logo-website
Kamis, 02 Apr 2026,  WIT

Dari London hingga Seoul, Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Perkuat Diplomasi Indonesia

Ekspansi internasional buku Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program kini menembus Korea Selatan

Papuanewsonline.com - 01 Apr 2026, 23:02 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Setiawan menyerahkan buku Taste of Nusantara dan Pangan Biru MBG kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, dalam pertemuan di Seoul, Korea Selatan, Selasa (1/4/2026).

Papuanewsonline.com, Jakarta – Buku Rasa Bhayangkara Nusantara terus menorehkan jejak diplomasi budaya Indonesia di panggung internasional. Setelah menjangkau sejumlah kota dan forum dunia, mulai dari London, Davos, Washington D.C., Jeddah, hingga Jepang, kini buku tersebut resmi hadir di Korea Selatan sebagai bagian dari penguatan kerja sama dan pertukaran kebijakan publik antarnegara.


Kehadiran buku bertajuk Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program ini menjadi kelanjutan dari perjalanan global yang membawa semangat budaya Indonesia melalui pendekatan gastrodiplomasi. Buku tersebut memuat 80 menu bergizi khas Nusantara yang sekaligus merepresentasikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan prioritas nasional.

Perjalanan internasional buku ini sebelumnya dibawa oleh Dirgayuza Setiawan, B.Med.Sc., M.Sc., Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, yang berkolaborasi dengan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dalam berbagai lawatan strategis ke sejumlah negara.

Wakapolri menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar diplomasi Indonesia yang mengedepankan budaya sebagai bahasa universal.

“Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, Jepang hingga Korea Selatan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan pendekatan baru dalam diplomasi—melalui gastrodiplomasi yang menggabungkan kebijakan, budaya, dan nilai kemanusiaan. Buku ini kami tulis bersama sebagai kontribusi nyata untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia,” tegas Wakapolri.

Di Korea Selatan, buku tersebut diserahkan langsung kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, dalam momentum yang juga menjadi ruang diskusi tentang implementasi program makan bergizi di negara tersebut.

Dirgayuza menyampaikan bahwa Korea Selatan menjadi salah satu negara yang memiliki pengalaman panjang dalam pelaksanaan program serupa secara nasional.

“Hari ini saya memberikan buku Taste of Nusantara dan Pangan Biru MBG kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Bapak Cecep. Bapak Cecep merupakan duta besar yang sangat menaruh perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal apa saja yang dapat kita pelajari dari implementasi MBG di Korea Selatan.”

Menurutnya, Korea Selatan telah mengembangkan sistem makan bergizi gratis di sekolah secara bertahap selama kurang lebih dua dekade, dengan dukungan anggaran yang sangat besar.

“Setiap tahunnya, Korea Selatan mengalokasikan anggaran sekitar 80 triliun rupiah dan membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun untuk menerapkan MBG secara nasional. Di Korea, MBG telah menjadi bagian dari kultur bangsa, bahkan ditampilkan dalam berbagai acara televisi yang menunjukkan peran dapur sekolah dalam menyediakan makanan bergizi bagi siswa.”

Ia menjelaskan bahwa pendekatan Korea Selatan yang berbasis dapur langsung di sekolah menjadi salah satu model pembelajaran yang relevan bagi pengembangan program serupa di Indonesia.

“Dengan adanya buku ini, kami berharap dapat meningkatkan diplomasi kuliner antara Indonesia dan Korea Selatan, di mana kedua negara sama-sama menjalankan kebijakan MBG nasional bagi seluruh anak sekolah,” tambahnya.

Lebih dari sekadar karya kuliner, buku Rasa Bhayangkara Nusantara kini telah berkembang menjadi instrumen komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia. Setiap persinggahan internasional, dari London hingga Seoul, mempertegas peran budaya dalam membangun citra bangsa di level global.

Dirgayuza kembali menegaskan bahwa buku ini hadir sebagai jembatan dialog kebijakan lintas negara.

“Buku Rasa Bhayangkara Nusantara kami hadirkan sebagai jembatan komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia, agar dapat dipahami melalui bahasa budaya yang universal.”

Melalui gastrodiplomasi, Indonesia menunjukkan bahwa kebijakan strategis nasional tidak hanya dapat disampaikan melalui forum resmi, tetapi juga lewat budaya, kuliner, dan nilai kemanusiaan yang mampu diterima secara universal.

Langkah ini sekaligus menegaskan peran Polri bersama pemerintah dalam membawa inovasi, identitas bangsa, serta gagasan kebijakan Indonesia ke panggung dunia, sejalan dengan semangat diplomasi modern yang humanis dan inklusif. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE