logo-website
Sabtu, 09 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun Papuanewsoline.com, Mimika - PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menyalurkan pembagian keuntungan bersih tahun 2025 kepada pemerintah pusat dan daerah sebesar Rp4,8 triliun pada 8 April 2026. Penyetoran ini menjadikan total sumbangsih perusahaan bagi negara kini menembus angka Rp75 triliun. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menegaskan seluruh penyetoran dilakukan dengan prinsip keterbukaan dan tanggung jawab.“Dana ini kami harapkan benar-benar bermanfaat untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujarnya.Dari total nilai tersebut, Pemerintah Pusat menerima Rp1,92 triliun, Provinsi Papua Tengah mendapat Rp720,5 miliar, dan Kabupaten Mimika memperoleh porsi terbesar daerah yakni Rp1,2 triliun. Selain Mimika, tujuh kabupaten lain seperti Nabire, Paniai, hingga Intan Jaya masing-masing mendapatkan Rp137,2 miliar dengan akumulasi mencapai Rp960,4 miliar. Secara keseluruhan, dari Rp75 triliun kontribusi, Rp16,9 triliun berupa dividen untuk MIND ID, sedangkan Rp13,48 triliun disalurkan ke pemerintah daerah, di mana Rp10,6 triliun telah dibayarkan sepanjang 2025 lalu. Semoga dana ini mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Mimika dan wilayah lainnya.Tony Wenas menjelaskan nilai setoran berpotensi tumbuh seiring harga komoditas yang masih menguntungkan, meski saat ini produksi baru berjalan 40–50 persen. Kondisi ini terjadi pasca insiden di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, dan pemulihan operasional masih berlangsung bertahap. Perusahaan menargetkan kembali berproduksi maksimal pada awal tahun 2028 mendatang. Ia berharap proses pemulihan berjalan lancar dan aman, sehingga target produksi tercapai dan manfaat ekonomi bagi Mimika serta seluruh rakyat Indonesia semakin besar di masa depan.Tak hanya menyetor ke kas negara, PTFI juga menyalurkan dana kemitraan dan pengembangan masyarakat sebesar Rp2 triliun sepanjang tahun 2025. Program sosial ini diagendakan berjalan terus hingga tahun 2041 dengan nilai sekitar Rp1,7 triliun per tahun. “Bagi kami, keberhasilan perusahaan terlihat jelas saat taraf hidup masyarakat sekitar tambang semakin maju dan sejahtera,” tegas Tony. Penulis: Jid Editor: GF 09 Mei 2026, 19:52 WIT
DPRD Mimika Siapkan Sertifikasi Gratis, Jalan Terbuka bagi Pencari Kerja Lokal Papuanewsonline.com, Mimika — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika mendorong program pelatihan sertifikasi gratis bagi pencari kerja lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP), melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Mimika dan Asosiasi Pencari Kerja Lokal Carstenz Mimika (APELCAMI). (6/5/26)Ketua Komisi III DPRD Mimika, Herman Ghafur, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mengatasi hambatan utama yang selama ini dihadapi masyarakat dalam mengakses dunia kerja, yakni tingginya biaya sertifikasi.“Selama ini masih banyak kontraktor yang menjadikan ketiadaan sertifikasi sebagai alasan untuk tidak menerima tenaga kerja lokal, dengan dalih kurangnya keterampilan yang dibuktikan melalui sertifikasi,” ujar Herman.Ia menjelaskan, biaya pelatihan sertifikasi yang umumnya dikelola lembaga swasta bisa mencapai sekitar Rp10 juta per peserta. Angka tersebut dinilai sangat memberatkan, terutama bagi masyarakat lokal yang ingin meningkatkan keterampilan kerja.Sebagai solusi, DPRD Mimika bersama pemerintah daerah menyepakati agar anggaran pelatihan tahun 2026 yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) difokuskan untuk membiayai sertifikasi secara penuh.“Harapannya, seluruh peserta bisa mengikuti pelatihan secara gratis tanpa pungutan biaya, karena sudah ditanggung pemerintah. Jadi bukan lagi subsidi, tetapi pembiayaan penuh,” jelasnya.Selain itu, DPRD juga mendorong keterlibatan lembaga asosiasi dalam pelaksanaan pelatihan agar lebih terstruktur dan tepat sasaran. Langkah ini diharapkan mampu memastikan akses pelatihan terbuka luas bagi pencari kerja lokal tanpa hambatan administratif maupun biaya.Terkait kebutuhan data tenaga kerja, DPRD Mimika menilai pentingnya penguatan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD). Herman menegaskan bahwa Dinas Tenaga Kerja pada dasarnya telah memiliki data tenaga kerja, namun masih perlu dioptimalkan melalui integrasi lintas instansi.“Dengan adanya sharing dan integrasi data antar instansi, validitas data tenaga kerja akan semakin baik. Jadi persoalan utama saat ini bukan pada ketersediaan data, tetapi pada optimalisasi koordinasi dan integrasi data yang sudah ada,” pungkasnya.Kebijakan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal serta meningkatkan daya saing tenaga kerja di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 06 Mei 2026, 20:04 WIT
29% APBD Mimika Untuk Belanja Pegawai, Masih Di Bawah Batas Ketentuan Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob, memastikan bahwa alokasi anggaran untuk belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2026 mencapai 29 persen dari total nilai yang ditetapkan. Angka ini dinilai masih aman karena berada di bawah batas maksimal yang diizinkan, yaitu sebesar 30 persen.Bahkan, kondisi ini menjadi alasan rasa syukur, mengingat di daerah lain alokasinya ada yang melebihi ketentuan hingga 40 persen dan berujung pada kebijakan penangguhan tugas bagi sebagian tenaga kerja.Kondisi ini juga yang melatarbelakangi kebijakan pemerintah daerah yang tidak lagi menerima permohonan mutasi pegawai dari luar wilayah. Saat ini, jumlah aparatur di lingkungan Pemkab Mimika telah mencapai sekitar 9.000 orang, yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara serta 4.000 hingga 5.000 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.Bupati menjelaskan bahwa besarnya alokasi dana untuk keperluan tersebut di setiap instansi sangat bergantung pada jumlah tenaga kerja yang ada di dalamnya.“Semakin banyak pegawai yang bertugas, maka semakin besar pula anggaran yang dibutuhkan. Hal ini terlihat jelas pada beberapa instansi, seperti Satpol PP yang menggunakan Rp41 miliar dari total anggarannya untuk keperluan pegawai, dengan sisa dana sekitar Rp5 miliar untuk menjalankan berbagai program kerja. Demikian pula dengan Dinas Pendidikan yang mengelola dana sekitar Rp700 miliar, di mana Rp400 miliar di antaranya dialokasikan untuk keperluan yang sama,” jelas Johannes Rettob.“Kami bersyukur pengelolaan keuangan daerah berjalan dengan seimbang dan sesuai aturan yang berlaku. Semoga kondisi ini terus terjaga, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik, program pembangunan tetap berjalan lancar, dan kesejahteraan seluruh aparatur tetap terjamin dengan baik,” harap Bupati.  Penulis: Jid Editor: GF 06 Mei 2026, 13:56 WIT
BEM Hukum Jakarta Kritik BGN: Anggaran MBG Diduga Misalokasi, Desak Audit & Copot Kepala BGN Papuanewsonline.com, Jakarta — Gerakan BEM Hukum Jakarta melayangkan kritik tajam terhadap akuntabilitas Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menyoroti sejumlah pos anggaran yang dinilai tidak relevan dengan tujuan utama program pemenuhan gizi.Kritik itu disampaikan dalam rilis resmi yang diterima Papuanewsonline.com, via Whatsapp pada Senin 4 Mei 2026.Pos Anggaran Jadi Sorotan  Berdasarkan data yang dihimpun BEM Hukum Jakarta dari berbagai sumber media dan platform digital, terdapat sejumlah pengadaan di tubuh BGN yang menimbulkan polemik:- Motor listrik: sekitar Rp1,2 triliun untuk ±21.000 unit operasional.- Kaos kaki: sekitar Rp6,9 miliar dari dana publik.- Semir dan perlengkapan sepatu: sekitar Rp1,5 miliar.- Belanja pakaian dan atribut: total mencapai sekitar Rp622,3 miliar.- Platform digital Google Meet: menyentuh angka Rp5,7 miliar.“Dalam perspektif value for money, pengeluaran untuk item seperti kaos kaki, semir, dan atribut non-esensial menjadi problematik karena tidak memiliki korelasi langsung terhadap output kebijakan, yakni peningkatan kualitas gizi,” tulis BEM Hukum Jakarta dalam rilisnya.Dinilai Tak Sesuai Prinsip Keuangan Negara  BEM Hukum Jakarta menilai implementasi MBG wajib tunduk pada prinsip transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas sebagaimana diatur dalam UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara serta Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.“Ketiadaan transparansi detail ini memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian antara struktur anggaran dengan tujuan utama program, yaitu pemenuhan gizi masyarakat,” lanjut rilis tersebut.Desak di Tengah Tekanan Fiskal  Kritik ini muncul saat defisit anggaran negara tercatat mencapai sekitar Rp240,1 triliun pada awal 2026. BEM Hukum Jakarta menilai pemborosan pada sektor non-prioritas berpotensi mengganggu stabilitas fiskal.Situasi diperparah dinamika geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi dan pangan. “Kebijakan fiskal negara seharusnya diarahkan pada penguatan ketahanan pangan dan perlindungan sosial yang tepat sasaran, bukan justru membuka ruang pemborosan anggaran,” tegas mereka.Selain itu, BEM Hukum Jakarta menyinggung berbagai kasus keracunan dalam pelaksanaan MBG sebagai bukti lemahnya pengawasan mutu.Tiga Tuntutan BEM Hukum Jakarta  Atas kondisi tersebut, Gerakan BEM Hukum Jakarta yang dikoordinatori Dudi menyatakan tiga tuntutan:1. Transparansi penuh dan pembukaan rinci seluruh anggaran BGN, termasuk pengadaan motor listrik, kaos kaki, semir, serta belanja atribut lainnya, disertai audit investigatif independen.2. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan tata kelola BGN berbasis prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas publik.3. Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas, termasuk mencopot Kepala BGN karena dinilai gagal menjalankan mandat program secara bertanggung jawab di tengah tekanan fiskal dan ketidakpastian global.“Dalam negara demokrasi, setiap rupiah anggaran publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan rasional. Program MBG tidak boleh menjadi simbol kebijakan populis tanpa fondasi tata kelola yang kuat,” tutup rilis tersebut.BGN Belum Beri Tanggapan  Hingga berita ini diturunkan, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala BGN dan Biro Humas BGN terkait data pengadaan yang disorot BEM Hukum Jakarta. Papuanewsonline.com juga meminta tanggapan Kementerian Keuangan dan BPK RI soal dugaan misalokasi anggaran serta rencana audit program MBG. Penulis: Hendrik Editor: GF 04 Mei 2026, 21:36 WIT
May Day 2026 Disorot, Aktivis Nilai Nasib Buruh Kian Terpuruk di Tengah Pemborosan Negara Papuanewsonline.com, Jakarta — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 kembali menjadi momentum kritik terhadap kondisi kesejahteraan pekerja di Indonesia. Dalam sebuah dialog interaktif yang digelar komunitas Aktivis 98 Garis Lucu di Jakarta, sejumlah aktivis menilai kondisi buruh saat ini semakin tertekan di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.Forum bertajuk “Mayday: Rakyat Disuruh Tahan Banting, Negara Tahan Kritik” tersebut menghadirkan berbagai pandangan kritis mengenai kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak kepada kaum pekerja dan kelompok rentan lainnya.Ketua panitia kegiatan, Ignatius Indro, menilai peringatan Hari Buruh yang diselenggarakan pemerintah di kawasan Monumen Nasional lebih bersifat seremonial dan belum menyentuh persoalan utama yang dihadapi buruh.“Tidak ada perubahan signifikan terhadap nasib buruh maupun kondisi perekonomian. Pembagian paket sembako dalam jumlah besar bukan solusi. Yang dibutuhkan buruh adalah perbaikan sistemik,” ujar Indro.Menurutnya, sejumlah kebijakan ketenagakerjaan saat ini justru memperlemah posisi pekerja. Ia menyoroti keberadaan Undang-Undang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 yang dinilai membuka ruang ketidakadilan dalam hubungan kerja, khususnya terkait sistem alih daya atau outsourcing.Indro juga mengangkat persoalan pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek daring yang disebut menghadapi ketimpangan pembagian komisi dengan perusahaan aplikasi. Ia mempertanyakan efektivitas sejumlah program pemerintah yang selama ini diklaim mampu menciptakan lapangan kerja.“Bukan hanya buruh pabrik, sektor lain juga membutuhkan perhatian serius. Ketimpangan komisi ojek online, janji 19 juta lapangan kerja yang belum jelas, hingga program yang berpotensi menjadi beban anggaran—ini semua harus dievaluasi,” tegasnya.Dalam forum yang sama, aktivis 98 lainnya, Bona Sigalingging, menyoroti langkah pemerintah yang meratifikasi Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 terkait Konvensi ILO 188 mengenai perlindungan dan kesejahteraan nelayan.“Ratifikasi ini patut diapresiasi, namun implementasinya harus dikawal secara ketat agar benar-benar memberi manfaat bagi para nelayan,” ujarnya.Sementara itu, Joshua Napitupulu menilai gerakan buruh hingga kini masih menghadapi berbagai bentuk tekanan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurutnya, makna May Day tidak boleh direduksi hanya menjadi agenda formal pemerintah.“Mayday adalah simbol perlawanan dan perjuangan buruh. Ketika maknanya dibelokkan menjadi acara seremonial, itu menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjawab persoalan mendasar,” kata Joshua.Ia juga menyoroti sejumlah persoalan klasik yang dinilai belum terselesaikan hingga saat ini, seperti upah pekerja di bawah standar UMK, minimnya perlindungan jaminan sosial, hingga persoalan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto diketahui menghadiri peringatan Hari Buruh yang digelar pemerintah di kawasan Monumen Nasional bersama ribuan buruh dari berbagai organisasi. Kegiatan tersebut mendapat perhatian publik luas, namun juga menuai kritik karena dianggap bertolak belakang dengan semangat efisiensi anggaran yang selama ini digaungkan pemerintah.Sementara itu, ribuan buruh lainnya memilih turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah dan wakil rakyat.Meski berlangsung dengan pendekatan berbeda, baik kegiatan pemerintah maupun aksi demonstrasi buruh dilaporkan berjalan aman dan tertib hingga seluruh rangkaian peringatan May Day 2026 berakhir. (GF) 04 Mei 2026, 17:52 WIT
Kolaborasi Pembangunan Mapolda DIY, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Optimal Papuanewsonline.com, DIY - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh masyarakat. Hal itu disampaikan saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (3/5/2026). "Dan ke depan kita harapkan Polda DIY betul-betul bisa memberikan pelayanan yang optimal terhadap Daerah Istimewa Yogyakarta yang kita kenal sebagai kota budaya, kota pariwisata, kota pendidikan," kata Sigit di Mapolda DIY, Minggu (3/5/2026). Pembangunan ini sendiri bertajuk 'Mbangun Bhayangkara Presisi, Hamemayu Hayuning Bawono'. Sigit mengapresiasi Pemprov DIY terkait seluruh dukungan terkait pembangunan Mapolda Yogyakarta. "Jadi ini adalah bentuk dukungan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan yang tentunya kita memahami bahwa ini adalah titipan amanah terkait dengan pembangunan ini sebagaimana tema dari pembangunan Mapolda yaitu Mbangun Bhayangkara Presisi, Hamemayu Hayuning Bawono," ujar Sigit. Sebagaimana artinya, Sigit meminta agar jajarannya bisa menjaga, memperbaiki dan menciptakan keindahan serta keharmonisan bermasyarakat yang tentunya ini sejalan dengan Tri Brata dan Catur Prasetya. "Dan juga kami juga mendapatkan amanah agar ke depan gedung Polda DIY ini dibangun dengan konsep smart city, tadi kita mendapatkan amanah dari Bapak Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono titipan dari masyarakat Yogya agar gedung ini tidak hanya berdiri sebagai gedung yang hanya fisiknya saja tapi juga bisa melaksanakan fungsinya untuk bisa tampil sebagai pelayanan kepolisian yang memiliki kemampuan data driven police hub, social listening and sentiment intelligence system, cyber security defense center serta decision intelligence and knowledge system," papar Sigit.Karenanya, Sigit menekankan, jajaran Polda DIY harus mendukung konsep dari Daerah Istimewa Yogyakarta. "Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari seluruh para pemangku jabatan, pemangku kepentingan dan juga harapan besar dari masyarakat Yogya terhadap kinerja Polri untuk betul-betul bisa profesional, dekat dan dicintai masyarakat," tutup Sigit. PNO-12 04 Mei 2026, 10:36 WIT
Perusahaan Korea Selatan Lirik UMKM Indonesia untuk Proyek Energi Berbasis Tanaman Papuanewsonline.com, Jakarta — Peluang kerja sama internasional kembali terbuka bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Kali ini, perusahaan asal Korea Selatan, Pisphere Company, menunjukkan ketertarikannya untuk menjalin kolaborasi bersama Sinergi UMKM Indonesia dalam pengembangan proyek energi berbasis tanaman di sejumlah daerah di Indonesia.Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Canton 108, kawasan Astha District 8 SCBD, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas rencana kerja sama di sektor agro energi yang berfokus pada pemanfaatan tanaman sebagai sumber energi terbarukan sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.Kerja sama ini dirancang tidak hanya untuk mendukung pengembangan energi ramah lingkungan, tetapi juga membuka ruang keterlibatan langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM di sektor pertanian serta perkebunan. Wilayah Indonesia Timur seperti NTT, Ambon, dan Papua disebut menjadi salah satu fokus utama implementasi proyek tersebut.CEO Pisphere Company, Kang Byeong Ju, menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi kolaborasi bersama Sinergi UMKM Indonesia. Pihaknya menilai pengalaman organisasi tersebut dalam mendampingi masyarakat akar rumput menjadi nilai penting untuk memastikan proyek berjalan efektif di lapangan.Menurut Pisphere, pendekatan berbasis komunitas menjadi faktor utama keberhasilan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Dengan keterlibatan langsung masyarakat, proyek dinilai tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam pengelolaan sumber daya berkelanjutan.Direktur Pengembangan Bisnis Sinergi UMKM Indonesia, M. Robi Bratawijaya, menyebut kerja sama tersebut sebagai peluang strategis bagi pengembangan UMKM nasional. “Ini adalah kesempatan strategis untuk mendorong pemberdayaan UMKM melalui keterlibatan langsung dalam proyek energi berbasis tanaman yang berkelanjutan,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam proyek ini diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi baru, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pengembangan industri energi modern.Selain membahas rencana teknis proyek, pertemuan itu juga menjadi momentum penguatan hubungan antar kedua pihak untuk membangun kerja sama jangka panjang di bidang pengembangan ekonomi hijau berbasis komunitas.Dalam agenda tersebut turut hadir CEO Sinergi UMKM Indonesia Widhiyani Mokhamad, Direktur Program Haryono, SE., serta Direktur Kerjasama dan Komunikasi Andi Wardana. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menunjukkan keseriusan Sinergi UMKM Indonesia dalam mempersiapkan program kolaborasi internasional tersebut.Rencananya, proyek energi berbasis tanaman ini akan mulai berjalan pada Juli 2026 mendatang. Sebelum implementasi dilakukan, Sinergi UMKM Indonesia akan melakukan pendataan masyarakat, pemetaan potensi wilayah, serta persiapan infrastruktur pendukung di lokasi sasaran.Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat di Indonesia. Selain mendukung transisi energi ramah lingkungan, proyek tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal melalui keterlibatan aktif UMKM dalam rantai produksi energi masa depan. (GF) 03 Mei 2026, 14:22 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT