logo-website
Sabtu, 09 Mei 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Aksi Damai Peringati May Day di Timika Jadi Momentum Teguhkan Papua dalam Bingkai NKRI Papuanewsonline.com, Timika – Barisan Merah Putih menggelar aksi damai di Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, pada Jumat (1/5/26). Kegiatan ini digelar khusus untuk memperingati momen bersejarah kembalinya Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ratusan peserta tampak bersemangat membawa bendera Merah Putih dan membentangkan pduk bertuliskan “1 Mei: Refleksikan Sejarah Papua Dalam Bingkai Indonesia” sebagai wujud kesetiaan dan kecintaan terhadap tanah air.Koordinator lapangan, Simon Haluk, menegaskan komitmen kuat masyarakat untuk senantiasa menjaga keutuhan bangsa. “Selama bendera Merah Putih berkibar di tanah ini, Papua tidak akan terpecah. NKRI adalah harga mati yang harus kita jaga bersama,” tegasnya. Ia juga mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan asal daerah seperti Silas Papare dan Marthen Indey, menegaskan bahwa penyatuan ini merupakan hasil pengorbanan, bukan semata-mata pemberian belas kasihan.Simon juga menyampaikan bahwa berbagai ketimpangan yang masih ada saat ini seharusnya menjadi alasan untuk bersatu membangun, bukan memisahkan diri. “Papua adalah Indonesia, dan Indonesia adalah Papua. Hal ini bukan sekadar ucapan, melainkan harus tertanam di hati dan diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari,” ujarnya.Kegiatan dilanjutkan dengan long march mengelilingi kawasan pusat kota sebelum kembali ke titik awal. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan kondusif, dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.Semoga semangat persatuan ini terus terjaga dan menjadi landasan kuat bagi kemajuan serta kesejahteraan seluruh rakyat Papua.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Mei 2026, 14:46 WIT
Yunus Wonda Diduga Jadi ATM Berjalan, Mahasiswa Jayabaya Siap Gelar Aksi Jilid Dua di Kejagung Papuanewsonline.com, Jayapura - Ratusan Mahsiswa dari Universitas Jayabaya akan kembali menggeruduk Gedung Kejaksaan Agung, pada Senin (4/5/2026) Mendatang. Aksi mahasiswa ini  untuk mendorong Institusi Kejaksaan dalam penanganan perkara mega korupsi dana PON Papua yang menyeret Yunus Wonda (Bupati Jayapura). Marero selaku Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa Jayabaya (LEMJ) menegaskan bahwa Kejaksaan Tinggi Papua sebagai pihak yang melaksanakan proses hukum perkara skandal korupsi tersebut, terkesan melindungi Yunus Wonda dan diduga menjadikanya sebagai ATM berjalan. "Dalam perkara ini terlihat sekali ada tebang pilih, bahkan ada yang dibinah dan ada yang dibinasakan, contoh sudah jelas keterlibatan Yunus Wonda yang saat ini sebagai Bupati Jayapura, tapi tak kunjung diadikan tersangka, padahal fakta persidangan dan sudah ada bukti pengembalian 15 Miliar oleh yang bersangkutan," ucap Marero melalui keterangan tertulis, yang diterima Jumat (1/5/2026). Marero menegaskan Lembaga Eksekutif Mahasiswa Jayabaya akan kembali menggelar aksi di Kejaksaan Agung untuk meminta Jaksa Agung ST. Burhanuddin mengundurkan diri, bila kasus ini tetap berjalan di tempat dan tidak ada kepastian hukum bagi publik. "Publik berhak untuk memperoleh informasi terkait penanganan perkara ini, dan ada alasan apa sehingga Kejaksaan Tinggi Papua belum menetapkan Yunus Wonda sebagai tersangka," Ujarnya. Kata Marero publik menduga Yunus Wonda sengaja dijadikan ATM berjalan oleh Kejaksaan Tinggi Papua, karena lambanya proses penegakan hukum kasus tersebut merupakan unsur yang disengaja. "Dalam satu perkara, harus menganut asas keadilan dan kepastian hukum, sehingga bila Yunus Wonda belum dijadikan tersangka, maka tidak ada keadilan dan tidak ada kepastian hukum dalam kasus ini," Tegasnya. Lanjut Marero dalam mega korupsi ini, beberapa pihak sudah jadi tersangka, terdakwa dan terpidana, namun Yunus Wonda masi bebas tak tersentu hukum. "Apakah ini yang disebut keadilan dan kepastian hukum yang sering didengung-dengungkan oleh ST Burhanudin sebagai Jaksa Agung," ucap Marero. Marero mengatakan untuk mendorong percepatan kasus tersebut maka pihaknya akan kembali menggelar aksi di Kejaksaan Agung. "Kami masi tetap dengan tuntutan Jaksa Agung ST Burhanudin segerah memeintahkan Kejati Papua menetapkan Yunus Wonda jadi tersangka," Tegasnya. Marero mengatakan keterlambatan pengumuman tersangka dalam babak kedua perkara korupsi dana PON Papua, menjadi tamparan keras bagi lembaga Kejaksaan Republik Indonesia dalam semangat pemberantasan korupsi. Marero mengakui bahwa secara konstruksi perkara korupsi dana PON Papua, sudah terungkap ke publik, dimana dalam fakta persidangan para terdakwa secara jelas dan terang benderang mengungkap peran keterlibatan Yunus Wonda dan Kenius Kogoya dalam penyalaguaan anggaran dana PON Papua. Sementara itu diketahui, pada tahun kemarin Penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua kembali membuka babak kedua dalam proses penegakan hukum perkara skandal Korupsi Dana PON XX Papua dengan memeriksa 12 orang sebagai saksi. Dari 12 orang saksi yang sudah diperiksa diantaranya, Yunus Wonda sebagai Pengguna Anggaran dan Kenius Kogoya sebagai Ketua KONI Papua. Skandal korupsi ini mengakibatkan kerugian negara 205 Miliar Rupiah. Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Papua Valery Dedy Sawaki, mengatakan terkait dengan penanganan perkara korupsi PON XX Papua yang disidik untuk part I atau babak pertama sudah disidangkan 4 orang terdakwa dan sudah vonis di Pengadilan Tipikor Jayapura. Dedi Sawaki menyatakan saat ini Kejati Papua masuk babak kedua dan sudah memeriksa 12 orang saksi termasuk Yunus Wonda dan Kenius Kogoya. Dedi menyebutkan untuk Yunus Wonda dan Kenius Kogoya baru satu kali dipanggil dan diperiksa sebagai saksi. Kata Dia, Dalam babak kedua proses penyidikan kasus ini, jumlah tersangka masih menunggu hasil pemeriksaan saksi.   Penulis: Hendrik Editor  : GF 01 Mei 2026, 13:52 WIT
Biaya Logistik Nasional Masih Tinggi, Kemenhub Pacu Integrasi Multimoda dan Digitalisasi Papuanewsonline.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) terus mendorong percepatan integrasi transportasi multimoda dan digitalisasi logistik nasional sebagai langkah strategis menekan biaya logistik Indonesia yang masih mencapai 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, Risal Wasal, saat menghadiri kegiatan Launching Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 di Westin Jakarta, Kamis (30/4/2026). Menurutnya, tingginya biaya logistik masih menjadi tantangan besar dalam meningkatkan daya saing nasional di tingkat global.“Biaya logistik kita masih relatif tinggi, dan ini menjadi tantangan utama bagi daya saing nasional. Karena itu, integrasi transportasi multimoda harus menjadi strategi utama dalam sistem distribusi barang,” ujar Risal.Ia menjelaskan, sektor transportasi dan pergudangan saat ini memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data terbaru, sektor tersebut berkontribusi sekitar 6,16 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan mencapai 8,98 persen pada triwulan IV tahun 2025, tertinggi dibandingkan sektor lainnya.Meski menunjukkan pertumbuhan positif, Risal mengakui masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu dibenahi. Mulai dari rendahnya integrasi antarwilayah, tingginya ketergantungan pada moda transportasi darat, hingga ketimpangan distribusi barang dan kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan.Menurutnya, penguatan sistem angkutan multimoda menjadi salah satu solusi utama untuk menjawab berbagai persoalan tersebut. Sistem ini dinilai mampu menghubungkan berbagai moda transportasi dalam satu layanan terpadu yang lebih efisien dan fleksibel.“Angkutan multimoda mampu mengintegrasikan berbagai moda transportasi dalam satu sistem layanan. Ini bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam pengiriman barang,” jelasnya.Risal menegaskan, penerapan sistem multimoda dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya dan waktu distribusi barang. Bahkan, pendekatan tersebut diproyeksikan mampu memangkas biaya logistik hingga 25 persen dan meningkatkan efisiensi waktu pengiriman sampai 30 persen.“Dengan pendekatan multimoda, kita bisa menurunkan biaya logistik hingga sekitar 25% dan meningkatkan efisiensi waktu pengiriman hingga 30%. Ini angka yang sangat signifikan untuk mendorong daya saing,” tegas Risal.Selain integrasi moda transportasi, pemerintah juga terus mempercepat transformasi digital di sektor logistik melalui implementasi National Logistic Ecosystem (NLE). Program ini disebut mampu meningkatkan efisiensi proses logistik antara 24,6 hingga 49,5 persen melalui penyederhanaan layanan dan integrasi data nasional.Di sisi lain, pemerintah turut memperkuat konektivitas logistik nasional melalui berbagai program strategis seperti Tol Laut dengan 41 trayek aktif, pengembangan angkutan kargo udara perintis, hingga integrasi jaringan logistik berbasis kereta api dan pelabuhan.Dalam kesempatan tersebut, Risal juga menyoroti pengembangan konsep layanan on call logistics yang dinilai relevan untuk menjawab tantangan distribusi di wilayah terpencil, kepulauan, dan kawasan 3TP seperti Papua dan Maluku.“Kita mulai mengarah pada sistem logistik yang lebih fleksibel melalui konsep on call, di mana layanan transportasi disediakan sesuai kebutuhan lokasi dan waktu. Ini penting untuk menjawab tantangan distribusi di wilayah seperti Maluku, Papua, dan daerah 3TP,” ujarnya.Ia menilai, transformasi logistik nasional tidak dapat dilakukan melalui langkah-langkah kecil semata, melainkan membutuhkan perubahan besar yang terintegrasi dari sisi transportasi, digitalisasi, hingga tata kelola data nasional.“Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan perbaikan incremental. Kita membutuhkan lompatan strategis melalui integrasi multimoda, digitalisasi menyeluruh, dan tata kelola data nasional untuk menurunkan biaya logistik menuju kisaran yang lebih kompetitif,” tegasnya.Risal juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem logistik nasional yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan transformasi logistik tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga keterlibatan dunia usaha dan asosiasi.“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kolaborasi dan inovasi agar sistem logistik nasional menjadi lebih efisien, andal, dan berdaya saing global,” tutup Risal. Kegiatan Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat integrasi transportasi multimoda sekaligus mempercepat transformasi logistik nasional di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi barang dan dinamika perdagangan global yang semakin kompetitif. (GF) 01 Mei 2026, 13:38 WIT
Kecewa Sulit Ditemui, Warga Nduga Palang Bupati Yoas Beon Di Bandara Timika Papuanewsonline.com, Timika — Sejumlah warga Kabupaten Nduga melakukan aksi pemalangan terhadap Bupati Nduga Yoas Beon di Bandara Moses Kilangin, Timika. Aksi protes ini dipicu kekecewaan masyarakat yang mengaku sulit bertemu langsung dengan kepala daerah mereka.Menurut keterangan warga, Bupati Yoas Beon dinilai jarang berada di wilayah Nduga dan lebih sering di luar daerah. Kondisi itu membuat masyarakat kesulitan menyampaikan aspirasi secara langsung. Ketegangan akhirnya berujung pada aksi pemalangan sebagai bentuk protes. Dalam video yang beredar di aplikasi tik-tok warga menyampaikan kelu kesa mereka terhadap Bupati Yoas Beon.Selain soal kehadiran, warga juga menyoroti sejumlah janji Bupati Yoas Beon yang dinilai belum terealisasi. Mereka menyebut bupati kerap menghindar saat diminta penjelasan.Ironisnya, Bupati Yoas Beon sebelumnya menegaskan agar seluruh pegawai pemerintah harus berada dan bekerja di Kabupaten Nduga. Pernyataan itu justru menuai kritik karena dianggap tidak sejalan dengan kondisi bupati sendiri yang dinilai tidak menetap di wilayah tersebut.Aksi pemalangan di bandara berlangsung dengan pengawasan aparat keamanan dan sempat menarik perhatian publik di Timika.Hingga berita ini di terbitkan Kabag Humas Setda Nduga terkait aksi tersebut belum memberikan keterangan resmi, papapuanewsonline,com masih berupaya meminta tanggapan Bupati Yoas Beon maupun perwakilan Pemkab Nduga.Masyarakat berharap ada perubahan sikap dari pemerintah daerah, khususnya keterbukaan dan kehadiran pemimpin di tengah warga. Penulis: Hendrik Editor: GF 01 Mei 2026, 13:28 WIT
Krisis Tata Kelola Mimika: Kepala Kampung Purna Tugas, Proyek Air Bersih Di Iwaka Disebut Gagal Papuanewsonline.com, Mimika - Pemerintahan tingkat kampung di Kabupaten Mimika tengah menghadapi kekosongan kepemimpinan serius. Seluruh kepala kampung dilaporkan berstatus purna tugas sejak Januari hingga Mei 2026 karena tidak ada perpanjangan Surat Keputusan dari pemerintah daerah.Ketua Komunitas Pemuda Kei, Edoardus Rahawadan, menegaskan kondisi itu berdampak langsung pada terhentinya roda pemerintahan kampung. "Seluruh desa atau kampung di Mimika kini mengalami kekosongan kepemimpinan," kata Edoardus, usai meninjau Kampung Iwaka.Menurut Edoardus, kekosongan ini memicu kekhawatiran warga terkait pelayanan publik, pengelolaan dana desa, hingga stabilitas sosial di tingkat akar rumput. Sejumlah tokoh masyarakat mendesak pemerintah kabupaten segera mengambil langkah darurat untuk mengisi kekosongan tersebut.Proyek Air Bersih DisorotSelain krisis kepemimpinan, proyek penyediaan air bersih di Desa Iwaka juga menjadi sorotan. Edoardus menyebut proyek yang digembar-gemborkan Pemkab Mimika itu gagal. "Saya lihat beberapa titik air bersih di Desa Iwaka, ternyata itu proyek gagal. Pipa airnya sudah karat dan sampai hari ini masyarakat masih menanti hujan," ujarnya.Ia menilai proyek air bersih di wilayah pesisir Mimika tidak memberi manfaat nyata. "Masyarakat masih bersandar pada air hujan. Ini proyek gagal dan hanya memperkaya pemerintah serta kontraktor," kata Edoardus.Warga di beberapa kampung pesisir seperti Ipaya, Paripi, dan Yaraya disebut masih mengandalkan air hujan sebagai sumber air minum sehari-hari. “Kami masih minum air hujan. Tidak ada perubahan meskipun proyek air bersih sudah lama dijanjikan,” kata salah satu warga pesisir yang enggan disebut namanya.Polemik Sekretaris Desa IwakaDalam uji petik di Kampung Iwaka, muncul keluhan warga terkait penunjukan aparatur kampung. Warga mempertanyakan adanya pendatang yang dinilai memaksakan diri menjabat sebagai Sekretaris Desa Iwaka. “Mengapa orang dari luar harus dipaksakan menjadi Sekretaris Desa, sementara masih banyak anak asli kampung yang mampu?” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.Edoardus menilai persoalan ini menambah daftar panjang tantangan tata kelola pemerintahan di Mimika, mulai dari krisis kepemimpinan, kegagalan program infrastruktur dasar, hingga konflik sosial terkait representasi masyarakat lokal.Hingga berita ini diturunkan, papuanewsonline,com. masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari Pemkab Mimika terkait kekosongan kepala kampung, evaluasi proyek air bersih, dan polemik penunjukan Sekdes Iwaka.Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberi klarifikasi dan solusi konkret untuk memastikan stabilitas pemerintahan serta terpenuhinya hak dasar warga. Penulis: Hendrik Editor: GF 01 Mei 2026, 11:47 WIT
Polda Papua Tengah Bekuk WNA PNG Dan Satu Warga Nabire Bawa 61 Paket Ganja Papuanewsonline.com, Nabire — Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Tengah menangkap dua terduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis ganja di Kabupaten Nabire, 29–30 April 2026. Satu pelaku merupakan warga negara Papua New Guinea.Penangkapan pertama dilakukan Rabu 29 April 2026 sekitar pukul 21.00 WIT di Pelabuhan Samabusa, Nabire. Tim Opsnal Ditresnarkoba yang dipimpin PS Panit 1 Subdit 1 Ipda Suryanto mengamankan ES, 25, warga Vanimo, PNG.ES ditangkap saat turun dari KM Gunung Dempo yang berlayar dari Jayapura. Polisi sebelumnya menerima informasi adanya WNA PNG yang membawa ganja ke Nabire lewat jalur laut. Setelah melakukan pengintaian, tim mengikuti ES yang ciri-cirinya sudah diketahui saat keluar pelabuhan, lalu mengamankannya untuk diinterogasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap ES, polisi melakukan pengembangan kasus. Pada Rabu 30 April 2026 sekitar pukul 12.00 WIT, tim kembali menangkap satu terduga pelaku lain berinisial AR, 27, di Jalan Sinak, Kelurahan Girimulyo, Nabire.AR diamankan saat berjalan membawa tas noken warna-warni. Saat digeledah, ditemukan dua bungkus besar diduga ganja yang dikemas dalam plastik hitam berbalut lakban coklat. Dari interogasi di lokasi, AR mengakui barang tersebut miliknya bersama ES.Operasi penangkapan ini melibatkan 12 personel Ditresnarkoba Polda Papua Tengah berdasarkan Sprintgas Nomor: SP.Gas/07/IV/RES 4.2/2026/Ditresnarkoba.Barang bukti yang diamankan dari kedua terduga pelaku:1. 61 paket besar diduga narkotika jenis ganja yang dikemas dalam dua bungkus plastik hitam berlakban coklat2. 1 Unit handphone merek Oppo A58 warna hitam3. 1 buah KTP4. 1 buah tas noken warna-warni5. 1 buah plastik hitamKabid Humas Polda Papua Tengah membenarkan penangkapan itu. “Benar, Ditresnarkoba mengamankan dua orang. Satu WNA PNG dan satu warga Nabire. Keduanya diduga terlibat jaringan pengiriman ganja dari Jayapura ke Nabire. Kasus masih dikembangkan,” katanya dalam rilis yang diterima media papuanewsonline,com. Rabu 30 April 2026.Kedua terduga pelaku saat ini ditahan di Kantor Ditresnarkoba Polda Papua Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami asal barang dan jaringan di atasnya.Para terduga pelaku dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 111 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 610 ayat 2 KUHP baru dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Penulis: Hendrik Editor: GF 01 Mei 2026, 11:39 WIT
Dorong Proses Hukum Transparan, Lapas Timika Gandeng Kantor Hukum Law Firm Gold Papuanewsonline.com, Mimika — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Timika menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kantor Hukum Law Firm Gold guna menjamin hak tahanan dan narapidana, Kamis 30 April 2026.Penandatanganan kerja sama dilakukan di ruang Kepala Lapas Timika lantai dua, SP5, Timika. Langkah ini disebut sebagai upaya progresif Lapas Timika untuk memastikan setiap individu di bawah pengawasannya mendapat perlakuan adil sesuai hukum serta akses bantuan hukum yang kompeten dan profesional.Kepala Lapas Kelas IIB Timika Hernowo mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk komitmen dalam melihat hak para tahanan dan narapidana untuk mendapatkan sosialisasi serta kesadaran hukum."Kemitraan ini adalah bentuk komitmen serius Lapas Timika untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia, khususnya hak untuk mendapatkan bantuan hukum bagi narapidana dan tahanan, sehingga proses hukum yang mereka jalani dapat berjalan transparan dan akuntabel," ujar Hernowo.Ia menambahkan, kemitraan tersebut diharapkan berdampak langsung kepada tahanan dan narapidana dalam mendapatkan kepastian hukum. "Inisiatif ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi pelanggaran hukum dan memastikan setiap individu, terlepas dari statusnya, memiliki akses yang sama terhadap keadilan," kata Hernowo.Penandatanganan PKS dilakukan oleh kedua belah pihak dan menjadi dasar bagi Law Firm Gold untuk memberikan pendampingan hukum bagi warga binaan Lapas Timika. Penulis: Hendrik Editor: GF 01 Mei 2026, 11:34 WIT
Yansen H. Boyau Resmi Mengundurkan Diri dari Jabatan Karteker Bendahara DPC KNPI Mimika Papuanewsonline.com, Mimika — Yansen H. Boyau secara resmi menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Karteker Bendahara DPC KNPI Mimika berdasarkan Surat Keputusan Nomor: KEP-006/DPD KNPI/PT/IV/2026.Pengunduran diri tersebut disampaikan sejak surat ini dikeluarkan dan dilakukan atas dasar pertimbangan pribadi serta satu dan lain hal. Yansen menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara sadar, sukarela, dan tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPD I KNPI Provinsi Papua Tengah yang telah memberikan kepercayaan dan amanah kepada saya untuk menjalankan tugas sebagai Karteker Bendahara DPC KNPI Mimika,” ujar Yansen H. Boyau.Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kesalahan, kekhilafan, baik dalam tindakan maupun tutur kata kepada seluruh pihak yang pernah bekerja sama dengannya.Yansen berharap KNPI Provinsi Papua Tengah tetap menjadi wadah pemuda yang mampu melahirkan karya, gagasan, serta semangat kepemudaan bagi kemajuan daerah.“Yang paling utama, KNPI Provinsi Papua Tengah harus tetap menjadi wadah pemuda di tanah ini untuk berkarya dalam semangat kepemudaan di Provinsi Papua Tengah,” tambahnya.Dengan demikian, surat pengunduran diri tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab pribadi sekaligus penghormatan terhadap organisasi. Penulis: Jid Editor: GF 30 Apr 2026, 19:42 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT