logo-website
Jumat, 27 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Sidang Perdana Kasus ITE Ella Bergulir di PN Manokwari, Istri dan Bupati Hermus Indouw Jadi Saksi JP Papuanewsonline.com, Manokwari – Sidang perdana perkara dugaan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan nomor register 53/Pid.Sus/2026/PN.Mnk atas nama terdakwa Louela Riska Warikar alias Ella resmi digelar di Pengadilan Negeri Manokwari Kelas I A, Senin (16/3).Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim William Depondoye, SH, MH, didampingi hakim anggota Roberto Naibaho, SH, MH dan Muslim Muhayamin Ashiddiqie, SH, MH. Jalannya persidangan dibantu Panitera Pengganti Julius Victor, SH.Agenda sidang perdana adalah pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum I Nengah Ardika, SH, MH dari Kejaksaan Negeri Manokwari.Dalam dakwaannya, JPU menyusun tiga lapis dakwaan terhadap terdakwa Ella.Pada dakwaan kesatu primer, terdakwa diduga melanggar Pasal 27B ayat (2) huruf a jo Pasal 45 ayat (10) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.Sementara dalam dakwaan kesatu subsidair, terdakwa diduga melanggar Pasal 27A ayat (2) jo Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE.Sedangkan pada dakwaan kedua, Ella juga diduga melanggar Pasal 482 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).Usai pembacaan surat dakwaan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa bersama penasihat hukumnya untuk mengajukan eksepsi atau keberatan. Namun kesempatan tersebut tidak digunakan oleh pihak terdakwa.Karena tidak ada keberatan yang diajukan, majelis hakim kemudian memberikan kesempatan kepada JPU untuk menyampaikan pernyataan pembuka (opening statement) sebagaimana diatur dalam Pasal 210 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.Dalam pernyataan pembukanya, JPU I Nengah Ardika menyatakan akan menghadirkan empat orang saksi untuk membuktikan dakwaan terhadap terdakwa.Keempat saksi tersebut yakni Febelina Wondiwoy (istri Bupati Manokwari), Hermus Indouw (Bupati Manokwari), Febby Louisha Rhindhiany Suebu, serta Maria Magdalena Wanma.Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan dan pernyataan pembuka JPU, Majelis Hakim memutuskan menunda persidangan.Sidang akan kembali dilanjutkan pada Selasa, 8 April 2026, dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Manokwari.Perkara ini diperkirakan akan menjadi sorotan publik di Manokwari, mengingat salah satu saksi yang akan dihadirkan adalah Bupati Manokwari Hermus Indouw beserta istrinya, yang memiliki posisi strategis dalam pemerintahan daerah.              Penulis: Nerius Rahabav 16 Mar 2026, 20:27 WIT
Dana Pilkada Disulap Jadi “Kas Gelap”? SPBY Ganda Rp1,9 M KPU Mimika Bongkar Penyelewangan Anggaran Papuanewsonline.com, Mimika – Skandal pengelolaan dana hibah Pilkada di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mimika makin terbuka lebar. Hasil pemeriksaan mengungkap praktik administrasi yang kacau dan berpotensi merugikan negara hingga miliaran rupiah.Sedikitnya 14 Surat Perintah Bayar (SPBY) diterbitkan dan dicairkan dua kali untuk bukti pengeluaran yang sama, dengan total nilai mencapai Rp1.911.523.600.Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah ini sekadar kelalaian administrasi, atau indikasi permainan anggaran dalam pengelolaan dana Pilkada?SPBY Terbit Belakangan, Uang Sudah Habis DuluanFakta paling mencolok adalah waktu penerbitan SPBY yang jauh terlambat. Dana hibah Pilkada sudah digunakan sejak Januari 2024, tetapi SPBY baru diterbitkan pada 26 Agustus 2024 setelah anggaran hibah masuk ke dalam DIPA Satker.Artinya, uang negara telah lebih dulu dibelanjakan sebelum mekanisme administrasi resmi berjalan.Parahnya lagi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menerbitkan SPBY hanya berdasarkan catatan Buku Kas Umum (BKU) manual yang disusun Bendahara Pengeluaran.Akibatnya, tanggal dan proses pembayaran dalam SPBY tidak mencerminkan transaksi yang sebenarnya.Dalam praktiknya, dokumen pembayaran justru disusun belakangan untuk “mengejar” pengeluaran yang sudah terjadi lebih dulu.SPBY Ganda, Uang Nyaris Rp2 Miliar Mengalir Dua KaliDari hasil uji petik dokumen, ditemukan 14 SPBY diterbitkan kembali untuk bukti pengeluaran yang sama. Dengan kata lain, pembayaran atas satu transaksi dilakukan dua kali. Total dana yang terlanjur dicairkan mencapai Rp1.911.523.600. Sebagian dana tersebut disebut telah digunakan Bendahara Pengeluaran untuk membiayai belanja perjalanan dinas dan pengeluaran rutin.Namun, dari total itu hanya Rp1.456.276.400 yang bisa dipertanggungjawabkan. Masih tersisa Rp455.247.200 yang hingga kini tidak memiliki dokumen pertanggungjawaban yang jelas. Ironisnya, pengeluaran tersebut tidak tercatat dalam BKU dan belum disahkan dalam aplikasi keuangan negara.Dugaan Perjalanan Dinas FiktifMasalah semakin serius ketika pemeriksaan menemukan perjalanan dinas senilai Rp46.730.765 oleh 11 orang pelaksana kegiatan tidak didukung bukti sah.Dokumen yang seharusnya tersedia seperti:- bukti menginap di hotel- tiket perjalanan- dokumentasi kegiatantidak dapat ditunjukkan.Pemeriksaan bahkan menelusuri data penerbangan ke sejumlah bandara di Papua, di antaranya Bandar Udara Sentani, Bandar Udara Douw Aturure Nabire, dan Bandar Udara Mozes Kilangin. Hasilnya mengejutkan: nama 11 pelaksana perjalanan dinas itu tidak tercatat dalam manifes penumpang maskapai penerbangan.Meski demikian, mereka diketahui telah menerima uang perjalanan dinas. Saat dikonfirmasi, para pelaksana mengakui menerima dana tersebut. Namun dokumen yang diserahkan sebagai pertanggungjawaban bukan bukti yang sesuai dengan perjalanan sebenarnya. Penulis : Risman Serang           Editor  :   Nerius Rahabav 16 Mar 2026, 20:22 WIT
1.100 Takjil Dibagikan, Kadin, HIPMI, IWAPI dan Komunitas di Mimika Berbagi Berkah Ramadan Papuanewsonline.com, Mimika — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mimika bersama HIPMI Mimika, IWAPI DPC Mimika, Yayasan Rabu Biru Foundation, dan Maxim Timika berkolaborasi membagikan 1.100 paket takjil kepada masyarakat selama bulan Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik, antara lain Bundaran SP2, Jalan Budi Utomo depan Cafe MULO, serta di jalur poros Pomako–Mapurujaya dengan mengusung tema “Bersatu dalam Kolaborasi, Berbagi dalam Keberkahan”, Sabtu (14/03/2026).Sekretaris Kadin Mimika, Viktor Fonatba, mengatakan sebagai induk organisasi pengusaha, Kadin berupaya merangkul seluruh organisasi underbond seperti HIPMI dan IWAPI, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai komunitas, termasuk Yayasan Rabu Biru dan Maxim, dalam kegiatan sosial selama Ramadan.Menurutnya, kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama sekaligus upaya mempererat hubungan antara organisasi dan masyarakat di Kabupaten Mimika.“Melalui kegiatan ini kami berharap tercipta silaturahmi yang semakin kuat antara asosiasi dan masyarakat. Ini juga menjadi wujud kebersamaan serta kepedulian di bulan suci Ramadan,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat harmoni dan kebersamaan di tengah keberagaman. Karena itu, kolaborasi antarorganisasi dalam kegiatan sosial dinilai penting untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.“Ramadan mengajarkan kita untuk memperbanyak amal kebaikan, memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama. Kita semua berbeda-beda, namun bersatu dalam tujuan yang sama, yaitu meraih keberkahan,” tambahnya.Sementara itu, Ketua HIPMI Mimika Junaidi Samuel menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil telah menjadi tradisi organisasi yang rutin dilakukan setiap tahun. Pada tahun sebelumnya kegiatan tersebut dilaksanakan bersama organisasi Tidar, sedangkan tahun ini HIPMI berkolaborasi dengan Kadin, IWAPI, Maxim, serta Yayasan Rabu Biru.“Kegiatan berbagi takjil ini memang rutin kami lakukan setiap tahun. Tahun lalu bersama Tidar, dan tahun ini kami berkolaborasi dengan Kadin sebagai organisasi pengusaha, IWAPI sebagai organisasi pengusaha wanita, kemudian Maxim, serta Yayasan Rabu Biru,” jelasnya.Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus memperkuat solidaritas antarorganisasi dan masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.“Semangatnya sama, niatnya sama, yaitu berbagi kepada sesama dan mempererat kebersamaan dalam keberagaman,” ujarnya.Ketua IWAPI DPC Mimika, dr. Puttri Sultan, juga menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai organisasi dan komunitas yang ada di Mimika.“Kegiatan ini kami laksanakan bersama teman-teman dari Kadin, HIPMI, Maxim, serta Yayasan Rabu Biru dalam rangka berbagi berkah kepada saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa,” katanya.Ia menjelaskan bahwa pembagian takjil dilakukan di sejumlah titik, mulai dari kawasan SP2, Jalan Budi Utomo, hingga sepanjang jalur Mapurujaya–Pomako. Takjil juga dibagikan kepada masyarakat yang melintas serta kepada jamaah di sejumlah musala dan masjid di sekitar lokasi kegiatan.Puttri berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antarorganisasi dan warga.“Harapan kami, melalui kegiatan ini masyarakat dapat terbantu, khususnya bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kolaborasi antara berbagai organisasi,” ungkapnya.Sementara itu, Ketua Yayasan Rabu Biru Egy Kenharvey menilai Ramadan merupakan momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.Menurutnya, semangat berbagi dalam kebersamaan akan membawa keberkahan bagi semua pihak. Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Kadin, HIPMI, IWAPI, Maxim, serta berbagai komunitas dalam kegiatan sosial tersebut.“Dari kebaikan-kebaikan kecil yang kita lakukan bersama, dapat tumbuh kebahagiaan di tengah masyarakat. Keikhlasan dalam berbagi menjadi nilai utama yang mampu memperkuat persaudaraan,” ujarnya.Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya menumbuhkan semangat toleransi, kepedulian sosial, serta memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 16 Mar 2026, 16:34 WIT
Bupati Roni Omba Pimpin Panen Padi di Asikie, Dorong Pertanian Skala Kecil Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Bupati Roni Omba memimpin langsung acara panen padi di Asikie, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan pertanian skala kecil sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.Dalam kegiatan tersebut, Bupati Roni Omba didampingi oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta kelompok tani setempat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan terhadap penguatan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.Bupati Roni Omba menilai pertanian skala kecil memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. "Pertanian skala kecil dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati Roni Omba.Ia juga menegaskan pentingnya peran kelompok tani dalam menjaga produktivitas pertanian serta meningkatkan kualitas hasil panen. Dukungan pemerintah, menurutnya, akan terus diberikan melalui berbagai program pengembangan pertanian." Kami akan terus mendukung kelompok tani dengan penyediaan bibit unggul dan teknologi pertanian modern," tambahnya.Kegiatan panen padi tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan para petani dalam mengelola lahan pertanian, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan semangat para petani lokal agar terus mengembangkan sektor pertanian.Selain dihadiri oleh pemerintah daerah dan kelompok tani, kegiatan tersebut juga disaksikan oleh masyarakat setempat yang turut ambil bagian dalam proses panen. Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung di area persawahan tersebut.Kehadiran masyarakat dalam kegiatan panen ini sekaligus menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi warga di Distrik Jair.Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap pertanian skala kecil dapat berkembang menjadi salah satu sektor strategis yang mampu memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah Jair dan sekitarnya.  Penulis: HendrikEditor: GF 16 Mar 2026, 16:21 WIT
ALIANSI PENGUSAHA OAP DESAK SAGU, SINGKONG, KELADI MASUK PROGRAM MAKAN BERGIZI Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) mengajukan desakan resmi kepada pemerintah pusat agar pangan lokal khas Papua seperti sagu, singkong, dan keladi diintegrasikan secara resmi ke dalam program Makan Bergizi yang tengah berjalan. Menurut aliansi tersebut, kebijakan program gizi nasional seharusnya tidak hanya mengandalkan beras atau produk impor, mengingat Indonesia khususnya Papua memiliki kekayaan pangan lokal yang telah menjadi sumber energi masyarakat turun-temurun dan memiliki nilai gizi yang terbukti melalui berbagai penelitian. (16/03/2026)Berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa pangan lokal Papua memiliki kandungan gizi yang sangat baik. Tepung sagu misalnya, mengandung karbohidrat hingga 85–94 gram per 100 gram bahan dengan nilai energi mencapai sekitar 381 kalori per 100 gram, lebih tinggi dibanding beberapa bahan pangan pokok lainnya. Sagu juga mengandung serat dan mineral seperti zat besi yang penting untuk metabolisme tubuh. Sementara itu, singkong dan keladi dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks, serat, vitamin, serta mineral yang mendukung kesehatan. Penelitian juga menyimpulkan bahwa pemanfaatan sagu dan umbi-umbian lokal sangat krusial untuk diversifikasi pangan dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, terutama di wilayah ekologis yang cocok seperti Papua dan Maluku.Desakan ini juga didukung oleh dasar hukum yang kuat dalam kebijakan nasional. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menegaskan pentingnya kedaulatan dan kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal. Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Potensi Lokal mengarahkan pemerintah untuk memprioritaskan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi. Selain itu, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua mengamanatkan perlindungan hak masyarakat adat termasuk sumber daya pangan tradisional. Program peningkatan gizi yang dijalankan Badan Gizi Nasional juga menargetkan pemenuhan kebutuhan gizi bagi pelajar, ibu hamil, dan kelompok rentan, yang seharusnya menjadi landasan untuk mengintegrasikan pangan lokal Papua.Selain aspek gizi, penggunaan sagu, singkong, dan keladi dalam program makan bergizi juga diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Papua. Jika menjadi bagian dari rantai pasok program pemerintah, petani, pengusaha kecil, dan pelaku UMKM OAP akan mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari produksi dan distribusi bahan pangan tersebut.  Penulis: Jid Editor: GF 16 Mar 2026, 16:15 WIT
KKSS MIMIKA GELAR BUKA PUASA BERSAMA, AJAK PERKUAT SILATURAHMI & KEBERSAMAAN Papuanewsonline.com, Timika – BPD KKSS Kabupaten Mimika menggelar kegiatan buka puasa bersama bertajuk "Menjalin Ukhuwah Meraih Berkah Ramadhan" di Aula Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Timika, pada hari Minggu (15/3/2026) pukul 16.00 WIT. Dalam sambutannya, Ketua BPD KKSS Mimika H. Iwan Anwar, S.H., M.H., mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara tersebut.Iwan Anwar menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta membangun kebersamaan di antara keluarga besar KKSS dan seluruh masyarakat Kabupaten Mimika. "Melalui kegiatan ini, kita berharap hubungan komunikasi, toleransi, dan keharmonisan antar warga dapat terus terjaga dengan baik," ujarnya. Ia menambahkan bahwa acara buka puasa bersama ini juga menjadi bagian dari program dakwah KKSS yang bertujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat tali persaudaraan antar anggota dan masyarakat luas. Selain itu, Iwan Anwar menyampaikan informasi terkait rencana pembangunan Baruga KKSS yang telah memasuki tahap awal dengan peletakan batu pertama beberapa waktu lalu. Dari penggalangan dana yang dilakukan secara spontan, telah terkumpul target sekitar Rp400 juta, namun saat ini yang telah masuk baru sekitar 50 persen. "Kami mengajak seluruh keluarga besar KKSS yang memiliki kemampuan untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan fasilitas ini. Harapannya, baruga tersebut dapat menjadi tempat berkumpul, bersilaturahmi, dan melaksanakan berbagai kegiatan sosial serta keagamaan," jelasnya.Iwan juga mengajak seluruh anggota KKSS untuk tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan, saling mendukung, serta melestarikan budaya dan filosofi kearifan dari Sulawesi Selatan. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan acara dengan baik dalam waktu singkat. Sebelum menyambut buka puasa, ia juga secara pribadi dan atas nama pengurus mengucapkan mohon maaf lahir dan batin apabila terdapat kekhilafan selama ini. "Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan serta mempererat persaudaraan di antara kita semua," pungkasnya. Penulis: JidEditor: GF 16 Mar 2026, 08:57 WIT
KEBAKARAN HANGUSKAN TIGA RUMAH DI MIMIKA BARU, SATU ORANG ALAMI LUKA BAKAR Papuanewsonline.com, Timika – Sebuah kebakaran melanda pemukiman warga di Jalan Baru, Gang Pelangi Kasih, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, pada Minggu pagi (15/03/26) sekitar pukul 08.50 WIT. Peristiwa tersebut menghanguskan tiga unit rumah petakan dan menyebabkan seorang penghuni mengalami luka bakar. Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona, SE, menyampaikan bahwa kerugian materiil diperkirakan mencapai antara Rp600 juta hingga Rp700 juta. "Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian ini dan akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui akar penyebabnya," ujarnya.Korban luka bakar diketahui bernama D.R (60 tahun), seorang pensiunan guru yang tinggal di lokasi kejadian.Ia mengalami luka bakar pada bagian kaki kiri dan kanan serta lengan kanan, dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Herlina Timika. Istri korban, V.P (61 tahun), berhasil selamat tanpa luka fisik namun masih mengalami trauma akibat insiden tersebut. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kebakaran diduga bermula saat D.R hendak menyalakan kompor minyak tanah untuk memasak. Diduga terjadi kebocoran pada tangki bensin sepeda motor yang terparkir sekitar satu meter dari kompor, uap bensin yang menyebar kemudian tersambar api dan memicu ledakan kecil.Korban sempat berusaha mendorong sepeda motor yang terbakar keluar rumah untuk mencegah api menyebar, namun dalam upaya tersebut ia mengalami luka bakar. Warga sekitar segera berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, namun kobaran cepat merembet ke dua rumah tetangga karena jarak bangunan yang sangat berdekatan. Setelah menerima laporan, personel Polres Mimika bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Mimika segera tiba di lokasi dengan empat unit mobil pemadam kebakaran. Petugas PLN juga turut membantu dengan memutus aliran listrik di sekitar lokasi untuk menghindari bahaya tambahan.Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIT setelah dilakukan upaya pemadaman dan pendinginan oleh tim gabungan. Selain tiga rumah yang ludes terbakar, satu unit sepeda motor hangus terbakar dan satu mobil mengalami kerusakan pada kaca depan akibat panas api. Seluruh perabot rumah tangga serta dokumen penting para penghuni tidak dapat diselamatkan. Saat ini Tim Inafis Polres Mimika sedang melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. "Kami menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan bahan bakar dan tidak memarkir kendaraan dekat sumber api. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi dan korban dapat segera pulih dengan baik," pungkas Hempy. Penulis: JidEditor: GF 16 Mar 2026, 08:43 WIT
SEORANG PEMANCING REMAJA TENGGELAM DI DERMAGA PELABUHAN POUMAKO TIMIKA Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pemancing ikan bernama Robianus Kehek (18 tahun) dilaporkan tenggelam pada Minggu (15/03/26) subuh sekitar pukul 05.00 WITA di Dermaga Pelabuhan Poumako, Kabupaten Mimika. Korban mulai melakukan aktivitas memancing sejak sekitar pukul 02.00 dini hari sebelum insiden terjadi. Pelaporan kejadian dilakukan oleh Ayub Sesa pada sore hari sekitar pukul 15.25 WITA kepada petugas jaga dermaga SAR Timika.  Menurut keterangan pelapor, saat tengah memancing korban terpeleset dan jatuh ke dalam air. Ada saksi mata yang menyaksikan korban sempat berusaha berenang, namun tidak lama kemudian tidak terlihat lagi di permukaan air. Setelah kejadian terjadi, keluarga korban bersama masyarakat setempat segera melakukan upaya pencarian mandiri untuk menemukan korban. Namun hingga saat pelaporan diterima pihak Basarnas Timika, upaya tersebut belum menghasilkan hasil yang diharapkan.Kepala Kantor SAR Timika I Wayan Suyatna, S.H., M.M., melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery, S.E., langsung mengerahkan tim Rescue untuk melakukan pencarian intensif. Tim menggunakan Perahu Karet 25 PK dalam menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian. Langkah ini dilakukan secepat mungkin untuk meningkatkan peluang menemukan korban dengan selamat.Hingga saat berita ini diterbitkan, tim SAR gabungan yang juga dibantu oleh keluarga korban dan masyarakat setempat masih terus melakukan upaya pencarian dengan penuh semangat. Pihak SAR mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika berada di sekitar dermaga atau perairan, terutama pada kondisi cuaca dan visibilitas yang terbatas di pagi hari. "Kami akan terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan dan dapat segera kembali ke pangkuan keluarga," pungkas Charles Y. Batlajery.Penulis: JidEditor: GF 16 Mar 2026, 08:32 WIT
PATROLI HUMANIS OPS DAMAI CARTENZ HADIRKAN SENYUM DAN RASA AMAN BAGI WARGA SINAK Papuanewsonline.com, Puncak – Suasana penuh kehangatan terasa kental di Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, ketika personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan patroli humanis pada Sabtu (14/03). Di tengah kehidupan masyarakat di wilayah pegunungan Papua yang memiliki karakteristik tersendiri, kehadiran aparat keamanan tidak hanya berperan menjaga stabilitas, tetapi juga menghadirkan kedekatan serta rasa aman yang mendalam bagi setiap warga.Saat menyusuri setiap sudut kampung, personel terlihat secara aktif menyapa warga yang tengah menjalankan aktivitas harian. Anak-anak yang awalnya hanya mengamati dari kejauhan perlahan mulai mendekat dengan penuh rasa penasaran, kemudian tertawa riang saat mendapatkan sapaan hangat dari para anggota. Senyum yang saling tukarkan menjadi bukti bahwa kehadiran aparat tidak lagi dianggap sebagai kekhawatiran, melainkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Patroli ini tidak hanya difokuskan pada pemantauan situasi keamanan wilayah, tetapi juga untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan dengan lancar dan nyaman. Personel juga melakukan pengamanan terhadap beberapa objek vital yang berada di sekitar Distrik Sinak, sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi ancaman yang mungkin muncul. Selain itu, para anggota juga mengambil waktu untuk berbincang santai dengan masyarakat, mendengar keluhan serta harapan mereka terkait kondisi wilayah dan kebutuhan sehari-hari. Bagi warga setempat, kehadiran aparat secara rutin di tengah kampung menjadi bukti nyata bahwa negara peduli dan memberikan perlindungan yang merata hingga ke pelosok pegunungan. Meskipun wilayah ini memiliki tantangan keamanan tersendiri, namun dengan pendekatan humanis yang diterapkan, rasa saling percaya antara masyarakat dan aparat semakin terjalin erat.(Jid) 16 Mar 2026, 00:15 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT