Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Wabup Mimika Buka Latsar CPNS: Tempa Karakter dan Integritas Pelayan Masyarakat
Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 528 putra-putri
terbaik daerah resmi mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Kabupaten Mimika Tahun 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati
Mimika Emanuel Kemong di Gedung Tongkonan, sebagai langkah awal pembentukan
kualitas birokrasi daerah. Peserta terdiri dari 230 orang golongan II dan 298
orang golongan III yang akan ditempa menjadi aparatur negara yang andal.Emanuel Kemong menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar syarat
administrasi, melainkan “kawah candradimuka” pembentukan karakter, mentalitas,
dan integritas. “Menjadi ASN adalah panggilan mengabdi, bukan sekadar
pekerjaan. Anda adalah wajah baru pelayanan publik Mimika yang akan menentukan
arah kemajuan daerah ke depan,” tegasnya. Ia mengingatkan agar peserta menjauhi perilaku indisipliner
dan gaya hidup yang tidak mencerminkan nilai aparatur negara.Pelatihan ini merupakan kerja sama BKPSDA Mimika dan BPSDM
Provinsi Papua, dengan total durasi 511 jam pelajaran. Kegiatan dibagi menjadi 21 hari pembelajaran klasikal di
kampus dan 30 hari penerapan di lingkungan kerja. Peserta akan mendalami
nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel,
kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.Emanuel menyampaikan harapan besar agar peserta mampu
menjadi agen perubahan yang tangguh menghadapi tantangan geografis, budaya, dan
kebutuhan pembangunan daerah. “Jadilah solusi bagi persoalan masyarakat, bukan menambah
masalah. Pegang teguh prinsip netralitas, jujur, dan bersih dari praktik
korupsi serta penyimpangan lainnya,” pesannya. Penulis: Jid
Editor: GF
16 Jun 2026, 16:47 WIT
Johannes Rettob Terima Gelar Kehormatan KRA dari Keraton Surakarta
Papuanewsonline.com, Solo – Prosesi penganugerahan gelar
kehormatan berlangsung khidmat di Sasana Narendra, Keraton Kasunanan Surakarta
Hadiningrat, pada Senin malam (15/6/2026). Dalam acara tersebut, Bupati Mimika
Johannes Rettob resmi dikukuhkan dengan gelar Kanjeng Raden Aryo, sedangkan
istrinya Suzy Susana Herawati Rettob menerima gelar Kanjeng Mas Ayu.Johannes menyampaikan rasa syukur dan kehormatan yang
mendalam. Ia mengapresiasi sikap inklusif pihak keraton yang tidak membatasi
apresiasi hanya bagi tokoh di Pulau Jawa atau pusat pemerintahan, melainkan
juga membuka kesempatan bagi pemimpin dari wilayah Indonesia Timur. “Ini bukti pengakuan yang objektif dan menyatukan seluruh
elemen bangsa,” ujarnya.Menurut Pengageng Sasana Wilapa PB XIV, GKRP Timoer Rumbay
Kusuma Dewayani, penganugerahan ini diberikan kepada tokoh yang memiliki
kepedulian nyata terhadap pelestarian budaya dan mendukung eksistensi keraton. Johannes dinilai sangat layak menerima penghargaan berkat
komitmen dan dukungan aktif yang telah diberikan selama ini.Penghargaan ini sekaligus diharapkan menjadi pintu awal
kerja sama strategis ke depan. Pihak keraton berharap dapat menjalin kolaborasi, baik dalam
program bersama maupun pertukaran nilai budaya antara tradisi Jawa dan kekayaan
warisan budaya yang ada di wilayah Mimika dan Papua. Penulis: Jid
Editor: GF
16 Jun 2026, 14:40 WIT
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum
Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel
Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII
tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman,
Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang
kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus
mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim,
seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan
sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap
Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat
lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,”
pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman
yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan
kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan
keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak
mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam
kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun
bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil
perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka,
ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ
tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang
menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 15:46 WIT
Nakes Jalan Kaki 12 Jam, Pesawat dan Helikopter Pemda Mimika Kapan Terbang
Papuanewsonline.com, Mimika,- Pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika kembali menjadi sorotan tajam setelah terungkap fakta memilukan dimana untuk menyelamatkan pasien yang sakit malaria, tenaga kesehatan di Kampung Arwanop Distrik Tembagapura terpaksa menempuh perjalanan darat berjalan kaki selama 12 jam melewati hutan belantara dan banjir, karena tidak ada persediaan obat dan transportasi.Lucuh dan Ajaibnya, Nakes sudah berupaya sekuat tenaga dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, namun bukan mendapat apresiasi dari Bupati Mimika Johanes Rettob.Karena Bupati JR balik mengancam Nakes dengan luapan emosi hingga mengancam akan memecat para Nakes tersebut.Bupati mengakui informasi tersebut tidak benar, Ia bahkan mengancam akan mengefaluasi dan memecat para Nakes yang terlibat dalam aksi penyelamat pasien Malaria itu.Mental Emosi tak terkendali dari Bupati Johanes Rettob ini mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika Eduardus Rahawadan.Bung Edward menilai kecaman Bupati terhadap Nakes, menunjukan ketidak kemampuan Bupati sebagai pemimpin." Bupati ini seakan-akan lupa daratan kalau Visi dan Misi-nya membangun dari Kampung ke Kota, namun peristiwa ini terjadi di kampung, malah tidak diketahui ole Bupati, sudah begitu para Nakes yang sudah berkorban balik diancam ini Bupati model apa? Kalau tidak mampu ya mengundurkan diri," tegas Bung Edward melalui keterangan tertulis yang diterima Media ini, Senin (15/5).Terkait dengan pernyataan Bupati secara emosional bahwa “Ada pesawat, kami bekerja sama dengan Freeport” nan." Pernyataan ini justru menuai kekecewaan mendalam sekaligus pertanyaan serius dari elemen masyarakat karena mempermalukan diri sendiri," Terangnya. Lanjut Bung Edward, Seharusnya Bupati dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah Mimika malu, Jika melayani rakyat saja harus menggantungkan harapan sepenuhnya pada fasilitas milik perusahaan swasta. " Ini ibarat menjatuhkan harga diri dan meruntuhkan wibawa pemerintahan daerah sendiri,” tegasnya.Bung Edward menyinggung Pesawat dan Helikopter Pemda Mimika yang kini membusuk di hanggar bandara Mosez Kilangin Mimika, padahal uang rakyat APBD Mimika telah dikuras untuk membeli barang mewah tersebut namun tidak ada asas manfaat bagi Masyarakat." Barang Mewah ini menguras APBD Mimika, namun tidak ada asas manfaat yang dinikmati Masyarakat di Timika, sudah begitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga sudah berafiliasi dengan Pemerintah Daerah Mimika untuk Pesawat dan Helikopter ini dijadikan barang rongsokan," ucap bung Edward. Kata dia Pemda berharap PT Freeport untuk memberikan maskapai penerbangan dalam melayani masyarakat sedangkan Pesawat dan Helikopter Pemda tinggal jadi barang rongsokan di Hanggar, hal ini justru mempermalukan Pemerintah Daerah sendiri. “Di mana wibawa pemerintah? Memang wajar meminta bantuan saat benar-benar tidak memiliki kemampuan, namun menjadi keliru fatal jika bergantung secara terus-menerus, seolah-olah Pemda tidak punya rencana dan anggaran sendiri," Sorotnya. Bung Edoard menegaskan prinsip kenegaraan memiliki kedudukan dan tanggung jawab dalam hal imi pemerintah daerah bertanggung jawab mutlak untuk melindungi rakyatnya sehingga Pema berharap fasilitas perusahan merupakan perbuatan yang memalukan. “ Bupati harus Tunjukkan kepada masyarakat Mimika! Di mana pesawat dan helikopter yang pernah diklaim akan dibeli atau dimiliki Pemda? Di mana aset daerah yang seharusnya siap siaga melayani nyawa rakyat itu?," Tegasnya. Bung Edward mengingatkan janji lama Bupati Johanes Rettob yang sering diucapkan: “Dulu alasannya jelas: ‘Daripada terus menyewa pesawat dan mengucurkan uang subsidi ke swasta hingga daerah justru merugi, lebih baik kita miliki armada sendiri.’ Janji itu sudah lama terdengar, tapi sampai hari ini faktanya tetap sama." Di mana buktinya? Pernyataan di depan kamera terasa hampa, sementara tenaga kesehatan dan rakyat harus bertaruh nyawa berjalan kaki berjam-jam menelusuri hutan belantara dan hujan deras apa masi ada nurani untuk membangun Mimika dan Masyarakatnya," Tanya bung Edward. Lanjut dijelaskan bung Edward Kasus ini menampakkan kontradiksi yang menyakitkan: di satu sisi diklaim ada kerja sama dan akses, namun di sisi lain pelayanan nyata gagal terpenuhi. " Jika kerja sama itu nyata dan bisa diandalkan, mengapa tidak dimanfaatkan saat rakyat paling membutuhkan pertolongan darurat? Jika memang belum memiliki sarana sendiri, di mana arah perencanaan dan pengelolaan anggaran daerah selama ini?," Imbuhnya. Ia menegaskan Bupati Menggantungkan tugas pelayanan dasar yang menjadi kewajiban konstitusional pemerintah pada kebaikan hati perusahaan adalah bukti kegagalan Bupati dalam menata pemerintahan." Bukan berarti kerja sama dilarang, tapi menjadi aib jika itu dijadikan solusi tetap, dan alasan untuk menutupi peswat dan helikopter pemkab Mimika yang saat ini masi di hanggar," Ucapnya.Sosok Pemuda Kei yang kritis Ini menyebutkan polemik Nakes di Arwahnop, menunjukkan lemahnya prioritas, buruknya akuntabilitas anggaran, serta janji-janji yang ternyata hanya retorika kosong untuk pencitraan semata Bupati dan Wakil Bupati. " Masyarakat Mimika berhak mendapat jawaban yang jelas dan terukur: Ke mana alokasi dana untuk sarana transportasi udara dalam pelayanan publik? Apakah janji memiliki pesawat dan helikopter hanya omong kosong belaka? Atau pemerintah daerah akan terus nyaman dan lebih bangga menyebut nama perusahaan ketimbang bangga memiliki kemampuan sendiri melayani rakyatnya," Pungkasnya.Pewarta: HendrikEditor : Gf
15 Jun 2026, 15:34 WIT
Mimika Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Siap Mewakili Papua Tengah Di Manokwari
Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika
secara resmi melepas kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) untuk
mengikuti ajang Pesparawi Tingkat Nasional XIV. Kegiatan akan berlangsung di
Manokwari, Papua Barat, pada 18 hingga 28 Juni 2026. Dalam ajang ini, Mimika
bersama Nabire dan Puncak ditunjuk sebagai perwakilan resmi Provinsi Papua
Tengah, dengan mengikuti dua kategori lomba yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran
dan Solo Anak.Ketua Harian Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Mimika,
Johan Ade Matulessy, memohon dukungan dan doa dari seluruh warga agar tim dapat
tampil sebaik mungkin. Ia menyatakan keyakinannya bahwa persiapan yang telah
dilakukan akan membuahkan hasil terbaik bagi daerah dan provinsi. Sementara itu, pelatih sekaligus konduktor Hugo Iwangin
menjelaskan tim akan membawakan lagu wajib, pilihan terikat, dan pilihan bebas,
dengan semangat utama melayani dan memuliakan nama Tuhan.Melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus
Bokeyau, Bupati Mimika menyampaikan pesan agar seluruh peserta senantiasa
menjaga nama baik daerah. Keikutsertaan ini bukan hanya soal meraih juara, melainkan
menjadi duta yang mencerminkan kekompakan, kedisiplinan, serta kerendahan hati
selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.Pemerintah daerah menilai Pesparawi sebagai wadah untuk
membina iman, mengembangkan bakat, serta mempererat persaudaraan antarumat
se-Indonesia.Dukungan penuh terus diberikan agar kegiatan keagamaan
seperti ini dapat membentuk karakter positif dan memperkuat rasa persatuan di
tengah keberagaman masyarakat. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 15:33 WIT
Satgas Damai Cartenz 2026 Gelar Patroli Humanis, Pererat Kedekatan Dengan Warga Ilaga
Papuanewsonline.com, Puncak – Di tengah aktivitas masyarakat
yang berlangsung normal, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026
melaksanakan patroli humanis di wilayah Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua
Tengah, pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini bukan sekadar mengawasi keamanan,
melainkan menjadi sarana interaksi langsung untuk membangun kedekatan dan rasa
kebersamaan antara aparat keamanan dengan warga setempat.Berjalan menyusuri lingkungan permukiman, petugas menyapa
warga, mengobrol santai dengan orang tua, dan bertegur sapa dengan anak-anak
yang antusias menyambut kedatangan mereka. Kehadiran yang ramah ini memberikan
ketenangan tersendiri bagi masyarakat. Dalam percakapan tersebut, personel juga mendengarkan
aspirasi dan memastikan seluruh kegiatan warga berjalan aman, tertib, dan tanpa
gangguan.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal
Ramadhani, menjelaskan bahwa pendekatan ini menjadi bagian penting dalam
menjaga stabilitas wilayah.“Keamanan tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum,
tetapi juga oleh kepercayaan yang tumbuh. Kami hadir untuk mendengar dan
menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, agar rasa aman terbentuk secara
alami,” ujarnya.Wakapolres Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan
bahwa patroli ini mencerminkan pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan. Hubungan yang hangat dan saling memahami antara aparat dan
warga dinilai menjadi fondasi kuat dalam menciptakan situasi yang harmonis. Tanggapan positif dari masyarakat selama kegiatan juga
menunjukkan pendekatan ini mendapat sambutan baik. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 15:26 WIT
Mini Soccer Kapolda Cup III Digelar, Asah Bakat Dan Karakter Generasi Muda Papua
Papuanewsonline.com, Timika – Komitmen mendukung pembinaan
generasi muda melalui olahraga kembali diwujudkan Polda Papua Tengah. Setelah
sukses menggelar kompetisi untuk pelajar SMP dan SMA/SMK, kini ajang bergengsi
Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup III kategori usia 10 hingga 12 tahun resmi
dimulai pada Minggu (14/6/2026) di Goldstone Arena, Timika. Kegiatan ini
menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk bakat, kedisiplinan, dan
karakter anak-anak sejak dini.Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Setelah
melalui proses penyaringan ketat selama tiga hari yang meliputi pengecekan
administrasi dan usia, panitia menetapkan 17 tim yang berhak bertanding.
Peserta tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan, melainkan juga dua tim dari
daerah pesisir, yaitu Pulau Karaka dan Kokonao. Hal ini membuktikan bahwa pembinaan olahraga menjangkau
seluruh wilayah tanpa batasan jarak.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini,
menegaskan bahwa atlet berkualitas tidak lahir secara instan, melainkan harus
dibina sejak usia muda. “Kami memberikan ruang agar anak-anak membangun kepercayaan
diri lewat persaingan yang sehat. Melalui olahraga, mereka belajar kerja sama,
tanggung jawab, dan sportivitas, bukan hanya mengejar kemenangan semata,”
ujarnya.Ketua Panitia, Irfan Irianto, memastikan seluruh persiapan
berjalan lancar dan adil. Penyaringan dilakukan secara cermat, dengan ketentuan
peserta adalah kelahiran tahun 2014–2016 dan setiap tim beranggotakan maksimal
15 orang. Sebelum pertandingan dimulai, panitia juga mengadakan
pertemuan teknis untuk menyamakan pemahaman peraturan dan sistem pertandingan
bagi seluruh peserta. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 15:22 WIT
Kemenhut Melalui Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 100 Satwa Liar Dilindungi Asal Papua
Papuanewsonline.com, Jakarta – Tim operasi gabungan yang
terdiri dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Korwas PPNS
Bareskrim Polri, dan Pusat Polisi Militer berhasil menggagalkan upaya
penyelundupan 100 ekor satwa liar dilindungi yang berasal dari wilayah Papua.
Penindakan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada rentang
waktu 6 hingga 7 Juni 2026, setelah tim menerima informasi dan melakukan
pemantauan mendalam terkait jalur peredaran satwa ilegal melalui transportasi
laut.Seluruh satwa yang disita terdiri dari berbagai jenis burung
endemik dan dilindungi, antara lain Nuri Bayan, Kakatua Koki, Kasturi Kepala
Hitam, Mambruk Victoria, serta Perkici Pelangi. Semua hewan tersebut kini telah diamankan dan
dititiprawatkan di Pusat Penyelamatan Satwa BKSDA Tegal Alur guna menjalani
pemeriksaan kesehatan dan perawatan lebih lanjut. Dalam operasi ini, tim juga menahan dua orang berinisial BI
dan ZF yang diduga terlibat, serta menemukan bahwa sebagian besar satwa
diangkut tanpa dilengkapi dokumen sah.Direktur Penindakan Pidana Kehutanan, Rudianto Saragih
Napitu, menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara hati-hati mengingat satwa
ini merupakan barang bukti hidup.“Kami memastikan dua hal berjalan beriringan: satwa
tertangani dengan baik dan proses hukum tetap tertib. Penyelidikan tidak
berhenti pada pengangkut, tetapi terus ditelusuri hingga ke pihak yang mengatur
jaringan dan mendapatkan keuntungan dari peredaran ini,” ujarnya.Tindakan ini merupakan pelanggaran berat terhadap
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 yang telah diperbarui melalui UU Nomor 32
Tahun 2024, dengan ancaman pidana penjara antara 3 hingga 15 tahun serta denda
dalam jumlah besar. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto
Nugroho, menyatakan bahwa perdagangan ini telah menjadi jaringan terstruktur
lintas wilayah, sehingga membutuhkan kerja sama lintas instansi termasuk dengan
PPATK dan lembaga internasional jika diperlukan. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 07:07 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru