Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Layar Tancap “Pesta Babi” Gugah Kesadaran Publik soal Tanah Adat dan Ekologi Papua
Papuanewsonline.com, Timika – Puluhan warga, pegiat
komunitas, dan aktivis lingkungan berkumpul di Easy Coffee & Eatery, dalam
acara bertajuk "Layar Tancap". Kegiatan yang digagas oleh Singgah
Baca, Eastworks Creative, Lepemawi Timika, dan Greenpeace Indonesia ini
menghadirkan pemutaran film dokumenter serta diskusi terbuka mengenai isu
ekologi dan hak masyarakat adat di Tanah Papua. 10/4/26)Acara menghadirkan dua narasumber perempuan, Adolfina Kum
dari Lepemawi dan Rossy You dari Greenpeace. Adolfina menekankan bahwa
pembangunan harus berpijak pada kepentingan masyarakat adat, terutama kelompok
rentan yang sering terpinggirkan. Sementara itu, Rossy mengingatkan pentingnya keseimbangan
antara pembangunan dan kelestarian alam, di mana hutan bukan hanya sumber
ekonomi, tapi juga identitas dan kehidupan.Puncak acara ditandai dengan pemutaran film dokumenter
"Pesta Babi" karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Film ini menyajikan
kisah perjuangan suku-suku di Papua Selatan seperti Awyu, Muyu, Yei, dan Marind
dalam mempertahankan ruang hidup di tengah ekpsi industri. Visual yang kuat berhasil menyentuh hati penonton dan
membuka wawasan mengenai realitas di lapangan.Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang
berlangsung hangat. Para peserta aktif menyampaikan pandangan dan harapan demi
masa depan Papua. Melalui pendekatan kreatif ini, diharapkan kesadaran publik
semakin tumbuh, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi juga
terlibat aktif menjaga alam dan memperjuangkan hak-hak asli. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:37 WIT
Divpropam Mabes Polri Perkuat Dialog Humanis di Dogiyai, Komunikasi Kunci Jaga Stabilitas Daerah
Papuanewsonline.com, Dogiyai – Upaya menjaga stabilitas
keamanan di Kabupaten Dogiyai terus diperkuat melalui pendekatan humanis dan
pembangunan komunikasi intensif antara masyarakat dan kepolisian. Tim dari
Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri hadir tidak hanya untuk
melakukan pengawasan, tetapi juga membangun jembatan dialog guna mencegah
potensi konflik dan memperkuat kepercayaan publik.Dalam pertemuan yang berlangsung di wilayah hukum Polsek
Kamuu, Sekretaris Biro Provos Divpropam Polri, Kombes Pol Prianto Teguh
Nugroho, menegaskan pentingnya menyelesaikan setiap persoalan sebelum
berkembang menjadi gangguan. “Kami ingin memastikan setiap masalah diselesaikan lewat
komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan,” ujarnya. Pendekatan humanis ini
dinilai kunci agar masyarakat merasa aman dan terlindungi.Hal senada disampaikan tokoh pemuda, Alex Waine, yang
menyoroti perlunya keterbukaan akses bagi masyarakat dalam penyelesaian
masalah. Ia mencontohkan beberapa insiden sebelumnya yang sempat
memicu ketegangan akibat komunikasi yang terbatas. Oleh karena itu, ruang
dialog yang inklusif harus terus dibuka agar kesalahpahaman tidak terjadi.Kombes Pol Prianto menegaskan komitmen Polri untuk terus
meningkatkan hubungan saling percaya. Kehadiran tim Divpropam diharapkan mampu meningkatkan
kolaborasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda, sehingga keamanan
di Dogiyai tetap terjaga kondusif dan stabilitas daerah terpelihara dengan
baik. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:34 WIT
Pihak Sekolah di Mimika Keluhkan MBG Berhenti, Satgas Akan Turun Cek 18 Sppg
Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika
segera melakukan monitoring dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil menyusul adanya laporan
dari sejumlah sekolah yang mengaku sempat mendapatkan layanan, namun belakangan
ini justru terhenti dan tidak lagi menerima jatah makan siang.Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG, Emanuel Kemong,
menegaskan pihaknya tidak mau hanya mengandalkan laporan di atas kertas. "Selama ini kami terima laporan administratif, tapi
faktanya ada sekolah yang mengeluh tidak dapat lagi. Karena itu kami akan turun
langsung cek kondisi riil di lapangan," ujarnya usai kegiatan di RSUD
Mimika, (10/4/26).Saat ini terdapat 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
yang beroperasi. Evaluasi akan difokuskan pada kualitas dapur, standar
kelayakan, menu, hingga kapasitas distribusi. Pemerintah ingin memastikan apakah SPPG tersebut benar
berjalan efektif atau justru bermasalah sehingga layanan ke sekolah-sekolah
terputus.Hasil pengecekan ini nantinya akan menjadi dasar kebijakan
perbaikan."Yang terpenting program ini memenuhi standar dan
manfaatnya benar sampai ke anak didik, tidak boleh ada yang terhenti tanpa
alasan jelas," tegasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:28 WIT
Keuskupan Timika Gelar Lokakarya: Bangkitkan Pendidikan Katolik Di Tengah Krisis
Papuanewsonline.com, Timika – Keuskupan Timika mengambil
langkah strategis dengan menyelenggarakan Lokakarya Umum Pendidikan Dasar dan
Menengah yang akan berlangsung pada 14–16 April 2026 di Hotel Swiss-Belinn.
Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Kembali Pendidikan Katolik di Tanah
Papua: Menemukan Terobosan di Tengah Krisis" sebagai upaya mencari solusi
atas berbagai tantangan yang ada.Lokakarya ini digelar menyusul berbagai permasalahan
kompleks mulai dari kondisi geografis, keterbatasan tenaga pengajar, pendanaan,
hingga dampak konflik sosial yang menyebabkan menurunnya kualitas pendidikan,
terutama di daerah pedalaman. Bahkan, sejumlah sekolah yang dulu menjadi
kebanggaan kini tidak lagi berfungsi secara optimal. Forum ini bertujuan mengevaluasi kondisi terkini dan
merumuskan arah kebijakan baru yang lebih adaptif.Sekitar 100 peserta dijadwalkan hadir, mulai dari Uskup
Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA., para imam, tarekat, pengurus YPPK,
kepala sekolah, guru, hingga perwakilan pemerintah dan dunia usaha.Mereka akan mendiskusikan berbagai solusi berbasis karakter
wilayah, baik di daerah konflik, pegunungan, pesisir, maupun perkotaan, dengan
menghadirkan praktik terbaik dari tingkat nasional.Keuskupan berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan
dokumen strategis dan roadmap yang jelas, tetapi juga menjadi titik awal
kebangkitan pendidikan Katolik. Melalui langkah ini, diharapkan kualitas pendidikan di Papua
dapat kembali meningkat dan mencetak generasi yang beriman, berbudaya, dan
mandiri. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:25 WIT
Menteri Koperasi Resmikan Perkebunan Kopi: Investasi Warisan Bukan Hanya Emas
Papuanewsonline.com, Timika – Menteri Koperasi, Ferry Joko
Juliantono, meresmikan pengembangan pertanian kopi di lokasi Yayasan Somatua,
Timika. Acara ini menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan
kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP) melalui komoditas perkebunan yang berbasis
kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat adat.Ketua Yayasan Somatua, Maximus Tipagau, menyebut kopi
sebagai investasi jangka panjang yang jauh lebih berkelanjutan. “Berbeda dengan emas yang bisa habis, kopi dapat diwariskan
kepada generasi berikutnya,” ujarnya. (9/4/26) Ia juga menegaskan pentingnya peran lembaga adat, di mana
pengelolaan lahan harus selalu berdasarkan kesepakatan marga dan suku sebagai
pemilik hak ulayat.Maximus optimis dalam tiga tahun ke depan, kopi Papua akan
menembus pasar internasional hingga ke Amerika Serikat, Jerman, Inggris,
Jepang, dan Tiongkok. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah
pusat dan akan dilaporkan langsung kepada Presiden sebagai bagian dari program
pemberdayaan ekonomi rakyat.Menteri Ferry Joko Juliantono menilai sektor ini sangat
potensial karena tidak membutuhkan keahlian khusus yang rumit. “Dengan menanam kopi, masyarakat bisa mandiri dan
sejahtera,” tegasnya. Kehadiran menteri hingga larut malam menjadi bukti nyata
perhatian pemerintah demi mewujudkan Timika sebagai pusat industri kopi
terbesar di Papua. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:20 WIT
Bupati Mimika: Jangan Panic Buying, Gas 13-14 April Sudah Normal
Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes
Rettob, menenangkan masyarakat mengenai kelangkaan gas LPG. Ia mengimbau warga
untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian panik atau panic buying.
Pemerintah memastikan pasokan akan kembali normal dalam waktu dekat.Menurut John Rettob, saat ini baru masuk sekitar 700 tabung
ukuran 12 kg. Karena jumlah yang terbatas, distribusi dilakukan secara khusus
langsung dari gudang dan diawasi ketat oleh Satpol PP. "Kami tidak jual
lewat agen dulu, tapi langsung dari gudang. Kami awas supaya tidak ada yang
mengambil berlebihan atau borong," ujarnya, Jumat (10/4/2026).Kabar baiknya, pada tanggal 13 dan 14 April mendatang,
diperkirakan akan masuk pasokan besar mencapai 3.000 hingga 5.000 tabung dengan
berbagai ukuran. "Masyarakat jangan khawatir, mulai tanggal 13 ke atas
gas sudah tersedia lengkap kembali. Tenang saja, kebutuhan Anda akan
terpenuhi," tegasnya.Saat ini, pemerintah juga terus melakukan pengawasan ketat
di lapangan untuk mencegah penimbunan. Langkah pembatasan pembelian diterapkan agar distribusi
merata dan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan. Diharapkan dengan kepastian jadwal ini, situasi segera
kondusif dan warga tidak lagi kesulitan mendapatkan gas. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 13:17 WIT
DPRK Mimika Soroti Pentingnya Transparansi Anggaran MBG Dan Waspadai Peran Koperasi
Papuanewsonline.com, Timika – Dewan Perwakilan Rakyat
Kabupaten (DPRK) Mimika menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang
transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menegaskan program unggulan nasional
ini harus dikelola secara terbuka, terutama terkait mekanisme koperasi yang
terlibat agar tidak terjadi kendala di lapangan.Menurut Primus, transparansi menjadi kunci utama agar tidak
ada dana yang tertahan atau tersendat penyalurannya. “Kami berharap pengelolaan anggaran ini benar-benar
transparan, khususnya yang berkaitan dengan koperasi, sehingga semuanya dapat
dipertanggungjawabkan dengan baik,” ujarnya. Pihak legislatif juga memastikan akan terus melakukan
pengawasan ketat agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.Saat ini, pelaksanaan MBG di Mimika diketahui sedang
dihentikan sementara menyusul masuknya masa libur sekolah. Program ini direncanakan akan kembali beroperasi secara
penuh setelah kegiatan belajar mengajar dimulai kembali. DPRK berharap saat
dimulai nanti, pelayanan dan penyaluran manfaat bisa kembali maksimal bagi para
siswa.DPRK menilai program ini memiliki manfaat besar dalam
mendukung pemenuhan gizi anak serta meningkatkan semangat belajar. Oleh karena itu, dengan pengawasan yang optimal, diharapkan
MBG dapat berjalan berkesinambungan, memberikan dampak nyata bagi kesehatan
pelajar, serta bebas dari praktik yang tidak bertanggung jawab. Penulis: JidEditor: GF
11 Apr 2026, 13:06 WIT
DPRK Dan Pemkab Mimika Tinjau RSUD, Pastikan Pelayanan Optimal
Papuanewsonline.com, Timika – Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau
didampingi Wakil Ketua I Asri Akkas, Ketua Komisi III Herman Ghafur, serta
sejumlah anggota dewan lainnya, turut mendampingi Bupati Johannes Rettob dan
Wakil Bupati Emanuel Kemong dalam kunjungan kerja di Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Mimika. Rombongan melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi
fasilitas serta kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. (10/4/2026)Dalam kunjungan tersebut, mereka didampingi oleh Direktur
RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam. Para pimpinan daerah melihat secara
detail kondisi sarana prasarana, mulai dari area perawatan hingga fasilitas
penunjang lainnya. Mereka juga berdialog intensif dengan manajemen rumah sakit
dan tenaga medis guna mendengar langsung berbagai kendala operasional serta
kebutuhan yang mendesak di lapangan.Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama antara
legislatif dan eksekutif untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal. Mengingat peran strategis RSUD Mimika sebagai pusat rujukan
utama bagi wilayah Papua Tengah, evaluasi menyeluruh sangat diperlukan agar
mutu pelayanan terus terjaga dan meningkat.Melalui pemantauan langsung ini, diharapkan dapat ditemukan
solusi terbaik atas berbagai permasalahan yang ada. Sinergi antara DPRK dan Pemkab ini diharapkan mampu menjawab
kebutuhan masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan di RSUD Mimika dapat
dirasakan secara merata, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh pasien. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Apr 2026, 12:57 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru