Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Ratusan Korban Mogok Kerja Freeport Geruduk Dprk Mimika, Tuntut Keadilan Setelah 9 Tahun
Papuanewsonline.com, Mimika – Ratusan korban mogok kerja PT
Freeport Indonesia (PTFI) menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRK Mimika.
Dengan membawa poster dan pduk, massa aksi menuntut keadilan atas hak-hak
buruh yang dinilai belum dipulihkan sejak peristiwa mogok kerja yang terjadi
sembilan tahun lalu. Aksi ini menunjukkan kekecewaan mendalam serta harapan
agar suara mereka didengar oleh para wakil rakyat. (12/2/26)Dalam aksinya, para buruh yang terdampak mogok kerja
menuliskan pesan-pesan tuntutan di pduk, salah satunya menyatakan bahwa
mogok kerja tahun 2017 telah dinyatakan sah sesuai Perjanjian Kerja Bersama dan
Nota Kesepahaman. Mereka mendesak PT Freeport Indonesia untuk membawa masalah
ini ke jalur penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PHI), bukan justru
menghukum buruh, memutus hak secara sepihak, atau membiarkan para pekerja
terkatung-katung tanpa kejelasan. Bagi mereka, mogok kerja merupakan hak konstitusional yang
sah secara hukum, sehingga negara tidak boleh berdiam diri.Massa aksi mendesak DPRK Mimika untuk segera membentuk
panitia khusus (Pansus) yang bertugas menyelesaikan persoalan yang menimpa
8.300 buruh terdampak mogok kerja. Isu divestasi saham pemerintah sebesar 51
persen juga turut disuarakan dalam aksi tersebut. Menurut mereka, keuntungan yang didapatkan dari divestasi
saham tidak sebanding dengan penderitaan serta ratusan nyawa yang disebut
hilang dalam pusaran konflik industrial tersebut. "Kami minta bapak ibu anggota DPRK segera membentuk
Pansus. Jangan hanya duduk di sini lalu pulang tanpa memberikan solusi,"
tegas Koordinator Aksi, James Billy Laly.Para demonstran mengingatkan agar persoalan yang menimpa
para buruh tidak dijadikan komoditas politik atau ladang bisnis yang hanya
menguntungkan pihak-pihak tertentu. Dalam aksi damai tersebut, massa menyampaikan lima poin
tuntutan utama, yang meliputi penghentian praktik "negara dalam
negara" oleh PT Freeport Indonesia, peran aktif DPRK dan Pemkab Mimika,
penyelesaian sengketa mogok kerja sebagai syarat mutlak dalam RUPS mendatang,
pembentukan Pansus Moker oleh DPRK Mimika, serta pemberian ruang komunikasi
selama 21 hari untuk penyelesaian yang adil dan bermartabat. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Feb 2026, 22:43 WIT
Kuasa Hukum Soroti Pembatalan Ahli, Sidang Kisruh Jabatan Mimika Berlanjut Pekan Depan
Papuanewsonline.com, Mimika — Sidang perkara pidana terkait
kisruh jabatan Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos.,
M.M., yang menggantikan PLT Asisten I Sekda Mimika Robert Kambu, S.E., sebagai
terdakwa dalam perkara Nomor 168/Pid.B/2025/PN Tim di Pengadilan Negeri Timika
kembali mengalami penundaan.Agenda persidangan yang semula dijadwalkan menghadirkan ahli
dari Universitas Airlangga oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) batal terlaksana
setelah sebelumnya ditunda berturut-turut sebanyak tiga kali. Pada sidang
terakhir, JPU secara resmi menyatakan tidak lagi menghadirkan ahli dalam
perkara tersebut.Kuasa hukum Robert Kambu, Frengky Kambu, menilai pemeriksaan
ahli sangat penting untuk membuat terang perkara sekaligus menjadi pengetahuan
publik, mengingat proses persidangan direncanakan berlangsung terbuka dan
disiarkan secara langsung hingga putusan.Majelis hakim kemudian menunda sidang hingga Kamis, 19
Februari 2026, dengan agenda pemeriksaan terdakwa.Pembatalan kehadiran ahli oleh JPU memunculkan sorotan
terhadap kinerja penuntutan dan dinilai menunjukkan ketidakkonsistenan dalam
penanganan perkara, sehingga memicu keraguan terhadap komitmen penegakan hukum
oleh Kejaksaan Negeri Mimika. Sidang lanjutan pekan depan diharapkan
menghadirkan perkembangan melalui pemeriksaan langsung terhadap terdakwa. Penulis: Bim
Editor: GF
12 Feb 2026, 22:39 WIT
Pengamanan Diperketat, Korban Penembakan Pesawat Dievakuasi ke Timika Setelah Bandara Diamankan
Papuanewsonline.com, Mimika – Aparat gabungan dari Satgas
Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur TNI bergerak cepat dalam menuntaskan
proses evakuasi korban penembakan pesawat perintis Smart Air di Bandara Korowai
Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel pada Kamis (12/2/26). Langkah
ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap insiden yang terjadi dan upaya
untuk menjaga keamanan serta stabilitas di wilayah tersebut.Sejak pukul 06.00 WIT, sebanyak 20 personel Satgas Ops Damai
Cartenz yang diperkuat oleh 12 personel Kopasgat TNI AU telah memasuki area
Bandara Korowai Batu dan melakukan pengamanan secara menyeluruh. Fokus utama aparat adalah mengevakuasi dua awak pesawat yang
menjadi korban dalam insiden penembakan yang terjadi sehari sebelumnya. Kepala
Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K.,
M.H., menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil untuk menjaga stabilitas
keamanan dan memberikan rasa aman kepada warga masyarakat.Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah korban
diterbangkan ke Timika untuk proses identifikasi serta autopsi lebih lanjut.
Setelah proses pemulasaraan selesai, jenazah akan diberangkatkan menuju Jakarta
untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Selain itu, dipastikan sebanyak 13 penumpang pesawat yang
merupakan warga lokal selamat dari insiden tersebut. Para penumpang langsung
mengamankan diri saat peristiwa terjadi dan kini telah kembali ke rumah
masing-masing dalam keadaan selamat.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf
Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa pengamanan di lokasi dilakukan secara
terpadu guna memastikan area bandara benar-benar steril dari potensi ancaman.Aparat keamanan juga berupaya menenangkan masyarakat dan
memastikan agar aktivitas pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan dan
kesehatan, dapat segera kembali berjalan normal.Aparat menduga insiden penembakan ini melibatkan kelompok
bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok
yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang
dipimpin oleh Elkius Kobak. Saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengejaran
terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Feb 2026, 22:27 WIT
Suasana Haru Iringi Pemakaman Sertu Arifin Cepa, Kodam Cenderawasih Tegas Kutuk Aksi Teror
Papuanewsonline.com, Timika – Duka mendalam dan isak tangis
keluarga menyelimuti prosesi pemakaman militer Sertu Arifin Cepa, anggota
Koramil 1710-04/Tembagapura yang gugur dalam insiden penembakan di Mile 50
Tembagapura, Rabu (11/2/26) sekitar pukul 15.05 WIT. Jenazah almarhum dikebumikan
di pekarangan rumah duka yang terletak di Jalan Budi Utomo Ujung, Timika, pada
hari Kamis (12/2/26).Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer sebagai wujud
penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhum kepada negara dan
bangsa.Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol
Inf Tri Purwanto, S.I.P., menyampaikan rasa duka cita mendalam atas
berpulangnya prajurit yang tengah menjalankan tugas negara tersebut. Kodam
XVII/Cenderawasih dengan tegas mengutuk keras aksi teror yang telah
menghilangkan nyawa seorang prajurit TNI. "Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi keji ini. TNI akan
terus hadir untuk menjamin keamanan masyarakat dan tidak akan pernah mundur
dalam menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara serta
keselamatan seluruh warga," tegasnya.Letkol Inf Tri Purwanto menambahkan bahwa Kodam
XVII/Cenderawasih tetap berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan di
wilayah Papua serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dan
objek vital nasional yang ada. Pihaknya juga memastikan bahwa aksi-aksi teror seperti ini
tidak akan mengendurkan semangat TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).Dalam insiden penembakan tersebut, selain menyebabkan
gugurnya Sertu Arifin Cepa, seorang prajurit lainnya bernama Serka Hendrikus
juga mengalami luka-luka. Selain itu, seorang karyawan kontraktor KPI PTFI
bernama Herman Rustaman juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut."Para korban luka saat ini berada dalam kondisi stabil
dan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di rumah sakit,"
ujar Kapendam. Aparat keamanan saat ini masih terus melakukan pengamanan
dan pendalaman terkait insiden tersebut untuk mengungkap motif serta pelaku di
balik aksi penembakan. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Feb 2026, 22:22 WIT
JDP Minta Komnas HAM Turun Tangan Mengusut Dugaan Penembakan di Mile 50 Tembagapura
Papuanewsonline.com, Papua – Jaringan Damai Papua (JDP)
mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia
untuk segera mengusut dugaan penembakan di kawasan Mile 50, Tembagapura,
yang mengakibatkan seorang anggota TNI meninggal dunia.Peristiwa tersebut dinilai kembali menambah daftar panjang
kekerasan bersenjata di Papua, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan keamanan
berbasis senjata terus memicu siklus kekerasan yang tidak berkesudahan.Melalui rilis pers yang diterima pada Kamis (12/2/2026), JDP
menegaskan pentingnya dilakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan
independen terhadap insiden di Mile 50 dengan melibatkan Komnas HAM RI.Pelibatan Komnas HAM dianggap krusial guna memastikan
seluruh proses penyelidikan berjalan objektif serta mampu mengungkap
fakta-fakta yang selama ini dinilai masih tertutup dari ruang publik.Selain itu, JDP juga meminta PT Freeport Indonesia dan
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memberikan penjelasan terbuka
kepada masyarakat terkait prosedur dan mekanisme pengamanan internal di wilayah
perusahaan, khususnya di area yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.Keterbukaan informasi tersebut dinilai penting agar publik
mengetahui secara jelas institusi mana yang secara resmi bertanggung jawab atas
pengamanan di kawasan tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.JDP menekankan bahwa penyelesaian konflik Papua tidak akan
pernah tercapai melalui pendekatan kekerasan. Setiap tindakan bersenjata
dinilai hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan dan menjauhkan harapan
terciptanya dialog damai yang berkelanjutan.Oleh karena itu, JDP mendorong seluruh pihak untuk
mengedepankan pendekatan kemanusiaan, penegakan hukum yang adil, serta dialog
terbuka sebagai jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan Papua secara
bermartabat dan berkeadilan.Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memutus mata
rantai kekerasan, memulihkan rasa aman masyarakat, serta membangun kepercayaan
publik terhadap proses penegakan hukum di Tanah Papua.
Penulis: HendEditor: GF
12 Feb 2026, 19:29 WIT
Penembakan Bandara Korowai Batu, Aparat Evakuasi Korban dan Perketat Pengamanan Wilayah
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Peristiwa penembakan
terjadi di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada
Rabu (11/2/2026) pagi, yang mengakibatkan dua pilot pesawat meninggal dunia.Kasatgas HDC, Kombespol Yusuf Sutejo S.I.K., M.T.,
menyampaikan bahwa proses evakuasi terhadap kedua korban telah dilaksanakan dan
jenazah diterbangkan ke Timika untuk menjalani tahapan identifikasi serta
autopsi.Setelah proses identifikasi dan autopsi rampung, jenazah
akan dilakukan pemulasaran sebelum diberangkatkan menuju Jakarta melalui
Bandara Timika untuk diserahkan kepada pihak keluarga.Sementara itu, seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 13
orang dinyatakan selamat. Mereka telah kembali ke rumah masing-masing setelah
sebelumnya sempat mengungsi demi alasan keamanan.Aparat keamanan gabungan yang terdiri dari Satgas Damai
Cartenz dan TNI Angkatan Udara langsung melakukan pengamanan di sekitar area
bandara guna mencegah potensi gangguan lanjutan.Pengamanan juga difokuskan pada upaya pemulihan kondisi
sosial masyarakat, termasuk memastikan warga sipil yang sempat mengungsi dapat
kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.Di sisi lain, aparat keamanan terus melakukan pengejaran
terhadap pelaku penembakan serta meningkatkan koordinasi lintas satuan untuk
mempersempit ruang gerak pelaku di wilayah tersebut.Sebagai langkah antisipasi, penerbangan menuju dan dari
Bandara Korowai Batu untuk sementara waktu ditutup hingga situasi dinyatakan
sepenuhnya aman dan kondusif.Langkah-langkah cepat ini dilakukan untuk menjamin
keselamatan penerbangan, menjaga stabilitas keamanan wilayah, serta memberikan
rasa aman bagi masyarakat di Kabupaten Boven Digoel dan sekitarnya. Penulis: HendEditor: GF
12 Feb 2026, 19:26 WIT
Penembakan di Mile 50 Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur dan Dua Lainnya Luka-Luka
Papuanewsonline.com, Mimika – Insiden penembakan terjadi di
Mile 50, area PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Papua, pada Rabu
(11/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIT, yang mengakibatkan satu prajurit TNI gugur
dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.Korban gugur diketahui merupakan anggota TNI berpangkat
Sersan Kepala berinisial AC. Sementara dua korban lainnya langsung dievakuasi
untuk mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan terdekat.Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto,
membenarkan adanya insiden kontak tembak di kawasan tersebut. Seluruh korban
telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis secara optimal sesuai
prosedur penanganan darurat.Usai kejadian, aparat gabungan TNI dan Polri langsung
bergerak cepat melakukan penyisiran di sekitar lokasi serta memperketat
pengamanan di jalur utama menuju Tembagapura guna mencegah kemungkinan
terjadinya gangguan lanjutan.Akses jalan utama menuju Tembagapura untuk sementara waktu
ditutup sebagai langkah antisipasi demi menjamin keselamatan masyarakat serta
kelancaran proses pengamanan di lapangan.Pihak keamanan juga terus melakukan pengejaran terhadap
pelaku penembakan dengan mengerahkan personel tambahan serta berkoordinasi
intensif dengan unsur terkait guna memastikan situasi tetap kondusif.VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri
Krisnati, turut membenarkan adanya laporan insiden penembakan di Mile Post 50,
yang merupakan jalur vital menuju kawasan operasional perusahaan.Manajemen PT Freeport Indonesia menyatakan terus
berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah untuk memastikan keselamatan
karyawan serta kelancaran aktivitas operasional perusahaan di tengah situasi
yang berkembang.Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius, mengingat
kawasan tersebut merupakan salah satu objek vital nasional yang membutuhkan
pengamanan berlapis demi menjamin stabilitas keamanan dan keselamatan seluruh
pihak.Aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang,
mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tidak mudah terpengaruh informasi
yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Penulis: Hend
Editor: GF
12 Feb 2026, 15:58 WIT
Polri Bentuk Satgas Asri Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Sehat
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi mengimplementasikan Gerakan ASRI (Aktif, Sehat, Ramah, dan Indah) di seluruh lingkungan Polri sebagai langkah nyata menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan kerja.Atas arahan Kapolri, Polri membentuk Satgas ASRI Polri yang akan menjadi penggerak utama pelaksanaan program ini secara nasional. Satgas ASRI Polri dipimpin oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja selaku ketua sekaligus dirigen pelaksanaan dari tingkat Mabes Polri hingga jajaran Polda, Polres, dan Polsek di seluruh Indonesia.Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus kepedulian terhadap lingkungan kerja.“Bapak Kapolri ingin menegaskan bahwa ASRI bukan hanya sekadar slogan. Pesan yang ingin ditegaskan adalah kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui aksi nyata, dimulai dari hal-hal sederhana dan dari tempat kita bekerja setiap hari,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/2/2026).Lebih lanjut disampaikan bahwa langkah Polri ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto pada Taklimat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.Kadivhumas Polri menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis sebagai teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, penerapan prinsip ramah lingkungan harus dimulai dari internal institusi melalui langkah-langkah konkret.“Gerakan ASRI bukan sekadar program simbolik, tetapi harus menjadi kebiasaan dan budaya kerja Polri sehari-hari. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar birokrasi tidak hanya efektif dan melayani, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan,” tegas Irjen Pol. Johnny Isir.Untuk memastikan gerakan ini berjalan efektif, Polri menetapkan petunjuk arahan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran sebagai berikut:1. Setiap personel Polri wajib melaksanakan pembersihan lingkungan kerja satu jam sebelum memulai aktivitas kedinasan, dimulai dari ruang lingkup terkecil.2. Setiap satuan kerja wajib melaksanakan kurvei atau kerja bakti minimal satu minggu sekali di area Mako dan lingkungan sekitarnya.3. Secara periodik mengajak kelompok masyarakat untuk bersama-sama membersihkan fasilitas umum sebagai bentuk sinergi Polri dengan masyarakat.4. Melaksanakan langkah-langkah ramah lingkungan seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penghematan energi dan air, serta penataan ruang kerja yang hijau dan berkelanjutan.Kadivhumas Polri juga mendorong para pimpinan di setiap satuan kerja agar aktif menggerakkan seluruh personel untuk terlibat langsung dalam kegiatan peduli lingkungan, termasuk kerja bakti, penanaman pohon, serta pengelolaan sampah yang lebih baikMelalui Gerakan ASRI Polri, diharapkan terbangun kesadaran kolektif seluruh insan Bhayangkara dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat citra Polri sebagai institusi yang disiplin, peduli, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.“Upaya ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan sebagaimana ditekankan oleh Presiden. Polri siap menjadi contoh terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan indah,” pungkas Kadivhumas Polri.Informasi ini harus segera diketahui masyarakat sebagai wujud komitmen Polri untuk hadir nyata, berbuat nyata, dan memberi manfaat langsung bagi lingkungan serta kepentingan publik. PNO-12
12 Feb 2026, 14:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru