logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Olahraga Homepage
TNI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 1.500 Titik, Perkuat Persatuan dan Semangat Kebangsaan Papuanewsonline.com, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar kegiatan Nonton Bersama (Nobar) Kebangsaan Piala Dunia 2026 secara gratis di lebih dari 1.500 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 19 Juni 2026 ini menjadi salah satu agenda nonton bersama terbesar yang pernah difasilitasi TNI bagi masyarakat dari Sabang sampai Merauke.Program tersebut merupakan bagian dari upaya TNI menghadirkan hiburan yang merata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan di tengah momentum ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.Pelaksanaan Nobar Kebangsaan terselenggara melalui sinergi antara TNI dan TVRI. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga di berbagai daerah.Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Momen menyaksikan pertandingan Piala Dunia dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat rasa persaudaraan, solidaritas sosial, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.TNI menilai olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan. Karena itu, Nobar Kebangsaan diharapkan mampu menjadi media yang efektif dalam membangun semangat nasionalisme dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.Selain memberikan manfaat sosial, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan warga di lokasi penyelenggaraan turut membuka peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar area nobar.Perputaran ekonomi yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan menjadi salah satu nilai tambah yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di daerah.TNI juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana yang aman, tertib, dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa.Melalui Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026, TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pertahanan negara, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial yang mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong menuju Indonesia yang semakin maju dan bersatu. (GF) 21 Jun 2026, 18:32 WIT
Pemkot Ambon dan Kedubes Belanda Siapkan Nobar Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026 Papuanewsonline.com, Ambon – Pemerintah Kota Ambon berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda menyiapkan acara nonton bareng pertandingan Timnas Belanda kontra Swedia pada Piala Dunia 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026.Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Richard Luhukay, menyampaikan hal itu kepada wartawan di Ambon, Rabu (17/6/2026). Menurutnya, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda serta lintas instansi agar pelaksanaan kegiatan berjalan optimal.Richard menjelaskan, agenda nobar ini dirancang lebih dari sekadar menayangkan pertandingan. Pemerintah ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi warga untuk mempererat silaturahmi dalam nuansa sportivitas yang sehat."Kami ingin memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan nyaman. Karena itu persiapan dibahas secara detail bersama Konsulat Kehormatan Belanda dan perangkat daerah terkait," kata Richard.Pembahasan teknis kegiatan telah dilakukan melalui rapat koordinasi di Kantor Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda di Ambon. Rapat tersebut melibatkan perwakilan TVRI, RRI, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Pemerintah Kota Ambon, serta sejumlah organisasi perangkat daerah.Richard menilai antusiasme masyarakat Ambon terhadap Piala Dunia, khususnya dukungan untuk Timnas Belanda, selalu tinggi. Hal ini dipengaruhi kuatnya ikatan historis dan emosional warga Maluku dengan Belanda.Lebih lanjut, Richard mengatakan Duta Besar Belanda untuk Indonesia dijadwalkan turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran Dubes dinilai menjadi bentuk dukungan diplomatik sekaligus apresiasi terhadap semangat kebersamaan warga Ambon.Dalam rapat, sejumlah aspek menjadi fokus utama pembahasan. Mulai dari pengamanan oleh aparat kepolisian, pengaturan lalu lintas, strategi publikasi, hingga penyiapan sarana dan prasarana pendukung bagi ribuan penonton yang diperkirakan hadir."Pemerintah mengajak masyarakat datang dengan semangat positif. Mendukung tim kesayangan boleh, tetapi tetap hormati pilihan orang lain. Perbedaan dukungan dalam olahraga itu wajar. Yang harus kita jaga bersama adalah persaudaraan dan persatuan," pesan Richard menutup pernyataannya.Pemkot Ambon menargetkan kegiatan ini menjadi contoh penyelenggaraan acara publik berskala besar yang kondusif, tertib, dan mencerminkan nilai kebersamaan masyarakat Maluku. Penulis: Hendrik Editor: GF 20 Jun 2026, 18:41 WIT
Euforia Piala Dunia 2026 dan Cermin Pembangunan Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya dirasakan masyarakat di kota-kota besar dunia, tetapi juga hingga ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pertandingan sepak bola terbesar di dunia itu menjadi topik perbincangan di berbagai tempat, mulai dari warung kopi, media sosial, hingga layar-layar televisi yang dipenuhi dukungan kepada tim favorit masing-masing.Namun di balik gegap gempita tersebut, Aliansi Peduli Pengusaha Papua mengajak masyarakat untuk melihat persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni kondisi ekonomi rakyat Mimika yang dinilai sedang mengalami perlambatan di tengah besarnya kekuatan fiskal daerah.Dalam pernyataan sikapnya, aliansi tersebut menyoroti besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang mencapai sekitar Rp5,7 triliun pada tahun 2026. Menurut mereka, besarnya anggaran itu seharusnya mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat."Namun pertanyaannya sederhana: mengapa rakyat tidak merasakan denyut perputaran uang yang seharusnya lahir dari anggaran sebesar itu?" tulis Aliansi Peduli Pengusaha Papua dalam pernyataannya.Aliansi itu juga mengutip pemikiran tokoh revolusioner Frantz Fanon yang menyebut bahwa penjajahan tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi dapat muncul melalui ketimpangan, ketidakadilan, dan keterasingan masyarakat dari sumber daya yang sesungguhnya menjadi milik mereka sendiri.Menurut mereka, kondisi yang dirasakan masyarakat Mimika saat ini lebih mengarah pada apa yang disebut Fanon sebagai "kekerasan struktural". Situasi tersebut digambarkan melalui program yang direncanakan tetapi belum berjalan optimal, pelayanan yang lambat, hingga anggaran yang dinilai belum sepenuhnya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.Aliansi juga menyoroti adanya kesenjangan antara laporan pembangunan di atas kertas dan kondisi di lapangan. Mereka menyebut banyak kontraktor lokal mengeluhkan pekerjaan yang belum berjalan maksimal, pengusaha kecil kesulitan mempertahankan usahanya, dan mama-mama pasar menghadapi daya beli masyarakat yang terus menurun."Rakyat tidak hidup dari laporan. Rakyat hidup dari aktivitas ekonomi yang nyata," tegas mereka.Lebih lanjut, Aliansi Peduli Pengusaha Papua mengingatkan bahaya lahirnya kelompok elite baru yang menikmati fasilitas negara, tetapi gagal menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Mereka menilai kondisi tersebut menjadi refleksi penting bagi Kabupaten Mimika."Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka yang berubah hanya nama pengelolanya, sementara penderitaan rakyat tetap sama," tulis mereka.Aliansi menegaskan bahwa APBD bukan sekadar angka dalam dokumen keuangan, melainkan instrumen untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menggerakkan perekonomian hingga ke kampung-kampung.Di tengah hiruk pikuk Piala Dunia 2026, mereka mengingatkan agar perhatian terhadap persoalan mendasar masyarakat tidak teralihkan. Sebab, menurut mereka, kesejahteraan rakyat tidak dibangun melalui euforia pertandingan sepak bola, melainkan melalui pekerjaan, pelayanan publik yang baik, dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat."Karena itu, sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan di Mimika memastikan bahwa setiap rupiah APBD kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat nyata."Aliansi menutup refleksinya dengan mengingatkan pesan Frantz Fanon bahwa bentuk penjajahan yang paling berbahaya sering kali bukan datang dari luar, melainkan dari mereka yang berada di dalam sistem namun melupakan rakyat yang mereka wakili. (GF) 16 Jun 2026, 17:05 WIT
Mini Soccer Kapolda Cup III Digelar, Asah Bakat Dan Karakter Generasi Muda Papua Papuanewsonline.com, Timika – Komitmen mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga kembali diwujudkan Polda Papua Tengah. Setelah sukses menggelar kompetisi untuk pelajar SMP dan SMA/SMK, kini ajang bergengsi Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup III kategori usia 10 hingga 12 tahun resmi dimulai pada Minggu (14/6/2026) di Goldstone Arena, Timika. Kegiatan ini menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk bakat, kedisiplinan, dan karakter anak-anak sejak dini.Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Setelah melalui proses penyaringan ketat selama tiga hari yang meliputi pengecekan administrasi dan usia, panitia menetapkan 17 tim yang berhak bertanding. Peserta tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan, melainkan juga dua tim dari daerah pesisir, yaitu Pulau Karaka dan Kokonao. Hal ini membuktikan bahwa pembinaan olahraga menjangkau seluruh wilayah tanpa batasan jarak.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, menegaskan bahwa atlet berkualitas tidak lahir secara instan, melainkan harus dibina sejak usia muda. “Kami memberikan ruang agar anak-anak membangun kepercayaan diri lewat persaingan yang sehat. Melalui olahraga, mereka belajar kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas, bukan hanya mengejar kemenangan semata,” ujarnya.Ketua Panitia, Irfan Irianto, memastikan seluruh persiapan berjalan lancar dan adil. Penyaringan dilakukan secara cermat, dengan ketentuan peserta adalah kelahiran tahun 2014–2016 dan setiap tim beranggotakan maksimal 15 orang. Sebelum pertandingan dimulai, panitia juga mengadakan pertemuan teknis untuk menyamakan pemahaman peraturan dan sistem pertandingan bagi seluruh peserta. Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:22 WIT
Koramil Timika Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Silaturahmi Dan Kemanunggalan Papuanewsonline.com, Timika – Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 pada Minggu (14/6/2026). Acara berlangsung meriah di Aula Makoramil yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika. Laga yang disaksikan bersama mempertemukan tim nasional Brasil melawan Maroko, dan berhasil menarik perhatian serta kehadiran banyak warga sekitar.Suasana terlihat sangat semarak sejak awal kegiatan. Aula Makoramil dipadati oleh seluruh anggota Koramil dan masyarakat yang datang dengan antusiasme tinggi. Masing-masing penonton tampak bersemangat menyemangati tim kesayangannya, menciptakan suasana akrab dan penuh keakraban tanpa sekat antara aparat dan warga.Pelaksana Tugas Danramil 1710-02/Timika, Kapten Kav Devie Dolfie Goni, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat. “Melalui kebersamaan menikmati ajang olahraga dunia, kita bangun kedekatan yang lebih erat dengan warga binaan,” ujarnya. Lebih dari sekadar hiburan, momen ini juga bertujuan menumbuhkan semangat persatuan dan kekompakan bersama.Sepanjang jalannya pertandingan, suasana terus hangat dengan sorakan dukungan yang mengalun setiap kali terjadi peluang mencetak gol. Interaksi yang akrab dan santai terjalin dengan baik, mencerminkan kuatnya ikatan kemitraan yang telah terbangun selama ini. Setelah pertandingan berakhir, acara dilanjutkan dengan makan bersama yang disediakan pihak Koramil, menambah kehangatan suasana silaturahmi.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 06:03 WIT
Bentrok Pecah di Luar Stadion Azteca Saat Pembukaan Piala Dunia 2026 Papuanewsonline.com, Mexico City – Ketegangan memuncak di luar Stadion Azteca, Mexico City, Kamis (11/6/2026) waktu setempat, ketika bentrokan terjadi antara demonstran dan pasukan kepolisian. Kericuhan meletus bersamaan dengan berlangsungnya upacara pembukaan dan pertandingan perdana Piala Dunia 2026, setelah sejumlah massa berusaha mendekati pintu masuk stadion.Saat laga pembuka Grup A antara Meksiko dan Afrika Selatan baru dimulai, sejumlah demonstran melemparkan batu dan bom molotov ke arah petugas. Pasukan anti huru-hara pun bertindak mendesak mundur kerumunan menggunakan perisai, sementara pagar dan tempat sampah terlihat berantakan di sekitar lokasi. Polisi melaporkan puluhan orang ditangkap dari ribuan massa yang terlibat aksi di berbagai titik sekitar stadion.Aksi unjuk rasa ini digelar oleh lima kelompok berbeda, termasuk keluarga korban dari sekitar 130.000 orang yang dinyatakan hilang serta para guru yang mengeluhkan kondisi kerja. Mereka menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya kekerasan geng, tingginya angka kemiskinan, dan mempertanyakan penggunaan miliaran dolar untuk penyelenggaraan turnamen yang dinilai seharusnya dialokasikan bagi kesejahteraan rakyat.Meskipun sebelumnya pihak berwenang telah menutup akses jalan dan mengerahkan 10.000 personel demi menjaga keamanan, insiden tetap tak terelakkan. Namun, menjelang berakhirnya pertandingan yang dimenangkan Meksiko 2-0, otoritas keamanan menyatakan situasi di sekitar stadion telah berhasil dikendalikan dan mulai mereda.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:54 WIT
Pembukaan Spektakuler Piala Dunia 2026 di Meksiko, Perpaduan Budaya dan Bintang Dunia Papuanewsonline.com, Meksiko – Perhatian dunia tertuju pada Meksiko, Kamis (11/6/2026), saat Piala Dunia FIFA 2026 resmi dimulai. Sebagai tuan rumah pertama dari tiga negara penyelenggara, upacara pembukaan yang digelar di Stadion Azteca menghadirkan pertunjukan megah yang memadukan seni, tradisi, dan musik modern dengan konsep utama interpretasi trofi melalui kearifan lokal.Diproduksi secara kreatif, acara ini menonjolkan elemen khas budaya Meksiko, yakni seni papel picado yang melambangkan kreativitas, warisan leluhur, dan semangat kebersamaan. Penampilan memukau dipadukan dengan pertunjukan tari tradisional dan folklor modern, yang menjadi simbol persatuan antarnegara melalui seni dan olahraga.Rangkaian hiburan semakin meriah dengan penampilan sejumlah musisi papan atas dunia, antara lain Shakira, Burna Boy, J Balvin, dan Alejandro Fernández. Mereka membawakan lagu-lagu yang tergabung dalam album resmi turnamen. Sebagai kejutan istimewa, karakter populer LABUBU juga tampil menghibur ribuan penonton di stadion dan jutaan pemirsa yang menyaksikan secara daring.Selain hiburan, acara juga dimeriahkan dengan parade bendera 48 negara peserta, menandai dimulainya turnamen terbesar sepanjang sejarah. Puncaknya, pertunjukan kembang api yang gemilang menghiasi langit Mexico City, menandai secara resmi dibukanya ajang akbar empat tahunan tersebut.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:52 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT