logo-website
Minggu, 10 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Pemkab Mimika Pastikan Program Strategis Nasional Berjalan, Bupati Ingatkan Konsekuensi Bagi Daerah Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya dalam menjalankan seluruh program strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat, Senin (30/03/2026).Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan bahwa setiap daerah wajib melaksanakan program-program tersebut sesuai arahan Presiden dan kebijakan pemerintah pusat, sebagai bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.Menurutnya, terdapat konsekuensi atau sanksi bagi daerah yang tidak menjalankan program strategis nasional dengan baik. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta untuk bekerja serius dan bertanggung jawab dalam pelaksanaannya.“Standar kebijakan ditetapkan di pusat, sementara pelaksanaannya berada di daerah dengan dukungan anggaran dari pusat. Ini harus dipahami dengan baik oleh seluruh pejabat,” ujarnya.Ia mengungkapkan, dari 12 program strategis nasional yang telah ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Mimika telah melaksanakan seluruhnya, meski diakui belum berjalan maksimal.Ke depan, Bupati menekankan perlunya peningkatan kinerja dan koordinasi agar pelaksanaan program dapat lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan aparatur dalam menyikapi berbagai kebijakan nasional. Terkait wacana penerapan work from home (WFH), menurutnya, hal tersebut perlu disikapi secara bijak.“Meskipun belum ada instruksi resmi yang kita terima secara langsung, kita sudah memperoleh informasi dari berbagai sumber. Kebijakan ini juga bertujuan untuk efisiensi, termasuk dalam penggunaan bahan bakar. Karena itu, kita diharapkan berperan dalam penghematan dan penggunaan sumber daya secara bijak,” jelasnya.Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap seluruh program nasional dapat berjalan efektif di daerah serta mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penulis: Bim Editor: GF 30 Mar 2026, 15:33 WIT
Bupati Boven Digoel Arahkan ASN Untuk Tingkatkan Kedisiplinan dan Kinerja Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Bupati Boven Digoel memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Senin (30/3/2026). Dalam arahannya, Bupati menyampaikan sejumlah arahan strategi terkait kedisiplinan, kinerja pemerintahan, serta tanggung jawab pelayanan publik.Bupati mengapresiasi ASN yang tetap hadir dan menjalankan tugas dengan semangat, sekaligus mengingatkan pentingnya kehadiran pimpinan perangkat daerah sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat dan organisasi pemerintahan. "Laksanakan tugas seperti biasa dan menunjukkan kinerja melalui kerja nyata. Sampai isu yang berkembang justru menurunkan semangat kerja," tegas Bupati.Bupati juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah pelayanan kepada masyarakat, bukan simbol prestise. Seluruh pejabat diminta menjalankan tugas sesuai tanggung jawab dan menyelaraskan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati. "Jabatan adalah amanah, bukan simbol prestise," tambahnya.Bupati juga menyoroti peran kepala distrik agar lebih aktif hadir di wilayah kerja masing-masing. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dinilai penting dan tidak hanya dilakukan pada momentum hari besar keagamaan maupun peringatan nasional.Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai tanggung jawab bersama seluruh pimpinan OPD. Ia meminta seluruh jajaran segera menyesuaikan program kerja dengan dinamika kebijakan pemerintah pusat.Dengan apel gabungan ini, Bupati berharap ASN Kabupaten Boven Digoel dapat meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta memperkuat komitmen untuk bekerja lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Penulis: Hend Editor: GF 30 Mar 2026, 15:00 WIT
Pimpin Apel Gabungan Polda Maluku, Dir Intelkam: Tingkatkan Monitoring Lapangan Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku memperkuat peran deteksi dini keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui apel pagi gabungan yang dipimpin Direktur Intelijen Keamanan (Dir Intelkam), Senin (30/3/2026), di Ambon.Apel pagi gabungan personel dan aparatur sipil negara (ASN) Polda Maluku digelar di Lapangan Letkol Pol Chr Tahapary, Tantui, Kota Ambon. Kegiatan tersebut diikuti para pejabat utama serta perwira menengah sebagai bagian dari konsolidasi internal pasca pelaksanaan tugas pengamanan wilayah.Dalam arahannya, Dir Intelkam Polda Maluku menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh personel yang merayakan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran Polda Maluku dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel dan ASN yang telah melaksanakan tugas dengan baik, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Maluku tetap kondusif,” ujarnya.Lebih lanjut, Dir Intelkam menegaskan pentingnya penguatan fungsi intelijen melalui peningkatan monitoring situasi di lapangan. Seluruh personel diminta aktif melakukan pemantauan perkembangan kamtibmas di wilayah tugas masing-masing.Ia juga menekankan agar setiap informasi yang diperoleh segera dilaporkan secara berjenjang sebagai bagian dari sistem deteksi dini dan peringatan cepat kepada pimpinan, sesuai dengan Instruksi Kapolri Nomor 1 Tahun 1997.“Monitoring situasi kamtibmas harus dilakukan secara intensif dan dilaporkan secara berjenjang. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan kebijakan pimpinan,” tegasnya.Apel pagi ini menjadi wujud komitmen Polri, khususnya Polda Maluku, dalam memperkuat fungsi intelijen sebagai garda terdepan menjaga stabilitas keamanan. Langkah ini sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap terkendali melalui sistem pelaporan yang cepat, akurat, dan terintegrasi. PNO-12 30 Mar 2026, 14:48 WIT
Polri Fasilitasi Petani Jagung SBB, Bulog Siap Serap 4 Ton Hasil Panen Desa Tala Papuanewsonline.com, Ambon - Polsek Kairatu Timur, Polres Seram Bagian Barat, memfasilitasi koordinasi petani jagung Desa Tala dengan Bulog Provinsi Maluku di Ambon, Jumat (27/3/2026), guna memastikan penyerapan hasil panen yang telah memenuhi standar nasional.Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 WIT di Kantor Bulog Provinsi Maluku itu dipimpin Kapolsek Kairatu Timur Iptu Lodewyk R. Alfons bersama Bhabinkamtibmas Desa Tala Aipda Victor Siloy. Koordinasi dilakukan dengan manajemen Bulog guna mempercepat distribusi dan pemasaran hasil panen petani sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan.Dalam pertemuan tersebut, Bulog melakukan uji kualitas jagung pipil milik kelompok tani (poktan) Desa Tala. Hasil pengujian menunjukkan kadar air jagung berada pada kisaran 12,9 hingga 13,1 persen, sesuai standar pembelian Bulog yang mensyaratkan maksimal 14 persen.Kapolsek Kairatu Timur menegaskan, peran Polri tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga aktif mengawal program ketahanan pangan hingga ke tingkat petani.“Polri hadir sebagai fasilitator untuk memastikan hasil panen masyarakat dapat terserap pasar dengan baik. Ini bagian dari dukungan kami terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.Bulog Provinsi Maluku menyatakan kesiapan menyerap hasil panen jagung petani Desa Tala dengan harga Rp6.400 per kilogram, ditambah PPh 1,5 persen, dengan syarat telah dikemas dalam karung bersih. Rencana penyerapan dijadwalkan pada 7–8 April 2026 dengan volume sekitar 4 ton.Namun, keterbatasan gudang penampungan di Kabupaten Seram Bagian Barat menjadi kendala distribusi. Untuk itu, petani disarankan mengirim hasil panen langsung ke gudang Bulog di kawasan Kate-kate, Ambon.Perwakilan Bulog menyampaikan, pihaknya berkomitmen mendukung penyerapan hasil pertanian lokal selama memenuhi standar mutu.“Kami siap membeli hasil panen petani sepanjang kualitasnya sesuai ketentuan. Ini bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung petani lokal,” kata perwakilan manajemen Bulog.Melalui sinergi Polri, Bulog, dan petani, diharapkan rantai distribusi hasil pertanian di wilayah Seram Bagian Barat semakin efisien, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. PNO-12 30 Mar 2026, 14:43 WIT
Polisi Kerahkan 637 Personel Gabungan Amankan Tradisi Pukul Sapu Papuanewsonline.com, Leihitu – Sebanyak 637 personel gabungan dari Polda Maluku dan Polresta Ambon dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan tradisi adat Pukul Sapu di Desa Mamala dan Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (28/3/2026).Pengamanan dilakukan melalui razia kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang menuju lokasi kegiatan. Aparat menyasar minuman keras, senjata tajam, serta barang berbahaya lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Ambon, Kompol Androyuan Elim, S.I.K., bersama jajaran, serta melibatkan personel Polsek Leihitu.Selain razia, ratusan personel juga disiagakan di lokasi acara dan sejumlah titik rawan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, mengingat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti tradisi tahunan tersebut.Tradisi Pukul Sapu sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Mamala dan Morella yang sarat nilai historis dan filosofis. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, tradisi ini juga dimaknai sebagai simbol keberanian, solidaritas, serta sarana mempererat tali persaudaraan antar warga.Kabidhumas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.“Polda Maluku bersama jajaran berkomitmen memberikan pengamanan terbaik pada setiap kegiatan masyarakat, termasuk tradisi adat seperti Pukul Sapu. Upaya preventif melalui razia dan pengawasan dilakukan untuk mencegah potensi gangguan sejak dini, sehingga masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan aman dan nyaman,” ujarnya.Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dalam pelaksanaan tradisi tersebut.Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dan razia berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai. PNO-12 30 Mar 2026, 14:34 WIT
400 Siswa Terbaik Nasional Ikuti Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Akpol Semarang Papuanewsonline.com, Semarang - Sebanyak 400 siswa terbaik nasional hasil seleksi Nusantara Standard Test (NST) Tahap II dalam rangka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai berdatangan dari seluruh Indonesia ke Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang untuk mengikuti Seleksi Terpusat yang akan dilaksanakan mulai 31 Maret 2026.SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) sebelumnya telah mengumumkan hasil NST Tahap II, yang menetapkan 400 peserta terbaik nasional untuk melanjutkan ke tahap akhir seleksi. Kehadiran para peserta di Akpol Semarang menjadi penanda dimulainya fase krusial dalam proses penjaringan calon siswa unggulan.Dari total 3.000 peserta yang lolos NST Tahap I, sebanyak 2.644 siswa mengikuti NST Tahap II dengan tingkat partisipasi mencapai 88,13% dari seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme serta komitmen generasi muda dalam mengikuti seleksi berbasis meritokrasi.NST Tahap II menguji kompetensi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan soal berbahasa Inggris, serta kemampuan Bahasa Inggris. Penilaian menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) yang mengukur kemampuan peserta secara objektif, adaptif, dan presisi berdasarkan tingkat kesulitan soal.Penetapan kelulusan dilakukan melalui merit ranking nasional, dengan tingkat persaingan yang sangat ketat. Skor peserta Top 400 berada pada rentang 630 hingga 770, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 580. Hanya sekitar 15,1% peserta yang masuk kategori 5–7 (Baik hingga Luar Biasa) berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate (IB).Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa kehadiran peserta dari seluruh Indonesia di Akpol Semarang mencerminkan semangat kompetisi sehat dan seleksi yang inklusif.“SPMB SMA KTB bukan sekadar seleksi akademik. Sistem ini dirancang transparan, berbasis data, dan mengedepankan meritokrasi. Empat ratus peserta yang lolos adalah representasi potensi terbaik bangsa yang telah melewati standar akademik tinggi dan evaluasi yang objektif,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.Ia menambahkan, proses seleksi yang dilaksanakan secara terpusat di Akpol Semarang memastikan standar penilaian yang sama bagi seluruh peserta. Hal ini menjadi wujud komitmen Polri dalam menghadirkan proses yang adil dan akuntabel.Secara tidak langsung, Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa proses seleksi ini merupakan bagian dari Transformasi Polri Presisi, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing global.Sebanyak 400 peserta terbaik berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan.Dari sisi komposisi, peserta terdiri dari 251 laki-laki (62,75%) dan 149 perempuan (37,25%). Berdasarkan asal sekolah, peserta berasal dari SMP negeri (44%), swasta kurikulum nasional (42,5%), dan swasta kurikulum internasional (13,5%). Data ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang sekolah, melainkan oleh kesiapan akademik dan daya saing individu.Pada tahap seleksi terpusat di Akpol Semarang, peserta akan menjalani rangkaian seleksi akhir yang meliputi tes akademik lanjutan, IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan (rikkes), tes psikologi dan penelusuran mental kepribadian (PMK), uji kesamaptaan jasmani, Leaderless Group Discussion (LGD), serta wawancara orang tua dan siswa.Dari seluruh rangkaian seleksi tersebut, nantinya akan dijaring sekitar 180 peserta didik terbaik untuk menjadi siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan kedua.SPMB SMA KTB 2026 menjadi momentum strategis dalam menjaring calon peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan jiwa kepemimpinan. Melalui sistem pendidikan berasrama, SMA KTB diharapkan mampu mencetak generasi muda yang siap berkiprah di tingkat nasional maupun global.Polri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan proses seleksi yang kredibel, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan informasi ini dapat segera diketahui masyarakat. PNO-12 30 Mar 2026, 14:21 WIT
Wakapolda Maluku Hadiri Tradisi Pukul Sapu Lidi Papuanewsonline.com, Leihitu – Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku menghadiri tradisi adat Pukul Sapu Lidi yang digelar dalam rangka 7 Syawal 1447 Hijriah di Negeri Morela dan Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (28/3/2026).Tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-17 ini merupakan refleksi perjuangan Kapitan Tulukabessy dalam melawan penjajah Belanda di Benteng Kapahaha. Hingga kini, tradisi tersebut terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Maluku.Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 7 Syawal ini berlangsung meriah dan sarat makna, serta dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, dan masyarakat, bahkan turut disaksikan wisatawan mancanegara.Rangkaian acara diawali dengan penyambutan tamu kehormatan melalui Tari Manuhua di Lapangan Tulukabessy, dilanjutkan dengan prosesi sakral pembakaran obor Kapitan Tulukabessy sebagai simbol semangat perjuangan leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.Berbagai pertunjukan seni tradisional turut memeriahkan suasana, di antaranya Tari Rete, Tari Salewangi, Tari Lissa Kapahaha, hingga Tari Cakalele yang mencerminkan nilai kepahlawanan masyarakat Maluku.Raja Negeri Morela, Fadil Sialana, menyampaikan bahwa tradisi Pukul Sapu Lidi bukan sekadar ritual budaya, tetapi memiliki nilai filosofis yang mendalam.“Tradisi ini bukan ajang balas dendam, melainkan wujud syukur, sarana mempererat silaturahmi, serta memupuk keberanian dan semangat persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, juga mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga warisan budaya tersebut.“Pukul Sapu Lidi adalah warisan luhur yang membentuk karakter, memperkuat persatuan, dan menanamkan nilai sportivitas dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Gubernur.Sementara itu, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus upaya menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.“Tradisi Pukul Sapu Lidi mengandung nilai-nilai positif seperti keberanian, persaudaraan, dan persatuan. Ini menjadi kekuatan sosial yang harus terus dijaga bersama sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Maluku,” ungkap Wakapolda.Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk melalui pelestarian tradisi budaya.Kehadiran Forkopimda dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama dalam merawat warisan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di Bumi Raja-Raja. PNO-12 30 Mar 2026, 14:13 WIT
Bupati Mimika Menyerukan Penataan Birokrasi, ASN Wajib Disiplin Dan Berbasis Kompetensi Papuanewsonline.com, Timika – Dalam apel Senin pagi pasca libur lebaran yang digelar di pusat pemerintahan sp 3 Bupati Mimika Johanes Rettob menegaskan pentingnya penataan birokrasi, peningkatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pembangunan berbasis data sebagai fondasi kemajuan daerah.Dalam arahannya, Bupati Rettob menyampaikan bahwa pembangunan di Kabupaten Mimika ke depan harus direncanakan mulai dari tingkat kampung hingga kota dengan mengacu pada data akurat dan terintegrasi. "Data yang dihimpun oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) akan menjadi dasar perencanaan program seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk Tahun 2027. Dengan data yang valid, setiap kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran dan terukur," ujarnya. (30/3/0/26) Selain itu, Bupati Rettob mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk menjalankan Program Strategis Nasional (PSN) sesuai arahan Menteri Dalam Negeri, sekaligus menyampaikan apresiasi atas dedikasi ASN dalam mendukung pemerintahan. Namun, ia menilai kondisi birokrasi saat ini masih perlu dibenahi. Bersama Wakil Bupati Mimika, ia berkomitmen melakukan penataan menyeluruh, termasuk melalui rotasi jabatan yang disesuaikan dengan kompetensi dan kualifikasi."ASN tidak boleh memaksakan diri menduduki jabatan apabila pangkat dan persyaratan belum terpenuhi, karena dapat berdampak pada kinerja dan berpotensi menimbulkan persoalan," jelasnya.Rotasi jabatan sebelumnya telah menyesuaikan posisi sejumlah pejabat sebagai hasil seleksi objektif dan job fit.Bupati Rettob mengungkapkan bahwa sistem pengawasan terhadap ASN kini semakin ketat, disertai penerapan sanksi tegas termasuk kemungkinan pemblokiran bagi pelanggaran tertentu. Mimika menjadi salah satu daerah di Papua yang cukup cepat dalam pelaksanaan penataan birokrasi setelah melalui tahapan seleksi jabatan, job fit, dan profiling menyeluruh. Ia juga meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyusun buku saku sebagai pedoman bagi ASN. Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, ia menekankan bahwa jabatan tertentu seperti eselon III membutuhkan pendidikan minimal sarjana, dengan profiling lanjutan yang ditargetkan rampung dalam satu bulan sebagai dasar pelantikan berikutnya.Penerapan sistem e-Kinerja juga menjadi perhatian serius, dimana seluruh ASN diwajibkan mengisi laporan kinerja harian untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Di akhir arahannya, Bupati Rettob mengajak seluruh ASN bekerja dengan disiplin, menjaga integritas, serta menggunakan sumber daya secara efisien termasuk bahan bakar operasional. Ia menegaskan tidak ada ruang untuk manipulasi dalam proses kepegawaian karena seluruh tahapan diawasi langsung oleh dirinya bersama Wakil Bupati. Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Mimika berharap ASN dapat menjadi aparatur profesional, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab.  Penulis: Jid Editor: GF 30 Mar 2026, 12:24 WIT
Festival Balon Udara Meriah, Kemenhub Tekankan Keselamatan Penerbangan Papuanewsonline.com, Wonosobo - Festival balon udara yang menjadi tradisi khas masyarakat saat perayaan Idul Fitri kembali digelar meriah di dua daerah, yakni Pekalongan dan Wonosobo, dengan tetap menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama.Kegiatan yang difasilitasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar tradisi menerbangkan balon udara dapat berlangsung aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.Acara puncak festival dilaksanakan pada 28 Maret 2026 di Pekalongan dan berlanjut pada 29 Maret 2026 di Wonosobo. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat luas serta pelaku usaha lokal yang turut memeriahkan suasana Lebaran.Mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Direktur Navigasi Penerbangan Syamsu Rizal hadir dan menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan ruang udara nasional.Ia menyampaikan bahwa pengawasan terhadap aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan terus dilakukan melalui koordinasi bersama AirNav Indonesia, kepolisian, dan pemerintah daerah.“Balon udara ilegal berisiko tinggi terhadap keselamatan penerbangan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mematuhi ketentuan yang berlaku. Pelanggaran dapat dikenakan sanksi pidana hingga 2 tahun penjara atau denda maksimal Rp500 juta,” tegasnya.Menurut Syamsu Rizal, festival ini bukan hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi juga momentum penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko balon udara yang diterbangkan tanpa kendali.“Festival ini menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat bahwa balon udara yang diterbangkan tanpa kendali dapat membahayakan operasional penerbangan. Tidak hanya keselamatan penerbangan, jika balon udara diterbangkan dengan menggunakan bahan petasan dan gas tentunya dapat membahayakan lingkungan sekitar jika terjadi ledakan," ucapnya.Selain nilai budaya, festival ini juga memberikan dampak ekonomi yang positif. Kehadiran pelaku usaha lokal di sekitar lokasi kegiatan ikut menggerakkan sektor ekonomi masyarakat selama masa libur Lebaran.Pemerintah menilai tradisi ini tetap bisa terus dilestarikan sepanjang masyarakat mematuhi aturan teknis yang telah ditetapkan.Penggunaan balon udara sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat.Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa balon udara wajib menggunakan minimal tiga tali tambatan, berwarna mencolok, memiliki diameter maksimal empat meter, tinggi maksimal tujuh meter, dan diterbangkan pada ketinggian tidak lebih dari 150 meter.Selain itu, lokasi penerbangan juga harus memenuhi standar keamanan, yakni berjarak minimal 15 kilometer dari bandar udara, heliport, dan fasilitas umum lainnya.Waktu penerbangan pun dibatasi hanya pada pagi hingga sore hari, serta tidak diperbolehkan menggunakan bahan berbahaya maupun bahan yang mudah meledak.Setiap penyelenggaraan kegiatan juga diwajibkan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan keselamatan dan kelancaran acara.Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival secara tertib dan aman.Dengan kepatuhan terhadap aturan, tradisi balon udara diharapkan tetap menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat yang dapat dinikmati tanpa mengganggu keselamatan penerbangan nasional. (GF) 30 Mar 2026, 10:25 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT