logo-website
Kamis, 25 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Layar Tancap “Pesta Babi” Gugah Kesadaran Publik soal Tanah Adat dan Ekologi Papua Papuanewsonline.com, Timika – Puluhan warga, pegiat komunitas, dan aktivis lingkungan berkumpul di Easy Coffee & Eatery, dalam acara bertajuk "Layar Tancap". Kegiatan yang digagas oleh Singgah Baca, Eastworks Creative, Lepemawi Timika, dan Greenpeace Indonesia ini menghadirkan pemutaran film dokumenter serta diskusi terbuka mengenai isu ekologi dan hak masyarakat adat di Tanah Papua. 10/4/26)Acara menghadirkan dua narasumber perempuan, Adolfina Kum dari Lepemawi dan Rossy You dari Greenpeace. Adolfina menekankan bahwa pembangunan harus berpijak pada kepentingan masyarakat adat, terutama kelompok rentan yang sering terpinggirkan. Sementara itu, Rossy mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam, di mana hutan bukan hanya sumber ekonomi, tapi juga identitas dan kehidupan.Puncak acara ditandai dengan pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Film ini menyajikan kisah perjuangan suku-suku di Papua Selatan seperti Awyu, Muyu, Yei, dan Marind dalam mempertahankan ruang hidup di tengah ekpsi industri. Visual yang kuat berhasil menyentuh hati penonton dan membuka wawasan mengenai realitas di lapangan.Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat. Para peserta aktif menyampaikan pandangan dan harapan demi masa depan Papua. Melalui pendekatan kreatif ini, diharapkan kesadaran publik semakin tumbuh, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi juga terlibat aktif menjaga alam dan memperjuangkan hak-hak asli.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:37 WIT
Divpropam Mabes Polri Perkuat Dialog Humanis di Dogiyai, Komunikasi Kunci Jaga Stabilitas Daerah Papuanewsonline.com, Dogiyai – Upaya menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Dogiyai terus diperkuat melalui pendekatan humanis dan pembangunan komunikasi intensif antara masyarakat dan kepolisian. Tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri hadir tidak hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga membangun jembatan dialog guna mencegah potensi konflik dan memperkuat kepercayaan publik.Dalam pertemuan yang berlangsung di wilayah hukum Polsek Kamuu, Sekretaris Biro Provos Divpropam Polri, Kombes Pol Prianto Teguh Nugroho, menegaskan pentingnya menyelesaikan setiap persoalan sebelum berkembang menjadi gangguan. “Kami ingin memastikan setiap masalah diselesaikan lewat komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan,” ujarnya. Pendekatan humanis ini dinilai kunci agar masyarakat merasa aman dan terlindungi.Hal senada disampaikan tokoh pemuda, Alex Waine, yang menyoroti perlunya keterbukaan akses bagi masyarakat dalam penyelesaian masalah. Ia mencontohkan beberapa insiden sebelumnya yang sempat memicu ketegangan akibat komunikasi yang terbatas. Oleh karena itu, ruang dialog yang inklusif harus terus dibuka agar kesalahpahaman tidak terjadi.Kombes Pol Prianto menegaskan komitmen Polri untuk terus meningkatkan hubungan saling percaya. Kehadiran tim Divpropam diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda, sehingga keamanan di Dogiyai tetap terjaga kondusif dan stabilitas daerah terpelihara dengan baik.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:34 WIT
Keuskupan Timika Gelar Lokakarya: Bangkitkan Pendidikan Katolik Di Tengah Krisis Papuanewsonline.com, Timika – Keuskupan Timika mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Lokakarya Umum Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan berlangsung pada 14–16 April 2026 di Hotel Swiss-Belinn. Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Kembali Pendidikan Katolik di Tanah Papua: Menemukan Terobosan di Tengah Krisis" sebagai upaya mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada.Lokakarya ini digelar menyusul berbagai permasalahan kompleks mulai dari kondisi geografis, keterbatasan tenaga pengajar, pendanaan, hingga dampak konflik sosial yang menyebabkan menurunnya kualitas pendidikan, terutama di daerah pedalaman. Bahkan, sejumlah sekolah yang dulu menjadi kebanggaan kini tidak lagi berfungsi secara optimal. Forum ini bertujuan mengevaluasi kondisi terkini dan merumuskan arah kebijakan baru yang lebih adaptif.Sekitar 100 peserta dijadwalkan hadir, mulai dari Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA., para imam, tarekat, pengurus YPPK, kepala sekolah, guru, hingga perwakilan pemerintah dan dunia usaha.Mereka akan mendiskusikan berbagai solusi berbasis karakter wilayah, baik di daerah konflik, pegunungan, pesisir, maupun perkotaan, dengan menghadirkan praktik terbaik dari tingkat nasional.Keuskupan berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan dokumen strategis dan roadmap yang jelas, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan pendidikan Katolik. Melalui langkah ini, diharapkan kualitas pendidikan di Papua dapat kembali meningkat dan mencetak generasi yang beriman, berbudaya, dan mandiri.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:25 WIT
Menteri Koperasi Resmikan Perkebunan Kopi: Investasi Warisan Bukan Hanya Emas Papuanewsonline.com, Timika – Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono, meresmikan pengembangan pertanian kopi di lokasi Yayasan Somatua, Timika. Acara ini menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP) melalui komoditas perkebunan yang berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat adat.Ketua Yayasan Somatua, Maximus Tipagau, menyebut kopi sebagai investasi jangka panjang yang jauh lebih berkelanjutan. “Berbeda dengan emas yang bisa habis, kopi dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya. (9/4/26) Ia juga menegaskan pentingnya peran lembaga adat, di mana pengelolaan lahan harus selalu berdasarkan kesepakatan marga dan suku sebagai pemilik hak ulayat.Maximus optimis dalam tiga tahun ke depan, kopi Papua akan menembus pasar internasional hingga ke Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Jepang, dan Tiongkok. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan akan dilaporkan langsung kepada Presiden sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi rakyat.Menteri Ferry Joko Juliantono menilai sektor ini sangat potensial karena tidak membutuhkan keahlian khusus yang rumit. “Dengan menanam kopi, masyarakat bisa mandiri dan sejahtera,” tegasnya. Kehadiran menteri hingga larut malam menjadi bukti nyata perhatian pemerintah demi mewujudkan Timika sebagai pusat industri kopi terbesar di Papua.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:20 WIT
DPRK Mimika Soroti Pentingnya Transparansi Anggaran MBG Dan Waspadai Peran Koperasi Papuanewsonline.com, Timika – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menegaskan program unggulan nasional ini harus dikelola secara terbuka, terutama terkait mekanisme koperasi yang terlibat agar tidak terjadi kendala di lapangan.Menurut Primus, transparansi menjadi kunci utama agar tidak ada dana yang tertahan atau tersendat penyalurannya. “Kami berharap pengelolaan anggaran ini benar-benar transparan, khususnya yang berkaitan dengan koperasi, sehingga semuanya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” ujarnya. Pihak legislatif juga memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.Saat ini, pelaksanaan MBG di Mimika diketahui sedang dihentikan sementara menyusul masuknya masa libur sekolah. Program ini direncanakan akan kembali beroperasi secara penuh setelah kegiatan belajar mengajar dimulai kembali. DPRK berharap saat dimulai nanti, pelayanan dan penyaluran manfaat bisa kembali maksimal bagi para siswa.DPRK menilai program ini memiliki manfaat besar dalam mendukung pemenuhan gizi anak serta meningkatkan semangat belajar. Oleh karena itu, dengan pengawasan yang optimal, diharapkan MBG dapat berjalan berkesinambungan, memberikan dampak nyata bagi kesehatan pelajar, serta bebas dari praktik yang tidak bertanggung jawab.  Penulis: JidEditor: GF 11 Apr 2026, 13:06 WIT
DPRK Dan Pemkab Mimika Tinjau RSUD, Pastikan Pelayanan Optimal Papuanewsonline.com, Timika – Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau didampingi Wakil Ketua I Asri Akkas, Ketua Komisi III Herman Ghafur, serta sejumlah anggota dewan lainnya, turut mendampingi Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong dalam kunjungan kerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika. Rombongan melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi fasilitas serta kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. (10/4/2026)Dalam kunjungan tersebut, mereka didampingi oleh Direktur RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam. Para pimpinan daerah melihat secara detail kondisi sarana prasarana, mulai dari area perawatan hingga fasilitas penunjang lainnya. Mereka juga berdialog intensif dengan manajemen rumah sakit dan tenaga medis guna mendengar langsung berbagai kendala operasional serta kebutuhan yang mendesak di lapangan.Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal. Mengingat peran strategis RSUD Mimika sebagai pusat rujukan utama bagi wilayah Papua Tengah, evaluasi menyeluruh sangat diperlukan agar mutu pelayanan terus terjaga dan meningkat.Melalui pemantauan langsung ini, diharapkan dapat ditemukan solusi terbaik atas berbagai permasalahan yang ada. Sinergi antara DPRK dan Pemkab ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan di RSUD Mimika dapat dirasakan secara merata, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh pasien.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 12:57 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT