Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kriminal
Homepage
Polda Maluku Berhasil Redam Aksi Penyerangan Sekelompok Warga di Pos PAM Stain Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Personel Samapta dan Brimob Polda Maluku berhasil meredam sekelompok warga yang menyerang aparat keamanan di Pos Pengamanan depan Indomaret Stain, Kota Ambon, Jumat dini hari (26/12/2025).Aksi serangan oleh sekelompok warga di Pos Pengamanan konflik tersebut dilakukan menggunakan batu dan anak panah. Warga juga melakukan aksi blokir jalan."Pagi tadi sekitar pukul 02.00 WIT sekelompok warga menyerang Pos PAM yang berada di depan Indomaret Stain. Mereka melakukan pelemparan menggunakan batu dan juga panah-panah," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi S.I.K.Menanggapi aksi serangan tersebut, aparat gabungan dari Dit Samapta dan Sat Brimob Polda Maluku kemudian mengimbau warga untuk menghentikan aksinya. "Anggota berhasil meredam kelompok pemuda yang melakukan aksi serangan," tambahnya.Tak sampai di situ, saat terjadi pemadaman lampu, sekelompok pemuda tak dikenal tersebut kembali melakukan aksi pelemparan batu dan blokir jalan."Kami tidak terpancing dengan aksi warga tersebut dengan tetap menggunakan cara-cara yang humanis meminta warga untuk membukarkan diri," jelasnya.Sekitar pukul 04.50 WIT, Wakapolresta Ambon bersama anggota Sabhara yang berada di Pos PAM Alfamidi dikerahkan untuk bersama-sama membubarkan massa."Sampai pagi ini situasi kamtibmas di sekitar lokasi kejadian terpantau aman kondusif," ujarnya.Polda Maluku mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bersama-sama aparat kepolisian untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban."Jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang dapat memecah belah persaudaraan dan mengganggu kamtibmas," pintanya.Masyarakat juga diminta untuk tidak main hakim sendiri. Sebab, selain telah melawan hukum, perbuatan tersebut hanya akan memperbesar persoalan. "Kalau ada kejadian laporkan kepada kami untuk dilakukan proses sesuai hukum yang berlaku," ajaknya. PNO-12
27 Des 2025, 18:30 WIT
Natal Berujung Duka di Yahukimo, Dua Kasus Penganiayaan Berat Terjadi dalam Satu Malam
Papuanewsonline.com, Mimika – Dua peristiwa penganiayaan
berat terhadap warga sipil terjadi di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, sepanjang
Kamis malam hingga Jumat pagi, 25–26 Desember 2025. Insiden tersebut
mengakibatkan satu korban meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih
menjalani perawatan intensif di rumah sakit.Rentetan kekerasan ini menuai kecaman dari berbagai pihak
karena terjadi di tengah suasana perayaan Hari Raya Natal. Peristiwa tersebut
dinilai tidak berperikemanusiaan serta bertentangan dengan nilai moral dan
ajaran agama yang menjunjung tinggi kedamaian dan penghormatan terhadap sesama
manusia. “Ini adalah tindakan keji yang menyasar warga sipil di momentum sakral
— kita harus segera dapatkan keadilan,” ujar seorang tokoh masyarakat Dekai.Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (25/12/2025) sekitar
pukul 20.45 WIT di Jalan Sosial Matoa. Seorang warga bernama Ramli S (51)
ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan sejumlah luka bacok di
bagian leher, telapak tangan, dan pergelangan tangan kiri.Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat meminta air
minum kepada warga sebelum akhirnya ditemukan tersungkur bersimbah darah. Dalam
kejadian tersebut, lima orang pelaku tak dikenal yang diduga menggunakan
senjata tajam langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.Aparat gabungan dari Polres Yahukimo, Brimob BKO, dan Satgas
Damai Cartenz segera melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara,
serta mengevakuasi korban ke RSUD Dekai sebelum dibawa ke ruang jenazah untuk
penanganan lebih lanjut.Peristiwa penganiayaan kedua terjadi pada Jumat (26/12/2025)
sekitar pukul 09.00 WIT di sebuah bengkel motor di Jalan Papua. Korban bernama
Ardi (45), seorang warga pendatang, mengalami luka serius akibat serangan
senjata tajam pada bagian leher belakang dan tangan kanan.Korban sempat menyampaikan informasi singkat kepada warga
sekitar sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Dekai. Hingga saat ini, korban
dilaporkan masih dalam kondisi sadar dan menjalani perawatan intensif di bawah
pengawasan tim medis.Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma
Sinaga, menyatakan bahwa aparat menduga kedua peristiwa tersebut saling
berkaitan dan merupakan bagian dari gangguan keamanan yang dilakukan oleh
kelompok KKB Kodap XVI Yahukimo. Aparat pun meningkatkan patroli gabungan serta
razia di sejumlah titik rawan. “Kami akan terus mengidentifikasi dan memburu
pelaku untuk menegakkan hukum, memberikan keadilan, serta menjamin rasa aman
masyarakat,” tegas Adarma.Penulis: JidEditor: GF
27 Des 2025, 15:26 WIT
Pria Tanpa Identitas Jalani Perawatan Intensif di RSUD Mimika Usai Diduga Mengalami Mabuk Berat
Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang pria tanpa identitas
saat ini masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Rawat Darurat (IRD)
RSUD Mimika setelah mengalami insiden serius yang diduga dipicu oleh kondisi
mabuk berat. Korban ditemukan dalam keadaan tidak berdaya dan segera dilarikan
ke rumah sakit pada Jumat malam (26/12/2025).Hingga saat ini, identitas serta alamat tempat tinggal
pasien belum diketahui. Oleh pihak rumah sakit, pasien tersebut dicatat dengan
status Mr. X karena tidak ditemukan dokumen identitas saat pertama kali
ditangani.“Kami sangat berharap ada keluarga atau kerabat yang segera
datang,” ujar seorang petugas medis.Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, mengungkapkan bahwa
hingga Sabtu siang belum ada keluarga maupun pihak yang datang menanyakan
kondisi pasien yang sedang dirawat tersebut.Kondisi tersebut dinilai menyulitkan tim medis untuk
memperoleh informasi lanjutan terkait riwayat kesehatan pasien yang sangat
dibutuhkan dalam mendukung pengambilan tindakan medis selanjutnya.“Kami berharap ada masyarakat yang mengenali ciri-ciri
pasien,” kata Lucky.Pihak RSUD Mimika memastikan bahwa pasien masih mendapatkan
penanganan medis secara intensif di IRD, dengan pengawasan ketat dari tenaga
kesehatan yang bertugas.“Kami terus berupaya memberikan perawatan terbaik,” tambah
Lucky.Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat yang merasa mengenali
atau memiliki informasi terkait pasien tersebut agar segera mendatangi IRD RSUD
Mimika atau menghubungi pihak rumah sakit, karena keterlibatan keluarga atau
kerabat dinilai sangat penting untuk kelancaran proses perawatan dan penanganan
medis lebih lanjut. “Informasi sekecil apapun sangat berarti bagi kami,”
pungkasnya.Penulis: JidEditor: GF
27 Des 2025, 15:20 WIT
WASPADA! TPNPB Siap Hadapi Pengiriman Pasukan Militer Indonesia ke Yahukimo
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Markas Pusat KOMNAS TPNPB
menerima laporan penting mengenai langkah militer Indonesia yang semakin
intensif di wilayah Yahukimo, Papua. Menurut laporan dari Panglima TPNPB Kodap
XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, militer Indonesia telah melakukan pengiriman logistik dan kendaraan taktis (rantis) dengan menggunakan pesawat Hercules
milik Angkatan Udara Indonesia, yang mendarat di Bandar Udara Nop Goliath
Dekai, Yahukimo. Tindakan ini semakin memanaskan ketegangan yang sudah
berlangsung lama di wilayah tersebut.Pendoropan logistik ini turut disertai dengan operasi udara
menggunakan pesawat nirawak (drone) yang dilengkapi dengan granat, yang terus
dilakukan ke seluruh wilayah Yahukimo. TPNPB, dalam hal ini, menyatakan
kesiapan penuh untuk melakukan perlawanan jika aparat militer Indonesia masuk
lebih jauh ke wilayah markas mereka. Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, yang
kini berada dalam status siaga penuh, mengingatkan agar aparat militer dan
warga sipil tidak memasuki wilayah yang telah dikendalikan oleh pasukan TPNPB.Sebby Sambom, Jubir Komnas TPNPB, menegaskan bahwa pasukan
TPNPB yang terdiri dari Batalyon HSSBY siap melaksanakan operasi dan perlawanan
terhadap militer Indonesia jika mereka memasuki markas utama TPNPB. Pasukan
yang tersebar di sekitar Kota Dekai telah memperketat keamanan dan mengimbau
warga untuk menghindari wilayah zona merah yang kini berada di bawah kendali
penuh TPNPB.Di tengah eskalasi ketegangan tersebut, TPNPB juga
mengumumkan duka nasional atas gugurnya Lea Sobolim, salah seorang prajurit
aktif TPNPB dari Batalyon Sisiba, yang meninggal dunia akibat luka tembak yang
dideritanya. Lea Sobolim tertembak pada 13 Desember 2025 saat terlibat dalam
pertempuran sengit melawan aparat militer Indonesia. Ia meninggal dunia pada 21
Desember setelah berjuang melawan luka yang dideritanya, khususnya tembakan di
bagian paha.Prajurit Lea Sobolim telah dimakamkan dengan penghormatan
militer di Markas TPNPB Kodap XVI Yahukimo pada 22 Desember 2025 dini hari.
Brigjen Elkius Kobak mengimbau seluruh pasukan TPNPB untuk tetap waspada dan
meningkatkan patroli, terutama di sekitar Kota Dekai, guna menjaga ketertiban
dan kesiapsiagaan pasukan dalam menghadapi potensi ancaman lebih lanjut.Dalam pernyataan resmi, TPNPB juga menegaskan bahwa meski
militer Indonesia melakukan pengiriman pasukan ke Yahukimo, hal ini tidak akan
melemahkan semangat perjuangan mereka. TPNPB tetap teguh pada komitmen untuk
melawan segala bentuk ancaman yang datang dari pasukan militer Indonesia. TPNPB
mengingatkan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, serta Panglima TNI Agus
Subiyanto dan Pangdam XVII Cenderawasih bahwa mereka siap menghadapi setiap
tantangan yang ada di medan perang.Pemberitahuan ini juga menjadi pesan kuat kepada masyarakat
internasional bahwa situasi di Yahukimo tetap menjadi isu yang memerlukan
perhatian serius. Pasukan TPNPB menegaskan komitmen mereka untuk mempertahankan
kedaulatan dan hak-hak masyarakat setempat, serta menuntut agar penghormatan
terhadap prinsip kemanusiaan dijaga dalam setiap tindakan yang diambil oleh
pihak militer. Penulis: HendrikEditor: GF
23 Des 2025, 18:07 WIT
Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran Narkoba, 17 Tersangka Diamankan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Bareskrim Polri berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika yang diduga akan diedarkan menjelang pelaksanaan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 di Bali. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin (22/12/2025).Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menegaskan bahwa penindakan dilakukan sebelum event DWP berlangsung dan tidak berada di dalam area pelaksanaan konser.“Penindakan ini kami lakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan DWP dan tidak berada di dalam area saat event berlangsung. Ini adalah langkah antisipasi agar peredaran gelap narkoba tidak mencederai kegiatan internasional tersebut,” ujar Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.Brigjen Eko menjelaskan, DWP merupakan salah satu festival musik terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah pengunjung sekitar 25 ribu orang dan melibatkan wisatawan lintas negara. Kondisi tersebut dinilai rawan dimanfaatkan oleh jaringan narkoba.“DWP memiliki mobilitas tinggi dan pengunjung lintas negara. Apabila narkoba sampai beredar di tangan pengunjung, tentu ini akan menjadi penilaian buruk bagi Indonesia di mata dunia internasional,” tegasnya.Dalam operasi yang dilaksanakan pada 9 hingga 14 Desember 2025 dan dilanjutkan pengembangan hingga 18 Desember 2025, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Kanwil Bea dan Cukai Bali Nusra berhasil mengungkap enam sindikat narkoba. Dari hasil pengungkapan tersebut, aparat mengamankan 17 orang tersangka, dengan 7 orang lainnya masih berstatus DPO.“Secara garis besar, kami mengamankan enam sindikat dengan total 17 tersangka, terdiri dari 16 WNI dan satu WNA. Sementara tujuh orang lainnya masih dalam pengejaran,” kata Brigjen Eko.Dari keenam sindikat tersebut, polisi menyita berbagai jenis narkotika, di antaranya sabu, ekstasi, kokain, MDMA, ganja, ketamin, happy water, hingga happy five. Total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar 31 kilogram sabu dan ratusan butir ekstasi, dengan estimasi nilai mencapai Rp60,5 miliar.“Apabila barang bukti ini beredar di pasar gelap, nilainya mencapai lebih dari Rp60 miliar. Dari pengungkapan ini, kami perkirakan berhasil menyelamatkan 162.202 jiwa,” ungkapnya.Modus operandi yang digunakan para pelaku antara lain sistem tempel, transaksi COD, serta transaksi melalui perbankan. Jaringan ini diketahui melibatkan lintas provinsi seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali, serta jaringan lintas negara yang melibatkan warga negara asing.Brigjen Eko menegaskan, penindakan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.“Penindakan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada sasaran prioritas pencegahan dan pemberantasan narkoba. Polri akan terus konsisten dari hulu hingga hilir,” tegasnya.Ia juga mengingatkan agar pengungkapan ini tidak dijadikan stigma negatif terhadap pelaksanaan DWP ke depan.“DWP merupakan kegiatan positif dan akan terus dilaksanakan di Indonesia. Pengungkapan ini justru menunjukkan keseriusan negara dalam menjaga keamanan dan citra Indonesia,” pungkas Brigjen Eko. PNO-12
23 Des 2025, 14:14 WIT
Dugaan Ijazah S1 Palsu di Lingkungan BP3 OKP Mencuat, Aktivis Minta Penanganan Cepat dan Transparan
Papuanewsonline.com, Mimika — Dugaan penggunaan ijazah palsu
di lingkungan Badan Pengelola Penyuluhan dan Pengembangan (BP3) OKP mencuat dan
memantik reaksi dari kelompok masyarakat sipil. Staf BP3 OKP, Muhammad
Mizriyanto (36), dilaporkan menggunakan ijazah S1 Ilmu Komunikasi palsu yang
disebut berasal dari Universitas Esa Unggul Jakarta.Dalam laporan tersebut, verifikasi melalui PDDIKTI dan pihak
universitas disebut menunjukkan bahwa nama Muhammad Mizriyanto tidak terdaftar
sebagai mahasiswa maupun lulusan. Temuan itu kemudian menjadi dasar desakan
agar instansi terkait tidak menunda klarifikasi, sekaligus memastikan langkah
penanganan dilakukan sesuai aturan.Aktivis Transparansi Papua (ATP) dan Koalisi Masyarakat
Sipil Papua menyatakan BP3 OKP perlu bertindak cepat dan transparan agar
persoalan tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan publik. “Kami meminta BP3
OKP untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap staf yang terlibat dalam
penggunaan ijazah palsu,” kata Andrias Kogoya, perwakilan ATP, dan perwakilan
ATP.Selain dugaan ijazah palsu, Mizriyanto juga dilaporkan kerap
mengatasnamakan BP3 OKP dan institusi negara untuk kepentingan pribadi. Kondisi
ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaan wewenang, termasuk
dampaknya terhadap citra kelembagaan dan kepercayaan masyarakat.Isu tersebut dinilai tidak hanya menyangkut integritas
individu, tetapi juga berpotensi menyeret reputasi BP3 OKP sebagai institusi.
Kelompok masyarakat sipil menilai, jika dugaan itu dibiarkan tanpa penanganan
terbuka, maka efeknya bisa melemahkan legitimasi kerja lembaga dan merusak
kepercayaan publik terhadap tata kelola.BP3 OKP diminta memberikan klarifikasi resmi dan menempuh
langkah sesuai hukum yang berlaku. “Penggunaan ijazah palsu adalah tindakan
yang tidak dapat ditoleransi dan harus diadili sesuai dengan hukum,” kata
Yohanes Bahat, perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Papua.Di sisi lain, laporan yang beredar juga menyebut nama
Muhammad Mizriyanto dikaitkan dengan “MIMIKA Center” yang disebut sebagai salah
satu program andalan Bupati Mimika. Dalam laporan itu pula, Mizriyanto disebut terkadang
dipanggil Yanto dan terkadang juga dipanggil Rian.Hingga berita ini ditulis, BP3 OKP diminta segera
menyampaikan penjelasan terbuka mengenai status yang bersangkutan, hasil
verifikasi dokumen, serta langkah yang akan ditempuh. Desakan yang menguat dari
masyarakat sipil menekankan pentingnya penanganan yang rapi, akuntabel, dan
tidak menimbulkan ruang spekulasi di tengah publik. Penulis: HendrikEditor: GF
21 Des 2025, 19:03 WIT
122 Warga Binaan Lapas Timika Dapat Remisi Khusus Natal 2025
Papuanewsonline.com, Mimika - Menyambut hari Natal, Lapas
Timika telah menyiapkan 122 warga binaan yang layak untuk mendapatkan remisi.
Proses seleksi ini dilakukan dengan ketelitian untuk memastikan kelayakan
setiap individu yang diusulkan. Mansur menekankan pentingnya pemberian remisi
sebagai sebuah penghargaan atas upaya mereka dalam memperbaiki diri selama masa
pidana.Remisi ini mencakup berbagai kategori tindak pidana, antara
lain penyalahgunaan narkotika, perlindungan perempuan dan anak (PPA), serta
kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Rincian penerima remisi mencakup 20 orang
karena penyalahgunaan narkotika, 48 orang terkait PPA, serta beberapa kategori
lainnya seperti kekerasan seksual, penganiayaan, dan pencurian.Salah satu kriteria utama untuk mendapatkan remisi ini
adalah warga binaan harus telah menjalani masa pidana minimal enam bulan.
Selain itu, mereka harus memiliki perilaku baik tanpa catatan pelanggaran
disiplin selama enam bulan terakhir dan aktif mengikuti program pembinaan yang
diselenggarakan di lapas.Mansur menegaskan bahwa kriteria ini diterapkan untuk
memastikan bahwa remisi bukan hanya sekadar pengurangan masa hukuman, tetapi
juga sebagai bentuk apresiasi bagi mereka yang serius berkomitmen untuk
berubah. Hal ini diharapkan dapat memberikan makna yang positif bagi proses
rehabilitasi mereka.Dengan pemberian remisi ini, Mansur berharap dapat
memotivasi warga binaan untuk terus menjaga perilaku baik dan terlibat aktif
dalam proses pembinaan. “Semoga dengan ini, mereka dapat kembali ke masyarakat
dengan kondisi yang lebih baik dan siap membangun kehidupan baru yang positif,”
ungkapnya menutup pernyataan.Pemberian remisi khusus ini bertujuan untuk memberi
kesempatan kedua kepada warga binaan agar dapat kembali menata hidup dengan
lebih baik. Diharapkan, hal ini akan berkontribusi bagi masyarakat di sekitar
mereka, dengan menegaskan pentingnya rehabilitasi yang berkesinambungan.Acara remisi ini diharapkan membawa angin segar bagi semua
warga binaan yang telah berusaha untuk berubah ke arah yang lebih baik, dengan
harapan bahwa mereka dapat kembali berfungsi secara produktif di dalam
masyarakat. Penulis: JidEditor: GF
19 Des 2025, 00:05 WIT
TPNPB Desak Evakuasi Pengungsi Sipil, Klaim Pendoropan Pasukan dan Logistik Perang di Yahukimo
Papuanewsonline.com, Yahukimo — Tentara Pembebasan Nasional
Papua Barat (TPNPB) melaporkan adanya pendoropan pasukan dan logistik perang
oleh aparat militer Indonesia di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Aktivitas tersebut disebut berlangsung di Bandar Udara Nop Goliath Dekai pada
Kamis (18/12/2025).Menurut laporan Pusat Informasi dan Strategis (PIS) TPNPB,
satu unit pesawat Hercules milik militer Indonesia mendarat dan menurunkan
ratusan personel bersenjata beserta perlengkapan tempur. Pendoropan itu juga
disertai dengan distribusi logistik perang ke sejumlah pos dan markas militer
di wilayah Yahukimo.TPNPB mengklaim sebanyak 200 aparat militer Indonesia
diturunkan bersama logistik perang, termasuk dua unit kendaraan taktis anti
peluru. Seluruh kekuatan tersebut disebut telah disebar ke berbagai markas
militer Indonesia di wilayah Yahukimo, yang dinilai sebagai bagian dari
persiapan peningkatan operasi militer.Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menilai situasi ini
berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan keselamatan warga sipil, khususnya
masyarakat yang saat ini mengungsi di hutan-hutan akibat konflik bersenjata
yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Papua.“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada
lembaga-lembaga kemanusiaan secara global agar segera mengevakuasi seluruh
korban sipil yang terkena dampak konflik bersenjata di Yahukimo, Nduga, Intan
Jaya, Maybrat, Pegunungan Bintang dan daerah zona merah lainya yang sedang
mengungsi di hutan-hutan,” kata Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, dalam siaran
persnya.Selain imbauan kepada lembaga kemanusiaan internasional,
TPNPB juga menyampaikan peringatan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri
Pertahanan Republik Indonesia, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Pangdam
XVII/Cenderawasih untuk menghentikan operasi militer dan penembakan terhadap
warga sipil di Yahukimo.Penulis: HendrikEditor: GF
18 Des 2025, 22:37 WIT
Razia Natal di Bandara Mozes Kilangin, Polisi Sita Belasan Anak Panah dari Penumpang Tujuan Ilaga
Papuanewsonline.com, Mimika —
Personel Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin Timika menyita sebanyak 13 buah
anak panah dari seorang penumpang pesawat perintis tujuan Ilaga, Kabupaten
Puncak, pada Rabu (17/12/2025). Penyitaan tersebut dilakukan
sekitar pukul 10.02 WIT di Terminal Perintis Bandara Avco Mozes Kilangin Timika
saat aparat kepolisian melaksanakan pengamanan penerbangan Natal atau Christmas
Flight, yang disertai dengan razia senjata tajam terhadap penumpang rute
pedalaman Papua. Razia ini merupakan bagian dari
upaya pengawasan ketat yang dilakukan kepolisian guna memastikan keamanan dan
keselamatan seluruh penumpang selama momentum perayaan Natal, khususnya pada
penerbangan perintis yang melayani wilayah-wilayah rawan. Penumpang yang kedapatan membawa
anak panah tersebut diketahui berinisial OA, warga Ilaga, yang hendak melakukan
perjalanan menggunakan maskapai Reven Global Airtransport. Setelah dilakukan pemeriksaan
awal, penumpang tersebut tetap diperbolehkan melanjutkan penerbangan menuju
Ilaga. Sementara itu, barang bukti berupa 13 anak panah diamankan oleh pihak
Polsek Kawasan Bandara untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan, termasuk
rencana pemusnahan. Langkah pengamanan ini dilakukan
dengan mempertimbangkan aspek keamanan penerbangan sekaligus situasi masyarakat
yang tengah melakukan perjalanan pulang kampung untuk merayakan Natal bersama
keluarga. Kasi Humas Polres Mimika, Iptu
Hempy Ona, menjelaskan bahwa tindakan penyitaan tersebut merupakan langkah
preventif kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta
mencegah potensi tindak kriminal melalui jalur udara. Polres Mimika melalui Polsek
Kawasan Bandara terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap
barang-barang berbahaya yang dibawa penumpang. Masyarakat juga diimbau untuk
tidak membawa atau menyimpan senjata tajam tanpa izin yang sah karena dapat dikenakan
sanksi hukum sesuai Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Penulis: Jid Editor: GF
18 Des 2025, 12:27 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru