logo-website
Sabtu, 09 Mei 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Persipura Gagal Promosi Langsung Meski Menang, Mutiara Hitam Kini Fokus Hadapi Playoff Papuanewsonline.com, Jayapura – Persipura Jayapura menutup perjalanan di kompetisi musim ini dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Persiku Kudus dalam laga terakhir yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Minggu (3/5/26). Meskipun meraih kemenangan, hasil pertandingan lain membuat tim berjuluk Mutiara Hitam ini hanya mampu finis di posisi kedua klasemen dan harus melanjutkan perjuangan melalui babak playoff untuk mendapatkan tiket promosi ke Liga 1.Sepanjang pertandingan, tim asuhan Rahmad Darmawan tampil mendominasi jalannya permainan sejak menit awal. Serangan yang dibangun dengan cepat dari sisi sayap dan permainan umpan pendek di lini tengah kerap menyulitkan pertahanan lawan. Meskipun sempat menciptakan sejumlah peluang, penyelesaian akhir yang kurang tepat membuat kedudukan tetap imbang hingga menjelang babak pertama berakhir.Kebuntuan tersebut akhirnya terpecah pada menit ke-43, ketika William Lugo berhasil memaksimalkan peluang yang tercipta dan membawa Persipura unggul 1-0. Dua menit kemudian, tepatnya di menit ke-45, tim tuan rumah kembali menambah keunggulan melalui eksekusi penalti yang dilakukan dengan tenang oleh Kelly Sroyer. Memasuki babak kedua, Persip masih berusaha menambah gol, sementara serangan lawan berhasil dipatahkan berkat kekompakan lini belakang.Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persipura untuk tampil maksimal di babak selanjutnya. Meskipun gagal mendapatkan promosi secara langsung karena kemenangan yang diraih PSS Sleman di pertandingan lain, harapan untuk kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tetap terbuka lebar melalui jalur yang akan ditempuh.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 20:27 WIT
Persoalan Di Pastoran Katederal Timika Selesai Secara Damai, Gereja Terima Permintaan Maaf TNI Papuanewsonline.com, Timika – Persoalan yang sempat muncul terkait kehadiran sejumlah prajurit TNI Angkatan Darat di lingkungan Pastoran Paroki Katedral Tiga Raja Timika akhirnya diselesaikan dengan jalan damai. Hal ini disampaikan langsung oleh Pastor Paroki, RD Amandus Rahadat Pr, yang menyatakan bahwa pihak gereja telah menerima permintaan maaf secara resmi dari pihak TNI. (03/05/26)Menurut penjelasannya, kejadian itu berawal dari upaya pemeriksaan keamanan yang dilakukan menjelang kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke wilayah Papua Tengah, termasuk Mimika. Tindakan tersebut sempat menimbulkan reaksi yang beragam tidak hanya dari umat setempat, tetapi juga dari berbagai kalangan umat Katolik di seluruh Indonesia, sehingga menimbulkan suasana yang tidak nyaman.Penyelesaian dilakukan melalui pertemuan bersama yang digelar di lokasi netral, yaitu lingkungan keuskupan. Dalam kesempatan itu, pihak yang terlibat telah mengakui kesalahan yang terjadi dan menyampaikan permintaan maafnya dengan tulus. Atas hal itu, pihak gereja pun telah memberikan maaf sepenuhnya.Dalam khotbah Misa Minggu, Pastor Amandus menyampaikan harapan agar setelah pengumuman ini, seluruh pihak memahami bahwa persoalan telah selesai sepenuhnya. "Kami sudah memaafkan. Semoga Tuhan memberkati kita semua, lingkungan ini, dan semoga kedamaian senantiasa terjaga di tengah kita," ujarnya.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 20:02 WIT
Ikan Sapu-Sapu Tembus Di Danau Sentani, Berada Sejak Dua Dekade Lalu Papuanewsonline.com, Jayapura – Penemuan ikan sapu-sapu atau pleco yang viral di media sosial membuka fakta bahwa spesies asal Sungai Amazon ini ternyata sudah hidup di Danau Sentani sejak lama, bukan baru saja muncul. Temuan ikan berukuran besar yang diperkirakan berusia 3–5 tahun ini bahkan diduga sedang dalam masa berkembang biak, mengingat bentuk perutnya yang tampak membesar. (03/05/26)Ikan ini mampu menghasilkan ribuan telur dengan siklus perkembangbiakan yang cepat, yaitu hanya membutuhkan waktu 1–2 tahun untuk dapat bereproduksi kembali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan BRIN pada tahun 2020, sekitar 70 persen nelayan di wilayah Asei-Ifale menyebut ikan ini sudah mulai banyak terlihat sejak awal tahun 2000-an. Diduga ikan ini masuk ke perairan tersebut karena dilepaskan secara sengaja oleh pemilik akuarium, mengingat fungsinya yang umumnya hanya sebagai pembersih kaca akuarium. Keberadaannya juga menyoroti lemahnya pengawasan lalu lintas ikan, padahal peraturan yang ada melarang peredaran bebasnya dan mengancam pelaku dengan hukuman penjara hingga tiga tahun serta denda maksimal Rp3 miliar.Sebagai spesies invasif, ikan ini memiliki daya adaptasi yang tinggi dan berpotensi merusak keseimbangan alam. Ia dapat merusak dasar perairan serta bersaing memperebutkan sumber makanan dengan ikan asli daerah. Selain itu, ikan ini tidak aman untuk dikonsumsi karena berisiko mengandung logam berat berbahaya bagi tubuh manusia.Masyarakat diimbau untuk tidak melepaskan ikan peliharaan ke perairan umum dan segera menangkapnya jika ditemukan. Pemerintah daerah diharapkan mengambil langkah nyata seperti penangkapan massal, penyuluhan kepada warga, serta mengembangkan budidaya ikan lokal. Ikan yang berhasil ditangkap pun dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembuatan pupuk cair atau campuran pakan ternak agar tetap memberikan manfaat.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 19:59 WIT
Pria Ditemukan Tewas Di Belakang Grapari Timika, Tiga Terduga Pelaku Diburu Polisi Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria ditemukan meninggal dunia dengan luka serius di kawasan Jalan Hasanuddin, tepatnya di belakang kantor Grapari Timika, Papua Tengah, pada dini hari Minggu. Kejadian itu pertama kali diketahui sekitar pukul 01.00 WIT, saat warga sekitar mendengar suara keributan dan kemudian menemukan korban terbaring tak berdaya di lokasi tersebut. (03/05/26)Menurut keterangan saksi mata, sebelum kejadian berakhir tragis, terlihat tiga orang pria yang diduga sebagai pelaku berusaha mengajak dan menarik korban keluar dari halaman rumah. Salah satu di antara mereka sempat membujuk dengan ucapan, “Kau keluar kau aman”. Tak lama setelah itu, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri, sedangkan ketiga orang tersebut segera pergi meninggalkan tempat kejadian.Warga yang menyaksikan peristiwa itu langsung melaporkannya ke pihak berwajib. Kurang lebih 15 menit kemudian, petugas kepolisian tiba dan segera mengamankan lokasi kejadian untuk keperluan penyelidikan. Petugas juga telah memeriksa para saksi dan masih berusaha mengetahui jati diri korban yang hingga kini belum teridentifikasi secara jelas.Jenazah korban kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Mimika untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan bahwa penanganan kasus masih berlangsung aktif, dengan upaya pengejaran terhadap ketiga tersangka serta penelusuran rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi guna melengkapi bukti penyelidikan.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 19:56 WIT
Piknik Buku di Mimika, Kolaborasi Singgah Baca dan Mimika Book Party Dorong Semangat Literasi Papuanewsonline.com, Mimika — Komunitas Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party menggelar kegiatan Piknik Buku pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di area Perpustakaan Kuala Kencana ini diikuti sekitar 18 peserta, terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan rangkaian aktivitas literasi yang santai namun bermakna.Pendiri Singgah Baca, Dina Resky, menjelaskan bahwa kegiatan ini diawali dengan sesi berbagi buku. Para peserta duduk santai di atas rumput sambil menikmati jajanan, sembari menceritakan buku yang mereka bawa maupun buku favorit masing-masing.“Jadi, kegiatan hari ini adalah Piknik Buku. Kali ini Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party. Peserta yang ikut sekitar 18 orang. Kami berbagi cerita tentang buku dalam suasana santai di ruang terbuka,” ujarnya.Setelah sesi berbagi, kegiatan dilanjutkan di dalam Perpustakaan Kuala Kencana dengan sesi journaling yang dipandu oleh Zara Meutia, seorang pegiat journaling. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menuliskan hal-hal yang disyukuri serta melakukan refleksi diri melalui jurnal yang telah disediakan.Dina berharap kegiatan Piknik Buku dapat menjadi agenda rutin, misalnya sebulan sekali, serta terus melibatkan kolaborasi dengan berbagai pegiat literasi lainnya.“Ke depan, kami ingin kegiatan ini bisa dilakukan di berbagai tempat. Namun, keterbatasan ruang terbuka hijau di Timika menjadi tantangan tersendiri,” tambahnya.Selain Piknik Buku, Singgah Baca juga berencana mengembangkan program lain seperti diskusi buku dan kegiatan literasi untuk anak-anak. Komunitas ini juga memiliki taman baca yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang belajar dan berbagi.Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat kembali membiasakan diri membaca buku serta menularkan semangat literasi kepada lingkungan sekitar.“Semoga ke depan semakin banyak taman baca independen yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 03 Mei 2026, 19:53 WIT
SK Kepala Kampung Ayuka Berakhir 2025 dan Belum Diperpanjang, Kegiatan Pembangunan Terhambat Papuanewsonline.com, Mimika — Surat Keputusan (SK) masa jabatan Kepala Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, berakhir pada tahun 2025 dan hingga kini belum diperpanjang. Akibatnya, tidak ada realisasi kegiatan pembangunan dari dana pemerintah di kampung tersebut sepanjang tahun ini.Hal itu disampaikan Kepala Kampung Ayuka, Fransiskus Mitapo, saat diwawancarai Media papuanewsonline,com, Jumat 30 April 2026.SK Berakhir 2025, Belum Ada SK Baru  Fransiskus menjelaskan, SK masa jabatannya berakhir pada tahun 2025. Namun hingga akhir April 2026, ia belum menerima SK perpanjangan dari Bupati Mimika. “Ini SK belum dapat. Mulai dari yang melanjutkan dua tahun itu yang belum,” ujarnya.Dengan demikian, sejak SK lama berakhir di 2025, ia tetap menjalankan tugas pemerintahan kampung tanpa dasar hukum yang baru.Saat ditanya apakah sudah ada instruksi dari Bupati terkait perpanjangan SK, Fransiskus menjawab, “Tidak, sampai hari ini belum ada. Tidak ada instruksi apapun.”Menurutnya, mekanisme perpanjangan SK dimulai dari usulan kampung ke distrik, diteruskan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), lalu ke Bupati untuk ditandatangani.Pembangunan Minim Sejak 2024  Ditanya soal pembangunan dari pemerintah dalam dua tahun terakhir, Fransiskus menyebut hanya ada dua item. “Lampu. Lampu jalan. Lalu sama jembatan. Jembatan terapung. Lampu jembatan terapung,” katanya.Untuk kebutuhan air bersih, warga Ayuka hanya mengandalkan dana kampung. “Air bersih cuma dari dana kampung,” ujar Fransiskus.Dampak: Nol Realisasi Kegiatan 2025  Tanpa SK perpanjangan, Fransiskus menegaskan tidak ada realisasi kegiatan di Kampung Ayuka sepanjang 2025. “Karena begini, 2025 ini saja belum ada realisasi kegiatan apapun,” tegasnya.Akses Informasi Warga Terbatas  Media papuanewsonline,com bersama  ketua komunitas pemuda kei Edoardus Rahawadan. Dan tim lainnya dari beberapa media yang turun ke lapangan menilai masyarakat kesulitan mengakses informasi valid soal pembangunan. “Masyarakat sendiri karena susah akses ke media.Pemkab Mimika Belum Beri Keterangan  Hingga berita ini diturunkan, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada DPMK Mimika dan Bagian Pemerintahan Setda Mimika terkait:  1. Alasan belum diterbitkannya SK perpanjangan Kepala Kampung Ayuka pasca SK lama berakhir 2025,  2. Dampak hukum terhadap pelayanan dan pencairan dana desa di Kampung Ayuka.Papuanewsonline.com akan memperbarui berita ini setelah mendapat keterangan resmi dari para pihak. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Mei 2026, 14:51 WIT
Kemarau Lumpuhkan Akses Air Bersih di Ayuka, Warga Mengaku “Setengah Mati” Bertahan Hidup Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali mengeluhkan krisis air bersih saat musim kemarau. Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, menyebut kondisi itu membuat warga “setengah mati” mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.“Di sini kalau pas musim kemarau, woi, paling setengah mati sekali. Susah air betul,” kata Robertus saat berbincang santai dengan media Papuanewsonline.com_, Jumat 30 April 2026.Menurutnya, warga hanya bisa mengandalkan depot air isi ulang atau tadah hujan. Namun kedua opsi itu tidak selalu tersedia. “Tunggu depot juga kadang masuk, kadang tidak. Kalau ditunggu hujan baru depot bisa masuk. Kalau tidak hujan, dia mau ambil dari mana?” ujarnya.Konsumsi Air Tak Layak  Robertus mengaku warga terpaksa menggunakan alternatif yang berisiko bagi kesehatan. “Kadang cuma pakai kapur untuk kasih segar rasanya. Kalau memang tidak ada sama sekali, pakai air pompa saja. Itu direbus untuk masak, tapi kita tidak tahu dampaknya ke tubuh seperti apa,” kata dia.Harap Perhatian Pemerintah  Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius kepada warga pesisir. “Jadi kami minta ke pemerintah, tolong kami di pesisir ini diperhatikan betul. Kami sangat membutuhkan air. Air itu untuk kehidupan, untuk kita manusia,” tegas Robertus.Hingga berita ini terbit, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi dari Dinas PUPR Mimika dan Distrik Mimika Tengah terkait solusi jangka pendek dan jangka panjang krisis air bersih di Kampung Ayuka. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Mei 2026, 14:33 WIT
Hardiknas 2026 di Banyuwangi, Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan Harus Cerdaskan Bangsa Papuanewsonline.com, Banyuwangi — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam menegaskan arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2026).Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah. Mendikdasmen Abdul Mu’ti tampil mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi sebagai simbol penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah suasana Indonesia yang aman dan damai.“Pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga berperan membentuk watak dan peradaban yang bermartabat,” ujarnya di hadapan peserta upacara.Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, sehat, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.Kemendikdasmen, lanjut Abdul Mu’ti, saat ini terus mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai salah satu prioritas nasional. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada murid.Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki. Karena itu, upaya perbaikan pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas sebagai tempat utama proses pembelajaran berlangsung.Selain penguatan metode belajar, pemerintah juga terus mempercepat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Hingga 2025, revitalisasi disebut telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.Sementara itu, program digitalisasi pembelajaran melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel telah diterapkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar secara lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Guru dinilai tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu membangun karakter peserta didik secara menyeluruh.Selain itu, penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman terus didorong melalui konsep ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Lingkungan belajar yang baik diyakini akan mendukung tumbuhnya semangat belajar dan kreativitas siswa.Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi turut dimeriahkan dengan pagelaran budaya “Kuntulan Ewon” yang melibatkan sekitar 1.100 pelajar. Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi, keberagaman, dan semangat persatuan dalam dunia pendidikan Indonesia.Melalui momentum Hardiknas tahun ini, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan arah besar pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat melalui pembelajaran yang bermakna bagi seluruh anak bangsa. (GF)  03 Mei 2026, 14:24 WIT
Perusahaan Korea Selatan Lirik UMKM Indonesia untuk Proyek Energi Berbasis Tanaman Papuanewsonline.com, Jakarta — Peluang kerja sama internasional kembali terbuka bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Kali ini, perusahaan asal Korea Selatan, Pisphere Company, menunjukkan ketertarikannya untuk menjalin kolaborasi bersama Sinergi UMKM Indonesia dalam pengembangan proyek energi berbasis tanaman di sejumlah daerah di Indonesia.Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Canton 108, kawasan Astha District 8 SCBD, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas rencana kerja sama di sektor agro energi yang berfokus pada pemanfaatan tanaman sebagai sumber energi terbarukan sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.Kerja sama ini dirancang tidak hanya untuk mendukung pengembangan energi ramah lingkungan, tetapi juga membuka ruang keterlibatan langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM di sektor pertanian serta perkebunan. Wilayah Indonesia Timur seperti NTT, Ambon, dan Papua disebut menjadi salah satu fokus utama implementasi proyek tersebut.CEO Pisphere Company, Kang Byeong Ju, menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi kolaborasi bersama Sinergi UMKM Indonesia. Pihaknya menilai pengalaman organisasi tersebut dalam mendampingi masyarakat akar rumput menjadi nilai penting untuk memastikan proyek berjalan efektif di lapangan.Menurut Pisphere, pendekatan berbasis komunitas menjadi faktor utama keberhasilan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Dengan keterlibatan langsung masyarakat, proyek dinilai tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam pengelolaan sumber daya berkelanjutan.Direktur Pengembangan Bisnis Sinergi UMKM Indonesia, M. Robi Bratawijaya, menyebut kerja sama tersebut sebagai peluang strategis bagi pengembangan UMKM nasional. “Ini adalah kesempatan strategis untuk mendorong pemberdayaan UMKM melalui keterlibatan langsung dalam proyek energi berbasis tanaman yang berkelanjutan,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam proyek ini diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi baru, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pengembangan industri energi modern.Selain membahas rencana teknis proyek, pertemuan itu juga menjadi momentum penguatan hubungan antar kedua pihak untuk membangun kerja sama jangka panjang di bidang pengembangan ekonomi hijau berbasis komunitas.Dalam agenda tersebut turut hadir CEO Sinergi UMKM Indonesia Widhiyani Mokhamad, Direktur Program Haryono, SE., serta Direktur Kerjasama dan Komunikasi Andi Wardana. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menunjukkan keseriusan Sinergi UMKM Indonesia dalam mempersiapkan program kolaborasi internasional tersebut.Rencananya, proyek energi berbasis tanaman ini akan mulai berjalan pada Juli 2026 mendatang. Sebelum implementasi dilakukan, Sinergi UMKM Indonesia akan melakukan pendataan masyarakat, pemetaan potensi wilayah, serta persiapan infrastruktur pendukung di lokasi sasaran.Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat di Indonesia. Selain mendukung transisi energi ramah lingkungan, proyek tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal melalui keterlibatan aktif UMKM dalam rantai produksi energi masa depan. (GF) 03 Mei 2026, 14:22 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT