logo-website
Minggu, 10 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Terapkan Pendekatan Humanis, Amankan Ibadah Di Kampung Gigobak Sinak Papuanewsonline.com, Puncak – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz tahun 2026 terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah. Personel melaksanakan patroli taktis dan pengamanan ibadah di sekitar Kampung Gigobak, Distrik Sinak, untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan aman dan nyaman. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 09.00 WIT sebagai bagian dari upaya menghadirkan kehadiran negara di tengah masyarakat.Selain melakukan patroli di area sekitar kampung, personel juga membangun komunikasi harmonis dengan warga setempat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Selama pelaksanaan, situasi terpantau kondusif dengan respons positif dari warga yang merasa lebih tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan ibadah.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas utama dalam setiap tugas yang dilaksanakan."Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaan bersama masyarakat. Pengamanan ibadah dan aktivitas masyarakat adalah bentuk nyata komitmen kami dalam melindungi seluruh lapisan masyarakat dengan cara yang penuh penghargaan," ujarnya dalam keterangan resmi Selasa (31/3/26).Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan patroli akan terus dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas keamanan. Dengan pelaksanaan patroli terencana dan terukur, Satgas Ops Damai Cartenz 2026 berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta memperkuat rasa aman melalui pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. "Kami memastikan setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, dapat berjalan dengan lancar dan aman. Kehadiran kami juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara Polri dan seluruh masyarakat," ungkapnya.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Apr 2026, 14:33 WIT
Rakernis Gabungan Divisi Polri: Integritas dan Kepercayaan Publik Jadi Prioritas Papuanewsonline.com, Ambon – Penguatan integritas dan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi pesan utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) gabungan divisi Polri yang digelar Mabes Polri, Selasa (31/3/2026).Arahan tersebut disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo saat membuka Rakernis yang diikuti secara virtual melalui zoom meeting oleh seluruh jajaran Polri di tingkat polda sampai dengan Polres, termasuk Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Iman Tobroni dari Polda Maluku.Rakernis ini melibatkan Divisi Humas, Divisi Hukum, Divisi Hubungan Internasional (Hubinter), serta Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri sebagai bagian dari penguatan fungsi strategis institusi.Di Polda Maluku, kegiatan tersebut dihadiri Kabid Humas Kombes Pol. Rositah Umasugi, Kabidkum, Dir Samapta, Dir Reskrimum, Dir Resnarkoba, Auditor Itwasda, Staf Ahli Kapolda, serta para perwira perwakilan satuan kerja.Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa seluruh fungsi di tubuh Polri harus berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mampu memperkuat kepercayaan publik.“Setiap fungsi, baik kehumasan, hukum, hubungan internasional, maupun teknologi informasi, harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan publik dan transparansi kinerja Polri,” tegasnya.Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai fondasi utama institusi.“Integritas adalah kunci. Tidak boleh ada ruang bagi pelanggaran yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat. Setiap anggota harus bekerja profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik,” ujarnya.Rakernis ini menjadi forum konsolidasi nasional untuk menyelaraskan kebijakan serta memperkuat sinergi antar fungsi dalam mendukung transformasi Polri yang presisi. PNO-12 01 Apr 2026, 09:23 WIT
Kunjungi Malra, Wakapolda Maluku Besuk Anggota Yang Terluka Dalam Pertikaian di Wilayah Danar Papuanewsonline.com, Langgur - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., mengunjungi RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur, Senin (30/3/2026) pagi, untuk membesuk personel Polres Maluku Tenggara yang terluka saat penanganan konflik di Kecamatan Kei Kecil Timur.Kunjungan berlangsung pukul 06.30 WIT di RSUD Karel Sadsuitubun, Kelurahan Ohoijang Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Agenda ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan moril pimpinan Polri kepada anggota yang terluka dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda didampingi Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi. Mereka membesuk dua personel yang menjadi korban, yakni Wakapolres Maluku Tenggara Kompol Jufri Jawa dan Kasat Reskrim AKP Barry Talabessy, yang mengalami luka akibat terkena panah saat penanganan konflik di wilayah Danar.Brigjen Pol. Imam Thobroni menegaskan bahwa kehadiran pimpinan di tengah anggota yang terluka merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan personel.“Polri tidak akan membiarkan anggotanya berjuang sendiri. Kami memastikan setiap personel yang terluka dalam tugas mendapatkan perawatan terbaik serta dukungan moril dari pimpinan,” ujarnya.Ia juga menekankan bahwa Polri tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Maluku Tenggara secara profesional dan humanis, meskipun menghadapi dinamika konflik di lapangan.“Penanganan konflik tetap kami lakukan secara terukur, mengedepankan pendekatan persuasif, namun tegas demi melindungi masyarakat,” tambahnya.Kegiatan kunjungan berakhir pukul 06.50 WIT dalam situasi aman dan terkendali.Kunjungan ini menegaskan peran Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai institusi yang menjunjung tinggi solidaritas dan perlindungan terhadap anggotanya dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. PNO-12 01 Apr 2026, 09:07 WIT
Musrenbang Otsus & DTI 2027 Ditutup, 3 Bidang Utama Jadi Fokus Pembangunan Mimika 2027 Papuanewsonline.com, Timika – Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2027 resmi ditutup oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika Santy Sondang.Dalam sambutan penutupnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga selesai. (31/3/2026) "Diskusi, saran, dan berbagai masukan yang disampaikan dalam forum ini merupakan bukti nyata bahwa kita semua memiliki komitmen dan kepedulian yang besar terhadap pembangunan Kabupaten Mimika yang kita cintai," ujarnya.Santy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan dalam mengawal aspirasi masyarakat dari tingkat bawah hingga forum kabupaten ini. Melalui Musrenbang, seluruh pihak telah menyepakati arah kebijakan pembangunan daerah untuk tahun 2027 beserta berbagai program prioritas yang disetujui bersama. Ia menegaskan bahwa dana Otsus bukan sekadar angka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat Mimika.Sebagai hasil dari musyawarah tersebut, telah ditetapkan tiga prioritas utama pembangunan yang akan menjadi fokus dalam APBD Tahun 2027. Pertama, bidang Pendidikan dengan fokus pada pemberian beasiswa tepat sasaran dan peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah pesisir serta pedalaman. Kedua, bidang Kesehatan yang akan difokuskan pada penurunan angka stunting dan penguatan layanan kesehatan dasar hingga ke kampung-kampung terpencil. Ketiga, bidang Ekonomi Kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal agar masyarakat dapat menjadi penggerak ekonomi di daerah sendiri.Sebelum menutup kegiatan, Santy menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pertama, menjaga akurasi data dengan memastikan penerima manfaat tepat sasaran berbasis data by name by address untuk menghindari tumpang tindih atau penerima ganda. Kedua, menjaga transparansi dengan mengelola dana Otsus secara bertanggung jawab dan menghindari program berulang dengan sasaran yang sama. Ketiga, melakukan sinkronisasi agar seluruh hasil Musrenbang selaras dengan rencana pembangunan provinsi dan pusat, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.  Penulis: Abim Editor: GF 31 Mar 2026, 22:55 WIT
Kepala Bappeda Mimika: Musrenbang Otsus & DTI 2027 Libatkan Seluruh Pemangku Kepentingan Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Bappeda Mimika Septinus Timang dalam wawancara eksklusif setelah penyelesaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2027, menegaskan bahwa undangan acara tidak hanya ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), melainkan juga seluruh elemen pemangku kepentingan di daerah.Termasuk di dalamnya adalah lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh intelektual, kelompok perempuan, serta mitra kerja pemerintah daerah."Undangan kami tidak hanya untuk DPRK saja, tetapi juga untuk seluruh stakeholder yang berkepentingan dalam pembangunan daerah. Mulai dari lembaga adat hingga berbagai kelompok masyarakat, kami libatkan secara menyeluruh karena pembangunan ke depan bukan lagi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat," ujarnya. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam Musrenbang memiliki peran krusial untuk memastikan bahwa arah pembangunan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil daerah.Terkait adanya informasi bahwa sebagian pihak merasa tidak mendapatkan undangan, Septinus menduga hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh kendala teknis yang terjadi selama proses distribusi. "Kemungkinan terdapat kasus undangan yang tidak sampai ke alamat tujuan atau terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi. Namun secara administrasi, kami telah melakukan distribusi undangan kepada semua pihak yang telah ditentukan. Kedepan kami akan melakukan pengecekan kembali melalui catatan ekspedisi untuk memastikan kelengkapan dan akurasi pengiriman," jelasnya.Ia menegaskan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan dalam Musrenbang sangat penting, karena forum ini menjadi wadah bersama untuk merumuskan dan menyelaraskan arah pembangunan daerah. "Kehadiran mereka sangat krusial. Ini bukan hanya forum untuk pemerintah, melainkan ruang bersama bagi semua elemen untuk turut menyusun kebijakan pembangunan yang inklusif," tambahnya. Sebagian besar undangan telah hadir dengan baik, termasuk tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya. Septinus memastikan bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan pendekatan aktif agar seluruh stakeholder dapat terlibat secara maksimal dalam proses perencanaan pembangunan.  Penulis: Abim Editor: GF 31 Mar 2026, 22:52 WIT
Bupati Mimika: Isu Pemberhentian Massal PPPK Belum Ada Keputusan, Kabupaten Masih Mampu Membiayai Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob memberikan tanggapan terkait isu yang mencuat tentang pemberhentian massal Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tengah diperbincangkan. Dalam wawancara pada Senin (30/3/2026), ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan apapun terkait kebijakan tersebut di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Bahkan, Pemkab baru saja menyelesaikan proses pengangkatan PPPK beberapa waktu lalu."PPPK di Mimika dibiayai oleh anggaran kabupaten. Selama daerah mampu memenuhi kewajiban tersebut, tidak akan ada persoalan. Saat ini kondisi keuangan kita masih aman dan tidak akan mengganggu kelangsungan PPPK," ujarnya. Bupati menekankan bahwa isu pemberhentian PPPK tidak mengikuti kebijakan massal seperti yang terjadi di beberapa daerah lain, melainkan tergantung sepenuhnya pada kesanggupan keuangan masing-masing daerah. Berbeda dengan daerah yang mengalami keterbatasan anggaran, Pemkab Mimika saat ini masih mampu memenuhi beban biaya PPPK.Meskipun demikian, evaluasi kinerja terhadap seluruh PPPK tetap dilakukan secara berkala. Bupati menjelaskan bahwa PPPK yang menunjukkan kinerja buruk, melanggar aturan disiplin, atau tidak menjaga integritas dalam bekerja tetap berpotensi diberhentikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Adapun masa kontrak PPPK di Mimika ditetapkan selama lima tahun sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan, berbeda dengan beberapa daerah lain yang hanya menetapkan masa kontrak selama satu tahun.Isu pemberhentian PPPK ini muncul terkait dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kebijakan tersebut menuntut efisiensi belanja pegawai maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) rendah diprediksi akan terdampak signifikan. "Kalau ada pemberhentian di Mimika, itu bukan karena kebijakan massal, tetapi lebih kepada masalah disiplin dan kinerja masing-masing individu. Selama mereka bekerja dengan baik, saya kira tidak akan ada masalah," pungkasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 22:47 WIT
147,55 Juta Perjalanan Warnai Angkutan Lebaran 2026, Menhub Dudy Resmi Tutup Posko Terpadu Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi resmi menutup Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 (1447 H) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Senin (30/3/2026). Penutupan ini menandai berakhirnya masa pelayanan arus mudik dan balik Lebaran yang berlangsung sejak 13 hingga 29 Maret 2026.Dalam kesempatan tersebut, Menhub Dudy mengungkapkan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran tahun ini mencapai angka yang sangat besar. Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD), total perjalanan tercatat sebanyak 147,55 juta orang atau meningkat 2,53 persen dibanding hasil survei awal yang memproyeksikan 143,92 juta orang."Penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini merupakan kerja besar bersama, yang melibatkan koordinasi lintas sektor secara intensif, baik antar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, maupun seluruh pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, selamat, dan lancar," tutur Menhub Dudy.Selain peningkatan jumlah perjalanan masyarakat, angka penumpang angkutan umum juga menunjukkan tren positif. Selama periode Angkutan Lebaran 2026, total penumpang mencapai 23,54 juta orang atau naik 10,87 persen dibanding tahun 2025 yang tercatat 21,23 juta penumpang.Dari rincian moda transportasi, angkutan jalan mencatat 3,89 juta penumpang atau naik 11,64 persen dari tahun lalu. Moda laut mencapai 2,02 juta penumpang dengan kenaikan 9,86 persen, sementara moda udara mencatat 4,77 juta penumpang atau meningkat 6,97 persen.Sementara itu, moda kereta api menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan total 7,31 juta penumpang, naik 10,13 persen dibanding 2025. Adapun moda penyeberangan mencatat kenaikan paling signifikan sebesar 15,36 persen dengan total 5,52 juta penumpang.Di sisi keselamatan, Menhub Dudy menyoroti adanya capaian yang cukup menggembirakan. Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia, jumlah kecelakaan lalu lintas selama masa Angkutan Lebaran 2026 tercatat sebanyak 3.517 kejadian, turun 6,31 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 3.754 kejadian.Lebih jauh, angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan juga mengalami penurunan signifikan sebesar 31,19 persen. Tahun ini jumlah korban meninggal tercatat 300 jiwa, jauh lebih rendah dibanding Angkutan Lebaran 2025 yang mencapai 436 jiwa."Capaian ini patut kita syukuri, namun juga harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Saya ingin menekankan kembali bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi. Tidak boleh ada kompromi dalam aspek kelaikan sarana, kesiapan prasarana, maupun kepatuhan terhadap standar operasional," ujar Menhub Dudy.Ia menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan akan terus memperkuat aspek keselamatan melalui ramp check, pengawasan lapangan, hingga pengendalian lalu lintas yang terintegrasi. Pemanfaatan teknologi dan sistem informasi juga terus didorong guna meningkatkan respons cepat terhadap dinamika di lapangan.Di sisi pelayanan, Menhub menekankan bahwa transportasi tidak hanya soal memindahkan orang dan barang, tetapi juga memastikan rasa aman, nyaman, serta kepastian bagi masyarakat selama perjalanan."Transportasi haruslah menjadi sebuah upaya memindahkan orang dan barang, seraya menghadirkan rasa aman, nyaman, dan memberikan kepastian kepada masyarakat," lanjut Menhub.Dalam penutupan posko tersebut, Menhub Dudy turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, operator transportasi, hingga petugas lapangan yang bekerja tanpa kenal lelah selama masa Lebaran.Ucapan terima kasih juga disampaikan secara khusus kepada media massa dan para jurnalis nasional yang dinilai telah menyajikan informasi secara akurat, lengkap, dan jujur sehingga membantu masyarakat memperoleh gambaran situasi perjalanan mudik dan balik secara real time."Dan tentu saja, saya harus menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mematuhi arahan petugas serta berpartisipasi aktif dalam menjaga ketertiban dan keselamatan selama perjalanan," imbuh Menhub.Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BASARNAS Mohammad Syafii, serta sejumlah pejabat tinggi madya di lingkungan Kementerian Perhubungan. (GF) 31 Mar 2026, 13:33 WIT
Ekonomi Lokal dan Digitalisasi Jadi Fokus Utama Musrenbang Mimika 2026 Papuanewsonline.com, Mimika — Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang strategis dan berkelanjutan dalam sambutan pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten yang digelar di Kantor Bappeda, Senin (30/03/2026).Ia menyampaikan bahwa rangkaian perencanaan pembangunan telah dimulai dari tingkat distrik, dilanjutkan dengan forum RKPD, hingga Musrenbang kabupaten, yang selanjutnya akan berlanjut ke tingkat provinsi dan nasional.“Seluruh proses ini menjadi bagian penting dalam merumuskan arah pembangunan yang terintegrasi dari daerah hingga pusat,” ujar Johannes.Menurutnya, tema pembangunan nasional tahun ini berfokus pada akselerasi ekonomi berbasis kearifan lokal serta penguatan digitalisasi. Oleh karena itu, Mimika yang kaya akan sumber daya alam dan budaya harus mampu mengoptimalkan potensi tersebut dalam perencanaan pembangunan.Johannes menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan adalah mewujudkan masyarakat Mimika yang sejahtera. Hal ini hanya dapat tercapai jika masyarakat berada dalam kondisi sehat, cerdas, aman, dan damai, sehingga mampu menjalankan aktivitas ekonomi secara optimal.Ia juga mengungkapkan capaian positif pada tahun 2025, di mana terjadi peningkatan sekitar 30 persen jumlah unit usaha kecil di Mimika. Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap program pembangunan benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat.“Program yang disusun harus menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar keinginan pemerintah,” tegasnya.Dalam sektor infrastruktur, Johannes menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia. Ia mengingatkan agar pembangunan fasilitas seperti sekolah dan layanan kesehatan harus diimbangi dengan ketersediaan tenaga pengajar dan tenaga medis.Selain itu, ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan pendampingan intensif kepada pelaku UMKM, khususnya pengusaha lokal, agar produk Mimika memiliki daya saing dan nilai tambah.Saat ini, tercatat sekitar 8.500 UMKM di Mimika, namun baru sekitar 25 persen yang memanfaatkan platform digital. Meski begitu, sejumlah produk lokal seperti noken telah menembus pasar internasional hingga Belanda dan Amerika, serta produk buah merah yang telah dipasarkan hingga Chile.“Ini menunjukkan bahwa digitalisasi membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat,” ujarnya.Ke depan, Pemerintah Kabupaten Mimika juga akan mendorong pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal melalui sektor pariwisata yang diharapkan berdampak pada pertumbuhan sektor perhotelan, restoran, dan usaha pendukung lainnya.Johannes juga menekankan pentingnya data potensi kampung sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Setiap distrik diminta untuk mengidentifikasi potensi wilayahnya secara optimal.Ia turut menyoroti peran perbankan dalam mendukung akses pembiayaan bagi UMKM dan koperasi, serta mendorong perubahan pola bantuan menjadi pendampingan berkelanjutan.Dalam pelaksanaan pembangunan, Johannes menyebut adanya berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBN, APBD provinsi, APBD kabupaten, hingga dukungan pihak swasta seperti PT Freeport melalui program CSR.“Kolaborasi dan integrasi program menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih,” jelasnya.Sebagai langkah ke depan, pemerintah daerah akan menyusun blueprint pembangunan berbasis program prioritas guna memperjelas pembagian peran antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan mitra pembangunan.Ia berharap Musrenbang ini menjadi momentum penting dalam menyerap aspirasi masyarakat yang dapat diterjemahkan menjadi program nyata dan berdampak langsung.“Semoga forum ini menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas bagi Kabupaten Mimika ke depan,” pungkasnya. Penulis: Bim Editor: GF 31 Mar 2026, 13:27 WIT
Dinas PU Mimika Imbau Warga Jaga Fasilitas, Penanganan Infrastruktur Air Dilakukan Menyeluruh Papuanewsonline.com, Mimika — Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah agar tidak dirusak. Imbauan tersebut disampaikannya saat diwawancarai di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (30/03/2026).Ia menjelaskan, pemerintah melalui Dinas PU tahun ini akan melakukan penanganan menyeluruh terhadap berbagai kerusakan fasilitas, khususnya infrastruktur air di sejumlah wilayah. Penanganan dilakukan secara simultan dengan melibatkan pihak ketiga yang memiliki kapasitas pengelolaan profesional.Menurutnya, pemerintah telah menginventarisasi sejumlah kerusakan dan titik-titik krusial yang mengalami gangguan, termasuk fasilitas yang tidak berfungsi optimal. Pada tahap awal, perbaikan akan ditangani oleh Dinas PU, sementara pengelolaan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak ketiga melalui kerja sama kontraktual.“Dari laporan distrik dan kampung, masyarakat masih mengalami keterbatasan dalam melakukan perawatan, terutama saat terjadi kerusakan peralatan. Karena itu, diperlukan pengelolaan profesional agar fasilitas dapat berfungsi secara berkelanjutan,” ujarnya.Ia juga mengungkapkan, sejumlah kerusakan fasilitas disebabkan oleh pencurian komponen penting, seperti panel solar cell dan inverter. Akibatnya, fasilitas seperti pompa air tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya.Awalnya, pengelolaan fasilitas diserahkan kepada masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya belum berjalan optimal, sehingga kini pemerintah mengambil alih kembali untuk ditata ulang. Tahun ini, anggaran khusus telah disiapkan untuk perbaikan sebelum nantinya dikelola oleh pihak profesional.Adapun wilayah yang menjadi prioritas penanganan meliputi Mimika Barat Jauh, Kapiraya, Mimika Barat Tengah (termasuk Utama Puruka), Mimika Barat (Kokonau), Mimika Tengah (Atuka), serta Manasari dan Nayaro.Selain penanganan, pemerintah juga merencanakan pembangunan baru menggunakan sistem desalinasi di wilayah Ipaya pada tahun ini.Ke depan, setiap pembangunan fasilitas tidak lagi langsung diserahkan kepada masyarakat, melainkan kepada pengelola profesional yang akan menempatkan tenaga teknis dan mekanik di lapangan guna memastikan operasional dan perawatan berjalan optimal.Pemerintah saat ini juga membangun komunikasi dengan berbagai pihak, seperti PT Freeport Indonesia, pemerintah daerah, serta pihak swasta, termasuk Koperasi Maria Bintang Laut. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan fasilitas sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.Melalui kerja sama tersebut, pemerintah optimistis seluruh fasilitas, baik yang dibangun pemerintah maupun pihak swasta, dapat dikelola lebih baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir dan pinggiran. Penulis: Bim Editor: GF 30 Mar 2026, 18:06 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT