logo-website
Sabtu, 09 Mei 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
ULMWP Umumkan Perombakan Kabinet Pemerintahan Sementara pada 1 Mei 2026 Papuanewsonline.com, Papua Barat — Presiden Sementara ULMWP, Benny Wenda, mengumumkan perombakan kabinet Pemerintahan Sementara ULMWP bertepatan dengan peringatan 1 Mei 2026. Pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan di situs ULMWP sebagai bagian dari refleksi atas sejarah integrasi Papua ke Indonesia pada 1963.Dalam pernyataannya, Benny Wenda menyebut tanggal 1 Mei sebagai hari berkabung bagi rakyat Papua Barat. Ia menilai momentum tersebut sebagai awal dari tragedi panjang yang menurutnya masih berlangsung hingga saat ini.“Tanggal 1 Mei akan selalu menjadi hari berkabung di Papua Barat. Hari ini kita memperingati 63 tahun Indonesia menginvasi tanah kita, awal dari tragedi yang masih kita alami hingga saat ini,” tulis Benny Wenda dalam pernyataan resminya.Ia juga menyinggung Perjanjian New York tahun 1962 yang melibatkan Indonesia, Belanda, dan Amerika Serikat. Menurutnya, rakyat Papua Barat seharusnya diberikan hak menentukan nasib sendiri melalui referendum kemerdekaan, namun hal itu tidak terjadi sebagaimana yang diharapkan kelompok mereka.Dalam pernyataan tersebut, Benny Wenda turut menyoroti berbagai situasi keamanan dan kemanusiaan di Papua. Ia mengklaim bahwa konflik dan operasi militer masih berlangsung hingga kini dan berdampak pada masyarakat sipil di sejumlah wilayah.“Lima belas warga Papua tak berdosa yang dibunuh bulan ini di Puncak adalah bukti bahwa perang Indonesia terhadap West Papua tidak pernah berhenti,” tulisnya.Meski demikian, Benny Wenda menyebut 1 Mei juga menjadi simbol perlawanan politik bagi ULMWP. Ia mengingatkan bahwa pada tanggal yang sama tahun 2021, ULMWP mendeklarasikan kabinet Pemerintahan Sementara sebagai simbol perjuangan politik mereka.“Hari ini, dari hari-hari lainnya, kita tidak akan tunduk pada pemerintahan kolonial Indonesia. Sebaliknya, ULMWP memulihkan kedaulatan kita yang dicuri dengan membangun kapasitas pemerintahan sementara kita,” ujarnya.Dalam kesempatan tersebut, Benny Wenda mengumumkan susunan baru kabinet Pemerintahan Sementara ULMWP yang terdiri dari berbagai kementerian dan perwakilan bidang strategis. Sejumlah nama diumumkan mengisi posisi kementerian, mulai dari urusan luar negeri, hukum, kesehatan, hingga lingkungan hidup dan urusan perempuan serta anak.Selain struktur sipil pemerintahan sementara, ULMWP juga mencantumkan susunan kepemimpinan Tentara Papua Barat dalam pengumuman tersebut. Nama Jenderal Goliath Tabuni kembali disebut sebagai Panglima Tertinggi bersama sejumlah petinggi lainnya dalam struktur militer organisasi.Benny Wenda menegaskan bahwa ULMWP terus berupaya memperkuat dukungan internasional terhadap perjuangan politik Papua Barat. Ia mengklaim organisasinya telah mendorong isu Papua masuk dalam perhatian komunitas internasional dan forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.“ULMWP telah mendorong Papua Barat ke dalam agenda internasional, memenangkan permintaan lebih dari 100 negara PBB untuk melakukan kunjungan Hak Asasi Manusia PBB,” tulisnya.Di akhir pernyataannya, Benny Wenda mengajak masyarakat Papua Barat untuk tetap menjaga persatuan dan terus mendukung perjuangan ULMWP menuju kemerdekaan yang mereka cita-citakan.“Kepada rakyat West Papua, saya meminta Anda terus menaruh kepercayaan Anda pada misi ULMWP: kemerdekaan akan segera tiba,” tutup Benny Wenda.Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia terkait isi pernyataan dan pengumuman perombakan kabinet Pemerintahan Sementara ULMWP tersebut. (GF) 05 Mei 2026, 13:23 WIT
TPNPB Yahukimo Klaim Tembak Dua Kapal di Perbatasan Asmat Papuanewsonline.com, Yahukimo — TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas penembakan terhadap dua unit kapal di wilayah perbatasan Yahukimo dan Asmat pada Minggu, 3 Mei 2026. Klaim tersebut disampaikan melalui Siaran Pers Ke-II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterbitkan pada Senin, 4 Mei 2026.Dalam siaran pers itu, juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyebut laporan diterima langsung dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka. Pernyataan tersebut turut mencantumkan nama sejumlah pimpinan TPNPB sebagai penanggung jawab rilis.Adapun nama yang tercantum yakni Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letjen Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayjen Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayjen Lekagak Telenggen.Dalam keterangannya, TPNPB menyatakan bahwa penyerangan dilakukan terhadap dua kapal yang disebut milik agen intelijen militer pemerintah Indonesia.“Kami bertanggung jawab atas penembakan dua unit kapal milik agen intelijen militer pemerintah Indonesia pada hari Minggu, 3 Mei 2026 di perbatasan Asmat dan Yahukimo,” demikian kutipan rilis tersebut.TPNPB juga mengklaim operasi itu dilakukan oleh pasukan yang mereka sebut sebagai “Batalyon Kanibal” di bawah pimpinan Mayor Beres Murup dan Kuron Marup, bersama pasukan khusus pimpinan Akar Heluka.Menurut TPNPB, aksi tersebut dilakukan karena kapal-kapal itu diduga digunakan untuk melakukan pendoropan agen intelijen militer ke wilayah yang mereka klaim sebagai daerah konflik bersenjata.Selain mengklaim penembakan dua kapal, TPNPB Kodap XVI Yahukimo turut mengeluarkan tujuh poin pernyataan sikap dalam rilis tersebut. Beberapa poin di antaranya meminta warga pendatang keluar dari wilayah operasi serta menetapkan daftar pencarian terhadap kapal dan pesawat sipil yang disebut terlibat dalam aktivitas militer.TPNPB juga menyebut sejumlah fasilitas sipil seperti sekolah, kantor pemerintah, dan rumah sakit sebagai sasaran karena menurut mereka fungsi fasilitas tersebut telah diambil alih untuk kepentingan militer.Hingga Senin, 4 Mei 2026, Papuanewsonline.com mengaku belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait kebenaran klaim penembakan tersebut.Upaya konfirmasi disebut telah dilakukan kepada Pangdam XVII/Cenderawasih melalui Kapendam XVII/Cenderawasih serta Kabid Humas Polda Papua guna meminta tanggapan terkait insiden dan pernyataan sikap TPNPB tersebut.Situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua Pegunungan, termasuk Yahukimo, dalam beberapa waktu terakhir memang masih menjadi perhatian menyusul meningkatnya ketegangan dan aktivitas kelompok bersenjata di sejumlah titik rawan konflik. (GF) 05 Mei 2026, 13:20 WIT
TPNPB Tolak Keputusan ULMWP, Klaim Pencantuman Nama Petinggi Organisasi Dilakukan Sepihak Papuanewsonline.com, Papua — Pengendali Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB secara resmi menyatakan penolakan terhadap keputusan Pemerintahan Sementara ULMWP yang dipimpin Benny Wenda terkait pencantuman sejumlah nama pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) ke dalam struktur kabinet pemerintahan sementara tersebut.Penolakan itu disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal Senin, 4 Mei 2026, yang ditandatangani sejumlah pimpinan TPNPB-OPM dan disampaikan oleh juru bicara organisasi, Sebby Sambom.Dalam pernyataan tersebut, Kepala Staf Umum TPNPB, Mayor Jenderal Terianus Satto, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengetahui ataupun menyetujui keputusan Pemerintahan Sementara ULMWP yang memasukkan nama sejumlah petinggi TPNPB ke dalam kabinet pemerintahan versi Benny Wenda.Pengendali Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB di bawah pimpinan Kepala Staf Umum TPNPB Mayjend Terianus Satto secara resmi menolak keputusan Pemerintahan Sementara (ULMWP) dibawa kepemimpinan Saudara Benny Wenda, Bucthar Tabuni, Simion Alua Surabut dan kelompoknya yang secara sepihak telah mengangkat petinggi Komando Nasional-Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (Komnas TPNPB) seperti Panglima Tinggi TPNPB Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen dalam kelompoknya Benny Wenda.Dalam keterangannya, Terianus Satto juga menegaskan bahwa tidak pernah ada kesepakatan bersama antara TPNPB dan ULMWP terkait pengangkatan para pimpinan TPNPB ke dalam kabinet pemerintahan sementara tersebut.“TPNPB dan ULMWP versi Pemerintahan Sementara tidak pernah membuat kesepakatan dan tidak pernah memutuskan sikap bersama untuk mengangkat Jenderal Goliath Tabuni, Letnan Jenderal Melkisedek Awom, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen untuk bergabung dalam kabinetnya Benny Wenda,” demikian bunyi pernyataan dalam siaran pers tersebut.TPNPB menilai keputusan Pemerintahan Sementara ULMWP itu sebagai tindakan sepihak yang dianggap melanggar mekanisme organisasi. Mereka menyebut TPNPB memiliki sistem hirarki kepemimpinan dan prosedur tersendiri dalam pengambilan keputusan strategis organisasi.Menurut pernyataan tersebut, pencantuman nama para petinggi TPNPB ke dalam struktur kabinet ULMWP dinilai sebagai upaya yang dapat merusak organisasi dan perjuangan politik Papua baik di dalam maupun luar negeri.Selain menyampaikan penolakan, pihak TPNPB juga mengimbau seluruh elemen perjuangan Papua, termasuk mahasiswa, pejuang sipil kota, dan masyarakat Papua agar tidak terpengaruh oleh keputusan yang diumumkan Pemerintahan Sementara ULMWP pada 30 April 2026 lalu.TPNPB juga memberikan WARNING terhadap Pemerintahan Sementara ULMWP dibawa kepimpinan Benny Wenda, Bucthar Tabuni, Simion Alua Surabut dan kelompoknya untuk tidak mengulangi perbuatannya yang melanggar hukum dalam KOMNAS TPNPB.Mereka meminta Benny Wenda beserta jajaran Pemerintahan Sementara ULMWP segera memberikan klarifikasi terbuka terkait pencantuman nama pimpinan TPNPB dalam struktur kabinet tersebut.Dalam bagian akhir siaran pers, Pengendali Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB kembali menegaskan sikap keras terhadap pihak-pihak yang dianggap melakukan tindakan yang dinilai merusak nama organisasi TPNPB baik secara nasional maupun internasional.Pernyataan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa TPNPB meminta seluruh pihak menghentikan tindakan yang disebut sebagai “kudeta militer” terhadap organisasi mereka dan memperingatkan adanya konsekuensi apabila hal itu terus dilakukan.Siaran pers tersebut ditandatangani oleh sejumlah pimpinan TPNPB-OPM, di antaranya Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen. (GF) 05 Mei 2026, 13:07 WIT
KONI Mimika Terancam Dualisme, Tokoh Muda Soroti Dugaan Permainan Pihak Ketiga Papuanewsonline.com, Mimika — Potensi dualisme kepengurusan di tubuh KONI Mimika mencuat ke publik. Dianu Omaleng, tokoh muda yang menamakan diri “Pelur Anak Negeri”, mempertanyakan siapa dalang di balik potensi perpecahan tersebut.“Menjaga persatuan sesama anak negeri di Tanah Amungsa Bumi Kamoro jauh lebih baik daripada sekadar urusan struktural,” tegas Dianu dalam pernyataan tertulisnya, 2 Mei 2026. Pada media Papuanewsonline,com.Rawan Dimanfaatkan Pihak Ketiga  Dianu mengingatkan, potensi perpecahan di KONI Mimika rawan dimanfaatkan pihak ketiga. Ia menawarkan empat langkah antisipasi agar konflik tidak melebar:1. Dialog dimediasi akademisi – Pengurus lama dan baru perlu duduk bersama dengan dimediasi tokoh akademisi untuk menetralisir ketegangan sebelum menjadi konflik terbuka.2. Klarifikasi legalitas transparan – Status SK kepengurusan harus diperjelas secara administratif melalui KONI Provinsi atau Pusat. “Jika administrasi rapi dan transparan, pihak ketiga tidak punya celah hukum untuk memancing di air keruh,” kata Dianu.3. Fokus pada prestasi atlet – Pihak ketiga biasanya masuk saat ada kekosongan aktivitas akibat konflik. Dengan tetap fokus pada pembinaan atlet dan agenda olahraga, energi masyarakat terarah pada hal positif.4. Tutup ruang provokasi media – Perpecahan sering diperparah opini di media sosial. Dianu mengusulkan kesepakatan tidak saling menyerang di ruang publik untuk menjaga marwah anak negeri.Persatuan Benteng Terkuat  “Persatuan adalah benteng terkuat. Selama komunikasi antar pengurus tetap berjalan dengan kepala dingin, niat pihak ketiga untuk memecah belah tidak akan berhasil,” ujarnya.Dianu menambahkan, semangat memajukan KONI Mimika di bawah kepemimpinan baru harus dibarengi penyelesaian masa jabatan lama secara terhormat. “Agar tidak meninggalkan api dalam sekam,” tutupnya.Hingga berita ini dirilis, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi dari pengurus KONI Mimika lama, pengurus baru, serta KONI Provinsi Papua Tengah terkait status kepengurusan dan langkah rekonsiliasi. Penulis: Hendrik Editor: GF 04 Mei 2026, 21:40 WIT
BEM Hukum Jakarta Kritik BGN: Anggaran MBG Diduga Misalokasi, Desak Audit & Copot Kepala BGN Papuanewsonline.com, Jakarta — Gerakan BEM Hukum Jakarta melayangkan kritik tajam terhadap akuntabilitas Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menyoroti sejumlah pos anggaran yang dinilai tidak relevan dengan tujuan utama program pemenuhan gizi.Kritik itu disampaikan dalam rilis resmi yang diterima Papuanewsonline.com, via Whatsapp pada Senin 4 Mei 2026.Pos Anggaran Jadi Sorotan  Berdasarkan data yang dihimpun BEM Hukum Jakarta dari berbagai sumber media dan platform digital, terdapat sejumlah pengadaan di tubuh BGN yang menimbulkan polemik:- Motor listrik: sekitar Rp1,2 triliun untuk ±21.000 unit operasional.- Kaos kaki: sekitar Rp6,9 miliar dari dana publik.- Semir dan perlengkapan sepatu: sekitar Rp1,5 miliar.- Belanja pakaian dan atribut: total mencapai sekitar Rp622,3 miliar.- Platform digital Google Meet: menyentuh angka Rp5,7 miliar.“Dalam perspektif value for money, pengeluaran untuk item seperti kaos kaki, semir, dan atribut non-esensial menjadi problematik karena tidak memiliki korelasi langsung terhadap output kebijakan, yakni peningkatan kualitas gizi,” tulis BEM Hukum Jakarta dalam rilisnya.Dinilai Tak Sesuai Prinsip Keuangan Negara  BEM Hukum Jakarta menilai implementasi MBG wajib tunduk pada prinsip transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas sebagaimana diatur dalam UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara serta Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.“Ketiadaan transparansi detail ini memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian antara struktur anggaran dengan tujuan utama program, yaitu pemenuhan gizi masyarakat,” lanjut rilis tersebut.Desak di Tengah Tekanan Fiskal  Kritik ini muncul saat defisit anggaran negara tercatat mencapai sekitar Rp240,1 triliun pada awal 2026. BEM Hukum Jakarta menilai pemborosan pada sektor non-prioritas berpotensi mengganggu stabilitas fiskal.Situasi diperparah dinamika geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi dan pangan. “Kebijakan fiskal negara seharusnya diarahkan pada penguatan ketahanan pangan dan perlindungan sosial yang tepat sasaran, bukan justru membuka ruang pemborosan anggaran,” tegas mereka.Selain itu, BEM Hukum Jakarta menyinggung berbagai kasus keracunan dalam pelaksanaan MBG sebagai bukti lemahnya pengawasan mutu.Tiga Tuntutan BEM Hukum Jakarta  Atas kondisi tersebut, Gerakan BEM Hukum Jakarta yang dikoordinatori Dudi menyatakan tiga tuntutan:1. Transparansi penuh dan pembukaan rinci seluruh anggaran BGN, termasuk pengadaan motor listrik, kaos kaki, semir, serta belanja atribut lainnya, disertai audit investigatif independen.2. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan tata kelola BGN berbasis prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas publik.3. Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas, termasuk mencopot Kepala BGN karena dinilai gagal menjalankan mandat program secara bertanggung jawab di tengah tekanan fiskal dan ketidakpastian global.“Dalam negara demokrasi, setiap rupiah anggaran publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan rasional. Program MBG tidak boleh menjadi simbol kebijakan populis tanpa fondasi tata kelola yang kuat,” tutup rilis tersebut.BGN Belum Beri Tanggapan  Hingga berita ini diturunkan, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala BGN dan Biro Humas BGN terkait data pengadaan yang disorot BEM Hukum Jakarta. Papuanewsonline.com juga meminta tanggapan Kementerian Keuangan dan BPK RI soal dugaan misalokasi anggaran serta rencana audit program MBG. Penulis: Hendrik Editor: GF 04 Mei 2026, 21:36 WIT
PFA Cari Bakat 2026: Jaring Bibit Unggul Sepak Bola Dari Seluruh Tanah Papua Papuanewsonline.com, Timika – Papua Football Academy (PFA) kembali menggelar program tahunan pencarian bakat sepak bola yang diberi nama PFA Cari Bakat 2026. Kegiatan yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026 ini akan menjangkau seluruh provinsi di Tanah Papua, dengan sasaran anak-anak kelahiran tahun 2013 atau yang berusia 13 tahun pada tahun ini.Seleksi akan digelar di 19 kabupaten dan kota, dengan lokasi dan jadwal resmi yang akan diumumkan melalui media sosial serta kerja sama dengan PSSI dan pemerintah daerah setempat.Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menemukan dan membina talenta muda terbaik agar dapat berlatih di bawah bimbingan tenaga profesional serta berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Peserta dipilih berdasarkan kriteria kedisiplinan, motivasi yang kuat, kesehatan fisik, prestasi belajar, serta postur tubuh yang mendukung. Mereka yang lolos akan mendapatkan beasiswa penuh dan menempuh pendidikan serta latihan di Markas PFA Mimika Sport Complex yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia.Janjai Adii dari PTFI menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini, yang dinilai mampu membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak di daerah terpencil untuk mengembangkan bakatnya. Program ini tidak sekadar perekrutan, melainkan menjadi sarana menjangkau potensi yang tersebar di seluruh pelosok tanah Papua demi kemajuan olahraga nasional.Coach Wolfgang menyampaikan rasa syukur atas antusiasme yang tinggi dari para pelatih dan orang tua. “Saya yakin kita akan menemukan banyak pemain berbakat. Terima kasih atas dukungan yang diberikan. Semoga para calon peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya, mengukir prestasi gemilang, dan mengharumkan nama daerah serta bangsa,” ujarnya penuh harap.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 21:31 WIT
Anggaran Terbatas Rp 46 Miliar, Satpol PP Mimika Tetap Jalankan Tugas Dengan Optimal Papuanewsonline.com, Timika – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mimika menghadapi tantangan dalam melaksanakan berbagai program kerja pada tahun 2026. Dari total anggaran sebesar Rp46 miliar, sebanyak Rp41 miliar atau sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk keperluan belanja pegawai yang berjumlah 280 orang. Akibatnya, hanya tersisa dana sebesar Rp5 miliar yang dapat digunakan untuk menunjang seluruh kegiatan operasional dan program kerja. (04/05/26)Kepala Satpol PP Mimika, Yulius Koga, menjelaskan bahwa lembaganya kini telah berstatus tipe A dengan struktur organisasi yang semakin luas, namun hal ini tidak diimbangi dengan penambahan anggaran yang memadai. Kondisi ini membuat seluruh kegiatan harus dijalankan dengan perencanaan yang cermat dan efisien. Meski demikian, seluruh tugas pokok seperti penertiban, pengawasan, pengamanan kegiatan, dan sosialisasi peraturan daerah tetap berjalan sebagaimana mestinya.Selain masalah pendanaan, keterbatasan fasilitas kantor yang dirasa kurang memadai juga menjadi perhatian. Namun, Yulius menyampaikan bahwa rencana pembangunan kantor baru telah disusun dengan lengkap dan kini tinggal menuju tahap pelaksanaan. Pihaknya terus berupaya mendorong realisasi pembangunan tersebut demi menunjang kinerja dan kenyamanan kerja seluruh aparat.“Kami berharap di masa mendatang alokasi anggaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada, sehingga kinerja kami dalam menjaga ketertiban umum dapat lebih maksimal. Semoga berbagai kendala yang ada segera mendapatkan solusi yang tepat demi kemajuan pelayanan kepada masyarakat,” harap Yulius.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 21:28 WIT
Belum Ada Kejelasan, 11 SPPG Di Mimika Masih Berstatus Dihentikan Sementara Papuanewsoline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Emanuel Kemong, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian atau perkembangan terbaru terkait nasib 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diberhentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).Sebanyak delapan unit di antaranya terkendala masalah instalasi pengolahan air limbah, sedangkan tiga lainnya mengalami hambatan dari sisi administrasi. Kesebelasnya merupakan bagian dari total 18 SPPG yang beroperasi di wilayah ini.Menurut Emanuel Kemong, pihaknya terus melakukan koordinasi guna mencari solusi terbaik, namun keputusan akhir masih menunggu arahan resmi dari pihak yang berwenang. “Kami hanya membantu dalam pengawasan, koordinasi, dan evaluasi. Urusan teknis serta keputusan lebih lanjut sepenuhnya menjadi wewenang dan tanggung jawab BGN,” jelasnya (4/5/2026).Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua BGN Regional Papua Tengah, Nalen Situmorang, yang sebelumnya menyatakan bahwa hingga akhir April lalu belum ada petunjuk resmi yang diterima terkait tindak lanjut dari kasus ini. Semua pihak masih menunggu kebijakan yang akan ditetapkan guna memulihkan kembali layanan yang sangat dinantikan masyarakat.“Kami berharap proses penyelesaian ini dapat berjalan cepat dan lancar, agar layanan makanan bergizi bagi para siswa dapat segera berjalan kembali dengan baik. Semoga kendala yang ada segera terselesaikan demi manfaat pendidikan dan kesehatan anak-anak kita,” harap Emanuel Kemong.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 21:25 WIT
Euforia Kelulusan Dikeluhkan, Pelajar Lakukan Aksi Tidak Tertib Di Jalan Raya Papuanewsonline.com, Timika – Rasa syukur atas kelulusan yang dirayakan para siswa SMA di Kabupaten Mimika justru menimbulkan keluhan dari masyarakat. Pada Senin (4/5/26), sejumlah pelajar terlihat melakukan tindakan yang tidak tertib dan membahayakan saat melintas di Jalan Budi Utomo. Mereka yang mengenakan seragam penuh coretan bergerak berkelompok menggunakan sepeda motor dengan cara berkendara yang sembarangan.Perilaku tersebut dinilai sangat berisiko, mengingat banyak di antara mereka yang tidak menggunakan helm sesuai standar dan memodifikasi kendaraan dengan knalpot yang berisik. Aksi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang merugikan banyak pihak.Saleh, salah satu warga sekaligus pengemudi ojek, menyampaikan kekesalannya namun tetap berharap hal ini menjadi pelajaran. “Boleh saja bersuka cita, tapi harus tetap menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Sebaiknya perayaan dilakukan dengan cara yang positif, misalnya berkumpul bersama keluarga atau mempersiapkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.Warga juga meminta pihak sekolah untuk terus mengingatkan dan membimbing para siswa, serta mengharapkan peran aktif Satuan Lalu Lintas untuk melakukan penertiban di lapangan.“Semoga ke depannya, setiap momen bahagia seperti ini dapat dirayakan dengan cara yang terpuji, aman, dan tidak menimbulkan keresahan bagi lingkungan sekitar,” harap warga.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 21:21 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT