Papuanewsonline.com
LMA Mimika Ajak Semua Pihak Tahan Diri Jaga Perdamaian dan Lindungi Warga Sipil Papua
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
Enam Warga Sipil Ditembak Di Tembagapura, Aktivis Deby Santoso Desak Proses Hukum Transparan
Direktur Law Firm Golda: Transaksi Perkara Di Timika Semakin Subur, Masyarakat Miskin Jadi Korban
BADKO HMI Papua Dukung Penertiban Tambang Ilegal oleh Gubernur Papua Tengah
DPR Papua Tengah, Mimika dan Puncak Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Kwamki Narama
BERITA TAG Budaya
Homepage
Gapura Cinta Tanah Air: Babinpotdirga Lanud YKU dan Petani Nawaripi Wujudkan Kebersamaan
Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana RT-17 Jalan Nusantara, Kampung Nawaripi,
Distrik Wania, berubah menjadi penuh semangat pada Selasa (12/8/2025). Di bawah
terik matahari Papua Tengah, suara palu bertalu-talu, tawa dan teriakan kompak
menyatu, ketika Babinpotdirga Lanud Yohanis Kapiyau (YKU) Timika, Serka
Kasimirus Anitu, memimpin gotong royong membangun sebuah gapura merah putih
bersama para petani binaannya. Kegiatan ini bukan sekadar
membangun sebuah pintu gerbang. Gapura tersebut menjadi simbol kebanggaan,
kebersamaan, dan cinta tanah air dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan
Republik Indonesia ke-80.
Jalan Nusantara dikenal sebagai pusat aktivitas Gabungan Kelompok Tani
(Gapoktan) Agro Nusantara, binaan Babinpotdirga Lanud YKU. Kelompok ini terdiri
dari petani hortikultura dan padi gogo/ketan hitam yang setiap harinya berkutat
dengan cangkul, benih, dan hasil panen. Namun kali ini, tangan-tangan yang
biasa menanam sayur dan padi itu, berganti memegang palu, gergaji, dan alat
las. Inisiatif pembuatan gapura lahir
dari komunikasi sosial (Komsos) yang dibangun Serka Kasimirus dengan warga.
Melalui diskusi santai di saung dan lahan, ide tersebut akhirnya disepakati
bersama. “Gapura ini bukan hanya untuk mempercantik kampung, tapi juga menjadi
tanda batas wilayah antara Kampung Nawaripi RT-17 dan Kelurahan Wonosari Jaya,”
ujar Serka Kasimirus sambil mengawasi pemasangan tiang.
Proses pembangunan gapura melibatkan semua elemen warga: bapak-bapak memotong
dan menyambung besi, pemuda membantu mengangkat dan memegang tiang, sementara
yang lain menyiapkan cat dan bendera merah putih untuk dipasang di puncak
gapura. Suasana penuh canda tawa membaur dengan aroma tanah basah dan semangat
kemerdekaan yang menghangatkan hati. Ketua RT-17 Kampung Nawaripi, Bapak
Jimi, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Terima kasih kepada
Babinpotdirga Lanud YKU yang sudah bersama-sama kami warga Jalan Nusantara,
bahu-membahu dari awal perencanaan sampai gapura ini berdiri. Hasilnya sangat
indah dan memuaskan,” ujarnya sambil menatap bangunan yang menjulang gagah di tepi
jalan.
Bagi warga, gapura ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Lebih dari itu, pembangunan ini menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan
bukan hanya diisi lomba dan hiburan, tetapi juga aksi nyata yang meninggalkan
warisan positif bagi kampung. Serka Kasimirus menegaskan,
keberadaan gapura ini akan menjadi simbol semangat persatuan dan gotong royong
di RT-17. “Kita tidak hanya menjaga sawah dan ladang, tapi juga menjaga
kekompakan dan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia,” katanya.
Dengan gapura yang kini berdiri tegak, warga RT-17 semakin antusias menantikan
puncak perayaan 17 Agustus. Gapura tersebut akan menjadi pintu penyambutan tamu
dan warga yang datang mengikuti berbagai rangkaian lomba dan upacara. Kegiatan ini membuktikan bahwa
nilai-nilai Pancasila, khususnya gotong royong, masih hidup dan mengakar kuat
di tengah masyarakat. Dari desa kecil di Papua Tengah ini, pesan besar dikirim
untuk seluruh negeri: kemerdekaan dirayakan bersama, dijaga bersama, dan
diwariskan bersama. Penulis : Jidan Editor : GF
12 Agu 2025, 22:36 WIT
65 Tim Wanita Penuhi Jalanan Timika di Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-80
Papuanewsonline.com, Timika –
Suasana Kota Timika, Senin (11/8/2025) siang, berubah menjadi lautan merah
ketika 65 grup wanita dengan seragam kompak memadati jalan-jalan utama dalam
rangka lomba gerak jalan indah memperingati HUT RI ke-80. Dimulai dari halaman
Graha Eme Neme Horison Diana, peserta melangkah penuh semangat melewati rute
yang telah ditentukan hingga garis finis di halaman Eme Neme Yauware, disambut
sorak-sorai warga. Para peserta berasal dari beragam
latar belakang: organisasi kemasyarakatan, kelompok keagamaan, PKK, Organisasi
Perangkat Daerah (OPD), hingga komunitas independen. Derap langkah mereka tak
hanya memamerkan kekompakan, tetapi juga simbol kebersamaan warga Mimika dalam
merayakan kemerdekaan. Bupati Mimika, Johannes Rettob,
yang hadir di Graha Eme Neme Horison Diana, sekaligus melepas para peserta, mengaku kagum dengan jumlah tim yang
terlibat. “Awalnya panitia pesimis
kalau-kalau pesertanya sedikit. Namun, di luar dugaan, antusias masyarakat
terlihat cukup tinggi,” ujarnya dengan senyum bangga. Menurut Bupati, tingginya
partisipasi ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih membara di hati
masyarakat, terutama para ibu dan perempuan yang menjadi tulang punggung
keluarga. Lomba gerak jalan indah ini
merupakan salah satu agenda dalam rangkaian perayaan HUT RI ke-80 di Kabupaten
Mimika. Sebelumnya, masyarakat telah menikmati berbagai kegiatan seperti fit
and run dan nikah massal gratis, yang semuanya bertujuan mempererat
kebersamaan dan merayakan kemerdekaan secara inklusif. Di tengah kemeriahan, Bupati
Rettob tak lupa menyampaikan pesan penting tentang kebersihan lingkungan. “Setelah selesai acara ini,
pulang dari sini ibu-ibu tolong ingatkan kembali bapak-bapak agar mari kita
sama-sama menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” pesannya. Imbauan ini disambut tepuk tangan
peserta, seolah menguatkan komitmen bahwa perayaan kemerdekaan tidak boleh
meninggalkan jejak sampah. Sepanjang rute, warga yang
berdiri di pinggir jalan tampak antusias menyemangati peserta. Beberapa bahkan
mengibarkan bendera merah putih kecil, sementara anak-anak berlari mengikuti
iring-iringan. Meski terik matahari cukup menyengat, senyum para peserta tidak
pudar, langkah mereka tetap mantap hingga garis finish. Keikutsertaan 65 grup wanita ini
bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk nyata cinta tanah air. Dalam setiap
hentakan kaki dan ayunan tangan, tersimpan pesan bahwa kebersamaan adalah
kekuatan, dan kemerdekaan layak dirayakan dengan semangat persatuan. Penulis : Jidan Editor : GF
11 Agu 2025, 23:52 WIT
Sambut HUT RI ke-80, Sat Lantas Polres Buru Selatan Bagikan Bendera Merah Putih
Papuanewsonline.com, Bursel - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Buru Selatan melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggelar aksi inspiratif, membagikan Bendera Merah Putih gratis kepada para pengendara bermotor roda dua maupun roda empat. Aksi untuk membangkitkan rasa cinta terhadap NKRI ini dilaksanakan setiap hari di sejumlah ruas jalan dan pangkalan ojek yang ada di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan hingga hari kemerdekaan, 17 Agustus 2025.Kapolres Buru Selatan, AKBP Andi P. Lorena, S.I.K., M.H, melalui Kepala Satlantas, AKP Christoffel Souisa, mengaku kegiatan ini merupakan bagian dari program “Polri Menyapa”. Tujuan pembagian bendera dilakukan untuk mengajak masyarakat merayakan Hari Kemerdekaan dengan cara yang sederhana namun penuh makna, sambil tetap menjaga ketertiban berlalu lintas.“Kami membagikan bendera merah putih kepada para pengendara mobil dan motor untuk di pasang di kendaraannya masing masing, setiap hari sampai sebelum 17 Agustus. Kami mengajak masyarakat ikut merayakan Hari Kemerdekaan dengan sederhana,” katanya, Sabtu (9/8/2025).Hingga saat ini tercatat sebanyak 75 helai bendera merah putih telah dibagikan kepada para pengendara R2 maupun R4.Pembagian ini dilakukan di titik-titik strategis seperti persimpangan jalan dan pangkalan ojek yang ada di Kota Namrole.Aksi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Mereka mengaku sangat berterima kasih atas bendera yang diberikan “Ini sebagai penghormatan dan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia," tambahnya.Aksi humanis ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan semangat nasionalisme, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya di Kabupaten Buru Selatan. PNO-12
11 Agu 2025, 13:24 WIT
Thifal Tazkya Wishal Juarai Storytelling Competition 2025 di Diana Mall Timika
Papuanewsonline.com, Timika –
Siswa SMAN 7 Timika, Thifal Tazkya Wishal, berhasil meraih juara pertama dalam English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika.
Kompetisi yang mengangkat tema pelestarian cerita rakyat Papua ini diikuti oleh
18 peserta dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika. Kegiatan yang merupakan
kolaborasi antara Brother Leon English Club (BLEC) dan Program Studi Pendidikan
Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika ini berlangsung meriah dengan antusiasme
tinggi dari para peserta dan pengunjung mall. "Kami melihat bahwa potensi
anak-anak muda untuk bahasa Inggris itu besar di Timika. Hanya saja wadahnya
yang masih kurang dalam bentuk kegiatan kompetisi lomba," ungkap Deasy
Natalia Lessu, S.Pd., M.Hum, selaku Ketua Panitia penyelenggara. DAFTAR PEMENANG Juara 1: Thifal Tazkya Wishal
(SMAN 7 Timika) Juara 2: Zivanna Hawa Omega Romer
(SMAN 1 Timika) Juara 3: Sherina Anggie Esterlyta
(SMA Kristen Kalam Kudus) Juara 4: Shelomita Apriliani (SMA
Kristen Kalam Kudus) Kompetisi tahun ini mengangkat
cerita rakyat dari tiga suku di Papua, yaitu Kamoro, Amungme, dan Asmat.
Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan, mengingat pembelajaran bercerita di
sekolah-sekolah sering kali menggunakan cerita dari luar Papua bahkan luar negeri. "Sementara cerita di sini
siapa lagi yang mau melestarikan? Kami mengusung cerita-cerita tersebut
sehingga lebih dikenal lagi untuk kalangan luas. Tidak hanya lingkup nasional,
karena ini bahasa Inggris otomatis global," tambah Deasy. SEKOLAH PESERTA * SMAN 1 Timika * SMA Al-Falah * SMA Kristen Kalam Kudus * SMK Negeri 6 * SMAN 7 Timika * SMA Tiga Raja * SMK Yapis Tim juri yang terdiri dari
Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd.M.TESOL.Ed, dan
Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd memberikan penilaian berdasarkan kemampuan
berbahasa Inggris, teknik bercerita, dan pemahaman terhadap cerita rakyat yang
dibawakan. Kegiatan ini merupakan kompetisi
kedua setelah sukses diselenggarakan tahun lalu di gedung MPCC YPMAK. Pemilihan Diana
Mall sebagai venue tahun ini dimaksudkan agar kegiatan menjadi lebih terbuka
untuk publik dan tidak eksklusif. "Setiap pengunjung bisa
datang untuk melihat, jadi bagian dari strategi promosi secara tidak langsung.
Diana Mall juga merupakan salah satu sponsor kami yang mendukung dari awal
kegiatan pertama," jelas Deasy di Timika, Jumat (8/7/2025). Para peserta menunjukkan
antusiasme tinggi dalam menyampaikan cerita-cerita tradisional Papua dengan
bahasa Inggris yang fasih. Tidak hanya kemampuan berbahasa yang dinilai, tetapi
juga kemampuan interpretasi dan penghayatan terhadap nilai-nilai budaya yang
terkandung dalam setiap cerita. Dengan berhasilnya kompetisi
tahun ini, panitia optimis kegiatan serupa dapat terus berlanjut setiap tahun
sebagai wadah pengembangan talenta muda Papua dalam berbahasa Inggris sekaligus
melestarikan kekayaan budaya lokal. (Giant)
08 Agu 2025, 13:33 WIT
Pelestarian Cerita Rakyat Papua Melalui Storytelling Competition: Upaya Mandiri Tanpa Dukungan Pemda
Papuanewsonline.com, Timika – Di
tengah gencarnya arus globalisasi yang mengancam kelestarian budaya lokal,
sekelompok pendidik di Timika berjuang sendirian melestarikan cerita rakyat
Papua. English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika
menjadi bukti nyata upaya mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah. Deasy Natalia Lessu, S.Pd.,
M.Hum, Ketua Panitia dari Brother Leon English Club (BLEC) yang berkolaborasi
dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika,
mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pembelajaran bercerita di
sekolah-sekolah. "Sering kali pembelajaran di
sekolah untuk soal bercerita itu memakai cerita-cerita dari luar Papua maupun
bahkan luar negeri. Sementara cerita di sini siapa lagi yang mau
melestarikan," Ujar Deasy di Timika, Kamis (7/8/2025). Kompetisi yang mengangkat cerita
rakyat dari tiga suku besar di Papua - Kamoro, Amungme, dan Asmat - ini menjadi
langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi
muda. Namun, upaya mulia ini harus dilakukan tanpa dukungan dari pemerintah
daerah. "Dukungan untuk kami dari
pemerintah memang belum besar. Kami sudah melakukan pendekatan beberapa kali,
tapi dukungan dari pemerintah daerah tidak ada bagi kegiatan kami," ungkap
Deasy dengan nada kecewa. Meski menghadapi keterbatasan,
panitia tidak menyerah. Mereka memilih Diana Mall sebagai venue dengan
pertimbangan strategis untuk menjangkau publik yang lebih luas. "Alasan kami lakukan di sini
adalah biar menjadi perhatian bahwa ini sudah publik, bukan hanya dalam lingkup
secara eksklusif tapi setiap pengunjung bisa datang untuk melihat. Jadi, bagian
dari strategi promosi secara tidak langsung," jelas Deasy. Diana Mall, sebagai sponsor
utama, menjadi penyelamat kegiatan ini. "Diana Mall merupakan salah satu
sponsor kami yang mendukung dari awal kegiatan pertama," ungkap Deasy
dengan penuh apresiasi. Kompetisi yang diikuti 18 peserta
dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika ini dinilai oleh tim juri
berkualitas: Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal,
S.Pd.M.TESOL.Ed, dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini memiliki dampak
ganda yang sangat positif. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris
siswa, juga menjadi media pelestarian budaya Papua yang terancam terlupakan. "Tujuan utamanya memberikan
wadah bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan
kepercayaan diri untuk tampil di publik, kemudian yang kedua melestarikan
cerita rakyat Papua," tegas Deasy. Panitia berharap kegiatan ini
dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang lebih
besar di masa mendatang. "Kami berkontribusi dalam peningkatan literasi
berbahasa Inggris anak-anak di Papua dengan mengusung tema melestarikan cerita
rakyat suku-suku di Papua melalui bahasa Inggris," ujar Deasy. Dengan berhasilnya kompetisi
kedua ini setelah sukses tahun lalu di gedung MPCC YPMAK, panitia optimis dapat
melanjutkan kegiatan serupa setiap tahun. "Harapan kami jangka panjang
adalah kegiatan ini bisa terjadi setiap tahun," tambah Deasy.
Storytelling Competition 2025
bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan gerakan pelestarian budaya yang
dilakukan dengan penuh dedikasi oleh para pendidik. Tanpa dukungan pemerintah,
mereka tetap berjuang memastikan cerita rakyat Papua tidak hilang ditelan
zaman. (Cori)
08 Agu 2025, 13:25 WIT
Mimika: Semarak HUT RI diwarnai Tabligh Akbar Bangun Karakter Bangsa
Papuanewsonline.com, Timika –
Pemerintah Kabupaten Mimika memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan
menggelar Tabligh Akbar bertema “ASN BerAKHLAK, Masyarakat Berkarakter” di
Gedung Eme Neme Yauware. Kegiatan yang
dihadiri ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum ini bertujuan
untuk membangun karakter dan integritas, sejalan dengan visi Kabupaten Mimika
menuju “Gerbang Emas Mimika”. Tabligh
Akbar ini menghadirkan narasumber nasional, Rinaldi Agusyana, dari ESQ Leadership Center. (7/8/25) Richard Wakum, S.E., M.H., selaku
Ketua Panitia dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika,
menjelaskan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini. “Kami berharap Tabligh Akbar ini
dapat menjadi momentum untuk meneruskan jejak nilai-nilai perjuangan para
pahlawan dan membentuk ASN yang berAKHLAK serta masyarakat yang berkarakter,”
ujar Richard. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini
merupakan pilar penting dalam mewujudkan visi Gerbang Emas Mimika. Asisten I Bidang Pemerintahan dan
Kesra Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, dalam sambutannya menekankan pentingnya
pembangunan karakter. “Pembangunan sejati tidak hanya
bertumpu pada infrastruktur fisik, namun juga pada pembentukan karakter yang
kuat, jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas,” tegas Ananias Faot. Ia mengapresiasi kehadiran
Rinaldi Agusyana dan tim ESQ Corporation yang memberikan motivasi dan inspirasi
bagi ASN dalam menghadapi tantangan zaman. Ananias Faot lebih lanjut
menambahkan, “Di usia kemerdekaan ke-80 ini, semangat kemerdekaan harus diisi
dengan karya nyata dan semangat kebangsaan yang tinggi. ASN dan masyarakat
harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, kedisiplinan, dan meningkatkan
kualitas hidup sosial dan spiritual.” Ia berharap kegiatan ini dapat
melahirkan pribadi-pribadi yang profesional dan berakhlak mulia. Rinaldi Agusyana, dalam
ceramahnya, mengajak ASN untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, integritas,
dan etos kerja. Ia menekankan pentingnya ASN yang
berAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal,
Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai pondasi utama masyarakat yang berkarakter
unggul.
“Kemerdekaan harus menjadi
momentum transformasi, ASN bukan hanya pelayan publik, tapi agen perubahan dan
teladan,” tutup Rinaldi. ( Jidan )
07 Agu 2025, 23:21 WIT
Kado HUT RI: 101 Pasangan di Mimika Resmi Menikah, Dapat Bonus Menginap
Papuanewsonline.com, Timika –
Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia,
Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan kado istimewa kepada 101 pasangan yang
mengikuti kegiatan nikah massal dan isbat nikah terpadu di Graha Eme Neme
Yauware, Selasa (6/8/2025). Momen sakral ini bukan hanya menjadi peristiwa
emosional bagi pasangan yang terlibat, tetapi juga menjadi bentuk nyata
pelayanan publik yang humanis dan inklusif dari pemerintah daerah. Acara yang dihelat dengan nuansa
kebangsaan dan kebersamaan ini melibatkan sinergi antara Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mimika, Pengadilan Agama, Kantor Urusan Agama
(KUA), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI),
serta sejumlah distrik. Tujuan utamanya adalah memberikan kepastian hukum atas
pernikahan yang sebelumnya hanya diakui secara agama atau adat. Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet
Sutejo, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat begitu tinggi. Awalnya hanya
ditargetkan 80 pasangan, namun jumlah peserta melonjak hingga 101 pasangan. "Ini mencerminkan bahwa
masyarakat mulai memahami pentingnya legalitas pernikahan secara negara, bukan
hanya secara agama. Nikah massal ini adalah bentuk hadirnya pemerintah dalam
kehidupan pribadi warga, memberi kepastian hukum, dan membuka akses ke berbagai
layanan sosial dan administrasi," ujar Slamet. Ia menambahkan, legalitas dokumen
pernikahan juga menjadi pintu bagi masyarakat untuk mendapatkan akses ke
berbagai fasilitas, seperti BPJS, akta kelahiran anak, hingga kepemilikan aset
yang sah. Yang menarik, dalam kegiatan
tersebut turut serta pasangan-pasangan dari berbagai rentang usia, bahkan ada
pasangan lanjut usia yang telah hidup bersama puluhan tahun namun baru secara
hukum diakui pernikahannya. Salah satunya adalah pasangan berusia 60 tahun yang
mengikuti isbat nikah dengan wajah bahagia. "Ini bentuk penghargaan kita
terhadap kesakralan pernikahan. Ada pasangan lansia yang tetap antusias karena
ingin pernikahan mereka diakui negara. Itu luar biasa menyentuh," kata
Slamet. Sebagai bentuk apresiasi dan
simbol kebahagiaan, Pemkab Mimika juga memberikan hadiah spesial berupa voucher
menginap di hotel-hotel lokal bagi pasangan yang ikut serta. Hal ini menambah
kesan romantis dan memberikan ruang bagi pasangan untuk merayakan momen spesial
mereka dengan lebih istimewa. "Kami ingin mereka tidak
hanya mendapatkan akta nikah, tetapi juga kenangan manis dan rasa dihargai oleh
negara," tambah Slamet. Kegiatan nikah massal ini tidak
akan berhenti di Timika saja. Slamet menyampaikan bahwa ke depan, program
serupa akan difokuskan di wilayah-wilayah yang aksesnya lebih sulit, seperti
Kapiraya dan Potowayburu, khususnya untuk menyasar masyarakat Orang Asli Papua
(OAP) yang belum terlayani secara optimal. "Langkah ini sejalan dengan
semangat pemerataan pelayanan. Kita ingin semua warga, tanpa terkecuali,
memiliki akses yang sama terhadap administrasi kependudukan," tuturnya. Nikah massal ini menjadi
penegasan bahwa pelayanan publik bukan hanya soal dokumen, tetapi juga tentang
mengangkat martabat dan keadilan bagi setiap warga negara. (jidan)
06 Agu 2025, 23:39 WIT
Sambut Hari Kemerdekaan RI, Brimob Metro Jaya Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih
Papuanewsonline.com, Jakarta - Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Brimob Polda Metro Jaya menggelar aksi pembagian 5.000 bendera Merah Putih kepada warga dan pengendara di sejumlah titik padat lalu lintas di Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam menumbuhkan semangat nasionalisme serta memperkuat persatuan menjelang peringatan kemerdekaan bangsa.Aksi simpatik tersebut dilaksanakan atas arahan Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., dan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Satbrimob PMJ, Kompol Sukoco, S.H., M.H. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional “Merah Putih Berkibar di Seluruh Nusantara”, yang digaungkan dalam rangka menyemarakkan bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan.Dalam keterangannya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa pengibaran bendera Merah Putih bukan sekadar tradisi tahunan, namun simbol semangat dan jati diri bangsa.“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta memeriahkan hari kemerdekaan dengan mengibarkan bendera Merah Putih di rumah, kendaraan, dan tempat kerja sebagai bentuk cinta terhadap Indonesia,” tegasnya.Tiga lokasi strategis menjadi titik utama pembagian bendera, yaitu:Perempatan TL Jalan Prajurit KKO Usman dan HarunKawasan depan Capitol SuitesDepan Makosat Brimob Polda Metro JayaMasyarakat yang melintas tampak menyambut baik kegiatan tersebut. Banyak pengendara yang secara sukarela menghentikan kendaraan untuk menerima bendera dari anggota Brimob yang membagikannya dengan ramah dan penuh semangat.Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan kebhinekaan dalam rangka mewujudkan cita-cita kemerdekaan sesuai tema nasional tahun ini, “Indonesia Maju, Indonesia Bersatu.” PNO-12
06 Agu 2025, 10:13 WIT
Kunjungi Kampung Ansudu, Satgas Ops Damai Cartenz Berbagi Bingkisan Makanan Kepada Warga
Papuanewsonline.com, Sarmi - Satgas Humas Ops Damai Cartenz Posko Jayapura melaksanakan sambang dengan berbagi makanan dan susu kepada anak-anak di Kampung Ansudu, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi, pada Sabtu (2/8/2025) pukul 08.00 WIT. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ipda Syahrir Mahyuddin, S.H., dan berlangsung dengan penuh kehangatan dan interaksi positif bersama warga.Dalam kunjungan tersebut, personel Satgas membagikan bingkisan makanan ringan kepada anak-anak, melakukan sesi ngobrol santai, serta memberikan bantuan kepada warga lanjut usia yang hendak melakukan pengecekan kesehatan.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang turut hadir didampingi oleh Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata dari pendekatan humanis yang dilakukan oleh aparat kepolisian, khususnya kepada generasi muda Papua.“Anak-anak ini merupakan masa depan bangsa. Mereka adalah harapan kita ke depan. Maka pendekatan humanis seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta kedekatan emosional antara polisi dan anak-anak,” ujar Brigjen Faizal.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menambahkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara masyarakat dan institusi kepolisian, khususnya melalui interaksi langsung di tengah masyarakat."Kunjungan seperti ini adalah bagian dari upaya Satgas Ops Damai Cartenz untuk membangun kepercayaan publik serta menghadirkan wajah kepolisian yang lebih dekat, ramah, dan peduli terhadap masyarakat, terutama anak-anak dan lansia,” tutur Kombes Yusuf.Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini disambut antusias oleh warga Kampung Ansudu, yang merasa senang dan terbantu dengan kehadiran Satgas di tengah-tengah mereka. PNO-12
05 Agu 2025, 16:35 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru