logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Dinas P3AP2KB Mimika Gelar Edukasi Bangga Kencana, Tekankan Pentingnya Data Akurat Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) mengadakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana yang dikemas dengan pendekatan budaya lokal. Acara berlangsung di Balai Penyuluhan KB SP2 pada Kamis (4/6/2026) dan dihadiri para kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas mendampingi calon pengantin, ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting.Kepala Dinas P3AP2KB, Johana AB Arwam, menyampaikan bahwa pengumpulan data saat ini masih mengandalkan pencatatan manual karena aplikasi terhubung kementerian sering terhambat jaringan dan keterbatasan perangkat. Meski demikian, data yang akurat sangat penting untuk mengetahui jumlah akseptor dan jenis kontrasepsi yang dibutuhkan. Ia juga mengeluhkan keterbatasan pasokan alat kontrasepsi dari pusat, sehingga pihaknya berencana mengusulkan pengadaan melalui APBD Perubahan agar kebutuhan di pesisir, kota, dan pegunungan dapat terpenuhi tanpa kekosongan stok.Johana menambahkan bahwa ke depannya akan diusulkan penyediaan laptop bagi kader lapangan guna memperlancar pencatatan, meski data manual tetap dipertahankan sebagai cadangan. “Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi dan menampung masukan. Kami berharap dukungan sarana dan prasarana dapat meningkatkan semangat kerja para pendamping keluarga,” ujarnya.Sementara itu, narasumber dari BKKBN, Dirkson Auparay, menjelaskan bahwa setiap tim pendamping terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB yang berperan memetakan kondisi warga. Data yang dikumpulkan nantinya dimasukkan ke aplikasi ELSIMIL yang dapat diakses nasional, sehingga intervensi penanganan stunting dan masalah lain dapat tepat sasaran. “Data lapangan menjadi kunci agar penanganan tidak meleset dan semua instansi dapat bergerak bersama sesuai kebutuhan nyata warga,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:05 WIT
Pererat Sinergi, KPU Mimika Audiensi dengan Kodim 1710/Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, menerima kunjungan dan audiensi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika, Dete Abugau, beserta rombongan di Markas Kodim 1710/Mimika, Jalan Agimuga Mile 32, Distrik Kuala Kencana, pada Kamis (4/6/2026).Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, dengan tujuan utama mempererat tali silaturahmi serta membangun kerja sama yang lebih erat antar kedua lembaga.Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak saling bertukar informasi dan membahas berbagai hal terkait koordinasi serta potensi kerja sama ke depannya. Letkol Inf Jozanda menegaskan pentingnya hubungan yang harmonis antarinstansi sebagai modal utama dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung kelancaran setiap program pemerintahan. Ia menyatakan komitmen penuh pihaknya untuk selalu siap bersinergi sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki.“Komunikasi yang lancar dan kerja sama yang solid antarlembaga sangat dibutuhkan agar setiap tugas dapat berjalan dengan baik dan tercipta suasana yang aman serta tertib di tengah masyarakat. Kodim 1710/Mimika siap memberikan dukungan sepenuhnya demi terwujudnya kondisi wilayah yang kondusif dan mendukung kemajuan daerah,” tegas Letkol Inf Jozanda.Sementara itu, Ketua KPU Mimika menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sambutan hangat serta keterbukaan yang ditunjukkan. Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin selama ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:02 WIT
APDESI Mimika Soroti Keterlambatan Gaji Aparat Kampung Hingga Enam Bulan Papuanewsonline.com, Timika – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Mimika menyoroti persoalan keterlambatan pembayaran hak aparat kampung yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir. Keterlambatan ini menyangkut gaji Kepala Kampung, anggota Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), serta perangkat kampung lainnya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan di tingkat paling bawah, bahkan memicu risiko penyimpangan pengelolaan keuangan.Ketua DPC APDESI Mimika, Norman, menyatakan bahwa situasi ini telah menurunkan semangat kerja aparat kampung dalam melayani masyarakat. “Banyak yang mulai enggan hadir di tempat tugas karena haknya belum diterima. Mereka tetap menjalankan kewajiban, namun tanpa kepastian penghidupan yang layak. Hal ini sangat berisiko menimbulkan tindakan yang tidak diinginkan,” ungkapnya pada Kamis (4/6/2026).Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masalah ini diperparah oleh minimnya dana operasional untuk kebutuhan administrasi seperti alat tulis, peralatan komputer, dan perlengkapan pelayanan lainnya. Bahkan, sejumlah kepala kampung terpaksa meminjam dana dari pihak ketiga dengan bunga tinggi agar kebutuhan operasional tetap terpenuhi sebelum anggaran pemerintah cair. “Hal ini sering menjadi temuan dalam pemeriksaan keuangan, padahal disebabkan oleh keterlambatan pencairan dana,” tambahnya.Menyikapi hal tersebut, APDESI Mimika meminta Bupati dan Wakil Bupati segera mengevaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah yang bertanggung jawab atas pencairan dana kampung. Selain itu, pihaknya juga meminta perhatian Inspektorat, BPK, dan BPKP agar mekanisme penyaluran dana diperbaiki dan dapat disalurkan secara tepat waktu. Idealnya, pencairan dilakukan sejak awal tahun atau maksimal setiap tiga bulan sekali.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 09:58 WIT
Pasukan Garuda UNIFIL Kembali ke Tanah Air, TNI Apresiasi Dedikasi di Misi Perdamaian Dunia Papuanewsonline.com, Jakarta – Markas Besar TNI menyambut kepulangan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) masa penugasan 2025/2026 yang telah menyelesaikan misi pemeliharaan perdamaian dunia di Lebanon. Penyambutan berlangsung di Lapangan PRIMA, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang diwakili Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun memimpin langsung upacara penyambutan para prajurit yang kembali dari daerah misi setelah menjalankan tugas selama kurang lebih 13 bulan. Dalam amanat tertulis Panglima TNI yang dibacakan oleh Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, disampaikan bahwa para prajurit telah menjalankan tugas di tengah kondisi operasi yang sangat kompleks, dinamis, dan penuh tantangan keamanan. Menurut Panglima TNI, eskalasi konflik yang terjadi di Lebanon Selatan menuntut setiap personel untuk memiliki keteguhan mental, kematangan dalam bertindak, serta profesionalisme tinggi dalam menjalankan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain menghadapi berbagai tantangan di lapangan, TNI dan bangsa Indonesia juga kehilangan empat prajurit terbaik yang gugur dalam pelaksanaan tugas sebagai Kusuma Bangsa selama misi perdamaian tersebut. “Selama melaksanakan misi penugasan, Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL juga telah berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menorehkan prestasi yang membanggakan. Dengan menerima dua penghargaan oleh Force Commander Unifil Mayjen Diodato Abagnara yaitu, di bidang kemanusiaan penghargaan Letter of Appreciation kalian telah memberikan bantuan nyata berupa penyediaan air bersih dan sistem penjernihan air layak minum bagi masyarakat lokal. Sedangkan di bidang operasi penghargaan Letter of Commendation, kalian juga berhasil berperan dalam mencegah dan melaksanakan deeskalasi ketegangan antara Lebanese Armed Forces (LAF) dan Israel Defense Forces (IDF) yang berpotensi menimbulkan konflik terbuka serta insiden internasional”, ungkap Panglima TNI. Penghargaan tersebut menjadi bukti pengakuan internasional atas profesionalisme prajurit Indonesia yang tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak konflik. Sementara itu, Komandan Satgas (Dansatgas) TNI Konga UNIFIL Kolonel Inf Raja Gunung Nasution menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian yang diraih selama penugasan. Ia menilai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Menurut Raja Gunung Nasution, salah satu program yang mendapat apresiasi tinggi adalah pembangunan sistem penjernih air layak minum bagi masyarakat Lebanon Selatan yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian prajurit TNI sebagai pelaksana misi perdamaian dunia sekaligus duta budaya bangsa yang membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional. Satgas TNI Konga UNIFIL terdiri dari berbagai unsur satuan tugas, yakni Satgas TNI Yonmek Konga XXIII-S/UNIFIL, Force Headquarter Support Unit, Military Police Unit, Military Civic Outreach Unit, Civil Military Cooperation, Hospital Level II, serta Military Staff Sector East UNIFIL. Keikutsertaan TNI dalam misi UNIFIL selama ini menjadi salah satu bentuk implementasi amanat konstitusi Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia dan mewujudkan perdamaian internasional melalui keterlibatan aktif dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB. (GF) 04 Jun 2026, 18:55 WIT
Papua Economic & Investment Forum 2026 Jadi Momentum Perkuat Investasi dan Hilirisasi Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi investasi dan hilirisasi berkelanjutan guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Tanah Papua. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Papua Economic & Investment Forum 2026 yang mengusung tema “Mengakselerasi Pertumbuhan Papua Melalui Sinergi Investasi dan Hilirisasi Berkelanjutan” di Kabupaten Mimika, 4–6 Juni 2026.Sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Herman Kayame, ST., MT., menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia bersama seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan forum strategis tersebut.Menurutnya, forum ini menjadi ruang penting yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong percepatan pembangunan ekonomi di Tanah Papua.“Papua memiliki potensi yang luar biasa besar, mulai dari sumber daya alam, pertanian, perikanan, kehutanan, pariwisata, energi, hingga kekuatan budaya dan sumber daya manusia muda yang sangat menjanjikan,” ujarnya.Namun demikian, potensi tersebut dinilai tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa dukungan investasi yang kuat, pembangunan infrastruktur yang merata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor.Herman mengatakan, keberadaan forum investasi ini sangat penting sebagai wadah memperkuat sinergi sekaligus memperkenalkan berbagai peluang investasi strategis yang tersebar di seluruh wilayah Papua.Ia menjelaskan bahwa Papua saat ini sedang memasuki babak baru pembangunan, terutama dengan hadirnya Daerah Otonom Baru (DOB) yang membuka ruang percepatan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, pembangunan, serta pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, mengusung visi pembangunan “Mewujudkan Papua Tengah yang Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju, dan Berkelanjutan.” Visi tersebut sejalan dengan cita-cita besar pembangunan Tanah Papua untuk menghadirkan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.Karena itu, investasi yang masuk ke Papua diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas Orang Asli Papua, penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kampung, serta menjaga kelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya lokal.“Keberhasilan pembangunan Papua tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan kemitraan yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, masyarakat adat, dan seluruh elemen pembangunan,” katanya.Pemerintah daerah di Tanah Papua juga terus berupaya menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif melalui penguatan tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi, kemudahan perizinan, serta peningkatan konektivitas antarwilayah.Pada kesempatan itu, para investor diajak untuk melihat Papua tidak hanya dari sisi kekayaan sumber daya alam, tetapi juga sebagai wilayah masa depan yang memiliki peluang pertumbuhan ekonomi yang besar dan strategis di kawasan timur Indonesia.Dengan dukungan investasi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, Papua diyakini mampu tumbuh menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.Melalui Papua Economic & Investment Forum 2026, diharapkan lahir berbagai kerja sama konkret, komitmen investasi baru, serta inovasi pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Papua dan mendorong terwujudnya Papua yang maju, damai, sejahtera, dan bermartabat. Penulis: Bim Editor: GF 04 Jun 2026, 18:46 WIT
Turunkan 2 Unit Dapur Lapangan, Brimob Metro Jaya Bantu Korban Kebakaran Papuanewsonline.com, Jakarta - Satbrimob Polda Metro Jaya mengerahkan dua unit kendaraan dapur lapangan (Randurlap) untuk membantu warga terdampak kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).Dari dapur lapangan tersebut, personel Brimob Metro Jaya membagikan lebih dari 200 kotak nasi kepada warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian pascakebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di belakang Pasar Jiung.Sejak pagi, personel Brimob terlihat menyusuri titik-titik pengungsian sambil menyerahkan makanan siap saji kepada warga, termasuk anak-anak dan lansia. Kehadiran aparat di tengah para korban mendapat respons positif dari masyarakat yang masih berupaya memulihkan kondisi usai kebakaran.Kebakaran yang terjadi sebelumnya diketahui menghanguskan ratusan bangunan semi permanen dan membuat ratusan warga terdampak kehilangan tempat tinggal serta harta benda.Kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, agar seluruh personel hadir membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah dan memberikan pelayanan kemanusiaan secara cepat di lapangan.“Brimob harus hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga sedang mengalami kesulitan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban kebakaran,” ujarnyaSelain membantu penyaluran makanan, personel Brimob Metro Jaya juga terus bersiaga di sekitar lokasi guna membantu proses pengamanan dan penanganan pascakebakaran bersama unsur terkait. PNO-12 03 Jun 2026, 16:06 WIT
Luncurkan Kompolnas Awards 2026, Polri Apresiasi Kinerja Terbaik Satker Papuanewsonline.com, Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) resmi memulai rangkaian pelaksanaan Kompolnas Awards 2026 melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026). Program penghargaan tahunan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada satuan kerja Polri yang menunjukkan kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.Sekretaris Kompolnas, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Arief Wicaksono Sudiutomo, menjelaskan bahwa Kompolnas Awards 2026 merupakan penyelenggaraan yang kelima sejak pertama kali digelar. Ia menyebut kegiatan ini dilaksanakan bersama jajaran Polri mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek di seluruh Indonesia.Sementara itu, Komisioner Kompolnas sekaligus Ketua Pelaksna Kompolnas Awards 2026, Irjen Pol. (Purn.) Ida Oetari Poernamasasi, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah penyempurnaan dalam mekanisme penilaian tahun ini. Kategori peserta dibedakan lebih rinci, baik di tingkat Mabes Polri, Polda, Polres maupun Polsek, guna menghasilkan penilaian yang lebih objektif dan proporsional.Menurut Ida, Kompolnas Awards bertujuan memberikan penghargaan kepada satuan kerja Polri yang memiliki kinerja terbaik sekaligus menjadi motivasi bagi satuan kerja lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.“Kompolnas Awards ini merupakan apresiasi atau penghargaan dari Kompolnas kepada satker Mabes Polri yang sudah berkinerja terbaik. Harapannya dapat memotivasi satker lainnya melalui penerapan best practice sehingga seluruh jajaran Polri dapat terus meningkatkan kinerjanya,” ujar Ida.Ia menjelaskan, salah satu aspek utama yang menjadi ciri khas penilaian Kompolnas Awards adalah respons satuan kerja terhadap pengaduan masyarakat (dumas) yang diterima Kompolnas, termasuk kecepatan dan kualitas tindak lanjut yang diberikan.Selain menilai aspek kinerja organisasi, Kompolnas juga akan melakukan proses visitasi lapangan terhadap para nominasi terbaik untuk memastikan kesesuaian data kuantitatif dengan kondisi nyata di lapangan. Penilaian tersebut mengacu pada lima indikator utama atau “5P”, yakni Prosperity, Planet, People, Partnership, dan Peace.“Kami ingin memastikan bahwa data yang kami nilai pada tahap awal benar-benar tercermin dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Karena itu, tim juri akan melakukan visitasi langsung kepada para nominasi terbaik,” jelasnya.Tim juri Kompolnas Awards 2026 terdiri dari unsur Kompolnas, Mabes Polri, akademisi, tokoh masyarakat, dan media. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu menghadirkan proses penilaian yang independen, objektif, dan komprehensif.Kompolnas juga membuka ruang partisipasi publik dengan mengajak masyarakat, akademisi, media, dan berbagai elemen lainnya untuk memberikan masukan terkait satuan kerja Polri yang dinilai memiliki pelayanan terbaik.“Kami menghimbau masyarakat untuk berkontribusi memberikan masukan mengenai polda, polres, maupun polsek yang dinilai telah memberikan pelayanan terbaik. Ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong Polri semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Ida.Pelaksanaan Kompolnas Awards 2026 dimulai pada Juni 2026 dan direncanakan mencapai puncaknya melalui malam penganugerahan pada 3 September 2026. PNO-12 03 Jun 2026, 15:52 WIT
DPPPAKB Mimika Fokus Perkuat Program Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Stunting Papuanewsonline.com, Mimika – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kabupaten Mimika, Johana A.B Arwam, mengatakan ketersediaan alat kontrasepsi untuk program Keluarga Berencana (KB) masih menjadi tantangan karena pasokan yang diterima daerah terbatas.Menurut Johana, kebutuhan masyarakat terhadap layanan KB cukup tinggi, namun distribusi alat kontrasepsi yang diterima dari pemerintah pusat melalui BKKBN Provinsi belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan yang diusulkan daerah.“Kita mengusulkan dalam jumlah yang cukup banyak, tetapi yang dapat dipenuhi masih terbatas karena pembagian dari pusat harus disalurkan ke seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (3/6/2026).Ia menjelaskan, selain program KB, pihaknya juga menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas keluarga. Namun pelaksanaannya masih menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.“Kami tetap menjalankan program-program yang wajib dilaksanakan meskipun anggarannya terbatas. Harapannya ke depan ada peningkatan dukungan sehingga program-program ini bisa berjalan lebih maksimal,” katanya.Salah satu program yang akan dilaksanakan tahun ini adalah pelatihan pengolahan pangan lokal bagi kelompok perempuan di wilayah Mimika Barat dan Mimika Barat Tengah. Program tersebut memanfaatkan bahan pangan lokal seperti ikan, sagu, dan umbi-umbian.Menurut Johana, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan pangan lokal sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi keluarga.“Kalau ikan hanya dibakar atau digoreng mungkin anak-anak cepat bosan. Tetapi jika diolah menjadi nugget atau produk lain yang menarik, minat konsumsi pangan bergizi akan meningkat,” jelasnya.Ia menambahkan, pangan lokal seperti sagu memiliki kandungan gizi yang baik dan dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.“Selain dikonsumsi dalam keluarga, hasil olahan pangan lokal juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat,” tambahnya.Di bidang pemberdayaan perempuan, DPPPAKB juga akan melakukan monitoring terhadap bantuan gerai usaha yang telah diberikan kepada kelompok perempuan pada tahun sebelumnya. Sekitar 11 hingga 12 unit gerai usaha yang dibangun pada tahun 2025 akan dievaluasi untuk melihat manfaat dan kendala yang dihadapi para penerima.“Kami ingin mengetahui apakah usaha mereka berjalan, apakah ada peningkatan pendapatan, serta kendala apa yang dihadapi. Jika masalahnya permodalan, nanti akan kami koordinasikan dengan OPD lain yang memiliki kewenangan di bidang tersebut,” katanya.Pada tahun 2026, DPPPAKB Mimika juga berencana menambah sekitar 20 hingga 22 unit gerai usaha baru yang akan diprioritaskan di wilayah perkotaan. Sementara pengembangan program serupa di wilayah pesisir masih dalam tahap kajian kebutuhan dan manfaat.Selain itu, bidang Pengendalian Penduduk juga memfokuskan perhatian pada penguatan dan penyelarasan data antarinstansi, termasuk dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Dinas Kesehatan.Johana menegaskan pentingnya penggunaan satu data agar seluruh program pemerintah memiliki acuan yang sama, termasuk dalam penanganan stunting.“Kami ingin semua menggunakan data yang sama. Untuk data stunting misalnya, kami mengacu pada data Dinas Kesehatan karena mereka yang paling banyak berada di lapangan melalui kegiatan posyandu dan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.Melalui berbagai program tersebut, DPPPAKB Mimika berharap dapat meningkatkan kualitas keluarga, memperkuat peran perempuan dalam ekonomi rumah tangga, serta mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 03 Jun 2026, 13:20 WIT
Pemkab Mimika Dorong Pemenuhan Hak Anak Melalui Advokasi dan Sosialisasi Forum Anak Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak pada lembaga pemerintah, non-pemerintah, media, dan dunia usaha tingkat kabupaten, Rabu (03/06/2026).Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pemenuhan hak anak sekaligus mendorong partisipasi aktif anak dalam pembangunan di Kabupaten Mimika.Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Kobeyau, disampaikan apresiasi kepada DP3AP2KB Kabupaten Mimika beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mimika beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan strategis ini,” ujarnya.Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mengakomodasi partisipasi anak sebagai pelopor dan pelapor yang tangguh, berani, serta menjadi mitra pemerintah dalam memperjuangkan hak-hak anak.Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa anak merupakan amanah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga dan dilindungi oleh orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara. Anak juga merupakan generasi penerus yang memiliki peran strategis dalam menjamin keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara di masa depan.“Anak harus disayangi, dihargai, dan dihormati sebagai individu yang memiliki hak dan martabat yang harus dijunjung tinggi. Mereka juga harus diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial,” katanya.Ia menambahkan, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan perlindungan dan jaminan kesejahteraan bagi seluruh anak agar mampu berkembang sesuai potensi yang dimiliki.Fransiskus juga menyoroti pentingnya keberadaan Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan. Menurutnya, Forum Anak memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan pendapat, berdiskusi, bertukar pikiran, serta berperan aktif dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan mereka.“Melalui Forum Anak, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, dan kerja sama. Selain itu, Forum Anak juga menjadi jembatan penghubung antara anak-anak dengan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan harapan mereka,” jelasnya.Ia berharap melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi ini, seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, lembaga non-pemerintah, media, maupun dunia usaha dapat semakin bersinergi dalam mewujudkan Kabupaten Mimika sebagai daerah yang ramah anak serta menjamin terpenuhinya hak-hak anak secara optimal.Kegiatan tersebut turut menjadi momentum untuk memperkuat peran Forum Anak sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 03 Jun 2026, 13:16 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT