logo-website
Rabu, 01 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Papua Selatan Diguncang Dua Kejadian, Dari Penembakan Pesawat Smart Air hingga Bentrok TNI–Polri Papuanewsonline.com, Papua Selatan - Papua Selatan kembali menjadi sorotan setelah dua peristiwa serius terjadi secara beruntun dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Penembakan terhadap pesawat sipil pada 11 Februari 2026 disusul bentrokan antar oknum aparat keamanan pada 12 Februari 2026 di Kota Kepi, Kabupaten Mappi.Peristiwa pertama terjadi ketika pesawat perintis milik Smart Air ditembaki saat hendak mendarat di wilayah Korowai pada Rabu, 11 Februari 2026. Insiden tersebut mengakibatkan dua awak pesawat, yakni pilot dan kopilot, meninggal dunia. Serangan terhadap penerbangan sipil ini langsung memicu perhatian luas mengingat peran vital pesawat perintis dalam mendukung distribusi logistik, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman Papua Selatan.Aparat menyebut dugaan pelaku merupakan kelompok bersenjata yang oleh pemerintah diklasifikasikan sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata. Insiden ini dipandang sebagai ancaman nyata terhadap keamanan sipil, khususnya di daerah yang akses transportasinya sangat bergantung pada jalur udara.Belum sepenuhnya pulih dari dampak tragedi tersebut, situasi kembali memanas sehari kemudian. Pada Kamis, 12 Februari 2026, terjadi bentrokan antara oknum anggota TNI dan oknum anggota Polri di Kota Kepi, Kabupaten Mappi. Informasi awal menyebutkan insiden dipicu kesalahpahaman di lapangan yang kemudian berkembang menjadi konflik fisik.Pihak Kodam dan Polda menyatakan situasi telah dikendalikan serta menegaskan bahwa kejadian tersebut melibatkan oknum, bukan konflik institusional. Meski demikian, peristiwa itu sempat memicu ketegangan dan menjadi perhatian masyarakat setempat.Rangkaian dua peristiwa ini memunculkan evaluasi publik yang lebih luas terhadap kondisi keamanan di Papua Selatan. Dalam situasi menghadapi ancaman bersenjata, masyarakat berharap adanya konsolidasi penuh antar unsur aparat untuk memastikan respons yang terpadu dan efektif.Serangan terhadap pesawat sipil dinilai sebagai ancaman serius yang membutuhkan fokus penanganan maksimal. Di tengah situasi sensitif tersebut, bentrokan internal antar aparat dipandang sebagai kondisi yang riskan dan berpotensi melemahkan konsentrasi pengamanan wilayah.Papua Selatan dinilai membutuhkan penguatan disiplin, komunikasi, serta pengendalian komando yang lebih solid agar respons terhadap ancaman eksternal tidak terganggu oleh dinamika internal. Soliditas bukan hanya simbol kelembagaan, tetapi menjadi kebutuhan operasional dalam menjaga stabilitas dan rasa aman masyarakat. (GF) 13 Feb 2026, 12:37 WIT
Dugaan Korupsi Program Rumah Swadaya Rp2,6 Miliar di Tual, Tersangka Dilimpahkan ke Kejati Maluku Papuanewsonline.com, Tual - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tual resmi melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya Desa Tam Ngurhir Tahun Anggaran 2019 pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Tual.Pelimpahan tahap II berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIT. Dalam proses tersebut, dua tersangka langsung dilakukan penahanan sebagai bagian dari tahapan hukum lanjutan sebelum masuk ke proses penuntutan.Kasus ini berkaitan dengan pengelolaan anggaran sebesar Rp2.675.820.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. Program tersebut merupakan bantuan rumah swakelola tipe IV yang pelaksanaannya dipercayakan kepada kelompok masyarakat penerima bantuan di Desa Tam Ngurhir.Dua tersangka yang telah dilimpahkan masing-masing berinisial FR selaku Kepala Dinas Perkim Kota Tual tahun 2019 dan RT selaku penyedia atau Direktur CV Rahmat Barokah Jaya. Keduanya diduga memiliki peran penting dalam pelaksanaan program yang kini berujung pada proses hukum.Usai tahap II, tersangka FR ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Ambon, sementara tersangka RT dititipkan di Lapas Perempuan Ambon untuk menjalani masa penahanan selanjutnya.Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tual, Johanes Riky Felubun, menegaskan bahwa pelaksanaan tahap II merupakan tindak lanjut dari rangkaian penyidikan yang telah dilakukan sebelumnya.“Penyidik Kejaksaan Negeri Tual telah melakukan proses tahap dua. Penahanan sudah kami lakukan di Tual, kemudian hari ini kami menerbangkan dua orang tersangka ke Kejaksaan Tinggi Maluku untuk dilakukan tahap dua,” ujar Johanes kepada wartawan.Ia menambahkan bahwa dua tersangka lainnya berinisial FF dan MS yang berperan sebagai tenaga fasilitator lapangan dijadwalkan menjalani tahap II pada Kamis (12/2/2026). Keduanya akan diterbangkan dari Tual ke Ambon dengan pengawalan penyidik Kejari Tual guna menjalani proses serupa.Dalam proses penyidikan, terungkap dugaan adanya tindakan di luar kewenangan dalam pelaksanaan program tersebut yang berdampak pada kerugian negara dalam jumlah signifikan.“Berdasarkan hasil perhitungan ahli dari Auditor Kejaksaan Tinggi Maluku, total kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp1,4 miliar dari total anggaran Rp2,6 miliar,” jelas Johanes.Selain itu, hasil pemeriksaan fisik di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan 120 unit rumah bagi penerima bantuan hanya terealisasi sekitar 60 persen dari target yang direncanakan. Dengan rampungnya tahap II, penanganan perkara kini beralih ke tahap penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejati Maluku untuk selanjutnya diproses di persidangan. (GF) 13 Feb 2026, 12:24 WIT
Dugaan Pemerasan di Lapas Timika, Keluarga Tahanan Bongkar Perlakuan Korup Oknum Petugas Papuanewsonline,com, Timika - Keluarga tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Timika, Papua, mengungkapkan keluhan mereka terhadap petugas lapas yang dituding tidak becus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.Narasumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa barang-barang titipan berupa makanan dan uang tidak pernah sampai ke pihak tahanan, atau jika sampai, tidak semuanya."Kami sudah beberapa kali menitipkan makanan dan uang untuk keluarga kami yang di dalam, tapi tidak pernah sampai. Kadang ada yang sampai, tapi tidak semuanya," kata narasumber tersebut.Narasumber juga menuding bahwa petugas lapas Timika memeras warga binaan yang sudah di hukum dan ditahan."Kenapa mereka harus memeras warga binaan yang sudah di hukum? Apa tidak cukup dengan hukuman yang sudah dijatuhkan?"Keluarga tahanan juga mengeluhkan perlakuan tidak sopan dari petugas lapas yang biasa dipanggil Pak Nanang."Kadang kami datang untuk besuk, selesai di besuk, warga binaan dipanggil dan dipalak oleh Pak Nanang. Sangat tidak sopan," tambah narasumber tersebut.Dua orang petugas lapas, yaitu Pak Valdo dan Pak Lando, juga dituding sering mabuk dan masuk ke dalam blok tahanan untuk meminta uang dan rokok."Jika tidak kasih, sering dipukul dan dianiaya," kata narasumber tersebut.Pihak Lapas Timika, melalui Pak Hernowo S.SOS., mengatakan bahwa akan membenahi masalah ini. "Kami akan melakukan investigasi dan mengambil tindakan yang tepat terhadap petugas yang terlibat dalam kegiatan pemerasan dan kekerasan," kata Pak Hernowo melalui pesan WhatsApp. Penulis: Hend Editor: GF 13 Feb 2026, 12:14 WIT
Imlek 2577 di Timika: PSMTI Gelar Festival Harmoni Nusantara dengan Pasar UMKM dan Kegiatan Sosial Papuanewsonline.com, Timika – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Mimika akan meramaikan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dengan mengusung tema “Harmoni Nusantara Cahaya Imlek”. Acara yang terbuka untuk seluruh masyarakat lintas suku dan etnis ini akan menghadirkan beragam kegiatan mulai dari festival budaya, pasar UMKM, hingga aksi sosial yang bertujuan mempererat tali persaudaraan.Perayaan tahun ini jatuh pada Tahun Kuda Api dalam kalender Tionghoa, atau masuk pada tahun ke-2577.Ketua Panitia Imlek 2026 PSMTI Timika, Joesoef Kurniawan, menyampaikan bahwa simbol api dalam Tahun Kuda Api melambangkan semangat perkembangan, keberanian menghadapi tantangan, serta energi positif yang ingin disebarkan ke seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian acara akan digelar mulai 15 hingga 17 Februari 2026 dengan Festival Pasar Imlek di Jalan Budi Utomo, depan Cafe Mulo. Sebanyak 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan mendapatkan fasilitas stan secara cuma-cuma. "Kami merancang festival ini untuk memberikan dorongan ekonomi bagi masyarakat Timika, oleh karena itu tidak ada biaya yang dikenakan kepada pelaku UMKM yang berpartisipasi," jelas Joesoef.Di samping aktivitas yang mendukung perekonomian lokal, PSMTI juga akan melaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sekretariat Yayasan Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT) sebagai bentuk komitmen organisasi dalam berkontribusi pada pembangunan daerah.Nilai Harmoni Nusantara diwujudkan melalui penggunaan simbol budaya lokal, dimana kuda lumping dijadikan sebagai logo utama perayaan ini. Koordinator Acara Imlek 2577, Rusli Limpo, menekankan bahwa perayaan tidak hanya fokus pada hiburan, melainkan juga mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial antar warga masyarakat.Kegiatan lainnya meliputi kunjungan hormat kepada tokoh-tokoh sesepuh komunitas Tionghoa, pertunjukan dari berbagai sekolah dan komunitas selama tiga hari festival, serta layanan bakti sosial yang mencakup pemeriksaan kesehatan umum gratis, kegiatan donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI), pemeriksaan mata secara cuma-cuma, dan pembagian kacamata. Atraksi budaya seperti pertunjukan wushu, barongsai, fashion show, standup comedy, serta berbagai doorprize dari para sponsor juga akan menghiasi setiap hari acara. Puncak perayaan Imlek 2577 sekaligus Cap Go Meh akan berlangsung pada 3 Maret 2026 di Graha Eme Neme Yauware sebagai puncak dan penutup dari seluruh rangkaian kegiatan.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Feb 2026, 12:07 WIT
Sopir Tangki Air Ditembak OTK Di Yahukimo, Operasi Damai Cartenz Bertindak Cepat Papuanewsonline.com, Yahukimo – Aksi kekerasan kembali terjadi di Yahukimo, Papua Pegunungan, dengan seorang sopir tangki air menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (12/2/26). Insiden ini terjadi saat korban tengah menjalankan tugas mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Satgas Operasi Damai Cartenz merespons kejadian ini dengan cepat dan melakukan langkah-langkah pengamanan."Kami tidak akan menolerir segala bentuk aksi kekerasan terhadap warga sipil," tegas Brigjen Pol Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026.Penembakan tersebut terjadi di jalur poros yang menghubungkan Dekai dengan Lopon. Korban, meski mengalami luka tembak di bagian punggung sebelah kiri, berhasil menyelamatkan diri bersama keneknya hingga mencapai Lopon. Satgas Operasi Damai Cartenz segera melakukan evakuasi terhadap korban menuju RSUD Dekai sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua yang berada di Jayapura untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, menjelaskan bahwa kondisi korban sempat kritis, namun pihaknya memastikan penanganan medis terbaik segera diberikan. Penyelidikan awal mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah Yahukimo. Aparat keamanan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas serta keterkaitan kelompok tersebut dengan aksi penembakan ini. "Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan terukur," imbuh Kombes Pol Yusuf Sutejo.Sebagai langkah antisipatif, Satgas Operasi Damai Cartenz meningkatkan pengamanan di sepanjang jalur distribusi logistik serta objek vital yang berada di wilayah Yahukimo. Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya insiden serupa serta menjamin keselamatan masyarakat. Koordinasi erat juga dilakukan bersama dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok bagi masyarakat tetap berjalan lancar. "Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama kami," pungkas Brigjen Pol Faizal Ramadhani. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta senantiasa menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Feb 2026, 12:03 WIT
Abdul Hakim EI Jadi Komisaris Independen, PT Pelindo Solusi Maritim Siap Hadapi Tantangan Baru Papuanewsonline.com, Jakarta - PT Pelindo Solusi Maritim (PSM) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan agenda utama pemberhentian dan pengangkatan komisaris perusahaan. Rapat yang dilaksanakan secara daring ini dihadiri oleh para pemegang saham mayoritas PSM, yakni PT Pelindo Jasa Maritim, serta pemegang saham minoritas, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi.Dalam keputusan RUPS tersebut, terhitung sejak tanggal 9 Februari 2026, para pemegang saham sepakat untuk memberhentikan dengan hormat Basuki Soleh dari jabatannya sebagai Komisaris Utama yang telah diemban sejak Januari 2024 hingga Februari 2026. Selain itu, Adi Priyatmono juga diberhentikan dari posisi Komisaris yang dipegangnya sejak Maret 2024 hingga Februari 2026. "Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh Bapak Basuki Soleh dan Bapak Adi Priyatmono selama masa jabatannya," ungkap Budi Pratomo, Direktur Utama PSM.Seiring dengan pemberhentian tersebut, para pemegang saham PSM juga memutuskan untuk mengangkat beberapa nama baru untuk mengisi posisi Dewan Komisaris. Dasril ditunjuk sebagai Komisaris Utama, sementara Akbar Ikhramsyah dan Abdul Hakim EI masing-masing diangkat sebagai Komisaris Independen. "Selamat datang kepada Bapak Dasril, Bapak Akbar Ikhramsyah, dan Bapak Abdul Hakim EI di keluarga besar PSM. Semoga amanah ini dapat membawa nilai dan manfaat bagi perusahaan serta bangsa Indonesia," kata Budi Pratomo dengan antusias.Direksi dan seluruh karyawan PT Pelindo Solusi Maritim menyampaikan apresiasi atas sumbangsih dan peran serta Dewan Komisaris yang telah menjabat pada periode tahun 2024 hingga 2026. "Kami berharap Dewan Komisaris yang baru dapat melanjutkan pengawasan secara umum maupun khusus atas kebijakan pengurusan dan jalannya operasional perusahaan, serta memberikan nasihat yang konstruktif kepada Direksi," pungkas Budi Pratomo dengan penuh harapan. Penulis: JidEditor: GF 13 Feb 2026, 11:58 WIT
Bentrokan Antara Aparat TNI dan Polisi di Mappi Papua Selatan Gegerkan Warga Papuanewsonline.com, Mappi – Bentrokan antara oknum TNI dan anggota kepolisian terjadi di Kota Kepi, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, pada Kamis siang, 12 Februari 2026, memicu kepanikan warga dan menjadi sorotan publik di wilayah tersebut.Peristiwa ini bermula dari penahanan seorang anggota polisi sejak malam sebelumnya, setelah yang bersangkutan melintas di depan pos TNI dan diduga melakukan aksi menggeber gas kendaraan yang memicu ketegangan di lokasi.Situasi yang awalnya terkendali berubah menjadi memanas saat dilakukan upaya penjemputan terhadap anggota polisi tersebut, sehingga memicu gesekan antara kedua institusi keamanan dan berujung pada bentrokan terbuka.Ketegangan antar aparat berlangsung cukup intens, disertai suara tembakan yang terdengar di sekitar lokasi, membuat warga sekitar memilih menjauh dan mencari tempat aman untuk menghindari kemungkinan risiko yang lebih besar.Seorang warga setempat, Alan, menyebut bentrokan terjadi sekitar pukul 10.00 WIT, dengan suasana yang mencekam dan aktivitas masyarakat sempat lumpuh karena kekhawatiran akan meluasnya konflik.Peristiwa ini menyita perhatian masyarakat luas, mengingat hubungan dan koordinasi antara TNI dan Polri sangat krusial dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Papua Selatan yang memiliki tantangan geografis dan sosial tersendiri.Warga berharap kejadian tersebut dapat segera diselesaikan secara profesional, transparan, dan berkeadilan, sehingga tidak meninggalkan dampak berkepanjangan terhadap situasi keamanan dan ketertiban di Kota Kepi.Hingga Kamis sore, kondisi di lapangan dilaporkan mulai berangsur terkendali, dengan aparat gabungan masih melakukan penjagaan di sejumlah titik strategis untuk mencegah terjadinya insiden susulan.Pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan serta menyusun kronologi lengkap kejadian, sementara masyarakat menantikan langkah-langkah tegas dan bijaksana demi memulihkan situasi kamtibmas di wilayah tersebut. Penulis: HendEditor: GF 12 Feb 2026, 23:08 WIT
Soal Mogok Kerja Freeport, Karyawan Desak DPRK Mimika Bentuk Pansus Papuanewsonline.com, Mimika – Isu terkait karyawan mogok kerja (Moker) PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mencuat. Puluhan karyawan yang tergabung dalam kelompok Moker menggelar aksi damai di Kantor DPRK Mimika, Kamis (12/2/26), menuntut pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRK. Aksi ini merupakan puncak kekecewaan para karyawan yang merasa masalah mereka belum terselesaikan secara tuntas.Para pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi mereka, berharap para wakil rakyat dapat memberikan solusi yang adil dan transparan atas permasalahan yang telah berlangsung lama ini. Pembentukan Pansus diharapkan menjadi wadah efektif untuk menjembatani kepentingan karyawan dan perusahaan, serta mencari jalan keluar yang memuaskan semua pihak.Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, menanggapi tuntutan tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya selama ini telah berupaya menyuarakan permasalahan Moker melalui berbagai forum, termasuk Rapat Dengar Pendapat (RDP). Ia berjanji akan menyampaikan tuntutan pembentukan Pansus kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRK. "Kami di Komisi III tidak pernah tinggal diam. Kami terus menyuarakan masalah ini dan akan menindaklanjuti tuntutan pembentukan Pansus dengan menyampaikannya kepada pimpinan serta seluruh anggota DPRK," ungkap Herman.Anggota DPRK Mimika, Herman Tangkepare, menambahkan bahwa pihaknya membutuhkan data dan dokumen pendukung yang lengkap dari para karyawan Moker, termasuk salinan putusan hukum terkait permasalahan mogok kerja. Dokumen-dokumen ini akan menjadi dasar bagi pembahasan lebih lanjut di DPRK. "Jika ada keputusan hukum dan dokumen lainnya yang mendukung tuntutan, silakan serahkan kepada kami. Mari kita duduk bersama dan membahas langkah-langkah konkret yang akan diambil agar masalah ini dapat ditangani secara serius, termasuk kemungkinan pembentukan Pansus," tuturnya. Penulis: Abim Editor: GF 12 Feb 2026, 22:53 WIT
Timika Makin Rawan, Pria 22 Tahun Dibacok OTK Di Kompleks Gorong-Gorong Papuanewsonline.com, Timika – Situasi keamanan di Kota Timika kembali menjadi sorotan setelah aksi kekerasan menggunakan senjata tajam sekitar pukul 21.00 WIT. Seorang pria berinisial FA (22) menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Freeport Lama, Kompleks Gorong-gorong. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kriminal yang meresahkan masyarakat setempat. (11/2/26)Menurut keterangan saksi mata, pelaku mendatangi korban dalam kondisi sempoyongan dan sempat membentak korban serta temannya. Setelah tidak mendapatkan respons, pelaku sempat meninggalkan lokasi. Namun, tak berselang lama, pelaku kembali dan langsung memukul korban pada bagian pipi sebelah kanan. Korban yang berusaha melakukan perlawanan membuat pelaku kembali melarikan diri menuju rumahnya. Beberapa saat kemudian, pelaku kembali lagi dengan membawa sebilah parang dan langsung menyerang korban secara brutal.Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka tebas serius, antara lain di bagian pipi kiri, siku tangan kiri, serta jari tangan kiri yang nyaris putus.Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattineta, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat meminta keterangan lebih lanjut dari korban karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis intensif. "Benar, ada kejadian tadi malam, dan korban langsung dilarikan ke RSUD. Sampai saat ini, pihak keluarga korban juga belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian," ujar AKP Mattineta.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Feb 2026, 22:47 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT