Asrama Dipalang, Puluhan Mahasiswa Waropen Terlantar di Manokwari
Asrama Mahasiswa Kabupaten Waropen yang berlokasi di Kota Studi Manokwari dipalang oleh pemilik hak hak ulayat.
Papuanewsonline.com - 08 Agu 2026, 17:16 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Manokwari - Asrama Mahasiswa Kabupaten Waropen yang berlokasi di Kota Studi Manokwari dipalang oleh pemilik hak hak ulayat. Akibat pemalangan tersebut, puluhan mahasiswa asal Waropen yang menghuni asrama terpaksa diusir keluar dan kini terlantar.
Pemalangan ini disebut sebagai buntut dari persoalan pembayaran lahan asrama yang tak kunjung tuntas selama 27 tahun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Media ini Sabtu, (8/8/2026), asrama yang telah dihuni mahasiswa Waropen selama puluhan tahun tersebut tiba-tiba dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah.
Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Manokwari menjadi korban dan kehilangan tempat tinggal.
"Kami diusir keluar dari asrama. Kami tidak tahu harus tinggal di mana. Kami datang untuk kuliah, bukan untuk terlantar di jalan," ujar salah satu mahasiswa penghuni asrama.
Persoalan sengketa lahan asrama ini dikabarkan telah berlangsung sangat lama, yakni 27 tahun tanpa adanya kejelasan dan penyelesaian dari Pemerintah Kabupaten Waropen.
Sisa pembayaran tanah yang ditunda selama 27 tahun tersebut kini berujung pada aksi pemalangan oleh pemilik hak ulayat.
Mahasiswa berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Waropen segera turun tangan dan memberikan perhatian serius terhadap nasib mereka.
Melalui pemberitaan ini, para mahasiswa menyampaikan aspirasi terbuka kepada Bapak Bupati Kabupaten Waropen, FX Mote, untuk segera memperhatikan dan menyelesaikan persoalan asrama tersebut.
Mahasiswa menilai, kelalaian pemerintah dalam menyelesaikan kewajiban pembayaran selama 27 tahun tidak seharusnya dibebankan kepada mahasiswa yang sedang berjuang menuntut ilmu di tanah rantau.
"Kami minta Bapak Bupati FX Mote melihat kami sebagai anak-anaknya. Kami adalah generasi penerus Waropen. Jangan biarkan kami menjadi korban dari masalah yang sudah 27 tahun tidak diselesaikan. Kami butuh kejelasan dan tempat tinggal yang layak untuk belajar," tegas perwakilan mahasiswa.
Hingga berita ini diturunkan, asrama masih dalam keadaan terpalang dan belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Waropen terkait langkah penyelesaian.
Para mahasiswa berharap pemalangan ini segera dibuka dan ada solusi permanen agar kejadian serupa tidak terulang kembali, sehingga mahasiswa Waropen di Manokwari dapat kembali fokus pada pendidikan tanpa dibayangi rasa was-was diusir dari asrama sendiri.
Editor: OF