Pengamanan Diperketat, Korban Penembakan Pesawat Dievakuasi ke Timika Setelah Bandara Diamankan
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur TNI bergerak cepat untuk evakuasi korban penembakan pesawat perintis Smart Air
Papuanewsonline.com - 12 Feb 2026, 22:27 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Mimika – Aparat gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur TNI bergerak cepat dalam menuntaskan proses evakuasi korban penembakan pesawat perintis Smart Air di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel pada Kamis (12/2/26). Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap insiden yang terjadi dan upaya untuk menjaga keamanan serta stabilitas di wilayah tersebut.
Sejak pukul 06.00 WIT, sebanyak 20 personel Satgas Ops Damai
Cartenz yang diperkuat oleh 12 personel Kopasgat TNI AU telah memasuki area
Bandara Korowai Batu dan melakukan pengamanan secara menyeluruh.
Fokus utama aparat adalah mengevakuasi dua awak pesawat yang
menjadi korban dalam insiden penembakan yang terjadi sehari sebelumnya. Kepala
Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K.,
M.H., menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil untuk menjaga stabilitas
keamanan dan memberikan rasa aman kepada warga masyarakat.
Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah korban diterbangkan ke Timika untuk proses identifikasi serta autopsi lebih lanjut. Setelah proses pemulasaraan selesai, jenazah akan diberangkatkan menuju Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Selain itu, dipastikan sebanyak 13 penumpang pesawat yang
merupakan warga lokal selamat dari insiden tersebut. Para penumpang langsung
mengamankan diri saat peristiwa terjadi dan kini telah kembali ke rumah
masing-masing dalam keadaan selamat.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf
Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa pengamanan di lokasi dilakukan secara
terpadu guna memastikan area bandara benar-benar steril dari potensi ancaman.
Aparat keamanan juga berupaya menenangkan masyarakat dan
memastikan agar aktivitas pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan dan
kesehatan, dapat segera kembali berjalan normal.
Aparat menduga insiden penembakan ini melibatkan kelompok
bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok
yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang
dipimpin oleh Elkius Kobak.
Saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengejaran
terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Penulis: Jid
Editor: GF