Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kriminal
Homepage
Operasi Damai Cartenz Sepanjang 2025 Tekan KKB, Puluhan Anggota Diamankan dan Basis Dihancurkan
Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai
Cartenz mencatat capaian signifikan dalam upaya penegakan hukum dan pemulihan
keamanan di Papua sepanjang tahun 2025. Melalui serangkaian operasi gabungan
bersama TNI dan Polri, aparat berhasil menekan aktivitas Kelompok Kriminal
Bersenjata (KKB) yang selama ini meresahkan masyarakat.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf
Sutejo, menyampaikan bahwa sebanyak 45 anggota KKB berhasil diamankan dalam
berbagai operasi yang dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah rawan.
Penindakan tersebut merupakan bagian dari strategi terpadu untuk memutus mata
rantai kekerasan bersenjata di Tanah Papua.Dari jumlah tersebut, 15 anggota KKB dilaporkan tewas karena
melakukan perlawanan bersenjata saat hendak ditangkap oleh aparat. Sementara
itu, 20 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses
hukum sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan sisanya masih dalam pengembangan
dan pendalaman penyelidikan.Selain penangkapan personel, Satgas Operasi Damai Cartenz
juga berhasil menyita berbagai barang bukti strategis yang selama ini digunakan
KKB untuk melancarkan aksi teror. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi
kapasitas tempur dan daya ancam kelompok bersenjata tersebut.Barang bukti yang diamankan meliputi 29 pucuk senjata api,
45 buah magasin, dua unit bahan peledak, serta 4.194 butir amunisi. Aparat juga
menyita berbagai senjata tajam, termasuk panah, yang kerap digunakan dalam
konflik bersenjata di wilayah pedalaman.Tidak hanya menyasar personel dan persenjataan, operasi
penegakan hukum ini juga menargetkan basis logistik KKB. Sepanjang 2025, aparat
berhasil membumihanguskan 14 markas KKB yang tersebar di sejumlah titik
strategis, sebagai langkah memutus jalur suplai dan tempat persembunyian
kelompok tersebut.Penghancuran markas dinilai berdampak signifikan dalam
mempersempit ruang gerak KKB dan melemahkan konsolidasi internal mereka. Aparat
berharap tekanan berkelanjutan ini mampu menciptakan efek jera serta menurunkan
intensitas gangguan keamanan di Papua.Kombes Pol. Yusuf Sutejo menegaskan bahwa operasi akan terus
dilanjutkan secara terukur dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan.
“Kami akan terus melakukan operasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di
Papua, serta melindungi warga sipil dari ancaman KKB,” tegasnya. Penulis: Hendrik
Editor: GF
30 Des 2025, 04:24 WIT
Klaim TPNPB Soal Kontak Senjata di Yahukimo, Empat Anggota TNI Disebut Tewas
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Situasi keamanan di
Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali memanas menyusul klaim Tentara
Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo
terkait kontak senjata dengan aparat TNI. Dalam pernyataan resmi, TPNPB
menyebut empat anggota TNI tewas dalam insiden yang terjadi di Jalan Saralala
pada akhir Desember 2025.Klaim tersebut disampaikan oleh Komandan Operasi TPNPB Kodap
XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, melalui siaran pers yang diterima Manajemen
Markas Pusat Komnas TPNPB. Insiden ini disebut sebagai bagian dari eskalasi
konflik bersenjata yang terjadi di wilayah pedalaman Papua.Dalam pernyataannya, Mayor Kopitua Heluka menyebut bahwa
aksi penembakan tersebut dilakukan sebagai bentuk balasan atas gugurnya anggota
TPNPB dalam kurun waktu dua bulan terakhir. “Kami tembak mati 4 Anggota TNI
kodim 1715 dan satu unit mobil hancur, itu benar-benar perintah saya Kopitua
Heluka,” kata Mayor Kopitua Heluka.TPNPB juga mengklaim telah merusak satu unit kendaraan dalam
peristiwa tersebut. Selain pernyataan tertulis, kelompok ini turut mengunggah
tiga video yang dikaitkan dengan insiden di Yahukimo, meskipun keaslian dan
konteks video tersebut masih belum dapat diverifikasi secara independen.Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat konfirmasi
resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait kebenaran klaim tersebut. Juru
Bicara TNI, Brigjen Ahmad Yani, belum memberikan pernyataan resmi dan belum
dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.Insiden ini menambah daftar panjang konflik bersenjata
antara TPNPB dan aparat keamanan di Papua, khususnya di wilayah pegunungan yang
selama ini dikenal rawan gangguan keamanan. Aparat keamanan disebut terus
memantau perkembangan situasi untuk mencegah meluasnya konflik.Upaya pendekatan keamanan dan dialog sebenarnya telah
dilakukan oleh pemerintah dan aparat terkait guna meredam eskalasi kekerasan.
Namun, hingga akhir tahun 2025, belum terlihat adanya kesepakatan damai yang
mampu menghentikan aksi saling serang di lapangan.TPNPB dalam pernyataannya juga menegaskan kesiapan mereka
menanggung risiko atas tindakan yang dilakukan. “Kami siap bertanggung jawab
atas penembakan ini, karena kami melakukan itu untuk membela diri dan membela
hak-hak rakyat Papua,” kata Mayor Kopitua Heluka.Situasi keamanan di Yahukimo hingga kini masih terus
dipantau, sementara masyarakat sipil diimbau untuk tetap waspada dan
menghindari wilayah rawan konflik. Penulis: HendrikEditor: GF
30 Des 2025, 04:19 WIT
Polres Malra Gerak Cepat Amankan Pelaku Penganiayaan di Ohoi Ur Pulau
Papuanewsonline.com, Malra - Kurang dari 1x24 jam, personel Kepolisian Resor Maluku Tenggara bersama Polsek Kei Kecil Barat berhasil mengamankan A.R alias Alex, 32 tahun, terduga pelaku penganiayaan di Ohoi/Desa Ur Pulau, Minggu (28/12/2025).Residivis kasus pembunuhan yang merupakan warga Ohoi Ur Pulau, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) ini diduga menganiaya korban Markus Fenanlambir, tetangganya sendiri menggunakan linggis pada Sabtu (27/12/2025).Kapolres Malra AKBP. Rian Suhendi, S.Pt., SIK, dalam press release di Mako Polres Malra, Senin (29/12/2025), mengaku pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polres Malra."Tersangka sudah ditahan dan diancam dengan Tindak Pidana Penganiyaan sebagaimana dimaksud Pasal 351 ayat (1) dengan ancaman penjara 2 Tahun dan 8 Bulan," kata Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Barry Talabessy,S.Pd., SH., MH. AKBP. Rian menjelaskan kronologi perkara penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka robek di kepala. Kala itu, korban bersama istrinya sementara berada di rumah mengompres anaknya yang sakit.Sekitar pukul 20.00 WIT pelaku Alex datang sudah dalam kondisi dipengaruhi minuman keras atau mabuk. Saat tiba di dalam rumah korban langsung dipukul satu kali dengan linggis. Kepalanya robek bersimbah darah. Usai menganiaya korban, pelaku yang merasa tidak puas kembali ke rumahnya untuk mengambil senjata tajam (parang). "Tak puas memukul korban dengan linggis terduga pelaku pulang ke rumahnya untuk mengambil parang dan kembali mendatangi korban namun korban dan istrinya sudah pergi mengamankan diri dan untuk merawat lukanya," jelasnya.Korban yang tidak terima dianiaya dan merasa terancam kemudian datang melaporkan kasus tersebut di SPKT Polres Maluku Tenggara pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 12.00 WIT. Menerima laporan korban, tim Satreskrim Polres Malra langsung dengan sigap bergerak cepat bersama personel Polsek Kei Kecil Barat mendatangi Ohoi Ur Pulau menggunakan jalur laut."Setelah tiba di rumah terduga pelaku petugas langsung menangkap dan mengamankannya beserta barang bukti sebilah linggis dan sebilah parang pada pukul 19.00 WIT. Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Maluku Tenggara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkapnya.Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga emosi terhadap korban karena penggunaan speedboat atau body fiber hanya untuk kelompok tertentu di Ohoi Ur Pulau. Kapolres menghimbau semua komponen masyarakat untuk mengurangi kebiasaan mengkonsumsi minuman keras khususnya jenis sopi yang merupakan salah satu pemicu utama terjadinya gangguan kamtibmas di Kabupaten Maluku Tenggara."Kami minta agar perilaku kekerasan dihilangkan. Kalau ada masalah laporkan ke aparat penegak hukum atau selesaikan dengan jalur adat atau jalur kekeluargaan," pintanya.Kapolres mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum terhadap setiap pelaku kejahatan demi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang lebih baik."Kami berkomitmen akan menindak tegas semua aksi kejahatan sebagai bentuk perilaku kekerasan yang dapat menganggu kamtibmas di Kabupaten Maluku Tenggara," tegasnya. PNO-12
29 Des 2025, 22:13 WIT
Konflik Kwamki Narama Kembali Memakan Korban, Tiga Warga Tewas dalam Sehari
Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarkelompok warga di
Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menelan korban
jiwa. Pada Senin (29/12/2025), dua orang dilaporkan meninggal dunia, sehingga
total korban tewas dalam satu hari mencapai tiga orang.Dengan penambahan tersebut, jumlah korban jiwa akibat
konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2025 kini meningkat menjadi
sembilan orang. Aparat keamanan menyatakan situasi semakin memprihatinkan
karena bentrokan kembali terjadi meski berbagai upaya penanganan telah
dilakukan.“Kita sangat prihatin dengan pertambahan korban — situasi
terus memburuk meskipun upaya sudah dilakukan,” ujar Kapolsek Kwamki Narama
Ipda Yusak Sawaki saat dikonfirmasi.Bentrok terbaru dipicu kembali setelah prosesi pembakaran
jenazah korban yang meninggal sebelumnya. Dalam situasi duka tersebut, kedua
kelompok warga kembali terlibat saling serang, memicu jatuhnya korban tambahan
di lokasi konflik.Dua korban terbaru diketahui berasal dari kubu Dang. Dengan
demikian, total korban jiwa hingga saat ini terdiri atas lima orang dari kubu
Dang dan empat orang dari kubu Newegalen, menjadikan konflik ini sebagai salah
satu yang paling mematikan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Korwa menyampaikan bahwa
aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di lokasi konflik. “Anggota
masih siaga, barusan kami pisahkan mereka,” ujarnya, menjelaskan langkah cepat
yang dilakukan untuk mencegah bentrokan lanjutan.Sebelumnya, aparat gabungan telah membongkar tenda perang,
menyita sejumlah alat perang tradisional, serta mengamankan beberapa oknum yang
diduga menjadi provokator. Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya
mampu menghentikan rangkaian kekerasan yang terus berulang.Di sisi lain, langkah perdamaian juga terus diupayakan oleh
pemerintah daerah. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dilaporkan telah
memanggil keluarga dari kedua kubu yang bertikai guna mendorong penyelesaian
konflik secara damai dan menghentikan kekerasan.“Kami berharap kedua pihak bisa mendengar panggilan damai
dan berhenti dari kekerasan,” pungkas Ipda Yusak. Aparat keamanan menegaskan
akan terus meningkatkan pengamanan demi mencegah jatuhnya korban tambahan dan
menjaga stabilitas keamanan di Kwamki Narama. Penulis: JidEditor: GF
29 Des 2025, 18:20 WIT
Konflik Antarwarga Kwamki Narama Terus Memakan Korban Jiwa
Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarwarga yang
terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, kembali menelan korban
jiwa. Hingga akhir Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat bentrokan
tersebut tercatat sebanyak tujuh orang sejak konflik mulai pecah pada Oktober
lalu.Korban terbaru diketahui bernama Dinus Kiwak dari kubu Dang.
Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam (29/12/2025) setelah sempat
menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Mimika akibat luka
panah yang dideritanya.Kapolsek Kwamki Narama Ipda Yusak Sawaki menyampaikan
keprihatinannya atas terus bertambahnya korban jiwa dalam konflik tersebut. Ia
menegaskan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius aparat keamanan,
mengingat konflik telah berlangsung cukup lama dan berulang kali memicu
bentrokan lanjutan.Konflik antar dua kelompok warga ini berawal dari persoalan
perselingkuhan yang terjadi di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama. Meski
sempat dilakukan berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan, konflik
kembali memanas karena upaya perdamaian yang tidak berjalan efektif.Dinus Kiwak diketahui sempat mengalami luka panah beberapa
waktu sebelum meninggal dunia. Korban memilih menjalani pengobatan secara
mandiri di rumah sebelum kondisinya memburuk dan akhirnya dilarikan ke rumah
sakit. Meski mendapat penanganan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.Jenazah Dinus Kiwak kemudian dipulangkan ke rumah duka untuk
prosesi adat. Keluarga melaksanakan ritual pembakaran jenazah sesuai tradisi
setempat. Namun, di tengah prosesi tersebut, situasi keamanan kembali terganggu
akibat bentrokan susulan antara kedua kelompok.Bentrok kembali terjadi pada Senin pagi, saat kedua kubu
saling menyerang menggunakan busur dan anak panah. Peristiwa ini semakin
memperlihatkan rapuhnya kondisi keamanan di wilayah tersebut meskipun aparat
terus melakukan pengamanan.Dari data kepolisian, total tujuh korban meninggal dunia
terdiri dari empat orang dari kubu Newegalen dan tiga orang dari kubu Dang.
Aparat keamanan terus disiagakan untuk mencegah bentrokan lanjutan sekaligus
meredam eskalasi konflik.Polsek Kwamki Narama bersama unsur terkait terus
mengintensifkan pendekatan persuasif dan pengamanan wilayah, dengan harapan
kedua belah pihak dapat menghentikan kekerasan dan membuka ruang dialog demi
terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. Penulis: Jid
Editor: GF
29 Des 2025, 18:11 WIT
Vonis Tiga Tahun Penjara untuk Toni Tamsil dalam Perkara Obstruction of Justice Korupsi Timah
Papuanewsonline.com, Pangkalpinang – Pengadilan Negeri
Pangkalpinang menjatuhkan vonis pidana penjara selama tiga tahun kepada Toni
Tamsil alias Akhi dalam perkara perintangan penyidikan (obstruction of justice)
kasus korupsi timah dengan nilai kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp300
triliun. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang pada Senin (29/12/2025).Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan
dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya menuntut pidana
penjara selama 3,6 tahun. Putusan ini sekaligus mengakhiri rangkaian
persidangan yang menyita perhatian publik karena keterkaitannya dengan perkara
korupsi timah berskala besar.Ketua Majelis Hakim Sulistiyanto Rokhmad Budiarto menyatakan
terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
perintangan proses hukum dalam penanganan perkara korupsi tersebut. Selain
pidana badan, terdakwa juga dibebankan kewajiban membayar biaya perkara sebesar
Rp5.000.Pembacaan putusan tersebut mengubah suasana ruang sidang
yang semula tenang menjadi emosional. Keluarga terdakwa, termasuk istri dan
anaknya, terlihat tidak mampu menahan tangis saat mendengar vonis yang
dijatuhkan majelis hakim.Perkara yang menjerat Toni Tamsil merupakan bagian dari
rangkaian kasus besar korupsi timah yang melibatkan banyak pihak dan disebut
sebagai salah satu kasus korupsi terbesar yang pernah ditangani aparat penegak
hukum di Indonesia. Dalam perkara ini, Toni didakwa menghambat proses
penyidikan yang tengah berjalan.Kasus obstruction of justice dinilai sebagai kejahatan
serius karena secara langsung mengganggu upaya penegakan hukum dan berpotensi
menghambat pengungkapan fakta-fakta penting dalam perkara korupsi. Oleh karena
itu, proses hukum terhadap terdakwa menjadi perhatian luas masyarakat.Putusan pengadilan ini diharapkan dapat memperkuat pesan
bahwa setiap upaya menghalangi proses penegakan hukum akan tetap diproses
sesuai ketentuan perundang-undangan, meskipun tidak secara langsung terlibat
dalam tindak pidana korupsi utama.Pemerintah bersama aparat penegak hukum terus menegaskan
komitmen dalam pemberantasan korupsi, termasuk menindak tegas pihak-pihak yang
berupaya merintangi penyidikan, penuntutan, maupun proses peradilan demi
memulihkan kerugian negara. Penulis: HendrikEditor: GF
29 Des 2025, 10:32 WIT
Dominasi Generasi Muda Warnai KKB Papua, Pola Serangan Kian Agresif dan Sulit Diprediksi
Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai
Cartenz mengungkapkan bahwa komposisi keanggotaan Kelompok Kriminal Bersenjata
(KKB) di Papua saat ini didominasi oleh generasi muda. Pergeseran demografi
tersebut dinilai berdampak langsung pada perubahan pola aksi KKB yang semakin
agresif, cepat, dan sulit diprediksi sepanjang tahun 2025.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf
Sutejo, menjelaskan bahwa keterlibatan anggota usia muda membuat intensitas
serangan meningkat dan dilakukan tanpa memperhitungkan waktu maupun situasi
sosial. Serangan kerap terjadi secara tiba-tiba, termasuk pada momentum hari
besar keagamaan yang seharusnya berlangsung aman dan damai.Selain aparat TNI dan Polri, sasaran kekerasan juga meluas
ke warga sipil. Kelompok ini tercatat menyerang profesi yang memiliki peran
penting dalam pelayanan publik, seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan,
sehingga menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.Satgas Damai Cartenz menilai bahwa motif utama dari
rangkaian aksi kekerasan tersebut berkaitan dengan upaya menunjukkan eksistensi
dan menarik perhatian, baik di tingkat lokal maupun internasional. Pola ini
memperlihatkan adanya strategi teror yang bertujuan menciptakan ketidakstabilan
keamanan di wilayah Papua.Data penanganan sepanjang 2025 menunjukkan aparat keamanan
terus melakukan langkah penegakan hukum secara terukur. Satgas mencatat
sebanyak 15 anggota KKB tewas dalam kontak senjata, sementara 20 lainnya
berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus
kekerasan.Selain penangkapan pelaku, aparat juga menyita sejumlah
barang bukti berupa 29 pucuk senjata api, ribuan butir amunisi, serta berbagai
perlengkapan pendukung aksi bersenjata. Upaya ini dilakukan untuk mempersempit
ruang gerak kelompok bersenjata tersebut.Di ranah digital, Satgas Damai Cartenz mengidentifikasi
lebih dari 44.000 tautan yang terafiliasi dengan propaganda dan dukungan
terhadap KKB. Langkah pemantauan dan penindakan terhadap konten provokatif
terus dilakukan guna menekan penyebaran narasi kekerasan dan separatisme.Melalui operasi terpadu bersama TNI dan instansi terkait,
Satgas Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan
ketertiban masyarakat di Papua. Pendekatan penegakan hukum, pengamanan wilayah,
serta pengendalian informasi menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk
meredam eskalasi kekerasan. Penulis: HendrikEditor: GF
29 Des 2025, 10:30 WIT
Operasi Damai Cartenz 2025 Catat Puluhan KKB Ditangkap dan Senjata Disita
Papuanewsonline.com, Mimika – Satuan Tugas Operasi Damai
Cartenz merilis laporan hasil penanganan gangguan keamanan oleh Kelompok
Kriminal Bersenjata (KKB) sepanjang tahun 2025. Dalam laporan tersebut,
tercatat sebanyak 45 anggota KKB berhasil ditangkap, dengan 15 di antaranya
tewas akibat melakukan perlawanan terhadap aparat keamanan.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Yusuf
Sutejo menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari operasi
gabungan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh TNI dan Polri di sejumlah
wilayah rawan. Penindakan dilakukan berdasarkan pemetaan jaringan dan
pergerakan kelompok bersenjata yang kerap melakukan aksi teror terhadap
masyarakat.Dari total 45 anggota KKB yang diamankan, sebanyak 20 orang
telah ditetapkan sebagai tersangka dan diproses sesuai ketentuan hukum yang
berlaku. Sementara itu, sisanya masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman
untuk mengungkap keterlibatan dalam jaringan dan aksi kriminal lainnya.Selain penangkapan, aparat juga berhasil mengamankan
berbagai barang bukti yang diduga kuat digunakan untuk mendukung aksi
kekerasan. Barang bukti tersebut meliputi 29 pucuk senjata api, 4.194 butir
amunisi, dua bahan peledak, 93 senjata tajam, serta 57 lembar dokumen yang
berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.Dalam aspek nonfisik, Satgas Damai Cartenz juga menaruh
perhatian besar pada perang informasi yang dilakukan oleh kelompok terafiliasi
KKB. Sepanjang 2025, aparat mengidentifikasi sedikitnya 44.171 tautan berita
hoaks dan konten provokatif yang beredar di ruang digital dan dinilai
berpotensi memicu keresahan masyarakat.Upaya penindakan turut diperkuat dengan penguasaan wilayah.
Satgas bersama TNI berhasil menduduki 14 lokasi yang diduga menjadi markas atau
basis pergerakan KKB, sebagai bagian dari strategi menekan ruang gerak kelompok
tersebut dan memutus jalur logistiknya.Yusuf menegaskan bahwa tantangan utama ke depan tidak hanya
bersifat fisik, tetapi juga berupa provokasi dan disinformasi di media sosial
yang kerap menyudutkan aparat keamanan. Oleh karena itu, sinergi antara TNI dan
Polri terus diperkuat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban
masyarakat.Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan komitmen untuk terus
melaksanakan penegakan hukum secara terukur, profesional, dan berkelanjutan
demi menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat Papua sepanjang tahun-tahun
mendatang. Penulis: JidEditor: GF
28 Des 2025, 17:42 WIT
Personel Polda Maluku Buka Blokade Jalan Warga Liang
Papuanewsonline.com, Malteng - Aksi blokade jalan oleh warga kembali terjadi di desa Liang, kecamatan Salahutu, kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (27/12/2025).Menerima informasi tersebut personel Patroli Respon Time Direktorat Samapta Polda Maluku langsung menuju lokasi kejadian.Dibantu oleh sejumlah warga setempat, blokade jalan yang dilakukan orang tak dikenal ini berhasil dibongkar tim respon time Polda Maluku.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K mengungkapkan, aksi pemalangan jalan diketahui saat personel respon time melaksanakan patroli kamtibmas di kawasan kecamatan Salahutu pada jumat malam.Di tengah pelaksanaan tugas rutin, tim reaksi cepat Polda Maluku ini kemudian mendapatkan informasi dari masyarakat melalui operator call center 110.Mendapatkan kabar itu, sejumlah personel yang melakukan patroli menggunakan kendaraan bermotor langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP)."Blokade jalan di kawasan Desa Liang dilakukan orang yang tidak di ketahui. Personel patroli respon time yang dibantu warga sekitar kemudian berhasil membongkar blokade jalan tersebut," kata Kombes Rositah.Selain membersihkan ruas jalan dari tumpukan material batu dan kayu, personel juga menggali informasi dari masyarakat terkait aksi tersebut."Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terprovokasi atau terhasut dengan informasi yang diterima dan belum dapat dipastikan kebenarannya," pintanya.Polda Maluku menghimbau kepada masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan masing-masing."Mari sama-sama kita jaga lingkungan kita dari gangguan kamtibmas. Dengan lingkungan yang aman dan damai maka seluruh aktivitas kita akan berjalan lancar dan baik," harapnya.Hingga saat ini situasi kamtibmas dan arus lalulintas di desa Liang terpantau aman dan terkendali. "Kami juga meminta masyarakat apabila menemukan keadaan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas agar dapat menghubungi call center 110," pintanya. PNO-12
27 Des 2025, 20:45 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru