Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Jelang Hari Raya Nyepi 2026, Kemenhub Lakukan Penyesuaian Operasional Transportasi di Bali
Papuanewsonline.com, Bali – Pemerintah melalui Kementerian
Perhubungan melakukan penyesuaian operasional sejumlah layanan transportasi di
Bali menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kebijakan ini
dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus
menghormati tradisi sakral umat Hindu di Pulau Dewata.Penyesuaian operasional tersebut dilakukan melalui
koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan,
instansi terkait, serta unsur masyarakat adat. Langkah ini juga menjadi bagian
dari upaya pemerintah untuk menjaga ketertiban serta memastikan masyarakat
dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sebelum dan sesudah Nyepi.Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa
penyesuaian operasional transportasi merupakan bentuk dukungan pemerintah
terhadap pelaksanaan Hari Raya Nyepi sekaligus menjaga keselamatan serta
kenyamanan perjalanan masyarakat.“Penyesuaian operasional transportasi ini dilakukan agar
mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik sebelum dan sesudah Nyepi,
sekaligus menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang menjadi bagian
penting dari kearifan lokal masyarakat Bali. Kami mengimbau masyarakat untuk
merencanakan perjalanan lebih awal sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan
tertib, selamat, aman, dan nyaman,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Minggu (15/3).Salah satu penyesuaian dilakukan pada sektor transportasi
udara. Operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan
dihentikan sementara mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga Jumat,
20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Selama periode tersebut seluruh aktivitas
penerbangan domestik maupun internasional tidak beroperasi dan akan kembali
berjalan normal setelah Nyepi berakhir.Selain itu, penyesuaian juga diterapkan pada layanan
penyeberangan yang menghubungkan Bali dengan wilayah sekitarnya. Pada lintasan Pelabuhan
Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk, layanan penyeberangan dari Ketapang akan
dihentikan mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB. Sementara layanan dari
Gilimanuk ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA dan kembali
dibuka pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA setelah Nyepi selesai.Penyesuaian juga dilakukan pada layanan pelayaran lintasan Pelabuhan
Padang Bai – Pelabuhan Lembar. Aktivitas pelayaran pada lintasan tersebut akan
dihentikan sementara selama pelaksanaan Nyepi dan kembali beroperasi setelah
periode penyepian berakhir.Di sektor transportasi darat, terminal angkutan umum di Bali
turut menyesuaikan operasionalnya. Terminal Tipe A Mengwi sebagai salah satu
simpul transportasi utama di Bali akan membatasi layanan keberangkatan bus
antarkota antarprovinsi hingga siang hari pada H-1 Nyepi. Selanjutnya,
operasional terminal akan dihentikan selama Hari Raya Nyepi dan kembali
berjalan normal setelah perayaan tersebut selesai.Menhub Dudy juga meminta seluruh operator transportasi untuk
memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, termasuk kelayakan
armada serta kesiapan sumber daya manusia yang bertugas selama masa penyesuaian
operasional.“Kami meminta seluruh operator transportasi untuk terus
berkoordinasi dengan instansi terkait di lapangan serta memastikan seluruh
layanan transportasi yang beroperasi sebelum dan setelah Nyepi tetap memenuhi
standar keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat,” tambah Menhub.Seiring dengan kebijakan tersebut, masyarakat yang akan
melakukan perjalanan menuju maupun keluar dari Bali diimbau untuk memperhatikan
jadwal operasional transportasi yang berlaku, mengikuti arahan petugas di
lapangan, serta menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang menjadi bagian
penting dari kearifan lokal masyarakat Bali. (GF)
16 Mar 2026, 21:43 WIT
KM Gandha Nusantara 17 Mati Mesin di Perairan Maluku Utara, Basarnas Ternate Kerahkan Personel
Papuanewsonline.com, Ternate – Sebuah kapal rute
Bitung–Ternate dilaporkan mengalami kerusakan mesin di perairan Maluku Utara
sehingga memicu operasi pencarian dan pertolongan oleh Basarnas Ternate bersama
unsur SAR gabungan.Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor
Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate dari pihak PELNI Ternate melalui
Rudi Arif pada Minggu, 15 Maret 2026.Berdasarkan kronologi kejadian, pada Sabtu 14 Maret 2026
sekitar pukul 22.00 WIT, KM Gandha Nusantara 17 berlayar dari Bitung menuju
Ternate. Namun pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIT kapal dilaporkan
mengalami kerusakan mesin saat berada di perairan sekitar Maluku Utara.Pihak kru kapal sempat melakukan upaya perbaikan secara
mandiri untuk mengatasi gangguan pada mesin. Namun hingga beberapa waktu
kemudian perbaikan tersebut belum berhasil dilakukan sehingga kapal tidak dapat
melanjutkan perjalanan.Kapten kapal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada
pihak PELNI. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Basarnas Ternate
untuk meminta bantuan penanganan melalui operasi SAR.Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Ternate, Ferdinando,
mengatakan bahwa pada pukul 12.15 WIT Tim Rescue Kantor SAR Ternate bersama
unsur yang terlibat langsung bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan KN SAR
237 Pandudewanata.Di sisi lain, kapal KM Sabuk Nusantara 115 yang berada di
sekitar lokasi kejadian juga sempat berusaha melakukan penarikan terhadap kapal
yang mengalami kerusakan tersebut. Namun upaya tersebut terkendala kondisi
gelombang laut yang mencapai sekitar 2,5 hingga 3 meter.Selain itu dilaporkan kapal mengalami kemiringan sekitar 20
derajat sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh tim penyelamat.
Hingga saat ini proses evakuasi dan upaya penyelamatan masih terus dilakukan
oleh Tim SAR Gabungan.Unsur yang terlibat dalam operasi ini antara lain Kantor SAR
Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, KPLP Ternate, PT PELNI, serta kapal KM
Sabuk Nusantara 115. Sementara itu jumlah korban yang berada di kapal
dilaporkan sebanyak tujuh orang dan seluruhnya masih dalam proses penanganan
oleh tim SAR. (GF)
16 Mar 2026, 21:32 WIT
Investasi USD20 Miliar Proyek Masela Dipercepat, Bahlil Tekan INPEX Segera Masuk Tahap Final
Papuanewsonline.com, Tokyo – Pemerintah Indonesia
menunjukkan keseriusan untuk memastikan Proyek Abadi Masela benar-benar
berjalan setelah puluhan tahun tertunda. Komitmen tersebut terlihat dalam
pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
dengan pimpinan perusahaan energi Jepang INPEX di Tokyo, Jepang.Dalam pertemuan dengan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda,
Minggu (15/3/2026) waktu setempat, Bahlil secara langsung mendorong percepatan
realisasi proyek gas raksasa di Laut Arafura tersebut agar segera masuk tahap
keputusan investasi akhir.Pertemuan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk
mempercepat proyek dengan nilai investasi mencapai USD20 miliar atau sekitar
Rp339 triliun. Pemerintah memandang Proyek Abadi Masela sebagai salah satu
penggerak ekonomi baru bagi kawasan Indonesia Timur sekaligus sumber pasokan
gas besar untuk kebutuhan industri nasional di masa depan.Dalam kesempatan itu, Bahlil juga mengapresiasi kemajuan
pembangunan proyek yang telah mencapai sekitar 25 persen. Ia menegaskan
harapannya agar proyek tersebut dapat segera memasuki tahap Front End
Engineering and Design (FEED) pada kuartal kedua 2026 atau paling lambat pada
kuartal ketiga tahun ini."Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan
ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun
baru jadi kan. Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi saya pikir bisa tahun ini
kita semua tender EPC," ujar Bahlil dalam pertemuan itu.Untuk mencapai target tersebut, Bahlil bahkan menawarkan
solusi terkait kepastian pembeli gas dari Lapangan Abadi Masela yang
diproyeksikan mencapai produksi 9 Million Tonnes Per Annum (MTPA). Ia
menyatakan bahwa jika hingga akhir April 2026 belum ada pembeli serius, maka
negara melalui Danantara siap mengambil peran."Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar
negeri, tapi pada saatnya sekarang negara Indonesia harus hadir, untuk
bersama-sama dengan INPEX dalam rangka memastikan operasi. Jadi kami saja yang
membeli," ujar Bahlil.Menanggapi hal tersebut, CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda
menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus mempercepat realisasi proyek Abadi
Masela yang telah lama dikembangkan perusahaan tersebut."Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk kemurahan hati
dan komitmennya untuk mendukung proyek ini. Karena ini bukan hanya isu buat
saya pribadi, tapi kami segera jajaran INPEX memiliki komitmen juga untuk
mempercepat realisasi Abadi ini, termasuk ini saya sudah 12 tahun mengerjakan
Abadi. Bukan hanya Pak Menteri, tetapi juga kami memiliki komitmen yang sama
untuk segera mengerjakan Abadi. Dan setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami
semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini,"
ujar Ueda.Dari sisi administratif, kemajuan proyek ini juga diperkuat
dengan sejumlah perizinan penting yang telah diselesaikan pada awal 2026.
Persetujuan lingkungan melalui dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL) diterbitkan pada 13 Februari 2026, disusul persetujuan pelepasan
kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026.Dengan dukungan lintas kementerian serta komitmen investasi
besar dari para pemangku kepentingan, pemerintah optimistis Proyek Abadi Masela
dapat segera memasuki tahap pembangunan berikutnya dan menjadi salah satu pusat
pertumbuhan energi baru bagi Indonesia, khususnya di kawasan timur. (GF)
16 Mar 2026, 21:26 WIT
TPNPB Klaim Serangan di Tambrauw, Tewaskan dua orang warga
Papuanewsonline.com, Tambrauw – Manajemen Markas Pusat
KOMNAS TPNPB menyatakan telah menerima laporan resmi dari Komandan Operasi
KODAP XXXIII Ru Mana Tambrauw Papua terkait penyerangan yang terjadi di wilayah
Kabupaten Tambrauw, Papua, Senin (16/3/2026).Dalam siaran pers yang diterima, disebutkan laporan tersebut
disampaikan oleh Komandan Operasi KODAP XXXIII Ru Mana Tambrauw Papua, Mayor
Marthen Faan "Komandan Operasi KODAP XXXIII Ru Mana Tambrauw Papua, Mayor Marthen Faan melalui Pimpinan Komando Wilayah Pertahanan (KOWIP) Kolonel Gideon Yesnath dan Pimpinan Batalyon Sawok, Letkol Thobias Yekwam bahwa ia bersama pasukannya telah melakukan penyerangan terhadap 2 orang anggota Inteljen militer kolonial indonesia pada hari ini Senin, 16 Maret 2026 tepat jam 11.12 WIT. Di pertengahan kampung Banfot Distrik Feef dan Kampung Jukbi Distrik Bamus Bama Kabupaten Tambrauw Papua." sebagaimana dikutip dalam siarapan pers TPNPB.Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pasukan yang
dipimpin Mayor Marthen Faan melakukan penyerangan terhadap dua orang yang
disebut sebagai anggota intelijen militer Indonesia pada Senin, 16 Maret 2026
sekitar pukul 11.12 Waktu Papua.Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di pertengahan Kampung
Banfot, Distrik Feef dan Kampung Jukbi, Distrik Bamus Bama, Kabupaten Tambrauw,
Papua.Dalam pernyataan yang disampaikan melalui siaran pers
tersebut, pihak Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menyampaikan sejumlah
poin terkait sikap organisasi terhadap keberadaan agen intelijen yang disebut
beroperasi di wilayah Papua.Salah satu poin dalam pernyataan tersebut menyebutkan bahwa
pihak mereka telah berulang kali menyampaikan sikap organisasi melalui
pernyataan resmi yang berkaitan dengan keberadaan agen intelijen yang disebut
menyamar dalam berbagai profesi di wilayah Papua.Selain itu, dalam pernyataan tersebut juga disampaikan
imbauan kepada warga sipil yang berada di wilayah yang mereka sebut sebagai
wilayah konflik agar tidak terlibat atau menjadi bagian dari aktivitas
intelijen militer Indonesia.Dalam siaran pers itu juga disebutkan bahwa pihak yang
bertanggung jawab atas operasi tersebut adalah Panggil Daerah KODAP XXXIII Ru
Mana Tambrauw Brigjen Finsen Frabuku dan Wakil Panglima Daerah Letkol Leonardo
Syufi.Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Juru Bicara TPNPB
OPM Sebby Sambom atas nama Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada Senin, 16
Maret 2026, serta mencantumkan jajaran pimpinan organisasi yang terdiri dari
Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan
Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan
Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen. (GF)
16 Mar 2026, 21:11 WIT
Sidang Perdana Kasus ITE Ella Bergulir di PN Manokwari, Istri dan Bupati Hermus Indouw Jadi Saksi JP
Papuanewsonline.com, Manokwari – Sidang perdana perkara
dugaan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan nomor
register 53/Pid.Sus/2026/PN.Mnk atas nama terdakwa Louela Riska Warikar alias
Ella resmi digelar di Pengadilan Negeri Manokwari Kelas I A, Senin (16/3).Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim William Depondoye, SH,
MH, didampingi hakim anggota Roberto Naibaho, SH, MH dan Muslim Muhayamin
Ashiddiqie, SH, MH. Jalannya persidangan dibantu Panitera Pengganti Julius
Victor, SH.Agenda sidang perdana adalah pembacaan surat dakwaan oleh
Jaksa Penuntut Umum I Nengah Ardika, SH, MH dari Kejaksaan Negeri Manokwari.Dalam dakwaannya, JPU menyusun tiga lapis dakwaan terhadap
terdakwa Ella.Pada dakwaan kesatu primer, terdakwa diduga melanggar Pasal
27B ayat (2) huruf a jo Pasal 45 ayat (10) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024
tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik.Sementara dalam dakwaan kesatu subsidair, terdakwa diduga
melanggar Pasal 27A ayat (2) jo Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2025 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE.Sedangkan pada dakwaan kedua, Ella juga diduga melanggar
Pasal 482 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab
Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).Usai pembacaan surat dakwaan, majelis hakim memberikan
kesempatan kepada terdakwa bersama penasihat hukumnya untuk mengajukan eksepsi
atau keberatan. Namun kesempatan tersebut tidak digunakan oleh pihak terdakwa.Karena tidak ada keberatan yang diajukan, majelis hakim
kemudian memberikan kesempatan kepada JPU untuk menyampaikan pernyataan pembuka
(opening statement) sebagaimana diatur dalam Pasal 210 Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2025 tentang KUHAP.Dalam pernyataan pembukanya, JPU I Nengah Ardika menyatakan
akan menghadirkan empat orang saksi untuk membuktikan dakwaan terhadap
terdakwa.Keempat saksi tersebut yakni Febelina Wondiwoy (istri Bupati
Manokwari), Hermus Indouw (Bupati Manokwari), Febby Louisha Rhindhiany Suebu,
serta Maria Magdalena Wanma.Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan dan pernyataan
pembuka JPU, Majelis Hakim memutuskan menunda persidangan.Sidang akan kembali dilanjutkan pada Selasa, 8 April 2026,
dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi yang diajukan Jaksa Penuntut
Umum dari Kejari Manokwari.Perkara ini diperkirakan akan menjadi sorotan publik di
Manokwari, mengingat salah satu saksi yang akan dihadirkan adalah Bupati
Manokwari Hermus Indouw beserta istrinya, yang memiliki posisi strategis dalam
pemerintahan daerah. Penulis: Nerius Rahabav
16 Mar 2026, 20:27 WIT
Dana Pilkada Disulap Jadi “Kas Gelap”? SPBY Ganda Rp1,9 M KPU Mimika Bongkar Penyelewangan Anggaran
Papuanewsonline.com, Mimika – Skandal pengelolaan dana hibah
Pilkada di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mimika makin terbuka lebar. Hasil
pemeriksaan mengungkap praktik administrasi yang kacau dan berpotensi merugikan
negara hingga miliaran rupiah.Sedikitnya 14 Surat Perintah Bayar (SPBY) diterbitkan dan
dicairkan dua kali untuk bukti pengeluaran yang sama, dengan total nilai
mencapai Rp1.911.523.600.Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah ini sekadar
kelalaian administrasi, atau indikasi permainan anggaran dalam pengelolaan dana
Pilkada?SPBY Terbit Belakangan, Uang Sudah Habis DuluanFakta paling mencolok adalah waktu penerbitan SPBY yang jauh
terlambat. Dana hibah Pilkada sudah digunakan sejak Januari 2024, tetapi SPBY
baru diterbitkan pada 26 Agustus 2024 setelah anggaran hibah masuk ke dalam
DIPA Satker.Artinya, uang negara telah lebih dulu dibelanjakan sebelum
mekanisme administrasi resmi berjalan.Parahnya lagi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menerbitkan
SPBY hanya berdasarkan catatan Buku Kas Umum (BKU) manual yang disusun
Bendahara Pengeluaran.Akibatnya, tanggal dan proses pembayaran dalam SPBY tidak
mencerminkan transaksi yang sebenarnya.Dalam praktiknya, dokumen pembayaran justru disusun
belakangan untuk “mengejar” pengeluaran yang sudah terjadi lebih dulu.SPBY Ganda, Uang Nyaris Rp2 Miliar Mengalir Dua KaliDari hasil uji petik dokumen, ditemukan 14 SPBY diterbitkan
kembali untuk bukti pengeluaran yang sama. Dengan kata lain, pembayaran atas satu transaksi dilakukan
dua kali. Total dana yang terlanjur dicairkan mencapai Rp1.911.523.600. Sebagian dana tersebut disebut telah digunakan Bendahara
Pengeluaran untuk membiayai belanja perjalanan dinas dan pengeluaran rutin.Namun, dari total itu hanya Rp1.456.276.400 yang bisa
dipertanggungjawabkan. Masih tersisa Rp455.247.200 yang hingga kini tidak memiliki
dokumen pertanggungjawaban yang jelas. Ironisnya, pengeluaran tersebut tidak tercatat dalam BKU dan
belum disahkan dalam aplikasi keuangan negara.Dugaan Perjalanan Dinas FiktifMasalah semakin serius ketika pemeriksaan menemukan
perjalanan dinas senilai Rp46.730.765 oleh 11 orang pelaksana kegiatan tidak
didukung bukti sah.Dokumen yang seharusnya tersedia seperti:- bukti menginap di hotel- tiket perjalanan- dokumentasi kegiatantidak dapat ditunjukkan.Pemeriksaan bahkan menelusuri data penerbangan ke sejumlah
bandara di Papua, di antaranya Bandar Udara Sentani, Bandar Udara Douw Aturure
Nabire, dan Bandar Udara Mozes Kilangin. Hasilnya mengejutkan: nama 11 pelaksana perjalanan dinas itu
tidak tercatat dalam manifes penumpang maskapai penerbangan.Meski demikian, mereka diketahui telah menerima uang
perjalanan dinas. Saat dikonfirmasi, para pelaksana mengakui menerima dana
tersebut. Namun dokumen yang diserahkan sebagai pertanggungjawaban bukan bukti
yang sesuai dengan perjalanan sebenarnya. Penulis : Risman
Serang Editor : Nerius Rahabav
16 Mar 2026, 20:22 WIT
1.100 Takjil Dibagikan, Kadin, HIPMI, IWAPI dan Komunitas di Mimika Berbagi Berkah Ramadan
Papuanewsonline.com, Mimika — Kamar Dagang dan Industri
(Kadin) Mimika bersama HIPMI Mimika, IWAPI DPC Mimika, Yayasan Rabu Biru
Foundation, dan Maxim Timika berkolaborasi membagikan 1.100 paket takjil kepada
masyarakat selama bulan Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik,
antara lain Bundaran SP2, Jalan Budi Utomo depan Cafe MULO, serta di jalur
poros Pomako–Mapurujaya dengan mengusung tema “Bersatu dalam Kolaborasi,
Berbagi dalam Keberkahan”, Sabtu (14/03/2026).Sekretaris Kadin Mimika, Viktor Fonatba, mengatakan sebagai
induk organisasi pengusaha, Kadin berupaya merangkul seluruh organisasi
underbond seperti HIPMI dan IWAPI, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai
komunitas, termasuk Yayasan Rabu Biru dan Maxim, dalam kegiatan sosial selama
Ramadan.Menurutnya, kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan
bentuk kepedulian bersama sekaligus upaya mempererat hubungan antara organisasi
dan masyarakat di Kabupaten Mimika.“Melalui kegiatan ini kami berharap tercipta silaturahmi
yang semakin kuat antara asosiasi dan masyarakat. Ini juga menjadi wujud
kebersamaan serta kepedulian di bulan suci Ramadan,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa Ramadan menjadi momentum untuk
memperkuat harmoni dan kebersamaan di tengah keberagaman. Karena itu,
kolaborasi antarorganisasi dalam kegiatan sosial dinilai penting untuk
menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.“Ramadan mengajarkan kita untuk memperbanyak amal kebaikan,
memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama. Kita semua
berbeda-beda, namun bersatu dalam tujuan yang sama, yaitu meraih keberkahan,”
tambahnya.Sementara itu, Ketua HIPMI Mimika Junaidi Samuel
menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil telah menjadi tradisi organisasi
yang rutin dilakukan setiap tahun. Pada tahun sebelumnya kegiatan tersebut
dilaksanakan bersama organisasi Tidar, sedangkan tahun ini HIPMI berkolaborasi
dengan Kadin, IWAPI, Maxim, serta Yayasan Rabu Biru.“Kegiatan berbagi takjil ini memang rutin kami lakukan
setiap tahun. Tahun lalu bersama Tidar, dan tahun ini kami berkolaborasi dengan
Kadin sebagai organisasi pengusaha, IWAPI sebagai organisasi pengusaha wanita,
kemudian Maxim, serta Yayasan Rabu Biru,” jelasnya.Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan semangat
kebersamaan sekaligus memperkuat solidaritas antarorganisasi dan masyarakat,
khususnya di bulan Ramadan.“Semangatnya sama, niatnya sama, yaitu berbagi kepada sesama
dan mempererat kebersamaan dalam keberagaman,” ujarnya.Ketua IWAPI DPC Mimika, dr. Puttri Sultan, juga menjelaskan
bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai
organisasi dan komunitas yang ada di Mimika.“Kegiatan ini kami laksanakan bersama teman-teman dari
Kadin, HIPMI, Maxim, serta Yayasan Rabu Biru dalam rangka berbagi berkah kepada
saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa,” katanya.Ia menjelaskan bahwa pembagian takjil dilakukan di sejumlah
titik, mulai dari kawasan SP2, Jalan Budi Utomo, hingga sepanjang jalur
Mapurujaya–Pomako. Takjil juga dibagikan kepada masyarakat yang melintas serta
kepada jamaah di sejumlah musala dan masjid di sekitar lokasi kegiatan.Puttri berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat
bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antarorganisasi dan warga.“Harapan kami, melalui kegiatan ini masyarakat dapat
terbantu, khususnya bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain
itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat
kolaborasi antara berbagai organisasi,” ungkapnya.Sementara itu, Ketua Yayasan Rabu Biru Egy Kenharvey menilai
Ramadan merupakan momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus
menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.Menurutnya, semangat berbagi dalam kebersamaan akan membawa
keberkahan bagi semua pihak. Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin
antara Kadin, HIPMI, IWAPI, Maxim, serta berbagai komunitas dalam kegiatan
sosial tersebut.“Dari kebaikan-kebaikan kecil yang kita lakukan bersama,
dapat tumbuh kebahagiaan di tengah masyarakat. Keikhlasan dalam berbagi menjadi
nilai utama yang mampu memperkuat persaudaraan,” ujarnya.Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai
upaya menumbuhkan semangat toleransi, kepedulian sosial, serta memperkuat
kebersamaan di tengah masyarakat Mimika. Penulis: Bim
Editor: GF
16 Mar 2026, 16:34 WIT
Bupati Roni Omba Pimpin Panen Padi di Asikie, Dorong Pertanian Skala Kecil
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Bupati Roni Omba
memimpin langsung acara panen padi di Asikie, Distrik Jair, Kabupaten Boven
Digoel, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah
daerah untuk mendorong pengembangan pertanian skala kecil sebagai upaya pemberdayaan
ekonomi masyarakat lokal.Dalam kegiatan tersebut, Bupati Roni Omba didampingi oleh
sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta kelompok tani
setempat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan terhadap penguatan
sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat di wilayah
tersebut.Bupati Roni Omba menilai pertanian skala kecil memiliki
potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola
secara serius dan berkelanjutan. "Pertanian skala kecil dapat menjadi
kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati Roni Omba.Ia juga menegaskan pentingnya peran kelompok tani dalam
menjaga produktivitas pertanian serta meningkatkan kualitas hasil panen.
Dukungan pemerintah, menurutnya, akan terus diberikan melalui berbagai program
pengembangan pertanian." Kami akan terus mendukung kelompok tani dengan
penyediaan bibit unggul dan teknologi pertanian modern," tambahnya.Kegiatan panen padi tersebut tidak hanya menjadi simbol
keberhasilan para petani dalam mengelola lahan pertanian, tetapi juga menjadi
momentum untuk meningkatkan semangat para petani lokal agar terus mengembangkan
sektor pertanian.Selain dihadiri oleh pemerintah daerah dan kelompok tani,
kegiatan tersebut juga disaksikan oleh masyarakat setempat yang turut ambil
bagian dalam proses panen. Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan yang
berlangsung di area persawahan tersebut.Kehadiran masyarakat dalam kegiatan panen ini sekaligus
menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi bagian penting dari kehidupan
ekonomi warga di Distrik Jair.Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap
pertanian skala kecil dapat berkembang menjadi salah satu sektor strategis yang
mampu memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah Jair dan sekitarnya.
Penulis: HendrikEditor: GF
16 Mar 2026, 16:21 WIT
ALIANSI PENGUSAHA OAP DESAK SAGU, SINGKONG, KELADI MASUK PROGRAM MAKAN BERGIZI
Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang
Asli Papua (OAP) mengajukan desakan resmi kepada pemerintah pusat agar pangan
lokal khas Papua seperti sagu, singkong, dan keladi diintegrasikan secara resmi
ke dalam program Makan Bergizi yang tengah berjalan. Menurut aliansi tersebut,
kebijakan program gizi nasional seharusnya tidak hanya mengandalkan beras atau
produk impor, mengingat Indonesia khususnya Papua memiliki kekayaan pangan
lokal yang telah menjadi sumber energi masyarakat turun-temurun dan memiliki
nilai gizi yang terbukti melalui berbagai penelitian. (16/03/2026)Berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa pangan lokal Papua
memiliki kandungan gizi yang sangat baik. Tepung sagu misalnya, mengandung
karbohidrat hingga 85–94 gram per 100 gram bahan dengan nilai energi mencapai
sekitar 381 kalori per 100 gram, lebih tinggi dibanding beberapa bahan pangan
pokok lainnya. Sagu juga mengandung serat dan mineral seperti zat besi yang
penting untuk metabolisme tubuh. Sementara itu, singkong dan keladi dikenal
sebagai sumber karbohidrat kompleks, serat, vitamin, serta mineral yang
mendukung kesehatan. Penelitian juga menyimpulkan bahwa pemanfaatan sagu dan
umbi-umbian lokal sangat krusial untuk diversifikasi pangan dan meningkatkan
ketahanan pangan masyarakat, terutama di wilayah ekologis yang cocok seperti
Papua dan Maluku.Desakan ini juga didukung oleh dasar hukum yang kuat dalam
kebijakan nasional. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menegaskan
pentingnya kedaulatan dan kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal. Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan
Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Potensi Lokal mengarahkan pemerintah
untuk memprioritaskan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi. Selain itu, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang
Otonomi Khusus Papua mengamanatkan perlindungan hak masyarakat adat termasuk
sumber daya pangan tradisional. Program peningkatan gizi yang dijalankan Badan Gizi Nasional
juga menargetkan pemenuhan kebutuhan gizi bagi pelajar, ibu hamil, dan kelompok
rentan, yang seharusnya menjadi landasan untuk mengintegrasikan pangan lokal
Papua.Selain aspek gizi, penggunaan sagu, singkong, dan keladi
dalam program makan bergizi juga diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi
yang signifikan bagi masyarakat Papua. Jika menjadi bagian dari rantai pasok program pemerintah,
petani, pengusaha kecil, dan pelaku UMKM OAP akan mendapatkan manfaat ekonomi
langsung dari produksi dan distribusi bahan pangan tersebut. Penulis: Jid
Editor: GF
16 Mar 2026, 16:15 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru