logo-website
Rabu, 01 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Dampingi Penanaman Jagung di Kobi Papuanewsonline.com, Kobi – Polri terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pendampingan langsung kepada petani. Di Kabupaten Maluku Tengah, Bhabinkamtibmas Negeri Pasahari Polsubsektor Kobi melaksanakan pendampingan penanaman jagung sebagai bagian dari program swasembada pangan dan optimalisasi lahan tidur.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/2/2026) sejak pukul 08.30 WIT hingga 11.00 WIT, bertempat di Desa Leway, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi. Pendampingan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Negeri Pasahari BRIGPOL H. P. Simbolon bersama pemilik lahan, Sumar, serta sejumlah masyarakat Desa Leway. Penanaman jagung yang dilakukan merupakan hari ketiga dari rangkaian kegiatan.Adapun lahan jagung yang dikelola memiliki luas 30 hektar, menggunakan benih jagung jenis Pioner, dengan estimasi hasil panen mencapai 150 ton. Proses penanaman ditargetkan seluas kurang lebih 3 hektar per hari, dengan dukungan enam unit alat tanam jagung (corn seeder/manual seeder).Kapolsek Wahai menyampaikan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam program pertanian ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan dan swasembada pangan.“Pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas bukan hanya pada tahap penanaman, tetapi juga pemantauan berkelanjutan agar produktivitas lahan benar-benar optimal. Ini adalah bentuk kehadiran Polri dalam mendorong kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Kapolsek Wahai.Ia menambahkan, program ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, meningkatkan cadangan pangan, serta mengurangi ketergantungan impor.“Kami berharap pemanfaatan lahan tidur seperti ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Dengan kolaborasi Polri dan petani, kemandirian pangan bisa terwujud, ekonomi rakyat meningkat, dan situasi kamtibmas tetap aman serta kondusif,” tambahnya.Pendampingan penanaman jagung di Seram Utara Timur Kobi menegaskan transformasi peran Polri yang semakin kontekstual dengan kebutuhan masyarakat. Ketahanan pangan kini menjadi isu strategis nasional, dan kehadiran Polri di sektor pertanian memperlihatkan pendekatan pembangunan yang kolaboratif dan berkelanjutan.Optimalisasi lahan tidur seluas 30 hektar bukan hanya berkontribusi pada peningkatan produksi jagung, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan masyarakat desa. Estimasi hasil panen yang signifikan menunjukkan bahwa sektor pertanian, jika dikelola secara terukur dan didampingi secara konsisten, mampu menjadi penopang utama ketahanan ekonomi rakyat.Kolaborasi antara Polri dan petani di Maluku Tengah menjadi model sinergi yang relevan bagi wilayah lain. Ketika pangan tercukupi dan ekonomi lokal bergerak, stabilitas sosial dan keamanan pun ikut terjaga menjadikan ketahanan pangan sebagai fondasi kuat bagi ketahanan nasional secara menyeluruh. PNO-12 15 Feb 2026, 13:37 WIT
Jalan Ke Bandara Mimika Bundaran Petrosea Baru Resmi Dibuka Kembali, Pemkab Ambil Alih Pembangunan Papuanewsonline.com, Timika – Jalan kawasan Bundaran Petrosea yang menghubungkan ke Bandara Baru Mimika, yang telah ditutup lebih dari satu tahun, resmi dibuka kembali dan pembangunannya akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika. Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan hal ini dalam acara adat pembukaan jalan yang diadakan (14/02/2026)."Jalan yang telah ditutup kurang lebih satu tahun ini kini siap digunakan kembali, dan kami akan melanjutkan pembangunannya secara langsung melalui dinas terkait," ungkapnya.Penutupan jalan sebelumnya terkait dengan persoalan hak tanah masyarakat adat yang belum terselesaikan. Sebelum pembangunan dilanjutkan, pemerintah daerah melakukan komunikasi mendalam dengan pemilik hak ulayat untuk menyelesaikan segala kekhawatiran yang ada. Menurut Bupati, permintaan dari pihak masyarakat adat cukup sederhana dan fokus pada penghormatan terhadap nilai budaya lokal."Sebelum melanjutkan pembangunan, kita harus menjalankan prosesi adat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai lokal yang telah ada sejak lama," jelas Johannes Rettob.Prosesi pembukaan jalan diisi dengan doa bersama dan ritual adat yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah leluhur. Kegiatan ini sepenuhnya dikelola oleh dinas terkait tanpa pembentukan panitia khusus."Kami tidak membentuk panitia terpisah, karena tugas ini menjadi tanggung jawab langsung dinas yang menangani infrastruktur daerah," katanya. Meskipun pada pagi hari acara diguyur hujan, prosesi berjalan lancar berkat dukungan penuh dari masyarakat, tokoh adat, serta keluarga pemilik hak ulayat.Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung proses pembukaan jalan ini. Dengan dibukanya akses ini, pemerintah berharap aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dan pembangunan infrastruktur di kawasan sekitar bandara dapat segera diselesaikan. "Semoga jalan yang telah dibuka kembali ini memberikan manfaat besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Mimika," pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF 14 Feb 2026, 21:51 WIT
Dua Ambulans Puskesmas Nyaris Dibakar OTK Di Yahukimo, Warga Berjuang Selamatkan Fasilitas Papuanewsonline.com, Yahukimo – Ketegangan menyelimuti kawasan Jalan Seradala KM 04, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, setelah dua unit ambulans milik Puskesmas Aplim hampir menjadi korban pembakaran oleh orang tak dikenal (OTK) pada Jumat (13/2) malam sekitar pukul 21.05 WIT. Kejadian ini membuat warga sekitar bergegas berkumpul untuk menjaga fasilitas kesehatan yang menjadi satu-satunya akses layanan bagi masyarakat pedalaman.Menurut keterangan saksi, Luter Matuan (40), seorang tokoh masyarakat lokal, dua pelaku datang membawa bahan bakar jenis solar dalam botol plastik berukuran 1.600 ml dan mengancam akan membakar gedung puskesmas beserta kendaraan ambulans. Kedua pelaku sempat menyiramkan solar di sekitar ban belakang mobil ambulans jenis Triton putih dan Arena APV putih dengan nomor polisi PA 6434 Y."Jika puskesmas ini terbakar, masyarakat tidak punya tempat lagi untuk berobat," ujarnya dengan khawatir.Warga kemudian berkumpul dan melakukan negosiasi untuk mencegah tindakan destruktif. Dalam upaya meredam situasi, salah satu warga memberikan uang sebesar Rp500.000 kepada pelaku, yang kemudian membatalkan aksi dan melarikan diri ke arah Jalan Seradala. Pada Sabtu (14/2) pukul 09.25 WIT, personel Satreskrim Polres Yahukimo dibantu Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang dipimpin IPTU Muhammad Mirwan segera menuju lokasi kejadian.Tim melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa botol bekas berisi sisa solar dan rumput kering yang terkena bahan bakar. Meskipun jejak kaki tidak ditemukan, bukti siraman solar di sekitar kendaraan memperkuat dugaan percobaan pembakaran. Kedua ambulans kemudian dikelola ke Rumah Sakit Umum Daerah Dekai untuk memastikan keamanan fasilitas layanan kesehatan. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani menegaskan tidak akan mentolerir ancaman terhadap sarana publik.  Penulis: Jid Editor: GF 14 Feb 2026, 21:44 WIT
Uni Papua Gaungkan Perdamaiaan Melalui "Football For Peace" Di Perbatasan Thailand-Myanmar Papuanewsonline.com, Jakarta – Perkumpulan Sepakbola Uni Papua kembali melakukan aksi mulia dengan menyuarakan perdamaian melalui kampanye "Football For Peace" terbarunya di perbatasan Thailand dan Myanmar. Kegiatan yang berlangsung pada 13-15 Februari 2026 di Mae Sariang mengambil tema "One Game, One Community, One Shared Future", menjadi bagian dari tur persahabatan Mae Sariang Friendship Tour.CEO Uni Papua FC, Harry Widjaja, menyatakan bahwa komitmen klub dalam gerakan sepakbola untuk perdamaian telah mendapatkan perhatian internasional. "Upaya kami membentuk karakter generasi muda melalui sepakbola sekaligus mengedukasi tentang pentingnya kedamaian telah mendapatkan apresiasi dari berbagai organisasi global," ucapnya (14/2/26). Klub yang berdiri sejak 2013 ini awalnya didirikan untuk membentuk karakter anak-anak melalui olahraga, kemudian mengembangkan gerakan sosial hingga ke kancah internasional.Lebih dari 300 peserta yang terdiri dari siswa sekolah, guru, pelatih olahraga, dan pendidik lokal mengikuti kegiatan bersama dengan tujuh organisasi mitra seperti Kepolisian Perbatasan Thailand, Midian Leadership, serta komunitas lokal Thailand. "Kami mengirimkan tiga pelatih terbaik dengan lisensi AFC dan PSSI untuk memberikan materi pelatihan terkait penyelesaian konflik, pembangunan komunitas, toleransi, serta pembentukan karakter melalui permainan sepakbola," tambah Harry.Pembina Uni Papua FC, Dr. Abdul Rahman M. Fachri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk persaudaraan dan kepedulian terhadap kondisi di kawasan perbatasan yang sering menjadi lokasi konflik. Ia juga menegaskan pentingnya menghargai batas wilayah bersama yang telah ada sejak lama serta menghindari penetapan batasan yang dapat memicu pertikaian baru."Sepakbola dapat menjadi jembatan untuk menyatukan masyarakat, bukan menjadi alat yang memecah belah. Semoga gerakan perdamaian ini dapat menginspirasi semua pihak," pungkasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 14 Feb 2026, 21:36 WIT
DPR Papua Tengah Setuju Hentikan Eksploitasi SDA Ilegal, Konflik Kapiraya Dipicu Tambang Ilegal Papuanewsonline.com, Nabire – Eskalasi konflik di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, menjadi perhatian serius setelah praktik penambangan tanpa izin resmi diduga kuat menjadi pemicu gesekan antarwarga.Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah mengambil sikap tegas dengan menyetujui penghentian total seluruh aktivitas eksploitasi sumber daya alam yang tidak memiliki izin resmi di wilayah perbatasan Kabupaten Deiyai-Mimika-Dogiyai.Wakil Ketua II DPR Provinsi Papua Tengah, Petrus Izaack Suripatti, mengungkapkan bahwa eksploitasi kekayaan alam tanpa aturan telah merusak tatanan sosial masyarakat adat. Menurutnya, praktik tambang liar tidak hanya merusak ekosistem hutan secara luas, tetapi juga sengaja menciptakan gesekan antar kelompok untuk memuluskan kepentingan ekonomi pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab. "Kami telah menyetujui agar segera menghentikan seluruh aktivitas eksploitasi SDA secara ilegal yang dicurigai sebagai akar masalah konflik ini," tegas Petrus (13/2/26).Petrus mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Gubernur Papua Tengah, Meki Nowipa, dalam mengkonsolidasikan kerja sama lintas daerah bersama Kesbangpol, Majelis Rakyat Papua (MRP), serta kepala daerah dari Kabupaten Deiyai, Mimika, dan Dogiyai. Langkah ini dinilai sangat konstruktif untuk membentuk tim penanganan konflik yang terpadu di wilayah yang memiliki batas administratif saling bersinggungan."Kami meminta aparat penegak hukum bertindak tanpa kompromi terhadap para pelaku yang memanfaatkan situasi untuk memecah belah masyarakat," pinta Petrus.Petrus menegaskan bahwa kedua komunitas adat tersebut merupakan saudara yang memiliki sejarah panjang hidup berdampingan secara damai. Kehadiran negara sangat diharapkan untuk memberikan jaminan keamanan dan mencegah terjadinya pemindahan massa warga dari tanah leluhur mereka. DPR Provinsi Papua Tengah mengingatkan agar penetapan batas administratif oleh pemerintah pusat atau daerah tidak mengabaikan sejarah ulayat masyarakat."Negara harus menghargai wilayah adat yang telah diakui secara turun temurun. Jangan sampai penetapan batas administratif justru menggunakan metode yang bertentangan dengan nilai lokal sehingga memicu konflik baru," tegas Petrus.  Penulis: Jid Editor: GF 14 Feb 2026, 21:24 WIT
PAD Mimika 2025 Lampaui Target, Dari Rp494 Miliar Menjadi Rp536 Miliar Papuanewsonline.com, Timika – Di tengah beberapa komponen dana transfer yang belum terealisasi secara maksimal, kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mimika Tahun 2025 justru menunjukkan tren yang sangat positif. Dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp494 miliar, realisasi PAD melonjak menjadi Rp536 miliar pada akhir tahun anggaran.Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa, menjelaskan bahwa capaian realisasi APBD 2025 sebesar 97,6 persen jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai sekitar 99 persen memang sedikit menurun. Namun, ia menekankan bahwa angka tersebut masih dalam tahap rekonsiliasi dan berpotensi mengalami penyesuaian sebelum menjadi final. Saat ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih melakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap pengelolaan keuangan daerah."Pada tahap pemeriksaan terinci nantinya, angka realisasi dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) harus sudah dalam kondisi final dan tidak dapat diubah lagi," sambungnya. Dwi juga mengungkapkan bahwa masih terdapat potensi penyesuaian terkait pemotongan pajak akhir tahun. Beberapa tagihan kegiatan fisik yang masuk pada bulan Desember belum seluruhnya terpotong pajaknya secara sistem, seperti pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) serta pajak makan-minum kegiatan."Ada beberapa kasus di mana pajaknya sudah ditetapkan dan dipotong melalui SP2D, namun hingga tanggal 31 Desember secara sistem belum masuk sebagai penerimaan pajak. Proses rekonsiliasi terkait hal ini sedang kami lakukan bersama BPKAD dan Bank Papua," jelasnya. Selain itu, pajak daerah juga melampaui target yang ditetapkan, dari target Rp340 miliar menjadi Rp353 miliar pada akhir tahun. Meski demikian, Dwi menegaskan bahwa seluruh angka tersebut masih dalam tahap pencocokan akhir, termasuk kemungkinan koreksi atas kesalahan penginputan atau salah klasifikasi akun.  Penulis: Jid Editor: GF 14 Feb 2026, 20:56 WIT
PLN Kurang Bayar Pbjt Rp2,1 Milyar, Bapenda Mimika Sertakan Data Untuk Tindaklanjut Papuanewsonline.com, Timika – Salah satu poin penting dalam Rakor Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah yang digelar Bapenda Mimika adalah temuan terkait kekurangan pembayaran Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) tenaga listrik oleh PT PLN (Persero). PBJT ini sebelumnya dikenal sebagai pajak penerangan jalan.Berdasarkan perhitungan yang terdapat dalam LHP BPK RI, PT PLN (Persero) memiliki kekurangan pembayaran sebesar Rp2,1 miliar untuk periode Tahun Anggaran 2024 hingga 30 Juli 2025. Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa, menyampaikan bahwa data terkait kekurangan pembayaran tersebut telah disampaikan kepada pihak PLN agar segera ditindaklanjuti. "Kami telah memberikan data lengkapnya dan mengharapkan tindakan yang cepat dari PLN untuk menyelesaikan masalah ini," kata dia.Selain temuan terkait PLN, BPK juga menyoroti kelemahan dalam penyusunan data potensi pendapatan yang digunakan Bapenda Mimika dalam penganggaran. Menurut BPK, estimasi pendapatan belum didukung oleh data yang terperinci dan berbasis potensi riil. Dwi menjelaskan bahwa penyusunan APBD harus disertai perhitungan detail dari berbagai sumber pendapatan seperti pajak daerah, pajak reklame, pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), hingga dana Transfer ke Daerah (TKD) dan dana Otonomi Khusus."Tidak hanya fokus pada belanja, namun semua sumber pendapatan harus dihitung berdasarkan potensi riil. Misalnya untuk pajak hotel, kita harus memperhitungkan jumlah hotel, tarif kamar, tingkat okupansi, agar target pendapatan memiliki dasar yang jelas," jelasnya. Selain itu, terkait Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), BPK menilai penyesuaian belum dilakukan secara menyeluruh, saat ini hanya diberlakukan di ruas jalan utama. Dwi mengakui hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan penyesuaian akan dilakukan secara bertahap setiap tiga tahun.  Penulis: Jid Editor: GF 14 Feb 2026, 20:47 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT