logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
BERITA Pendidikan & Kesehatan Homepage
Bidang P2 Dinkes Mimika Gelar Screening Terpadu, Deteksi Dini Berbagai Jenis Penyakit Papuanewsonline.com, Timika – Dinas kesehatan kabupaten Mimika terus berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga, Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit bersama tim BLUD Puskesmas Mapurujaya melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan terpadu di wilayah Distrik Mimika Timur. Kegiatan yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 22 Juni 2026 ini menyasar warga di Pelabuhan Pomako, Kampung Kaugapu, Kampung Hiripau, hingga lingkungan Kompi A.Kepala Bidang P2 Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendeteksi secara dini berbagai penyakit menular maupun tidak menular, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. (22/6/26) Pemeriksaan meliputi HIV, sifilis, TBC, malaria, frambusia, kusta, hepatitis, serta pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular.Pada hari terakhir pelaksanaan, sebanyak 286 warga diperiksa untuk kasus malaria, ditemukan 13 kasus tropika, 4 kasus campuran, dan 3 kasus tersiana. Dari 226 orang yang diperiksa HIV dan sifilis, tercatat tiga kasus sifilis positif tanpa ditemukan kasus HIV. Selain itu, dua orang menunjukkan gejala TBC dan akan diperiksa lebih lanjut guna memastikan diagnosis.Pemeriksaan penyakit tidak menular juga dilakukan kepada 61 orang untuk deteksi risiko awal, serta 60 orang lainnya diperiksa kadar asam urat dan kolesterol. Kegiatan ini menjadi bagian strategi dinas kesehatan untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Penulis: Jid Editor: GF 23 Jun 2026, 04:28 WIT
Gus Ipul Pastikan Penutupan Munas-Konbes NU Siap, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Bangkalan Papuanewsonline.com, Bangkalan – Persiapan penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 terus dimatangkan. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Munas-Konbes NU 2026, KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, turun langsung meninjau lokasi acara di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026).Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan nonteknis telah dipersiapkan secara optimal menjelang puncak kegiatan yang direncanakan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk area utama kegiatan dan sarana pendukung lainnya, menjadi fokus pengecekan panitia.Dalam peninjauan itu, Gus Ipul berkeliling memeriksa berbagai titik strategis di lokasi acara. Ia mengecek kesiapan tenda yang telah dipasang untuk menampung tamu undangan serta memastikan alur kedatangan peserta dan tamu kehormatan dapat berjalan dengan baik.Selain melakukan pengecekan lapangan, Gus Ipul juga berdiskusi dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., Pengasuh Pesantren Syaichona Moh. Cholil RKH Muhammad Nasih Aschal, serta perwakilan PCNU se-Madura.Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari penataan kawasan, kesiapan fasilitas pendukung, hingga langkah-langkah pengamanan yang akan diterapkan saat acara berlangsung. Koordinasi lintas lembaga dinilai penting mengingat penutupan Munas-Konbes NU menjadi agenda nasional yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta.Menurut Gus Ipul, setiap detail persiapan harus diperhatikan secara serius agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib.“Kita ingin memastikan seluruh titik siap. Mulai dari lokasi acara, alur kedatangan Presiden, alur para tamu undangan, pengamanan, hingga pelayanan peserta. Semuanya harus tertata dengan baik,” ujar Gus Ipul.Usai meninjau lokasi, Gus Ipul melanjutkan agenda dengan memimpin rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Bangkalan. Rapat tersebut dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Dja’far, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, Dandim Bangkalan, sejumlah pejabat terkait, serta jajaran pengurus NU se-Madura.Dalam rapat koordinasi tersebut, panitia bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan membahas secara rinci berbagai skenario pelaksanaan acara. Fokus utama pembahasan meliputi jalur kedatangan Presiden, pengaturan tamu VVIP dan VIP, pengelolaan peserta, pengamanan kawasan, kesiapan infrastruktur, hingga dukungan fasilitas penunjang di sekitar lokasi.Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan penutupan Munas-Konbes NU tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh sinergi seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, koordinasi yang intensif terus dilakukan agar setiap potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini.“Ini bukan hanya soal teknis acara, tetapi juga soal penghormatan kepada para kiai, para peserta, para tamu, dan tentu kepada Presiden yang kita undang hadir dalam penutupan. Karena itu semua harus disiapkan sebaik-baiknya,” kata Gus Ipul.Di akhir kegiatan, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan, aparat keamanan, Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Madura yang turut berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional tersebut. “Bangkalan adalah tempat yang sangat penting bagi NU. Karena itu kita ingin penutupan Munas-Konbes di sini menjadi momentum yang baik, tertib, dan membawa keberkahan,” ujar Gus Ipul. (GF) 21 Jun 2026, 18:34 WIT
Papua Tengah Kekurangan 391 Tenaga Kesehatan, Dinkes Mimika Susun Peta Kebutuhan SDM Medis Papuanewsonline.com, Mimika — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melaksanakan kegiatan pendampingan perhitungan rencana pemenuhan tenaga kesehatan pada 17–18 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyusun perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan yang tepat dan berbasis data guna meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan hingga wilayah terpencil.Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Kristianus Tebai, menyampaikan bahwa kondisi geografis Papua Tengah yang terdiri dari wilayah pesisir, pegunungan, hingga daerah yang sulit dijangkau menjadi tantangan dalam pemerataan tenaga kesehatan.Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan, Papua Tengah masih mengalami kekurangan sebanyak 391 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, bidan, tenaga gizi, tenaga teknis kefarmasian, dokter gigi, tenaga kesehatan gigi, tenaga promosi kesehatan, tenaga farmasi, tenaga sanitasi lingkungan, hingga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM).Khusus di Kabupaten Mimika, kata Kristianus, masih terdapat kekurangan beberapa jenis tenaga kesehatan seperti tenaga gizi, dokter gigi, tenaga kesehatan gigi, dan tenaga farmasi. Melalui kegiatan pendampingan tersebut, diharapkan dapat dilakukan penghitungan serta pemetaan kebutuhan sembilan jenis tenaga kesehatan yang masih kurang di sejumlah puskesmas sebagai dasar pengambilan kebijakan pemenuhan tenaga kesehatan.Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga tengah menjalankan program perekrutan dan pembiayaan pendidikan dokter spesialis sebagai bagian dari visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam mewujudkan pemerataan dokter spesialis di 15 rumah sakit yang ada di wilayah tersebut.Dari hasil pendataan di Kabupaten Mimika, terdapat dua dokter yang menyatakan minat untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis. Informasi terkait program tersebut telah disampaikan kepada rumah sakit, puskesmas, serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.Kristianus memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika karena pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, seperti Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat, serta unsur kesehatan lainnya dalam menyusun perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan.Menurutnya, model perhitungan kebutuhan tenaga kesehatan yang dilakukan Mimika dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Papua Tengah. Sebab, hingga kini masih terjadi ketimpangan tenaga kesehatan, di mana sejumlah daerah memiliki jumlah perawat yang cukup banyak, namun masih mengalami kekurangan tenaga teknis elektromedik, tenaga laboratorium, dan tenaga kesehatan lainnya.Ia juga menyoroti tantangan penempatan tenaga kesehatan di wilayah konflik seperti Intan Jaya dan Puncak Jaya yang membutuhkan perhatian khusus dari sisi keamanan dan ketersediaan fasilitas pendukung.Karena itu, pemerintah mendorong putra-putri asli daerah untuk menempuh pendidikan di bidang kesehatan dan kembali mengabdi di daerah asal sehingga pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh Papua Tengah dapat terwujud.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Herry Onawame, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, yang terus memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan sektor kesehatan.Menurutnya, keberhasilan pelayanan kesehatan sangat bergantung pada ketersediaan tenaga kesehatan yang mencukupi, baik dari sisi jumlah, kompetensi, pemerataan, maupun kualitas pelayanan.Ia menegaskan bahwa Kabupaten Mimika memiliki tantangan geografis yang kompleks, mulai dari wilayah perkotaan, pesisir, pegunungan hingga daerah terpencil. Oleh sebab itu, perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan harus dilakukan secara tepat, terukur, dan berdasarkan data yang akurat.“Hasil perhitungan kebutuhan tenaga kesehatan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, pengadaan, pemerataan distribusi, hingga pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di Kabupaten Mimika,” ujarnya.Herry berharap kegiatan pendampingan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan administratif, tetapi mampu menghasilkan data kebutuhan tenaga kesehatan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan pembangunan kesehatan daerah.Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan secara serius serta memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, dan seluruh pemangku kepentingan kesehatan.Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan sumber daya manusia kesehatan yang profesional, merata, dan berkualitas. Penulis: Bim Editor: GF 17 Jun 2026, 15:43 WIT
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Warga Panik dan BPBD Masih Data Kerusakan Papuanewsonline.com, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sejumlah wilayah terdampak langsung bergerak melakukan pemantauan dan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.Guncangan paling kuat dirasakan di Kota Palu selama sekitar empat hingga enam detik. Warga yang merasakan getaran langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat di sejumlah lokasi.Di Kabupaten Poso, gempa juga dirasakan cukup kuat selama kurang lebih enam detik. Kepanikan warga sempat terjadi, sementara tim BPBD masih melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan di lapangan.Sementara itu, di Kabupaten Sigi, getaran dirasakan sekitar lima detik. Masyarakat memilih keluar dari rumah dan menjauhi bangunan guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. BPBD setempat masih melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar dua detik. Meski berlangsung singkat, warga sempat panik dan petugas BPBD langsung melakukan monitoring di sejumlah titik.Getaran gempa juga dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Banyak warga, baik di dalam maupun di luar rumah, merasakan guncangan yang membuat jendela dan pintu berderik serta dinding bangunan mengeluarkan suara.Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah dan tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD di masing-masing daerah.Selain kerusakan bangunan, pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.BMKG melaporkan, hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi sebanyak 13 kali gempa susulan atau aftershock dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini membuat masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi guncangan lanjutan.BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong terus berkoordinasi guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait dampak bencana tersebut.Hingga saat ini, BNPB menyebut belum ada laporan mengenai kebutuhan mendesak dari wilayah terdampak. Meski demikian, proses pemantauan dan asesmen masih terus dilakukan secara intensif.BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG.Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah dan segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.BNPB memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung di wilayah terdampak gempa. (GF) 17 Jun 2026, 13:32 WIT
Dinkes Mimika Gencarkan Edukasi HIV-AIDS, Lebih dari Separuh Kasus Baru Menimpa Usia Muda Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dengan menyasar kelompok remaja dan pemuda. Langkah ini diambil menyusul data yang menunjukkan tingginya kasus baru pada usia produktif. Berdasarkan catatan hingga 13 Juni 2026, sepanjang tahun 2025 ditemukan 489 kasus baru, terdiri dari 227 kasus HIV dan 262 kasus AIDS. Sebanyak 268 kasus atau 54,81 persen di antaranya terjadi pada rentang usia 15 hingga 29 tahun. Secara akumulatif sejak 1996, total kasus yang tercatat mencapai 8.410 orang.Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, dalam Workshop Penanggulangan HIV pada Remaja dan Pemuda yang berlangsung Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari unsur organisasi keagamaan, kepemudaan, dan kampus, serta berpedoman pada peraturan perundangan kesehatan yang berlaku. Workshop bertujuan meningkatkan pemahaman, mengurangi stigma, serta membentuk kader pendidik sebaya untuk menyebarkan informasi yang benar.Linus menjelaskan tingginya angka pada kelompok muda disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan masih banyaknya perilaku berisiko. “Remaja adalah aset masa depan daerah. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menurunkan produktivitas dan menghambat kemajuan Mimika,” ujarnya. Oleh sebab itu, intervensi diperluas tidak hanya pada kelompok tertentu, tetapi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Mimika Godfield Maturbongs menegaskan penanganan HIV-AIDS tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu sektor.Ia mengajak semua elemen untuk terlibat aktif, mulai dari memberikan edukasi, membangun jejaring kerja sama, hingga menghapus pandangan negatif terhadap Orang Dengan HIV. Stigma yang ada justru sering menghalangi akses pemeriksaan dan pengobatan yang seharusnya terbuka bagi siapa saja.  Penulis: Jid Editor: GF 16 Jun 2026, 16:56 WIT
Dinkes Mimika Kejar 2 Juta Tes Malaria Tahun Ini, Perlu Sinergi Semua Pihak Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menetapkan target sebanyak 2 juta kali pemeriksaan kasus malaria sepanjang tahun 2026. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, Dinkes berhasil melampaui target dengan melakukan 1.299.815 kali tes, di mana ditemukan 190.597 kasus dan tingkat kepositifan mencapai 14,07 persen. Hingga Mei 2026, telah tercatat 450.193 kali pemeriksaan dengan 61.735 kasus terdeteksi atau tingkat kepositifan 13,7 persen.Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, menjelaskan upaya percepatan dilakukan melalui peningkatan layanan di 10 puskesmas wilayah perkotaan. (12/6/26) Sebagai contoh, Puskesmas Timika menurunkan 50 tim setiap harinya dengan target 100 tes per tim, sehingga mampu memeriksa sekitar 5.000 orang per hari. Pemeriksaan berlangsung selama 7 hingga maksimal 14 hari dalam sebulan, dengan sasaran minimal 35 ribu tes setiap bulannya.Berbagai tantangan masih dihadapi, antara lain kondisi alam Mimika yang bercurah hujan tinggi dan dataran rendah, sehingga banyak terbentuk genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Faktor perilaku masyarakat juga menjadi kendala, seperti sering beraktivitas malam hari dengan pakaian terbuka, kurang disiplin menghabiskan obat, dan belum membiasakan penggunaan kelambu saat tidur.Kamaludin menegaskan penanganan malaria membutuhkan kerja sama lintas sektor dan kesadaran bersama. “Upaya medis saja belum cukup jika lingkungan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk." Ujarnya. Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 14:06 WIT
KKSS Mimika Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih, Seru Tegakkan Perda Pengelolaan Sampah Papuanewsonline.com, Timika – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika melaksanakan aksi kerja bakti dalam rangka program Jumat Bersih di sepanjang Jalan Kartini, Kelurahan Otomona. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri, yang mengacu pada surat himbauan Bupati Mimika serta arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri dan Presiden Republik Indonesia.Ketua KKSS Mimika, H. Iwan Anwar, SH, MH, menyampaikan bahwa sekitar 30 anggota turut berpartisipasi membersihkan ruas jalan mulai dari persimpangan Jalan Budi Utomo hingga Jalan Yos Sudarso. (12/6/26) Ia menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga kota.Selama pelaksanaan, peserta menemukan cukup banyak sampah rumah tangga yang dibuang secara sembarangan di pinggir jalan.Kondisi ini dinilai mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Iwan menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap individu yang tinggal di wilayah tersebut.Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera menegakkan Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah secara tegas dan konsisten. Menurutnya, penerapan aturan yang memberikan efek jera bagi pelanggar menjadi langkah strategis agar kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dapat dihentikan dan tercipta ketertiban yang berkelanjutan.Melalui kegiatan ini, KKSS Mimika berharap dapat menjadi teladan bagi organisasi kemasyarakatan lain dan warga sekitar. Diharapkan semangat kebersamaan ini dapat menular, sehingga seluruh elemen masyarakat bergotong royong mewujudkan Kota Timika yang bersih, asri, sehat, dan layak huni bagi generasi sekarang maupun mendatang.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:58 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT