Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Jaringan Hilang Total di Mimika, Warga Serbu Kafe Demi Starlink
Papuanewsonline.com, Mimika –
Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendadak lumpuh dari aktivitas digital setelah jaringan
telekomunikasi hilang total sejak Kamis (21/8/2025) dini hari. Sejak pukul
05.00 WIT, sinyal ponsel dan layanan internet tidak dapat digunakan sama
sekali. Padahal, sejak 16 Agustus 2025, jaringan internet memang sudah
mengalami gangguan serius, meski masyarakat masih bisa “memaksa” untuk
mengakses layanan dasar. Namun kali ini, kondisi berbeda.
Hilangnya jaringan benar-benar memutus konektivitas masyarakat, baik untuk
urusan bisnis, pekerjaan, maupun komunikasi sehari-hari. Tak ayal, fenomena ini
mendorong warga berbondong-bondong menyerbu kafe-kafe di Kota Timika yang
diketahui menggunakan jaringan Starlink sebagai alternatif. Beberapa kafe yang langsung
diserbu pengunjung antara lain Linear Cafe, TKP Timika, Cafe Mulo, Kini East,
hingga sejumlah kafe lain yang memang sudah lebih dulu menyediakan fasilitas
internet berbasis satelit. Suasana kafe yang biasanya
dipadati pelanggan pada sore atau malam hari, kini berubah sejak pagi.
Kursi-kursi penuh, colokan listrik diperebutkan, dan suasana menjadi riuh oleh
warga yang sibuk membuka laptop atau ponsel masing-masing. Bagi masyarakat Mimika, internet
bukan sekadar hiburan. Banyak warga menggantungkan pekerjaan, usaha, hingga
pendidikan anak pada jaringan daring. Hilangnya sinyal membuat mereka terpaksa
mencari “jalur darurat” agar tetap bisa bekerja dan berkomunikasi. Seorang warga bernama Afrian,
yang ditemui di TKP Cafe, mengaku tak punya pilihan lain selain datang ke kafe. “Baru hari ini ke kafe karena
jaringan sudah hilang total dari jam 5 subuh tadi. Sebelumnya masih bisa pakai
jaringan data, meskipun lambat, tapi sekarang sudah tidak bisa sama sekali,”
ungkapnya. Ia menambahkan, kondisi ini
menyulitkan dirinya yang sehari-hari harus mengirim laporan kerja secara
daring. Bahkan, beberapa warga lain mengaku sampai rela berpindah dari satu
kafe ke kafe lain karena tempat yang didatangi sudah terlalu penuh. Fenomena ini sekaligus
menggambarkan tingginya ketergantungan masyarakat Mimika terhadap akses
internet. Dari sektor usaha kecil hingga bisnis besar, semuanya terpukul oleh
hilangnya layanan telekomunikasi. Sebelumnya, PT Telkom Indonesia
menyebut gangguan disebabkan kerusakan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL)
Sulawesi-Maluku-Papua Cable System (SMPCS) ruas Sorong–Merauke. Proses
perbaikan membutuhkan waktu karena harus menunggu kapal khusus yang menangani
kabel optik bawah laut. Namun, bagi masyarakat Mimika,
gangguan ini bukan lagi sekadar persoalan teknis. Hilangnya jaringan berarti
hilangnya kesempatan berusaha, menurunnya produktivitas, hingga terhambatnya
akses pendidikan daring. Bahkan layanan pemerintahan yang berbasis internet pun
ikut terganggu. Di tengah kondisi ini, masyarakat
berharap agar perbaikan jaringan segera diselesaikan. Beberapa warga juga
mendesak agar operator seluler memberikan kompensasi yang layak, mengingat
kerugian yang mereka tanggung tidak kecil. Jika situasi seperti ini terus
berulang, banyak pihak menilai perlu ada diversifikasi infrastruktur
telekomunikasi di Papua. Starlink yang kini jadi “penyelamat” dadakan di
Mimika, bisa menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memperkuat jaringan
di wilayah-wilayah rawan gangguan. Penulis : Abim Editor : GF
22 Agu 2025, 14:52 WIT
Hari Juang Polri Diperingati di Surabaya : Kapolri Beri Penghargaan Kepada Veteran
Papuanewsonline.com, Surabaya –
Kota Pahlawan hari ini menjadi saksi sejarah ketika Kapolri Jenderal Polisi
Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung upacara peringatan Hari Juang Polri 2025
di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jawa Timur. Upacara digelar khidmat dan
penuh makna, dihadiri oleh para mantan Kapolri, pejabat utama Mabes Polri,
Forkopimda Jawa Timur, keluarga besar pahlawan Polisi Istimewa M. Jasin, hingga
para veteran yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Momentum ini bukan sekadar
seremoni tahunan, melainkan penegasan kembali peran Polri dalam sejarah
berdirinya Republik Indonesia. Sejarah Hari Juang Polri berakar pada peristiwa
heroik 21 Agustus 1945, saat Inspektur Polisi Kelas I M. Jasin membacakan Proklamasi
Polisi di Surabaya, menandai kesetiaan kepolisian pada NKRI dan tekad bersatu
dengan rakyat menghadapi Jepang maupun sekutu. Hari Juang Polri lahir dari
dinamika pasca proklamasi kemerdekaan RI. Pada 19 Agustus 1945, sidang kedua
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan status polisi agar
masuk ke dalam pemerintahan Indonesia. Menyikapi keputusan itu, M. Jasin
bersama pasukan Polisi Istimewa menggelar rapat dan sehari setelahnya, 21
Agustus 1945, mereka menyatakan sumpah setia kepada Republik. Pada pagi hari itu, M. Jasin
membacakan teks Proklamasi Polisi di markas Polisi Istimewa Surabaya. Dari
sana, semangat juang menyebar: gudang senjata dilucuti, senjata dibagi ke para
pejuang rakyat, pamflet proklamasi ditempel di seluruh penjuru kota. Aksi
heroik tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peristiwa menjelang Pertempuran
10 November 1945 di Surabaya. Rangkaian peristiwa ini menjadi
bukti bahwa Polri sejak awal adalah bagian dari perjuangan bangsa. Maka
tepatlah ketika Kapolri menerbitkan Keputusan Kapolri Nomor KEP/95/I/2024 yang
menetapkan 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri. Dalam upacara Hari Juang Polri
2025, Kapolri Jenderal Sigit bertindak sebagai inspektur upacara di hadapan 977
personel yang menjadi peserta. Hadir pula para tokoh besar kepolisian: mantan
Kapolri Jenderal (Purn) KPH Roesdihardjo, Jenderal (Purn) S. Bimantoro, hingga Jenderal
(Purn) Sutarman. Pejabat utama Mabes Polri turut
hadir, di antaranya Kabaharkam Polri Irjen Karyoto, Kalemdiklat Komjen
Chryshnanda Dwilaksana, Dankorbrimob Komjen Imam Widodo, serta sejumlah kapolda
dan pejabat tinggi lainnya. Dari unsur Forkopimda Jatim, hadir Gubernur
Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen Rudy Saladin, Kapolda
Jatim Irjen Nanang Avianto, dan pimpinan TNI, kejaksaan, serta DPRD. Yang membuat upacara semakin
istimewa adalah kehadiran keluarga besar M. Jasin dan Moekar (ajudan Jasin),
serta para veteran pejuang Seroja Timor Timur. Kapolri juga menyerahkan santunan
khusus kepada keluarga pahlawan dan veteran, sebagai bentuk penghormatan atas
jasa mereka. Usai upacara, Kapolri meresmikan Patung
M. Jasin di Monumen Polisi Istimewa. Patung setinggi 7 meter tersebut
menggambarkan M. Jasin menunggang kuda dengan sorot mata tajam—ikon keberanian
Polisi Istimewa. “Patung ini bukan hanya monumen,
tapi simbol perjuangan. Sejarah M. Jasin adalah sejarah Polri, sejarah bangsa.
Semangat itu harus diwariskan kepada generasi Polri berikutnya agar selalu
dekat dengan rakyat, menjaga NKRI, dan berani menghadapi segala tantangan,”
tegas Kapolri dalam sambutannya. Peringatan Hari Juang Polri 2025
menjadi momentum refleksi bahwa sejak awal lahirnya Republik, polisi adalah
garda depan pengabdian kepada bangsa. Bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi
juga pejuang rakyat yang berdarah-darah demi Merah Putih. Kapolri menegaskan, ke depan
Polri akan terus memperkuat peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan
masyarakat, sekaligus menjaga agar nilai patriotisme dan nasionalisme yang
diwariskan oleh para pendahulu tetap hidup dalam tubuh Polri. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 23:26 WIT
Abadikan Perjuangan Polisi Istimewa : Kapolri Resmikan Patung M. Jasin
Papuanewsonline.com, Surabaya –
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan Patung Pahlawan
Nasional Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. M. Jasin atau yang lebih dikenal
sebagai Komandan Polisi Istimewa, di kawasan Monumen Polisi Istimewa,
Jalan Raya Darmo, Surabaya, Kamis (21/8/2025). Peresmian ini menjadi puncak
rangkaian Hari Juang Polri 2025, sekaligus penghormatan atas kiprah sang
legenda dalam sejarah lahirnya kepolisian republik. Patung tersebut dibangun dengan
ukuran megah: tinggi keseluruhan 7 meter, panjang 5,6 meter, dan lebar 5 meter.
Sosok M. Jasin digambarkan gagah menunggang kuda dengan pandangan tegas, simbol
keberanian dan jiwa kepemimpinan beliau ketika memimpin Polisi Istimewa melawan
pasukan sekutu dalam pertempuran Surabaya tahun 1945. Di bawahnya, pada bagian prasasti
dan relief, terpahat kisah perjuangan heroik M. Jasin dan pasukannya—kisah yang
menjadi tonggak sejarah lahirnya Hari Juang Polri. Sejarah mencatat, 21 Agustus 1945,
hanya beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, Inspektur Polisi Kelas I M.
Jasin memimpin Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsutai) dan membacakan Proklamasi
Polisi di Surabaya. Isi proklamasi itu tegas: Polisi
Istimewa resmi menjadi Polisi Republik Indonesia yang bersatu dengan rakyat,
berjuang mempertahankan kemerdekaan. Tidak berhenti di situ, Jasin
memimpin aksi pelucutan senjata tentara Jepang, membagikan senjata kepada para
pejuang rakyat, hingga menyebarkan pamflet proklamasi untuk membakar semangat
melawan penjajahan. Peran Jasin dan Polisi Istimewa
inilah yang kemudian meneguhkan polisi sebagai bagian dari rakyat dan bangsa,
bukan alat kekuasaan kolonial. Dalam peresmian tersebut, Kapolri
menegaskan bahwa patung M. Jasin bukan hanya simbol fisik, tetapi juga penyambung
semangat juang yang wajib diwariskan ke generasi kepolisian berikutnya. “Patung ini bukan hanya monumen,
melainkan pengingat bahwa sejak awal berdirinya, Polri lahir dari rahim
perjuangan rakyat, untuk rakyat, dan bersama rakyat. Nilai patriotisme,
keberanian, dan pengabdian M. Jasin akan terus hidup dalam setiap langkah anggota
Polri hari ini dan masa depan,” ujar Jenderal Sigit. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes
Pol Jules Abraham Abast, menambahkan bahwa keberadaan patung M. Jasin memiliki
makna ganda: pengingat sejarah sekaligus pengikat emosional antara Polri dan
masyarakat. “Dengan adanya patung M. Jasin di
Monumen Polisi Istimewa, kita tidak hanya mengenang jasa pahlawan, tetapi juga
mengajak generasi penerus Polri dan anak bangsa untuk belajar nilai
patriotisme, nasionalisme, dan keberanian dari beliau,” jelas Jules. Peresmian patung ini bertepatan
dengan peringatan Hari Juang Polri 2025, yang digelar khidmat dengan dihadiri
jajaran pejabat utama Mabes Polri, pejabat utama Polda Jatim, Forkopimda Jawa
Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para veteran pejuang Surabaya. Doa bersama dan tabur bunga di
Monumen Polisi Istimewa menjadi penutup acara, menegaskan bahwa semangat juang
M. Jasin akan terus menjadi inspirasi Polri dalam menjaga keutuhan NKRI serta
merawat kedekatan dengan rakyat. Penulis : GFEditor : GF
21 Agu 2025, 23:20 WIT
Kapolri Kunjungi Dua Ponpes di Jawa Timur
Papuanewsonline.com, Jombang —
Dalam suasana penuh kehangatan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan
kunjungan silaturahmi ke dua pondok pesantren (ponpes) ternama di Jawa Timur,
yakni Ponpes Langitan di Tuban dan Ponpes Majma’al Bahroin Hubbul Wathon Minal
Iman Shiddiqiyyah di Ploso, Jombang, Rabu (20/8). Kunjungan tersebut bukan sekadar
agenda seremonial, melainkan bagian dari langkah strategis Polri untuk
mempererat hubungan ulama dan umara (pemimpin agama dan pemimpin pemerintahan),
serta memperkuat fondasi kerukunan dalam menjaga keamanan dan ketertiban
masyarakat (kamtibmas) di tanah air. Dalam kesempatan itu, Kapolri
menegaskan pentingnya merawat hubungan erat antara Polri dengan para tokoh
agama, ulama, dan masyarakat luas. “Yang pertama tentunya ini bagian
dari kegiatan kami untuk terus membangun silaturahmi, membangun sinergitas,
membangun hubungan antara umara dan seluruh ulama,” ujar Sigit di hadapan para
pengasuh dan santri ponpes. Menurutnya, Polri sadar bahwa
kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh aparat keamanan, tetapi juga oleh
kontribusi tokoh agama yang selama ini menjadi teladan moral dan penyejuk umat. Jenderal Sigit menegaskan bahwa
agenda silaturahmi ini juga merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Joko
Widodo agar seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan kerukunan. “Sebagaimana perintah Bapak
Presiden, kita diminta untuk terus menjaga kerukunan. Polri berkomitmen hadir,
mendengarkan, dan bekerja sama dengan para ulama serta masyarakat agar
persaudaraan kebangsaan tetap terjaga,” tegas Kapolri. Ia menambahkan, kerukunan bukan
hanya soal meredam konflik, tetapi juga membangun optimisme bersama dalam
menghadapi tantangan global, termasuk pangan, teknologi, dan pembangunan sumber
daya manusia. Dalam dialognya, Kapolri
menyinggung tentang visi besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan
bahwa pondok pesantren memiliki peran sentral dalam mencetak generasi muda
berkarakter, berilmu, sekaligus berakhlak mulia. “Baik dalam hal ketahanan pangan,
swasembada, maupun mempersiapkan SDM unggul, kita harus bersama-sama mengelola
potensi bangsa agar bisa membawa Indonesia masuk ke era generasi emas sesuai
dengan cita-cita kita semua,” ucapnya. Menurut Sigit, pesantren bukan
hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang
mampu melahirkan kader bangsa yang siap menghadapi tantangan zaman. Tidak hanya menyampaikan pesan,
Kapolri juga dengan rendah hati meminta masukan langsung dari para tokoh agama
terkait peran Polri dalam melayani masyarakat. “Kami mohon wejangan, mohon
masukan, sehingga kami bisa bekerja lebih baik, mendengar lebih baik, dan
memberikan pelayanan yang sesuai dengan harapan masyarakat,” tutup Sigit. Kunjungan Kapolri ke dua
pesantren besar di Jawa Timur ini disambut hangat oleh para pengasuh ponpes,
tokoh agama, serta para santri. Silaturahmi ini diharapkan mampu memperkuat
ikatan kepercayaan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menjaga harmoni kebangsaan
di tengah tantangan dinamika sosial. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 23:10 WIT
Tokoh Adat Papua Dukung Satgas Damai Cartenz
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Suara dukungan untuk Polri, khususnya Satgas Operasi Damai Cartenz, kembali
mengalir dari masyarakat adat Papua. Kali ini, Ondofolo Sentani Yanto Eluay,
salah satu tokoh adat yang disegani di Tanah Papua, menyatakan komitmennya
untuk mendukung penuh langkah kepolisian dalam menindak tegas Kelompok Kriminal
Bersenjata (KKB) yang kerap menimbulkan gangguan keamanan di wilayah pegunungan
maupun daerah rawan konflik lainnya. “Kami seluruh masyarakat Papua,
khususnya para tokoh adat, memiliki tanggung jawab menjaga tanah Papua agar
tetap aman dan damai. Apa pun yang negara lakukan melalui Satgas Ops Damai
Cartenz adalah untuk mewujudkan Papua yang aman dan damai,” ujar Yanto Eluay di
Jayapura. Dalam keterangannya, Yanto
menegaskan bahwa berbagai tindakan penegakan hukum yang dilakukan Satgas Damai
Cartenz patut diapresiasi, terutama karena menyasar pihak-pihak yang masih
melakukan aksi kekerasan, penembakan, hingga gangguan terhadap aktivitas masyarakat. “Harapan kami, semua tindakan
yang mengganggu situasi kamtibmas segera dihentikan. Kami memberikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada Polri yang sudah berupaya menjaga keamanan di tanah
ini,” tambahnya. Menurut Yanto, keberadaan Satgas
Damai Cartenz telah memberikan dampak positif, khususnya dalam menekan ruang
gerak kelompok bersenjata yang selama ini menghambat ketenteraman warga dan
jalannya pembangunan di Papua. Lebih jauh, Yanto mengajak
seluruh masyarakat Papua, baik di perkotaan maupun pedalaman, untuk tidak
tinggal diam. Ia menekankan pentingnya kebersamaan semua elemen masyarakat
dalam mendukung langkah Polri. “Mari kita jaga selalu Papua yang
aman dan damai sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan masyarakat bisa
merasakan kesejahteraan bersama,” tegasnya. Menurutnya, kondisi aman dan
damai adalah kunci bagi Papua untuk terus maju. Tanpa stabilitas, pembangunan
infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan akan sulit dirasakan secara merata
oleh masyarakat. Dukungan yang disampaikan
Ondofolo Sentani ini bukan sekadar bentuk solidaritas, tetapi juga simbol
legitimasi budaya. Sebagai tokoh adat, Yanto Eluay menegaskan bahwa masyarakat
adat memiliki peran penting dalam mengawal keamanan di Papua. Suara tokoh adat,
menurutnya, bisa menjadi penguat moral bagi aparat dan juga pengingat bagi
masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. “Kami tokoh adat siap berada di
garis depan untuk mendukung langkah penegakan hukum. Keamanan adalah milik
bersama, bukan hanya urusan aparat,” ujarnya. Yanto juga menitipkan pesan
khusus kepada generasi muda Papua agar menjauhi segala bentuk kekerasan dan
tidak terjebak dalam provokasi kelompok bersenjata. Ia mengingatkan bahwa masa
depan Papua ada di tangan anak-anak mudanya. “Generasi muda harus berperan
aktif membangun tanahnya sendiri. Jangan biarkan energi muda habis untuk
hal-hal yang merusak. Mari fokus pada pendidikan, ekonomi, dan kegiatan positif
yang bermanfaat untuk masa depan,” pungkasnya. Dengan dukungan para tokoh adat,
langkah Polri melalui Satgas Damai Cartenz dalam menegakkan hukum terhadap KKB
kian mendapat legitimasi sosial. Hal ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi
terciptanya Papua yang benar-benar aman, damai, dan sejahtera. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 22:45 WIT
Polri Luncurkan “Polri Awards 2025” untuk Dukung Kesetaraan Gender
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian
Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menorehkan langkah progresif dalam
sejarah transformasinya. Melalui Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri,
institusi ini secara resmi meluncurkan “Polri Awards in Support of HeForShe
Movement” 2025, sebuah penghargaan bergengsi yang memberikan apresiasi khusus
kepada para pemimpin laki-laki di tubuh Polri atas kontribusinya dalam
mendorong kesetaraan gender serta memperkuat peran Polisi Wanita (Polwan). Dilaksanakan bertepatan dengan peringatan
Hari Jadi ke-77 Polwan RI, penghargaan ini menjadi bagian dari kerja sama
strategis Polri bersama UN Women Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya berskala
nasional, tetapi juga menempatkan Polri sejajar dengan institusi-institusi
kepolisian dunia yang berkomitmen terhadap inklusivitas. “Pengarusutamaan gender di tubuh
Polri adalah strategi kelembagaan. Ini memperkuat profesionalisme, membuka
jalan bagi Polwan menempati posisi strategis, dan menegaskan bahwa Polri
berkomitmen pada tata kelola keamanan yang adil, humanis, dan menghormati HAM,”
ujar Irjen Pol. Arradina Zessa Devy, salah satu senior Polwan RI, dalam
peluncuran program tersebut. Nominasi dibuka bagi Kepala
Satuan Kerja (Kasatker) dan Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil). Proses seleksi
tidak main-main. Para kandidat dinilai berdasarkan tiga kriteria utama: Kepemimpinan,
yaitu integritas, komitmen, dan inovasi dalam mendorong kesetaraan gender, Dampak,
yaitu sejauh mana kebijakan dan aksi nyata mereka memberi pengaruh positif di
internal maupun eksternal Polri, Keberlanjutan , yaitu upaya menjaga
konsistensi serta keberlanjutan program kesetaraan gender. Dewan juri terdiri dari
tokoh-tokoh kredibel lintas bidang, seperti Jaleswari Pramodhawardani (Kepala
Lab45), Choirul Anam (Komisioner Kompolnas), Ratna Batara Munti (Wakil Ketua
Komnas Perempuan), Nur Hasyim (Co-Founder Aliansi Laki-Laki Baru), serta Sonya
Hellen Sinombor (jurnalis senior). Proses nominasi dimulai sejak 19
Agustus 2025 melalui distribusi panduan teknis ke seluruh jajaran Polri.
Setelah itu, akan ada kampanye publik hingga 25 Agustus, pengumuman nominator
pada 1 September, serta visitasi lapangan 5–10 September 2025. Puncak acara akan digelar pada 24
September 2025, ditandai dengan malam penganugerahan dan peluncuran buku
“HeForShe Indonesia: Praktik Baik Menuju Kesetaraan”. Menurut Jaleswari Pramodhawardani,
penghargaan ini tidak hanya penting bagi Polri, tetapi juga menjadi praktik
baik yang bisa diadopsi oleh institusi lain, baik nasional maupun global.
“Polri telah menerjemahkan komitmen dalam aksi nyata. Ini bisa menjadi contoh
bagi lembaga lain di seluruh dunia,” ungkapnya. Sementara itu, Choirul Anam
menilai langkah ini akan meningkatkan kepercayaan publik.
“Pengakuan terhadap pemimpin Polri yang mendorong kesetaraan gender membuat
institusi ini lebih humanis dan akuntabel. Ini bukti Polri serius berbenah,”
jelasnya. Dari perspektif Komnas Perempuan,
Ratna Batara Munti menekankan pentingnya peran pimpinan laki-laki sebagai
pendukung strategis Polwan.
“Dengan penghargaan ini, pimpinan didorong menciptakan lingkungan kerja yang
aman dan bebas dari kekerasan. Ini vital untuk memperkuat peran Polwan,
terutama dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan,” tuturnya. Dukungan penuh datang dari UN
Women Indonesia melalui Dwi Yuliawati, Head of Programmes, yang menegaskan
bahwa kesetaraan gender bukan hanya urusan perempuan.
“Kesetaraan gender adalah tujuan bersama. Butuh keterlibatan semua pihak, baik
laki-laki maupun perempuan, untuk menciptakan lingkungan kerja kepolisian yang
inklusif dan adil,” ucapnya. Sebagai penanggung jawab
kegiatan, Kombes Pol. Bayu Dewantoro, Kabaggassus Robinkar SSDM Polri, menutup
dengan optimisme.
“Kami berharap para pemimpin Polri terus menjadi agen perubahan, memberi
inspirasi, dan kontribusi nyata. Proses penilaian akan ketat dan objektif,
sehingga pemenang benar-benar terbukti berdampak di lapangan,” jelasnya. Dengan inisiatif ini, Polri
semakin meneguhkan diri sebagai institusi modern dan inklusif, sejalan dengan
visi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan Polri
Presisi. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 06:10 WIT
Bupati Mimika Resmikan Gedung Graha GBI MCC di Jalan Amungsa
Papuanewsonline.com, Mimika –
Suasana penuh sukacita menyelimuti jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Mimika
Christian Center (MCC) saat Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M.,
meresmikan Gedung Graha GBI MCC yang berlokasi di Jalan Amungsa, Distrik Mimika
Baru. Acara peresmian berlangsung meriah, ditandai dengan penandatanganan
prasasti dan berita acara, yang menjadi simbol resmi dimulainya pemanfaatan
gedung graha yang modern dan representatif tersebut. Dalam sambutannya di mimbar,
Bupati Rettob menyampaikan bahwa pembangunan rumah ibadah bukan sekadar
pembangunan fisik, melainkan juga pembangunan spiritual yang akan menjadi
fondasi penting bagi pembangunan masyarakat Mimika ke depan. “Dengan segala keanekaragaman di
Mimika, banyak upaya untuk menyatukan masyarakat. Maka, dengan dasar ini dibuat
tagline ‘Mimika Rumah Kita’, bagaimana kita menjadi satu dengan
keberagaman masyarakatnya baik dari sisi adat, budaya, etnis, maupun agama,”
ujar Rettob disambut tepuk tangan hangat jemaat. Bupati Rettob menegaskan bahwa pembangunan
rumah ibadah tetap menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Mimika. Menurutnya,
tempat ibadah memiliki peran penting dalam menjaga kedamaian dan menumbuhkan
nilai moral di tengah masyarakat. “Pembangunan rumah ibadah
merupakan prioritas pemerintah. Mari kita bersama-sama menciptakan daerah ini
menjadi lebih baik, aman, dan sejahtera,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh
masyarakat Mimika untuk menjadikan gedung gereja ini bukan hanya sebagai tempat
beribadah, melainkan juga sebagai ruang yang mampu mempersatukan dan membawa
berkat bagi semua kalangan. Gedung Graha GBI MCC yang baru
diresmikan ini diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas jemaat, baik dalam
kegiatan rohani maupun sosial. Bangunan megah yang berdiri kokoh di Jalan
Amungsa itu bukan hanya simbol kebanggaan bagi jemaat GBI, tetapi juga menjadi
bukti nyata komitmen masyarakat Mimika dalam menjaga toleransi antar umat
beragama. Peresmian ini turut dihadiri oleh
tokoh agama, perwakilan Forkopimda, serta masyarakat setempat. Semua yang hadir
tampak antusias menyaksikan momen bersejarah tersebut. Rettob dalam sambutannya kembali
menekankan bahwa Mimika adalah rumah bersama. Dengan segala keragaman yang ada,
ia berharap masyarakat semakin solid menjaga kedamaian, sehingga Mimika tetap
menjadi tanah yang ramah, harmonis, dan sejahtera bagi semua orang. “Semoga Graha GBI MCC ini menjadi
tempat yang menyatukan umat dan menjadi berkat bagi seluruh masyarakat Mimika,”
pungkas Bupati. Penulis : Jidan Editor : GF
20 Agu 2025, 18:46 WIT
Karnaval HUT ke-80 RI Tetap Semarak Meski Hujan
Papuanewsonline.com, Mimika –
Hujan yang mengguyur Kota Timika sejak pagi tak menyurutkan langkah ribuan
pelajar dari berbagai sekolah untuk memeriahkan karnaval HUT ke-80 Republik
Indonesia. Dengan mengenakan kostum warna-warni dan kreasi unik, mereka tetap
melangkah penuh semangat di jalan-jalan utama Timika. Sebanyak 161 sekolah, mulai dari
tingkat TK, SD, SMP hingga SMA/SMK, ikut serta dalam pawai akbar ini. Barisan
marching band, kostum adat, pakaian pejuang kemerdekaan, hingga busana kreasi
modern hasil karya pelajar sendiri, membuat karnaval semakin meriah dan
menyedot perhatian masyarakat. Kegiatan ini secara resmi dilepas
oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, di
pelataran Gedung Eme Neme Yauware. Dalam sambutannya, ia mengaku bangga melihat
antusiasme para pelajar yang tak goyah meski cuaca kurang bersahabat. “Nilai-nilai nasionalisme harus
tertanam sejak dini. Antusiasme anak-anak luar biasa. Walaupun hujan, mereka
tetap bersemangat. Itu artinya, jiwa nasionalisme benar-benar hidup dalam diri
mereka,” tegas Abraham Kateyau. Ia juga menambahkan bahwa
dukungan orang tua, guru, dan pemerintah sangat penting untuk terus menumbuhkan
semangat kebangsaan pada generasi muda. Tak hanya pelajar, ribuan
masyarakat juga memadati pinggir jalan untuk menyaksikan karnaval. Mereka
bersorak, bertepuk tangan, bahkan ikut menari mengikuti irama drum band yang
dimainkan para siswa. Banyak pula orang tua yang rela kehujanan demi memberikan
dukungan penuh kepada anak-anak mereka. Pemandangan itu menjadi bukti
bahwa HUT RI bukan sekadar seremoni, melainkan pesta rakyat yang menyatukan
semua kalangan. Abraham Kateyau berharap karnaval
serupa bisa terus digelar setiap tahunnya dengan konsep yang lebih kreatif,
tidak hanya melibatkan pelajar tetapi juga masyarakat luas, komunitas budaya,
dan organisasi masyarakat. “Kalau tahun ini anak-anak
sekolah yang dominan, ke depan kita bisa kembangkan jadi festival rakyat. Semua
bisa ikut serta agar kebersamaan dan rasa nasionalisme semakin kuat,” ujarnya. Karnaval HUT ke-80 RI di Timika
pun menjadi bukti nyata bahwa semangat merah putih tidak mudah luntur, bahkan
di bawah guyuran hujan sekalipun. Generasi muda Papua menunjukkan bahwa cinta
tanah air selalu hidup dalam hati mereka. Penulis : Abim Editor : GF
19 Agu 2025, 12:46 WIT
Khidmat di Mandala! Pj Gubernur Fatoni Pimpin Upacara HUT ke-80 RI
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Langit pagi Jayapura tampak cerah ketika ribuan masyarakat Papua berkumpul di
Stadion Mandala untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Suasana khidmat menyelimuti seluruh peserta saat Sang Saka Merah Putih
dikibarkan dengan gagah oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang
merupakan putra-putri terbaik Papua. Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus
Fatoni, hadir sebagai Inspektur Upacara, memimpin jalannya peringatan
bersejarah yang penuh makna. Upacara ini tidak hanya menjadi simbol
penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga menjadi momentum untuk
mengukuhkan kembali komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan
di tanah Papua. Dalam amanatnya, Pj Gubernur
Fatoni menyampaikan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan yang telah diraih
bangsa Indonesia selama delapan dekade. Ia menegaskan bahwa suasana kondusif
dan damai di Papua adalah modal berharga untuk mewujudkan pembangunan dan
kesejahteraan masyarakat. “Di Papua, kita bisa menikmati
kemerdekaan itu dan kita peringati dengan sukacita. Kedamaian dan persatuan
harus kita jaga bersama, karena itu fondasi utama untuk membangun Papua yang
lebih baik,” tegasnya. Ia juga memberikan apresiasi atas
lancarnya berbagai kegiatan rangkaian HUT ke-80 RI di Papua, mulai dari
perlombaan rakyat, pawai budaya, hingga doa bersama lintas agama. Semua itu,
menurutnya, menunjukkan wajah Papua yang penuh toleransi dan semangat kebersamaan. Prosesi pengibaran bendera
menjadi puncak acara, di mana pasukan Paskibraka yang berasal dari berbagai
kabupaten di Papua dengan penuh disiplin mengibarkan Sang Merah Putih.
Kehadiran mereka membawa harapan besar bagi generasi muda Papua sebagai penerus
perjuangan bangsa. Sehari sebelumnya, Sabtu (16/8),
Pj Gubernur Agus Fatoni telah mengukuhkan para anggota Paskibraka tersebut.
Baginya, hal itu merupakan bentuk penghormatan sekaligus dukungan kepada
generasi muda Papua agar terus menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta
tanah air. Stadion Mandala, yang telah
menjadi ikon perayaan kemerdekaan di Jayapura, kembali menjadi saksi bagaimana
semangat kebangsaan tumbuh subur di bumi Cenderawasih. Ribuan masyarakat dari
berbagai latar belakang hadir dengan penuh antusias, mengenakan pakaian adat,
seragam ASN, hingga kostum pelajar, semuanya melebur dalam semangat merah
putih. Bunyi tabuhan tifa dan sorak
sorai masyarakat semakin menambah semarak peringatan hari bersejarah ini. Meski
berlangsung dengan khidmat, nuansa kebersamaan tetap terasa kental. Di akhir upacara, Fatoni berharap
agar semangat kemerdekaan tidak hanya berhenti pada seremoni tahunan, melainkan
diwujudkan dalam kerja nyata seluruh elemen masyarakat. “Semoga semangat 80 tahun
kemerdekaan ini menjadi energi baru untuk kita semua, khususnya di Papua, dalam
berkontribusi mewujudkan bangsa yang maju, berdaulat, dan sejahtera,”
pungkasnya. Penulis : Jidan Editor : GF
18 Agu 2025, 21:12 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru