logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Kadensus 88: Perlindungan Anak dan Literasi Digital Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digital Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan anak, literasi digital, dan deteksi dini berbasis kolaborasi dalam menghadapi dinamika ruang digital yang terus berkembang.Penegasan tersebut disampaikan dalam bedah buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada 20 Mei 2026, yang membahas pentingnya pendekatan pencegahan yang lebih adaptif, humanis, dan berbasis perlindungan masyarakat.Dalam paparannya, Kadensus 88 menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru, terutama bagi anak dan remaja yang berada pada fase pencarian identitas dan rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial maupun ruang digital.“Anak dan remaja berada pada fase pencarian identitas. Karena itu, penguatan literasi digital, ketahanan psikologis, dan lingkungan sosial yang sehat menjadi bagian penting agar mereka mampu menghadapi berbagai pengaruh di ruang digital secara lebih kritis dan sehat,” ujar Irjen Pol. Sentot Prasetyo.Menurutnya, pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital perlu mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan, bukan semata pendekatan penindakan.Berdasarkan hasil asesmen dan pemetaan, Densus 88 menemukan bahwa kerentanan anak di ruang digital dipengaruhi banyak faktor, mulai dari krisis identitas, keterasingan sosial, perundungan, hingga kebutuhan akan penerimaan sosial.Namun demikian, Kadensus menegaskan bahwa data tersebut harus menjadi dasar untuk memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan, bukan membangun stigma terhadap anak.“Data dan pola yang kami temukan harus menjadi dasar memperkuat perlindungan. Anak perlu dipandang sebagai pihak yang harus dilindungi dan diperkuat ketahanannya,” jelasnya.Untuk itu, Densus 88 mendorong collaborative approach, yakni penguatan sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, akademisi, komunitas, platform digital, dan masyarakat dalam membangun ekosistem perlindungan bersama.Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penguatan literasi digital, deteksi dini berbasis multi-stakeholder, serta ecological prevention yang melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial secara menyeluruh.Selain itu, berbagai program pencegahan juga terus diperkuat melalui Pendidikan Kritis dan Ketahanan Digital, edukasi di sekolah, serta penguatan kapasitas guru dan orang tua sebagai garda terdepan dalam mengenali perubahan perilaku anak sejak dini.Pandangan tersebut mendapat penguatan dari para akademisi dan pakar lintas disiplin yang menjadi penanggap dalam bedah buku.Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai perlindungan anak perlu menjadi perhatian utama, terutama terhadap anak yang mengalami alienasi sosial, merasa tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, karena kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan psikologis.“Pendekatan perlindungan dan deteksi dini terhadap anak menjadi sangat penting, terutama di tengah perubahan pola interaksi sosial di era digital,” ujar Dr. Zora Arfina Sukabdi.Sementara itu, Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D., mengingatkan bahwa pencegahan harus tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti ilmiah, sehingga tidak menimbulkan stigma atau generalisasi terhadap generasi muda.Pandangan lain disampaikan psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto, yang menekankan pentingnya penguatan kesehatan mental dan ketahanan psikologis sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang lebih tangguh menghadapi tantangan ruang digital.Sementara Dr. Ismail Fahmi menyoroti pentingnya edukasi publik dan sistem deteksi dini berbasis data agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap perubahan dinamika digital.Menutup paparannya, Kadensus 88 menegaskan bahwa tujuan utama berbagai upaya tersebut adalah membangun lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.“Tujuan akhirnya bukan menciptakan rasa takut, tetapi membangun kesadaran bersama agar anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan memiliki ketahanan menghadapi tantangan era digital,” tutup Irjen Pol. Sentot Prasetyo.Pesan tersebut menegaskan bahwa keamanan masa depan dibangun melalui perlindungan, pendidikan, kolaborasi, dan penguatan ketahanan generasi muda. PNO-12 22 Mei 2026, 13:40 WIT
Studi Banding Sampah Mimika Dinilai Zonk, Ketua KPK Timika: Jangan Jadi Program Seremonial Papuanewsonline.com, Timika – Ketua Komunitas Pemuda Kei (KPK) Timika, Edoardus Rahawadan mempertanyakan efektivitas program studi banding pengelolaan sampah yang dilakukan Pemerintah Daerah Mimika ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa.Menurut Edoardus, masyarakat hingga saat ini belum melihat dampak positif yang nyata dari program tersebut terhadap penanganan sampah di Kabupaten Mimika.Edoardus menilai program studi banding yang dilakukan Pemda Mimika terkesan hanya menghabiskan anggaran daerah tanpa menghasilkan perubahan signifikan bagi masyarakat.Ia juga menyoroti rencana besar terkait daur ulang sampah yang dinilai masih sebatas wacana dan belum diwujudkan dalam langkah konkret di lapangan.“Kalau hanya pergi studi banding tetapi kondisi sampah di Mimika tetap sama, maka masyarakat tentu mempertanyakan manfaatnya. Jangan sampai hanya menjadi program seremonial yang menghabiskan uang daerah,” tegas Edoardus. Dalam rilis yang diterima media Papuanewsonline.com (14/5/26).Ia meminta Pemerintah Daerah Mimika agar lebih fokus pada program nyata yang langsung menyentuh masyarakat, dibanding membuat kegiatan yang berpotensi sia-sia dan membebani anggaran.Menurut Edoardus, penanganan sampah tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri, tetapi harus melibatkan masyarakat secara aktif. Karena itu, ia mendorong Pemda Mimika untuk membangun kerja sama dengan masyarakat, organisasi kepemudaan, RT dan RW dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.Selain itu, Edoardus meminta agar pemerintah memperbanyak sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah dan daur ulang yang benar.“Edukasi itu penting. Kalau masyarakat diberikan pemahaman yang baik dan dilibatkan secara langsung, maka persoalan sampah bisa diatasi bersama,” ujarnya.Hingga berita ini ditayangkan, Papuanewsonline.com belum mendapat konfirmasi dari Pemerintah Daerah Mimika terkait kritik tersebut. Penulis: Hend Editor: GF 14 Mei 2026, 20:10 WIT
LMA Mimika Jenguk Korban Sipil Kontak Tembak di Tembagapura, Serukan Kepedulian dan Perdamaian Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mimika, Jerry Alom, menjenguk seorang warga sipil korban kontak tembak pada 8 Mei 2026 antara aparat keamanan dan kelompok separatis teroris Papua di kawasan Mile 68 Tembagapura, yakni Apeliu Magai, yang saat ini berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif medis di RSUD Mimika.Dengan wajah penuh keprihatinan, Jerry Alom menyampaikan rasa duka dan kepeduliannya kepada korban serta keluarga yang kini diliputi kecemasan. Ia menuturkan bahwa kondisi Apeliu Magai sangat memprihatinkan dan dalam waktu dekat akan menjalani tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawanya.“Kami datang sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Saudara kami Apeliu Magai saat ini dalam kondisi kritis dan akan menjalani operasi medis. Kami berharap semua pihak memberi perhatian serius agar korban bisa mendapatkan penanganan terbaik dan keluarganya juga diperhatikan,” ujar Jerry Alom, Selasa (13/5/2026). Menurutnya, masyarakat sipil tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang menanggung penderitaan akibat konflik bersenjata yang terjadi di wilayah Papua, khususnya di kawasan Tembagapura dan sekitarnya. Ia berharap tragedi seperti ini tidak kembali terulang karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil.“Korban rakyat kecil ini bukan hanya mengalami luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kami berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Papua butuh ketenangan, masyarakat butuh rasa aman untuk hidup dan mencari nafkah,” katanya.Jerry Alom juga memohon perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika terhadap kondisi korban dan keluarganya yang saat ini menghadapi beban berat, baik secara kesehatan maupun ekonomi. Ia menilai keluarga korban membutuhkan dukungan nyata agar tetap kuat mendampingi proses pengobatan yang sedang berlangsung.“Kami mohon Pemerintah Kabupaten Mimika hadir membantu biaya dan kebutuhan keluarga korban. Saat kondisi seperti ini, keluarga sangat membutuhkan uluran tangan karena mereka sedang menghadapi situasi yang berat secara ekonomi maupun psikologis,” ungkapnya.Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan kemanusiaan dan menjaga situasi tetap kondusif demi keselamatan warga sipil di Papua. Menurutnya, tidak ada keluarga yang siap kehilangan orang yang mereka cintai akibat konflik yang berkepanjangan.“Jangan biarkan rakyat kecil terus menjadi korban. Kami semua punya tanggung jawab menjaga kedamaian tanah Papua agar anak-anak bisa hidup tenang, masyarakat bisa bekerja, dan keluarga tidak lagi menangis karena konflik,” tutup Jerry Alom.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 23:22 WIT
Karantina Papua Tengah Perketat Pengawasan Hewan dan Tumbuhan Cegah Penyebaran PMK Papuanewsonline.com, Mimika — Kepala Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan pihaknya terus memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, satwa liar, dan tanaman langka yang masuk maupun keluar dari wilayah Papua Tengah saat diwawancarai pada (13/05/2026).Anton mengungkapkan bahwa pihak karantina sempat menemukan adanya pemasukan hewan tanpa dilengkapi dokumen resmi dan sertifikat kesehatan.“Beberapa waktu lalu kami menemukan adanya pemasukan hewan tanpa dokumen dan sertifikat kesehatan yang lengkap,” ujarnya.Menurutnya, pengawasan kini diperketat karena pemerintah tengah fokus mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dapat menyerang hewan ternak dan berdampak pada sektor peternakan.Selain pengawasan terhadap hewan ternak, pihak karantina juga melakukan pemantauan terhadap pemasukan dan pengeluaran ikan, tumbuhan, satwa liar, serta tanaman langka guna mencegah penyebaran hama, penyakit, maupun perdagangan ilegal.Anton menjelaskan, wilayah kerja pengawasan karantina Papua Tengah saat ini mencakup Kabupaten Mimika dan Nabire, dengan sejumlah titik pengawasan utama yang berada di pintu pemasukan dan pengeluaran barang maupun hewan.Beberapa titik pengawasan tersebut di antaranya Bandar Udara Mozes Kilangin, Pelabuhan Amamapare, serta Pelabuhan Poumako.Pihak karantina menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi lintas instansi untuk memastikan setiap pemasukan maupun pengeluaran hewan dan tumbuhan memenuhi ketentuan karantina yang berlaku. Penulis: Bim Editor: GF 13 Mei 2026, 19:36 WIT
Sopir Truk Ditemukan Tewas di Bawah Kendaraan, Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian Papuanewsonline.com, Timika – Seorang sopir truk berinisial MA (36) ditemukan meninggal dunia di bawah kendaraannya di Jalan Irigasi Ujung, dekat lapangan Goldstone Mini Soccer, Distrik Mimika Baru, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIT. Korban yang merupakan warga asal Makassar, Sulawesi Selatan, terlihat mengalami luka cukup serius di bagian pelipis kanan saat ditemukan oleh warga sekitar.Berita duka ini langsung dikonfirmasi Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, yang membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan jenazah korban telah dibawa ke RSUD Mimika untuk proses visum et repertum.Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Ibnu Rudihartono, menjelaskan timnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna menelusuri jejak dan fakta di lokasi. “Tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Korban ditemukan tergeletak tepat di bawah truk roda sepuluh yang dikemudikannya,” ungkapnya. Pihak kepolisian juga telah mengarahkan keluarga korban untuk segera membuat laporan resmi di SPKT guna melengkapi berkas penyelidikan, sambil menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit.Hingga saat ini, penyebab pasti kematian masih menjadi misteri dan belum dapat dipastikan apakah akibat kecelakaan lalu lintas, kelalaian, atau tindak kekerasan.“Kami belum bisa memastikan apakah ini kasus penganiayaan atau kecelakaan. Masih banyak hal yang harus kami dalami, termasuk menunggu hasil visum untuk mengetahui jenis luka dan penyebab kematian yang sesungguhnya,” tegas AKP Ibnu. Polisi terus menggali informasi dan meminta masyarakat yang mengetahui hal terkait untuk berani bersaksi.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 11:16 WIT
PT Freeport Indonesia: 10 Tahun Berkontribusi, Serap Tenaga Kerja dan Dorong Ekonomi Lokal Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Selama lima hingga sepuluh tahun terakhir, kehadiran PT Freeport Indonesia (PTFI) membawa perubahan nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasi, meliputi Distrik Mimika Timur, Kuala Kencana, hingga Tembagapura. Kemajuan ini terlihat dari bertambahnya lapangan kerja serta kemudahan akses layanan pendidikan dan kesehatan.Data perusahaan menunjukkan persentase tenaga kerja asal Papua kini mencapai 40,9 persen, terus bertambah setiap tahunnya dan menduduki berbagai posisi mulai dari teknis hingga manajerial.Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyebut angka ini sebagai hasil membanggakan dari komitmen investasi jangka panjang di bidang pendidikan dan pelatihan. Dampak ekonomi juga dirasakan pelaku usaha lokal; dalam satu dekade lebih dari 400 pengusaha telah bermitra dan berkembang di sektor jasa, perdagangan, pertanian, hingga perbengkelan. Grasella Kunong, salah satu pengusaha, mengaku usahanya tumbuh pesat lewat program pemberdayaan, bahkan kini mampu merekrut tenaga kerja dari lingkungan sekitar.Tak hanya ekonomi, dukungan besar disalurkan ke sektor sosial. PTFI membangun dan merenovasi fasilitas pendidikan dari PAUD hingga SMA, serta menyediakan beasiswa bagi pelajar berprestasi. Di bidang kesehatan, berjalan program pencegahan penyakit dan perbaikan fasilitas kampung, disertai pembangunan infrastruktur jalan yang membuka akses wilayah terisolir. “Kesehatan dan pendidikan adalah fondasi masa depan; kami bangun program ini secara berkelanjutan,” tegas Tony.Segala langkah ini ditempuh agar manfaat keberadaan perusahaan dirasakan langsung masyarakat dan melahirkan kemandirian ekonomi daerah. Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 10:28 WIT
Kapolda Papua Tengah Kunjungi Korban Penembakan Insiden Tembagapura di RSMM Papuanewsonline.com, Timika – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jeremias Rontini, melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, Selasa (12/5/2026), guna menjenguk korban penembakan yang masih menjalani perawatan intensif. Di bangsal perawatan Lukas, ia memastikan bahwa saat ini hanya tersisa satu pasien yang masih dirawat, bernama Femina Elas Murib.Kedatangan ini merupakan wujud nyata kepedulian aparat kepolisian terhadap masyarakat yang menjadi korban insiden keamanan di wilayah Tembagapura beberapa waktu lalu.Usai menengok kondisi korban, Brigjen Jeremias menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi. Ia menekankan perlunya penyusunan langkah mitigasi dan edukasi khusus bagi masyarakat setempat, yang mayoritas berprofesi sebagai pendulang. “Ke depannya kami akan gencarkan sosialisasi, agar warga paham tindakan apa yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat atau ancaman bahaya di lokasi kerja. Hal ini sangat penting demi keselamatan jiwa mereka sendiri,” jelasnya.Menurut Kapolda, upaya pencegahan dan pemahaman kedaruratan nantinya akan dikoordinasikan dengan koordinator kamp maupun pihak terkait, termasuk manajemen PT Freeport Indonesia. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko dan mempercepat penanganan jika ada kejadian serupa. Selain memberikan semangat, pihaknya juga menyerahkan bantuan santunan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. “Ini sumbangan tulus dari rezeki kami, nilainya mungkin tidak besar, tapi semoga bisa memotivasi dan meringankan beban keluarga,” ujarnya.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 10:07 WIT
Satgas TMMD Kodim Mimika Edukasi Siswa SDN Naena Keakwa Bahaya Narkoba dan Lem Aibon Papuanewsonline.com, Timika – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1710/Mimika melaksanakan penyuluhan hukum dan edukasi bahaya penyalahgunaan zat berbahaya di SDN Naena Keakwa, Distrik Mimika Tengah, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi para siswa agar mendapatkan pemahaman yang benar sejak dini mengenai dampak buruk narkoba maupun penyalahgunaan lem Aibon, sekaligus upaya strategis mencegah generasi muda terjerumus ke dalam pergaulan yang merusak masa depan dan masa depan daerah.Dalam pemaparan materinya, Sertu Azwar dan anggota Satgas menjelaskan secara rinci pengertian, jenis-jenis narkoba, dampak kerusakan bagi kesehatan fisik dan mental, hingga cara menolak serta menghindari lingkungan berisiko. Tak hanya itu, materi juga membahas bahaya lem Aibon yang sering disalahgunakan anak-anak. Dijelaskan bahwa menghirup uap lem secara berlebihan dapat merusak fungsi otak permanen, mengganggu pertumbuhan, mengubah perilaku, hingga menghambat prestasi belajar dan masa depan anak didik.“Pemahaman sejak dini sangat penting. Kami ingin siswa paham bahwa satu kali saja mencoba bisa menghancurkan segalanya. Ini bentuk kepedulian kami menjaga generasi penerus Mimika dari ancaman narkoba dan kenakalan remaja,” ujar Sertu Azwar. Ia berharap ilmu yang disampaikan bisa diterapkan siswa dan disebarkan kembali kepada teman maupun keluarga agar manfaatnya lebih luas lagi dirasakan di tengah masyarakat.Kepala Sekolah SDN Naena Keakwa, Agustina Hermatang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kegiatan yang sangat bermanfaat ini. “Edukasi ini menambah wawasan anak-anak agar lebih berhati-hati memilih pergaulan dan terhindar dari bahaya,” ucapnya.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Mei 2026, 20:50 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT