Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
Papuanewsonline.com, Pekanbaru - Sebanyak 310 warga dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau mengikuti bakti sosial operasi katarak gratis yang diselenggarakan Polda Riau bekerja sama dengan Rumah Sakit Awal Bros, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Riau-Kepri, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation.Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Sakit Awal Bros Panam, Pekanbaru, tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi kemanusiaan lintas sektor dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mengembalikan harapan bagi para penderita katarak yang selama ini mengalami keterbatasan penglihatan.Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.Menurutnya, hidup yang bermakna adalah hidup yang mampu memberikan manfaat bagi sesama manusia.“Hari ini kita menguatkan satu nilai yang sangat penting, yaitu human solidarity. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat kepada sesama manusia. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya soal operasi medis, tetapi bagaimana menghadirkan kembali harapan bagi saudara-saudara kita,” kata Irjen Herry dalam sambutannya, Jumat (5/6/2026).Dalam sambutannya, Kapolda turut membagikan pengalaman pribadinya saat mendampingi sang ayah yang mengalami gangguan penglihatan ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci.Pengalaman tersebut, menurut Herry, membuat dirinya memahami betapa berharganya kemampuan melihat dan betapa besar arti sebuah penglihatan bagi kualitas hidup seseorang.“Saya merasakan sendiri bagaimana seseorang harus menjalani aktivitas dengan keterbatasan karena tidak dapat melihat dengan baik. Karena itu, ketika hari ini ada 310 masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas, maka sesungguhnya kita sedang menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi mereka dan keluarganya,” ujarnya.Herry menegaskan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat.“Ketika seseorang kembali bisa melihat, ia bisa melihat anak dan cucunya, bisa berjalan lebih mandiri, bisa beraktivitas kembali, dan bisa menikmati kehidupan dengan lebih baik. Inilah makna sesungguhnya dari pengabdian kepada sesama,” ungkapnya.Ketua Pembina Sekar Ayu Jiwanta Foundation, Emi Wiranto, mengatakan kegiatan operasi katarak gratis tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata.Menurut Emi, penglihatan merupakan salah satu anugerah paling berharga dalam kehidupan. Karena itu, membantu masyarakat mendapatkan kembali kemampuan melihat merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan yang memiliki dampak besar bagi kualitas hidup seseorang.“Kami percaya bahwa kebaikan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kolaborasi bersama Polda Riau, Rumah Sakit Awal Bros, dan Perdami, kami ingin membantu masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan penglihatan agar dapat kembali melihat dan menjalani hidup dengan lebih baik,” kata Emi.Ia mengatakan tingginya jumlah peserta yang mengikuti program tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan mata.Karena itu, Sekar Ayu Jiwanta Foundation berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna menghadirkan program-program sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.“Bagi kami, keberhasilan kegiatan ini bukan sekadar jumlah operasi yang dilakukan. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika para peserta dapat kembali melihat wajah keluarga mereka, kembali beraktivitas, dan kembali memiliki harapan untuk menjalani hidup yang lebih baik,” ujarnya.Emi juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Riau yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan kemanusiaan tersebut, serta kepada Rumah Sakit Awal Bros dan para dokter spesialis mata yang telah berkontribusi menyukseskan operasi katarak gratis bagi ratusan masyarakat Riau.Sementara itu, CEO Rumah Sakit Awal Bros Arfan Awaloeddin mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat yang membutuhkan.Menurut Arfan, masih banyak masyarakat yang hidup dengan gangguan penglihatan akibat katarak bukan karena penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan, melainkan karena keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.“Katarak bukan penyakit tanpa solusi. Yang sering menjadi tantangan adalah bagaimana masyarakat dapat menjangkau layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Karena itu, hari ini kami bersama Polda Riau, Perdami, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation berupaya menghadirkan pelayanan tersebut secara langsung kepada masyarakat,” katanya.Arfan juga mengapresiasi gagasan Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau. Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan manfaat yang nyata bagi kehidupan manusia.“Awalnya saya mengira Green Policing hanya berbicara soal penghijauan. Namun semakin saya memahami, ternyata filosofi yang dibangun jauh lebih besar, yaitu bagaimana menjaga kehidupan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semangat itulah yang kami rasakan dalam kegiatan ini,” ujarnya.Seluruh peserta operasi mendapatkan pelayanan menggunakan teknologi phacoemulsification modern yang menjadi standar layanan operasi katarak di Rumah Sakit Awal Bros.Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, jajaran Perdami Riau-Kepri, pimpinan Rumah Sakit Awal Bros Group, para dokter spesialis mata, pejabat utama Polda Riau, relawan sosial, serta ratusan peserta operasi katarak gratis. *Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*Silakan laporkan jika ada aduan mengenai aktivitas terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat tinggal Anda melalui WA ke no 08136306547.Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke Call Center 110. PNO-12
07 Jun 2026, 21:42 WIT
Kunker ke Ambon, Kapolda Maluku Sambut Kedatangan Wakasal
Papuanewsonline.com, Ambon – Kunjungan kerja Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin, S.H., M.H., M.Han ke Provinsi Maluku menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarlembaga untuk mendukung pembangunan sektor maritim, menjaga keamanan laut, dan memperkokoh posisi Indonesia Timur sebagai kawasan strategis nasional.Kedatangan Wakasal di Bandara Pattimura Ambon, Kamis (4/6/2026), disambut Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku dan sejumlah pejabat lintas instansi.Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka menghadiri sejumlah agenda strategis di Maluku, termasuk pelantikan Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Provinsi Maluku, sekaligus memperkuat koordinasi berbagai program yang berkaitan dengan pembangunan kemaritiman dan pembinaan potensi daerah berbasis kelautan.Turut hadir dalam penyambutan tersebut Wakil Gubernur Maluku, Duta Besar Republik Seychelles untuk ASEAN dan Indonesia, Kabinda Maluku, Dankodaeral IX, Danrem 151/Binaiya, unsur Kejaksaan Tinggi Maluku, TNI Angkatan Laut, Bakamla, pengurus PODSI Provinsi Maluku, serta sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.Kapolda Maluku menegaskan bahwa Maluku memiliki posisi strategis dalam peta pembangunan nasional sebagai provinsi kepulauan yang didominasi wilayah perairan dan menjadi bagian penting dari jalur kemaritiman Indonesia.Menurutnya, penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan kawasan maritim sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Indonesia Timur.“Maluku memiliki potensi kelautan dan kemaritiman yang sangat besar. Karena itu sinergi seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, dan stakeholder terkait harus terus diperkuat agar potensi tersebut dapat dikelola secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional,” kata Kapolda.Ia menjelaskan bahwa keamanan dan pembangunan maritim merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Potensi sumber daya kelautan yang besar memerlukan dukungan stabilitas keamanan yang kuat agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.Karena itu, Polda Maluku berkomitmen mendukung berbagai program strategis yang berkaitan dengan penguatan sektor kemaritiman, pembangunan wilayah kepulauan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.“Kami menyambut baik kunjungan kerja Wakasal di Provinsi Maluku. Kehadiran beliau menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi dan kolaborasi dalam menjaga keamanan wilayah serta mendukung kemajuan Maluku sebagai salah satu daerah maritim terpenting di Indonesia,” ujarnya.Selain agenda kemaritiman, kunjungan Wakasal juga berkaitan dengan pelantikan Pengurus PODSI Provinsi Maluku yang dinilai memiliki nilai strategis dalam pembinaan olahraga sekaligus penguatan karakter generasi muda di daerah kepulauan.Kapolda menilai olahraga dayung memiliki keterkaitan erat dengan identitas masyarakat Maluku sebagai masyarakat bahari yang hidup dan berkembang di lingkungan kepulauan.“Olahraga dayung tidak hanya menjadi sarana prestasi, tetapi juga dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda, memperkuat semangat sportivitas, disiplin, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya maritim yang menjadi identitas masyarakat Maluku,” jelasnya.Menurut Kapolda, pembinaan olahraga berbasis kemaritiman juga dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang sehat, tangguh, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap potensi kelautan daerahnya.Kehadiran Wakasal di Maluku sekaligus mencerminkan kuatnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan kawasan Indonesia Timur yang memiliki peran penting dalam mendukung visi Indonesia sebagai negara maritim yang maju, berdaulat, dan berdaya saing.Soliditas yang ditunjukkan oleh Forkopimda, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam penyambutan tersebut menjadi gambaran kuatnya komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan, mempercepat pembangunan, dan mengoptimalkan potensi kemaritiman Maluku sebagai salah satu gerbang strategis Indonesia di kawasan timur.Melalui sinergi yang semakin kuat antara institusi pertahanan, keamanan, dan pemerintah daerah, Maluku diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pusat pertumbuhan maritim, mendukung ketahanan nasional, serta menjadi salah satu motor penggerak pembangunan Indonesia Timur di masa mendatang. PNO-12
07 Jun 2026, 21:32 WIT
Raker II BPM dan Komunitas Institut Jambatan Bulan: Sinergi Program Asah Potensi Mahasiswa
Papuanewsonline.com, Timika– Badan Perwakilan Mahasiswa
(BPM) Institut Jambatan Bulan menggelar Rapat Kerja II bersama seluruh
komunitas kampus, Minggu (7/6/2026) bertempat di Auditorium IJB. Kegiatan ini
dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Rahmat Arapi, S.E.,
MS.i, jajaran pengurus BPM, para ketua komunitas, serta seluruh peserta rapat
kerja.Acara ini menjadi wadah strategis menyusun rencana kerja dan
menyatukan langkah satu periode ke depan.Dalam sambutannya, Rahmat Arapi menegaskan pengembangan
mahasiswa tidak hanya cukup pada kemampuan akademik, namun keterampilan
non-akademik juga wajib diasah secara maksimal. Ia menekankan rapat kerja ini penting untuk menyelaraskan
seluruh agenda, mengingat banyaknya komunitas dengan fokus beragam. Penyusunan jadwal dan penyesuaian program menjadi kunci agar
tidak terjadi tumpang tindih kegiatan dan setiap komunitas dapat berjalan
optimal sesuai rencana satu periode.Ketua BPM, Daud Madmuar, membuka acara dengan mengajak
memanjatkan puji syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Raker
II menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi rencana program,
mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan strategi peningkatan kinerja. Lebih dari sekadar pembahasan teknis, forum ini bertujuan
mempererat komunikasi, sinergi, dan kolaborasi erat antara BPM dengan seluruh
elemen komunitas di lingkungan kampus.Daud mengingatkan tanggung jawab besar seluruh mahasiswa
menciptakan suasana kampus yang aktif, inovatif, dan bermanfaat luas. Ia mengajak setiap peserta berperan aktif menyampaikan
gagasan, masukan, serta solusi membangun dengan mengutamakan kepentingan
organisasi dan mahasiswa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kuat, seluruh
rencana kegiatan diyakini dapat terlaksana sukses dan memberi dampak positif
nyata. Penulis: Andy Ilham
Editor: GF
07 Jun 2026, 21:33 WIT
Siapkan Operasi Patuh Salawaku 2026, Kombes Ronald Tekankan Profesionalisme dan Kepercayaan Publik
Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku mulai mematangkan kesiapan pelaksanaan Operasi Patuh Salawaku 2026 dengan menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang diikuti personel lintas satuan tugas di ruang rapat utama Basudara Manise, Markas Polda Malu ku, Rabu (3/6/2026).Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kesiapan personel, serta memastikan pelaksanaan operasi berjalan profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.Latpraops dibuka oleh Kepala Biro Operasi Polda Maluku, Kombes Pol Ronald R. Rumondor, didampingi Direktur Lalu Lintas Polda Maluku. Kegiatan diikuti personel Direktorat Lalu Lintas, Bidang Propam, Direktorat Intelkam, serta satuan-satuan kerja lain yang merupakan unsur satuan tugas yang akan terlibat dalam pelaksanaan Operasi Patuh Salawaku 2026.Dalam arahannya, Kombes Pol Ronald Rumondor menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari aspek penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan personel membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan yang profesional dan humanis di lapangan."Operasi Patuh Salawaku 2026 harus dilaksanakan secara profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Jangan sampai ada tindakan kontraproduktif yang justru merusak tujuan operasi maupun menurunkan kepercayaan publik terhadap Polri," tegas Ronald.Menurutnya, setiap personel yang terlibat harus mampu menjaga sikap, etika, dan integritas selama bertugas, terutama menjelang peringatan Hari Bhayangkara yang menjadi momentum penting bagi institusi Polri untuk menunjukkan komitmen pelayanan terbaik kepada masyarakat."Momentum menjelang Hari Bhayangkara harus menjadi kesempatan bagi seluruh personel untuk menunjukkan dedikasi terbaik dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kepercayaan publik harus dijaga melalui tindakan nyata di lapangan," ujarnya.Selain menekankan profesionalisme personel, Karoops juga meminta satuan tugas deteksi dan intelijen untuk meningkatkan sensitivitas terhadap perkembangan situasi dan potensi kerawanan di lapangan. Analisis serta perkiraan keadaan yang akurat dinilai penting guna mendukung efektivitas pelaksanaan operasi.Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antar-satuan tugas agar seluruh tahapan operasi dapat berjalan secara terpadu dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan Latpraops menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh personel memahami sasaran operasi, pola bertindak, serta standar operasional yang harus diterapkan selama pelaksanaan Operasi Patuh Salawaku 2026."Latihan Pra Operasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh personel memahami sasaran, pola bertindak, dan standar operasional yang harus dijalankan selama Operasi Patuh Salawaku 2026," kata Rositah.Ia menegaskan bahwa Polda Maluku berkomitmen mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis dalam pelaksanaan operasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas."Polda Maluku berkomitmen mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas serta mendukung terwujudnya budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan," ungkapnya.Menurut Rositah, keberhasilan Operasi Patuh tidak semata-mata diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas dan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap pelayanan Polri."Keberhasilan Operasi Patuh tidak hanya diukur dari jumlah penindakan, tetapi juga dari meningkatnya disiplin masyarakat dan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap pelayanan Polri," tambahnya.Melalui Latpraops ini, Polda Maluku berharap seluruh personel yang terlibat memiliki kesiapan teknis, taktis, dan mental yang optimal sehingga Operasi Patuh Salawaku 2026 dapat berjalan efektif dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. PNO-12
07 Jun 2026, 21:20 WIT
TPNPB Klaim Serangan Drone Militer Indonesia Hancurkan Permukiman Warga di Nduga
Papuanewsonline.com, Nduga - Tentara Pembebasan Nasional
Papua Barat (TPNPB) mengklaim aparat militer Indonesia kembali melakukan
serangan udara menggunakan pesawat nirawak di wilayah Nduga yang mengakibatkan
kerusakan pada permukiman warga sipil, kebun, dan sejumlah fasilitas masyarakat.
Klaim tersebut disampaikan dalam Siaran Pers II Manajemen Markas Pusat KOMNAS
TPNPB yang diterima pada Sabtu, 6 Juni 2026.Menurut laporan yang disebut berasal dari Komandan TPNPB
Kodap III Ndugama-Derakma Batalyon Yuguru, Mayor Yibet Gwijangge, bersama
Komandan Operasi Batalyon Yuguru Soa-Soa Karunggu, serangan udara tersebut
terjadi secara berturut-turut sejak 31 Mei hingga 4 Juni 2026 di wilayah
Yuguru, Kabupaten Nduga.Dalam laporan itu disebutkan bahwa bom yang dijatuhkan dari
pesawat nirawak menghantam sejumlah area yang diklaim sebagai pemukiman warga
sipil. TPNPB menyatakan dampak ledakan menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah
penduduk serta lahan perkebunan masyarakat di sekitar lokasi.TPNPB juga mengklaim bahwa serangan udara serupa telah
berlangsung sejak 15 Maret 2026 di kawasan Gunung Kemandobo. Menurut laporan
tersebut, sejumlah perkebunan warga mengalami kerusakan akibat ledakan,
meskipun tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa itu.Selain itu, TPNPB menyebut kontak senjata antara pasukannya
dan aparat militer Indonesia kembali terjadi pada 28 April 2026 di wilayah
Gunung Lobe Alma. Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa Komandan Operasi
Batalyon Mugi, Mayor Ket Gwijangge, gugur dalam insiden tersebut. TPNPB juga
mengklaim dua aparat militer Indonesia tewas dalam kontak senjata yang sama.Menurut laporan yang diterima Manajemen Markas Pusat KOMNAS
TPNPB, operasi militer disebut terus berlangsung hingga akhir April dan Mei
2026 dengan kombinasi serangan darat serta penggunaan pesawat nirawak. TPNPB
mengklaim pada 18 Mei 2026 terjadi serangan udara yang menghancurkan markas
mereka di Yuguru dan menyebabkan seorang anggota bernama Enggenpi Gwijangge
gugur.Dalam pernyataan yang disampaikan melalui siaran pers
tersebut, Mayor Yibet Gwijangge dan Mayor Soa-Soa Karunggu meminta pemerintah
Indonesia menghentikan penggunaan pesawat nirawak dalam operasi militer di
wilayah konflik."Mayor Yibet Gwijangge dan Komandan Operasi Batalyon
Yuguru Mayor Soa-Soa Karunggu menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto,
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subyanto dan
seluruh jajaran aparat militer kolonialisme Indonesia agar hentikan penggunaan
pesawat nirawak dalam konflik bersenjata di Nduga selama melakukan pertempuran
melawan pasukan TPNPB karena serangan-serangan tersebut bukan saja
mengakibatkan korban jiwa terhadap pasukan TPNPB tetapi, banyak warga sipil,
bangunan dan pemukiman warga sipil yang menjadi korban serta penggunaan senjata
berat dalam konflik bersenjata di Tanah Papua yang digunakan oleh aparat
militer Indonesia tidak seimbang dan telah melanggar hukum humaniter
Internasional dalam konflik di Papua karena penggunaan kekuatan bersenjata
tidak seimbang dan serangan bom banyak menyasar ke pemukiman warga sipil."TPNPB juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan
perjuangan bersenjata yang selama ini mereka jalankan. Dalam pernyataan
tersebut, mereka kembali menyampaikan pandangan politiknya terkait status Papua
dan konflik yang berlangsung selama puluhan tahun."Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto
bahwa, TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma tidak akan pernah mundur dalam medan
perang melawan pendudukan ilegal Indonesia di atas Tanah Papua dan anda harus
tahu bahwa kami berjuang di atas tanah leluhur kami sendiri bukan di tanah
Jawa, Surabaya, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTT, NTB, Bali, Manando dan
wilayah-wilayah lain diluar Tanah Papua. Sehingga perang yang telah terjadi di
Tanah Papua akan terus terjadi hingga negara kolonialisme Indonesia mengakui
kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961."Selain isu konflik bersenjata, TPNPB juga menyinggung film
dokumenter Pesta Babi yang belakangan menjadi perbincangan publik. Mereka
menyatakan mendukung isi film tersebut dan meminta agar pemerintah tidak
melakukan kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam produksi
maupun aktivitas advokasi terkait isu Papua.Dalam siaran pers yang sama, TPNPB juga menyerukan
keterlibatan komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB), untuk mendorong penyelesaian konflik Papua melalui jalur politik dan
kemanusiaan.Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan resmi
dari TNI maupun pemerintah terkait klaim serangan udara, dugaan pelanggaran
hukum humaniter internasional, serta berbagai pernyataan yang disampaikan TPNPB
dalam siaran pers tersebut. (GF)
07 Jun 2026, 12:23 WIT
Ketua Pemuda Kei Mimika Desak Polres Bentuk Tim Khusus Anti Begal Uang Rakyat
Papuanewsonline.com, Mimika – Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika,
Edoardus Rahawadan, mendesak Polres Mimika untuk segera membentuk Tim Khusus
Anti Begal Uang Rakyat guna menangani sejumlah persoalan yang dinilai merugikan
masyarakat dan daerah.Desakan tersebut disampaikan Edoardus dalam rilis pers yang
diterima media pada Jumat (6/6/2026). Menurutnya, terdapat tiga persoalan utama
yang harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, yakni maraknya
praktik judi togel, dugaan keberadaan jaringan yang disebut "King",
serta mangkraknya proyek Jembatan Waa Banti senilai Rp11,88 miliar.Edoardus menilai praktik perjudian togel di Mimika telah
berkembang secara masif dan berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi
masyarakat kecil. Ia menyebut perputaran uang dari aktivitas ilegal tersebut
mencapai miliaran rupiah setiap bulan.“Togel ini pembegalan ekonomi rakyat secara sistematis.
Bandar besarnya harus disikat, bukan cuma pengecer,” tegas Edoardus.Selain persoalan togel, Pemuda Kei Mimika juga menyoroti
sosok yang disebut sebagai "King" yang diduga berada di balik
sejumlah proyek dan aktivitas ilegal di wilayah Mimika. Menurut Edoardus, pihak
yang dimaksud harus diungkap apabila memang terbukti terlibat dalam pelanggaran
hukum.“Jangan ada yang kebal hukum. Kalau memang ada ‘King’ yang
main, harus dibuka ke publik dan diproses,” ujarnya.Sorotan berikutnya diarahkan kepada proyek pembangunan
Jembatan Waa Banti yang menghubungkan Kampung Banti 1 dan Banti 2 menuju
Aruanop serta Opitawak. Proyek yang bersumber dari APBD Tahun 2023 dengan nilai
Rp11,88 miliar tersebut disebut hanya dikerjakan kurang dari 10 persen sebelum
akhirnya terbengkalai.Menurut Edoardus, kondisi tersebut berdampak langsung
terhadap kehidupan masyarakat karena akses transportasi, pelayanan kesehatan,
dan pendidikan menjadi terganggu, terutama saat musim hujan.“Ini bukan gagal, tapi dibegal. Uang negara Rp11,8 M keluar,
hasilnya besi karatan. Warga tetap sengsara. Ini korupsi terang-terangan,” kata
Edoardus.Dalam rilis tersebut, Edoardus meminta agar Tim Khusus Anti
Begal Uang Rakyat nantinya diisi oleh personel terbaik dari satuan Reserse
Kriminal dan Tindak Pidana Korupsi. Ia berharap tim tersebut memiliki mandat
khusus untuk mengusut seluruh jaringan perjudian togel, membongkar pihak-pihak
yang disebut sebagai aktor utama, serta menuntaskan penyelidikan proyek
Jembatan Waa Banti.Selain itu, ia juga mendesak aparat untuk memeriksa seluruh
pihak yang terlibat dalam proyek tersebut, mulai dari dinas terkait, pengawas
pekerjaan hingga kontraktor pelaksana, serta mengembalikan kerugian negara
apabila ditemukan pelanggaran hukum.“Jangan cuma tangkap. Uangnya harus balik. Jembatannya harus
jadi. Kalau Polres serius, bentuk tim khusus sekarang. Kami siap kasih data,”
tegas Edoardus.Menurutnya, aspirasi tersebut juga mendapat dukungan dari
sejumlah tokoh adat dan pemuda di wilayah Tembagapura yang menginginkan adanya
kepastian hukum terhadap berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian
masyarakat. Hingga kini, bola panas desakan tersebut berada di tangan Polres
Mimika untuk menentukan langkah tindak lanjut yang akan diambil.Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari
Polres Mimika terkait usulan pembentukan Tim Khusus Anti Begal Uang Rakyat
maupun sejumlah tudingan yang disampaikan dalam rilis pers tersebut.
Penulis: HendrikEditor: GF
07 Jun 2026, 12:16 WIT
Skandal Hibah Kpu Mimika: Rp4 Miliar Nyasar Ke Rekening Pribadi, Spk Diduga Rekayasa
Papuanewsonline.com, Mimika - Dugaan penyimpangan dana hibah
kembali mencoreng KPU Kabupaten Mimika. Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI 2024
membongkar alur uang negara yang janggal. Rp4 miliar pengadaan poster pemilu
justru masuk ke rekening pribadi, bukan ke perusahaan pemenang kontrak.Uang Negara, Rekening Pribadi Kontrak resmi diteken dengan CV MP, direktur berinisial AL,
lengkap dengan rekening perusahaan. Tapi Bendahara KPU mentransfer Rp1 miliar
pada 13 Februari 2024 dan Rp3 miliar pada 16 Februari 2024 ke rekening pribadi
atas nama JA. Total Rp4 miliar melenggang tanpa hambatan.Alasan Bendahara ke BPK: JA “terafiliasi” dengan CV MP,
dikonfirmasi lewat Zoom. Dalih yang justru menelanjangi pelanggaran fatal.
Aturan keuangan negara tegas: bayar ke penyedia sesuai kontrak. Bukan ke orang
lain yang tidak ada di dokumen.Saat Rp4 miliar cair, PPN tidak dipungut, PPh tidak
dipotong. Pajak Rp396.396.396 baru disetor 10 Juli 2025, melewati tahun
anggaran 2024. Transaksi jalan dulu, aturan belakangan. Pola klasik “dirapikan”
setelah jadi temuan BPK.Pengakuan Mengejutkan: SPK Dibuat untuk Tutup
Transfer Sekretaris KPU Mimika selaku PPK mengakui ke BPK: pengadaan
tidak dijalankan sesuai SPK. Lebih parah, SPK justru dibuat untuk menutup
pengeluaran yang sudah telanjur ditransfer ke JA. Alurnya terbalik total: uang keluar dulu, kontrak menyusul.
BPK tegas: ini bukan kelalaian administratif. Ini indikasi rekayasa dokumen
keuangan.Sampai audit selesai, PPK dan Bendahara bungkam soal
penggunaan uang. Tidak ada BKU, tidak ada bukti, tidak ada pengembalian.
Hasilnya: Rp3.603.603.000 dana pengadaan poster tidak bisa diyakini
keterjadiannya. Uang rakyat Rp3,6 miliar menguap tanpa jejak.Seminar Kit Rp111 Juta: Dibayar Lunas, Barang Nihil Skenario serupa terulang. Debat pertama dan kedua
dianggarkan seminar kit Rp111.819.000 lewat CV SJM. SPK 20 September 2024,
dibayar 100%. Hasil konfirmasi BPK: CV SJM mengaku tidak pernah kerja,
tidak pernah dibayar, pajak tidak ada. Penanggung jawab debat juga mengakui:
tidak pernah ada pembagian souvenir ke peserta. Anggaran lunas, barang tidak pernah adaPola Busuk Berulang: Rp3,7 Miliar Bermasalah 1. Bayar 100% di muka
2. Transfer ke pihak yang salah 3. Pajak telat atau nihil
4. Penyedia membantah
5. Barang/jasa fiktif
6. Dokumen tidak transparan
Total dana hibah APBD yang tidak bisa dipertanggungjawabkan:
Rp3,6 miliar poster + Rp111,8 juta seminar kit = Rp3,7 miliar lebih.Penanganan Kasus Mandek, Tanpa Kejelasan Resmi LHP BPK RI sudah terbit. Tapi sampai hari ini, belum ada
satu pun pernyataan resmi dari Kejaksaan Negeri Mimika, Polres Mimika, atau KPU
Kabupaten Mimika soal status penanganan kasus ini. Publik tidak tahu: sudah masuk tahap penyelidikan?
Penyidikan? Atau masih di meja klarifikasi BPK? KPU Mimika juga bungkam soal
langkah pengembalian kerugian negara Rp3,7 miliar tersebut.Pertaruhannya Kredibilitas Pemilu Dana hibah seharusnya untuk pemilu yang transparan. Yang
terjadi: uang miliaran keluar tanpa dokumen, ditutup dengan SPK belakangan,
kegiatan dibayar tanpa bukti.Ketika uang rakyat bisa hilang tanpa jejak, dokumen bisa
disulap, dan APH belum bersuara, yang hancur bukan cuma kas daerah.
Kredibilitas penyelenggara pemilu ikut ambruk.BPK sudah bicara. Bola kini di APH. Tapi diamnya aparat
justru memunculkan tanda tanya baru: akankah Rp3,7 miliar ini berhenti sebagai
catatan audit, atau berlanjut ke meja hijau?Publik Mimika menunggu. Diam bukan lagi pilihan. Penulis: Hend
Editor: GF
07 Jun 2026, 12:02 WIT
Bapenda Mimika Hadir Di Car Free Day, Layani Pajak Dan Bagikan Souvenir
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah
(Bapenda) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Bapenda Goes to Car Free Day yang
berlangsung Sabtu pagi di Jalan Cendrawasih, tepatnya di depan KPP Pratama
Timika. Kegiatan berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIT, menjadi momen yang
dinanti warga yang sedang berolahraga dan beraktivitas di kawasan bebas
kendaraan. (06/06/26)Dengan semangat “Pajak Kuat Mimika Hebat”, Bapenda
menghadirkan layanan lengkap dan mudah diakses oleh masyarakat. Warga dapat melakukan pembayaran pajak daerah, mengecek
tunggakan, mendaftar serta memperbarui data, hingga berkonsultasi langsung
seputar aturan perpajakan. Kehadiran dukungan perbankan membuat proses transaksi
berjalan lancar dan nyaman bagi semua pihak.Selain kemudahan pelayanan, panitia juga menyiapkan souvenir
menarik sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang berpartisipasi dan
memanfaatkan layanan yang tersedia. Hal ini menjadikan suasana semakin meriah, di mana warga
tidak hanya berolahraga, tetapi juga sekaligus menyelesaikan urusan
administrasi dengan cepat dan tanpa hambatan.Pemerintah daerah berharap kegiatan ini semakin mendekatkan
pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya
membayar pajak. Partisipasi aktif warga dalam memenuhi kewajiban perpajakan
menjadi kunci utama dalam mendukung pembangunan dan mewujudkan kemajuan
Kabupaten Mimika yang lebih sejahtera. Penulis: Jid
Editor: GF
06 Jun 2026, 14:38 WIT
Belanda vs Jepang Makin Dekat, Fans Oranje di Mimika Yakin Belanda Siap Tempur di Piala Dunia 2026
Papuanewsonline.com, Mimika - Hitung mundur menuju
pertandingan perdana Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Jepang terus
berjalan. Antusiasme para pendukung Oranje pun mulai terasa hingga ke Papua
Tengah, termasuk di Kabupaten Mimika yang memiliki komunitas pecinta sepak bola
internasional.Salah satu pendukung Timnas Belanda di Mimika, HR,
menyatakan keyakinannya bahwa skuad Oranje telah mencapai tingkat kesiapan yang
sangat baik menjelang pertandingan yang akan berlangsung pada Minggu, 14 Juni
2026 di Dallas Stadium, Arlington.Menurut HR, tim asuhan Ronald Koeman saat ini berada dalam
kondisi fisik yang prima setelah menjalani rangkaian persiapan dan latihan
intensif di Amerika Serikat. Ia menilai para pemain inti sudah mulai menemukan
chemistry yang dibutuhkan untuk menghadapi ketatnya persaingan di fase grup.“Latihan terakhir di Dallas intensitasnya tinggi. Frenkie de
Jong, Koopmeiners, Reijnders udah nyetel. Fisik pemain aman, nggak ada yang
cedera serius,” kata HR memantau kabar dari media Belanda, Jumat (5/6/2026).Meski optimistis, HR mengingatkan bahwa Jepang bukan lawan
yang bisa dianggap remeh. Ia menilai tim Samurai Biru memiliki kecepatan,
disiplin, dan kemampuan melakukan transisi serangan yang sangat berbahaya jika
tidak diantisipasi dengan baik.“Mereka cepat, pressing ketat, transisi 3-4 detik bisa bikin
gol. Makanya Van Dijk dan Ake harus disiplin jaga line. Dumfries sama Timber
juga nggak boleh telat turun,” ujarnya.Ia meyakini lini belakang Belanda telah dipersiapkan secara
khusus untuk mengantisipasi ancaman dari pemain-pemain cepat Jepang seperti
Kaoru Mitoma dan Takefusa Kubo yang selama ini menjadi motor serangan tim Asia
tersebut.Selain pertahanan, HR menilai duel di lini tengah akan
menjadi faktor penentu hasil pertandingan. Baginya, kemampuan Belanda dalam
menguasai bola dan memenangkan duel di sektor tengah dapat meredam agresivitas
permainan Jepang.“Kalau Frenkie megang bola, Jepang bingung. Dia, Reijnders,
Gravenberch harus menang duel. Jepang suka bikin chaos di tengah, tapi kita
punya teknik di atas mereka,” tegasnya.Pendukung Oranje itu juga menyoroti keunggulan Belanda dalam
situasi bola mati. Postur dan kemampuan duel udara para pemain bertahan maupun
penyerang dinilai bisa menjadi senjata penting untuk membongkar pertahanan
Jepang.“Van Dijk, Ake, Weghorst itu monster duel udara. Jepang
posturnya lebih pendek. Corner dan free-kick harus jadi gol,” katanya.Menurut HR, kehadiran Wout Weghorst juga memberikan opsi
tambahan bagi Ronald Koeman apabila tim membutuhkan gol cepat. Penyerang
bertubuh jangkung tersebut dinilai mampu menjadi solusi melalui skema umpan
silang maupun duel udara di kotak penalti.Di sektor depan, HR melihat kondisi Memphis Depay dan Cody
Gakpo tengah berada dalam performa terbaik. Keduanya disebut memiliki
kepercayaan diri tinggi setelah tampil produktif bersama klub maupun tim
nasional.“Depay di kualifikasi cetak gol terus. Gakpo di Liverpool
juga gacor. Mereka berdua kalau konek, bek Jepang nggak bakal tidur nyenyak,”
katanya.Dengan berbagai modal yang dimiliki Belanda, HR pun berani
memprediksi kemenangan bagi tim kesayangannya pada laga pembuka Grup F
tersebut.“Belanda 2-0. Satu dari open play Gakpo, satu dari set-piece
Van Dijk. Yang penting clean sheet dulu biar pede lawan Swedia,” ucapnya.Menutup pernyataannya, HR menyampaikan dukungan dari Mimika
untuk skuad Oranje yang akan berlaga di Amerika Serikat. Ia berharap Timnas
Belanda mampu mengawali turnamen dengan hasil maksimal demi membuka jalan
menuju fase berikutnya.“Main jam 9 pagi WIT kami di Mimika udah rame di depan
layar. Anak-anak Papua Tengah titip salam: kasih yang terbaik di Dallas. Dari
Timika untuk Belanda, 3 poin harga mati!” tutupnya. (GF)
06 Jun 2026, 07:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru