Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Mimika Gelar Doa Lintas Agama dan Pawai Ta’aruf
Papuanewsonline.com, Timika – Panitia Hari Besar Islam
(PHBI) Kabupaten Mimika akan menggelar serangkaian kegiatan istimewa dalam
rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, yang berlangsung
pada 15 hingga 16 Juni 2026 di Timika. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana
syiar agama, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat
kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat setempat.Ketua PHBI Mimika, Ustadz H. Joko Priyanto, menyampaikan
bahwa rangkaian acara diawali dengan Doa Lintas Agama. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin malam,
15 Juni 2026 pukul 19.30 WIT di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika, dan akan
dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah, serta
undangan lainnya.Keesokan harinya, Selasa 16 Juni 2026, akan dilaksanakan
Pawai Ta’aruf yang terbuka untuk diikuti seluruh warga. Pawai dimulai pukul 06.30 WIT dari Lapangan Eks Pasar Lama,
melintasi sejumlah ruas jalan utama kota seperti Jalan Pendidikan, Budi Utomo,
Diana, Katedral Tiga Raja, hingga Jalan Yos Sudarso, sebelum kembali ke titik
awal sebagai lokasi penutupan.Untuk menambah semarak acara, panitia menyiapkan berbagai
hadiah menarik bagi peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.
Tersedia pula hadiah lain seperti kulkas, mesin cuci,
peralatan elektronik, dan berbagai doorprize hiburan lainnya.Kegiatan ini mengusung semangat “Hijrah menuju pribadi yang
lebih baik, masyarakat yang lebih rukun, dan Mimika yang lebih maju”. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Jun 2026, 05:45 WIT
Peneliti MPSI: PSN Wanam Menjadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan Nasional
Papuanewsonline.com, Bogor - Peneliti Merah Pusaka Stratejik
Indonesia (MPSI), Fathan Putra Mardela, menilai Proyek Strategis Nasional (PSN)
Wanam di Merauke, Papua Selatan, merupakan peluang besar untuk mempercepat
pembangunan kawasan timur Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan pangan
nasional di masa depan.Pernyataan tersebut disampaikan Fathan dalam Diskusi Publik
“Dampak Sosial Film Pesta Babi terhadap Perlindungan dan Hak Masyarakat” yang
diselenggarakan PD KAMMI Bogor di Camp Survivor, Kota Bogor, Senin (8/6/2026).Menurut Fathan, selama beberapa dekade pembangunan nasional
masih menghadapi tantangan ketimpangan antarwilayah. Karena itu, kehadiran PSN
di Papua Selatan harus dipandang sebagai upaya negara menghadirkan pusat-pusat
pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa sekaligus membuka akses pembangunan
yang lebih merata.“Papua Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi salah
satu lumbung pangan baru Indonesia. Jika dikelola dengan baik, proyek ini tidak
hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menciptakan lapangan
kerja, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan mendorong pertumbuhan ekonomi
masyarakat lokal,” ujarnya.Fathan menilai pembangunan yang hadir melalui PSN juga
berpotensi meningkatkan konektivitas wilayah yang selama ini menjadi tantangan
utama di sejumlah daerah Papua. Kehadiran jalan, transportasi, jaringan
logistik, hingga layanan dasar dinilai akan memberikan dampak berantai terhadap
peningkatan kesejahteraan masyarakat.“Pembangunan harus dilihat sebagai instrumen untuk membuka
akses. Ketika akses terbuka, maka pendidikan menjadi lebih mudah dijangkau,
layanan kesehatan meningkat, distribusi barang menjadi lebih lancar, dan
peluang ekonomi masyarakat ikut berkembang,” katanya.Meski demikian, Fathan menegaskan bahwa pembangunan yang
berkelanjutan harus memastikan masyarakat adat menjadi bagian utama dari proses
dan manfaat pembangunan tersebut.Menurutnya, pelibatan masyarakat lokal, penghormatan
terhadap hak ulayat, serta komunikasi publik yang terbuka akan memperkuat
kepercayaan masyarakat terhadap program-program pembangunan pemerintah.“Pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang mampu
menyatukan kepentingan nasional dengan aspirasi masyarakat lokal. Ketika
manfaat pembangunan dirasakan secara nyata oleh masyarakat, maka dukungan
sosial akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.Fathan juga mengajak publik untuk melihat berbagai dinamika
yang berkembang di Papua secara lebih objektif dan proporsional. Menurutnya,
pembangunan selalu menghadirkan tantangan yang harus dikelola, namun hal
tersebut tidak boleh mengaburkan tujuan besar untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.“Kita harus optimistis bahwa Papua memiliki masa depan yang
cerah. Yang diperlukan adalah penguatan tata kelola, komunikasi yang baik, dan
komitmen bersama agar pembangunan benar-benar menjadi sarana menghadirkan
kesejahteraan, keadilan, dan kemajuan bagi masyarakat Papua,” pungkasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Jun 2026, 05:42 WIT
Tiket Timika-Keneyam Tembus Rp2,9 Juta, Ketua Pemuda Kei Mimika: “Mencekik Leher”
Papuanewsonline.com, Timika – Harga tiket pesawat
Timika-Keneyam, Kabupaten Nduga, melambung hingga Rp2,9 juta untuk penerbangan
45 menit. Ketua Pemuda Kei Kabupaten Mimika, Edoardus Rahawadan, menyebut tarif
itu “mencekik leher” dan mendesak Bupati Mimika serta DPRD Mimika segera
memanggil seluruh operator penerbangan.“Penerbangan 45 menit sampai satu jam apakah wajar diberi
harga Rp2,5 juta sampai Rp2,9 juta? Ini tidak masuk akal,” tegas Edoardus,
dalam rilis tertulisnya ke media papuanewsonline,com. Senin 10/6/2026. Menurut
dia, kenaikan terjadi sepihak tanpa pemberitahuan jelas dan melanda hampir
semua rute Timika ke wilayah Papua Pegunungan.Desak RDP, Buka Struktur Biaya Edoardus meminta Bupati dan DPRD Mimika menggelar Rapat
Dengar Pendapat (RDP) dengan maskapai. “Pihak penerbangan wajib terbuka. Harus
kedepankan asas transparansi dan jelaskan rincian biaya yang jadi dasar
penyesuaian tarif,” ujarnya.Ia menegaskan, transportasi udara adalah urat nadi warga
pegunungan karena akses darat sangat terbatas. Lonjakan harga langsung
menghantam mobilitas warga, distribusi logistik, hingga layanan kesehatan dan
pendidikan.Langgar Aturan, Ancam Konsumen Edoardus mengingatkan, UU No. 1 Tahun 2009 tentang
Penerbangan mewajibkan tarif adil, transparan, dan tidak merugikan publik.
Pemerintah berwenang menetapkan batas atas tarif, terutama rute vital ke daerah
terpencil.Selain itu, Peraturan Menteri Perhubungan membatasi kenaikan
tarif ekonomi maksimal 9%–13% dari tarif dasar. Fuel surcharge memang boleh
naik hingga 38%, tapi dengan pengawasan ketat. “Maskapai wajib publikasi
struktur biaya. Jangan main-main. UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen melarang harga sepihak yang merugikan,” kata Edoardus.Ia menambahkan, Ditjen Perhubungan Udara berwenang meninjau
dan menurunkan harga jika terbukti melanggar. Edoardus berharap pertemuan pemda
dan operator melahirkan solusi: tiket terjangkau tanpa korbankan keselamatan
penerbangan. Penulis: Hendrik
Editor: GF
11 Jun 2026, 05:39 WIT
Angka Kecelakaan Tinggi, Pemkab Mimika Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
Papuanewsonline.com, Timika – Tingginya angka kecelakaan
lalu lintas di wilayah Mimika menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Salah
satu faktor utama penyebabnya adalah pengaturan arus kendaraan yang dinilai
belum berjalan secara maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut,
dilakukan langkah perbaikan menyeluruh guna menciptakan keamanan dan kenyamanan
bagi pengguna jalan. (9/6/26)Menyikapi hal ini, Johannes Rettob bersama Wakil Bupati
Emanuel Kemong dan jajaran Dinas Perhubungan turun langsung meninjau sejumlah
ruas jalan utama di kawasan perkotaan. Peninjauan ini dilakukan untuk memetakan kondisi lapangan
secara akurat sebelum menerapkan perubahan pengaturan yang dianggap paling
tepat dan efektif.“Angka kecelakaan di jalan masih cukup tinggi, sehingga
rekayasa lalu lintas menjadi hal yang sangat mendesak untuk segera diterapkan,”
ujar Johannes Rettob. Langkah yang akan diambil meliputi penutupan titik putar
kendaraan yang berpotensi berbahaya, pemasangan rambu petunjuk yang jelas,
serta penertiban tempat parkir yang mengganggu kelancaran arus kendaraan.Ia menambahkan bahwa masyarakat diminta memahami perubahan
yang akan diberlakukan. “Beberapa titik putar memang akan ditutup karena terbukti
sangat rawan menimbulkan tabrakan. Jangan terkejut jika mulai besok ada
perubahan, semuanya demi keselamatan bersama,” tegasnya. Penertiban parkir liar juga dilakukan agar jalan tetap
lapang dan tidak memicu kemacetan maupun insiden. Penulis: Jid
Editor: GF
10 Jun 2026, 04:16 WIT
Tingkatkan Kemampuan, Lanud Yohanis Kapiyau Gelar Latihan Menembak Triwulan II
Papuanewsonline.com, Timika – Dalam rangka memantapkan
kesiapan tempur dan profesionalisme personel, TNI Angkatan Udara di Lanud
Yohanis Kapiyau menggelar latihan menembak bagi seluruh prajurit, bintara, dan
tamtama. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tembak Kuntarto, Senin (8/6/2026)
ini merupakan bagian rencana kerja triwulan kedua tahun anggaran 2026, disusun
secara teratur dan berkelanjutan guna mengasah keahlian dasar militer.Latihan ini ditujukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran,
konsentrasi, serta kedisiplinan setiap anggota. Menggunakan senjata laras
panjang dengan jarak tembak 100 meter, seluruh rangkaian diawasi ketat oleh
instruktur berpengalaman dan mengikuti standar keamanan yang berlaku. Setiap personel dimaksimalkan kemampuannya agar terbiasa
menghadapi situasi lapangan yang nyata dan menuntut.Komandan Lanud Yohanis Kapiyau, Kolonel Pnb Taufik Andriadi,
menegaskan bahwa keterampilan menembak merupakan syarat utama yang wajib
dikuasai prajurit. Menurutnya, latihan bukan sekadar rutinitas, melainkan
sarana membentuk mental tangguh dan fokus tinggi. Ia juga menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas
utama, sehingga seluruh prosedur wajib dipatuhi agar kegiatan berjalan lancar
tanpa kendala.Selama pelaksanaan, suasana berlangsung tertib dan penuh
tanggung jawab. Setiap peserta melatih ketenangan dan ketelitian saat membidik
sasaran, dibimbing langsung oleh pelatih guna memperbaiki teknik dan strategi
menembak. Hal ini menjadi bukti keseriusan satuan dalam memelihara
kualitas sumber daya manusia yang andal dan siap siaga kapan saja.Diharapkan melalui latihan ini, kesiapan operasional Lanud
semakin meningkat dan mampu mendukung tugas pengamanan wilayah. Penulis: Jid
Editor: GF
10 Jun 2026, 04:08 WIT
Tinggalkan Eksploitasi SDA, Mimika Kembangkan Ekonomi Berbasis Pengetahuan
Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika,
Papua Tengah, resmi mengubah arah pembangunan. Pola lama yang mengandalkan
pengambilan sumber daya alam kini ditinggalkan, digantikan dengan sistem
ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Perubahan strategis ini ditandai
dengan peluncuran Mimika Innovation Week (MIW) 2026 oleh Badan Riset dan
Inovasi Daerah di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tahun
ketiga ini bertransformasi menjadi ajang kompetisi terbuka guna membangun
ekosistem riset yang inklusif dan berkelanjutan.Pembangunan masa depan kini didasarkan pada data dan kajian
mendalam, bukan sekadar dugaan.“Kekayaan alam bisa
menjadi bumerang jika tidak dikelola secara cerdas. Setiap kebijakan harus
berlandaskan riset yang kuat,” tegas Bupati Johannes Rettob. Untuk mengatasi masalah tumpang tindih kajian, BRIDA
meluncurkan sistem terpadu bernama Sirida Kami. Hasilnya sangat signifikan:
jumlah penelitian meningkat drastis dari satu kajian pada 2015 menjadi 36
kajian lengkap pada 2025.Keterbukaan menjadi kunci utama; MIW melibatkan seluruh
elemen mulai dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga
kelompok masyarakat. Setiap dinas wajib melahirkan dua terobosan, dan 10 karya
terbaik akan diikutsertakan dalam penghargaan tingkat nasional. Peningkatan kualitas inovasi Mimika pun terlihat jelas,
melonjak dari peringkat 300 tahun lalu masuk jajaran 200 besar nasional serta
menempati posisi kedua terbaik se-Papua.Berbagai langkah strategis terus diperkuat, termasuk
penandatanganan kerja sama dengan BRIN dan universitas ternama yang membuka
akses ke ribuan peneliti ahli. BRIN memberikan apresiasi sekaligus mengingatkan agar
inovasi tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan menuju visi Indonesia
Emas 2045. Akademisi juga ditantang untuk tidak hanya bersuara, tetapi
menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan daerah. Penulis: Jid
Editor: GF
10 Jun 2026, 04:02 WIT
Tiga Kampung di Manggelum Kembali Aman, Koops TNI Habema Imbau Warga Pulang
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Situasi keamanan di Distrik
Manggelum, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dipastikan kembali kondusif
setelah personel Satgas Koops TNI Habema berhasil mengamankan tiga kampung yang
sebelumnya ditinggalkan warga akibat gangguan keamanan kelompok bersenjata,
Selasa (9/6/2026).Ketiga kampung yang kini telah berada dalam kondisi aman
tersebut adalah Kampung Manggelum, Kampung Mangga Tiga, dan Kampung Kewam.
Operasi pengamanan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan keamanan serta
menjamin keselamatan masyarakat yang sempat mengungsi.Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya
Arthadiguna, mengatakan operasi pengamanan yang dilaksanakan pada Selasa
berhasil mencapai sasaran tanpa menimbulkan korban jiwa dari pihak mana pun.Menurutnya, ketiga kampung tersebut sebelumnya mengalami
gangguan keamanan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata TPNPB-OPM
Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka dan Dejang Heluka. Aksi yang
dilakukan kelompok tersebut menyebabkan masyarakat meninggalkan kampung mereka
dan mengganggu aktivitas pemerintahan maupun pelayanan publik."Ketika Tim Patroli Satgas Koops TNI Habema memasuki
wilayah tersebut, kelompok bersenjata diketahui telah melarikan diri melalui
Sungai Dogoel," ujar Wirya.Koops TNI Habema menyatakan bahwa Distrik Manggelum saat ini
telah berada dalam pengawasan aparat keamanan sehingga masyarakat tidak perlu
khawatir untuk kembali ke kampung masing-masing."Distrik Manggelum saat ini berada dalam kondisi aman
dan sepenuhnya dijaga oleh aparat keamanan. Masyarakat yang sempat mengungsi
kami imbau untuk kembali ke kampung masing-masing dan beraktivitas seperti
biasa," kata Wirya.Pemulihan keamanan tersebut diharapkan dapat mendorong
kembali berjalannya aktivitas pemerintahan, pendidikan, pelayanan kesehatan,
serta kegiatan ekonomi masyarakat yang sempat terganggu akibat situasi keamanan
beberapa waktu terakhir.Dalam operasi patroli keamanan tersebut, personel Satgas
Koops TNI Habema juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga
digunakan oleh kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo.Barang bukti yang diamankan meliputi lima pucuk senjata
rakitan, 38 pucuk senapan angin, alat bidik senapan, telepon genggam, busur dan
anak panah, parang, serta berbagai perlengkapan lainnya.Penyitaan barang-barang tersebut dinilai sebagai langkah
penting dalam upaya menekan potensi gangguan keamanan dan menjaga stabilitas
wilayah.Berdasarkan data yang dimiliki aparat keamanan, kelompok
TPNPB-OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka disebut kerap melakukan
berbagai aksi gangguan keamanan di wilayah tersebut.Aksi yang dimaksud antara lain penyerangan terhadap aparat
keamanan, tindak kekerasan, ancaman terhadap masyarakat, hingga penembakan
terhadap pesawat sipil yang melayani penerbangan di wilayah Papua.Rangkaian aksi tersebut selama ini dinilai telah menciptakan
ketakutan di tengah masyarakat dan menyebabkan sejumlah warga memilih mengungsi
demi keselamatan mereka.Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk terus menjaga
keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat di Distrik Manggelum
maupun wilayah lain yang berpotensi mengalami gangguan keamanan.Selain melakukan pengamanan wilayah, aparat juga terus
berupaya menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas
sehari-hari dengan aman dan nyaman.Koops TNI Habema turut mengajak kelompok bersenjata yang
masih berada di hutan untuk meninggalkan aksi kekerasan dan kembali bergabung
bersama masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Melalui pendekatan keamanan yang disertai upaya pembangunan
dan kesejahteraan masyarakat, diharapkan situasi Papua, khususnya di Kabupaten
Yahukimo, dapat semakin aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga. (GF)
10 Jun 2026, 03:55 WIT
Tiket Kapal Pelni Turun 30 Persen Selama Libur Sekolah, Kuota Terbatas
Papuanewsonline,com. Jakarta – Masyarakat yang berencana
mudik atau liburan dengan kapal laut selama libur sekolah bisa hemat 30 persen.
PT PELNI (Persero) resmi memotong tarif dasar tiket kapal penumpang kelas
ekonomi di semua rute mulai 6 Juni 2026.Pemotongan harga ini berlaku untuk pembelian tiket sejak 6
Juni 2026. Jadwal berlayar yang mendapat diskon mulai 20 Juni hingga 15 Agustus
2026. Kebijakan ini bagian dari stimulus ekonomi nasional yang digagas
pemerintah.Target 693 Ribu Penumpang
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menyebut
program diskon menargetkan sekitar 693 ribu pelanggan. Tujuannya mendorong
pergerakan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah yang tersambung
layanan PELNI.“Libur sekolah itu puncak mobilitas. Kami ingin pastikan
transportasi laut tetap jadi pilihan yang aman, nyaman, dan murah. Harapannya
pariwisata daerah juga ikut terdorong,” kata Ditto, Rabu, 4/6/2026.Catat Syaratnya: Hanya Tarif Dasar, Tidak Bisa Klaim
Selisih Ditto mengingatkan, diskon 30 persen hanya memotong tarif
dasar tiket. Biaya asuransi dan pas penumpang tetap dibayar normal. Kuota tiket diskon terbatas. Begitu habis, harga kembali
normal meski masih dalam periode program. Tiket yang telanjur dibeli sebelum 6
Juni 2026 juga tidak bisa minta pengembalian selisih.“Pastikan beli di kanal resmi dan nama penumpang sesuai KTP.
Ini untuk cegah penipuan,” ujar Ditto.Kacab Timika: Berlaku Semua Rute, Pakai PELNI Mobile Biar
Cepat Dari Timika, Kepala Cabang PT PELNI setempat meminta warga
Papua Tengah memanfaatkan potongan harga ini. Dia menegaskan diskon berlaku
untuk seluruh ruas perjalanan kapal PELNI.“Ini untuk tarif dasar saja, di luar asuransi dan pas.
Silakan unduh aplikasi PELNI Mobile. Lebih mudah cek jadwal dan beli tiket dari
HP,” katanya.Beli Tiket di Sini
Tiket diskon bisa didapat lewat PELNI Mobile, website PELNI,
Contact Center 162, loket cabang, BCA Mobile, myBCA, Livin’ by Mandiri, BRImo,
BRILink, Gopay, OVO, MyTelkomsel, Indomaret, Alfamart, Alfamidi, dan agen
perjalanan daring seperti Easybook dan VIA.com.Pembayaran tersedia via BRIVA, BNI Virtual Account, Mandiri
Virtual Account, Permata Bank, Indomaret, Alfamart, iSaku, Finpay, hingga
Fastpay.Armada PELNI PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang ke 75
pelabuhan dengan 483 ruas. Untuk daerah 3TP, ada 30 kapal perintis yang
melayani 516 ruas ke 229 pelabuhan. Ditambah 17 kapal rede, 8 tol laut, dan 1
kapal ternak. Penulis: Hendrik
Editor: GF
09 Jun 2026, 00:54 WIT
BNPB: Gempa M 7,7 Di Laut Sulawesi, Lima Wilayah Berstatus Siaga Dan Waspada Tsunami
Papuanewsonline.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB) menyampaikan, gempa bumi tektonik Magnitudo 7,7 terjadi di Laut
Sulawesi pada Senin, (8/6/2026), pukul 06.37 WIB. Gempa berpusat di kedalaman
47 kilometer, barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah
menerbitkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi
Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.BNPB mengimbau masyarakat di lima wilayah pesisir itu untuk
tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta melakukan langkah antisipasi
dengan menjauhi area pantai menuju titik kumpul aman sesuai tingkat ancaman di
wilayahnya.Instruksi Status Siaga: Evakuasi ke Tempat Tinggi Mengacu pemodelan dampak tsunami BMKG, pemerintah daerah
provinsi, kabupaten, dan kota berstatus “Siaga” diinstruksikan mengarahkan
warga melakukan evakuasi tertib ke tempat lebih tinggi.Wilayah berstatus Siaga terdiri atas: 1. Sulawesi Utara: Kepulauan Sangihe estimasi gelombang tiba
pukul 06.51 WIB, Kota Manado 07.12 WIB, Minahasa Utara Bagian Utara 07.12 WIB,
Minahasa Bagian Utara 07.14 WIB, Kepulauan Minahasa 07.16 WIB, Minahasa Selatan
Bagian Utara 07.17 WIB, Bolaang Mongondow Bagian Utara 07.22 WIB, Minahasa
Utara Bagian Selatan 07.33 WIB, dan Minahasa Bagian Selatan 07.34 WIB. 2. Gorontalo: Gorontalo Bagian Utara 07.26 WIB. 3. Sulawesi Tengah: Buol 07.27 WIB dan Toli-Toli 07.29 WIB.Instruksi Status Waspada: Jauhi Pantai dan Hentikan
Aktivitas di Perairan Untuk daerah berstatus “Waspada”, BNPB meminta pemerintah
daerah dan masyarakat menjaga kesiapsiagaan dengan mengarahkan warga menjauhi
pantai dan tepian sungai, serta menghentikan sementara aktivitas di perairan.Wilayah kategori Waspada meliputi: 1. Sulawesi Utara: Kepulauan Talaud 06.58 WIB, Kota Bitung
07.19 WIB, Minahasa Selatan Bagian Selatan 07.42 WIB. 2. Maluku Utara: Halmahera 07.29 WIB, Kota Ternate 07.43
WIB, Kota Tidore 07.46 WIB. 3. Sulawesi Tengah: Donggala Bagian Utara 07.42 WIB. 4. Kalimantan Timur: Kutai Timur 07.44 WIB, Bulungan 08.05
WIB, Nunukan 08.14 WIB.BNPB: Kondisi Lapangan Terkendali, Guncangan Lemah 2-3
Detik BNPB mengonfirmasi situasi dan kondisi lapangan saat ini
aman, tenang, dan terkendali. Laporan cepat Pusat Pengendali dan Operasi
(Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud serta BPBD Kota Manado menyebutkan
guncangan gempa di kedua wilayah hanya dirasakan lemah selama kurang lebih 2
hingga 3 detik.Tim gabungan BPBD di masing-masing daerah terus melakukan
monitoring ketat secara berkala di lapangan untuk memantau dampak pasca-gempa
dan memastikan kondisi pesisir tetap aman.Koordinasi Satu Komando dan Imbauan Resmi BNPB menyatakan terus memperkuat koordinasi sinergis dalam
satu komando bersama tim gabungan lintas instansi di daerah, yaitu BPBD, TNI,
Polri, Basarnas, lembaga kemanusiaan, dan relawan penanggulangan bencana. Tim
tersebut bersiaga penuh untuk memandu dan mengamankan jalur pergerakan warga.Masyarakat diimbau tidak panik dan memprioritaskan
keselamatan kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan
anak-anak. Warga diminta mematuhi instruksi resmi petugas lintas instansi di
lapangan, tidak menyebarkan isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya,
serta merujuk pada pemutakhiran data berkala dari instansi terkait dan petugas
di lapangan. Penulis: Hendrik
Editor: GF
09 Jun 2026, 00:49 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru