logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Tunjukkan Konsistensi Kelola Anggaran Negara, Bidkeu Polda Maluku Raih Penghargaan Matra 2026 Papuanewsonline.com, Ambon – Komitmen Polri dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik kembali mendapat pengakuan. Bidang Keuangan (Bidkeu) Polda Maluku berhasil meraih Peringkat II Kategori Koordinator Wilayah Kinerja Pelaksanaan Anggaran Terbaik pada ajang Manise Treasury Award (MATRA) 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku.Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 Lingkup Provinsi Maluku bertema "Aksi Kolaboratif: Mewujudkan Layanan Perbendaharaan Transformatif untuk Maluku Maju dan Sejahtera", yang berlangsung di Aula Lantai V Gedung Keuangan Negara Ambon, Rabu (22/7/2026).Kabidkeu Polda Maluku diwakili Ps. Kasubbiddalverif Bidkeu Polda Maluku Kompol Helda Misse Siwabessy, S.H., M.H., menghadiri kegiatan yang diikuti jajaran Kanwil DJPb Provinsi Maluku, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), serta perwakilan kementerian dan lembaga di wilayah Maluku.Selain Bidkeu Polda Maluku, delapan satuan kerja di lingkungan Polda Maluku juga berhasil meraih penghargaan MATRA pada berbagai kategori, yakni Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Polres Tual, Polres Maluku Tengah, Polres Buru, Polres Kepulauan Tanimbar, Polres Seram Bagian Timur, Spripim Polda Maluku, dan Rumah Sakit Bhayangkara Ambon. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi jajaran Polda Maluku dalam mengelola anggaran negara secara efektif, efisien, dan sesuai prinsip good governance.Forum Konsultasi Publik ini menjadi wadah evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh satuan kerja mitra DJPb dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara yang semakin modern, adaptif, dan berorientasi pada hasil.Dalam kesempatan tersebut, disampaikan sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku. Gubernur menegaskan bahwa tata kelola keuangan negara yang berkualitas merupakan fondasi utama percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat."Transformasi pengelolaan perbendaharaan negara harus terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pengelolaan anggaran yang transparan, akuntabel, efektif, dan tepat sasaran akan menjadi instrumen penting dalam mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan Maluku yang maju, sejahtera, dan berdaya saing," demikian sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan dalam Forum Konsultasi Publik Tahun 2026.Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, penayangan video profil Kanwil DJPb Provinsi Maluku, keynote speech Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku, penyerahan penghargaan Manise Treasury Award (MATRA), serta talkshow mengenai penguatan pelaksanaan anggaran dan reformasi pengelolaan keuangan negara yang menghadirkan para pejabat Kanwil DJPb Provinsi Maluku dan KPPN Ambon sebagai narasumber.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima Bidkeu Polda Maluku dan sejumlah satuan kerja jajaran. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa reformasi birokrasi dan penguatan akuntabilitas di lingkungan Polri terus menunjukkan hasil yang positif."Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Polda Maluku dalam mengelola keuangan negara secara profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap anggaran yang dipercayakan kepada Polri harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Kombes Pol. Rositah Umasugi.Ia menambahkan, capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Polda Maluku untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola anggaran sesuai prinsip good governance dan clean government."Keberhasilan ini bukan semata-mata prestasi administratif, tetapi mencerminkan komitmen seluruh personel dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada hasil. Polda Maluku akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, dan seluruh mitra strategis agar pengelolaan keuangan negara semakin berkualitas dan mampu mendukung program-program prioritas pemerintah demi kesejahteraan masyarakat," tambahnya.Dengan diraihnya penghargaan MATRA 2026, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan tata kelola organisasi yang profesional, modern, dan terpercaya. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat peran Polri sebagai institusi negara yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mengedepankan akuntabilitas dan transparansi dalam setiap pengelolaan sumber daya negara guna mendukung agenda pembangunan nasional. PNO-12 23 Jul 2026, 17:10 WIT
Access By KAI Hubungkan Enam Layanan Kereta Api, Catat 17,01 Juta Transaksi Semester I 2026 Papuanewsonline.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat Access by KAI sebagai platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan transportasi kereta api dalam satu aplikasi. Melalui platform ini, pelanggan dapat mengakses layanan kereta antarkota, kereta lokal, Commuter Line, LRT Jabodebek, KA Bandara, hingga kereta cepat secara lebih praktis.Pengembangan Access by KAI dilakukan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih terintegrasi. Selain membeli tiket, pengguna juga dapat merencanakan perjalanan, memesan layanan pendukung, hingga memantau posisi kereta secara langsung melalui berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi.Selama periode Januari hingga Juni 2026, Access by KAI mencatat 17.009.374 transaksi penjualan tiket kereta utama dan kereta lokal. Angka tersebut setara dengan 76,34 persen dari total transaksi penjualan melalui seluruh kanal yang mencapai 22.281.645 transaksi.Dari sisi volume tiket, aplikasi ini melayani pembelian sebanyak 24.544.468 tiket atau sekitar 73,68 persen dari total penjualan tiket kereta utama dan kereta lokal yang mencapai 33.313.364 tiket pada Semester I 2026.Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tingginya penggunaan aplikasi menunjukkan perubahan perilaku masyarakat dalam merencanakan perjalanan menggunakan kereta api. “Digitalisasi kami arahkan untuk mengurangi tahapan perjalanan yang terpisah. Pelanggan memiliki kendali lebih besar sejak menentukan layanan, menyusun rencana perjalanan, membeli tiket, menyiapkan kebutuhan selama perjalanan, hingga memantau posisi kereta api,” ujarnya.Hingga 30 Juni 2026, Access by KAI telah memiliki 30.449.049 pengguna terdaftar setelah bertambah lebih dari 3,15 juta pengguna sepanjang Semester I 2026. Jumlah pengguna aktif dalam 30 hari terakhir tercatat mencapai 9.058.935 orang, sementara total unduhan aplikasi telah menembus 41.011.320 kali. Sebanyak 4.893.743 pengguna juga telah bergabung sebagai member premium.KAI turut melengkapi aplikasi dengan berbagai fitur seperti Trip Planner, pemesanan hotel, Railfood, Female Seat Map, dan Live Tracking untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mengatur perjalanan dari awal hingga tiba di tujuan. Integrasi berbagai moda rel juga memudahkan pengguna berpindah layanan sesuai kebutuhan mobilitas.Menurut Anne, masukan dari pelanggan menjadi bagian penting dalam pengembangan Access by KAI agar semakin mudah digunakan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Setiap masukan pelanggan memberikan gambaran mengenai bagian perjalanan yang perlu disempurnakan. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi KAI dalam mengembangkan Access by KAI agar semakin mudah digunakan dan mampu mendukung kebutuhan perjalanan yang terus berkembang,” tutupnya.Penulis: JidEditor: OF 23 Jul 2026, 17:16 WIT
KAI Group Kelola Lima Jenis Teknologi Perkeretaapian, Dari Lokomotif Diesel Hingga Kereta Cepat Papuanewsonline.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama ekosistem KAI Group terus mengembangkan berbagai teknologi perkeretaapian untuk mendukung layanan transportasi nasional. Hingga Semester I 2026, KAI Group mengoperasikan lima jenis teknologi, mulai dari lokomotif diesel, kereta rel listrik (KRL), kereta rel diesel dan listrik (KRDE/I), LRT berbasis sistem otomatis, hingga kereta cepat Whoosh yang mampu melaju dengan kecepatan operasional 350 kilometer per jam.Keberagaman teknologi tersebut menjadi penopang layanan transportasi yang menjangkau jutaan masyarakat. Sepanjang enam bulan pertama 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan atau meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain angkutan penumpang, KAI juga mengangkut 32,50 juta ton barang yang didominasi komoditas batu bara serta berbagai muatan logistik lainnya.Per Juni 2026, armada yang dikelola KAI terdiri atas 551 lokomotif, 1.064 rangkaian KRL, 2.238 kereta penumpang, 8.907 gerbong barang, serta 96 unit KRDE/I. KAI juga mengoperasikan LRT Jabodebek, sementara layanan kereta cepat Whoosh berada di bawah pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China yang merupakan bagian dari ekosistem KAI Group.Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa setiap jenis teknologi memiliki karakteristik operasional yang berbeda sehingga membutuhkan sistem pengelolaan tersendiri. "Perbedaan teknologi tersebut dikelola melalui standar keselamatan, keandalan, kompetensi pekerja, dan disiplin operasi yang konsisten. Tujuannya sama, yaitu memastikan setiap perjalanan berlangsung aman, tepat waktu, andal, dan nyaman bagi pelanggan," ujarnya.Teknologi lokomotif diesel masih menjadi tulang punggung layanan kereta api antarkota, lokal, wisata, dan angkutan barang. Pada Semester I 2026, layanan kereta jarak jauh dan lokal melayani 29,85 juta pelanggan, sedangkan angkutan barang mencapai 32,50 juta ton. Sementara itu, layanan KAI Wisata juga mengalami pertumbuhan signifikan dengan jumlah pelanggan mencapai 164.743 orang.Di sektor transportasi perkotaan, KRL dan layanan commuter mencatat jumlah pengguna terbesar, yakni lebih dari 204 juta pelanggan selama Semester I 2026. Adapun LRT Jabodebek melayani lebih dari 16 juta penumpang atau meningkat 22,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Layanan KRDE/I juga terus mendukung konektivitas regional, termasuk kereta bandara dan rute Makassar–Parepare, sedangkan Whoosh melayani hampir tiga juta pelanggan dalam periode yang sama.Untuk menjaga keandalan operasional, KAI didukung enam Balai Yasa yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra sebagai pusat perawatan berat sarana perkeretaapian. Perusahaan juga memiliki unit khusus yang menangani pemeliharaan mesin jalur rel serta jembatan baja. Di sisi sumber daya manusia, jumlah pekerja bersertifikasi terus meningkat, disertai pelatihan, sertifikasi, simulasi operasional, hingga pemanfaatan aplikasi Safety Railway Information (SRI) sebagai sistem pelaporan potensi bahaya.Anne menegaskan bahwa seluruh inovasi teknologi yang diterapkan tetap berorientasi pada keselamatan perjalanan. "Dari lokomotif diesel hingga kereta cepat, teknologinya berbeda tetapi prinsip operasinya tetap sama. Keselamatan dijaga melalui pekerja yang kompeten, fasilitas perawatan yang memadai, disiplin terhadap prosedur, serta pengawasan yang berjalan selama 24 jam," tutupnya.Penulis: JidEditor: OF 23 Jul 2026, 17:13 WIT
Hari Anak Nasional 2026, KAI Sediakan Area Bermain Anak Di 40 Stasiun Papuanewsonline.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan memperkuat layanan ramah anak dan keluarga di berbagai stasiun. Mengusung semangat tema "Semua Setara Riang Bersama", KAI menghadirkan fasilitas yang mendukung anak bermain, berinteraksi, dan belajar selama berada di lingkungan stasiun.Salah satu fasilitas yang disediakan adalah area bermain anak yang kini telah tersedia di 40 stasiun. Fasilitas tersebut tersebar di wilayah operasional KAI di Pulau Jawa dan Sumatra, di antaranya Stasiun Gambir, Pasarsenen, Bandung, Garut, Cirebon, Semarang Tawang Bank Jateng, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Surabaya Gubeng, Malang, Padang, Kertapati, hingga Tanjungkarang.Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan keberadaan area bermain diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan bagi keluarga. "Bagi keluarga, pengalaman perjalanan dimulai sejak tiba di stasiun. Area bermain memberi kesempatan kepada anak untuk bermain, berkreasi, dan berinteraksi langsung bersama keluarga selama menunggu keberangkatan," ujarnya.Menurut Anne, penyediaan ruang bermain juga sejalan dengan kampanye Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Hari Anak Nasional 2026 yang mengajak anak mengurangi penggunaan gawai dan lebih banyak melakukan aktivitas fisik serta interaksi sosial. "Anak membutuhkan pengalaman yang beragam. Melalui ruang bermain di stasiun, mereka memiliki pilihan kegiatan di luar layar sekaligus dapat mengenal lingkungan perjalanan kereta api dengan cara yang menyenangkan," katanya.Selain area bermain, KAI juga telah menyediakan ruang laktasi di 135 stasiun sebagai fasilitas bagi ibu menyusui. Di sisi lain, sebanyak 56 stasiun besar kini telah dilengkapi toilet yang ramah bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kenyamanan seluruh pengguna jasa, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarganya.Peningkatan fasilitas tersebut dilakukan seiring bertambahnya jumlah penumpang kereta api. Selama Semester I 2026, KAI mencatat telah melayani 29.858.267 pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal, meningkat 8,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Anne menegaskan bahwa kenyamanan pelanggan menjadi perhatian sejak mereka tiba di stasiun hingga mencapai tujuan. "Kami ingin anak dan keluarga merasa nyaman sejak memasuki stasiun hingga tiba di tujuan. Ruang bermain, ruang laktasi, dan fasilitas yang aksesibel menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin inklusif," jelasnya.KAI juga mengimbau para orang tua untuk tetap mengawasi anak saat menggunakan area bermain, menjaga kebersihan fasilitas, serta mematuhi arahan petugas di stasiun. "Momentum Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa perjalanan yang baik juga perlu memberikan pengalaman positif bagi anak. Dengan pendampingan keluarga dan fasilitas yang memadai, perjalanan menggunakan kereta api dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar, bermain, dan berinteraksi secara langsung," tutup Anne.Penulis: JidEditor: OF 23 Jul 2026, 17:09 WIT
Presiden Prabowo Rombak 5 Pejabat Tinggi Kejaksaan Agung Lewat Keppres 87/2026 Papuanewsonline.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan mutasi dan promosi lima Jabatan Pimpinan Tinggi di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 87/TPA Tahun 2026 yang diteken pada 22 Juli 2026.Keppres tersebut menetapkan pejabat baru untuk posisi Wakil Jaksa Agung, dua Jaksa Agung Muda, serta dua Kepala Badan di Kejaksaan Agung.Daftar Lengkap Pejabat BaruBerikut 5 pejabat yang ditetapkan dalam Keppres 87/TPA/2026:1.  Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Jaksa Agung RI2.  Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H. sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum / Jampidum3.  Dr. Kuntadi, S.H., M.H. sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus / Jampidsus 4.  Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung RI5.  Dr. Patris Yusrian Jaya, S.H., M.H. sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RIPelantikan Segera DilaksanakanDalam Keppres disebutkan, keputusan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Para pejabat yang ditetapkan selanjutnya akan dijadwalkan menjalani proses pelantikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Hingga berita ini diturunkan, salinan resmi Keppres 87/TPA Tahun 2026 belum terpublikasi di laman Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional [JDIH].Mutasi ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap kinerja Kejaksaan, khususnya di bidang Tindak Pidana Khusus. Jabatan Jampidsus sebelumnya sempat kosong setelah Febrie Adriansyah mengakhiri masa jabatan.Penulis: HendrikEditor: OF 23 Jul 2026, 16:57 WIT
Klaim TPNPB: 3 Helikopter TNI Tembaki Pemukiman Korowai, Warga Mengungsi ke Hutan Papuanewsonline.com, Jayapura – Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (KOMNAS TPNPB-OPM) mengklaim adanya operasi udara TNI di wilayah Korowai, perbatasan Kabupaten Yahukimo dan Boven Digoel, Papua Selatan, Kamis (23/7/2026).Klaim itu disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.Dalam rilis tersebut, TPNPB menyebut informasi berasal dari pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo Batalyon HSSBI. Disebutkan, tiga unit helikopter militer melakukan penembakan dari udara ke areal pemukiman warga sipil sejak pagi hari."Operasi udara dan penembakan brutal tersebut mengakibatkan warga sipil yang berada di Korowai, perbatasan Yahukimo dan Boven Digoel mengungsi ke hutan," tulis Sebby dalam siaran pers.Kelompok Rentan Ikut MengungsiTPNPB mengklaim para pengungsi terdiri dari kelompok rentan, meliputi ibu-ibu hamil, anak-anak, dan lansia.Hingga siaran pers diturunkan, jumlah korban jiwa disebut belum dapat didata karena operasi masih berlangsung.TPNPB juga menyatakan tidak ada tembakan perlawanan dari pasukannya saat operasi udara itu terjadi.Desak Hentikan Penggunaan Helikopter dan Senjata BeratAtas peristiwa yang diklaim tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta aparat militer Indonesia menghentikan penembakan di pemukiman warga sipil.Mereka juga menyerukan bantuan kemanusiaan untuk warga yang mengungsi.Dalam rilis yang sama, TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar menghentikan penggunaan senjata berat seperti helikopter militer, RPG, dan drone dalam operasi di Tanah Papua. Alasannya, berisiko menimbulkan korban sipil.Belum Ada Konfirmasi ResmiHingga berita ini disusun, klaim TPNPB tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Belum ada pernyataan resmi dari TNI, Polri, maupun Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 terkait operasi udara di Korowai pada 23/7/2026.Redaksi masih berupaya menghubungi Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Koops Habema, serta pemerintah daerah Yahukimo dan Boven Digoel untuk konfirmasi dan keberimbangan informasi.Diketahui, wilayah Korowai merupakan kawasan pedalaman dengan akses terbatas melalui jalur udara dan sungai. Beberapa bulan terakhir, wilayah Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Boven Digoel, juga tercatat sebagai lokasi insiden penembakan pesawat sipil yang diduga melibatkan kelompok bersenjata.Penulis: HendrikEditor: OF 23 Jul 2026, 16:52 WIT
Pimpin Pelaksanaan Program Polisi Mengajar, Kapolda Maluku: Perkuat Literasi Hukum Generasi Emas Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah Maluku kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui Gerakan Program Polisi Mengajar yang dilaksanakan secara serentak di 417 sekolah pada jenjang SMA, SMK, dan sederajat di seluruh Provinsi Maluku, Kamis (23/7/2026). Bertepatan dengan Peringatan Hari Anak Nasional 2026, gerakan edukasi hukum terbesar yang digagas Polda Maluku ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi hukum, pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta literasi digital bagi generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.Pelaksanaan Progran Polisi Mengajar yang dipimpin langsung Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. tersebut melibatkan Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.Si., seluruh Pejabat Utama Polda Maluku, para Perwira Menengah (Pamen), Perwira Pertama (Pama), serta jajaran 11 Polres/Polresta yang secara bersamaan turun menjadi pengajar di sekolah-sekolah. Dari jumlah tersebut, kegiatan dilaksanakan di 82 sekolah yang berada di wilayah Kota Ambon, Leihitu, Leihitu Barat, dan Salahutu, sementara 335 sekolah lainnya berada di wilayah hukum Polres/Polresta jajaran Polda Maluku.Pelaksanaan secara serentak tersebut menandai perkembangan signifikan Program Polisi Mengajar, sebuah program unggulan yang diinisiasi Kapolda Maluku dan diluncurkan pada 4 Mei 2026, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Merdeka Ambon. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, program tersebut berkembang menjadi sebuah gerakan edukasi hukum berskala provinsi yang melibatkan seluruh unsur kepolisian sebagai pengajar, mentor, sekaligus inspirator bagi generasi muda.Bagi Polda Maluku, membangun keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui investasi jangka panjang di bidang pendidikan. Karena itu, Program Polisi Mengajar dirancang sebagai strategi pre-emtif Polri untuk menanamkan budaya sadar hukum sejak usia sekolah, membangun karakter yang berintegritas, meningkatkan kecakapan digital, serta membentuk generasi yang mampu menjadi pelopor terciptanya keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa.Kapolda Maluku memimpin langsung pelaksanaan kegiatan di SMA Negeri 1 Ambon, sementara Wakapolda Maluku mengajar di SMA Negeri 2 Ambon dengan materi yang sama mengenai pentingnya kesadaran hukum. Pada saat yang sama, para Pejabat Utama, Pamen, Pama, dan personel jajaran Polda Maluku hadir di puluhan sekolah lainnya sehingga seluruh pelajar memperoleh materi secara seragam sesuai kurikulum Program Polisi Mengajar yang telah disusun Polda Maluku.Kehadiran para pimpinan Polri di ruang-ruang kelas menjadi simbol transformasi peran kepolisian yang tidak hanya berfungsi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dunia pendidikan dalam membangun karakter generasi muda. Melalui pendekatan edukatif yang komunikatif dan humanis, Polri ingin menanamkan pemahaman bahwa hukum bukan sekadar seperangkat aturan yang mengandung sanksi, melainkan pedoman hidup bersama untuk menciptakan masyarakat yang aman, tertib, damai, dan berkeadilan.Di SMA Negeri 1 Ambon, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.15 WIT dihadiri Kepala Sekolah, para guru, personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, serta ratusan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan antusias. Berbeda dengan metode ceramah konvensional, Kapolda memilih membangun komunikasi dua arah melalui dialog, diskusi, dan sesi tanya jawab sehingga para pelajar dapat memahami materi secara lebih kontekstual sesuai tantangan yang mereka hadapi di era digital.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan materi bertajuk "Kesadaran Hukum: Memahami dan Menjalankan Hukum untuk Hidup yang Tertib dan Harmonis." Menurutnya, membangun generasi yang unggul tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga harus diiringi pembentukan karakter, integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran untuk menghormati hukum dalam setiap aspek kehidupan.Mengawali pemaparannya, Kapolda mengajak seluruh pelajar untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak bangku sekolah. Ia mengingatkan bahwa anak-anak yang saat ini memperingati Hari Anak Nasional merupakan generasi yang pada tahun 2045 akan berada pada usia produktif dan menjadi aktor utama pembangunan bangsa ketika Indonesia memasuki satu abad kemerdekaannya."Hari ini kalian adalah anak-anak Indonesia yang sedang menyiapkan masa depan. Dua puluh tahun mendatang, kalianlah yang akan menjadi dokter, guru, polisi, tentara, hakim, jaksa, akademisi, pengusaha, pemimpin daerah, bahkan pemimpin bangsa. Karena itu, masa depan Indonesia sesungguhnya sedang dibangun dari ruang-ruang kelas seperti yang kita tempati hari ini," ujar Kapolda.Kapolda menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai cita-cita setinggi mungkin. Namun, keberhasilan hanya dapat diraih melalui proses belajar yang sungguh-sungguh, kerja keras, kedisiplinan, kesehatan yang terjaga, serta integritas moral yang kuat."Tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi selama kita memiliki kemauan untuk belajar dan terus memperbaiki diri. Tantangan terbesar bukanlah keterbatasan kemampuan, melainkan rasa malas yang membuat seseorang berhenti berkembang. Karena itu, biasakan disiplin, hormati orang tua dan guru, manfaatkan waktu dengan baik, dan teruslah belajar agar kalian siap menghadapi masa depan," tegas Kapolda.Memasuki materi inti, Kapolda Maluku menegaskan bahwa membangun masyarakat yang taat hukum tidak dapat dilakukan hanya melalui penegakan hukum atau pemberian sanksi. Menurutnya, budaya sadar hukum harus ditanamkan sejak usia dini melalui pendidikan, keteladanan, dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.Kapolda menjelaskan bahwa seseorang yang memahami hukum belum tentu memiliki kesadaran hukum. Kesadaran hukum lahir ketika seseorang tidak hanya mengetahui aturan yang berlaku, tetapi juga menerima nilai-nilai hukum sebagai kebutuhan bersama dan menjadikannya pedoman dalam setiap tindakan.Untuk memudahkan para pelajar memahami proses tersebut, Kapolda memperkenalkan konsep Affective, Behaviour, dan Cognitive (ABC) sebagai tiga unsur utama pembentuk karakter.Ia menjelaskan bahwa cognitive berkaitan dengan pengetahuan dan kemampuan memahami persoalan, affective berkaitan dengan sikap, nilai, serta cara pandang terhadap suatu hal, sedangkan behaviour merupakan perilaku nyata yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.Menurutnya, ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan karena saling memengaruhi dalam membentuk pribadi seseorang."Apa yang kita ketahui akan memengaruhi cara berpikir. Cara berpikir akan membentuk sikap, dan sikap akan tercermin dalam perilaku. Karena itu, pendidikan harus mampu membangun pengetahuan, karakter, dan perilaku secara bersamaan agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan taat hukum," jelas Kapolda.Kapolda juga menjelaskan bahwa karakter anak dibentuk oleh empat lingkungan utama, yakni keluarga, sekolah, lingkungan pergaulan, dan ruang digital. Di era perkembangan teknologi yang sangat pesat, ruang digital menjadi salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda.Karena itu, ia mengajak para pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi informasi secara positif. Media sosial, menurutnya, harus dijadikan sarana untuk belajar, meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas, memperluas jejaring, serta mencari inspirasi yang bermanfaat bagi masa depan.Sebaliknya, Kapolda mengingatkan bahwa penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab dapat memicu berbagai persoalan hukum, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan (cyber bullying), penipuan daring, hingga tindak pidana berbasis teknologi informasi."Gunakan media sosial untuk menambah ilmu, membangun prestasi, dan menyebarkan hal-hal yang positif. Jangan pernah menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, fitnah, ataupun konten yang melanggar hukum. Jadilah generasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam setiap jejak digital yang kalian tinggalkan," tegas Kapolda.Selain literasi digital, Kapolda juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi berbagai bentuk perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, perjudian, konsumsi minuman keras, kekerasan, hingga perundungan (bullying). Menurutnya, seluruh persoalan tersebut dapat dicegah apabila generasi muda memiliki karakter yang kuat, lingkungan pergaulan yang sehat, serta keberanian untuk mengatakan tidak terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum.Kapolda turut mengajak para siswa membangun lingkungan pertemanan (circle) yang positif karena teman memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan hidup seseorang."Pilihlah sahabat yang mengajak kepada kebaikan, saling mengingatkan untuk belajar, berprestasi, menjaga etika, dan menghormati aturan. Lingkungan yang baik akan membentuk masa depan yang baik, sedangkan lingkungan yang buruk dapat menyeret seseorang kepada pelanggaran hukum," pesannya.Suasana pembelajaran berlangsung hangat dan penuh antusias. Para siswa aktif berdialog dengan Kapolda mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi sebagai generasi digital, mulai dari tantangan penggunaan media sosial, pentingnya menjaga toleransi, hingga cara menghindari pengaruh negatif pergaulan.Interaksi tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan edukatif melalui Program Polisi Mengajar mampu membangun komunikasi yang lebih dekat antara Polri dan generasi muda. Melalui dialog yang terbuka, para pelajar tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai hukum, tetapi juga motivasi untuk menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan bahwa pelaksanaan Gerakan Program Polisi Mengajar secara serentak di 417 sekolah merupakan implementasi nyata komitmen Polda Maluku dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui pendekatan edukatif, humanis, dan kolaboratif.Menurut Rositah, momentum Hari Anak Nasional dipilih untuk menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui investasi pada pendidikan karakter, peningkatan literasi hukum, literasi digital, serta penguatan wawasan kebangsaan."Program Polisi Mengajar merupakan investasi jangka panjang Polda Maluku untuk membangun budaya sadar hukum sejak usia dini. Kami ingin anak-anak Maluku tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, bijak memanfaatkan teknologi, menghormati hukum, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Inilah fondasi yang harus dibangun sejak sekarang untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045," ujar Rositah.Ia menjelaskan bahwa Program Polisi Mengajar akan terus diperluas sebagai gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh satuan kerja Polda Maluku dan jajaran Polres/Polresta. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, sekolah, tenaga pendidik, orang tua, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis dalam mencegah kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, perundungan, penyebaran hoaks, serta berbagai bentuk kejahatan siber. PNO-12 23 Jul 2026, 16:32 WIT
TPNPB Klaim Tiga Helikopter TNI Lakukan Penembakan Di Pemukiman Korowai, Warga Dilaporkan Mengungsi Papuanewsonline.com, Jayapura - Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim aparat militer Indonesia melaksanakan operasi udara menggunakan tiga helikopter militer di wilayah Korowai, perbatasan Kabupaten Yahukimo dan Boven Digoel, Papua Selatan, pada Kamis (23/7/2026). Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.Dalam keterangannya, TPNPB menyebut laporan tersebut berasal dari pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo Batalyon HSSBI. Mereka mengklaim penembakan dari udara dilakukan sejak pagi dan menyasar kawasan permukiman warga sipil di wilayah Korowai."Operasi udara dan penembakan brutal tersebut mengakibatkan warga sipil yang berada di Korowai, perbatasan Yahukimo dan Boven Digoel mengungsi ke hutan," tulis Sebby dalam siaran pers.TPNPB juga mengklaim kelompok rentan, seperti ibu hamil, anak-anak, dan lanjut usia, ikut mengungsi akibat situasi tersebut. Namun, jumlah korban jiwa maupun korban luka disebut belum dapat dipastikan karena operasi yang diklaim masih berlangsung.Selain itu, TPNPB menyatakan tidak ada tembakan balasan dari pasukan mereka selama operasi udara yang diklaim terjadi. Organisasi tersebut kemudian meminta aparat militer menghentikan penembakan di kawasan permukiman warga serta menyerukan agar bantuan kemanusiaan segera diberikan kepada masyarakat yang mengungsi.Dalam siaran pers yang sama, TPNPB juga mendesak Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menghentikan penggunaan helikopter militer, RPG, dan drone dalam operasi di Papua. Menurut mereka, penggunaan persenjataan tersebut berpotensi menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil.Hingga berita ini diterbitkan, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Belum ada keterangan resmi dari TNI, Polri, maupun Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 mengenai dugaan operasi udara di Korowai pada 23 Juli 2026. Redaksi juga masih berupaya meminta konfirmasi kepada Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Koops Habema, serta pemerintah daerah Yahukimo dan Boven Digoel.Wilayah Korowai dikenal sebagai kawasan pedalaman dengan akses transportasi yang terbatas dan umumnya hanya dapat dijangkau melalui jalur udara maupun sungai. Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan Korowai Batu di Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, juga menjadi sorotan setelah terjadi insiden penembakan terhadap pesawat sipil yang diduga melibatkan kelompok bersenjata.Penulis: JidEditor: OF 23 Jul 2026, 14:52 WIT
Hadirkan 727 Stan UMKM, Selvi Gibran Dukung Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Papuanewsonline.com, Jakarta – Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming, secara resmi membuka Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Bhayangkari ke-74 ini menghadirkan 727 stan UMKM dari berbagai daerah di Indonesia serta berbagai kegiatan pendukung seperti talkshow, workshop, peragaan busana wastra, demo memasak, hingga pertunjukan seni budaya.Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 berlangsung pada 21 hingga 25 Juli 2026 di JCC, Jakarta, dan terbuka untuk umum. Masyarakat dapat mengunjungi dan menikmati berbagai produk unggulan UMKM Bhayangkari sekaligus mengikuti beragam kegiatan yang telah disiapkan selama penyelenggaraan bazar.Dalam sambutannya, Selvi mengapresiasi peran Bhayangkari yang dinilai tidak hanya mendampingi tugas Polri, tetapi juga aktif mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM.“Bazar Kreasi ini membuktikan bahwa Ibu-Ibu Bhayangkari memiliki kekuatan yang luar biasa. Kegiatan ini memberikan manfaat bukan hanya bagi keluarga Polri, tetapi juga bagi masyarakat luas. Pendamping bukan sekadar pendamping, tetapi pendamping yang mempunyai nilai dan berdaya,” ujar Selvi.Selvi berharap Bazar Kreasi Bhayangkari terus berkembang sebagai wadah kolaborasi dan promosi bagi UMKM Indonesia. Ia juga mengapresiasi meningkatnya jumlah stan setiap tahun dan berharap seluruh hall di JCC dapat dipenuhi produk-produk unggulan UMKM Bhayangkari pada penyelenggaraan mendatang.Sementara itu, Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo mengatakan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 mengusung tema “Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya” sebagai bentuk komitmen Bhayangkari dalam mendukung pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya, serta pengembangan kreativitas anak bangsa.“Tema tersebut mencerminkan semangat Bhayangkari untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, pelestarian budaya bangsa, serta pengembangan kreativitas dan inovasi karya anak bangsa,” kata Ny. Juliati.Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini menjadi yang terbesar sejak pertama kali digelar di JCC dengan menghadirkan 727 stan UMKM dari berbagai daerah. Menurutnya, bazar ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi ekonomi, tetapi juga sarana memperluas jejaring usaha dan membuka peluang kolaborasi bagi para pelaku UMKM.Selain menghadirkan ratusan stan UMKM, rangkaian kegiatan juga dikemas dengan berbagai acara yang berlangsung selama lima hari. Pengunjung dapat mengikuti dan menyaksikan sejumlah talkshow, penampilan musik dan hiburan dari sejumlah grup band dan musisi, workshop, demo memasak, peragaan busana wastra dan produk unggulan UMKM Bhayangkari, serta berbagai kegiatan seni dan budaya.“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperluas jejaring usaha, membuka peluang kolaborasi, serta semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk-produk karya anak bangsa,” tutup Ny. Juliati. PNO-12 23 Jul 2026, 14:11 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT