Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Warga Tewas di Kwamki Narama Insial YWM , Potensi Konflik Lanjutan Diwaspadai
Papuanewsonline.com, Mimika - Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kekerasan yang terjadi di lokasi perang Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 16.30 WIT.Korban diketahui berinisial YW alias M, yang diidentifikasi berasal dari kelompok Noap Dang.Berdasarkan laporan awal yang dihimpun, insiden bermula ketika korban dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol memasuki halaman kelompok Lukiyus Newenggalen dengan membawa senjata tajam jenis parang. Disebutkan, sebelum kejadian telah ada peringatan agar kelompok Noap tidak memasuki wilayah kelompok Lukiyus Newenggalen.Hingga berita ini diturunkan, kronologi lengkap dan motif pasti kejadian masih dalam pendalaman aparat. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum kasus ini.Catatan Situasi KeamananInsiden ini menambah daftar panjang konflik komunal di Kwamki Narama. Dari data sementara yang tercatat:- Jumlah korban meninggal dari pihak Noap Dang tercatat 11 orang, sementara dari kelompok Lukiyus sebanyak 7 orang.- Potensi saling serang lanjutan masih terbuka. Dendam antarkelompok disebut masih terpelihara karena penanganan pascakonflik yang belum carut marut. - Prosesi perdamaian terakhir berupa ritual makan bersama dan cuci tangan hingga kini belum dilaksanakan oleh kedua belah pihak, sehingga kesepakatan damai dinilai belum mengikat secara adat sepenuhnya. Pengamat keamanan lokal menilai perlu dilakukan langkah penggalangan intensif terhadap kedua kubu agar tetap menghormati kesepakatan damai yang ada.Kasus tewasnya warga terakhir juga perlu diproses secara hukum agar tidak berkembang menjadi pemicu baru konflik yang lebih luas dan dikategorikan sebagai tindak pidana murni, terlepas dari konflik komunal.Aparat keamanan diharapkan meningkatkan patroli dan mediasi untuk mencegah eskalasi lanjutan pasca-perdamaian.Penulis: HendrikEditor: OF
01 Agu 2026, 21:58 WIT
Warga Tewas Tertancap Puluhan Anak Panah di Kwamki Narama Kabupaten Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika - Peristiwa pembunuhan dengan cara sadis menggegerkan warga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Sabtu (1/8/2026)Seorang warga dilaporkan tewas mengenaskan di sebuah area hutan di wilayah Kwamki Narama. Informasi yang diterima media ini menyebutkan kejadian naas tersebut terjadi di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.Dalam foto yang beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp, korban terlihat tergeletak di tanah pada malam hari dengan kondisi tubuh tertancap puluhan anak panah dan tombak tradisional dari berbagai arah.Lokasi kejadian tampak sepi, gelap, dan berada di area perkebunan atau hutan, hanya diterangi cahaya senter. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).Warga setempat yang pertama kali menemukan korban langsung heboh. Foto korban yang mengenaskan itu kemudian viral dan menyebar cepat di Media sosial.Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti identitas korban, kronologi lengkap kejadian, maupun motif di balik pembunuhan sadis tersebut. Dugaan sementara korban menjadi sasaran pengeroyokan sekelompok orang dengan menggunakan senjata tradisional.Atas peristiwa ini aparat keamanan dari Polres Mimika dilaporkan bergerak cepat turun ke TKP di Kwamki Narama untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, evakuasi jenazah korban, dan melakukan penyelidikan guna mengungkap para pelaku.Hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa berdarah tersebut.Penulis: HendrikEditor: OF
01 Agu 2026, 21:44 WIT
Dobrakan Ekonomi Pesisir! Kopdes Merah Putih Nawaripi Resmi Beroperasi di Pomako
Papuanewsonline.com, Mimika – Semangat kemandirian ekonomi pesisir Mimika meledak dari Kampung Nawaripi. Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Kampung Nawaripi resmi beroperasi.Langkah awal yang paling nyata dengan berdirinya satu unit tempat usaha strategis di kawasan Pelabuhan Perikanan Pomako kini resmi dikelola Kopdes Merah Putih.Lokasi ini disewa langsung dari Dinas Perikanan Kabupaten Mimika untuk menjadi pusat pengembangan usaha perikanan dan ekonomi pesisir.Peninjauan lokasi usaha bahkan dikawal langsung jajaran Koramil 07 Mapurjaya. Bukti solidnya sinergi pemerintah kampung, pemerintah daerah, dan TNI untuk membangkitkan ekonomi desa.DIFASILITASI ARMADA DAN MODAL RATUSAN JUTATidak main-main, Kopdes Merah Putih Nawaripi langsung tancap gas. Operasionalnya sudah difasilitasi dua unit mobil box dan satu unit truk.Lebih gila lagi, koperasi ini telah dipercaya investor dengan penanaman modal senilai Rp500 Juta. Sebuah bukti kepercayaan besar terhadap potensi ekonomi masyarakat Nawaripi.BUKA LAPANGAN KERJA UNTUK WARGA ASLI NAWARIPIKe depan, Kopdes akan melengkapi legalitas kelembagaan dan merekrut tenaga ahli profesional di setiap bidang usaha.Yang paling ditunggu warga: Kopdes Merah Putih akan membuka lowongan kerja khusus bagi warga ber-KTP Kampung Nawaripi. Kerja di kampung sendiri, untuk kampung sendiri.Posko di Pomako ini juga disiapkan sebagai pusat silaturahmi dan persinggahan resmi bagi rekan-rekan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) wilayah pesisir Mimika."Posko Kopdes Merah Putih pada Pelabuhan Perikanan ini juga menjadi tempat silaturahmi dan tempat persinggahan teman-teman APDESI di wilayah pesisir Kabupaten Mimika," tegas Norman Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi di Timika, Sabtu (1/8/2026).Norman juga menyampaikan terima kasih kepada Pemda Mimika melalui Dinas Perikanan yang telah memberikan kepercayaan tempat usaha tersebut."Terima kasih kepada Pemda Kabupaten Mimika melalui Dinas Perikanan Kabupaten Mimika yang telah menyediakan tempat dan menyewakan tempat untuk Koperasi Merah Putih Kampung Nawaripi," ucapnya.Beroperasinya Kopdes Merah Putih Nawaripi menjadi motor baru kebangkitan ekonomi pesisir Mimika. Bukti bahwa kolaborasi pemerintah, aparat, investor dan masyarakat bisa melahirkan kesejahteraan nyata.(OF)
01 Agu 2026, 21:29 WIT
Pansus DPRK Kuliti PT Freeport: Mogok Sah Dibilang Mangkir
Papuanewsonline.com, Mimika - Pansus DPRK Mimika bongkar habis borok PT Freeport Indonesia!Klaim Freeport soal pekerja mogok 2017 yang dicap mangkir, sudah dipanggil patut, dan diberi bantuan kemanusiaan, dikuliti habis karena Tidak ada dasar hukum.Aser dari Pansus DPRK Mimika yang bicara blak-blakan.MOGOK SAH, BUKAN MANGKIR!"Selama pekerja masih menjalankan mogok kerja yang sah akibat gagalnya perundingan dan kondisi tidak aman di lokasi kerja, perusahaan tidak dapat memperlakukan mereka sebagai pekerja mangkir," tegas Aser melalui keterangan tertulis yang diterima Media ini, Sabtu (1/8/2026)Komunikasi mogok wajib lewat serikat pekerja sesuai PKB. "Bukan main panggil sepihak," Ujarnya.PEMANGGILAN FIKTIF?Freeport klaim sudah panggil semua pekerja secara patut. Pansus bilang: BOHONG."Faktanya, menurut dokumen yang kami pelajari, tidak semua pekerja menerima pemanggilan sebagaimana diklaim perusahaan," ungkap Aser.BANTUAN KEMANUSIAAN GAIBYang paling parah, bantuan kemanusiaan 2017 yang diklaim Freeport itu TIDAK ADA BUKTINYA!"Yang kami ketahui adalah adanya berbagai tawaran penyelesaian dari perusahaan. Namun, hal itu bukan merupakan kesepakatan yang lahir dari perundingan dengan para pekerja mogok sebagai pihak yang terdampak langsung," katanya.TUNTUTAN PEKERJA TETAP SAMAKepastian hukum status kerja dan hak normatif yang digantung bertahun-tahun.Pansus juga soroti pelanggaran fatal Freeport: mengganti pekerja mogok sah dengan tenaga kerja lain."Karena yang kami pahami adalah bahwa ini adalah pelanggaran," tegas Aser.Pansus janji kaji tuntas semua dokumen sebelum keluarkan rekomendasi resmi. (OF)
01 Agu 2026, 20:23 WIT
Kejagung Sita Dokumen TPPU dari Rumah Mantan Jampidsus FA di Kebayoran Baru
Papuanewsonline.com, Jakarta – Tim Sembilan Kejaksaan Agung menggeledah rumah Tersangka FA di Jalan Radio I No.15, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (31/7/2026).Penggeledahan berlangsung selama tiga jam, pukul 18.30 - 21.30 WIB. Penyidik menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU)."Yang disita adalah dokumen-dokumen berkaitan dengan TPPU," kata sala satu tim Penyidik di lokasi.Diketahui Penggeledahan ini merupakan pengembangan setelah Kejagung menetapkan FA, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), sebagai tersangka TPPU. FA telah ditahan di Rutan KPK Cabang Jakarta Timur selama 20 hari sejak 24 Juli 2026.Kejagung menegaskan penyidikan belum berhenti. Tim masih menelusuri aliran dana dan aset FA untuk membongkar tuntas dugaan pencucian uang tersebut.Penulis: HendrikEditor: OF
01 Agu 2026, 16:09 WIT
BUMDes Nawaripi Jaya Bangun Goa Maria Permanen, Perkuat Wisata Rohani Paieve Mil 21
Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kampung Nawaripi Jaya membangun Goa Maria permanen berbahan batu di kawasan Kampung Wisata Paieve Merah Putih, Mil 21, Distrik Wania, Kabupaten Mimika.Pembangunan fasilitas wisata rohani ini menjadi terobosan BUMDes dalam memperkuat sektor wisata rohani sekaligus mendorong kemandirian ekonomi kampung.Direktur BUMDes Kampung Nawaripi Jaya, Rafael Tarekeyau, menyebut pembangunan sepenuhnya dibiayai dari hasil pengelolaan unit usaha milik BUMDes, tanpa bergantung pada Dana Desa.Sumber pendapatan berasal dari tiga unit usaha produktif, yakni pengelolaan kolam ikan, penjualan air galon, dan retribusi wisata rohani Goa Maria Mil 21. Keuntungan dari ketiga unit usaha tersebut diinvestasikan kembali untuk pembangunan infrastruktur wisata yang lebih permanen dan representatif.Progres pembangunan saat ini terus dipantau. Pada Jumat (1/8), Pendamping Dana Desa Kabupaten Mimika dan Distrik Wania, Yosep Yeuyanan dan Siti Yaurwarin, bersama Direktur BUMDes Rafael Tarekeyau turun langsung meninjau lokasi pembangunan.Sesuai perencanaan, pembangunan Goa Maria permanen tersebut ditargetkan rampung dan siap beroperasi pada Mei 2027. Fasilitas ini diharapkan menjadi destinasi wisata rohani unggulan baru bagi umat dan peziarah, baik dari Mimika maupun dari luar daerah.Terpisah, Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja BUMDes.“Desa kita telah mampu mengembangkan usaha milik desa dan kini mampu melakukan terobosan untuk membangun Kampung Wisata Paieve Merah Putih,” ujar Norman.Ia menilai, kemampuan BUMDes membiayai pembangunan dari hasil usaha sendiri merupakan bukti nyata desa dapat berdikari secara ekonomi apabila dikelola dengan manajemen yang baik dan berkelanjutan.Norman berharap, kehadiran Goa Maria permanen tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata Paieve.Keberhasilan BUMDes Nawaripi Jaya ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Mimika dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui pengelolaan badan usaha milik kampung yang inovatif dan berorientasi jangka panjang. (OF)
01 Agu 2026, 12:26 WIT
Tidak Ada Guru! Siswa SD-SMP Negeri Demba di Kabupaten Waropen Terlantar
Papuanewsonline.com, Waropen-, Negara absen total di Demba Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, dimana di SD dan SMP tidak ada Pendidikan karena guru menghilang, sehingga ada pembiaran anak-anak suku darat dibiarkan bodoh. Puncaknya, Keluarga Besar Suku Kofei Noshao mengambil langkah ekstrem dengan memalang Gedung SMP Negeri Demba dan SD Negeri Demba, Distrik Demba, Kabupaten Waropen.Pemalangan ini bukan aksi liar. Ini adalah jeritan terakhir orang tua yang melihat anaknya ditelantarkan oleh negara.Hal itu ditegaskan langsung dalam pernyataan terbuka warga masyarakat yang diterima media ini, Sabtu (1/8/2026)."Kami Keluarga Besar Suku Kofei Noshao, mengambil tindakan pemalangan tersebut dikarenakan proses belajar mengajar hampir sama sekali tidak berlangsung," tegas perwakilan keluarga.Di tengah maraknya isu palang-memalang bermotif uang di Papua, Suku Kofei Noshao menegaskan bahwa aksi tersebut murni untuk pendidikan demi generasi penerus mereka. "Tidak ada permintaan uang sepeser pun. Tidak ada kepentingan proyek, kami minta guru-guru segerah kembali mengajar anak-anak kami," ucap Warga.Kata Warga Satu-satunya tuntutan mereka hanya satu, hadirkan Guru di kelas.Mereka menuntut Bupati Waropen dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waropen berhenti tutup mata, dan Segera perintahkan semua guru yang sudah menerima SK dan yang sudah menerima gaji di SMP Negeri Demba dan SD Negeri Demba untuk kembali ke tempat tugas. Bukan makan gaji buta di kota."Kami punya anak-anak suku darat butuh pendidikan. Kami cuma mau, anak-anak generasi Suku Noshao Nohia Dama, bisa mendapatkan pendidikan yang layak seperti di daerah lain," ujar warga dengan nada kecewa.Bagi mereka, memalang sekolah adalah pilihan paling pahit. Lebih baik sekolah dipalang daripada gedung ada, papan nama ada, tapi anak-anak tidak pernah belajar.SEKOLAH NEGERI BARU 2 TAHUN, SUDAH MATI SURIIronisnya, berdasarkan data resmi Kemendikdasmen, SMP Negeri Demba dan SD Negeri Demba yang terletak di Desa Fafai / Jl. Trans Waropen, Kecamatan Demba itu baru berdiri sejak 09 Maret 2023.Sekolah baru berumur 2 tahun, namun sudah mati suri. Dibiarkan tanpa guru, tanpa proses belajar.Ini adalah potret telanjang penelantaran pendidikan di wilayah pedalaman Waropen. Anak-anak generasi Noshao Nohia Dama terancam menjadi generasi hilang karena hak dasarnya dirampas.Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waropen bungkam . Belum ada satu pun keterangan resmi, klarifikasi, maupun janji untuk mengirim guru kembali ke Demba.Namun pertanyaan sederhana Negara mau sampai kapan membiarkan anak-anak di Demba terus dipalang masa depannya?Penulis: HendrikEditor. : Of
01 Agu 2026, 10:22 WIT
Pemuda Watlar Mimika Gelar Bakti Sosial Bersih Sampah di Jalan Poros Bandara Lama Timika
Papuanewsonline.com, Timika-, Puluhan pemuda-pemudi yang tergabung dalam Pemuda Watlar Kabupaten Mimika melaksanakan aksi bakti sosial pembersihan lingkungan pada Sabtu (1/8/2026) pagi.Aksi tersebut berlangsung di Jalan Poros tepatnya di kawasan Bandara Lama Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.Pantauan media ini, dalam kegiatan bersih-bersih sampah di bahu jalan tersebut, para pemuda dan pemudi Watlar tampak mengenakan kaos hitam seragam dengan logo di bagian belakang bertuliskan "PEMUDA WATLAR".Sebelum bergerak, mereka membagikan perlengkapan kebersihan berupa masker medis berwarna biru, sarung tangan hitam, dan kantong sampah plastik hitam berukuran besar. Cuaca di lokasi terpantau mendung.Koordinator Pemuda-Pemudi Watlar, Edowardus Rahawadan, tampak mengarahkan rekan-rekannya di lapangan."Pagi ini kami pemuda-pemudi Watlar Kabupaten Mimika melaksanakan bakti sosial di Jalan Poros Wangki Lama Timika, atau tepatnya di Bandara Lama. Kami melaksanakan bakti sosial pungut sampah dan pembersihan lingkungan. Ini merupakan bagian dari kontribusi Pemuda Watlar di Kabupaten Mimika untuk pembangunan Kabupaten Mimika. Demikian, Amolongo Nimawitimi Saipa," ujarnya.Aksi pungut sampah ini disebut sebagai bentuk kontribusi nyata Pemuda Watlar untuk mendukung kebersihan dan pembangunan di Kabupaten Mimika.Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan bakti sosial tersebut masih berlangsung dan para peserta bersiap menyisir bahu jalan serta area rumput di sekitar pagar kuning kawasan Bandara Lama.Penulis: HendrikEditor. : Of
01 Agu 2026, 09:49 WIT
Koops Habema Evakuasi Jenazah Terakhir Korban Penembakan di Yahukimo, Medan Longsor Jadi Tantangan
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Personel Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah terakhir dari tiga warga sipil yang menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI/Yahukimo di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.Korban diketahui bernama Teina Alya, warga Kampung Unaukam, yang ditemukan di dasar longsoran Kali Kolof, Distrik Seradala, Jumat (31/7/2026).Proses evakuasi dilakukan setelah keluarga korban melalui Kepala Suku Unaukam sekaligus Kepala Distrik Bomale, Bison Male, mengajukan permohonan kepada Kodim Yahukimo pada 27 Juli 2026 agar jenazah dapat dievakuasi dan dimakamkan sesuai adat.Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan pesawat nirawak (drone), jenazah berada di dasar jurang sedalam sekitar 50 meter dan berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi penembakan, tepatnya di kawasan tebing curam Kali Kolof.Karena kondisi medan yang ekstrem, tim Koops Habema melakukan proses evakuasi menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling. Sebelum proses berlangsung, personel terlebih dahulu mengamankan sejumlah titik di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.Setelah dinyatakan aman, tiga personel diturunkan menggunakan tali karmantel menuju dasar jurang. Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dievakuasi secara bertahap ke atas tebing.Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Dekai untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku guna dimakamkan sesuai tradisi setempat.Kepala Penerangan Koops Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan operasi tersebut merupakan bentuk komitmen kemanusiaan TNI dalam membantu masyarakat di Papua."Evakuasi ini sebagai bentuk penghormatan kepada korban dan kepedulian terhadap keluarga yang ingin segera memakamkan almarhumah secara layak. Meski medan sangat sulit dan berisiko tinggi, personel tetap mengedepankan profesionalisme, kehati-hatian, dan nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.Ia menambahkan, kehadiran TNI di Papua tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah, tetapi juga memberikan perlindungan serta bantuan kemanusiaan kepada masyarakat. Wirya juga mengajak seluruh pihak menghentikan aksi kekerasan dan mengedepankan penyelesaian konflik melalui jalur damai.Penulis: JidEditor: OF
01 Agu 2026, 00:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru