logo-website
Jumat, 20 Mar 2026,  WIT

PMI Pertimbangkan Bantuan Medis untuk Iran, Skema Penyaluran Disiapkan Lewat Jalur Internasional

Jusuf Kalla ungkap permintaan resmi dari Duta Besar Iran, PMI kaji pengiriman obat dan perlengkapan kesehatan dengan mekanisme distribusi melalui jaringan Palang Merah internasional demi efisiensi dan percepatan bantuan

Papuanewsonline.com - 19 Mar 2026, 12:08 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Suasana pertemuan antara Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Markas PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026).

Papuanewsonline.com, Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk mengirimkan bantuan kesehatan ke Iran melalui jalur internasional. Wacana ini mencuat setelah adanya permintaan resmi dari pemerintah Iran yang disampaikan melalui perwakilan diplomatiknya di Indonesia.


Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pertemuan bersama Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Markas PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3). Pertemuan itu menjadi awal pembahasan serius terkait dukungan kemanusiaan yang dapat diberikan Indonesia.


Jusuf Kalla menjelaskan bahwa kondisi sektor kesehatan di Iran saat ini membutuhkan perhatian, terutama dalam hal ketersediaan fasilitas rumah sakit dan pasokan obat-obatan. Oleh karena itu, PMI mulai mengkaji kemungkinan bantuan yang dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Seperti biasa, bantuan akan disalurkan melalui PMI ke Palang Merah Internasional (Red Crescent) negara tetangga, seperti Turki, kemudian diteruskan ke Iran untuk masyarakat,” ujar Kalla.

Ia menegaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan tidak dilakukan secara langsung oleh pemerintah Indonesia, melainkan melalui jaringan organisasi kemanusiaan internasional. Skema ini dinilai lebih efektif sekaligus memastikan bantuan dapat diterima dengan cepat oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dalam proses distribusinya, PMI juga mempertimbangkan penggunaan jalur logistik melalui negara-negara terdekat seperti Pakistan atau Turki. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pengiriman sekaligus meminimalkan hambatan distribusi di tengah situasi yang kompleks.

Namun demikian, aspek efisiensi biaya juga menjadi perhatian utama. Jusuf Kalla menyebutkan bahwa pengiriman obat langsung dari Indonesia berpotensi menimbulkan biaya tinggi yang tidak sebanding dengan nilai bantuan itu sendiri.


“Lebih baik membeli obat di negara terdekat. Pengalaman kami, harga obat di Pakistan bisa setengah lebih murah dibanding di Indonesia,” katanya.

Saat ini, PMI masih melakukan perhitungan terkait total kebutuhan bantuan, termasuk jenis obat-obatan dan perlengkapan medis yang diperlukan oleh Iran. Koordinasi lebih lanjut juga akan dilakukan bersama Kementerian Kesehatan untuk memastikan kelancaran teknis penyaluran bantuan.

Langkah PMI ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menjalankan misi kemanusiaan global, khususnya dalam membantu negara yang tengah menghadapi tantangan di sektor kesehatan melalui kerja sama organisasi kemanusiaan internasional. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE