logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Asmat Catat Sejarah: Jokowi Dan Gibran, Presiden Dan Wapres Pertama Yang Berkunjung Papuanewsonline.com, Asmat – Kabupaten Asmat, wilayah yang terletak di Provinsi Papua Selatan, memiliki tempat istimewa dalam perjalanan kepemimpinan nasional. Daerah ini menjadi saksi sejarah sebagai tujuan kunjungan kerja pertama bagi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Langkah ini dimulai ketika Joko Widodo, selaku Presiden ke-7 RI, menjadi kepala negara pertama yang menginjakkan kaki di Asmat pada 12 April 2018. Delapan tahun berselang, jejak bersejarah itu dilanjutkan oleh putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang menjadi Wakil Presiden pertama yang melakukan kunjungan serupa pada 21 Juni 2026.Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian para pemimpin nasional. Ia menegaskan bahwa kehadiran keduanya bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata perhatian negara terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah paling timur Indonesia. “Pak Jokowi adalah presiden pertama yang datang ke sini, dan Bapak Gibran adalah wakil presiden pertama. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.Dalam kunjungan tersebut, Thomas juga memperlihatkan motor listrik berwarna merah dengan pelat nomor RI 1 yang pernah dikendarai Jokowi saat berkeliling Agats pada tahun 2018. Kendaraan tersebut kini dipajang di Museum Kebudayaan dan Kemajuan sebagai benda bersejarah. Motor itu menjadi pengingat bahwa kunjungan Jokowi kala itu meninggalkan banyak kenangan, termasuk peninjauan pembangunan 114 unit rumah khusus untuk warga setempat.Gibran dalam kunjungannya juga menyempatkan diri meninjau berbagai fasilitas dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Kehadirannya melengkapi sejarah panjang perhatian pemerintah pusat terhadap Asmat. Kini, jejak kepemimpinan yang ditorehkan menjadi harapan baru agar pembangunan di wilayah ini terus berlanjut, menyentuh berbagai aspek kehidupan mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial. Penulis: Jid Editor: GF 22 Jun 2026, 19:54 WIT
Pemerintah Provinsi Papua Tengah Gelar Evaluasi Perubahan RAPBD dan SILPA Dana Otsus Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Perubahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) serta Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) Pemerintah Kabupaten se-Papua Tengah Tahun Anggaran 2026. (22/6/26)Sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus merupakan instrumen strategis yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengurangi kesenjangan, serta meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua dan seluruh masyarakat Papua.Menurutnya, setiap rupiah dana yang dialokasikan harus direncanakan, dikelola, dan dipertanggungjawabkan secara efektif, efisien, transparan, serta akuntabel.“Pelaksanaan evaluasi Perubahan RAPBD serta perubahan penggunaan Dana Otonomi Khusus pada hari ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan prioritas pembangunan daerah,” ujarnya.Ia mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten agar penyusunan perubahan anggaran tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran semata, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Adapun fokus penggunaan anggaran diarahkan pada sektor-sektor prioritas, yaitu pendidikan yang berkualitas dan merata, pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat, peningkatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung konektivitas wilayah, penanggulangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan Orang Asli Papua, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang baik.Selain itu, sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten juga dinilai sangat penting dalam proses perencanaan dan penganggaran. Setiap usulan kegiatan harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan target pembangunan daerah, indikator kinerja, serta visi pembangunan Papua Tengah.Melalui evaluasi ini, pemerintah berharap seluruh program dapat disempurnakan dan diharmonisasikan agar pelaksanaan pembangunan berjalan lebih efektif serta memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.Kepada tim evaluasi, Gubernur Papua Tengah juga berharap proses pembahasan dilakukan secara produktif, profesional, dan konstruktif dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja dengan semangat kolaborasi, integritas, dan tanggung jawab demi terwujudnya Papua Tengah yang maju, sehat, cerdas, produktif, dan berkeadilan.Kegiatan evaluasi tersebut diharapkan dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah. Penulis: Bim Editor: GF 22 Jun 2026, 19:47 WIT
Kebijakan Wajib Apel & Penitipan Nakes Disorot Pemuda Kei Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Mimika yang mewajibkan tenaga kesehatan mengikuti apel khusus dan dititipkan sementara di Puskesmas kota saat kembali dari tempat tugas menjadi sorotan. Ketua Pemuda Kei Mimika Edoardus Rahawadan menilai kebijakan itu perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan persepsi perlakuan berbeda antar ASN.Hal tersebut disampaikan Edoardus melalui rilis tertulis yang diterima redaksi, Minggu (21/6/2026).Isi Kebijakan yang Disorot  Berdasarkan rilis tersebut, ada 2 poin kebijakan yang disorot: 1. Tenaga kesehatan yang kembali ke Timika diwajibkan mengikuti apel di lingkungan Kantor Bupati sesuai jadwal yang ditetapkan.2. Rencana penerbitan Surat Edaran Bupati agar tenaga kesehatan yang belum dapat kembali ke lokasi tugas asal sementara ditugaskan di Puskesmas sekitar kota.Pendapat Pemuda Kei Mimika  Edoardus menjelaskan, alasan tenaga kesehatan kembali ke Timika adalah kondisi objektif di lapangan seperti fasilitas tempat tinggal yang kurang memadai serta persediaan bahan makanan dan sarana pendukung tugas yang terbatas di lokasi terpencil.Menurutnya, jika kebijakan tersebut akan diterapkan secara rutin, maka prinsip keadilan harus dikedepankan. "Harus mencakup tenaga kesehatan, pendidik atau guru, petugas kecamatan, pegawai Dinas Perhubungan, CPNS, PNS, maupun seluruh ASN lainnya. Prinsipnya tegas: sama hak, sama kewajiban, tidak ada perlakuan berbeda," ujarnya.Ia juga mengutip sejumlah regulasi sebagai bahan pertimbangan, antara lain UUD 1945 Pasal 27 Ayat 1, UU ASN No. 20 Tahun 2023 Pasal 2, PermenPAN RB No. 62 Tahun 2020, Peraturan BKN No. 16 Tahun 2022, serta UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023 Pasal 231.Edoardus berharap Bupati Mimika, Sekretaris Daerah, dan Kepala BKPSDM dapat mengevaluasi kebijakan tersebut agar sejalan dengan prinsip keadilan, kesetaraan, dan tidak mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.Belum Ada Pernyataan Resmi  Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mimika, Sekretariat Daerah, BKPSDM, maupun Dinas Kesehatan Mimika terkait kebijakan apel wajib dan penitipan sementara tenaga kesehatan tersebut. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak terkait untuk memperoleh keterangan. Penulis: Hendrik Editor: GF 22 Jun 2026, 19:44 WIT
Wamen ESDM Tinjau Jargas Sleman, Program Energi Bersih Dipercepat untuk Jangkau Jutaan Rumah Tangga Papuanewsonline.com, Sleman – Pemerintah terus mempercepat pengembangan jaringan gas bumi (Jargas) sebagai bagian dari upaya memperluas akses energi bersih, meningkatkan efisiensi energi rumah tangga, dan memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu implementasi yang dinilai berhasil saat ini berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui sistem distribusi gas berbasis Compressed Natural Gas (CNG) Clustering atau beyond pipeline. Keberhasilan program tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot yang melakukan kunjungan kerja ke Sleman pada Jumat (19/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pemanfaatan gas bumi yang kini telah menjangkau masyarakat di wilayah yang sebelumnya belum terhubung dengan jaringan pipa transmisi gas. Menurut Yuliot, inovasi distribusi gas berbasis CNG menjadi solusi efektif dalam mempercepat pemerataan energi bersih di berbagai daerah. Melalui sistem tersebut, masyarakat tidak perlu menunggu pembangunan jaringan pipa utama untuk dapat menikmati manfaat gas bumi sebagai sumber energi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. "Jadi untuk tahun 2026 ini, kita ada target 160.000 satuan sambungan rumah tangga di berbagai kota. Ini akan dilakukan proses percepatan. Untuk lelangnya baru akan dilakukan pada akhir Juli ini. Jadi secara teknis, ada kajian untuk kesiapan masing-masing kota yang saat ini sedang kita selesaikan. Dan 160.000 satuan rumah tangga ini ada di Pulau Jawa, ada di Sumatera, ada di Kalimantan, dan juga tergantung dari kedekatan sumber gas untuk daerah yang bersangkutan. CNG, ya CNG semuanya," ujar Yuliot. Saat ini, Jargas berbasis CNG di Sleman telah melayani 4.545 sambungan rumah tangga, enam pelanggan kecil, serta empat pelanggan komersial. Untuk mendukung layanan tersebut, telah dibangun jaringan distribusi gas sepanjang lebih dari 141 kilometer yang memungkinkan penyaluran energi secara aman dan berkelanjutan kepada masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata konsumsi gas bumi pelanggan Jargas di Sleman mencapai sekitar 84 ribu meter kubik per bulan. Jumlah tersebut setara dengan penghematan penggunaan sekitar 64 metrik ton LPG setiap bulan, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Pemanfaatan gas bumi tidak hanya difokuskan pada sektor rumah tangga. Pemerintah juga mendorong perluasan layanan ke sektor produktif seperti UMKM, restoran, hotel, dan fasilitas kesehatan. Salah satu contoh nyata adalah Rumah Makan Payakumbuah Yogyakarta yang berhasil menekan biaya energi hingga 30 sampai 33 persen setelah beralih menggunakan gas bumi. Pemerintah bahkan telah menyiapkan target yang lebih besar untuk tahun-tahun mendatang. Selain 160 ribu sambungan rumah yang ditargetkan pada 2026, program pengembangan Jargas akan diperluas secara signifikan melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Dan tahun depan, dari pembiayaan APBN, justru kita akan tingkatkan totalnya menjadi 1 juta satuan sambungan rumah. Jadi ini juga lagi kita persiapkan untuk anggaran tahun 2027. Untuk tahun 2028, itu sudah bisa untuk 1 juta satuan sambungan rumah terlaksana. Jadi yang 160.000 itu bisa melayani masyarakat," kata Yuliot. Secara nasional, pengelolaan Jargas saat ini telah menjangkau sekitar 827 ribu sambungan rumah yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota. Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026–2029, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 350 ribu sambungan rumah baru setiap tahun melalui berbagai skema pendanaan. Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian ESDM dan seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan Jargas di Sleman. Menurutnya, teknologi CNG Clustering telah membuktikan kemampuannya sebagai solusi distribusi gas yang efektif untuk wilayah yang belum memiliki jaringan transmisi utama. "Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan, karena CNG yang bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan sistem klaster agar mengalir dengan aman ke dapur-dapur rumah tangga. Dengan pengawasan yang ketat dan teknologi pengaturan tekanan (PRS) yang andal, aliran gas bumi ke dapur-dapur dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari," jelas Arief. Melalui pengembangan Jargas yang semakin luas, pemerintah berharap masyarakat dapat menikmati energi yang lebih murah, bersih, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, program ini juga diharapkan mampu memperkuat sektor usaha produktif, mengurangi beban subsidi energi negara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berdaya saing. (GF) 21 Jun 2026, 18:44 WIT
Gus Ipul Pastikan Penutupan Munas-Konbes NU Siap, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Bangkalan Papuanewsonline.com, Bangkalan – Persiapan penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 terus dimatangkan. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Munas-Konbes NU 2026, KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, turun langsung meninjau lokasi acara di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026).Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan nonteknis telah dipersiapkan secara optimal menjelang puncak kegiatan yang direncanakan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk area utama kegiatan dan sarana pendukung lainnya, menjadi fokus pengecekan panitia.Dalam peninjauan itu, Gus Ipul berkeliling memeriksa berbagai titik strategis di lokasi acara. Ia mengecek kesiapan tenda yang telah dipasang untuk menampung tamu undangan serta memastikan alur kedatangan peserta dan tamu kehormatan dapat berjalan dengan baik.Selain melakukan pengecekan lapangan, Gus Ipul juga berdiskusi dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., Pengasuh Pesantren Syaichona Moh. Cholil RKH Muhammad Nasih Aschal, serta perwakilan PCNU se-Madura.Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari penataan kawasan, kesiapan fasilitas pendukung, hingga langkah-langkah pengamanan yang akan diterapkan saat acara berlangsung. Koordinasi lintas lembaga dinilai penting mengingat penutupan Munas-Konbes NU menjadi agenda nasional yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta.Menurut Gus Ipul, setiap detail persiapan harus diperhatikan secara serius agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib.“Kita ingin memastikan seluruh titik siap. Mulai dari lokasi acara, alur kedatangan Presiden, alur para tamu undangan, pengamanan, hingga pelayanan peserta. Semuanya harus tertata dengan baik,” ujar Gus Ipul.Usai meninjau lokasi, Gus Ipul melanjutkan agenda dengan memimpin rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Bangkalan. Rapat tersebut dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Dja’far, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, Dandim Bangkalan, sejumlah pejabat terkait, serta jajaran pengurus NU se-Madura.Dalam rapat koordinasi tersebut, panitia bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan membahas secara rinci berbagai skenario pelaksanaan acara. Fokus utama pembahasan meliputi jalur kedatangan Presiden, pengaturan tamu VVIP dan VIP, pengelolaan peserta, pengamanan kawasan, kesiapan infrastruktur, hingga dukungan fasilitas penunjang di sekitar lokasi.Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan penutupan Munas-Konbes NU tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh sinergi seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, koordinasi yang intensif terus dilakukan agar setiap potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini.“Ini bukan hanya soal teknis acara, tetapi juga soal penghormatan kepada para kiai, para peserta, para tamu, dan tentu kepada Presiden yang kita undang hadir dalam penutupan. Karena itu semua harus disiapkan sebaik-baiknya,” kata Gus Ipul.Di akhir kegiatan, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan, aparat keamanan, Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Madura yang turut berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional tersebut. “Bangkalan adalah tempat yang sangat penting bagi NU. Karena itu kita ingin penutupan Munas-Konbes di sini menjadi momentum yang baik, tertib, dan membawa keberkahan,” ujar Gus Ipul. (GF) 21 Jun 2026, 18:34 WIT
TNI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 1.500 Titik, Perkuat Persatuan dan Semangat Kebangsaan Papuanewsonline.com, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar kegiatan Nonton Bersama (Nobar) Kebangsaan Piala Dunia 2026 secara gratis di lebih dari 1.500 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 19 Juni 2026 ini menjadi salah satu agenda nonton bersama terbesar yang pernah difasilitasi TNI bagi masyarakat dari Sabang sampai Merauke.Program tersebut merupakan bagian dari upaya TNI menghadirkan hiburan yang merata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan di tengah momentum ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.Pelaksanaan Nobar Kebangsaan terselenggara melalui sinergi antara TNI dan TVRI. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga di berbagai daerah.Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Momen menyaksikan pertandingan Piala Dunia dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat rasa persaudaraan, solidaritas sosial, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.TNI menilai olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan. Karena itu, Nobar Kebangsaan diharapkan mampu menjadi media yang efektif dalam membangun semangat nasionalisme dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.Selain memberikan manfaat sosial, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan warga di lokasi penyelenggaraan turut membuka peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar area nobar.Perputaran ekonomi yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan menjadi salah satu nilai tambah yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di daerah.TNI juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana yang aman, tertib, dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa.Melalui Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026, TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pertahanan negara, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial yang mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong menuju Indonesia yang semakin maju dan bersatu. (GF) 21 Jun 2026, 18:32 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT