logo-website
Jumat, 13 Feb 2026,  WIT

Soal Mogok Kerja Freeport, Karyawan Desak DPRK Mimika Bentuk Pansus

Kelompok mogok kerja PTFI menggelar aksi damai di Kantor DPRK Mimika menuntut pembentukan Panitia Khusus oleh DPRK.

Papuanewsonline.com - 12 Feb 2026, 22:53 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Anggota DPRK Mimika saat menjawab tuntutan aksi karyawan mogok kerja PTFI di Kantor DPRK Mimika, Kamis (12/2/26).

Papuanewsonline.com, Mimika – Isu terkait karyawan mogok kerja (Moker) PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mencuat. Puluhan karyawan yang tergabung dalam kelompok Moker menggelar aksi damai di Kantor DPRK Mimika, Kamis (12/2/26), menuntut pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRK. Aksi ini merupakan puncak kekecewaan para karyawan yang merasa masalah mereka belum terselesaikan secara tuntas.


Para pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi mereka, berharap para wakil rakyat dapat memberikan solusi yang adil dan transparan atas permasalahan yang telah berlangsung lama ini.

Pembentukan Pansus diharapkan menjadi wadah efektif untuk menjembatani kepentingan karyawan dan perusahaan, serta mencari jalan keluar yang memuaskan semua pihak.

Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, menanggapi tuntutan tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya selama ini telah berupaya menyuarakan permasalahan Moker melalui berbagai forum, termasuk Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Ia berjanji akan menyampaikan tuntutan pembentukan Pansus kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRK.

 "Kami di Komisi III tidak pernah tinggal diam. Kami terus menyuarakan masalah ini dan akan menindaklanjuti tuntutan pembentukan Pansus dengan menyampaikannya kepada pimpinan serta seluruh anggota DPRK," ungkap Herman.

Anggota DPRK Mimika, Herman Tangkepare, menambahkan bahwa pihaknya membutuhkan data dan dokumen pendukung yang lengkap dari para karyawan Moker, termasuk salinan putusan hukum terkait permasalahan mogok kerja. Dokumen-dokumen ini akan menjadi dasar bagi pembahasan lebih lanjut di DPRK.

"Jika ada keputusan hukum dan dokumen lainnya yang mendukung tuntutan, silakan serahkan kepada kami. Mari kita duduk bersama dan membahas langkah-langkah konkret yang akan diambil agar masalah ini dapat ditangani secara serius, termasuk kemungkinan pembentukan Pansus," tuturnya.

 

Penulis: Abim

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE