logo-website
Sabtu, 08 Agu 2026,  WIT

Ketua Pemuda Kei Mimika Marah: Masa Bendera Merah Putih Dijual Sih!

Jelang HUT RI ke-81, Ketua Pemuda KEI Mimika, Edoardus Rahawadan, ngeluarin kritik pedas buat Pemda dan DPRD Kabupaten Mimika.

Papuanewsonline.com - 08 Agu 2026, 13:38 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Edoardus Rahawadan

Papuanewsonline.com, Mimika - Jelang HUT RI ke-81, Ketua Pemuda KEI Mimika, Edoardus Rahawadan, ngeluarin kritik pedas buat Pemda dan DPRD Kabupaten Mimika. 

Menurutnya, jangan sampai perayaan kemerdekaan cuma jadi acara pejabat doang, sementara rakyat malah dipusingin biaya.

"Kemerdekaan itu bukan cuma tanggal merah di kalender. Ini pengingat kalau negara itu ada buat rakyat, bukan sebaliknya," kata Edoardus dalam rilis ke papuanewsonline.com, Sabtu (8/8/2026).

4 TEGURAN KERAS BUAT PEMDA & DPRD

1. Turun ke Kampung, Jangan Cuma di Kantor  

Edoardus minta Pemda Mimika bener-bener hadir di tengah rakyat. Datang ke kampung-kampung, dengerin keluhan warga.  

"Jangan cuma muncul di kantor yang dingin dan jauh dari jangkauan orang kecil," tegasnya.

2. Jangan Biarin Rakyat Rayakan Sendirian  

Kalau acara HUT RI cuma rame di pusat kota dan gedung pemerintah, berarti Pemda gak hadir.  

"Jangan sampai rakyat Mimika rayain kemerdekaan sendirian. Sementara pemerintah cuma ada di pidato sama foto-foto. Hadir beneran itu lebih penting dari seribu ucapan selamat," ujarnya.

3. HUT RI Bukan Buat Pesta Mewah Pejabat  

Dia juga nyoroti kalau Pemda heboh bikin acara mewah, tapi rakyat harus keluar uang sendiri buat ikut merayakan.  

"Gak pantas Pemda tampil wah, pake baju bagus, senang-senang. Sementara rakyat harus peras keringat dan bayar sendiri buat ikut rayain negara.  

Kalau gitu namanya bukan perayaan. Itu namanya pungutan berkedok HUT RI," katanya keras.

4. Bendera Merah Putih Jangan Dijual!  

Ini yang paling disorot Edoardus. Dia marah lihat bendera Merah Putih dijual bebas sampai rakyat harus keluar uang buat pasang di rumah.  

"Masa bendera Merah Putih dijual sih! Kalau rakyat aja harus bayar buat hormatin negaranya, berarti wibawa negara sama Pemda udah dijual di pinggir jalan," ucapnya.

Dia desak Pemda wajib bagi-bagi bendera gratis ke warga.  

"Rakyat gak perlu bayar buat cinta negara. Kalau ini dibiarin terus, berarti Pemda gagal jaga kehormatan negara di depan rakyatnya sendiri," tegasnya.

Pesan ke DPRD: Awasi Anggarannya!

Edoardus juga minta DPRD Mimika ngawasin anggaran HUT RI.  

"Jangan sampai uangnya habis buat mewah-mewahan pejabat. Pastikan uang negara balik ke rakyat. Termasuk bagiin bendera Merah Putih gratis buat semua orang," pintanya.

"Ingat, kemerdekaan itu bukan warisan pejabat. Ini milik rakyat. Jadi rayainnya juga harus bikin rakyat bangga, bukan malah jadi beban rakyat," tutup Edoardus.

Penulis: Hendrik
Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE