logo-website
Sabtu, 08 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan, BMKG Sebut Risiko Cuaca Ekstrem di Mimika Masih Rendah Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menaikkan status kesiapsiagaan di 26 provinsi, termasuk Papua Tengah, mengantisipasi potensi hujan lebat dan angin kencang. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Timika memastikan risiko cuaca ekstrem di Kabupaten Mimika masih tergolong kecil. Forecaster BMKG, William Titahena, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan Dasarian I, sebagian besar wilayah Mimika hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Peluang terjadinya curah hujan di atas 100 milimeter hanya berkisar 10 hingga 20 persen, terutama di daerah pesisir dan dataran rendah. Wilayah dari Mimika Barat Jauh hingga Timur Jauh serta Distrik Jita juga memiliki kemungkinan yang sama, belum masuk kategori ekstrem. Ia menambahkan bahwa potensi hujan lebih tinggi justru terdeteksi di kawasan pegunungan Papua, seperti wilayah Kabupaten Puncak. Kondisi geografis dan kelembapan udara yang tinggi membuat daerah dataran tinggi lebih rentan mengalami curah hujan lebih deras dibandingkan wilayah perkotaan. Suhu di Mimika tetap stabil antara 23 hingga 30 derajat Celsius, hanya terasa lebih dingin pada malam dan dini hari. Meskipun risikonya kecil, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang beraktivitas di daerah pegunungan dan lokasi rawan perubahan cuaca. Warga di wilayah perkotaan tidak perlu panik, namun disarankan untuk terus memantau informasi resmi agar segera mengambil langkah antisipasi jika terjadi perubahan kondisi.     Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:33 WIT
Tukang Pangkas Rambut Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Diduga Karena Sakit Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria paruh baya bernama Bambang (55) ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kosnya di kawasan Pasar Minggu, SP 1, pada Kamis sore (25/6/2026). Kejadian ini dibenarkan oleh Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattinetta, saat dikonfirmasi pada malam harinya.Menurut keterangan yang diperoleh, peristiwa bermula ketika saksi bernama HFE mendatangi kamar korban sekitar pukul 17.30 WIT untuk mengajaknya menghadiri pengajian yasinan. Karena tidak ada jawaban, saksi pun meminta bantuan dua tetangga. Setelah mengintip lewat lubang ventilasi, mereka melihat korban terbaring tanpa sadar, lalu segera mendobrak pintu dan mendapati korban sudah meninggal.Bambang dikenal sebagai tukang pangkas rambut yang bekerja di wilayah SP 1. Ia tinggal sendiri di Timika, sementara istri dan anaknya menetap di Kabupaten Tumanggung. Terakhir kali ia terlihat bekerja adalah pada Rabu (24/6) sekitar pukul 12.00 WIT. Saksi lain menyebutkan bahwa pada sore harinya, korban sempat terlihat berbaring di Mushollah Al-Amin sambil mengeluhkan demam dan menggigil.Ia bahkan disarankan untuk segera berobat, namun belum sempat melakukannya sebelum ditemukan meninggal keesokan harinya. Berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian oleh tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, Bambang meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya. Penulis: Jid Editor: GF 27 Jun 2026, 03:39 WIT
Mama Aliana Diizinkan Pulang Usai Dirawat, Pemda Intan Jaya Sesalkan Insiden Ledakan Papuanewsonline.com, Nabire – Mama Aliana Pogau, salah satu korban ledakan pada 18 Juni lalu di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Intan Jaya, telah diizinkan pulang setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire. Bersama Mama Otopina Hogajau, keduanya awalnya dievakuasi ke RSUD Intan Jaya, sebelum Mama Aliana dirujuk ke Nabire guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.Naftali Maisini dari Tim Kemanusiaan Pemkab Intan Jaya menyampaikan rasa syukur atas perkembangan kondisi korban. “Selama hampir satu minggu menjalani perawatan, kini Mama Aliana diperbolehkan kembali ke rumah. Seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah, dan kami akan segera mengantarnya pulang ke kampung halaman,” ujarnya.Sementara itu, Bupati Intan Jaya Aner Maisini menyatakan penyesalan mendalam atas peristiwa yang menimpa warga sipil tersebut. Ia menegaskan bahwa upaya menciptakan suasana damai telah terus dilakukan, namun kejadian ini berpotensi menimbulkan keresahan dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap keamanan daerah.Pemerintah daerah meminta penjelasan terbuka serta evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang. “Setiap tindakan pengamanan harus mengutamakan keselamatan warga dan dilakukan secara profesional. Kami juga mengharapkan aparat mengedepankan pendekatan yang manusiawi dalam menjalankan tugasnya,” tegas Bupati. Penulis: Jid Editor: GF 26 Jun 2026, 17:14 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT