Papuanewsonline.com
BERITA TAG Olahraga
Homepage
Pemkab Mimika Gelar Nonton Bareng Piala Dunia 2026, Dorong Kebersamaan dan UMKM
Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika
akan menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026
untuk masyarakat. Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan langkah ini
mengikuti imbauan dalam surat edaran Kementerian Dalam Negeri yang meminta
kepala daerah memfasilitasi kegiatan serupa.“Tujuannya untuk mempererat kebersamaan warga sekaligus
membantu menghidupkan perekonomian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah,” ujarnya. Persiapan saat ini sedang dikoordinasikan oleh Dinas Pemuda
dan Olahraga, Dinas Kominfo, serta Dinas Koperasi dan UMKM, dengan memanfaatkan
layar videotron yang tersedia di Kota Timika.Untuk menambah kemeriahan, pertandingan babak semifinal
hingga final akan dipusatkan di lokasi tertentu. Khusus laga puncaknya, nobar direncanakan digelar di Gedung
Graha Eme Neme Yauware dengan mengundang berbagai elemen masyarakat agar
suasana lebih akrab dan meriah.Pemkab tetap mempertimbangkan aspek teknis, mengingat
sebagian jadwal pertandingan berlangsung pada pagi hingga siang hari yang
bertepatan dengan jam kerja warga. “Kami harus memastikan pelaksanaannya tetap nyaman dan tidak
mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat,” jelasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
23 Jun 2026, 03:08 WIT
TNI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 1.500 Titik, Perkuat Persatuan dan Semangat Kebangsaan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia
(TNI) menggelar kegiatan Nonton Bersama (Nobar) Kebangsaan Piala Dunia 2026
secara gratis di lebih dari 1.500 titik yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia. Kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 19 Juni 2026 ini menjadi
salah satu agenda nonton bersama terbesar yang pernah difasilitasi TNI bagi
masyarakat dari Sabang sampai Merauke.Program tersebut merupakan bagian dari upaya TNI
menghadirkan hiburan yang merata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat
persatuan dan kebersamaan di tengah momentum ajang sepak bola terbesar dunia
tersebut.Pelaksanaan Nobar Kebangsaan terselenggara melalui sinergi
antara TNI dan TVRI. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga
berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang
mempererat hubungan antarwarga di berbagai daerah.Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dari berbagai latar
belakang dapat berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Momen
menyaksikan pertandingan Piala Dunia dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat
rasa persaudaraan, solidaritas sosial, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan
Republik Indonesia.TNI menilai olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan
masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan. Karena
itu, Nobar Kebangsaan diharapkan mampu menjadi media yang efektif dalam
membangun semangat nasionalisme dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.Selain memberikan manfaat sosial, kegiatan ini juga
berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan warga di
lokasi penyelenggaraan turut membuka peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar area nobar.Perputaran ekonomi yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan
menjadi salah satu nilai tambah yang diharapkan dapat membantu meningkatkan
pendapatan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di daerah.TNI juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana
yang aman, tertib, dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Kebersamaan yang
terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan
antara TNI dan rakyat sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa.Melalui Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026, TNI menegaskan
komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas
pertahanan negara, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial yang mempererat
kebersamaan dan semangat gotong royong menuju Indonesia yang semakin maju dan
bersatu. (GF)
21 Jun 2026, 18:32 WIT
Pemkot Ambon dan Kedubes Belanda Siapkan Nobar Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026
Papuanewsonline.com, Ambon – Pemerintah Kota Ambon
berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda menyiapkan acara nonton
bareng pertandingan Timnas Belanda kontra Swedia pada Piala Dunia 2026. Laga
tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026.Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Richard
Luhukay, menyampaikan hal itu kepada wartawan di Ambon, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Konsulat Kehormatan
Kerajaan Belanda serta lintas instansi agar pelaksanaan kegiatan berjalan
optimal.Richard menjelaskan, agenda nobar ini dirancang lebih dari
sekadar menayangkan pertandingan. Pemerintah ingin menghadirkan ruang
kebersamaan bagi warga untuk mempererat silaturahmi dalam nuansa sportivitas
yang sehat."Kami ingin memastikan seluruh rangkaian acara
berlangsung tertib, aman, dan nyaman. Karena itu persiapan dibahas secara
detail bersama Konsulat Kehormatan Belanda dan perangkat daerah terkait,"
kata Richard.Pembahasan teknis kegiatan telah dilakukan melalui rapat
koordinasi di Kantor Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda di Ambon. Rapat
tersebut melibatkan perwakilan TVRI, RRI, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau
Lease, Pemerintah Kota Ambon, serta sejumlah organisasi perangkat daerah.Richard menilai antusiasme masyarakat Ambon terhadap Piala
Dunia, khususnya dukungan untuk Timnas Belanda, selalu tinggi. Hal ini
dipengaruhi kuatnya ikatan historis dan emosional warga Maluku dengan Belanda.Lebih lanjut, Richard mengatakan Duta Besar Belanda untuk
Indonesia dijadwalkan turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran Dubes dinilai
menjadi bentuk dukungan diplomatik sekaligus apresiasi terhadap semangat
kebersamaan warga Ambon.Dalam rapat, sejumlah aspek menjadi fokus utama pembahasan.
Mulai dari pengamanan oleh aparat kepolisian, pengaturan lalu lintas, strategi
publikasi, hingga penyiapan sarana dan prasarana pendukung bagi ribuan penonton
yang diperkirakan hadir."Pemerintah mengajak masyarakat datang dengan semangat
positif. Mendukung tim kesayangan boleh, tetapi tetap hormati pilihan orang
lain. Perbedaan dukungan dalam olahraga itu wajar. Yang harus kita jaga bersama
adalah persaudaraan dan persatuan," pesan Richard menutup pernyataannya.Pemkot Ambon menargetkan kegiatan ini menjadi contoh
penyelenggaraan acara publik berskala besar yang kondusif, tertib, dan
mencerminkan nilai kebersamaan masyarakat Maluku. Penulis: Hendrik
Editor: GF
20 Jun 2026, 18:41 WIT
Euforia Piala Dunia 2026 dan Cermin Pembangunan Mimika
Papuanewsonline.com, Timika – Euforia Piala Dunia 2026 tidak
hanya dirasakan masyarakat di kota-kota besar dunia, tetapi juga hingga ke
Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pertandingan sepak bola terbesar di dunia itu
menjadi topik perbincangan di berbagai tempat, mulai dari warung kopi, media
sosial, hingga layar-layar televisi yang dipenuhi dukungan kepada tim favorit
masing-masing.Namun di balik gegap gempita tersebut, Aliansi Peduli
Pengusaha Papua mengajak masyarakat untuk melihat persoalan yang lebih dekat
dengan kehidupan sehari-hari, yakni kondisi ekonomi rakyat Mimika yang dinilai
sedang mengalami perlambatan di tengah besarnya kekuatan fiskal daerah.Dalam pernyataan sikapnya, aliansi tersebut menyoroti
besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang
mencapai sekitar Rp5,7 triliun pada tahun 2026. Menurut mereka, besarnya
anggaran itu seharusnya mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberikan
dampak nyata bagi masyarakat."Namun pertanyaannya sederhana: mengapa rakyat tidak
merasakan denyut perputaran uang yang seharusnya lahir dari anggaran sebesar
itu?" tulis Aliansi Peduli Pengusaha Papua dalam pernyataannya.Aliansi itu juga mengutip pemikiran tokoh revolusioner
Frantz Fanon yang menyebut bahwa penjajahan tidak selalu hadir dalam bentuk
kekerasan fisik, tetapi dapat muncul melalui ketimpangan, ketidakadilan, dan
keterasingan masyarakat dari sumber daya yang sesungguhnya menjadi milik mereka
sendiri.Menurut mereka, kondisi yang dirasakan masyarakat Mimika
saat ini lebih mengarah pada apa yang disebut Fanon sebagai "kekerasan
struktural". Situasi tersebut digambarkan melalui program yang
direncanakan tetapi belum berjalan optimal, pelayanan yang lambat, hingga
anggaran yang dinilai belum sepenuhnya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.Aliansi juga menyoroti adanya kesenjangan antara laporan
pembangunan di atas kertas dan kondisi di lapangan. Mereka menyebut banyak
kontraktor lokal mengeluhkan pekerjaan yang belum berjalan maksimal, pengusaha
kecil kesulitan mempertahankan usahanya, dan mama-mama pasar menghadapi daya
beli masyarakat yang terus menurun."Rakyat tidak hidup dari laporan. Rakyat hidup dari
aktivitas ekonomi yang nyata," tegas mereka.Lebih lanjut, Aliansi Peduli Pengusaha Papua mengingatkan
bahaya lahirnya kelompok elite baru yang menikmati fasilitas negara, tetapi
gagal menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Mereka menilai kondisi
tersebut menjadi refleksi penting bagi Kabupaten Mimika."Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka yang
berubah hanya nama pengelolanya, sementara penderitaan rakyat tetap sama,"
tulis mereka.Aliansi menegaskan bahwa APBD bukan sekadar angka dalam
dokumen keuangan, melainkan instrumen untuk menciptakan lapangan kerja,
memperkuat pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta
menggerakkan perekonomian hingga ke kampung-kampung.Di tengah hiruk pikuk Piala Dunia 2026, mereka mengingatkan
agar perhatian terhadap persoalan mendasar masyarakat tidak teralihkan. Sebab,
menurut mereka, kesejahteraan rakyat tidak dibangun melalui euforia
pertandingan sepak bola, melainkan melalui pekerjaan, pelayanan publik yang
baik, dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat."Karena itu, sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan
di Mimika memastikan bahwa setiap rupiah APBD kembali kepada rakyat dalam
bentuk manfaat nyata."Aliansi menutup refleksinya dengan mengingatkan pesan Frantz
Fanon bahwa bentuk penjajahan yang paling berbahaya sering kali bukan datang
dari luar, melainkan dari mereka yang berada di dalam sistem namun melupakan
rakyat yang mereka wakili. (GF)
16 Jun 2026, 17:05 WIT
Mini Soccer Kapolda Cup III Digelar, Asah Bakat Dan Karakter Generasi Muda Papua
Papuanewsonline.com, Timika – Komitmen mendukung pembinaan
generasi muda melalui olahraga kembali diwujudkan Polda Papua Tengah. Setelah
sukses menggelar kompetisi untuk pelajar SMP dan SMA/SMK, kini ajang bergengsi
Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup III kategori usia 10 hingga 12 tahun resmi
dimulai pada Minggu (14/6/2026) di Goldstone Arena, Timika. Kegiatan ini
menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk bakat, kedisiplinan, dan
karakter anak-anak sejak dini.Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Setelah
melalui proses penyaringan ketat selama tiga hari yang meliputi pengecekan
administrasi dan usia, panitia menetapkan 17 tim yang berhak bertanding.
Peserta tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan, melainkan juga dua tim dari
daerah pesisir, yaitu Pulau Karaka dan Kokonao. Hal ini membuktikan bahwa pembinaan olahraga menjangkau
seluruh wilayah tanpa batasan jarak.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini,
menegaskan bahwa atlet berkualitas tidak lahir secara instan, melainkan harus
dibina sejak usia muda. “Kami memberikan ruang agar anak-anak membangun kepercayaan
diri lewat persaingan yang sehat. Melalui olahraga, mereka belajar kerja sama,
tanggung jawab, dan sportivitas, bukan hanya mengejar kemenangan semata,”
ujarnya.Ketua Panitia, Irfan Irianto, memastikan seluruh persiapan
berjalan lancar dan adil. Penyaringan dilakukan secara cermat, dengan ketentuan
peserta adalah kelahiran tahun 2014–2016 dan setiap tim beranggotakan maksimal
15 orang. Sebelum pertandingan dimulai, panitia juga mengadakan
pertemuan teknis untuk menyamakan pemahaman peraturan dan sistem pertandingan
bagi seluruh peserta. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 15:22 WIT
Koramil Timika Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Silaturahmi Dan Kemanunggalan
Papuanewsonline.com, Timika – Koramil 1710-02/Timika
menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola Piala Dunia
2026 pada Minggu (14/6/2026). Acara berlangsung meriah di Aula Makoramil yang
beralamat di Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika. Laga yang disaksikan bersama
mempertemukan tim nasional Brasil melawan Maroko, dan berhasil menarik
perhatian serta kehadiran banyak warga sekitar.Suasana terlihat sangat semarak sejak awal kegiatan. Aula
Makoramil dipadati oleh seluruh anggota Koramil dan masyarakat yang datang
dengan antusiasme tinggi. Masing-masing penonton tampak bersemangat menyemangati tim
kesayangannya, menciptakan suasana akrab dan penuh keakraban tanpa sekat antara
aparat dan warga.Pelaksana Tugas Danramil 1710-02/Timika, Kapten Kav Devie
Dolfie Goni, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk
mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat. “Melalui kebersamaan menikmati ajang olahraga dunia, kita
bangun kedekatan yang lebih erat dengan warga binaan,” ujarnya. Lebih dari sekadar hiburan, momen ini juga bertujuan
menumbuhkan semangat persatuan dan kekompakan bersama.Sepanjang jalannya pertandingan, suasana terus hangat dengan
sorakan dukungan yang mengalun setiap kali terjadi peluang mencetak gol. Interaksi yang akrab dan santai terjalin dengan baik,
mencerminkan kuatnya ikatan kemitraan yang telah terbangun selama ini. Setelah pertandingan berakhir, acara dilanjutkan dengan
makan bersama yang disediakan pihak Koramil, menambah kehangatan suasana
silaturahmi. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 06:03 WIT
Bentrok Pecah di Luar Stadion Azteca Saat Pembukaan Piala Dunia 2026
Papuanewsonline.com, Mexico City – Ketegangan memuncak di
luar Stadion Azteca, Mexico City, Kamis (11/6/2026) waktu setempat, ketika
bentrokan terjadi antara demonstran dan pasukan kepolisian. Kericuhan meletus
bersamaan dengan berlangsungnya upacara pembukaan dan pertandingan perdana Piala
Dunia 2026, setelah sejumlah massa berusaha mendekati pintu masuk stadion.Saat laga pembuka Grup A antara Meksiko dan Afrika Selatan
baru dimulai, sejumlah demonstran melemparkan batu dan bom molotov ke arah
petugas. Pasukan anti huru-hara pun bertindak mendesak mundur
kerumunan menggunakan perisai, sementara pagar dan tempat sampah terlihat
berantakan di sekitar lokasi. Polisi melaporkan puluhan orang ditangkap dari ribuan massa
yang terlibat aksi di berbagai titik sekitar stadion.Aksi unjuk rasa ini digelar oleh lima kelompok berbeda,
termasuk keluarga korban dari sekitar 130.000 orang yang dinyatakan hilang
serta para guru yang mengeluhkan kondisi kerja. Mereka menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya
kekerasan geng, tingginya angka kemiskinan, dan mempertanyakan penggunaan
miliaran dolar untuk penyelenggaraan turnamen yang dinilai seharusnya
dialokasikan bagi kesejahteraan rakyat.Meskipun sebelumnya pihak berwenang telah menutup akses
jalan dan mengerahkan 10.000 personel demi menjaga keamanan, insiden tetap tak
terelakkan. Namun, menjelang berakhirnya pertandingan yang dimenangkan
Meksiko 2-0, otoritas keamanan menyatakan situasi di sekitar stadion telah
berhasil dikendalikan dan mulai mereda. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Jun 2026, 13:54 WIT
Pembukaan Spektakuler Piala Dunia 2026 di Meksiko, Perpaduan Budaya dan Bintang Dunia
Papuanewsonline.com, Meksiko – Perhatian dunia tertuju pada
Meksiko, Kamis (11/6/2026), saat Piala Dunia FIFA 2026 resmi dimulai. Sebagai
tuan rumah pertama dari tiga negara penyelenggara, upacara pembukaan yang
digelar di Stadion Azteca menghadirkan pertunjukan megah yang memadukan seni,
tradisi, dan musik modern dengan konsep utama interpretasi trofi melalui
kearifan lokal.Diproduksi secara kreatif, acara ini menonjolkan elemen khas
budaya Meksiko, yakni seni papel picado yang melambangkan kreativitas, warisan
leluhur, dan semangat kebersamaan. Penampilan memukau dipadukan dengan pertunjukan tari
tradisional dan folklor modern, yang menjadi simbol persatuan antarnegara
melalui seni dan olahraga.Rangkaian hiburan semakin meriah dengan penampilan sejumlah
musisi papan atas dunia, antara lain Shakira, Burna Boy, J Balvin, dan
Alejandro Fernández. Mereka membawakan lagu-lagu yang tergabung dalam album
resmi turnamen. Sebagai kejutan istimewa, karakter populer LABUBU juga
tampil menghibur ribuan penonton di stadion dan jutaan pemirsa yang menyaksikan
secara daring.Selain hiburan, acara juga dimeriahkan dengan parade bendera
48 negara peserta, menandai dimulainya turnamen terbesar sepanjang sejarah. Puncaknya, pertunjukan kembang api yang gemilang menghiasi
langit Mexico City, menandai secara resmi dibukanya ajang akbar empat tahunan
tersebut. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Jun 2026, 13:52 WIT
14 Anak Kokonao Siap Berlaga di Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup
Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 14 anak berusia 10
hingga 12 tahun asal Kokonao, Distrik Mimika Barat, siap mengikuti turnamen
Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup. Ajang ini digelar dalam rangka
memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun, yang dijadwalkan berlangsung
mulai 14 Juni 2026 mendatang.Kapolsek Mimika Barat, Ipda Muhamad Yani, menjelaskan tim
ini disiapkan melalui kerja sama dengan pelatih dan pemerintah distrik.Keempat belas siswa dari SD YPPK Kokonao tersebut telah
melalui proses seleksi selama satu minggu di daerah asalnya, sebelum akhirnya
ditetapkan sebagai wakil yang akan bertanding.“Mereka telah tiba di Timika hari ini untuk mengikuti
rangkaian pertandingan,” ujar Ipda Yani, Kamis (11/6/2026). Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan orang
tua dan masyarakat guna memastikan keamanan serta kenyamanan anak-anak selama
mengikuti kegiatan. Keberangkatan tim ini juga mendapatkan dukungan penuh dari
anggota DPRD Mimika, Dessy Putrika.Kehadiran mereka dalam turnamen ini membawa harapan besar
dari berbagai pihak. Diharapkan ajang tersebut menjadi sarana bagi generasi muda
untuk menampilkan bakat dan kemampuan, sekaligus menjadi langkah awal
pengembangan potensi diri di bidang olahraga. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Jun 2026, 13:09 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru