logo-website
Kamis, 25 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Menko Yusril Hormati Kasasi Perkara Delpedro, Putusan Akhir Diserahkan ke Mahkamah Agung Papuanewsonline.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pemerintah menghormati langkah hukum lanjutan berupa kasasi yang diajukan aparat penegak hukum dalam perkara Delpedro Marhaen dan kawan-kawan. Menurutnya, meskipun Kejaksaan merupakan bagian dari eksekutif, para jaksa tetap memiliki independensi dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.Pernyataan tersebut disampaikan Yusril melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (7/4/2026). Ia menekankan bahwa seluruh proses hukum yang berjalan harus tetap berpijak pada prinsip kepastian hukum dan keadilan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945."Sejak awal, saya telah menyampaikan bahwa putusan pengadilan harus dihormati sebagai wujud independensi kekuasaan kehakiman. Di saat yang sama, setiap langkah hukum, termasuk upaya kasasi, hendaknya benar-benar didasarkan pada ketentuan-ketentuan normatif di dalam hukum acara pidana yang berlaku, agar tercipta kepastian hukum yang adil sebagaimana amanat UUD 1945," kata Yusril melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (7/4/2026).Yusril menjelaskan, perkara Delpedro Marhaen dan rekan-rekannya memiliki kompleksitas tersendiri karena proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga persidangan dimulai dengan menggunakan KUHAP lama. Namun, vonis dijatuhkan setelah 2 Januari 2026, saat KUHAP baru telah resmi diberlakukan.Menurutnya, berdasarkan ketentuan peralihan, proses persidangan beserta kelanjutannya tetap menggunakan aturan lama. Meski demikian, muncul perdebatan akademik mengenai asas hukum yang menyatakan bahwa apabila terjadi perubahan aturan, maka hukum yang paling menguntungkan terdakwa dapat diterapkan."Nah, ketika vonis bebas dijatuhkan, KUHAP baru telah berlaku. Apakah jaksa boleh kasasi atas vonis bebas setelah KUHAP baru berlaku? Sementara KUHAP baru menyatakan, dalam putusan bebas, putusan itu final, jaksa tidak boleh kasasi. Atau apakah jaksa tetap boleh mengajukan kasasi karena perkara dimulai ketika masih menggunakan KUHAP lama? Ini menjadi sebuah debat akademik," ujar Yusril.Ia menambahkan bahwa jika jaksa tetap mengajukan kasasi, maka keputusan akhir mengenai dapat atau tidaknya permohonan tersebut diterima sepenuhnya menjadi kewenangan Mahkamah Agung sebagai lembaga peradilan tertinggi."Karena itu, pada hemat saya, jika jaksa tetap mengajukan kasasi, maka keputusan boleh tidaknya kasasi akan diputus oleh Mahkamah Agung. Delpedro dan para advokatnya dapat menggunakan argumen perubahan hukum dalam kontra-memorinya ke Mahkamah Agung."Lebih lanjut, Yusril menjelaskan bahwa Mahkamah Agung memiliki opsi untuk menyatakan permohonan kasasi jaksa tidak dapat diterima atau Niet Ontvankelijke Verklaard (N.O.), sehingga materi perkara tidak diperiksa. Namun, majelis hakim juga dapat memutuskan untuk tetap memeriksa substansi permohonan tersebut."Jadi karena Jaksa telah mengajukan kasasi, maka kita tunggu saja apa putusan Mahkamah Agung nanti. Pemerintah akan menghormati apa pun putusan Mahkamah Agung sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman tertinggi di negara kita," kata Yusril.Ke depan, Yusril berpandangan bahwa apabila seluruh proses hukum, mulai dari penyelidikan hingga persidangan, telah menggunakan KUHAP baru, maka terhadap putusan bebas seharusnya tidak lagi diajukan upaya hukum lanjutan oleh jaksa, demi menjaga kepastian hukum sebagai bagian dari keadilan.(GF) 08 Apr 2026, 00:07 WIT
Stok LPG 3 Kg di Timika Menipis, Disperindag Pastikan Pasokan Baru Segera Tiba Papuanewsonline.com, Timika - Ketersediaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Mimika untuk sementara mengalami keterbatasan, yang menyebabkan antrean panjang warga di sejumlah agen penjualan, khususnya di wilayah Nawaripi. Meski demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika menegaskan kondisi ini hanya bersifat sementara dan masyarakat diminta untuk tidak panik.Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan distribusi LPG di lapangan. Ia meminta masyarakat agar tetap tenang dan menggunakan stok yang ada secara bijak sambil menunggu pasokan baru tiba dalam beberapa hari ke depan.Saat ini, PT Mitra Indimatan di kawasan Nawaripi menjadi satu-satunya agen yang masih aktif melayani penjualan LPG 3 kilogram. Kondisi tersebut terjadi setelah dua agen lainnya mengalami kekosongan stok dan masih menunggu pengiriman dari distributor.Akibatnya, antrean warga terlihat memanjang sejak pagi hari. Untuk menjaga pemerataan distribusi, penjualan diberlakukan dengan sistem pembatasan satu tabung per rumah tangga agar seluruh masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan bahan bakar rumah tangga."Dua agen kita lagi kosong, yang tersisa satu pun sudah menipis. Namun tenang saja, pada tanggal 8 dan 13 April akan datang pasokan baru sebanyak 3.000 tabung," ujarnya.Menurut Sabelina, keterlambatan pasokan kali ini dipengaruhi oleh terbatasnya kontainer pengangkut serta meningkatnya aktivitas distribusi logistik pasca momentum hari raya, yang turut memengaruhi jadwal pengiriman ke wilayah Mimika.Meski stok sementara terbatas, Disperindag memastikan harga LPG untuk seluruh ukuran tabung masih berada dalam kondisi stabil dan tetap sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku di tingkat agen resmi.Selain itu, pengawasan terhadap distribusi juga terus diperketat untuk mencegah terjadinya penimbunan maupun praktik penjualan di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah."Kami imbau masyarakat jangan melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Cukup beli sesuai kebutuhan dan gunakan secara hemat sampai pasokan baru tiba," tegasnya menutup keterangan.Pemerintah daerah berharap dengan masuknya pasokan baru dalam dua tahap pekan ini, kondisi distribusi LPG di Timika dapat segera kembali normal sehingga aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha kecil tidak terganggu. Penulis: JidEditor: GF 07 Apr 2026, 19:21 WIT
Kadistrik Iwaka Tinjau Lokasi Kebakaran, 2 Rumah Ludes Terbakar Papuanewsonline.com, Mimika – Kepala Distrik Iwaka, Jhon Kemong, turun langsung meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan rumah warga di Kampung Naena Muktipura (SP 6), Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, pada Selasa (7/4/2026). Kunjungan ini dilakukan bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap musibah yang menimpa masyarakat setempat.Dalam peninjauannya, Jhon Kemong melihat langsung kondisi bangunan yang hangus terbakar serta menyapa para korban untuk memberikan dukungan moril. Ia juga memastikan agar proses pendataan awal segera dilaksanakan guna mengetahui besaran kerugian materiil serta mencatat kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi oleh para keluarga yang terdampak.“Kehadiran kami di sini untuk memastikan kondisi warga dan mempercepat langkah penanganan, termasuk pendataan kerugian serta kebutuhan darurat,” ujar Jhon di lokasi kejadian. Diketahui, api yang membesar tersebut berhasil melalap habis sedikitnya dua unit rumah hunian warga hingga tidak tersisa, menyebabkan pemiliknya kehilangan tempat tinggal.Jhon Kemong menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat situasi darurat, guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Sementara itu, para korban dan warga sekitar berharap adanya bantuan lanjutan, baik berupa kebutuhan pokok sehari-hari maupun dukungan untuk pembangunan kembali rumah mereka yang hangus.  Penulis: Jid Editor: GF 07 Apr 2026, 19:17 WIT
DPRK Mimika Tanggapi Demo FRP: Akui Otsus Jilid II Belum Optimal Papuanewsonline.com, Timika – Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika memberikan tanggapan resmi terhadap aksi demonstrasi yang digelar Front Rakyat Papua (FRP) di halaman kantor mereka, Selasa (7/4/2026). Para legislator menyatakan siap menerima seluruh aspirasi yang disampaikan massa dan berjanji akan menindaklanjutinya ke tingkat yang lebih tinggi agar mendapatkan perhatian serius.Anggota DPRK, Mathius Yanengga, menegaskan keterbukaan pihaknya untuk mendengar suara rakyat, khususnya Orang Asli Papua. Ia bahkan sependapat dengan tuntutan massa mengenai perlunya evaluasi besar-besaran."Saya setuju Otsus Jilid II dinilai gagal dan belum berjalan optimal. Negara harus hadir, kami tidak boleh mati di atas kekayaan sendiri," ujarnya, menyoroti juga perlunya evaluasi terhadap peran Majelis Rakyat Papua (MRP).Sementara itu, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung tertib dan damai tanpa tindakan anarkis. Ia menilai aspirasi yang disuarakan sangat penting dan patut diperjuangkan."Kami menerima kedatangan kalian. Aspirasi ini luar biasa dan akan kami teruskan ke tingkat yang lebih tinggi," paparnyaPrimus juga menekankan pentingnya menyampaikan pendapat dengan cara-cara yang damai agar tidak menimbulkan dampak negatif. Sebagai sesama anak bangsa, ia mengajak untuk tidak ada permusuhan, melainkan bersatu memperjuangkan nasib yang lebih baik melalui jalur dialog dan peraturan yang berlaku demi kesejahteraan masyarakat Papua. Penulis: Jid Editor: GF 07 Apr 2026, 19:10 WIT
FRP Demo Di DPRK Mimika: Tuntut Tutup Freeport & Tarik Pasukan Militer Papuanewsonline.com, Timika – Massa Front Rakyat Papua (FRP) kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRK Mimika, Selasa (7/4/2026). Dalam orasinya yang penuh semangat, mereka menuntut penutupan operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dianggap sebagai akar dari penindasan dan ketidakadilan di Tanah Papua. Wakil Koordinator Lapangan, Riman Onawame, mempertanyakan siapa yang sesungguhnya berhak bicara mewakili rakyat, sambil menyoroti kinerja legislatif yang dinilai belum memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.Berbagai tuntutan disuarakan, mulai dari penolakan investasi, desakan agar Presiden Prabowo Subianto menarik seluruh pasukan militer organik maupun non-organik dari Papua, hingga penolakan terhadap kebijakan Otonomi Khusus (Otsus). Mereka menilai kehadiran aparat memperpanjang konflik, sementara Otsus dan lembaga seperti Majelis Rakyat Papua (MRP) dianggap gagal dan tidak lagi mewakili aspirasi asli masyarakat. "Siapa yang sebenarnya punya hak bicara untuk orang Papua?" tanya Riman, menegaskan kekecewaan mendalam terhadap berbagai kebijakan yang berlaku.Suara perempuan juga didengungkan melalui perwakilan Ikatan Perempuan Papua yang menyoroti sejarah pengelolaan sumber daya alam yang sejak awal tidak melibatkan masyarakat adat. Hal ini dinilai memicu ketimpangan sosial dan ekonomi yang hingga kini masih dirasakan. Sementara itu, Ketua KNPB Timika, Yanto Awerkion, menegaskan kembali tuntutan pembubaran MRP dan penghapusan Otsus, yang dianggap tidak membawa perubahan signifikan bagi kehidupan rakyat.Kelompok Masyarakat Adat Independen (MAI) turut mengecam kontrak karya yang dianggap melanggar hak asasi manusia, khususnya bagi masyarakat di wilayah pegunungan. Aksi damai ini ditutup dengan seruan keras kepada pemerintah untuk segera membuka ruang dialog yang jujur dan adil. Mereka mendesak perhatian serius terhadap pemenuhan hak dasar rakyat Papua, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan ekonomi yang layak dan merata. Penulis: Jid Editor: GF 07 Apr 2026, 19:04 WIT
Stok LPG Merek Bright Gas di Timika Aman, Pertamina Pastikan Ketersediaan Cukup Papuanewsonline.com, Timika – PT Pertamina Patra Niaga terus mempercepat distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi merek Bright Gas ke wilayah Timika dan Papua Tengah. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga dan stabil di tengah situasi saat ini. Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi menegaskan bahwa hingga saat ini stok Bright Gas di Timika masih dalam kondisi aman dan tersedia melalui agen resmi. "Baik Bright Gas 5,5 kg, 12 kg, maupun 50 kg masih tersedia dalam jumlah cukup, dengan harga yang tetap sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya. Secara rinci, per tanggal 6 April 2026, ketersediaan Bright Gas di Timika mencapai sekitar 1.200 tabung ukuran 5,5 kg, 2.200 tabung ukuran 12 kg, serta 400 tabung ukuran 50 kg. Selain memastikan stok lokal, Pertamina juga terus memantau dan mempercepat suplai dari berbagai titik distribusi seperti Surabaya, Makassar, Ambon, dan Jayapura untuk menjamin pasokan terus mengalir. "Pengiriman suplai terus kami lakukan dan monitor secara berkala," jelas Bramantyo. Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak perlu panik maupun melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat cukup membeli sesuai kebutuhan dan tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.   Penulis: Jid Editor: GF 07 Apr 2026, 18:58 WIT
Parade Paskah PGGM: Warga Bersatu Wujudkan Mimika Damai Sejahtera Papuanewsonline.com, Timika – Persekutuan Gereja-gereja Mimika (PGGM) memeriahkan perayaan Hari Raya Paskah dengan tema besar "Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita" yang berlandaskan kitab 2 Korintus 5:17. Acara sakral ini digelar di Gedung Eme Neme Yauware (7/4/2026), yang diawali dengan parade penuh semangat dari anak-anak Sekolah Minggu GKI Pengharapan.Mewakili Kapolres Mimika, Pastor Ibrani Gwijangge Projo dalam sambutannya mengajak seluruh umat Kristiani untuk senantiasa hidup dalam kasih dan saling menghormati. Ia khusus menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas."Tunjukkan sikap baik dan bertanggung jawab sebagai wujud iman. Mari jaga toleransi di jalan karena jalan ini digunakan bersama," ujarnya, berharap damai Paskah senantiasa menyertai masyarakat.Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa makna kebangkitan membawa harapan baru di tengah tantangan hidup. Ia menyoroti bahwa parade Paskah bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama. "Mimika baru saja lewat Imlek, Tahun Baru Saka, dan Idul Fitri. Semua perayaan harus dijalani dalam kebersamaan lintas agama," tegasnya.Bupati pun mengapresiasi PGGM, FKUB, dan seluruh pihak yang terlibat. Ia berpesan agar nilai-nilai Paskah seperti kasih dan kerendahan hati diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi teladan di keluarga dan masyarakat, serta menjadi berkat bagi semua golongan. Ia juga mengingatkan peserta parade untuk tetap tertib demi mewujudkan Mimika yang aman, damai, dan sejahtera.  Penulis: Jid Editor: GF 07 Apr 2026, 18:54 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT