Papuanewsonline.com
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
Enam Warga Sipil Ditembak Di Tembagapura, Aktivis Deby Santoso Desak Proses Hukum Transparan
Direktur Law Firm Golda: Transaksi Perkara Di Timika Semakin Subur, Masyarakat Miskin Jadi Korban
BADKO HMI Papua Dukung Penertiban Tambang Ilegal oleh Gubernur Papua Tengah
DPR Papua Tengah, Mimika dan Puncak Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Kwamki Narama
Kejati Papua Mandul Tetapkan Yunus Wonda Jadi Tersangka, Mahasiswa Kembali Geruduk Kejagung
BERITA TAG Ekonomi
Homepage
Antisipasi Puncak Mudik Lebaran, Polda Maluku Perketat Pengamanan Pasar dan Pelabuhan
Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku memperketat pengamanan di sejumlah titik keramaian masyarakat menjelang puncak arus mudik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026. Pengamanan difokuskan di kawasan Pasar Mardika, Pelabuhan Tulehu, dan Pelabuhan Liang yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.Kegiatan pengamanan tersebut dipimpin oleh Ipda Johania Darmapan, S.Tr.I.K. dengan melibatkan personel dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku.Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, selain personil yang menggunakan pakaian dinas juga diturunkan puluhan personel berpakaian preman untuk memperkuat pengamanan di sejumlah titik keramaian, terutama di pusat perbelanjaan dan pelabuhan yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.Di Pasar Mardika, personel kepolisian melakukan patroli dan pemantauan di area perdagangan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan Lebaran.Selain itu, kehadiran petugas juga bertujuan mengantisipasi potensi tindak kriminal seperti pencopetan, pencurian, maupun pencurian kendaraan bermotor yang kerap terjadi di lokasi keramaian.Sementara itu, pengamanan di Pelabuhan Tulehu dan Pelabuhan Liang difokuskan pada aktivitas keberangkatan dan kedatangan kapal yang membawa para pemudik.Petugas melakukan pemantauan terhadap proses naik-turun penumpang dan kendaraan, sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk peredaran minuman keras (miras).Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Salawaku 2026, mengatakan peningkatan pengamanan di pusat keramaian dan pelabuhan merupakan langkah preventif untuk memastikan aktivitas masyarakat menjelang Lebaran berjalan aman dan tertib.“Melalui Operasi Ketupat Salawaku 2026, Polda Maluku meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti pasar dan pelabuhan, guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama arus mudik Lebaran,” ujar Kombes Pol Rositah Umasugi.Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap barang bawaan serta menjaga ketertiban selama berada di tempat keramaian maupun saat melakukan perjalanan mudik.Operasi Ketupat Salawaku 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan untuk mengamankan rangkaian perayaan Hari Raya Idulfitri, termasuk pengamanan arus mudik dan arus balik di wilayah Maluku.Melalui pengamanan yang dilakukan di sejumlah titik keramaian tersebut, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar. PNO-12
20 Mar 2026, 14:18 WIT
Tinjau Stasiun Surabaya Gubeng, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Maksimal ke Pemudik
Papuanewsonline.com, Surabaya - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang sedang mudik Lebaran.Hal tersebut disampaikan Kapolri usai meninjau langsung Stasiun Surabaya Gubeng, Jawa Timur, pada Minggu (15/3) pagi.Sigit mengatakan dari hasil pemantauan di Posko Terpadu Stasiun Surabaya Gubeng sudah mulai terlihat peningkatan penumpang hingga 11 persen jika dibandingkan kondisi normal. Ia menyebut peningkatan penumpang mulai terjadi sejalan dengan pemberian diskon tiket dari pemerintah untuk tiket kereta api. Selain itu, Sigit menyebut Stasiun Surabaya Gubeng juga menjadi salah satu titik sentral pemudik yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal."Tadi kita lihat ada yang juga datang dari luar kota, ada yang dari NTT, Kalimantan, kemudian memanfaatkan Stasiun Gubeng untuk sampai di wilayah-wilayah lokal dan juga melayani perjalanan jauh baik ke Jawa Tengah, Jawa Barat sampai dengan DKI Jakarta," ujarnya. Lewat peningkatan itu, Kapolri juga meminta agar seluruh pihak dapat mengantisipasi jika pemudik di lapangan jauh lebih tinggi dari prediksi Kementerian Perhubungan.Ia mengingatkan kepada seluruh petugas untuk tidak lengah dan harus menyiapkan mitigasi jika terjadi lonjakan pemudik baik di Stasiun, Terminal ataupun pelabuhan. Secara khusus"Tentunya kita tetap harus mempersiapkan diri, tidak boleh underestimate terkait dengan prediksi survei yang ada," tegas Kapolri. "Sehingga kemudian pada saat terjadi potensi lonjakan, semuanya sudah siap. Di kereta tadi saya tanya apakah ada kereta tambahan, kalau ada lompatan dari KAI juga mempersiapkan," imbuhnya. Karenanya, Sigit memerintahkan seluruh jajaran dan pihak terkait agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik mulai dari sistem tiket, keamanan hingga kesehatan bagi para pemudik."Tentunya saya berpesan kepada seluruh anggota untuk terus memberikan pelayanan terbaik khususnya mendekati puncak arus mudik yang diperkirakan biasanya terjadi pada H-2," tuturnya.Tidak ketinggalan, Kapolri juga meminta agar patroli di sekitar wilayah stasiun, terminal hingga rumah-rumah masyarakat yang ditinggalkan selama mudik untuk terus ditingkatkan.Ia menekankan hal itu penting agar dapat meminimalisir potensi kerawanan tindak kejahatan yang mungkin terjadi selama periode libur Lebaran 2026."Yang jelas pemerintah akan memberikan pelayanan terbaik dan semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan di mudik di tahun 2026," tuturnya."Tentunya harapannya seluruh stakeholder terkait bersama-sama bersinergi untuk bisa bekerja memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," tutup Kapolri. PNO-12
20 Mar 2026, 13:53 WIT
Bulog Timika Salurkan 2.400 Ton Beras SPHP 2025, Target Tercapai 100 Persen
Papuanewsonline.com, Timika – Perum Bulog Kantor Cabang
Timika berhasil menyalurkan seluruh target beras Program Stabilisasi Pasokan
dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2025 sebanyak 2.400 ton. Kepala Kantor Bulog
Timika Dedy Wahyudi menyampaikan hal tersebut di Timika, Kabupaten Mimika. Ia
menjelaskan bahwa penyaluran program tahun 2025 diperpanjang hingga 28 Februari
2026 karena belum adanya penugasan baru untuk tahun 2026 di awal tahun."Dari target 2.400 ton yang diberikan, kami berhasil
menyalurkan 100 persen," ujar Dedy. Untuk tahun 2026, Bulog Mimika telah
menerima perintah dari pusat untuk memulai penyaluran SPHP mulai 1 Maret 2026."Kami sudah menyalurkan 300 ton ke 50 mitra Rumah
Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh wilayah Timika, baik di dalam maupun
luar pasar, yang tercatat dalam Sistem Pemantau Pasar dan Kebutuhan Pokok
(SP2KP)," tambahnya.Dedy menjelaskan bahwa sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) Badan
Pangan Nasional (Bapanas), beras SPHP hanya tersedia dalam kemasan 5 kilogram
dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp65.000 per karung atau Rp13.500 per
kilogram."Saat ini, beberapa kios atau RPK masih menjual di
bawah HET, yaitu Rp65.000 per karung. Sedangkan dalam kegiatan pasar murah,
kami menjual dengan harga Rp63.000," jelasnya. Rata-rata penyaluran beras SPHP di Bulog Mimika mencapai 200
hingga 300 ton per bulan.Selain menyalurkan, Bulog Mimika juga melakukan pengawasan
terhadap penjualan beras SPHP baik di RPK maupun pasar-pasar di Mimika. "Kami melakukan pengawasan harga setiap saat guna
mencegah penjualan yang tidak sesuai dengan HET. Sejauh ini belum ada keluhan
dari masyarakat terkait kenaikan harga beras SPHP," pungkas Dedy. Penulis: Jid
Editor: GF
19 Mar 2026, 11:55 WIT
Bandara Mozes Kilangin Alami Lonjakan Penumpang Mudik Jelang Idul Fitri 1447 H
Papuanewsonline.com, Timika – Arus mudik jelang Idul Fitri
1447 H di Bandara Mozes Kilangin Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengalami
peningkatan signifikan sejak H-4 hari raya. Jumlah penumpang yang melakukan
perjalanan udara diperkirakan naik sekitar 4 persen dibandingkan periode tahun
sebelumnya.Kepala Kantor Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Mozes
Kilangin Muchammad Nafiek menyampaikan bahwa lonjakan aktivitas perjalanan pada
musim libur besar merupakan siklus tahunan yang telah dipersiapkan dengan
matang. "Kita telah menyiapkan seluruh sarana dan prasarana untuk
mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang ini dengan baik," ujarnya.Peningkatan permintaan tiket keluar dari Timika dipengaruhi
oleh perkembangan dinamika ekonomi di wilayah tersebut. Harga tiket penerbangan
menuju Jakarta dan beberapa kota besar lainnya terpantau lebih tinggi
dibandingkan arah ke Timika. "Hal ini menunjukkan bahwa Timika telah tumbuh menjadi
pusat kegiatan ekonomi yang strategis. Banyak pekerja dan profesional yang
memanfaatkan libur panjang untuk kembali ke kampung halaman, sehingga
permintaan tiket arah keluar sangat tinggi," jelas Nafiek menjelaskan
fenomena yang terjadi.Mengenai keluhan masyarakat terkait harga tiket yang
mencapai puluhan juta rupiah pada platform pemesanan daring, Nafiek menjelaskan
bahwa hal tersebut disebabkan oleh sistem yang menggabungkan beberapa rute
penerbangan karena jadwal penerbangan langsung telah penuh. Kondisi ini membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan
berdampak pada kenaikan harga yang signifikan. "Kami mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam
memeriksa detail rute, durasi transit, serta kelas penerbangan sebelum
melakukan pembelian tiket agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait harga dan
jadwal," pungkasnya.Untuk menangani lonjakan penumpang, sekitar 400 unit pesawat
komersial di seluruh Indonesia beroperasi dengan kapasitas maksimal didukung
oleh ribuan kru penerbangan. Pemerintah juga telah memberikan sejumlah insentif sejak 10
Februari 2026 melalui kerja sama antara Kementerian Perhubungan dengan
Kementerian Keuangan, Pertamina, dan AirNav untuk membantu menekan harga tiket.
"Semoga seluruh masyarakat dapat menjalani perjalanan
mudik dengan lancar, aman, dan nyaman. Selamat menyambut Idul Fitri yang penuh
berkah dan kebahagiaan bagi kita semua," ucap Nafiek. Penulis: JidEditor: GF
19 Mar 2026, 11:44 WIT
Investasi USD20 Miliar Proyek Masela Dipercepat, Bahlil Tekan INPEX Segera Masuk Tahap Final
Papuanewsonline.com, Tokyo – Pemerintah Indonesia
menunjukkan keseriusan untuk memastikan Proyek Abadi Masela benar-benar
berjalan setelah puluhan tahun tertunda. Komitmen tersebut terlihat dalam
pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
dengan pimpinan perusahaan energi Jepang INPEX di Tokyo, Jepang.Dalam pertemuan dengan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda,
Minggu (15/3/2026) waktu setempat, Bahlil secara langsung mendorong percepatan
realisasi proyek gas raksasa di Laut Arafura tersebut agar segera masuk tahap
keputusan investasi akhir.Pertemuan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk
mempercepat proyek dengan nilai investasi mencapai USD20 miliar atau sekitar
Rp339 triliun. Pemerintah memandang Proyek Abadi Masela sebagai salah satu
penggerak ekonomi baru bagi kawasan Indonesia Timur sekaligus sumber pasokan
gas besar untuk kebutuhan industri nasional di masa depan.Dalam kesempatan itu, Bahlil juga mengapresiasi kemajuan
pembangunan proyek yang telah mencapai sekitar 25 persen. Ia menegaskan
harapannya agar proyek tersebut dapat segera memasuki tahap Front End
Engineering and Design (FEED) pada kuartal kedua 2026 atau paling lambat pada
kuartal ketiga tahun ini."Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan
ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun
baru jadi kan. Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi saya pikir bisa tahun ini
kita semua tender EPC," ujar Bahlil dalam pertemuan itu.Untuk mencapai target tersebut, Bahlil bahkan menawarkan
solusi terkait kepastian pembeli gas dari Lapangan Abadi Masela yang
diproyeksikan mencapai produksi 9 Million Tonnes Per Annum (MTPA). Ia
menyatakan bahwa jika hingga akhir April 2026 belum ada pembeli serius, maka
negara melalui Danantara siap mengambil peran."Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar
negeri, tapi pada saatnya sekarang negara Indonesia harus hadir, untuk
bersama-sama dengan INPEX dalam rangka memastikan operasi. Jadi kami saja yang
membeli," ujar Bahlil.Menanggapi hal tersebut, CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda
menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus mempercepat realisasi proyek Abadi
Masela yang telah lama dikembangkan perusahaan tersebut."Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk kemurahan hati
dan komitmennya untuk mendukung proyek ini. Karena ini bukan hanya isu buat
saya pribadi, tapi kami segera jajaran INPEX memiliki komitmen juga untuk
mempercepat realisasi Abadi ini, termasuk ini saya sudah 12 tahun mengerjakan
Abadi. Bukan hanya Pak Menteri, tetapi juga kami memiliki komitmen yang sama
untuk segera mengerjakan Abadi. Dan setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami
semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini,"
ujar Ueda.Dari sisi administratif, kemajuan proyek ini juga diperkuat
dengan sejumlah perizinan penting yang telah diselesaikan pada awal 2026.
Persetujuan lingkungan melalui dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL) diterbitkan pada 13 Februari 2026, disusul persetujuan pelepasan
kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026.Dengan dukungan lintas kementerian serta komitmen investasi
besar dari para pemangku kepentingan, pemerintah optimistis Proyek Abadi Masela
dapat segera memasuki tahap pembangunan berikutnya dan menjadi salah satu pusat
pertumbuhan energi baru bagi Indonesia, khususnya di kawasan timur. (GF)
16 Mar 2026, 21:26 WIT
1.100 Takjil Dibagikan, Kadin, HIPMI, IWAPI dan Komunitas di Mimika Berbagi Berkah Ramadan
Papuanewsonline.com, Mimika — Kamar Dagang dan Industri
(Kadin) Mimika bersama HIPMI Mimika, IWAPI DPC Mimika, Yayasan Rabu Biru
Foundation, dan Maxim Timika berkolaborasi membagikan 1.100 paket takjil kepada
masyarakat selama bulan Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik,
antara lain Bundaran SP2, Jalan Budi Utomo depan Cafe MULO, serta di jalur
poros Pomako–Mapurujaya dengan mengusung tema “Bersatu dalam Kolaborasi,
Berbagi dalam Keberkahan”, Sabtu (14/03/2026).Sekretaris Kadin Mimika, Viktor Fonatba, mengatakan sebagai
induk organisasi pengusaha, Kadin berupaya merangkul seluruh organisasi
underbond seperti HIPMI dan IWAPI, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai
komunitas, termasuk Yayasan Rabu Biru dan Maxim, dalam kegiatan sosial selama
Ramadan.Menurutnya, kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan
bentuk kepedulian bersama sekaligus upaya mempererat hubungan antara organisasi
dan masyarakat di Kabupaten Mimika.“Melalui kegiatan ini kami berharap tercipta silaturahmi
yang semakin kuat antara asosiasi dan masyarakat. Ini juga menjadi wujud
kebersamaan serta kepedulian di bulan suci Ramadan,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa Ramadan menjadi momentum untuk
memperkuat harmoni dan kebersamaan di tengah keberagaman. Karena itu,
kolaborasi antarorganisasi dalam kegiatan sosial dinilai penting untuk
menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.“Ramadan mengajarkan kita untuk memperbanyak amal kebaikan,
memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama. Kita semua
berbeda-beda, namun bersatu dalam tujuan yang sama, yaitu meraih keberkahan,”
tambahnya.Sementara itu, Ketua HIPMI Mimika Junaidi Samuel
menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil telah menjadi tradisi organisasi
yang rutin dilakukan setiap tahun. Pada tahun sebelumnya kegiatan tersebut
dilaksanakan bersama organisasi Tidar, sedangkan tahun ini HIPMI berkolaborasi
dengan Kadin, IWAPI, Maxim, serta Yayasan Rabu Biru.“Kegiatan berbagi takjil ini memang rutin kami lakukan
setiap tahun. Tahun lalu bersama Tidar, dan tahun ini kami berkolaborasi dengan
Kadin sebagai organisasi pengusaha, IWAPI sebagai organisasi pengusaha wanita,
kemudian Maxim, serta Yayasan Rabu Biru,” jelasnya.Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan semangat
kebersamaan sekaligus memperkuat solidaritas antarorganisasi dan masyarakat,
khususnya di bulan Ramadan.“Semangatnya sama, niatnya sama, yaitu berbagi kepada sesama
dan mempererat kebersamaan dalam keberagaman,” ujarnya.Ketua IWAPI DPC Mimika, dr. Puttri Sultan, juga menjelaskan
bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai
organisasi dan komunitas yang ada di Mimika.“Kegiatan ini kami laksanakan bersama teman-teman dari
Kadin, HIPMI, Maxim, serta Yayasan Rabu Biru dalam rangka berbagi berkah kepada
saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa,” katanya.Ia menjelaskan bahwa pembagian takjil dilakukan di sejumlah
titik, mulai dari kawasan SP2, Jalan Budi Utomo, hingga sepanjang jalur
Mapurujaya–Pomako. Takjil juga dibagikan kepada masyarakat yang melintas serta
kepada jamaah di sejumlah musala dan masjid di sekitar lokasi kegiatan.Puttri berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat
bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antarorganisasi dan warga.“Harapan kami, melalui kegiatan ini masyarakat dapat
terbantu, khususnya bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain
itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat
kolaborasi antara berbagai organisasi,” ungkapnya.Sementara itu, Ketua Yayasan Rabu Biru Egy Kenharvey menilai
Ramadan merupakan momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus
menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.Menurutnya, semangat berbagi dalam kebersamaan akan membawa
keberkahan bagi semua pihak. Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin
antara Kadin, HIPMI, IWAPI, Maxim, serta berbagai komunitas dalam kegiatan
sosial tersebut.“Dari kebaikan-kebaikan kecil yang kita lakukan bersama,
dapat tumbuh kebahagiaan di tengah masyarakat. Keikhlasan dalam berbagi menjadi
nilai utama yang mampu memperkuat persaudaraan,” ujarnya.Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai
upaya menumbuhkan semangat toleransi, kepedulian sosial, serta memperkuat
kebersamaan di tengah masyarakat Mimika. Penulis: Bim
Editor: GF
16 Mar 2026, 16:34 WIT
Bupati Roni Omba Pimpin Panen Padi di Asikie, Dorong Pertanian Skala Kecil
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Bupati Roni Omba
memimpin langsung acara panen padi di Asikie, Distrik Jair, Kabupaten Boven
Digoel, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah
daerah untuk mendorong pengembangan pertanian skala kecil sebagai upaya pemberdayaan
ekonomi masyarakat lokal.Dalam kegiatan tersebut, Bupati Roni Omba didampingi oleh
sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta kelompok tani
setempat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan terhadap penguatan
sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat di wilayah
tersebut.Bupati Roni Omba menilai pertanian skala kecil memiliki
potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola
secara serius dan berkelanjutan. "Pertanian skala kecil dapat menjadi
kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati Roni Omba.Ia juga menegaskan pentingnya peran kelompok tani dalam
menjaga produktivitas pertanian serta meningkatkan kualitas hasil panen.
Dukungan pemerintah, menurutnya, akan terus diberikan melalui berbagai program
pengembangan pertanian." Kami akan terus mendukung kelompok tani dengan
penyediaan bibit unggul dan teknologi pertanian modern," tambahnya.Kegiatan panen padi tersebut tidak hanya menjadi simbol
keberhasilan para petani dalam mengelola lahan pertanian, tetapi juga menjadi
momentum untuk meningkatkan semangat para petani lokal agar terus mengembangkan
sektor pertanian.Selain dihadiri oleh pemerintah daerah dan kelompok tani,
kegiatan tersebut juga disaksikan oleh masyarakat setempat yang turut ambil
bagian dalam proses panen. Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan yang
berlangsung di area persawahan tersebut.Kehadiran masyarakat dalam kegiatan panen ini sekaligus
menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi bagian penting dari kehidupan
ekonomi warga di Distrik Jair.Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap
pertanian skala kecil dapat berkembang menjadi salah satu sektor strategis yang
mampu memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah Jair dan sekitarnya.
Penulis: HendrikEditor: GF
16 Mar 2026, 16:21 WIT
ALIANSI PENGUSAHA OAP DESAK SAGU, SINGKONG, KELADI MASUK PROGRAM MAKAN BERGIZI
Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang
Asli Papua (OAP) mengajukan desakan resmi kepada pemerintah pusat agar pangan
lokal khas Papua seperti sagu, singkong, dan keladi diintegrasikan secara resmi
ke dalam program Makan Bergizi yang tengah berjalan. Menurut aliansi tersebut,
kebijakan program gizi nasional seharusnya tidak hanya mengandalkan beras atau
produk impor, mengingat Indonesia khususnya Papua memiliki kekayaan pangan
lokal yang telah menjadi sumber energi masyarakat turun-temurun dan memiliki
nilai gizi yang terbukti melalui berbagai penelitian. (16/03/2026)Berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa pangan lokal Papua
memiliki kandungan gizi yang sangat baik. Tepung sagu misalnya, mengandung
karbohidrat hingga 85–94 gram per 100 gram bahan dengan nilai energi mencapai
sekitar 381 kalori per 100 gram, lebih tinggi dibanding beberapa bahan pangan
pokok lainnya. Sagu juga mengandung serat dan mineral seperti zat besi yang
penting untuk metabolisme tubuh. Sementara itu, singkong dan keladi dikenal
sebagai sumber karbohidrat kompleks, serat, vitamin, serta mineral yang
mendukung kesehatan. Penelitian juga menyimpulkan bahwa pemanfaatan sagu dan
umbi-umbian lokal sangat krusial untuk diversifikasi pangan dan meningkatkan
ketahanan pangan masyarakat, terutama di wilayah ekologis yang cocok seperti
Papua dan Maluku.Desakan ini juga didukung oleh dasar hukum yang kuat dalam
kebijakan nasional. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menegaskan
pentingnya kedaulatan dan kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal. Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan
Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Potensi Lokal mengarahkan pemerintah
untuk memprioritaskan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi. Selain itu, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang
Otonomi Khusus Papua mengamanatkan perlindungan hak masyarakat adat termasuk
sumber daya pangan tradisional. Program peningkatan gizi yang dijalankan Badan Gizi Nasional
juga menargetkan pemenuhan kebutuhan gizi bagi pelajar, ibu hamil, dan kelompok
rentan, yang seharusnya menjadi landasan untuk mengintegrasikan pangan lokal
Papua.Selain aspek gizi, penggunaan sagu, singkong, dan keladi
dalam program makan bergizi juga diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi
yang signifikan bagi masyarakat Papua. Jika menjadi bagian dari rantai pasok program pemerintah,
petani, pengusaha kecil, dan pelaku UMKM OAP akan mendapatkan manfaat ekonomi
langsung dari produksi dan distribusi bahan pangan tersebut. Penulis: Jid
Editor: GF
16 Mar 2026, 16:15 WIT
Masuki Hari Kedua Operasi Ketupat Salawaku 2026, Perketat Pengamanan di Titik Keramaian
Papuanewsonline.com, Ambon – Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026, Polda Maluku meningkatkan kesiapsiagaan personel melalui apel kesiapan yang dipimpin Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Maluku Kombes Pol. Donni Eka Syaputra selaku Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Preventif. Apel berlangsung di Lapangan Tahapary Polda Maluku, Sabtu (14/3/2026).Kegiatan tersebut diikuti para Kasubsatgas serta personel yang terlibat dalam operasi sebagai bentuk konsolidasi dan penguatan kesiapan pengamanan menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.Dalam arahannya, Kombes Pol Donni Eka Syaputra menyampaikan bahwa hingga hari kedua pelaksanaan operasi, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Maluku masih relatif kondusif. Namun demikian, aktivitas masyarakat mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah lokasi keramaian.“Memasuki hari kedua operasi, situasi kamtibmas masih dalam kondisik aman dan terkendali. Namun kita mulai melihat peningkatan aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan, tempat wisata, serta kawasan pelabuhan. Oleh karena itu seluruh personel harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya peran Satgas Intelijen dalam memberikan informasi serta perkiraan intelijen terkait perkembangan situasi kamtibmas sebelum personel melaksanakan tugas di lapangan.Menurutnya, informasi intelijen yang akurat sangat dibutuhkan untuk mendukung langkah-langkah pencegahan dan pengambilan keputusan yang tepat dalam menjaga stabilitas keamanan selama pelaksanaan operasi.Selain itu, seluruh personel diminta untuk melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing serta terus memantau dinamika situasi keamanan di wilayah tugasnya.Dalam kesempatan tersebut, Dirpamobvit juga menyampaikan bahwa berdasarkan arahan Kapolda Maluku, Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku diminta untuk terus melakukan razia terhadap peredaran minuman keras tradisional jenis sopi yang kerap menjadi pemicu berbagai tindak pidana di masyarakat.“Peredaran miras tradisional seperti sopi sering menjadi faktor pemicu berbagai gangguan kamtibmas, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga konflik antar kelompok masyarakat. Karena itu penindakan terhadap peredarannya harus terus dilakukan,” tegasnya.Untuk memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal, Polda Maluku juga akan melaksanakan analisa dan evaluasi (anev) secara rutin setiap hari guna menilai efektivitas pelaksanaan tugas serta menentukan langkah-langkah strategis selanjutnya.Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026, Polda Maluku berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama rangkaian kegiatan menjelang hingga setelah Hari Raya Idulfitri.Apel kesiapan personel yang digelar Polda Maluku pada hari kedua Operasi Ketupat Salawaku 2026 menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan menjelang perayaan Idulfitri. Peningkatan aktivitas masyarakat di pusat keramaian, pelabuhan, dan tempat wisata menjadi salah satu indikator dimulainya mobilitas menjelang musim mudik.Selain penguatan pengamanan di lapangan, langkah penertiban peredaran minuman keras tradisional seperti sopi juga menjadi bagian dari strategi preventif untuk menekan potensi gangguan kamtibmas di masyarakat.Dengan pengawasan yang intensif, dukungan intelijen, serta evaluasi rutin selama operasi berlangsung, diharapkan situasi keamanan di wilayah Maluku tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman. PNO-12
15 Mar 2026, 11:45 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru