Papuanewsonline.com
LMA Mimika Ajak Semua Pihak Tahan Diri Jaga Perdamaian dan Lindungi Warga Sipil Papua
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
Enam Warga Sipil Ditembak Di Tembagapura, Aktivis Deby Santoso Desak Proses Hukum Transparan
Direktur Law Firm Golda: Transaksi Perkara Di Timika Semakin Subur, Masyarakat Miskin Jadi Korban
BADKO HMI Papua Dukung Penertiban Tambang Ilegal oleh Gubernur Papua Tengah
DPR Papua Tengah, Mimika dan Puncak Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Kwamki Narama
BERITA TAG Budaya
Homepage
Khidmat di Mandala! Pj Gubernur Fatoni Pimpin Upacara HUT ke-80 RI
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Langit pagi Jayapura tampak cerah ketika ribuan masyarakat Papua berkumpul di
Stadion Mandala untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Suasana khidmat menyelimuti seluruh peserta saat Sang Saka Merah Putih
dikibarkan dengan gagah oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang
merupakan putra-putri terbaik Papua. Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus
Fatoni, hadir sebagai Inspektur Upacara, memimpin jalannya peringatan
bersejarah yang penuh makna. Upacara ini tidak hanya menjadi simbol
penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga menjadi momentum untuk
mengukuhkan kembali komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan
di tanah Papua. Dalam amanatnya, Pj Gubernur
Fatoni menyampaikan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan yang telah diraih
bangsa Indonesia selama delapan dekade. Ia menegaskan bahwa suasana kondusif
dan damai di Papua adalah modal berharga untuk mewujudkan pembangunan dan
kesejahteraan masyarakat. “Di Papua, kita bisa menikmati
kemerdekaan itu dan kita peringati dengan sukacita. Kedamaian dan persatuan
harus kita jaga bersama, karena itu fondasi utama untuk membangun Papua yang
lebih baik,” tegasnya. Ia juga memberikan apresiasi atas
lancarnya berbagai kegiatan rangkaian HUT ke-80 RI di Papua, mulai dari
perlombaan rakyat, pawai budaya, hingga doa bersama lintas agama. Semua itu,
menurutnya, menunjukkan wajah Papua yang penuh toleransi dan semangat kebersamaan. Prosesi pengibaran bendera
menjadi puncak acara, di mana pasukan Paskibraka yang berasal dari berbagai
kabupaten di Papua dengan penuh disiplin mengibarkan Sang Merah Putih.
Kehadiran mereka membawa harapan besar bagi generasi muda Papua sebagai penerus
perjuangan bangsa. Sehari sebelumnya, Sabtu (16/8),
Pj Gubernur Agus Fatoni telah mengukuhkan para anggota Paskibraka tersebut.
Baginya, hal itu merupakan bentuk penghormatan sekaligus dukungan kepada
generasi muda Papua agar terus menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta
tanah air. Stadion Mandala, yang telah
menjadi ikon perayaan kemerdekaan di Jayapura, kembali menjadi saksi bagaimana
semangat kebangsaan tumbuh subur di bumi Cenderawasih. Ribuan masyarakat dari
berbagai latar belakang hadir dengan penuh antusias, mengenakan pakaian adat,
seragam ASN, hingga kostum pelajar, semuanya melebur dalam semangat merah
putih. Bunyi tabuhan tifa dan sorak
sorai masyarakat semakin menambah semarak peringatan hari bersejarah ini. Meski
berlangsung dengan khidmat, nuansa kebersamaan tetap terasa kental. Di akhir upacara, Fatoni berharap
agar semangat kemerdekaan tidak hanya berhenti pada seremoni tahunan, melainkan
diwujudkan dalam kerja nyata seluruh elemen masyarakat. “Semoga semangat 80 tahun
kemerdekaan ini menjadi energi baru untuk kita semua, khususnya di Papua, dalam
berkontribusi mewujudkan bangsa yang maju, berdaulat, dan sejahtera,”
pungkasnya. Penulis : Jidan Editor : GF
18 Agu 2025, 21:12 WIT
HUT ke-80 RI: Merah Putih Berkibar di Negeri Awan Tembagapura
Papuanewsonline.com, Tembagapura
– 17 Agustus 2025 – Di tengah dinginnya udara pegunungan dan kabut tebal yang
menyelimuti perbukitan Mimika, Sang Saka Merah Putih berkibar gagah di langit
Tembagapura. PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar upacara peringatan HUT
ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Bola Tembagapura, yang berada
di ketinggian lebih dari 2.100 meter di atas permukaan laut. Momen ini menghadirkan suasana
yang begitu khidmat, seolah-olah upacara berlangsung di negeri atas awan.
Ratusan karyawan PTFI, dengan penuh disiplin, berdiri tegak mengikuti jalannya
upacara. Deru angin dingin tidak menyurutkan semangat nasionalisme, justru
memperkuat rasa syukur atas 80 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Bertindak sebagai inspektur
upacara, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan
amanat yang menggugah semangat. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan di
tengah keberagaman serta mengajak seluruh insan Freeport untuk terus
berkontribusi bagi Indonesia. “Tema tahun ini, Bersatu,
Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, mengingatkan kita semua untuk
tidak berhenti bekerja, berinovasi, dan bersatu demi kemajuan bangsa,” ujar
Tony dalam pidatonya. Tony menambahkan bahwa PTFI tidak
hanya sekadar perusahaan tambang, melainkan bagian penting dari perjalanan
pembangunan nasional. “Dari Papua untuk Indonesia, kontribusi kita adalah
bagian dari cita-cita besar kemerdekaan: mewujudkan kesejahteraan rakyat,”
tegasnya. Tidak hanya di Tembagapura,
upacara peringatan HUT RI ke-80 juga digelar serentak di berbagai lokasi
operasi PTFI, termasuk Kuala Kencana (Mimika), Nabire, Gresik (Jawa Timur),
hingga Jakarta melalui sambungan daring. Hal ini menjadi bukti komitmen PTFI bahwa
di manapun berada, semangat nasionalisme tetap menyala. Sejak beroperasi di Papua pada
1973, Freeport telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Pada
2024, kontribusi PTFI mencapai 4,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 80 triliun,
yang mencakup pajak, royalti, dividen, dan bagi hasil. Dari jumlah tersebut,
sekitar Rp 11 triliun disalurkan langsung ke pemerintah daerah Papua Tengah,
termasuk Kabupaten Mimika. Selain kontribusi fiskal,
Freeport juga berkomitmen terhadap pembangunan sosial. Sepanjang 2024, PTFI
menyalurkan Rp 2 triliun untuk program investasi sosial, mulai dari pendidikan,
kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga pembangunan infrastruktur
masyarakat. Tony Wenas juga menyinggung
keberhasilan PTFI dalam mendukung hilirisasi. Smelter raksasa di Gresik yang
baru saja diresmikan menjadi salah satu pencapaian monumental. Dengan
beroperasinya smelter tersebut, PTFI kini mengelola rantai produksi dari hulu hingga
hilir, menjadikannya salah satu pengelola tambang terintegrasi terbesar di
dunia. “Kontribusi ini menegaskan posisi
Freeport sebagai motor hilirisasi industri tambang Indonesia, sekaligus pilar
pembangunan ekonomi nasional dari Papua untuk Nusantara,” pungkas Tony. Setelah pengibaran bendera,
kemeriahan perayaan HUT ke-80 RI di Tembagapura berlanjut dengan tari kolosal
bernuansa Papua, konser musik, hingga berbagai hiburan rakyat yang diikuti
ribuan karyawan beserta keluarga mereka. Gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai
peserta semakin mempertegas bahwa semangat kemerdekaan tak pernah pudar, meski
berada jauh di ketinggian pegunungan Papua. Penulis : Jidan Editor : GF
18 Agu 2025, 20:55 WIT
Meski Diguyur Hujan, Paskibra Mimika Tetap Sukses Kibarkan Merah Putih
Papuanewsonline.com, Mimika –
Hujan deras yang mengguyur Lapangan Pusat Pemerintahan SP3, Kabupaten Mimika,
tidak menyurutkan semangat Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) untuk menunaikan
tugas suci mereka. Dengan langkah tegap dan penuh keyakinan, anak-anak terbaik
Mimika berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih dalam upacara peringatan Hari
Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Momen penuh haru sekaligus
membanggakan itu semakin istimewa karena Paskibra tahun ini didominasi oleh
putra-putri asli Papua. Mereka adalah Timotius Makamu, Joseph Hendrik, dan
Deten Humawak yang mendapat kehormatan sebagai pengerek bendera, sementara Mirekel
Dracella Korey dipercaya sebagai pembawa baki. Tugas berat sebagai Komandan
Pasukan diemban oleh Sion Gibeon Wanimbo, yang dengan lantang memimpin barisan
di hadapan ribuan pasang mata. Saat prosesi dimulai, hujan deras
sempat membuat lapangan becek dan licin. Namun, hal itu tidak sedikitpun
mengurangi khidmatnya suasana. Seluruh anggota Paskibra tetap tampil dengan
disiplin tinggi, menunjukkan latihan panjang dan mental baja yang mereka
miliki. “Keberhasilan anak-anak kita hari
ini adalah bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan tidak bisa dikalahkan oleh
cuaca apapun,” ujar Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang bertindak sebagai
inspektur upacara. Upacara juga dihadiri Kapten POM
Tituler I Made Widhiyasa, pejabat daerah, tokoh masyarakat, ASN, serta unsur Forkopimda
Kabupaten Mimika, yang memberikan dukungan penuh atas suksesnya peringatan
bersejarah ini. Keberhasilan Paskibra Mimika
mengibarkan bendera Merah Putih tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga
simbol kuat persatuan dan kebanggaan di tanah Papua. Sorak-sorai dan tepuk
tangan membahana usai Sang Merah Putih berkibar gagah di langit Mimika. Masyarakat yang hadir pun larut
dalam rasa haru. Bagi sebagian orang tua, momen ini adalah kebanggaan
tersendiri karena putra-putri asli daerah dipercaya mengemban tugas mulia di
hadapan publik. Selepas prosesi pengibaran
bendera, suasana berubah lebih meriah. Para siswa sekolah menampilkan atraksi
seni budaya, menambah semarak suasana peringatan. Tak berhenti di situ, Bupati
dan Wakil Bupati Mimika bersama pejabat daerah, ASN, hingga aparat keamanan
ikut bergabung dengan masyarakat dalam tarian seka massal. Dentuman musik khas Papua
menggema, mengiringi ribuan peserta yang bergandengan tangan menari dalam
lingkaran. Tarian ini menjadi penutup yang indah, memperlihatkan betapa eratnya
semangat kebersamaan di antara masyarakat Mimika dalam merayakan hari kemerdekaan. Peringatan HUT ke-80 RI di Mimika
tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk merefleksikan
perjalanan bangsa. Dari perjuangan para pahlawan hingga tekad generasi muda
Papua, semuanya berpadu dalam satu semangat: menjaga keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia. “Ini bukan hanya tugas
mengibarkan bendera. Ini adalah simbol bahwa kita, generasi Papua, siap menjaga
dan mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya,” ungkap salah satu anggota
Paskibra dengan mata berkaca-kaca. Dengan penuh kebanggaan,
masyarakat Mimika menutup peringatan HUT RI ke-80 dengan doa agar Indonesia
terus berjaya, damai, dan sejahtera. Penulis : Abim Editor : GF
18 Agu 2025, 11:26 WIT
Ustaz Yusuf Mansur: Kapolri Luar Biasa, Khatam Al-Qur’an Jadi Tradisi di HUT RI
Papuanewsonline.com, Jakarta –
Semarak peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya
dirayakan dengan upacara kenegaraan dan parade kebangsaan, tetapi juga melalui
kegiatan spiritual yang penuh makna. Polri, melalui Divisi Humas, kembali
menggelar Khataman Al-Qur’an bersama 80 hafiz dan hafizah di Yayasan Daarul
Qur’an Indonesia, Kota Tangerang. Kegiatan ini menuai apresiasi
tinggi dari Ustaz Yusuf Mansur, yang menyebut langkah Kapolri Jenderal Polisi
Listyo Sigit Prabowo sebagai sesuatu yang “luar biasa” dan patut dijadikan
teladan. “Iya nih hebat banget Kapolri dan
institusi Polri, para pimpinan luar biasa. Setiap kenaikan tahun, setiap itu
juga kenaikan khatamannya. Kemarin 79, sekarang 80, luar biasa,” tutur Ustaz
Yusuf Mansur dengan penuh semangat, Minggu (17/8/2025). Menurut Ustaz Yusuf Mansur,
keberlanjutan khataman Al-Qur’an ini bukan hanya simbol syukur, tetapi juga
menjadi doa besar untuk Indonesia agar senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
Bahkan ia berharap tradisi ini terus dilanjutkan hingga ratusan bahkan ribuan
tahun ke depan. “Kalau nanti umur Indonesia
sampai 1.000 tahun, saya berharap tradisi ini tetap ada. Khataman ini jadi
berkah, bukan hanya bagi Kapolri dan institusi Polri, tapi juga bagi bangsa
Indonesia dan seluruh pejabat negeri ini. Para penghafal Qur’an juga dapat keberkahan
dari sini,” ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, Ustaz
Yusuf Mansur juga mendoakan khusus Kapolri beserta seluruh keluarga besar Polri
agar khataman ini diterima Allah SWT sebagai amal kebaikan. “Makasih Pak Kapolri, semoga
keluarga besar Polri Insya Allah khatamannya diterima oleh Allah SWT dan para
pengkhatam Qur’an di seluruh Indonesia juga diterima oleh Allah SWT. Barokahnya
buat semua polisi, keluarga besarnya, dan Indonesia, seluruh pemimpinnya.
Merdeka!” ujarnya penuh doa. Tak hanya itu, apresiasi khusus
juga diberikan kepada Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, yang menjadi
motor penggerak kegiatan ini. “Terkhusus buat Pak Sandi, Pak Kadiv Humas,
terima kasih banyak telah terus membersamai Indonesia dan institusi Polri
dengan khatam Al-Qur’an. Masya Allah, luar biasa. Makasih Pak Sandi, Pak
Jenderal kita,” jelasnya. Khataman Al-Qur’an ini telah
dimulai sejak Sabtu malam (16/8/2025) dan mencapai puncaknya pada Minggu
(17/8/2025), tepat di hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Acara berlangsung penuh khidmat
dengan kehadiran 80 hafiz dan hafizah, serta sejumlah ustaz dan pengurus
Yayasan Daarul Qur’an Indonesia, seperti Ustaz Ali Kholidin, Ustaz Muhaimin,
Ustaz Salim Maftukhi, dan Ustaz Abdul Ghafur. Suasana menjadi semakin sakral
ketika doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan negara. Bagi Polri, kegiatan ini menjadi
simbol bahwa menjaga Indonesia tidak hanya dilakukan dengan senjata dan
strategi keamanan, tetapi juga dengan doa, zikir, dan spiritualitas. Khataman
Al-Qur’an menjadi bagian penting dari upaya Polri dalam memelihara ketenteraman,
sekaligus memperkuat nilai religiusitas dalam setiap langkah pengabdiannya. Penulis : GF Editor : GF
17 Agu 2025, 23:44 WIT
Divisi Humas Polri Gelar Khataman Qur’an Bersama 80 Hafiz untuk Syukuran HUT RI ke-80
Papuanewsonline.com, Tangerang –
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik
Indonesia, Divisi Humas Polri menyelenggarakan khataman Al-Qur’an bersama 80
hafiz dan hafizah di Yayasan Daarul Qur’an Indonesia, Kota Tangerang. Kegiatan
yang penuh khidmat ini menjadi wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan
sekaligus doa bersama agar bangsa Indonesia senantiasa dalam lindungan Allah
SWT. Acara khataman dimulai sejak
Sabtu malam (16/8) dan mencapai puncaknya pada Minggu (17/8) bertepatan dengan
perayaan hari kemerdekaan. Suasana religius sangat terasa dengan lantunan ayat
suci Al-Qur’an yang menggema dari para hafiz dan hafizah, menghadirkan
keteduhan hati bagi seluruh jamaah yang hadir. Selain diikuti oleh 80 hafiz dan
hafizah, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah ustaz dan pengurus Yayasan Daarul
Qur’an Indonesia, antara lain Ustaz Ali Kholidin, Ustaz Muhaimin, Ustaz Salim
Maftukhi, dan Ustaz Abdul Ghafur. Kehadiran para ulama tersebut semakin
memperkuat makna spiritual acara. Ustaz Ali Kholidin dalam
tausiyahnya menyampaikan apresiasi kepada Divhumas Polri atas inisiatif
menyelenggarakan khataman dalam rangka memperingati kemerdekaan. Menurutnya,
kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk syukur, tetapi juga mengajarkan
pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menjaga persatuan
bangsa. “Ini adalah terobosan luar biasa.
Khataman Qur’an di hari kemerdekaan memperkuat iman dan takwa, sekaligus
mempererat persaudaraan serta kesatuan bangsa. Semoga Polri senantiasa dalam
lindungan Allah SWT dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban
masyarakat,” ujar Ustaz Ali. Dalam kesempatan itu, para hafiz
dan ustaz juga mendoakan keselamatan seluruh anggota Polri agar selalu diberi
kekuatan dan perlindungan dalam menjalankan tugas negara. Kegiatan ini
diharapkan menjadi pengingat bahwa pengabdian Polri tidak hanya dalam bentuk
tugas operasional di lapangan, tetapi juga melalui doa dan pendekatan spiritual
bersama masyarakat. Divisi Humas Polri menegaskan
bahwa kegiatan khataman ini akan terus digelar secara berkesinambungan,
terutama dalam momen besar kebangsaan, sebagai simbol sinergi antara Polri,
tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI. Khataman Qur’an ini juga
mengandung pesan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan,
melainkan amanah untuk diisi dengan nilai-nilai kebaikan, persatuan, dan
pengabdian. Polri berharap, melalui lantunan ayat-ayat suci, doa-doa tulus
tersebut menjadi penopang moral bagi bangsa Indonesia menuju cita-cita besar
Indonesia Emas 2045.
Penulis : GF Editor : GF
17 Agu 2025, 23:33 WIT
Polri Hadir di Parade Kendaraan Hias HUT RI ke-80
Papuanewsonline.com, Jakarta –
Semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin
terasa di Ibu Kota. Tak hanya melalui upacara kenegaraan dan pesta rakyat,
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) juga akan turut serta meramaikan
parade kendaraan hias bertema “Polri untuk Masyarakat”, yang digelar Minggu
malam, 17 Agustus 2025. Parade tersebut akan dimulai dari
kawasan Monumen Nasional (Monas) pada pukul 19.00 WIB, melintasi jalan-jalan
protokol ibu kota seperti Jalan MH Thamrin dan Sudirman, hingga berakhir di
kawasan Semanggi. Ribuan masyarakat diperkirakan akan tumpah ruah menyaksikan
atraksi budaya dan kendaraan hias yang penuh warna dalam perayaan akbar
kemerdekaan ini. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen
Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa partisipasi Polri dalam parade
bukan sekadar keikutsertaan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen
institusi untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjalin kedekatan
dengan masyarakat. “Tema yang kami usung adalah Polri
untuk Masyarakat. Ini merupakan simbol semangat transformasi Polri menuju
institusi yang modern, adaptif, serta mengedepankan pendekatan humanis. Melalui
parade ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri bukan hanya hadir dalam fungsi
penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa,”
ujar Brigjen Trunoyudo. Menurutnya, parade kendaraan hias
menjadi medium kreatif Polri untuk menyampaikan pesan tentang keterlibatan
aktif dalam berbagai bidang pembangunan nasional, mulai dari ketahanan pangan,
pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga perlindungan sosial. Sebagai bentuk sinergi dengan
program Asta Cita Presiden RI, Polri juga akan menampilkan elemen visual dalam
kendaraan hiasnya yang menggambarkan dukungan terhadap agenda prioritas
nasional. Ornamen dan simbol yang digunakan mencerminkan peran kepolisian dalam
memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. “Ini adalah bagian dari upaya
kami mendukung visi Indonesia Emas 2045. Polri ingin selalu menjadi garda
terdepan dalam menjaga keamanan sekaligus memastikan transformasi bangsa
berjalan secara inklusif dan berkelanjutan,” tambah Trunoyudo. Dalam parade ini, kendaraan hias
Polri akan tampil dengan desain sarat makna, memadukan simbol kebangsaan dengan
kekayaan budaya Nusantara. Tidak hanya menampilkan kendaraan hias, Polri juga
menghadirkan pasukan tematik yang mewakili keberagaman budaya bangsa, seperti, Pasukan
Ketahanan Pangan dengan visualisasi kemandirian pangan nasional, Pasukan Majapahit
yang menggambarkan kejayaan sejarah Nusantara, Pasukan Kabasaran Minahasa dari
Sulawesi Utara, simbol keberanian dan pengabdian, Pasukan Baleganjur Bali, yang
menyuguhkan semangat harmoni dan persatuan lewat seni tabuh khas Pulau Dewata. Rangkaian tersebut diharapkan
menjadi daya tarik utama sekaligus menyampaikan pesan mendalam bahwa
keberagaman adalah kekuatan bangsa Indonesia. Kehadiran Polri dalam parade
kendaraan hias HUT RI ke-80 diharapkan bukan hanya menjadi hiburan bagi
masyarakat, melainkan juga pengingat bahwa Polri hadir sebagai pengayom,
pelindung, dan pelayan masyarakat dalam arti sesungguhnya. “Parade ini kami harapkan bisa
mendekatkan Polri dengan masyarakat. Bahwa Polri bukan hanya aparat keamanan,
tapi juga bagian dari rakyat yang sama-sama berjuang membangun negeri,” pungkas
Brigjen Trunoyudo. Penulis : GF Editor : GF
17 Agu 2025, 23:11 WIT
Satgas Damai Cartenz Rangkul Wartawan di Jayapura
Papuanewsonline.com, Jayapura– Di
tengah padatnya tugas menjaga keamanan di Tanah Papua, Satgas Operasi Damai
Cartenz menyempatkan diri menjalin silaturahmi bersama para wartawan di Kota
Jayapura. Pertemuan yang digelar pada Kamis (14/8/2025) ini berlangsung hangat,
penuh keakraban, dan sarat makna kebersamaan. Silaturahmi tersebut menjadi
bukti bahwa aparat keamanan dan insan pers dapat berjalan beriringan sebagai
mitra strategis. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan informasi mengenai
berbagai kegiatan Satgas dapat tersampaikan secara akurat, berimbang, serta
membangun kepercayaan publik. Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen
Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., hadir langsung dalam kegiatan
tersebut didampingi Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K.,
M.Hum. Dalam sambutannya, Brigjen Faizal
menekankan pentingnya peran media dalam menjaga stabilitas di Papua. Ia
menyebut wartawan bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga pilar penting
yang membantu menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat. “Media adalah mitra strategis
kami. Informasi yang tepat dan terpercaya akan membantu menjaga situasi tetap
kondusif serta membangun kepercayaan masyarakat kepada aparat keamanan,”
ujarnya. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz,
Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menambahkan bahwa pertemuan ini
diharapkan menjadi titik awal yang semakin mempererat kerja sama positif antara
Satgas dan wartawan. “Melalui pertemuan ini, kami
berharap terjalin sinergi yang lebih kuat dengan rekan-rekan wartawan untuk
menyampaikan informasi yang benar, membangun, dan menyejukkan masyarakat
Papua,” tutur Yusuf. Ia menekankan, informasi yang
dibagikan media akan menjadi jembatan penting antara aparat keamanan dan
masyarakat, sehingga perlu terus dijaga kualitas dan keberimbangannya. Satgas Ops Damai Cartenz menilai
silaturahmi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata
membangun kolaborasi positif. Dengan terjalinnya hubungan yang akrab, aparat
dan pers dapat bersama-sama berkontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan dan
ketertiban di Papua. “Kolaborasi ini sangat penting.
Kami percaya dengan sinergi yang baik, Papua bisa lebih damai, masyarakat lebih
tenang, dan pembangunan dapat berjalan optimal,” tambah Brigjen Faizal. Pertemuan yang berlangsung penuh
keakraban ini ditutup dengan sesi foto bersama, menandai komitmen bersama dalam
membangun Papua yang lebih baik melalui komunikasi yang sehat antara aparat
keamanan dan insan pers. Penulis : GF
Editor : GF
16 Agu 2025, 22:47 WIT
Seka: Tari yang Menyatukan Hati dan Budaya
Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana
meriah memenuhi GOR SP 5 Timika pada lomba Tari Seka yang menjadi bagian dari
rangkaian perayaan HUT RI ke-80. Meski cuaca kurang bersahabat dan tantangan
teknis tak terhindarkan, semangat para peserta dan penonton tetap membara. Dari
25 tim yang terdaftar, 17 di antaranya hadir dan menampilkan kemampuan terbaik
mereka dalam membawakan tarian yang sarat makna bagi masyarakat Papua,
khususnya Suku Kamoro. Tiga juri dihadirkan untuk
menilai, masing-masing dari latar belakang berbeda: praktisi seni budaya
Dominggus Kapiyau, tokoh pendidikan Septinus Arwakum, dan akademisi Stefanus
Rahangiar. Ketiganya bukan hanya memahami tarian secara teknis, tetapi juga menghayati
nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Dominggus Kapiyau, juri senior
yang memegang lisensi resmi dari Taman Budaya Dewan Kesenian Tanah Papua sejak
2003, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah
edukasi budaya. “Seka ini sudah ada sejak leluhur. Tradisi ini dikenal oleh
generasi 50-an hingga 80-an. Secara historis, ia adalah tari pergaulan
muda-mudi, bahkan ajang mencari jodoh,” ujarnya. Keterbatasan waktu persiapan
menjadi salah satu faktor mengapa tidak semua pendaftar hadir. “Mungkin karena
waktunya terlalu sempit, sekitar seminggu atau kurang. Mereka butuh latihan,
sementara waktunya tidak cukup, jadi banyak yang mundur,” jelas Dominggus. Dalam penilaian, para juri
menyoroti beberapa kekurangan teknis, seperti formasi setengah lingkaran yang
seharusnya penuh melingkar. Ada pula peserta yang tidak mematuhi petunjuk
teknis lomba. Meski demikian, panitia tetap memberikan kelonggaran demi menjaga
suasana kondusif dan kebahagiaan peserta. Dominggus menuturkan bahwa pada
masa lalu, tarian Seka dibawakan dengan iringan gitar dan ukulele buatan
tangan. Pemain musik berada di tengah, sementara penari berputar di
sekelilingnya. Dalam budaya Yop dan Seka, interaksi penari menjadi sarana
perkenalan hingga pencarian pasangan hidup. “Banyak perkawinan yang berawal
dari Seka ini,” ungkapnya. Pesan penting yang ditegaskan
juri adalah membedakan fungsi dan kostum tarian. “Kalau tari pergaulan, pakai
pakaian biasa yang rapi. Pakaian adat digunakan untuk penyambutan tamu penting
seperti presiden atau gubernur. Kalau di lomba, tidak perlu pakaian adat,”
katanya. Lomba ini menjadi sarana
memperkenalkan dan melestarikan warisan leluhur kepada generasi muda. Selain
menjaga orisinalitas budaya, kegiatan ini juga berpotensi mengembangkan
pariwisata daerah. Meskipun ada kendala, antusiasme masyarakat menjadi bukti
bahwa tradisi ini tetap hidup dan relevan.
Penulis : Cori Editor : GF
13 Agu 2025, 23:46 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru