logo-website
Kamis, 26 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Operasi Damai Cartenz Sepanjang 2025 Tekan KKB, Puluhan Anggota Diamankan dan Basis Dihancurkan Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mencatat capaian signifikan dalam upaya penegakan hukum dan pemulihan keamanan di Papua sepanjang tahun 2025. Melalui serangkaian operasi gabungan bersama TNI dan Polri, aparat berhasil menekan aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama ini meresahkan masyarakat.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa sebanyak 45 anggota KKB berhasil diamankan dalam berbagai operasi yang dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah rawan. Penindakan tersebut merupakan bagian dari strategi terpadu untuk memutus mata rantai kekerasan bersenjata di Tanah Papua.Dari jumlah tersebut, 15 anggota KKB dilaporkan tewas karena melakukan perlawanan bersenjata saat hendak ditangkap oleh aparat. Sementara itu, 20 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan sisanya masih dalam pengembangan dan pendalaman penyelidikan.Selain penangkapan personel, Satgas Operasi Damai Cartenz juga berhasil menyita berbagai barang bukti strategis yang selama ini digunakan KKB untuk melancarkan aksi teror. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi kapasitas tempur dan daya ancam kelompok bersenjata tersebut.Barang bukti yang diamankan meliputi 29 pucuk senjata api, 45 buah magasin, dua unit bahan peledak, serta 4.194 butir amunisi. Aparat juga menyita berbagai senjata tajam, termasuk panah, yang kerap digunakan dalam konflik bersenjata di wilayah pedalaman.Tidak hanya menyasar personel dan persenjataan, operasi penegakan hukum ini juga menargetkan basis logistik KKB. Sepanjang 2025, aparat berhasil membumihanguskan 14 markas KKB yang tersebar di sejumlah titik strategis, sebagai langkah memutus jalur suplai dan tempat persembunyian kelompok tersebut.Penghancuran markas dinilai berdampak signifikan dalam mempersempit ruang gerak KKB dan melemahkan konsolidasi internal mereka. Aparat berharap tekanan berkelanjutan ini mampu menciptakan efek jera serta menurunkan intensitas gangguan keamanan di Papua.Kombes Pol. Yusuf Sutejo menegaskan bahwa operasi akan terus dilanjutkan secara terukur dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan. “Kami akan terus melakukan operasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Papua, serta melindungi warga sipil dari ancaman KKB,” tegasnya.  Penulis: Hendrik Editor: GF 30 Des 2025, 04:24 WIT
Klaim TPNPB Soal Kontak Senjata di Yahukimo, Empat Anggota TNI Disebut Tewas Papuanewsonline.com, Yahukimo – Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali memanas menyusul klaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo terkait kontak senjata dengan aparat TNI. Dalam pernyataan resmi, TPNPB menyebut empat anggota TNI tewas dalam insiden yang terjadi di Jalan Saralala pada akhir Desember 2025.Klaim tersebut disampaikan oleh Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, melalui siaran pers yang diterima Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB. Insiden ini disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik bersenjata yang terjadi di wilayah pedalaman Papua.Dalam pernyataannya, Mayor Kopitua Heluka menyebut bahwa aksi penembakan tersebut dilakukan sebagai bentuk balasan atas gugurnya anggota TPNPB dalam kurun waktu dua bulan terakhir. “Kami tembak mati 4 Anggota TNI kodim 1715 dan satu unit mobil hancur, itu benar-benar perintah saya Kopitua Heluka,” kata Mayor Kopitua Heluka.TPNPB juga mengklaim telah merusak satu unit kendaraan dalam peristiwa tersebut. Selain pernyataan tertulis, kelompok ini turut mengunggah tiga video yang dikaitkan dengan insiden di Yahukimo, meskipun keaslian dan konteks video tersebut masih belum dapat diverifikasi secara independen.Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat konfirmasi resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait kebenaran klaim tersebut. Juru Bicara TNI, Brigjen Ahmad Yani, belum memberikan pernyataan resmi dan belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.Insiden ini menambah daftar panjang konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat keamanan di Papua, khususnya di wilayah pegunungan yang selama ini dikenal rawan gangguan keamanan. Aparat keamanan disebut terus memantau perkembangan situasi untuk mencegah meluasnya konflik.Upaya pendekatan keamanan dan dialog sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah dan aparat terkait guna meredam eskalasi kekerasan. Namun, hingga akhir tahun 2025, belum terlihat adanya kesepakatan damai yang mampu menghentikan aksi saling serang di lapangan.TPNPB dalam pernyataannya juga menegaskan kesiapan mereka menanggung risiko atas tindakan yang dilakukan. “Kami siap bertanggung jawab atas penembakan ini, karena kami melakukan itu untuk membela diri dan membela hak-hak rakyat Papua,” kata Mayor Kopitua Heluka.Situasi keamanan di Yahukimo hingga kini masih terus dipantau, sementara masyarakat sipil diimbau untuk tetap waspada dan menghindari wilayah rawan konflik.  Penulis: HendrikEditor: GF 30 Des 2025, 04:19 WIT
Polres Malra Gerak Cepat Amankan Pelaku Penganiayaan di Ohoi Ur Pulau Papuanewsonline.com, Malra - Kurang dari 1x24 jam, personel Kepolisian Resor Maluku Tenggara bersama Polsek Kei Kecil Barat berhasil mengamankan A.R alias Alex, 32 tahun, terduga pelaku penganiayaan di Ohoi/Desa Ur Pulau, Minggu (28/12/2025).Residivis kasus pembunuhan yang merupakan warga Ohoi Ur Pulau, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) ini diduga menganiaya korban Markus Fenanlambir, tetangganya sendiri menggunakan linggis pada Sabtu (27/12/2025).Kapolres Malra AKBP. Rian Suhendi, S.Pt., SIK, dalam press release di Mako Polres Malra, Senin (29/12/2025), mengaku pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polres Malra."Tersangka sudah ditahan dan diancam dengan Tindak Pidana Penganiyaan sebagaimana dimaksud Pasal 351 ayat (1) dengan ancaman penjara 2 Tahun dan 8 Bulan," kata Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Barry Talabessy,S.Pd., SH., MH. AKBP. Rian menjelaskan kronologi perkara penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka robek di kepala. Kala itu, korban bersama istrinya sementara berada di rumah mengompres anaknya yang sakit.Sekitar pukul 20.00 WIT pelaku Alex datang sudah dalam kondisi dipengaruhi minuman keras atau mabuk. Saat tiba di dalam rumah korban langsung dipukul satu kali dengan linggis. Kepalanya robek bersimbah darah. Usai menganiaya korban, pelaku yang merasa tidak puas kembali ke rumahnya untuk mengambil senjata tajam (parang). "Tak puas memukul korban dengan linggis terduga pelaku pulang ke rumahnya untuk mengambil parang dan kembali mendatangi korban namun korban dan istrinya sudah pergi mengamankan diri dan untuk merawat lukanya," jelasnya.Korban yang tidak terima dianiaya dan merasa terancam kemudian datang melaporkan kasus tersebut di SPKT Polres Maluku Tenggara pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 12.00 WIT. Menerima laporan korban, tim Satreskrim Polres Malra langsung dengan sigap bergerak cepat bersama personel Polsek Kei Kecil Barat mendatangi Ohoi Ur Pulau menggunakan jalur laut."Setelah tiba di rumah terduga pelaku petugas langsung menangkap dan mengamankannya beserta barang bukti sebilah linggis dan sebilah parang pada pukul 19.00 WIT. Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Maluku Tenggara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkapnya.Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga emosi terhadap korban karena penggunaan speedboat atau body fiber hanya untuk kelompok tertentu di Ohoi Ur Pulau. Kapolres menghimbau semua komponen masyarakat untuk mengurangi kebiasaan mengkonsumsi minuman keras khususnya jenis sopi yang merupakan salah satu pemicu utama terjadinya gangguan kamtibmas di Kabupaten Maluku Tenggara."Kami minta agar perilaku kekerasan dihilangkan. Kalau ada masalah laporkan ke aparat penegak hukum atau selesaikan dengan jalur adat atau jalur kekeluargaan," pintanya.Kapolres mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum terhadap setiap pelaku kejahatan demi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang lebih baik."Kami berkomitmen akan menindak tegas semua aksi kejahatan sebagai bentuk perilaku kekerasan yang dapat menganggu kamtibmas di Kabupaten Maluku Tenggara," tegasnya. PNO-12 29 Des 2025, 22:13 WIT
Konflik Kwamki Narama Kembali Memakan Korban, Tiga Warga Tewas dalam Sehari Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarkelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menelan korban jiwa. Pada Senin (29/12/2025), dua orang dilaporkan meninggal dunia, sehingga total korban tewas dalam satu hari mencapai tiga orang.Dengan penambahan tersebut, jumlah korban jiwa akibat konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2025 kini meningkat menjadi sembilan orang. Aparat keamanan menyatakan situasi semakin memprihatinkan karena bentrokan kembali terjadi meski berbagai upaya penanganan telah dilakukan.“Kita sangat prihatin dengan pertambahan korban — situasi terus memburuk meskipun upaya sudah dilakukan,” ujar Kapolsek Kwamki Narama Ipda Yusak Sawaki saat dikonfirmasi.Bentrok terbaru dipicu kembali setelah prosesi pembakaran jenazah korban yang meninggal sebelumnya. Dalam situasi duka tersebut, kedua kelompok warga kembali terlibat saling serang, memicu jatuhnya korban tambahan di lokasi konflik.Dua korban terbaru diketahui berasal dari kubu Dang. Dengan demikian, total korban jiwa hingga saat ini terdiri atas lima orang dari kubu Dang dan empat orang dari kubu Newegalen, menjadikan konflik ini sebagai salah satu yang paling mematikan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Korwa menyampaikan bahwa aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di lokasi konflik. “Anggota masih siaga, barusan kami pisahkan mereka,” ujarnya, menjelaskan langkah cepat yang dilakukan untuk mencegah bentrokan lanjutan.Sebelumnya, aparat gabungan telah membongkar tenda perang, menyita sejumlah alat perang tradisional, serta mengamankan beberapa oknum yang diduga menjadi provokator. Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu menghentikan rangkaian kekerasan yang terus berulang.Di sisi lain, langkah perdamaian juga terus diupayakan oleh pemerintah daerah. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dilaporkan telah memanggil keluarga dari kedua kubu yang bertikai guna mendorong penyelesaian konflik secara damai dan menghentikan kekerasan.“Kami berharap kedua pihak bisa mendengar panggilan damai dan berhenti dari kekerasan,” pungkas Ipda Yusak. Aparat keamanan menegaskan akan terus meningkatkan pengamanan demi mencegah jatuhnya korban tambahan dan menjaga stabilitas keamanan di Kwamki Narama.  Penulis: JidEditor: GF 29 Des 2025, 18:20 WIT
Konflik Antarwarga Kwamki Narama Terus Memakan Korban Jiwa Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarwarga yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, kembali menelan korban jiwa. Hingga akhir Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat bentrokan tersebut tercatat sebanyak tujuh orang sejak konflik mulai pecah pada Oktober lalu.Korban terbaru diketahui bernama Dinus Kiwak dari kubu Dang. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam (29/12/2025) setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Mimika akibat luka panah yang dideritanya.Kapolsek Kwamki Narama Ipda Yusak Sawaki menyampaikan keprihatinannya atas terus bertambahnya korban jiwa dalam konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius aparat keamanan, mengingat konflik telah berlangsung cukup lama dan berulang kali memicu bentrokan lanjutan.Konflik antar dua kelompok warga ini berawal dari persoalan perselingkuhan yang terjadi di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama. Meski sempat dilakukan berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan, konflik kembali memanas karena upaya perdamaian yang tidak berjalan efektif.Dinus Kiwak diketahui sempat mengalami luka panah beberapa waktu sebelum meninggal dunia. Korban memilih menjalani pengobatan secara mandiri di rumah sebelum kondisinya memburuk dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Meski mendapat penanganan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.Jenazah Dinus Kiwak kemudian dipulangkan ke rumah duka untuk prosesi adat. Keluarga melaksanakan ritual pembakaran jenazah sesuai tradisi setempat. Namun, di tengah prosesi tersebut, situasi keamanan kembali terganggu akibat bentrokan susulan antara kedua kelompok.Bentrok kembali terjadi pada Senin pagi, saat kedua kubu saling menyerang menggunakan busur dan anak panah. Peristiwa ini semakin memperlihatkan rapuhnya kondisi keamanan di wilayah tersebut meskipun aparat terus melakukan pengamanan.Dari data kepolisian, total tujuh korban meninggal dunia terdiri dari empat orang dari kubu Newegalen dan tiga orang dari kubu Dang. Aparat keamanan terus disiagakan untuk mencegah bentrokan lanjutan sekaligus meredam eskalasi konflik.Polsek Kwamki Narama bersama unsur terkait terus mengintensifkan pendekatan persuasif dan pengamanan wilayah, dengan harapan kedua belah pihak dapat menghentikan kekerasan dan membuka ruang dialog demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.  Penulis: Jid Editor: GF 29 Des 2025, 18:11 WIT
Vonis Tiga Tahun Penjara untuk Toni Tamsil dalam Perkara Obstruction of Justice Korupsi Timah Papuanewsonline.com, Pangkalpinang – Pengadilan Negeri Pangkalpinang menjatuhkan vonis pidana penjara selama tiga tahun kepada Toni Tamsil alias Akhi dalam perkara perintangan penyidikan (obstruction of justice) kasus korupsi timah dengan nilai kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp300 triliun. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang pada Senin (29/12/2025).Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 3,6 tahun. Putusan ini sekaligus mengakhiri rangkaian persidangan yang menyita perhatian publik karena keterkaitannya dengan perkara korupsi timah berskala besar.Ketua Majelis Hakim Sulistiyanto Rokhmad Budiarto menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perintangan proses hukum dalam penanganan perkara korupsi tersebut. Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan kewajiban membayar biaya perkara sebesar Rp5.000.Pembacaan putusan tersebut mengubah suasana ruang sidang yang semula tenang menjadi emosional. Keluarga terdakwa, termasuk istri dan anaknya, terlihat tidak mampu menahan tangis saat mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim.Perkara yang menjerat Toni Tamsil merupakan bagian dari rangkaian kasus besar korupsi timah yang melibatkan banyak pihak dan disebut sebagai salah satu kasus korupsi terbesar yang pernah ditangani aparat penegak hukum di Indonesia. Dalam perkara ini, Toni didakwa menghambat proses penyidikan yang tengah berjalan.Kasus obstruction of justice dinilai sebagai kejahatan serius karena secara langsung mengganggu upaya penegakan hukum dan berpotensi menghambat pengungkapan fakta-fakta penting dalam perkara korupsi. Oleh karena itu, proses hukum terhadap terdakwa menjadi perhatian luas masyarakat.Putusan pengadilan ini diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa setiap upaya menghalangi proses penegakan hukum akan tetap diproses sesuai ketentuan perundang-undangan, meskipun tidak secara langsung terlibat dalam tindak pidana korupsi utama.Pemerintah bersama aparat penegak hukum terus menegaskan komitmen dalam pemberantasan korupsi, termasuk menindak tegas pihak-pihak yang berupaya merintangi penyidikan, penuntutan, maupun proses peradilan demi memulihkan kerugian negara.  Penulis: HendrikEditor: GF 29 Des 2025, 10:32 WIT
Dominasi Generasi Muda Warnai KKB Papua, Pola Serangan Kian Agresif dan Sulit Diprediksi Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mengungkapkan bahwa komposisi keanggotaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua saat ini didominasi oleh generasi muda. Pergeseran demografi tersebut dinilai berdampak langsung pada perubahan pola aksi KKB yang semakin agresif, cepat, dan sulit diprediksi sepanjang tahun 2025.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa keterlibatan anggota usia muda membuat intensitas serangan meningkat dan dilakukan tanpa memperhitungkan waktu maupun situasi sosial. Serangan kerap terjadi secara tiba-tiba, termasuk pada momentum hari besar keagamaan yang seharusnya berlangsung aman dan damai.Selain aparat TNI dan Polri, sasaran kekerasan juga meluas ke warga sipil. Kelompok ini tercatat menyerang profesi yang memiliki peran penting dalam pelayanan publik, seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, sehingga menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.Satgas Damai Cartenz menilai bahwa motif utama dari rangkaian aksi kekerasan tersebut berkaitan dengan upaya menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian, baik di tingkat lokal maupun internasional. Pola ini memperlihatkan adanya strategi teror yang bertujuan menciptakan ketidakstabilan keamanan di wilayah Papua.Data penanganan sepanjang 2025 menunjukkan aparat keamanan terus melakukan langkah penegakan hukum secara terukur. Satgas mencatat sebanyak 15 anggota KKB tewas dalam kontak senjata, sementara 20 lainnya berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus kekerasan.Selain penangkapan pelaku, aparat juga menyita sejumlah barang bukti berupa 29 pucuk senjata api, ribuan butir amunisi, serta berbagai perlengkapan pendukung aksi bersenjata. Upaya ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata tersebut.Di ranah digital, Satgas Damai Cartenz mengidentifikasi lebih dari 44.000 tautan yang terafiliasi dengan propaganda dan dukungan terhadap KKB. Langkah pemantauan dan penindakan terhadap konten provokatif terus dilakukan guna menekan penyebaran narasi kekerasan dan separatisme.Melalui operasi terpadu bersama TNI dan instansi terkait, Satgas Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua. Pendekatan penegakan hukum, pengamanan wilayah, serta pengendalian informasi menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk meredam eskalasi kekerasan.  Penulis: HendrikEditor: GF 29 Des 2025, 10:30 WIT
Operasi Damai Cartenz 2025 Catat Puluhan KKB Ditangkap dan Senjata Disita Papuanewsonline.com, Mimika – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz merilis laporan hasil penanganan gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sepanjang tahun 2025. Dalam laporan tersebut, tercatat sebanyak 45 anggota KKB berhasil ditangkap, dengan 15 di antaranya tewas akibat melakukan perlawanan terhadap aparat keamanan.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Yusuf Sutejo menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari operasi gabungan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh TNI dan Polri di sejumlah wilayah rawan. Penindakan dilakukan berdasarkan pemetaan jaringan dan pergerakan kelompok bersenjata yang kerap melakukan aksi teror terhadap masyarakat.Dari total 45 anggota KKB yang diamankan, sebanyak 20 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sementara itu, sisanya masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman untuk mengungkap keterlibatan dalam jaringan dan aksi kriminal lainnya.Selain penangkapan, aparat juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti yang diduga kuat digunakan untuk mendukung aksi kekerasan. Barang bukti tersebut meliputi 29 pucuk senjata api, 4.194 butir amunisi, dua bahan peledak, 93 senjata tajam, serta 57 lembar dokumen yang berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.Dalam aspek nonfisik, Satgas Damai Cartenz juga menaruh perhatian besar pada perang informasi yang dilakukan oleh kelompok terafiliasi KKB. Sepanjang 2025, aparat mengidentifikasi sedikitnya 44.171 tautan berita hoaks dan konten provokatif yang beredar di ruang digital dan dinilai berpotensi memicu keresahan masyarakat.Upaya penindakan turut diperkuat dengan penguasaan wilayah. Satgas bersama TNI berhasil menduduki 14 lokasi yang diduga menjadi markas atau basis pergerakan KKB, sebagai bagian dari strategi menekan ruang gerak kelompok tersebut dan memutus jalur logistiknya.Yusuf menegaskan bahwa tantangan utama ke depan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berupa provokasi dan disinformasi di media sosial yang kerap menyudutkan aparat keamanan. Oleh karena itu, sinergi antara TNI dan Polri terus diperkuat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan komitmen untuk terus melaksanakan penegakan hukum secara terukur, profesional, dan berkelanjutan demi menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat Papua sepanjang tahun-tahun mendatang.  Penulis: JidEditor: GF 28 Des 2025, 17:42 WIT
Personel Polda Maluku Buka Blokade Jalan Warga Liang Papuanewsonline.com, Malteng - Aksi blokade jalan oleh warga kembali terjadi di desa Liang, kecamatan Salahutu, kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (27/12/2025).Menerima informasi tersebut personel Patroli Respon Time Direktorat Samapta Polda Maluku langsung menuju lokasi kejadian.Dibantu oleh sejumlah warga setempat, blokade jalan yang dilakukan orang tak dikenal ini berhasil dibongkar tim respon time Polda Maluku.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K mengungkapkan, aksi pemalangan jalan diketahui saat personel respon time melaksanakan patroli kamtibmas di kawasan kecamatan Salahutu pada jumat malam.Di tengah pelaksanaan tugas rutin, tim reaksi cepat Polda Maluku ini kemudian mendapatkan informasi dari masyarakat melalui operator call center 110.Mendapatkan kabar itu, sejumlah personel yang melakukan patroli menggunakan kendaraan bermotor langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP)."Blokade jalan di kawasan Desa Liang dilakukan orang yang tidak di ketahui. Personel patroli respon time yang dibantu warga sekitar kemudian berhasil membongkar blokade jalan tersebut," kata Kombes Rositah.Selain membersihkan ruas jalan dari tumpukan material batu dan kayu, personel juga menggali informasi dari masyarakat terkait aksi tersebut."Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terprovokasi atau terhasut dengan informasi yang diterima dan belum dapat dipastikan kebenarannya," pintanya.Polda Maluku menghimbau kepada masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan masing-masing."Mari sama-sama kita jaga lingkungan kita dari gangguan kamtibmas. Dengan lingkungan yang aman dan damai maka seluruh aktivitas kita akan berjalan lancar dan baik," harapnya.Hingga saat ini situasi kamtibmas dan arus lalulintas di desa Liang terpantau aman dan terkendali. "Kami juga meminta masyarakat apabila menemukan keadaan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas agar dapat menghubungi call center 110," pintanya. PNO-12 27 Des 2025, 20:45 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT