Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Pemerintah Pastikan Negara Hadir untuk Korban Insiden KA Bekasi Timur
Papuanewsonline.com, Bekasi — Pemerintah memastikan
komitmennya untuk memberikan penanganan maksimal terhadap korban insiden
kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Dukungan
tidak hanya difokuskan pada proses evakuasi dan perawatan korban, tetapi juga
pendampingan bagi keluarga yang terdampak.Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy
Purwagandhi saat melakukan peninjauan kesiapan operasional Stasiun Bekasi
Timur, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan itu, Menhub menegaskan bahwa
keselamatan dan penanganan korban menjadi prioritas utama pemerintah bersama
seluruh pihak terkait.“Kami turut berduka cita kepada seluruh keluarga korban.
Pemerintah memastikan tidak akan lepas tangan dalam penanganan ini, baik dari
sisi perawatan di rumah sakit maupun dukungan melalui mekanisme asuransi,” ujar
Menhub Dudy.Menurutnya, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai
pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan cepat
dan tepat. Pendataan korban hingga penyaluran bantuan dilakukan sesuai prosedur
yang berlaku.Menhub menjelaskan, PT Jasa Raharja sejak hari pertama telah
dilibatkan dalam proses identifikasi dan pendataan korban kecelakaan. Seluruh
mekanisme santunan akan diproses sesuai aturan yang berlaku agar keluarga
korban dapat segera menerima haknya.“Sejak hari pertama, Jasa Raharja telah terlibat dalam
proses identifikasi dan pendataan korban. Untuk mekanisme santunan, akan
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.Usai melakukan peninjauan di Bekasi Timur, Menhub Dudy turut
melakukan uji coba jalur menggunakan kereta rel listrik (KRL) menuju Stasiun
Cikarang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengecekan kesiapan
operasional jalur yang sebelumnya terdampak insiden kecelakaan.Setibanya di Cikarang, Menhub melanjutkan agenda dengan
mendatangi rumah salah satu korban meninggal dunia bernama Nurlaela. Dalam
suasana penuh duka, Menhub menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada
keluarga dan memastikan pemerintah hadir dalam proses pemulihan keluarga
korban.Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin yang turut mendampingi
dalam kunjungan tersebut juga menyampaikan rasa duka cita mendalam. PT KAI,
kata Bobby, memberikan santunan serta dukungan pendidikan bagi anak korban
sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap keluarga yang ditinggalkan.“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Sebagai bentuk
kepedulian, kami juga memberikan santunan serta beasiswa kepada putra dari
salah satu korban,” ujar Bobby.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal
Perkeretaapian Allan Tandiono bersama jajaran terkait lainnya. Pemerintah
berharap seluruh proses penanganan korban dan pemulihan operasional
transportasi dapat berjalan lancar sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali
normal. (GF)
30 Apr 2026, 15:13 WIT
Longsor Lumpuhkan Waa-Banti, Warga Desak Solusi Nyata dan Kehidupan Layak
Papuanewsonline.com, Mimika — Bencana longsor yang melanda
Kampung Waa-Banti, Kabupaten Mimika, mengakibatkan lumpuhnya seluruh aktivitas
masyarakat setempat. Akses jalan utama yang selama ini menjadi jalur vital kini
terputus total, sehingga warga kesulitan memperoleh kebutuhan dasar seperti
makanan dan minuman.Menanggapi kondisi tersebut, Natalis Bugaleng menyampaikan
keprihatinan mendalam sekaligus apresiasi terhadap langkah cepat yang telah
dilakukan sejumlah pihak. “Kami sangat mengapresiasi tim kerja dari PTFI dan
Pemerintah Daerah yang sudah langsung turun lapangan menyikapi situasi longsor
yang terjadi di lembah Waa-Banti,” ujarnya.Meski demikian, ia menilai penanganan yang dilakukan harus
lebih komprehensif dan berkelanjutan. “Kami berharap agar PTFI dan Pemerintah
Daerah lebih serius melihat persoalan ini, untuk membenahi jalan, jembatan dan
akses lainnya yang rusak,” tegasnya.Menurutnya, persoalan utama tidak hanya terletak pada
longsor yang terjadi saat ini, tetapi juga pada kondisi geografis jalur utama
yang dinilai tidak lagi layak. “Adapun jalan utama yang menjadi akses bagi
masyarakat setempat adalah tempat yang sudah tidak layak untuk dibangun jalan
utama, mengingat di tempat-tempat tersebut lereng jurang dan bekas aliran kali,
sudah sering terjadi longsor dan jalan putus,” jelasnya.Ia pun mendorong adanya kajian teknis yang lebih mendalam
sebelum pembangunan kembali dilakukan. “Di sarankan kepada tim kerja dan tim
ahli PTFI agar mengkaji tempat-tempat tersebut layak untuk bangun jalan dan
jembatan atau tidak,” tambahnya.Di luar persoalan infrastruktur, Natalis juga menyoroti
kondisi lingkungan yang dinilai menjadi beban berat bagi masyarakat. “Terlepas
dari situasi tersebut, persoalan besar yang sedang dialami oleh masyarakat
setempat adalah mereka hidup dalam lingkungan yang penuh dengan limbah PTFI
seperti rumah dibangun di pinggir kali limbah perusahaan, tempat berkebun,
tempat dusun semuanya sudah kena limbah habis,” ungkapnya.Kondisi tersebut, lanjutnya, berdampak langsung pada
kualitas hidup masyarakat yang semakin memprihatinkan. “Sehingga kehidupan
masyarakat setempat sangat di prihatinkan, itu persoalan besar bagi PTFI dan
pemerintah untuk memberikan kehidupan yang layak bagi warga masyarakat di
kampung Waa-Banti,” katanya.Ia juga mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap
masyarakat lokal yang terdampak langsung aktivitas industri. “Pertanyaan besar
bagi PTFI saat ini adalah, sudahkah PTFI memberikan yang terbaik untuk
masyarakat Waa-Banti yang sudah menjadi korban permanen atas keberadaan PTFI di
kampung Waa-Banti?” tegasnya.Sebagai bentuk harapan, Natalis menekankan pentingnya
kesetaraan dalam pembangunan dan kesejahteraan. “Saran saya untuk PTFI bahwa
kehidupan masyarakat Waa-Banti sudah seharusnya layak seperti keluarga besar
karyawan PTFI dalam lingkungan area perusahaan,” ujarnya.Ia menutup dengan kritik tajam terhadap ketimpangan yang
dirasakan masyarakat. “Masyarakatnya di abaikan dan alamnya di keruk
habis-habisan itu sama dengan mengabaikan MoU awal (kehidupan yang setara),”
pungkasnya.Situasi di Waa-Banti saat ini menjadi pengingat penting
bahwa pembangunan tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan,
keberlanjutan lingkungan, dan keadilan sosial bagi masyarakat lokal yang
terdampak langsung. Emas mereka, luka kami (GF)
29 Apr 2026, 19:04 WIT
Kampung Iwaka Terisolasi: Talut PUPR Sudah Jadi, Tapi Banjir Masih Mengancam Warga
Papuanewsonline.com, Mimika — Jembatan di Kampung Iwaka yang
dibangun Dinas PUPR Kabupaten Mimika tahun lalu kini sudah selesai. Namun warga
masih terjebak dua persoalan besar: akses air bersih yang belum berfungsi dan
banjir tahunan setiap Juni-Juli yang membuat kampung terisolasi.Jembatan PUPR Sudah Jadi, Warga Harap Akses Lancar Jembatan dan Talut yang dibangun Dinas PUPR sejak tahun lalu
kini telah berdiri di Kampung Iwaka. “Tahun kemarin dong buat,” kata warga saat
diwawancarai (28/04/2026). Meski jembatan sudah jadi, warga berharap aksesnya
bisa segera dimanfaatkan sepenuhnya untuk menghubungkan kampung dengan wilayah
lain, terutama saat musim banjir.Air Bersih Mangkrak, Warga Masih Andalkan Air Hujan Di sisi lain, proyek air bersih di samping sekolah yang
dikerjakan pihak pusat belum bisa digunakan. Warga terpaksa tetap mengandalkan
air hujan untuk kebutuhan minum sehari-hari, terutama saat musim kemarau. “Tapi
air bersih belum jalan. Tidak berfungsi,” ujar warga.Banjir Juni-Juli Bikin Warga Tidur di Jalan Keluhan paling berat datang dari banjir tahunan yang rutin
terjadi setiap Juni-Juli. Air kali meluap hingga masuk ke rumah dan merendam
hutan, membuat warga tidak bisa mencari sagu. Banjir berlangsung sekitar satu
sampai dua minggu dan memaksa warga membuat tenda di jalan. “Pada saat banjir kami mengungsi di jalan, bikin tenda di
jalan, tidur juga di jalan,” kata warga kepada media papuanewsonline.com.Usulan Musrembang Belum Ditindaklanjuti Warga mengaku sudah menyampaikan keluhan lewat Musrembang
dari tingkat kampung ke distrik hingga kabupaten. Namun hingga kini belum ada
tindak lanjut nyata dari pemerintah. “Barang yang pernah kita kasih masuk itu
tidak pernah terjawab,” keluh warga. Kepala kampung juga sudah menyampaikan laporan, tetapi belum
ada peninjauan langsung dari Pemkab Mimika. Dinas Sosial hanya pernah
memberikan bantuan plastik saat banjir. Anggota DPRD juga disebut belum pernah
turun ke Iwaka. “Anggota DPRD tidak pernah datang muncul di Iwaka ini,” kata
warga.Tanggul Banjir Tidak Efektif Tanggul yang dibangun di pinggir labuan untuk menahan banjir
dinilai belum efektif. Warga masih menunggu apakah banjir Juni 2026 akan masuk
ke pemukiman atau tidak. “Ini kita sekarang masih nunggu Juni-Juli ini, bulan
besok ini. Kalau Juni-Juli entah dia tidak masuk atau masuk, nanti baru kita
lihat,” ujarnya.Harapan Warga Dengan jembatan PUPR yang sudah jadi, warga berharap Pemkab
Mimika bisa segera menuntaskan masalah air bersih dan menyiapkan langkah
penanggulangan banjir sebelum puncak Juni tiba. Mereka juga meminta Dinas
terkait dan DPRD turun langsung ke Iwaka untuk melihat kondisi di lapangan.Hingga berita inirilis, belum ada keterangan resmi dari
Pemkab Mimika, Dinas PUPR, Dinas Sosial, maupun Inspektorat Kabupaten Mimika
terkait kondisi di Kampung Iwaka. Penulis: Hendrik
Editor: GF
28 Apr 2026, 19:53 WIT
Insiden Kereta di Bekasi Timur, Kemenhub Pastikan Evakuasi Cepat dan Investigasi Berjalan
Papuanewsonline,com, Bekasi — Kementerian Perhubungan
menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang melibatkan dua layanan
kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026). Peristiwa
tersebut langsung mendapat perhatian serius dari pemerintah, mengingat dampaknya
terhadap keselamatan penumpang dan operasional transportasi publik.Dalam pernyataan resminya tertanggal 28 April 2026, Kemenhub
menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden
ini. Upaya evakuasi dilakukan secara cepat dengan melibatkan berbagai unsur
terkait di lapangan.Kementerian memastikan bahwa seluruh korban terdampak
menjadi fokus utama dalam proses penanganan. Tim gabungan terus bekerja untuk
mengevakuasi penumpang serta memberikan pertolongan medis kepada korban yang
membutuhkan.Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, diketahui langsung
turun ke lokasi kejadian untuk memastikan proses evakuasi berjalan dengan baik.
Kehadiran Menhub di lapangan menjadi bagian dari upaya pengawasan langsung
terhadap penanganan situasi darurat tersebut.Selain proses evakuasi, pendataan jumlah korban hingga saat
ini masih terus dilakukan. Kemenhub menegaskan bahwa informasi terkait korban
akan disampaikan secara bertahap sesuai perkembangan di lapangan.Koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat guna
memastikan seluruh proses berjalan optimal. Kemenhub bekerja sama dengan
berbagai pihak terkait untuk mempercepat penanganan serta meminimalisir dampak
lanjutan dari insiden tersebut.Di sisi lain, Kementerian Perhubungan juga mendukung penuh
langkah investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan
Transportasi (KNKT) dan pihak terkait lainnya. Penyelidikan ini bertujuan untuk
mengungkap penyebab pasti insiden serta mencegah kejadian serupa di masa
mendatang.Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memantau
perkembangan situasi hingga seluruh proses evakuasi dan penanganan selesai.
Transparansi informasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan
publik terhadap sistem transportasi nasional.Insiden ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan standar
keselamatan dan pengawasan operasional di sektor perkeretaapian. Evaluasi
menyeluruh dipastikan akan dilakukan sebagai langkah perbaikan ke depan. (GF)
28 Apr 2026, 19:35 WIT
Insiden Kereta di Bekasi Timur, KAI Minta Maaf dan Prioritaskan Evakuasi Penumpang
Papuanewsonline.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia
(Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan menyusul
insiden operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah
Operasi 1 Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Kejadian tersebut berdampak langsung
terhadap perjalanan kereta api dan menimbulkan kekhawatiran di tengah
masyarakat.Dalam keterangan resminya, KAI menegaskan bahwa saat ini
fokus utama perusahaan adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak
sarana yang terdampak. Upaya evakuasi menjadi prioritas utama, disertai
penanganan korban secara cepat di lokasi kejadian.Proses penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan
berbagai pihak terkait, termasuk tim penyelamat dan aparat setempat. Koordinasi
intensif terus dilakukan guna memastikan seluruh prosedur berjalan optimal
serta risiko lanjutan dapat diminimalkan.Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba,
menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada masyarakat atas insiden
tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi perhatian utama
dalam setiap langkah penanganan yang dilakukan.“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus
kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan
penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi
dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya.Anne juga menambahkan bahwa KAI berkomitmen untuk terus
memberikan informasi terbaru kepada publik secara berkala seiring perkembangan
situasi di lapangan. Transparansi informasi dinilai penting untuk menjaga
kepercayaan masyarakat.Selain itu, KAI membuka layanan komunikasi bagi pelanggan
yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait insiden tersebut. Layanan ini
diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kepastian dan perkembangan
terbaru secara resmi.Pelanggan dapat menghubungi layanan WhatsApp resmi KAI di
nomor 0811-2223-3121 atau Call Center 121 untuk mendapatkan informasi terkini
mengenai kondisi perjalanan dan penanganan yang sedang berlangsung.Insiden ini menjadi perhatian serius bagi KAI dalam
meningkatkan sistem keselamatan dan pelayanan ke depan. Evaluasi menyeluruh
dipastikan akan dilakukan setelah proses evakuasi dan penanganan selesai.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan
mengikuti informasi resmi dari perusahaan, sembari memastikan bahwa seluruh
upaya terbaik terus dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan penumpang. (GF)
28 Apr 2026, 19:23 WIT
33 Casis Akpol Polda Maluku Lolos Tes Psikologi Tahap I
Papuanewsonline.com, Ambon – Sebanyak 33 calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) dinyatakan lulus uji psikologi tahap I dalam seleksi penerimaan terpadu Polri Tahun Anggaran 2026 di Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku. Pengumuman hasil disampaikan di SMA Negeri 2 Ambon, Sabtu (25/4/2026).Dari total 43 peserta yang mengikuti tes, 33 orang dinyatakan memenuhi syarat (MS), sementara 10 lainnya tidak memenuhi syarat (TMS).Kegiatan ini dipimpin oleh Kabag Dalpers Biro SDM AKBP Tommy Bambang Souissa, didampingi jajaran pejabat Biro SDM.AKBP Tommy menjelaskan, hasil seleksi diumumkan secara terbuka sebagai bentuk komitmen transparansi kepada peserta dan publik.“Dari 43 peserta, sebanyak 33 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, sedangkan 10 lainnya belum memenuhi syarat. Seluruh proses dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.Adapun rincian hasil seleksi, yakni 33 peserta lulus terdiri dari 29 pria dan 4 wanita, sementara 10 peserta yang tidak lulus terdiri dari 9 pria dan 1 wanita.Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi, selaku Ketua Panitia Daerah menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).“Kami memastikan seluruh proses seleksi berjalan objektif dan transparan. Tidak ada ruang bagi praktik kecurangan maupun intervensi. Hasil yang diperoleh peserta sepenuhnya berdasarkan kemampuan masing-masing,” tegasnya.Ia juga menambahkan bahwa aspek humanis tetap dikedepankan dengan memberikan kesempatan kepada peserta yang belum lulus untuk mengetahui kekurangan mereka.“Peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat diberikan ruang untuk melihat hasil penilaiannya, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengikuti seleksi di masa mendatang,” tambahnya.Untuk menjamin integritas pelaksanaan, proses seleksi diawasi secara ketat oleh pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, serta pengawas eksternal dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Maluku dan Politeknik Negeri Ambon.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Para peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. PNO-12
26 Apr 2026, 14:11 WIT
Karo SDM Polda Maluku Tinjau Langsung Tes Psikologi Akpol 2026
Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan tes psikologi dalam rangka seleksi penerimaan Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 2 Ambon, Sabtu (25/4/2026), dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi, selaku Ketua Panitia Daerah hadir langsung memantau jalannya seleksi, didampingi Kabidkum Polda Maluku Kombes Pol Aris Bachtiar selaku Ketua Bidang Psikologi. Turut hadir sejumlah pejabat Biro SDM serta tim pelaksana teknis.Dalam keterangannya, Karo SDM menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif dan terbuka.“Kami berkomitmen melaksanakan seluruh proses seleksi ini secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak ada ruang untuk praktik kecurangan ataupun intervensi dari pihak mana pun. Setiap peserta memiliki peluang yang sama dan hasil yang diperoleh murni berdasarkan kemampuan masing-masing,” tegasnya.Sebagai bentuk transparansi, panitia terlebih dahulu melaksanakan audit perangkat sebelum ujian dimulai. Audit melibatkan tenaga ahli dari Politeknik Negeri Ambon dan disaksikan perwakilan peserta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sistem Computer Assisted Test (CAT) berjalan objektif dan bebas intervensi.Dalam arahannya, Kombes Pol Aris Bachtiar juga menekankan bahwa kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing.“Kerjakan soal dengan jujur dan percaya diri. Tidak ada pihak yang dapat membantu saat tes berlangsung. Hasil yang dicapai murni dari usaha sendiri,” ujarnya.Sebanyak 43 peserta mengikuti tes psikologi berbasis CAT yang meliputi empat aspek penilaian, yakni kemampuan kecerdasan, kepribadian, kecermatan, dan ketahanan kerja (pass hand).Untuk menjaga integritas pelaksanaan, panitia menerapkan sterilisasi ruang ujian. Peserta hanya diperbolehkan membawa identitas diri, nomor peserta, dan alat tulis.Proses seleksi juga diawasi secara berlapis oleh unsur internal dan eksternal, di antaranya Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Maluku, Politeknik Negeri Ambon, serta Ombudsman RI Perwakilan Maluku.Melalui proses seleksi yang ketat dan transparan ini, Polda Maluku berkomitmen mencetak calon perwira Polri yang berintegritas, profesional, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. PNO-12
26 Apr 2026, 14:07 WIT
66 Mahasiswa Keperawatan Institut Nani Hasanuddin Resmi Yudisium di Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika — Sebanyak 66 mahasiswa
mengikuti Yudisium Sarjana Program Studi S1 Keperawatan jalur kerja sama
angkatan pertama periode I tahun 2026 di Institut Nani Hasanuddin, Jumat
(24/4/2026).Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mimika, Johannes Rettob,
menyampaikan sambutan sekaligus pesan kepada para lulusan agar mampu menjadi
tenaga keperawatan yang profesional dan berintegritas.Ia menegaskan bahwa perawat memiliki peran strategis dalam
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, para lulusan
diminta tidak hanya berorientasi pada gelar semata, tetapi mampu menunjukkan
kualitas melalui kerja nyata, pelayanan yang tulus, serta sikap empati kepada
masyarakat.“Jadilah perawat yang bekerja dengan hati, memiliki dedikasi
tinggi, serta menjunjung integritas dalam setiap pelayanan,” ujarnya.Bupati juga mengingatkan agar para lulusan tetap menjaga
semangat kerja, disiplin, dan tanggung jawab meskipun telah menyandang gelar
sarjana. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang
kesehatan menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan di Kabupaten
Mimika.Ia menyebutkan bahwa indeks kesehatan di Kabupaten Mimika
mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, masih
terdapat sejumlah tantangan, khususnya terkait keluhan masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan.“Saya berharap ke depan angka keluhan masyarakat dapat terus
menurun, bahkan tidak ada lagi, melalui pelayanan yang profesional dan
berintegritas,” tambahnya.Selain itu, Bupati juga mendorong para lulusan untuk terus
mengembangkan diri dan tidak berhenti belajar, termasuk melanjutkan pendidikan
ke jenjang yang lebih tinggi guna meningkatkan kompetensi.Dalam sambutannya, ia turut menyampaikan apresiasi kepada
keluarga, orang tua, serta pasangan para mahasiswa yang telah memberikan
dukungan penuh hingga mereka berhasil menyelesaikan pendidikan. Apresiasi juga
diberikan kepada civitas akademika Institut Nani Hasanuddin atas dedikasi dalam
mendidik dan membimbing mahasiswa.Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap ilmu yang telah
diperoleh para lulusan dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi diri sendiri,
tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Mimika serta bangsa dan negara.“Selamat kepada seluruh lulusan. Semoga sukses dalam
pengabdian ke depan. Teruslah berkarya, jaga etika profesi, dan utamakan
nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelayanan,” tutupnya. Penulis: Bim
Editor: GF
24 Apr 2026, 20:02 WIT
Kemenkes Wajibkan Label “Nutri Level”, Langkah Tegas Kendalikan Konsumsi Gula Berlebih
Papuanewsonline.com, Jakarta — Kementerian Kesehatan resmi
menerbitkan kebijakan baru untuk menekan konsumsi gula berlebih di masyarakat
melalui penerapan label gizi “Nutri Level” pada pangan siap saji, khususnya
minuman berpemanis. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah strategis
pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi yang
lebih sehat.Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan
(KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 tentang pencantuman label gizi dan pesan
kesehatan pada pangan siap saji yang diterbitkan pada Selasa (14/4). Kebijakan
ini difokuskan pada pelaku usaha skala besar sebagai tahap awal implementasi.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa
kebijakan ini merupakan upaya edukatif untuk menekan konsumsi gula, garam, dan
lemak (GGL) yang berlebihan, yang selama ini menjadi pemicu utama berbagai
penyakit tidak menular.“Karena itu, perlu dilakukan upaya melalui pemberian
informasi dan edukasi agar masyarakat dapat lebih mudah memilih pangan siap
saji yang tepat dan sehat sesuai kebutuhannya,” ujar Menkes.Ia menjelaskan bahwa tingginya konsumsi GGL berkontribusi
besar terhadap peningkatan kasus penyakit seperti obesitas, hipertensi,
penyakit kardiovaskular, stroke, hingga diabetes tipe 2, yang berdampak
langsung pada beban pembiayaan kesehatan nasional.Sebagai ilustrasi, beban pembiayaan BPJS Kesehatan untuk
penyakit gagal ginjal meningkat lebih dari 400 persen, dari Rp2,32 triliun pada
2019 menjadi Rp13,38 triliun pada 2025. Angka ini menunjukkan urgensi
intervensi kebijakan berbasis pencegahan.Lebih lanjut, Menkes menambahkan bahwa kebijakan ini juga
merupakan amanat dari Undang-Undang Kesehatan yang mendorong sinergi lintas
sektor dalam upaya pencegahan penyakit.“UU Kesehatan mengamanatkan agar kebijakan lintas sektor
diselaraskan. Kemenkes bertanggungjawab untuk mengatur pangan siap saji,
sementara untuk pangan olahan atau produk pabrikan menjadi ranah Badan Pengawas
Obat dan Makanan (BPOM),” jelasnya.Dalam implementasinya, Nutri Level akan ditampilkan dalam
bentuk label dengan kode warna dan huruf, mulai dari Level A (hijau tua) dengan
kandungan GGL rendah hingga Level D (merah) yang menunjukkan kandungan GGL
tinggi.Label ini diwajibkan untuk dicantumkan pada berbagai media
informasi seperti daftar menu, kemasan, brosur, hingga platform digital,
sehingga mudah diakses oleh konsumen sebelum membeli produk.Namun demikian, kebijakan ini belum menyasar pelaku usaha
mikro, kecil, dan menengah seperti warteg, pedagang kaki lima, dan restoran
kecil. Pemerintah memilih pendekatan bertahap agar implementasi berjalan
efektif tanpa membebani pelaku usaha kecil.Dengan adanya kebijakan ini, Kementerian Kesehatan berharap
masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih konsumsi sehari-hari, sekaligus
mendorong pelaku usaha untuk menyediakan pilihan produk yang lebih sehat. (GF)
21 Apr 2026, 23:20 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru