Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Komnas HAM Papua: Dugaan Keracunan MBG Bisa Masuk KLB, Jangan Jadi Ancaman Nyawa Anak
Papuanewsonline.com, Jayapura – Menyusul rentetan kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Komnas HAM Papua menegaskan situasi ini berpotensi dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Lembaga ini meminta pemerintah segera bertindak tegas agar program yang seharusnya menyehatkan tidak berubah menjadi ancaman keselamatan anak-anak.Perhatian ini muncul menyusul insiden di Distrik Depapre, Jayapura, yang membuat puluhan siswa harus dirawat, disusul kejadian serupa di daerah lain dalam waktu berdekatan. Komnas HAM menilai hal ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan menyentuh pelanggaran hak dasar atas kesehatan dan keselamatan anak yang harus menjadi prioritas utama negara.“Program ini semestinya melindungi dan memenuhi gizi anak, bukan justru membahayakan nyawa mereka. Jika keracunan terus berulang, maka ada kegagalan sistem yang harus segera diperbaiki secara menyeluruh,” tegas pernyataan Komnas HAM Papua. Seluruh tahapan mulai persiapan bahan, pengolahan, hingga pendistribusian perlu ditelusuri tuntas untuk menemukan akar masalahnya.Pihaknya mendesak penyelidikan yang terbuka, objektif, dan melibatkan berbagai pihak independen. Siapa pun yang terbukti lalai atau melanggar prosedur harus bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai alasan ambisi program membuat keselamatan anak-anak menjadi taruhan.Penulis: JidEditor: OF
06 Agu 2026, 13:00 WIT
Speed Boat Muatan Mangga Tenggelam Dihantam Ombak di Manasari, Nahkoda Berhasil Ditemukan Selamat
Papuanewsonline.com, Mimika – Sebuah speed boat bermesin 150 PK yang mengangkut sekitar satu ton buah mangga tujuan Kabupaten Asmat tenggelam dihantam gelombang di perairan Manasari, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (5/8/2026). Kapal yang dikemudikan Parlindungan Simanjuntak itu berangkat dari Timika menuju Asmat, namun terbalik dan tenggelam saat dalam perjalanan.Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Charles Y. Batlajery menyatakan pihaknya segera merespons laporan kejadian. Kamis pagi (6/8), tim gabungan diberangkatkan menggunakan berbagai armada seperti RBB 600 PK, perahu karet, dan Speed Boat Papua Star, didampingi keluarga korban yang menggunakan speed boat 85 PK.Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Sekitar pukul 09.00 WIT, nahkoda yang berada sendirian di atas kapal berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Korban kemudian segera dievakuasi menuju Dermaga Pelabuhan Basarnas Timika untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan awal sebelum diserahkan kembali kepada keluarganya.Seiring berhasilnya pencarian dan evakuasi tanpa korban jiwa, operasi pencarian dan pertolongan resmi diusulkan untuk diakhiri. Kegiatan ini melibatkan sinergi personel Basarnas, keluarga korban, serta pihak terkait lainnya yang bekerja sama hingga tugas pertolongan selesai dengan baik.Penulis: JidEditor: OF
06 Agu 2026, 12:48 WIT
BREAKING NEWS - 80 Siswa Keracunan MBG di Jayapura, Bupati Turun Tangan Evakuasi
Papuanewsonline.com, Jayapura - Sebanyak 80 siswa di Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (5/8/2026) pagi. Puluhan siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan dengan keluhan mual, muntah, pusing dan lemas.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Anton Mote, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut penanganan pasien dilakukan dengan sistem triase untuk memilah tingkat keparahan korban."Kami lakukan triase. Yang ringan ditangani di puskesmas, yang sedang hingga berat dirujuk ke rumah sakit," jelas Anton Mote saat dikonfirmasi.Untuk mengantisipasi lonjakan korban, delapan Puskesmas di sekitar Kota Sentani diaktifkan penuh dan disiagakan 24 jam. "Atas perintah Bupati, kami juga sudah berkoordinasi dengan semua RSUD di wilayah Jayapura untuk penanganan lebih lanjut. Semua tenaga medis kami kerahkan," tambahnya.Sementara itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda terlihat turun langsung ke lapangan ikut mengevakuasi para siswa-siswi yang menjadi korban. Dengan menggunakan kendaraan operasional, Bupati bersama tim gabungan mengantar siswa yang lemas dan muntah-muntah ke Puskesmas terdekat.Hingga berita ini diturunkan, puluhan siswa masih menjalani perawatan intensif. Sampel makanan dari program MBG telah diamankan dan akan dikirim ke laboratorium untuk uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan.Dinas Kesehatan mengimbau para orang tua untuk tetap tenang dan segera melapor jika anaknya mengalami gejala serupa usai menyantap MBG.Editor: OF
05 Agu 2026, 09:02 WIT
Diduga Keracunan MBG, 8 Anak di Distrik Depapre Dilarikan ke Puskesmas
Papuanewsonline.com, Jayapura - Sebanyak delapan orang anak di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, dilaporkan mengalami dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Depapre, Senin sore.Dalam video yang beredar, sejumlah anak terlihat terbaring lemas di atas ranjang perawatan Puskesmas. Beberapa anak tampak meringkuk menahan sakit, sementara yang lain muntah dan didampingi keluarga. Kondisi puskesmas terlihat ramai oleh orang tua dan warga yang mengantar anak-anak mereka.Seorang petugas di lokasi mengatakan, pasien terus berdatangan sejak sore hari."Kami mohon kepada seluruh masyarakat Distrik Depapre dan juga Kabupaten Jayapura secara khusus, ini anak-anak yang terkena keracunan MBG. Tolong supaya pemerintah bisa melihat hal ini karena ini pasien sudah ada tujuh, tujuh orang yang berdatangan terus ke Puskesmas Depapre," ujar perekam video."Tolong kepada pemerintah agar segera mengambil tindakan karena ini pasien terus berdatangan di sore hari untuk Distrik Depapre sudah delapan pasien masuk. Kami belum tahu dari berbagai kampung yang ada di Distrik Depapre," lanjutnya.Menurut data sementara di lapangan, korban merupakan anak-anak usia sekolah, mulai dari jenjang SD sampai SMP yang tersebar di beberapa kampung di Distrik Depapre.Hingga video ini direkam, tercatat delapan anak telah masuk dan dirawat di Puskesmas Depapre. Pihak puskesmas meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk segera mengambil tindakan dan melakukan investigasi terkait penyebab keracunan.Belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura maupun penyelenggara program MBG terkait dugaan kasus keracunan ini. (OF)
04 Agu 2026, 20:26 WIT
Ratusan Warga Gunakan Perahu Tradisional Sambut Gubernur Apolo Safanpo di Kampung Warse
Papuanewsonline.com, Merauke – Ratusan warga Kampung Warse, Distrik Jetsy, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, menyambut meriah kunjungan kerja Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo bersama Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, Sabtu (1/8/2026) pagi.Pantauan di lokasi, penyambutan berlangsung di perairan sekitar Kampung Warse. Ratusan warga menggunakan perahu tradisional menjemput speedboat yang ditumpangi Gubernur Apolo dan Bupati Thomas.Iring-iringan perahu warga mengapit kiri dan kanan speedboat rombongan. Warga tampak berdiri sambil mendayung, mengawal speedboat hingga tiba di bibir Kampung Warse.Setibanya di Warse, prosesi adat penyambutan dilanjutkan. Gubernur Apolo bersama Bupati Thomas dipersilakan turun dari speedboat ke salah satu perahu tradisional. Selanjutnya, perahu tersebut dipikul bersama-sama oleh warga di atas bahu menuju lokasi pertemuan.Dalam tatap muka dengan warga, Gubernur Apolo menegaskan kehadiran Provinsi Papua Selatan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) yang dimekarkan pemerintah pusat pada tahun 2022 dan telah menjalani masa persiapan selama dua tahun."Sudah satu tahun Papua Selatan masuk pemerintahan definitif," kata Gubernur Apolo.Ia menjelaskan, kehadiran provinsi baru tersebut bertujuan untuk mempercepat pembangunan, baik infrastruktur sarana-prasarana maupun pembangunan sumber daya manusia (SDM).Gubernur berharap kunjungan ke Kampung Warse dapat mempererat tali persaudaraan antara pemerintah provinsi dengan masyarakat di wilayah pesisir Asmat. Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan agar warga terus mendorong anak-anak untuk bersekolah.Kunjungan ke Kampung Warse ini merupakan rangkaian agenda kerja Gubernur Apolo di Kabupaten Asmat. Sehari sebelumnya, Jumat (31/7/2026), Gubernur menyerahkan hibah dermaga beserta terminal penyeberangan Ewer-Agats di Kali Aswet sebagai pintu masuk melalui akses Jalan KAMSA menuju Lapangan Terbang Ewer. (OF)
02 Agu 2026, 23:34 WIT
Pemuda Watlar Mimika Gelar Bakti Sosial Bersih Sampah di Jalan Poros Bandara Lama Timika
Papuanewsonline.com, Timika-, Puluhan pemuda-pemudi yang tergabung dalam Pemuda Watlar Kabupaten Mimika melaksanakan aksi bakti sosial pembersihan lingkungan pada Sabtu (1/8/2026) pagi.Aksi tersebut berlangsung di Jalan Poros tepatnya di kawasan Bandara Lama Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.Pantauan media ini, dalam kegiatan bersih-bersih sampah di bahu jalan tersebut, para pemuda dan pemudi Watlar tampak mengenakan kaos hitam seragam dengan logo di bagian belakang bertuliskan "PEMUDA WATLAR".Sebelum bergerak, mereka membagikan perlengkapan kebersihan berupa masker medis berwarna biru, sarung tangan hitam, dan kantong sampah plastik hitam berukuran besar. Cuaca di lokasi terpantau mendung.Koordinator Pemuda-Pemudi Watlar, Edowardus Rahawadan, tampak mengarahkan rekan-rekannya di lapangan."Pagi ini kami pemuda-pemudi Watlar Kabupaten Mimika melaksanakan bakti sosial di Jalan Poros Wangki Lama Timika, atau tepatnya di Bandara Lama. Kami melaksanakan bakti sosial pungut sampah dan pembersihan lingkungan. Ini merupakan bagian dari kontribusi Pemuda Watlar di Kabupaten Mimika untuk pembangunan Kabupaten Mimika. Demikian, Amolongo Nimawitimi Saipa," ujarnya.Aksi pungut sampah ini disebut sebagai bentuk kontribusi nyata Pemuda Watlar untuk mendukung kebersihan dan pembangunan di Kabupaten Mimika.Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan bakti sosial tersebut masih berlangsung dan para peserta bersiap menyisir bahu jalan serta area rumput di sekitar pagar kuning kawasan Bandara Lama.Penulis: HendrikEditor. : Of
01 Agu 2026, 09:49 WIT
Jerit Keadilan di Koridor RSUD Merauke, "HANYA SAKIT LIVER KOK!"
Papuanewsonline.com, Merauke,- Kalimat enteng itu melukai hati seorang istri. "Hanya sakit liver saja kok." Ucapan yang dilontarkan oknum dokter di Poli Penyakit Dalam RSUD Merauke itulah yang membuat Bernike Serlina Kaiba, perempuan asli Papua yang juga seorang tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Merauke, tak kuasa menahan amarah dan melakukan aksi protes spontan di koridor rumah sakit pelat merah tersebut.Bagi Bernike, itu bukan sekadar kalimat. Itu adalah bentuk arogansi dan cerminan betapa murahnya nyawa pasien di mata oknum tenaga medis.Darai video yang beredar luas yang diterima Redaksi Media Papuanewsonline.com, Rabu 29 Juli, diketahui Kejadian itu bermula saat Bernike mengantar suaminya yang sakit untuk berobat. Prosedur resmi ia tempuh, mulai dari antre di loket pendaftaran hingga masuk ke Poli Penyakit Dalam. Namun, pelayanan yang ia dapat justru kekecewaan.Bukannya mendapat penjelasan medis yang komprehensif, ia justru mendapat vonis yang terkesan menyepelekan. Puncaknya, saat membahas rujukan, dokter tersebut disebut hanya mau memberi surat rujukan dengan stempel Rujukan atas Permintaan Sendiri/ Keluarga (APS).Bernike naik pitam. Sebagai nakes, ia paham betul jebakan administrasi di balik kalimat itu."Kalau rujukannya ditulis atas permintaan keluarga, itu artinya dokter lepas tanggung jawab. Di rumah sakit rujukan nanti, pasien bisa ditolak BPJS, dianggap memaksakan diri, dan tidak ditangani maksimal karena bukan indikasi medis dari dokter. Ini akal-akalan!" tegas Bernike dengan nada geram.Ia menilai, praktik pemberian stempel APS untuk pasien yang secara medis memang butuh dirujuk adalah bentuk malpraktik administrasi yang sangat merugikan pasien."Saya ini tenaga medis, saya tahu prosedur. Saya saja diperlakukan begini, dipersulit, diremehkan. Lalu bagaimana nasib mama-mama Papua di kampung yang tidak tahu apa-apa, yang hanya tahu datang berobat untuk sembuh? Mereka pasti hanya diam dan jadi korban," teriaknya saat aksi.Aksi protes Bernike pun menjadi tamparan keras bagi wajah pelayanan kesehatan di ujung timur Indonesia. Ia dengan tegas meminta manajemen RSUD Merauke untuk tidak diam dan mengevaluasi oknum dokter tersebut.Bahkan, dalam kekecewaannya, ia melontarkan pernyataan keras agar dokter yang tidak memiliki empati terhadap orang Papua tidak bertugas di atas Tanah Papua.Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat di Merauke. Publik menanti ketegasan Direktur RSUD Merauke, Bupati Merauke, dan Gubernur Papua Selatan. Jangan sampai slogan "pelayanan kesehatan untuk semua" hanya menjadi jargon kosong di atas baliho, sementara di dalam poli, pasien masih harus berjuang untuk sekadar mendapat surat rujukan yang layak.Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi masih berupaya mengkonfirmasi pihak manajemen RSUD Merauke terkait dugaan pelayanan yang tidak sesuai prosedur ini.Penulis: HendrikEditor. : Of
29 Jul 2026, 09:27 WIT
Catar Kalteng Catat Jarak Lari Tertinggi pada Seleksi Tingkat Pusat Akpol 2026
Papuanewsonline.com, Semarang – Seleksi Tingkat Pusat Calon Taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 terus berlangsung di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) untuk memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan prestasi.Salah satu capaian menonjol pada tes kesamaptaan jasmani ditorehkan oleh Jonathan Putra Siregar, calon taruna asal Polda Kalimantan Tengah. Pada tes lari selama 12 menit, Jonathan berhasil menempuh jarak 3.575 meter, menjadi peserta dengan capaian lari tertinggi pada pelaksanaan seleksi tingkat pusat tahun ini.Selain menunjukkan kemampuan fisik yang prima, Jonathan juga mencatat nilai Tes Potensi Akademik (TPA) sebesar 72 dan Tes Bahasa Inggris sebesar 82. Ia mengaku mempersiapkan diri secara mandiri melalui latihan fisik rutin serta belajar Bahasa Inggris dari berbagai sumber pembelajaran daring.Jonathan menilai seluruh proses seleksi yang diikutinya berlangsung secara terbuka dan objektif. Menurutnya, setiap tahapan memberikan ruang bagi peserta untuk bersaing secara sehat berdasarkan hasil yang diperoleh.Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol. Dr. Anwar, mengatakan tes kesamaptaan jasmani merupakan salah satu instrumen penting dalam mengukur kesiapan calon taruna untuk mengikuti pendidikan kepolisian.“Selain kemampuan akademik, kesehatan fisik, kesehatan mental, dan psikologi juga menjadi aspek yang dinilai. Yang tidak kalah penting adalah calon anggota Polri harus memiliki karakter, integritas, dan jiwa melayani masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Anwar.Ia menambahkan, hasil tes kesamaptaan tahun ini menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Sebanyak 20 peserta berhasil menempuh jarak lebih dari 3.200 meter dalam waktu 12 menit, mencerminkan kesiapan fisik para calon taruna yang mengikuti seleksi tingkat pusat.Polri berkomitmen menyelenggarakan proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, humanis, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN). Melalui proses seleksi yang objektif, diharapkan lahir calon-calon perwira Polri yang unggul, berintegritas, profesional, serta siap mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. PNO-12
28 Jul 2026, 13:21 WIT
Kombes Rositah Tegaskan Penanganan Dugaan Penipuan Anggota Bidokkes Akan Ditindak Sesuai Hukum
Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku memastikan penanganan dugaan pelanggaran yang melibatkan salah satu anggota Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Maluku terus berjalan sesuai mekanisme hukum dan ketentuan yang berlaku. Melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Maluku, proses pemeriksaan terhadap dugaan penipuan yang melibatkan Bripda ZO alias Zul telah rampung dan dijadwalkan memasuki sidang perdana Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri pada Rabu, 29 Juli 2026.Kepastian tersebut menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat terhadap anggota Polri diproses secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai aturan yang berlaku. Penanganan perkara ini juga menjadi bagian dari komitmen Polda Maluku dalam menjaga integritas institusi melalui penegakan disiplin dan kode etik tanpa pandang bulu.Perkara tersebut berawal dari laporan dugaan penipuan yang disampaikan Desire Barlin Lelapary, yang mengaku mengalami kerugian sebesar Rp125 juta. Dalam proses penanganan, Bidpropam Polda Maluku telah memeriksa dua orang saksi serta mengumpulkan alat bukti berupa bukti transfer dan rekening koran sebagai bagian dari proses pembuktian.Setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai dilaksanakan, Bidpropam Polda Maluku menerbitkan Surat Keputusan Penetapan Hari Sidang sebagai dasar pelaksanaan sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli 2026.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa informasi yang berkembang di sejumlah pemberitaan maupun media sosial yang menyebut penanganan perkara tersebut mandek tidak sesuai dengan fakta penanganan yang dilakukan oleh Bidpropam Polda Maluku."Polda Maluku memastikan bahwa penanganan dugaan pelanggaran yang melibatkan salah satu anggota Bidokkes Polda Maluku tersebut tetap berjalan sesuai prosedur. Saat ini seluruh proses pemeriksaan telah selesai dan telah diterbitkan Surat Keputusan Penetapan Hari Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri yang akan dilaksanakan pada 29 Juli 2026. Dengan demikian, informasi yang menyebut perkara ini berhenti atau tidak diproses adalah tidak benar," tegas Kombes Pol. Rositah Umasugi.Kabid Humas menegaskan bahwa Polri memiliki sistem pengawasan internal yang bekerja secara profesional dalam menangani setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan anggotanya, baik pelanggaran disiplin, kode etik profesi, maupun dugaan tindak pidana."Komitmen Kapolda Maluku sangat jelas, yakni tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan anggota. Seluruh proses akan dilaksanakan secara objektif, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Apabila dalam sidang terbukti melakukan pelanggaran, maka yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menjaga integritas organisasi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri," ujarnya.Lebih lanjut, Kabid Humas mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan informasi yang bersumber dari kanal resmi Polda Maluku serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi."Kami berkomitmen menyampaikan perkembangan penanganan perkara ini secara terbuka sesuai kewenangan yang dimiliki. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak utuh dan selalu mengedepankan fakta yang disampaikan melalui saluran resmi Polda Maluku," tambahnya.Polda Maluku memastikan akan terus mengawal proses persidangan etik hingga selesai sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mewujudkan Polri yang Presisi, profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas. Penegakan disiplin terhadap anggota merupakan langkah nyata untuk menjaga marwah institusi serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip keadilan dan kepastian hukum. PNO-12
28 Jul 2026, 09:01 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru