TNI Hadir dengan Kepedulian, Koops TNI Habema Luruskan Informasi Terkait Ucapan Terima Kasih
Koops TNI Habema menegaskan tidak ada arahan maupun tindakan personel Pos Wuloni untuk menekan gereja atau umat terkait ucapan terima kasih.
Papuanewsonline.com - 14 Agu 2026, 19:04 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Papua Tengah — Koops TNI Habema memberikan klarifikasi mengenai informasi yang beredar terkait dugaan intimidasi terhadap umat Stasi Santa Sisilia Wuloni, Paroki Santo Petrus Ilaga, Dekanat Moni-Puncak Jaya, Keuskupan Timika.
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah muncul informasi yang mengaitkan personel TNI Pos Wuloni dengan dugaan tekanan terhadap pihak gereja dan umat dalam menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI serta Pemerintah Republik Indonesia, Rabu (12/8/2026).
Koops TNI Habema menegaskan bahwa berdasarkan penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan adanya arahan maupun tindakan personel Pos Wuloni yang bertujuan memberikan tekanan kepada pihak gereja ataupun masyarakat dalam menyampaikan ucapan tersebut.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan TNI menghormati gereja sebagai ruang kehidupan rohani masyarakat sekaligus bagian penting dalam kehidupan masyarakat Papua.
“Kami menghormati gereja, para pemimpin agama, dan seluruh umat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat harus memberikan rasa aman, bukan rasa takut,” ujar Wirya.
Ia mengatakan setiap prajurit juga terus ditekankan untuk membangun komunikasi secara humanis dengan masyarakat serta menghargai adat dan kehidupan keagamaan yang berkembang di Papua.
Ucapan terima kasih dari masyarakat tersebut berkaitan dengan dukungan terhadap renovasi Gereja Stasi Santa Sisilia Wuloni serta perbaikan fasilitas sekolah dasar di wilayah tersebut.
Menurut Koops TNI Habema, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Bantuan tersebut tidak dimaksudkan untuk memberikan kewajiban kepada masyarakat agar menyampaikan dukungan atau pernyataan tertentu.

“Bagi kami, membantu gereja dan sekolah adalah bagian dari pengabdian. Tidak ada kewajiban bagi masyarakat untuk membalasnya dengan pernyataan apa pun,” kata Wirya.
Ia menambahkan, hal yang menjadi perhatian utama adalah agar rumah ibadah dapat digunakan dengan baik, anak-anak memperoleh fasilitas pendidikan yang layak, serta hubungan antara TNI dan masyarakat dapat terus dibangun berdasarkan rasa saling percaya dan menghormati.
Koops TNI Habema juga menyatakan memahami bahwa masyarakat Papua memiliki pengalaman, pandangan, serta harapan yang beragam. Karena itu, setiap masukan dari masyarakat akan tetap dihormati dan menjadi bahan evaluasi bagi personel di lapangan.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kehadiran prajurit agar semakin profesional dan humanis serta mampu memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat di wilayah penugasan.
Koops TNI Habema menilai keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dapat dibangun melalui pengamanan wilayah. Rasa aman juga perlu tumbuh ketika masyarakat dapat menjalankan kehidupan sehari-hari, gereja melaksanakan pelayanan secara bebas, dan anak-anak memperoleh pendidikan.
Komunikasi antara masyarakat, pemerintah, serta aparat juga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan menciptakan kondisi yang aman serta damai.
“TNI hadir untuk menjaga, membantu, dan mengabdi. Kepercayaan masyarakat tidak dapat diminta atau dipaksakan, tetapi harus tumbuh dari sikap, ketulusan, dan pengabdian yang dirasakan masyarakat sendiri,” pungkas Wirya.
Penulis: Jid
Editor: OF