logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Polwan Polres Biak Numfor Lakukan Trauma Healing bagi Korban Ledakan Bom Papuanewsonline.com, Biak – Menunjukkan kepedulian terhadap warga yang terdampak ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak, jajaran Polwan Polres Biak Numfor menggelar kegiatan trauma healing pada Kamis (4/6/2026). Dipimpin langsung Wakapolres Kompol Jebelina Walli bersama tim, kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi pengungsian, yakni Hotel Mapia dan Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak kelurahan untuk mendata warga yang membutuhkan perhatian khusus.Di Hotel Mapia, para Polwan menyambangi setiap kamar untuk bertemu langsung dengan ibu-ibu dan anak-anak yang kehilangan anggota keluarga. Dengan sikap hangat dan penuh empati, mereka memberikan dukungan moril serta motivasi agar warga tetap tabah dan saling menguatkan. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yatim, di mana tim mendengarkan cerita mereka dan memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama berada di pengungsian.Suasana yang lebih ceria tercipta saat tim melanjutkan kegiatan di posko pengungsian. Di sana, anak-anak diajak bernyanyi, bermain, dan berinteraksi bersama guna mengurangi rasa takut yang masih membekas. Keceriaan perlahan tampak di wajah mereka yang sebelumnya tampak cemas. Sebagai bentuk kepedulian, tim juga membagikan makanan ringan dan berbaur dengan warga untuk memberikan semangat menghadapi masa sulit ini.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bukti Polri tidak hanya berfokus pada penyelidikan kasus, tetapi juga hadir secara kemanusiaan. “Pendampingan psikologis ini penting agar korban, terutama anak-anak, dapat kembali merasa aman dan nyaman. Kami terus berupaya memberikan pendekatan yang humanis demi pemulihan kondisi mereka,” tegasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:26 WIT
Tim Gabungan Intensifkan Pencarian dan Penyelidikan Pascaledakan Bom di Biak Papuanewsonline.com, Biak – Pascainsiden ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 di Kompleks Perikanan Biak, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana, Puslabfor, Tim DVI, dan instansi terkait terus mempercepat upaya pencarian korban, sterilisasi lokasi, dan pengungkapan penyebab peristiwa.Dalam konferensi pers Kamis malam (4/6/26), Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan menyampaikan perkembangan terbaru, di mana jumlah korban meninggal tercatat enam orang, sementara tiga lainnya masih dalam proses pencarian dan identifikasi. Sementara itu, korban yang sempat dirawat kini menjalani pemulihan di posko pengungsian.Hingga hari ini, tim kembali menemukan 32 potongan tubuh; 30 di antaranya ditemukan saat sterilisasi dan 2 lainnya di area pencarian. Seluruh temuan telah diserahkan kepada tim identifikasi. Selain itu, sejumlah barang milik korban juga berhasil diamankan. Proses sterilisasi lokasi telah mencapai 75 persen, dengan temuan 42 serpihan proyektil yang menjadi bahan penyelidikan. Tim Puslabfor juga telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk diteliti lebih lanjut.Sementara itu, Tim DVI telah membuka posko antemortem dan mulai mengumpulkan data serta sampel DNA dari keluarga korban guna proses pencocokan. Besok, tim akan mengambil sampel dari potongan tubuh yang tersimpan di kamar jenazah. Pencarian tetap dilakukan secara bertahap, dengan area inti ditangani setelah dinyatakan aman dan area seluas radius empat kilometer terus ditelusuri. Kendala utama yang dihadapi adalah cuaca hujan yang membatasi waktu kerja tim penjinak bom.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian demi keselamatan, mengingat masih ada potensi bahan berbahaya. Masyarakat diminta tidak menyentuh atau memindahkan benda asing yang diduga peninggalan perang, melainkan segera melaporkannya ke aparat agar ditangani oleh tenaga ahli. Posko pelaporan dibuka baik di lokasi maupun di kantor polisi terdekat.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:23 WIT
Polda Papua Percepat Penyelidikan dan Bantuan Kemanusiaan Pascaledakan di Biak Papuanewsonline.com, Biak – Polda Papua terus mengintensifkan upaya pengungkapan peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II, yang terjadi pada 31 Mei 2026 di Kabupaten Biak Numfor. Hingga Kamis (4/6), tim gabungan yang terdiri dari Gegana Brimob, Jibom, Puslabfor, TNI, Basarnas, dan instansi terkait terus melakukan penyisiran, pencarian korban, serta pengumpulan barang bukti untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa yang merenggut nyawa enam warga tersebut.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyatakan bahwa sejumlah barang temuan telah diuji secara awal di lokasi, sementara sebagian lainnya dibawa ke Jayapura untuk diperiksa lebih mendalam oleh tim forensik. Langkah ini ditempuh agar hasil penyelidikan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Untuk memastikan identitas korban, Tim DVI dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan juga telah diterjunkan guna menganalisis potongan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.Pencarian terhadap tiga orang yang masih dinyatakan hilang terus diperluas hingga radius 3 kilometer, dengan melibatkan personel gabungan, pemerintah daerah, nelayan, dan relawan. Di sisi lain, kepedulian juga ditunjukkan melalui kegiatan trauma healing yang dipimpin Wakapolres Biak Numfor bersama Polwan, Bhayangkari, dan tenaga kesehatan. Kegiatan ini menyasar anak-anak dan warga yang masih merasa takut, agar kondisi psikologis mereka dapat pulih kembali.“Polri tidak hanya berfokus pada aspek hukum dan keamanan, tetapi juga hadir memberikan dukungan moril dan pendampingan agar masyarakat dapat kembali tenang,” ujar Kombes Cahyo. Ia menambahkan bahwa situasi di Biak saat ini terpantau aman dan kondusif, meski seluruh proses penyelidikan dan pencarian masih terus berlangsung secara bertahap. Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:18 WIT
SAR Timika Tandatangani Pakta Integritas, Komitmen Wujudkan Pelayanan Bersih dan Profesional Papuanewsonline.com, Timika – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika menggelar penandatanganan Pakta Integritas bagi seluruh jajaran pegawainya pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama untuk mewujudkan pelayanan pencarian dan pertolongan yang profesional, berkualitas, serta bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Acara yang berlangsung di Aula Kantor SAR Timika dihadiri oleh seluruh pegawai, termasuk personel yang bertugas di Pos SAR Asmat dan Pos SAR Kaimana.Kepala Kantor SAR Timika, Wayan Suyatna, menyatakan bahwa penandatanganan ini merupakan pernyataan tertulis seluruh pegawai untuk bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, transparan, dan mematuhi seluruh peraturan serta kode etik yang berlaku. “Pakta ini menjadi ikrar bersama untuk menjauhi segala bentuk penyimpangan dan menjalankan tugas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.Lebih lanjut, ia berharap dokumen ini dapat memperkuat disiplin dan menjaga integritas setiap personel dalam melaksanakan tugas.Seluruh pegawai juga telah menyatakan kesediaan menerima sanksi tegas jika terbukti melanggar komitmen yang telah disepakati. Wayan menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama agar pelayanan SAR dapat dipercaya dan bermanfaat secara maksimal bagi masyarakat.Kegiatan ditutup dengan penandatanganan simbolis oleh perwakilan dari Bidang Operasi, Urusan Umum, dan Bidang Sumber Daya, disaksikan langsung oleh pimpinan dan pejabat terkait.Melalui momen ini, SAR Timika kembali menegaskan tekadnya untuk senantiasa memberikan layanan yang cepat, tanggap, humanis, dan dapat diandalkan bagi seluruh warga di wilayah Papua Tengah dan sekitarnya.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:15 WIT
Klaim Serangan di Maybrat, TPNPB Sebut Tewaskan Dua Aparat, Pihak Keamanan Belum Beri Keterangan Papuanewsonline.com, Maybrat – Sebuah insiden penyerangan dilaporkan terjadi terhadap rombongan aparat keamanan di wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Selasa (2/6/2026). Berdasarkan siaran pers yang diterima Kamis (4/6), Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan peristiwa berlangsung sekitar pukul 12.00 WIT di ruas jalan sekitar 4 kilometer dari Kampung Framniawai menuju Distrik Aifat Timur Jauh, saat rombongan aparat yang menggunakan truk militer melintas di lokasi tersebut.Dalam keterangannya, Sebby mengutip laporan Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk, yang menyatakan serangan tersebut menewaskan dua personel aparat keamanan. Ia juga mengklaim bahwa baku tembak berlangsung terus-menerus hingga pukul 18.00 WIT dan melibatkan sejumlah pimpinan serta pasukan dari sembilan batalyon TPNPB di wilayah tersebut.Selain klaim insiden tersebut, TPNPB juga menuding aparat keamanan telah mendirikan pos militer dan menduduki pemukiman warga tanpa persetujuan masyarakat setempat. Kelompok tersebut menilai keberadaan aparat menimbulkan rasa takut dan trauma bagi penduduk sipil. Sebagai tanggapan, pihaknya menyerukan kepada seluruh pasukan di 36 Komando Daerah Pertahanan untuk menjaga hak-hak masyarakat adat serta sumber daya alam, sekaligus menyampaikan pernyataan politik terkait situasi di Maybrat, Tambrauw, dan Teluk Bintuni.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi maupun konfirmasi dari pihak TNI maupun Polri mengenai klaim penyerangan dan jumlah korban yang disampaikan oleh TPNPB. Perlu diketahui bahwa wilayah Maybrat dalam beberapa tahun terakhir memang sering terjadi ketegangan keamanan dan baku tembak antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata tersebut.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:13 WIT
Marak Pembegalan, Polres Mimika Bentuk Tim Khusus Anti-Begal Papuanewsonline.com, Timika – Menanggapi maraknya aksi pembegalan yang semakin meresahkan masyarakat, Polres Mimika mengambil langkah cepat dengan membentuk Tim Khusus Anti-Begal. Pembentukan tim ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Polda Papua Tengah, guna menekan angka kriminalitas jalanan dan memulihkan rasa aman warga di Kota Timika. (4/6/26)Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menjelaskan bahwa tim ini dibentuk secara terpisah dari Tim Babat yang sudah ada sebelumnya. Pemisahan ini bertujuan agar personel yang ditugaskan dapat memusatkan perhatian dan tenaga secara penuh untuk mengungkap kasus serta menangkap komplotan pelaku begal yang beroperasi di wilayah tersebut. “Pembegalan menjadi perhatian utama kami dan Polda Papua Tengah. Oleh karena itu, kami membentuk tim khusus yang fokus menangani kejahatan jalanan ini,” tegasnya.Ia menambahkan bahwa tim tersebut sebenarnya sudah mulai beroperasi di lapangan sejak sekitar satu minggu terakhir. Pihak kepolisian juga akan terus memantau dan mengevaluasi kinerja tim secara berkala. “Jika di kemudian hari masih ditemukan kasus pembegalan, kami akan segera mengevaluasi seberapa efektif langkah yang telah diambil dan melakukan perbaikan seperlunya,” jelas Kapolres.AKBP Billyandha menegaskan tidak akan ada kompromi bagi siapa pun yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut. Seluruh pelaku akan ditindak secara tegas dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kejadian atau informasi apa pun yang mencurigakan kepada pihak kepolisian.“Informasi sekecil apa pun dari warga sangat berharga dan dapat membantu penyelidikan kami,” ujarnya.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:07 WIT
Dinas P3AP2KB Mimika Gelar Edukasi Bangga Kencana, Tekankan Pentingnya Data Akurat Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) mengadakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana yang dikemas dengan pendekatan budaya lokal. Acara berlangsung di Balai Penyuluhan KB SP2 pada Kamis (4/6/2026) dan dihadiri para kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas mendampingi calon pengantin, ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting.Kepala Dinas P3AP2KB, Johana AB Arwam, menyampaikan bahwa pengumpulan data saat ini masih mengandalkan pencatatan manual karena aplikasi terhubung kementerian sering terhambat jaringan dan keterbatasan perangkat. Meski demikian, data yang akurat sangat penting untuk mengetahui jumlah akseptor dan jenis kontrasepsi yang dibutuhkan. Ia juga mengeluhkan keterbatasan pasokan alat kontrasepsi dari pusat, sehingga pihaknya berencana mengusulkan pengadaan melalui APBD Perubahan agar kebutuhan di pesisir, kota, dan pegunungan dapat terpenuhi tanpa kekosongan stok.Johana menambahkan bahwa ke depannya akan diusulkan penyediaan laptop bagi kader lapangan guna memperlancar pencatatan, meski data manual tetap dipertahankan sebagai cadangan. “Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi dan menampung masukan. Kami berharap dukungan sarana dan prasarana dapat meningkatkan semangat kerja para pendamping keluarga,” ujarnya.Sementara itu, narasumber dari BKKBN, Dirkson Auparay, menjelaskan bahwa setiap tim pendamping terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB yang berperan memetakan kondisi warga. Data yang dikumpulkan nantinya dimasukkan ke aplikasi ELSIMIL yang dapat diakses nasional, sehingga intervensi penanganan stunting dan masalah lain dapat tepat sasaran. “Data lapangan menjadi kunci agar penanganan tidak meleset dan semua instansi dapat bergerak bersama sesuai kebutuhan nyata warga,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:05 WIT
Pererat Sinergi, KPU Mimika Audiensi dengan Kodim 1710/Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, menerima kunjungan dan audiensi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika, Dete Abugau, beserta rombongan di Markas Kodim 1710/Mimika, Jalan Agimuga Mile 32, Distrik Kuala Kencana, pada Kamis (4/6/2026).Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, dengan tujuan utama mempererat tali silaturahmi serta membangun kerja sama yang lebih erat antar kedua lembaga.Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak saling bertukar informasi dan membahas berbagai hal terkait koordinasi serta potensi kerja sama ke depannya. Letkol Inf Jozanda menegaskan pentingnya hubungan yang harmonis antarinstansi sebagai modal utama dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung kelancaran setiap program pemerintahan. Ia menyatakan komitmen penuh pihaknya untuk selalu siap bersinergi sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki.“Komunikasi yang lancar dan kerja sama yang solid antarlembaga sangat dibutuhkan agar setiap tugas dapat berjalan dengan baik dan tercipta suasana yang aman serta tertib di tengah masyarakat. Kodim 1710/Mimika siap memberikan dukungan sepenuhnya demi terwujudnya kondisi wilayah yang kondusif dan mendukung kemajuan daerah,” tegas Letkol Inf Jozanda.Sementara itu, Ketua KPU Mimika menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sambutan hangat serta keterbukaan yang ditunjukkan. Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin selama ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:02 WIT
APDESI Mimika Soroti Keterlambatan Gaji Aparat Kampung Hingga Enam Bulan Papuanewsonline.com, Timika – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Mimika menyoroti persoalan keterlambatan pembayaran hak aparat kampung yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir. Keterlambatan ini menyangkut gaji Kepala Kampung, anggota Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), serta perangkat kampung lainnya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan di tingkat paling bawah, bahkan memicu risiko penyimpangan pengelolaan keuangan.Ketua DPC APDESI Mimika, Norman, menyatakan bahwa situasi ini telah menurunkan semangat kerja aparat kampung dalam melayani masyarakat. “Banyak yang mulai enggan hadir di tempat tugas karena haknya belum diterima. Mereka tetap menjalankan kewajiban, namun tanpa kepastian penghidupan yang layak. Hal ini sangat berisiko menimbulkan tindakan yang tidak diinginkan,” ungkapnya pada Kamis (4/6/2026).Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masalah ini diperparah oleh minimnya dana operasional untuk kebutuhan administrasi seperti alat tulis, peralatan komputer, dan perlengkapan pelayanan lainnya. Bahkan, sejumlah kepala kampung terpaksa meminjam dana dari pihak ketiga dengan bunga tinggi agar kebutuhan operasional tetap terpenuhi sebelum anggaran pemerintah cair. “Hal ini sering menjadi temuan dalam pemeriksaan keuangan, padahal disebabkan oleh keterlambatan pencairan dana,” tambahnya.Menyikapi hal tersebut, APDESI Mimika meminta Bupati dan Wakil Bupati segera mengevaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah yang bertanggung jawab atas pencairan dana kampung. Selain itu, pihaknya juga meminta perhatian Inspektorat, BPK, dan BPKP agar mekanisme penyaluran dana diperbaiki dan dapat disalurkan secara tepat waktu. Idealnya, pencairan dilakukan sejak awal tahun atau maksimal setiap tiga bulan sekali.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 09:58 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT