logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Bentrok Pecah di Luar Stadion Azteca Saat Pembukaan Piala Dunia 2026 Papuanewsonline.com, Mexico City – Ketegangan memuncak di luar Stadion Azteca, Mexico City, Kamis (11/6/2026) waktu setempat, ketika bentrokan terjadi antara demonstran dan pasukan kepolisian. Kericuhan meletus bersamaan dengan berlangsungnya upacara pembukaan dan pertandingan perdana Piala Dunia 2026, setelah sejumlah massa berusaha mendekati pintu masuk stadion.Saat laga pembuka Grup A antara Meksiko dan Afrika Selatan baru dimulai, sejumlah demonstran melemparkan batu dan bom molotov ke arah petugas. Pasukan anti huru-hara pun bertindak mendesak mundur kerumunan menggunakan perisai, sementara pagar dan tempat sampah terlihat berantakan di sekitar lokasi. Polisi melaporkan puluhan orang ditangkap dari ribuan massa yang terlibat aksi di berbagai titik sekitar stadion.Aksi unjuk rasa ini digelar oleh lima kelompok berbeda, termasuk keluarga korban dari sekitar 130.000 orang yang dinyatakan hilang serta para guru yang mengeluhkan kondisi kerja. Mereka menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya kekerasan geng, tingginya angka kemiskinan, dan mempertanyakan penggunaan miliaran dolar untuk penyelenggaraan turnamen yang dinilai seharusnya dialokasikan bagi kesejahteraan rakyat.Meskipun sebelumnya pihak berwenang telah menutup akses jalan dan mengerahkan 10.000 personel demi menjaga keamanan, insiden tetap tak terelakkan. Namun, menjelang berakhirnya pertandingan yang dimenangkan Meksiko 2-0, otoritas keamanan menyatakan situasi di sekitar stadion telah berhasil dikendalikan dan mulai mereda.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:54 WIT
Pembukaan Spektakuler Piala Dunia 2026 di Meksiko, Perpaduan Budaya dan Bintang Dunia Papuanewsonline.com, Meksiko – Perhatian dunia tertuju pada Meksiko, Kamis (11/6/2026), saat Piala Dunia FIFA 2026 resmi dimulai. Sebagai tuan rumah pertama dari tiga negara penyelenggara, upacara pembukaan yang digelar di Stadion Azteca menghadirkan pertunjukan megah yang memadukan seni, tradisi, dan musik modern dengan konsep utama interpretasi trofi melalui kearifan lokal.Diproduksi secara kreatif, acara ini menonjolkan elemen khas budaya Meksiko, yakni seni papel picado yang melambangkan kreativitas, warisan leluhur, dan semangat kebersamaan. Penampilan memukau dipadukan dengan pertunjukan tari tradisional dan folklor modern, yang menjadi simbol persatuan antarnegara melalui seni dan olahraga.Rangkaian hiburan semakin meriah dengan penampilan sejumlah musisi papan atas dunia, antara lain Shakira, Burna Boy, J Balvin, dan Alejandro Fernández. Mereka membawakan lagu-lagu yang tergabung dalam album resmi turnamen. Sebagai kejutan istimewa, karakter populer LABUBU juga tampil menghibur ribuan penonton di stadion dan jutaan pemirsa yang menyaksikan secara daring.Selain hiburan, acara juga dimeriahkan dengan parade bendera 48 negara peserta, menandai dimulainya turnamen terbesar sepanjang sejarah. Puncaknya, pertunjukan kembang api yang gemilang menghiasi langit Mexico City, menandai secara resmi dibukanya ajang akbar empat tahunan tersebut.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:52 WIT
4 Terdakwa Kasus AeroSport Mimika Jilid II Divonis Bebas, Jaksa Pertimbangkan Upaya Hukum Lanjutan Papuanewsonline.com, Jayapura – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jayapura menggelar sidang pembacaan putusan perkara dugaan korupsi AeroSport Jilid II Kabupaten Mimika pada Kamis (11/6/2026) sore. Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim, hadir Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Timika, yaitu Natalia Ramma dan Febiana Wilma Sorbu.Melalui amar putusannya, majelis memutuskan keempat terdakwa, Dominggus, Harun, Masmur, dan Ricardo, dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan. Oleh sebab itu, mereka dibebaskan dari segala tuntutan hukum. Pertimbangan hakim didasarkan pada penilaian bahwa unsur-unsur tindak pidana yang diajukan penuntut umum tidak dapat dibuktikan sepenuhnya di persidangan.Menanggapi putusan tersebut, Tim Jaksa Penuntut Umum menyatakan tidak sependapat dengan pertimbangan yang disampaikan majelis. Untuk tiga dari empat terdakwa, jaksa telah menyatakan akan mengajukan upaya hukum kasasi. Sementara untuk satu sisanya, pihak penuntut masih memanfaatkan tenggat waktu tujuh hari guna mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya.Sidang yang berlangsung sejak sore itu akhirnya ditutup secara resmi oleh Majelis Hakim pada pukul 19.26 WIT. Putusan ini menjadi momen penting dalam penanganan kasus yang telah lama menjadi sorotan masyarakat di Mimika. Namun, arah akhir penyelesaian perkara ini masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pihak kejaksaan.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:24 WIT
Bapenda dan Satlantas Mimika Lakukan Pendataan Menyeluruh Kendaraan Bermotor Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mimika dan Samsat berencana melaksanakan pendataan menyeluruh terhadap seluruh kendaraan bermotor di wilayah setempat. Kegiatan ini bertujuan memperbarui dan merapikan basis data kendaraan guna mendukung pengelolaan administrasi yang lebih tertib dan akurat. (12/6/26)Kepala Bapenda Mimika, Drs. Dwi Cholifah, menjelaskan pendataan akan dilakukan secara bertahap. Minggu depan tim gabungan akan turun langsung ke lapangan, dimulai dari wilayah dalam kota, menyusul pendataan yang sudah dilakukan di Sempan, dilanjutkan ke Kwamki Narama. Petugas akan mencatat data kepemilikan, status pembayaran pajak, hingga kendaraan yang masih menggunakan pelat nomor luar daerah.Informasi yang terkumpul nantinya akan diolah oleh Samsat melalui sistem digital untuk memetakan kendaraan yang menunggak pajak maupun yang memerlukan proses mutasi atau balik nama.Ia menegaskan kegiatan ini murni bersifat administratif, bukan operasi penertiban. Tidak ada penarikan denda atau loket pembayaran di tempat selama pendataan berlangsung.Setelah data lengkap dan dievaluasi, pemerintah akan menyusun langkah lanjutan seperti sosialisasi dan imbauan pelunasan kewajiban, atau operasi gabungan jika diperlukan. Dwi mengimbau masyarakat agar tidak panik dan memberikan kerja sama yang baik saat petugas melakukan pencatatan di lingkungan masing-masing.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:16 WIT
Gagalkan Penyelundupan Miras Lewat Kargo, Bandara Mozes Kilangin Tingkatkan Pengawasan Papuanewsonline.com, Timika – Petugas Keamanan Penerbangan (AVSEC) Bandara Mozes Kilangin Timika berhasil menggagalkan modus baru penyelundupan minuman keras melalui jalur kargo udara pada Kamis (11/6/2026) pagi. Upaya ilegal ini ditujukan untuk dikirim ke Kabupaten Puncak, dan berhasil dideteksi saat pemeriksaan rutin guna menjaga keamanan perjalanan udara.Sebanyak tiga botol minuman keras merek Captain Morgan Spiced Gold dengan kadar 35 persen berhasil diamankan. Barang tersebut terdeteksi mencurigakan saat diperiksa menggunakan mesin X-Ray, dan ternyata tidak dilengkapi dokumen resmi pengangkutan barang berbahaya. Paket tersebut rencananya akan dikirim lewat pesawat Twin Otter Airfast Indonesia menuju Bandara Aminggaru, Ilaga.Berdasarkan pemeriksaan awal, barang tersebut dikirim oleh orang tak dikenal dan diserahkan kepada oknum karyawan agen kargo berinisial RSS untuk dikirimkan.Setelah terungkap, barang bukti segera diserahkan secara resmi kepada personel Polsek Bandara Mozes Kilangin, dengan disaksikan perwakilan PT Cardig Garda Utama untuk ditindaklanjuti secara hukum.Kapolsek Bandara Mozes Kilangin, Ipda Yusran Jaya Milu, menegaskan keberhasilan ini berkat kerja sama yang erat antarinstansi. Ia menyatakan akan terus memperketat pengawasan, terutama pada penerbangan menuju daerah pegunungan. “Modus ini harus diberantas tuntas, kami tidak akan memberikan celah sedikit pun bagi peredaran barang terlarang,” tegasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:12 WIT
Forzan Assan Kogoya, Pemain Muda Asal Papua Perkuat Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 Papuanewsonline.com, Timika – Pesepak bola muda Timnas Jerman Forzan Assan Ouedraogo Kogoya atau yang akrab disapa Assan kini menjadi sorotan dunia sepak bola. Pemain muda kelahiran 2006 berdarah Papua ini resmi masuk dalam skuad Timnas Jerman yang akan bertanding di ajang Piala Dunia 2026. Ia berasal dari Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat di tanah kelahirannya.Bertubuh tinggi 1,91 meter, Assan bermain sebagai gelandang yang memiliki keunggulan dalam teknik permainan, visi membaca situasi, serta pergerakan yang lincah di lini tengah. Tugas utamanya sangat vital, mulai dari mengatur irama permainan, merangkai serangan, hingga membantu memperkuat pertahanan tim. Kualitasnya yang menonjol inilah yang membuatnya dipercaya membela salah satu tim nasional terkuat di dunia.Di usianya yang masih sangat muda, ia mampu bersaing dengan pemain-pemain kelas dunia dan membuktikan bahwa talenta dari Papua tidak kalah berkualitas. Keberhasilannya menembus tim nasional sepak bola Jerman menjadi bukti nyata bahwa putra-putri daerah dapat bersinar di kancah internasional asalkan memiliki kemauan dan bakat yang diasah dengan baik.Kiprah Assan di panggung dunia diharapkan menjadi sumber inspirasi besar bagi generasi muda Papua. Ia menunjukkan bahwa mimpi setinggi apa pun dapat dicapai melalui kerja keras, kedisiplinan, dan dedikasi yang tinggi. Prestasinya diharapkan memicu semangat anak-anak muda lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri di bidang olahraga maupun bidang lainnya.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:06 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT