logo-website
Jumat, 27 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Bocor Rekaman Pejabat: Pemkab Mimika Diduga “Salah Bayar” Rp 11 Miliar ke PT Petrosea Papuanewsonline.com, Mimika – Skandal dugaan salah bayar ganti rugi tanah Petrosea kembali mengguncang Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah Rekaman percakapan yang beredar luas pada Rabu (18/3/2026) dini hari, pukul 03.00 WIT, yang diterima Papuanewsonline.com, mengindikasikan adanya pengakuan dari pejabat internal bahwa pembayaran senilai Rp 11 miliar kepada PT Petrosea Tbk merupakan sebuah kekeliruan fatal.Dalam rekaman tersebut, seorang pejabat teras Pemkab Mimika secara terang-terangan menyebut  pembayaran ganti rugi tanah di kawasan Bundaran Cendrawasih dilakukan kepada pihak yang tidak semestinya.Ia bahkan menyinggung status kepemilikan saham perusahaan yang disebut didominasi warga negara asing.“Pemkab Mimika salah bayar ganti rugi tanah sebesar Rp 11 miliar kepada PT Petrosea. Nanti cek pemilik atau pemegang sahamnya, itu warga Australia,” ujar suara dalam rekaman yang beredar.Pernyataan ini sontak memantik polemik baru dalam konflik hak ulayat antara tokoh adat Amungme, Helena Beanal, dengan pihak perusahaan tambang terbesar kedua di Indonesia yakni PT Petrosea Tbk.Sengketa yang sebelumnya hanya berkutat pada klaim kepemilikan tanah kini melebar menjadi dugaan pelanggaran administrasi, hingga potensi kerugian keuangan daerah.Jika benar terjadi “salah bayar”, maka pertanyaan krusial muncul, bagaimana proses verifikasi dilakukan sebelum dana miliaran rupiah itu dicairkan? apakah ada kelalaian, atau justru indikasi permainan di balik layar?Lebih jauh, isu keterlibatan pihak asing dalam penerimaan ganti rugi tanah adat di Mimika, Papua Tengah, berpotensi membuka babak baru yang lebih sensitif, menyangkut kedaulatan hak ulayat serta tata kelola investasi di daerah.Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemkab Mimika maupun dari pihak PT Petrosea Tbk terkait isi rekaman tersebut.Namun tekanan publik dipastikan akan terus menguat, mendesak transparansi dan audit menyeluruh atas kebijakan pembayaran yang kini terlanjur menjadi sorotan.Kasus ini bukan sekadar soal administrasi. Ini adalah ujian serius bagi integritas birokrasi daerah, apakah mampu berdiri di atas kepentingan rakyat, atau justru tersandera oleh kekuatan korporasi. Bersambung...  Penulis  : Nerius Rahabav  18 Mar 2026, 11:08 WIT
TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Umumkan Struktur Baru dan Ancaman Serangan Papuanewsonline.com, Intan Jaya - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya mengumumkan struktur baru mereka, dengan Mayor Enos Tipagau sebagai Komandan Pos Metua. Pengumuman ini disampaikan melalui siaran pers yang diterima pada Selasa (17/3/2026).Dalam siaran persnya, TPNPB Kodap VIII Intan Jaya menyatakan bahwa mereka siap melakukan pertempuran dalam medan perang demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua. Mereka juga mengancam akan melakukan serangan terhadap aparat militer Indonesia dan kantor-kantor yang dijadikan pos militer jika pemerintah tidak menghentikan aktivitas pemerintahan dan pembahasan pertambangan Blok Wabu di Intan Jaya."Pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dari Pos Metua dengan tegas siap melakukan pertempuran dalam medan perang demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua," demikian pernyataan TPNPB melalui Jubir TPNPB OPM, Sebby Sambom.TPNPB juga mengimbau kepada warga imigran Indonesia untuk meninggalkan wilayah konflik bersenjata sebelum serangan dilakukan. "Kami mengimbau kepada warga imigran Indonesia agar tinggalkan wilayah konflik bersenjata sebelum penyerangan dilakukan," tambah Sebby Sambom.Struktur TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dari Pos Metua adalah sebagai berikut:- Komandan Pos Metua: Mayor Enos Tipagau- Wakil Komandan Pos Metua: Nius Tipagau- Komandan Operasi: Soni Kobogau- Wakil Komandan Operasi: Otto TipagauMenurut Jubir TPNPB Siaran pers tersebut dikeluarkan demi menjamin keamanan dan perlindungan bagi warga sipil di wilayah konflik bersenjata. TPNPB juga mengimbau kepada seluruh pejabat-pejabat, DPR, dan Aner Maiseni agar menghentikan aktivitas pemerintahan dan pembahasan pertambangan Blok Wabu di Intan Jaya.Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, dan beberapa pejabat tinggi TPNPB, termasuk Jenderal Goliath Tabuni, Panglima Tinggi TPNPB-OPM, dan Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Wakil Panglima TPNPB-OPM. Penulis: Hend Editor: GF 17 Mar 2026, 20:48 WIT
Mahasiswa Kecam Serangan terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Soroti Ancaman Demokrasi Papuanewsonline.com, Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Peduli Demokrasi mengecam keras serangan penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM Andrie Yunus. Mereka menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk teror yang mengancam kebebasan sipil dan demokrasi di Indonesia.Kecaman itu disampaikan dalam aksi solidaritas yang digelar di Taman Literasi Blok M pada Senin (16/3/2026). Aksi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus yang menyuarakan keprihatinan atas kondisi demokrasi dan perlindungan terhadap aktivis.Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menilai kekerasan terhadap pembela HAM tidak dapat dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Mereka menilai insiden tersebut berpotensi menjadi bentuk pembungkaman terhadap suara kritis masyarakat sipilKoordinator Lapangan aksi, Rifaldo, mengatakan bahwa serangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kritik terhadap sejumlah kebijakan negara, khususnya di sektor keamanan dan militer.Menurut Rifaldo, selama ini Andrie Yunus dikenal aktif mengkritik berbagai kebijakan yang dinilai berpotensi memperluas peran militer dalam ruang sipil, termasuk rencana revisi Undang-Undang TNI yang dinilai dapat mengancam prinsip supremasi sipil.Selain itu, Andrie juga terlibat dalam advokasi sejumlah kasus pelanggaran HAM, seperti isu penghilangan orang secara paksa dan praktik impunitas aparat. Ia juga kerap mengkritisi proses pengambilan kebijakan yang dianggap tidak transparan serta minim partisipasi publik.Mahasiswa menilai serangan terhadap Andrie tidak dapat dilepaskan dari konteks kerja-kerja advokasi yang selama ini ia lakukan. Mereka menduga adanya upaya sistematis untuk menciptakan rasa takut bagi para pembela HAM dan aktivis yang bersuara kritis.“Jika praktik teror seperti ini dibiarkan, maka ruang kebebasan sipil di Indonesia akan semakin menyempit,” kata Rifaldo dalam keterangannya.Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan independen, termasuk mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut.Mereka juga meminta negara memberikan perlindungan kepada korban, keluarga korban, serta para pembela HAM dari berbagai bentuk ancaman dan intimidasi, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan tanpa intervensi.Selain itu, mahasiswa turut mendesak Prabowo Subianto untuk memastikan proses hukum berjalan secara adil serta mendorong pembentukan tim independen guna mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.Aksi solidaritas ini diwarnai dengan pembentangan poster serta seruan tagar seperti #KeadilanUntukAndrie dan #TolakRemiliterisasi. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku serta pihak yang diduga sebagai dalang di balik serangan terhadap Andrie Yunus dapat diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. (GF) 17 Mar 2026, 15:41 WIT
Perkara Besar Tak Bergerak di PN Mimika, Publik Bertanya: Hukum Macet atau Sengaja Dimacetkan? Papuanewsonline.com, Mimika — Sorotan tajam masyarakat terhadap kinerja Pengadilan Negeri Mimika di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, kian mengeras. Lembaga yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan itu justru dituding gagal menunjukkan ketegasan dan transparansi dalam menangani sejumlah perkara besar yang hingga kini belum juga menemukan kepastian hukum.Di tengah harapan publik terhadap tegaknya supremasi hukum di kota tambang Timika, sedikitnya empat perkara besar justru dinilai berjalan lamban bahkan terkesan mandek. Kondisi ini memicu kecurigaan masyarakat bahwa proses hukum di daerah tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.Empat perkara yang menjadi perhatian publik tersebut antara lain sengketa lahan Bundaran Petrosea, dugaan korupsi dana KPU Mimika, perkara piutang pesawat milik Pemerintah Kabupaten Mimika, serta kasus yang melibatkan Robert Kambu yang oleh sebagian warga dipandang sebagai potret perjuangan masyarakat kecil mencari keadilan di hadapan sistem hukum.Perwakilan masyarakat Mimika, Duanu Omaleng, secara terbuka mempertanyakan sikap lembaga peradilan yang dinilai lamban dan tidak memberikan kepastian terhadap perkara-perkara krusial tersebut.“Publik berhak bertanya: ada apa dengan PN Mimika? Mengapa perkara-perkara besar yang menyangkut kepentingan publik justru berjalan lambat bahkan seperti berhenti di tengah jalan? Jangan sampai muncul kesan bahwa hukum menjadi tumpul ketika berhadapan dengan kepentingan tertentu,” tegas Duanu dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).Menurutnya, kondisi tersebut berbahaya karena dapat memicu krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi peradilan. Ia menegaskan bahwa pengadilan tidak boleh membiarkan perkara yang menyangkut kepentingan publik berlarut-larut tanpa kepastian.“Jika pengadilan tidak mampu memberikan kepastian hukum, maka publik akan semakin meragukan integritas penegakan hukum di Mimika,” ujarnya.Duanu menilai fenomena tersebut mencerminkan pepatah yang kerap menjadi kritik keras terhadap sistem peradilan yang lamban: Justice delayed, justice denied—keadilan yang ditunda sama saja dengan keadilan yang ditolak.Kasus dugaan korupsi dana KPU Mimika, misalnya, dinilai sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan integritas lembaga demokrasi. Sementara perkara piutang pesawat Pemda Mimika menyentuh langsung tanggung jawab penggunaan anggaran publik yang bersumber dari uang rakyat.Di sisi lain, sengketa lahan Bundaran Petrosea dianggap memiliki dampak strategis terhadap tata kelola ruang dan kepentingan ekonomi di pusat Kota Timika. Sedangkan perkara Robert Kambu dinilai menjadi simbol perlawanan warga kecil yang berusaha mencari keadilan di tengah sistem hukum yang sering dianggap tidak berpihak kepada rakyat.“Masyarakat kini mulai mempertanyakan apakah prinsip persamaan di depan hukum benar-benar berlaku di Mimika, atau hukum hanya tegas kepada yang lemah namun lunak kepada yang kuat,” kata Duanu.Melalui pernyataan tersebut, masyarakat Mimika juga menyampaikan tuntutan tegas kepada lembaga peradilan dan otoritas pengawas hukum nasional.Pertama, masyarakat mendesak Pengadilan Negeri Mimika segera menuntaskan seluruh perkara tersebut secara terbuka, adil, dan transparan.Kedua, publik meminta Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung Republik Indonesia turun tangan melakukan pengawasan terhadap jalannya proses hukum di PN Mimika.Ketiga, masyarakat menuntut keterbukaan kepada publik mengenai alasan mengapa sejumlah perkara besar tersebut hingga kini belum juga mencapai putusan.Duanu menegaskan bahwa sikap diam lembaga peradilan hanya akan memperbesar kecurigaan masyarakat.“Jika perkara-perkara ini terus dibiarkan tanpa kepastian, maka wajar bila publik mulai meragukan integritas lembaga peradilan. Hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan ataupun kepentingan tertentu,” ujarnya.Bagi masyarakat Mimika, persoalan ini bukan sekadar lambannya proses hukum, melainkan menyangkut marwah penegakan hukum di Tanah Papua. Jika pengadilan gagal menjawab tuntutan keadilan publik, maka bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum akan semakin runtuh.“Rakyat Mimika hanya meminta satu hal: keadilan yang benar-benar ditegakkan, bukan keadilan yang terus ditunda tanpa ujung,” pungkasnya.Amolongo, Nimao Saipa.  Penulis : Neri Rahabav 17 Mar 2026, 13:02 WIT
Mudik Lebaran 2026, Kapolri Tinjau Terminal Bungurasih Pastikan Keamanan dan Keselamatan Penumpang Papuanewsonline.com, Sidoarjo – Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Purabaya Bungurasih. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal di terminal terbesar di Jawa Timur tersebut.Dalam kunjungannya, Kapolri memantau berbagai aspek pelayanan mudik, mulai dari kondisi fasilitas terminal, kesiapan armada bus, hingga pelayanan terhadap calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia.Kapolri menyampaikan bahwa saat ini telah terjadi peningkatan jumlah penumpang yang melakukan perjalanan mudik menggunakan bus dari Terminal Purabaya. Lonjakan tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat hingga mendekati puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 17 hingga 20 Maret mendatang.“Tadi kami berinteraksi baik dengan masyarakat yang akan menggunakan kendaraan bus untuk mudik, apakah di sekitar kota. Namun ada juga yang melaksanakan mudik nasional, karena memang pelayanan di Purabaya ini melayani antar kota antar provinsi dan juga antar pulau, sampai dengan Bali,” ujarnya.Selain memantau pergerakan penumpang, petugas juga melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap bus yang akan beroperasi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi armada benar-benar layak jalan sebelum mengangkut penumpang menuju berbagai tujuan mudik.Tidak hanya itu, pemeriksaan kesehatan terhadap para pengemudi dan awak bus juga dilakukan melalui tes urine. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan sehingga para penumpang dapat sampai ke tujuan dengan aman.“Karena kami selalu berpesan bahwa tolong untuk mudik kali ini bagaimana caranya agar kita bisa menurunkan angka kecelakaan. Karena harapan kita tentunya pemudik bisa sampai di rumah masing-masing, bertemu keluarga dan berbagi kebahagiaan," ucap Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.Kapolri juga memastikan bahwa seluruh personel yang bertugas di lapangan akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk merespons cepat berbagai keluhan penumpang selama periode mudik Lebaran berlangsung.Menurutnya, sinergitas antarinstansi menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelayanan arus mudik. Ia pun mengingatkan para sopir bus untuk selalu berhati-hati selama perjalanan serta mengutamakan keselamatan penumpang. “Hati-hati di jalan, kalau capek istirahat. Yang jauh, saya minta untuk disiapkan juga ada supir cadangan ya, sehingga kemudian kita menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan di tengah jalan,” ujarnya. (GF) 16 Mar 2026, 21:46 WIT
Jelang Hari Raya Nyepi 2026, Kemenhub Lakukan Penyesuaian Operasional Transportasi di Bali Papuanewsonline.com, Bali – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melakukan penyesuaian operasional sejumlah layanan transportasi di Bali menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menghormati tradisi sakral umat Hindu di Pulau Dewata.Penyesuaian operasional tersebut dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi terkait, serta unsur masyarakat adat. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga ketertiban serta memastikan masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sebelum dan sesudah Nyepi.Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa penyesuaian operasional transportasi merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan Hari Raya Nyepi sekaligus menjaga keselamatan serta kenyamanan perjalanan masyarakat.“Penyesuaian operasional transportasi ini dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik sebelum dan sesudah Nyepi, sekaligus menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Bali. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan tertib, selamat, aman, dan nyaman,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Minggu (15/3).Salah satu penyesuaian dilakukan pada sektor transportasi udara. Operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan dihentikan sementara mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Selama periode tersebut seluruh aktivitas penerbangan domestik maupun internasional tidak beroperasi dan akan kembali berjalan normal setelah Nyepi berakhir.Selain itu, penyesuaian juga diterapkan pada layanan penyeberangan yang menghubungkan Bali dengan wilayah sekitarnya. Pada lintasan Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk, layanan penyeberangan dari Ketapang akan dihentikan mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB. Sementara layanan dari Gilimanuk ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA dan kembali dibuka pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA setelah Nyepi selesai.Penyesuaian juga dilakukan pada layanan pelayaran lintasan Pelabuhan Padang Bai – Pelabuhan Lembar. Aktivitas pelayaran pada lintasan tersebut akan dihentikan sementara selama pelaksanaan Nyepi dan kembali beroperasi setelah periode penyepian berakhir.Di sektor transportasi darat, terminal angkutan umum di Bali turut menyesuaikan operasionalnya. Terminal Tipe A Mengwi sebagai salah satu simpul transportasi utama di Bali akan membatasi layanan keberangkatan bus antarkota antarprovinsi hingga siang hari pada H-1 Nyepi. Selanjutnya, operasional terminal akan dihentikan selama Hari Raya Nyepi dan kembali berjalan normal setelah perayaan tersebut selesai.Menhub Dudy juga meminta seluruh operator transportasi untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, termasuk kelayakan armada serta kesiapan sumber daya manusia yang bertugas selama masa penyesuaian operasional.“Kami meminta seluruh operator transportasi untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait di lapangan serta memastikan seluruh layanan transportasi yang beroperasi sebelum dan setelah Nyepi tetap memenuhi standar keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat,” tambah Menhub.Seiring dengan kebijakan tersebut, masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju maupun keluar dari Bali diimbau untuk memperhatikan jadwal operasional transportasi yang berlaku, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Bali. (GF) 16 Mar 2026, 21:43 WIT
KM Gandha Nusantara 17 Mati Mesin di Perairan Maluku Utara, Basarnas Ternate Kerahkan Personel Papuanewsonline.com, Ternate – Sebuah kapal rute Bitung–Ternate dilaporkan mengalami kerusakan mesin di perairan Maluku Utara sehingga memicu operasi pencarian dan pertolongan oleh Basarnas Ternate bersama unsur SAR gabungan.Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate dari pihak PELNI Ternate melalui Rudi Arif pada Minggu, 15 Maret 2026.Berdasarkan kronologi kejadian, pada Sabtu 14 Maret 2026 sekitar pukul 22.00 WIT, KM Gandha Nusantara 17 berlayar dari Bitung menuju Ternate. Namun pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIT kapal dilaporkan mengalami kerusakan mesin saat berada di perairan sekitar Maluku Utara.Pihak kru kapal sempat melakukan upaya perbaikan secara mandiri untuk mengatasi gangguan pada mesin. Namun hingga beberapa waktu kemudian perbaikan tersebut belum berhasil dilakukan sehingga kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan.Kapten kapal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak PELNI. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Basarnas Ternate untuk meminta bantuan penanganan melalui operasi SAR.Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Ternate, Ferdinando, mengatakan bahwa pada pukul 12.15 WIT Tim Rescue Kantor SAR Ternate bersama unsur yang terlibat langsung bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan KN SAR 237 Pandudewanata.Di sisi lain, kapal KM Sabuk Nusantara 115 yang berada di sekitar lokasi kejadian juga sempat berusaha melakukan penarikan terhadap kapal yang mengalami kerusakan tersebut. Namun upaya tersebut terkendala kondisi gelombang laut yang mencapai sekitar 2,5 hingga 3 meter.Selain itu dilaporkan kapal mengalami kemiringan sekitar 20 derajat sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh tim penyelamat. Hingga saat ini proses evakuasi dan upaya penyelamatan masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.Unsur yang terlibat dalam operasi ini antara lain Kantor SAR Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, KPLP Ternate, PT PELNI, serta kapal KM Sabuk Nusantara 115. Sementara itu jumlah korban yang berada di kapal dilaporkan sebanyak tujuh orang dan seluruhnya masih dalam proses penanganan oleh tim SAR. (GF) 16 Mar 2026, 21:32 WIT
Investasi USD20 Miliar Proyek Masela Dipercepat, Bahlil Tekan INPEX Segera Masuk Tahap Final Papuanewsonline.com, Tokyo – Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusan untuk memastikan Proyek Abadi Masela benar-benar berjalan setelah puluhan tahun tertunda. Komitmen tersebut terlihat dalam pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan pimpinan perusahaan energi Jepang INPEX di Tokyo, Jepang.Dalam pertemuan dengan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda, Minggu (15/3/2026) waktu setempat, Bahlil secara langsung mendorong percepatan realisasi proyek gas raksasa di Laut Arafura tersebut agar segera masuk tahap keputusan investasi akhir.Pertemuan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk mempercepat proyek dengan nilai investasi mencapai USD20 miliar atau sekitar Rp339 triliun. Pemerintah memandang Proyek Abadi Masela sebagai salah satu penggerak ekonomi baru bagi kawasan Indonesia Timur sekaligus sumber pasokan gas besar untuk kebutuhan industri nasional di masa depan.Dalam kesempatan itu, Bahlil juga mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek yang telah mencapai sekitar 25 persen. Ia menegaskan harapannya agar proyek tersebut dapat segera memasuki tahap Front End Engineering and Design (FEED) pada kuartal kedua 2026 atau paling lambat pada kuartal ketiga tahun ini."Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi kan. Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi saya pikir bisa tahun ini kita semua tender EPC," ujar Bahlil dalam pertemuan itu.Untuk mencapai target tersebut, Bahlil bahkan menawarkan solusi terkait kepastian pembeli gas dari Lapangan Abadi Masela yang diproyeksikan mencapai produksi 9 Million Tonnes Per Annum (MTPA). Ia menyatakan bahwa jika hingga akhir April 2026 belum ada pembeli serius, maka negara melalui Danantara siap mengambil peran."Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar negeri, tapi pada saatnya sekarang negara Indonesia harus hadir, untuk bersama-sama dengan INPEX dalam rangka memastikan operasi. Jadi kami saja yang membeli," ujar Bahlil.Menanggapi hal tersebut, CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus mempercepat realisasi proyek Abadi Masela yang telah lama dikembangkan perusahaan tersebut."Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk kemurahan hati dan komitmennya untuk mendukung proyek ini. Karena ini bukan hanya isu buat saya pribadi, tapi kami segera jajaran INPEX memiliki komitmen juga untuk mempercepat realisasi Abadi ini, termasuk ini saya sudah 12 tahun mengerjakan Abadi. Bukan hanya Pak Menteri, tetapi juga kami memiliki komitmen yang sama untuk segera mengerjakan Abadi. Dan setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini," ujar Ueda.Dari sisi administratif, kemajuan proyek ini juga diperkuat dengan sejumlah perizinan penting yang telah diselesaikan pada awal 2026. Persetujuan lingkungan melalui dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) diterbitkan pada 13 Februari 2026, disusul persetujuan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026.Dengan dukungan lintas kementerian serta komitmen investasi besar dari para pemangku kepentingan, pemerintah optimistis Proyek Abadi Masela dapat segera memasuki tahap pembangunan berikutnya dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan energi baru bagi Indonesia, khususnya di kawasan timur. (GF) 16 Mar 2026, 21:26 WIT
TPNPB Klaim Serangan di Tambrauw, Tewaskan dua orang warga Papuanewsonline.com, Tambrauw – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan telah menerima laporan resmi dari Komandan Operasi KODAP XXXIII Ru Mana Tambrauw Papua terkait penyerangan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tambrauw, Papua, Senin (16/3/2026).Dalam siaran pers yang diterima, disebutkan laporan tersebut disampaikan oleh Komandan Operasi KODAP XXXIII Ru Mana Tambrauw Papua, Mayor Marthen Faan "Komandan Operasi KODAP XXXIII Ru Mana Tambrauw Papua, Mayor Marthen Faan melalui Pimpinan Komando Wilayah Pertahanan (KOWIP) Kolonel Gideon Yesnath dan Pimpinan Batalyon Sawok, Letkol Thobias Yekwam bahwa ia bersama pasukannya telah melakukan penyerangan terhadap 2 orang anggota Inteljen militer kolonial indonesia pada hari ini Senin, 16 Maret 2026 tepat jam 11.12 WIT. Di pertengahan kampung Banfot Distrik Feef dan Kampung Jukbi Distrik Bamus Bama Kabupaten Tambrauw Papua." sebagaimana dikutip dalam siarapan pers TPNPB.Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pasukan yang dipimpin Mayor Marthen Faan melakukan penyerangan terhadap dua orang yang disebut sebagai anggota intelijen militer Indonesia pada Senin, 16 Maret 2026 sekitar pukul 11.12 Waktu Papua.Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di pertengahan Kampung Banfot, Distrik Feef dan Kampung Jukbi, Distrik Bamus Bama, Kabupaten Tambrauw, Papua.Dalam pernyataan yang disampaikan melalui siaran pers tersebut, pihak Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menyampaikan sejumlah poin terkait sikap organisasi terhadap keberadaan agen intelijen yang disebut beroperasi di wilayah Papua.Salah satu poin dalam pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pihak mereka telah berulang kali menyampaikan sikap organisasi melalui pernyataan resmi yang berkaitan dengan keberadaan agen intelijen yang disebut menyamar dalam berbagai profesi di wilayah Papua.Selain itu, dalam pernyataan tersebut juga disampaikan imbauan kepada warga sipil yang berada di wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah konflik agar tidak terlibat atau menjadi bagian dari aktivitas intelijen militer Indonesia.Dalam siaran pers itu juga disebutkan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas operasi tersebut adalah Panggil Daerah KODAP XXXIII Ru Mana Tambrauw Brigjen Finsen Frabuku dan Wakil Panglima Daerah Letkol Leonardo Syufi.Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom atas nama Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada Senin, 16 Maret 2026, serta mencantumkan jajaran pimpinan organisasi yang terdiri dari Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen. (GF) 16 Mar 2026, 21:11 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT