Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Polisi Merauke Sita Puluhan Botol Sopi Saat Razia Tengah Malam
Papuanewsonline.com, Merauke - Operasi pemberantasan miras lokal kembali dilakukan Satresnarkoba Polres Merauke. Dalam patroli Selasa malam (4/8/2026), petugas mengamankan puluhan botol sopi yang diduga siap diedarkan di wilayah kota.Aksi penyisiran dimulai pukul 22.30 WIT dan berakhir sekitar pukul 01.40 WIT. Tim yang dipimpin Kanit Opsnal Aiptu Ariyanto, S.H. menyisir 7 ruas jalan yang kerap jadi titik kumpul. Lokasinya mulai dari Ampera IV, Aliarkam, Mayor Wiratno, Menara Lampu Satu, Buti, Tidore, hingga Cemara.Sopi Disembunyikan di Dalam RanselTemuan terjadi saat personel melakukan pemeriksaan di kawasan Jalan Mayor Wiratno. Petugas mencurigai sebuah tas ransel hitam yang tergeletak. Setelah dibuka, di dalamnya terdapat 21 botol plastik ukuran 600 ml berisi cairan diduga sopi. Seluruh barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Merauke."Temuan ini kami amankan untuk proses lebih lanjut. Kami juga masih melakukan pengembangan," ujar Aiptu Ariyanto di sela kegiatan.Upaya Cegah Gangguan KeamananMenurut Kasat Resnarkoba Polres Merauke, razia rutin ini digelar untuk memutus mata rantai peredaran miras ilegal. Sebab minuman jenis sopi kerap dikaitkan dengan pemicu keributan dan gangguan ketertiban.Pihaknya memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala. Tujuannya agar situasi di Kabupaten Merauke tetap aman dan kondusif."Penindakan ini bagian dari komitmen kami menjaga kamtibmas. Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran miras ilegal," tutupnya.Penulis: HendrikEditor: OF
06 Agu 2026, 13:21 WIT
Wamendagri Ribka Haluk: Tim Pusat Segera Turun ke Jayapura Usut Kasus Keracunan MBG
Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk memastikan pemerintah pusat akan segera mengirimkan tim gabungan ke Kabupaten Jayapura untuk menelusuri secara langsung dugaan kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa pasca mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini diambil guna menemukan penyebab pasti sekaligus mengevaluasi keseluruhan pelaksanaan program agar insiden serupa tidak terulang kembali.“Kami akan turun langsung ke lokasi untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Sejauh ini laporan masih bersifat dugaan, sehingga verifikasi menyeluruh di lapangan sangat diperlukan agar kesimpulan yang diambil benar-benar berlandaskan fakta yang akurat,” ujar Ribka di Jakarta, Rabu (5/8/2026).Tim yang diterjunkan merupakan gabungan lintas instansi, meliputi perwakilan Badan Gizi Nasional, Kementerian Dalam Negeri, serta lembaga terkait lainnya. Kehadiran mereka bertujuan mendapatkan gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi sekaligus merumuskan perbaikan yang diperlukan dalam sistem pelayanan program tersebut.Sebelumnya, puluhan siswa di Distrik Depapre dilaporkan jatuh sakit setelah mengikuti kegiatan makan bersama dalam program pemerintah. Pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan telah melakukan penanganan medis terhadap korban, sementara pihak kepolisian juga telah mengamankan sejumlah sampel untuk penyelidikan lebih lanjut.Penulis: JidEditor: OF
06 Agu 2026, 13:17 WIT
Turnamen Sepak Bola Pelajar 2026 Resmi Dibuka, Cari Bibit Unggul Pengharum Nama Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika – Ajang olahraga Multi Event dan Single Event Tahun 2026 untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK resmi bergulir di Mimika Sport Complex (MSC), Jalan Karitas, SP-2, Kamis (6/8/2026). Kompetisi ini mempertemukan 51 tim sepak bola putra maupun putri dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Mimika.Pembukaan dilakukan secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Petrus Pali Amba. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai sebagai wadah strategis menjaring bibit atlet berbakat sejak dini. “Melalui ajang ini, kita berharap lahir calon-calon atlet andalan yang kelak mampu membawa nama Mimika bersinar di kancah regional hingga nasional,” ujarnya.Petrus mengingatkan seluruh peserta untuk menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana belajar dan mengasah kemampuan. Bagi yang meraih kemenangan, jadikan itu pendorong untuk terus maju; bagi yang belum beruntung, jangan berkecil hati. “Keberhasilan selalu melewati proses, dan kekalahan adalah guru terbaik untuk menjadi lebih tangguh ke depannya,” tegasnya.Selain mengejar prestasi, ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, kedisiplinan, dan rasa saling menghormati di lapangan. Kompetisi ini juga dimaksudkan untuk mempererat persahabatan antar sekolah, memperkuat ikatan persaudaraan, serta menghindari segala bentuk perselisihan yang dapat merusak kekompakan.Penulis: JidEditor: OF
06 Agu 2026, 13:15 WIT
Wamendagri Ribka Haluk: Segera Tuntaskan Penyaluran Dana Otsus Tahap II 2026 Secara Akuntabel
Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mengingatkan seluruh pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota se-Tanah Papua untuk segera merampungkan penyaluran Dana Otonomi Khusus Tahap II Tahun Anggaran 2026. Langkah ini mutlak diperlukan agar anggaran tersebut benar-benar tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempercepat pembangunan di wilayah Papua. (5/8/26) Dalam rapat evaluasi yang juga dihadiri Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Velix Wanggai, Ribka menegaskan pemerintah terus memperbaiki tata kelola melalui evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran dan penggunaan dana. “Kita harus melakukan perbaikan agar Dana Otsus benar-benar berdampak dan dirasakan manfaatnya oleh saudara-saudara kita di Tanah Papua,” ujarnya.Ia menegaskan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri terkait pedoman penggunaan Dana Otsus dan Dana Tambahan Infrastruktur sudah diterima seluruh daerah, sehingga tidak ada alasan lagi terkendala petunjuk teknis. Meski penyaluran Tahap I berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya, penyaluran Tahap II yang seharusnya tuntas Juni lalu masih tertunda di sejumlah tempat akibat kendala administrasi.Ribka meminta pemerintah daerah segera melengkapi persyaratan yang belum lengkap.Selain itu, pengawasan internal harus diperkuat sejalan dengan transparansi publik, sejalan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan KPK guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab. “Masyarakat berhak tahu ke mana anggaran digunakan dan apa hasilnya,” tegasnya.Penulis: JidEditor: OF
06 Agu 2026, 13:12 WIT
Aksi Palang Jalan SP2: Keluarga Ulayat Minta Pemerintah Fasilitasi Dialog Adil
Papuanewsonline.com, Mimika – Perselisihan lahan adat di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, kembali memuncak. Keluarga pemilik hak ulayat melakukan pemalangan akses jalan pada Kamis (6/8/2026) sebagai bentuk protes atas dugaan penerbitan sertifikat tanah yang mereka klaim dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan mereka. Perwakilan keluarga Yohana Magay dan Anton Wandegau meminta pemerintah daerah, BPN, serta Pengadilan Negeri segera turun tangan menyelesaikan masalah ini melalui jalur dialog.Yohana menjelaskan perjuangan ini telah berlangsung hampir dua tahun. Ia mengaku telah berkali-kali mendatangi lembaga terkait, namun belum mendapatkan kejelasan yang memuaskan. “Kami baru mengetahui tanah adat kami sudah bersertifikat atas nama pihak lain. Padahal kami tidak pernah memberi izin atau tahu prosesnya,” ujarnya. Baginya, tanah bukan sekadar aset bernilai ekonomi, melainkan bagian jati diri dan kehidupan masyarakat adat yang harus dihormati.“Kami lahir, tumbuh, dan akan kembali ke tanah ini. Jangan biarkan tanah adat diperjualbelikan atau dimanfaatkan tanpa menghargai hak ulayat yang sudah ada sejak leluhur,” tegas Yohana. Ia meminta Bupati Mimika, BPN, Pengadilan Negeri, serta lembaga terkait lainnya segera mempertemukan semua pihak guna mencari jalan keluar yang adil dan damai.Senada dengan itu, Anton Wandegau mengingatkan agar tidak ada tindakan sepihak seperti pembangunan atau pembongkaran sebelum status kepemilikan diperjelas. “Kami hanya meminta pemerintah hadir, duduk bersama, dan menyelesaikan ini dengan kepala dingin. Jangan ada keputusan yang merugikan kami sebelum hak kami dipastikan secara hukum,” tandasnya. Seluruh proses administrasi terkait lahan itu pun diminta ditangguhkan sementara hingga musyawarah menghasilkan kesepakatan bersama.Penulis: JidEditor: OF
06 Agu 2026, 13:09 WIT
UNJ Sambut 80 Mahasiswa Baru Mappi, Perkuat Investasi SDM Papua Selatan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Universitas Negeri Jakarta resmi menerima 80 putra-putri Kabupaten Mappi, Papua Selatan, sebagai mahasiswa baru tahun akademik 2026 dalam rangkaian kelanjutan Program 1.000 Sarjana bersama pemerintah daerah. Penyambutan digelar di Aula Latief Hendraningrat Rabu (5/8) dengan tema “Merajut Asa dari Mappi, Mewujudkan Cita di UNJ”, dihadiri pimpinan universitas dan perwakilan Pemkab Mappi.Para mahasiswa akan menempuh berbagai program studi seperti bimbingan konseling, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Jepang, hingga pendidikan jasmani. Sebelum memulai perkuliahan, mereka terlebih dahulu mengikuti matrikulasi untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik. Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ Rahmat Darmawan menjelaskan kemitraan terus berkembang; setelah menerima 100 mahasiswa tahun lalu, kini ruang lingkup diperluas hingga pelatihan lebih dari seribu guru dan pengawas sekolah di Mappi.Selain ilmu akademik, UNJ menyiapkan program pendukung seperti “Beauty in Diversity” yang melatih keterampilan praktis, pengenalan budaya, dan pembentukan karakter guna membangun kepercayaan diri. “Kami ingin mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang kepribadiannya dan siap memberi manfaat luas,” ujar Rahmat.Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen UNJ. Ia menekankan program ini sebagai investasi jangka panjang mengingat kebutuhan tenaga pendidik di bidang sains dan teknologi masih sangat tinggi. “Kami berharap saudara-saudara kami kelak pulang membawa ilmu untuk mengisi kekosongan dan membangun daerahnya sendiri,” harapnya.Wakil Rektor UNJ Prof. Ifan Iskandar mengingatkan bahwa pendidikan sejati bukan sekadar nilai tinggi, melainkan perubahan sikap dan kemampuan berkontribusi nyata.Penulis: JidEditor: OF
06 Agu 2026, 13:06 WIT
Menko Polkam Tegaskan Kehadiran TNI-Polri di Papua Murni Demi Lindungi Masyarakat
Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan bahwa keberadaan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia di wilayah Papua sepenuhnya ditujukan untuk memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan menanggapi berbagai dinamika keamanan yang belakangan terjadi dan sempat menelan korban jiwa di kalangan warga sipil.Dalam keterangannya di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026), Djamari menjelaskan setiap langkah pengamanan yang dilakukan aparat senantiasa difokuskan untuk menciptakan rasa aman, menjaga stabilitas wilayah, serta mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi. “Segala upaya yang dilaksanakan TNI dan Polri di sana adalah bentuk nyata perlindungan negara bagi saudara-saudara kita yang tinggal di tanah Papua,” tegasnya.Pemerintah memahami bahwa ketenangan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah berbagai tantangan yang ada. Oleh karena itu, pendekatan yang diambil tidak hanya bersifat pengamanan semata, melainkan juga mengedepankan upaya pendekatan humanis agar kehadiran aparat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga sehari-hari.Djamari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bersinergi dan mempercayai bahwa setiap tindakan aparat selalu berpedoman pada aturan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan. Pemerintah terus berupaya menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara yang bijak, adil, dan mengutamakan kepentingan bersama.Penulis: JidEditor: OF
06 Agu 2026, 13:03 WIT
Komnas HAM Papua: Dugaan Keracunan MBG Bisa Masuk KLB, Jangan Jadi Ancaman Nyawa Anak
Papuanewsonline.com, Jayapura – Menyusul rentetan kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Komnas HAM Papua menegaskan situasi ini berpotensi dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Lembaga ini meminta pemerintah segera bertindak tegas agar program yang seharusnya menyehatkan tidak berubah menjadi ancaman keselamatan anak-anak.Perhatian ini muncul menyusul insiden di Distrik Depapre, Jayapura, yang membuat puluhan siswa harus dirawat, disusul kejadian serupa di daerah lain dalam waktu berdekatan. Komnas HAM menilai hal ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan menyentuh pelanggaran hak dasar atas kesehatan dan keselamatan anak yang harus menjadi prioritas utama negara.“Program ini semestinya melindungi dan memenuhi gizi anak, bukan justru membahayakan nyawa mereka. Jika keracunan terus berulang, maka ada kegagalan sistem yang harus segera diperbaiki secara menyeluruh,” tegas pernyataan Komnas HAM Papua. Seluruh tahapan mulai persiapan bahan, pengolahan, hingga pendistribusian perlu ditelusuri tuntas untuk menemukan akar masalahnya.Pihaknya mendesak penyelidikan yang terbuka, objektif, dan melibatkan berbagai pihak independen. Siapa pun yang terbukti lalai atau melanggar prosedur harus bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai alasan ambisi program membuat keselamatan anak-anak menjadi taruhan.Penulis: JidEditor: OF
06 Agu 2026, 13:00 WIT
KRI Mata Bongsang-873 Berlayar, Kodaeral X Jayapura Kawal Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Wilayah 3T
Papuanewsonline.com, Jayapura – Komando Daerah Angkatan Laut X Jayapura menegaskan komitmen kuatnya mengawal penyaluran uang rupiah layak edar hingga ke pulau-pulau terdepan, terluar, dan terpencil di tanah Papua melalui pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026. Komandan Kodaeral X Jayapura Mayjen TNI (Mar) Sugianto menyatakan sinergi bersama Bank Indonesia adalah wujud nyata kehadiran negara menjamin kedaulatan sekaligus pemerataan pelayanan publik.“Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol identitas bangsa dan cerminan kedaulatan NKRI yang harus dirasakan keberadaannya di setiap jengkal wilayah nusantara,” tegas Sugianto di Jayapura, Rabu (5/8/2026). Pada Selasa (4/8), KRI Mata Bongsang-873 resmi berangkat menjalankan misi ke lima wilayah terpencil dengan rute melintasi Pulau Pai, Owi, Numfoor, Bepondi, Yapen hingga Biak, menempuh jarak sekitar 625 mil laut.Seluruh prajurit yang bertugas telah diperintahkan bekerja penuh tanggung jawab, mengutamakan keselamatan serta mematuhi prosedur ketat selama pelayaran. Selain menjaga keamanan jalur distribusi, personel juga diminta memberikan pelayanan terbaik kepada tim Bank Indonesia dan masyarakat setempat agar perputaran uang yang layak berjalan lancar dan aman.Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa wilayah terluar tidak boleh terasing dari akses ekonomi resmi negara. Keterjangkauan mata uang negara menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dan peduli pada nasib saudara-saudaranya yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.Penulis: JidEditor: OF
06 Agu 2026, 12:57 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru