logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Koramil Timika Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Silaturahmi Dan Kemanunggalan Papuanewsonline.com, Timika – Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 pada Minggu (14/6/2026). Acara berlangsung meriah di Aula Makoramil yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika. Laga yang disaksikan bersama mempertemukan tim nasional Brasil melawan Maroko, dan berhasil menarik perhatian serta kehadiran banyak warga sekitar.Suasana terlihat sangat semarak sejak awal kegiatan. Aula Makoramil dipadati oleh seluruh anggota Koramil dan masyarakat yang datang dengan antusiasme tinggi. Masing-masing penonton tampak bersemangat menyemangati tim kesayangannya, menciptakan suasana akrab dan penuh keakraban tanpa sekat antara aparat dan warga.Pelaksana Tugas Danramil 1710-02/Timika, Kapten Kav Devie Dolfie Goni, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat. “Melalui kebersamaan menikmati ajang olahraga dunia, kita bangun kedekatan yang lebih erat dengan warga binaan,” ujarnya. Lebih dari sekadar hiburan, momen ini juga bertujuan menumbuhkan semangat persatuan dan kekompakan bersama.Sepanjang jalannya pertandingan, suasana terus hangat dengan sorakan dukungan yang mengalun setiap kali terjadi peluang mencetak gol. Interaksi yang akrab dan santai terjalin dengan baik, mencerminkan kuatnya ikatan kemitraan yang telah terbangun selama ini. Setelah pertandingan berakhir, acara dilanjutkan dengan makan bersama yang disediakan pihak Koramil, menambah kehangatan suasana silaturahmi.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 06:03 WIT
MTQ Ke-XIII Kabupaten Mimika Resmi Dibuka, Libatkan Seluruh Distrik Dan Hadirkan Piala Bergilir Papuanewsonline.com, Timika – Suasana penuh semangat menyelimuti Masjid Baiturrahman SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran Tingkat Kabupaten Mimika ke-XIII. Kegiatan bertema “Cahaya Alquran Pemersatu Jiwa, Meneguhkan Harmoni Menuju Mimika Emas” ini dihadiri ribuan jemaah dan peserta, serta dipimpin langsung oleh Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, didampingi jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi terkait. (12/6/26)Ketua Panitia, Ustadz Firdaus Amir, melaporkan bahwa tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seleksi dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat distrik. Sebanyak 268 peserta terdaftar dari lima wilayah, yaitu Kuala Kencana, Mimika Baru, Mimika Timur, Iwaka, dan Wania. “Ini langkah baru agar MTQ semakin merata menjangkau seluruh warga. Kami berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah daerah,” ujarnya.Ketua LPTQ Mimika, Muh Darwis, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menghadirkan Piala Bergilir Bupati dan Wakil Bupati bagi distrik juara umum. Ia juga mengusulkan agar setiap distrik mendapatkan dana khusus untuk menggelar lomba serupa mulai tahun depan. “Kami juga mendatangkan 17 pembina dari berbagai daerah untuk mencetak qari-qariah andalan, agar dua tahun ke depan peserta lokal bisa bersaing di tingkat provinsi,” tegasnya.Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. “Di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama, tema ini sangat tepat. Alquran menjadi pemersatu dan benteng generasi agar tetap berkarakter baik,” ujarnya. Ia juga meminta dewan hakim bersikap adil dan peserta menjadikan lomba ini sebagai ajang peningkatan kualitas diri.Dengan tabuhan beduk dan lantunan ayat suci, MTQ ke-XIII resmi dibuka. Kegiatan yang berlangsung beberapa hari ini diharapkan melahirkan bibit unggul yang mampu mengharumkan nama daerah, sekaligus memperkuat kerukunan dan persatuan menuju Mimika Emas yang lebih maju dan harmonis. Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 03:14 WIT
Karantina Papua Tengah Ikuti Latihan Menembak, Perkuat Sinergi Antar Instansi Papuanewsonline.com, Timika – Badan Karantina Papua Tengah bersama sejumlah instansi pemerintah dan mitra strategis mengikuti kegiatan koordinasi yang digabungkan dengan pelatihan dan penyegaran keterampilan menembak menggunakan senjata api dinas milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Tembak Mako Brimob Batalyon B Pelopor Mimika, bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, kedisiplinan, serta mempererat kerja sama antarlembaga. (12/6/26)Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Pajak Pratama Timika, Kepala Kantor Perbendaharaan Negara, Kepala Imigrasi, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan, Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan, serta perwakilan PT Freeport Indonesia. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh personel profesional dari Mako Brimob Timika sebagai instruktur, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur yang berlaku.Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momen berharga untuk mempererat hubungan kelembagaan. “Kegiatan ini bukan sekadar melatih keterampilan menembak, tetapi juga sarana membangun kebersamaan, komunikasi, dan sinergi antarinstansi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa tantangan tugas di lapangan semakin kompleks, sehingga kerja sama yang kokoh sangat dibutuhkan.Menurutnya, koordinasi yang baik akan mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat secara lebih optimal. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kepercayaan antarlembaga, sehingga setiap tugas yang diemban dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, dan saling mendukung satu sama lain,” tambah Anton.Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas kinerja aparatur.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 03:07 WIT
TPNPB Klaim Akun Whatsapp Dihapus, Sebut Pelanggaran Kebebasan Berekspresi Papuanewsonline.com, Papua - Markas Besar Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka TPNPB-OPM mengeluarkan dokumen seruan bertajuk "Rimba Raya" pada Selasa, 10 Juni 2025. Surat bernomor NO: 80.010/S.PANG/MB TPNPB/X/EX/2025 itu ditandatangani Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM, Jendral Goliath Tabuni.Dalam surat setebal 1 halaman yang salinannya diterima redaksi, TPNPB mengklaim akun WhatsApp bernama "Markas Pusat KOMNAS TPNPB" beserta saluran TPNPB News dinonaktifkan secara sepihak. Penghapusan itu disebut terjadi di seluruh wilayah, termasuk wilayah Selatan dan Mayub Bukit Rara.TPNPB menilai tindakan tersebut sebagai "pelanggaran HAM asasi" dan bentuk pembatasan kebebasan berpendapat. "Kolonial Indonesia Melakukan Pelanggaran HAM Asasi dengan Menghapus Seluruh TPNPB News Secara Sepihak," demikian tertulis dalam surat tersebut.Lebih lanjut, TPNPB menyatakan penghapusan akun itu merugikan publik karena menutup akses informasi terkait situasi di Papua. Pihaknya mengimbau wartawan, aktivis, dan masyarakat internasional untuk berhati-hati terhadap informasi dari sumber yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya.Surat itu juga berisi imbauan kepada seluruh pengurus dan pasukan TPNPB di 6 Komando Daerah Perlawanan agar tetap menjaga semangat perjuangan. Selain itu, TPNPB mengajak masyarakat Papua Barat dan komunitas internasional untuk mewaspadai disinformasi.Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Kementerian Kominfo, Meta selaku pengelola WhatsApp, TNI, maupun Polri terkait kebenaran klaim penghapusan akun tersebut. Upaya konfirmasi ke pihak berwenang masih dilakukan.TPNPB-OPM merupakan kelompok bersenjata yang sejak lama berseberangan dengan pemerintah Indonesia. Pemerintah RI secara resmi menganggap TPNPB sebagai kelompok separatis dan teroris. Penulis: Hend Editor: GF 15 Jun 2026, 03:03 WIT
Bongkar Dana Hibah Haji Rp1 Miliar Mimika Gelap! Pemuda Muslim Desak PPIHD Dipanggil DPRK Papuanewsonline.com, Timika – Penggunaan dana hibah operasional haji Rp1 miliar di Kabupaten Mimika disorot tajam. Pemuda Muslim Mimika mendesak DPRK Mimika segera memanggil Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) untuk menjelaskan alokasi anggaran yang dinilai minim transparansi.Desakan muncul setelah diketahui dari total hibah Rp2 miliar yang dialokasikan Pemkab Mimika, Rp1 miliar sudah dicairkan. Namun laporan penggunaan dana tersebut belum disampaikan terbuka ke publik.“Dana hibah APBD itu uang rakyat. Wajib dikelola transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Ketua Pemuda Muslim Mimika dalam keterangan tertulis, Rabu (12/6/2026).Ia meminta PPIHD segera dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban. “Publik berhak tahu Rp1 miliar itu dipakai untuk apa dan mekanismenya bagaimana,” ujarnya.Menurutnya, muncul pertanyaan di masyarakat terkait tata kelola dana itu. Termasuk dugaan tidak dilibatkannya bendahara dalam pengelolaan anggaran serta minim koordinasi dengan Kementerian Haji.Pemuda Muslim menilai setiap penggunaan dana daerah harus sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Karena itu laporan anggaran perlu dibuka agar tidak muncul spekulasi yang menurunkan kepercayaan publik.Selain minta klarifikasi PPIHD, mereka mendorong DPRK Mimika menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terbuka dengan semua pihak yang terlibat. “Kami minta DPRK jalankan fungsi pengawasan. RDP terbuka biar masyarakat tahu jelas alur dana hibah yang sudah dicairkan,” katanya.Ia menegaskan desakan ini bukan untuk menghambat pelayanan jamaah haji, melainkan bentuk kepedulian agar keuangan daerah bersih dan bertanggung jawab. “Mari bantu Pemkab Mimika jaga daerah ini, jangan dibuat tambah carut marut,” tutupnya.Hingga berita ini dipublikasikan, Ketua PPIHD Kabupaten Mimika belum dapat dikonfirmasi terkait penggunaan dana hibah Rp1 miliar tersebut. Papuanewsonline,com. masih berupaya menghubungi PPIHD dan Pemkab Mimika untuk mendapatkan hak jawab. Penulis: Hendrik Editor: GF 15 Jun 2026, 03:01 WIT
Dinkes Mimika Kejar 2 Juta Tes Malaria Tahun Ini, Perlu Sinergi Semua Pihak Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menetapkan target sebanyak 2 juta kali pemeriksaan kasus malaria sepanjang tahun 2026. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, Dinkes berhasil melampaui target dengan melakukan 1.299.815 kali tes, di mana ditemukan 190.597 kasus dan tingkat kepositifan mencapai 14,07 persen. Hingga Mei 2026, telah tercatat 450.193 kali pemeriksaan dengan 61.735 kasus terdeteksi atau tingkat kepositifan 13,7 persen.Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, menjelaskan upaya percepatan dilakukan melalui peningkatan layanan di 10 puskesmas wilayah perkotaan. (12/6/26) Sebagai contoh, Puskesmas Timika menurunkan 50 tim setiap harinya dengan target 100 tes per tim, sehingga mampu memeriksa sekitar 5.000 orang per hari. Pemeriksaan berlangsung selama 7 hingga maksimal 14 hari dalam sebulan, dengan sasaran minimal 35 ribu tes setiap bulannya.Berbagai tantangan masih dihadapi, antara lain kondisi alam Mimika yang bercurah hujan tinggi dan dataran rendah, sehingga banyak terbentuk genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Faktor perilaku masyarakat juga menjadi kendala, seperti sering beraktivitas malam hari dengan pakaian terbuka, kurang disiplin menghabiskan obat, dan belum membiasakan penggunaan kelambu saat tidur.Kamaludin menegaskan penanganan malaria membutuhkan kerja sama lintas sektor dan kesadaran bersama. “Upaya medis saja belum cukup jika lingkungan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk." Ujarnya. Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 14:06 WIT
Dana Hibah Haji Rp1 Miliar Disorot, Pemuda Muslim Mimika Desak Transparansi Anggaran PPIHD Papuanewsonline.com, Timika – Penggunaan dana hibah operasional penyelenggaraan ibadah haji menjadi sorotan publik. Pemuda Muslim Mimika mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) segera memanggil Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana senilai Rp1 miliar yang telah diterima.Dana tersebut merupakan separuh dari total alokasi APBD sebesar Rp2 miliar yang dianggarkan untuk keperluan penyelenggaraan ibadah tahun ini. (12/6/26) Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin menegaskan bahwa dana yang bersumber dari kas daerah adalah milik rakyat, sehingga pengelolaannya wajib transparan, akuntabel, dan sesuai aturan hukum yang berlaku. Hingga saat ini, rincian penggunaan anggaran tersebut belum disampaikan secara terbuka, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan di masyarakat. “Publik berhak mengetahui untuk apa saja dana itu digunakan dan bagaimana mekanisme pengelolaannya,” tegasnya.Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain dugaan tidak dilibatkannya bendahara dalam pengelolaan keuangan serta minimnya koordinasi dengan Kementerian Haji. Kondisi ini dinilai tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga perlu ada penjelasan yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.Selain meminta klarifikasi dari PPIHD, pihaknya juga mendorong DPRK Mimika menjalankan fungsi pengawasan dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat.Jika diperlukan, rapat tersebut dapat dilaksanakan secara terbuka agar seluruh alur penggunaan dana dapat diketahui secara rinci dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 12 Jun 2026, 14:04 WIT
KKSS Mimika Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih, Seru Tegakkan Perda Pengelolaan Sampah Papuanewsonline.com, Timika – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika melaksanakan aksi kerja bakti dalam rangka program Jumat Bersih di sepanjang Jalan Kartini, Kelurahan Otomona. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri, yang mengacu pada surat himbauan Bupati Mimika serta arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri dan Presiden Republik Indonesia.Ketua KKSS Mimika, H. Iwan Anwar, SH, MH, menyampaikan bahwa sekitar 30 anggota turut berpartisipasi membersihkan ruas jalan mulai dari persimpangan Jalan Budi Utomo hingga Jalan Yos Sudarso. (12/6/26) Ia menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga kota.Selama pelaksanaan, peserta menemukan cukup banyak sampah rumah tangga yang dibuang secara sembarangan di pinggir jalan.Kondisi ini dinilai mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Iwan menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap individu yang tinggal di wilayah tersebut.Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera menegakkan Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah secara tegas dan konsisten. Menurutnya, penerapan aturan yang memberikan efek jera bagi pelanggar menjadi langkah strategis agar kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dapat dihentikan dan tercipta ketertiban yang berkelanjutan.Melalui kegiatan ini, KKSS Mimika berharap dapat menjadi teladan bagi organisasi kemasyarakatan lain dan warga sekitar. Diharapkan semangat kebersamaan ini dapat menular, sehingga seluruh elemen masyarakat bergotong royong mewujudkan Kota Timika yang bersih, asri, sehat, dan layak huni bagi generasi sekarang maupun mendatang.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:58 WIT
Komisi I DPRK Mimika Serap Aspirasi Warga Mimika Timur Jauh Papuanewsonline.com, Timika – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan kunjungan kerja ke Distrik Mimika Timur Jauh pada Kamis (11/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyambangi Kampung Ohotya dan Kampung Amamapare untuk mendengar langsung kebutuhan dan harapan masyarakat terkait pembangunan serta pelayanan publik di wilayah pesisir tersebut.Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alfian Akbar Balyanan, menyampaikan bahwa warga Kampung Ohotya mengemukakan sejumlah kebutuhan mendesak. Di antaranya perbaikan gedung gereja, pembangunan rumah layak huni mengingat kondisi tempat tinggal yang padat, perbaikan saluran drainase untuk mengatasi banjir saat air pasang, serta penguatan struktur dermaga. Selain itu, masyarakat juga meminta dukungan bagi kelompok ekonomi seperti nelayan dan pelaku usaha lokal agar perekonomian kampung semakin berkembang.Sementara itu, warga Kampung Amamapare menyampaikan usulan pembangunan gedung gereja dan kantor kampung guna menunjang pelayanan administrasi. Mereka juga menginginkan tersedianya rumah layak huni dan fasilitas sanitasi yang memadai. Salah satu masalah utama yang disampaikan adalah terhentinya layanan transportasi umum sejak pandemi, yang menghambat akses warga ke kota, terutama bagi anak sekolah dan untuk memasarkan hasil bumi.Alfian menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan dicatat dan ditindaklanjuti sesuai lingkup tugas Komisi I. Jika diperlukan, pihaknya akan berkoordinasi dengan komisi lain serta memanggil Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk membahas langkah nyata. Ia berjanji tidak akan membiarkan usulan masyarakat hanya berhenti sebagai catatan dalam musyawarah perencanaan pembangunan. Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:56 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT