Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Kurang Fokus Berkendara, Pengendara Motor Alami Luka Serius Akibat Kecelakaan Tunggal
Papuanewsonline.com, Timika – Sebuah kecelakaan lalu lintas
tunggal terjadi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan SD Negeri 3 Koperapoka,
Kabupaten Mimika, pada (7/6/26) sekitar pukul 04.15 WIT. Seorang pengendara
motor berinisial FCM mengalami luka cukup parah di bagian kepala hingga
pendarahan, setelah kendaraannya menabrak tiang lampu penerangan jalan yang
berada di pembatas jalan.Kepala Bagian Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Mimika,
Iptu Rudolf K, menjelaskan kronologi kejadian bahwa korban mengendarai sepeda
motor Yamaha Mio M3 bernomor polisi PA 4684 HB dari arah Pertigaan Pin Seluler
menuju Pertigaan Pom Lama. Saat tiba di lokasi kejadian, pengendara diduga kurang
berkonsentrasi, sehingga kehilangan kendali dan menabrak tiang lampu yang
berada di tengah jalan.Akibat benturan yang cukup keras, korban langsung mengalami
luka serius disertai pendarahan di bagian kepala. Mendapatkan laporan dari warga sekitar, petugas Satuan Lalu
Lintas segera bergerak ke lokasi kejadian. Korban kemudian segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD
Mimika guna mendapatkan penanganan medis secepatnya.Di samping menolong korban, petugas juga mengamankan barang
bukti berupa sepeda motor yang dikendarai ke kantor Sat Lantas Polres Mimika
untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai
sekitar Rp1 juta rupiah. Pihak kepolisian menegaskan kecelakaan ini murni
disebabkan kelalaian pengendara sendiri. Penulis: Jid
Editor: GF
08 Jun 2026, 23:44 WIT
Kejari Mimika Intensifkan Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Lahan Rp22,5 Miliar
Papuanewsonline.com, Timika – Kejaksaan Negeri (Kejari)
Mimika kini tengah mengintensifkan proses penyidikan atas dugaan tindak pidana
korupsi dalam proyek pembukaan lahan seluas 150 hektare milik Dinas Tanaman
Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika. Proyek yang
dikerjakan pada tahun anggaran 2024 ini memiliki nilai kontrak mencapai Rp22,5
miliar dan telah resmi masuk tahap penyidikan sejak diterbitkannya Surat
Perintah Penyidikan tertanggal 27 Maret 2026 lalu.Kepala Seksi Intelijen Kejari Mimika, Nobertus Dhendy Restu
Prayogo, menyatakan perkara ini menjadi salah satu prioritas utama penanganan. Ia menjelaskan penetapan status tersangka akan segera
dilakukan secepatnya, namun tetap menunggu seluruh unsur dan alat bukti
dinyatakan cukup serta lengkap. “Segera ditetapkan setelah pembuktian terpenuhi, saat ini
kami terus mendalami setiap rangkaian kegiatan proyek,” ujarnya.Hingga saat ini, tim penyidik Pidana Khusus telah memeriksa
sekitar tujuh orang Aparatur Sipil Negara sebagai saksi, dengan kemungkinan
jumlah tersebut masih bertambah sesuai kebutuhan pengembangan kasus. Penyelidikan juga dibarengi pengecekan langsung ke lokasi
proyek di wilayah SP 5 pada 21 Mei 2026, guna memastikan realisasi pekerjaan.
Hasilnya ditemukan fakta bahwa sebagian lahan sudah ditanami, namun masih ada
area lain yang belum dikerjakan sesuai rencana.Meski berbagai keterangan dan bukti telah dikumpulkan,
Kejari Mimika masih menunggu hasil audit resmi untuk memastikan besaran
kerugian negara yang terjadi. Perhitungan rinci sedang dilakukan oleh tim auditor dari
Inspektorat, BPK, BPKP, serta lembaga berwenang lainnya guna mendukung
kelengkapan berkas perkara. Penulis: Jid
Editor: GF
08 Jun 2026, 23:41 WIT
ASN Harus Bijak Gunakan Media Sosial, Jaga Nama Baik Pemerintah
Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes
Rettob, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan
pemerintah daerah agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan
media sosial. Arahan tegas ini disampaikannya saat memimpin apel pagi di
halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (8/6/2026), menyusul
sejumlah laporan terkait aktivitas aparatur yang dinilai kurang mencerminkan
sikap dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.Johannes menegaskan bahwa sebagai abdi negara, setiap
aparatur wajib memahami tugas, fungsi, dan tanggung jawab utama serta
senantiasa menjaga kehormatan institusi. Ia mengakui kemajuan teknologi membawa banyak manfaat, namun
di sisi lain dapat memicu masalah jika tidak digunakan dengan kedewasaan. Salah satu hal yang dilarang keras adalah mempublikasikan
urusan internal pemerintahan secara sembarangan, karena hal tersebut berisiko
menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan di tengah masyarakat.Lebih lanjut, ia menyoroti kebiasaan sejumlah pegawai yang
mengunggah dokumen, proses administrasi, hingga rincian pembayaran ke media
sosial. Tindakan ini dinilai tidak profesional, apalagi jika
tujuannya terkesan ingin menunjukkan kekuasaan atau pengaruh pribadi.“Jangan jadikan media sosial sarana pamer wewenang. Segala
proses harus berjalan sesuai aturan dan prinsip kerja yang profesional,”
tegasnya.Menurutnya, kemajuan teknologi informasi harus diimbangi
dengan sikap bijak dalam berkomunikasi. Oleh sebab itu, seluruh ASN diminta memanfaatkan media
sosial untuk hal-hal yang bersifat positif, edukatif, serta mendukung kinerja
pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap aparatur mampu menjadi teladan dalam penggunaan
platform digital yang sehat dan bermanfaat. Penulis: Jid
Editor: GF
08 Jun 2026, 23:38 WIT
Percepatan Realisasi APBD 2026, Bupati Mimika Instruksikan OPD Segera Tuntaskan Program
Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes
Rettob, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat
pelaksanaan program dan kegiatan yang telah tertuang dalam Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Arahan tegas ini disampaikannya saat
memimpin apel pagi di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin
(8/6/2026), guna memastikan seluruh rencana pembangunan dapat berjalan sesuai
jadwal.Johannes mencatat bahwa realisasi belanja jasa sudah
menunjukkan perkembangan cukup baik dengan capaian sekitar 50 persen. Meski demikian, ia menegaskan percepatan harus terus
dilakukan agar seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat segera diselesaikan
tepat waktu. Sementara itu, kondisi berbeda terlihat pada belanja modal,
di mana progres pelaksanaannya dinilai masih jauh dari target yang ditetapkan,
disebabkan sebagian besar OPD belum mendelegasikan kewenangan kepada bagian
pengadaan barang dan jasa.Hasil evaluasi menunjukkan keterlambatan ini dipicu oleh
sikap saling menunggu antarinstansi, keterbatasan tenaga pelaksana, serta
administrasi yang belum dimulai. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pimpinan
OPD dan ASN segera mengambil langkah konkret. “Saya berharap dalam laporan minggu ini sudah banyak
pekerjaan yang dilimpahkan ke bagian pengadaan agar proses segera berjalan,”
tegasnya.Selain itu, masih banyak pekerjaan melalui penunjukan
langsung yang tertahan akibat kenaikan harga barang dan jasa mencapai 25 hingga
30 persen. Peninjauan harga memang diperlukan, namun ia mengingatkan
agar proses evaluasi tidak berlarut-larut berbulan-bulan. Tantangan ekonomi nasional dan global seperti kenaikan BBM,
biaya transportasi, serta fluktuasi nilai tukar juga menjadi catatan, namun
tidak boleh dijadikan alasan penundaan. Penulis: Jid
Editor: GF
08 Jun 2026, 23:35 WIT
Bapenda Mimika Luncurkan Layanan Pajak Keliling, Dekatkan Pelayanan Hingga ke Distrik
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah
(Bapenda) Kabupaten Mimika mulai menggelar pelayanan pajak keliling pada Senin,
8 Juni 2026. Langkah ini menjadi strategi utama pemerintah daerah untuk
mendekatkan akses layanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan kewajiban
perpajakan.Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah, menjelaskan layanan ini
akan hadir di titik-titik keramaian seperti Pasar Sentral, Diana Mall, Karang
Senang, hingga SP2, sehingga warga dapat membayar pajak, berkonsultasi, dan
memperbarui data tanpa perlu datang ke kantor. “Ini bentuk layanan ‘jemput bola’, kami yang mendatangi
masyarakat,” ujarnya.Sebelumnya, Bapenda juga telah melaksanakan sosialisasi
perpajakan ke Distrik Agimuga pada 9 Mei lalu, sejalan dengan visi pembangunan
dari kampung ke kota. Materi yang disampaikan berfokus pada pemahaman Pajak Bumi
dan Bangunan serta Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, disertai penjelasan
jenis pajak daerah lainnya.Dwi menegaskan pendekatan ini berbeda dari sebelumnya, di
mana meski potensi pajak di distrik relatif kecil, kehadiran edukasi tetap
diprioritaskan. “Tujuan kami bukan mengejar angka, melainkan menanamkan
pemahaman bahwa pajak menjadi sumber utama pembangunan daerah,” jelasnya.Ke depannya, cakupan sosialisasi akan diperluas hingga ke
wilayah pesisir seperti Kokonao dan Atuka, agar seluruh lapisan masyarakat
memiliki wawasan yang sama mengenai aturan perpajakan. Meskipun di daerah pelosok minim sektor usaha seperti hotel
atau restoran, edukasi dianggap penting sebagai investasi jangka panjang. Dwi berharap pemahaman ini tertanam sejak dini, terutama
bagi generasi muda, sehingga kesadaran untuk berkontribusi melalui pajak tumbuh
secara alami.Saat ini, kontribusi pajak daerah terhadap Pendapatan Asli
Daerah (PAD) tercatat sekitar Rp400 miliar per tahun, dan menjadi sekitar Rp500
miliar jika digabungkan dengan retribusi. Angka ini masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan
total APBD Mimika yang mencapai Rp5 hingga Rp6 triliun, karena sebagian besar
pendapatan masih bersumber dari dana perimbangan dan sektor pertambangan.Berbagai inovasi layanan dan pendekatan langsung ini
diharapkan perlahan meningkatkan peran PAD bagi kemandirian keuangan daerah. Penulis: Jid
Editor: GF
08 Jun 2026, 23:24 WIT
Lemhannas Tutup P3N XXVII, 85 Peserta TNI-Polri hingga Kementerian Jadi Alumni
Papuanewsonline.com, Jakarta - Lemhannas RI menutup Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional atau P3N Angkatan XXVII Tahun 2026. Sebanyak 85 peserta dari unsur TNI, Polri, kementerian, organisasi kemasyarakatan, hingga perguruan tinggi resmi dikukuhkan sebagai alumni. Upacara penutupan digelar di Gedung Pancagatra Lantai 1, Lemhannas RI, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily mengatakan pendidikan P3N berlangsung selama tiga setengah bulan. Para peserta dibekali materi kepemimpinan nasional, wawasan kebangsaan, hingga kajian strategis menghadapi dinamika global.“Hari ini Lemhannas RI menyelenggarakan penutupan Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional atau P3N Angkatan XXVII Tahun 2026. Pendidikan ini dilaksanakan selama tiga bulan setengah dan diikuti 85 peserta,” ujar Ace Hasan.Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily mengatakan Lemhannas ingin mencetak pemimpin nasional yang berkarakter negarawan, berjiwa patriotik, serta mampu berpikir strategis, komprehensif, dan holistik. Menurutnya, pemimpin nasional juga harus mampu beradaptasi dengan situasi geopolitik dan geoekonomi global yang berpengaruh terhadap Indonesia.Para peserta, kata Ace, digembleng dengan nilai-nilai empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Mereka juga mendapatkan penguatan ketahanan nasional, kewaspadaan nasional, serta kajian strategis di tingkat global, regional, dan nasional. “Harapannya, ketika kembali ke instansi masing-masing, para alumni memiliki bekal yang cukup untuk mengambil kebijakan. Mereka juga diharapkan punya cara pandang yang lebih visioner untuk bangsa ini,” katanya.Dalam acara tersebut, Lemhannas memberikan dua penghargaan kepada peserta terbaik. Penghargaan bidang akademik diberikan kepada Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, sedangkan penghargaan penulisan Kertas Kerja Perorangan atau KKP diberikan kepada Laksma TNI Ignatius Bayu.Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily menegaskan integritas menjadi salah satu nilai penting yang ditekankan dalam pendidikan P3N. Para peserta juga mendapatkan penguatan antikorupsi dan komunikasi publik agar mampu menjadi pemimpin nasional yang berintegritas serta dekat dengan masyarakat. PNO-12
07 Jun 2026, 22:14 WIT
Pasca Aksi Memanas di Dusun Katapang dan Olas, Polisi Himbau Warga Agar Menahan Diri
Papuanewsonline.com, SBB – Kepolisian Daerah Maluku bergerak cepat menangani konsentrasi massa antara warga Dusun Katapang dan Dusun Olas, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pasca insiden dugaan pelecehan dan penganiayaan. langkah cepat aparat gabungan Polri dan TNI, situasi yang sempat memanas berhasil dikendalikan sehingga bentrokan yang lebih luas dapat dicegah.Kapolda Maluku Irjen Pol Prof.Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si, menegaskan bahwa seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari dugaan pelecehan terhadap seorang perempuan warga Dusun Katapang, kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam, akan ditangani secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.“Kami memastikan seluruh peristiwa yang terjadi akan ditangani secara profesional, objektif, dan transparan. Setiap pelaku yang terlibat dalam tindak pidana, baik penganiayaan, pelecehan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Pada saat yang sama, kami terus mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog untuk mencegah bentrokan susulan, tegas Kapolda Maluku.Peristiwa bermula pada Minggu (31/5/2026) ketika seorang perempuan warga Dusun Katapang inisial "N" yang berboncengan dengan suaminya, diduga menjadi korban pelecehan oleh orang tak dikenal saat melintas di wilayah Dusun Olas.Sebagai upaya penyelesaian, pada Jumat (5/6/2026) malam, bertempat di Rumah sekertaris Dusun Olas, perwakilan warga Dusun Katapang bersama Kepala Dusun mendatangi Dusun Olas untuk melakukan mediasi terkait insiden dugaan pelecehan warga ketapang, Namun situasi berkembang tidak kondusif sehingga warga ketapang kembali ke dusunnya di kawal pers pospam Laala.Beberapa saat kemudian, di ujung kampung dusun olas melintas menggunakan sepeda motor, dua warga yang berboncengan yakni Y.A dan H.U , namun tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.Insiden tersebut memicu konsentrasi massa dari kedua dusun namun berhasil dibubarkan oleh pers pospam Laala serta bhabinsa dusun ketapang.Pada Sabtu (6/6/2026) : Pukul 09.20 wit warga Dusun Katapang melakukan aksi pemalangan jalan menggunakan batu sebagai bentuk protes dan menuntut aparat segera menangkap pelaku penganiayaan maupun dugaan pelecehan.Pada pukul 09.40 wit bertempat di perbatasan Olas dan Jakarta Baru terjadi penganiayaan terhadap seorang warga berinisial IR.Sekitar pukul 12.10 WIT massa dari Dusun Katapang yang diperkirakan berjumlah sekitar 400 orang bergerak menuju Dusun Olas Massa dilaporkan membawa senjata tajam dan senapan angin. Personel Polres Seram Bagian Barat, Polsek Huamual, dan unsur TNI berupaya menghalau massa guna mencegah terjadinya bentrokan terbuka antara kedua kelompok masyarakat.Dalam upaya pengendalian massa, aparat melakukan tindakan tegas terukur sesuai prosedur untuk mencegah eskalasi meningkat namun karena ketidakpuasan, ada warga ketapang yang melakukan pembakaran terhadap satu unit kendaraan dinas operasional Bag Ops Polres Seram Bagian Barat dan 1 unit sepeda motor operasional bhabinkamtibmas.Sekitar pukul 12.40 WIT, personel bantuan Brimob Kompi II Batalyon B Pelopor di bawah pimpinan IPDA Hasbullah tiba di lokasi dan langsung bergabung dengan personel pengamanan gabungan untuk memperkuat langkah pencegahan terjadinya bentrokan.Berkat langkah cepat aparat gabungan Polri dan TNI, situasi berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.00 WIT. Massa dari kedua dusun secara bertahap membubarkan diri dan kembali ke wilayah masing-masing. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut saat ini terpantau kondusif.Guna mencegah terjadi bentrok susulan. sebanyak 115 personel gabungan diterjunkan oleh Kapolres SBB untuk melaksanakan pengamanan, terdiri dari personel Polres Seram Bagian Barat, Polsek Huamual, Koramil, Pos Pengamanan Laala, dan Brimob.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa tim penyidik saat ini terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam, dugaan pelecehan yang menjadi pemicu awal bentrokan.“Tim penyidik sedang melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, menahan diri serta mempercayakan proses penegakan hukum kepada aparat kepolisian,” ujar Kombes Pol Rositah Umasugi.Menurutnya, selain fokus pada aspek penegakan hukum, Polda Maluku juga terus membangun komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat guna menjaga situasi tetap aman serta mendorong upaya rekonsiliasi sosial.“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi sert menjaga persaudaraan, dan bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Penyelesaian setiap persoalan harus dilakukan melalui mekanisme hukum dan musyawarah, bukan dengan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” tambahnya.Polda Maluku memastikan situasi di Dusun Katapang dan Dusun Olas saat ini dalam kondisi terkendali. Aparat keamanan tetap bersiaga guna menjamin keamanan masyarakat serta memastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan. PNO-12
07 Jun 2026, 21:57 WIT
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Lampung Gelar Bakti Kesehatan
Papuanewsonline.com, Bandar Lampung - Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menggelar aksi nyata kepedulian sosial melalui kegiatan Bhakti Kesehatan berskala besar. Program ini ditargetkan menyentuh sebanyak 7.600 peserta yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Lampung.Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian Polri sekaligus upaya memperkuat kemitraan yang solid dengan masyarakat, khususnya di Bumi Ruwa Jurai."Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus untuk memperkuat kemitraan yang solid antara Polri dan masyarakat, khususnya di wilayah Lampung. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).Layanan Spesialistik hingga Operasi GratisPusat kegiatan bakti kesehatan ini salah satunya dipusatkan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tk. III Biddokkes Polda Lampung dengan melayani 600 peserta. Berbagai penanganan medis gratis diberikan meliputi operasi mata katarak dan pterigium untuk 250 pasien, pengobatan spesialistik untuk 300 pasien, pelayanan penanganan stunting bagi 25 anak, senam lansia (geriatri) yang diikuti oleh 25 peserta.Tidak hanya di pusat kota, gerakan ini juga menyasar masyarakat di berbagai daerah melalui Polresta dan Polres jajaran. Di tingkat wilayah, Polri menyediakan pelayanan cek kesehatan gratis bagi 3.850 orang, aksi donor darah yang diikuti oleh 3.000 peserta, serta khitanan massal untuk 150 anak.Ada yang berbeda pada peringatan Hari Bhayangkara kali ini. Polda Lampung memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas fasilitas medisnya dengan meluncurkan dua layanan kesehatan baru berteknologi modern di RS Bhayangkara.Layanan inovatif tersebut adalah Klinik Stem Cell, serta fasilitas operasi batu ginjal dengan metode Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS)."Kami meluncurkan dua layanan kesehatan baru dengan teknologi modern, yaitu pelayanan Klinik Stem Cell, serta operasi batu ginjal dengan metode RIRS, sebagai bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat," tutur Kapolda.Kesuksesan program masif ini didukung penuh oleh sinergi lintas sektor. Tercatat, sebanyak 459 tenaga kesehatan dan personel Polri dikerahkan.Tim medis tersebut merupakan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari tim Himpunan Bersatu Teguh, Perdami Lampung, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten, Biddokkes Polda Lampung, RS Bhayangkara Tk. III, Satuan Kerja Polda Lampung, hingga Sidokkes Polres dan Polresta jajaran.Helfi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap momentum ini dapat membuat hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sembari bersama-sama menjaga kondusivitas keamanan di Lampung."Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan, menjaga kesehatan diri dan keluarga, serta terus bersama-sama mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Provinsi Lampung," tandas jenderal polisi bintang dua tersebut. PNO-12
07 Jun 2026, 21:50 WIT
Bekali Taruna Akmil, Menko Polkam: Sby Baca Buku Di Medan Tempur, Prabowo Punya Perpustakaan
Papuanewsonline.com, Magelang – Literasi jadi sorotan utama
saat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.)
Djamari Chaniago memberi pembekalan di Akademi Militer Magelang, Jumat, (5/6/2026_.
Di hadapan calon perwira TNI, Menko Polkam menyebut kegemaran membaca sebagai
kunci kualitas pemimpin militer.Djamari mencontohkan dua Presiden RI alumni Akmil: Susilo
Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto. "Tiga Presiden kita dari tentara.
Dua lahir dari Akmil ini. Kesamaannya: mereka pembaca buku," kata Djamari.Ia lalu mengungkap cerita SBY saat operasi. Meski situasi
tempur, SBY muda tetap menyelipkan buku di ransel. "Istrinya bahkan kirim
buku dari belakang ke daerah operasi," ujar Menko Polkam mengenang.Soal Presiden Prabowo, Djamari menyebut koleksi buku di
kediaman Presiden sangat besar. "Perpustakaannya satu setengah lantai. 80
persen isinya buku perang dari seluruh dunia, 15 persen ekonomi, sisanya ilmu
lain," ungkapnya.Bagi Djamari, pangkat adalah cermin kualitas. "Kapten
harus lebih berkualitas dari letnan. Terus belajar, jadi teladan,"
tegasnya ke taruna-taruni.TNI-Polri Tulang Punggung Negara Menko Polkam mengingatkan taruna soal soliditas. "Masuk
Akmil kalian beda-beda. Keluar dari sini kalian satu. TNI kuat karena
kompak," pesannya.Sinergi TNI-Polri juga ditekankan. "Negara ini tegak
karena ditopang TNI dan Polri. Kalau tulang punggung ini rapuh, negara
sulit," kata Djamari.Pesan Tak Biasa: Perwira Harus Bisa Menyanyi Ada kelakar yang disampaikan Menko Polkam: perwira harus
gagah di tempur, bijak saat latihan, tekun belajar, dan pandai menyanyi. "Kenapa menyanyi? Supaya dekat dengan prajurit dan
rakyat. Pendekatan ke masyarakat itu menentukan peran kita," jelas
Djamari.Ia menutup dengan pesan emosional soal ikatan komandan dan
anak buah. "Saat kamu gugur di operasi, yang angkat jenazahmu dan balut
lukamu pertama kali adalah anggotamu. Jaga kedekatan dengan mereka,"
ucapnya.Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar mengapresiasi
kunjungan itu. "Di tengah kesibukan, Bapak Menko Polkam sempat ke Akmil.
Ini bekal wawasan luar biasa bagi taruna dan civitas akademika," kata
Rano.Turut mendampingi Menko Polkam antara lain Seskemenko Polkam
Letjen TNI Mochammad Hasan, Deputi I, III, V, serta staf ahli dan staf khusus.
Dari Akmil hadir Wagub Akmil, Dirbindik, Dirbinlem, Danmentar, para Kadep,
Wadanmentar, dan Danyon Taruna. Penulis: Hend
Editor: GF
07 Jun 2026, 21:51 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru