logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
DPPPAKB Mimika Fokus Perkuat Program Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Stunting Papuanewsonline.com, Mimika – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kabupaten Mimika, Johana A.B Arwam, mengatakan ketersediaan alat kontrasepsi untuk program Keluarga Berencana (KB) masih menjadi tantangan karena pasokan yang diterima daerah terbatas.Menurut Johana, kebutuhan masyarakat terhadap layanan KB cukup tinggi, namun distribusi alat kontrasepsi yang diterima dari pemerintah pusat melalui BKKBN Provinsi belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan yang diusulkan daerah.“Kita mengusulkan dalam jumlah yang cukup banyak, tetapi yang dapat dipenuhi masih terbatas karena pembagian dari pusat harus disalurkan ke seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (3/6/2026).Ia menjelaskan, selain program KB, pihaknya juga menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas keluarga. Namun pelaksanaannya masih menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.“Kami tetap menjalankan program-program yang wajib dilaksanakan meskipun anggarannya terbatas. Harapannya ke depan ada peningkatan dukungan sehingga program-program ini bisa berjalan lebih maksimal,” katanya.Salah satu program yang akan dilaksanakan tahun ini adalah pelatihan pengolahan pangan lokal bagi kelompok perempuan di wilayah Mimika Barat dan Mimika Barat Tengah. Program tersebut memanfaatkan bahan pangan lokal seperti ikan, sagu, dan umbi-umbian.Menurut Johana, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan pangan lokal sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi keluarga.“Kalau ikan hanya dibakar atau digoreng mungkin anak-anak cepat bosan. Tetapi jika diolah menjadi nugget atau produk lain yang menarik, minat konsumsi pangan bergizi akan meningkat,” jelasnya.Ia menambahkan, pangan lokal seperti sagu memiliki kandungan gizi yang baik dan dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.“Selain dikonsumsi dalam keluarga, hasil olahan pangan lokal juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat,” tambahnya.Di bidang pemberdayaan perempuan, DPPPAKB juga akan melakukan monitoring terhadap bantuan gerai usaha yang telah diberikan kepada kelompok perempuan pada tahun sebelumnya. Sekitar 11 hingga 12 unit gerai usaha yang dibangun pada tahun 2025 akan dievaluasi untuk melihat manfaat dan kendala yang dihadapi para penerima.“Kami ingin mengetahui apakah usaha mereka berjalan, apakah ada peningkatan pendapatan, serta kendala apa yang dihadapi. Jika masalahnya permodalan, nanti akan kami koordinasikan dengan OPD lain yang memiliki kewenangan di bidang tersebut,” katanya.Pada tahun 2026, DPPPAKB Mimika juga berencana menambah sekitar 20 hingga 22 unit gerai usaha baru yang akan diprioritaskan di wilayah perkotaan. Sementara pengembangan program serupa di wilayah pesisir masih dalam tahap kajian kebutuhan dan manfaat.Selain itu, bidang Pengendalian Penduduk juga memfokuskan perhatian pada penguatan dan penyelarasan data antarinstansi, termasuk dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Dinas Kesehatan.Johana menegaskan pentingnya penggunaan satu data agar seluruh program pemerintah memiliki acuan yang sama, termasuk dalam penanganan stunting.“Kami ingin semua menggunakan data yang sama. Untuk data stunting misalnya, kami mengacu pada data Dinas Kesehatan karena mereka yang paling banyak berada di lapangan melalui kegiatan posyandu dan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.Melalui berbagai program tersebut, DPPPAKB Mimika berharap dapat meningkatkan kualitas keluarga, memperkuat peran perempuan dalam ekonomi rumah tangga, serta mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 03 Jun 2026, 13:20 WIT
Pemkab Mimika Dorong Pemenuhan Hak Anak Melalui Advokasi dan Sosialisasi Forum Anak Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak pada lembaga pemerintah, non-pemerintah, media, dan dunia usaha tingkat kabupaten, Rabu (03/06/2026).Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pemenuhan hak anak sekaligus mendorong partisipasi aktif anak dalam pembangunan di Kabupaten Mimika.Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Kobeyau, disampaikan apresiasi kepada DP3AP2KB Kabupaten Mimika beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mimika beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan strategis ini,” ujarnya.Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mengakomodasi partisipasi anak sebagai pelopor dan pelapor yang tangguh, berani, serta menjadi mitra pemerintah dalam memperjuangkan hak-hak anak.Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa anak merupakan amanah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga dan dilindungi oleh orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara. Anak juga merupakan generasi penerus yang memiliki peran strategis dalam menjamin keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara di masa depan.“Anak harus disayangi, dihargai, dan dihormati sebagai individu yang memiliki hak dan martabat yang harus dijunjung tinggi. Mereka juga harus diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial,” katanya.Ia menambahkan, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan perlindungan dan jaminan kesejahteraan bagi seluruh anak agar mampu berkembang sesuai potensi yang dimiliki.Fransiskus juga menyoroti pentingnya keberadaan Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan. Menurutnya, Forum Anak memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan pendapat, berdiskusi, bertukar pikiran, serta berperan aktif dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan mereka.“Melalui Forum Anak, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, dan kerja sama. Selain itu, Forum Anak juga menjadi jembatan penghubung antara anak-anak dengan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan harapan mereka,” jelasnya.Ia berharap melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi ini, seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, lembaga non-pemerintah, media, maupun dunia usaha dapat semakin bersinergi dalam mewujudkan Kabupaten Mimika sebagai daerah yang ramah anak serta menjamin terpenuhinya hak-hak anak secara optimal.Kegiatan tersebut turut menjadi momentum untuk memperkuat peran Forum Anak sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 03 Jun 2026, 13:16 WIT
TPNPB Bantah Akun Facebook ‘Stefanus Murip’, TPNPB Sebut Penyebar Hoaks Mengatasnamakan Organisasi Papuanewsonline.com, Papua - Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, mengeluarkan klarifikasi terkait beredarnya informasi dari akun Facebook bernama "Stefanus Murip" yang disebut mengatasnamakan organisasi TPNPB dalam berbagai unggahan di media sosial.Dalam keterangan yang disampaikan atas nama Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Sebby Sambom menegaskan bahwa akun tersebut bukan bagian dari saluran resmi organisasi dan dinilai telah menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.Menurut Sebby, pemberitahuan ini ditujukan kepada seluruh pasukan TPNPB yang berada di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) di seluruh Tanah Papua, serta kepada para pejuang Papua Merdeka yang berada di Papua, Indonesia, maupun berbagai negara lainnya.Ia juga meminta masyarakat dan para pendukung gerakan Papua Merdeka agar tidak menjadikan informasi dari akun tersebut sebagai rujukan dalam memahami sikap maupun kebijakan organisasi."Akun Facebook atas nama 'Stefanus Murip' adalah penyebar hoax atas namakan TPNPB. Oleh sebab itu, disampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua serta pejuang kemerdekaan Papua Merdeka baik di Tanah Papua, Indonesia dan seluruh dunia serta wartawan lokal, nasional dan internasional untuk jangan pernah percaya terhadap akun tersebut," tegas Sebby Sambom dalam pernyataannya.Sebby menjelaskan, Markas Pusat KOMNAS TPNPB tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang bertujuan mengadu domba sesama anggota maupun pasukan TPNPB di berbagai wilayah pertahanan.Karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarluaskan informasi yang beredar di media sosial, terutama yang mengatasnamakan organisasi tanpa sumber resmi yang jelas."Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang mengadu-dombakan seluruh pasukan TPNPB sehingga itu yang harus di pahami bersama oleh semua pihak," ujarnya.Dalam kesempatan tersebut, Sebby juga mengimbau kalangan media, baik lokal, nasional, maupun internasional, agar melakukan konfirmasi langsung kepada pihak resmi TPNPB apabila membutuhkan klarifikasi terkait pernyataan atau informasi yang beredar di ruang publik."Terlebih khususnya kepada rekan-rekan wartawan dan media bisa konfirmasi secara langsung kepada Jubir TPNPB, Sebby Sambom sesuai nomor yang anda ketahui," katanya.Menurut Sebby, langkah klarifikasi ini dilakukan untuk mencegah kesalahpahaman yang dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat maupun di kalangan internal organisasi.Ia menegaskan bahwa seluruh pernyataan resmi organisasi hanya disampaikan melalui saluran komunikasi yang telah ditetapkan oleh Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.Melalui klarifikasi tersebut, TPNPB berharap seluruh pihak dapat lebih selektif dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh unggahan yang sumbernya belum terverifikasi. Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa akun Facebook yang disebutkan dalam klarifikasi tersebut tidak mewakili sikap resmi organisasi dan tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan pernyataan atas nama TPNPB. (GF) 03 Jun 2026, 09:05 WIT
DAD Mimika Soroti Minimnya Peluang Kerja OAP Papuanewsonline.com, Mimika - Dewan Adat Daerah (DAD) Kabupaten Mimika menyoroti persoalan ketenagakerjaan yang terus menjadi keluhan utama masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP) dan pencari kerja lokal. Menurut DAD, berbagai aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan adanya persoalan mendasar yang belum terselesaikan di daerah yang menjadi pusat industri tambang terbesar di Indonesia tersebut.Berbagai forum, mulai dari rapat dengar pendapat, aksi damai hingga demonstrasi di DPRK Mimika, dinilai memperlihatkan tuntutan yang sama dari masyarakat, yakni adanya keberpihakan yang lebih nyata terhadap tenaga kerja lokal. DAD menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak boleh lagi dianggap sebagai agenda rutin tahunan tanpa solusi yang jelas.Dalam pernyataan opininya, DAD Mimika menyebut masyarakat mulai mempertanyakan sejauh mana kewibawaan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memastikan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut benar-benar memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal.Menurut DAD, kondisi ini muncul karena di satu sisi perusahaan-perusahaan besar, kontraktor, dan subkontraktor yang beroperasi di lingkungan PT Freeport Indonesia terus melakukan perekrutan tenaga kerja. Namun di sisi lain, jumlah pencari kerja lokal yang belum mendapatkan kesempatan kerja juga terus bertambah dari tahun ke tahun."Tentu DAD tidak mengatakan bahwa PT Freeport Indonesia adalah negara dalam negara. Namun yang dirasakan masyarakat hari ini adalah adanya jarak yang sangat besar antara kebutuhan tenaga kerja lokal dengan mekanisme perekrutan yang berjalan."DAD juga mempertanyakan sejumlah persoalan yang dinilai perlu dijawab secara terbuka oleh semua pihak. Mulai dari minimnya akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat lokal, efektivitas penggunaan dana Otonomi Khusus untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua, hingga belum optimalnya sinkronisasi antara kebutuhan industri dengan program pelatihan tenaga kerja yang diselenggarakan pemerintah daerah.Di sisi lain, DAD mengakui bahwa pemerintah daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja, berada dalam posisi yang tidak mudah. Pemerintah harus menjawab tuntutan masyarakat sekaligus berhadapan dengan standar industri yang tinggi dan sistem perekrutan perusahaan yang berjalan secara mandiri. Meski demikian, DAD menegaskan masyarakat tidak boleh terus menjadi korban dari ketidaksinkronan tersebut.DAD Mimika juga menyinggung pelaksanaan Forum Strategis Percepatan Pembangunan Papua yang baru-baru ini digelar di Timika dan dihadiri enam gubernur serta puluhan kepala daerah se-Tanah Papua. Menurut DAD, semangat "Satu Dalam Enam, Enam Dalam Satu" harus diwujudkan dalam bentuk nyata, terutama melalui peningkatan kesempatan kerja bagi anak-anak Papua. "Bukankah ukuran keberhasilan Otsus bukan hanya banyaknya forum dan rapat yang dilaksanakan, melainkan berapa banyak anak Papua yang bekerja dan hidup sejahtera di atas tanahnya sendiri?"Sebagai langkah konkret, DAD Mimika menyatakan akan membuka pendataan dan konsolidasi pencari kerja Orang Asli Papua serta masyarakat lokal yang memenuhi persyaratan kerja. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar komunikasi dengan perusahaan-perusahaan kontraktor, subkontraktor, dan mitra usaha di lingkungan PT Freeport Indonesia guna memperjuangkan akses kerja yang lebih luas. DAD menegaskan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adat, karena "Papua tidak membutuhkan lebih banyak janji. Papua membutuhkan lebih banyak kesempatan kerja. Papua tidak membutuhkan lebih banyak slogan. Papua membutuhkan keberpihakan yang nyata. Dan keberhasilan Otsus akan dinilai dari seberapa banyak anak Papua yang bekerja, bukan dari seberapa banyak rapat yang diselenggarakan." (GF) 03 Jun 2026, 08:54 WIT
Kuasa Hukum Debitur Somasi Adira Finance, Penarikan Kendaraan Disebut Langgar Putusan MK Papuanewsonline.com, Timika – Kuasa hukum Hamida Kameyau, Hendra Jamaay, S.H., melayangkan teguran keras kepada Adira Finance Kantor Cabang Mimika terkait penarikan sepihak kendaraan milik kliennya yang menunggak kredit selama 3 bulan.Menurut Hendra, penarikan kendaraan oleh kreditur tidak bisa dilakukan sepihak, melainkan harus berdasarkan kesepakatan atau putusan pengadilan. “Penarikan kendaraan terhadap klien kami melanggar prosedur sebagaimana amanat Putusan Mahkamah Konstitusi No. 18/PUU-XVII/2019 dan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 71/PUU-XIX/2021,” tegas Hendra dalam keterangan tertulis pada media Papuanewsonline,com. (2/6/2026).Belum Masuk Kategori Macet  Hendra menyebut alasan Adira Finance menarik kendaraan karena tunggakan 3 bulan tidak berdasar. Ia merujuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 40/POJK.03/2019 yang mengatur kredit baru masuk kategori macet jika menunggak 121–180 hari atau 6 bulan.“Alasan Adira Finance menarik kendaraan dari klien kami karena tunggakan kredit 3 bulan adalah tindakan tidak berdasar dan menabrak POJK No. 40/2019,” ujarnya.Somasi Sudah Dilayangkan  Pihaknya mengaku sudah melayangkan somasi kepada Adira Finance Timika sejak 25 Mei 2026 dan meminta perusahaan mematuhinya.“Kami mengingatkan Adira Finance Timika agar melaksanakan somasi yang telah kami layangkan,” kata Hendra.Imbauan ke Masyarakat  Hendra juga mengimbau warga Mimika agar tidak langsung menyerahkan kendaraan jika didatangi kolektor, apalagi tunggakan belum masuk kategori macet. “Jika didatangi kolektor menarik kendaraan agar tidak langsung menyerahkannya jika belum mendapat peringatan secara tertulis dari perusahaan leasing atau lembaga pembiayaan,” pesannya.Hingga berita ini rilis, belum ada keterangan resmi dari Adira Finance Kantor Cabang Mimika terkait somasi tersebut. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Jun 2026, 08:50 WIT
Penamatan Santri Angkatan II Ponpes Ahsanul Ulum, Kemenag & Pemkab Apresiasi Peran Pesantren Papuanewsonline.com, Mimika — Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum menggelar acara penamatan santri dan santriwati Angkatan II Tahun 2026 di Mimika, Senin (02/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren untuk melanjutkan perjalanan akademik ke jenjang yang lebih tinggi.Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelepasan santri bukan sekadar acara perpisahan, melainkan langkah awal menuju masa depan yang lebih luas.Menurutnya, para santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pondok pesantren."Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesederhanaan, solidaritas, kemandirian, serta pengendalian diri menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di pesantren," ujarnya.Ia menambahkan, penguatan iman menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren, Yayasan Papua Cerdas Insani, para ustaz, dan ustazah yang telah dengan tulus dan penuh dedikasi mendidik generasi muda.Ia menilai keberhasilan menamatkan para santri merupakan bukti nyata kontribusi pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki fondasi keimanan yang kuat."Kepada para santri, penamatan ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. Ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di pesantren hendaknya menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan dan mengamalkan kebaikan di tengah masyarakat," katanya.Pemerintah Kabupaten Mimika berharap para lulusan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, santun, menghargai perbedaan, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Mimika, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang toleran, cinta damai, dan mampu menjadi perekat persaudaraan.Pemerintah Kabupaten Mimika turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah memilih pendidikan berbasis karakter dan agama bagi anak-anak mereka. Pendidikan tersebut dinilai sebagai investasi terbaik untuk membangun masa depan yang cerah dan penuh keberkahan.Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan, Pemkab Mimika berkomitmen terus mendukung penguatan pendidikan agama dan pembinaan karakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan Mimika yang aman, cerdas, dan sejahtera.Acara penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi momen berharga bagi para santri, orang tua, serta seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum. Penulis: Bim Editor: GF 03 Jun 2026, 08:35 WIT
Mimika Timur Jadi Langkah Awal, PSI Mimika Sempurnakan Struktur Hingga ke Tingkat Kampung Papuanewsonline.com, Timika – Menindaklanjuti arahan Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, DPD PSI Mimika terus mempercepat penyempurnaan struktur organisasi hingga ke tingkat kampung dan kelurahan. Ketua DPD PSI Mimika, Suraya Madubun, menargetkan seluruh proses ini tuntas sepenuhnya pada bulan Juni 2026. Langkah strategis ini disiapkan demi kelancaran pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah Khusus PSI se-Papua Tengah yang akan digelar di Mimika bulan Juli mendatang, agar seluruh fokus kerja tetap terarah dan tidak terpecah belah.Kemajuan paling nyata tercatat di Distrik Mimika Timur, yang menjadi titik awal pelaksanaan program ini. Suraya memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua DPC setempat, Anderias Metubun, yang telah berhasil membentuk kepengurusan di lima dari enam kampung wilayah kerjanya. “Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Saudara Anderias beserta seluruh tim, semoga semangat kerja keras, dedikasi, dan ketulusan ini menjadi contoh yang luar biasa bagi kemajuan partai ke depannya,” ujar Suraya. Sisa satu kampung yang belum terbentuk dipastikan akan segera diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga struktur kepengurusan di wilayah tersebut lengkap  dan menjadi contoh bagi distrik lainnya.Suraya beserta jajaran pengurus DPD juga turun langsung ke lapangan meninjau kelengkapan kepengurusan DPC Mimika Timur beserta lima Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) yang sudah terbentuk, yakni di kampung  Hiripau, kampung Tipuka, Kelurahan Wania, kampung Muare, dan kampung Kaugapu. (02/6/26) Peninjauan ini bertujuan memastikan setiap tingkatan organisasi berjalan sesuai ketentuan, solid, dan siap bersinergi membawa aspirasi serta semangat partai hingga ke masyarakat.Selanjutnya, jadwal kunjungan akan berlanjut ke wilayah lain yang sudah berprogres meliputi DPC Wania, DPC Mimika Baru, dan DPC Kuala Kencana beserta seluruh kepengurusan di tingkat ranting di masing-masing distrik. Gerakan menyatukan kekuatan dari tingkat terbawah ini menjadi langkah penting bagi PSI Mimika agar semakin dikenal dan dekat dengan masyarakat. Penulis: Jid Editor: GF 03 Jun 2026, 08:28 WIT
Patroli Jalan Kaki, Personel Ops Damai Cartenz Jalin Pendekatan Humanis Bersama Warga Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Personel Pos Kulirik yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 melaksanakan patroli jalan kaki di wilayah Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (1/6/2026), sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan kewaspadaan di wilayah penugasan.Patroli tersebut diawali dengan apel kesiapan di Pos Kulirik sebelum personel bergerak menyusuri sejumlah titik yang menjadi fokus pemantauan keamanan. Selama kegiatan berlangsung, personel melakukan pemantauan situasi dan pengecekan kondisi wilayah guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar.Selain melakukan pengawasan wilayah, personel juga terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai dinamika situasi yang mungkin terjadi. Selama patroli berlangsung, situasi terpantau aman dan tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang menonjol.Di sela-sela pelaksanaan patroli, personel juga menyapa warga yang sedang beraktivitas di sekitar jalur patroli. Melalui pendekatan yang humanis, personel berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan perkembangan situasi di lingkungan sekitar sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga.Interaksi tersebut disambut positif oleh masyarakat dan menjadi bagian dari upaya Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dalam mempererat hubungan antara aparat keamanan dan warga. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa aman serta memperkuat sinergi dalam menjaga situasi yang kondusif di wilayah Puncak Jaya.Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa patroli rutin yang dilaksanakan personel di lapangan merupakan bagian dari komitmen Satgas Ops Damai Cartenz untuk menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat."Patroli yang dilakukan secara rutin merupakan langkah preventif untuk memantau perkembangan situasi di wilayah penugasan sekaligus memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan memperkuat situasi kamtibmas yang kondusif," ujar Kaops.Selain itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa patroli jalan kaki menjadi salah satu metode efektif untuk meningkatkan pengawasan wilayah sekaligus memperkuat kesiapsiagaan personel di lapangan."Melalui patroli yang dilakukan secara berkelanjutan, personel dapat memantau kondisi wilayah secara langsung dan merespons setiap perkembangan situasi dengan cepat. Langkah ini penting untuk menjaga keamanan dan mendukung aktivitas masyarakat agar tetap berjalan dengan baik," kata Wakaops.Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif dan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan di Papua, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat sebagai mitra penting dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif. PNO-12 02 Jun 2026, 13:36 WIT
Apresiasi Prestasi dan Dedikasi Personel, Kapolda Maluku Dorong Merit System di Lingkungan Polri Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si memberikan penghargaan kepada sejumlah personel dan satuan kerja berprestasi sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kepolisian.Penyerahan penghargaan dilaksanakan bertepatan dengan Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Tahapary Tantui Mapolda Maluku, Senin (1/6/2026).Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Maluku memperkuat budaya kinerja, profesionalisme, dan sistem penghargaan berbasis prestasi (merit system) di lingkungan Polri.Kapolda menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar bentuk apresiasi simbolik, melainkan instrumen pembinaan sumber daya manusia untuk mendorong peningkatan kualitas pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi agar seluruh personel terus berinovasi, meningkatkan kualitas pengabdian, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Kapolda.Penghargaan diberikan kepada sejumlah personel yang dinilai berhasil menunjukkan dedikasi dan loyalitas tinggi dalam pengamanan konflik sosial di wilayah Maluku.Salah satunya diberikan kepada Kompol Jufri Jawa, Wakapolres Buru, atas kontribusinya dalam pelaksanaan pengamanan konflik di Kabupaten Maluku Tenggara.Penghargaan serupa juga diberikan kepada AKP Barry Talabessy bersama 20 personel lainnya yang dinilai berhasil menjalankan tugas pengamanan secara profesional dan humanis.Selain itu, Brigpol Dussalam Nunlehu bersama personel lainnya menerima penghargaan atas dedikasi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam penanganan konflik di wilayah Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.Pada kategori satuan kerja, penghargaan diberikan kepada Bidang Keuangan Polda Maluku atas keberhasilannya mengoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi keuangan dengan capaian 100 persen selama periode Agustus 2025 hingga Februari 2026.Sementara itu, Piagam Penghargaan Kapolri diberikan kepada IPDA Arwin, S.I.P. atas prestasinya meraih nilai sempurna Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun Anggaran 2025.Kapolda menilai keberhasilan personel dan satuan kerja tersebut mencerminkan semakin kuatnya budaya profesionalisme, akuntabilitas, dan orientasi pelayanan publik di lingkungan Polda Maluku.Menurutnya, keberhasilan institusi Polri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga oleh kualitas tata kelola organisasi dan integritas sumber daya manusia yang menjalankan tugas.Melalui pemberian penghargaan tersebut, Polda Maluku berharap semangat berprestasi, inovasi, dan pengabdian terbaik terus tumbuh di seluruh jajaran sebagai bagian dari transformasi Polri menuju institusi yang semakin presisi, profesional, dan dipercaya masyarakat. PNO-12 02 Jun 2026, 13:25 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT