logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Politik Homepage
Perkuat Pengawasan, Komisi I DPRK Mimika Ajak Masyarakat Aktif Laporkan Penyimpangan Papuanewsonline.com, Timika – Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alfian Akbar Balyanan, menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pembangunan daerah. Menurutnya, laporan yang disampaikan warga mengenai ketidaksesuaian program dengan hasil Musrenbang maupun rencana resmi pemerintah menjadi kendali publik yang sangat berharga demi mewujudkan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab.“Partisipasi warga adalah bagian penting agar setiap kegiatan berjalan sesuai tujuan. Laporan ini menjadi peringatan dini sekaligus bukti bahwa pembangunan benar-benar diawasi bersama,” ujarnya (23/6/2026). Ia menekankan bahwa pengawasan tidak hanya menjadi tugas lembaga, tetapi juga hak dan kewajiban seluruh elemen masyarakat.Alfian mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk memperketat pengawasan internal melalui standar operasional yang jelas. Langkah ini dimaksudkan agar penyimpangan dapat dicegah sejak awal, sebelum berkembang menjadi temuan resmi Inspektorat, BPK, atau BPKP. “Jangan biarkan masalah baru terdeteksi setelah menjadi kasus. Pengawasan dini dapat mencegah kerugian dan menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.Apabila laporan sudah masuk ke ranah hukum, ia meminta aparat penegak hukum bekerja secara menyeluruh dan objektif. “Jika terbukti ada pelanggaran, proses hukum harus dilanjutkan. Namun jika tidak ditemukan bukti, kasus harus segera dihentikan agar pejabat tidak terus terbebani tuduhan yang tidak jelas,” jelasnya. Ia juga meminta BPK melakukan pemeriksaan berbasis fakta lapangan, bukan hanya berdasarkan dokumen semata. Penulis: Jid Editor: GF 23 Jun 2026, 19:53 WIT
Jadi Wadah Pemuda, PSI Hadirkan Gaya Politik Baru di Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Di tengah kejenuhan masyarakat terhadap gaya politik lama yang penuh drama, transaksional, dan hanya mengutamakan kepentingan sempit, kehadiran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membawa angin segar bagi kehidupan demokrasi. Meskipun belum menjadi partai besar secara elektoral, PSI memiliki kekuatan dalam keberanian dan kejujuran. Partai ini hadir bukan untuk mengejar kekuasaan, melainkan mengubah budaya politik yang dinilai gagal mewujudkan keadilan dan peradaban.Lebih dari sekadar partai anak muda, PSI disebut sebagai partai masa depan. Hal ini bukan hanya karena banyak kadernya berusia muda, melainkan karena gagasan yang diusung terasa segar, relevan, dan sesuai tantangan zaman. PSI meyakini kemajuan bangsa tidak akan tercapai jika masih terbebani praktik politik lama yang koruptif, eksklusif, dan mengabaikan keberagamanKetua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPD PSI Mimika, Aling Ubra, menegaskan peran strategis generasi muda. “Anak muda harus siap menjawab tantangan masa depan. Jika tidak terlibat dalam politik, kita tidak akan memahami persoalan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.Ia mengajak pemuda dan mahasiswa memilih jalan positif dengan bergabung ke PSI. “Melalui partai ini kita bisa berbuat nyata untuk negeri dan menyuarakan kesulitan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di pedalaman agar tidak terpinggirkan,” tambahnya. Penulis: Jid Editor: GF 20 Jun 2026, 19:10 WIT
Ketua Pemuda Kei Tantang Data Bupati: "Revitalisasi Pesawat Rakyat Jangan Cuma Wacana" Papuanewsonline.com, Timika – Polemik mengenai kondisi pesawat dan helikopter milik Pemerintah Kabupaten Mimika kembali mengemuka setelah Bupati Mimika Johannes Rettob memberikan klarifikasi bahwa aset penerbangan tersebut bukanlah "besi tua", melainkan sedang dalam proses revitalisasi. Pernyataan itu mendapat tanggapan dari Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, yang meminta pemerintah membuktikan klaim tersebut dengan data yang dapat diakses publik.Menurut Edoardus, klarifikasi yang disampaikan pemerintah patut diapresiasi karena menunjukkan adanya respons terhadap aspirasi masyarakat. Namun ia menilai penjelasan tersebut belum cukup menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini berkembang terkait nasib armada penerbangan yang seharusnya menjadi sarana pelayanan bagi masyarakat di daerah terpencil."Kami sambut baik klarifikasi Pak Bupati. Itu berarti suara rakyat didengar. Tapi rakyat Nduga dan Mimika sudah terlalu sering mendengar kata 'proses' dan 'akan'. Yang kami butuh sekarang: bukti," tegas Edoardus dalam rilis tertulis yang diterima Papuanewsonline.com, Jumat (19/6/2026).Menanggapi pernyataan pemerintah bahwa proses revitalisasi sedang dihitung, Edoardus melontarkan sejumlah pertanyaan yang menurutnya perlu dijawab secara terbuka. Ia mempertanyakan sejak kapan proses penghitungan dilakukan, siapa konsultan atau perusahaan yang ditunjuk, serta berapa nilai kontrak yang dialokasikan untuk pekerjaan tersebut."Kalau benar sedang dihitung, pasti ada dokumen RAB dan surat penunjukan. Buka ke publik. Biar rakyat tahu uangnya lari ke mana," ujarnya.Selain itu, Edoardus juga menyoroti alasan pemerintah yang menyebut revitalisasi masih menunggu proses perizinan dan dukungan anggaran. Ia meminta Pemda Mimika menyampaikan secara jelas target penyelesaian perizinan maupun kepastian dukungan anggaran yang diperlukan agar masyarakat tidak terus-menerus menunggu tanpa kepastian."Jangan sampai 'tunggu anggaran' jadi alasan 5 tahun ke depan. Sementara warga di Jila, Agimuga mati karena tidak ada pesawat," tegasnya.Terkait pernyataan bahwa seluruh proses harus mengikuti aturan penerbangan, Edoardus mengaku sepakat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Namun menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi juga mencakup kewajiban melakukan perawatan berkala terhadap aset agar tidak mengalami kerusakan yang semakin parah."Kalau memang taat aturan, kenapa mesin bisa mati total dan bodi berkarat? Seharusnya ada maintenance berkala. Itu juga bagian dari aturan," kata Edoardus.Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan ditujukan kepada pribadi Bupati Mimika, melainkan sebagai bentuk kontrol publik terhadap pengelolaan aset daerah yang menggunakan anggaran rakyat. Menurutnya, transparansi menjadi kunci untuk menghilangkan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat."Kami stop sebut 'besi tua' jika Pemda berani buka dokumen kontrak revitalisasi, jadwal pengerjaan, dan nama operator baru. Tapi selama data itu ditutup, publik berhak curiga," pungkasnya.Lebih lanjut, Edoardus kembali mengingatkan pentingnya mempercepat langkah-langkah konkret agar layanan transportasi udara bagi masyarakat pedalaman tidak terus terhambat. Ia juga mendorong pemerintah untuk membangun pola kerja yang lebih efektif dengan melibatkan pemangku kepentingan lokal, termasuk YPMAK serta para kepala suku Amungme dan Kamoro, sehingga program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh tanggapan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terkait dokumen revitalisasi, jadwal pelaksanaan pekerjaan, serta rincian anggaran yang menjadi tuntutan keterbukaan dari Komunitas Pemuda Kei Mimika. Penulis: Hendrik Editor: GF 19 Jun 2026, 19:38 WIT
Kerja Sama Freeport-Pemda Mimika Diragukan Ketua Pemuda Kei: "Jangan Jadikan OAP Topeng" Papuanewsonline.com, Timika – Rencana kerja sama PT Freeport Indonesia dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Nota Kesepakatan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Amungme, Kamoro, dan Orang Asli Papua (OAP) menuai kritik. Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, meminta perusahaan mempertimbangkan ulang, bahkan membatalkan skema kerja sama lewat Pemda.Dalam rilis tertulis ke Papuanewsonline.com, Kamis (19/6/2026), Edoardus mengapresiasi niat mulia Freeport. Namun ia meragukan pelaksanaan jika melalui jalur birokrasi pemerintah daerah."Kami melihat niat Freeport sangat mulia dan patut didukung. Tapi pengalaman membuktikan, melibatkan Pemda Mimika tidak menjamin program benar-benar terbangun dan dinikmati masyarakat sasaran," tegas Edoardus.Keraguan itu berakar dari catatan panjang realisasi APBD Mimika. Menurutnya, dana APBD yang jelas asal-usul dan diawasi ketat lembaga audit tetap menunjukkan ketidakkonsistenan penggunaan."Dana APBD jelas diawasi, tapi kenyataannya tetap tidak konsisten. Janji membangun infrastruktur dasar di kampung-kampung sampai sekarang realisasinya bisa dibilang nol persen. Masyarakat menunggu tapi tidak terwujud," ujarnya.Desak Kerja Sama Langsung dengan YPMAK & Tokoh AdatSebagai solusi, Edoardus menyarankan Freeport mengubah pola kerja sama. Daripada lewat Pemda, perusahaan diminta bermitra langsung dengan lembaga representasi masyarakat asli."Karena tujuannya menyejahterakan, jalan terbaiknya Freeport berhubungan langsung dengan YPMAK, kepala suku, dan elemen masyarakat sendiri. Sudah ada wadahnya, sudah ada pemimpinnya. Tidak perlu berbelit-belit," katanya. Ia juga menegaskan: "Stop penggunaan nama masyarakat Orang Asli Papua hanya sebagai topeng untuk meraup keuntungan kelompok tertentu."Pembangunan Harus Berbasis Kearifan LokalEdoardus menekankan, pembangunan untuk OAP tidak bisa disamaratakan. Program harus disusun berlandaskan identitas, budaya, dan kearifan lokal suku Amungme-Kamoro."Sudah ada YPMAK, sudah ada kepala-kepala suku yang mengenal betul kebutuhan dan budaya masyarakat OAP. Mari bangun kami berdasarkan jati diri kami sendiri, bukan proyek yang hanya berhenti di atas kertas," pungkasnya.Selain itu, Edoardus menyoroti sejumlah proyek lain yang menurutnya gagal, seperti pembangunan Jembatan Waa Banti dan program air bersih di pesisir. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas proyek mangkrak tersebut.Upaya Konfirmasi: Hingga berita tayang, redaksi berupaya mengonfirmasi tanggapan ini kepada PT Freeport Indonesia, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan YPMAK. Penulis: Hendrik Editor: GF 19 Jun 2026, 18:58 WIT
Perkuat Jaringan, PSI Mimika Sempurnakan Kepengurusan di Wania Papuanewsonline.com, Timika – DPD PSI Mimika bergerak cepat menyempurnakan struktur organisasi hingga ke tingkat kelurahan dan kampung. Peninjauan langsung dilakukan oleh Ketua DPD PSI Mimika, Suraya Madubun, didampingi jajaran pengurus untuk menyambangi DPC Wania dan sejumlah Dewan Pimpinan Ranting. Wilayah yang dikunjungi meliputi Kelurahan Inauga, Kamoro Jaya, Wonosari Jaya, serta Kampung Nawaripi dan Kadun Jaya. Seluruh proses pembenahan ini ditargetkan segera diselesaikan secara menyeluruh. (18/6/26)Penyusunan struktur organisasi ini disiapkan secara matang guna menunjang kelancaran Rapat Koordinasi Wilayah Khusus PSI se-Papua Tengah yang rencananya digelar di Mimika pada bulan Juli mendatang. Dengan kepengurusan yang utuh, diharapkan arah kerja seluruh pengurus tetap terjaga dan tidak terpecah belah dalam menjalankan tugas.“Kepengurusan yang lengkap menjadi modal utama agar aspirasi masyarakat dapat tertampung dengan baik dan visi partai tersampaikan hingga ke lapisan terbawah,” ujarnya. Suraya menegaskan kunjungan ini bertujuan memastikan setiap tingkatan organisasi berjalan sesuai aturan, kokoh, dan mampu bekerja secara solid.Sinergi antar tingkatan pengurus juga dinilai sangat penting demi kesiapan menghadapi berbagai agenda strategis ke depan. Gerakan menyatukan kekuatan dari tingkat terbawah ini menjadi langkah krusial agar PSI semakin dikenal, dekat dengan hati masyarakat, serta siap bersaing secara maksimal.  Penulis: Jid Editor: GF 18 Jun 2026, 19:46 WIT
Polemik Nakes Jalan Kaki 12 Jam, Antara Bupati Mimika Tukang Tipu Atau Nakes Tipu Publik Papuanewsonline,com. TIMIKA,  – Polemik Tenaga Kesehatan (Nakes) harus berjalan kali hingga 12 Jam untuk menyelamatkan pasien Malaria di Kampung Aroanop di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, terus menjadi perhatian serius banyak kalangan.Bupati Mimika Johanes Rettob Tukang Tipu, atau Nakes Yang Tipu Publik?Publik pun dibuat bingung Pasalnya pascah firalnya Video Nakes berjalan kaki menempuh hutan dan banjir selama 12 jam untuk menyelamatkan pasien Malaria langsung dibantah Bupati Mimika Johanes Rettob.Melalui berbagai unggahan Media, Bupati Mimika Johanes Rettob membantah bahkan mengancam akan mengefaluasi dan memecat Nakes tersebut." Tidak benar, karena tidak ada malaria di pegunungan, kami akan efaluasi dan pecat," ujarnya.Selain itu, Bupati JR mempertanyakan informasi mengenai adanya tenaga kesehatan yang terserang malaria sehingga harus dievakuasi keluar dari wilayah tersebut.Bupati mengatakan wilayah pegunungan tempat para tenaga kesehatan bertugas bukan merupakan daerah yang umum ditemukan kasus malaria.“Dan alasannya ada malaria. Di atas pengunungan itu tidak ada malaria. Bohong besar itu. Ya, itu saya sampaikan. Itu peringatan untuk itu,” ungkap Bupati JR.Johanes Rettob secara tegas meminta agar seluruh aparatur sipil negara agar berhati-hati dalam menyampaikan informasi ke ruang publik, khususnya melalui media sosial.Sementara itu publik dibuat bingung karena beredar Video Nakes berjalan kaki melewati hutan belantara dan derasnya air sungai untuk menyelamatkan pasien Malaria selama 12 Jam, hal ini menjadi perbincangan hangat publik Mimika, namun disisi lain Bupati Johanes Rettob Mengaku hal tersebut tidak benar, Masyarakat bertanya atas peristiwa ini apakah " Bupati Mimika Tukang Tipu, atau Nakes Tipu Publik?Namun demikian atas ancaman pemecatan dari Bupati Mimika Johanes Rettob yang dialamatkan terhadap Nakes tersebut mendapat tanggapan serius dari Warga Mimika.Ketua Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, yang menyebut gaya spektakuler  Bupati JR memperlihatkan arogansi dan tidak pantas memimpin Kabupaten Mimika.“Bupati tidak layak jadi figur pemimpin Mimika. Jika hanya bisa emosional dan gemar mengancam, lebih baik mengundurkan diri saja,” ucap Bung Edward di Mimika, Minggu (14/5).Menurut Edoardus, ancaman itu bukti Bupati gagal paham kondisi riil pegunungan Mimika. “Urusan teknis nakes itu ranah Kepala Dinas Kesehatan. Bupati kok malah ngamuk di depan media,” katanya.Nakes Jalan Kaki Membuka Kotak Pandora Pesawat dan Helikopter Pemkab Mimika Yang Kini Jadi Besi Tua di Habggar Bandara Mozes Kilangin MimikaIa menduga luapan emosi Bupati dipicu karena  malu video nakes di pedalaman wilayaha pegunungan  terlanjur beredar.Selain itu kata Bung Edward,  Video Nakes berjalan kaki 12 jam, membuka kotak pandora Pesawat dan Helikopter Rp.85 Miliar Apbd Mimika yang kini membusuk di hanggar Lapangan Terbang Mozez Kilangin Mimika. “Reaksinya bukan solusi. Ini cuma luapan emosi pribadi yang justru menjatuhkan wibawa pemerintahan daerah yang dipimpinya, serta membuka kotak pandora Pesawat dan Helikopter yang telah mengiras Apbd Mimika, namun tidak ada asas manfaat bagi masyarakat"  tegas Bung Edward.Ketua Pemuda Kei itu menuntut Bupati bersikap dewasa dan objektif. “Jangan selesaikan masalah pakai ancaman. Turun ke lapangan, lihat sendiri medan nakes di wilayah Pegunungan, jangan pandai mengancam di depan camerah,” Jelasnya.Hingga berita ini dipublikasikan  Bupati Mimika Johanes Rettob belum dapat dikonfirmasi.Penulis: HendrikEditor   : Gf 15 Jun 2026, 03:59 WIT
Komisi I DPRK Mimika Serap Aspirasi Warga Mimika Timur Jauh Papuanewsonline.com, Timika – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan kunjungan kerja ke Distrik Mimika Timur Jauh pada Kamis (11/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyambangi Kampung Ohotya dan Kampung Amamapare untuk mendengar langsung kebutuhan dan harapan masyarakat terkait pembangunan serta pelayanan publik di wilayah pesisir tersebut.Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alfian Akbar Balyanan, menyampaikan bahwa warga Kampung Ohotya mengemukakan sejumlah kebutuhan mendesak. Di antaranya perbaikan gedung gereja, pembangunan rumah layak huni mengingat kondisi tempat tinggal yang padat, perbaikan saluran drainase untuk mengatasi banjir saat air pasang, serta penguatan struktur dermaga. Selain itu, masyarakat juga meminta dukungan bagi kelompok ekonomi seperti nelayan dan pelaku usaha lokal agar perekonomian kampung semakin berkembang.Sementara itu, warga Kampung Amamapare menyampaikan usulan pembangunan gedung gereja dan kantor kampung guna menunjang pelayanan administrasi. Mereka juga menginginkan tersedianya rumah layak huni dan fasilitas sanitasi yang memadai. Salah satu masalah utama yang disampaikan adalah terhentinya layanan transportasi umum sejak pandemi, yang menghambat akses warga ke kota, terutama bagi anak sekolah dan untuk memasarkan hasil bumi.Alfian menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan dicatat dan ditindaklanjuti sesuai lingkup tugas Komisi I. Jika diperlukan, pihaknya akan berkoordinasi dengan komisi lain serta memanggil Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk membahas langkah nyata. Ia berjanji tidak akan membiarkan usulan masyarakat hanya berhenti sebagai catatan dalam musyawarah perencanaan pembangunan. Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:56 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT