Papuanewsonline.com
BERITA TAG Hukum
Homepage
Berkas P-21, Polda Maluku Serahkan Tersangka Kasus Pengrusakan Rumah Warga Hunuth ke JPU
Papuanewsonline.com, Ambon - Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku menyerahkan AP alias Uya, tersangka kasus dugaan tindak pidana kekerasan bersama terhadap barang dan atau pengrusakan kepada Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku, Senin, 27 Oktober 2025).Proses tahap 2 atau penyerahan tersangka AP dan barang bukti ke JPU dilakukan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21) berdasarkan Surat Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Nomor: B/3260/Q.1.4/Eoh.1/10/2025, tanggal 22 Oktober 2025."Kemarin tim penyidik telah menyerahkan tersangka AP bersama barang bukti ke JPU yang berlangsug di kantor Kejari Ambon. Penyerahan dilakukan setelah berkas perkara yang bersangkutan dinyatakan P21 (lengkap)," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, Selasa (28/10/2025).Tersangka disangkakan Pasal 170 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHPidana dan/atau Pasal 406 KUHPidana tentang Tindak Pidana Kekerasan Bersama Terhadap Barang dan/atau Pengrusakan.Kombes Rositah mengungkapkan, setelah dilaksanakannya proses tahap 2, maka tersangka selanjutnya akan berproses dengan Kejaksaan hingga perkara tersebut disidangkan di Pengadilan.Seluruh elemen masyarakat di Ambon diminta untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif."Sesuai arahan dan komitmen Bapak Kapolda Maluku, kami memastikan penanganan kasus ini akan dilaksanakan secara transparan dan profesional sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku," ungkapnya. PNO-12
29 Okt 2025, 14:17 WIT
Meriahkan HUT ke-80 Korps Brimob Polri, Satbrimob Polda Maluku Gelar Kompetisi Brimob Challenge
Papuanewsonline.com, Ambon - Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Brimob Polri, Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Maluku menggelar kompetisi Brimob Challenge Tahun 2025.Ajang yang mempertandingkan kemampuan fisik, strategi, dan ketepatan menembak menggunakan berbagai jenis senjata ini diikuti seluruh tim dari perwakilan kompi jajaran Satbrimob Maluku.Kompetisi Brimob Challenge dibuka secara langsung oleh Komandan Satbrimob Polda Maluku, Kombes Pol. Dr. Irfan S.P. Marpaung,S.I.K., M.Si yang dihelat di Markas Satbrimob Polda Maluku, Senin (27/10/2025).Dalam arahannya, Dansat Brimob Maluku Kombes Irfan menekankan kepada seluruh peserta agar dapat bertanding dengan baik dan menjunjung tinggi sportivitas."Kami minta agar setiap personel dalam mengikuti perlombaan agar serius dan menjunjung tinggi sportivitas, tetapi selalu mengutamakan keselamatan," pintanya.Brimob challenge, lanjut Kombes Irfan, juga akan dilaksanakan secara nasional oleh Korps Brimob Polri, bahkan disiapkan untuk mewakili Polri di ajang internasional yakni SWAT Chellenge. Olehnya itu, Ia meminta anggota Brimob Polda Maluku agar dapat mengikuti dengan serius."Kegiatan ini akan tersaring para personil Satuan Brimob Polda Maluku yang dapat mewakili di ajang Brimob Challenge tingkat Korps Brimob Polri bahkan mewakili Kepolisian Republik Indonesia di ajang SWAT Challenge yang diadakan di Dubai," harapnya.Kepada setiap pasukan elit Polri di Maluku tersebut, Kombes Irfan mengingatkan pentingnya untuk terus berlatih dan menjaga kesehatan. "Teruslah berlatih dan selalu jaga kesehatan, agar kondisi tubuh tetap prima saat tiba-tiba menjalankan tugas negara," pintanya. PNO-12
28 Okt 2025, 09:51 WIT
Pimpin Apel Gabungan, Dirlantas Polda Maluku: Tekankan Response Time Call 110 & Layanan Humanis
Papuanewsonline.com, Ambon – Direktur Lalu Lintas (Dir Lantas) Polda Maluku, Kombes Pol Yudi Kristanto, SIK, menekankan pentingnya respons time melalui layanan 110 dan pelayanan humanis kepada masyarakat.Penekanan ini disampaikan Kombes Yudi saat memimpin apel gabungan personel Polda Maluku yang dilaksanakan di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Senin (27/10/2025).Respons cepat dalam menanggapi laporan masyarakat melalui layanan call center 110, kata Kombes Yudi, merupakan implementasi kebijakan pimpinan, termasuk pengoptimalan layanan kepolisian yang tersedia.“Kebijakan pimpinan yang harus kita laksanakan adalah response time dalam mencegah pelaporan masyarakat terkait kriminal. Kita dituntut untuk bisa hadir 10 menit lebih cepat di lokasi kejadian,” tegas Dirlantas.Selain melalui layanan call center 110, Ia secara khusus juga mengingatkan tindakan cepat personel dalam merespon setiap laporan masyarakat melalui mekanisme lainnya.“Pelaporan masyarakat, baik itu melalui call 110 atau mekanisme lainnya, harus ditindaklanjuti dengan cepat. Response time ini mempermudah kita mengungkap suatu perkara dan akan mencegah memperluas perkara yang terjadi,” tegasnya.Dirlantas mencontohkan kasus kecelakaan lalu lintas yang memerlukan kecepatan personel mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ini dilakukan agar kondisi kejadian masih belum berubah, sehingga proses olah TKP bisa maksimal dan mencegah potensi lainnya yang dapat terjadi.Dirlantas juga menekankan pentingnya peningkatan disiplin dan etika personel saat menjalankan tugas di lapangan. “Kami akan membuat cek list dalam melaksanakan tugas patroli. Dalam kendaraan, kami akan membuat ceklistnya berupa kebersihan dan disiplinnya dalam berkendara,” jelasnya.Tak hanya itu, personel dalam menjalankan tugas patroli diingatkan agar tidak ngebut-ngebutan di jalan dan wajib mengedepankan sikap simpatik dan humanis.“Dalam menyambangi masyarakat pun, harus bersikap simpatik, humanis. Jangan menunjukan sikap arogan dan wajah sangar kepada masyarakat. Hal ini penting diperhatikan agar tidak mencederai citra Polri,” tegasnya.Mengenai penggunaan sirine, Dirlantas kembali mengingatkan aturan yang berlaku. “Dalam penggunaan sirine hanya untuk tamu negara dan pejabat negara. Sirine digunakan hanya untuk kepentingan masyarakat banyak seperti mengawal ambulans,” tutupnya.Polda Maluku berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga profesionalitas personel dalam rangka mewujudkan Polri yang Presisi. PNO-12
28 Okt 2025, 09:07 WIT
Subuh Berjamaah di Masjid As-Syifa, Kapolda Maluku: Perkuat Hubungan Toleransi Beragama
Papuanewsonline.com, Ambon - Selain menyampaikan pesan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, juga mengajak masyarakat untuk memperkuat hubungan toleransi antar umat beragama.Penekanan ini disampaikan Kapolda saat menjalankan ibadah sholat subuh berjamaah dengan masyarakat di Masjid As-Syifa, Lorong Silale, Air Kuning, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (26/10/2025).Sholat subuh keliling yang dilaksanakan Kapolda menjadi agenda rutin Polda Maluku yang bertujuan untuk memperkuat hubungan silaturahmi antara aparat kepolisian dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan, termasuk memperkokoh situasi kamtibmas agar selalu kondusif.Pada momen tersebut, Kapolda didampingi Dirpolairud, dan Dansat Brimob Polda Maluku, Kapolsek Sirimau beserta personel.Usai melaksanakan sholat subuh berjamaah, Kapolda Maluku menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para jamaah dengan suasana penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama di Maluku.“Kegiatan seperti ini bukan hanya semata ibadah, tetapi juga sebagai sarana memperkuat silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Kami ingin hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan, harapan, dan aspirasi jamaah. Dengan demikian, Polri dapat memberikan pelayanan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.Kapolda menegaskan pendekatan keagamaan merupakan salah satu langkah konkret yang terus dilakukan Polda Maluku dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Maluku. Melalui kegiatan spiritual seperti ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif bahwa menjaga keamanan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama.Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan antarumat beragama di Maluku yang selama ini dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Masyarakat Maluku diminta untuk menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal kerukunan dan kebersamaan.“Maluku ini diberkahi dengan keberagaman agama dan budaya. Keberagaman itu harus kita jaga, jangan sampai ternodai oleh hal-hal yang dapat memecah belah. Mari kita jaga kerukunan dan kedamaian dengan saling menghormati dan membantu sesama. Toleransi adalah kekuatan besar yang membuat Maluku tetap aman dan damai,” ungkapnya.Kapolda juga mengajak jamaah agar lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang berkembang, terutama di era digital saat ini. Ia menekankan, banyak persoalan sosial yang muncul karena penyebaran informasi yang tidak benar melalui media sosial.“Apabila ada persoalan atau isu yang menimbulkan keresahan, jangan cepat terprovokasi. Laporkan kepada pihak berwajib agar bisa ditindaklanjuti dengan cara yang benar. Hindari menyebarkan informasi yang belum tentu benar karena dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” imbuhnya.Menjaga keamanan dan ketertiban, lanjut Kapolda, bukan hanya tugas aparat kepolisian semata, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.“Kami mengajak seluruh jamaah dan masyarakat untuk terus berbuat baik, memperkuat kepedulian sosial, serta saling menjaga satu sama lain. Bila kita bersama-sama menjaga lingkungan dan saling menasehati dalam kebaikan, maka keamanan dan kedamaian akan tercipta dengan sendirinya,” pesan Kapolda.Kapolda juga mengingatkan kehidupan beragama yang kuat akan melahirkan masyarakat yang damai dan berkarakter. Dengan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sosial, masyarakat akan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa mudah terprovokasi atau terpecah belah. PNO-12
28 Okt 2025, 08:19 WIT
Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Timika, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Truk Bermuatan Material
Papuanewsonline.com, Timika —
Suasana duka menyelimuti warga di sekitar Jalan Budi Utomo Ujung, Distrik
Wania, Timika, setelah terjadi kecelakaan maut pada Senin (27/10/2025) pagi.
Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di tempat usai
terlibat tabrakan dengan truk bermuatan material. Peristiwa tragis itu terjadi di
kawasan padat lalu lintas yang kerap dilalui kendaraan besar dan pelajar.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, kecelakaan
terjadi begitu cepat, hanya dalam hitungan detik. Seorang pengendara motor
jenis Honda Scoopy keluar dari arah lorong dekat SMA Taruna Timika, tepat
ketika sebuah truk besar yang dikemudikan US, tengah melintas di jalur utama. “Saya sedang bawa muatan di jalur
itu, tiba-tiba motor keluar dari lorong tanpa lihat kiri kanan. Saya sudah
berusaha rem, tapi jarak terlalu dekat,” ungkap US, sopir truk, dengan nada
penuh penyesalan saat ditemui petugas di lokasi. Benturan keras tak terhindarkan.
Motor korban menghantam sisi kiri truk, dan tubuh korban terpental ke aspal.
Naas, korban kemudian terlindas ban belakang truk hingga meninggal dunia di
tempat kejadian. Warga sekitar yang panik langsung berlarian untuk memberi
pertolongan, namun nyawa korban tak terselamatkan. Tak berselang lama, Unit Laka
Satlantas Polres Mimika tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian
perkara (TKP). Petugas langsung memasang garis polisi, mengatur arus lalu
lintas yang sempat tersendat, dan mengamankan sopir truk beserta kendaraan yang
terlibat. Petugas kepolisian juga menandai
titik-titik penting di lokasi kejadian menggunakan cat putih, termasuk posisi
awal tumbukan, arah kendaraan, dan lokasi korban terjatuh. Jenazah korban kemudian
dievakuasi ke RSUD Mimika untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan medis
lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan
penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan dan memeriksa keterangan
para saksi. Peristiwa ini menambah daftar
panjang kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Budi Utomo, yang selama ini
dikenal sebagai jalur padat dan rawan. Beberapa warga sekitar mengaku sudah
sering menyaksikan kejadian serupa, terutama di area dekat lorong sekolah dan
perumahan warga. “Sudah sering sekali di sini
kecelakaan, apalagi kalau pagi banyak anak sekolah dan motor keluar masuk
lorong. Harusnya dipasang rambu atau kaca cermin tikungan supaya aman,” ujar
seorang warga yang enggan disebut namanya. Warga berharap, Pemerintah
Kabupaten Mimika bersama instansi terkait dapat meninjau kembali sistem
pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut, termasuk pemasangan rambu
peringatan, marka jalan, dan pengawasan rutin dari petugas kepolisian. Kecelakaan ini menjadi pengingat
keras bagi semua pengguna jalan, baik pengendara motor maupun kendaraan besar,
agar selalu mengutamakan kewaspadaan, disiplin, dan etika berkendara. Pihak kepolisian mengimbau agar
pengendara selalu mematuhi rambu lalu lintas, tidak terburu-buru, serta
memastikan kondisi jalan aman sebelum keluar dari gang atau persimpangan. “Keselamatan di jalan adalah
tanggung jawab kita semua. Satu detik lengah bisa berakibat fatal,” tegas salah
satu anggota Satlantas Polres Mimika di lokasi kejadian. Semoga tragedi ini menjadi
pelajaran bersama untuk lebih berhati-hati di jalan, demi mencegah kehilangan
nyawa akibat kelalaian yang seharusnya bisa dihindari. Penulis: Jid Editor: GF
27 Okt 2025, 20:31 WIT
Bongkar 38 Ribu Kasus Narkoba: Mahfud MD Apresiasi Polri Atas Capaian Luar Biasa
Papuanewsonline.com, Jakarta - Mahfud MD mengapresiasi langkah Polri yang berhasil mengungkap 38.943 kasus narkoba sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Dari ribuan kasus itu, polisi juga menyita barang bukti narkotika dengan total berat mencapai 197,71 ton."Prinsipnya setiap keberhasilan tugas dalam perang melawan narkoba harus diapresiasi," ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/10/2025).Mahfud menilai capaian tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, khususnya komitmen memberantas narkoba. Ia menegaskan agar Polri terus menjaga kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalankan tugas."Terus perkuat keseriusan dan kedisiplinan Polri dalam menangani kasus narkoba ini. Harus juga dijaga pengendalian di dalam tubuh Polri," ucapnya.Lebih lanjut, Mahfud mengingatkan pentingnya pengawasan internal agar tidak ada aparat yang terlibat dalam jaringan narkoba. Ia menekankan bahwa kebocoran dalam proses penanganan bisa merusak kepercayaan publik."Yang terpenting harus juga dijaga jangan sampai terjadi kebocoran, misalnya kasus yang gagal diungkap atau hilangnya barang bukti karena kolusi yang melibatkan aparat," tegasnya.Sebelumnya, Polri mencatat sepanjang Januari hingga Oktober 2025 telah menangkap lebih dari 51 ribu pelaku penyalahgunaan narkoba. Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono menyebut keberhasilan tersebut sebagai bukti nyata komitmen institusinya."Pemberantasan dan pencegahan narkoba harus dilakukan terus-menerus. Pak Kapolri sudah menegaskan, perang melawan narkoba dari hulu ke hilir tidak boleh berhenti," kata Syahar dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (22/10).Menurut Syahar, hasil ini merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo-Gibran, yakni memberantas narkoba hingga ke akar. PNO-12
26 Okt 2025, 09:08 WIT
Devie Rahmawati Puji Keberhasilan Polri Dalam Mengungkap Jaringan Narkoba
Papuanewsonline.com, Jakarta - Sepanjang Januari-Oktober 2025, Polri berhasil mengungkap 38 ribu kasus narkoba dan menyita hampir 200 ton barang bukti. Pengajar dan peneliti tetap program studi Hubungan Masyarakat Vokasi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, mengatakan angka itu menunjukkan ketangguhan polisi dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.Devie menerangkan Polri telah menyelamatkan anak muda dari jebakan percobaan pertama dan membuat lingkungan kota dan kampus lebih aman. Tantangan berikutnya yakni harus meningkatkan daya cegah dan daya selamat di masyarakat, terutama menahan masuknya barang berbahaya."Ini bukan sekadar operasi rutin, tetapi penjagaan nyata atas masa depan anak-anak muda Indonesia," terang Devie, Sabtu (25/10/2025). Devie mengungkapkan bahaya ancaman narkoba kini sudah berubah jauh lebih kejam dan mematikan. Devie memaparkan menurut studi global, banyak remaja tidak rutin memakai narkoba tapi saat mereka mencoba sekali, barang yang beredar sering jauh lebih berbahaya."Barang-barang ini, banyak beredar lewat media sosial dan toko online sehingga anak muda mudah tertipu. Inilah sebabnya, menurut riset global, walau penggunaan narkoba di kalangan muda tidak meningkat, jumlah overdosis justru naik," ungkapnya.Pengamat sosial ini lalu membuka hasil penelitian dari Australia dan Amerika Serikat. Katanya, memasuki usia 18-24 tahun (kuliah atau kerja awal), risikonya melonjak mulai dari pesta minum berlebihan (binge drinking) sampai vaping dan eksperimen zat baru."Di sinilah peran polisi, sekolah, kampus, orang tua, dan komunitas sangat penting untuk mencegah anak muda terjerumus," paparnya.Devie menegaskan keberhasilan Polri dalam menangkap jaringan narkoba adalah wujud pilar pelindung. Ia mengatakan penegakan hukum harus tetap tegas untuk memutus jaringan pengedar.Ia menyarankan dilakukan edukasi di sekolah dan kampus agar anak muda paham risiko dan tahu ke mana mencari bantuan. Kesiapsiagaan darurat, katanya, harus dilakukan supaya overdosis bisa cepat ditangani."Dengan kolaborasi seperti ini, keberhasilan polisi akan terasa langsung dampaknya dalam kehidupan masyarakat," tegasnya."Sekarang, saatnya kita semua ikut menjaga benteng ini dengan edukasi, kepedulian, dan kesiapsiagaan di lingkungan terdekat. Karena perang melawan narkoba bukan hanya soal menangkap pelaku, tapi menyelamatkan generasi," imbuhnya. PNO-12
26 Okt 2025, 08:48 WIT
Semarak HUT ke-80, Brimob Polda Maluku Gelar Aksi Donor Darah Serentak di Ambon dan Namlea
Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Brimob Polri, jajaran Satuan Brimob Polda Maluku melaksanakan kegiatan bakti sosial donor darah sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan bentuk kepedulian terhadap sesama.Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Maluku, KBP Dr. Irfan S. P. Marpaung, S.I.K., M.Si., yang berlangsung di Tribun Makosat Brimob Polda Maluku, Ambon, dan diikuti oleh personel Polda Maluku beserta Bhayangkari.Selain di Ambon, kegiatan yang sama juga digelar di Mako Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku di Namlea, Kabupaten Buru, sebagai bentuk partisipasi jajaran dalam menyemarakkan HUT ke-80 Korps Brimob Polri tahun 2025.Menurut Dansat Brimob, terdapat total 142 peserta dari berbagai satuan, termasuk Brimob, satuan fungsi Polda Maluku, Polres Buru, dan Bhayangkari yang berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini, Dari jumlah tersebut, sebanyak 89 peserta berhasil mendonorkan darahnya.Pelaksanaan kegiatan ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Maluku, Bidokes Polda Maluku, serta tenaga medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Ambon dan RSUD Namlea.Sinergi lintas unsur ini menjadi bukti nyata bahwa Brimob Polda Maluku memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama, serta berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan.“Bakti sosial donor darah ini adalah bentuk pengabdian Brimob kepada bangsa dan masyarakat. Brimob tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga peduli pada kemanusiaan. Setetes darah yang disumbangkan hari ini bisa menjadi penyelamat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Dansat Brimob Polda Maluku, KBP Dr. Irfan S. P. Marpaung, S.I.K., M.Si.Di Ambon, kegiatan diikuti oleh 87 peserta dengan 54 kantong darah berhasil dikumpulkan, Sedangkan di Namlea, kegiatan diikuti 55 peserta dan berhasil mengumpulkan 35 kantong darah.Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dengan dukungan penuh tenaga medis dan partisipasi antusias para personel serta Bhayangkari.Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si., memberikan apresiasi atas inisiatif jajaran Brimob dalam menyemarakkan HUT ke-80 dengan kegiatan yang penuh makna kemanusiaan.“Saya mengapresiasi langkah Brimob Polda Maluku yang merayakan HUT dengan aksi sosial seperti donor darah. Ini mencerminkan semangat Polri yang humanis dan semakin dekat dengan masyarakat,” ungkap Kapolda.Selain dua lokasi tersebut, kompi-kompi Brimob jajaran Polda Maluku lainnya juga akan melaksanakan kegiatan donor darah serupa pada Senin mendatang, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Korps Brimob Polri yang mengusung tema: “Brimob untuk Indonesia: Setia, Berani, dan Peduli.”Dengan semangat pengabdian dan nilai kemanusiaan yang tinggi, Satuan Brimob Polda Maluku terus menunjukkan komitmennya untuk hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelopor solidaritas sosial dan kemanusiaan di Maluku dan Indonesia. PNO-12
26 Okt 2025, 08:38 WIT
Kapolda Maluku Hadiri Syukuran HKGB ke-73 Tahun
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si menegaskan, dukungan Bhayangkari kepada Polri sangat penting untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.Penegasan ini disampaikan Kapolda selaku Pembina Bhayangkari Daerah Maluku saat menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73 Tahun yang dihelat di gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Kamis (23/10/2025).Acara peringatan HKGB yang mengusung tema "Bhayangkari Berkarya Mendukung Polri untuk Masyarakat” ini dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni S.I.K., M.H, Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Irwasda dan Pejabat Utama Polda Maluku, Kapolresta P. Ambon dan P. P. Lease, Pakor Polwan Polda Maluku, Para Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, Warakawuri dan undangan lainnya.Setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan Pemberian Tanda Penghargaan Lencana Bakti Sewindu, Dwiwindu, dan Triwindu kepada Bhayangkari yang dinilai telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas dalam mendukung pengabdian suami kepada institusi Polri.Sebagai Pembina Bhayangkari Daerah Maluku, Kapolda Irjen Dadang Hartanto menyampaikan tema peringatan HKGB tahun ini sangat relevan dengan semangat pengabdian Polri dalam melayani masyarakat.“Tema peringatan yang diambil tahun ini merupakan tema yang sejalan dan selaras dengan tugas Polri, yakni Polri untuk masyarakat, sedangkan Bhayangkari berkarya untuk mendukung Polri dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Tema ini sangat bagus dan bermakna,” ungkap Kapolda.Lebih lanjut Kapolda kembali menegaskan keberadaan Polri untuk masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Berbagai bentuk kejahatan terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kejahatan siber yang kini semakin canggih dan sulit dideteksi.Masyarakat, kata Kapolda, membutuhkan pelayanan Polri yang profesional. Namun untuk menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di tengah tantangan zaman seperti sekarang bukanlah hal yang mudah. Perkembangan teknologi dan digitalisasi, khususnya media sosial, ungkap Kapolda, menjadi tantangan tersendiri karena dapat memunculkan bentuk kejahatan baru, meskipun secara prinsip merupakan kejahatan konvensional.Kapolda juga menyoroti pentingnya dukungan dari seluruh pihak, terutama dari Bhayangkari yang memiliki peran sangat signifikan sebagai pendamping anggota Polri.Menurutnya, tugas Polri yang berat dan penuh risiko akan terasa lebih ringan ketika diimbangi dengan keharmonisan dalam keluarga.Polri, lanjut Kapolda, memiliki keterbatasan sumber daya dan menghadapi banyak dinamika di lapangan. Dukungan penuh dari Bhayangkari sangat penting. Bhayangkari adalah pendamping sejati yang bisa memberikan ketenangan dan semangat bagi suami ketika kembali dari tugas. "Rumah menjadi satu-satunya tempat istirahat bagi Bhayangkara sejati. Karena itu, Bhayangkari harus menjadi cooling system, penyejuk bagi keluarga,” pinta Kapolda.Selain berperan di lingkup keluarga, Bhayangkari juga memiliki peran sosial yang luas di masyarakat. Melalui berbagai kegiatan seperti bakti sosial, bakti kesehatan, bantuan sosial, dan kegiatan kemanusiaan lainnya, Bhayangkari ikut serta dalam membangun citra positif Polri dan mempererat hubungan dengan masyarakat.“Gerakan Bhayangkari mencerminkan wujud nyata keluarga besar Polri. Ketika masyarakat melihat Bhayangkari, maka mereka juga melihat Polri. Karena itu, jaga sikap dan perilaku, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Hindari perilaku hedonisme, jaga kesederhanaan, dan bijak dalam menggunakan media sosial,” tegas Kapolda.Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga memberikan pesan khusus kepada seluruh pengurus Bhayangkari agar terus menjaga komunikasi dan solidaritas di setiap tingkatan.Ia mengungkapkan, Bhayangkari adalah wadah silaturahmi yang harus mampu mempersatukan, bukan memecah belah. “Lakukan pendekatan kepada anggota Bhayangkari di tingkat paling bawah, dengarkan keluh kesah mereka, datangi mereka. Ada Bhayangkari yang jauh dari suaminya, bantu agar mereka tetap bisa menjaga keharmonisan rumah tangga. Jaga perilaku di tempat publik dan media sosial karena semuanya menjadi sorotan publik,” pesan Kapolda.Bhayangkari, tambah Kapolda, memiliki makna “tidak ada bahaya”, yang merepresentasikan kekuatan, kesetiaan, dan ketulusan dalam mendukung tugas suami di institusi Polri. “Bhayangkari memiliki peran ganda, selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai wanita pekerja profesional. Keduanya harus diatur dengan baik agar berjalan selaras. Jadikan organisasi Bhayangkari ini wadah kebersamaan dan persaudaraan yang kokoh, bukan tempat perpecahan. Jaga solidaritas dan semangat kebersamaan,” tutup Kapolda.Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian tumpeng mini kepada Bhayangkari berprestasi, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kiprah mereka dalam mendukung berbagai kegiatan sosial maupun organisasi.Selanjutnya diberikan pula penghargaan kepada Bhayangkari berprestas, diiringi suasana haru dan penuh semangat kebersamaan. PNO-12
25 Okt 2025, 08:09 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru