logo-website
Sabtu, 09 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Mimika Berbenah Sambut Wapres, Pembersihan Kota dan Pemasangan Bendera Digenjot Papuanewsonline.com, Timika – Menyambut kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pemerintah Kabupaten Mimika langsung bergerak cepat memoles penampilan daerah. Fokus utama persiapan saat ini difokuskan pada dua hal krusial, yaitu penataan kebersihan lingkungan dan pemasangan bendera Merah Putih di sepanjang rute yang akan dilalui, khususnya di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem).Johannes Rettob menegaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib memastikan area perkantoran dan jalanan tampak bersih serta rapi. "Pembersihan sampah harus menjadi perhatian bersama. Bendera Merah Putih wajib dipasang di sepanjang jalan dan depan kantor, terutama yang berada di jalur perjalanan Wapres," ujarnya usai apel pagi di Kantor Puspem(20/4/26).Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, memberikan instruksi tegas agar pembersihan dilakukan secara menyeluruh hingga ke kawasan Sentral Pendidikan. Ia menyoroti masih adanya tumpukan sampah di beberapa titik yang harus segera dituntaskan dalam waktu singkat."OPD yang bertanggung jawab harus segera bergerak. Mulai hari ini, pembersihan dilakukan hingga ke Sentral Pendidikan," tegasnya.Emanuel juga meminta dinas terkait dan petugas keamanan turun tangan langsung demi hasil yang maksimal."Pastikan jalur kunjungan Wapres bersih dan seluruh bendera sudah terpasang dengan baik," pungkasnya. Semua elemen diminta bekerja keras agar Mimika tampil bersih, indah, dan tertib menyambut tamu negara.  Penulis: Jid Editor: GF 20 Apr 2026, 19:51 WIT
Bupati Boven Digoel: Lahan Bandara Tanah Merah Bersertifikat Negara, Pemalangan Rugikan Masyarakat Papuanewsonline,com. Boven Digoel – Bupati Boven Digoel, Roni Omba menyatakan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel tidak memiliki dasar hukum untuk membayar lahan Bandara Tanah Merah yang kembali dipalang oleh sejumlah pihak yang mengatasnamakan pemilik hak ulayat.Pernyataan itu disampaikan Bupati dalam jumpa pers usai membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Boven Digoel Tahun 2027 di Aula Kantor Bupati Boven Digoel, Minggu 19 April 2026.Menurut Bupati, persoalan pemalangan bandara sudah beberapa kali dimediasi oleh pemerintah daerah, baik pada masa pemerintahan sebelumnya maupun selama kepemimpinannya saat ini. Ia menjelaskan pada November 2025 Pemkab Boven Digoel memfasilitasi pertemuan mediasi di ruang Bappeda bersama pihak-pihak terkait untuk menelusuri dokumen dan status hukum lahan bandara. Hasil penelusuran menunjukkan lahan bandara telah memiliki sertifikat resmi atas nama Pemerintah Republik Indonesia cq Kementerian Perhubungan.“Atas dasar itu, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan ataupun dasar hukum untuk melakukan pembayaran atas lahan tersebut,” kata Roni Omba.Sebagai langkah penyelesaian, Pemkab Boven Digoel sempat menawarkan solusi dengan membawa 5 perwakilan pemilik hak ulayat ke Jakarta untuk berkonsultasi langsung dengan Kementerian Perhubungan. Rencana itu dijadwalkan Januari 2026, namun pihak pemilik lahan tidak hadir hingga waktu keberangkatan.Mediasi lanjutan kembali dilakukan pada Februari 2026 di Ruang Bupati. Saat itu disepakati akan digelar pertemuan virtual via Zoom yang difasilitasi pihak bandara bersama Kementerian Perhubungan. Namun hingga 19 April 2026 pertemuan tersebut belum terlaksana.Bupati menegaskan pemerintah daerah tidak dapat melakukan pembayaran dalam bentuk apapun karena status lahan sudah sah menjadi milik negara. “Kalau merasa memiliki hak, silakan menempuh jalur hukum dengan menggugat sertifikat tersebut. Jika ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, baru bisa menjadi dasar penyelesaian,” ujarnya.Roni juga mengungkapkan sejak 2012 hingga 2024 pemerintah daerah telah memberikan bantuan atau tali asih kepada masyarakat pemilik hak ulayat dengan total nilai sekitar Rp3 miliar. Namun ia menyebut pemberian tersebut tidak bisa dilakukan terus-menerus tanpa dasar hukum yang jelas.Menanggapi pemalangan terbaru yang terjadi saat dirinya berada di Jayapura, Bupati mengaku langsung berkoordinasi dengan Gubernur Papua Selatan dan memerintahkan dinas terkait untuk menyampaikan laporan resmi kepada Kementerian Perhubungan. Ia juga telah berkomunikasi dengan instansi perhubungan guna mendorong pembahasan bersama Kementerian Perhubungan sebagai pemilik sah aset bandara.Bupati menyayangkan tindakan pemalangan yang berdampak luas terhadap masyarakat dan aktivitas daerah. “Jangan sampai semua masyarakat dikorbankan. Bandara adalah akses utama masyarakat dan urat nadi pelayanan di Boven Digoel,” katanya.Ia meminta Kepala Bandara Tanah Merah segera menyelesaikan masalah ini karena secara hukum aset tersebut berada di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan. Bupati berharap semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog serta proses hukum demi menjaga stabilitas daerah dan kelancaran transportasi udara di Kabupaten Boven Digoel.Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari perwakilan pemilik hak ulayat terkait pernyataan Bupati. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak tersebut untuk mendapat hak jawab. Penulis: Hendrik Editor: GF 20 Apr 2026, 19:27 WIT
Wabup Mimika Instruksikan Pembersihan Maksimal Jelang Kunjungan Wapres RI Papuanewsonline.com, Mimika — Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, memberikan arahan tegas terkait kesiapan daerah menjelang kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam apel pagi yang digelar pada Senin (20/4/2026).Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai prioritas utama yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh dinas terkait.Ia mengungkapkan, berdasarkan pantauannya di lapangan, kondisi kebersihan di sejumlah titik masih belum optimal. Pembersihan rumput di sepanjang jalan, khususnya di kawasan arah sentral, dinilai masih minim dan belum merata.“Saya tadi melihat langsung, masih belum bersih. Yang dikerjakan baru beberapa titik saja, mungkin dua atau tiga. Ini harus segera diselesaikan,” tegasnya.Wakil Bupati juga meminta agar pembersihan dilakukan secara menyeluruh dan dituntaskan dalam waktu singkat. Bahkan, ia menargetkan pekerjaan tersebut dapat rampung pada hari yang sama, dengan fokus hingga ke kawasan sentral pendidikan.Selain itu, ia juga menyoroti masih adanya tumpukan sampah di beberapa lokasi. Ia meminta dinas terkait yang menangani pengelolaan sampah, bersama mitra kerja, segera melakukan penanganan tanpa menyisakan masalah di lapangan.“Tidak boleh ada sampah yang tersisa. Semua harus dibersihkan dan diawasi secara rutin, terutama di lokasi yang akan menjadi pusat kunjungan,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa kebersihan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama dalam menyambut kunjungan orang nomor dua di Indonesia tersebut.Dengan instruksi ini, diharapkan seluruh perangkat daerah dapat bergerak cepat dan berkoordinasi secara maksimal guna memastikan kondisi Mimika tetap bersih, rapi, dan siap menerima kunjungan kenegaraan. Penulis: Bim Editor: GF 20 Apr 2026, 12:44 WIT
Pemuda Adat Kamoro Apresiasi Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka Papuanewsonline.com, Mimika - Pemuda Adat Kamoro yang diwakili oleh Yanex Boyau menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Gibran Rakabuming Raka, ke wilayah Mimika, Papua Tengah. Kunjungan ini dinilai sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap masyarakat adat, khususnya generasi muda Kamoro.Dalam momentum tersebut, Pemuda Adat Kamoro mendorong sejumlah agenda strategis yang diharapkan dapat menjadi perhatian dan tindak lanjut pemerintah pusat, guna mempercepat pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis kearifan lokal.Adapun poin-poin utama yang disampaikan meliputi:1. Pemberdayaan Ekonomi Pemuda AdatPenguatan UMKM berbasis budaya lokal, akses permodalan, serta pelatihan kewirausahaan bagi pemuda Kamoro agar mampu mandiri secara ekonomi.2. Peningkatan Akses Pendidikan dan Kualitas SDMDukungan beasiswa afirmasi, pengembangan pendidikan vokasi sesuai potensi daerah, serta peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah Kamoro.3. Pelestarian dan Promosi Budaya KamoroDukungan terhadap festival budaya, digitalisasi warisan adat, serta perlindungan hak kekayaan intelektual komunal masyarakat Kamoro.4. Pembangunan Infrastruktur DasarPercepatan pembangunan akses jalan, listrik, air bersih, serta jaringan telekomunikasi guna membuka keterisolasian wilayah.5. Peningkatan Layanan KesehatanPenyediaan fasilitas kesehatan yang memadai, tenaga medis tetap, serta program penanganan stunting dan gizi masyarakat.6. Pelibatan Pemuda dalam Pembangunan DaerahPembukaan ruang dialog dan partisipasi aktif pemuda adat dalam perencanaan serta pelaksanaan program pembangunan.7. Pengelolaan Sumber Daya Alam yang BerkeadilanMenjamin keterlibatan dan manfaat langsung bagi masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam, serta menjaga kelestarian lingkungan.8. Optimalisasi Dana Otonomi Khusus PapuaMendorong transparansi dan efektivitas penggunaan dana Otsus agar tepat sasaran bagi masyarakat adat.9. Pengembangan Pariwisata Berbasis AdatPenguatan potensi wisata budaya dan alam Kamoro dengan melibatkan pemuda sebagai pelaku utama.Pemuda Adat Kamoro berharap kunjungan Wakil Presiden ini tidak hanya menjadi simbol perhatian, tetapi juga menjadi awal dari langkah konkret dan berkelanjutan dalam membangun Papua yang maju dengan tetap menghormati identitas dan hak masyarakat adat.“Kami siap menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah kami sendiri. Harapan kami, suara pemuda adat Kamoro dapat menjadi bagian dari kebijakan nasional ke depan,” ujar Yanex Boyau.Pemuda Adat Kamoro merupakan bagian dari generasi penerus masyarakat adat Kamoro yang berkomitmen untuk menjaga budaya, memperjuangkan hak-hak adat, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.  Penulis: Jid Editor: GF 20 Apr 2026, 12:39 WIT
Pemkab Mimika Tekan MoU Dengan Kejari Dan Polres Tegakkan Komitmen Bersih Dari Korupsi Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika resmi memperkuat barisan dalam pemberantasan korupsi dengan menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kejaksaan Negeri Mimika dan Polres Mimika. Acara berlangsung di Lobby Pusat Pemerintahan (Puspem), (18/4/26), dan difokuskan untuk mempererat koordinasi antara Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menangani setiap laporan dugaan pelanggaran.Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian, yang hadir dalam kesempatan tersebut menilai langkah ini sangat strategis. Ia menekankan bahwa keberadaan MoU bukan sekadar formalitas, melainkan pijakan agar seluruh aparat bekerja maksimal, profesional, dan objektif.“Tujuannya jelas, mencegah penyimpangan dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik. Kami berharap Mimika tidak menjadi penyumbang perkara korupsi, justru menjadi contoh teladan di Tanah Papua,” tegasnya.“Saya mengapresiasi dan menyambut baik kerja sama ini. Sinergi yang solid adalah kunci mewujudkan birokrasi yang bersih dan berwibawa. Semoga dengan ikrar bersama ini, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin kuat dan pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.Sementara itu, perwakilan Kapolda Papua Tengah yang dibacakan Kapolres Mimika, Billyandha, menambahkan bahwa perjanjian ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi hukum. “Implementasinya harus dijalankan secara konsisten dan penuh tanggung jawab. Penegakan hukum harus berjalan transparan, efektif, dan berpihak pada keadilan masyarakat, bukan hanya sekadar seremoni semata,” tegasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 18 Apr 2026, 21:47 WIT
Pemkab Mimika Serahkan Dua Rumah Dinas Kejari, Bupati: Bukan Gratifikasi, Tapi Kerja Sama Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika resmi menyerahkan hibah berupa dua unit rumah dinas kepada Kejaksaan Negeri Mimika. Peresmian dan penyerahan aset tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Dr. Jefferdian, S.H., M.H., pada Sabtu (18/4/26). Langkah ini merupakan wujud nyata sinergi dan dukungan Pemda terhadap penegak hukum dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat.Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa bantuan ini murni bentuk kerja sama antarlembaga yang anggarannya telah diatur secara legal dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2025, sehingga bukan merupakan gratifikasi.“Ini adalah dukungan agar aparat bisa bekerja lebih optimal. Kami juga memberikan perhatian serupa kepada instansi vertikal lain, seperti membangun Polsek untuk Polri serta Posramil dan kantor Danramil untuk TNI,” jelas Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong.“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Mimika. Semoga dengan adanya fasilitas yang layak ini, jaksa dan pegawai dapat bekerja lebih tenang, nyaman, dan bersemangat dalam memberikan pelayanan hukum terbaik bagi masyarakat,” ujar Kajati Jefferdian penuh harap.Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga PUPR, Willy Toron, memaparkan pembangunan dua rumah berukuran 13x7,5 meter ini menelan biaya sekitar Rp1,5 miliar dari total anggaran Rp1,8 miliar. “Proyek dikerjakan PT Sagu Abadi Jaya mulai Oktober hingga November 2025 lalu. Lahannya milik Kejari, Pemkab hanya membangun fisik rumahnya yang terdiri dari 3 kamar tidur, ruang tamu, dan fasilitas lengkap lainnya,” tutupnya.  Penulis: Jid Editor: GF 18 Apr 2026, 19:17 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT