logo-website
Sabtu, 08 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Dewan Adat Mimika Soroti Pengangguran OAP, Vincent Oniyoma: Papua Bukan Tanah Kosong Papuanewsonline.com, Mimika — Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Mimika, Vincent Oniyoma, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap tingginya angka pengangguran di Kabupaten Mimika, khususnya di kalangan Orang Asli Papua (OAP). Pernyataan itu disampaikan menyusul masih maraknya aksi protes para pencari kerja yang menuntut kejelasan kesempatan kerja di daerahnya sendiri.Dalam keterangannya, Vincent mempertanyakan efektivitas pelaksanaan Exhibition & Job Fair 2023 yang sebelumnya melibatkan sekitar 131 hingga 133 perusahaan. Menurutnya, kegiatan tersebut belum mampu menjadi solusi nyata untuk mengurangi angka pengangguran di Mimika.Ia menilai jumlah lowongan yang tersedia tidak sebanding dengan banyaknya pencari kerja yang hadir saat itu. Dari sekitar 4.000 hingga 8.000 pelamar, kuota yang disediakan hanya berkisar 400 hingga 500 orang. Sementara angka pengangguran di Mimika disebut mencapai lebih dari 6.000 hingga 14.000 jiwa.Dewan Adat juga menyoroti hasil pelatihan kerja yang dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat lokal. Banyak peserta yang telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikat, namun tidak mendapatkan kepastian penempatan kerja."Kami harapkan setelah training harus disediakan lapangan pekerjaan. Bukan hanya jadikan kami sebagai objek training tapi setelah itu kami dapat sertifikat tidak tahu kami ini mau cari kerja kemana," tegas perwakilan pencaker dalam aspirasinya.Menurut Vincent, praktik pelatihan yang hanya berakhir pada pemberian sertifikat tanpa jaminan pekerjaan justru melukai harapan anak-anak daerah. Ia menyebut putra-putri Papua tidak boleh hanya dijadikan objek program pelatihan demi penyerapan dana Otsus maupun program CSR perusahaan.Selain itu, Dewan Adat mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera menerapkan Perda Nomor 6 Tahun 2023 yang mengatur kewajiban 80 persen tenaga kerja di perusahaan harus berasal dari Orang Asli Papua. Regulasi tersebut dinilai belum berjalan maksimal akibat lemahnya pengawasan dan minimnya sosialisasi kepada perusahaan.Vincent menegaskan prioritas pekerjaan harus diberikan kepada pencari kerja OAP, Labeti (Lahir Besar Timika), serta warga ber-KTP Mimika agar masyarakat lokal tidak terus menjadi penonton di tengah pesatnya aktivitas industri dan masuknya tenaga kerja dari luar daerah.Dewan Adat juga menyoroti sistem rekrutmen vendor dan sub-kontraktor PT Freeport Indonesia yang dinilai belum transparan dan masih menyulitkan akses masyarakat lokal. Sistem pendaftaran berbasis digital disebut menjadi hambatan tersendiri bagi pencari kerja yang terbatas akses internet maupun informasi.Menurut Vincent, perusahaan besar di Mimika perlu melakukan evaluasi total terhadap sistem perekrutan dan membuka ruang lebih luas bagi tenaga kerja lokal sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.“Papua bukan tanah kosong. Setiap jengkal tanah ini memiliki pemilik, dan pemiliknya kini sedang menganggur di depan pintu perusahaan-perusahaan besar,” tegas Vincent Oniyoma.Ia menambahkan, apabila dalam enam bulan ke depan tidak ada langkah konkret dari pemerintah maupun perusahaan untuk mengakomodasi tuntutan para pencari kerja lokal, maka Dewan Adat siap mendukung langkah masyarakat melakukan gerakan yang lebih besar demi memperjuangkan hak hidup dan harga diri di atas tanah sendiri. (GF) 14 Mei 2026, 13:22 WIT
UMKM Mimika Tembus Pasar Global, Ekspor Perdana 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Daerah Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika bersama instansi vertikal menggelar kegiatan “Pelepasan Ekspor Perdana UMKM Berorientasi Ekspor Kabupaten Mimika Tahun 2026”, Rabu (13/5/2026), sebagai langkah nyata mendorong UMKM lokal menembus pasar internasional.Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Timika Yudi Amrullah menegaskan, ekspor perdana ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol bahwa produk unggulan Mimika mampu bersaing di pasar global, khususnya sektor perikanan dan hasil laut.Ia menyampaikan, Bea Cukai tidak hanya bertugas mengumpulkan penerimaan negara, tetapi juga berperan sebagai trade facilitator dan industrial assistance untuk mendukung pertumbuhan industri dan UMKM daerah.“Potensi Mimika sangat besar. Kami berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama untuk mendorong produk-produk Mimika menembus pasar internasional,” ujarnya.Bea Cukai mencatat, devisa ekspor sumber daya alam melalui Mimika pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,29 miliar dengan volume ekspor 21,5 ton. Sementara hingga Mei 2026, nilai ekspor telah mencapai sekitar Rp1,59 miliar dengan volume sekitar 24 ton.Komoditas utama ekspor tahun ini adalah kepiting bakau hidup dengan negara tujuan Malaysia dan Singapura. Hingga saat ini tercatat sebanyak 30 dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) telah diajukan.Keberhasilan ekspor perdana ini merupakan hasil kolaborasi antara Bea Cukai, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah, serta pihak Bandara Mozes Kilangin bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait lainnya.Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan pihaknya akan terus mendorong pelaku usaha agar terdaftar dalam sistem GACC sehingga pasar ekspor dapat diperluas dan tidak hanya bergantung pada Singapura.Menurutnya, ekspor kepiting bakau menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat Mimika di mata dunia.“Kita harus menjaga kualitas, kontinuitas produk, serta kepatuhan terhadap standar karantina dan regulasi internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal,” katanya.Sementara itu, Kepala UPBU Mozes Kilangin yang diwakili Eddy Siswanto menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ekspor daerah sebagai upaya memperkenalkan produk unggulan Mimika ke pasar internasional.Pihak bandara, kata dia, siap mendukung kelancaran ekspor baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana.Bupati Mimika, Johanes Rettob, menegaskan bahwa UMKM Mimika harus terus dibina agar tidak hanya bertahan sebagai usaha kecil, tetapi mampu naik kelas menjadi pelaku ekspor internasional.Ia berharap ke depan Surat Keterangan Asal (SKA) produk ekspor dapat diterbitkan langsung dari Mimika sehingga proses distribusi menjadi lebih efisien tanpa harus melalui daerah lain.Menurutnya, sektor UMKM menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Mimika, sehingga pemerintah akan terus mendorong pengembangan produk pertanian, perikanan, perkebunan, dan produk olahan lokal agar memiliki nilai tambah.Namun demikian, Bupati juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan produksi, khususnya komoditas kepiting bakau yang saat ini memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.“Kalau hanya terus diambil tanpa dibudidayakan, lama-kelamaan akan habis. Karena itu masyarakat harus mulai didorong untuk melakukan budidaya dan menjaga kualitas produksi,” ujarnya.Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, juga terus membuka akses promosi dan pemasaran UMKM melalui marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Bahkan produk kerajinan seperti noken telah dipasarkan hingga ke luar negeri, termasuk Eropa.Melalui momentum ekspor perdana ini, Pemkab Mimika menegaskan komitmennya untuk terus mendukung UMKM melalui pembinaan, pelatihan, kemudahan perizinan, penguatan promosi, hingga pendampingan sertifikasi produk agar semakin banyak UMKM Mimika mampu bersaing di pasar global. Penulis: Bim Editor: GF 13 Mei 2026, 18:19 WIT
Bapenda Mimika Penuhi Lokasi Strategis dengan Poster Gebyar Pajak, Ajak Warga Taat Bayar Pajak Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika kembali menggelar Gebyar Sadar Pajak Daerah 2026 sebagai bentuk apresiasi bagi masyarakat yang taat membayar kewajiban perpajakan. Sosialisasi gencar dilakukan lewat pemasangan pduk dan poster di berbagai tempat umum seperti rumah makan, kafe, hingga hotel agar program ini dikenal luas dan mendorong partisipasi warga dalam pembangunan daerah.Kepala Bidang Pajak Bapenda Mimika, Melianus Selitubun, menjelaskan hadiah utama yang disiapkan berupa empat unit sepeda motor, dibagi dalam dua kategori: dua unit untuk pembayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta dua unit lagi untuk wajib pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Selain itu, tersedia juga beragam hadiah menarik lainnya mulai dari kulkas, mesin cuci, televisi, hingga handphone bagi peserta yang beruntung.Ia mengingatkan, bukti pembayaran yang sah untuk diunggah adalah struk resmi dari mesin M-POS, bukan bukti tulisan tangan. Khusus pembayaran PBB, periode berlangsung dari Januari hingga 31 Agustus 2026, dan pengundian hadiah dijadwalkan pada 6 Oktober mendatang. Caranya sangat mudah: cukup simpan struk pembayaran saat bertransaksi, lalu unggah ke laman pajak.mimikakab.go.id untuk masuk ke dalam daftar peserta undian.“Mari menjadi warga bijak dan taat pajak, karena apa yang kita bayarkan akan kembali dalam bentuk pembangunan daerah. Terima kasih atas partisipasi dan kontribusi Bapak/Ibu selama ini. Semoga Gebyar ini semakin meningkatkan kesadaran kita bersama, dan keberuntungan berpihak kepada seluruh warga Mimika yang sudah patuh dan tertib membayar pajak daerah,” ujar Melianus. Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 11:48 WIT
PT Freeport Indonesia: 10 Tahun Berkontribusi, Serap Tenaga Kerja dan Dorong Ekonomi Lokal Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Selama lima hingga sepuluh tahun terakhir, kehadiran PT Freeport Indonesia (PTFI) membawa perubahan nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasi, meliputi Distrik Mimika Timur, Kuala Kencana, hingga Tembagapura. Kemajuan ini terlihat dari bertambahnya lapangan kerja serta kemudahan akses layanan pendidikan dan kesehatan.Data perusahaan menunjukkan persentase tenaga kerja asal Papua kini mencapai 40,9 persen, terus bertambah setiap tahunnya dan menduduki berbagai posisi mulai dari teknis hingga manajerial.Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyebut angka ini sebagai hasil membanggakan dari komitmen investasi jangka panjang di bidang pendidikan dan pelatihan. Dampak ekonomi juga dirasakan pelaku usaha lokal; dalam satu dekade lebih dari 400 pengusaha telah bermitra dan berkembang di sektor jasa, perdagangan, pertanian, hingga perbengkelan. Grasella Kunong, salah satu pengusaha, mengaku usahanya tumbuh pesat lewat program pemberdayaan, bahkan kini mampu merekrut tenaga kerja dari lingkungan sekitar.Tak hanya ekonomi, dukungan besar disalurkan ke sektor sosial. PTFI membangun dan merenovasi fasilitas pendidikan dari PAUD hingga SMA, serta menyediakan beasiswa bagi pelajar berprestasi. Di bidang kesehatan, berjalan program pencegahan penyakit dan perbaikan fasilitas kampung, disertai pembangunan infrastruktur jalan yang membuka akses wilayah terisolir. “Kesehatan dan pendidikan adalah fondasi masa depan; kami bangun program ini secara berkelanjutan,” tegas Tony.Segala langkah ini ditempuh agar manfaat keberadaan perusahaan dirasakan langsung masyarakat dan melahirkan kemandirian ekonomi daerah. Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 10:28 WIT
Delapan Pemuda Pesisir Mimika Lulus Pelatihan Perhotelan IPN, Siap Masuk Dunia Kerja Papuanewsonline.com, Mimika - Sebanyak delapan pemuda Orang Asli Papua dari Kampung Ayuka dan Kampung Tipuka Mimika, resmi lulus dari Program Apprentice Hospitality angkatan pertama Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) pada 27 April 2026. Mereka kini memiliki keahlian dan kesiapan untuk berkarier di industri perhotelan dan pelayanan. Lukas Taote, salah satu peserta, mengaku sangat bangga dan lebih percaya diri.“Kami punya harapan baru, ilmu pelayanan profesional ini belum pernah kami dapatkan sebelumnya,” ujarnya. Selama 3,5 bulan pelatihan, para peserta dibekali keterampilan teknis, pengetahuan, serta sikap pelayanan yang ramah dan profesional. Materi meliputi tugas sebagai petugas pelayanan, pengelola akomodasi, hingga staf restoran. Nathan Kum, Senior Vice President Community Relations PTFI, menjelaskan program ini merupakan bagian upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal di sekitar wilayah operasional.“Pelatihan ini gratis, mereka belajar dan praktik hingga siap bekerja. Kini persiapan angkatan kedua sudah berjalan,” ungkapnya. Kami sangat mengapresiasi langkah nyata ini yang membuka peluang luas bagi generasi muda Mimika.Kepala Kampung Tipuka, Paulus Polce Muka, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam. “Terima kasih atas kepercayaan dan bimbingan yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga mereka sukses, mendapatkan pekerjaan, dan terus diperhatikan agar bisa maju,” ucapnya Harapan ini sangat besar artinya bagi masyarakat pesisir untuk semakin mandiri dan berkembang di berbagai bidang usaha.IPN adalah lembaga pelatihan kerja milik PT Freeport Indonesia, sebagai bentuk investasi sosial bagi warga lokal. Terdiri dari pelatihan teknis seperti mekanik, kelistrikan, hingga pekerja tambang, serta pelatihan non-teknis yang baru dibuka tahun ini, yakni bidang perhotelan. Program ini dirancang agar tenaga kerja lokal semakin kompetitif dan mampu mendukung kebutuhan industri di wilayah Mimika dan sekitarnya. Semoga ke depannya semakin banyak pemuda yang memanfaatkan kesempatan ini, sehingga kesejahteraan masyarakat Mimika terus meningkat dan semakin sejahtera.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Mei 2026, 20:51 WIT
Pencari Kerja Asli Papua Gelar Aksi Bisu, Soroti Sulitnya Akses Kerja di Tanah Sendiri Papuanewsonline.com, Timika – Sejumlah pencari kerja Orang Asli Papua (OAP) yang tergabung dalam Asosiasi Pencaker Lokal Kabupaten Mimika menggelar aksi bisu di depan salah satu hotel di Timika, Selasa (12/5/2026). Aksi ini bertepatan dengan digelarnya Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Se-Tanah Papua.Melalui aksi damai ini, mereka ingin menarik perhatian pemerintah daerah, Gubernur Papua Tengah, dan pemangku kepentingan lain atas sulitnya akses lapangan kerja bagi warga lokal yang lahir dan besar di daerah sendiri.Koordinator aksi, Yuliana Rumbarar, menyebutkan bahwa berbagai program pelatihan kerja, baik yang dibiayai dana Otsus maupun program CSR perusahaan, dinilai belum memberikan hasil nyata. “Kami ikut pelatihan, tapi setelah selesai tidak ada penyerapan kerja. Dampak Otsus seharusnya terasa sampai ke kami, namun sampai sekarang belum ada aturan yang benar-benar menjamin kami bekerja di tanah sendiri,” tegasnya. Ia juga menyoroti kemudahan akses kerja bagi pendatang baru, sementara warga lokal justru tersisih dan kesulitan mendapatkan kesempatan.Selain itu, mereka meminta penegakan Perda tenaga kerja lokal serta pembatasan masuknya penduduk luar daerah yang dinilai mempersempit peluang. Keluhan lain disampaikan terkait mahalnya biaya persyaratan administrasi kerja seperti pembuatan SIM, sertifikat K3, dan dokumen lain yang sangat memberatkan pencari kerja.Asosiasi ini juga mengaku telah memiliki data lengkap jumlah pencaker OAP dan berharap Dinas Tenaga Kerja dapat menjalin kerja sama agar data tersebut digunakan untuk perencanaan penyerapan tenaga kerja yang lebih tepat sasaran.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Mei 2026, 20:47 WIT
Gebyar Sadar Pajak Daerah 2026 Diluncurkan, Bapenda Mimika Berikan Hadiah Menarik Papuanewsonline.com, Timika– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika kembali menggelar program Gebyar Sadar Pajak Daerah tahun 2026, yang berlangsung mulai 1 Mei 2026 hingga 1 Oktober 2026 mendatang. Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran, kepatuhan, dan partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, sekaligus mengajak warga turut serta mendukung percepatan pembangunan daerah.Program ini berbentuk pemberian penghargaan dan apresiasi bagi wajib pajak yang taat aturan, khususnya pembayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan serta Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa, meliputi usaha hotel, restoran, dan tempat hiburan. Puncak acara berupa pengundian hadiah akan dilaksanakan pada 6 Oktober 2026, dengan beragam hadiah menarik yang disiapkan sebagai bentuk rasa terima kasih pemerintah daerah.Cara mengikuti kegiatan ini sangat mudah. Wajib pajak cukup membayar PBB-P2 tepat waktu sebelum jatuh tempo pada 31 Agustus 2026. Sementara itu, pelaku usaha hotel, restoran, dan hiburan hanya perlu mengunggah bukti atau struk pembayaran pajak melalui laman resmi: pajak.mimikakab.go.id, yang juga dapat diakses melalui tautan pada akun media sosial Bapenda Mimika.Pemerintah Kabupaten Mimika mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program ini. Kepatuhan membayar pajak menjadi kontribusi nyata warga bagi kemajuan daerah. Diharapkan inisiatif ini dapat semakin mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi mewujudkan Mimika yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Mei 2026, 20:36 WIT
Buka Rakernis Slog Polri, Kapolri Perkuat Peralatan Personel untuk Maksimalkan Keamanan Masyarakat Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat seluruh peralatan personel Kepolisian. Hal itu dilakukan guna semakin memaksimalkan memberi rasa aman bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri kegiatan pembukaan rapat kerja teknis (rakernis) Staf Logistik (Slog) Polri di Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (12/5/2026). "Dimana salah satunya tadi, bagaimana anggota-anggota kita saya minta untuk ke depan dibekali dengan peralatan yang betul-betul bisa memberikan keamanan bagi masyarakat," kata Kapolri. Kapolri menyebut, dalam kegiatan ini juga diresmikan Slog Lab. Dalam hal ini, kata Kapolri, laboratorium tersebut digunakan untuk mengecek dan memastikan kualitas dari seragam yang diberikan kepada personel betul-betul memenuhi spesifikasi yang menjadi persyaratan Polri."Kita tadi juga melihat dan diperagakan langsung bagaimana kita juga menyiapkan pakaian khususnya untuk personel-personel yang memiliki tugas dalam menghadapi potensi kerusuhan," ujar Kapolri. Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan, seragam personel ke depannya juga disiapkan untuk menghadapi potensi serangan yang terjadi di wilayah rentan konflik. Pakaian tersebut nantinya dirancang bisa untuk menangkal serangan anak panah. "Tadi salah satunya, bagaimana agar pada saat ada serangan, salah satunya di wilayah-wilayah yang sering terjadi konflik, yang sering menggunakan alat panah, tadi diperagakan. Dan Alhamdulillah dengan peralatan yang baru anggota kita bisa terhindar dari potensi apabila ada serangan panah," ucap Kapolri. Kemudian, Kapolri juga mengungkapkan, ke depannya personel juga bakal dibekali dengan berbagai macam alat pengamanan diri untuk menghadapi segala macam potensi tantangan di lapangan. "Apakah itu mulai dari lemparan molotov, kemudian juga tembakan, dan juga tentunya segala macam yang membahayakan anggota," tutur Kapolri. Terkait semua ini, Sigit menegaskan bahwa, hal itu dimaksudkan agar seluruh personel kepolisian bisa menjalankan tugasnya secara maksimal dan optimal. Khususnya dalam rangka memberikan rasa aman masyarakat hingga menghadapi segala macam risiko yang dihadapi. Di sisi lain, dalam kesempatan ini, Kapolri juga membagikan beberapa alat operasional yang sangat dibutuhkan bagi anggota. Di antaranya adalah, 430 unit kendaraan, mulai dari motor, kemudian mobil patroli dengan tenaga listrik, hingga ambulans. "Dan juga peralatan-peralatan patroli di wilayah-wilayah konflik seperti di Papua, Papua Tengah, Dogiyai. Dan juga ambulans yang tentunya sangat dibutuhkan khususnya di situasi-situasi darurat. Juga ada beberapa kendaraan yang bisa digunakan pada saat melayani masyarakat yang terdampak banjir," kata Kapolri.Kapolri berharap, ini semua menjadi bagian untuk mengoptimalkan serta memberikan dukungan terhadap seluruh anggota yang melaksanakan tugas di fungsi operasional serta memberikan pelayanan dan pengamanan masyarakat. "Sehingga kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman, dalam melaksanakan tugas kita mulai dari menjaga stabilitas Kamtibmas sampai dengan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat serta melakukan tugas-tugas yang terkait dengan penegakan hukum. Khususnya bagaimana kita sebagai institusi yang memiliki tugas menjaga keamanan, menjaga keteraturan sosial, betul-betul bisa maksimal," papar Kapolri. Sementara itu, Kapolri menyebut, Korps Bhayangkara juga menyusun MEPE (Minimal Essential Police Equipment) atau peralatan standar minimal yang wajib dimiliki Polri. "Dan tentunya ini semua bagian dari upaya kita agar kita selalu siap dengan seluruh dukungan peralatan yang ada, disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Sehingga kemudian pada saat Polri tampil dan turun, betul-betul bisa melaksanakan tugas pokoknya dengan semaksimal mungkin. Dan harapan kita, semua yang dipersiapkan ini tentunya bisa memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat terhadap tugas-tugas yang dilaksanakan oleh institusi Polri," tutup Kapolri. PNO-12 12 Mei 2026, 17:49 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT