihiasi Ornamen Religius Papuanewsonline.com, Timika – Wajah Kota Timika tampil lebih semarak dan kental dengan nuansa religius dalam menyambut perayaan Paskah. Komunitas Mimika Berkarya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika menghadirkan sentuhan keindahan dengan memasang berbagai ornamen khas Paskah di sejumlah titik strategis kota pada Kamis (26/3/26).Kawasan-kawasan bundaran ikonik kini dihiasi dekorasi bernuansa iman, seperti salib, lampion, umbul-umbul, hingga lampu berwarna ungu yang memancarkan suasana khidmat, terutama saat malam hari tiba.Ketua Komunitas Mimika Berkarya, Ronald Windesi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi positif antara komunitas dan pemerintah daerah dalam menyambut hari besar keagamaan sekaligus memperindah kota. "Kami kembali dipercaya untuk menghias beberapa titik strategis yang menjadi ikon Kabupaten Mimika. Ini adalah bukti sinergi yang baik antara komunitas dan pemerintah untuk menyajikan suasana yang berbeda bagi masyarakat," ujarnya.Lokasi yang menjadi fokus penataan meliputi Bundaran Timika Indah, Bundaran Petrosi, dan Bundaran SP2Di Bundaran Timika Indah, dipasang tiga salib berukuran 1,5 Meter serta satu salib besar setinggi tiga meter dari arah Jalan Beliwis, lengkap dengan lampion berbentuk salib dan umbul-umbul. Sementara itu, Bundaran Petrosi dihiasi empat salib dari berbagai arah, dan Bundaran SP2 dipenuhi ornamen serupa dengan tiga salib yang menghadap ke arah Kuala Kencana, Timika, dan SP5, semakin memperkuat suasana perayaan di setiap sudut kota.Ronald juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Mimika atas kepercayaan yang terus diberikan kepada komunitasnya. Dalam kesempatan yang sama, ia mewakili Komunitas Mimika Berkarya turut menyampaikan ucapan selamat atas satu tahun kepemimpinan Bupati Mimika, Immanuel Kemong, bersama Wakil Bupati John Rettob. Kehadiran berbagai ornamen tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat merasakan suasana Paskah yang lebih khidmat, sekaligus mempererat kebersamaan dan nilai toleransi antarumat beragama di Kabupaten Mimika.  Penulis: Jid Editor: GF 27 Mar 2026, 12:02 WIT
Wakapolda Maluku Laksanakan Salat Ied Bersama Warga Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama masyarakat di Lapangan Tahapary Polda Maluku, Sabtu (21/3/2026) pagi, di tengah guyuran hujan.Salat Ied yang dimulai pukul 06.45 WIT tersebut tetap berlangsung khusyuk. Ribuan jemaah, termasuk personel Polda Maluku dan keluarga, bertahan mengikuti ibadah hingga selesai meski cuaca kurang bersahabat.Pelaksanaan salat dihadiri Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, pengurus Bhayangkari, serta masyarakat umum.Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni mengatakan, momentum Idulfitri menjadi pengingat pentingnya memperkuat keimanan dan kebersamaan, termasuk dalam situasi apa pun.“Cuaca tidak menyurutkan semangat kita untuk beribadah. Ini menunjukkan bahwa nilai ketakwaan dan kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.Bertindak sebagai khatib, Ustadz Husein Abdul Aziz Arbi, Lc., M.A., dalam khutbahnya menekankan bahwa Idulfitri merupakan momentum kembali kepada fitrah serta memperkuat nilai-nilai spiritual setelah Ramadan.“Idulfitri adalah saat untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat ukhuwah, baik sesama umat maupun sebagai bangsa,” kata khatib.Ia juga mengajak jamaah untuk terus menjaga kepedulian sosial dan semangat berbagi sebagai bagian dari karakter seorang muslim.Seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga selesai pada pukul 07.30 WIT.Momentum ini sekaligus mencerminkan kebersamaan antara jajaran Polda Maluku dan masyarakat dalam merayakan Idulfitri, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku. PNO-12 22 Mar 2026, 13:35 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT