logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Belajar dari Papua Barat, APPOAP Desak Mimika Hadirkan Keberpihakan Nyata bagi Pengusaha OAP Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua (APPOAP) mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera mengambil langkah konkret dalam memperkuat peran pengusaha Orang Asli Papua (OAP) dalam pembangunan daerah. Desakan tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi APPOAP yang diterbitkan di Timika, Senin (22/6/2026).Dalam pernyataannya, APPOAP memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen nyata terhadap pemberdayaan pengusaha asli Papua melalui pelibatan ratusan kontraktor OAP dalam berbagai program pembangunan infrastruktur daerah.Berdasarkan data yang disampaikan APPOAP, Pemerintah Provinsi Papua Barat telah melakukan verifikasi terhadap 1.807 kontraktor Orang Asli Papua. Dari jumlah tersebut, sebanyak 856 kontraktor telah mulai dilibatkan dalam paket-paket pekerjaan pembangunan daerah. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan yang terukur sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Tanah Papua.APPOAP menilai Kabupaten Mimika memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk melahirkan pengusaha OAP yang tangguh dan berdaya saing. Terlebih, Mimika merupakan daerah dengan kapasitas fiskal terbesar di Tanah Papua yang didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bernilai triliunan rupiah setiap tahunnya.Di tengah dinamika politik pasca-Pilkada, APPOAP berpandangan bahwa kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong memiliki peluang besar untuk meninggalkan warisan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun fondasi ekonomi masyarakat asli Papua melalui penguatan sektor usaha lokal.Menurut APPOAP, data Badan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Mimika menunjukkan bahwa hingga tahun anggaran 2026 terdapat sekitar 9.205 paket kegiatan yang telah masuk dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dengan nilai mencapai sekitar Rp2,3 triliun. Namun hingga pertengahan tahun, baru sebagian kecil paket yang memasuki tahapan pengadaan.Kondisi tersebut dinilai membuka ruang yang sangat besar bagi pemerintah daerah untuk menerapkan kebijakan afirmatif yang berpihak kepada pengusaha Orang Asli Papua. APPOAP menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya dipahami sebagai pembangunan gedung, jalan, maupun infrastruktur fisik semata, tetapi harus mampu menciptakan pelaku ekonomi lokal yang menjadi tuan rumah di atas tanahnya sendiri.Lebih lanjut, APPOAP mengingatkan bahwa semangat Otonomi Khusus Papua lahir untuk menghadirkan perlindungan, keberpihakan, dan pemberdayaan bagi Orang Asli Papua dalam seluruh sektor pembangunan, termasuk sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.Sebagai langkah konkret, APPOAP mengusulkan enam program strategis kepada Pemerintah Kabupaten Mimika. Di antaranya melakukan pendataan dan verifikasi menyeluruh terhadap pengusaha OAP, menetapkan kebijakan afirmasi dalam pengadaan proyek pemerintah, membentuk program penguatan pengusaha OAP, mengalokasikan sebagian paket pekerjaan kepada kontraktor OAP sesuai ketentuan, mewajibkan kemitraan antara perusahaan besar dengan pengusaha OAP, serta menyusun regulasi daerah yang memberikan perlindungan dan pemberdayaan bagi pelaku usaha asli Papua.APPOAP meyakini bahwa dengan dukungan APBD yang besar, Mimika memiliki kemampuan untuk melahirkan ribuan pengusaha Orang Asli Papua yang mandiri dan kompetitif. Organisasi tersebut mengajak pemerintah daerah, DPRK Mimika, lembaga adat, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun sistem ekonomi yang memberikan ruang dan kesempatan yang adil bagi masyarakat asli Papua. Menutup pernyataannya, APPOAP menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembangunan di Tanah Papua. Organisasi tersebut menyampaikan bahwa, "Sudah saatnya Orang Asli Papua tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan di atas tanahnya sendiri." (GF) 23 Jun 2026, 17:31 WIT
Kesbangpol Mimika Perkuat Wawasan Kebangsaan, Tanamkan Cinta Tanah Air di Era Digital Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan Pelaksanaan Koordinasi di Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Karakter Bangsa, Pembauran Kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika dan Sejarah Kebangsaan dengan tema “Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air di Era Digital dan Menjaga Semangat Wawasan Kebangsaan”, Selasa (23/6/2026).Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dan kompleks.Sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa fondasi kebangsaan harus terus diperkuat karena tantangan terhadap persatuan bangsa kini tidak hanya datang dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui ruang digital.“Ancaman terhadap persatuan bangsa tidak selalu datang dalam bentuk fisik. Ancaman tersebut juga dapat muncul melalui penyebaran informasi yang menyesatkan, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, serta berbagai paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila,” ujarnya.Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan dan semangat bela negara harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.“Oleh karena itu, penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara harus menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat. Bela negara bukan hanya tugas aparat atau amanah pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab setiap warga negara,” kata Bupati dalam sambutannya.Ia menjelaskan, bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata, seperti mengabdi sesuai profesi masing-masing, menjaga persatuan dan kesatuan, menaati hukum, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah maupun nasional.Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti keberagaman yang dimiliki Kabupaten Mimika sebagai modal sosial yang harus terus dirawat. Menurutnya, Mimika merupakan daerah yang kaya akan suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial yang berbeda-beda.“Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun daerah yang aman, damai, dan maju,” tuturnya.Perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa. Bupati mengajak seluruh pihak untuk menanamkan nilai-nilai karakter bangsa sejak dini agar lahir generasi yang berintegritas dan memiliki kecintaan terhadap tanah air.“Generasi muda Mimika harus tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, disiplin, cinta tanah air, menghormati keberagaman, serta mampu menjadi agen perubahan bagi kemajuan daerah dan bangsa,” ujarnya.Selain penguatan karakter, pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa juga dinilai penting untuk diwariskan kepada generasi penerus. Menurutnya, sejarah kebangsaan menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia sekaligus memperkuat komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Melalui kegiatan koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.“Hadirin yang saya banggakan, melalui kegiatan koordinasi ini saya berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah serta memperkuat ketahanan nasional dari tingkat lokal,” katanya.Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Mimika sebagai contoh daerah yang menjunjung tinggi toleransi, persaudaraan, gotong royong, dan semangat kemanusiaan dalam bingkai NKRI.“Marilah kita bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan semangat bela negara demi terwujudnya Mimika yang aman, damai, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. Penulis: Bim Editor: GF 23 Jun 2026, 17:27 WIT
Pemkab Mimika Dorong Menyelenggarakan Pelatihan Kapasitas dan Talk Show Perlindungan Perempuan Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya dalam meningkatkan peran perempuan di berbagai sektor pembangunan melalui kegiatan Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi yang dikemas dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Organisasi Perempuan dan talk show bertema “Menyatukan Langkah Melindungi Perempuan.”Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Petrus Pali Ambba, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat kapasitas perempuan sekaligus meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, kami memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat kapasitas perempuan sekaligus meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah,” ujar Petrus.Ia menegaskan bahwa perempuan merupakan salah satu pilar utama pembangunan. Partisipasi aktif perempuan tidak hanya dibutuhkan dalam lingkungan keluarga, tetapi juga di ruang publik, baik dalam bidang politik, hukum, sosial maupun ekonomi.“Ketika kapasitas perempuan meningkat, maka dampaknya akan langsung dirasakan pada kesejahteraan keluarga, kemajuan masyarakat, dan pembangunan daerah secara menyeluruh,” katanya.Namun demikian, Petrus mengakui bahwa hingga saat ini perempuan dan anak masih rentan terhadap berbagai bentuk diskriminasi, kekerasan, dan ketidakadilan. Karena itu, tema “Menyatukan Langkah Melindungi Perempuan” dinilai sangat relevan dalam mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat.“Perlindungan terhadap perempuan bukanlah tanggung jawab satu pihak semata, melainkan komitmen bersama yang harus kita kawal mulai dari tingkat kabupaten hingga lingkungan terkecil di tengah masyarakat,” tegasnya.Ia mengajak organisasi perempuan, dunia usaha, lembaga keagamaan, serta pemerintah untuk bersinergi dan mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan bermartabat bagi perempuan.Lebih lanjut, Petrus berharap pelatihan ini mampu memperkuat organisasi-organisasi perempuan di Mimika agar semakin solid, memiliki wawasan yang luas, dan mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.“Organisasi perempuan harus menjadi wadah pembinaan yang mampu melahirkan perempuan-perempuan yang tangguh, mandiri secara ekonomi, memiliki kesadaran hukum yang baik, serta memahami dan mampu memperjuangkan hak-haknya secara bertanggung jawab,” ujarnya.Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu dari para narasumber, serta memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun jejaring kerja sama yang kuat demi kemajuan perempuan di Kabupaten Mimika.Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga sarana memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan perempuan yang berdaya, mandiri, terlindungi, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan.“Mari kita terus bergandengan tangan, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak pada peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak di Kabupaten Mimika,” pungkasnya.Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan semakin banyak perempuan yang berdaya dan berperan aktif dalam pembangunan, sekaligus memperkuat upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 23 Jun 2026, 17:24 WIT
Dinsos Mimika Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Anak Terlantar Papuamewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial menggelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Penjangkauan Anak-anak Terlantar yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah distrik, lurah, serta kader anak, pada Senin (22/6/2026).Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Emelia Samaran, mengatakan pertemuan tersebut dilaksanakan sebagai upaya menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama seluruh pihak dalam menangani persoalan anak-anak terlantar di Kabupaten Mimika.“Pertemuan hari ini bertujuan untuk menyatukan langkah bersama lintas sektor dalam penanganan anak-anak terlantar. Kami duduk bersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, pihak distrik, lurah, hingga kader anak agar penanganan yang dilakukan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.Menurut Emelia, kader anak memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat. Mereka bertugas menjangkau anak-anak yang putus sekolah maupun anak-anak yang mengalami kondisi terlantar.“Kader anak selama ini turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan dan penjangkauan. Mereka menjadi ujung tombak pemerintah untuk mengetahui kondisi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan bantuan,” katanya.Ia menjelaskan bahwa kondisi anak terlantar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti persoalan ekonomi keluarga, perceraian orang tua, maupun masalah sosial lainnya.“Anak-anak terlantar adalah tanggung jawab pemerintah. Karena itu, kita harus bersama-sama melakukan penjangkauan, identifikasi, serta memberikan pembinaan sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Emelia.Untuk memperkuat peran kader anak, pemerintah daerah berencana memberikan Surat Keputusan (SK) sebagai bentuk legalitas dalam menjalankan tugas di lapangan.“Selama ini kader anak sudah bekerja mengumpulkan data, tetapi belum memiliki SK. Kondisi tersebut terkadang membuat mereka mengalami kendala ketika meminta informasi kepada masyarakat. Dengan adanya legalitas, mereka dapat bekerja lebih maksimal,” ungkapnya.Dalam penanganan anak terlantar, Dinas Sosial juga menggandeng Dinas Kesehatan untuk memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan anak dapat terpenuhi.“Apabila ditemukan anak terlantar yang membutuhkan pemeriksaan fisik maupun pelayanan medis, Dinas Kesehatan siap memberikan penanganan. Anak-anak tersebut akan mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa biaya,” tambahnya.Terkait data anak terlantar, Emelia menyampaikan bahwa Dinas Sosial telah memiliki data terverifikasi sebanyak sekitar 205 anak. Sementara itu, Distrik Mimika Baru menyampaikan data sementara yang mencapai kurang lebih 7.000 anak.“Data ini perlu kita sinkronkan dan verifikasi kembali. Kita perlu memastikan apakah 205 anak yang sudah ada dalam data Dinas Sosial merupakan bagian dari 7.000 data yang disampaikan distrik atau terdapat perbedaan dalam metode pendataan,” jelasnya.Ia menambahkan, saat ini data 7.000 anak tersebut baru berasal dari Distrik Mimika Baru, sedangkan distrik lainnya belum menyampaikan laporan pendataan.“Kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut agar data yang digunakan benar-benar valid. Dengan data yang tepat, program penanganan dan intervensi yang dilakukan pemerintah dapat berjalan tepat sasaran,” ujarnya.Emelia menegaskan bahwa sesuai amanat undang-undang, fakir miskin dan anak-anak terlantar merupakan tanggung jawab negara sehingga seluruh pihak harus berperan aktif dalam memberikan perlindungan.“Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, distrik, lurah, dan kader anak, kami berharap seluruh anak terlantar di Kabupaten Mimika dapat terjangkau dan memperoleh pelayanan serta perlindungan yang layak,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 23 Jun 2026, 04:31 WIT
Bidang P2 Dinkes Mimika Gelar Screening Terpadu, Deteksi Dini Berbagai Jenis Penyakit Papuanewsonline.com, Timika – Dinas kesehatan kabupaten Mimika terus berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga, Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit bersama tim BLUD Puskesmas Mapurujaya melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan terpadu di wilayah Distrik Mimika Timur. Kegiatan yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 22 Juni 2026 ini menyasar warga di Pelabuhan Pomako, Kampung Kaugapu, Kampung Hiripau, hingga lingkungan Kompi A.Kepala Bidang P2 Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendeteksi secara dini berbagai penyakit menular maupun tidak menular, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. (22/6/26) Pemeriksaan meliputi HIV, sifilis, TBC, malaria, frambusia, kusta, hepatitis, serta pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular.Pada hari terakhir pelaksanaan, sebanyak 286 warga diperiksa untuk kasus malaria, ditemukan 13 kasus tropika, 4 kasus campuran, dan 3 kasus tersiana. Dari 226 orang yang diperiksa HIV dan sifilis, tercatat tiga kasus sifilis positif tanpa ditemukan kasus HIV. Selain itu, dua orang menunjukkan gejala TBC dan akan diperiksa lebih lanjut guna memastikan diagnosis.Pemeriksaan penyakit tidak menular juga dilakukan kepada 61 orang untuk deteksi risiko awal, serta 60 orang lainnya diperiksa kadar asam urat dan kolesterol. Kegiatan ini menjadi bagian strategi dinas kesehatan untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Penulis: Jid Editor: GF 23 Jun 2026, 04:28 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT