logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Kabid Propam Polda Maluku Pimpin Uji Mental Ideologi Akpol 2026 Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku terus memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas melalui proses seleksi calon Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 yang bersih dan transparan.Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) Uji Asesmen Mental Ideologi dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) seleksi penerimaan terpadu Taruna-Taruni Akpol T.A. 2026 yang digelar di SMA Negeri 2 Ambon, Senin (11/5/2026).Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Maluku Kombes Pol. Indera Gunawan, S.I.K., selaku Ketua Bidang CAT Asesmen Mental Ideologi dan PMK, didampingi Karo SDM Polda Maluku selaku Ketua Panitia Daerah serta tim pengawas internal dan eksternal.Dalam arahannya, Kabid Propam menegaskan bahwa tahapan asesmen mental ideologi dan kepribadian merupakan bagian penting dalam membentuk calon perwira Polri yang tidak hanya cerdas secara akademik dan tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki integritas, loyalitas, dan karakter kebangsaan yang kuat.“Seleksi ini menjadi bagian dari upaya Polri membangun SDM unggul menuju Polri Presisi. Kami ingin memastikan bahwa calon perwira yang terpilih nantinya benar-benar memiliki integritas, loyalitas kepada NKRI, serta kepribadian yang baik,” tegas Kombes Pol. Indera Gunawan.Ia menekankan bahwa pengawasan internal terhadap seluruh tahapan seleksi terus diperkuat guna memastikan proses rekrutmen berjalan objektif, profesional, dan bebas dari praktik-praktik yang dapat mencederai prinsip rekrutmen Polri yang bersih.“Kami tidak memberikan ruang terhadap praktik kecurangan, titipan, maupun intervensi dalam bentuk apa pun. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan hasil yang diperoleh secara objektif,” ujarnya.Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, pelaksanaan ujian diawasi secara ketat oleh pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku. Selain itu, Polda Maluku juga melibatkan pengawas eksternal dari Pranata Laboratorium Pendidikan Politeknik Negeri Ambon guna memastikan sistem CAT berjalan aman, transparan, dan bebas kendala teknis.Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol Jemi Junaidi selaku Ketua Panitia Daerah menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan Akpol dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta sistem clear and clean.“Polda Maluku berkomitmen menghadirkan proses seleksi yang transparan dan akuntabel untuk melahirkan calon-calon perwira Polri yang profesional, humanis, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian ke depan,” ungkapnya.Menurutnya, pembangunan SDM Polri yang Presisi harus dimulai sejak proses rekrutmen sehingga institusi Polri dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin masa depan yang dipercaya masyarakat.Sebanyak 30 calon siswa Taruna dan Taruni Akpol mengikuti tahapan CAT Uji Asesmen Mental Ideologi dan PMK dengan tertib dan penuh antusias. Seluruh peserta mengikuti proses seleksi sesuai mekanisme dan standar yang telah ditetapkan panitia pusat maupun daerah.Hingga kegiatan berakhir, pelaksanaan seleksi di SMA Negeri 2 Ambon berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. PNO-12 11 Mei 2026, 22:11 WIT
Kepala Distrik Mimika Baru Gerak Cepat Atasi Banjir, Siap Bongkar Bangunan Liar Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, bertindak cepat menangani persoalan banjir yang kerap merendam pemukiman warga di kawasan belakang Kantor Pos. Bersama tim, ia turun langsung ke lokasi melakukan penanganan awal dengan membersihkan saluran air yang tersumbat sampah dan endapan lumpur.Langkah ini diambil setelah pihaknya menelusuri akar masalah, yang ternyata dipicu oleh kebiasaan membuang sampah sembarangan serta pembangunan rumah di atas daerah aliran sungai, sehingga air meluap dan masuk ke pemukiman hingga setinggi lutut.“Ini adalah langkah awal yang telah kami rencanakan matang agar warga tidak lagi terganggu genangan air,” ujar Merlyn.Ia menjelaskan bahwa setelah pembersihan ini, penanganan menyeluruh akan dilakukan bersama instansi teknis terkait. Pihaknya juga akan membentuk tim gabungan untuk meninjau dan menelusuri bangunan-bangunan yang melanggar aturan dengan berdiri di atas jalur drainase atau aliran air. Tegasnya, pembongkaran akan dilakukan jika memang diperlukan demi keselamatan dan kepentingan umum.Merlyn mengaku meski tidak memiliki pos anggaran khusus di tingkat distrik, hal tersebut tidak menyurutkan langkah pelayanan. Pemerintah distrik tetap bergerak mendahulu demi kehadiran nyata di tengah masyarakat. Ke depannya, koordinasi intensif akan dilakukan dengan dinas terkait untuk memetakan kewenangan agar penanganan banjir dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan solusi jangka panjang bagi wilayah yang rawan tergenang air.“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada tim serta warga yang telah membantu kegiatan ini. Semoga langkah yang kita ambil bersama ini segera membawa hasil, sehingga lingkungan menjadi aman, kering, dan nyaman kembali. Mari kita jaga kebersihan dan aturan lingkungan demi kenyamanan hidup bersama,” pungkas Merlyn.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Mei 2026, 21:02 WIT
182 Ribu Kasus Malaria Di Mimika, BADKO HMI PAPUA Desak Pemerintah Melakukan Intervensi Khusus Papuanewsonline.com, Timika — Tingginya kasus malaria di Kabupaten Mimika kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data yang sebelumnya dipublikasikan Dinas Kesehatan Mimika pada 26 Februari 2026, jumlah kasus malaria sepanjang Januari hingga akhir Desember 2025 mencapai 182.980 kasus dan disebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Tanah Papua. Wakil Sekretaris Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia BADKO HMI Tanah Papua, M Ardhi Chairun, menilai tingginya angka malaria di Mimika tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.Menurut Ardhi, tingginya penyebaran malaria berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengambil langkah lebih serius dan terfokus untuk menangani persoalan tersebut.“Kasus malaria yang sangat tinggi di Kabupaten Mimika jangan dianggap biasa, baik oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Mimika, karna ini menyangkut dengen kualitas hidup masyarakat Mimika,” kata Ardhi dalam keterangannya, Sabtu (10/5/2026).Ia menjelaskan, malaria bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di daerah.“Kami mengkaji bahwa Malaria ini dapat menurunkan kecerdasaran ‘alias bikin bodoh dan membuat orang tidak produktif bahkan dapat merusak limpa’,” ucap Ardhi.Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk hidup sehat dan berkualitas. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyebaran malaria, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.Ardhi menilai upaya pemeriksaan dan pengobatan yang selama ini dilakukan tenaga kesehatan sudah berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan diperlukan langkah tambahan berupa pembentukan satuan intervensi khusus pengendalian vektor malaria di wilayah Kota Timika dan sekitarnya.“Untuk itu kami meminta kepada Gubernur Papua Tengah dan Bupati Mimika untuk membentuk satuan intevensi vektor secara fokus di Kota Timika, melihat kerja-kerja pemeriksaan dan pengobatan sudah berjalan cukup baik,” ujarnya.Selain itu, BADKO HMI Tanah Papua juga mendorong adanya kerja kolaboratif lintas sektor dalam menangani malaria. Menurut Ardhi, persoalan malaria tidak bisa sepenuhnya dibebankan hanya kepada sektor kesehatan semata.Ia menyebut penanganan malaria membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, hingga sektor lingkungan dan infrastruktur untuk memastikan pengendalian berjalan maksimal.Ardhi juga menyoroti minimnya informasi publik terkait perkembangan kasus malaria di Mimika. Ia meminta pemerintah lebih aktif memberikan edukasi dan membuka data perkembangan kasus secara berkala agar masyarakat memahami bahaya malaria serta pentingnya pencegahan dini.“Kita tidak banyak mendapatkan informasi tentang malaria ditengah Publik, jadi kasus malaria perlu di umumkan tiap bulan ke masyarakat, agar masyarakat paham babwa malaria itu menular dan dapat mengancam jiwa,” tutup Ardhi.Tingginya angka malaria di Mimika selama beberapa tahun terakhir memang menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan di Papua Tengah. Faktor iklim, lingkungan, hingga mobilitas masyarakat disebut menjadi penyebab penyebaran malaria masih sulit ditekan.Pemerintah daerah sebelumnya terus melakukan berbagai langkah penanganan seperti pemeriksaan massal, pembagian kelambu, pengasapan, hingga pengobatan gratis bagi warga yang terpapar malaria. Namun, tingginya jumlah kasus menunjukkan perlunya strategi yang lebih terpadu dan berkelanjutan. (GF) 10 Mei 2026, 21:53 WIT
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Maritim Perairan Timika, Waspada Gelombang Hingga 1,5 Meter Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mimika merilis informasi prakiraan cuaca maritim untuk wilayah Perairan Timika. Informasi ini berlaku mulai hari ini, 10 Mei pukul 09.00 WIT hingga esok hari, 11 Mei 2026 pukul 08.00 WIT, sebagai panduan bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.Berdasarkan pemantauan dan analisis, tinggi gelombang di perairan tersebut diprediksi berkisar antara 0,6 hingga 1,5 meter. Gelombang dengan ketinggian mendekati angka maksimal diperkirakan akan terjadi pada pagi hari tanggal 11 Mei, sehingga perlu menjadi perhatian khusus bagi para pelaku usaha perikanan dan transportasi laut saat berlayar.Kondisi atmosfer di wilayah ini diprediksi didominasi oleh hujan ringan dengan tingkat kelembaban udara mencapai 80 hingga 90 persen. Suhu udara rata-rata berada di kisaran 26 sampai 28 derajat Celcius. Sementara itu, angin berhembus dengan kecepatan 3 hingga 10 knot, yang arahnya berubah-ubah dari timur, tenggara, hingga ke utara.Pihak BMKG mengimbau seluruh nelayan, awak kapal, dan masyarakat pesisir untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Disarankan untuk selalu memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim terbaru sebelum melaut, demi menjamin keselamatan dan keamanan selama beraktivitas di tengah laut. Penulis: Andi Ilham Editor: GF 10 Mei 2026, 16:01 WIT
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi Papuanewsonline.com, Timika – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Timika, tepatnya di persimpangan Jalan Hasanuddin dengan Jalan WR Supratman, pada Sabtu pagi (9/5/2026). Sebuah mobil pickup yang berfungsi mengangkut pasokan air galon mengalami insiden tunggal hingga masuk ke parit dan terguling. Kejadian ini langsung menyita perhatian warga maupun pengendara yang sedang melintas di lokasi.Berdasarkan keterangan di lapangan, tidak ada korban jiwa maupun pihak yang terluka dalam peristiwa tersebut, pengemudi kendaraan dikabarkan selamat dan dalam keadaan sadar.Menurut keterangan Ilham, warga yang berada di lokasi, kendaraan tersebut bergerak dari arah Jalan WR Supratman dan hendak berbelok ke kanan menuju Jalan Hasanuddin Ujung. Namun, diduga pengemudi kehilangan kendali atas laju kendaraan, sehingga mobil meluncur masuk ke dalam parit dan akhirnya terguling miring ke samping. Kondisi lalu lintas pagi itu cukup padat, sehingga kejadian ini sempat menimbulkan keramaian sejenak.Setelah berbicara langsung dengan pengemudi, diketahui bahwa penyebab utama kejadian ini adalah keterbatasan kemampuan mengemudi.Lokasi kejadian yang merupakan pertigaan dan cukup ramai dilewati berbagai jenis kendaraan dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi yang belum mahir dalam mengendalikan kendaraan.Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pengguna jalan. Warga berharap agar setiap pengendara benar-benar memastikan memiliki keahlian yang memadai sebelum berkendara di jalan raya, apalagi melintasi persimpangan yang padat. “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Mari selalu berhati-hati, patuhi aturan lalu lintas, dan pastikan keselamatan diri serta orang lain selalu menjadi prioritas utama di jalan,” harap warga.  Penulis: Jid Editor: GF 09 Mei 2026, 19:56 WIT
Barantin Musnahkan Sapi Tanpa Dokumen, Upaya Jaga Kesehatan Ternak Dan Ketahanan Pangan Papuanewsonline.com, Timika – Badan Karantina Indonesia melalui perwakilan di Papua Tengah melakukan pemusnahan terhadap seekor sapi yang masuk ke wilayah Timika tanpa kelengkapan dokumen resmi yang dipersyaratkan. Tindakan ini diambil sebagai langkah pengamanan terakhir guna melindungi wilayah dari potensi masuknya berbagai jenis penyakit hewan berbahaya yang dapat menimbulkan kerugian luas, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menjelaskan bahwa hewan yang tidak disertai dokumen resmi tidak dapat dipastikan kondisi kesehatannya, sehingga berisiko membawa penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku serta Brucella.Penyakit-penyakit tersebut tidak hanya dapat menular dengan cepat ke ternak lain dan menyebabkan kematian, tetapi juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan daerah. Dari sisi ekonomi, wabah penyakit akan menimbulkan kerugian besar, mulai dari biaya penanganan, penurunan hasil produksi, hingga gangguan pasokan yang berujung pada kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat.Kejadian ini bermula saat petugas melakukan pengawasan ketat lalu lintas hewan kurban di Pelabuhan Pomako pada 2 Mei 2026. Ditemukan seekor sapi yang diangkut menggunakan kapal kayu dan diketahui berasal dari Tual, Maluku, namun tidak memiliki dokumen karantina yang sah. Hewan tersebut kemudian ditahan sesuai prosedur yang berlaku selama tiga hari kerja untuk memberikan kesempatan kepada pemilik melengkapi persyaratan yang ada. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, dokumen yang dibutuhkan tetap tidak dapat dipenuhi.Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, pemasukan hewan tanpa kelengkapan dokumen merupakan pelanggaran yang dapat ditindak tegas. Akhirnya, hewan tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dan dikubur sesuai standar yang berlaku, dengan proses yang disaksikan oleh perwakilan instansi terkait.“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu mematuhi peraturan yang ada. Kelengkapan dokumen adalah wujud tanggung jawab bersama demi menjaga keamanan kesehatan hewan dan kesejahteraan kita semua,” pesan Anton.  Penulis: Jid Editor: GF 06 Mei 2026, 13:52 WIT
Belum Ada Kejelasan, 11 SPPG Di Mimika Masih Berstatus Dihentikan Sementara Papuanewsoline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Emanuel Kemong, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian atau perkembangan terbaru terkait nasib 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diberhentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).Sebanyak delapan unit di antaranya terkendala masalah instalasi pengolahan air limbah, sedangkan tiga lainnya mengalami hambatan dari sisi administrasi. Kesebelasnya merupakan bagian dari total 18 SPPG yang beroperasi di wilayah ini.Menurut Emanuel Kemong, pihaknya terus melakukan koordinasi guna mencari solusi terbaik, namun keputusan akhir masih menunggu arahan resmi dari pihak yang berwenang. “Kami hanya membantu dalam pengawasan, koordinasi, dan evaluasi. Urusan teknis serta keputusan lebih lanjut sepenuhnya menjadi wewenang dan tanggung jawab BGN,” jelasnya (4/5/2026).Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua BGN Regional Papua Tengah, Nalen Situmorang, yang sebelumnya menyatakan bahwa hingga akhir April lalu belum ada petunjuk resmi yang diterima terkait tindak lanjut dari kasus ini. Semua pihak masih menunggu kebijakan yang akan ditetapkan guna memulihkan kembali layanan yang sangat dinantikan masyarakat.“Kami berharap proses penyelesaian ini dapat berjalan cepat dan lancar, agar layanan makanan bergizi bagi para siswa dapat segera berjalan kembali dengan baik. Semoga kendala yang ada segera terselesaikan demi manfaat pendidikan dan kesehatan anak-anak kita,” harap Emanuel Kemong.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 21:25 WIT
Ikan Sapu-Sapu Tembus Di Danau Sentani, Berada Sejak Dua Dekade Lalu Papuanewsonline.com, Jayapura – Penemuan ikan sapu-sapu atau pleco yang viral di media sosial membuka fakta bahwa spesies asal Sungai Amazon ini ternyata sudah hidup di Danau Sentani sejak lama, bukan baru saja muncul. Temuan ikan berukuran besar yang diperkirakan berusia 3–5 tahun ini bahkan diduga sedang dalam masa berkembang biak, mengingat bentuk perutnya yang tampak membesar. (03/05/26)Ikan ini mampu menghasilkan ribuan telur dengan siklus perkembangbiakan yang cepat, yaitu hanya membutuhkan waktu 1–2 tahun untuk dapat bereproduksi kembali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan BRIN pada tahun 2020, sekitar 70 persen nelayan di wilayah Asei-Ifale menyebut ikan ini sudah mulai banyak terlihat sejak awal tahun 2000-an. Diduga ikan ini masuk ke perairan tersebut karena dilepaskan secara sengaja oleh pemilik akuarium, mengingat fungsinya yang umumnya hanya sebagai pembersih kaca akuarium. Keberadaannya juga menyoroti lemahnya pengawasan lalu lintas ikan, padahal peraturan yang ada melarang peredaran bebasnya dan mengancam pelaku dengan hukuman penjara hingga tiga tahun serta denda maksimal Rp3 miliar.Sebagai spesies invasif, ikan ini memiliki daya adaptasi yang tinggi dan berpotensi merusak keseimbangan alam. Ia dapat merusak dasar perairan serta bersaing memperebutkan sumber makanan dengan ikan asli daerah. Selain itu, ikan ini tidak aman untuk dikonsumsi karena berisiko mengandung logam berat berbahaya bagi tubuh manusia.Masyarakat diimbau untuk tidak melepaskan ikan peliharaan ke perairan umum dan segera menangkapnya jika ditemukan. Pemerintah daerah diharapkan mengambil langkah nyata seperti penangkapan massal, penyuluhan kepada warga, serta mengembangkan budidaya ikan lokal. Ikan yang berhasil ditangkap pun dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembuatan pupuk cair atau campuran pakan ternak agar tetap memberikan manfaat.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 19:59 WIT
Kemarau Lumpuhkan Akses Air Bersih di Ayuka, Warga Mengaku “Setengah Mati” Bertahan Hidup Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali mengeluhkan krisis air bersih saat musim kemarau. Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, menyebut kondisi itu membuat warga “setengah mati” mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.“Di sini kalau pas musim kemarau, woi, paling setengah mati sekali. Susah air betul,” kata Robertus saat berbincang santai dengan media Papuanewsonline.com_, Jumat 30 April 2026.Menurutnya, warga hanya bisa mengandalkan depot air isi ulang atau tadah hujan. Namun kedua opsi itu tidak selalu tersedia. “Tunggu depot juga kadang masuk, kadang tidak. Kalau ditunggu hujan baru depot bisa masuk. Kalau tidak hujan, dia mau ambil dari mana?” ujarnya.Konsumsi Air Tak Layak  Robertus mengaku warga terpaksa menggunakan alternatif yang berisiko bagi kesehatan. “Kadang cuma pakai kapur untuk kasih segar rasanya. Kalau memang tidak ada sama sekali, pakai air pompa saja. Itu direbus untuk masak, tapi kita tidak tahu dampaknya ke tubuh seperti apa,” kata dia.Harap Perhatian Pemerintah  Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius kepada warga pesisir. “Jadi kami minta ke pemerintah, tolong kami di pesisir ini diperhatikan betul. Kami sangat membutuhkan air. Air itu untuk kehidupan, untuk kita manusia,” tegas Robertus.Hingga berita ini terbit, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi dari Dinas PUPR Mimika dan Distrik Mimika Tengah terkait solusi jangka pendek dan jangka panjang krisis air bersih di Kampung Ayuka. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Mei 2026, 14:33 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT