logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Dampingi Penanaman Jagung di Kobi Papuanewsonline.com, Kobi – Polri terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pendampingan langsung kepada petani. Di Kabupaten Maluku Tengah, Bhabinkamtibmas Negeri Pasahari Polsubsektor Kobi melaksanakan pendampingan penanaman jagung sebagai bagian dari program swasembada pangan dan optimalisasi lahan tidur.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/2/2026) sejak pukul 08.30 WIT hingga 11.00 WIT, bertempat di Desa Leway, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi. Pendampingan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Negeri Pasahari BRIGPOL H. P. Simbolon bersama pemilik lahan, Sumar, serta sejumlah masyarakat Desa Leway. Penanaman jagung yang dilakukan merupakan hari ketiga dari rangkaian kegiatan.Adapun lahan jagung yang dikelola memiliki luas 30 hektar, menggunakan benih jagung jenis Pioner, dengan estimasi hasil panen mencapai 150 ton. Proses penanaman ditargetkan seluas kurang lebih 3 hektar per hari, dengan dukungan enam unit alat tanam jagung (corn seeder/manual seeder).Kapolsek Wahai menyampaikan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam program pertanian ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan dan swasembada pangan.“Pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas bukan hanya pada tahap penanaman, tetapi juga pemantauan berkelanjutan agar produktivitas lahan benar-benar optimal. Ini adalah bentuk kehadiran Polri dalam mendorong kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Kapolsek Wahai.Ia menambahkan, program ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, meningkatkan cadangan pangan, serta mengurangi ketergantungan impor.“Kami berharap pemanfaatan lahan tidur seperti ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Dengan kolaborasi Polri dan petani, kemandirian pangan bisa terwujud, ekonomi rakyat meningkat, dan situasi kamtibmas tetap aman serta kondusif,” tambahnya.Pendampingan penanaman jagung di Seram Utara Timur Kobi menegaskan transformasi peran Polri yang semakin kontekstual dengan kebutuhan masyarakat. Ketahanan pangan kini menjadi isu strategis nasional, dan kehadiran Polri di sektor pertanian memperlihatkan pendekatan pembangunan yang kolaboratif dan berkelanjutan.Optimalisasi lahan tidur seluas 30 hektar bukan hanya berkontribusi pada peningkatan produksi jagung, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan masyarakat desa. Estimasi hasil panen yang signifikan menunjukkan bahwa sektor pertanian, jika dikelola secara terukur dan didampingi secara konsisten, mampu menjadi penopang utama ketahanan ekonomi rakyat.Kolaborasi antara Polri dan petani di Maluku Tengah menjadi model sinergi yang relevan bagi wilayah lain. Ketika pangan tercukupi dan ekonomi lokal bergerak, stabilitas sosial dan keamanan pun ikut terjaga menjadikan ketahanan pangan sebagai fondasi kuat bagi ketahanan nasional secara menyeluruh. PNO-12 15 Feb 2026, 13:37 WIT
PAD Mimika 2025 Lampaui Target, Dari Rp494 Miliar Menjadi Rp536 Miliar Papuanewsonline.com, Timika – Di tengah beberapa komponen dana transfer yang belum terealisasi secara maksimal, kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mimika Tahun 2025 justru menunjukkan tren yang sangat positif. Dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp494 miliar, realisasi PAD melonjak menjadi Rp536 miliar pada akhir tahun anggaran.Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa, menjelaskan bahwa capaian realisasi APBD 2025 sebesar 97,6 persen jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai sekitar 99 persen memang sedikit menurun. Namun, ia menekankan bahwa angka tersebut masih dalam tahap rekonsiliasi dan berpotensi mengalami penyesuaian sebelum menjadi final. Saat ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih melakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap pengelolaan keuangan daerah."Pada tahap pemeriksaan terinci nantinya, angka realisasi dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) harus sudah dalam kondisi final dan tidak dapat diubah lagi," sambungnya. Dwi juga mengungkapkan bahwa masih terdapat potensi penyesuaian terkait pemotongan pajak akhir tahun. Beberapa tagihan kegiatan fisik yang masuk pada bulan Desember belum seluruhnya terpotong pajaknya secara sistem, seperti pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) serta pajak makan-minum kegiatan."Ada beberapa kasus di mana pajaknya sudah ditetapkan dan dipotong melalui SP2D, namun hingga tanggal 31 Desember secara sistem belum masuk sebagai penerimaan pajak. Proses rekonsiliasi terkait hal ini sedang kami lakukan bersama BPKAD dan Bank Papua," jelasnya. Selain itu, pajak daerah juga melampaui target yang ditetapkan, dari target Rp340 miliar menjadi Rp353 miliar pada akhir tahun. Meski demikian, Dwi menegaskan bahwa seluruh angka tersebut masih dalam tahap pencocokan akhir, termasuk kemungkinan koreksi atas kesalahan penginputan atau salah klasifikasi akun.  Penulis: Jid Editor: GF 14 Feb 2026, 20:56 WIT
Hadiri Retret Kokam Muhammadiyah, Kapolri Tekankan Sinergitas Jaga Persatuan dan Kamtibmas Papuanewsonline.com, Bogor - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan Retret Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda KOKAM Muhammadiyah di Satlat Brimob Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan ini, Sigit menekankan soal pentingnya sinergisitas dan kolaborasi seluruh pihak untuk menjaga persatuan-kesatuan hingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)."Tentunya ini bagian dari Polri khususnya Brimob dan juga seluruh anggota Polri yang ada untuk terus bersinergi dengan KOKAM dengan Pemuda Muhammadiyah untuk bersama-sama berkolaborasi menjaga persatuan kesatuan, menjaga stabilitas kamtibmas," kata Sigit usai diminta menjadi Keynote Speech pada Pembukaan Retret KOKAM Nasional, Kamis (12/2/2026). Menurut Sigit, menjaga persatuan dan kamtibmas adalah modal utama untuk mewujudkan harapan dari Presiden Prabowo Subianto demi Indonesia yang berdaulat dan sejahtera serta meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia. "Itu butuh stabilitas kamtibmas, butuh persatuan dari seluruh elemen bangsa," ujar Sigit. Sigit menegaskan bahwa, Polri dan Muhammadiyah selama ini sudah terbangun sinergisitas yang kuat dalam setiap kesempatan. Bahkan, hal tersebut terus berjalan baik ketika menghadapi beberapa situasi sulit. "Peran Muhammadiyah tentunya sangat luar biasa ya, kami terus bersama dengan Muhammadiyah dalam segala macam kegiatan, mulai dari bagaimana kita turun bersama-sama, hadapi situasi-situasi sulit, hadapi bencana, kemudian hadapi ancaman-ancaman lain. Termasuk juga melaksanakan pengamanan-pengamanan agenda nasional maupun internasional," ucap Sigit. Bahkan, kata Sigit, Polri dan Muhammadiyah terus berdampingan ketika stabilitas kamtibmas mengalami gangguan. Sigit berharap, ke depannya Korps Bhayangkara dan Muhammadiyah terus meningkatkan sinergisitas dan kolaborasi demi kemajuan Bangsa Indonesia. "Saya kira ini adalah bentuk hubungan kita dengan Muhammadiyah yang bagi kami Muhammadiyah adalah sahabat sejati kami, dan akan terus terjaga. Dan harapan kita ke depan apa yang sudah kita laksanakan ini terus pertahankan dan ditingkatkan," tutup Sigit. PNO-12 13 Feb 2026, 15:09 WIT
Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri menggelar kegiatan bertajuk "Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026" di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema "Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel."Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks". Jelas Brigjen Langgeng.Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi "filter" strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian."Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia," ujar Langgeng.Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi "A" dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal."Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia," tutup Langgeng. PNO-12 13 Feb 2026, 14:09 WIT
Operasi Kemanusiaan Polri Presisi Berakhir, Korban Laka Laut Karatat Ditemukan Papuanewsonline.com, Tanimbar - Negara hadir hingga akhir. Setelah melalui operasi pencarian intensif lintas instansi, Tim SAR Gabungan yang dipimpin Polri berhasil menemukan dan mengevakuasi korban kecelakaan laut asal Desa Karatat, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat cuaca ekstrem di perairan setempat.Korban atas nama Imam Kalean (64) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir perkebunan Taptabil, Desa Watmasa, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIT. Penemuan ini sekaligus menutup rangkaian operasi SAR yang sejak awal mengedepankan prinsip keselamatan, empati, dan tanggung jawab kemanusiaan.Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh dua warga Desa Watmasa, Necu Masela (53) dan Oscar Masela (21), saat hendak menuju kebun. Keduanya melihat sesosok tubuh tergeletak di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Dengan penuh kepedulian, temuan tersebut segera dilaporkan kepada Pemerintah Desa Watmasa dan Tim SAR Gabungan yang sejak beberapa hari terakhir bersiaga di wilayah tersebut.Merespons laporan warga, Tim SAR Gabungan yang dipimpin langsung oleh Kasat Polair Polres Kepulauan Tanimbar Ipda Simon Nusmese, S.H., bergerak cepat menuju lokasi. Proses evakuasi dilakukan secara terkoordinasi dan humanis bersama masyarakat setempat. Pada pukul 09.30 WIT, jenazah korban dibawa ke Balai Desa Watmasa untuk dilakukan pemulasaraan awal sembari menunggu kedatangan pihak keluarga.Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., melalui Ipda Simon Nusmese, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengapresiasi sinergi kuat antara warga, Polri, dan seluruh unsur SAR.“Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum. Sinergi antara masyarakat dan Tim SAR Gabungan menjadi kunci keberhasilan pencarian ini. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga kuat merupakan korban kecelakaan laut yang terseret arus hingga ke daratan,” ujar Ipda Simon.Pihak keluarga korban tiba dari Desa Karatat pada pukul 10.45 WIT. Jenazah kemudian diserahkan secara resmi kepada keluarga untuk proses pemakaman.Bagi keluarga almarhum, penemuan ini menjadi akhir dari penantian panjang yang diwarnai kecemasan dan doa. Kepastian yang diberikan oleh Tim SAR Gabungan menjadi penghiburan di tengah duka, sekaligus menegaskan bahwa negara tidak membiarkan warganya menghadapi musibah sendirian.Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Meski demikian, Polri kembali mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG serta melengkapi diri dengan alat keselamatan seperti life jacket sebelum melaut, mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi.Operasi kemanusiaan ini mencerminkan wajah Polri Presisi yang responsif, humanis, dan tuntas dalam melayani masyarakat. Di wilayah kepulauan yang rentan terhadap cuaca ekstrem, Polri menegaskan perannya tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat hingga misi kemanusiaan benar-benar selesai.Ditemukannya korban kecelakaan laut di Kepulauan Tanimbar menegaskan arti penting kehadiran negara di wilayah kepulauan. Operasi SAR yang dipimpin Polri bersama Basarnas dan masyarakat lokal menunjukkan bahwa Polri Presisi tidak berhenti pada kecepatan respons, tetapi juga pada penyelesaian tugas secara bertanggung jawab dan berempati.Bagi keluarga korban, kepastian merupakan bagian penting dari pemulihan. Kehadiran aparat sejak awal hingga akhir pencarian menjadi bukti bahwa negara bekerja, peduli, dan hadir dalam situasi paling sulit sekalipun. PNO-12 13 Feb 2026, 14:02 WIT
Operasi SAR Gabungan Sisir Perairan Korba Nleka Cari Korban Yang Hilang Dalam Laka Laut Papuanewsonline.com, Tanimbar - Negara melalui Polri kembali menunjukkan kehadiran nyata dalam misi kemanusiaan. Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bersama Polres Kepulauan Tanimbar, Basarnas Saumlaki, dan unsur SAR terkait mengerahkan upaya maksimal dalam operasi pencarian korban kecelakaan laut yang menimpa perahu warga Desa Karatat, Kecamatan Wuarlabobar, di Perairan Korba Nleka (Kerbau Jatuh), Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Peristiwa kecelakaan laut tersebut terjadi pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIT akibat cuaca ekstrem. Dari total 10 penumpang, sembilan orang telah ditemukan, terdiri dari enam orang selamat dan tiga orang meninggal dunia. Hingga kini, satu korban atas nama Imam Kalean (64), seorang petani asal Desa Karatat, masih dalam proses pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.Sebagai bentuk respons cepat dan presisi, Kapolres Kepulauan Tanimbar menerbitkan Surat Perintah Nomor: Sprin/309/II/5.4./2026/Satpolairud, yang menjadi dasar pergerakan operasi SAR laut gabungan sejak Rabu pagi (11/2/2026). Operasi ini melibatkan Satuan Polair Polres Kepulauan Tanimbar, personel BKO Ditpolairud Polda Maluku, serta Basarnas Saumlaki.Koordinasi lintas instansi dilakukan secara intensif sejak awal. Kasat Polair Polres Kepulauan Tanimbar Ipda Simon Nusmese, S.H., berkoordinasi langsung dengan Komandan Kapal Polisi KP XVI-2006 Ditpolairud Polda Maluku serta Koordinator Pos Basarnas Saumlaki Jezriel Leleuri, guna memastikan operasi berjalan efektif dan aman.Tim SAR Gabungan bertolak dari Pelabuhan Rakyat Saumlaki sekitar pukul 08.00 WIT menggunakan Kapal Polisi KP XVI-2006. Penyisiran dilakukan secara menyeluruh dengan rute pesisir Desa Latdalam, Desa Otemer, Pulau Mitak, hingga titik lokasi kejadian di Perairan Korba Nleka, Desa Watmasa, dan tiba sekitar pukul 16.30 WIT.Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasat Polair Ipda Simon Nusmese, Kamis (12/2/2026), menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara detail pada titik koordinat 7°08.808' LS – 131°29.956' BT hingga 7°08.229' LS – 131°34.311' BT. Namun hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan.“Dengan mempertimbangkan faktor cuaca, keselamatan personel, serta waktu yang menjelang malam, operasi pencarian sementara dihentikan pada pukul 17.45 WIT,” jelas Ipda Simon Nusmese.Saat ini, Tim SAR Gabungan bersiaga penuh di Desa Watmasa, Kecamatan Wuarlabobar. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev), operasi pencarian akan kembali dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran, menyesuaikan arah arus laut dan kondisi cuaca terkini.Polri juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Masyarakat diminta segera melapor melalui Call Center Polri 110 atau langsung kepada Tim SAR Gabungan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.Operasi ini menegaskan komitmen Polri Presisi yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga hadir secara humanis dalam misi kemanusiaan, keselamatan publik, dan perlindungan warga negara, khususnya di wilayah kepulauan dan perairan terluar Indonesia.Peristiwa kecelakaan laut di Perairan Korba Nleka, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kembali mengingatkan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin keselamatan warga, khususnya di wilayah kepulauan yang rentan terhadap cuaca ekstrem. Dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan respons, koordinasi lintas sektor, dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan menjadi kunci utama.Langkah cepat Polri melalui Polda Maluku dan Polres Kepulauan Tanimbar yang bersinergi dengan Basarnas menunjukkan implementasi nyata dari Polri Presisi prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Operasi SAR laut yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada prosedur, tetapi juga mengedepankan keselamatan personel serta harapan keluarga korban.Di tengah tantangan geografis dan dinamika cuaca laut Maluku yang tidak mudah diprediksi, Polri menegaskan perannya bukan semata sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai pelayan kemanusiaan yang hadir di saat masyarakat paling membutuhkan. Upaya berkelanjutan dalam pencarian korban menjadi wujud komitmen negara untuk tidak meninggalkan satu pun warganya. PNO-12 13 Feb 2026, 13:51 WIT
Abdul Hakim EI Jadi Komisaris Independen, PT Pelindo Solusi Maritim Siap Hadapi Tantangan Baru Papuanewsonline.com, Jakarta - PT Pelindo Solusi Maritim (PSM) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan agenda utama pemberhentian dan pengangkatan komisaris perusahaan. Rapat yang dilaksanakan secara daring ini dihadiri oleh para pemegang saham mayoritas PSM, yakni PT Pelindo Jasa Maritim, serta pemegang saham minoritas, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi.Dalam keputusan RUPS tersebut, terhitung sejak tanggal 9 Februari 2026, para pemegang saham sepakat untuk memberhentikan dengan hormat Basuki Soleh dari jabatannya sebagai Komisaris Utama yang telah diemban sejak Januari 2024 hingga Februari 2026. Selain itu, Adi Priyatmono juga diberhentikan dari posisi Komisaris yang dipegangnya sejak Maret 2024 hingga Februari 2026. "Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh Bapak Basuki Soleh dan Bapak Adi Priyatmono selama masa jabatannya," ungkap Budi Pratomo, Direktur Utama PSM.Seiring dengan pemberhentian tersebut, para pemegang saham PSM juga memutuskan untuk mengangkat beberapa nama baru untuk mengisi posisi Dewan Komisaris. Dasril ditunjuk sebagai Komisaris Utama, sementara Akbar Ikhramsyah dan Abdul Hakim EI masing-masing diangkat sebagai Komisaris Independen. "Selamat datang kepada Bapak Dasril, Bapak Akbar Ikhramsyah, dan Bapak Abdul Hakim EI di keluarga besar PSM. Semoga amanah ini dapat membawa nilai dan manfaat bagi perusahaan serta bangsa Indonesia," kata Budi Pratomo dengan antusias.Direksi dan seluruh karyawan PT Pelindo Solusi Maritim menyampaikan apresiasi atas sumbangsih dan peran serta Dewan Komisaris yang telah menjabat pada periode tahun 2024 hingga 2026. "Kami berharap Dewan Komisaris yang baru dapat melanjutkan pengawasan secara umum maupun khusus atas kebijakan pengurusan dan jalannya operasional perusahaan, serta memberikan nasihat yang konstruktif kepada Direksi," pungkas Budi Pratomo dengan penuh harapan. Penulis: JidEditor: GF 13 Feb 2026, 11:58 WIT
Soal Mogok Kerja Freeport, Karyawan Desak DPRK Mimika Bentuk Pansus Papuanewsonline.com, Mimika – Isu terkait karyawan mogok kerja (Moker) PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mencuat. Puluhan karyawan yang tergabung dalam kelompok Moker menggelar aksi damai di Kantor DPRK Mimika, Kamis (12/2/26), menuntut pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRK. Aksi ini merupakan puncak kekecewaan para karyawan yang merasa masalah mereka belum terselesaikan secara tuntas.Para pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi mereka, berharap para wakil rakyat dapat memberikan solusi yang adil dan transparan atas permasalahan yang telah berlangsung lama ini. Pembentukan Pansus diharapkan menjadi wadah efektif untuk menjembatani kepentingan karyawan dan perusahaan, serta mencari jalan keluar yang memuaskan semua pihak.Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, menanggapi tuntutan tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya selama ini telah berupaya menyuarakan permasalahan Moker melalui berbagai forum, termasuk Rapat Dengar Pendapat (RDP). Ia berjanji akan menyampaikan tuntutan pembentukan Pansus kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRK. "Kami di Komisi III tidak pernah tinggal diam. Kami terus menyuarakan masalah ini dan akan menindaklanjuti tuntutan pembentukan Pansus dengan menyampaikannya kepada pimpinan serta seluruh anggota DPRK," ungkap Herman.Anggota DPRK Mimika, Herman Tangkepare, menambahkan bahwa pihaknya membutuhkan data dan dokumen pendukung yang lengkap dari para karyawan Moker, termasuk salinan putusan hukum terkait permasalahan mogok kerja. Dokumen-dokumen ini akan menjadi dasar bagi pembahasan lebih lanjut di DPRK. "Jika ada keputusan hukum dan dokumen lainnya yang mendukung tuntutan, silakan serahkan kepada kami. Mari kita duduk bersama dan membahas langkah-langkah konkret yang akan diambil agar masalah ini dapat ditangani secara serius, termasuk kemungkinan pembentukan Pansus," tuturnya. Penulis: Abim Editor: GF 12 Feb 2026, 22:53 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT