logo-website
Sabtu, 08 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Politik Homepage
Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Perkuat Persatuan Bangsa Papuanewsonline.com, Ambon – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah Maluku bersama para tokoh agama, unsur TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, dan elemen masyarakat menggelar Doa Bersama Lintas Agama sebagai wujud komitmen bersama menjaga persatuan bangsa, memperkuat toleransi, serta merawat kebhinekaan sebagai fondasi utama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Kegiatan yang mengusung tema “Satu Doa, Satu Hati, Satu Indonesia” tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., dan berlangsung di Lobi Lantai I Mapolda Maluku, Ambon, Selasa (30/6/2026).Momentum doa bersama ini menjadi simbol kuat kebersamaan lintas agama dan lintas sektor dalam menjaga stabilitas nasional di tengah berbagai tantangan kebangsaan yang terus berkembang. Dari Maluku, daerah yang pernah mengalami konflik sosial namun berhasil bangkit menjadi contoh hidup toleransi dan persaudaraan, pesan persatuan kembali digaungkan untuk Indonesia.Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Maluku Irjen Pol. Imam Tobroni, S.I.K., M.H., Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, perwakilan Pangdam XV/Pattimura, Danlanud Pattimura, unsur Forkopimda, tokoh adat, pimpinan umat beragama, serta anak-anak yatim dari Panti Asuhan Yayasan Melati Al-Khairaat Ambon.Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar peringatan institusional, melainkan momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan mempererat persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia."Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan bangsa. Indonesia adalah negara besar yang dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Karena itu, menjaga persatuan tidak bisa hanya dilakukan oleh Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk para tokoh agama, tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat," ujar Kapolda Maluku.Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan keamanan konvensional, tetapi juga berbagai ancaman yang dapat memecah belah persatuan masyarakat melalui penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, hingga polarisasi sosial."Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, kita harus memastikan bahwa nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Polri tidak mungkin bekerja sendiri. Kami membutuhkan kekuatan doa, dukungan moral, dan kebersamaan seluruh komponen bangsa untuk menjaga Indonesia tetap aman, damai, dan bersatu," tegasnya.Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama yang selama ini berperan aktif menjaga kerukunan umat beragama di Maluku serta menjadi mitra strategis Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat."Saya meyakini bahwa para tokoh agama adalah penjaga moral bangsa. Pesan-pesan kesejukan yang disampaikan kepada umat telah menjadi benteng yang menjaga masyarakat dari perpecahan. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi yang selama ini terjalin bersama Polda Maluku," katanya.Mewakili tokoh agama yang hadir, Ketua MUI Provinsi Maluku, Prof. Dr. Abdullah Latuapo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Maluku yang terus menghadirkan ruang kebersamaan lintas agama sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan nasional."Maluku memiliki pengalaman sejarah yang mengajarkan betapa berharganya perdamaian dan persaudaraan. Karena itu, kami menyambut baik kegiatan doa bersama lintas agama ini sebagai pengingat bahwa menjaga kerukunan, keamanan, dan persatuan bangsa adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas Polri semata," ujar Prof. Abdullah Latuapo.Ia menegaskan bahwa tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyebarkan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan cinta tanah air kepada umat agar Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman."Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan memperkuat semangat kebangsaan. Indonesia akan tetap kuat apabila seluruh anak bangsa menempatkan persatuan di atas segala perbedaan," katanya.Selain doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh para pemuka agama sesuai keyakinan masing-masing, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari semangat Hari Bhayangkara ke-80.Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Doa-doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan untuk keselamatan dan keberhasilan Polri dalam menjalankan tugas, tetapi juga untuk kedamaian Maluku, persatuan Indonesia, serta terwujudnya bangsa yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera.Dari Maluku, pesan kebangsaan itu kembali digaungkan: bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Melalui semangat "Satu Doa, Satu Hati, Satu Indonesia", Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum mempertegas komitmen bersama untuk menjaga Indonesia tetap damai, toleran, dan utuh dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. PNO-12 01 Jul 2026, 20:17 WIT
891 Personel Naik Pangkat, Kapolda Maluku: Jadikan Motivasi Untuk Bekerja Lebih Baik Papuanewsonline.com, Ambon – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak istimewa yang diterima secara otomatis oleh setiap anggota Polri, melainkan bentuk penghargaan institusi yang harus dibayar dengan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.Pesan tersebut disampaikan Kapolda Maluku saat memimpin Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polri Periode 1 Juli 2026 serta PNS Polri Periode 1 Februari, 1 April, dan 1 Juli 2026 yang berlangsung di Lapangan Parkir Belakang Mapolda Maluku, Selasa (30/6/2026).Upacara tersebut dihadiri Wakapolda Maluku Irjen Pol. Imam Tobroni, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, serta keluarga personel yang menerima kenaikan pangkat.Sebanyak 891 personel di lingkungan Polda Maluku memperoleh kenaikan pangkat pada periode kali ini, terdiri dari 870 personel Polri dan 21 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 344 personel berasal dari satuan kerja Mapolda Maluku dan 547 personel berasal dari Polres dan Polresta jajaran.Dalam amanatnya, Kapolda Maluku menekankan bahwa momentum kenaikan pangkat yang berlangsung menjelang Hari Bhayangkara ke-80 harus dimaknai sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Polri yang unggul, berkarakter, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik.Menurutnya, Polri saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era keterbukaan informasi dan digitalisasi. Karena itu, setiap personel dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan integritas agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama institusi."Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan atas masa dinas atau perjalanan karier. Pangkat adalah amanah yang diberikan negara dan institusi kepada anggota yang dinilai layak untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, setiap pangkat baru harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas pengabdian, integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat," tegas Kapolda.Kapolda mengingatkan bahwa keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari capaian organisasi atau keberhasilan operasional semata, tetapi juga dari kemampuan setiap personel menghadirkan rasa aman, keadilan, dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat."Masyarakat tidak melihat seberapa tinggi pangkat yang kita sandang. Masyarakat melihat bagaimana kita melayani, bagaimana kita bersikap, dan bagaimana kita menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Oleh karena itu, pangkat baru harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik dan semakin dekat dengan rakyat," ujarnya.Irjen Pol. Dadang Hartanto juga menegaskan bahwa peningkatan jenjang kepangkatan harus diiringi dengan peningkatan kualitas moral dan etika profesi. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat."Pangkat tidak boleh menjadi simbol kebanggaan semata. Pangkat harus dibayar dengan tanggung jawab, keteladanan, disiplin, dan integritas. Semakin tinggi pangkat seseorang, semakin besar pula tuntutan moral dan harapan masyarakat yang melekat pada dirinya," katanya.Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga personel yang selama ini menjadi sumber dukungan utama dalam perjalanan karier anggota Polri."Pencapaian yang diraih hari ini tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga. Saya menyampaikan terima kasih kepada para istri, suami, orang tua, dan seluruh keluarga yang selalu mendampingi personel Polri dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ungkapnya.Sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas ke depan, Kapolda mengingatkan seluruh personel yang naik pangkat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga profesionalisme dalam bekerja, mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat secara humanis dan bebas pelanggaran, serta memperkuat sinergitas guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku.Menutup amanatnya, Kapolda Maluku mengajak seluruh personel menjadikan momentum Hari Bhayangkara ke-80 sebagai refleksi untuk terus memperkuat transformasi Polri yang Presisi melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik."Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap setiap personel yang hari ini menerima kenaikan pangkat mampu menjadi teladan, menjaga nama baik institusi, dan menghadirkan pelayanan Polri yang semakin profesional, humanis, dan dipercaya rakyat," pungkasnya.Upacara laporan kenaikan pangkat berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur. Bagi 891 personel yang menerima penghargaan tersebut, pangkat baru bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus mengabdi, memperkuat kepercayaan publik, dan menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat dalam menyongsong Indonesia yang maju. PNO-12 01 Jul 2026, 19:48 WIT
Duduki Jabatan Strategis Mabes Polri, Wakapolda Maluku Resmi Berpangkat Irjen Papuanewsonline.com, Ambon – Pengabdian dan rekam jejak profesional yang ditunjukkan selama bertugas di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali mendapat apresiasi institusi. Wakapolda Maluku, Irjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) setelah menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dalam Upacara Korps Raport Perwira Tinggi Polri periode 1 Juli 2026 yang dipimpin langsung oleh Kapolri melalui video conference dari Mabes Polri, Selasa (30/6/2026).Kegiatan yang berlangsung secara khidmat di Lobi Lantai 2 Mapolda Maluku tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Irwasda, para Pejabat Utama Polda Maluku, Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, serta jajaran pengurus Bhayangkari Daerah Maluku.Kenaikan pangkat dari Brigadir Jenderal Polisi menjadi Inspektur Jenderal Polisi yang diterima Imam Thobroni resmi berlaku terhitung mulai 1 Juli 2026. Momentum tersebut sekaligus menandai kepercayaan yang diberikan pimpinan Polri kepada dirinya untuk mengemban tugas baru sebagai Auditor Kepolisian Utama Tk. I Itwasum Polri, sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP./2026 tanggal 25 Juni 2026.Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, integritas, loyalitas, dan pengabdian yang telah ditunjukkan Irjen Pol. Imam Thobroni selama menjalankan tugas kepolisian.“Korps Raport ini bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan penghargaan institusi atas kinerja, integritas, serta pengabdian yang telah ditunjukkan Irjen Pol. Imam Thobroni selama bertugas. Kenaikan pangkat dan amanah jabatan strategis di Mabes Polri menjadi bukti bahwa kerja profesional dan dedikasi yang konsisten akan mendapatkan apresiasi dari institusi,” ujar Kapolda Maluku.Menurut Kapolda, pengalaman yang dimiliki Irjen Pol. Imam Thobroni selama bertugas di berbagai wilayah, termasuk di Maluku, akan menjadi modal penting dalam mengemban tanggung jawab baru di tingkat nasional.“Kami keluarga besar Polda Maluku mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat dan kepercayaan yang diberikan pimpinan Polri. Semoga amanah baru ini dapat dijalankan dengan baik dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi penguatan organisasi Polri serta pelayanan kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.Sementara itu, Irjen Pol. Imam Thobroni menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan Polri. Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat yang diterimanya merupakan amanah yang harus dijawab melalui peningkatan kinerja dan pengabdian kepada institusi.“Saya memaknai kenaikan pangkat ini sebagai amanah dan tanggung jawab yang semakin besar. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk terus memberikan pengabdian terbaik, menjaga integritas, profesionalisme, serta menjalankan setiap tugas yang dipercayakan pimpinan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri, Kapolda Maluku, seluruh jajaran Polda Maluku, serta masyarakat Maluku yang selama ini telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan, rekan-rekan anggota Polri, Bhayangkari, dan masyarakat Maluku atas kebersamaan serta dukungan yang telah diberikan selama saya bertugas. Pengalaman bertugas di Maluku memberikan banyak pelajaran berharga tentang kepemimpinan, pelayanan publik, dan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan persatuan bangsa,” katanya.Selama menjabat sebagai Wakapolda Maluku, Irjen Pol. Imam Thobroni dikenal aktif mendukung berbagai program penguatan keamanan wilayah, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengawasan internal, serta penguatan sinergi Polri dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah kepulauan Maluku.Rangkaian Upacara Korps Raport Perwira Tinggi Polri periode 1 Juli 2026 berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ditutup dengan pemberian ucapan selamat oleh Kapolda Maluku beserta seluruh Pejabat Utama Polda Maluku dan jajaran Bhayangkari Daerah Maluku sebagai bentuk penghormatan atas capaian dan amanah baru yang diemban Irjen Pol. Imam Thobroni di tingkat nasional. PNO-12 01 Jul 2026, 19:39 WIT
TNPB/OPM Tuding TNI/Polri Dalang Penembakan Mobil Pastor Paroki Bilogai di Intan Jaya Papuanewsonline,com. Intan Jaya-  West Papua National Liberation Army (WPNLA) atau TPNPB/OPM  merilis laporan insiden penembakan terhadap kendaraan roda empat milik Pastor Paroki Bilogai di wilayah Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah pada 29 Juli 2026.TPNPB menyebut dalam mobil terdapat 11 orang, diantaranya Pastor, sopir, suster, tiga karyawan TJP dan empat umat.TPNPB menyebutkan penembakan terjadi di perbatasan Pangkalan Ojek Mbamogo dan Kampung Titigi pada 29 Juni 2026. Lokasi itu berada di wilayah Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.Dalam rilisnya, insiden penembakan dari militer Indonesia terjadi pada saat mobil milik Pastor Katolik ini melintas  dan sedang membawa material untuk pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius di Kampung Titigi.Atas kondisi ini Pastor beserta para penumpang selamat namun mobil mengalami kerusakan serius berondong peluru dari militer Indonesia.Atas peristiwa ini, TPNPB mengingatkan pihak Gereja Katolik di Intan Jaya dan semua masyarakat sipil agar tetap berhati-hati dalam menjalankan aktifitas, karena militer Indonesia semakin brutal dalam menjalankan operasi militer di Intan Jaya.TPNPB melalui rilisnya juga menyebut atas peristiwa ini, Militer Indonesia secara langsung  melakukan  Serangan ke Fasilitas Gereja Katolik di Intan Jaya.TPNPB mengklaim atas Insiden ini menambah daftar tindakan brutal militer Indonesia terhadap fasilitas dan rombongan gereja Katolik di Intan Jaya dalam sepekan terakhir.Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari TNI, Polri maupun Keuskupan Timika terkait peristiwa tersebut.Penulis: HendrikEditor.  : Gf 01 Jul 2026, 15:06 WIT
TPNPB Klaim Gereja Santo Paulus Nabuni di Intan Jaya Diduduki Militer Sejak 26 Juni Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan Siaran Pers Ke II pada Sabtu, 27 Juni 2026 yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom. Dalam rilis tersebut, TPNPB membuat sejumlah klaim terkait operasi militer di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Klaim Pendudukan Gereja Sejak 26 Juni Pukul 23.00 WIT  Menurut rilis TPNPB, pihaknya menerima laporan dari PIS TPNPB Kota Sugapa. "Aparat militer Indonesia telah mengambil alih Gereja Santo Paulus Nabuni Mbamogo sejak hari Jumat, 26 Juni 2026 sekitar jam 23.00 hingga siang ini," tulis rilis tersebut. Redaksi mencatat ini merupakan klaim sepihak TPNPB. Klaim Operasi Militer Picu Pengungsian Warga  TPNPB mengklaim operasi militer Indonesia di kampung-kampung Distrik Agisiga sejak malam 26 Juni mengakibatkan warga sipil mengungsi. "Warga sipil mengungsi ke hutan-hutan dan pusat Kota Sugapa, Kabupaten Intan Jaya untuk mencari perlindungan," demikian isi rilis. Klaim Penggunaan Drone, Helikopter dan Tembakan Terus Menerus  Dalam laporan lebih lanjut, TPNPB mengklaim sejak malam 26/6 aparat melakukan "serangan bom menggunakan drone dan helikopter militer terus melakukan operasi dari pusat Kota Sugapa ke seluruh wilayah Intan Jaya sementara operasi darat juga terjadi dan bunyi tembakan sejak kemarin hingga siang ini masih terus terjadi." Klaim Korban Sipil Sejak 17 Mei 2026  TPNPB mengklaim sejak 17 Mei 2026 banyak warga sipil mengungsi dari Kampung Mbamogo, Soali, Danggoa dan sekitar Distrik Agisiga. Sebabnya, kata rilis, "serangan drone militer Indonesia terhadap Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni Mbamogo yang mengakibatkan empat warga sipil korban setelah keluar dari ibadah pada hari Minggu." TPNPB menyebut jumlah korban lain belum diketahui karena wilayah "masih di kuasai oleh aparat militer Indonesia." Klaim Rumah Warga Dibakar & Fasilitas Sipil Dijadikan Pos  Rilis TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto "agar segera mengeluarkan seluruh aparat militer Indonesia yang sedang menduduki pemukiman warga sipil lalu jadikan rumah-rumah warga, sekolah dan gereja-gereja sebagai pos militer agar segera dihentikan dan kembalikan fasilitas sipil ke rana sipil." Desakan ke Menhan, Panglima TNI dan PBB  TPNPB juga "menegaskan kepada Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subyanto dan jajarannya agar hentikan penggunaan drone, helikopter dan senjata berat". Serta mendesak PBB "agar segera mengirimkan tim ke Papua dalam menyelidiki kejahatan perang... dan segera memberikan mandat kepada Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB untuk turun ke Papua." Upaya Konfirmasi: TNI, Polri dan Pemda Intan Jaya Belum Berkomentar  Sesuai Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik, redaksi telah berupaya meminta keterangan resmi kepada TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terkait klaim pendudukan gereja, pembakaran rumah, jumlah pengungsi, dan penggunaan drone. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait. Redaksi membuka ruang hak jawab 1x24 jam. Catatan Redaksi: Asas Keberimbangan dan Praduga Tak Bersalah  Redaksi menegaskan seluruh isi poin 1-6 adalah klaim, pengakuan, dan desakan dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM melalui Jubir Sebby Sambom, tertanggal 27 Juni 2026. Kebenaran peristiwa tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi. Asas praduga tak bersalah berlaku untuk semua pihak yang disebut dalam rilis.   Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Jun 2026, 15:06 WIT
TPNPB Klaim Kantongi Senjata SS2 Milik Aparat di Puncak Jaya Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – TPNPB Kodap XXV Yambi mengklaim telah menguasai satu pucuk senjata jenis SS2 di wilayah Puncak Jaya. Klaim itu disampaikan Juru Bicara KOMNAS TPNPB, Sebby Sambom, dalam siaran pers ke-III, Sabtu 27 Juni 2026. Menurut siaran pers, senjata tersebut disebut milik aparat keamanan Indonesia dari Pos Tigineri yang hilang di sungai pada 2023. TPNPB menyebut senjata ditemukan pada 27 Juni 2026 dan saat ini berada di Markas Kodap XXV Yambi. Dalam rilis, TPNPB menyebut nama Brigjen Tengamati Enumbi, Mayor Mayu Telenggen, dan Mayor Lerimayu Enumbi sebagai pimpinan di Kodap XXV Yambi. Redaksi mencatat nama tersebut sebagaimana termuat dalam dokumen rilis. Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum dapat memverifikasi secara independen kebenaran klaim, kondisi, maupun keberadaan senjata yang dimaksud. Tidak ada bukti visual, nomor seri, atau keterangan pihak ketiga independen yang diterima. Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada Polda Papua, Kodam XVII/Cenderawasih, dan Kogabwilhan III terkait kebenaran klaim kehilangan senjata tahun 2023 dan temuan yang diklaim pada 27 Juni 2026. Hingga berita naik belum ada keterangan resmi. Kepemilikan, penguasaan, dan penggunaan senjata api di Indonesia diatur oleh undang-undang yang berlaku. Redaksi tidak memuat detail teknis, lokasi pasti, atau informasi taktis terkait senjata demi keamanan publik. Sesuai Kode Etik Jurnalistik, berita ini tidak memuat ajakan, seruan, narasi pembenaran kekerasan, atau propaganda. Tujuannya hanya mencatat adanya siaran pers sebagai perkembangan informasi. Berita ini hanya memuat klaim sepihak dari pihak TPNPB. Redaksi akan melakukan pemutakhiran jika telah ada keterangan resmi dari TNI-Polri atau pihak berwenang lainnya.   Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Jun 2026, 14:39 WIT
Jadi Partai Masa Depan, DPD PSI Mimika Tegaskan Komitmen Politik Bersih dan Berdayakan Pemuda Papuanewsonline.com, Mimika – Kehadiran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai membawa angin segar bagi dinamika demokrasi. Meskipun belum menjadi kekuatan besar secara elektoral, partai ini memiliki keunggulan dalam keberanian bersikap dan menjunjung kejujuran. PSI hadir bukan semata-mata mengejar kekuasaan, melainkan berupaya mengubah budaya politik lama yang dianggap gagal mewujudkan keadilan dan peradaban. Lebih dari sekadar partai yang dihuni anak muda, PSI disebut sebagai partai masa depan. Hal ini tercermin tidak hanya dari usia kadernya, tetapi juga gagasan yang diusungnya terasa segar, relevan, dan sesuai tantangan zaman. Partai ini meyakini kemajuan bangsa tidak akan tercapai jika masih terbebani praktik politik koruptif, eksklusif, dan mengabaikan keberagaman. Dewan Pembina DPD PSI Mimika, Piet Rafra, menyampaikan persiapan menuju Pemilu 2029 sudah dimulai sejak dini. Ia menegaskan kepengurusan harus terbentuk secara menyeluruh, mulai dari tingkat kabupaten, distrik, hingga kampung agar seluruh jajaran dapat bergerak serentak. Langkah ini dilakukan agar sosialisasi keberadaan dan visi PSI dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat luas. Piet juga mengajak generasi muda menunjukkan kemampuan dan tanggung jawab memimpin di berbagai tingkatan. “PSI kini semakin dikenal publik, dan kami ingin membuktikan bahwa anak muda mampu berpolitik secara bersih dan bertanggung jawab. Kami menargetkan meraih kursi terbanyak di lembaga legislatif pada pemilu mendatang,” ujarnya.   Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:20 WIT
Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolda Maluku Tekankan Aktualisasi Nilai-Nilai Tribrata Papuanewsonline.com, Ambon – Momentum Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dimanfaatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memperkuat komitmen moral dan profesionalisme seluruh personel melalui Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia, Kamis (25/6/2026).Di Maluku, kegiatan tersebut diikuti Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., bersama Irwasda dan para Pejabat Utama Polda Maluku melalui video conference yang terhubung langsung dengan pelaksanaan upacara tingkat nasional yang dipimpin Kapolri dari Mabes Polri.Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen seluruh insan Bhayangkara untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pengabdian kepada bangsa dan negara.Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni mengatakan, Tribrata merupakan pedoman hidup sekaligus fondasi moral yang harus terus diaktualisasikan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam menghadapi dinamika dan tantangan keamanan yang semakin komplek.“Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata bukan sekadar tradisi institusi, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab moral setiap anggota Polri. Nilai-nilai yang terkandung dalam Tribrata harus tercermin dalam setiap tindakan, keputusan, dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” kata Wakapolda Maluku.Menurutnya, memasuki usia ke-80 tahun pengabdian Polri, tantangan institusi semakin beragam, mulai dari perkembangan teknologi informasi, dinamika sosial masyarakat, hingga tuntutan publik terhadap pelayanan yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel.Karena itu, kata Wakapolda, penguatan nilai-nilai Tribrata menjadi landasan utama dalam membangun kultur organisasi yang berintegritas sekaligus memperkuat implementasi Polri Presisi yang berorientasi pada pelayanan publik.“Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama institusi Polri. Oleh karena itu, setiap anggota harus mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Tribrata dalam tugas sehari-hari melalui pelayanan yang profesional, humanis, responsif, dan berkeadilan. Dengan demikian, kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.Lebih lanjut, Wakapolda menegaskan bahwa semangat Tribrata harus menjadi kompas moral bagi seluruh personel dalam menjalankan fungsi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta penegak hukum yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi.Menurutnya, aktualisasi nilai-nilai Tribrata juga menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional, menjaga stabilitas keamanan, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai Tribrata tidak hanya dihafalkan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam setiap pengabdian anggota Polri. Inilah fondasi yang akan memperkuat transformasi Polri yang semakin profesional, modern, dan terpercaya,” tegasnya.Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata berlangsung khidmat dan diikuti seluruh jajaran Polri di berbagai wilayah Indonesia sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai dasar kepolisian yang menjadi landasan pengabdian institusi sejak awal berdiri.Melalui momentum tersebut, Polri menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat integritas personel, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban yang mendukung tercapainya visi Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045. PNO-12 26 Jun 2026, 13:31 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT